sesilaulia

Members
  • Content Count

    12
  • Joined

  • Last visited

  1. METROPOLITAN – Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Kabupaten Sukabumi Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, HM. Agus Mulyadi optimis bakal merebut kemenangan. Targetnya, di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa ini elektabilitas pasangan nomor urut 01 ebih dari 50 persen. “Di Sukabumi (Jokowi-Amin) bisa di atas 50 persen. Kita harus bekerja keras, karena suasana di Sukabumi memang cukup menggairahkan,” kata Agus yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi ini, Minggu (17/3/2019). Untuk penguatan kemenangan, Agus memastikan seluruh potensi mulai parpol pengusung dan relawan dalam sebulan terakhir akan turun hingga akar rumput. Menurutnya, kekuatan parpol koalisi yang lebih banyak menjadi kekuatan lebih untuk pemenangan Jokowi-Amin. “Dalam sebulan terakhir, menjelang 17 April 2019 seluruh kekuatan turun mulai ke TPS-TPS sampai ke tingkat RT. Kita bergerak, karena potensi kita dengan banyaknya partai lebih banyak,”ujarnya. Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi ini juga mengklaim hasil survey internal sementara pasangan Jokowi-Amin sudah berada di angka 40 persen. Dengan sisa waktu perjuangan sekitar sebulan, dia optimis Jok0wi-Amin bisa mendulang elektabilitas di atas 50 persen. “Hari ini kita (Jokowi-Amin) di atas 40 persen. Dengan sisa waktu beberapa hari terakhir, mudah-mudahan di bisa di atas 50 persen,” bebernya. Menilik perolehan penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2014 di Kabupaten Sukabumi, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 392.927 suara atau sekitar 32 persen. Dari total 47 kecamatan, Jokowi-JK hanya menang di satu kecamatan yakni Ciracap. Sementara, Prabowo yang didampingi Hatta Rajasa menang telak di 46 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Prabowo-Hatta mendulang suara 829.802 suara atau 68 persen. (kng/ade/feb) Sumber : Metropolitan.id
  2. METROPOLITAN – Dalam sisa waktu kurang dari satu bulan jelang hari pencoblosan, dukungan untuk pasangan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat terus meningkat. Betapa tidak, 8,5 juta calon pemilih dari tujuh kota/ kabupaten berhasil dirangkul para relawan Team Dozer. “Alhamdulilah, berkat kerja keras relawan, korwil dan seluruh Team Dozer dalam dua bulan terakhir ini, dari swing voters yang ada di tujuh kota dan kabupaten, yaitu Bogor, Sukabumi, Depok dan Bekasi, berhasil kita sentuh hatinya. Dan kita kuatkan tekad mereka untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ujar Sekjen Team Dozer, Rully Rozano, di Lavender Room, Savero Hotel, Bogor, Sabtu (16/3/2019). Team Dozer juga melaksanakan TOT putaran kedua dengan pemantapan dan pembekalan sekaligus konsolidasi bagi 200 koordinator kecamatan (korcam) dari Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi. Menurut Rully, klaim 8,5 juta pemilih dari total sekitar 11,409 juta pemilih dalam DPT Jawa Barat yang berhasil ditemui relawan Team Dozer adalah murni hasil kerja relawan.“Bukan dari hasil lembaga survei. Itu semua murni dari hasil pergerakan 20 ribu relawan kami yang bekerja keras menyentuh hati masyarakat dalam dua bulan terakhir ini. Secara door to door campaign, datang langsung menemui warga,” ujarnya. Dari jumlah tersebut, menurut Rully, sekitar 3 juta lebih dari jumlah tersebut (8,5 juta warga, red) adalah strong voters atau pendukung kuat dari capres 01. Lalu sekitar dua juta sekian adalah para pemilih capres 02 dan sisanya sekitar dua jutaan suara lagi merupakan swing voters dan undecided voters.