Sign in to follow this  
Followers 0
desmaster

Museum Bandai, Jepang

7 posts in this topic

Bandai_logoRGB.jpg

hayo-hayo... siapa yang tau logo di atas? buat yang penggemar acara-acara Jepang waktu kecil, pasti tau dech.. Kalau masih belum tau, nich saya sebut beberapa merek dari bandai: Ultraman, Gundam, Kamen Rider (Ksatria Baja Hitam), Sentai (power rangers).

Seneng ga sama semua itu? kalau seneng, pasti penasaran sama tempat ini... Museum Bandai! Di tempat ini kita bisa melihat segalanya tentang bandai, mulai dari action figure, mainan dari kecil sampai gundam ukuran asli, kostum-kostum kamen rider, dan lain sebagainya. Suatu tempat yang benar-benar menarik untuk dikunjungi... ada yang sudah pernah pergi?

8d0d1f306e000f52f99e848a636121e2.jpg

gundam-bandai-museum.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bandai itu kalo gak salah yang produksi anime naruto juga bukan ya? kan saya kadang kalo beli kaset naruto suka pas abis ada tulisan sama logo bandai nya gitu

Share this post


Link to post
Share on other sites

gundam mania hahahah udah jelas bandai itu gundam banget dah hehehe katanya mereka lagi bikin gundam versi live jadi bikin robot asli gitu

Share this post


Link to post
Share on other sites

bagus nih ke museum ini buat inget2 masa kecil dulu. Kamen Rider favorit saya dulu :D

iya sama saja juga.. dulu hampir ga pernah lewat satu episode pun waktu jamannya kamen rider black.

Bandai itu kalo gak salah yang produksi anime naruto juga bukan ya? kan saya kadang kalo beli kaset naruto suka pas abis ada tulisan sama logo bandai nya gitu

oh ya? bisa jadi.. perusahaan gede banget sich dia.

gundam mania hahahah udah jelas bandai itu gundam banget dah hehehe katanya mereka lagi bikin gundam versi live jadi bikin robot asli gitu

iy emang andalan utamanya itu kaya gundam, power rangers, ultraman, sama kamen rider... uda mendunia semua tuh.

waw.. pecinta gundam pasti seneng banget nih kalo main disini :D

yoiii betul.. saya aja yang bukan penggemar berat gundam pengen banget ke sini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By twindry
      Yosshhh!! ketemu lagi kita di FR perjalanan ke tokyo di awal bulan november lalu bareng @Sahat
      cerita part sebelumnya :
      Momiji here i come!!! Day 1 - KL
      Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL
      Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo
      Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo
      Momiji here i come!!! Day 5 - Nikko
      Momiji here i come!!! Day 6 - Kawaguchiko and Chureito Pagoda

      Tokyo Metropolitan Government Building
      Day 7 - 06 November 2016
      hari ini kita bangun agak siang karena itin udah agak longgar. tujuan hari ini cuman shinjuku, shibuya, dan harajuku. lagian hari ini merupakan hari terakhir sahat di tokyo. dia harus pulang duluan karena tiketnya di reschedule oleh pihak AA  begitu bangun kita langsung beres2 dan sahat menitipkan tas nya di resepsionis hostel. sebelum memulai perjalanan tidak lupa singgah ke 7-11 beli sarapan pagi. pagi ini saya beli semacam bakpao tapi isi kacang merah dan roti coklat. rasanya maknyus banggeeeeeet  bakpao 120 Yen dan roti coklat 138 Yen akhirnya masuk perut. tapi ngak terasa di dalem perut  masih lapar aja bawaannya. lalu kita pun menuju shinjuku menggunakan Metro Pass 24hrs yang tadi malam sudah kita beli.

      Bakpao isi kacang merah dan roti coklat  
      1. Shinjuku
      How to reach Shinjuku from Asakusa menggunakan subway Metro Line : karena menggunakan metro pass (tidak cover jalur A,I,S,E) maka dari asakusa pakai subway Ginza Line (G19) menuju stasiun Tameike-sanno (G06). kemudian ganti ke Marunouichi Line (14) menuju Stasiun Shinjuku (M08)
      begitu sampai shinjuku kami berdua seperti kebingungan. stasiunnya gedeeeeeeeeeeeeeeeee banget  tapi petunjuk arahnya informatif sekali. cukup ikuti papan petunjuk ke mana arah tujuan kita. tapi yah cukup pegel juga. stasiunnya gede banget. lagi asik2 nya nyari jalan eeh ketemu pameran snack gitu. singgah liat2 eeh dikasi sampel. tak cobain deh  orang jepang ramah2. suka ngucapin welcome to japan ke orang2 asing oh iya tujuan kita pertama di shinjuku adalah ke gedung Tokyo Metropolitan Government Building. akhirnya kita ketemu jalan raya juga setelah berjalan menyusuri lorong2 stasiun yang gedenya minta ampun. begitu keluar dari stasiun, wowgedungnya tinggi beud  kata si sahat sih biasa aja sih. gak tinggi2 amat. kata saya sih tinggi beud soalnya di pontianak gk ada yang begituan (nasib anak kota kecil)  dengan bantuan maps kita akhirnya menemukan ujung dari bangungan TMG diantara bangunan2 tinggi lainnya. meskipun ujungnya keliatan, tetep aja masih jauh  akhirnya kita ada di bawah kaki bangunan TMG. foto2 dulu di bawah. habis itu kita mulai masuk ke dalam. pertama kita ke south building observation decknya dulu. observation deck nya ada di lantai 45 dan kita dibawa menggunakan lift dari lantai dasar ke lantai 45 dalam hitungan detik tiba2 aja udah di lantai 45. di south building ini viewnya bangunan2 kota di tokyo. perasaan bangunan2 di tokyo udah tinggi2, tapi begitu di liat dari atas sini semuanya jadi kecil  oh iya di south building ini isinya stand2 produk unggulan dari seluruh penjuru jepang berdasarkan tiap kota. ngak belanja karena harganya juga lumayan muterin di south building ini aja udh pegel banget. gk ada tempat duduknya juga soalnya. akhirnya kita mutusin untuk turun dan kemudian nyebrang ke north buildingnya. oh ya lantai 45 itu rupanya cuman sampai di tengah2 bangunan aja bukan di bagian paling atas bangunan ya

      Pemandangan bangunan tinggi ketika keluar dari stasiun

      Ujung bangunan TMG sudah keliatan 

      Halaman depan TMG

      From 0 - 45 dalam hitungan detik  

      Pemandangan dari South Building

      Stand produk2 unggulan dari seantero jepang
      pemandangan di north building ngak jauh beda sih. tapi kalo cuaca lagi bagus bisa liat gunung fuji. cuman anehnya pagi ini cerah tapi di ujung pandang sana kayak tertutup kabut atau embun gitu. mau nungguin sampai siang tapi udah males di atas sini. ngak ada pemandangan yang menarik selain bangunan2 tinggi di tokyo. kalo di south building ada stand2 dari seluruh penjuru jepang, kalo di north tower ini adanya stand2 suvenir. ketemu suvenir tokyo sky tree yang bisa berubah warna kalo di colok ke listrik. pengen beli tapi liat harga 1.000 Yen, gak jadi beli deh (ujung2nya nyesel ngak beli). alhasil disini cuman liat2 aja dan kemudian kami memutuskan untuk turun dan cari tempat untuk makan siang.

      View dari North Building. sayangnya gunung fuji ngak keliatan  

      Stand suvenir

      Rame yang main kartu
      begitu turun dan lagi cek maps, kata sahat pengen nyobain kare khas jepang. gayung pun bersambut. rupanya ada resto kare di dekat sini. akhirnya kita pun mengikuti petunjuk maps. agak muter2 untuk menemukan restoran kare yang diberikan oleh maps. lalu kita menyusuri lewat ke dalam sebuah bangunan yang entah bangunan perkantoran ato hotel ato mall. yang jelas gede dan membingunkan. akhirnya kita pun menemukan restoran kare yang dimaksud. letaknya persis di sebelah pintu masuk Shinjuku NS Building (tapi entah pintu masuk sebelah mana). nama restonya Coco Curry House. sebelum masuk kita liat2 dulu di luar menu dan harganya. setelah dirasa pas dengan kantong akhirnya kita masuk. saya pesan good luck hand-made minced beef cutlet curry dengan porsi nasi ukuran besar seharga 1.024 Yen dan sahat mesan chicken meatball (with chicken griste) and root vegetable curry in japanese style dengan porsi nasi ukuran biasa. fiuhh.. nama yang agak sulit  yang mantap dari setiap resto di tokyo adalah kita disuguhi air dingin selagi menunggu pesanan dan refill sepuasnya  jadi lah kita hemat pengeluaran untuk minuman kan  rasa karenya mantep. beda dengan yang biasa saya rasakan  tapi porsi nya itu loh. luar biasa. saya sampai ngak abis. sisa dikit nasinya  kenyang banget. puas makan kita pun beranjak kembali ke stasiun shinjuku untuk menuju ke harajuku. ada yang kelupaan sewaktu di shinjuku, yaitu mengunjungi kabukicho. baru inget waktu udah pulang ke indo  tapi sebenarnya biar ada alasan buat balik sih kata @Vara Deliasani  jangan di eksplore terlalu abis kata @syahrulsiregar

      Jam besar di dalam gedung NS Shinjuku

      Tampak depan resto Coco Curry House

      Pesanan saya

      Pesanan Sahat
      2. Harajuku
      How to reach Harajuku from Shinjuku dengan menggunakan subway metro line : dari stasiun shinjuku gunakan Marunouchi Line (M08) menuju stasiun shinjuku-sanchome (M09). kemudian transfer ke Fukutoshin Line (F13) menuju stasiun meiji-jingumae (F15)

