redocean

Members
  • Content count

    710
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    6

redocean last won the day on June 21 2015

redocean had the most liked content!

About redocean

  • Rank
    Petualang

Recent Profile Visitors

11,297 profile views
  1. redocean

    Deadpool, bukan superhero?

    Film ini muncul di awal tahun 2016 dan sekarang udah beredar versi blu raynya. Buat yang kemarin nonton di bioskop dan mungkin ada bagian-bagian yang dipotong karena terlalu vulgar, bisa nonton lagi versi lengkapnya Deadpool merupakan karakter milik Marvel yang hak ciptanya dibeli oleh 20th Century Fox yang artinya bergabung bersama teman-temannya di X-Men. Tapi sayangnya, Deadpool masih menolak untuk diajak gabung. Deadpool kayaknya lebih seneng sendiiri dan bahkan menolak disebut sebagai seorang superhero. Kenapa begitu? Deadpool dibintangi oleh Ryan Reynolds yang dulu pernah main Green Lantern. Sosok Deadpool memang diceritakan sebagai anak muda yang suka nnyeleneh dan tukang berontak. Film ini diawali langsung dengan aksi Deadpool yang melawan sekelompok penjahat. Bukan penjahat yang suka ngerampok bank atau kejahatan lain yang merugikan publik, tapo si penjahat ini adalah mereka yang membuat wajah dan tubuh Wade Wilson (Deadpool) hancur berantakan. So, how's the story? Film ini termasuk film superhero yang berbeda. Deadpool sendiri yang menceritakan kisahnya dengan narasi-narasi yang menggelitik. Dia dibuat seolah memang sedang syuting filmnya sendiri dan berbicara pada penonton. Kisahnya juga bukan kisah superhero megah, melainkan kisahnya sendiri yang ingin balas denda. Menurut deadpool, dia memang super tapi bukan superhero. Dan film yang ia buat adalah film tentang kisah percintaan. Deadpool dulunya adalah Wade Wilson, penjahat bayaran yang akan menghajar penjahat yang lebih jahat darinya. Wade jatuh cinta pada seorang gadis penghibur dan kehidupannya berjalan sangat normal. Namun ketika suatu hari Wade didiagnosa mengidap kanker di tubuhnya, Wade menyebut kisahnya menjadi awal kisah horor. Awalnya ia tak ingin pusing dengan kanker yang semakin menggerogotinya. Tapi seseorang datang dan menyebut bisa mengobatinya bahkan mengubahnya menjadi seorang superhero. Demi kekasihnya, Wade pun bersedia. Sebuah laboratorium mencurigakan menjadi tempat yang akan mengubah Wade seutuhnya. Wade dan orang-orang sekarat di sana bukan akan menjadi superhero, tapi mutan yang bisa diperjualbelikan dengan harga yang fantastis. DNA mutan di tubuh Wade bereaksi lebih lama sehingga ia harus merasakan penderitaan yang lebih dahsyat. Ketika DNA mutannya berubah sempurna, bukan hanya sembuh dari kanker, tapi Wade jadi anti peluru dan bisa menumbuhkan bagian tubuhnya yang hilang. Agak jijik sih lihatnya Yap, Deadpool ini termasuk film yang ratingnya R atau dewasa. Adegan-adegan kekerasan yang ada di film ini sangat vulgar sehingga ga aman buat anak-anak. Selain adegan kekerasan, dialognya juga ga pantas buat anak. Banyak mengandung kalimat kasar, nggak sopan kayak sumpah serapah dan kalimat-kalimat kotor lainnya. Untuk adegan seksualitas, memang ada beberapa yang vulgar dan itu sudah di cut kalau anda nonton di bioskop. Film ini kayak film anak labil yang bikin heboh karena dendamnya, kira-kira begitulah. Lucunya lagi, dialog yang ada di sini nyebutin banyak banget film-film Hollywood, termasuk ajakan agar Deadpool bisa gabung bareng X-Men. Desas desusnya sih, nanti Deadpool bakal muncul di film X-men, tapi apakah X-men apocalypse yang akan segera tayang dalam waktu dekat? Hmm let's seee aja. Kalau anda pecinta komiknya Deadpool, mungkin Deadpool adalah film yang ditunggu-tunggu. Tapi buat yang ngebayangin film ini film seperti superhero lainnya, ya memang begitu. Tapi ada keunikan sendiri karena karakter Deadpool yang emang tengil banget. Adegan akhirnya juga nggak grande gitu nggak kayak film superhero lainnya. Jadi, nggak usah ngebayangin film superhero yang keren banget, karena film ini totally buat hiburan aja. Nggak ribet, kisahnya simple, seorang pria yang ingin menyelamatkan kekasihnya yang disandera. Udah gitu aja. :)
  2. Siapa yang sudah menunggu Captain America: Civil War? Sejak dari awal pengumuman produksi film akan dibuat, fans Marvel sudah dibuat penasaran dengan disebutkannya Iron Man di dalam Civil War. Semakin hari, fans kembali dibuat makin penasaran karena pihak produksi juga menyebut Avengers lain, bahkan Spiderman akan ada di film ini. Posternya pun bikin penasaran. Campaign "which side are you on" di social media pun sukses sehingga fans menjawab dengan hashtag #teamIronMan maupun #teamcapt. Tahun ini sepertinya tema superheronya adalah versus, ya. :) Dirilis di Indonesia bersamaan dengan Ada Apa Dengan Cinta 2? ditambah awal bulan dan banyak momen libur panjang, sukses bikin bioskop dibanjiri penonton. Nggak sedikit bioskop yang akhirnya hanya menayangkan 2 film tersebut di semua studionya. Antrean yang nggak kelar-kelar pun bikin susaaah banget dapat tiket, yang nggak buru-buru, selamat deh harus duduk di depan atau pilih jam lain setelahnya yang mana juga udah penuh. Oke sekarang mari kita bahas film Captain America nya itu sendiri. DISCLAIMER: SPOILER ALERT BANGET! Captain America di Civil War ini menurut gue termasuk salah satu must watched superhero movie karena punya story line yang cukup berbeda. Nggak ada karakter super power yang jahat yang ujung-ujungnya bakal dibasmi para superhero. It was totally different! Keren sih. Kalau sudah pada lihat posternya, udah kebayang cerita garis besarnya, toh. Captain America akan melawan Iron Man. Karakter superhero di Avengers pun terbagi menjadi 2 bagian. Semua karena adanya tuntutan dari berbagai negara tentang para Avengers yang sebaiknya di bawah kontrol pemerintah. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya korban tak bersalah dan infrastruktur yang dirusak selama Avengers beraksi. Kalau kata Tony Stark: "Those happened when we, The Avengers, kicked assss!" Main story dari Captain America: Civil War ini sebenarnya adalah pertanyaan gue dari kecil sebagai penikmat film superhero. Dari dulu, dari jaman kecil nonotn Power Rangers dan Ultraman, gue selalu bertanya-tanya, gedung-gedung yang hancur itu ceritanya gimana? Masa pemerintahnya tiap hari punya gedung baru. Terus orang-orangnya pada kemana. Masa nggak ada korban kalau hancurnya ampe segitu banget. Dan Civil War will answer my questions (and maybe yours as well). Tim Avengers pun kebelah jadi dua, di mana Tim Iron Man percaya bahwa memang seharusnya mereka berada di bawah kontrol pemerintah demi tidak memakan korban tak bersalah lebih banyak lagi. Sementara Tim Capt tetap ingin bebas karena jika berada di bawah pemerintahan, mereka akan leluasa menjadikan Avengers sebagai boneka mereka. Ini agak di luar prediksi, karena kalau dilihat dari sifat Iron Man dan Captain Amerika di film-film sebelumnya, yang lebih cocok jadi pembangkang itu Iron Man. Yah, tapi oke ajalah, ini kan filmnya Captain America bukan Avengers, jadi how to make Capt the central character here. Oke, konflik tentang perjanjian kerjasama dengan pemerintah itu cumajadi ground conflict aja, karena ternyata sepanjang film mereka nggak melulu ngomongin soal pejanjian doang. Perjanjian itu jadi akar perbedaan pendapat Avengers untuk kasus lain, yang mana melibatkan teman Steve Rogers (Captain America), Bucky alias Winter Soldier. Bucky tiba-tiba dituduh jadi buronan dan tersangka pemboman yang terjadi di Uganda di mana menewaskan rajanya. Tim Capt percaya, Bucky hanya menjadi kambing hitam karena sebenarnya Bucky sudah tak lagi melakukan hal jahat seperti saat masih menjadi Winter Soldier di bawah pengaruh HYDRA. Karena itu, tim Capt berusaha menyembunyikan Bucky dan memburu pelaku sebenarnya. Karena di sini Bucky nggak pakai masker lagi, dan udah jadi orang baik, auranya lebih keluar, lebih lucu. Dugaan gue bener, pas buka sosmed ada hashtag lagi, #teambucky hahaha. Most famous scene dan juga highlight di film ini ya ketika kedua tim dipertemukan. Dari awal film (dan poster), kita melihat Tim Capt itu ada Sam (yang bisa terbang itu), Wanda (Scarlett Witch), Clint (Hawkeye), Bucky (Winter Soldier). Yang mengejutkan, muncullah si Scott Lang alias Ant Man. Di sisi lain, Tim Iron Man ada Black Widow (sebenarnya dia netral sih), Rhodey (Iron Man yang hitam itu), Vision (kok di sini suka banget gue ama Vision hehehe), Black Panther (Marvel bakal buat film Black Panther ini tahun depan kalau nggak salah. Black Panther ini ternyata anaknya raja Uganda yang tewas saat pemboman), dan ada juga Spiderman (teaser banget buat film Spiderman: Homecoming nanti). Dan yak, karena judulnya Homecoming, Spidey nya juga kembali dbuat seperti apa yang ada di dala komik, masih teenager, pendek, cupu, Welcome Tom Holland. Awalnya skeptis waktu denger Tom Holland meranin Spiderman, karena masih remaja banget. Tapi di Civil War, he rises high anticipation to the audiences. Cant wait! Adegan ini emang dibuat cukup lama untuk memberikan penonton apa yang mereka ingin lihat dari teaser, poster, dan publikasi lain pra-premier. Adegan highlight ini benar-benar membuat penonton sangat senang karena semua jagoan berkumpul dan saling menunjukkan bakat satu sama lain. Tentu saja, bukan Marvel kalau nggak pakai bumbu humor yang makin jadi hiburan menyenangkan di dalam studio. Awalnya gue bakal mikir, kalau mereka tiba-tiba langsung akur terus bantuin Capt nanti judulnya jadi Avengers dong, langsung dijawab sama sutradaranya, karena ya satu sama lain nggak ada yang mau ngalah, akhirnya hanya Steve Rogers dan Bucky yang berangkat ke misi selanjutnya. Adegan selama kurang lebih 5 menit itu pun berakhir dengan beragam feeling: puas juga, lucu juga, tapi sedih juga. Penonton akan kembali dibuat terkesan dengan konflik akhir film ini. Nggak ada karakter super jahat yang jadi villain di Civil War. Tidak sesuai prediksi kalau mereka akan bertarung lagi dengan karakter jahat lainnya. Nyatanya, Capt dan Iron Man akan kembali bertarung karena kisah masa lalu yang kelam terungkap di sini. Karakter penjahat yang diburu mereka hanya seorang biasa yang ingin balas dendam karena keluarganya mati saat Avengers beraksi di film kedua. Ada dialog yang menurut gue itu bagus banget dan merangkum apa yang terjadi di Civil War, yaitu intinya begini, "Saya bukan orang yang punya kekuatan super. Sudah banyak mereka yang lebih kuat dan mencoba melawan Avengers tapi kalah. Hanya dengan membuat mereka saling melawan satu sama lain, membuat mereka lawan yang sepadan." Kesimpulan dari cerita Civil War menurut gue tentang balas dendam. Overall, gue suka jalan ceritanya yang nggak ribet tapi punya emosi yang dalam. Suka juga gimana cara sutradara bangun konfliknya satu per satu sampai punya highlight scene yang emang ditunggu penontonnya. The director knows how to make audience happy with that scene, gitu deh. Karena emang dari awal promosi itu yang ditunggu-tunggu pemirsa, so the hashtag #whichsideareyou bener-bener viral banget setelah mereka nonton film ini. Kalau gue subketif sih, tetep #teamIronMan ajah hahah. Satu hal yang kurang buat gue itu adegan akhir yang kurang bikin greget. Walaupun emang karena mereka sahabatan, jadi sutradara bikin scene yang membuat penonton haru biru plus miris waktu mereka berantem banget. Kalau anaknya baper, rasanya pengen "melerai" mereka hehehe. Tapi buat gue, setelah itu mereka harusnya ada depth talking atau gimana gitu, nggak selesai gitu aja. Dan credit scene yang biasa ditunggu-tunggu para penonton Marvel, kurang bikin penasaran. Biasanya Marvel bakal bikin credit scene yang mengundang rasa penasaran besar buat film selanjutnya. Kalau ini flat aja sih. Atau emang karena sebelum credit scene udah banyak pertanyaan yang bikin gue yakin bakal ada kelanjutannya di film berikutnya. Ya udahlah gitu aja. Reviewnya ala kadarnya banget, ini penulisan dari sudut pandang fans banget sih
  3. redocean