“Massa mengambang dan massa yang belum menentukan pilihan inilah yang kami terus sentuh. Kami datangi door to door untuk lebih memantapkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat,” sambung Rully. Hal senada diungkapkan Koordinator Lapangan Team Dozer, Mochammad Syaban Hanief. Menurutnya, Team Dozer memilih cara yang berbeda dengan relawan lainnya.“Kami bergerak door to door, mengetuk pintu warga dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat untuk menangkis hoaks yang selama ini banyak ditujukan kepada pasangan capres 01. Alhamdulillah, warga Jawa Barat kini tidak lagi takut mengakui kalau mereka mendukung Jokowi. Mereka lebih yakin dan mantap untuk mencoblos capres 01,” jelasnya. (ydi/hep/feb/ run) Sumber : Metropolitan.id
  3. METROPOLITAN – Ancaman gelombang tinggi masih melanda perairan Kabupaten Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat ketinggian gelombang di wilayah laut selatan mencapai 3,5 meter. Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, gelombang tinggi ini merupakan fenomena alam. Namun pihaknya mengimbau nelayan yang hendak melaut selalu waspada dan hati-hati. BMKG memprakirakan cuaca cukup buruk untuk wilayah laut selatan Jabar, salah satunya Kabupaten Sukabumi. Dari pantauan, sambung Daeng, aktivitas laut selatan saat ini masih normal dan gelombang tinggi ini tak sampai ke pesisir pantai. Namun cuaca masih kurang bersahabat seperti kerap turun hujan deras disertai angin kencang dan petir. Maka dari itu, nelayan dan wisatawan yang beraktivitas, baik di pesisir maupun laut, selalu berhati-hati karena cuaca bisa berubah cepat dan alangkah baiknya agar tak berenang di laut karena gelombang cukup tinggi. “Hingga saat ini kami belum menerima laporan dampak dari gelombang tinggi yang melanda perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi. Tapi kami tetap siaga jika ada hal yang tak diinginkan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk mengimbau nelayan yang melaut, terutama di perairan laut lepas, meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang masih terjadi. (re/feb/py) Sumber : Metropolitan.id
  4. METROPOLITAN – Ancaman gelombang tinggi masih melanda perairan Kabupaten Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat ketinggian gelombang di wilayah laut selatan mencapai 3,5 meter. Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan, gelombang tinggi ini merupakan fenomena alam. Namun pihaknya mengimbau nelayan yang hendak melaut selalu waspada dan hati-hati. BMKG memprakirakan cuaca cukup buruk untuk wilayah laut selatan Jabar, salah satunya Kabupaten Sukabumi. Dari pantauan, sambung Daeng, aktivitas laut selatan saat ini masih normal dan gelombang tinggi ini tak sampai ke pesisir pantai. Namun cuaca masih kurang bersahabat seperti kerap turun hujan deras disertai angin kencang dan petir. Maka dari itu, nelayan dan wisatawan yang beraktivitas, baik di pesisir maupun laut, selalu berhati-hati karena cuaca bisa berubah cepat dan alangkah baiknya agar tak berenang di laut karena gelombang cukup tinggi. “Hingga saat ini kami belum menerima laporan dampak dari gelombang tinggi yang melanda perairan laut selatan Kabupaten Sukabumi. Tapi kami tetap siaga jika ada hal yang tak diinginkan,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk mengimbau nelayan yang melaut, terutama di perairan laut lepas, meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi yang masih terjadi. (re/feb/py) Sumber : Metropolitan.id
