vie asano

Members
  • Content count

    1,358
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    58

vie asano last won the day on January 29 2017

vie asano had the most liked content!

About vie asano

  • Rank
    Petualang Sejati
  • Birthday April 23

Profile Information

  • Gender
    Female
  • Location
    Everywhere
  • Interests
    Membaca, crafting, kulineran, dan travelling di dunia maya :D

    Secara khusus tertarik sama Jepang, mulai dari negaranya, budaya, bahasa, musik, dll dsb. Yg hobi Jepang2an juga, feel free to chit chat with me.. ^_^

Contact Methods

  • Website URL
    https://www.instagram.com/vieasano/

Recent Profile Visitors

14,493 profile views
  1. Klo buat orang Gorontalo dan sekitarnya, mungkin biaya ke Pulo Cinta akan jauh lebih murah dibanding ke Maldives, mod Jadi, kapan mau kesana mas? #Eh
  2. Kalau menyebut kata “pantai berpasir putih”, “cottage dengan pemandangan laut lepas”, “cottage dengan pantai pribadi”, “laut biru jernih”, dan “destinasi bulan madu”, biasanya orang akan langsung terbayang pada suasana Maladewa. Ya, Maldives, atau versi Indonesia-nya disebut Maladewa, memang termasuk salah satu destinasi bulan madu populer di dunia. Pesonanya yang kuat sanggup membuat wisatawan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, datang berkunjung kesana. Padahal, secara geografis, Maladewa termasuk sulit dijangkau. Kalian harus beberapa kali naik kendaraan, apalagi jika tujuan kalian adalah resort-resort private yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat carter. Belum lagi biaya sewa cottage-nya, yang mungkin harga per-malam-nya bisa setara dengan gaji sebulan. Dengan kata lain, liburan ke Maladewa itu bisa menguras tabungan kalian hingga ke titik terendah. Tapi tunggu, jangan sedih dulu. Buat kalian yang bercita-cita mencicipi liburan ala Maladewa tapi budget-nya hanya cukup sampai Malangbong saja, jangan dulu sedih. Ternyata, di Indonesia pun bertabur spot-spot yang kerap dianggap sebagai “Maladewa-nya Indonesia”. Jika budget kalian belum mencukupi untuk main ke Maladewa, coba lirik beberapa spot keren berikut ini. Siapa tahu ada yang lokasinya lebih terjangkau dari daerah kalian, dan budget-nya lebih ramah kantong dibanding memaksakan diri untuk terbang ke Maladewa. * * * * * 1. Mari Mulai Dengan Pulo Cinta, Primadona Wisata Baru di Gorontalo Pulo Cinta Eco Resort, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook Deskripsi Umum Pernah mendengar nama Pulo Cinta? Atau setidaknya mungkin kalian pernah melihat gambar sebuah kompleks cottage di tengah laut, yang masing-masing cottage-nya dihubungkan dengan jalan setapak berbentuk hati. Yes, itulah Pulo Cinta. Pulo Cinta merupakan sebutan untuk sebuah kompleks eco resort yang berada di wilayah Gorontalo. Dalam waktu beberapa tahun terakhir, resort ini memang mencuri perhatian banyak traveller sekaligus honeymooners karena konsepnya yang unik. Pulo Cinta ini dirancang terletak di tengah laut, mengelilingi pulau pasir kecil berbentuk hati, dan memiliki jalan setapak dengan bentuk hati pula. Hmm, dengan penjelasan singkat itu saja kalian mungkin sudah bisa menebak kenapa pulau ini laris manis bagi honeymooners, kan? Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook Daya Tarik Pulo Cinta Tentu saja daya tarik Pulo Cinta ini lebih dari sekedar bentuknya yang mengikuti bentuk hati saja. Secara konsep, Pulo Cinta ini juga menarik karena menawarkan konsep eco resort. Sebagai contoh, listrik di resort ini dihasilkan oleh solar panel. Resort Pulo Cinta ini juga memiliki unit-unit yang dirancang dengan konsep ala rumah tradisional, sehingga udaranya tetap terasa sejuk sekalipun tanpa penyejuk udara. Selain itu, Pulo Cinta juga menarik karena memiliki suasana ala Maladewa. Unit cottage di tengah lautan biru, ditambah dengan banyaknya aktifitas air yang bisa kalian lakukan disini – mulai dari diving, snorkeling, dan lain-lain – membuat Pulo Cinta ini kerap disebut sebagai Maladewa-nya Indonesia. Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook Akomodasi Pulo Cinta ini memiliki 15 cottage dengan besaran luas yang berbeda-beda, mulai dari villa 1 kamar tidur, hingga villa 3 kamar tidur seluas 212 meter persegi. Harga sewa per-malam-nya bisa berbeda-beda. Namun rata-rata unit cottage di Pulo Cinta ini dapat disewa mulai dari 3 jutaan hingga 5 jutaan per-malam. Jauh lebih terjangkau dibanding pergi ke Maladewa kan? Pulo Cinta, via Pulo Cinta Eco Resort/facebook Cara Menuju ke Pulo Cinta Jika berangkat dari Jakarta, kalian bisa naik pesawat dengan tujuan Gorontalo. Setelah mendarat, kalian harus naik mobil selama kurang lebih 2 jam menuju Boalemo Regency, dilanjutkan dengan naik perahu selama 25 menit menuju Pulo Cinta. * * * * * 2. Masih di Indonesia Timur, Ada Pantai Ora yang Siap Membius Para Pendamba Maladewa Resort di Pantai Ora, via inspirasimagz Deskripsi Singkat Pantai Ora termasuk salah satu destinasi wisata di Indonesia yang kerap disandingkan dengan Maladewa. Pantai yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, ini memang memiliki hal-hal yang mengingatkan orang akan Maladewa. Sebut saja pantainya yang berpasir putih, dengan suasana lautan tenang yang membentang di sekitarnya. Karenanya, nggak heran kalau pantai ini kerap dilirik oleh mereka yang ingin mencicipi suasana ala Maladewa versi Indonesia. Pantai Ora, via exoticorabeach Daya Tarik Pantai Ora Selain memiliki pantai berpasir putih dan lautan yang biru jernih, laut di sekitar Pantai Ora ini memiliki kekayaan alam bawah laut yang luar biasa. Terumbu karang dan biota lautnya menjadi sebuah sihir yang bisa memikat wisatawan untuk jauh-jauh datang ke Maluku dan mengunjungi Pantai Ora. Saking kayanya biota laut di Pantai Ora, kalian nggak perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmatinya. Cukup menyelam 2-3 meter saja segala pesona laut Pantai Ora sudah bisa kalian kecap. Asyik kan? Tak hanya memiliki laut yang cantik, di Pantai Ora juga terdapat beberapa obyek wisata lain. Misalnya saja Taman Nasional Manusela. Selain itu kalian juga dapat melakukan aktifitas island hopping dengan mengunjungi beberapa pulau kecil di sekitar Pantai Ora. Jadi, nggak perlu takut mati gaya deh selama di Pantai Ora! Ora Beach Resort, via exoticorabeach Akomodasi di Pantai Ora Di Pantai Ora, ada sebuah resort yang menawarkan suasana ala Maladewa, yaitu Ora Beach Eco Resort. Resort ini memiliki cottage-cottage yang dirancang berdiri di atas laut. Harga sewanya dihitung per-orang, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena jumlah cottage-nya sangat terbatas, ada baiknya kalian langsung menghubungi pihak Ora Beach Eco Resort jika ingin menginap disana. Ora Beach Eco Resort, via exoticorabeach Cara Menuju Pantai Ora Cara paling mudah menuju Pantai Ora adalah dengan lebih dulu mengakses Ambon. Setelahnya kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Hulnara, Tuleho, dilanjutkan dengan naik kapal feri menuju pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Dari Pelabuhan Amahai, kalian dapat menyewa kendaraan menuju Desa Saleman (kira-kira 2,5 jam) hingga tiba di pelabuhan, dan lanjut naik perahu bermesin kecil menuju Pantai Ora (perjalanan kurang lebih 15 menit). * * * * * 3. Pulau Dodola, Morotai, Juga Menawarkan Sekeping Pesona Ala Maladewa Lho! Pulau Dodola, via pulaumorotaikab Deskripsi Singkat Kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, memang menawarkan banyak pesona keindahan alam yang kerap disamakan dengan Maladewa. Selain Pantai Ora, daerah lainnya yang kerap disebut sebagai kembaran Maladewa adalah Pulau Dodola. Pulau ini memang memiliki pesona yang mengingatkan pada Maladewa, mulai dari pantainya yang putih bersih dan alam bawah lautnya yang indah. Namun ternyata ada hal lain yang membuat Pulau Dodola ini memiliki ciri khas tersendiri. Hmm, kira-kira apa ya? Pulau Dodola, via traveloista Daya Tarik Pulau Dodola Pulau Dodola ini sebetulnya terdiri dari dua pulau: Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Uniknya, kedua pulau ini baru akan tersambung saat laut sedang pasang surut. Pada momen itu, jalan pasir akan terbentuk, dan wisatawan dapat menyeberang tanpa harus berbasah ria. Unik kan? Selain itu, Pulau Dodola ini menawarkan pemandangan laut yang indah: hijau kebiru-biruan, dengan pantai berpasir putih. Alam bawah lautnya pun keren, dan disini terdapat setidaknya 13 spot favorit untuk melakukan diving. Bahkan karena di sekitar pulau terdapat beberapa bangkai kapal dan pesawat terbang yang telah tenggelam, kalian bisa menemukan banyak view unik jika menyelam di sekitar Dodola. Menariknya, sekalipun kerap disandingkan dengan Maladewa, ternyata Pulau Dodola ini adalah pulau tak berpenghuni lho. Jadi suasana di tempat ini lebih terasa alami karena tidak terlalu terjamah oleh tangan-tangan manusia. Pulau Dodola, via ituberita Akomodasi Karena Pulau Dodola ini nggak berpenghuni, jangan mengharap ada cottage terapung di atas laut layaknya cottage di Maladewa, ya. Namun tenang, bukan berarti kalian harus camping kalau ingin mengunjungi pulau ini. Di sekitar Dodola ada beberapa cottage yang disewakan oleh pemerintah setempat. Untuk mendapatkan informasi tentang cottage tersebut, kalian dapat langsung menghubungi kantor pariwisata yang terletak di kota Daruba, Morotai. Pulau Dodola, via 4lightsnews.online Cara Menuju Pulau Dodola Salah satu cara termudah mencapai Pulau Dodola adalah dengan terlebih dulu pergi ke Ternate. Dari sana kalian bisa naik pesawat Cessna menuju Morotai (durasi perjalanan 45 menit), dilanjutkan dengan naik speedboat menuju Pulau Dodola. * * * * * 4. Beralih ke Kalimantan Timur, Bersiaplah Terpesona Dengan Keindahan Pulau Maratua Pulau Maratua, via maratua Deskripsi Singkat Nama Pulau Derawan sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata bahari favorit di Kalimantan Timur. Banyak penyelam kelas dunia yang suka banget mendatangi Derawan untuk mengagumi pesona alam bawah lautnya. Namun, tahukah kalian kalau tak jauh dari Pulau Derawan terdapat sebuah pulau yang kerap disandingkan dengan nama Maladewa? Pulau Maratua, demikian nama pulau ‘kembaran Maladewa’ tersebut, memang jaraknya nggak terlalu jauh dari Pulau Derawan. Kalian hanya memerlukan waktu kira-kira 1 jam naik speed boat untuk mencapai pulau yang terletak di Laut Sulawesi tersebut. Memang, untuk mencapai Pulau Maratua membutuhkan upaya yang nggak mudah, karena pulau tersebut menjadi salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, segala perjuangan mencapai Maratua akan langsung terbayar setelah kalian melihat langsung kepingan Maladewa disana. Maratua, via Maratua Island Resort/facebook Daya Tarik Pulau Maratua Daya tarik utama Maratua bisa jadi terletak pada lokasinya yang nggak begitu jauh dari Pulau Derawan. Mengingat Pulau Derawan sudah lebih dulu populer, faktor kedekatan dengan pulau tersebut jelas menjadi nilai tambah tersendiri bagi Maratua. Selain itu, Pulau Maratua juga memiliki pesona alam bawah laut yang nggak kalah dengan Pulau Derawan. Lautnya biru jernih, alam bawah lautnya sangat kaya, serta spot penyelaman yang sangat bervariasi, menjadi daya tarik lain yang ditawarkan oleh Maratua. Jangan lupakan juga pesona pantai berpasir putih, dan suasana yang tenang di sekitar pulau, yang siap menyihir para wisatawan yang sudah jenuh dengan hiruk pikuk perkotaan. Maratua, via maratua Akomodasi Penginapan yang paling terkenal di Maratua adalah Maratua Paradise Resort. Resort ini memiliki unit-unit cottage yang dirancang dengan bentuk yang mengingatkan pada unit cottage di Maladewa. Wisatawan dapat memilih unit cottage yang berdiri di atas laut, atau unit cottage yang dibangun di tepi pantai. Biasanya, unit yang berada di pantai memiliki harga sewa yang jauh lebih murah dibanding unit yang berada di atas air. Namun, jika kalian merasa harga sewa unit di resort tersebut akan mencekik kantong, kalian dapat melirik aneka homestay yang ditawarkan oleh penduduk setempat. Harganya biasanya jauh lebih murah (mulai dari kisaran 150 ribuan) dibanding menyewa unit resort. Hanya saja, ada harga ada rupa. Aneka homestay tersebut pastinya memiliki lokasi yang kurang strategis dibandingkan aneka resort lepas pantai. Jadi semuanya kembali pada kalian, apakah lebih berminat menyewa cottage atau tinggal di homestay. Pulau Maratua, via maratua Cara Menuju Pulau Maratua Untuk mencapai Pulau Maratua, kalian bisa lebih dulu terbang ke Kota Balikpapan. Dari Balikpapan, kalian dapat naik penerbangan menuju Berau. Selanjutnya, kalian dapat naik perahu menuju Maratua. Atau, jika kalian menginap di Maratua Paradise Resort, kalian dapat menghubungi pihak resort untuk minta dijemput di bandara. * * * * * 5. Last But Not Least, Ujung Barat Indonesia Pun Memiliki Sepenggal Pesona Maladewa di Pantai Iboih Pantai Iboih, via chipago Deskripsi Singkat Beralih ke ujung barat Indonesia, ada Pantai Iboih yang pesonanya nggak kalah dengan Maladewa. Bahkan Pantai Iboih ini kerap dibanding-bandingkan dengan Maladewa, walau sebetulnya pantai ini memiliki sisi eksotis lain yang tidak dimiliki oleh Maladewa (lihat di bagian ‘Daya Tarik Pantai Iboih). Ngomong-ngomong, Pantai Iboih ini terletak di Pulau Weh, Sabang. Nama resminya adalah ‘Teupin Layeu’, dan pulau ini sudah lama populer di kalangan para backpackers penggemar pantai. Jadi jangan heran kalau saat kalian berwisata ke Pulau Iboih, kalian akan bertemu dengan banyak wisatawan mancanegara yang sudah menginap disana selama berminggu-minggu. Iboih, via iboihinn Daya Tarik Pantai Iboih Pantai Iboih dikenal memiliki alam bawah laut yang indah banget. Saking indahnya, kalian nggak perlu menyelam untuk tenggelam dalam pesona keindahan alam bawah lautnya, karena banyak yang bisa kalian lihat dari permukaannya saja. Tapi jika ingin lebih puas, kalian dapat melakukan berbagai aktifitas rekreasi seperti snorkeling maupun diving. Daya tarik lainnya, di sekitar Pantai Iboih terdapat hutan lindung yang menambah eksotisme pemandangan di sekitar Iboih; yang nggak akan kalian temukan di Maladewa. Perpaduan antara hutan lindung dan lautan yang biru jernih membuat suasana di Pantai Iboih ini bak surga dunia. Apalagi Pantai Iboih memiliki pantai berpasir keemasan. Jadi, jangan heran kalau banyak banget wisatawan dan backpacker yang betah berlama-lama di Iboih. Tambahan info lainnya, jika bosan dengan aktifitas bertema pantai dan laut, kalian juga dapat melakukan penjelajahan hutan. Aktifitas tersebut lumayan disukai wisatawan, terutama karena di hutan terdapat banyak spesies eksotis. Selain itu, di sekitar Pantai Iboih pun terdapat beberapa spot kuliner lezat. Kalian dapat mencicipi kuliner khas seperti Sate Gurita, maupun bertualang kuliner di berbagai tempat makan yang ada di sekitar Iboih. Kalian juga dapat mencicipi rujak buah Pulau Klah, mencicipi mie jalak, atau membeli salak khas Sabang. Jadi, nggak hanya mata saja yang akan puas menikmati pemandangan indah, tapi perut pun bisa dimanjakan dengan berbagai kuliner khas Iboih. Iboih, via asiamedan Akomodasi Pantai Iboih memang tidak memiliki akomodasi dengan konsep cottage ala Maladewa yang berdiri lepas pantai. Namun di sekitar dermaga dan tak jauh dari pantai, terdapat berbagai jenis akomodasi yang bisa kalian pilih, mulai dari wisma, hostel, hotel, hingga resort. Di sepanjang pantai pun terdapat beberapa bungalow yang dapat kalian sewa, jika menginginkan akomodasi yang jaraknya sangat dekat dengan pantai dan laut. Beragamnya jenis akomodasi di Pantai Iboih jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kalian dapat memilih aneka tipe penginapan yang sesuai dengan selera maupun budget wisata. Umumnya harga sewa kamar di sekitar Pantai Iboih ini dimulai dari kisaran 75 ribuan hingga 2,5 jutaan per-malam. Iboih, via pinterest Cara Menuju ke Pantai Iboih Jika berasal dari luar Aceh, maka pertama kalian harus pergi dulu ke Banda Aceh. Dari sana kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ulue-Lue, dan kemudian lanjut naik feri atau speedboat ke Sabang. Selanjutnya, dari Pelabuhan Sabang, kalian dapat menuju ke Pulau Weh untuk mencapai Pantai Iboih. * * * * * Baca juga tulisan lainnya tentang Maladewa: Welcome to Meldaifs, Eh Maldives! Backpacking ke Maldives? Why Not! Mau Makan dan Tidur ‘Gratis’ di Maldives? Baca Infonya Disini. * * * * * Note: Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) dengan tanpa adanya proses editing tambahan selain resizing.
