zeekyuryu

Members
  • Content count

    1,433
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    8

zeekyuryu last won the day on January 17 2016

zeekyuryu had the most liked content!

About zeekyuryu

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday 02/13/1989

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    cibubur, depok
  • Interests
    love watching
    love writing
    love traveling

Contact Methods

  • Yahoo
    zhet_o

Recent Profile Visitors

11,357 profile views
  1. Yaaahhh udh kemana ya... Kayaknya ud ga nyimpen lg tuh
  2. @Dessita NaRatia ada di situs resminya kok... Bisa didownload langsung. :)
  3. Berbagi Pengalaman Mencairkan Dana JHT

    @DhistirazSebenarnya sudah dibuat mas layanan khusus pemabyaran JHT terbukti di kantor BPJS Ketenagakerjaan semua loket memang difungsikan untuk pembayaran JHT dan kalau ada hal-hal lain, disediakan ruangan khusus seperti ruang informasi dan lain-lain yang nomor antreannya juga beda. Tapi menurut saya, peraturan pemerintah yang baru bikin pengajuan klaim membludak dan pemerintah kurang antisipasi. Sistem online yang masih nggak update bisa dibilang mereka belum siap sepenuhnya dengan praturan pemerintah yang baru. PR sekarang sih mereka harus benerin banget sistem online nya karena semua sekarang disuruh via online. Kayak imigrasi aja, sekarang udah mulai stabil kan palayanan online-nya. Dulu saya aja ngaplod susah bgt waktu bikin paspor. Selamat ngurus-ngurus mas klo mau nyairin Thank you anyway jempolnya dan sudah mampir baca :) @HarrisWangNah, PR bgt emang kalau kartunya ilang. Harus ngurus lagi.. duh, sekarang mah foto copy kartu apa aja deh.. atau minimal di foto biar nomor pesertanya tetep ada. Selamat berjuangggg @Titi Setianingsih iya buat pelajaran mbak, jaga kartu baik-baik dan jaga komunikasi yang baik ama HRD nya wkwkwkwk
  4. Apa tuh dana JHT? JHT ini adalah Jaminan Hari Tua, program yang dibuat oleh BPJS Ketenagakerjaan (Dulunya Jamsostek). Lho, emang udah pensiun, bisa dicairin sekarang? Emang belum pensiun dan emang masih muda, tapi dana JHT ini sudah bisa diambil kapan saja bagi mereka yang sudah resign. Nanti gue jelasin deh. Dulu, dana JHT baru bisa dicairkan paling tidak jika sudah kerja minimal 5 tahun. Tapi per 1 September 2015 lalu, sudah ada kebijakan baru yang menyatakan bahwa semua peserta dana JHT boleh mengambil dana mereka setelah satu bulan pasca mengundurkan diri atau pun di PHK. Jadi, nggak usah tunggu lama ampe 5 tahunan kerja dulu baru boleh dicairin, sekarang, abis resign sebulan pun boleh langsung diambil. Nanti kalau masuk kerja lagi tinggal bikin kartu yang baru deh Tapi, tentu aja kebijakan baru ini masih punya kekurangan, terutama di bagian pelayanan saat mencairkan. Mulai dari sosialisasi persyaratan baru yang belum sepenuhnya dimengerti sampai membludaknya peserta yang ingin mencairkan dana sehingga kantor-kantor pelayanan kurang maksimal dalam memberikan pelayanannya. Oke, kita bahas dulu syarat-syarat pencairan dana JHT ini. Apa aja sih? 1. Formulir pengajuan pembayaran Jaminan Hari Tua F5 dari BPJS Ketenagakerjaan dan nantinya difotokopi yah waktu verifikasi data di Kacab 2. Fotocopy Kartu Keluarga, KTP, dan Kartu Peserta Jamssostek (dan aslinya yang ditunjukkan saat verivikasi di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan) 3. Fotocopy Buku Tabungan aktif ( dan aslinya yang ditunjukkan saat verivikasi di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan) 4. Surat Paklaring yang sudah dilegalisir Disnaker setempat Nanti kita bahas satu-satu. Bagaimana cara daftar klaim ini? Karena membludaknya peserta yang mengajukan dana JHT membuat BPJS Ketenagakerjaan ini kelimpungan. Dulu, banyak yang datang hanya mendapat formulir pengajuan pembayaran JHT yang harus diisi di rumah dan dikembalikan lagi ke kantor BPJS tersebut 3 sampai 8 bulan mendatang. Ada kartu yang memberitahukan kapan mereka harus datang lagi! What?? Menurut BPJS, hal tersebut karena membludaknya antrian para peserta yang ingin mencairkan dana JHT. Maka itu, sekarang mulai digalakkan yang namanya e-klaim. Karena emang sekarang serba online, gue pun langsung aja buka situs bpjsketenagakerjaan.go.id dan bikin akun di sana. Gue saranin buka pake mode desktop kalau nggak mau instal aplikasi mobile nya. Soalnya, kalau buka pake gadget, otomatis kita disuruh instal aplikasinya. Setelah selesai bikin akun dan profil, ada beberapa menu yang bisa digunakan untuk fasilitas online, termasuk e-klaim ini. Langsung aja klik e-klaim JHT. Pilih nomor peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin kita cairkan, lalu pilih Pengajuan Klaim. Nantinya kita akan diminta untuk mengisi form di halaman tersebut dan kemudian mengunggah syarat-syaratnya dalam format jpg atau pdf. Tips: - Langsung scan semua dokumen persyaratannya agar bisa diupload. - Perhatikan jenis dan ukuran maksimal filenya agar tidak gagal upload - Gunakan PC karena walaupun desktop view dari mobile kadang suka error. Jika sudah berhasil direkam, maka kita akan mendapatkan email notifikasi dan klaim akan segera diproses di kantor cabang yang kita tujukan. *Note pencairan dana JHT bisa dilakukan di kantor cabang mana saja, tidak harus sesuai domisili. Gue KTP Depok, kerja di Jakarta, dan nyairin di Kantor Cabang Bogor 2 aka Cileungsi. Setelah itu, normalnya, kita bakal dapat balasan maksimal 1x24 jam dari kantor cabang yang kita tuju apakah pengajuan kita memenuhi syarat atau ga. Kalau memenuhi syarat, kita akan diminta ke kantor cabang tujuan tersebut maksilam 7 hari setelah email pemberitahuan kita terima dengan membawa semua file fotocopy maupun asli untuk verifikasi data. Kalau semua oke, dana akan langsung cair maksimal 3 minggu kemudian setelah kita datang ke kantor cabang. Di atas 2 juta, dana akan langsung masuk ke rekening kita. Gampang kan? Tapi meski begitu, masih banyak aja yang mengalami kendala, termasuk gue yang nggak mulus waktu melakukan proses pencairan dana JHT ini. semua masalah yang gue alami dan kebanyakan orang alami, bakal gue bahas di FAQ berikut ini. - Surat paklaring dari disnaker tuh kayak apa sih?? Ini pertanyaan terbesar gue waktu pertama kali baca persyaratannya. Buat yang resign sebelum tanggal 1 September 2015 nggak usah khawatir, karena nggak perlu pakai ini. Cukup pakai surat paklaring atau surat resign biasa dari perusahaan aja. Nah, berhubung gue resign baru-baru ini, ya bingung dong. Nyari di internet waktu itu belum banyak yang cerita pengalaman mereka karena ini adalah kebijakan yang baru banget. HRD pun bingung, apalagi kita, ya nggak? Ditambah embel-embel wajib banget, duh, kalau nggak dapet gimana dong, nggak bisa nyairin??? alamak! Ternyata, untuk mendapatkan legalisir disnaker ini ada 2 cara, yang pertama, kita minta sama HRD dibuatin surat yang menyatakan kalau kita udah resign dari perusahaan sama kayak surat resign biasa kita tapi ditujukannya untuk Disnaker di wilayah kantor kita dan buat tembusan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Nantinya, HRD bakal laporin ini ke Disnaker buat distempel alias dilegalisir sama mereka. Ini ada contohnya dari alamat yang tertera di pic-nya, eike minjem , karena gue sendiri nggak pake surat ini. *LHOOO KOK BISA?? TADI KATANYA WAJIB? Iye ntar ane ceritain! Sabar* Agak ribet urusannya kalau misalnya kita nggak deket ama HRD perusahaan lama, atau kalau perusahaannya udah tutup misalnya, atau cerita lain lain lah yang intinya duh, nggak bisa nih minta tolong ke perusahaan lama. Menurut si ibu yang melayani gue di BPJS Ketenagakerjaan Cileungsi dan juga ada orang yang pernah cerita di blognya, surat tersebut bisa didapat dengan cara kita sendiri. Surat resign dari perusahaan tuh, kita bawa sendiri ke Disnaker dan minta dilegalisir. Udah, langsung cap, beres. Begitu katanya. AGak bingung sih, katanya kebijakan ini biar Disnaker punya data pekerja di Indonesia, terus kalau cuma stempel doang, gimana ya? Ga tau gue ga berani berasumsi banyak karena gue nggak pernah nyobain proses minta legalisir ini sih. Good luck guys! - Kenapa tidak bisa masuk ke halaman pengajuan klaim? Nah, ini pernah bikin gue bingung, karena dapat notif, "Klaim ini harus dilakukan oleh Tenaga Kerja NA". Berkali-kali gue dapet ini, gue pikir NA tuh negara asing, tapi kan ya nggak mungkin. Akhirnya, setelah nanya CS nya, itu NA adalah Non Aktif. Jadi, klaim tersebut hanya diperuntukkan untuk peserta yang sudah nggak aktif lagi, alias berarti kartu bpjs ketenagakerjaan kamu masih aktif. Lho, kan udah resign? Jadi, walaupun kita udah resign, HRD harus lapor ke BPJS Ketenagakerjaan agar menonaktifkan kartu bpjs ketenagakerjaan kita. Nah, mungkin HRD kamu lupa. Caranya, kamu minta tolong pihak HRD buat lapor ke kantor BPJS Ketenagakerjaan wilayah setempat. Prosesnya juga nggak langsung cepet, minimal 2 minggu kalau nggak salah, tergantung tanggal berapa pelaporan dilakukan. Sabar yaaa :) - Email Notifikasi nya kok lama ya? Banget!! Gue sih termasuk yang beruntung yak, karena email notifikasi kalau data berhasil direkam itu datang langsung sesaat setelah gue berhasil ngaplod semuanya. Karena, ada juga orang yang cerita untuk dapat email notif ini aja susaaaaah banget. Tapi, gue merasakan nggak dapet kejelasan sama proses klaim yang gue ajukan setelah proses berhasil ngaplod berkas. Cek status di websitenya, selalu saja "proses klaim belum diproses" dan itu berlangsung sampai sekarang gue nulis ini, sekitar 3 mingguan sejak gue ngaplod, padahal udah beres kemarin banget. 1 minggu gue tungguin, kok statusnya sama aja, akhirnya gue pun nelpon CS dan cuma dapet nomor tiket pengaduan tanpa ada solusi yang jelas. Mereka beralasan, berarti yang belum proses itu kantor cabang tujuannya. Gue coba telpon kantor cabang cileungsi tapi nggak pernah diangkat. Karena mangkel, gue pun tunggu seminggu lagi, nggak dapet-dapet email apa pun. Niatnya udah pengen nelpon lagi aja, tapi tetep susah banget. Sampai 2 minggu membiarkan saja, akhirnya Senin 25 April malam gue dapet email dari BPJS Ketenagakerjaan. Email otomatis itu nyebutih kalau permintaan gue sudah berhasil dan gue diminta datang 7 hari setelah email tersebut diterima. Tapi, ada keterangan tambahan yang isinya kebalikan dari email di atas. Intinya, keterangan itu bilang, "Maaf, berkas klaim ibu belum kami terima lengkap dan perlu diverivikasi ulang. Silahkan datang ke Kacab Bogor Cileungsi pada 25 April 2016. Bawa semua berkas asli dan copy-nya. Peserta mengundurkan diri per Sept 2015, wajib dilengkapi surat pemberotahuan kepada Disnaker." Bingung kan?? Gue pun demikian. Mana disuruh datengnya besok juga dan email baru nyampe Senin malemnya. Gue sih udah punya feeling, berkas belum lengkap yang dimaksud adalah surat ke Disnaker, karena waktu upload, gue pakai surat resign perusahaan biasa. Sebenarnya malas datang ke kantor cabang karena emang belum punya surat itu, tapi karena ada tanggal 25 April 2015 yang mana gue yakin itu keterangan pasti emang ditulis dari kantor cabangnya, gue pikir mending gue tanya langsung ini itu dari pada susah lagi komunikasi ama mereka. Apalagi, nemu blog dan juga surat terbuka peserta di lapor.go.id tentang kasus serupa yaitu lama banget pelayanan di Cileungsi, makin bikin gue takut kerepotan kalau pas dipanggil gue malah ga dateng. Berniat nanya ini itu dan kalau repot niat gue batalin aja dulu proses e-klaimnya, gue pun datang ke kacab Cileungsi di tanggal yang diminta. Nggak heran klo antreannya udah panjang banget, tapi e-klaim pasti lebih pendek makanya gue pun santai aja. Nah di sini cerita pentingnya. Setelah ngantri dan dipanggil, berkas gue diperiksa. Dan sesuai dugaan si ibu bilang, "Mbak, sudah ada surat legalisir dari Disnaker?" Gue pun menjawab, "Wajib banget ya bu? Itu gimana sih mintanya" Si ibu pun bilang tinggal datang ke Disnaker. Terus gue bilang lagi, "jadi nggak perlu lewat company kan bu? Surat resign saya ini aja yang perlu dikasih ke Disnaker?" Si ibu pun bilang iya. Lalu dia nanya lagi, "Emang kantornya dimana mbak?" Gue jawab Sudirman Jakarta Pusat". Si ibu sambil ngecek surat resign gue dan kemudian, angin segar tiba-tiba berhembus. "Oh Jakarta ya.." Dia nanya temennya "Jakarta nggak usah pake Disnaker, kan?" Gue pun lihat temennya jawab, "nggak usah". daaannn cerita selanjutnya pun e-klaim gue diterima. Yang tadinya gue mau nanya ini itu plus pengen komplain soalnya lama banget komunikasi sama kantor Cileungsi, sirna semua. Nggak tahu karena capek ngantri nggak bisa ngapa-ngapain karena hape juga lowbat, atau karena buru-buru juga karena udah mendung banget, atau gimana ntahlah, tapi yang jelas, gue cukup puas sama pelayanan si ibu yang ramah banget ke semua customer padahal nggak berhenti-berhenti tuh dia meriksa berkas dan ngasih penjelasan ina inu sama mereka. - Terus kapan dana JHT kita cair? Kalau semua udah oke, dari loket verifikasi data, kita diberitahu tunggu sampai maksimal 3 minggu, kalau lebih dari itu, balik lagi dengan bawa formulir tanda terima dari loket tadi. Dan tunggu aja, rajin-rajin ngecek tabungan :) Overall, pelayanan e-klaim ini sebenarnya mudah, tapi memang membutuhkan beberapa hal yang harus diperbaiki. 1. Sistemnya yang nggak up to date 2. Kurang cepat dalam memberikan notifikasi sehingga peserta sering merasa digantung. Harusnya, selalu ada notifikasi apa pun yang diterima peserta tepat waktu setelah melakukan proses apa pun itu. 3. Masih kurang koordinasi saat pelayanan di kantor cabang. Jadi ceritanya, gue heran kok banyak peserta e-klaim yang udah dipanggil terus tiba-tiba mundur lagi ke luar kantor dan beberapa lama balik lagi ke loket. Ini kan buang waktu banget dan gue digituin. Ternyata cuma kurang fotokopi formulir F5 yang kita download di email. Padahal, waktu dapat nomor antrian, satpam udah periksa persyaratan. Harusnya ada pemberitahuan tertulis kalau formulir F5 wajib juga difotokopi. Ini bisa menghemat waktu pelayanan. Untungnya, si ibu ramah banget jadi nggak bisa komplen banyak Dah sekian dulu. Mudah-mudahan dana JHT gue cepet cair :)