    Review The Danish Girl

    Nggak sabar untuk me-review film ini, karena The Danish Girl sudah gue nantikan kemunculannya sejak cast-nya diumumkan. Tapi memang udah paham banget kalau ini film nggak akan tayang di Indonesia, jadi harus sabar banget meski sudah keluar dari awal tahun 2016. Oke langsung aja. Apa sih The Danish Girl? The Danish Girl ini merupakan film yang menceritakan tentang seorang wanita transgender pertama yang bernama Lili Elbe. Sekarang memang masalah transgender dan LGBT ini semakin memanas bahkan di Indonesia. Nah, film ini adalah film biografi dari seroang pria yang mengganti jenis kelaminnya untuk pertama kali. The Danish Girl dibintangi oleh Eddie Redmayne, aktor pemenang piala Oscars 2015 lewat perannya sebagai Stephen Hawking di The Theory of Everything. Inilah alasan mengapa gue sangat menantikan film ini. Aktor muda yang memulai karir aktingnya dari figuran banget dan kini jadi aktor ngetop dunia. Nggak sia-sia sih, karena memang akting Eddie nggak mengecewakan di sini. Eddie Redmayne memerankan tokoh utamanya, Einen Wegener yang bertransformasi sebagai Lili Elbe. Wajah dan tubuh kecil Eddie ini emang cocok sih buat jadi wanita transgender. Ekspresinya luar biasa gimana dia bisa kasih jiwa untuk seorang Lili. Belum lagi, suaranya yang ngebas banget tiba-tiba bisa jadi soft banget, kualitas aktingnya top banget. Selain Eddie Redmayne, aktris utamanya, Alicia Vikander juga jadi magnet di film ini. Lewat perannya sebagai istri Einen, Gerda, Alicia Vikander sukses mendapat predikat sebagai aktris pendukung wanita terbaik di Oscars 2016 kemarin, keren!! Nggak salah sih, karena Alicia Vikander di sini dapet banget emosinya. Dari seorang painter potrait yang saklek sampai yang free banget. Kesetiaannya sama suaminya bahkan ketika udah jadi wanita, karakter Gerda kuat banget. Satu sisi dia nerima, tapi masih selalu berharap kalau suaminya normal lagi. Orangnya meluap-luap, tapi setelah itu dia sendiri yang minta maaf. Such a cool woman menurut gue! **OOT dari The Danish Girl: gue sih iri banget ama Alicia Vikander ini. Soalnya karakter dia selalu jadi cewek keren kuat gitu dan lawan mainnya bikin mupeng. Ada Henry Cavill sama Armie Hammer di Man From UNCLE, sebelumnya pernah juga main sama Kit Harrington (Games of Throne) judulnya Testament of Youth. *balik ke The Danish Girl* Kalau untuk cerita, ya namanya biografi, pastinya memang menceritakan perjalanan hidup si tokoh. Alurnya maju terus dan kalau gue pribadi agak malu gitu nontonnya hehee. Soalnya, The Danish Girl ini menceritakan bagaimana perasaan seorang pria yang meyakini kalau dirinya itu wanita, perasaan seorang istri yang sangat mencintai suaminya dan ternyata harus menerima kenyataan kalau dia ingin jadi wanita. Jadinya, banyak banget diangkat kehidupan seksualnya. Yang bikin merinding bukan karena banyak adegan vulgar tapi karena kebawa karakter utama, cowo yang pengen banget jadi cewe, itu atuh gimana gitu liatnya Karena film ini juga berlatar tahun 1920-an jadi memang gayanya klasik banget baik dari latar tempat, wardrobe, makeup, dan sebagainya. Nah, yang disayangkan, memang karena ini film yang lebih menonjolkan karakternya, jadi latar tempat nggak terlalu banyak diperlihatkan. Latar ada yang di Copenhagen, Paris, dan juga London. Tapi gue sebagai penonton cukup bingung karena nggak nemu perbedaan setting lokasinya kalau nggak mereka sebutin. Nggak ada suasana yang beda di antara kota-kota tersebut. Overall, film yang disutradarai oleh Tom Hooper ini emang worthed sih masuk nominasi berbagai penghargaan film berkualitas dunia. Pemain pendukungnya juga cukup oke dan duh ini lagi-lagi jadi ajang pembuktian kedua aktor utama kalau mereka layak masuk sebagai jajaran artis berkualitas list A dunia.
  4. Moviegoers pasti hafal dengan istilah semacam sekuel, prekuel, remake, reboot, spinoff, dan crossover bukan? Dalam film, istilah ini memang banyak digunakan untuk menentukan secara umum cerita yang diangkat dan biasanya menjadi identitas yang menempel pada judul. Sebenarnya, apa saja maksud dari masin-masing istilah tersebut dan apa yang membedakannya? 1. Sekuel Untuk istilah ini paling sering didengar dan digunakan. Sekuel merupakan kelanjutan dari cerita film yang sudah pernah tayang. Dalam kasus ini, biasanya pihak produksi sudah menargetkan akan ada sekuel berikutnya sejak film pertama tayang, meskipun ada juga yang baru membuat sekuelnya setelah melihat kesuksesan pasar dan animo penonton. Beberapa contoh dari film sekuel antara lain adalah Divergent series, seperti Divergent, Insurgent, Alegiant. Atau Iron Man 1, 2, dan 3. Untuk penyebutannya, Iron Man 2 berarti sekuel pertama dari iron man, bukan sekuel kedua dari iron man. Iron Man 3 berarti, sekuel kedua dan Iron Man, dan seterusnya. 2. Prekuel Istilah lain yang mulai marak sekitar satu dekade ini adalah prekuel. Cukup banyak film yang membuat prekuel entah itu memang karena sudah dipersiapkan sebelumnya, atau karena melihat kesuksesan yang terjadi. Prekuel adalah cerita yang terjadi sebelum film pertama diluncurkan. Misalnya pada The Hobbit series. The Hobbit adalah film prekuel dari Lord of the Rings. Lord of the Rings memiliki peran utama Frodo Baggins (Elijah Wood) yang merupakan keponakan dari Bilbo Baggins (Martin Freeman). LOTR tayang lebih dulu menyusul kemudian The Hobbit, padahal seting waktu pada kisahnya lebih dulu The Hobbit. Atau yang akan datang adalah Fantastic Beast and Where to Find Them yang merupakan prekuel dari Harry Potter. Namun ada juga yang mengartikan jika prekuel bisa saja ditayangkan lebih dulu dari cerita setelahnya namun tetap berseting waktu sebelumnya. 3. Remake dan Reboot Banyak yang bingung dengan arti remake dan reboot. Perbedaannya juga sering kali terlihat samar, begitu juga penjelasannya. Remake dan Reboot belakangan ini makin banyak dan marak dibuat pihak produksi film. Alasannya biasanya ingin mendulang kesuksesan dari film aslinya karena biasanya, film yang diremake atau direboot adalah film-film franchise yang sudah memiliki basis fans yang cukup besar dan sukses. Mari kita lihat perbedaan dari remake dan reboot ini. Remake merupakan pembuatan film ulang yang tidak mengubah jalan cerita aslinya. Film remake ini hanya memperbaharui film tanpa harus mengubah atau merombak sepenuhnya alur cerita. Ada juga remake yang memperbaharui teknologi pembuatan filmnya. Misalnya pada film Godzila yang kemudian diremake dengan teknologi CGI. sehingga film akan lebih modern, tapi dengan jalan cerita yang sama. Sedangkan untuk reboot sendiri adalah film yang dibuat ulang dengan merombak sebagian atau seluruhnya cerita asli. Reboot ini biasanya hanya mengambil judulnya saja dan kemudian mengubah jalan cerita semau tim produksi. Contoh dari film reboot ini adalah Fantastic Four, Robocop, The Amazing Spiderman, dan lain sebagainya. Film reboot biasanya akan menggunakan aktor baru dan jalan cerita yang baru. Meski terlihat lebih segar, namun nggak jarang fans dari film aslinya kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. 4. Spin off Sementara untuk spin off adalah film yang mengambil salah satu karakter yang populer dari sebuah film. Pada spin off, karakter tersebut akan diceritakan sendiri dengan kisahnya. Contoh film spinoff adalah Wolverin yang diambil dari X-Men atau Minions dari Despicable Me. Film spin off ini juga menarik karena penonton menyukai karakter populer tersebut. 5. Crossover Dan yang juga disukai penonton adalah film Crossover. Crossover biasanya merupakan gabungan antara karakter-karakter dari film yang berbeda. Film crossover akan mempertemukan karakter populer dalam satu film dengan jalan cerita yang baru atau yang digabungkan. Film crossover contohnya adalah The Avengers yang mempertemukan berbagai karakter Marvel, ada juga Suicide Squad dari DC, atau Captain America: Civil War di mana ada Iron Man dan Spiderman di sana. Atau yang lagi hangat adalah crossover antara MIB (Men in Black) dan 23 Jump Street. Film crossover ini akan berjudul MIB 23. Channing Tatum dan Jonah Hill akan kembali sebagai dua karakter utama Jump Street, sementara MIB akan mengundang pemain baru mengingat Will Smith yang tak akan kembali lagi untuk MIB.