  3. Sudah ada banyak tips dan trik tentang caranya melakukan perjalanan bersama keluarga. Namun biasanya, fokus kata ‘keluarga’ disini lebih kepada ‘bagaimana caranya melakukan perjalanan bersama anak-anak’, mulai dari tips agar liburan keluarga berjalan seru (baca: Tips Agar Liburan Keluarga Berjalan Seru), tips untuk menghindari mabuk perjalanan (baca: Resiko Mabuk Perjalanan Bisa Ditekan Menggunakan Tips dan Trik Ini), tips packing untuk family trip (baca: Packing Tips for Family Trip (1) dan Packing Tips for Family Trip (2)) hingga tips jika bertemu dengan penumpang kecil di dalam pesawat (baca: Random Tips Buat Kalian yang Berencana Terbang Bareng Bayi dan Anak-anak). Tapi, keluarga kan nggak melulu berisi anak-anak saja. Lantas, ada nggak tips untuk melakukan trip bersama orang tua – terutama yang sudah berusia lanjut? Bagi sebagian traveller – khususnya traveller muda – orang tua (dalam artian ‘orang lanjut usia’, atau untuk mudahnya disebut sebagai ‘lansia’ saja) mungkin ada dalam daftar terakhir tipe partner yang akan dipilih untuk menemani acara traveling. Lansia biasanya identik dengan aktifitas rumahan, dan jarang bepergian ke tempat jauh. Apalagi jika lansia tersebut memiliki keterbatasan fisik maupun masalah kesehatan. Wah, terdengar sebuah hambatan untuk melakukan aktifitas traveling yang seru, kan? Tapi hey, nggak semua lansia itu suka diam di rumah, lho. Sekalipun mungkin kondisi fisik dan kesehatan nggak se-prima traveller muda, bukan berarti semua lansia hanya suka bepergian di dalam kota saja. Sebagian lansia masih memiliki semangat ala Indiana Jones dan Lara Croft untuk menaklukkan dunia mengunjungi berbagai tempat di dunia. Jadi, kenapa traveller muda harus memaksa meninggalkan lansia di rumah? Kenapa kalian nggak sesekali mencoba mengajak mereka bertualang dan bersenang-senang? Ilustrasi, via praktijkbuonappetito Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan sebelum mengajak lansia melakukan traveling bersama. Ada juga beberapa hal yang perlu kalian siapkan sejak dini untuk membantu melancarkan aktifitas bersama lansia. Singkat kata, langsung simak saja aneka tips untuk melakukan traveling bareng orang tua, kakek nenek, atau siapapun yang jauh lebih tua dari kalian. Sebelum itu, simak dulu sisi positif dan konsekuensinya bepergian bareng lansia. * * * * * Sisi Positif Bepergian Bersama Lansia - Pernah mendengar istilah ‘kenyang makan asam garam kehidupan’? Begitu juga yang terjadi jika bepergian bersama lansia. Sekalipun mungkin kondisi fisik mereka tidak seprima traveller muda, namun orang yang lebih tua bisa jadi mengetahui berbagai tips dan tips traveling yang belum diketahui oleh traveller muda. Dengan melakukan traveling bersama, kalian bisa belajar banyak dari orang tua tentang hal-hal diluar keseharian kalian. - Jika kalian mengunjungi destinasi yang pernah dikunjungi oleh lansia bertahun silam, bisa jadi kalian akan mendengarkan kisah-kisah yang belum tentu akan kalian temukan dalam leaflet wisata. Seru kan? - Traveling bersama bisa menambah momen kebersamaan antara kalian dengan orang tua, apalagi kalau selama ini kalian punya banyak kesibukan sendiri dan jarang meluangkan waktu untuk kumpul-kumpul. Konsekuensinya: - Konsekuensi yang paling utama tentu saja masalah daya tahan fisik dan juga kesehatan yang berbeda dengan traveller muda (walau nggak semua orang muda punya daya tahan tubuh yang prima). Kalian harus bisa meredam egoisme untuk membuat itinerary sesuka hati. - Bepergian dengan lansia pun bisa berpotensi meningkatkan gesekan di antara kalian, apalagi jika selama ini kalian punya banyak cara pandang yang berbeda tentang beberapa hal. Misalnya saja, orang tua mungkin akan melotot saat melihat kalian mengenakan bikini di pantai. Atau mungkin marah-marah melihat kalian nggak tega menawar barang saat akan membeli oleh-oleh di pasar tradisional. Tapi hey, semua hal bisa dinegosiasikan kan? Jadi jangan dulu takut untuk bepergian bersama lansia ya! * * * * * Tips dan Trik Traveling Bareng Lansia Mari Mulai dari Itinerary, Karena Itinerary Adalah Segalanya Ilustrasi, via bordeauxclassictour - Umumnya lansia memiliki daya tahan fisik yang berbeda dengan anak muda. Karenanya, realistislah dalam menyusun itinerary. Daripada memaksakan diri mengunjungi 10 tempat dalam sehari, lebih baik kalian fokus memilih 1-2 tempat saja yang mungkin dapat meninggalkan kesan lebih dibanding tempat lainnya. - Kondisi setiap lansia memang bisa berbeda satu dengan lainnya. Namun, untuk menghindari lansia jadi terlalu lelah dan berpotensi menyebabkan penurunan kondisi fisik, bijaklah dalam menyusun waktu wisata. Apalagi lansia biasanya bergerak lebih lambat dari anak muda, jadi kalian betul-betul harus mempertimbangkan tempo wisata. Idealnya, kalian bisa mulai jalan-jalan beberapa saat sebelum makan siang, dan di antara makan siang hingga makan malam. - Kenali dengan baik obyek wisata yang kalian pilih, apalagi jika kalian bepergian dengan lansia yang memiliki daya tahan fisik yang kurang baik. Pilihlah obyek wisata yang mudah dijangkau dengan kendaraan, atau mudah di akses dengan berjalan kaki, dan memiliki akses yang baik (jalannya tidak licin, curam, dll dsb). - Sedangkan jika bepergian dengan lansia yang mengalami kesulitan bergerak, nggak ada salahnya memastikan apakah kalian bisa meminjam kursi roda di obyek wisata tersebut atau tidak – kecuali jika kalian membawa kursi roda sendiri dari rumah. Begitu juga saat berada di bandara, cari tahu dimana kalian dapat meminjam kursi roda (dan bagaimana cara pengembaliannya). - Jangan egois! Kalian mungkin senang melakukan petualangan di alam bebas dan menantang adrenalin, seperti rafting dan bungee jumping. Tapi jika bepergian bersama lansia, pastikan kalian memilih obyek wisata yang dapat kalian nikmati bersama. Caranya, diskusikan setiap usulan itinerary yang kalian ajukan, dan jangan ragu untuk mendengarkan feedback dari mereka ya! - Ada baiknya pilih destinasi wisata yang nggak terlalu ramai. Lansia biasanya kurang menyukai keramaian, apalagi jika mereka memiliki kondisi fisik yang kurang baik. Selain itu, tempat ramai juga biasanya kurang nyaman karena harus berdesakan dengan banyak orang, dan lebih rentan akan pencopetan. Namun sekali lagi, konsultasikan setiap itinerary yang kalian usulkan untuk dirundingkan bersama-sama. Siapa tahu lansia yang akan kalian ajak traveling bersama malah menyukai suasana ramai seperti kota, dibanding menyepi di keheningan pegunungan. - Jelilah dalam menentukan waktu wisata. Pertimbangkan masalah cuaca di destinasi tujuan wisata kalian, dan hindari bepergian pada periode liburan (di daerah tersebut) untuk menghindari suasana liburan yang terlalu ramai dan malah membuat nggak nyaman. Secara umum, hindari bepergian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu, serta hindari bepergian saat high season dan peak season. - Bingung menentukan destinasi yang mungkin akan disukai oleh lansia? Kalian bisa mempertimbangkan untuk memasukkan museum dan kuil-kuil dalam itinerary wisata. Tentunya, pilihlah tempat yang mudah di akses oleh lansia ya! - Alternatif lainnya, kalian bisa mempertimbangkan untuk mengikuti cruise singkat, asalkan lansia tidak punya mabuk laut ya. - Tips lainnya, kalian bisa menanyakan pada lansia, apakah ada tempat kenangan yang ingin dikunjungi di destinasi wisata atau tidak (khususnya jika mereka pernah ke tempat itu sebelumnya). Sesekali menyenangkan orang tua itu bagus lho! * * * * * Sebelum Bepergian Ilustrasi, via weibo - Jika lansia yang akan kalian ajak bepergian memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan lebih dulu pada dokter apakah yang bersangkutan dapat diajak untuk bepergian selama beberapa hari (sebutkan dengan detail durasi wisata, kalau perlu jelaskan tentang destinasi yang akan dikunjungi). Jangan lupa tanyakan apa saja ‘do’s’ dan ‘don’t’ yang harus diperhatikan selama masa traveling. - Sedangkan jika lansia tersebut diwajibkan mengatur pola makan karena satu dan lain hal (misalnya: terkena penyakit diabetes atau darah tinggi), ada baiknya kalian berkonsultasi pada dietisian mengenai menu yang aman disantap saat traveling. Mintalah daftar pantangan makanan yang harus dihindari selama wisata. - Oh ya, kalian juga bisa langsung membuat janji konsultasi dengan dokter sekembalinya dari aktifitas traveling. - Bekali diri dengan obat-obatan, terutama obat-obatan yang dibutuhkan oleh lansia (yang memiliki kondisi kesehatan tertentu). Bawalah obat-obatan itu dalam tas yang dapat masuk kabin, supaya mudah diambil sekiranya kalian tiba-tiba memerlukannya. - Nggak ada salahnya juga berbekal snack, khususnya yang disukai oleh lansia. - Jika perlu, survey lah lebih dulu berbagai fasilitas kesehatan di sekitar lokasi wisata yang akan kalian kunjungi. - Untuk menghindari kondisi salah jalan yang akan membuat kalian tersesat, nggak ada salahnya membekali diri dengan peta (online maupun offline). Nggak ada salahnya juga men-download beberapa aplikasi yang mungkin akan kalian butuhkan untuk melancarkan aktifitas traveling, seperti Waze, Google Maps, dan lain-lain. - Jangan lupa mengurus asuransi perjalanan sebelum kalian berwisata ya! - Dan, pastikan kartu kredit kalian bisa digunakan selama berwisata. Sekalipun nggak semua tempat menerima kartu kredit, namun setidaknya kalian dapat merasa lebih tenang jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan biaya secepatnya. * * * * * Masalah Packing Ilustrasi, via tuliptel - Biasanya lansia lebih mudah cemas mengenai banyak hal, dan akhirnya packing lebih banyak dari seharusnya. Apalagi jika mereka termasuk jarang bepergian. Untuk menghindari hal tersebut, nggak ada salahnya kalian membantu saat packing, sehingga kalian bisa memberikan saran barang apa saja yang perlu dibawa dan apa saja yang harus ditinggal. - Nggak ada salahnya membawa sebuah selimut tipis, apalagi jika kalian bepergian saat cuaca kurang bersahabat. - Bawalah perlengkapan yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama di perjalanan. Misalnya saja, bantal leher yang dapat dipompa, penutup mata, dan penutup telinga. * * * * * Random Tips Seputar Transportasi Ilustrasi, via eluniversal - Beberapa moda transportasi biasanya menawarkan diskon khusus untuk lansia yang telah melampaui usia minimal tertentu. Nggak ada salahnya kalian mencari tahu tentang diskon khusus tersebut, namun jangan bete kalau ternyata nggak menemukan yang kalian cari ya! - Jika memungkinkan, pilih penerbangan non-stop (direct flight). Kalian mungkin memang akan duduk lebih lama di pesawat. Tapi jika bepergian bersama lansia, akan lebih melelahkan jika kalian harus transit beberapa kali untuk pindah penerbangan. - Beberapa penerbangan memberikan opsi khusus bagi lansia maupun penyandang disabilitas (biasanya saat melakukan pemesanan tiket), sehingga pihak maskapai dapat langsung membantu saat kalian boarding atau setelah di dalam pesawat. Nggak ada salahnya kalian memastikan ketersediaan opsi tersebut saat melakukan pembelian tiket pesawat. - Bijaklah dalam memilih jam penerbangan. Saat masih muda, kalian mungkin nggak masalah pergi menggunakan penerbangan termalam yang (biasanya) menawarkan harga tiket lebih murah. Namun penerbangan malam mungkin saja akan mengurangi kenyamanan lansia yang (mungkin saja) telah memiliki pola istirahat yang teratur. * * * * * Seputar Akomodasi Ilustrasi, via euroweeklynews - Biasanya, traveller muda (khususnya budget traveller) suka memilih penginapan yang agak jauh dari pusat keramaian karena harganya yang relatif lebih murah dibanding penginapan sejenis lainnya. Hanya saja, jika kalian berwisata bersama lansia, sebaiknya pertimbangkan memilih akomodasi yang mudah dijangkau oleh transportasi. Tujuannya agar sewaktu-waktu kalian bisa dengan mudah kembali ke penginapan. - Pilih akomodasi yang ramah untuk lansia. Definisi ramah disini terutama dari segi fasilitas. Misalnya saja, pilih penginapan/hotel yang memiliki lift (jika akomodasi itu lebih dari satu lantai). Lebih baik lagi jika kalian bisa memilih kamar yang dilengkapi dengan kamar mandi dalam kamar, sekalipun harganya mungkin lebih mahal dibanding kamar tanpa kamar mandi. Tips ini terutama berlaku jika kalian menginap bukan di hotel besar, atau mungkin menginap di hotel-hotel tradisional seperti ryokan (hotel tradisional Jepang). - Oya, pilih juga kamar yang dilengkapi dengan penyejuk udara, untuk menjamin agar lansia dapat beristirahat dengan nyaman. * * * * * Tips Random Lainnya Ilustrasi, via amac - Bepergian bersama lansia bukan berarti kalian harus bersama mereka 24/7. Agar kalian tetap bisa menikmati liburan yang kalian inginkan, nggak ada salahnya merencanakan aktifitas kecil untuk kalian nikmati sendiri. Misalnya saja, lanjut kongkow di club malam setelah selesai aktifitas wisata bersama orang tua. Atau, bisa juga kalian memiliki plan B aktifitas sendiri untuk berjaga-jaga seandainya sewaktu-waktu orang tua memutuskan untuk beristirahat di hotel saja dibanding pergi jalan-jalan. - Jika memungkinkan, ajak juga anggota keluarga lainnya untuk berwisata bersama. Umumnya lansia akan jauh lebih senang dan merasa lebih aman jika melakukan wisata bersama anggota keluarga lainnya. - Jika bepergian bersama keluarga besar, kalian nggak harus selalu pergi bersama-sama sebagai rombongan setiap saat. Seandainya di antara anggota keluarga besar memiliki beberapa ide wisata yang sulit dikompromikan (misalnya karena perbedaan selera), nggak ada salahnya sesekali membagi group menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bisa bergantian untuk menyesuaikan diri dengan itinerary yang nyaman bagi orang tua. - Akui saja, jika orang tua kebanyakan sensitif dengan hal-hal tertentu. Misalnya saja, dengan cara kalian berpakaian (terutama jika kalian masih sangat muda). Untuk menjaga suasana traveling tetap terasa menyenangkan, sebaiknya hindari melakukan hal-hal yang mungkin akan menjadi bahan perselisihan. Sebagai contoh, alih-alih memaksakan diri mengenakan bikini lucu yang sebetulnya sudah kalian siapkan untuk liburan, kalian bisa mengenakan one piece yang relatif lebih sopan. Kalian tetap bisa berenang, namun nggak bikin orang tua deg-degan. * * * * * Dan, Mungkin Inilah Tips Paling Ultimate yang Perlu Kalian Ketahui Ilustrasi, via myageingparent Setelah membaca uraian di atas, bisa jadi kalian mungkin malah akan berpikir kalau bepergian bareng lansia itu merepotkan. Tapi, hey, ingatlah satu hal ini. Lansia pun dulunya pernah muda. Begitu juga kalian, suatu saat nanti akan menjadi lansia juga (jika umur memungkinan). Jadi, jangan pernah menganggap lansia itu merepotkan, karena kelak akan tiba giliran kalian untuk merepotkan orang lain. Anggap saja traveling bersama lansia (entah itu orang tua maupun kakek-nenek) sebagai bentuk latihan kalian jika kelak diajak traveling oleh anak cucu saat usia tak lagi muda. Lagipula, traveling bareng lansia bisa menjadi kenangan indah, yang akan menjadi harta karun sampai kapanpun juga. Jadi, kapan kalian akan mulai mengajak orang tua atau kakek-nenek traveling bareng? * * * * * Note: Foto diambil dari berbagai sumber (lihat caption) tanpa adanya editan selain proses resizing.