  5. Reklamasi menjadi topik hangat belakangan ini. Proyek reklamasi teluk Jakarta menuai pro dan kontra terkait fungsi sekaligus dampak negatif terhadap ekosistem di Jakarta. Tak hanya itu, kasus ini semakin menjadi sorotan karena ada praktik suap di dalamnya. Sebenarnya, apa sih reklamasi itu dan negara mana saja yang pernah sukses melakukan reklamasi ini? Dari berbagai sumber, reklamasi merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Namun reklamasi menjadi istilah dalam urusan pembangunan yang artinya pekerjaan yang dilakukan pada suatu wilayah berair yang kosong atau memang sudah tidak dipakai untuk dijadikan wilayah baru berupa daratan dengan cara dikeringkan. Atau dengan kata lain, reklamasi adalah membuat daratan baru dari wilayah yang berair. Daratan buatan ini bisa dipergunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari pemukiman, perkantoran, objek wisata, fasilitas umum, bandara, pelabuhan, dan lain sebagainya. Bagaimana cara mengeringkan airnya? Proses pengeringan tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan mengurug dan menyedot air. Cara menyedot air lebih jarang dilakukan karena rumit dan membutuhkan perawatan yang teliti di masa depannya. Namun, ada negara yang menggunakan cara ini, yaitu Belanda. Sementara yang paling populer adalah dengan cara mengurug. Pengurugan untuk reklamasi membutuhkan material yang sangat cocok dengan wilayah reklamasi. Bisa dilakukan dengan mengeruk material di dasar laut yang dalam. Pokoknya, material yang digunakan harus bisa menopang bangunan lain di atasnya dan juga harus sesuai dengan syarat-syarat keamanan termasuk wilayah di sekitarnya. Proyek reklamasi ini bukan proyek kecil. Proyek ini membutuhkan banyak ahli yang terlibat dengan dana yang juga besar. Ahli-ahli seperti lingkungan hidup, konstruksi, pemerintah, negara, laut, dan masih banyak lagi harus terlibat untuk mengurangi dampak negatif yang akan ditimbulkan. Dampak negatif? Yap, mengurug laut tentunya memiliki resiko buruk terhadap keseimbangan alam. Abrasi, banjir, perubahan pola arus, erosi, dan berbagai perubahan ekosistem adalah dampak yang akan timbul dari reklamasi yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Karena itu, butuh kesiapan sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan juga dana yang memadai untuk mengurangi resiko buruk reklamasi tersebut. Jika buruk, kenapa reklamasi masih sering dilakukan? Reklamasi tidak selamanya buruk. Pembuatan daratan ini biasanya dilatarbelakangi dengan alasan-alasan yang beragam. Misalnya, justru untuk mengurangi banjir, untuk menambah pemukiman, dan lainnya. Saya tidak akan membahas tentang reklamasi di Teluk Jakarta, tapi berikut ini beberapa negara yang pernah sukses melakukan reklamasi, selain di Indonesia ya. 1. UEA, Dubai Pertama kota di Uni Emirat Arab, Dubai adalah salah satu yang sukses dengan proyek reklamasinya. Pulau buatan, Palm Jumairah menjadi kebanggaan besar kota ini. Palm Jumairah merupakan pulau buatan terbesar di dunia yang bentuknya menyerupai pohon palem. Palm Jumaerah menjadi objek wisata yang berhasil meningkatkan pariwisata di Dubai. Proyek ini merupakan salah satu cara Dubai untuk menarik wisatawan asing untuk mengunjungi Dubai karena Dubai tidak memiliki banyak sumber daya alam yang menarik. Sukses dengan proyek yang dikerjakan perusahaan pengembang asal Belanda ini, Dubai juga sedang mengerjakan proyek reklamasi lain saat ini. 2. Cina Reklamasi besar yang terkenal di Cina antara lain adalah Cao Fei Dian di kawasan Beijing Timur yang memakan 2000 hektar lahan. Wilayah ini dijadikan sebagai pelabuhan besar, lokasi perekonomian, dan juga pemukiman. Dibutuhkan perencanaan yang sangat matang dengan bahan-bahan yang sangat banyak jumlahnya untuk mengerjakan proyek ini. Pembangunan reklamasi ini merupakan cara pemerintah Cina untuk merelokasi kawasan industri di Beijing demi terselenggaranya Olimipade Beijing di tahun 2008. 3. Korea Selatan Korea Selatan juga melakukan reklamasi besar untuk Song Do di semenanjung barat pantainya. Tak tanggung-tanggung, proyek ini menghabiskan lahan 38 ribu hektar dan membaginya ke dalam 3 zona utama, yaitu zona resor, bandara, dan juga kawasan industri dan perdagangan. Song Do memang menjadi wilayah yang sangat sibuk di Korea. Berdampingan di Bandara Internasional Incheon, Song Do menjadi kota baru yang sangat berkembang dan disebut sebagai Song Do International Bussiness District. Sebagian besar wilayah reklamasi Song Do ini digunakan untuk resor, pemukiman, hotel, dan juga perkantoran. Banyak acara internasional yang sudah digelar di area ini, termasuk video klip Gangnam Style. Acara seperti Asian Games 2014, World Education Expo 2015 juga diselenggarakan di sini. Song Do Central Park adalah landmark yang bisa ditemukan di Song Do. Sementara setengahnya lagi digunakan untuk kawasan industri dan perdagangan. Sisanya merupakan penambahan untuk Bandara Internasional Incheon. 4. Singapura Singapura merupakan negara yang bisa menjadi contoh reklamasi. Anda pasti tahu Pulau Sentosa yang terkenal itu? Ya, pulau Sentosa atau Sentosa Island merupakan hasil proyek reklamasi Singapura yang berfokus untuk tujuan wisata. Pulau ini menjadi lokasi di mana Universal Singapura, Madam Tussauds Singapura berdiri. Untuk mendirikan Sentosa Island ini, reklamasi dilakukan pada 500 hektar lahan yang terdiri atas Pulau Blakang Mati dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pusat wisata di Sentosa Island ini berhasil menyedot wisatawan dari berbagai belahan dunia. Pulau Sentosa memiliki kampanye lingkungan yang disosialisasikan juga pada pengunjungnya. Pengunjung Pulau Sentosa diharapkan bisa menjaga ekosistem pulau tersebut dengan berbagai cara. Misalnya, mempromosikan hemat bahan bakar dan juga melindungi aset di dalamnya. 5. Hong Kong Hong Kong termasuk yang terbatas sumber daya alamnya. Karena itu, Hong Kong mengubah sebuah pulau kecil bernama Tung Chung ini menjadi sebuah pulau yang menarik wisatawan. Tung Chung terhubung dengan alat transportasi dari kota besar sehingga sangat mudah dikunjungi. Pulau ini merupakan hasil reklamasi di pantai timur laut Hong Kong seluas 1,4 hektar. Di atasnya, kini berdiri sebuah bandara internasional dan pusat berbelanjaan. Tung Chung kini menjadi salah satu destinasi belanja favorit mereka yang pergi ke Hong Kong. Tak hanya belanja, pusat perbelanjaan ini juga menyediakan hiburan dan juga aneka kuliner di dalamnyaP. 6. Jepang Proses reklamasi yang panjang pernah dilakukan di Jepang untuk Bandara Internasional Kansai di Kyoto. Bandara ini dibangun di atas daratan yang dibuat di lepas pantai di teluk Osaka. Bandara ini menjadi alternatif bagi wisawatan internasional selain dari Bandara Narita. Bukan tanpa kesulitan, pulau yang dibangun bandara ini merupakan lokasi yang rawan gempa. Untuk menyiasatinya, maka dilakukan rekayasa teknologi sehingga pulau menjadi pulau anti gempa. Pulau ini mulau dibangun pada tahun 1987 dan baru dibuka pada tahun 1991. Kini, Bandara Kansai di Jepang ini sudah melayani kurang lebih 1000 penerbangan setiap minggunya. 7. Belanda Belanda merupakan negara yang juga dikenal dengan kesuksesannya dalam melakukan reklamasi besar. Port of Rotterdam merupakan hasil reklamasi yang menjadikan pelabuhan ini menjadi pelabuhan terbesar di Eropa dan juga yang paling menghasilkan. Pelabuhan ini memiliki 2 wilayah reklamasi, yakni proyek Maasvlakte 1 dan 2 yang dibuat beruntun setelah proyek yang pertama sukses besar. Nah itu dia beberapa negara yang pernah melakukan proyek reklamasi. Pada intinya, negara-negara tersebut melakukan reklamasi dengan perencanaan yang matang dan teknologi yang memadai. Bagaimana kelanjutan proyek reklamasi di Teluk Jakarta yang saat ini sedang diberhentikan sementara terkait perizinan dan peraturan yang tumpang tindih? Selain itu bagaimana juga efeknya terhadap ekosistemnya? Hmmm...
  6. Lagi nggak punya waktu dan budget untuk jalan-jalan jauh? Coba lihat lokasi di sekitar kita. Apakah sudah dieksplor seluruhnya? Jika kamu merasa bosan dan memiliki keterbatasan soal itu, kamu bisa mencari lokasi yang dekat dengan kamu karena lokasi tersebut nggak kalah ampuhnya sebagai obat rileksasi dan kebutuhan 'pinkik' kamu. Seperti saya yang akhirnya baru mengunjungi Buperta Cibubur padahal sudah tinggal di daerah Cibubur hampir 5 tahun lamanya :D. Di sini, saya akan tulis beberapa alasan mengapa Buperta Cibubur juga bisa jadi alternatif tempat wisata kamu di hari libur. 1. Wisata keluarga Buperta Cibubur ini merupakan singkatan dari Bumi Perkemahan Cibubur. Ketika masuk ke dalamnya, kita akan tahu jika tempat ini sangat besar. Banyak pilihan yang bisa kita tuju, mulai dari lapangan yang biasa dijadikan tempat bermain bola, tempat wisata air, taman main, dan lain sebagainya. Buperta sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata keluarga. Taman main misalnya sangat cocok untuk tempat bermain anak-anak. Ada juga wisata taman air di mana ada wahana bebek-bebekkan atau perahu yang bisa ditumpangi untuk keliling danau. Atau, untuk sekedar piknik saja, Buperta cocok untuk hal tersebut. 2. Restoran apung Selain itu, ada juga restoran yang bangunannya berada di atas air. Restoran ini bernama Gubuk Udang dan sangat ramai pengunjung. Saat pertama kali masuk ke dalam, kita akan melihat restoran ini pertama kalinya di bagian depan. Suasananya sejuk dan ada juga pijat refleksi ikan yang bisa dinikmati sambil menunggu hidangan. Parkirnya sangat luas jadi nggak perlu khawatir nggak kebagian parkir meskipun hari libur. Sayangnya, saya belum pernah coba jadi nggak bisa review soal harga dan rasanya. Maybe next :) 3. Lokasi strategis Lokasi Buperta juga bisa mejadi hal yang menggiurkan dan recommended banget buat kamu yang ada di sekitar Jakarta Timur, Selatan, dan juga Bogor. Kamu hanya tinggal masuk ke dalam tol jagorawi dan kemudian keluar di gerbang tol Cibubur. Nggak perlu sampai 5 menit kalau nggak macet, kamu udah bisa sampai di Buperta Cibubur ini. Patokannya adalah gambar tunas kelapa khas Pramuka atau mcD dan pom bensin pertamina. Gampang banget! Begitu juga jika kamu naik kendaraan umum. Kalau kamu dari arah Jakarta, kamu bisa naik apa pun arah Cileungsi karena mobil-mobil tersebut pasti melewari Jalan alternatif Cibubur. Nah, kamu tinggal turun di McD atau Jambore. Begitu juga jika kamu datang dari arah Bogor. Kamu bisa naik mobil yang menuju Cileungsi dan turun di lokasi yang disebutkan di atas. 4. Murah meriah Daya tarik lainnya adalah murah meriah. Cukup membayar 7 ribu per orang dan mobil 9 ribu per orang, kamu bisa masuk dan menikmati sejumlah tempat di Buperta ini. Fasilitas umumnya sepeerti toilet dan jajanan kecil ada di sini. Akan tetapi, jangan berharap terlalu banyak soal fasilitas yang ada. Semuanya seadanya saja. Oya, jika ingin berpiknik ria, di dalam ada penyewaan tikar seharga 10 ribu rupiah dan bisa seharian. Kalau makanan besarnya jarang terlihat, kecuali di restoran Gubuk Udang tadi. Jadi, disarankan bawa bekal dari luar saja ya. 5. Sejuk Cukup untuk melepas penat dan menghirup udara yang lebih bebas dari polusi kendaraan di luar sana, begitulah kira-kira udara di dalam Buperta ini. Tidak dingin seperti di Bandung atau Puncak Bogor, tapi cukup sejuk untuk berleha-leha sejenak. Cari saja spot yang banyak pohon besar dan kita bisa menikmati suasana yang adem untuk bersantai. Oke, jadi, begitulah kira-kira gambaran Buperta Cibubur ini. Sederhana tapi cukup menyenangkan.
  7. Apakah NPWP bukti byar pajak pnting dalam persyaratan apply visa korea