  5. METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKUKM) menerima kunjungan kerja Pemkab Lampung Barat di Gedung Pendopo Sukabumi, Kamis (14/3). Kegiatan itu merupakan studi banding pembinaan dan pengelolaan Usaha Kecil dan Mikro (UKM). Ketua rombongan Pemkab Lampung Barat Alexander Saputra menjelaskan, kunjungan kerja itu berkaitan dengan rencana menjadikan Kabupaten Lampung Barat sebagai kabupaten sukses mengelola dan mengembangkan UKM. Ia menilai berdasarkan analisis Pemkab Lampung Barat, Kabupaten Sukabumi dianggap sukses dalam pembinaan dan pengelolaan UKM. “Kabupaten Lampung Barat dengan luas 2.141,57 kilometer persegi, atau 6,5 persen dari luas wilayah Provinsi Lampung, terdiri dari 15 kecamatan, 131 desa dan lima kelurahan, memiliki banyak potensi untuk pengembangan UKM. Di antaranya komoditas kopi dengan produksi rata-rata 52,644 ton per tahun,” terang Alexander. Kepala DPKUKM Kabupaten Sukabumi Ardiyana menjelaskan, demografi Kabupaten Sukabumi sebagai kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, terdiri dari 47 kecamatan, 381 desa serta lima kelurahan. “Hari ini Kabupaten Sukabumi membina usaha mikro dan usaha kecil. Tercatat sekitar 26.000 pelaku usaha binaan di Jawa Barat, termasuk di dalamnya dari Sukabumi sekitar 6.000, dengan data yang sudah lengkap. Berbagai program sudah dikembangkan di Kabupaten Sukabumi, termasuk kampung digital,” ungkap Ardiyana. (ade/feb/run) Sumber : Metropolitan.id
  6. METROPOLITAN– Nur Asia Uno, isteri calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno mengajak emak-emak di Sukabumi, Jawa Barat, jangan kendor. Bahkan, ia menyemangati emak-emak agar gencar mensosialisasikan kandidat capres cawapres nomor urut 02 dari pintu ke pintu. “Emak-emak harus semangat. Jangan sampai golput. Emak-emak jangan kendor, harus semangat hingga 17 April nanti untuk memastikan Indonesia bisa memiliki pemimpin baru,” ajak wanita kelahiran 28 November 1970 silam ini saat berkunjung ke Sukabumi, Rabu (13/3/2019). Nur mengingatkan emak-emak turun langsung dari pintu ke pintu. Dia meyakini dengan kerja keras semua, pasangan Prabowo-Sandi bakal menang. “Semoga pasangan PrabowoSandi diberi amanah untuk memimpin Indonesia yang adil dan makmur,” ungkapnya. Tak lupa, Nur Asia memohon doa masyarakat Sukabumi. Termasuk agar warga Sukabumi turut mendoakan debat ketiga pada 17 Maret mendatang berjalan lancar. “Dalam debat ketiga itu Pak Sandi akan berdebat dengan Pak Kyai Ma’ruf. Semoga diberi kemudahan dan kelancaran,” pintanya Nur Asia mengaku kalau ia bersama emak-emak pendukung pasangan Prabowo-Sandi di Indonesia tidak putus mendoakan kelancaran untuk suaminya itu. ”Saya selalu mendoakan bang Sandi, apapun itu beliau adalah sosok yang selalu menghormati orang yang lebih tua. Beliau akan santun dan harapan kami semuanya lancar semua pertanyaan bisa dijawab dengan baik,” kata Nur Asia. Kepada pendukung Prabowo Sandi di Sukabumi Nur Asia juga sempat membacakan dua pantun untuk kemenangan pasangan Prabowo Sandi. ”Buah nangka buah rambutan, rambutana anu aramis, teu nyangka Prabowo Sandi janteun rebutan, rebutan emakemak anu gareulis. Ka Sukabumi lewat Cianjur, tong hilap beuli Mochi, kalau pengen Indonesia adil makmur, tong hilap pilih prabowo sandi,” tutupnya. (dna/ade) Sumber : Metropolitan.id