  4. Biasanya, liburan ke Jakarta identik dengan wisata mall, wisata sejarah, hingga kawasan Ancol dan Dunia Fantasi-nya. Tapi sebetulnya, masih ada pariwisata lain di Jakarta yang layak banget untuk kalian lirik, yaitu wisata Kepulauan Seribu-nya. Popularitas Kepulauan Seribu sebagai salah satu primadona pariwisata DKI Jakarta memang sudah sangat tersohor di level domestik. Dewasa ini, makin banyak juga tour dan travel yang menawarkan program wisata ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu, sehingga wisatawan punya banyak opsi paket untuk dipilih. Namun, jika kalian berencana melakukan wisata mandiri tanpa menggunakan jasa tour dan travel, atau mungkin kalian baru akan menjelajah Kepulauan Seribu, simak yuk aneka trivia fakta tentang Kepulauan Seribu berikut ini. * * * * * Informasi Dasar Gerbang Selamat Datang di Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia Kepulauan Seribu adalah satu-satunya kabupaten administrasi yang termasuk dalam wilayah DKI Jakarta. Semula Kepulauan Seribu menjadi bagian dari Jakarta Utara, namun kini berdiri terpisah sebagai kabupaten dengan pusat pemerintahan di Pulau Pramuka. Seluruh Kepulauan Seribu ini kemudian dibagi menjadi 2 kecamatan: Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Masing-masing kecamatan kemudian dibagi lagi menjadi tiga kelurahan. Sesuai dengan namanya, Kepulauan Seribu ini memiliki wilayah berbentuk kepulauan. Totalnya terdapat 342 pulau yang ada di kepulauan ini (termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang). Tidak ada informasi lebih lanjut apakah 342 pulau itu termasuk dengan pulau-pulau yang sudah tenggelam atau tidak. Namun, versi lain menyebut kalau jumlah pulau di Kepulauan Seribu tersebut hanya berkisar 110 pulau saja, yang membentang sepanjang 45 kilometer. Yang pasti, dari ratusan pulau tersebut, hanya 36 pulau saja yang dapat digunakan untuk rekreasi (23 diantaranya dimiliki oleh privat dan tidak dibuka untuk umum, sedangkan 2 pulau dijadikan taman sejarah). Sementara sisanya adalah pulau-pulau yang dihuni oleh perkampungan nelayan, maupun pulau tak berpenghuni. * * * * * Posisi dan Peta Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu terletak di sisi utara DKI Jakarta, mulai dari Teluk Jakarta hingga terus ke arah Utara sejauh 45 kilometer. Jika dilihat di peta, lokasi Kepulauan Seribu ini terletak di antara 06°00’40” dan 05°54’40” Lintang Selatan dan 106°40’45” dan 109°01’19” Bujur Timur. Secara mudah, seperti inilah posisi Kepulauan Seribu terhadap DKI Jakarta, beserta beberapa nama pulaunya. Peta Kepulauan Seribu, via nengsary.wordpress * * * * * Daya Tarik Kepulauan Seribu Kepulauan Seribu memang sudah sangat populer sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta. Tapi, jika kalian masih bingung apa yang membuat Kepulauan Seribu terasa begitu seksi menggoda, kurang lebih seperti inilah daya tarik Kepulauan Seribu. Salah satu pulau di Kepulauan Seribu, via arraziibrahim 1. Kepulauan Seribu Memiliki Alam yang Indah Ya, umumnya pulau-pulau di Kepulauan Seribu memang memiliki pesona alam yang indah. Pantai berpasir bersih, laut yang biru, dan tentu saja vegetasinya yang cukup terjaga. Semakin utara, maka kalian akan semakin mendapatkan suasana alam bawah laut yang masih sangat alami, laut yang makin bersih, dan pantai yang indah. 2. Keberadaan Aneka Resort-nya yang Nggak Kalah dengan Bali Sebagian pulau di Kepulauan Seribu memang sudah dikembangkan menjadi pulau-pulau resort. Aneka resort tersebut cukup populer dijadikan tempat liburan singkat bagi penduduk Jakarta yang ingin kabur sejenak dari padatnya ibu kota Indonesia tersebut. Selain itu, aneka resort tersebut juga populer sebagai destinasi bulan madu bagi pasangan yang berada di Jakarta dan sekitarnya, yang menginginkan destinasi bulan madu yang nggak terlalu jauh. 3. Alam Bawah Lautnya yang Indah Oke, mungkin keindahan alam bawah laut di Kepulauan Seribu masih kalah populer dibanding Gili Trawangan dan Bunaken. Pun pesonanya masih kalah jauh dibandingkan dengan Wakatobi dan Raja Ampat. Tapi di Kepulauan Seribu terdapat beberapa spot yang lumayan populer sebagai spot diving dan snorkeling karena memiliki pesona alam bawah laut yang cukup menarik. Jika budget wisata kalian belum cukup untuk pergi ke Raja Ampat, setidaknya kalian bisa mencoba main dulu ke Kepulauan Seribu (terutama jika domisili kalian di sekitar Jakarta). 4. Kepulauan Seribu Juga Populer Akan Konservasi Alam-nya Beberapa pulau di Kepulauan Seribu telah ditetapkan sebagai pulau-pulau konservasi, entah konservasi flora, fauna, maupun konservasi alam lautnya. Beberapa fauna yang dilindungi di kawasan Kepulauan Seribu antara lain penyu sisik dan penyu hijau. 5. Wisata Sejarah Kepulauan Seribu memiliki beberapa pulau yang difungsikan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai historis yang tinggi. Beberapa pulau yang lokasinya lebih dekat ke Jakarta memang memiliki beberapa peninggalan bersejarah, seperti reruntuhan benteng, sisa reruntuhan rumah sakit yang dulu digunakan untuk karantina haji, dan beberapa makam kuno. 6. Beragamnya Aktifitas yang Bisa Dilakukan di Kepulauan Seribu Mungkin sebetulnya inilah daya tarik utama dari Kepulauan Seribu. Kalian memiliki banyak sekali opsi aktifitas wisata yang bisa dilakukan disana, mulai dari melakukan berbagai aktifitas olah raga air seperti snorkeling dan diving, bersantai di pantai, mengunjungi berbagai pulau sekaligus (island hopping) karena banyak pulau yang lokasinya berdekatan, hingga menikmati sunrise dan sunset. Beberapa pulau juga dapat dijelajahi sambil naik sepeda, dan menawarkan fasilitas tambahan seperti museum, reruntuhan bangunan bersejarah, melihat-lihat berbagai tempat penangkaran satwa langka, hingga akuarium bawah laut (hanya ada di Pulau Putri saja). Kalian juga bisa melakukan aktifitas outdoor seperti camping lho. Nah, banyak kan yang bisa kalian lakukan di Kepulauan Seribu? 7. Jaraknya Cukup Dekat dan Mudah Dijangkau dari Jakarta Bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, tentu saja ini adalah daya tarik terbaik dari Kepulauan Seribu. Jaraknya memang cukup dekat dari Jakarta, dan relatif mudah dijangkau. Pokoknya, bagi penduduk Jakarta, Kepulauan Seribu ini asyik banget disambangi saat lelah dengan hiruk pikuk perkotaan, namun tak memiliki terlalu banyak waktu untuk liburan ke tempat yang jauh seperti Bali dan Raja Ampat. * * * * * Pulau yang Bisa Dikunjungi Oleh Wisatawan Dari ratusan pulau di Kepulauan Seribu, ada beberapa pulau yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Sebagian lainnya sudah dimiliki oleh privat dan tertutup untuk umum. Dari sekian banyak pulau tersebut, berikut ini beberapa pulau yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kalian selama berada disana dan apa daya tariknya untuk wisatawan: 1. Pulau Pramuka Pulau Pramuka, via kotawisataindonesia Pulau Pramuka merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sehingga fasilitas yang ada disana terbilang cukup lengkap. Di pulau ini pun terdapat banyak homestay bagi wisatawan yang ingin menjelajah beberapa pulau sekaligus, dan lokasi pulaunya pun strategis untuk dijadikan basecamp penjelajahan Kepulauan Seribu. Selain itu, Pulau Pramuka menawarkan wisata edukasi karena disana terdapat tempat pelestarian Penyu Sisik yang termasuk jenis penyu langka. 2. Pulau Tidung Besar dan Kecil Jembatan cinta di Pulau Tidung, via hotel.jalan2.com Dari seluruh pulau wisata di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung termasuk salah satu destinasi paling populer. Pulau yang terdiri dari Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini memiliki sebuah jembatan sepanjang 800 meter yang disebut-sebut sebagai Jembatan Cinta. Wisatawan bisa berjalan-jalan melintasi jembatan ini, atau melakukan uji nyali dengan melompat dari sana dan terjun langsung ke laut. 3. Pulau Semak Daun Pulau Semak Daun, via okopi247.wordpress Sebetulnya, Pulau Semak Daun ini merupakan salah satu pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu. Tapi jika kalian menyukai pantai berpasir putih dan alam bawah laut yang indah, pulau ini layak banget untuk kalian lirik. Hanya saja, jika ingin bermalam disini, jangan lupa untuk membawa tenda sendiri ya! 4. Pulau Bira Pulau Bira, via pikavia Pulau Bira ini sebetulnya jaraknya cukup jauh dari Jakarta, dan kalian harus transit dulu ke Pulau Pramuka sebelum bisa melanjutkan perjalanan kesini. Tapi pulau ini memiliki pantai yang indah, dan suasana alam yang masih sangat terjaga. Asyik banget untuk melakukan berbagai aktifitas seperti diving dan snorkeling, atau sekedar duduk-duduk untuk menikmati sunset. 5. Pulau Pari Pulau Pari, via katalogwisata Salah satu pulau yang populer disambangi oleh mereka yang memang mengejar sunset. Selain itu, Pulau Pari memiliki pantai yang bersih, terumbu karang yang indah, dan tempat budidaya hutan mangrove. 6. Pulau Harapan Pulau Harapan, via yuuma7 Laut di sekitar Pulau Harapan memiliki banyak terumbu karang yang kondisinya cukup terjaga, sehingga lumayan menarik minat wisatawan yang hobi diving untuk mengunjungi pulau ini. Selain itu, di Pulau Harapan terdapat jembatan kayu yang populer digunakan oleh para wisatawan sebagai tempat untuk duduk santai dan menikmati pemandangan ke arah lautan lepas. Psst, di pulau ini pun terdapat penangkaran Elang Bondol (salah satu jenis elang yang langka) lho. 7. Pulau Bidadari Pulau Bidadari, via infojakarta Salah satu pulau resort yang posisinya paling dekat dengan Jakarta. Di pulau ini terdapat beberapa reruntuhan bangunan peninggalan jaman penjajahan dulu, dan aneka cottage yang berdiri di atas laut. Untuk mencapai pulau ini kalian hanya memerlukan waktu 30-45 menit saja dari pantai Marina, Ancol, mengunakan kapal motor. 8. Pulau Ayer Pulau Ayer, via crayonstoconcepts Sama seperti Pulau Bidadari, Pulau Ayer ini juga merupakan pulau resort yang jaraknya cukup dekat dengan Jakarta. Di pulau ini pun terdapat cottage-cottage yang dibangun di atas laut. 9. Pulau Putri Akuarium bawah laut di Pulau Putri, via wisatapulauseribu Pulau Putri ini menawarkan aktifitas wisata yang berbeda dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Disini terdapat akuarium bawah laut, perahu dengan bagian bawah terbuat dari kaca, serta sunset cruise bagi kalian yang ingin menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Selain itu, di pulau ini pun ada cottage bagi kalian yang ingin bermalam di Pulau Putri. 10. Pulau Kotok Pulau Kotok, via gembolransel Pulau Kotok ini memiliki vegetasi yang masih relatif asli, karena karena di pulau ini nggak ada fasilitas permainan laut seperti di pulau lainnya. Selain itu, Pulau Kotok memiliki panorama bawah laut yang menggoda para penyelam untuk datang dan menyelam disana. 11. Pulau Pantara Pulau Pantara, via pulaupantara Termasuk salah satu pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Namun jangan salah, fasilitas disana cukup lengkap lho. Di pulau tersebut ada cottage, restoran, kolam renang, dan berbagai fasilitas olah raga. Dengan kata lain, Pulau Macan ini memang dirancang untuk kalian yang ingin berlibur dan menginap disana. 12. Pulau Sepa Pulau Sepa, via infojakarta Pulau Sepa memiliki alam bawah laut yang cukup cantik, dan asyik banget untuk melakukan snorkeling dan diving. Jaraknya pun nggak terlalu jauh dari Dermaga Marina Ancol, yaitu kira-kira 90 menitan saja menggunakan speed boat. 13. Pulau Macan Pulau Macan, via tandapagar Salah satu pulau resort di Kepulauan Seribu. Di pulau ini terdapat bermacam fasilitas, mulai dari aneka cottage, pulau terpisah dengan pantai berpasir putih, toko souvenir, dan banyak lagi. 14. Pulau Untung Jawa Pulau Untung Jawa, via kepulauanseribuu.blogspot Pulau ini lokasinya nggak jauh dari Ancol, dan termasuk salah satu pulau berpenghuni yang menawarkan banyak pilihan akomodasi bagi wisatawan. Di pulau ini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas, mulai dari bersepeda, hingga melakukan aneka olah raga air seperti diving, snorkeling, banana boat, dan lain-lain. 15. Pulau Lancang Pulau Lancang, via sarihusada Pulau ini mungkin nggak sepopuler Pulau Tidung. Tapi pulau ini cukup menarik juga untuk dikunjungi lho, karena disini kalian dapat melakukan berbagai aktifitas mulai dari memancing hingga diving. Oya, di pulau ini pun terdapat beberapa pilihan akomodasi. 16. Pulau Onrust Museum Pulau Onrust, via checkinjakarta Pulau Onrust dikenal sebagai salah satu pulau cagar budaya di Kepulauan Seribu. Di pulau ini memang terdapat beberapa peninggalan bersejarah, dan sebuah Museum Pulau Onrust. Jika kalian suka wisata arkeologi, masukkan Pulau Onrust dalam daftar kunjungan kalian ke Kepulauan Seribu. 17. Pulau Kelor Pulau Kelor, via pixoto Sama seperti Pulau Onrust, Pulau Kelor ini juga populer sebagai tempat untuk melakukan wisata arkeologi. Di pulau ini terdapat Benteng Martelo yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Memang sih saat ini benteng tersebut hanya tersisa puing-puingnya saja. Tapi tetap saja suasananya cukup seksi untuk diabadikan oleh kamera kalian. 18. Pulau Air Pulau Air, via blog.widayatour Salah satu pulau yang populer untuk melakukan kemping. Hanya saja karena di pulau ini tidak ada fasilitas MCK maupun fasilitas air bersih, disarankan untuk menginap tidak lebih dari 2 hari. 19. Pulau Papatheo/Petondan Kecil Pulau Papatheo, via fitriesimprit/instagram Pulau seluas 8 hektar dan berjarak kira-kira 108 kilometer dari Ancol ini populer di kalangan para penyelam. Di pulau ini terdapat spot yang berisi bangkai kapal sepanjang 100 meter, yang akhirnya menjadi ciri khas dari pulau Papa Theo dibanding pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. * * * * * Akses Untuk mencapai Kepulauan Seribu, cara yang paling populer adalah dengan menggunakan perahu. Tersedia 2 opsi perahu: kapal tradisional dan kapal cepat/speed boat. Menggunakan Kapal Tradisional Jika ingin menggunakan kapal tradisional, kalian dapat berangkat dari Peabuhan Muara Baru, Muara Angke, dan Tanjung Pasir. Biaya tiketnya bervariasi, mulai dari IDR40000/orang hingga IDR86000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu), tergantung pulau yang menjadi tujuannya (Pulau Pramuka/Panggang, Pulau Tidung, Pulau Kelapa/Harapan, Pulau Pari). Namun biasanya ada juga kapal nelayan yang bisa di sewa (harga sewa bervariasi), sehingga lebih praktis jika kalian berangkat bersama rombongan. Adapun jadwal keberangkatan setiap harinya biasanya dimulai pada pukul 07.00-07.30, kecuali jika kapal telah penuh sebelum itu. Jadi, sangat disarankan untuk datang jauh sebelum waktu keberangkatan sesuai jadwal. Menggunakan Kapal Cepat (Speedboat) Jika ingin menggunakan kapal cepat, kalian bisa berangkat dari Dermaga Marina Ancol menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Biayanya berkisar antara IDR40000-50000/orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Biasanya tiket akan dijual mulai pukul 06.30-07.30, sementara kapal akan berangkat antara pukul 08.00-09.00. Selain menggunakan kapal tradisional dan kapal cepat, wisatawan juga bisa berangkat menggunakan pesawat kecil dan mendarat di bandara perintis yang ada Pulau Panjang. Tapi opsi ini termasuk jarang digunakan oleh wisatawan. * * * * * Disclaimer: Foto diambil dari sumber yang berbeda-beda (cek caption) tanpa adanya editan tambahan lain selain proses resizing.
  5. Random Tips Selfie Buat Solo Traveller Pemula

    Yoiiii, bener bangetttt... hahahaha... TongSis dan TongBro deh, mod... soalnya saya selalu lupa bawa selfie stick sih, hahaha... NAH INI... kok bikin ngakak ya? Hahahahahaha....