    @Rauf Someonespecial iya memang itu salah satunya aja dan bs diganti dengan rekening koran. tapi banyak yg disuruh kembali untuk melampirkan SPT ini. Dicoba aja dulu tanpa SPT sambil ditanya tanya ke perusahaan gimana soal SPT ini.
  8. Jalan Sendiri Atau Pakai Agen Travel?

    Beberapa kali saya melakukan perjalanan, saya sering ditanya sama teman atau saudara, apakah saya pakai agen travel atau backpackingan saja ngebolang sendiri? Dan tentunya, saya akan jawab kalau saya lebih suka jalan sendiri dibanding menggunakan agen travel. Tapi tunggu dulu, menurut saya, semua itu tergantung kebutuhan dan harus ada pertimbangan juga mana yang lebih baik dipilih. Tidak selamanya ngebolang sendirian lebih asyik dibanding menggunakan agen travel, dan sebaliknya. Pertanyaan lain juga muncul, kok bisa backpackingan di kampung atau bahkan negeri orang? Kembali lagi, ketahui dulu apa yang anda inginkan dari perjalanan anda, kondisi budaya, keamanaan, dan lain-lainnya tentang destinasi tujuan anda, dan masih banyak lagi yang bisa menjadi alasan, manakah yang terbaik untuk jenis perjalanan anda. 1. Bagaimana destinasi anda? Yang pertama yang bisa menjadi pertimbangan anda adalah, destinasi liburan anda. Kemana anda akan pergi? Ke sebuah kota besarkah? kota kecilkah? gunung? pantai dan sebagainya? Anda harus tahu pasti ke mana anda akan pergi dengan begitu anda bisa memutuskan apakah lebih baik bepergian sendiri atau perlu menggunakan travel agent. Kota besar, misalnya. Jika anda punya rencana untuk mengunjungi kota besar, pada umumnya bisa dilakukan tanpa agen travel. Mengapa? kota-kota besar biasanya sudah ramah turis, bahkan turis asing. Mereka sudah menyediakan petunjuk yang cukup memungkinkan anda untuk ngebolang sendiri. Bahkan nggak jarang, tersedia fasilitas tourist centre yang bisa menjadi tempat anda mampir untuk bertanya-tanya. Fasilitas umum lain, seperti kendaraan umum juga tersedia dan bisa digunakan dengan mudah. Tipsnya, banyak-banyak membaca catatan perjalanan orang dan jangan ragu bertanya serta mengantongi peta setempat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga jika jalan-jalan di kota besar menggunakan agen travel. Misalnya, ada hal-hal di bawah ini (yang nanti akan saya bahas) yang membuat anda lebih baik menggunakan agen travel. Atau ketika destinasi yang anda tuju adalah di pedalaman yang sebaiknya lebih disarankan punya guide agar lebih aman dan nyaman. Ada orang yang bisa memandu anda dari mulai akomodasi, transportasi, sampai masalah izin dengan orang lokal setempat. Atau ketika anda pergi ke pantai dan pulau yang akan lebih nyaman jika dicapai bersama-sama guide berpengalaman. 2. Bersama siapa anda berangkat Pertimbangan lain yang harus anda pikirkan adalah dengan siapa anda akan berangkat. Selain mengetahui destinasi yang anda targetkan, teman perjalanan juga penting agar bisa menilai mana yang lebih baik. Jika anda pergi bersama keluarga besar atau rekan kerja tim di kantor, tentunya lebih baik menggunakan agen travel. Selain akan memudahkan semua pengaturannya, anda pun bisa ikut santai menikmati waktu bersama mereka. Mereka pun akan lebih nyaman karena sudah ada yang berpengalaman yang akan mengurus segalanya. Beda lagi kalau anda pergi bersama partner yang memang doyan jalan, yang suka berpetualang. Anda bisa pergi tanpa menggunakan agen travel tapi dengan syarat, jika semuanya memang mendukung untuk anda dan teman bisa ngebolang sendirian. 3. Apa yang anda inginkan Selanjutnya, ketahui juga apa yang anda inginkan dari perjalanan anda kali ini. Anda pasti punya suatu tujuan yang anda harapkan bukan? Misalnya, anda ingin mengunjungi suatu wilayah karena anda ingin bisa mengeksplorasi setiap sudutnya atau merasakan denyut kotanya seperti orang lokal. Jika ya, maka backpackingan sendirian lebih cocok buat anda. Atau ketika anda ingin mencari pengalaman yang unik di tempat asing untuk anda, tempat yang baru, maka anda bisa memilih untuk jalan sendiri. Sebaliknya, jika anda ingin punya teman perjalanan yang baru, anda bisa ikut open trip yang biasa diadakan kelompok tur atau sering juga oleh agen tur itu sendiri. Atau ketika tujuan anda hanya ingin mengunjungi suatu tempat dengan santai tanpa ribet, maka agen travel akan menjadi opsi yang lebih baik untuk anda. 4. Berapa banyak waktu yang anda punya Tak kalah pentingnya adalah berapa banyak waktu yang anda punya? Ini juga terkait dengan itinerary yang anda rencanakan. Ketika anda hanya punya waktu 2 hari liburan, misalnya, tapi anda ingin bisa mengunjungi banyak tempat sekaligus, maka jangan buang waktu anda dengan nyasar sana sini sendirian. Pilihan menggunakan guide atau bahkan agen travel sepertinya menjadi yang terbaik untuk anda. Biasanya, para agen travel ini sudah punya itinerary yang bisa memuaskan keinginan anda. Mereka sudah lebih siap dalam urusan akomodasi dan transportasi karena sudah biasa mengurus masalah ini. Anda tinggal duduk tenang di dalam mobil dan kemudian menikmati tempat yang anda ingin kunjungi. Waktu yang hemat pun tak lagi menjadi halangan. Kalau anda punya waktu yang panjang, ini pilihan anda. Bisa ditunjang dengan pertimbangan lainnya. Anda bahkan bisa menggunakan 2-2nya sekaligus. Anda hanya menyewa jasa guide misalnya di lokasi tertentu atau ikut agen tur selama beberapa hari dan kemudian lanjut sendirian. 5. Jenis perjalanan Lalu bagaimana dengan jenis perjalanan anda? Apakah anda menginginkan perjalanan yang romantis, perjalanan liburan, atau perjalanan seperti outing? Jenis perjalanan ini cukup bisa merangkum apakah lebih cocok jalan sendiri atau lebih baik bersama travel agent. Perjalanan outing tentunya lebih cocok jika anda serahkan pada yang berpengalaman, karena akan lebih terkoordinasi. Apalagi jika outing yang membutuhkan trainer berpengalaman. Untuk perjalanan romantis dengan pasangan, anda bisa pergi berdua atau ikut dalam program pasangan yang biasanya diadakan oleh situs wisata atau hotel tujuan. Ini bisa sangat membantu, apalagi jika anda sedang melakukan perjalanan bulan madu. Ada nuansa yang berbeda yang biasanya disiapkan pihak penyelenggara jika itu merupakan program atau promo spesial pasangan untuk berbulan madu. 6. Berapa budget yang anda miliki Dan tak kalah pentingnya adalah soal budget. Anda harus tahu estimasi budget yang akan anda keluarkan masing-masing. Tidak selamanya lho ngebolang sendirian lebih murah dari pada ikut dengan agen tur. Begitu juga tak jarang agen tur yang memasok harga lebih tinggi karena memang ada fasilitas lebih yang anda akan dapatkan. Ini penting untuk dipertimbangkan. Hitung bagaimana jika anda ngebolang sendiri. Berapa akomodasi yang dikeluarkan, transportasinya dan juga termasuk worst case nya atau hal-hal tak terduga kayak nyasar dan lain-lain. Atau ketika anda ke pantai, berapa budget yang dibutuhkan jika harus sewa alat sendiri dan lain sebagainya. Bandingkan jika anda memilih pergi bersama agen travel. Apakah akan lebih murah atau lebih mahal. Jangan lupa, pertimbangkan lagi soal kenyamanannya. Misalnya, biar lebih mahal, tapi anda tidak perlu repot ini itu dan lain sebagainya. Tinggal dilihat valuenya, apakah worthed atau tidak. :) 7. Resiko Dan yang terakhir menurut saya adalah resiko yang harus anda pertimbangkan. Jadi begini, apakah dengan anda jalan atau ngebolang sendirian ini anda yakin akan berjalan dengan mulus? Apa anda siap untuk nggak ngeluh ini itu. Nah, kalau punya jiwa ngebolang, biasanya resiko gini sih nggak dipikirin. Kalau udah berani ngebolang, harus berani 'ngenes' juga perjalanannya. Nyasarlah, capeklah, ribetlah, dan lain sebagainya. Justru bagi anak bolang, di situ seninya. Nah, kalau bawa keluarga, misalnya dan diajak negbolang, juga boleh aja. Asal kamu juga inget resikonya kalau ajak keluarga. Pertimbangkan juga mereka, apalagi kalau orang tua dan anak kecil, nggak semua bisa disamaratakan kemampuan 'ngebolangnya'. Jadi penting dipikirkan. Karena sebenarnya, keseruan itu kita yang ciptakan sendiri, tergantung apa yang kita harapkan dan kita inginkan dari sesuatu. Jangan selalu salahkan agen travel kalau anda nggak bisa dapat keinginan yang anda harapkan, karena bisa jadi sebenarnya anda salah pilih untuk mewujudkan apa yang anda harapkan itu. Saya suka mendengar keluhan kalau jalan-jalan ama travel agent cuma numpang foto aja abis itu langsung digiring lagi ke tempat lain jadi nggak bebas. Lahhh kan situ baca dulu itinerary sebelumnya, pasti ada jadwal yang memberikan juga estimasi lama waktu di setiap lokasi wisata. Jadi, ya jangan salahin juga agennya. Kalau mau puas nggak digiring-giring, jalan-jalannya ngebolang aja. Sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kamu. :)
  9. Review Ah Poong Sentul City