      JR Harajuku Station
      begitu kita berjalan keluar stasiun, wow.. rame banget bertebaran ABG jepang  kata si sahat suasananya kayak di orchard road singapore. setelah ikut arus orang2 yang hilir mudik, akhirnya kita ketemu perempatan dan di depan kita udah keliatan stasiun JR Harajuku. kita ngak nyebrang tapi belok kanan untuk ke Takeshita Dori. suasananya rame banget jadi kita ngak begitu bisa menikmati suasana takeshita dori. di ujung takeshite dori ada Harajuku Street. isi di harajuku saya liat sih yah cuman toko2 baju, cafe tematik atau sejenisnya. menurut kami sih gk ada yang menarik  jadinya yah cuman jalan2 bentar aja biar sah aja udah pernah ke sini di harajuku ini sayangnya ngak ketemu cozplayer  padahal sengaja ke harajuku pas weekend.  adanya ketemu grup yang berdandan kayak pantomim gitu. mayan lah. keren mereka dandanannya. total banget  karena ngak ada yang menarik, jadi kita lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu Shibuya

      Ketemu pantomim di depan stasiun

      Rame bangeeeet 
       
      3. Shibuya
      How to reach shibuya from harajuku menggunakan subway metro : dari stasiun Meiji-jingumae gunakan Fukutoshin Line (F15) menuju stasiun Shibuya (F16)
      tujuan utama ke sini adalah cari patung hachiko yang legendaris itu dan tentu saja shibuya crossing. sempet bingung juga dimana letak patung hachiko nya, kita muter sana sini dibikin bingung sama maps. rupanya patung hachiko tepat di sebelah exit stasiun   patungnya ketutup sama replika gerbong kereta (TIC nya shibuya) dan shibuya ini bener2 rame banget. apalagi pas weekend. arus pejalan kaki nya gak abis2. sayangnya sewaktu foto di patung hachiko ini ada topi dan botol minum anak2 entah punya siapa  jadinya agak ngalangin patungnya deh  abis foto sama patung hachiko, kita cobain shibuya crossing. shibuya crossing ini tepat ada di sebelah kanan patung hachiko (kalo kita berdirinya menghadap patung hachiko ya). lumayan seru juga nyebrang di antara arus pejalan kaki yang berdatangan dari segala penjuru arah bahkan ada yang sempet2in berhenti di tengah2 shibuya crossing untuk foto. sepertinya seru ya kalo foto di tengah keramaian gini  selesai nyebrang saya nungguin sahat belanja di starbuc* shibuya. katanya mau beli tumblersekitar 30 menit di dalam, akhirnya sahat selesai belanja. rencana mau ngopi di lantai atas sbuck nya tapi sepertinya gak ada tempat. jadi kita cari tempat yang agak tinggi untuk melihat shibuya crossing dari ketinggian. akhirnya pilihan jatuh ke sebuah mall di dekat stasiun. entah mal ato stasiun JR shibuya susah dibedakan  yang jelas dari sini bisa keliatan shibuya crossing dengan lumayan jelas. puas nge liatin orang nyebrang. kita pun memutuskan untuk kembali ke hostel karena sahat juga mau ke bandara.

      Ntah punya siapa ketinggalan. jadi mengganggu 

      Banyak yang menawarkan jasa nya di depan sbuck shibuya

      Shibuya Crossing
      begitu sampai stasiun asakusa, loh kok berisik amat. ada suara suling dan gendang. begitu keluar dari stasiun, bingo. our sixth lucky of this trip. ada festival arak2an lampion buatan gitu dan untungnya lagi ujung dari rombongan arak2an itu baru saja berjalan melewati stasiun asakusa. jadi lah kami mengikuti arak2an. arak2an nya mengambil jalur sekitar kuil sensoji dan entah dimana depannya  udah berusaha mengejar bagian depan arak2annya juga masih belum ketemu barisan terdepan. alhasil kita ketemu Donquijote Asakusa. kita ngak masuk dan langsung berjalan kembali ke hostel karena udah dekat. di hostel kita santai2 dulu karena baru sekitar jam 6 sore sedangkan flight sahat jam 11 malam. sambil nyantai saya cobain vending machine yang ada di ruang makan hostel. saya penasaran gimana vending machinenya membuat makanan kayak sosis goreng, sandwich, kentang goreng, dll. alhasil saya coba menu takoyaki seharga 370 Yen. rupanya makanan yang kita pesan di masak dalam vending machine  setelah menunggu sekitar 3 menitan, akhirnya pesanan saya keluar dari dalam vending machine. hanget pula  rasanya pun lumayan. terutama kalo di taburi semacam bubuk rumput laut gitu. sedaaaap dan wangi  selesai makan, sahat ambil tas nya di resepsionis hostel dan kemudian pamitan. yaaahhh pisah deh kita  karena masih awal, saya pun mau coba explore donquojite asakusa. sahat akhirnya ikut masuk (gak jadi pisah  ) isi dalam donquijote yah kayak supermarket gitu. snack, perlengkapan rumah tangga, dan barang2 absurd semacam kostum dan tali2an buat "itu" tuh  puas liat2 di dalam, akhirnya kita pun benar2 berpisah  besok saya jalan sendiri deh. see you next trip sahat  semoga ada kesempatan traveling bareng lagi. seru traveling bareng dia

      Festival di asakusa sewaktu pulang

      Don Quijote Asakusa

      Takoyaki dari vending machine  
      sesampainya di hostel, saya nyantai2 di depan kamar. liat di vending machine ada pokka sapporo vit C. saya pun beli 1 karena kondisi badan udah drop. 1 botol vit C seharga 100 Yen. rasanya suegeeer, asam kayak U*1000 gitu tapi lebih asem pokka ini. abis minum, saya pun bersih2 dan kemudian tidur dengan pulas. gimana cerita saya besok jalan sendiri? See ya next FR ya  

      Pokka Sapporo
    • By vie asano
      Saat mempersiapkan untuk liburan ke luar negeri, kebanyakan wisatawan akan fokus untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan seperti passport, visa, daftar tempat wisata untuk dikunjungi, hingga daftar siapa saja yang harus mendapat oleh-oleh. Sayangnya, nggak sedikit di antara wisatawan yang lupa membekali diri dengan aneka safety tips (atau tips keselamatan). Padahal, setiap negara – terutama negara maju -- biasanya memiliki prosedur keselamatan tersendiri, khususnya untuk menghadapi hal-hal diluar dugaan seperti bencana alam.
      Begitu juga dengan negara Jepang. Negara berjuluk Matahari Terbit ini memiliki beberapa tips keselamatan yang sebetulnya penting banget untuk diketahui oleh wisatawan. Apalagi, dibalik segala pesonanya, Jepang pun tak luput dari berbagai bencana alam. Mengingat Jepang termasuk salah satu negara yang memiliki bahasa khas, dikhawatirkan wisatawan asing yang tidak familiar dengan bahasa Jepang akan mengalami kesulitan seandainya terjadi hal-hal darurat saat tengah berwisata ke sana.
      Jika kalian memiliki rencana untuk berwisata ke Jepang, coba simak beberapa tips keselamatan berikut ini. Secara garis besar saya akan membagi aneka tips ini dalam 2 bagian utama: tips saat menghadapi bencana alam, dan tips untuk menghadapi/mencegah terjadinya kejahatan.
      *             *             *             *             *
      Tips Keselamatan Untuk Bencana Alam

      Pemadaman reaktor nuklir Fukushima paska terjadinya tsunami tahun 2011, via sites.suffolk.edu
      Pada tanggal 22 November 2016 Jepang diguncang gempa yang cukup kuat (6,9 Skala Richter). Efek guncangannya terasa hingga ke beberapa kota, dan beberapa daerah dilanda tsunami kecil setinggi 60 cm hingga 1,40 meter. Tsunami tersebut bahkan turut mengguncang Onahama Port, yang dikhawatirkan akan kembali mengganggu reaktor nuklir di Fukushima (untungnya tidak sampai separah itu).
      Ini bukan kali pertama Jepang diguncang bencana alam. Pada bulan April 2016, prefektur Kumamoto diguncang dua gempa besar. Tahun 2011 yang lalu Jepang juga mengalami serangkaian bencana, termasuk tsunami, yang meluluhlantakkan sebagian wilayah di Jepang – termasuk merusak reaktor nuklir di Fukushima dan menyebabkan terjadinya bencana radiasi. Bahkan sebetulnya, kalau ditelaah secara teliti, negara Jepang bisa dikatakan sangat rentan akan bencana alam. Gempa bumi, taifun (alias typhoons), letusan gunung berapi, tsunami, dan lain-lain; hanyalah sebagian bencana yang cukup rutin menyapa Jepang.
      Walau begitu, jangan dulu takut dan akhirnya membatalkan acara wisata ke Jepang ya. Sekalipun Jepang cukup sering dilanda, namun negara tersebut memiliki sistem peringatan dini dan prosedur standar evakuasi yang sangat baik. Hanya saja, mengingat bencana selalu datang tanpa diundang, nggak ada salahnya calon wisatawan yang berencana mengunjungi Jepang mengetahui beberapa tips untuk menghadapi bermacam bencana alam. Tujuan utamanya tentu saja agar wisatawan tidak bingung sendiri seandainya terjadi bencana, dan tahu prosedur keselamatan standar yang harus dilakukan. Simak detailnya berikut ini:
      +             +             +
      Informasi Dasar