  6. Di era modern seperti sekarang ini, sudah banyak traveller yang berani melakukan solo traveling. Apalagi saat ini aneka moda transportasi sudah semakin mudah menjangkau berbagai pelosok dunia. Hanya saja, ada satu problem yang kerap dialami oleh para solo traveller, khususnya bagi mereka yang hobi sekali mengabadikan foto-foto narsis: “gimana caranya menghasilkan foto selfie yang keren saat solo traveling?” Saat kita berwisata bersama teman, kita selalu bisa meminta bantuan untuk mengambilkan foto diri yang cakep. Apalagi kalau teman tersebut sudah tahu angle terbaik yang bisa meningkatkan kekerenan kita hingga ke level maksimal. Hanya saja, problemnya akan berbeda jika kita melakukan solo traveling, karena semua hal harus dilakukan seorang diri – termasuk mengambil foto selfie. Apalagi jika kalian baru pertama kali melakukan wisata seorang diri, yang mungkin masih harus beradaptasi dengan banyak hal. Tapi, tenang saja. Solo traveling bukan berarti kalian nggak bisa menghasilkan foto-foto selfie yang keren kok. Simak saja beberapa tips berikut. Siapa tahu ada tips yang paling cocok untuk membantu kalian menghasilkan foto selfie keren saat solo traveling, khususnya bagi kalian solo traveller pemula. * * * * * 1. Bekali Diri dengan ‘Peralatan Tempur’ yang Memadai A. Pakai Tongsis, Kenapa Tidak? Ilustrasi turis dan tongsis, via orehi.tv Dari seluruh ‘peralatan tempur’ untuk mengambil foto selfie, tongsis a.k.a tongkat narsis (bahasa Inggris-nya: selfie stick) masih menjadi pilihan populer bagi wisatawan, khususnya wisatawan Indonesia. Tongsis menjadi salah satu satu alat bantu paling praktis untuk mengambil foto selfie, terutama jika kalian termasuk pemalu untuk minta bantuan orang lain dalam mengambilkan foto. Dewasa ini, sudah banyak alternatif model tongsis yang bisa kalian gunakan, mulai dari model standar hingga tongsis dengan konsep canggih yang dilengkapi dengan kipas angin dan lampu (lihat foto dibawah). Kalian juga dapat membeli tongsis yang bisa sekalian berfungsi sebagai tripod, sehingga kalian nggak perlu repot-repot membawa tripod tambahan. Tongsis canggih, via petapixel Hanya saja, perlu diketahui kalau nggak semua tempat wisata mengijinkan penggunaan tongsis. Sebagai contoh, penggunaan tongsis dilarang di 1195 stasiun di Jepang (termasuk stasiun yang dilalui oleh shinkansen). Salah satu alasannya karena penggunaan tongsis dikhawatirkan merusak fasilitas setempat (yang memang tidak dirancang untuk ramah tongsis). Selain itu, penggunaan tongsis juga dikhawatirkan dapat mencelakakan pengguna stasiun lainnya. Nggak hanya di Jepang, beberapa tempat lainnya juga diketahui melarang atau membatasi penggunaan tongsis dengan berbagai alasan. Beberapa diantaranya adalah National Gallery of London, The Palace Museum (Beijing), Istana Versailles (Perancis), Colloseum (Italia), dan di beberapa tempat di Korea Selatan (terutama untuk tongsis yang tidak berlisensi). Jika ingin membawa tongsis sebagai ‘partner’ untuk mengambil foto selfie saat solo traveling, perhatikan beberapa tips berikut ini: - Perhatikan dengan seksama apakah tempat wisata yang kalian kunjungi mengijinkan penggunaan tongsis atau tidak. Jika tidak dapat menemukan tanda/informasi yang jelas, kalian dapat mengamati wisatawan lain di tempat tersebut apakah ada yang menggunakan tongsis atau tidak. - Untuk menghasilkan foto selfie yang keren, kreatiflah dalam penggunaan tongsis. Kalian bisa bereksperimen mengambil foto dari berbagai angle, termasuk menempatkan tongsis di pundak untuk mengambil foto dari belakang. + + + B. Tripod Selalu Jadi Teman Setia Untuk Mengabadikan Selfie Ilustrasi, via shutterstock Selain tongsis, tripod nggak pernah gagal menjadi teman setia bagi solo traveller yang berniat mengabadikan foto selfie. Dengan meletakkan kamera di atas tripod, kalian bisa bebas bergaya tanpa harus sibuk memegangi kamera seperti saat menggunakan tongsis. Tripod juga memungkinkan sudut pengambilan gambar yang lebih luas, karena selfie hanya bisa menangkap gambar dalam jarak dekat saja. Hanya saja, nggak semua traveller suka membawa tripod. Selain karena berat, tripod juga kerap dianggap kurang praktis karena kita harus selalu melakukan bongkar pasang setiap kali akan mengambil foto. Mungkin karena itulah penggunaan tongsis terlihat lebih populer dibanding tripod (khususnya bagi solo traveller). Kamera dan gorilla pod, via portative Untungnya, saat ini perlengkapan tripod pun sudah semakin bervariasi. Sudah makin banyak tripod yang dirancang dengan berat yang relatif ringan untuk dibawa-bawa oleh traveller wanita sekalipun. Modelnya pun beragam, mulai dari model standar hingga model yang fleksibel seperti gorilla pod. Model tas untuk membawa tripod pun semakin beragam dan makin stylish, sehingga tripod tak perlu lagi menjadi masalah untuk dibawa-bawa oleh solo traveller. Tongsis sekaligus tripod, via hisypix Alternatif lainnya, kalian bisa membeli tongsis yang dilengkapi dengan aksesoris kaki-kaki sehingga bisa berdiri layaknya tripod. Dengan demikian, kalian nggak perlu repot-repot membawa tongsis dan tripod, apalagi jika kalian berwisata tanpa membawa kamera DSLR. + + + C. Bersahabatlah dengan GoPro, dan Semua Akan Baik-baik Saja. GoPro, via behance.net Bagi solo traveller yang memang hobi mengabadikan foto-foto traveling keren, termasuk foto selfie, jangan ragu berinvestasi dengan membeli GoPro. GoPro merupakan sebuah merk action camera yang dirancang untuk merekam aksi-aksi ekstrim seperti motocross, bungee jumping, skateboarding, dan lain-lain. Asyiknya, GoPro ini memiliki banyak aksesoris pendukung yang membuat GoPro ini semakin mudah dibawa kemana saja. GoPro juga bisa dihubungkan dengan smartphone, sehingga pengguna bisa mengontrol kamera dari kejauhan. Mantap nggak tuh? + + + D. Berinvestasilah dengan Membeli Kamera yang Bagus. Ilustrasi, via travelnews Oke, saat ini memang sudah banyak handphone yang dilengkapi kamera dengan resolusi tinggi. Namun tetap saja, nggak ada salahnya kalian berinvestasi membeli kamera yang bagus. Apalagi jika kalian memang hobi melakukan traveling dan suka mengambil foto-foto keren. Secanggih dan sekeren apapun kamera handphone, tetap saja tidak akan bisa mengalahkan kamera dengan lensa yang bagus (selama didukung dengan skill yang memadai). Tapi, entah apakah kalian menggunakan kamera handphone maupun kamera DSLR, yang paling penting adalah kalian memahami caranya menggunakan kamera tersebut. Bukan, maksudnya bukan sebatas mengetahui mana tombol on dan off, tapi memahami aneka fitur terbaik dari perlengkapan kalian. Percuma memiliki kamera canggih jika kalian nggak mengerti cara menggunakannya, karena pada akhirnya semua akan kembali pada keahlian masing-masing. * * * * * 2. Manfaatkan Aneka Teknik Berikut Ini Untuk Mengambil Foto Selfie Keren A. Manfaatkan Mode Self-Timer Ilustrasi foto seluruh badan yang diambil oleh solo traveller, via zeitjung Bagi solo traveller, self-timer adalah sahabat terbaik untuk mengambil foto selfie. Entah kalian berfoto menggunakan tongsis atau tripod, atau bahkan menggunakan action camera seperti GoPro, self-timer memungkinkan kalian untuk mengambil foto seluruh badan seperti jika foto itu diambil oleh orang lain. Dewasa ini, hampir semua handphone dan kamera telah dilengkapi dengan self-timer. Namun kalaupun kamera kalian tidak memiliki mode itu, ada banyak aplikasi yang bisa diunduh kok. Cara untuk menggunakan self-timer pun sangat mudah. Kalian hanya perlu menempatkan kamera pada sesuatu yang stabil (seperti tripod ataupun permukaan datar), mengeset waktu, dan kemudian berlari mencapai posisi yang tertangkap kamera untuk berpose sesuai keinginan. + + + B. Burst Mode Ilustrasi, via heartmybackpack Jarang berhasil mengambil foto bagus dalam jepretan pertama? Manfaatkan saja fitur burst mode! Burst mode merupakan fitur di kamera yang memungkinkan kita untuk mengambil banyak foto dalam satu kesempatan. Setiap device memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk menangkap banyaknya jumlah frame per-detik. Dengan mengaktifkan fitur burst mode, kalian akan memiliki banyak alternatif foto untuk dipilih. + + + C. Manfaatkan Screenshot Video Ilustrasi, via meetup Cara lain untuk mendapatkan foto selfie keren saat melakukan solo traveling adalah dengan merekam video; bisa video pendek maupun video panjang. Selanjutnya kalian tinggal memilih momen-momen yang kalian sukai dan lakukan screen shot. Gampang banget kan? Memang sih kualitasnya mungkin akan berbeda dengan mengambil foto menggunakan mode kamera. Tapi hey, saat ini sudah banyak software editing yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas foto, kan? + + + D. Minta Tolong Sama Traveller Lain Itu Nggak Dosa Kok! Ada kalanya kita harus minta tolong pada traveller lain maupun penduduk setempat untuk membantu mengambilkan foto selfie. Misalnya saja saat kita nggak bawa perlengkapan memadai untuk melakukan selfie (seperti tongsis dan tripod), maupun karena nggak ada bidang datar untuk meletakkan tripod. Nggak perlu malu, karena hal tersebut sudah sangat lazim dilakukan oleh wisatawan. Hanya saja, memang sih nggak ada jaminan kalau kualitas jepretan orang lain tersebut akan sesuai dengan keinginan kita. Karenanya, coba deh perhatikan beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan hasil jepretan terbaik (yang bisa kita dapat dari orang lain): 1. Mintalah bantuan pada wisatawan lain dibanding penduduk setempat. Ilustrasi, via pinger Biasanya sesama wisatawan lebih mudah dimintai tolong untuk mengambilkan foto selfie dibanding minta tolong pada penduduk setempat. Selain itu, wisatawan biasanya juga lebih terbiasa menggunakan perlengkapan memotret dan lebih tahu angle terbaik untuk menghasilkan sebuah foto yang keren. Tentu saja nggak semua wisatawan seperti itu ya! 2. Minta tolong pada wisatawan yang membawa kamera DSLR Ilustrasi, via edunova Jika kalian menggunakan kamera DSLR dan menginginkan hasil jepretan terbaik, kalian bisa mencari wisatawan lain yang juga membawa kamera DSLR untuk dimintai tolong mengambilkan foto selfie. Mereka yang memiliki DSLR jelas lebih terbiasa menggunakan kamera jenis tersebut, dan kemungkinan besar akan memperlakukan kamera kalian dengan hati-hati layaknya kamera sendiri. 3. Minta mereka untuk mengambil setidaknya 3 foto selfie kita Ilustrasi, via cepamagz Lho, kok 3 foto? Penjelasan singkatnya kira-kira seperti ini. Pada jepretan pertama, orang baru akan beradaptasi dengan kamera kita. Ada kemungkinan dia akan mengambil foto agak nge-blur. Pada jepretan kedua, mungkin saja kitanya yang nggak siap untuk berpose. Baru pada jepretan ketiga, baik si pengambil foto maupun kita biasanya sudah siap 100%, sehingga hasil fotonya sesuai seperti yang diharapkan. 4. Jangan ragu menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan Ilustrasi, via storm Berencana untuk mengunggah selfie tersebut ke Instagram maupun album digital kalian? Jangan ragu untuk menjelaskan konsep foto yang kalian inginkan saat minta tolong pada traveller lain, supaya hasil fotonya sesuai dengan feed yang kalian inginkan. Kalau perlu, settingkan kamera dan atur pada posisi yang diinginkan, sehingga traveller lain hanya tinggal memencet tombol saja. Tapi tentu saja kalian juga harus berbesar hati seandainya traveller tersebut tetap tak bisa menghasilkan foto seperti yang diinginkan ya! 5. Kalau perlu, tawarkan untuk ganti mengambilkan foto selfie Ilustrasi, via shutterstock Ini sih tips standar untuk mencairkan suasana saat meminta bantuan dari traveller lain. Jika perlu, tawarkan bantuan untuk mengambilkan foto bagi mereka – khususnya jika kalian bertemu dengan solo traveller lainnya. Dengan begitu, sesama solo traveller bisa saling membantu untuk mengambil foto selfie masing-masing. 6. Jangan ragu minta tolong pada traveller lainnya Ilustrasi, via shutterstock Merasa kurang puas dengan hasil jepretan dari orang yang kita mintai tolong? Jangan ragu dan malu untuk minta tolong pada traveller lainnya lagi. Siapa tahu kalian lebih beruntung menemukan traveller lain yang lebih mahir mengambil foto dibanding orang sebelumnya. * * * * * 3. Random Tips Lainnya: A. Kenali Angle Terbaik Kalian Ilustrasi, via expressvpn Ini salah satu tips paling penting saat mengambil foto selfie, dan bisa diterapkan dalam berbagai kondisi selain saat solo traveling saja. Dengan mengenali angle mana yang paling cocok untuk kalian, maka kalian nggak perlu mengambil foto hingga ribuan kali (lebay mode on) hanya untuk menemukan pose terbaik untuk kalian. Jangan malas juga mengeksplorasi angle. Kadang foto terbaik kalian dapatkan dari angle yang tak terduga. Misalnya saja dengan mengarahkan kamera sedikit ke atas, atau malah ke bawah. + + + B. Cari Tahu Konsep Foto yang Kalian Inginkan Ilustrasi, via jdandj Traveller (termasuk solo traveller) biasanya suka mengunggah aneka foto travelingnya di berbagai kanal media sosial miliknya, entah itu Facebook, Flickr, maupun Instagram. Supaya foto-foto kalian lebih dari sekedar foto traveling biasa, ada baiknya kalian mencari tahu feed seperti apa yang kalian inginkan. Apakah kalian menginginkan foto-foto bernuansa dinamis? Ataukah kalian menginginkan foto dengan konsep tenang dan anggun? Cari tahu style yang kalian inginkan dan kalian sukai, dan belajarlah mengambil foto sesuai style yang diinginkan dan disukai tersebut. Daripada menjepretkan kamera secara random dan menghasilkan ratusan foto yang bisa ditemukan di berbagai brosur wisata, lebih baik kalian menghasilkan lebih sedikit foto namun menampilkan keunikan dan ciri khas kalian sendiri. Tips: Jika belum menemukan gaya foto yang sesuai dengan keinginan, kalian dapat melihat-lihat pinterest untuk menemukan inspirasi yang bisa dicontek. + + + C. Jangan Malu! Bebaskan ekspresimu, via notey Salah satu penyakit klasik yang kerap menghampiri solo traveller saat akan mengambil foto selfie adalah bersikap malu-malu di depan kamera. Alhasil foto yang dihasilkan sebatas foto-foto standar yang nggak ada bedanya dengan foto di studio dengan latar belakang pemandangan buatan. Padahal, hey, untuk apa malu? Kalian mungkin akan terlihat aneh jika bergaya sendirian di depan tripod, atau mengeluarkan ekspresi yang aneh-aneh saat memegang tongsis. Tapi, jika itu bisa membantu menghasilkan foto traveling yang tak terlupakan, semua usaha dan rasa malu itu akan sebanding dengan hasilnya kan? Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu menekan rasa malu saat mengambil foto selfie kala solo traveling: - Lakukan hal-hal yang bisa membuat kalian rileks saat di depan kamera, entah itu tertawa, menari, atau bahkan melompat-lompat. Jangan takut terlihat aneh. Takutlah jika kalian melewatkan kesempatan untuk mengambil pose keren di tempat yang belum tentu akan dikunjungi lagi. - Saat memutuskan untuk mengambil foto selfie dengan gaya yang unik, abaikan pandangan aneh dari orang-orang di sekitar kalian. Toh belum tentu kalian akan bertemu lagi dengan mereka, kan? - Ingatlah kalau mengambil foto traveling lebih dari sekedar memotret pemandangan saja. Hey, setiap orang bisa mengambil foto dari Google dan mengaku kalau mereka pergi ke tempat itu. Karena itulah penting bagi kalian untuk sesekali melakukan selfie, sebagai bukti otentik kalau kalian memang pergi mengunjungi tempat tersebut. Agar foto selfie-nya berbeda dengan foto yang dilakukan di studio berlatar pemandangan palsu, jangan segan memasukkan kepribadian kalian. Mau bergaya gokil? Serius? Lakukan saja apapun yang kalian mau, dan jangan malu-malu! * * * * * Note: Saya baru tahu kalau mbak Hasdevi Agrippina Dradjat pernah membuat tulisan dengan tema sejenis. Mampir juga kesini ya: Dengan Cara-cara Ini, Kamu Tidak Perlu Khawatir Tidak Akan Mendapatkan Foto Traveling Kece Saat Traveling Sendirian
  7. yg ini lebih enak kayaknya, hahahaha
  8. Thanks mas Lah, sama... Walau tau klo turbulence itu biasa, pernah ikut jerit2 bareng penumpang lain pas pesawat T*ger Air dari Spore ke Jakarta kayak ke ayun sama angin. Astagah, itu horor pisan lah