    Long weekend kemarin memang nggak ada rencana liburan besar yang saya rencanakan baik bersama keluarga maupun bersama teman-teman. Spontan, saya ingin mengunjungi Sentul City yang lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah. Beberapa tempat di Sentul memang sangat populer dan viral juga di media sosial. Setelah mempertimbangkan kenyamanan karena akan pergi bersama keluarga, maka saya pun memilih Ah Poong sebagai destinasi liburan akhir pekan panjang lalu. Meski sudah banyak banget review tentang Ah Poong, berikut dari saya. Cara Menuju Ah Poong Lokasi Ah Poong ini sangat mudah dijangkau baik dari Jakarta maupun dari arah Bogor. Jika datang dari Jakarta seperti saya, anda hanya harus memasuki tol Jagorawi dan keluar di gerbang tol Sentul Selatan. Setelah keluar, anda bisa melaju ke arah kiri dan kemudian mengikuti bundaran di dekat Hotel Harris. Jangan putar balik, melainkan lurus saja menuju Ah Poong atau Masjid andalusia. Hanya berjarak 200 meter, anda sudah disambut dengan jejalan mobil yang parkir. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan umum, saya nggak tahu banyak. Tapi dari lokasi saya di Cibubur, Cibinong dan sekitarnya, bisa naik mobil elf berwarna biru dengan nomor T05 jurusan Laladon. Nanti, dia akan keluar di Sentul Selatan dan anda bisa meminta turun di Ah Poong atau Hotel Harris. Dari sana, tinggal jalan kaki sebentar. Anda bisa menanyakan angkot apa yang keluar di Sentul Selatan atau yang melewati Ah Poong / Hotel Harris / Mall Bellanova Bogor. Apa sih Ah Poong itu? Ah Poong sebenarnya adalah tempat makan dengan banyak tenan makanannnya. Letaknya memang di pinggir Sungai sehingga seperti terapung di atas air. Pemandangan yang disuguhkan cukup indah. Aliran deras sungai dan pemandangan gunung dengan hawa yang sejuk. Ada Apa Aja di Sana? Masuk ke Ah Poong ini, kita bisa lewat pintu Mang Kabayan. Di sini, juga ada restoran Mang Kabayan dan juga Leko. Jadi buat yang nggak cocok dengan makanan di atas Ah Poong, maka bisa menikmati sajian di restoran tersebut. Dekat pintu utama terdapat taman dengan beberapa patung unik serta robot. Taman ini cukup bersih dan asri sehingga bisa dijadikan tempat berteduh kalau matahari sedang terik. Banyak yang sekedar lewat, jalan-jalan, dan ada juga yang foto-foto. Jalan terus melewati Leko yang punya pemandangan nggak kalah indah di depannya, kita lewati jembatan kuning untuk bisa masuk ke daerah Ah Poong sebenarnya. Nah, di Jembatan Kuning ini juga salah satu spot favoorit buat foto-foto. Kalau sudah senja sampai malam, lampu yang menyala akan menambah elok pemandangan jembatan ini. Setelah melewati jembatan kuning, anda sudah disambut dengan deretan tenan makanan dan juga meja dan kursinya. Karena ini ruang depannya, mungkin banyak yang masih penasaran dengan bagian dalam sehingga kawasan ini tidak terlalu ramai. Tenan makanan juga lebih sedikit dibanding yang di dalam. Nah, ada dua ruangan lagi yang bisa dipilih. Anda bisa ke kanan atau lurus saja. Kalau ke kanan, anda akan dibawa masuk ke ruang makan dengan tenan yang berlatar kolam buatan. Menariknya, di sini sangat sejuk dan pemandangannya nggak kalah bagus. Lokasi ini sangat ramai karena ada wahana bermain dan air. Di kolam buatan tersebut, anda bisa naik perahu sampan yang didayung oleh abang operatornya. Harganya nggak tetap, kata abangnya sih ada yang kasih 20 sampai 30 ribu per perahu. Muat sampai 5 penumpang dewasa lho. Waktu saya naik, kami ber5 dewasa dengan 1 anak kecil, dan 1 abangnya. Kami bayar 30 ribu rupiah dan berkeliling satu kali putaran. Meski memang cuma naik perahu, tapi rasanya cukup menyenangkan. Latar pegunungan yang sejuk, lokasi yang cukup bersih menunjang keasyikan naik perahu menyusuri kolam buatan tersebut. Apalagi, ada jembatan di tengah seolah sedang naik perahu di Venice saja. hehehe. Puas naik perahu, kami pun bermain dengan ikan-ikan di kolam sambil foto-foto di sana sini. Ada juga rumput hijau yang banyak digunakan pengunjung untuk piknik. Hanya selonjoran di sana dan rasanya nyaman banget. :) Untuk area terakhir, hanya ruangan makan namun ini yang terluas dan terbanyak tenannya. Di sini yang teramai karena latarnya memang latar utama sungai yang berarus deras jadi agak susah dapat spot makan yang bagus di sini karena jarang kosongnya. Di antara ketiga area tersebut, ada jembatan gantung yang tinggi dan panjang. Selain banyak yang foto-foto, di sini juga bisa jadi wahana yang cukup memicu adrenalin karena menyebranginya cukup bikin degdegan heheheh. Kalau takut tinggi, mending didampingi orang lain deh kalau nggak mau stag di tengah-tengah hihii. Makanan dan Harganya Untuk makanan yang tersedia ini seperti di food court kayak Eat and Eat dan sejenisnya. banyak makanan lokal, cemilannya, juga makanan ala Barat. Beberapa yang ada kayak ayam bakar, sate, sop konro, sate bandeng, aneka mie, nasi sum sum, dan makanan thailand, steak, dan lain sebagainya. Harganya juga sekitar 20 sampai 50 ribuan lah per porsinya. Dibilang murah nggak, dibilang mahal ya emang standar food court segitu kan. Cara bayarnya juga menggunakan kartu deposit. Kita tinggal isi kartu di kasir dengan minimum nominal 100 ribu rupiah. Nanti, kalau ada sisa, bisa kita refund. Fasilitas umum Fasilitas umum yang ada di sini cukup lengkap. Ada toilet dan juga musholanya. Karena lokasinya juga bersebrangan dengan Masjid Andalusia, untuk menunaikan ibadah sholat bisa juga di masjid besar tersebut. Kenapa recommended untuk keluarga? Oke, dan di sini saya juga akan mengutarakan beberapa hal kenapa tempat ini cukup recommended untuk jadi destinasi liburan keluarga. - Lokasinya mudah. Lokasi Ah Poong ini mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jadi, anda nggak perlu bingung jika membawa anak maupun orang tua karena banyaknya pilihan berkendara. Termasuk tidak jauh dan tidak ribet juga. Karena dari gerbang tol Sentul Selatan itu hanya berjarak sekitar 500 meter atau hanya 5 menit saja. - Pemandangan cantik, Udaranya sejuk Tempat ini juga cocok untuk keluarga karena punya pemandangan yang cantik dengan udara yang sejuk. Anda yang bosan dengan paparan polusi ibu kota, bisa menepi ke sini. Orang tua pun akan suka karena udara yang sejuk baik untuk pernafasan dan relaksasi mereka. Begitu juga dengan anak-anak, bukan? Lokasinya juga cukup bersih sehingga nyaman ditempati. - Sejuk tapi tidak perlu naik turun Selain itu, untuk mendapatkan pemandangan cantik dan udara yang sejuk, pengunjung tak perlu capek-capek naik turun tangga. Biasanya, untuk menikmati kesejukan alam, kita harus berjuang dulu dengan posisinya yang di bawah atau di atas gunung. Nah, ini cukup sederhana dan bisa langsung menikmatinya. Pas buat yang bawa orang tua atau anak-anak jadi mereka pun bisa ikut menikmati keindahan dan kesejukan alam. - Cukup affordable Salah satu wisata yang cukup hemat karena hanya membayar untuk makan dan minum saja tanpa harus membayar tiket masuk. Haganya juga standar, kalau mau lebih hemat lagi, saya akan ulas sedikit tips hematnya nanti. - Fasilitas cukup lengkap Wisata yang cukup lengkap dari sisi fasilitas dan pilihan aktivitasnya. Selain makan, kita bisa menikmati beberapa wahana yang bisa dinaiki juga oleh anak-anak. Tempatnya juga lucu buat foto-foto :) Minusnya? Pasti ada beberapa hal yang kurang nyaman di sini. Dan berikut ini beberapa hal tersebut menurut saya. - Susah cari tempat duduk Pertama banget soal tempat duduk untuk makan. Weekend emang selalu ramai di Ah Poong, karena itu, tempat duduk di mana-mana akan selalu penuh. Sulitnya mencari tempat duduk, membuat kami harus berputar-putar untuk beberapa kali. Tak jarang menunggu orang yang terlihat akan selesai dan menempatinya agar tidak direbut orang lain. Sebagai orang yang sedang menikmati hidangan juga kurang nyaman kalau ada yang nungguin kita, bukan? Jadi, makan di sini kalau weekend tidak bisa terlalu lama-lama. - Parkir penuh Nggak ada lahan parkir khusus pengunjung Ah Poong. Pengunjung hanya parkir di sepanjang jalan dan padat banget kalau lagi ramai. Jadi, harus sabar juga cari parkirannya. Opsi lain, bisa parkir di Masjid Andalusia. :) Tipsnya Tips yang bisa saya bagi dari perjalanan kali ini antara lain adalah: - Sabar ngantri Emang harus banget sabar ngantri kalau kita datang ke Ah Poong di weekend, hari libur, apalagi long weekend. Mulai dari parkiran sampai tempat duduk akan padat dan harus sabar mencari spotnya. Bahkan, kita juga harus rela tidak bisa mendapatkan meja di spot-spot terbaik. Artinya, tidak berlatar sungai maupun kolam dan pegunungan. Kalau sudah sangat penuh, jangan ragu untuk izin dengan orang yang terlihat sudah mau selesai agar bisa bergantian. Tapi katakan saja mereka bisa santai dan kamu bersedia menunggu. Sambil menunggu, kamu bisa melakukan aktivitas lain seperti foto-foto dan lain sebagainya. - Kalau mau hemat Sekarang tips hematnya. Kalau lagi bokek banget pas liburan tapi pengen banget piknik, kamu bisa ke Ah Poong ini. Cukup datang dan jalan-jalan cantik di sekitar lokasi Ah Poong. Kamu bisa menikmati pemandangan dari atas, spotnya bisa dijangkau dari Mang Kabayan, atau menikmati keindahan dari dalam Ah Poong. Foto-foto di jembatan dan merasakan nyebrang di jembatan gantungnya juga oke. Kalau lapar? Kamu bisa bawa bekal piknik mudah dari rumah. Bawa roti atau makanan piknik lain yang mudah disajikan. Duduk saja di pinggir kolam di atas rumput hijau sambil menikmati cemilan. Ingat, jangan tinggalkan sampah! - Foto-foto Banyak memang spot menarik di Ah Poong ini yang bisa dijadikan sebagai latar foto-foto. Selain jembatan dan Ah Poongnya sendiri, foto di bawah dengan latar sungai deras pun bisa. Akan tetapi, harus tetap memperhatikan keselamatan. Jika ingin foto di bawah, jangan terlalu minggir karena arusnya cukup deras. Kalau di jembatan, terutama jembatan gantung yak, hati-hati kalau foto di bagian tengah jembatannya. Selain waspada karena cukup berbahaya, juga perhatikan kenyamanan orang lain, kalau ada, di belakang kalian yang ingin lewat. - Waktu terbaik Kapan sih waktu terbaik untuk mengunjungi Ah Poong ini? Waktu terbaik mengunjungi Ah Poong ini menurut saya sih sore sampai senja. Cuacanya makin adem dan romantis. Asyik buat jalan-jalan sore, apalagi kalau senja mulai banyak lampu-lampu lucu. Kalau siang mungkin agak terik dan bisa meneduh di meja makannya dulu. Kalau malam, pemandangan hijaunya sudah tidak terlihat. Siang menjelang sore sampai senja, menurut saya adalah waktu terbaik menikmati suasana di Ah Poong ini. - Coba wahananya Terakhir, jangan lewatkan wahana sederhananya. Kamu bisa main perahu yang menurut saya sih cukup murah dan worthed lah. Atau nyebrang di jembatang gantungnya. Sayang kalau dilewatkan, karena biarpun sedikit dan tidak mewah, tapi layak untuk dicoba. Jembatan gantungnya beneran bikin deg deg ser. Coba deh. Itu dia celoteh perjalanan saya dan keluarga ke Ah Poong. Sampai bertemu lagi di cerita destinasi lain kawan. :)
  10. terimakasih mas Harris nggak tau deh soal pajak tapi emang udah pada naik harganya dari apa yang saya baca di catper blog-blog orang tahun2 sebelumnya