  7. METROPOLITAN – Warga Kampung Caringin Koramil, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dibuat heboh dengan penemuan mayat. Fachrizal (51) ditemukan warga di kosannya dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (12/3). Jenazah wartawan yang ditemukan tewas di kamar kosannya di RT 04/04 itu dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, oleh petugas kepolisian untuk divisum. Berdasarkan KTP yang ditemukan polisi, Fachrizal tercatat sebagai warga Benteng, Kelurahan Nyomplong, Kota Sukabumi. Saat ini sejumlah perwakilan keluarga dan rekan kerja korban sudah berdatangan ke rumah sakit. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas dokter jaga RSUD Sekarwangi, Supriadi. Fachrizal, tutur sejumlah rekannya, merupakan wartawan media Sinar Pagi, juga di Infotipikor. “Terakhir ketemu hari Jumat kemarin, almarhum silaturahmi ke rumah. Terus ketemu di pendopo,” jelas Suhilman. Sebelumnya, Hilman mengaku bahwa korban pernah cerita soal riwayat penyakit darah tinggi yang dideritanya. “Dia pernah ngomong tensinya sampai 240, mengeluh ke saya. Almarhum bercerita habis cek darah. Kami pun dengan almarhum pernah satu kantor dan sekarang saya sudah pisah, tidak di Sinar Pagi lagi. Ya kami sebagai teman mendoakan saja semoga amal baiknya dibalas Yang Maha Kuasa. Amin,”ungkapnya. Sementara mertua Fachrizal, Iwan Henrawan, menceritakan bahwa Fachrizal memiliki satu anak yang masih berusia enam tahun bernama Teku Zikry Arasi. “Almarhum menikah dengan anak saya, makanya alamat KTP-nya alamat rumah kami. Setelah istrinya (anak saya, red) meninggal, almarhum tidak menetap di rumah. Namun sering datang untuk menjenguk anaknya. (can/kng/feb/run) Sumber : Metropolitan.id
  8. METROPOLITAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat menangkap empat pengedar narkoba jaringan Taiwan. Dari para tersangka, petugas mengamankan 20 kilogram sabu. Pergerakan keempat tersangka berinisial AG, LI, AJ dan GI itu sudah diintai selama kurang lebih dua pekan. Keempatnya merupakan warga asli Sukabumi. Mereka bergerak dari Sukabumi, Jawa Barat, menuju Dumai, Riau, untuk mengambil pesanan narkoba dari tersangka J. Kepala BNN Jawa Barat Brigjen Sufyan Syarif menjelaskan, sabu tersebut dibawa dari Dumai ke Subang melalui jalur Palembang. Para tersangka kemudian ditangkap di daerah Sukabumi pada 9 Februari 2019. ”Barang bukti ini dikemas menggunakan bungkus teh China warna kuning. Disimpan dalam tas,” ujar Sufyan di kantor BNN Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (11/3). Ia mengatakan, kasus tersebut merupakan lanjutan dari pengungkapan kasus 2,2 ton ganja pada Februari 2016 lalu di Cianjur. AG merupakan aktor intelektual yang menjadi DPO dalam kasus tersebut. Sedangkan dalam kasus sabu, AG dan LI berperan sebagai perekrut AJ dan GI sebagai sopir. Rencananya, 20 kg sabu itu akan diedarkan di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Hasil informasi sementara, sabu tersebut didapatkan dari jaringan Taiwan. Sedangkan J adalah otak dari peredaran narkoba meski berstatus narapidana di Lapas Madaeng, Surabaya. ”J mengendalikan sabu asal Taiwan via Aceh ini dari balik jeruji besi. Sebelumnya ia dipenjara karena kasus serupa karena kepemilikan sabu sebanyak 2 kilogram,” jelasnya. Sufyan menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan 20 kg sabu. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan kasus 9,54 kilogram sabu yang menjerat vokalis band Zivilia, Zul ’Zivilia’. Indikatornya, kedua kasus itu mempunyai kesamaan, yakni narkoba didapatkan dari Taiwan. Sehingga ada kemungkinan didapatkan melalui jaringan yang sama. Penyelidikannya akan dilakukan dengan cara berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya. Mengingat pengungkapan kedua kasus tersebut melibatkan dua wilayah berbeda. ”Mungkin satu jaringan (Taiwan, red). Tapi kita mesti kembangkan ke sana. Nanti kita koordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ungkapnya. Menurutnya, sabu-sabu banyak diproduksi di China dan Taiwan. Biasanya jaringan kedua negara tersebut menyelundupkan sabu melalui Aceh dan Kepulauan Riau. ”Jaringan Taiwan masuk melalui sindikat Aceh. Kalau nggak Kepri,” ujar Sufyan. Sebelumnya, Zul ’Zivilia’ ditangkap tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 28 Februari 2019. Selain Zul, polisi saat itu menangkap tiga tersangka lainnya, yakni MH alias Rian (26), HR alias Andu (28) dan seorang perempuan berinisial D (26). Barang bukti yang diamankan 9,54 kilogram sabu dan 24 ribu butir pil ekstasi. (mer/feb/run) Sumber : Metropolitan.id
  9. METROPOLITAN – Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, rupanya menyimpan banyak peninggalan ber. Itu menyusul adanya cagar budaya berupa goa peninggalan Prabu Siliwangi di area PTPN VIII Kebun Sukamaju. Sedikitnya ada tiga goa yang berhasil ditelusuri. Di antaranya Goa Cukang Lemah, Goa Cikahuripan dan Goa Nangsi. Kepala Desa (Kades) Warnajati Hilmi Nurhikmat mengatakan, Goa Nangsi memiliki kedalaman sekitar 30 meter. Sepintas, pintu utama goa itu sangat sempit. Namun saat berada di dalamnya, goa itu sangat luas dan terdapat aliran air dari beberapa jalur jalan. ”Menariknya, di dalam sana terdapat batu arca yang menyerupai orang yang sedang bersemedi. Dan beberapa batu yang sepertinya disediakan untuk bersemedi,” ungkap Hilmi. Tak hanya itu, layaknya goa, di dalamnya juga dapat terlihat batu-batu stalagmit serta aliran air jernih yang menyimpan potensi pariwisata. ”Jadi dulu itu di era 1960-an, tempat ini pernah diresmikan sebagai Taman Prabu Siliwangi. Tapi sekarang tidak terawat. Malahan prasasti-prasastinya kini sudah hampir hilang,” terangnya. Salah seorang warga sekitar yang akrab disapa Mak Ebed (74), menyebut Goa Nangsi dan Goa Cukang Lemah sudah ada sejak dulu, yang awal mula ditemukannya oleh Pak Adung yang sudah meninggal. ”Sudah ada sejak dulu. Pak Adung yang menemukan dan menjadi juru kunci. Namun karena meninggal, juru kunci dilanjutkan Ojeh yang juga saat ini sudah meninggal beberapa tahun lalu,”tutur Mak Ebed. Sepeninggal Ojeh, goa tersebut tak lagi memiliki juru kunci. Sehingga saat ada orang yang datang untuk bersemdi, Mak Ebed lah yang diminta mendampingi. ”Saya nggak mau disebut juru kunci. Saya mah cuma nganter saja supaya tidak terjadi apaapa. Karena saya yakin setiap orang yang datang ke sini pasti punya niat dan tujuan baik,” katanya. Menurut cerita nenek moyang, lanjut Mak Ebed, goa tersebut sebagai petilasan Prabu Siliwangi di masa Kerajaan Pajajaran. Tak heran saat di dalam goa, banyak jalan atau lorong yang bisa menembus ke beberapa daerah. ”Goa ini bisa menembus ke Banten, Batu Karut, Kuta Maneuh dan Palabuhanratu. Tapi makin ke sini tempat ini jadi tidak terurus. Kalau untuk keasrian dan bentuk goa, masih tampak seperti dulu yang tidak banyak perubahaan,” tandasnya. (can/ade/feb/run) Sumber : Metropolitan.id