  9. Apa kalian punya fobia terbang? Tenang, kalian nggak sendirian kok. Percaya deh, banyak kok orang yang punya fobia terbang. Bahkan, nggak sedikit, lho, para petualang yang sudah menjelajah berbagai negara, tapi ternyata punya fobia terbang. Aneh, tapi nyata. Tapi, serius lho. Ternyata banyak juga traveller – salah satunya adalah teman saya sendiri – yang sudah malang melintang menjelajah berbagai belahan dunia, namun masih belum bisa lepas dari masalah fobia terbang. Padahal, mereka pastinya harus menggunakan pesawat untuk mencapai berbagai negara tersebut karena – mau nggak mau – pesawat memang masih menjadi transportasi paling praktis untuk menghubungkan berbagai negara. Tapi rata-rata traveller tersebut memiliki tips dan triknya sendiri untuk menaklukkan fobia terbangnya. Pertanyaannya, gimana sih caranya mengatasi fobia terbang? Gimana caranya supaya kita bisa duduk santai di atas pesawat sampai ke tempat tujuan, tanpa harus merasa paranoid akan berbagai hal? Yuk, simak beberapa tips berikut ini yang disarikan dari berbagai sumber – termasuk tips dari traveller profesional dan juga tenaga medis. * * * * * Sekilas Tentang Fobia Terbang Ilustrasi, via intercambitas Fobia terbang, atau kerap disebut sebagai aviophobia (kadang-kadang ada juga yang menyebutnya ‘aerophobia’) merupakan sebuah fobia/ketakutan yang berhubungan dengan aktifitas terbang – entah itu di dalam pesawat terbang, helikopter, maupun obyek terbang lainnya. Penyebabnya bisa sangat kompleks. Ada yang disebabkan karena ketakutan kalau pesawat akan jatuh, ketakutan akan terjadi tindak pembajakan pesawat/terorisme, takut kalau pesawat akan gagal landing/take off, hingga ketakutan yang dipengaruhi oleh fobia lain seperti claustrophobia (takut akan tempat tertutup) dan acrophobia (takut akan ketinggian). Oh ya, fobia terbang bisa juga disebabkan karena ketakutan akan mengalami mabuk perjalanan (motion sickness). Jadi, jangan dulu merasa dramatis kalau punya fobia terbang, karena penyebabnya ternyata banyak sekali. Dari sekian jenis fobia, fobia terbang termasuk salah satu fobia yang sulit dihindari. Hal tersebut terutama karena sampai saat ini pesawat masih menjadi moda transportasi paling praktis, terutama untuk bepergian ke negara lain yang jaraknya cukup jauh. Beberapa profesi (maupun hobi) bahkan menuntut seseorang untuk rutin terbang, terlepas dari orang tersebut punya fobia terbang ataupun tidak. Namun, walau nggak bisa dihindari, fobia terbang bisa jadi termasuk salah satu fobia yang selalu sukses bikin penumpang lain sebal. Hal tersebut karena terkadang para pengidap fobia terbang kerap mengeluarkan respon emosi yang berlebihan, seperti menjerit berlebihan, menangis, bahkan membuat kehebohan lain. Jadi, walau kalian tak perlu merasa malu kalau memiliki fobia terbang, tak ada salahnya belajar mengendalikan fobia tersebut agar masih dalam batas wajar. * * * * * Fakta Penerbangan Ilustrasi, via tourpluscyprus Dari sekian banyak alasan di atas, ketakutan kalau pesawat akan mengalami kecelakaan udara bisa jadi merupakan pemicu utama munculnya fobia terbang. Siapa sih yang suka membayangkan jatuh bebas dari ketinggian sekian puluh ribu kaki di atas permukaan tanah? Apalagi karena kita nggak memiliki kendali atas peristiwa tersebut, dan juga nggak langsung memiliki kendali untuk menyelamatkan diri. Kita juga nggak tahu seperti apa kemampuan pilot dan co-pilot dalam menangani situasi darurat, serta apakah pilot tersebut dalam kondisi terbaiknya saat menerbangkan pesawat atau tidak – mengacu pada terjadinya beberapa kecelakaan yang disebabkan karena faktor pilot. Salah satu contohnya adalah kecelakaan pesawat Airbus A320-211 milik GermanWings yang menewaskan 150 orang tahun 2015 silam. Kecelakaan tersebut diduga dilakukan oleh pilot Andreas Lubitz, yang ternyata memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Ketakutan kalau pesawat akan jatuh itu sangat wajar kok. Tapi, untuk meminimalkan rasa takut kalau pesawat akan jatuh, mari kita lihat dulu beberapa fakta penerbangan berikut ini: 1. Saya ingin mengutip sedikit fakta dari sebuah artikel lama yang saya tulis tahun 2014 (baca disini: [Penting] Tips Untuk Mempertinggi Potensi Selamat dari Kecelakaan Pesawat Terbang. Walau kita seringkali mendengar berita tentang pesawat jatuh, secara statistik rasio kecelakaan pesawat ternyata jauh lebih kecil dibanding moda transportasi darat. Berdasarkan laporan kecelakaan pesawat antara tahun 1980-2000, tingkat survival rate dari kecelakaan pesawat berkisar antara 76,6% hingga 95,7%. Cukup tinggi kan? 2. Akhir-akhir ini tingkat kecelakaan pesawat sudah relatif jauh lebih berkurang dibanding 50 tahun silam. Bahkan menurut laporan dari AirlineRatings.com, tahun 2015 termasuk salah satu tahun yang relatif aman dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun 2016, jumlah kecelakaan pesawat yang terjadi selama 10 tahun terakhir sudah jauh berkurang dibanding 10 tahun sebelumnya – masih menurut AirlineRatings.com (dikutip dari berita CNN). Dengan kata lain, secara statistik terbang dengan pesawat sudah semakin aman. 3. Saat ini sudah semakin banyak informasi mengenai maskapai mana yang memiliki tingkat prosentase keamanan terbaik. Walaupun masalah keselamatan penerbangan itu diluar kuasa manusia, setidaknya kalian dapat memilih maskapai dengan reputasi keamanan yang baik untuk memberikan sugesti rasa aman dan bisa menekan resiko munculnya fobia terbang. Sebagai contekan, berikut ini daftar 20 maskapai penerbangan teraman + 10 maskapai low cost teraman di dunia sepanjang tahun 2016 versi AirlineRatings.com. Daftar peringkat ini disusun (berdasarkan alfabet – kecuali untuk nomor 1) setelah memonitor ratusan laporan penerbangan pada tahun sebelumnya. 1. Qantas 2. Air New Zealand 3. Alaska Airlines 4. All Nippon Airlines (ANA) 5. American Airlines 6. Cathar Pacific Airways 7. Emirates 8. Etihad Airways 9. EVA Air 10. Finnair 11. Hawaiian Airlines 12. Japan Airlines 13. KLM 14. Lufthansa 15. Scandinavian Airline System (SAS) 16. Singapore Airlines 17. Swiss 18. United Airlines 19. Virgin Atlantic 20. Virgin Australia Sedangkan untuk 10 budget airlines teraman di dunia tahun 2016, bocorannya sebagai berikut (disusun berdasarkan alfabet): 1. Aer Lingus 2. Flybe 3. HK Express 4. Jetblue 5. Jetstar Australia 6. Thomas Cook 7. TUI Fly 8. Virgin America 9. Volaris 10. Westjet Lantas bagaimana dengan tingkat keamanan penerbangan maskapai di Indonesia? Masih menurut website AirlinesRatings.com (seperti dikutip dari thejakartapost.com), maskapai terbaik di Indonesia, Garuda Indonesia, ternyata hanya mendapat 3 bintang saja – sementara maskapai negara lain bisa mendapat 4-7 bintang. Untuk low cost carrier pun rata-rata maskapai kita (seperti Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, dan Wings Air) hanya mendapatkan penilaian 1 bintang saja (dan termasuk salah satu yang terburuk di dunia). Walau begitu, jangan dulu merasa paranoid. Menurut versi World Airlines Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax tahun ini, Garuda Indonesia masih masuk dalam peringkat 20 besar (ada di posisi 11). Hasil berbeda mungkin akan didapat dari survei lainnya. Dengan kata lain, jangan sampai daftar peringkat ini menjadi harga mati untuk menjatuhkan pilihan pada sebuah maskapai. * * * * * Tips Mengatasi Fobia Terbang Ilustrasi, via kokpit.aero Berikut ini beberapa tips untuk yang mungkin bisa membantu mengatasi fobia terbang: Sebelum pergi 1. Kenali dulu apa yang menjadi sumber fobia terbang kalian. Apakah kalian takut terbang karena takut jatuh? Atau karena faktor fobia lainnya – seperti claustrophobia dan acrophobia? Dengan mengenali sumber ketakutan tersebut, kalian akan lebih fokus mencari solusinya. Misalnya saja, jika ketakutan terbang itu karena dipengaruhi oleh faktor claustrophobia dan acrophobia, kalian dapat menyiasatinya dengan memilih tempat duduk di dekat lorong, karena duduk dekat orang lain dapat mengurangi rasa takut dan cemas. Sedangkan jika ketakutan kalian karena faktor lainnya, seperti takut berlebih akan turbulensi, kalian dapat melihat tips di bagian ‘saat di pesawat’. 2. Jangan pernah terlalu kepo dengan berbagai kecelakaan yang pernah terjadi. Kalian boleh-boleh saja mencari informasi tips untuk menyelamatkan diri seandainya terjadi kecelakaan. Tapi hindari mencari-cari informasi tentang kecelakaan pesawat, apalagi sampai melihat foto-foto korban kecelakaan, dll dsb. Hal-hal seperti itu bisa memicu rasa panik saat berada di dalam pesawat. 3. Sebelum memulai perjalanan, kalian bisa mencoba melakukan visualisasi rangkaian perjalanan yang akan dilakukan, mulai dari datang ke airport, hingga saatnya terbang. Diharapkan dengan sering-sering melatih visualisasi tersebut, otak akan terbiasa dengan situasi saat terbang dan akan semakin jarang mengirimkan sinyal ketakutan pada tubuh. 4. Sebelum masuk pesawat, nggak ada salahnya menjelaskan perasaan takut kalian pada kru yang bertugas. Kru profesional biasanya sudah terlatih untuk menghadapi penumpang yang takut terbang. Namun jika kalian sudah memiliki tips dan trik sendiri untuk mengatasi fobia terbang, nggak ada salahnya meminta kru yang bertugas untuk membantu melakukan aneka tips dan trik tersebut. Misalnya saja, kalian bisa minta tolong untuk rutin diingatkan kalau kondisi penerbangan baik-baik saja, minta tolong diingatkan untuk melakukan berbagai teknik pernafasan seandainya tiba-tiba terserang panic attack, dan lain-lain. 5. Kenali kondisi fisik dan psikis diri sendiri. Seandainya fobia terbang kalian sudah terlalu parah, jangan memaksakan untuk terbang dalam jangka waktu lama. Kalian bisa memilih beberapa penerbangan singkat (transit beberapa kali), dan pilihlah pesawat berbadan besar yang relatif lebih tahan terhadap turbulensi. 6. Atau, jika fobia terbang kalian betul-betul sulit dikendalikan, nggak ada salahnya mencari kelas atau terapi khusus untuk mengatasi fobia tersebut. Kalian bisa datang ke psikolog, psikiater, atau mencari kelas-kelas terapi lainnya yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal kalian. Saat di pesawat 1. Biasanya, turbulensi menjadi penyebab fobia terbesar saat berada dalam pesawat. Ya, turbulance memang kadang terasa mengerikan. Tapi tahukah kalian, bahwa turbulance bagi pesawat terbang tak ada bedanya seperti keberadaan polisi tidur bagi kendaraan bermotor. Salah satu tips terbaik untuk menghadapi turbulensi, adalah dengan membiarkan tubuh berayun mengikuti gerak pesawat (jangan melawan) dan sebisa mungkin bersikap santailah. 2. Alternatif lainnya, kalian bisa mengambil penerbangan yang – lagi-lagi – secara statistik relatif aman dari turbulensi. Penerbangan pagi biasanya lebih jarang terkena turbulensi, walau harga tiketnya (umumnya) lebih mahal dari penerbangan malam. 3. Kalian juga dapat menyiasati masalah turbulensi dengan memilih tempat duduk yang tepat. Biasanya, kursi di bagian belakang pesawat akan terkena efek turbulensi lebih parah dibanding bagian lain dari pesawat. Sedangkan kursi terdepan kabin biasanya lebih minim terkena efek turbulensi. 4. Selama di pesawat, sibukkan diri dengan melakukan aktifitas yang kalian suka agar perhatian tak hanya fokus dengan masalah penerbangan. Kalian bisa menonton film, membaca buku, main puzzle, atau mendengarkan lagu. Lebih baik jika kalian mendengarkan lagu-lagu tenang yang akan membuat perasaan jadi lebih relaks. 5. Sering-seringlah melatih pernafasan saat berada di pesawat. Bernafas dengan tenang dan teratur dapat membantu membuat tubuh jadi lebih relaks dan mengurangi rasa takut. 6. Hindari meminum minuman berkafein tinggi seperti kopi, atau minuman seperti soda. Minuman-minuman tersebut dapat merangsang seseorang untuk bersikap berlebihan dan terlalu bersemangat. Sebaliknya, nggak ada salahnya banyak-banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kekurangan cairan tubuh dapat mebuat tubuh jadi lebih tegang dan lebih mudah terserang panik. 7. Jika kalian boleh minum minuman beralkohol, menyecap 1-2 gelas wine dapat membantu membuat tubuh jadi sedikit lebih relaks. Tapi, jangan berlebihan! Minum sampai mabuk malah dapat membuat kalian bereaksi berlebihan dan malah mengganggu penumpang lainnya. Selain itu, membiasakan diri untuk minum beralkohol setiap kali terbang dapat menjebak kalian dalam pola hidup tak sehat, karena dosis alkohol harus selalu ditambah setiap kali terbang (agar efeknya terasa). 8. Jika tidak bisa/tidak boleh minum minuman beralkohol, beberapa traveller menyarankan untuk minum obat anti mabuk untuk meminimalkan potensi terkena mabuk perjalanan. 9. Selama di penerbangan, fokuslah pada pikiran-pikiran positif. Misalnya, usahakan untuk terus membayangkan tentang destinasi yang akan dituju, dan jangan pikirkan hal-hal buruk selama di perjalanan. 10. Untuk alternatif lainnya, kalian dapat mencoba teknik pelepasan hormon oksitosin untuk mengatasi fobia terbang. Secara mudah, hormon oksitosin – atau biasa dikenal sebagai ‘hormon cinta’ – merupakan sebuah hormon yang dapat memberikan rasa percaya dan nyaman dalam diri seseorang. Saat hormon oksitosin berhasil dikeluarkan, perasaan stress akan bisa ditekan, dan akhirnya membuat otak berhenti mengirimkan sinyal-sinyal fobia terbang. Lantas bagaimana caranya melepaskan hormon oksitosin? Caranya bisa berbeda bagi wanita dan pria. Bagi wanita, kalian dapat mengingat momen-momen bahagia seperti saat melihat bayi yang baru dilahirkan, saat menyusui, maupun saat tengah bersama pasangan. Sedangkan bagi pria, bisa dengan mengingat momen puncak dalam sebuah hubungan intim. Cara lainnya, kalian (khususnya solo traveller) dapat mencoba memulai percakapan dengan penumpang lain yang duduk di dekat kalian. Setelah obrolan nyambung dan merasa terhubung dengan orang itu, kalian akan merasa lebih tenang dan relaks – pertanda hormon oksitosin telah keluar. * * * * * Kenapa Kalian Harus Terbang Minimal Sekali dalam Seumur Hidup Ilustrasi, via adcomunicazione Jika data statistik maupun tips-tips di atas belum cukup untuk membuat kalian tenang, mari simak beberapa alasan kenapa kalian harus mencoba terbang minimal sekali dalam seumur hidup. Siapa tahu di antara alasan-alasan berikut ini ada yang mampu membuat fobia terbang kalian menjadi lebih bisa dikendalikan. 1. Suka atau tidak, untuk bepergian ke beberapa tempat di dunia, pesawat masih menjadi moda transportasi tercepat, terbaik, dan – berdasarkan statistik – termasuk salah satu moda transportasi teraman di dunia. Jadi, sekalipun kalian benci terbang, ingatlah kalau mau-tak-mau kalian memang acap kali HARUS terbang. Daripada terus-terusan merasa takut, lebih baik jika kalian fokus mencari solusi untuk mengatasi ketakutan tersebut. 2. Ingatlah bahwa terbang menjadi salah satu cara untuk mengagumi ciptaan-Nya dari ketinggian. Diharapkan dengan mengingat hal tersebut, kalian akan fokus pada hal-hal positif dan akhirnya melupakan ketakutan untuk terbang. 3. Tambahan lainnya, ada hikmah positif dari fobia terbang lho. Secara sengaja ataupun tidak, kalian jadi akan lebih banyak berdoa dan akhirnya menyerahkan segalanya kepada-Nya. Jadi, fobia terbang nggak melulu berisi hal-hal negatif kan? Semoga tipsnya bermanfaat! * * * * * Baca tulisan lainnya yang berhubungan dengan penerbangan: [Penting] Tips untuk Mempertinggi Potensi Selamat dari Kecelakaan Pesawat Terbang Random Tips Buat Kalian yang Berencana Terbang Bareng Bayi dan Anak-anak