  11. Jumat 19 Februari 2015 Jumat lalu, saya, adik, dan teman-teman saya berkesempatan jalan-jalan ke Kuala Lumpur untuk 2 hari saja. Kuala lumpur memang menjadi kota yang banyak dikunjungi orang Indonesia. Selain karena Malaysia merupakan negara tetangga Indonesia, tiket pesawat ke Kuala Lumpur juga relatif lebih murah dibanding ke negara lain, apalagi dengan seringnya promo dari berbagai maskapai. Seperti kami, sekitar Oktober lalu kami beli tiket promo Air Asia free seat dan hanya membayar tax saja. Kami dapat 300 ribu rupiah pulang pergi per orangnya. Alhamdulillah :) Kesan pertama sejak mendarat di KLIA2 Ini kedua kalinya saya pribadi mendarat di KLIA2. Sebelumnya, saya di sini hanya transit saja saat perjalanan ke Korea September 2015. KLIA2 memang bandara yang luas. Perlu setengah jam sendiri untuk jalan kaki dari mall menuju ruang tunggu gate. Mall KLIA2 ini diisi dengan berbagai macam brand-brand ternama dan salah satu yang menjadi ciri khas Vincci. Brand sepatu dan tas asal Malaysia ini akan berubah menjadi VnC di Indonesia. Di sini, harganya akan relatif lebih murah jika dibanding di Indonesia. Nggak heran jika orang Indonesia banyak yang borong brand ini kalau mengunjungi Malaysia. Selain toko fashion, toko cokelat dan minuman pun berjejer di sini. Tak ketinggalan parfum, dan masih banyak lagi. Jadi, jika nggak sempat berbelanja di kota luarnya, bandara bisa jadi pilihan. Kami pun jalan kaki menuju parkiran bus yang ada di bawah mall untuk menuju Kuala Lumpur. Tahun 2016 ini banyak penyesuaian harga jika dibanding dengan cerita-cerita perjalanan orang lain ke KL di tahun sebelumnya. Tiket bus bandara ke KL sentral kami dapat seharga RM 11 per orangnya. Kami pun langsung berangkat sesaat bus penuh. Perjalanan dari bandara menuju KL Sentral memakan waktu 1 jam. Keluar bandara, kesan yang kami dapat sungguh masih biasa saja. Jalan tol yang kami lalui kiri kanannya diisi dengan kebun kelapa sawit dan menurut kami, tol bandara Soetta lebih asri heheh. Uniknya, kami bisa melihat sepeda motor di dalam tol. Sepanjang perjalanan menuju KL Sentral, menurut kami, belum istimewa. KL Sentral Kami tiba di KL Sentral pukul 15:00. KL Sentral station ini menjadi pusatnya moda transportasi di Kuala Lumpur. Ada LRT, Monorail, KTM Komuter, dan juga bus yang berangkat dari sini dan juga menjadi tempat transit dari dan ke berbagai tujuan. Lebih jelasnya soal transportasi di Malaysia akan saya bahas nanti. Oya, KL Sentral ini juga merupakan mall seperti Grand Indonesia lah kurang lebihnya. KL Sentral terletak tak jauh dari Little India, Brickfields, dan juga Chinatown. Kami pun memutuskan untuk menginap di hotel yang terletak di Brickfields mengingat kami harus berangkat ke bandara pada Minggu pagi. Signature Hotel, Brickfields Di sekitar KL Sentral, banyak sekali hotel yang bisa kita tempati. Kami pun memilih Signature Hotel yang terletak di Jalan Thambipilai Brickfields. Kawasan ini bukan Little India tapi banyak sekali orang India. Letaknya lumayan strategis. Hanya 5-10 menit jalan kaki dari stasiun monorail KL Sentral. Kalau mau yang lebih dekat, ada Westree Hotel, My Hotel, dan lain sebagainya. Signature Hotel punya kamar yang cukup luas untuk 4 orang. Kami pesan 2 malam 2 Family Quadruple Room dengan total 841 RM. Jadi per orangnya hanya dikenakan sekitar 100 RM untuk 2 malam. Rate rupiah saat itu 1 RM = IDR 3260. Kamarnya cukup luas dengan kamar mandi yang juga luas. Toiletrisnya hanya sabun dan juga handuk. Dapat air mineral dan juga kopi. Kamar ber-AC dengan jendela berpemandangan monorail yang melintas. Secara keseluruhan, pelayanan cukup oke. Meskipun di booking.com reviewnya tidak terlalu bagus, tapi saya sih suka-suka aja. Yang agak nggak enak itu wifinya. Hari kedua wifi saya di lantai 4 hilang sehingga kami pakai wifi lantai 2. Dan kamar temen di lantai 2 wifinya benar-benar hilang. keluar kamar baru bisa. Sudah dikomplen dan hanya dijawab akan dicek. Ini agak mengganggu terutama jika yang menginap untuk benar-benar berisitirahat di hotel. Di luar hotel, kita bisa melihat banyak sekali tempat makan. Mau seafood sampai makanan India ada di sini. Jadi nggak perlu khawatir kelaparan karena memang lokasinya selalu ramai. Sistem Transportasi di Kuala Lumpur Sebelum saya ceritakan tentang tempat-tempat yang saya kunjungi, saya mau cerita dulu tentang sistem transportasi di Kuala Lumpur. Menurut saya, ini yang membuat Kuala Lumpur sangat berbeda dengan Jakarta. Sistem transportasinya sudah canggih, rapi, dan terintegrasi dengan baik. Yang bikin nyaman jalan-jalan di KL ya karena kita bisa dengan mudah ke sana ke sini dengan tren seperti LRT, Monorail, KTM Comuter dan juga bus Go KL. Tren Tren di Kuala Lumpur ada LRT, Monorail, dan juga KTM Comuter. Yang membedakan bentuk keretanya dan jalur yang dilaluinya. LRT yang paling banyak melintas di dalam kota dan punya dua jalur, jalur Kelana Jaya dan juga jalur Ampang. Sedangkan monorail punya rute lebih pendek dan bentuk kereta yang juga lebih kecil. Kalau KTM Comuter ini semacam Comuter Line nya Jabodetabek yang melintas hingga wilayah-wilayah pinggir kota KL-nya. Untuk tarif beragam. Paling mahal kami naik sekitar 2.8 RM atau setara dengan 9000 rupiah. Bus Bus yang melintas di dalam kota ada bus rapid KL yang berbayar. Namun ada juga yang gratis yaitu GO KL. Bus ini memang untuk turis tapi banyak warga L yang ikut. Sayangnya, saya nggak sempat mencoba bus GO KL ini jadi nggak bisa cerita banyak. Informasi jalur Go KL bisa dilihat di website resmi My Rapid KL. Cara Bayar Ada beberapa cara untuk membayar tren maupun bus di Kuala Lumpur. Pertama dengan kartu yang disebut Touch and Go. Beli kartu seharga 10 RM untuk seumur hidup dan bisa diisi ulang. Seperti di Indonesia, tinggal tap dan masuk serta keluar stasiun. Kartu ini bisa dibeli di toko MyNews yang warnanya merah. Kami meninggalkan opsi ini karena kami hanya akan menghabiskan waktu 2 hari saja sehingga terlalu mahal untuk membeli kartu tersebut. Selain itu, ada juga Smart7 di mana kartu hanya bisa digunakan selama 7 hari saja. Selain itu, jika Touch and Go bisa digunakan untuk semua moda transportasi termasuk bus dan tren, smart 7 ini hanya digunakan untuk tren saja. Harga kartunya 2.5 RM dan bisa diisi minimal 10 RM. Awalnya, kami ingin pakai kartu ini, tapi kami gagal menemukan loket penjualannya. Di MyNews tidak mengerti yang kami maksud. Mereka hanya menunjukkan Touch and Go sehingga kami menolak. Akhirnya, kami menggunakan yang biasa saja, yakni token. Token tersebut bentuknya seperti koin dari plastik berwarna biru, mirip dengan tutup botol Mizone hehe. Nah, untuk mendapat token ini gampang. Ada mesin pembelian token yang terletak di depan pintu masuk tren. Kita tinggal memilih apakan ingin naik LRT atau monorail. Misal ingin LRT, tinggal touch screen-nya. Setelah itu pilih stasiun yang dituju. Setelah itu akan terlihat pilihan berapa token yang ingin dibeli. Kami beli langsung 8 dan langsung terlihat total pembayaran. Cara bayarnya pilih tunai dan akan terlihat uang berapa saja yang bisa dimasukkan ke dalam mesin. Masukkan uang dengan cara meletakkannya di tempat uang dan letakkan mepet ke pinggir. Nanti mesin akan menariknya langsung. Tidak perlu cemas jika ada kembalian, mesin akan otomatis mengeluarkan kembalian tersebut. Sudah dapat tokennya, kita tinggal tap ke gate yang berwarna biru. Nanti di stasiun tujuan, kita bisa memasukkan kembali token ke tempat yang sudah disediakan di gate agar gate bisa terbuka. Untuk KTM Comuter, kita bisa beli tiketnya di loket yang bertuliskan KTM Comuter. Tiket ini nantinya ditunjukkan ke petugas saat kita keluar stasiun tujuan. Jadi, jangan dihilangkan sebelum sampai ya. Tren KTM Commuter ini selain mirip dengan commuter line di Indonesia, ada juga gerbong yang isinya tempat duduk bangku perorangan seperti di bus. Kami menggunakan KTM Commuter ini untuk menuju Batu Caves dan kembali ke KL Sentral. FR Kuala Lumpur Part 2 Twin Tower KLCC Tempat pertama yang kami kunjungi adalah ikonnya Kuala Lumpur, Twin Tower KLCC. Dari Kl Sentral, naik LRT jalur merah atau Kelana Jaya dan turun di stasiun KLCC. Dari sana, hanya tinggal masuk ke dalam mall dan ketika keluar, langsung di bawah kaki Twin Tower. Ternyata, bagian luarnya adalah taman dengan kolam dan air mancur. Ramah untuk turis dan pas dikunjungi sore sampai malam hari karena sejuk. Selain itu, di malam hari lampu twin tower akan terlihat menyala sehingga lebih indah. Aktivitas yang dilakukan di sini adalah foto-foto dan duduk saja. Karena ramai, harus pandai-pandai cari spot yang bagus. Petaling Street Setelah puas foto-foto di Twin Tower KLCC, kami pun akhirnya beranjak menuju Petaling Street atau Chinatown. Dari KLCC, kami naik LRT ke arah Pasar Seni. Keluar stasiun Pasar Seni, langsung disambut dengan Central Market. Kami pun menyusuri Chinatown dan mulai mencari oleh-oleh. Di Petaling dan Central Market, harganya memang paling murah jika dibandingkan dengan di Bukit Bintang atau tempat lainnya. Maka itu, saran saya sih, cari oleh-oleh seperti tempelan kulkas, gantungan kunci, minaitur twin tower, kaos bertuliskan Kuala Lumpur, tote bag bertulis Kuala Lumpur, dan souvenir lainnya di Chinatown dan Central Market aja. Rata-rata, harga kaos anak dan dewasa hanya 5-6 RM saja. Tempelan kulkas 10 RM untuk 6 buah. Tote bag 25 RM untuk 3 buah. Kalau di tempat lain, kaos bisa anak saja bisa mencapai 10 - 25 RM, padahal barangnya sama saja. Jadi, nggak perlu pikir panjang buat belanja oleh-oleh di daerah sini. Sayangnya, Central Market sudah tutup ketika kami kunjungi pukul 22:00. Jadi, kami hanya berbelanja di Petaling Street itu saja. Kuliner Hari Pertama Makan di Kedai Halal Sebrang KL Sentral Hari pertama datang, kami memilih makan di warung tenda biasa yang terletak di seberang KL Sentral. Nggak tahu nama kedainya apa, karena nggak ada, tapi di dalamnya ada tulisan Makanan Halal dan itu makanan India. Karena udah laper banget, jadi nggak pikir panjang. Makanlah kami di sana. Alhamdulillah nggak mengecewakan. Kami pesan Nasi Goreng kambing dengan harga seporsinya 7.5 RM, nasi goreng biasa 4 RM, dan nasi goreng ayam 6.5 RM. Rasanya enak kok, apalagi yang doyang pedas. Biasanya, paling ogah makan makanan India karena serba kari, tapi kali ini, entah kelaperan atau gimana tapi enak. Ditambah es teh manis 1,5 RM, makan sore pertama alhamdulillah puas. Oya, tambahan kerupuk 12 biji dengan harga 8 RM. Minum di Central Market Sudah kemalaman, kami kehausan setelah tahu Central Market tutup. Kedai yang masih buka juga kedai makanan India yang terletak tepat di samping kiri Central Market. Sayangnya, pelayanan di sini kurang ramah sehingga kami enggan makan malam. Kami hanya memesan minum saja. Jusnya kurang enak jadi overall agak kecewa apalagi pelayanannya yang kurang baik. Day 2, Sabtu 20 Februari 2016 Batu Caves Pagi itu, rencana kami adalah ke Batu Caves yang membutuhkan perjalanan selama 30 menit dari KL Sentral dengan KTM Komuter. Harga tiketnya 2.6 RM dan sampai ke stasiun terakhir Batu Caves. Sepanjang jalan, mungkin seperti dari Jakarta menuju ke Bogor, agak melipir ke daerah lebih pedesaan dibanding Kuala Lumpur. Tidak sampai 30 menit malah, kami sudah sampai. Dan yap, di sini orang India ramai beribadah. Komplek Batu Caves terdapat beberapa kuil. Kuil yang depannya patung Hanoman, kemudian kuil dengan candi di atasnya, dan kuil di dekat patung Budha raksasa yang populer. Ada juga area yang terdapat patung Dewa Krishna tapi untuk masuk ke sana harus bayar 5 RM. Di atas juga terdapat goa, tapi kami tidak masuk mengingat sangat tinggi dan kami ber-8 tidak ada yang ingin ke sana. Datang pagi menjelang siang membuat cuaca sangat panas dan menguras energi. Kami hanya menghabiskan waktu untuk foto-foto di bawah saja. Puas