      Sebuah kapal tersangkut di atap rumah paska tsunami 2011, via rd.nl
      -   Jepang memiliki sistem peringatan dini yang cukup baik. Penduduk setempat pun rutin berlatih untuk menghadapi situasi darurat. Bahkan setiap rumah memiliki kantong darurat (berisi makanan, minuman, dan beberapa perlengkapan lainnya) yang siap dibawa setiap kali terjadi ada peringatan bencana. Jadi, saat bingung harus melakukan apa, kalian dapat mengamati respon dari penduduk lokal saat terjadi bencana.
      -  Saat berada di Jepang, jangan malas memantau prakiraan cuaca setiap harinya. Prakiraan cuaca di Jepang relatif akurat dan bisa diandalkan karena berdasarkan pantauan harian. Ingin lebih praktis? Kunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA) (klik link) untuk melihat prakiraan cuaca terkini.
      -  Sedangkan untuk pantauan peringatan kondisi cuaca harian, dapat mengunjungi website Japan Meteorological Agency (JMA)/Warnings berikut (klik link).
      -  Untuk wisatawan, kalian dapat mengunduh aplikasi sistem peringatan dini “Safety Tips” yang akan mengirimkan peringatan otomatis saat terjadi bencana (terutama untuk gempa bumi dan tsunami). Penjelasan tentang aplikasi tersebut dapat dibaca DISINI, dan kalian dapat mengunduh aplikasinya disini: ANDROID atau IPHONE. 
      -  Untuk memudahkan komunikasi saat terjadi kondisi darurat, khususnya jika kalian tidak bisa berbahasa Jepang, kalian bisa mencetak beberapa kartu komunikasi berikut ini dalam ukuran yang praktis untuk dibawa-bawa (sumber)
         a. Saat terjadi bencana

         b. Memastikan keselamatan/keamanan lokasi saat ini

         c. Paska evakuasi (1)

         d. Paska evakuasi (2)

         e. Perawatan medis

         f. Informasi dalam bahasa asing

         g. Masalah transportasi

      -  Jika terjadi bencana alam dalam skala besar dan tidak memungkinkan bagi kalian untuk kembali ke hotel/penginapan, segeralah mencari shelter perlindungan terdekat. Biasanya shelter darurat akan diadakan di beberapa fasilitas publik (seperti taman dan bangunan sekolah). Di shelter darurat tersebut kalian akan mendapatkan makanan, minuman, dan dapat menggunakan toilet.
      -  Saat bencana, ada kalanya jaringan telepon tidak berfungsi sehingga kalian akan sulit untuk dihubungi atau menghubungi keluarga. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan internet justru lebih bisa diandalkan untuk mencari informasi, maupun untuk memberi kabar pada keluarga di rumah. 
      -  Seandainya terjadi situasi yang betul-betul darurat, catat beberapa alamat kedutaan dan konsulat Indonesia yang ada di Jepang:
         a. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang
             Chancery: 5-2-9, Higashi-Gotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022. Telp: 03-3411-4201
         b. Konsulat Jendral Republik Indonesia di Osaka
             Nakanoshima Intes Building 22F, 6-2-40 Nakanoshima, Kita-ku, Osaka 530-0005. Telp: 06-6449-9898
         c. Honorary Consulate of the Republic Indonesia in Sapporo
             c/o Hokkaido Gas K.K., 7-3-1, Odori-nishi, Chuo-ku, Sapporo-shi 060-8530. Telp: 011-207-2100
         d. Honorary Consulate of the Republic of Indonesia in Fukuoka
             c/o Kyudenko Corp., 23-25, Nanokawa 1-chome, Minami-ku, Fukuoka-shi 815-0081. Telp: 092-523-1691.       
      +             +             +
      Gempa Bumi

      Sebuah daerah perumahan di Kumamoto paska terjadi gempa April 2016, via marketwatch
      -  Dari berbagai jenis bencana yang kerap menyapa Jepang, gempa bumi berada di urutan pertama. Daerah Tohoku dan Kanto (di sekitar Tokyo) termasuk daerah-daerah yang cukup sering mengalami gempa dibanding daerah lainnya di Jepang.
      -  Ini sebetulnya tips standar yang berlaku di negara mana pun. Setiap kali menginap di hotel/akomodasi lain, jangan lupa untuk mencari tahu jalur evakuasi darurat.
      -  Jika kalian mengalami gempa bumi saat berada di dalam hotel, atau saat berada di luar ruangan, JANGAN langsung buru-buru lari untuk menyelamatkan diri. Kenapa? Soalnya dikhawatirkan kalian akan terluka oleh pecahan kaca/serpihan lain saat panik. Lebih baik segera berlindung dibawah meja atau obyek lain yang kira-kira cukup kuat untuk melindungi kepala.
      -   Sebagai tambahan informasi, mayoritas bangunan (khususnya bangunan baru) di Jepang dirancang dengan konstruksi anti gempa. Kadang lebih aman berada di dalam bangunan (saat terjadi gempa) dibanding langsung lari berhamburan keluar. Namun jika kalian tak yakin, sebaiknya tanyakan pada orang di sekitar kalian (jika ada) apakah harus keluar bangunan atau cukup aman untuk berdiam di dalam saja.
      -  Sedangkan jika kalian berada di tepi pantai, atau di dekat laut, segera menjauh dari laut karena dikhawatirkan akan terjadi tsunami.
      -  Setelah keadaan mulai reda, segera perhatikan sekeliling kalian. Adakah api yang muncul setelah gempa, atau adakah potensi akan terjadi kebakaran? Jika ya, segera evakuasi diri ke ruang terbuka. Mayoritas korban jiwa akibat bencana gempa (di Jepang) terjadi bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan, namun karena terjebak kebakaran (yang terjadi karena gempa) dan tidak bisa menyelamatkan diri.
      +             +             +
      Tsunami

      Tsunami di Miyako (2011), via gazabpost
      -  Daerah yang paling rawan terkena tsunami tentu saja daerah yang berada dekat dengan laut. Jika kalian berwisata ke daerah dekat laut, terlebih jika daerah itu memiliki sejarah terkena tsunami, ada baiknya kalian langsung lari menjauh dari tepi laut saat terasa gempa bumi (terutama jika gempa tersebut berlangsung lebih dari 20 detik). Usahakan lari ke tempat yang lebih tinggi.
      -  Seandainya saat tsunami terjadi kalian berada di daerah yang terdampak langsung dengan tsunami (khususnya jika daerah tersebut jauh dari kota besar), kalian mungkin akan sulit untuk bepergian karena terganggunya infrastruktur. Sebaiknya segera tanyakan lokasi shelter darurat, karena disana kalian bisa mendapatkan berbagai informasi tambahan yang dibutuhkan.
      +             +             +
      Taifun

      Berjalan menembus taifun, via theindependentbd
      -  Taifun biasanya kerap terjadi antara bulan Juni hingga Desember, dan intensitas taifun terbanyak pada bulan Juni-September. Adapun daerah di Jepang yang memiliki resiko tinggi terkena taifun antara lain Okinawa, Kyushu, dan Hokkaido. Namun, secara keseluruhan, daerah di selatan Jepang lebih rentan terkena taifun dibanding daerah lainnya.
      -  Saat taifun melanda, disarankan untuk tidak berada di luar ruangan. Seandainya kebetulan kalian tengah berada di ruang outdoor, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk berlindung. Dan, menjauhlah dari sumber air (seperti sungai) karena terkadang taifun dapat menyebabkan banjir.
      -  Biasanya, saat taifun melanda, transportasi publik akan berhenti beroperasi. Jika kalian terpaksa harus bepergian saat taifun, gunakanlah moda transportasi bawah tanah seperti subway. Hanya saja, jika taifun ini disertai banjir, sangat tidak disarankan untuk menggunakan subway.
      +             +             +
      Bencana Lainnya

      Orang-orang mengenakan masker saat bagai pasir menyerang, via japantimes
      -  Jepang tentu saja tak luput dari berbagai bencana alam lain seperti letusan gunung berapi, banjir, hingga badai pasir (kiriman dari Gurun Gobi). Namun frekuensinya relatif lebih jarang dibanding gempa bumi, sehingga kalian tak perlu terlalu takut untuk berwisata ke Jepang. Yang terpenting, selalu pantau prakiraan cuaca terkini dan peringatan dari pemerintah setempat.
      *             *             *             *             *
      Tips Menghadapi/Mencegah Terjadinya Kejahatan

