kyoshiro mibu

Members
  • Content count

    83
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

kyoshiro mibu last won the day on January 9 2013

kyoshiro mibu had the most liked content!

2 Followers

About kyoshiro mibu

  • Rank
    Tidak Baru Lagi
  1. Bukit Kasih, Simbol Kerukunan Umat Beragama di Manado

    wah, selain bukit kasih, ada juga bukit doa gan yang terletak di Tomohon, yaah deket-deket lah ama Manado. Apabila anda pernah menonton tayangan Teletubbies dan bisa mendapati kawasan bukit hijau di tayangan itu, maka bukit itu bisa dinikmati di Indonesia. Bukit ini dikenal dengan nama bukit Doa Tomohon. Bukit doa ini terletak di posisi strategis tepat di ketinggian kota Tomohon provinsi Sulawesi Utara. Untuk mencapai lokasi bukit Doa ini, bisa menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki. Kita bakal perlu sedikit tenaga untuk menaiki jalan menanjak mencapai tempat ini, karena lokasi bukit Doa lumayan jauh dari jalan raya yang biasa dilewati kendaraan umum. Rata – rata apabila dari jalan raya hingga ke pintu masuk bukit Doa ini ditempuh dengan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Bukit ini sebenarnya tidak hanya menawarkan wisata alam yang menawan saja, tetapi juga ada khas wisata religius dan sarana berdoa yang tenang bagi umat Kristiani. Tubuh yang kecapekan menanjak naik ke lokasi ini seketika bisa terobati karena suasana alam dan udara di atas bukit yang segar dan menyejukkan. Dari puncak bukit, kita bisa langsung melihat megahnya Gunung Lokon dan hiruk pikuk kota Tomohon. Cocok untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sajian alam ini. Setelah sedikit melepas penat dan lelah usah naik ke atas bukit, perjalanan dilanjut dengan menuruni bukit. Dalam perjalanan ini, kita bisa melihat puluhan pohon pinus dan pohon jati di kanan kiri jalan menurun ini. Tentu saja, aroma segar dan harum dari pepohonan pinus bisa menjadi aroma terapi yang bisa menenangkan jiwa dan tubuh yang lelah ini. Sekitar lima menit perjalanan, kita bakal sampai ke pusat utama bukit doa ini. Disini terdapat sebuah chapel yang megah yang dibangun dengan arsitektur yang unik dan khas rumah ibadah umat Katolik di jaman dahulu, lengkap dengan lonceng gereja yang menghias chapel ini menambah suasana khas religiusnya. Orang biasa menyebutnya dengan Chapel of Mother Mary. Chapel ini terletak di atas lapangan rumput hijau yang sangat luas yang ditumbuhi bunga rumput kecil berwarna kuning diantara warna hijaunya rumput, seoalah – olah ini merupakan sebuah mahakarya lukisan alam. Pengelola membangun jalan kecil dari beton yang mengelilingi lokasi chapel ini. Sengaja memang agar pengunjung tidak menginjak rumput dan bunga rumput yang mengitari chapel ini. Suasana di sekitar chapel ini yang eksotis, cocok untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga. Tak hanya itu, kekhasan suasana ini juga dimanfaatkan beberapa pasangan yang akan menikah untuk mengambil foto pre wedding. Di bagian bagian depan chapel kita bisa melihat sebuah bangunan teater, mirip seperti bagian dalam gedung pertunjukan Gladiator. Bangunan ini memiliki tempat duduk yang melingkar sampai bawah. Di sekitar lokasi chapel juga digunakan oleh sebagian besar pemeluk Nasrani untuk menggelar ibadah Padang dan rekreasi bersama di bawah pepohonan pinus. Tidak jauh dari tempat ini, kita juga bisa mendapati sebuah bangunan yang mirip chapel, namun lebih berbentuk aula. Di bagian pintu masuk depan aula bangunan ini, terdapat gapura alami yang terbuat dari anyaman tanaman yang melingkar unik. Apabila kita berjalan ke belakang aula ini, kita bisa menemukan sebuah gua besar yang dinamakan Gua Maria. Uniknya, di belakang gua mengalir air alami yang memang keluar dari celah – celah batu. Di lokasi ini juga terdapat sebuah patung Maria yang berukuran cukup besar dihiasi dengan aneka tanaman air warna warni, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang datang ke lokasi ini. Tepat berada di depan gua Maria, kita bisa melihat sebuah lorong panjang namun remang – remang. Lorong ini nantinya membawa kita melihat lebih dekat miniatur prosesi jalan Salib Yesus Kristus. Di depan lorong ini, kolam besar menghias lokasi ini dengan air dari pegunungan dan terdapat berbagai jenis ikan air tawar. Lantas sudah berkunjung dan berjalan hingga perut kita keroncongan dan lapar, tidak perlu gusar. Di sekitar areal bukit Doa terdapat beberapa cafe yang tersebar di beberapa titik di lokasi ini, pas untuk pengunjung yang haus dan ingin menikmati makanan kecil sembari menikmati suasana alam di bukit ini. Masuk ke lokasi Bukit Doa ini tidak ada patokan harga tiket masuk. Pengunjung yang datang hanya diminta mengisi biodata dan uang sumbangan pengelolaan lokasi bukit doa. Tentu saja, kawasan wisata bukit Doa ini tak hanya bisa dinikmati umat Kristiani saja, siapapun boleh menikmati suasana wisata di bukit ini.
  2. Serba-serbi Angkutan Umum di Manado