dan lelah, kami memutuskan makan di restoran (lagi-lagi India) tepat di depan patung Budha. Di sini, kami memesan mie goreng dan juga nasi goreng. Mie goreng di sini kayak mie aceh dan itu pedas banget. Nasi gorengnya enak juga. Kami juga pesan teh tarik dan juga roti planta yang harganya 4 RM. Puas makan-makan, kami berbalik menuju Dataran Merdeka. Oya, niatnya memang ingin ke Colmar Tropicale di Bukit Tinggi tapi batal karena waktunya sangat terbatas. Dataran Merdeka (Merdeka Square) Dari Batu Caves, kami kembali naik KTM Commuter menuju Bank Negara. Dari sana, kami transit dan pindah LRT menuju Masjid Jamek. Harga tiket Batu Caves - Bank Negara 2.3 RM dan Bank Negara - Masjid Jamek hanya 1 RM. Keluar Stasiun, kami langsung bergerak menuju arah kanan untuk ke Dataran Merdeka. Oya, di depan stasiun ini langsung terlihat Masjid Jamek yang terkenal itu. Jalan sekitar 1 km kita bisa sampai di Dataran Merdeka. Mirip alun-alun di Bandung. Di sana ada bangunan-bangunan peninggalan penjajah Inggris. Ada juga KL City Gallery jika ingin mengetahui sejarah dan perkembangan Kuala Lumpur. Karena panasnya terik banget, kami hanya foto-foto sebentar dan kemudian bersiap menuju Bukit Bintang. Bukit Bintang Bukit Bintang ini merupakan kawasan turisnya Kuala Lumpur. Banyak Mall besar berdiri dan juga hotel-hotel. Kebanyakan, turis akan menginap di hotel area Bukit Bintang. Entah karena ketika kami ke sana banyak proyek pembangunan yang sedang berlangsung atau memang selalu begitu, kami merasa Bukit Bintang tak semegah atau tak sekeren yang kami bayangkan hehehe. Kami mencoba masuk ke sejumlah mall yang ada di sana, seperti Berjaya Times Square, Pavilion, Sungei Wang, dan Lot 10. Sungei Wang ini lebih kayak ITC di Indonesia, tapi harganya masih lebih mahal dari Chinatown. Kalau Berjaya Times Square lebih banyak brand lokal dan harganya nggak jauh beda dengan harga-harga di Indonesia. Nah, selebihnya, itu kayak di PI atau GI nya Indonesia. Brand internasional dengan harga yang serupa. Di Lot 10, kita bisa menemukan tokonya Vincci yang terkenal itu. Saat kesana, benar-benar ramai dan orang-orang borong. Tapi jika melihat dengan harga dan koleksi di toko yang di bandara, masih lebih murah dan lebih lucu yang di bandara. Harga sepatu di toko yang Bukit Bintang bisa sekitar 50 lebih RM. Tapi dengan model lebih lucu, di bandara bisa didapat dengan harga 40 RM. Begitu juga dengan tas. Di toko ini paling murah 90 RM, tapi dengan tipe yang sama tapi model yang lebih lucu di bandara bisa didapat dengan harga 70 RM. Di Bukit Bintang ini, kami hanya keluar masuk mall dan berbelanja sedikit. Belanja di toko cokelat di Bukit Bintang sama dengan toko cokelat di bandara. Kalau belanja oleh-oleh di toko pinggiran, wah itu lebih mahal. Kalau kepepet, tawar serendahnya bahkan samakan saja dengan yang ada di Chinatown. Itu yang kami lakukan saat mepet berbelanja oleh-oleh yang kurang. Kami menawar dengan harga yang kami dapatkan di Chinatown dan karena rame-rame jadi berhasil :) Jalan Alor Kalau ke Kuala Lumpur, kayaknya nggak sah kalau nggak makan di Jalan Alor. Ini adalah jalan yang berisi pusat kuliner. Jalan Alor masih berada di kawasan Bukit Bintang. Keluar stasiun Bukit Bintang, kita hanya tinggal mengikuti papan petunjuk untuk masuk ke Jalan Alor. Jalan ini memang didominasi oleh makanan Cina. Tapi bagi yang muslim, masih bisa menikmati makanan halal yang terdapat logo halalnya. Kami pun mampir di sebuah toko yang tak jauh dari jalan depan jalan alor. Di sana, kami memesan tomyam, beef barbeque, dan juga capcay. Harganya normal kok. Tomyam ukuran medium untuk 2 orang 15 RM saja. Untuk yang small 10 RM. Harga capcay dan lainnya pun demikian. Jadi, makan di jalan Alor ini tidak terlalu mahal. Kalau masih belum puas, silakan menyusuri jalan Alor untuk mendapatkan jajanan lainnya. Jalan Alor ini benar-benar sangat ramai. Turis dari berbagai negara tumpah ruah di sini. Orang lokal dengan mobilnya juga masih banyak yang melintasi jalanan padat tersebut. Semakin malam akan semakin ramai. Waktu paling pas makan di sini memang untuk makan malam. Suasananya yang ramai akan menambah keseruan dalam menikmati kuliner. Puas jalan-jalan di Jalan ALor, kami pun beranjak jalan-jalan lagi ke kawasan Bukit Bintang dan kemudian kembali ke hotel untuk bersiap kembali ke tanah air besok paginya. Secara keseluruhan, Kuala Lumpur sebenarnya tak jauh berbeda dengan Jakarta. Tak banyak yang berbeda, kecuali memang transportasinya yang sudah terintegrasi dengan baik, tertata dengan baik, dan sangat mudah kemana-mana dengan transportasi umum. Hmmm jika saja Jakarta sudah benar-benar punya sistem dan moda transportasi massal yang memudahkan warganya seperti ini, dijamin, orang-orang juga bakal betah keliling Jakarta. Kuala Lumpur atau Malaysia ini memang banyak sekali orang India dan Cina. Kami sendiri sulit menemukan penduduk asli Melayu di sini, karena tidak bisa membedakan mana yang Melayu asli dan mana yang turis dari negara tetangga. Untuk keramahan, memang masih ramah orang kita. Tapi nggak bisa digeneralisir juga karena hanya beberapa yang ketus. hehehe. Tapi turis asing lebih banyak terlihat di Kuala Lumpur dibanding di Jakarta, tanya kenapa? 10 TIPS SINGKAT KE KL Oke, berikut ini beberapa tips untuk yang mau jalan-jalan ke Kuala Lumpur atau Malaysia dari saya. 1. Naik transportasi umum Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Kuala Lumpur sudah punya sistem transportasi umum yang bagus. Jadi, buat temen-temen yang mau ke sana, nggak perlu bingung mau naik apa dan nggak perlu takut nyasar. Naik transportasi umum sudah sangat mudah, cepat, dan aman. Tinggal minta saja peta turis di bandara atau di KL Sentral, itu akan sangat membantu kita. Kita hanya tinggal naik turun tren dan sudah bisa keliling Kuala Lumpur. Biayanya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dengan naik taksi atau menyewa mobil di sana. Opsi menyewa mobil dari agensi di Indonesia sepertinya lebih aman jika ingin dipakai untuk rombongan yang banyak orang tuanya. 2. Bisa seharian Menurut saya, untuk menjelajah tempat-tempat wisata utama di Kuala Lumpur hanya butuh 1 hari full saja. Jika teman-teman punya waktu yang sempit untuk mengunjungi Kuala Lumpur, cukup memungkinkan kok. Beberapa tempat yang wajib dikunjungi antara lain, KL Tower, Twin Tower KLCC yang mana masih berada di jalur tren LRT yang sama. Kemudian kawasan Bukit Bintang dan Jalan Alor. Lalu menuju kawasan Masjid Jamek yang terdapat juga Dataran Merdeka dan KL City Gallery. Tak jauh dari sana, turun di stasiun Pasar Seni untuk masuk ke kawasan Chinatown dan Central Market untuk belanja oleh-oleh. Semua tempat tidak membutuhkan biaya masuk kalau hanya berfoto di depannya saja. 3. Jika punya waktu dan budget lebih, bisa keluar KL Kalau punya waktu lebih, saya sarankan untuk jalan-jalan ke luar Kuala Lumpur. Batu Caves bisa jadi pilihan. Namun selain itu, ada banyak tempat yang menurut saya lebih menarik di luar Kuala Lumpur. Misalnya, ada I-City di mana bagus buat foto-foto di malam hari karena semua tempat dipasang lampu LED. Untuk kawasan itu free namun jika ingin masuk wahana, ada biaya lain. Tempatnya memang agak jauh dari pusat Kuala Lumpur, tapi masih bisa ditemuh dengan KTM Commuter dari KL Sentral. Selain itu, ada juga Colmar Tropicale di kawasan Bukit Tinggi atau biasa disebut juga Berjaya Hills. Ini resort yang didesain mirip Colmar di Eropa. Bagus buat foto-foto. Untuk ke sana, ada shuttle pada jam-jam tertentu seharga 60 RM bolak balik dari Berjaya Times Square di stasiun tren Imbi. Dan mungkin temen-temen tahu tentang Genting Highlands atau Putrajaya atau Sunway Lagoon yang juga tersohor itu. Kalau mau benar-benar keluar dari Kuala Lumpur bisa mengunjungi Legoland di Johor kalau nggak salah. 4. Menginap di KL Sentral Menurut saya, akan lebih mudah menginap di kawasan KL Sentral dibanding kawasan Bukit Bintang. Di KL Sentral juga banyak hotel dengan harga yang murah, apalagi jika waktu yang tersedia sedikit, KL Sentral lebih pas untuk menjadi lokasi hotel. Alasannya, dekat dengan stasiun KL Sentral yang merupakan titik utama transportasi umum di KL. Kemanapun bisa dari KL Sentral ini. Lebih dekat juga untuk ke Bandara dari pada BUkit Bintang. 5. Belanja di Chinatown atau Central Market Belanja oleh-oleh jangan ragu deh di Chinatown atau Central Market di Pasar Seni. Harga di sini udah miring banget dan paling murah dibanding tempat lain di kawasan wisata di Kuala Lumpur. Untuk menuju sini cukup turun di stasiun Pasar Seni. Berbagai barang yang bisa kita dapat antara lain aneka gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, miniatur landmarknya Kuala Lumpur, Tote Bag, dan lain sebagainya. Harganya di luar sana bisa 2 hingga 3 kali lipat dari yang dijual di sini. 6. Jangan ragu nawar Kalau pun memang terpaksa berbelanja di luar kawasan Pasar Seni, jangan ragu untuk menawar. Kalau nggak dapet, coba terus dan tinggalin aja. Biasanya dia mau kalau kita udah mau ninggalin. Terus bisa juga kita tawar serendah mungkin karena kita beli banyak. Pokoknya, tawar aja setengah harga karena barangnya memang sama aja di mana-mana. Seperti yang saya lakukan sebelumnya. Di Pasar Seni dapat 5 RM untuk 1 kaos, tapi di Bukit Bintang ditawarinnya 25 RM hahaha padahal barangnya sama banget. Ogah dong... nggak ragu lagi nawar 5 RM karena kita udah tahu harganya berapa. 7. Colokan 3 Oya, di Kuala Lumpur ini colokan listriknya beda sama kita di Indonesia yang punya kaki 2 bulet. Kalau di Malaysia, tipe colokannya adalah kaki tiga panjang. Buat yang suka antisipasi, bisa beli adaptor universal di Indonesia yang biasa disebut travel adaptor. Itu udah lengkap semua jenis colokan di berbagai negara ada. Harganya 40 ribu. Tapi buat yang pengen lebih murah, bisa beli yang khusus kaki 3 aja harganya 15 ribu rupiah. Nah, kalau yang nggak mau keluar duit lagi, langsung colok aja tapi emang agak butuh perjuangan. Karena berbeda dengan colokan kita, makanya agak keras dan agak maksa biar bisa nyolok. Tapi tenang, tetap bisa kok. :) 8. Tanya Harga Kuliner Oya, nggak cuma soal beli oleh-oleh aja yang harus peka sama harga, tapi kuliner juga lho. Selama kita di sana, ada menu yang pasang tarif ada yang nggak. Yang pasang tarif juga harus dikonfirmasi lagi, apakah harganya masih sama atau nggak. Waktu itu kejadian, kita tanya apakah harga yang di menu masih sama, dia bilang nggak udah beda. Nah, dia naik-naikin tuh harga. Tapi untung kita cewe-cewe semua mulutnya banyak hahaha kita rame-rame tawar aja tiap kali dia ngasih harga, jadinya ujung-ujungnya sama ama yang di harga menu awal Pokoknya setiap mau makan, tanya dulu deh harganya berapa biar nggak dimainin. Ya waspada aja :) 9. Vincci Yang mau borong brand Vincci ini kalau mau sih survey harga dulu ama yang di bandara. Pas dateng, lihat tuh harganya rata-rata berapa. Nanti bisa dibandingin sama yang di Bukit Bintang. Kemarin soalnya kita dapat harga di store bandara lebih murah dibanding yang ada di Bukit BIntang. Koleksinya juga lebih lucu. 10. Cuaca Cuaca di sana sama panasnya ama di Jakarta. Jadi siang-siang nih cari tempat keliling yang indoor aja atau yang adem-adem. Panasnya bikin nyedot energi banget. Oke, terima kasih sudah membaca FR Kuala Lumpur saya. FR lain seperti Singapura, dalam negeri, dan juga Korea bisa dilihat di bio saya ya. Terima kasih lagi :)
  12. Sherlock: The Abominable Bride, Obat Rindu Pecinta Sherlock