  5. Waktu kita melakukan traveling, pernah nggak sih kita merasa ada yang kelupaan atau bahkan dilupakan sama sekali. Kita mengabaikan beberapa hal berikut ini yang mana padahal ada gunanya juga jika kita bisa melakukan atau mempersiapkannya. Karena tidak engeh alias aware sama hal-hal tersebut, yang ada malah jadi benar-benar terabaikan. Nggak jarang, kita akan merasa agak menyesal setelahnya. Hmm apaan sih ya? Hahahah. Nah, coba dicek hal-hal berikut ini benar nggak termasuk yang nggak kamu pedulikan saat jalan-jalan tapi kalau bikin kamu agak menyesal waktu kamu sadar kalau saja kamu melakukannya... Check them out! 1. Menghabiskan Koin di Negeri Tujuan Ini bisa terjadi kalau jalan2nya keluar negeri. Ketika kita tukar uang di Indonesia, uang yang kita terima rapih utuh berupa uang kertas semua. Tapi ketika transaksi terjadi di negara tujuan, duit mulai terpecah belah dan banyak koin-koin. Kalau gue pribadi sih, agak malesin ngitung uang pake koin yang biasanya bernilai sen atau kecil itu. Makanya, nggak heran kalau koin itu makin lama makin numpuk karena nggak dikeluarin lagi saat transaksi. Yang ada malah nambah setiap kali belanja ada kembaliannya. Waktu mau pulang, kadang cuek aja sama koin-koin itu. Padahal, ketika kembali ke Indonesia, money changer nggak ada yang mau terima uang koin Pilihannya, ya buat koleksi pribadi atau bisa juga buat dijadikan oleh-oleh ke sahabat lho. Ada yang suka ngumpulin koin kan sebagai hobinya. Nah, buat kamu yang nggak suka ngumpulin koin, mending abisin deh di negeri koin tersebut berlaku. 2. Cari Tahu Colokan di Negeri Orang Kasus ini bisa saja bikin kita mati gaya banget di negeri orang. Colokan listrik, sepele sih makanya sering kita abaikan. Colokan listrik di setiap negara berbeda-beda. Colokan berlobang 2 bulet kayak di Indonesia ini sama kayak di beberapa negara di Eropa dan juga Korea. Kalau di Malaysia dan Singapura kakinya tiga panjang. Sementara di Amerika 2 panjang tapi miring, ini paling ribet menurut gue. Nah, masalah colokan ini bisa jadi nggak terpikirkan sama kita. Pada beberapa negara yang kaki tiga, ini masih bisa disiasati. Kita tetap bisa menyambungkan listrik ke perangkat kita dengan 'sedikit' usaha. Ada baiknya, kita emang punya yang namanya travel adaptor. Alat ini kecil, ringan, tapi punya peranan yang penting banget. Nggak perlu khawatir lagi apakah kita bisa ngecash kamera atau hp di negara tujuan. Beli di Indonesia aja biar lebih tahu harganya dibanding beli di negeri orang yang bisa membengkakkan budget jalan2. 3. Mencatat oleh-oleh Hal lain yang sering kita abaikan atau nggak kita engehin adalah mencatat daftar nama yang akan dikasih oleh-oleh. Yang ini cewe biasanya sensitif banget. Serba salah, pengennya nggak ngasih tapi nggak enak. Mau ngasih tapi biasanya malah besaran budget oleh-oleh sama biaya hidupnya ahahah. Pas di Indonesia, suka mikir "Ah nggak usahlah dia mah." atau "ah paling gue cuma kasih keluarga inti aja." Skenario yang bisa terjadi antara lain, pas di sana berubah pikiran karena laper mata. Pengen kasih si A, B, C, dan sebagainya. Atau pas balik dari jalan2 agak nyesel karena nggak bawa oleh-oleh dan ditagih orangnya. Atau situasi bingung bisa terjadi waktu kita di pasar oleh-oleh yang jadi ribet sendiri siapa yang sudah dibeliin oleh-oleh dan siapa yang belum. Dibeliin apa-apanya juga bingung. Nggak ada salahnya sih kita mencatat aja orang-orang yang akan menjadi calon penerima oleh-oleh. Paling nggak kita tahu ada berapa orang dan bisa meminimalisasi rasa nggak enak atau bahkan bengkaknya budget. Karena memang malah kalau nggak dicatat jadinya kalap 4. Tongsis Belakangan kayaknya jarang banget turis yang nggak bawa tongsis. Kalau belum jalan mikirnya juga males bawa berat dan nggak suka foto. Tapi pernah nggak ngerasa agak nyesel pas di lokasi wisata dan semuanya mendukung buat mengambil foto pakai tongsis? Ini item yang kayaknya hukumnya udah hampir wajib dibawa sih. Apalagi yang suka pakai go pro kan.
  6. Baru sempet nonton film bagus ini nih. Judulnya The Intern dan yang main si cantik Anne Hathaway. Film ini merupakan film jenis drama komedi yang punya makna cukup mendalam. Setidaknya, ada beberapa pesan moral yang saya dapat. Sebelum saya bahas pelajaran apa saja yang bisa saya petik dari film ini, saya coba dulu ulas sedikit tentang film ini. Oya, agak spoiler sih tapi ini film udah rilis cukup lama jadi nggak apa ya. The Intern merupakan film yang dibintangi oleh Anne Hathaway, Robert De Niro, Rene Russo, dan sejumlah artis lainnya. Film ini disutradarai oleh Nancy Meyers yang juga merupakan penulis dan produser sederet film-film drama romantias. Ia pernah menggarap It's Complicated pada tahun 2009, The Holiday pada tahun 2006, dan lain sebagainya. The Intern menceritakan tentang seorang kakek 70 tahun bernama Ben (Robert De Niro) yang memasuki lagi dunia kerja. Ben merupakan pensiunan sales dan marketing di sebuah percetakan. Di usia senjanya, ia adalah duda yang masih memiliki jiwa muda. Ben suka berolahraga dan jalan-jalan atau mencari kesibukan lain. Suatu hari, Ben menemukan sebuah informasi lowongan pekerjaan dalam program senio internship atau magang bagi para pensiunan di perusahaan startup yang bergerak di bidang fashion. Ben tak menyangka jika ia bisa kembali ke lingkungan kerja. Sebagai seorang yang sudah tua, ia harus bisa beradaptasi dengan orang-orang baru yang jauh lebih muda dengan gaya kerja yang sangat berbeda dari zamannya dulu. Di perusahaan e-commerce fashion itulah, ia bertemu dengan Jules (Anne Hathaway). Jules adalah CEO dari perusahaan tersebut. Ia adalah wanita yang cantik, tegas, dan pekerja keras. Namun ternyata, ia memiliki masalah di kehidupan rumah tangganya. Ben yang bekerja langsung di bawah Jules pun mengetahui banyak kepribadian Jules dan akhirnya berteman. Bagaimana Ben membantu Jules sebagai seorang magang di perusahaan startup-nya? Bagaimana dengan kehidupan Jules sebagai CEO wanita dan sekaligus seorang istri dan ibu? Awalnya, film ini memang berjalan fokus menceritakan bagaimana Ben dan kesehariannya sebagai seorang magang. Namun konfliknya berubah menjadi konflik asmara antara Jules dan suaminya. Sebenarnya, menurut saya pribadi, saya suka jika film ini terus menceritakan kehidupan seorang senior yang magang. Tapi di sisi lain akan terasa klise dengan film-film remaja yang berkisah sebagai anak baru dalam suatu grup sosial. Karena itulah, mungkin penulis mengubah alur dan konfliknya menjadi seperti ini. Beruntungnya, baik De Niro maupun Jules berhasil membawakan karakter mereka (seperti biasanya) sehingga membuat The Intern tetap menarik untuk diikuti. Sebagai film komedi, film ini cukup menghibur dengan selera humor ala kakek-kakek. Tidak terlalu lucu, tidak terlalu vulgar, tapi asyik untuk dinikmati. Apalagi, seorang kakek yang harus beradaptasi dengan alat-alat teknologi terkini adalah hal yang biasa kita temukan di kehidupan kita. Dialog humor yang menyebut berbagai perusahaan berbasis online pun banyak ditemukan di sini. Seperti yang saya bicarakan di atas, saya ingin mengambil beberapa pelajaran dari film ini. 1. Belajar membangun startup Film ini mengangkat tentang CEO wanita yang membangun perusahaan fashion dan baru berumu 2-3 tahun atau masih startup. Nggak mudah, karena meski memiliki banyak inovasi dan lainnya, harus juga ditunjang oleh kemampuan profesional yang matang. CEO juga masih harus banyak belajar. Yang menariknya lagi, film ini benar-benar menggambarkan suasana kerja yang sangat homey dan bisa menjadi inspirasi untuk kita semua. 2. Jadi CEO (terutama wanita) nggak gampang Film ini dengan jelas mengangkat masalah feminisme dengan Jules sebagai tokoh utamanya. Menjadi CEO wanita muda berprestasi tak lantas membuatnya bahagia. Ia harus berusaha menyeimbangkan statusnya sebagai istri dan ibu di rumah. Mengontrol emosi, membagi waktu, bukan hal yang mudah. 3. Tak pernah ada kata pensiun Nggak ada kata pensiun bagi semua orang. Meski sudah tua, apa pun bisa dilakukan agar tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas. Ben membuktikan jika selama ada keinginan belajar, attitude yang baik, dan pengalaman masa muda yang tidak membuatnya sombong bisa membuat usia senjanya tetap produktif dan terasa nikmat dijalani.
  7. redocean