    Lain ladang lain ilalang, lain pula belalangnya. Istilah peribahasa ini tepat menggambarkan kondisi Indonesia yang kaya keanekaragaman. Mulai dari pakaian, budaya, adat, kuliner pun tiap wilayah punya ciri khas masing – masing. Kota Manado di provinsi Sulawesi Utara salah satu wilayah Indonesia yang memiliki banyak keunikan yang berbeda dari daerah – daerah lainnya. Nah, jangankan budaya, angkutan umum atau yang biasa disebut angkot pun tiap berbeda. Di ibu kota provinsi Sulawesi Utara ini, mobil angkot biasa disebut oto mikro. Oto berasal dari penyebutan mobil dalam bahasa Minahasa, sedangkan mikro merupakan kependekan dari mikrolet. Kadang cukup disebut mikro pun, orang – orang Manado sudah bakal paham. Agak berbeda dengan wilayah yang lain yang tiap trayek warna angkotnya berbeda, di Manado warna oto mikro dominan biru, kemana pun tujuannya biru laut menyelimuti angkutan berplat kuning ini. Namun kalau mau menaiki oto mikro ini, kita harus memperhatikan oto ini dengan seksama. Pasalnya, tidak ada kode tiap trayek angkot di kota ini. Untuk mengetahui trayeknya, calon penumpang harus memperhatikan dengan seksama tulisan kecil yang terpampang di kaca depan sisi kiri mobil. Mungkin terlihat sulit ya untuk mencegat oto ini. Tapi pengemudi oto mikro selalu menurunkan kecepatan dan menghampiri orang yang berdiri di tepian jalan serta memberi tanda berhenti tanda mau naik. Tentu saja, ini akan memudahkan kita untuk melihat trayek tujuan kita, bahkan bisa tanya langsung ke pengemudi oto tujuan kita. Untuk tampilan, sepertinya angkot di Manado ini benar – benar mewah, terawat dengan penuh modifikasi. Bagaimana tidak, tidak tanggung – tanggung para pengemudi merombak mobil sedemikian rupa hingga mirip dengan mobil – mobil balap. Mulai dari bawah velg, bemper dan body depan, hingga atap diberi variasi sedemikian rupa hingga serasa mobil pribadi. Tentu kita juga merasa lebih percaya diri karena bakal merasakan sensasi beda dengan angkot biasanya. Masih kurang puas? Atau kalian pingin berjoget atau disko? Nggak perlu bingung cari diskotik, cukup menikmati dentuman musik disko yang diputar di dalam oto mikro. Tentu saja, pengeras suara dengan dominan bass dipasang di beberapa bodi dalam interior mobil, di atap dalam pun juga dipasang. Bahkan, ada beberapa oto mikro yang sengaja dipasang mengarah keluar mobil, sehingga memberi kesan kalau oto seperti ini adalah diskotik berjalan. Hanya dengan dentuman saja sudah jadi disko? Oh tentu tidak kawan. Pengemudi oto mikro yang bergelora muda ini penuh kreatifitas. Di interior dalam oto dipasang lampu warna warni yang menyala. Tidak hanya menyala saja, tapi juga berkedap – kedip, bahkan juga ada lampu putar persis di diskotik yang di pasang di bagian atap di tengah oto mikro ini. Oleh karena itu, nggak perlu diragukan, sensasi diskotik bakal kalian temukan di angkot Manado ini. Meski penuh dengan modifikasi, namun untuk urusan kenyamanan, tetap dinomer satukan. Berbeda dengan angkot umumnya dengan kursi yang menghadap samping dari arah depan mobil, kursi oto mikro didesain menghadap arah depan, lurus dengan arah jalan. Kapasitas kursinya bisa menampung sekitar 9 hingga 10 penumpang, termasuk kursi di samping sang pengemudi. Sangat nyaman dibandingkan kursi samping yang terkadang membuat kita pusing. Nah, saat kita menaiki oto pun, kita akan merasakan kenyamanan sebagai penumpang. Pengemudi oto tidak akan tancap gas sebelum penumpang benar – benar duduk dengan posisi yang nyaman. Begitu pula dengan berhenti, sangat jarang menurunkan penumpang dengan mobil berjalan lirih, maupun jarang terlihat oto menurunkan penumpang di tengah keramaian jalan. Pasti sang pengemudi akan menepikan angkot, dan menurunkan penumpang saat mobil benar – benar berhenti. Satu lagi, untuk berhenti, jangan pernah berkata “berhenti†atau “stopâ€, karena kata itu aneh terdengar untuk berhenti. Istilah turun dengan berkata “kiri bangâ€, seperti yang biasa kita ucapkan di angkutan umum di Jawa itu bahkan sangat asing. Kalau kita mau turun, cukup bilang “Mukaâ€, pengemudi lebih paham dan segera menepikan oto mikronya. Muka dalam bahasa Minahasa artinya depan, maksudnya berhenti di depan. Tapi, kita mungkin perlu berteriak berkataâ€muka†saat ingin turun, kalau oto itu sedang “berdiskoâ€. Selamat mencoba.
  3. Menikmati Deburan Ombak di Danau Tondano