    bersyukur bgt di sini sherlock nya ga kiting hahaha
  13. Serial TV BBC populer, Sherlock Holmes baru saja merilis episode spesial yang berjudul, Sherlock: The Abominable Bride. Episode spesial Natal dan Tahun Baru ini dirilis untuk mengobati kerinduan para pecinta Sherlock sejak season ketiga tahun 2014 dan masih menunggu season 4 di tahun 2017 mendatang. Selama 1,5 jam, penonton akan dibawa menjelajahi waktu dari masa kini, ke masa Victorian pada tahun 1895, era asli Sherlock yang dibuat Sir Arthur Conan Doyle di bukunya. Plot cerita dibuat maju mundur menggambarkan halusinasi dan mimpi Sherlock di masa saat ini dan kisah yang dikarang Watson di masa lampau. Agak membingungkan, namun plot ini justru membuat The Abominable Bride ini menarik. The Abominable Bride membawa Sherlock dan dr. Watson kepada kasus seorang pengantin wanita yang 'bangun' dari kematiannya dan membalas dendam pada para pria yang menyakitinya. Selain time travel yang diusung Douflas Mackinnon sebagai sutradara, episode ini juga membawa kisah horor dan misteri. Ilustrasi Emilia Ricoletti, hantu wanita di sini berhasil membuat saya pribadi merinding. Makeup putih tebal dengan bibir merah berantakan dan mata yang menghitam cukup menggambarkan seorang wanita gila dan menakutkan, apalagi saat menjadi hantu. Dengan kostum pengantin bergaya Victorian, tentu akan menambah kesan horor hantu-hantu kuno. Adegan penuh asap dengan instrumennya sukses membuat adegan Ricoletti ini adegan horor yang menegangkan. Tapi tentu saja, Sherlock tidak pernah percaya ada hantu. Kasus ini dianggap bukan sebagai kasus hantu yang gentayangan atau pembalasan dendam oleh 'kembaran' yang biasa terjadi di film-film lain. Aksi Sherlock dan Watson membawa episode ini kembali bernuansa misteri kriminal dan drama detektif yang seru. The Abominable Bride menyajikan reka ulang adegan episode-episode Sherlock sebelumnya. Seperti saat Sherlock dan Watson pertama kali bertemu dan pertama kali datang ke 221 Baker Street di episode A Study in Pink (season 1). Tentu saja, latarnya disesuaikan dengan era Victorian. Dan adegan-adegan lainnya yang membuat kita bernostalgia ke season-season lama pendahulunya. Episode ini juga kaya akan naskah yang menggigit, yang menguatkan setiap karakternya. Sherlock yang selalu dihantui dengan Moriarty dibuat begitu kental dalam episode ini. Menariknya, ada adegan di mana dr. Watson membicarakan soal perasaan Sherlock untuk masalah hubungan percintaannya. Adegan obrolan ini cukup lama dan Watson mempertanyakan soal masa lalu Sherlock, mungkinkah spoiler untuk episode di season selanjutnya? Bicara soal spoiler, The Abominable Bride ini memang cukup banyak menyisakan pertanyaan untuk para penontonya. Episode ini menggambarkan kekhawatiran Mycroft baik di masa lalu maupun masa kini terhadap Sherlock. Banyak yang mempertanyakan, ada apa dengan Mycroft di masa datang? Film ini juga membicarakan tentang Moriarty yang sebelumnya sudah mati. Apa yang terjadi dengan musuh bebuyutan Sherlock ini sebenarnya? Sherlock: The Abominable Bride memang sebuah episode menarik yang mengobati rindu para pecinta Sherlock. Akan tetapi, analisa khas Mr. Holmes pada episode ini kurang greget dan terkesan anti klimaks. Saya pribadi mudah menebak apa yang terjadi dengan Ricoletti sebenarnya. Kasus ini, yang digadang-gadang sebagai kasus yang membuat Sherlock sangat tertekan secara mental, menurut dr. Watson di awal cerita, ternyata tidak memenuhi ekspektasi saya. Sang sutradara membuatnya terlalu mudah dan Mary Watson yang menemukan 'kunci penyelesaian kasusnya?' hmmmm... Selain itu, yang sangat disayangkan lagi adalah bagian akhir ketika Moriarty dan Sherlock berkelahi di tepi air terjun. Dengan layar gelap hanya bercahaya di bagian air terjun, memang menegaskan jika scene itu adalah mimpi Sherlock yang ternyata OD karena heroinnya. Namun, scene tersebut berakhir konyol dengan adegan terbang ala Superman yang dilakukan Sherlock. Such a waste... Tapi sekali lagi, Sherlock: The Abominable Bride yang masih dibintangi Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman dan para karakter pendukung lain yang dimunculkan di setiap episodenya, seperti Mrs. Hudson, Lestrade, Molly, Moriarty, Mycroft dan lain sebagainya adalah episode yang sangat dinantikan dan cukup memuaskan. Ditambah kostum, tata rambut, dan tata rias ala Victorian yang keren, membuat saya pribadi menginginkan season bergaya Victoria ini lagi pada episode atau season lain selanjutnya.
  14. Link FR Seoul September 2015