    Alasan Mengapa Semua Ingin ke Eropa

    Pernah punya mimpi jalan-jalan ke Eropa? Sudah terkabulkah mimpi itu? Eropa emang jadi magnet yang besar banget buat dikunjungi. Jalan-jalan ke Eropa kayak sebuah pencapaian tersendiri untuk mereka yang mengidolakan benua indah itu. Dengan banyaknya negara yang beragam suasana, budaya, dan keindahannya, Eropa nggak akan pernah habis untuk diimpi-impikan. Sayangnya, ke Eropa nggak segampang ke negeri tetangga. Biaya perjalanan dengan pesawat yang mahal, biaya hidup yang mahal, dan juga visa yang lumayan susah jadi kendalanya. Nggak heran, banyak yang cari cara gratis seperti melalui beasiswa belajar ke Eropa atau melalui pekerjaan yang bisa membawa seseorang ke sana. Sebenarnya, kenapa sih pada pengen ke Eropa? Menurut saya, ini beberapa alasan yang membuat semua orang ingin terbang ke sana. 1. Pengaruh Film dan Media Pertama, yang pastinya karena pengaruh film dan media massa yang mengangkat gambaran tentang Eropa. Dari sanalah dibangun sebuah image kecantikan Eropa dari berbagai sisi yang membuat kita tergiur untuk menginjakkan kaki di sana. Sering kita melihat lokasi syuting film di berbagai kota di negara-negara Eropa. Dari Inggris, Barcelona, Paris, dan lain sebagainya. Keindahan lokasi yang ditampilkan tentu akan membuat kita sangat ingin berkunjung ke sejumlah tempat di Eropa, bahkan semuanya. 2. Nuansa historikal Dari media masaa juga kita pelajari bagaimana Eropa memiliki sejarah yang panjang dan memang sudah besar sejak dulu. Banyak tokoh-tokoh dunia yang berasal dari Eropa dan sejarahnya dikenal luas ke berbagai penjuru negara. Karena itulah, kita juga jadi termotivasi ingin melihat sendiri saksi bisu kisah-kisah besar, keren, mengharukan, menggugah itu. Cerita kebesaran kerajaan Roma hingga kisah cinta picisan Romeo dan Julietnya adalah secuil contoh daya tarik Eropa. Belum lagi kebesaran kerajaan Inggris dari mulai Elizabeth hingga Kate Middleton. Dan berbagai cerita lainnya. 3. Arsitektur Arsitektur bangunan di Eropa nggak pernah gagal bikin saya terpesona. Klasik, vintage, tapi keren dan canggih. Banyak yang masih mempertahankan model-model kuno kayak gothic atau victorian style tapi tetep keren dengan kesan misterius antik. Selain itu, gaya yang lebih modern juga punya ciri khas dan selalu menarik perhatian. Buat saya, bangunan-bangunan bergaya Eropa emang selalu keren. 4. Kota-kota besar Siapa yang nggak tahu Inggris? Paris? Roma? dan lain sebagainya. Kota-kota besar di dunia ada di Eropa. Seolah tak akan pernah habis ide perjalanan kita untuk menyusuri kota-kota besar di Eropa ini. Di sana, kita bisa menemukan suasana yang berbeda-beda sehingga tak akan membosankan. Tata kotanya juga keren-keren. Tentunya kita tahu gimana terkenalnya sungai kota yang bisa kita jelajahi di tengah kota kayak di Venice. Atau bunga-bunga yang hampir memenuhi semua sudut bangunan di Colmar. Kota besar tapi rapi, bersih, cantik, anggun, romantis. 5. Keindahan alam Ke desa-desanya atau pinggr kota, kita akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang sangat keren. Coba ingat-ingat sederet film yang berlatar pegunungan, pantai, salju di Eropa. Kita nggak akan berhenti berdecak kagum dan selalu ngiler untuk bisa datang ke sana, iya, kan? 6. Orang-orang (bahasa dan budaya) Selain pemandangan alam dan kotanya, Eropa juga sangat menarik untuk dikunjungi karena orang-orangnya. Banyak kita mendengar cerita bagaimana budaya orang-orang yang tinggal di Eropa. Dari mulai keteraturannya, disiplinnya, dan lain sebagainya. Atau, bila kamu memang pecinta bahasa-bahasa di Eropa, di sini kamu bisa merasakan betapa indahnya bahasa di sana. Meski semua rata-rata bisa berbahasa Inggris, tapi berbeda-beda aksennya. Bahasa asli mereka juga bikin lidah kita geregetan karena enak didengar telinga. 7. Makanan Lalu tentunya untuk pecinta kuliner. Eropa punya banyak sekali menu yang bisa dicicipi. Salah satu yang paling terkenal memang di Italia. Masakan Italia mungkin sudah akrab di lidah orang kita, tapi bagaimana sensasinya kalau makan langsung di sana ya? 8. Fashion Eropa, seperti Paris dan Inggris menjadi pusatnya mode dunia. Brand-brand fashion dan kosmetik ternama lahir dari Eropa. Di sana juga dikenal murahnya (relatif). Nggak heran banyak banget yang ngeborong belanjaan sepulangnya dari Eropa.
  8. redocean