    mahal di tiketnya sih mbak, kalau saya kebetulan emang pernah ditugasin ke manado... wah, saya di sulawesi waktu itu nggak sempet nih makan yang ginian... hehehe...
  4. Makam Tuanku Imam Bonjol

    hehehe... abis bertapa om... yoii
  5. Makam Tuanku Imam Bonjol

    Semua orang pasti mengenal sosok pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol. Namanya sering digunakan sebagai penamaan ruang publik seperti jalan, stadion dan universitas. Bahkan gambar wajah beliau kita lihat dekat apabila kita memiliki pecahan uang lima ribuan. Dari nama beliau Bonjol yang menunjukkan suatu daerah, cara berpakaian beliau juga menunjukkan kalau beliau berasal dari tanah Sumatera. Namun apakah kita tahu, bahwa makam pemilik nama asli ini Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin ini terletak di Pineleng, suatu kawasan di Minahasa, Sulawesi Utara. Untuk menuju tempat ini, kita bisa menggunakan angkutan umum dari pusat Manado hingga masuk desa Lotak kecamatan Pineleng. Perjalanan dari Manado membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Ketika sudah sampai di pinggir jalan raya dekat kawasan makam, wisatawan harus menyusuri jalan setapak berbatu, menurun ke arah sungai. Sebenarnya, Pineleng merupakan kawasan pengasingan Imam Bonjol beserta pejuang lain yang dulu berperan melawan penjajah Belanda melalui perang Padri. Belanda merasa terancam dan membuang jauh pejuang tangguh kita ini ke tanah Minahasa, yang dulu memang tidak banyak orang yang menetap di kawasan ini. Konon menurut warga sekitar, tak banyak aktivitas yang dilakukan beliau saat pengasingan, terutama aktivitas melawan penjajah. Tuanku Imam Bonjol lebih banyak beribadah, berinteraksi dengan masyarakat yang ada, bahkan juga mendirikan masjid dan menyebarkan ajaran agama Islam. Sejak saat itu pula, penduduk asli banyak yang memeluk Islam dan beberapa diantaranya ada juga yang melakukan pernikahan dengan para pengawal Tuanku Imam Bonjol sehingga tumbuh menjadi peradaban masyarakat di Pineleng. Imam Bonjol sendiri banyak menghabiskan waktu untuk shalat. Tempat shalat beliau di sebuah batu besar yang permukaannya rata yang dulu terletak di aliran sungai Malalayang, sekitar 100 meter dari lokasi makam. Kini batu itu dipindahkan warga sekitar dengan dana swadaya untuk menyelamatkan salah satu bukti sejarah pahlawan besar bangsa Indonesia ini, diletakkan 50 meter dari makam dilindungi namun masih diperbolehkan dipakai shalat pengunjung. Di dekat batu tersebut, terdapat sumur yang biasa digunakan untuk mengambil air suci wudhu. Pada batu tersebut, jika diamati secara seksama terdapat gurat bekas dudukan beliau, telapak kaki beliau dan tempat sujud Imam Bonjol. Suasana sejuk dibawah naungan pepohonan yang rimbun serta gemricik air sungai mengalir yang terdengar menghadirkan ketenangan tersendiri, terutama bagi mereka yang menyempatkan shalat di batu ini. Makam Tuanku Imam Bonjol sendiri berada di lingkup bangunan Gadang, bangunan khas Minangkabau Sumatera Barat. Uniknya, kawasan makam ini seakan diselimuti oleh rumah – rumah penduduk sekitar yang khas Minahasa. Di makam ini diletakkan batu nisan marmer bertulisan nama asli beliau beserta gelar Tuanku Imam Bonjol yang melekat kepadanya, serta dituliskan 6 November 1854 sebagai hari beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Tak hanya itu, di dalam bangunan ini juga terdapat sketsa tiga dimensi di salah satu dinding yang melukiskan kegigihan beliau dalam berjuang melawan penjajahan Belanda. Komplek makam ini sebenarnya merupakan tanah warisan dari pengawal Imam Bonjol. Perawatan dan pemeliharaan secara turun temurun dilakukan oleh keluarga keturunan Apollos, salah satu pengawal setia Imam Bonjol. Pemerintah beberapa kali melakukan pemugaran dan renovasi terhadap makam ini dan menjadikannya sebagai objek wisata religi dan sejarah kota. Tak ayal, kawasan ini menjadi salah satu magnet wisata tersendiri bagi kawasan Pineleng ini. Tempatnya yang berada agak menjauh dari keramaian membuat makam ini benar – benar membuat jiwa menjadi tenang. Agaknya, tempat ini memang cocok sebagai tempat peristirahatan terakhir sang pejuang satu ini. Tenang dan damai, terhindar dari hiruk pikuk dan kesemrawutan bangsa.jo
  6. Menikmati Deburan Ombak di Danau Tondano