      Polisi Jepang, via javedch
      Jepang memiliki reputasi yang sangat baik dalam masalah kejahatan, karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Kota-kota besar di Jepang pun sudah sangat dikenal akan tingkat keamanannya yang tinggi, dan cukup aman bagi wisatawan untuk berjalan kaki sendirian di malam hari.
      Namun, apakah Jepang 100% aman? Tentu saja tidak. Faktanya, kejahatan itu tetap ada. Bahkan, pada tahun 2014, Asahi Shinbun mengungkap fakta jika kepolisian Osaka tidak melaporkan lebih dari 81000 kasus kejahatan (dalam kurun waktu antara tahun 2008-2012) dengan tujuan untuk melindungi reputasi kota tersebut (sumber). Wow! Beberapa kasus penusukan random dan upaya pembunuhan massal pun pernah beberapa kali terjadi di Jepang. Jadi, sekalipun Jepang dikenal sebagai salah satu negara teraman, nggak ada salahnya jika kalian tetap bersikap waspada. Lebih baik mencegah daripada menyesal, bukan?
      Dengan berbekal premis “kejahatan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja”, nggak ada salahnya calon wisatawan lebih dulu mengenali beberapa potensi tindak kriminal/tindak kejahatan yang kerap dilaporkan terjadi di Jepang, antara lain:
      -  Chikan, atau pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi publik seperti kereta. Percaya atau tidak, mereka yang sudah terbiasa melakukan chikan kerap beroperasi di jalur kereta tertentu, dan tak segan naik kereta tertentu (seperti kereta rapid atau limited express – jenis kereta yang tidak berhenti di setiap stasiun) agar bisa lebih lama mengerjai korbannya.
      -  Stalker, atau penguntit.
      -  Pencurian sepeda. Kasus pencurian sepeda termasuk salah satu tindak kriminal yang cukup sering terjadi di Jepang. Menariknya, kepolisian Jepang tercatat sukses mengembalikan lebih dari 50% sepeda yang dilaporkan hilang.
      -  Scam. Kasus scam yang paling banyak dilaporkan oleh wisatawan biasanya terjadi di daerah yang memiliki banyak tempat hiburan malam (seperti Kabukicho dan Roppongi). Biasanya di daerah-daerah seperti itu banyak bertebaran orang-orang yang akan mengajak turis untuk masuk ke bar atau klab malam tertentu. Beberapa turis pernah melaporkan kalau mereka mendapat tagihan yang diluar batas kewajaran, kehilangan dompet, hingga pembobolan kartu kredit (setelah menggesek kartu di bar/klab tersebut) – sumber.
      -  Rasis. Oke, ini memang bukan tindak kriminal, dan mungkin lebih cocok disebut ‘tindakan kurang menyenangkan’. Tapi Jepang memang tak luput dari isu rasial, dan wisatawan kurang paham kadang merasa tersinggung. Contoh dari isu rasis di Jepang antara lain beberapa bar dan pub melarang wisatawan asing untuk masuk (dan menempelkan tulisan “Japanese Only” di pintu masuknya) dengan berbagai alasan. Kalian dapat menemukan bar seperti itu di beberapa kawasan seperti Golden Gai (Tokyo).

      Polisi Jepang di depan koban, via vlasenko
      Beberapa tips untuk mencegah/menghadapi terjadinya tindak kriminal selama berada di Jepang:
      -  Saat mengalami tindak kejahatan, kalian dapat langsung melapor dengan menekan nomor 110 (bisa dilakukan dari berbagai telepon).
      -  Jika mengalami kejahatan di wilayah Tokyo dan kalian ingin melapor melalui telepon, hubungi nomor 03-3501-0110. Layanan berbahasa Inggris tersedia setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.30-17.15 waktu setempat.
      -  Kalian juga dapat membuat laporan dengan mendatangi berbagai koban. Koban adalah pos polisi (versi mini dari kantor polisi) yang ada di setiap distrik, sehingga membentuk jaringan informasi yang unik antara polisi dan masyarakat.
      -  Tak dapat menemukan petugas saat ingin melapor ke koban? Jangan dulu cemas. Mungkin petugas polisi sedang melakukan tugas luar, patroli, atau karena jam tugas telah selesai (koban memang tidak aktif 24 jam). Jika kepentingan kalian betul-betul mendesak, kalian dapat menggunakan telepon yang ada di dalam koban, yang akan langsung tersambung dengan kantor polisi di daerah tersebut.
      -  Untuk menghindari kemungkinan dijadikan target chikan (khususnya perempuan), hindari menunjukkan kesan lemah. Para pelaku chikan biasanya lebih suka mengincar korban yang terlihat lemah karena (kemungkinan) tak berani melawan, dibanding mengincar korban yang terlihat berpenampilan tegas (sekalipun mengenakan baju yang lebih terbuka).
      -  Kalian (khususnya perempuan) juga dapat naik kereta khusus wanita (jika ada) untuk menghindari chikan. Atau, hindari naik kereta di jam sibuk, karena chikan biasanya suka beroperasi saat kereta tengah padat.
      -  Namun jika kalian tetap menjadi korban chikan, jangan langsung panik. Tetaplah tenang, dan tatap mata si pelaku dan minta dengan baik-baik untuk menghentikan kegiatannya. Atau, saat ada kesempatan, segera tangkap tangan pelaku dan teriakkan ‘chikan’ untuk memancing perhatian pengguna kereta lainnya. Biasanya, pelaku chikan yang tertangkap basah akan memilih menghindari konflik dan turun di stasiun terdekat (karena jika tertangkap, mereka bisa dikenai denda antara JPY500000-1000000 atau hukuman kurungan antara 6 bulan-10 tahun).
      -  Sedangkan untuk traveller pria, agar terhindar dari tuduhan sebagai chikan (karena selalu ada kemungkinan korban akan salah mengenali pelaku), sebaiknya hindari berdiri di belakang wanita (apalagi jika wanita itu cantik). Kalian bisa juga memegang sesuatu (seperti membaca buku dengan kedua tangan atau memegang pegangan kereta) untuk menghindari kemungkinan dituduh sebagai chikan.
      -  Untuk meminimalkan potensi terkena scam, sebaiknya hindari mengunjungi daerah-daerah kerap identik dengan aktifitas scam seperti Kabukicho dan Roppongi. Kalian juga bisa mempertimbangkan untuk menghindari daerah-daerah berbahaya di Jepang (baca: Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Area Tokyo (part 1) dan Inilah Daerah-daerah Berbahaya di Jepang: Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan (Part 2 End))
      Semoga informasinya bermanfaat.
      *             *             *             *             *
      Note:
      Foto diambil dari berbagai sumber (cek caption). Tidak ada editan tambahan lain selain proses resize.
    • By twindry
      Yoshhh!!! ketemu lagi di FR dalam rangkaian perjalanan ke Tokyo bareng @Sahat
      untuk cerita part2 sebelumnya cek di :
      Momiji here i come!!! Day 1 - KL
      Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL
      Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo
      Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo
      Momiji here i come!!! Day 5 - Nikko

      Hello Fuji  
      Day 06 - 05 November 2016
      pagi ini kita bangun awal lagi untuk ngejar bus pertama ke kawaguchiko. untuk bus kita sudah booking di Highwaybus. sistemnya kita cuman booking seat aja dan pembayaran dilakukan di loket dekat stasiun dengan menunjukkan bukti booking yang di print out sewaktu melakukan booking. karena kami berangkat dari Shibuya, harga tiket bus PP ke kawaguchiko adalah seharga 3.600 Yen. setelah selesai beres2, pagi2 buta kita pun berjalan ke stasiun asakusa untuk menuju shibuya. tidak lupa singgah ke 7-11 beli onigiri seharga 120 Yen. tengah asik2nya jalan dan udah hampir sampai stasiun asakusa, megang kocek. loh kok kayak ada yang ketinggal ya?  setelah di pikir lagi.. my goooooddd. hp ketinggalan di hostel  daaannn.. kampret momen pun di mulai. buru2 jalan balik lagi ke penginapan lalu jalan balik lagi ke stasiun asakusa udah menghabiskan sekitar 30 menit. buru2 beli tiket ke shibuya (via Ginza line. 240 Yen) langsung lari masuk ke dalam subway. lagi asik2nya ngatur napas, begitu sampai stasiun tameike-sanno loh kok di suruh turun?  ditengah kebingungan kami pun hanya bisa belari mengikuti arus. cek di maps dan aplikasi subway, harusnya ngak ganti jalur deh  dengan buru2 tanya ke petugas katanya disuruh ganti line ke Chiyoda line menuju stasiun Omote-sando kemudian ganti kembali ke Ginza line menuju shibuya  jarak ginza line pindah ke chiyoda line di stasiun tameike-sanno lumayan jauh. akhirnya kita pun memakai jalur sebelah kanan juga di eskalator Jepang ya  cek jam sisa 30 menit lagi bus pertama akan berangkat  mengingat di jepang ketepatan waktu sangat diutamakan, kemungkinan kami akan ketinggalan bus  sepertinya sedang ada perbaikan atau apa di stasiun akasaka-mitsuke dan aoyama-itchome sehingga arus ginza line di tanggal 05 - 06, dan 19 - 20 november di alihkan untuk sementara waktu.
      ketika sampai di shibuya cek jam udah jam 06.35 sedangkan bus kita berangkat 06:45. dengan buru2 cari exit secara random (untungnya gak salah pintu exit), begitu keluar stasiun ketemu bapak2 sedang nyapu. saya nunjukin gambar halte yang ada dalam bukti booking, di suruh lurus aja. kami pun langsung berlari dan ketemu jalan raya besar banget dan di depannya ada mal dengan tulisan Shibuya Mark City. berarti sudah benar arah yang dikasi tau bapak tadi. berikutnya adalah cari lokasi halte. di map tertulis Shibuya Mark City 5F, yang dalam pikiran saya berarti itu halte ada di bagian dalam mal ini. langsung saja ajak sahat lari masuk ke dalam mal. ketemu satpam di dalam mal, dan kami berlarian menghampiri satpam. gak pake basa basi bahasa jepang lagi, langsung tanya where is this? satpam yang ini sepertinya ngak ngerti, jadi dia tanya temannya. mereka berdua malah sempat2nya berdebat  dan akhirnya kita di arahkan untuk turun dan belok kanan. kita pun dengan napas ngos2an turun lagi. loh kok malah ketemu jalan raya lagi?  akhirnya kita nekad aja. lari masuk dalam mal lagi dan pakai lift ke lantai 4. setelah itu naik eskalator ke lantai 5. dan benar saja. bus udah lagi ngondek di sana  lalu dengan napas terengah2 sahat tanya saya
      Sahat : lu masih mampu lari gak?
      Saya : masih lah bang
      Sahat : gua udah ngos. ya udah lu lari duluan ke sana (soalnya masih ada beberapa menit)
      dengan buru2 saya berlari dan tanya petugas yang lagi nge data penumpang. dengan sedikit bahasa isyarat bahwa kami baru booking dan mau bayar bookingan kami (karena dia ngak ngerti apa yang kita maksud) akhirnya kami pun di arahkan masuk ke dalam kantor. tiba dalam kantor udah rame yang lagi ngantri buat bayar bus untuk ke kawaguchiko. karena liat kami terburu2, ibu2 petugas tanya kami.
      Ibu2 : what happen?
      Saya : we will go to kawaguchiko and we just booked it. now we want to pay the seat.
      lalu ibu2 itu cek bookingan kami dan liat jamnya 06:45. langsung ibu2 itu meminta orang yang berada di antrian terdepan untuk memberikan kami antriannya terlebih dahulu karena pada saat itu udah jam 6:45. sambil mengarahkan kami, ibu2 itu meminta petugas yang tadi mengarahkan kami ke sini untuk menginformasikan kepada supir bahwa masih ada penumpang yang akan ikut bus sehingga disuruh tunggu untuk tidak berangkat dulu. dengan buru2 saya bayar untuk 2 penumpang lalu berlarian kembali ke bus dan saya tidak sadar kalo saya ninggalin sahat dalam kantor  untungnya dia nyusul di belakang waktu mau naik bus. sambil ngomel2 si sahat bilang "lu ninggalin gua"  akhirnya our fourth lucky of the trip, kita diperbolehkan naik. cek jam udh lewat 10 menit dari jadwal. we broke the rule kata sahat. ketepatan waktu di jepang berhasil kita pecahkan  akhirnya dengan di sambut gerimis ringan, bus perlahan2 meninggalkan tokyo menuju ke stasiun kawaguchiko. kita berdua ketiduran di bus karena kegentingan tadi dan juga kita 2 hari ini sudah bangun awal terus.
      Note : halte bus dari shibuya ke kawaguchiko terletak di lantai 5 Shibuya Mark City. cara ke haltenya cukup mudah. dari stasiun shibuya cari hachiko exit dan berjalan lurus membelakangi stasiun hingga ketemu jalan raya besar. sebrangi jalan raya dan tibalah kita di bawah mal shibuya mark city. dari basement langsung saja naik lift ke lantai 4 di sambung dengan eskalator ke lantai 5. begitu tiba di lantai 5 sudah kelihatan halte bus nya.
      sekitar satu jam perjalanan, saya pun terbangun sebentar. begitu buka mata dan wawwwwww  its Mt Fuji!!! dan puncaknya keliatan dengan jelas tanpa tertutup oleh awan sedikitpun. puas jepret2 bentar, akhirnya ketiduran lagi. begitu terbangun lagi, gunung fujinya keliatan semakin dekat. sebelum masuk ke terowongan saya liat awan gelap udah mulai menyelimuti area sekitar. tapi begitu keluar dari terowongan loh kok. itu awan gelap ilang.. yeaaayy.. gak jadi ujan  perjalanan ke stasiun kawaguchiko dari shibuya sekitar 2 jam dan singgah terlebih dahulu di stasiun FujiQ Highland untuk menurunkan penumpang.