  10. Dari sekian banyak distrik keren yang ada di Tokyo, nama Shibuya termasuk salah satu distrik yang paling wajib disambangi kalau punya kesempatan untuk wisata ke ibu kota Jepang tersebut. Shibuya memang layak masuk dalam daftar distrik terpopuler di Tokyo, karena distrik ini memang memiliki hampir semua yang dicari oleh wisatawan: tempat kongkow keren, spot yang ikonik, aneka tempat belanja, hingga urban legend populer seperti Hachiko. Jika kalian baru pertama kali menjejakkan kaki ke Tokyo dan berencana untuk mengunjungi Shibuya, mari simak berbagai tips trivia berikut ini. Ingat, Shibuya itu lebih dari sekedar Shibuya crossing dan Patung Hachiko saja. Jangan puas kalau baru mengetahui kedua spot tersebut, karena sebetulnya di Shibuya masih banyak spot keren lainnya – beberapa diantaranya masih relatif jarang terekspos – yang layak masuk dalam itinerary kalian. * * * * * Informasi Dasar Shibuya, via Nelo Hotsuma/flickr/creative commons Kalau menyebut nama Shibuya, biasanya orang akan langsung membayangkan daerah komersial yang ada di sekitar Stasiun Shibuya – termasuk Shibuya crossing-nya yang fenomenal itu. Pendapat tersebut nggak salah, tapi nggak sepenuhnya benar. Shibuya sejatinya merupakan nama sebuah distrik di Tokyo. Tepatnya, Shibuya merupakan salah satu dari 23 distrik khusus di Tokyo yang terdiri dari beberapa distrik. Dengan kata lain, Shibuya itu luas banget! Kalian mungkin perlu waktu 1-2 harian jika betul-betul ingin menjelajah Shibuya sampai tamat hingga ke ujung gang-nya. Shibuya, via Candida.Performa/flickr/creative commons Ingin membayangkan seluas apa distrik Shibuya ini? Mari kita kenalan dulu dengan beberapa distrik dan sub-distrik yang menjadi bagian dari Shibuya: Hatagaya (Sasazuka, Hatagaya, Honmachi), Yoyogi (Uehara, Oyamacho, Nishihara, Hatsudai, Motoyoyogicho, Tomigaya, Yoyogi-kamizonocho), Sendagaya (Sendagaya, Jingumae), Ebisu-Omukai (Kamiyamacho, Sakuragaokacho, Jinnan, Hachiyamacho, Udagawacho, Uguisudanicho, Shoto, Daikan’yamacho, Shinsencho, Ebisunishi, Maruyamacho, Ebisuminami, Dogenzaka, Nanpeidaicho), Hikawa-Shimbashi, Shibuya, Higashi, Ebisu, Hiroo. Luas banget kan? * * * * * Daya Tarik Shibuya Shibuya, via jonolist/flickr/creative commons Sudah tahu kan, kalau Shibuya itu luas? Tapi mari kita persempit fokusnya pada hal-hal yang membuat Shibuya ini menarik perhatian wisatawan, yaitu mulai dari fashionnya. Shibuya memang terkenal sebagai salah satu distrik fashion ternama di Tokyo. Tepatnya, Shibuya dikenal sebagai kiblatnya fashion wanita muda. Berbeda dengan Harajuku yang lebih cocok untuk segmen remaja. Berbagai tren mode fashion terbaru lahir dari distrik Shibuya, dan itulah yang membuat para pecinta fashion wajib mampir ke sana saat memiliki kesempatan untuk wisata ke Tokyo. Di Shibuya ada banyak toko-toko fashion dan berbagai pusat perbelanjaan yang wajib dikunjungi oleh pecinta fashion, salah satunya adalah Shibuya 109 dan PARCO (sementara ditutup untuk proses renovasi, dan baru dibuka lagi tahun 2019). Shibuya Crossing, via Yoshikazu TAKADA/flickr/creative commons Hal lain yang membuat Shibuya terasa begitu seksi dikunjungi oleh wisatawan, adalah karena di distrik ini bertabur spot ikonik yang kerap muncul dalam berbagai media – seperti film dan buku. Misalnya saja, di Shibuya ada patung Hachiko yang diangkat dari kisah anjing Hachiko yang legendaris. Kemudian ada Shibuya Crossing yang pernah muncul dalam berbagai film terkenal seperti The Fast and the Furious: Tokyo Drift dan Resident Evil: Afterlife. Jangan lupakan juga kalau Harajuku dengan Takeshita-dori nya itu masih termasuk dalam wilayah Shibuya. Karaoke, via vanityfair Shibuya juga kaya akan tempat kongkow yang asyik. Mulai dari resto biasa, aneka resto tematik, hingga izakaya (bar khas Jepang), semua bisa ditemukan di Shibuya. Bahkan jika kalian tiba-tiba kangen kehidupan malam saat tengah berada di Tokyo, beberapa klub terbaik bisa kalian sambangi di Shibuya. Atau, jika ingin sekedar karaoke, Shibuya juga memiliki banyak tempat karaoke keren lho. Hal lain yang membuat Shibuya begitu menarik adalah banyaknya sub-distrik keren di distrik ini. Masing-masing sub-distrik memiliki ciri khas tersendiri, seperti Daikanyama yang terkenal sebagai spot belanja barang bermerk, atau Ebisu yang memiliki sejumlah bar dan restoran kelas atas. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya. * * * * * Yang Harus Dilakukan di Shibuya Sebetulnya, ada banyak sekali variasi aktifitas yang bisa dilakukan di Shibuya. Maklum, hampir semua hal bisa ditemukan di distrik ini. Berikut ini beberapa aktifitas populer dan semi-populer untuk dilakukan oleh wisatawan di Shibuya. 1. Mengeksplorasi Area di Sekitar Stasiun Shibuya Punya waktu traveling yang sangat terbatas? Kalau begitu, fokus saja menjelajah area di sekitar Stasiun Shibuya. Mayoritas daya tarik Shibuya memang ada di sekitar Stasiun Shibuya. Berikut ini beberapa spot keren yang bisa kalian temukan disana: A. Patung Hachiko Patung Hachiko, via IQRemix/flickr/creative commons Meeting poin paling populer di Shibuya. Patung Hachiko dibuat untuk mengenang anjing Hachiko, sosok anjing yang setia menunggui tuannya di depan Stasiun Shibuya hingga ajal menjemputnya. Kalian belum sah mengunjungi Shibuya kalau belum melihat patung yang ada di depan Stasiun Shibuya ini. B. Shibuya Crossing Shibuya Crossing, via WIL/flickr/creative commons Sejatinya, Shibuya Crossing ini merupakan zebra cross biasa. Yang membuatnya unik adalah karena banyaknya jumlah pejalan kaki yang menyeberangi zebra cross ini dalam satu waktu. Detail tentang Shibuya Crosing bisa dibaca disini: Shibuya Crossing: Antara Cerita, Realita, dan Tips. C. Shibuya 109 Shibuya 109, via timeout Salah satu shopping center paling populer di Shibuya. Bangunannya yang ikonik membuat Shibuya 109 ini sering muncul dalam berbagai manga dan film. Sekedar informasi, berbagai tren fashion di Tokyo banyak yang lahir dari tren di Shibuya 109 ini. D. Patung Moyai Patung Moyai, via retrip Selain Patung Hachiko, patung Moyai juga menjadi salah satu meeting point populer di Shibuya – walau masih kalah populer dari Patung Hachiko. Patung ini dihadiahkan oleh orang-orang dari pulau Niijima pada tahun 1980. E. Shibuya Hikarie Shibuya Hikarie (bangunan di sebelah kiri), via Dick Thomas Johnson/flickr/creative commons Gedung pencakar langit setinggi 34 lantai yang lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Shibuya. Gedung ini memiliki department store seluas 8 lantai, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas keren seperti teater, museum, ruang pamer, restoran, dan lain-lain. 2. Shopping, Shopping, Shopping! Pusat perbelanjaan di Shibuya, via barnimages.com/flickr/creative commons Sebagai salah satu distrik fashion ternama, tentu saja Shibuya memiliki banyak sekali shopping spot keren. Mulai dari toko kecil di berbagai sudut Shibuya, hingga aneka department store dan shopping mall besar, semua bisa kalian temukan di Shibuya. Jika kalian (terutama wanita muda) memang termasuk shopaholic, Shibuya jelas akan menjadi salah satu surga belanja favorit di Tokyo. Menariknya, Shibuya nggak hanya didominasi oleh fashion saja. Di distrik ini pun terdapat beberapa toko bagi para otaku (sebutan untuk die hard fans) manga dan anime. Bagi penggemar segala pernak-pernik Disney, di Shibuya ada Disney Store Shibuya yang menjual bermacam merchandise Disney. Kalau kalian nggak sempat pergi ke Tokyo Disneyland ataupun Tokyo DisneySea, kalian bisa memuaskan hasrat belanja souvenir dengan mampir ke toko ini. 3. Menjelajah Hingga ke Sudut Shibuya Jangan puas hanya keliling-keliling di depan Stasiun Shibuya! Jangan merasa cukup setelah melihat Patung Hachiko, menyeberangi Shibuya Crossing, maupun belanja di Shibuya 109. Shibuya juga memiliki banyak jalan dan kawasan yang menarik untuk dijelajahi; beberapa diantaranya masih relatif jarang disebutkan dalam berbagai panduan wisata Shibuya. Jika kalian termasuk doyan jalan kaki dan hobi sightseeing, yuk mari intip beberapa jalan dan kawasan favorit di Shibuya berikut ini. A. Center Gai Center Gai, via kcomiida/flickr Center Gai merupakan jalur pedestrian utama di Shibuya. Kawasan ini lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Shibuya. Di blok ini banyak terdapat bermacam jenis toko, restoran, hingga bar dan klab malam. Center Gai ini cukup menarik untuk dilalui oleh mereka yang hobi window shopping, atau sekedar ingin kongkow di tengah keramaian Shibuya. B. Love Hotel Hills Love Hotel Hill, via irubyourbrog.blogspot Sesuai dengan namanya, Love Hotel Hills ini merupakan sebuah kawasan di Shibuya yang memiliki konsentrasi Love Hotel lebih banyak dibanding daerah lainnya. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan dengan gaya arsitektur yang nyentrik, dan tentu saja, deretan Love Hotel yang bisa kalian coba (kalau penasaran). Hanya saja, sekedar pemberitahuan, rata-rata Love Hotel di Shibuya ini memiliki rate yang lebih tinggi dibanding tempat lainnya. C. Spain Slope Spain Slop, via de.jal.com Spain Slope a.k.a Supein-zaka merupakan sebuah jalan sempit sepanjang 100 meter yang menghubungkan PARCO dan Inogashira Street. Jalan ini dinamakan “Spain Slope” karena suasananya yang mengingatkan pada suasana jalanan di Spanyol. Di sepanjang jalan ini banyak terdapat kafe kecil, toko-toko, dan juga restoran. D. Dogenzaka Street Dogenzaka, via User:Piotrus/wikimedia commons Salah satu jalan utama sekaligus jalan tersibuk di Shibuya. Jalan yang dimulai dari Hachiko Square dan membentang ke arah Barat ini memiliki banyak tempat makan, tempat belanja, perkantoran, dan klub malam. E. Koen Dori Koen Dori, via irubyourbrog.blogspot Suka belanja? Maka kalian perlu banget mampir ke Koen Dori (=jalan taman). Jalan sepanjang 450 meter tersebut merupakan salah satu shopping street populer di Shibuya yang memiliki banyak department stores dan bangunan yang menarik. Jalan ini dimulai dari Marui Department Store mengarah ke Yoyogi Park di Harajuku. F. Sakuragaoka-cho Sakuragaoka-cho, via Momotarou2012/wikimedia commons Kawasan yang terletak di sebelah Barat Daya Stasiun Shibuya ini memiliki banyak kafe dan restoran. Dibanding kawasan lain di Shibuya, Sakuragaoka-cho ini relatif lebih tenang dan suasananya pun menyenangkan. G. Bunkamura Dori Jalan di dekat Shibuya 109 yang dipenuhi dengan berbagai tempat makan, belanja, serta hiburan. H. Nonbei Yokocho Nonbei Yokocho, via Rs1421/wikimedia commons Salah satu kawasan di Shibuya yang memiliki suasana ala Tokyo sebelum Perang Dunia II. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan kecil, dan restoran berkapasitas 3-4 tamu saja. Suasana di Nonbei Yokocho ini mirip-mirip dengan Golden Gai di Shinjuku. I. Cat Street Shibuya Cat Street, vi Aw1805/wikimedia commons Jalan ini terletak di antara Shibuya dan Harajuku. Suasana jalan ini terbilang menyenangkan, karena mayoritas areanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sementara di setiap sisi jalannya mayoritas dipenuhi oleh aneka toko kecil dan kafe yang trendi. 4. Kulineran dan Minum-minum Alcatraz ER, sebuah kafe tematik di Shibuya, via Aleksi M/flickr Shibuya memiliki banyak tempat makan keren untuk berbagai jenis tamu. Mulai dari izakaya, restoran fine dining, hingga restoran tematik, semua bisa ditemukan di Shibuya. 5. Dugem, Atau Sekedar Nonton Musik Pengunjung di Club Asia, via MIXTRIBE/wikimedia commons Yes, Shibuya memang terkenal juga sebagai salah satu distrik yang memiliki beberapa klub terbaik di Tokyo. Jika kalian mendadak ingin dugem saat berada di Shibuya, kalian bisa mencoba main ke beberapa club berikut ini: Wombs (salah satu klub terbesar di Tokyo), Club Asia (terkenal karena kerap memutar musik trance sepanjang malam), Camelot (klub malam yang memiliki banyak ruang yang memutar bermacam aliran musik), dan Sound Museum Vision (klub underground di Dogenzaka yang memiliki sound system unik). Sebagai tambahan informasi, di Shibuya juga kerap digelar berbagai pertunjukan musik. Saat berkunjung ke Shibuya, coba deh cek jadwal pertunjukan artis kesayangan kalian. Siapa tahu waktunya bertepatan dengan konser/pertunjukan mereka yang digelar di Shibuya. 6. Mengunjungi Kuil dan Tempat Ibadah Lainnya Konno Hachimangu Shrine, via Rs1421/wikimedia commons Shibuya mungkin nggak memiliki kuil-kuil besar seperti yang terdapat di Asakusa dan Harajuku (walau secara teknis, Harajuku masih termasuk wilayah Shibuya). Tapi di Shibuya ada beberapa kuil yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan layak disambangi kalau kalian sudah bosan dengan hiruk pikuk Shibuya. Dua diantaranya adalah Konno Hachimangu Shrine dan Miyamasu Mitake Shrine. Konno Hachimangu Shrine merupakan sebuah kuil yang didirikan di bekas rumah klan Shibuya yang dulu menguasai daerah tersebut (dan namanya diabadikan sebagai nama distrik itu). Sedangkan Miyamasu Mitake Shrine merupakan tempat bersemayamnya Kaisar Keikou, salah satu pahlawan legenda di Jepang. Selain memiliki kuil, di Shibuya pun terdapat masjid terbesar di Tokyo, yaitu Tokyo Camii. Bagi traveller muslim, berkunjung ke Tokyo Camii bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan saat berada di Shibuya. 7. Main-main ke NHK Studio Park Salah satu aktifitas di NHK Studio Park, via planetyze Di Shibuya memang tidak ada theme park besar seperti Disneyland, DisneySea, maupun Tokyo Dome. Tapi di Shibuya ada NHK Studio Park, sebuah theme park interaktif milik NHK (Nippon Hoso Kyokai), sebuah stasiun televisi dan radio di Jepang. Di theme park ini pengunjung dapat melihat bagaimana proses recording berbagai program populer, merasakan serunya menjadi dubber, melihat teater 3D, dan lain-lain. 8. Menghadiri Beberapa Festivalnya Kemeriahan pesta Halloween di Shibuya, via Hideya Hamano/flickr Mengingat distrik Shibuya itu cukup luas, sebetulnya banyak sekali event yang bisa kalian sambangi di sepanjang tahun. Tapi jika ada event yang harus diberi highlight, maka itu adalah event Halloween (31 Oktober). Setiap pelaksanaan Halloween, banyak muda-mudi berkostum yang akan memadati Center Gai. Suasana pun akan sangat meriah, dan pastinya, banyak sekali obyek menarik yang bisa dijepret selama momen kemeriahan Halloween di Shibuya. 9. Main-main ke Beberapa Spot Populer di Shibuya A. Daikanyama Daikanyama T-Site, via 江戸村のとくぞう (Edomura no Tokuzo)/wikimedia commons Salah satu kawasan di Shibuya yang terkenal sebagai kawasan perumahan high class dan memiliki banyak butik fashion ternama. Di Daikanyama juga terdapat banyak restoran, toko-toko unik, dan tempat nongkrong keren seperti Hillside Terrace dan Daikanyama T-Site. B. Ebisu Ebisu Garden Place, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons Ebisu populer sebagai salah satu area perumahan mewah di Shibuya. Di kawasan ini pun terdapat area perkantoran, dan sebuah shopping complex populer Ebisu Garden Place. Di Ebisu pun terdapat The Museum of Yebisu Beer, sebuah museum bir Ebisu yang dapat dimasuki secara cuma-cuma; dan sebuah museum fotografi. C. Sendagaya Hatonomori Hachiman Jinja di Sendagaya, via 110kuwahara/wikimedia commons Kawasan perumahan di Shibuya yang lokasinya berbatasan dengan Shinjuku dan Aoyama. Sendagaya relatif lebih tenang dibanding daerah lainnya di Shibuya, sehingga mungkin terkesan kurang meriah di mata wisatawan. Tapi di kawasan ini terdapat beberapa spot yang cukup menarik, seperti National Noh Theatre, Tokyo Metropolitan Gymnasium and Sport Comple, sebagian area Shinjuku Gyoen National Garden, beberapa kuil, dan lain-lain. D. Harajuku, Omotesando, Aoyama Detail tentang ketiga tempat tersebut dapat dibaca disini: Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo. * * * * * Akses Di depan Stasiun Shibuya, via IQRemix/wikimedia commons Cara paling mudah untuk mencapai Shibuya tentu saja dengan menggunakan kereta api. Sebagi salah satu stasiun tersibuk di Tokyo, Stasiun Shibuya dilalui oleh berbagai jalur kereta api. Stasiun ini pun dilalui oleh jalur Yamanote Line, sebuah jalur kereta berbentuk loop line di Tokyo. Pokoknya, nggak sulit deh untuk mencapai Shibuya jika kalian berangkat dari berbagai tempat lainnya di Tokyo.
  11. Yoi mas, sering banget dipake shooting dorama ya Kakek lejen? Siapaaa? Btw, Shibuya dan Harajuku sebaiknya dijelajah sama yg emang kuat jalan kaki aja... hahaha... Klo nggak, siap-siap deh betisnya membengkak, wkwkwk...