    Film yang Wajib Ditunggu di Tahun 2016

    wah ini sih anaknya fantasi action banget ya mas? hhehehe penasaran juga, slengean banget gitu karakternya JGL mode: on
  9. Hello movie goers, siapa yang nggak sabar sama film-film yang akan dirilis di tahun 2016 ini? Buat yang doyan banget nonton film Hollywood di tahun 2016, ini dia nih, film yang wajib diantisipasi di tahun ini. Banyak bangettt!!! Film Sekuel / Seri Pertama, gue akan buat daftarnya berdasarkan film yang menjadi sekuel atau merupakan film serial dari film-film yang pernah dirilis di tahun-tahun lalu. Ini dia daftarnya: - Captain America: Civil War Oke, tahun ini memang akan menjadi tahun Marvel (atau memang setiap tahunnya ya tahun Marvel hehee) Captain America bakal kembali hadir lagi dan yang ini disebut-sebut akan menjadi film terbaik Marvel. Masih dibintangi oleh Chris Evans, Captain America: Civil War punya banyak superhero Marvel yang dimunculkan. Yang pertama, Iron Man aka Tony Stark yang diperankan Robert Downey Jr. Robert punya 2 kontrak film lagi sama Marvel, salah satunya Captain America: Civil War ini dan lainnya adalah Avengers ketiga. Jadi, buat fans berat Iron Man, wajib banget nonton ini karena Iron Man sendiri sudah tamat ceritanya. Selain Robert Downey Jr atau Iron Man, Captain America: Civil War juga akan memperkenalkan Spiderman baru (yeayyy finally Spidey in the genks!!) Akhirnya kan, Spidey pulang kampung ke Marvel setelah Sony akhirnya sepakat mau kerja bareng Marvel untuk Spidey. Dan sebelum film solonya nanti, Spidey bakal muncul dulu di Civil War. Spidey yang baru ini akan diperankan oleh Tom Holland (In the Heart of Sea), masih muda, masih remaja. Penasaran nggak sama Peter Parker semuda ini? Sebelumnya kan nggak pernah tuh Parker semuda ini. Oya, Ray Sahetapy juga akan main lho di Captain America: Civil War ini. Well then, patut ditunggu! - X-Men: Apocalypse Yang ini buat pecinta X-Men, not me sebenarnya. X-Men bakal balik lagi dan film ini juga makan banyak budget buat pembuatannya. Waktu itu sempet baca kalau Gambit bakal dimunculkan di sini sebelum film solonya yang mau dimainkan Channing Tatum keluar nantinya. X-Men: Apocalypse katanya akan menjadi film terakhirnya Hugh Jackman sebagai wolverine dan juga Jennifer Lawrence sebagai Mystique. - Finding Dory Yeay, akhirnya Disney membawa kembali petualangan Nemo! Buat anak 90an yang kangen sama animasi fenomenal Finding Nemo, nanti bakal ada Finding Dory yang layak diantisipasi. Finding Dory akan menceritakan seekor ikan yang terlupakan dan Nemo akan membantunya menemukan ibu Dory. Dory diisi suaranya oleh Ellen DeGeneres, MC yang populer banget di Amerika. - Star Trek Cukup sukses dengan Star Trek Into Darkness di tahun 2013, film ini balik lagi dengan judul Star Trek Beyond. Kalau dulu ada Benedict Cumberbatch, sekarang kayaknya nggak ada. Tapi tenang, ada Chris Pine dan masih bersama Zoe Saldana. Film ini sudah beberapa kali merilis foto-foto di balik layar pembuatannya dan juga lokasi atau desain pesawat canggih yang akan digunakan. - Allegiant Sebenarnya buku serial Divergent ini trilogi, tapi di film, akan dibuat menjadi 4 bagian, dan Allegiant adalah bagian ketiganya. Film ini saya cukup nantikan secara pribadi, karena saya suka banget sama Divergent, tapi kecewa dengan Insurgent. Semoga aja, Allegiant bisa mengembalikan nyawanya Divergent. Masih dibintangi oleh Theo James dan juga Shailene Woodley :) - Independence Day: Resurgance Setelah lama banget dinantikan, Independence Day 2 akhirnya akan segera dirilis nih. Film ini akan dibintangi oleh Jeff Goldblum, Bill Pullman, dan juga Liam Hemsworth. Tapi, nggak ada lagi Will Smith di film keduanya ini. Banyak foto foto di balik layar pembuatannya yang sudah disebarkan di media sosial, begitu juga dengan footage dari para pemainnya. - Kung Fu Panda 3 Film animasi lain yang wajib banget ditonton adalah Kung Fu Panda 3. Bagi yang udah liat trailernya pasti penasaran karena sepertinya akan kocak banget. Di film ketiga ini, Panda akan bertemu dengan ayah kandungnya dan kampung panda yang baru pertama kali dia lihat. Untuk mempertahankan kampungnya itu, ia akan mengajarkan kungfu ke semua saudara dan teman-temannya. New Comer Dan berikut ini merupakan daftar film pendatang baru yang digadang-gadang akan menjadi film box office selanjutnya. Batman v Superman: Dawn of Justice Film baru yang sudah ramai diperbincangkan sejak pengumuman perdana rencana pembuatannya, Batman v Superman. Dua jagoan DC ini akan dipertemukan dalam satu layar dan akan berselisih di sana. Untuk pemeran Superman, masih dibintangi oleh Henry Cavill. Sedangkan untuk Batman akan diperankan oleh Ben Affleck untuk pertama kalinya. Di film ini juga akan diperkenalkan Wonder Woman yang akan merilis film solo. Wonder Woman akan diperankan oleh Gal Gadot (Fast and Furious) Suicide Squad Selain akan menjadi tahunnya Marvel, tahun ini juga akan menjadi tahunnya DC atau mungkin tahun battle antara Marvel dan DC. Suicide Squad adalah film yang akan mengumpulkan para penjahat yang muncul di film-film DC. Di sini akan ada Joker (Jared Leto), Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Enchantress (Cara Delevigne), Captain Boomerang (Jai Courtney), dan lain sebagainya. Sinopsis dari Suicide Squad ini adalah para penjahat yang diberi kesempatan keringanan hukuman oleh pemerintah untuk menuntaskan kasus. Tapi baru merilis posternya, sudah banyak yang menyangsikan film ini. Mungkin yang bikin penasaran satu-satunya adalah akting pemenang Oscar, Jared Leto sebagai Joker nanti. - Deadpool Nah film jagoan baru yang akan muncul di tahun 2016 adalah Deadpool dari Marvel. Deadpool ini akan menjadi film komedi action yang diperankan oleh Ryan Reynolds. Karena punya karakter komedik, Ryan sendiri sering memberi bocoran di akun twitter pribadinya. Teaser yang dirilis juga menunjukkan film ini akan banyak memiliki adegan komikal yang lucu. - Ghostbusters Yeay! Ghostbusters akan dibuat ulang tapi yang ini berbeda. Bukan seperti Ghostbusters sebelumnya, Ghostbusters yang ini akan diisi oleh para wanita-wanita lucu. Ghostbusters versi all female ini dibintangi oleh Melissa McCarthy dan Kristen Wiig. Di film ini juga akan kedatangan cameo dari cast asli Ghostbusters seperti Bill Murray. Menariknya, ada Chris Hemsworth juga di film komedi yang banyak diantisipasi tahun ini. - Doctor Strange Siapa fans berat Benedict Cumberbatch? Setelah kembali lewat serial Sherlock di BBC 1 Januari 2016 kemarin, Benedict juga akan merilis Doctor Strange yang menandakan dirinya adalah keluarga baru di Marvel. Foto-foto syutingnya di Nepal dan London sudah bertebaran dan membuat para Cumberb*tches nggak sabaran. Film ini juga akan dibintangi Rachel McAdams sebagai pemeran utama wanitanya. - Fantastic Beasts and Where to Find Them Nah, kalau yang ini untuk fansnya JK Rowling dan Harry Potter. Film yang disebut-sebut sebagai prekuel dari serial Harry Potter ini akan dirilis tahun depan dan menandakan JK Rowling sebagai penulis naskah untuk pertama kalinya. Film ini akan dibintangi aktor Oscars, Eddie Redmayne sebagai Newt. - Snowden Penggemar Joseph Gordon Levitt mana suaranya? JGL sebentar lagi akan muncul di film biografi Edward Snowden dan mengangkat kisah nyata tentang pembocora rahasia CIA. Film ini harusnya dirilis pada akhir 2015 lalu tapi diundur dan sepertinya nggak akan lama lagi perilisannya. Selain sederet film di atas, beberapa film lain yang keren juga akan dirilis di tahun 2016 ini. Misalnya, ada London Has Fallen, Alice in the Wonderland 2, Teenage Mutant NInja Turtles 2, The Jungle Book, The Huntsman, Hail Caesar!, dan masih banyak lagi. Yang paling saya nantikan sebenarnya adalah The Danish Girl, tapi nggak saya sebutkan karena nggak yakin tayang di Indonesia. Film ini menceritakan tentang wanita transgender pertama di dunia. Yang paling saya tunggu adalah penampilan Eddie Redmayne, si aktor terbaik Oscars tahun lalu. Harusnya nggak lama lagi sih dirilisnya. Oya, aktris utamanya Alicia Vikander yang juga favorit saya Mana film yang paling anda tunggu?
  10. Self/less, film di tahun 2015 ini memang bukan termasuk ke dalam film box office yang mentereng di bioskop-bioskop Indonesia. Tapi film ini ternyata tidak terlalu buruk untuk ditonton. Baru kemarin nonton film ini dan cukup bisa direkomendasikan. Self/less adalah film yang dibintangi oleh Ryan Reynolds (Green Lantern, RIPD, Deadpool). Film ini menceritakan tentang seorang pria kaya raya bernama Damian Hale (Ben Kingsley) yang sekarat karena penyakit kanker yang dideritanya. Ia pun memiliki satu-satunya harapan untuk hidup dengan metode shedding dari sebuah perusahaan yang dijalankan Albright (Matthew Goode). Shedding, merupakan metode fiksi ilmiah yang memindahkan jiwa dan pikiran seseorang ke tubuh orang lain yang masih sehat. Damian menyetujui metode ilegal ini dan memindahkan jiwanya ke tubuh Ryan Reynolds. Ia pun memulai hidup baru dan dikenal sebagai Edward. Namun alur cerita berubah menegangkan ketika Edward selalu mendapat penglihatan yang asing baginya. Rasa penasarannya menuntun pada penguakan kasus kejahatan yang ternyata dilakukan oleh perusahaan Albright. Edward baru mengetahui jika tubuh yang digunakannya bukan tubuh yang dikembangkan dari lab sendiri, melainkan tubuh orang lain. Edward terjebak dalam situasi yang tak menguntungkannya. Ia bertemu dengan keluarga pemilik tubuh yang ia gunakan, serta fakta lain yang membuatnya tak bisa kabur begitu saja. Bagaimana Damian menjalani hidup barunya itu? Self/less disutradarai oleh Tarsem Singh yang cukup dikenal dengan caranya membuat alur berbelit-belit. Ide transfer jiwa ke tubuh yang sehat untuk menghindari kematian merupakan ide yang menarik untuk sebuah film. Di awal film ini, penonton akan diajak melihat kehidupan Damian yang dilimpahi kekayaan besar. Tapi kemudian, film