      Penampakan Gunung Fuji dari dalam bus

      FujiQ Highland dan pemandangannya
      Yeeesss... akhirnya sampai di stasiun kawaguchiko. daaaaannn.. viewnya oke bangeeett  gunung fujinya clear dihiasi langit cerah dan sedikit awan2 kecil. kita pun jepret2 bentar di depan  setelah itu kita beli tiket di vending machine ke shimoyoshida station seharga 600 Yen PP. begitu mau masuk ke platform, belum waktunya untuk masuk. jadi kita gak boleh masuk ke platform dan di suruh tunggu di dalem stasiun. lalu petugas stasiunnya menawarkan tiket untuk kereta spesial menuju shimoyoshida dengan menambahkan 200 Yen / orang one way. setelah berembug, akhirnya kita ambil aja penawarannya. beberapa saat menunggu, akhirnya kita diperbolehkan masuk ke platform dan karcis kita di tandai secara manual karena di sini tidak ada mesin tiket. kereta spesial nya lumayan bagus. desain interiornya kayak di cafe2 dengan pemandangan langsung ke gunung fuji dan ada pemandunya di dalam kereta. sayangnya pemandunya make bahasa jepangtapi tetap keren. gak rugi buang 200 yen untuk naik kereta ini.

      Touchdown  

      Highway Bus tumpangan kami

      Tampak dalam stasiun

      Sambil nunggu kereta dalam stasiun kawaguchiko

      Kereta retro ke Stasiun Shimoyosida

      View dari dalam kereta
      Akhirnya kita sampai di Shimoyoshida Station dengan perjalanan sekitar 30 menit. rupanya kereta retro ini sengaja stop di shimoyoshida untuk memberikan kesempatan kepada penumpang berfoto2 dengan latar belakang gunung fuji sebelum melanjutkan perjalanannya (kereta retro ini ujungnya di stasiun otsuki). mantap euy cara mereka memanjakan penumpang  puas jepret2, kita pun lanjut untuk mencari arah ke Chureito Pagoda. perjalanan ke chureito pagoda melewati perumahan penduduk dengan latar gunung fuji. ada juga sawah yang sudah mengering. ketemu pula dengan orang2 tua yang lagi nge teh bareng sambil liat pemandangan gunung fuji. view yang disuguhkan sungguh benar2 wow banget  

      Tiba di stasiun shimoyoshida

      No caption  

      Shimoyoshida Station

      Ketemu sawah di perjalanan menuju ke chureito pagoda 

      Tandai rumah ini. pas di belakang rumah ini adalah tangga menuju ke chureito pagoda 
      petunjuk arah ke chureito pagoda lumayan membantu. akhirnya tiba lah kita di sebuah kuil dan ada banyak anak tangga untuk menuju ke atas yang artinya kita sudah berada di jalan yang benar. setelah mendaki 295 anak tangga (sahat saya tinggalin karena udah ngos  ) akhirnya kita sampai di puncak  daaann.. our fifth lucky in this trip. we can see mt fuji clearly  sugoooiiii  akhirnya kita diam di sini beberapa saat untuk jepret dan istirahat. akhirnya jam 11an kita memutuskan kembali ke shimoyoshida untuk kejar kereta berikutnya di jam 1 siang. pas turun ketemu spot lorong pohon maple. foto2 lagi  sepanjang jalan foto terus deh  

      Spot peristirahatan pertama sewaktu mendaki ke chureito pagoda

      Chureito Pagoda

      Our fifth lucky in this trip  

      Asli loh. bukan source dari google  

      Ketemu lorong pohon maple sewaktu turun

      Ketemu dipekarangan rumah penduduk
      akhirnya kita pun tiba di shimoyoshida lagi. karena kereta masih lama datangnya, kita nongkrong di Shimoyoshida Club. letaknya persis di sebelah stasiun. saya pesan roti + minuman 480 Yen plus belanja 5 buah biskuit bentuk gunung fuji seharga 140 Yen / pcs. sayangnya biskuit ini ancur begitu sampai di rumah gara2 insiden di bandara pas pulang (nantikan kisahnya)  tapi masih enak euy biskuitnya. apalagi yang warna ijo  setelah makanan habis, kita duduk2 di stasiun shimoyoshida. dingin bangeeeeettt dan ngak ada penghangatnya. suasana stasiunnya heniiiiiing banget. kayak ngak ada kehidupan  oh ya untuk kembali ke stasiun kawaguchiko ngak pakai kereta retro yang tadi lagi. jadinya kita make kereta dengan gambar dan interior bertemakan thomas and friends  sesampainya di stasiun kawaguchiko, kita pun ke TIC untuk cari info bus menuju danau kawaguchiko. sempat di tawari one day bus pass seharga 1.200 Yen. tapi kita gak ambil karena waktu juga udah tidak memungkinkan kita untuk explore lebih jauh dan tujuan kita hanya untuk ke Fujikawaguchiko Festival. lokasi fujikawaguchiko festival ini ada di bus stop nomor 19 dengan bus red line. sebenarnya letak stand2 festival nya ada di bus stop 18, sedangkan bus stop 19 merupakan lokasi maples corridor yang saat malam akan ada light illuminationnya. untungnya ketersediaan bus di kawaguchiko ngak separah di nikko. meskipun ramai tapi tetap terakomodir semua penumpangnya.

      Shimoyoshida Club

      Biskuit berbentuk gunung fuji

      maknyus 

      Kereta Thomas and friend
      akhirnya kita tiba di bus stop 19. explore2 sebentar karena sebagian besar masih hijau pohon maple nya dan perut pun udah keroncongan. lalu kita semperin semua stand yang ada di dekat bus stop 19. ternyata realita berbeda jauh dari ekpektasi. dalam pikiran kami kalo festival2 kayak gini pasti banyak jajanan2 kaki lima atau makanan. tapi realitanya stand2 yang ada kebanyakan menjual hasil perkebunan  akhirnya ketemu stand yang jualan mie. keliatannya enak  kita pesan seharga 500 Yen / bungkus. rupanya ngak enak mie nya  kerasa arangnya aja daripada isi2 nya. mau ngak mau makan deh daripada kelaparan. setelah makan kita berjalan ke arah tepian danau. sudah ada beberapa pohon yang berubah warna tapi belum merata. kita pun nongkrong untuk menunggu sunset di pinggiran danau sambil merhatikan orang2 yang lalu lalang. begitu matahari sudah tenggelam kita berjalan menyusuri pinggiran danau yang akhirnya berujung di jalan raya. karena sudah gelap, ketemulah kita dengan ligh illumination. lumayan lah  karena sudah jam 5an dan bus kita jam 7, akhirnya kita memutuskan untuk ambil antrian bus kembali ke stasiun kawaguchiko.