  12. Nama “Harajuku” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kebanyakan orang, entah orang tersebut penggemar segala sesuatu yang bertema Jepang atau tidak. “Harajuku” kerap diasosiasikan dengan segala sesuatu yang berbau budaya pop Jepang, dan istilah “Harajuku style” pun identik dengan segala sesuatu yang funky dan unik, khususnya dalam hal style fashion. “Harajuku” juga acapkali identik dengan orang-orang yang berdandan unik dan khas, cosplayer yang memenuhi jalan, dan banyak stereotipe lain tentang Harajuku – yang sebagian diantaranya too good to be true. Agar tidak terjebak dengan ilusi tentang Harajuku, dan agar tidak kecewa saat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana (khususnya bagi first time traveller), yuk mari mengenal sedikit tentang Harajuku. Sebetulnya, Harajuku itu apa? Dan apa saja yang bisa kalian temukan dan dapatkan disana? Simak detailnya berikut ini. * * * * * Informasi Dasar Harajuku, via (imagine)/flickr/creative commons Saat menyebut nama “Harajuku”, tak sedikit yang mengira jika Harajuku adalah nama sebuah distrik di Tokyo. Sayangnya, pendapat tersebut kurang tepat. Sejatinya Harajuku adalah nama sebuah kawasan (bukan distrik resmi) yang berada di sekitar Stasiun Harajuku. Bahkan Harajuku tidak digunakan sebagai alamat surat menyurat lho, karena secara administratif Harajuku ini termasuk dalam Distrik Shibuya. Jadi, saat melihat peta Tokyo, jangan harap kalian dapat menemukan nama Harajuku tercantum sebagai nama kawasan disana. Sejarah Harajuku sebagai pusat fashion anak muda dan tren budaya pop Jepang terkini konon dimulai paska Perang Dunia II berakhir. Pada saat itu, banyak tentara Amerika dan penduduk sipil yang tinggal di area (yang kini menjadi Harajuku). Secara tidak langsung, penduduk di Harajuku pun jadi terinspirasi dengan gaya fashion Western yang dibawa oleh warga Amerika tersebut, yang akhirnya menarik minat pada desainer fashion untuk meluncurkan “Harajuku style”. Tren tersebut semakin mewabah sejak pelaksanaan Tokyo Olympics pada tahun 1964 yang selenggarakan di Yoyogi National Gymnasium (dekat Harajuku). Event tersebut otomatis membuat Harajuku ikut kebanjiran didatangi oleh turis asing, dan mendorong tumbuhnya berbagai toko untuk mengakomodasi kebutuhan turis tersebut. Sejak saat itulah Harajuku populer sebagai salah satu tempat kongkow trendi, dan seiring berjalannya waktu, dikenal sebagai pusat trend fashion anak muda Jepang terkini. * * * * * Daya Tarik Harajuku Ada banyak hal yang membuat Harajuku menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo. Mari mulai dengan Takeshita-dori (atau Jalan Takeshita) yang menjadi jantungnya Harajuku. Kepadatan di pintu masuk Takeshita-dori, via jdnx/flickr/creative commons Dari seluruh daya tarik Harajuku, Takeshita-dori layak mendapat peringkat pertama, sehingga belum sah rasanya menjejakkan kaki di Harajuku jika belum mampir ke Takeshita-dori. Jalan sepanjang 400 meter ini memiliki banyak toko, kafe, outlet fashion, hingga restoran fast food di sepanjang sisinya. Dari toko-toko di jalan inilah lahir tren fashion yang dikenal sebagai Harajuku Style. Takeshita-dori ini sangat populer, dan selalu ramai dipadati oleh pengunjung, khususnya dari kalangan anak muda Jepang. La Foret Harajuku, via Comyu/wikimedia commons Tak hanya memiliki toko-toko kecil yang menawarkan tren fashion terkini, Harajuku juga memiliki pusat perbelanjaan yang cukup populer, yaitu LaForet Harajuku. Pusat perbelanjaan yang terdiri dari 7 lantai ini memiliki banyak butik fashion dan toko, serta museum di lantai atasnya. Tak jauh dari La Foret Harajuku, ada Tokyu Plaza Omotesando Harajuku yang baru beroperasi sejak tahun 2012. Sama seperti La Foret Harajuku, Tokyu Plaza ini juga memiliki banyak toko fashion dan lifestyle. Meiji Jingu, via Kakidai/wikimedia commons Selain memiliki Takeshita-dori, di Harajuku juga terdapat terdapat beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Meiji-jingu, sebuah kuil Shinto yang lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Harajuku. Meiji-jingu ini merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk mengenang dan menghormati Kaisar Meiji. Suasana di sekitar Meiji-jingu ini sangatlah asri karena dipenuhi dengan pepohonan. Kontras dengan suasana lain di sekitar Harajuku yang sibuk dan ramai. Obyek wisata lain yang cukup dekat dengan Takeshita-dori adalah Togo Shrine atau Togo Jinja, sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo. Posisi kuil ini sebetulnya ada di kawasan Aoyama, namun cukup dekat dari Takeshita-dori Yoyogi Park, via Eyewall ZRH/flickr/creative commons Tak jauh dari Meiji-jingu ada sebuah taman yang disebut-sebut sebagai salah satu taman publik terluas di Tokyo, yaitu Yoyogi Park. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti area joging, hutan, spot untuk piknik, dan lain-lain. Ngomong-ngomong, Harajuku ini posisinya sangat dekat dengan beberapa kawasan populer di Tokyo. Dua diantaranya adalah Aoyama dan Omotesando. Aoyama merupakan salah satu kawasan elit di Tokyo yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, restoran, dan pusat hiburan. Sedangkan Omotesando memiliki banyak butik dan retail yang dirancang dengan gaya arsitektur yang menarik. Detailnya bisa kalian simak dalam bagian selanjutnya. * * * * * Yang Wajib Dilakukan di Harajuku Ada banyak aktifitas gratis dan non-gratis yang bisa kalian lakukan di Harajuku. Mari mulai dari yang gratisan lebih dulu: 1. Melihat-lihat Takeshita-dori Jalan-jalan di Takeshita-dori, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai daya tarik utama dari Harajuku, mengunjungi Takeshita-dori jelas merupakan sebuah kewajiban. Asyiknya, jalan ini menarik untuk dikunjungi tanpa harus membeli apapun, alias window shopping saja. Itu karena Takeshita-dori selalu ramai dipadati oleh pengunjung, sehingga suasananya selalu hidup dan menarik untuk dinikmati. Tambahan lain, di Takeshita-dori banyak muda mudi yang kerap berdandan dengan padu padan menarik. Bagi kalian yang suka bingung mix and match baju, bisa mencari inspirasi dari dandanan pada muda mudi di Harajuku. 2. Mengunjungi Meiji-jingu Pesta pernikahan di Meiji Jingu, via Everjean (EverJean) from Antwerp, Belgium/wikimedia commons Yes, Meiji-jingu ini bebas biaya tiket masuk alias dapat dikunjungi secara gratis – kecuali jika kalian masuk ke Treasure House dan/atau taman di bagian dalam (biaya JPY500 untuk masing-masing spot). Nggak sulit kok untuk mencapai Meiji Jingu ini, karena lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Harajuku. Hanya saja, walau terbilang dekat, kalian membutuhkan waktu kira-kira 15 menitan jalan kaki melewati hutan sebelum betul-betul bisa mencapai kuil ini. 3. Mampir ke Togo Jinja Togo Jinja, via Rs1421/wikimedia commons Togo Jinja merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo Heihachiro, seorang jenderal di periode Taisho yang pernah mengalahkan armada kapal Rusia pada perang Russo-Jepang tahun 1905. Walau kalah megah dari Meiji Jingu, kuil ini cukup populer dijadikan spot pemotretan foto pernikahan karena suasananya yang cukup menarik. Togo Jinja juga memiliki danau, jembatan kecil, dan tempat penjualan jimat. PS: kuil ini hanya berjarak 5 menitan jalan kaki dari Stasiun JR Harajuku. 4. Menghabiskan waktu di Yoyogi Park Dancer di Yoyogi Park, via blondinrikard/flickr/creative commons Sebagai salah satu taman publik terbesar di Tokyo, Yoyogi Park ini memiliki hampir semua yang bisa dicari dari sebuah taman: danau, lapangan terbuka, area hutan, taman bunga, dan banyak lagi. Jika kalian berkunjung ke taman ini pada akhir pekan, kalian dapat melihat berbagai pertunjukan dari street performer (dance, band, dll). PS: Taman ini bebas tiket masuk lho. 5. Berburu Cosplayer Cosplayer di Harajuku, via Jacob Ehnmark/wikimedia commons Salah satu daya tarik Harajuku yang sudah populer ke mancanegara adalah keberadaan para cosplayer yang kerap berdiri di titik-titik tertentu. Para cosplayer ini biasanya akan dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bersama, atau bahkan memperagakan beberapa adegan dari cosplay yang tengah diperankannya. Tips: salah satu spot yang jadi tempat nongkrong favorit para cosplayer adalah Harajuku Bridge. 6. Menghadiri Berbagai Festival Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi, via 工房 やまもも/wikimedia commons Ada beberapa festival menarik yang digelar di Harajuku, atau setidaknya, cukup dekat dari Harajuku. Beberapa festival yang layak masuk dalam agenda kalian antara lain: - St.Patrick’s Day Parade (pertengahan Maret), - Yoyogi Park Wanwan Carnival (pertengahan April), - Tokyo Rainbow Pride (pertengahan Mei), Thai Festival (pertengahan Mei), - The Okinawa Festival (akhir Mei), - Vietnam Festival (pertengahan Juni), - Ocean Peoples Toko (awal Juli), - Brazilian Day Japan (pertengahan Juli), - Taiwan Festa (akhir Juli), - Jingu Gaien Fireworks Festival (pertengahan Agustus), - Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi (akhir Agustus), - Fashion’s Night Out (awal September), - Namaste India (akhir September), - Hokkaido Fair in Yoyogi (akhir September-awal Oktober), - Indonesia Japan Friendship Festifal (pertengahan Oktober), - Omotesando Halloween Pumpkin Parade (akhir Oktober), - Tokyo Vegefood Festa (akhir Oktober), - Meiji Jingu Shrine Yabusame (awal November), - Fiesta de Espana (akhir November), Note: Beberapa festival di atas mungkin saja bukan festival tahunan. Ada baiknya lakukan double check untuk memastikan tanggal pelaksanaan festival sebelum memasukkan dalam itinerary. Tapi jika kalian berkunjung ke Harajuku diluar waktu tersebut, setidaknya kalian bisa mencoba main ke Meiji Jingu maupun Togo Shrine. Jika beruntung, siapa tahu kalian berkesempatan melihat acara pernikahan khas Shinto yang digelar di kedua kuil tersebut. 7. Main-main ke Aoyama, Omotesando, atau Shibuya Sudah tahu kan kalau Harajuku sangat dekat dengan Aoyama, Omotesando, atau Shibuya? Maka tentu saja salah satu aktifitas gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku, adalah dengan sekaligus mengunjungi kawasan-kawasan tersebut. Selama kalian mau berjalan kaki beberapa menit, cukup mudah kok untuk mencapai Aoyama, Omotesando, dan Shibuya tanpa harus mengeluarkan tiket kereta sama sekali. Berikut ini daftar beberapa rekomendasi aktifitas yang bisa kalian lakukan di Aoyama, Omotesando, dan Shibuya: Aoyama Icho Namiki Avenue, via Kakidai/wikimedia commons - Jalan-jalan di Icho Namiki Avenue (khususnya kalau berkunjung ke Tokyo saat musim gugur). Icho Namiki Avenue merupakan sebuah jalan yang memiliki deretan pohon Ginkgo. Saat musim gugur, pohon-pohon tersebut akan berubah warna menjadi keemasan. - Mampir ke Akasaka Palace - Mengunjungi Aoyama Cemetery (Aoyama Reien). Ya, Aoyama Cemetery adalah salah satu kuburan publik tertua di Jepang. Tempatnya cukup luas, dan di kuburan ini terdapat banyak makam orang dan tokoh ternama – salah satunya adalah anjing Hachiko. Lanskap di pemakaman ini pun cukup menarik, dan populer dikunjungi saat musim semi tiba (untuk melakukan hanami). - Jalan-jalan ke Killer-dori (Killer Street) yang memiliki banyak toko street fashion. Lokasinya terletak di Minami Aoyama, tak jauh dari Aoyama Cemetery. Omotesando Omotesando Hills, via IQRemix/flickr/creative commons - Jalan-jalan menikmati suasana. Omotesando bertabur banyak bangunan yang memiliki gaya arsitektur menarik. - Belanja. Tak hanya memiliki banyak gedung menarik, Omotesando juga bertabur toko dan butik ternama. Prada dan Louis Vuitton hanyalah sebagian brand yang bisa kalian temukan di Omotesando. - Mengunjungi beberapa museum keren di Omotesando, seperti Nezu Museum dan Ota Memorial Museum of Art. Shibuya Patung Hachiko di Shibuya, via Leng Cheng/flickr/creative commons - Melihat/memotret/melintas di Shibuya Crossing. - Shopping. Shibuya kaya akan berbagai tempat belanja, mulai dari shopping mall besar hingga toko-toko kecil. - Mencicipi izakaya, atau bar ala Jepang. - Jalan-jalan di berbagai walking spot populernya, seperti Dogenzaka Street, Nonbei Yokocho, dan lain-lain. - Berpose di Patung Hachiko. - Mengubah penampilan di berbagai salon trendi di Shibuya. - Mengunjungi beberapa kuil di Shibuya. Walau kuil-kuil itu sebetulnya bukan kuil populer, namun lumayan bisa dijadikan tempat pelarian sejenak jika kalian sudah bosan dengan suasana Shibuya yang ramai. Sedangkan aktifitas non-gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku antara lain: 1. Belanja, Belanja, Belanja Deretan toko di Harajuku, via Joe Mabel/wikimedia commons Sudah tahu, kan, kalau di Harajuku bertabur banyak tempat belanja? Jadi, jelas banget kalau shopping menjadi aktifitas yang wajib dilakukan saat berada di Harajuku. Kalian bisa keluar masuk berbagai toko di Harajuku – mulai dari toko kecil hingga shopping mall – untuk belanja, maupun sekedar mencari inspirasi mix and match fashion. Sedangkan jika kalian ingin membeli pernak-pernik murah untuk dijadikan oleh-oleh, Daiso Harajuku bisa menjadi pilihan asyik untuk dilirik. Sedangkan kalau ingin mencari toko mainan terkenal, bisa mampir ke Kiddy Land. PS: Jangan hanya fokus pada toko-toko yang ada di jalan utama. Terkadang kalian akan menemukan toko-toko menarik di jalan kecil yang ada di belakang jalan utama. Informasi beberapa toko populer di Harajuku dan sekitarnya bisa dilihat disini. 2. Kulineran! Display crepes di Harajuku, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai salah satu kawasan yang populer di kalangan anak muda, tentu saja Harajuku memiliki beberapa kuliner khas. Salah satu yang paling wajib untuk dicoba adalah mencicipi aneka crepes dengan berbagai kombinasi rasa. Harga aneka crepes ini biasanya ada di kisaran JPY500, dan kalian akan mudah menemukan kios penjual crepes di Takeshita Dori. 3. Membuat Purikura Contoh booth purikura, via Pixelms/wikimedia commons Purikura, atau photo sticker booth (di Indonesia lebih populer dengan sebutan ‘photo box’), sebetulnya sudah banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja, purikura di Jepang biasanya memiliki lebih banyak fitur imut dan juga bisa mengedit wajah. Membuat purikura merupakan salah satu aktifitas yang disukai oleh remaja Jepang, dan di Harajuku kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai mesin purikura. * * * * * Akses Stasiun JR Harajuku, via Chris 73/wikimedia commons Harajuku terletak di sekitar area Stasiun Harajuku, yang jaraknya hanya terpaut 1 stasiun dari Stasiun Shibuya dan 2 stasiun dari Stasiun Shinjuku. Otomatis Harajuku ini asyik dikunjungi saat kalian berwisata ke Shibuya maupun Shinjuku. Stasiun Harajuku ini dilalui oleh JR Yamanote Line, yaitu sebuah jalur kereta loop line mengelilingi Tokyo, sehingga jalur ini mudah sekali di akses dari mana-mana. Dari Stasiun Harajuku, kalian hanya tinggal menyeberang jalan untuk mencapai Takeshita Dori. Alternatif lainnya, kalian dapat naik Chiyoda dan Fukutoshin Subway Lines, dan turun di Stasiun Meijijingu-mae. Dari stasiun ini, kalian tinggal jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Takeshita Dori. Ngomong-ngomong, stasiun ini juga relatif dekat dengan Omotesando lho. Jika turun di Meijijingu-mae, kalian bisa bebas memilih apakah akan menjelajah Omotesando atau Harajuku lebih dulu. Ingin jalan-jalan sambil menikmati suasana? Jika berangkat dari Shibuya, kalian bisa jalan kaki untuk mencapai Harajuku. Jarak tempuhnya mungkin kira-kira 10-15 menitan jalan kaki. Tidak terlalu jauh kan? * * * * * Note: Seluruh foto diambil dari creative commons (credit tercantum dalam setiap foto). Tidak ada proses editan tambahan lainnya selain proses resizing.
  13. Iya mod.... Nggak cuma di Indonesia, ternyata di Jepang juga lagi banyak bencana ya Sankyu mas Oo gitu ya min? Kirain udah ada yang berani balik ke sana setelah bencana radiasi waktu itu Ahahahahahaha, coba lain kali berdirinya lebih dekat, trus di endus2 gitu deh. Dijamin langsung disangkain chikan deh, ahahahaha Sama2, semoga tips-nya bermanfaat ya...