berubah menjadi sebuah film action yang punya kekurangan dan kelebihan menurut saya. Ketika adegan kejar-kejaran dan tembak-tembakkan terjadi, awalnya, agak terasa aneh karena kurang menikmati bagaimana rasanya hidup dengan tubuh yang berbeda, baru tapi dengan jiwa dan pikiran yang sama. Awalnya saya berekspektasi ini akan menjadi sebuah film drama yang santai, tapi bermakna. Tapi nyatanya tidak. Film langsung menegangkan dan menjadi misteri yang cukup membingungkan. Ada penguakan fakta tentang siapa tubuh yang digunakan Damian, kemudian tentang siapa saja yang pernah melakukan metode shedding tersebut. Cukup baik untuk mengurai kekusutan yang ternyata terjadi. Eksekusi adegan laga juga cukup baik dan pas. Kalau untuk soal akting, para pemain yang terlibat di film ini sih sudah tidak diragukan lagi. Ada pemenang Oscar Ben Kingsley dan ada Ryan Reynolds yang banyak membintangi film drama action. Tapi sayangnya, Self/less belum membuat saya benar-benar merasakan sensasi action yang sangat menegangkan. Film memang agak tanggung dalam menggambarkan ketegangannya. Di bagian penyelesaian konfliknya pun mudah ditebak atau terlalu sederhana sehingga kurang greget. Tapi untungnya, ada scene lain yang lebih penting dari scene perkelahian di lab saja. Ada penyelesaian dari karakter Damian terhadap anaknya, Claire. Kemudian penyelesaian untuk mengembalikan tubuh Ryan Reynolds ke keluarga aslinya. Tanpa kehilangan pesan moralnya, film ini punya bagian akhir yang menyentuh. Tambahan: Film ini cocok sih untuk yang suka film fiksi ilmiah yang dibalut action. Fiksi ilmiahnya cukup dapet meskipun tidak secanggih fiksi ilmiahnya Christopher Nolan atau Ridley Scott soal luar angkasa The Martian. Film ini hanya bertema fiksi ilmiah namun penjabarannya masih kurang detail. Tapi idenya keren dan layak untuk ditonton. Self/less juga jadi film rekomendasi jika temen-temen fansnya Ryan Reynolds kayak saya hehe. Ryan Reynolds juga merilis film lain di tahun 2015 kemarin, satu lainnya berjudul The Voices. Emang sih cast nya bagus-bagus, dia main bareng Anna Kendrick dan juga Gemma Arterton, tapi menurut saya, film yang satunya itu nggak banget, aneh. Karena itulah, Self/less jadi film yang lumayan oke buat para penggemar Ryan. Bonusnya, Ryan Reynolds cakep sama badannya oke di sini hehehe. Well, siapa tahu film ini cocok untuk anda. Selamat menonton.
  11. Menghadirkan film kedua dari sebuah film trilogi bukanlah hal yang mudah. Film harus bisa menjadi penyambung cerita di film pertama dan menciptakan rasa penasaran penonton akan film ketiga nantinya. Wes Ball cukup baik menjawab tantangan tersebut lewat Maze Runner: Scorch Trials. Film kedua ini dibuka dengan adegan akhir di film pertama, Maze Runner. Para Gladers, Thomas (Dylan O'Brien) dan kawan-kawannya tiba di sebuah markas misterius. Janson (Aidan Gillen) merupakan pemimpin markas misterius yang ternyata masih bagian dari WCKD tersebut. Fakta mengejutkan diketahui para Gladers. Mereka bertemu dengan remaja lain yang berasal dari labirin yang berbeda. The Glade, bukan satu-satunya labirin yang diciptakan WCKD, perusahaan yang menjadi musuh mereka, setidaknya itu yang mereka pahami. Petualangan para Gladers berlanjut lebih seru dengan adanya petunjuk dari seorang anak bernama Aris (Jacob Lofland). Kabur dari markas aneh tersebut adalah hal paling tepat menurut Thomas. Bersama Teresa (Kaya Scodelario), Newt (Thomas Sangster), Minho (Ki Hong Lee), mereka pun menembus pertahanan markas dan melarikan diri. Scorch Trials merupakan film yang melelahkan, melebihi Maze Runner. Film padat dengan aksi berlarian dan menyembunyikan diri yang menegangkan. Tak ada tempat untuk bersembunyi, karena sejauh mata memandang, hanya ada hamparan gurun pasir yang tandus dan kota mati berpenghuni zombi. Ya, zombi dimunculkan dalam film ini untuk menggambarkan distopia, kehancuran masa depan yang menjadi pangkal ketakutan manusia di sini. Anak-anak dikirim untuk menjalani tes demi mencari penawar virus mematikan tersebut. Misteri dalam Maze Runner sedikit demi sedikit terkuak. Dengan durasi lebih dari 2 jam, Scorch Trials memang menyuguhkan adegan-adegan mendebarkan. Petualangan Thomas dan kawan-kawannya mencari Right Arms, kelompok protagonis yang diyakini bisa melindungi mereka, merupakan petualangan yang panjang, menegangkan, dan menakutkan. Plot cerita adalah sebuah ujian panjang dan menukik yang seolah tanpa ada akhirnya. Penokohan pun dibangun solid oleh Wes dan para pemainnya. Semua aktor bisa menerjemahkan karakter mereka masing-masing dengan baik sehingga emosi satu sama lainnya begitu terasa. Scorch Trials kehadiran banyak tokoh dan karakter baru. Meski agak disayangkan karena mengurangi sedikit peran penting para tokoh utama di Gladers, seperti Newt dan Minho, namun Scorch Trials tetap menjadi suguhan film remaja dewasa yang seru dan komplit. Memang terdapat kelemahan pada beberapa adegan dan dialognya. Penonton bisa menebak kemana plot akan berjalan, apa yang akan terjadi pada tokohnya, dan konflik apa yang nantinya akan dimunculkan. Namun eksekusi ide cerita yang merupakan kesatuan antara konsep dan teknik sinematografi, lengkap dengan musik latarnya, menjadikan film ini salah satu film distopia terbaik tahun ini. Film yang diangkat dari novel karya James Dashner ini juga bicara tentang arti persahabatan. Adegan pertarungan antara Right Arms dan WCKD yang intens di akhir adalah klimaks yang keren sekaligus perih dan menyedihkan karena diwarnai kehilangan dan pengkhianatan. Ending film menjadi penutup sekuel yang menggemaskan untuk menanti seri ketiga trilogi ini.
  12. Pernah mendengar tentang tragedi maut di gunung Everest pada tahun 1996? Tragedi tersebut pun sudah dituang dalam banyak buku dan film dokumenter, dan yang terbaru, Everest menghadirkan pengalaman menonton film dari kisah nyata ini tampak begitu nyata. Sebagaimana yang kita tahu, Everest merupakan puncak gunung tertinggi di dunia yang terletak di wilayah Nepal. Berada di ketinggian 8,848 meter di atas permukaan laut dan menjadi puncak dari pegunungan Himalaya menjadikan Everest tampak begitu perkasa. Kebesaran Everest menjadi sebuah mimpi besar bagi para pendaki gunung dan petualang ekstrim di belahan dunia mana pun. Banyak orang dari berbagai negara datang untuk mencoba mendaki gunung Everest ini. Yang paling populer adalah rombongan pendaki di tahun 1996. Rombongan yang terdiri sekitar 20 an orang pendaki ini harus mengalami kejadian paling menantang dalam hidup mereka di Everest. Di tahun tersebut, rombongan ekspedisi datang dan berusaha menaklukan Everest. Bukan hal yang mudah, karena pendakian ini akan banyak tantangan ekstremnya. Mulai dari medan yang sulit, bersalju, suhu yang sangat dingin, hinngga oksigen yang sangat tipis. Film ini menceritakan tentang Rob Hall yang diperankan oleh Jason Clarke. Rob merupakan ketua tim ekspedisi yang disebut dengan Adventures Consultant. Banyak pendaki yang sudah lama ikut dengannya, tapi banyak juga yang masih baru. Beberapa orang dalam tim Rob yang diceriatakan dalam film ini, antara lain Beck Weather (Josh Brolin), Doug Hansen (John Hawkes), Jon Krakauer (Michael Kelly), dan juga Andy Harold Harris (Martin Henderson). Selain tim Rob, ada 2 tim lain yang bersama-sama menuju puncak Everest, dan salah satunya adalah tim yang dipimpin oleh Scott Fischer yang diperankan Jake Gyllenhaal. Masih banyak pemain dalam film ini, seperti Keira Knightley sebagai Jan Arnold (istri Rob Hall), Robin Wright sebagai Peach Weathers (istri Beck), Sam Harrington sebagai Guy Cotter dan Emily Watson sebagai Helen Wilton. Untuk mendaki Gunung Everest, Rob dan semuanya mempersiapkan diri berbulan-bulan. Berbagai rintangan dihadapi, seperti membangun jembatan sendiri, menghadapi badai salju, reruntuhan batu, dan lain sebagainya. Sambil membaca cuaca, mereka berusaha sampai di puncak pada 10 Mei 1996 dan harus segera turun karena cuaca yang buruk. Beberapa pendaki berhasil mencapai ke puncak gunung Everest di waktu yang tepat. Meski pun begitu, banyak yang gagal karena cuaca yang ekstrem, kehabisan oksigen, dan kondisi fisik yang lemah. Permasalahannya justru lebih parah ketika mereka mulai turun dari puncak. Rob Hall sendiri harus kembali ke puncak karena sahabatnya, Doug yang terlambat karena kelelahan. Saat turun, Rob dan Doug terlambat karena badai yang mulai memburuk. Harold juga kembali untuk memberikan Rob bantuan oksigen. Sementara itu, yang lain pun berjuang menuju camp. Scott Fischer tak mampu melawan kondisi fisiknya yang lemah. Beckl Weathers tak bisa melihat karena pernah operasi mata beberapa tahun silam, pendaki wanita asal Jepang juga kelelahan, dan semua kehabisan oksigen. Film ini disutradarai oleh Baltasar Kormakur dan diadaptasi dari buku yang ditulis Beck Weathers. Beck selamat namun harus kehilangan kedua tangan dan hidungnya. Selain dari buku Beck yang berjudul Left For Dead tersebut, Kormakur juga mendengarkan rekaman saat kejadian. Banyak buku yang sudah menulis tentang kejadian film ini dan yang paling laris adalah yang ditulis oleh seorang jurnalis, Jon Krakauer, yang ikut dalam tim Rob Hall. Namun buku-buku tersebut tidak mengambil rekaman sebagai datanya. Banyak para pendaki dan keluarganya lebih memilih melupakan peristiwa itu dan lanjut menjalani kehidupan yang ada. Namun sutradara Everest, beberapa saksi yang masih hidup, dan juga istri dan anak Rob Hall mendengarkan kembali rekaman percakapan antara Rob dan kru di camp dan dengan Jan, istrinya di rumah. Film ini punya visualisasi yang sangat bagus sehingga kita seolah benar-benar melihat gunung Everest sebenar-benarnya. Film penuh ketegangan namun dengan alur cerita yang sederhana. Rating di IMDB dan Rotten Tomatoes juga bagus, yakni mencapai lebih dari 70-an. Silakan ditonton dan mencoba merasakan peristiwa mendebarkan tersebut.
  13. redocean