  10. METROPOLITAN – Ratusan buruh PT Nina Venus lndonesia 1 di Jalan Raya Angkrong, Kampung/ Desa Sundawenang, Kecamatan , Kabupaten Sukabumi, mogok kerja. Itu menyusul habisnya masa kontrak kerja para buruh dengan perusahaan. Salah seorang buruh, Anisa Sriwulandari (26), mengaku diberi pilihan oleh perusahaan untuk melanjutkan kerja dengan syarat borongan atau putus kontrak. “Akhir Maret itu kontraknya sudah habis. Kami disuruh pilih. Kalau mau jadi borongan silakan lanjut, kalau nggak disuruh keluar,” kata Anisa. Ia mengaku sudah tiga tahun selalu menjadi tenaga kontrak dengan perpanjangan tiap tiga bulan sekali. Persoalannya bila dijadikan borongan, ia berharap agar pekerjaannya dimulai usai Lebaran. “Nggak apa-apa jadi borongan tapi setelah Lebaran saja. Kalau habis Lebaran kan kita bisa leluasa,” pintanya. Sementara itu, HRD PT Nina Venus Indonesia I Rudi Hermawan mengatakan, aksi mogok yang dilakukan buruh akibat miskomunikasi antara perusahaan dengan buruh yang kontraknya habis pada 30 Maret 2019. “Kami berikan pilihan. Kalau buruh kelak masa kontraknya selesai dan ingin dilanjut kerja borongan silakan. Kalau tidak pun nggak masalah,” tuturnya. Sampai akhirnya aksi mogok mereka berhasil dimediasi. Salah satu poin kesepakatannya yakni karyawan dan pemilik perusahaan sepakat memperpanjang kontrak mereka selama tiga bulan sampai Lebaran. “Sebetulnya hari ini jadwal ekspor bila sampai terkendala akan berdampak pada gajian bulan depan. Makanya kami ingatkan kepada buruh agar setelah lakukan aksi ini untuk sama-sama konsekuen melakukan hak dan kewajibannya,” pungkasnya. (kng/ ade/feb/run) Sumber : Metropoltan.id
  11. METROPOLITAN, – Tiga hari melakukan sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, menemukan 991 surat suara rusak. Surat suara yang rusak itu di antaranya karena sobek, bolong dan terkena noda tinta. Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman membeberkan rincian data yang surat suara sampai hari ketiga proses pelipatan. “Hari pertama 222 lembar, kemudian hari kedua 446 lembar, dan hari ketiga 243 lembar surat suara yang rusak jadi totalnya 911 lembar,“ kata Ferry. Fery memastikan surat suara yang rusak akan dipisahkan dan direkap setiap harinya. Pihaknya juga akan mengirimkan laporan ke pusat untuk pergantian. “Surat suara yang rusak ini nantinya akan diganti. Sesuai DPT dan DPTB ditambah 2% per TPS,“ ungkapnya. Masih kata Ferry, setelah surat suara dilipat seluruhnya, surat suara itu dihitung sesuai jumlah pemilih di TPS yang terdata di DPT, DPTb (pemilih pindahan), plus cadangan 2%. “Surat suara tidak boleh lebih ataupun kurang,“ imbuhnya. Sementara, Koordinator Divisi Pengawasan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Zaki Hilmi mengatakan, kerusakan surat suara yang telah disortir disebabkan beberapa faktor dianggap wajar. “Setelah, proses pelipatan selesai. KPU Kabupaten Sukabumi, harus cepat mengajukan untuk meminta pergantian. Serta, nantinya surat suara rusak itu dimusnahkan,“ pungkasnya. (can/ade/feb) Sumber : Metropolitan.id
  12. METROPOLITAN – Proses sortir lipat surat suara pemilu 2019 di gudang logistik KPU Kabupaten Sukabumi memasuki hari kedua, Selasa (5/3/2019). Pada hari kedua ini, sebanyak 446 lembar surat suara rusak. Sortir lipat surat suara itu dilaksanakan di gudang logistik KPU Kabupaten Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cibadak. Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman menuturkan, surat suara DPD yang disortir lipat sebanyak 446.000 lembar yang terbagi dalam 932 dus. ”Dari jumlah total surat suara yang disortir lipat hari ini sebanyak 466.000 lembar, di antaranya 446 lembar surat suara rusak dan 465.554 lembar yang kondisinya baik,” ujar Ferry. Kerusakan yang terjadi pada surat suara, sama dengan hari pertama. Yaitu karena sobek dan tinta. ”Kerusakan surat suara karena sobek dan tinta, nanti di akhir sortir akan dimusnahkan dan meminta penggantian sesuai jumlah kerusakan,” pungkasnya. (skb/feb/run) Sumber : Metropolitan.id