  14. Duh, yang pengantin baru... niat amat 3-5 hari ngulik Lembang, hihi... Iyah nih, makin lama makin nggak dingin ya... Saya malah belum pernah ke air panas yg di Ciwidey itu, min... Padahal dari rumah lebih dekat ke Ciwidey dibanding ke Lembang
  15. Saat mempersiapkan untuk liburan ke luar negeri, kebanyakan wisatawan akan fokus untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan seperti passport, visa, daftar tempat wisata untuk dikunjungi, hingga daftar siapa saja yang harus mendapat oleh-oleh. Sayangnya, nggak sedikit di antara wisatawan yang lupa membekali diri dengan aneka safety tips (atau tips keselamatan). Padahal, setiap negara – terutama negara maju -- biasanya memiliki prosedur keselamatan tersendiri, khususnya untuk menghadapi hal-hal diluar dugaan seperti bencana alam. Begitu juga dengan negara Jepang. Negara berjuluk Matahari Terbit ini memiliki beberapa tips keselamatan yang sebetulnya penting banget untuk diketahui oleh wisatawan. Apalagi, dibalik segala pesonanya, Jepang pun tak luput dari berbagai bencana alam. Mengingat Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki bahasa khas, dikhawatirkan wisatawan asing yang tidak familiar dengan bahasa Jepang akan mengalami kesulitan seandainya terjadi hal-hal darurat saat tengah berwisata ke sana. Jika kalian memiliki rencana untuk berwisata ke Jepang, coba simak beberapa tips keselamatan berikut ini. Secara garis besar saya akan membagi aneka tips ini dalam 2 bagian utama: tips saat menghadapi bencana alam, dan tips untuk menghadapi/mencegah terjadinya kejahatan. * * * * * Tips Keselamatan Untuk Bencana Alam Pemadaman reaktor nuklir Fukushima paska terjadinya tsunami tahun 2011, via sites.suffolk.edu Pada tanggal 22 November 2016 Jepang diguncang gempa yang cukup kuat (6,9 Skala Richter). Efek guncangannya terasa hingga ke beberapa kota, dan beberapa daerah dilanda tsunami kecil setinggi 60 cm hingga 1,40 meter. Tsunami tersebut bahkan turut mengguncang Onahama Port, yang dikhawatirkan akan kembali mengganggu reaktor nuklir di Fukushima (untungnya tidak sampai separah itu). Ini bukan kali pertama Jepang diguncang bencana alam. Pada bulan April 2016, prefektur Kumamoto diguncang dua gempa besar. Tahun 2011 yang lalu Jepang juga mengalami serangkaian bencana, termasuk tsunami, yang meluluhlantakkan sebagian wilayah di Jepang – termasuk merusak reaktor nuklir di Fukushima dan menyebabkan terjadinya bencana radiasi. Bahkan sebetulnya, kalau ditelaah secara teliti, negara Jepang bisa dikatakan sangat rentan akan bencana alam. Gempa bumi, taifun (alias typhoons), letusan gunung berapi, tsunami, dan lain-lain; hanyalah sebagian bencana yang cukup rutin menyapa Jepang. Walau begitu, jangan dulu takut dan akhirnya membatalkan acara wisata ke Jepang ya. Sekalipun Jepang cukup sering dilanda, namun negara tersebut memiliki sistem peringatan dini dan prosedur standar evakuasi yang sangat baik. Hanya saja, mengingat bencana selalu datang tanpa diundang, nggak ada salahnya calon wisatawan yang berencana mengunjungi Jepang mengetahui beberapa tips untuk menghadapi bermacam bencana alam. Tujuan utamanya tentu saja agar wisatawan tidak bingung sendiri seandainya terjadi bencana, dan tahu prosedur keselamatan standar yang harus dilakukan. Simak detailnya berikut ini: + + + Informasi Dasar Sebuah kapal tersangkut di atap rumah paska tsunami 2011, via rd.nl - Jepang memiliki sistem peringatan dini yang cukup baik. Penduduk setempat pun rutin berlatih untuk menghadapi situasi darurat. Bahkan setiap rumah memiliki kantong darurat (berisi makanan, minuman, dan beberapa perlengkapan lainnya) yang siap dibawa setiap kali terjadi ada peringatan bencana. Jadi, saat bingung harus melakukan apa, kalian dapat mengamati respon dari penduduk lokal saat terjadi bencana. - Saat berada di Jepang, jangan malas memantau prakiraan cuaca setiap harinya. Prakiraan cuaca di Jepang relatif akurat dan bisa diandalkan karena berdasarkan pantauan harian. Ingin lebih praktis? Kunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA) (klik link) untuk melihat prakiraan cuaca terkini. - Sedangkan untuk pantauan peringatan kondisi cuaca harian, dapat mengunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA)/Warnings berikut (klik link). - Untuk wisatawan, kalian dapat mengunduh aplikasi sistem peringatan dini “Safety Tips” yang akan mengirimkan peringatan otomatis saat terjadi bencana (terutama untuk gempa bumi dan tsunami). Penjelasan tentang aplikasi tersebut dapat dibaca DISINI, dan kalian dapat mengunduh aplikasinya disini: ANDROID atau IPHONE. - Untuk memudahkan komunikasi saat terjadi kondisi darurat, khususnya jika kalian tidak bisa berbahasa Jepang, kalian bisa mencetak beberapa kartu komunikasi berikut ini dalam ukuran yang praktis untuk dibawa-bawa (sumber) a. Saat terjadi bencana b. Memastikan keselamatan/keamanan lokasi saat ini c. Paska evakuasi (1) d. Paska evakuasi (2) e. Perawatan medis f. Informasi dalam bahasa asing g. Masalah transportasi - Jika terjadi bencana alam dalam skala besar dan tidak memungkinkan bagi kalian untuk kembali ke hotel/penginapan, segeralah mencari shelter perlindungan terdekat. Biasanya shelter darurat akan diadakan di beberapa fasilitas publik (seperti taman dan bangunan sekolah). Di shelter darurat tersebut kalian akan mendapatkan makanan, minuman, dan dapat menggunakan toilet. - Saat bencana, ada kalanya jaringan telepon tidak berfungsi sehingga kalian akan sulit untuk dihubungi atau menghubungi keluarga. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan internet justru lebih bisa diandalkan untuk mencari informasi, maupun untuk memberi kabar pada keluarga di rumah. - Seandainya terjadi situasi yang betul-betul darurat, catat beberapa alamat kedutaan dan konsulat Indonesia yang ada di Jepang: a. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang Chancery: 5-2-9, Higashi-Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022. Telp: 03-3411-4201 b. Konsulat Jendral Republik Indonesia di Osaka Nakanoshima Intes Building 22F, 6-2-40 Nakanoshima, Kita-ku, Osaka 530-0005. Telp: 06-6449-9898 c. Honorary Consulate of the Republic Indonesia in Sapporo c/o Hokkaido Gas K.K., 7-3-1, Odori-nishi, Chuo-ku, Sapporo-shi 060-8530. Telp: 011-207-2100 d. Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Fukuoka c/o Kyudenko Corp., 23-25, Nanokawa 1-chome, Minami-ku, Fukuoka-shi 815-0081. Telp: 092-523-1691. + + + Gempa Bumi Sebuah daerah perumahan di Kumamoto paska terjadi gempa April 2016, via marketwatch - Dari berbagai jenis bencana yang kerap menyapa Jepang, gempa bumi berada di urutan pertama. Daerah Tohoku dan Kanto (di sekitar Tokyo) termasuk daerah-daerah yang cukup sering mengalami gempa dibanding daerah lainnya di Jepang. - Ini sebetulnya tips standar yang berlaku di negara mana pun. Setiap kali menginap di hotel/akomodasi lain, jangan lupa untuk mencari tahu jalur evakuasi darurat. - Jika kalian mengalami gempa bumi saat berada di dalam hotel, atau saat berada di luar ruangan, JANGAN langsung buru-buru lari untuk menyelamatkan diri. Kenapa? Soalnya dikhawatirkan kalian akan terluka oleh pecahan kaca/serpihan lain saat panik. Lebih baik segera berlindung dibawah meja atau obyek lain yang kira-kira cukup kuat untuk melindungi kepala. - Sebagai tambahan informasi, mayoritas bangunan (khususnya bangunan baru) di Jepang dirancang dengan konstruksi anti gempa. Kadang lebih aman berada di dalam bangunan (saat terjadi gempa) dibanding langsung lari berhamburan keluar. Namun jika kalian tak yakin, sebaiknya tanyakan pada orang di sekitar kalian (jika ada) apakah harus keluar bangunan atau cukup aman untuk berdiam di dalam saja. - Sedangkan jika kalian berada di tepi pantai, atau di dekat laut, segera menjauh dari laut karena dikhawatirkan akan terjadi tsunami. - Setelah keadaan mulai reda, segera perhatikan sekeliling kalian. Adakah api yang muncul setelah gempa, atau adakah potensi akan terjadi kebakaran? Jika ya, segera evakuasi diri ke ruang terbuka. Mayoritas korban jiwa akibat bencana gempa (di Jepang) terjadi bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan, namun karena terjebak kebakaran (yang terjadi karena gempa) dan tidak bisa menyelamatkan diri. + + + Tsunami Tsunami di Miyako (2011), via gazabpost - Daerah yang paling rawan terkena tsunami tentu saja daerah yang berada dekat dengan laut. Jika kalian berwisata ke daerah dekat laut, terlebih jika daerah itu memiliki sejarah terkena tsunami, ada baiknya kalian langsung lari menjauh dari tepi laut saat terasa gempa bumi (terutama jika gempa tersebut berlangsung lebih dari 20 detik). Usahakan lari ke tempat yang lebih tinggi. - Seandainya saat tsunami terjadi kalian berada di daerah yang terdampak langsung dengan tsunami (khususnya jika daerah tersebut jauh dari kota besar), kalian mungkin akan sulit untuk bepergian karena terganggunya infrastruktur. Sebaiknya segera tanyakan lokasi shelter darurat, karena disana kalian bisa mendapatkan berbagai informasi tambahan yang dibutuhkan. + + + Taifun Berjalan menembus taifun, via theindependentbd - Taifun biasanya kerap terjadi antara bulan Juni hingga Desember, dan intensitas taifun terbanyak pada bulan Juni-September. Adapun daerah di Jepang yang memiliki resiko tinggi terkena taifun antara lain Okinawa, Kyushu, dan Hokkaido. Namun, secara keseluruhan, daerah di selatan Jepang lebih rentan terkena taifun dibanding daerah lainnya. - Saat taifun melanda, disarankan untuk tidak berada di luar ruangan. Seandainya kebetulan kalian tengah berada di ruang outdoor, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk berlindung. Dan, menjauhlah dari sumber air (seperti sungai) karena terkadang taifun dapat menyebabkan banjir. - Biasanya, saat taifun melanda, transportasi publik akan berhenti beroperasi. Jika kalian terpaksa harus bepergian saat taifun, gunakanlah moda transportasi bawah tanah seperti subway. Hanya saja, jika taifun ini disertai banjir, sangat tidak disarankan untuk menggunakan subway. + + + Bencana Lainnya Orang-orang mengenakan masker saat bagai pasir menyerang, via japantimes - Jepang tentu saja tak luput dari berbagai bencana alam lain seperti letusan gunung berapi, banjir, hingga badai pasir (kiriman dari Gurun Gobi). Namun frekuensinya relatif lebih jarang dibanding gempa bumi, sehingga kalian tak perlu terlalu takut untuk berwisata ke Jepang. Yang terpenting, selalu pantau prakiraan cuaca terkini dan peringatan dari pemerintah setempat. * * * * * Tips Menghadapi/Mencegah Terjadinya Kejahatan Polisi Jepang, via javedch Jepang memiliki reputasi yang sangat baik dalam masalah kejahatan, karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Kota-kota besar di Jepang pun sudah sangat dikenal akan tingkat keamanannya yang tinggi, dan cukup aman bagi wisatawan untuk berjalan kaki sendirian di malam hari. Namun, apakah Jepang 100% aman? Tentu saja tidak. Faktanya, kejahatan itu tetap ada. Bahkan, pada tahun 2014, Asahi Shinbun mengungkap fakta jika kepolisian Osaka tidak melaporkan lebih dari 81000 kasus kejahatan (dalam kurun waktu antara tahun 2008-2012) dengan tujuan untuk melindungi reputasi kota tersebut (sumber). Wow! Beberapa kasus penusukan random dan upaya pembunuhan massal pun pernah beberapa kali terjadi di Jepang. Jadi, sekalipun Jepang dikenal sebagai salah satu negara teraman, nggak ada salahnya jika kalian tetap bersikap waspada. Lebih baik mencegah daripada menyesal, bukan? Dengan berbekal premis “kejahatan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja”, nggak ada salahnya calon wisatawan lebih dulu mengenali beberapa potensi tindak kriminal/tindak kejahatan yang kerap dilaporkan terjadi di Jepang, antara lain: - Chikan, atau pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi publik seperti kereta. Percaya atau tidak, mereka yang sudah terbiasa melakukan chikan kerap beroperasi di jalur kereta tertentu, dan tak segan naik kereta tertentu (seperti kereta rapid atau limited express – jenis kereta yang tidak berhenti di setiap stasiun) agar bisa lebih lama mengerjai korbannya. - Stalker, atau penguntit. - Pencurian sepeda. Kasus pencurian sepeda termasuk salah satu tindak kriminal yang cukup sering terjadi di Jepang. Menariknya, kepolisian Jepang tercatat sukses mengembalikan lebih dari 50% sepeda yang dilaporkan hilang. - Scam. Kasus scam yang paling banyak dilaporkan oleh wisatawan biasanya terjadi di daerah yang memiliki banyak tempat hiburan malam (seperti Kabukicho dan Roppongi). Biasanya di daerah-daerah seperti itu banyak bertebaran orang-orang yang akan mengajak turis untuk masuk ke bar atau klab malam tertentu. Beberapa turis pernah melaporkan kalau mereka mendapat tagihan yang diluar batas kewajaran, kehilangan dompet, hingga pembobolan kartu kredit (setelah menggesek kartu di bar/klab tersebut) – sumber. - Rasis. Oke, ini memang bukan tindak kriminal, dan mungkin lebih cocok disebut ‘tindakan kurang menyenangkan’. Tapi Jepang memang tak luput dari isu rasial, dan wisatawan kurang paham kadang merasa tersinggung. Contoh dari isu rasis di Jepang antara lain beberapa bar dan pub melarang wisatawan asing untuk masuk (dan menempelkan tulisan “Japanese Only” di pintu masuknya) dengan berbagai alasan. Kalian dapat menemukan bar seperti itu di beberapa kawasan seperti Golden Gai (Tokyo). Polisi Jepang di depan koban, via vlasenko Beberapa tips untuk mencegah/menghadapi terjadinya tindak kriminal selama berada di Jepang: - Saat mengalami tindak kejahatan, kalian dapat langsung melapor dengan menekan nomor 110 (bisa dilakukan dari berbagai telepon). - Jika mengalami kejahatan di wilayah Tokyo dan kalian ingin melapor melalui telepon, hubungi nomor 03-3501-0110. Layanan berbahasa Inggris tersedia setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.30-17.15 waktu setempat. - Kalian juga dapat membuat laporan dengan mendatangi berbagai koban. Koban adalah pos polisi (versi mini dari kantor polisi) yang ada di setiap distrik, sehingga membentuk jaringan informasi yang unik antara polisi dan masyarakat. - Tak dapat menemukan petugas saat ingin melapor ke koban? Jangan dulu cemas. Mungkin petugas polisi sedang melakukan tugas luar, patroli, atau karena jam tugas telah selesai (koban memang tidak aktif 24 jam). Jika kepentingan kalian betul-betul mendesak, kalian dapat menggunakan telepon yang ada di dalam koban, yang akan langsung tersambung dengan kantor polisi di daerah tersebut. - Untuk menghindari kemungkinan dijadikan target chikan (khususnya perempuan), hindari menunjukkan kesan lemah. Para pelaku chikan biasanya lebih suka mengincar korban yang terlihat lemah karena (kemungkinan) tak berani melawan, dibanding mengincar korban yang terlihat berpenampilan tegas (sekalipun mengenakan baju yang lebih terbuka). - Kalian (khususnya perempuan) juga dapat naik kereta khusus wanita (jika ada) untuk menghindari chikan. Atau, hindari naik kereta di jam sibuk, karena chikan biasanya suka beroperasi saat kereta tengah padat. - Namun jika kalian tetap menjadi korban chikan, jangan langsung panik. Tetaplah tenang, dan tatap mata si pelaku dan minta dengan baik-baik untuk menghentikan kegiatannya. Atau, saat ada kesempatan, segera tangkap tangan pelaku dan teriakkan ‘chikan’ untuk memancing perhatian pengguna kereta lainnya. Biasanya, pelaku chikan yang tertangkap basah akan memilih menghindari konflik dan turun di stasiun terdekat (karena jika tertangkap, mereka bisa dikenai denda antara JPY500000-1000000 atau hukuman kurungan antara 6 bulan-10 tahun). - Sedangkan untuk traveller pria, agar terhindar dari tuduhan sebagai chikan (karena selalu ada kemungkinan korban akan salah mengenali pelaku), sebaiknya hindari berdiri di belakang wanita (apalagi jika wanita itu cantik). Kalian bisa juga memegang sesuatu (seperti membaca buku dengan kedua tangan atau memegang pegangan kereta) untuk menghindari kemungkinan dituduh sebagai chikan. - Untuk meminimalkan potensi terkena scam, sebaiknya hindari mengunjungi daerah-daerah kerap identik dengan aktifitas scam seperti Kabukicho dan Roppongi. Kalian juga bisa mempertimbangkan untuk menghindari daerah-daerah berbahaya di Jepang (baca: Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Area Tokyo (part 1) dan Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan (Part 2 End)) Semoga informasinya bermanfaat. * * * * * Note: Foto diambil dari berbagai sumber (cek caption). Tidak ada editan tambahan lain selain proses resize.