    Rekomendasi TV Series Barat

    hahahah iya iya zombie... namanya juga walking dead ya, orang mati yang masih jalan2 wanjer enak banget. itu warnet yang jual apa gimana? duh makin banyak list nya.. kok saya jarang denger ya judul2 ini
  14. redocean

    Review Insurgent, Sekuelnya Divergent

    genre genre dystopian gitu deh.. seru nggak menurut masnya?
  15. Bicara tentang dua perfilman dunia, kita tentu tahu selain Hollywood, Bollywood juga terkenal. Bollywood merupakan gabungan dari kata Bombai dan Hollywood. Bombai sendiri menjadi kota pusat perfilman India. Istilah Bollywood mulai dikenal pada tahun 1970an. Film India saat itu sangat unggul dan menjadi yang terbesar di dunia. Namun banyak pihak yang menolak kata Bollywood itu sendiri karena pada awalnya tidak ada hubungannya dengan Hollywood. Bollywood sendiri pada tahun 90an sempat menduduki masa keemasan di bidang film drama komedi romantisnya. Saat itu, banyak stasiun TV yang menayangkan film india. Bintang-bintangnya pun jadi idola di Indonesia. Ya kurang lebih sama sih sama kondisi sekarang di mana masyarakat Indonesia 'demam' lagi sama aktor India. Dulu, pasti inget sama nama-nama aktor seperti Shah Rukh Khan, Salman Khan, Amir Khan, Sanjay Dutr, Amitabachan, dan lain sebagainya. Di wanita juga ada Kajol, Rekha, Maduri Dixit, dan lain lain deh. Karena dulu belum populer yang namanya media sosial, cara berkomunikasi antar fansnya juga cukup ngangenin, yaitu sahabat pena. Anak-anak 80 dan 90an suka banget sama yang namanya langganan tabloid. Dari tabloidlah, berita-berita dan info tentang idolanya diketahui. Bukan cuma tentang idola, tapi juga tentang penggemar lainnya. Ada rubrik penggemar dan kita bisa saling berkirim surat. Aih seru banget kan? Kenalan lewat surat, ngerumpiin artis lewat surat, jatuh cinta juga lewat surat.. manissssssnya... Oke, kembali ke soal Bollywood. Film india punya sejumlah ciri khas yang rasanya nggak kumplit atau nggak kerasa indianya kalau nggak ada hal-hal berikut ini. - Lagu India Lagu India yang pop atau non soundtrack mungkin tidak akrab di telinga kita, tapi kalau sudah urusan soundtrack, wah banyak banget yang dengerin. Film india nggak sah kalau nggak ada lagunya. Lagu-lagu yang diselipin di antara plot cerita emang jadi ciri khas banget. Mau dibilang norak atau apa pun, tapi ya begitulah ciri khas India. Nggak ada lagu di film itu rasanya hambar banget. Nah, lagu india ini membuat durasi film jadi panjang. Dulu pernah ada dosen saya yang melakukan penelitian tentang film india dan mengatakan bahwa kenapa durasi film india itu lama-lama. Jadi, orang-orang india susah banget dapat hiburan selain dari menonton film. Mereka yang berpenghasilan rendah bisa dengan mudah nonton film karena termasuk murah. Karena film adalah hiburan yang sangat penting, maka itu mereka suka berlama-lama nonton film. Mereka akan melupakan semua urusan seperti urusan pajak yang bikin pusing ketika mereka nonton. Karena itu, durasi yang panjang sangat disukai oleh masyarakat India. Mereka bisa dapat cerita sekaligus lagu di dalam satu film. - Tari India Nggak sah kalau di film India nggak ada tariannya. Lagu-lagu di dalam film pasti ada scene tarian. Bukan cuma aktor utamanya, tapi sering kali diikutsertakan juga puluhan bahkan ratusan orang yang menari. Di India, banyak berdiri sekolah akting, banyak banget yang pengen jadi aktor. Mereka bukan hanya belajar tentang seni peran, tapi juga soal menyanyi dan menari. Ya meski pun saat bermain film kebanyakan bukan mereka penyanyinya, tapi tetap mereka mempelajarinya. Soal menari, semua aktor atau aktris India pasti jago menari. Dalam sebuah program TV yang pernah saya saksikan belum lama, rata-rata orang India menjadikan Shah Rukh Khan sebagai role model mereka dalam urusan berakting. Hampir semua bercita-cita ingin menjadi seperti Shah Rukh Khan :) - Hujan Entah kenapa, apa pun filmnya, apa pun genrenya, selalu ada adegan menari di tengah hujan. Mungkin definisi romantis, syahdu bagi film india adalah hujan dan taman yang penuh dengan bunga-bunga atau pohon. Rata-rata lokasi padang hijau selalu dijadikan untuk adegan menari di film india. hehe nggak heran kalau banyak yang ngeledek setiap ada hujan atau bunga-bunga bawaannya ingin nari aja kayak di film india. But anyway nggak ada salahnya untuk coba menonton beberapa film India paling populer sepanjang masa berikut ini. Film India memang menurut saya unggul untuk genre dramanya. Banyak adegan yang 'lebay' tapi tetap menarik buat ditonton. Dan berikut ini daftar film india paling populer yang wajib anda tonton, bahkan jika anda bukan penggemar film india sekali pun. Check check baby check! - Kuch Kuch Hota Hai Ini film wajib banget ditonton. Film India paling ngehits setau saya. Kuch Kuch Hota Hai adalah film yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan, Kajol, Rani Mukerji, dan juga Salman Khan. Film ini merupakan film drama komedi romantis yang ngocol sekaligus menguras air mata (tsssaah). Dulu pertama kali nonton ini masih SD (hahah tontonan anak SD begini amat). Saat itu nggak tahu gimana kok ya udah ngerti dan itu nangis banget di bagian-bagian yang memang harus ditangisi Kuch Kuch Hota Hai bercerita tentang sepasang sahabat yang berpisah dan kembali dipertemukan. Rahul Kana (Shah Rukh Khan) bersahabat dengan Anjali Sharma (Kajol) sejak masa kuliah. Namun karakter Kajol yang tomboy membuat Rahul nggak pernah menganggap Anjali sebagai wanita. Rahul jatuh cinta pada Tina (Rani Mukerji) hingga menikah dan punya anak. Tapi karena patah hati, Anjali pergi dan mengubah dirinya menjadi seorang wanita yang feminim. Rahul dan Kajol kembali dipertemukan setelah anak Rahul mengetahui cerita antara Anjali dan ayahnya yang ditulis oleh Tina yang telah meninggal. Film ini adalah film yang lengkap banget. Mulai dari para pemainnya yang populer-populer banget di masa mereka, jalan ceritanya, humornya, lagu-lagunya, pokoknya semua pas. Soundtrack dari Kuch Kuch Hota Hai ini ngehits semua bahkan sampai sekarang. Film yang masih sering banget diputer ini juga nggak ngebosenin sih. Kita