    Kita pasti sudah hafal, danau terluas di Indonesia adalah danau Toba, ditengah – tengahnya terdapat pulau Samosir. Nah, di Sulawesi Utara, ada danau terluas di provinsi ini. Namanya danau Tondano. Danau Tondano ini terletak di kota Tondano, tepatnya dilingkari dengan jalan provinsi yang menghubungkan antara kota Tondano, kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, kecamatan Tondano Timur serta kecamatan Tondano selatan. Luas danau ini mencapai sekitar 4278 ha dan berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan air laut. Jarak tempuh dari kota Tomohon sekitar 3 kilometer atau apabila kita dari kota Manado, Danau Tondano bisa dicapai setelah menempuh perjalanan 30 kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan darat. Karakteristik danau Tondano bisa dibilang cukup unik. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Gunung Masarang dan Bukit Tampusu, sehingga tentu saja selain kita bakal disuguhi pemandangan ciamik dari deburan ombak kecil air danau, juga bisa menikmati indahnya pesona gunung yang mengitarinya. Dari tepian danau, kita bisa melihat jelas Gunung Kaweng. Tentu bisa ditebak, udara di areal danau Tondano ini sangat sejuk dan bersih, cocok sebagai tempat bersantai keluarga melepas penat dari kebisingan kota. Di tepian danau ini terdapat bangunan yang terbuat dari bambu yang menjorok ke tengah danau, persis seperti dermaga kecil. Tentu sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga di sini sembari menikmati hamparan air danau yang tampak gelap apabila dipandang dari kejauhan. Kalau kamu hobi foto – foto narsis, ini merupakan tempat yang tidak boleh terlewatkan, favorit pokoknya. Atau kalau kamu suka memancing, bisa juga memancing di dermaga kecil ini. Selain memiliki pesona karakteristik yang unik, di danau ini juga terdapat pulau kecil, layaknya Pulau Samosir di Danau Toba. Pulau kecil ini bernama Likri, letaknya di depan desa Tandengan kecamatan Eris, dan Pulau Papalembet. Selain itu, danau ini juga terkenal sebagai penghasil berbagai jenis ikan tawar seperti ikan mujair, pior (kabos), udang kecil – kecil ( orang sekitar menyebutnya payangka wiko), arwana (disebut juga ikan nikesepat siang), tawes, pongkor, bontayan, lobster hitam, gurame (gurami) kupu – kupu serta karper. Danau Tondano memiliki objek wisata yang sangat terkenal yang bernama “Sumaru Endo†Remboken serta Resort Wisata Bukit Pinus apabila kita dari arah Toliang Oki. Serta apabila kita melintas puncak Bukit Lembean di tepian Danau Tondano, kita dapat melihat keindahana Laut Maluku di sebelah timur, persisnya di kawasan Tondano Pante kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa. Masih seperti danau Toba, danau Tondano ini juga mempunyai legenda bagaimana terbentuknya danau ini. Konon, danau ini terbentuk karena letusan dahsyat gunung (kini bernama Kaweng) yang menjulang tinggi di daerah Tondano, karena ada kisah sepasang insan manusia yang melanggar larangan orang tua yang saat itu merupakan penguasa dua wilayah Tondano, untuk tidak menikah selama ayah sang anak itu masih hidup. Namun, karena ada ketertarikan dua insan ini, akhirnya mereka kawin lari (bahasa Minahasa kawin: kaweng). Sebagai akibatnya, maka meletuslah gunung tersebut sehingga terbentuklah Danau Tondano. Di areal danau Tondano sering diadakan pesta nelayan. Dalam pesta nelayan ini, dimeriahkan dengan adanya ratusan perahu bolotu, perahu yang biasa digunakan untuk menangkap ikan, yang dihias warna warni di tengah – tengah danau. Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian pesta ini, seperti lomba dayung, lomba perahu hias, menangkap ikan tanpa alat, hingga parade perahu bolotu. Perayaan ini digelar dengan maksud sebagai rasa syukur mereka terhadap pemberian Tuhan. Menyusuri indahnya danau Tondano dan berkeliling di tepian danau memberi kepuasan tersendiri bagi kalian yang ingin menikmati liburan dengan tenang dan nyaman. Kalau ingin mencoba berlayar, kalian juga bisa menyewa kapal kecil dan menyusuri danau Tondano yang menawan ini.
  7. Jalan-jalan dengan Keunikan Tersendiri di Seluruh Dunia