      Masih hijau pohon maple di maple corridor


      Gunung fuji di kejauhan

      Stand2 di festival fujikawaguchiko

      Akhirnya ketemu juga yang berwarna merah  

      Beli mie di stand bapak itu 

      Tempat tongkrongan menunggu sunset

      Sunset di kawaguchiko

      View dari tepi danau menjelang senja

      Sudah banyak yang merah di jalur menuju ke jalan raya dari tepian danau

      Light illumination


      Suvenir yang dijual di stasiun kawaguchiko

      Banyak mesin gacha di stasiun kawaguchiko
      sesampainya di stasiun kawaguchiko, kita masih punya cukup banyak waktu. jadilah kita liat2 toko suvenir yang ada di dalam. sepertinya harga barang di sini agak sedikit lebih mahal. biskuit yang saya beli di shimoyoshida tadi siang di sini per bungkusnya 750 Yen (isi 5). akhirnya disini pun cuman liat2 karena ngak ada suvenir yang menarik. tepat jam 7 bus datang dan kita pun perlahan2 mulai berjalan kembali ke tokyo. kita sampai di halte bus shibuya mark city sekitar jam 10an. di stasiun shibuya kita beli Metro Pass 24hrs seharga 600 Yen untuk dipakai malam ini dan besok karena itin kita hanya berada di area downtown tokyo. akhirnya jam 11 malam kita sampai di stasiun asakusa. jalan balik ke hostel dan tidak lupa singgah ke 7-11 beli makanan seharga 408 Yen. puas makan kita pun bersih2 dan tidur dengan pulas. tidak lupa nge alay dulu di socmed  

      Makan malam persembahan 7-11
      Gimana cerita berikutnya??? See yaa  
      Tips and trick :
      jika berangkat ke kawaguchiko menggunakan bus dari Shibuya, halte bus nya ada di lantai 5 gedung Shibuya Mark City. Shibuya Mark City letaknya di sebelah kiri dari patung hachiko dan shibuya crossing. cukup mudah untuk di temukan angin di danau kawaguchiko cukup kencang di bulan november. sediakan jaket yang agak tebal ligh illumination dimulai sekitar jam 5 sore. kalo memang mau lebih menikmati di sarankan untuk menginap di daerah kawaguchiko dan puncak musim gugur di daerah kawaguchiko sepertinya di minggu kedua atau ketiga november jika mengambil trip ke chureito pagoda, saya rasa tidak perlu beli bus pass lagi di danau kawaguchiko karena keterbatasan waktu. mungkin cuman bisa explore 2 atau 3 titik saja di jalur bus red line fujikawaguchiko festival berlangsung tanggal 1 sampai 23 november (cek kembali websitenya http://www.fujisan.ne.jp/event/index_e.php) untuk ke chureito pagoda, begitu keluar dari stasiun langsung ambil ke arah kanan. setelah itu petunjuk menuju ke chureito pagoda akan terlihat jangan teralu siang sampai di stasiun kawaguchiko karena gunung fuji akan tampak seperti gunung biasa ketika jam 3-5 sore




    • By twindry
      Hello Momiji  
      Part 1 cek di sini Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo (Part 1)
      3. Odaiba
      How to reach Odaiba from Asakusa : dari stasiun Asakusa (A18) ke stasiun Shimbashi (A10), kemudian ganti kereta Yurikamome Line ke stasiun Odaiba-Kaihikoen
      sebelum ganti kereta yurikamome, kita beli tiket ke odaiba menggunakan kartu passmo seharga 350 Yen one way (yurikamome line tidak dicover oleh Subway Pass 24 Hrs). saya sangat menikmati perjalanan dari shimbashi ke odaiba, karena pemandangan yang disuguhkan sungguh2 sugoooiiiii  begitu sampai di stasiun, kita langsung berjalan mengikuti arus penumpang (yang menurut insting saya pasti mau ke odaiba juga). lalu karena jalannya bercabang, saya pun tanya ke petugas stasiun.
      Saya : sumimasen, odaiba doko desuka? (lagi2 songong  )
      karena terlalu songong, saya ngak ngerti apa perkataan bapak itu. yang jelas dia ngarahin suruh jalan mengikuti jembatan penyebrangan. saya pun jawab
      Saya : haik. wakata. arigatou  (padahal gak ngerti  )
      lalu kita pun jalan mengikuti JPO yang menurut saya keren banget. JPO aja di desain sedemikian rupa biar bisa foto2 juga dari atas sini dan yang keren lagi... panjang bhoook JPO nya cape juga jalan dari ujung ke ujung.

      View dari JPO  
       
      akhirnya kita pun sampai di depan venus fort  didekat venus fort ada taman kecil gitu. kita istirahat sejenak sambil nyari tempat makan yang recomended di daera odaiba. hasilnya nihil  mahal2 semua. alhasil kita pun jalan menyusuri jalan dan akhirnyaaaaaaaaa.....  ketemu dengan EARLY MOMIJI!!!! yeayyy... jadwal tahun ini menurut pantauan autumn forecast yang saya baca di http://www.japan-guide.com/blog/koyo16/ seharusnya daerah tokyo masuk ke autumn di akhir november. Inilah our first lucky di trip ini. jadilah kita foto2 beberapa saat di sekitar pohon2 yang sudah mulai berubah warna menjadi merah.   

      Our first lucky in this trip. EARLY MOMIJI yeayyy  

      Ini bakal keren kalo udah puncak musim gugur di Tokyo kayaknya  
       
      puas foto2, kami pun lanjut lagi dan tibalah di bawah kaki gundam berukuran 1:1 di depan diver city odaiba. suasananya cukup rame. kita foto2 bentar setelah itu liat2 ke dalam gundam cafe. untungnya saya bukan pengoleksi action figure gundam, jadi gak tergoda untuk beli  selamaaaaaatttt selamaaaaaatttt.

      Replika gundam 1:1

      Giliran saya yang di foto, si bapak itu gk mau lari  sengaja dia nutup2in

      Gundam Cafe di diver city odaiba
      menjelang sore, perut udah keroncongan banget karena tadi pagi cuman makan ramen doank. sambil jalan ke arah aquacity, ketemu konbini di bawah mall aqua city odaiba. jadilah kita beli makan siang merangkap sore di sana. harganya juga lumayan bersahabat 460 Yen + 108 Yen untuk air mineral botol dan belinya pakai saldo sisa di passmo. jadilah kita bawa makanan itu ke atas seaside view deck. cara ke deck tinggal jalan aja lewat mall aqua city nya  langsung deh keluar udh hadap ke laut. kita pun menghabiskan sore di odaiba sambil menunggu sunset dan lampu di tokyo bridge nya nyala. semakin larut angin di odaiba semakin kencang  akhirnya kita pun nyerah dan memutuskan untuk meninggalkan odaiba dan menuju ke Daimon station untuk melihat tokyo tower dari kejauhan di waktu malam sebelumnya kita beli tiket kembali seharga 350 Yen menuju ke Shimbashi Station. belinya juga pakai saldo sisa di passmo


      View dari atas deck

      Makan dulu braaaayy  

      Ini sarapan saya  

      Tokyo Bridge di kala senja

      Ini dia Feeris Wheel Odaiba
       
      4. Tokyo Tower
      How to reach there from odaiba : dengan Yurikamome line turun di Shimbashi Station. dari Shimbasi Station (A10) turun di Daimon Station (A09) dengan menggunakan Asakusa line
      sebenarnya Tokyo Tower masih jauh jika kita turun di Daimon Station. jadi kenapa turun di sini?? yapp.. karena kita cuman foto tokyo tower dari kejauhan. ngak ada planing buat masuk ke observation deck nya karena mahal dan memang ngak nyisihkan budget ke sana juga . Untuk foto tokyo tower dari kejauhan, kita pun menuju ke Zojo-ji Temple (tiket masuk : Free) karena di sini lah spot foto paling oke. biar dapat gambar kayak2 di gugel gitu  begitu sampai di zojoji eeehh malah rame banget karena sepertinya ada acara. sialnya lagi acaranya udah mau selesai kayaknya  jadilah kita cuman numpang foto2 sebentar kemudian pergi. tujuan selanjutnya adalah Akihabara  tempat dedek2 gemes kata @deffa  

      Zojo-ji Temple dan Tokyo Tower
       
      5. Akihabara a.k.a Akiba
      How to reach there from Daimon Station : dari Daimon Station (A09) turun di Ningyocho Station (A14) pakai Asakusa Line, kemudian ganti ke Hibiya Line masih di Ningyocho Station (H13) menuju Akihabara Station (H15)
      sampai di akihabara station, baru juga keluar station modem wifi kami sudah tewas  alhasil, dengan keadaan kaki gempur kami pun mencari2 arah untuk menuju ke AKB48 cafe dan Gundam Cafe yang terkenal itu. setelah sempat tersesat sana sini, akhirnya ketemu juga  ujung2nya karena kaki udah gempur kita cuman foto2 bentar di sini kemudian pulang. ngak explore terlalu banyak lagi di AKB. padahal masih banyak toko2 yang patut untuk di sambangi terutama toko yang menjual barang2 absurd . padahal saya juga udh planning mau hunting figure digimon. tapi ya sudah lah. toh baru hari pertama. kalo pun ketemu figure nya pasti bakal nguras duit lagi  