bisa ngerasain rasanya kejebak di friendzone, kemudian patah hati, dan CLBK di usia yang nggak lagi muda. Intinya film ini mungkin adalah 'Kalau Jodoh nggak kemana' hihi. Film ini dirilis pada tahun 1998. - Kabhi Kushi Kabhie Gham Sering disebut sebagai Kuch Kuch Hota Hai kedua karena mengembalikan duo Rahul dan Anjali alias Shah Rukh Khan dan Kajol, Kabhi Kushi Kabhie Gham adalah film favorit saya. Film ini bagus banget dari banyak sudut pandang. Mulai dari plot ceritanya, pemainnya, fashionnya, lagu-lagunya, dan juga nilainya. Kabhi Kushi Kabhie Gham adalah film keluarga yang mengharu biru. Film ini lebih menyek alias lebih menyayat hati sih dari Kuch Kuch Hota Hai hehe. Shah Rukh Khan kembali memerankan nama Rahul di sini dan begitu juga dengan Kajol yang kembali menjadi Anjali di sini. Rahul adalah anak angkat dari keluarga kaya dan terhormat, keluarga Yas Raichand (Amitabh Bachchan). Ia jatuh cinta oleh perempuan biasa bernama Anjali. Pernikahan mereka ditentang Yas sampai membuat keluarga mereka yang tadinya bahagia menjadi penuh kesedihan. Rahul pindah ke London bersama istri dan juga adik iparnya, Pooja Sharma (Kareena Kapoor). Bersatunya keluarga mereka tak lepas dari bantuan adik Rahul yang bernama Rohan (Hrithik Roshan). Perjalanan panjang kisah keluarga Yash ini menarik untuk diikuti. Dari daftar pemainnya saja sudah sangat bikin penasaran. Ya dulu juga Hrithik Roshan terkenal banget. Gabung sama SRK jadi makin pengen nonton. Begitu juga dengan Kareena Kapoor. Film ini selain banyak sedihnya, banyak juga ketawanya. Unsur komedi di film ini pas banget deh. Yang menarik lainnya juga soal fashionnya. Baju yang dipakai di sini bagus-bagus. Waktu pertama kali muncul di tahun 2001 di mana masih awalnya masa milenium. Warna yang dominan warna perak dan juga emas. Dan di film Kabhi Kushi Kabhie Gham ini kelihatan banget 'kekiniannya'. Bahkan sampai sekarang yang masih sering diputer, kostum dalam film ini masih sangat menarik :) Selain dua film ini, sebenarnya masih ada beberapa film india lama yang wajib ditonton. Mungkin buat yang suka film yang cast nya rame, bisa nonton Mohabattein. Yang main masih Shah Rukh Khan dan juga Aiswara Ray tapi banyak pemain pendukung lainnya. Ceritanya juga tentang pasangan yang nggak dapet restu dari bapaknya. Yang bikin menarik karena ada 3 pasangan muda lain yang sama-sama kuat mendukung cerita. Dan untuk film india yang agak baru yang wajib ditonton adalah sebagai berikut. - PK (PeeKay) Film yang ini fresh banget. Film baru tahun ini yang langsung ngehits karena ceritanya beda banget sama cerita pada umumnya film india. PK juga ngehits karena punya nilai moral yang tinggi. Film ini dibintangi oleh Aamir Khan sebagai P.K dan Anushka Sharma sebagai Jagat Janani. Film ini adalah film fantasi di mana seorang alien nyasar ke bumi dan harus beradaptasi dengan manusia yang punya banyak keyakinan. PK belajar mencari Tuhan agar dirinya bisa kembali ke dunia asalnya. Di perjalanannya dalam mencari Tuhan inilah, banyak nilai-nilai yang bisa dipetik untuk kehidupan sosial dan beragama kita sehari-hari. PK mendapat respon yang sangat bagus dari para kritikus film. Di Rotten Tomatoes, film yang dirilis pada tahun 2014 ini dapat nilai 86%. Banyak analogi yang menarik. Film ini punya banyak nilai penting tapi dikemas dengan sangat ringan sehingga film menjadi sangat menghibur. Kita juga bisa melihat akting Aamin Khan yang pas banget memerankan karakter alien. Kita juga bisa mendapat banyak sentilan soal kehidupan beragama di sini. Jadi buat yang belum nonton atau ogah nonton film india karena mikirnya film india cuma bisa joget-joget, coba nonton PK ini deh. Recommended banget! - My Name is Khan Film India lain yang bagus dan bukan cuma joget doang yaitu My Name is Khan. Film ini menurut saya sangat punya misi. Dibintangi Shah Rukh Khan dan Kajol (lagi.. yeay!), My Name is Khan bercerita tentang kehidupan umat muslim di Amerika pasca tragedi 11 September. Khan adalah seorang pria muslim yang terbelakang mental. Setelah tragedi 11 September, kehidupannya berubah. Anak Khan dibully hingga tewas karena punya darah muslim. Khan harus meyakinkan semua orang di dunia bahwa dirinya bukanlah teroris. Khan seolah mewakili muslim lainnya bahwa tidak semua orang Islam adalah teroris. Film yang dirilis tahun 2010 ini sangat menyentuh. Ini salah satu film india terbaik dan menambah daftar panjang kesuksesan Shah Rukh Khan di dunia film internasional. - 3 Idiots Sebelum sukses dengan film PK, Aamir Khan dan sutradara Rajkumar Hirani sukses dengan film 3 Idiots. Film ini dirilis pada tahun 2009 dan memberikan pesan yang mendalam juga soal kesuksesan seseorang. Bagaimana seseorang harus hidup berdasarkan passionnya, seseorang yang harus berpikir di luar kebiasaan, memiliki banyak ide dan tidak terjebak pada peraturan2 yang baku. Film ini mengajarkan tentang kebebasan berkreasi dengan gaya yang sangat menghibur. Aamir Khan sebagai Rancho, Sharman Joshi sebagai Raju, dan R. Madhavan sebagai Farhan adalah 3 idiot yang diceritakan. Ditambah kehadiran Kareena Kapoor, film ini menjadi semakin seru dan menarik. Rancho merupakan seorang pria yang misterius. Ia tak pernah diketahui latar belakangnya namun selalu memiliki jalan pikir yang unik. Ia sangat cerdas dan bisa menyelesaikan banyak masalah dengan cara yang berbeda. Raju adalah pria tampan namun sangat miskin. Keluarganya hidup dalam potret kemiskinan dan kesengsaraan. Bahkan diceritakan, potret keluarga miskin dan mengenaskan di film-film adalah potret keluarga Raju. Sementara Farhan adalah pria yang sangat mahir dalam bidang fotografi. Namun ayahnya tak setuju jika ia hanya menjadi seorang fotografer. Keterpaksaan mengikuti perintah ayahnya untuk menjadi sarjana teknik membuatnya bertemu dengan Raju dan Rancho ini. Selama kuliah inilah adegan-adegan lucu dan mengesankan terjadi. Raju dan Farhan belajar dari Rancho untuk hidup sesuai dengan keinginan mereka. Life with passion, sepertinya itulah inti cerita film 3 Idiots ini. Yap, itu daftar film India favorit saya, mana film india favorit anda?