    hahaha... kali aja pengen coba gitu, trus pergi ker jerman...
  8. Jalan merupakan salah satu hal yang penting dalam kebudayaan manusia. Berkat adanya jalan, manusia bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tentunya Anda tidak akan membayangkan bukan jika semua jalan yang ada di dunia seperti jalan di tengah hutan? Nah, dari sekian banyak jalan di seluruh dunia, terdapat beberapa jalan yang mempunyai keunikan tersendiri. Dari jaan paling lebar, jalan paling sempit ataupun keunikan lainnya. Berikut ini adalah daftarnya. 1. Baldwin Street, New Zealand Gimana rasanya kalau tinggal di kota yang di dalamnya terdapat jalan umum dengan tingkat kecuraman yang tinggi? Kalau ingin mengetahuinya, Anda bisa datang ke Selandia Baru, tepatnya di Baldwin Street di kota Dunedin. Jalan yang satu ini diklaim menjadi jalan residensial tercuram yang ada di dunia. Jalan ini tidak terlalu panjang, yakni hanya 350 meter dengan ketinggian dari 30 meter di atas permukaan laut hingga 100 meter di atas permukaan laut. Dalam catatan rekor Guinnes, tempat ini memiliki tingkat kemiringan sebesar 35 persen. 2. Savoy Court, Inggris. Di Inggris, umumnya semua pengendara diwajibkan untuk menggunakan jalur kiri, seperti di Indonesia. Namun, terdapat satu tempat yang mempunyai pengecualian, yakni Savoy Court. Konon awal mula adanya aturan khusus ini karena pengendara taksi yang merasa kesulitan untuk membuka pintu untuk penumpan dan mengharuskannya untuk keluar dari mobil. 3. The Magic Roundabout (Swindon), Inggris. Di Inggris terdapat banyak bundaran (roundabout), dan salah satunya adalah Magic Roundabout yang ada di kota Swindon. Namun, ada yang berbeda dengan aturan di bundaran ini dibandingkan dengan bundaran lain di Inggris. Jika bundaran lain mengharuskan untuk berjalan sesuai dengan arah jarum jam, maka tidak halnya dengan di bundaran ini. Pengendara harus berjalan melawan jarum jam. Pada tahun 2005, bundaran ini memperoleh penilaian sebagai budaran terburuk dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi. Selanjutnya, pada September 2007, bundaran ini juga disebut sebagai persimpangan paling buruk di dunia oleh sebuah majalah otomotif Inggris. Tak hanya itu, BBC juga melaporkan bahwa berdasarkan sebuah survei, jalan ini masuk dalam salah satu dari 10 persimpangan paling mengerikan di Inggris. 