      Pemandangan begitu keluar dari stasiun subway

      Yang kayak gini banyak bertebaran di AKB  assoooyy

      Ngak nonton live, numpang foto pun oke lah ya  

      Tepat di sebelah AKB48 Cafe
       
      How to back to asakusa : dari Akihabara Station (H15) balik ke Ningyocho Station (H13) pakai Hibiya Line, ganti ke Asakusa Line dari Ningyocho Station (A14) turun di Asakusa Station (A18)
      sampai di asakusa, perut pun mulai keroncongan lagi. mungkin karena pengaruh cuaca dingin, perut jadi cepat lapar ya  . alhasil kita ketemu sebuah toko makan waktu perjalanan pulang. kalo gk salah namanya udon tenya ya. masuk lah kita dan pesan makan di sana. sewaktu menunggu pesanan jadi, kamvret momen terjadi.  ada 2 pelayan di toko itu. satunya kasir (sebut saja A) merangkap tugas bersih2 mangkok yang udah dipakai konsumen. satunya lagi (sebut saja B ) yang tukang ngantar2 pesanan yang udah jadi dari dapur ke konsumen. nah si A itu yang kamvret. apa yang dilakukan dia coba. NGUPIL!!!!!  anjaaaayyy banget *flip table* udh gitu, makin kita liatin dia makin ngorek  kamvretnya lagi udh di korek di MAKAN!!!!  BANGSAAAATTT!!!! saya dan sahat udah berdoa agar jangan dia yang nyuguhin makanan pesanan kami. untungnya si B yang nganterin makanan  jadinya makanan yang saya pesan rasanya hambar. padahal porsinya lumayan  oh ya.. makan malamnya seporsi 500 Yen. murah meriah euy  setelah makan, kita pun akhirnya balik ke hostel dan istirahat karena besok mau kejar train pertama ke nikko.
      gimana kelanjutan kisahnya??? see ya di postingan berikutnya ya  

      Kaminarimon Gate di waktu malam

      Kampret momen terjadi di sini 
       
      Tips and Trick :
      pelajari terlebih dahulu map subway di tokyo sebelum hari keberangkatan untuk lebih menghemat waktu. wifi is a must!!! kami dengan modal wifi aja masih sesat2   setiap stasiun ada nomornya menurut line yang dilintasi (misalnya stasiun asakusa nomor A18 di line asakusa dan nomor G19 di line ginza). setelah tau posisi kita di stasiun nomor berapa dan line apa, selanjutnya tinggal menentukan tempat tujuan kita. misalnya kita mau ke ueno. ueno dilalui oleh ginza line dengan nomor stasiun G16 dan hibiya line dengan nomor stasiun H17. jadi jika kita dari asakusa, ambillah line ginza (G19) dan carilah platform yang mengarahkan kita ke ueno (G16). jangan sampai salah exit!!! bisa berabe jadinya  stasiun subway di tokyo rata2 lumayan luas. sebelum menentukan exit yang mana, carilah map stasiun yang biasanya berada di tiang ataupun tembok stasiun. cukup jelas di map kita harus keluar di exit yang mana kalo bingung mau makan dimana, kunjungi aja http://www.picrumb.com cukup lengkap beserta range harga menunya tapi hanya area2 tertentu aja yang ada rekomendasinya kalo picrumb terlalu mahal dan kebetulan tidak ada ulasan di sana, bisa buka google maps kita. ada rekomendasi tempat makan terdekat. lumayan rekomen juga saran2 dari mbah yang satu ini  
    • By twindry
      Yoshh!!!! akhirnya petualangan yang sebenarnya di mulai  karena part sebelumnya sudah mainstream, maka kita percepat rilis untuk part yang ini  btw saya jalan dengan @Sahat untuk trip ini.

      Hello Tokyo. Here we come  (foto ini terinspirasi dari postingan foto mba @Monfi untung dapetnya lumayan bagus walau hanya modal hp )
       
      Day 4 - 03 November 2016
      untuk cerita part2 sebelumnya :
      Momiji here i come!! Day 1 - KL
      Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL
      Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo
      karena tidurnya ngak begitu nyenyak tadi malam, jadi lah saya terbangun sekitar jam 6 pagi. iseng2 cek di google jam matahari terbit hari ini adalah sekitar 06:09. saya pun bergegas bangun dan cuci muka di toilet dekat tempat tidur tadi malam. setelah itu saya pun mengajak sahat dan si abang untuk keluar lagi ke observation deck. rencana mau jepret2 pagi pertama kami di jepang  pagi ini kami agak santai karena sambilan menunggu loket Keikyu Tourist Information Center nya buka (08:00 - 22:00). dengan gagahnya kami pun menantang angin pagi di observation deck yang tetap ganas, tapi tidak seganas tadi malam. kami pun jepret2 sebentar lalu masuk ke dalam lagi. sudah merasa hangat, lari lagi keluar untuk jepret2 ato liat sekeliling kemudian masuk lagi  kayak ngak ada kerjaan aja. yang saya salut adalah ada seorang cewe, make rok di atas lutut, lalu make neropong yang bayar 100 yen itu. dia sanggup bertahan di tengah keganasan angin observation deck  sungguh benar2 hebat tuh cewe.

      Pagi pertama kami di Tokyo
       
      puas foto2 kami pun turun ke lantai 2 di departure hall untuk menunggu loket Keikyu buka dan sekalian tarik JPY untuk abang yang tadi malam join bersama kami bermalam di bandara. Setelah tarik uang, si abang pun pamit dan melanjutkan perjalanannya. Setelah menunggu beberapa saat, saya dan sahat mendapat WOW moment pertama kami di jepang. jam 08:00 TEPAT loket keikyu nya buka tanpa TELAT dalam hitungan detik. yang WOW nya lagi itu staff2 itu siap dan langsung berdiri begitu loketnya di buka  buseeeetttt...tepat banget kata kami berdua. lalu kami pun beli Welcome Tokyo Pass (round trip) + subway 24 hrs seharga 1.500 yen. Adapun kegunaan pass ini adalah cover perjalanan PP Haneda - Sengakuji Station + All subway line (tokyo metro + toei line) selama 24 jam. untuk JR line tidak dicover yah. Adapun line tokyo metro dan toei adalah :
      Untuk line tokyo metro itu ada 9 Line dengan simbol G, M, H, T, C, Y, Z, N, dan M untuk line toei ada 4 line dengan simbol A, I, S, dan E Oh ya letak Keikyu TIC ini tepat bersebalahan dengan stasiun subway bandara di lantai 2 (departure hall) jadi ngak susah untuk di cari. dan juga 24 jam di pass kita itu diitung sejak pertama kali kita memasukkan pass ke mesin tiket ya. bukan waktu kita membeli pass. entah ada momen apa, kami mendapat 1 kesempatan per orang untuk melakukan gacha (kayak mesin bola2 gitu. kalo di putar keluar bolanya dan ada hadiah didalamnya) karena telah beli welcome tokyo tourist pass. Saya mendapat sebuah kupon untuk ditukarkan di toko dalam bandara dan sahat kalo saya ngak salah ingat, dia dapat permen. karena toko untuk menukarkan kupon belum buka, kami pun memutuskan untuk meninggalkan bandara dan menuju ke hostel terlebih dahulu untuk check in, bersih2 dan simpan barang bawaan baru kemudian memulai perjalanan kami di tokyo.