    Hai All, di sini aku cuma mau melampirkan link lengkap tentang catatap perjalananku alias FR ke Korea September 2015 kemarin. Silakan diklik klik Untuk yang mau bikin visa ke Korea Selatan yang katanya susah dan ngeri banget karena banyak penolakan. Cussss ke sini !!! Ini cerita pertama di Seoul. Isinya meliputi review, share pengalaman, budget, itinerary, tips dll. Ada bandara Incheon, tentang guest house murah nyaman kita, Gyeongbokgung Palace, City Hall, Gangnam Area, Kpop Agency, Han River, Banpo Bridge, Hongdae, Itaewon Mosque, sama nonton konser di Seoul Olympic Part. Klik di sini ya!!! Bagian kedua FR ini akan menceritakan tentang semua hal di sekitar Dongdaemun, Myeongdong, Insadong, Namsan Tower dan Nami Island. Banyak tips belanja murah dan aman di Korea. Mampirrrr sini dong yang target borong belanjaan di sana Ini yang terakhir. Cerita tentang jalan-jalan ke SBS tower alias stasiun TV nya Running Man. Ada juga pengalaman belanja *masih aja hehehe* di Stasiun bawah tanah Gangnam yang murah-murah. Visit sini yaaaa...!! terima kasih sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca blog aku. FR tempat lain belum aku compile dan masih berceceran di Topic-topic sana hehehe. Kunjungi FR, movie review, dan tulisan aku lainnya lewat profile aku ya... Much Gratitude