4. Lombard Street, Amerika Serikat Berikutnya, kita jalan ke negeri Paman Sam, tepatnya di San Francisco. Di sini ada sebuah jalan bernama Lombard Street yang terkenal karena tikunganya yang berliku-liku. Bahkan saking banyaknya tikungan di jalan ini, setiap bloknya terdapat delapan tikungan tajam. 5. 9 de Julio Avenue, Argentina 9 de Julio Avenue atau kalau di tempat asalnya, yakni Argentina, disebut Avenida 9 Julio, adalah jalan terlebar yang ada di dunia. Jalan ini berada di ibukota Argentina, Buenos Aires. Saking lebarnya jalan ini, terdapat masing-masing tujuh jalur pada tiap jalan dua arah ini. Rencana pembangunan jalan ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1888 denan nama Ayohuma. Namun karena masalah pembebasan lahan, pembangunan jalan ini tertunda hingga tahun 1935. Dan akhirnya, jalanan ini selesai dibangun secara utuh pada tahun 1980. 6. Road to Giza, Mesir Jalan menuju Giza di Mesir diklaim oleh para peneliti sebagai jalan paling tua yang ada di bumi. Jalan ini dibangun oleh manusia lebih pada tahun 2600 sebelum masehi dengan lebar sebesar 6.5 kaki. Jalan ini menghubungkan wilayah pertambangan di Kairo menuju ke dermaga di Danau Moeris yang terhubung dengan sungai nil. 7. Spreuerhofstraße, Jerman Banyak pihak yang mengklaim bahwa Parliament Street di kota Exeter Inggris sebagai jalan paling sempit di dunia dengan lebar 0.64 pada titik tersempitnya dan 1.22 meter pada bagian paling lebarnya. Namun, ada jalan yang lebih sempit ternyata dibandingkan Parliament Street, yakni sebuah jalan di kota Reutlingen, Jerman yang bernama Spreuerhofstraße (bacanya gimana ya? ). Jalan ini mempunyai lebar sebesar 31 sentimeter hingga 50 sentimeter pada titik terlebarnya. Menurut sejarah, jalan ini dibangun pada tahun 1727 sebagai upaya rekonstruksi ulang kota setelah terjadinya kebakaran besar-besaran yang terjadi pada tahun 1726. 8. Pan-American Highway Jalan Paling panjang di dunia adalah Pan-American Highway yang terbentang sepanjang 48 ribu kilometer. Jalan ini melintasi total 15 negara, di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Peru serta Argentina. 9. Ebenezer Place, Skotlandia Jalan terpanjang di dunia sebesar 48 ribu kilometer, maka jalan terpendek dunia hanya berukuran sejauh 2.06 meter. Dan, saking pendeknya, jalan ini hanya ditinggali oleh satu unit bangunan, tepatnya sebuah hotel bernama Hotel Mackay. Jadi, kita bisa berkeliling jalan ini sebanyak mungkin dalam sehari. Nggak bakal capek dah, .
  9. Pulau Penjara, Alcatraz

    waah, penjara yang legendaris. sering muncul di film. Yang saya suka sih, lupa judulnya, tapi yang pasti, tokoh utamanya sean connery ama nicolas cage... keren tuh film...
  10. Taman Zen, daya tarik lain dari Jepang

    bagus siih... tapi apa nggak ribet ya itu??? itu polanya kan ditulis digaruk dengan bambu. berarti polanya nggak permanen dong. jadinya, kalau kena jejak kaki, rusak, harus bikin lagi... bagi saya sih, terlalu ribet... . Suka dengan poto yang paling bawah
  11. Tips Menghadapi Banjir Saat Liburan di Jakarta

    yang paling penting kalau ngeliat kondisi kek kota jakarta itu sepertinya kondisi jalanan deh. dan, untuk yang satu ini, TMC polda bisa diandelin. akun twitter dari TMC polda mantap, selalu update kondisi jalanan.
  12. Jalan2 ke Kairo

    El Fishway, kayaknya kafe yang menarik tuh... tapi kayaknya kurang friendly ya untuk non perokok. karena nggak ada makanan, jadinya ya gimana gitu ya untuk non perokok
  13. Kebijakan 4-in-1 di Bandung Saat Weekend dan Hari Libur

    hahahah benuuul... tapi mayan tuuuh, nambah lapangan pekerjaan. jokinya nggak satu atau dua lagi... tapi tiga booook... hahahaha...
  14. Beli Sirop buat Es Palubutung di Makassar?

    liat yang ijo-ijo emang selalu bikin segerrrr... hihihihi
  15. belum pernah touring sih. pernah nyoba dua jalur berbeda, juga jalur utara dan jalur selatan, tapi pake kereta... hehehe... dan, sampeknya juga lebih lama jalur selatan. mungkin lebih muter kali ya... btw, nice sharing