      Welcome Tokyo Pass

      Tokyo Metro + Toei Subway 24 Hrs Pass

      Sempat ketemu dede2 SMA yang mungkin mau berdarmawisata ntah kemana
       
      Untuk menggunakan tiket welcome tokyo pass nya, sewaktu akan masuk ke platform, tunjukkan pass kepada petugas dan pass kita akan di cap yang menandakan bahwa pass sudah digunakan. Setelah itu subway sudah ada didepan mata dan kami duduk manis didalamnya. lumayann... anget braaaayyyy  saya dari tadi malam udah kedinginan. perjalanan dari bandara ke sengakuji station memakan waktu sekitar 30 menit karena lumayan banyak stasiun yang dilewati. begitu sampai sengakuji kami pun terkejut. si masinis berlarian ke setiap lorong dengan gerak gerik yang menandakan kami harus keluar.. loh loh  tadi kata mba2 di TIC kami ngak perlu ganti kreta. tapi kok musti keluar?? untungnya di sebelah subway jalur asakusa sudah menunggu (karena stasiun sengakuji hanya dilalui oleh subway asakusa dari toei line). rupanya kami harus berganti platform karena subway yang kami tumpangi dari bandara hanya sampai di sengakuji dan harus berganti platform untuk melanjutkan perjalanan. kami pun melanjutkan perjalanan.  dari sengakuji menuju asakusa (karena penginapan kami berada di asakusa) memakan waktu sekitar 30 menit juga. jadi total dari asakusa ke bandara memakan waktu sekitar 60 menit. patut di catat agar tidak telat sewaktu pulang nanti. akhirnya kami pun sampai di asakusa dan menunjukkan subway pass kami kepada petugas untuk ditandai pemakaian pertamanya. begitu sampai, sudah jelas kami harus kemana. petunjuk arah yang terletak di atas kepala dan ada map di dalam stasiun sudah sangat jelas mengarahkan kami menuju kaminarimon exit. begitu keluar dari stasiun...  brrrrr...dingin braaaayyyyy  gk nyangka bakal sedingin ini (maklum saya di 22o aja udh menggigil gak karuan. apalagi drop di bawah 10o kayak gini). tengah asik2 jalan gak nyampe 100 meter.. eehh..tiba2 udh sampai di depan kaminarimon aja  tapi masih sepi, gak jadi foto dulu. jadi kami lanjut dulu ke hostel untuk taruh barang2 bawaan. karena gk ada sinyal internet (belum sewa wifi) jadilah kita agak2 bingung. dengan bermodal secarik kertas hasil bookingan sahat kita pun mencari2 apakah ada orang yang bisa kita tanya. akhirnya mentok di pertigaan besar yang ada plang asahi beer dan di depannya ada pos polisi. langsung lah kami nyebrang dan tanya.
      Saya : (sambil menunjuk) doko desu-ka? (berlagak2 sok bisa japan dulu braaay  )
      Pak Polisi : ooh... go straight
      Saya : oohh.. wakata. arigatou  
      pagi2 aja polisi udh standby loh mereka  didepan pos pula. salut deh sama mereka. kami pun lanjut berjalan lurus sesuai arahan pak polisi dan sahat udh dapat sinyal free wifi asakusa. sekitar kira2 300-400an meter akhirnya ketemu stasiun tsukuba express yang berarti hostel kami sudah dekat. benar saja, ada gang kecil dan sudah nampak plang Khaosan World Asakusa.. yeaaayyy  akhirnya kita check in, mandi, sewa modem wifi berupa HP docomo campur samsung   (500 Yen per hari, deposit 10.000 Yen selama pemakaian) yang kami share cost nya dan yaaapp... EXPLORE!!!!! yooosshhh..meskipun cuman tidur beberapa jam tidak mengurangi semangat kami  tujuan utama kami tentu saja... SENSOJI.. check it out
       
      1. Sensoji Temple
      begitu sampai sensoji udh rame banget saya baru ingat ini hari libur nasional di jepang. jadilah padat merayap di depan kaminarimon dan nakamise dori. banyak penduduk lokal yang seliweran pakai kimono dan kebanyakan di dominasi oleh cewek2. kawaii bangeeeeetttt  sumpaaaahhhh...putih muluuusss cantik. akhirnya saya ngak hanya melihat di anime2 aja keaslian cewe jepang.  ada juga toko yang menyewakan kimono. 2.500 yen kalo ngak salah ingat per paketnya.

      Pajangan di depan salah satu toko di asakusa sewaktu perjalanan explore pertama kami di asakusa

      Bangunan Asakusa Tourist Information Center (yang kayak korek api itu desainnya)

      Gaya dulu di Kaminarimon (yang ini terinspirasi dari @ko Acong yang selalu bawa kaos jalan2 kemanapun )

      Ngak tau kenapa banyak pengunjung lokal pada melototin bangungn Denbo-in ini dan kebetulan hari ini ditutup untuk umum. ntah ada acara apa  
      karena sudah jam 10 lewat, perut pun keroncongan. sahat bilang mau tes ramen asli jepang. setelah itu saya ingat ada tempat makan ramen recomended dari situs www.picrumb.com akhirnya kita memutuskan makan di ら麺亭 (ramentei). dengan bermodalkan google maps akhirnya ketemu juga tokonya. karena toko makan di tokyo rata2 buka jam 11 siang, kita pun menunggu di depan toko sambil memperhatikan si empunya toko mempersiapkan segala sesuatunya. tepat jam 11 (lagi2 TEPAT) toko buka dan kita pun langsung nyerbu. kita pesan ramen (lupa apa namanya  ) seharga 400 Yen. pertama kirain saya ngak bakal kenyang karena isinya cuman mie setelah dimakan....  kenyang bangeeeeetttt  porsinya mantap. sesuai ukuran cacing dalam perut  

      Tampak depan rumah makan ら麺亭 (ramentei)

      Suasana di dalam Ramentei (tempatnya sempit. jadi abis makan, beres2 meja langsung cabut karena di luar juga yang antri udah ramai)

      This is our first ramen  
       
      puas makan. kita pun lanjut explore sensoji lebih dalam. ketemu 2 cewek make kimono. kawaii.. mau ngajakin foto.. eeehhh.. udh diajakin foto ama cowok. si cowok minta tolong satu ibu2 untuk fotoin. puas difotoin eeh malah berantem tuh ibu2 dengan cowoknya. ngerebutan mau foto bareng 2 cewek itu juga akhirnya kita ngak jadi deh minta foto bareng sama cewek berkimono itupadahal kawaii euy.


      Suasana Sensoji Temple yang rame banget

      Ngak tau jualan apa ini

      Ketemu momod @deffa eeh salah  
      puas explore sensoji, kita lanjut ke sumida rivers untuk foto2 sama "tokai" yang jadi icon asahi beers beserta tokyo sky treedisini kita ketemu 4 orang dengan pakaian kimono. saya pun memberanikan diri untuk meminta foto dengan bermodal catatan beberapa kata bahasa jepang yang sudah saya siapkan jauh2 hari.
      Saya : sumimasen, issyo ni totte kuremasenka?
      (kayakanya ini gak pake kuremasenka deh. bener ngak om @kyosash? soalnya kmrn pas saya ngomong ini juga saya dengar mereka bisik2 yg seolah2 mengatakan kalo kuremasenka kurang lazim di pakai ato bisa2 salah2  karena saya songong)
      Salah satu dari mereka : oohh.. (angguk2 yang pertanda boleh foto2 sama dia
      lalu karena dia aneh liat saya bisa bahasa jepang, dia tanya lagi
      orang tadi : nihon jin?
      Saya : indonesia jin
      Orang yang sama lagi : oohh.. wakata wakata
      sebenarnya kalimat di atas untuk mengajak berfoto 1 diantar mereka. tapi karena maksud saya ingin berfoto dengan mereka ber 4, jadilah saya menunjukkannya dengan gerakan dan kata "all of you". tapi sewaktu mereka siap2 berpose... loh kok ngomong make bahasa mandarin...  what the f**k.. tapi sumpah mereka look like japanese. gpp lah ya. kan gak ada yang tau  puas foto2 kami pun melanjutkan perjalanan ke Ueno Park

      Boyband  

      Tuh kan.. They are look like Japanese  
       
      2. Ueno Park
      How to reach Ueno park from asakusa : naik subway ginza line dari asakusa (G19) dan turun di ueno (G16)
      begitu tiba di stasiun ueno sudah rame banget awas kebawa arus!!! jadilah kita nepi dulu dan cari tiang stasiun yang ada mapnya untuk menentukan pintu exit mana yang harus kita ambil (awas!!! salah exit bisa berabe karena jaraknya jauh banget). dengan arahan dari papan petunjuk di stasiun, akhirnya kita pun keluar dari stasiun ueno dan tiba di sebuah persimpangan yang ruaaameeeeeee banget. di depannya sudah terlihat plang ameyoko. rencana mau explore nanti setelah ueno park. akhirnya kita pun sampai di ueno park dan ketemu dengan Kiyomizu Kannondo (tiket masuk : Free) dimana spot wisata yang satu ini merupakan tiruan dari Kuil Kiyomizudeira di Kyoto. meskipun view yang ditawarkan tidak se-spektakuler kiyomizudeira yang asli, setidaknya saya punya gambaran seperti apa kuil kiyomizu yang saya idam2kan itu  sebelum masuk ke dalam kuil, saya coba dulu bersih2 di depan layaknya orang lokal. sambil merhatiin seorang ibu yang mengajarkan anaknya bersih2 sebelum masuk kuil, saya pun mengikuti caranya sedangkan si sahat sibuk saya minta fotoin  puas foto2, kita pun lanjut explore lebih jauh. ueno park ini luasnya minta ampun  tapi suasananya bikin lupa kalo kita berada di sebuah kota metropolitan. benar2 bikin adem cewek2nya *eeh*  pohon2 di ueno maksudnya. karena hari ini hari libur, sedang ada pertunjukan di depan pintu masuk ueno zoo. semacam sirkus dengan alat yoyo gitu. keren pokoknya. yang terpenting lagi gretong  tujuan berikutnya yaitu Ueno Toshogu Shrine (tiket masuk : Free). kita cuman foto2 bentar di sini, setelah itu nyari tempat duduk di depan lapangan baseball dekat toshogu shrine sambil merhatiin orang2 di sekitar dan merengganggkan otot2 kaki. puas duduk2nya, kita pun menuju destinasi berikutnya. ODAIBA!!! tapi sebelum itu, kita kembali dulu ke asakusa untuk beli Nikko All Area Pass seharga 4.520 Yen.  Adapun kegunaan dari pass ini adalah (info lengkap baca di Tobu Nikko All Area Pass) :
      Bisa digunakan selama 4 hari berturut2 sejak pemakaian pertama di area Nikko Untuk sekali perjalanan pulang dari stasiun Asakusa - stasiun Tobu Nikko menggunakan limited express train Unlimited ride semua bus di area Nikko Setelah itu kita menuju stasiun asakusa dan saya beli kartu Passmo di mesin tiket dengan harga 2.000 Yen (1.500 yen saldo yang bisa dipakai, 500 Yen deposit) setelah itu barulah kita ke odaiba.


      Kiyomizu Kannondo dan pemandangan dari panggungnya (kalah jauh ama yang di kyoto ya) 

      Ini pohon sakura ato pohon maple ya? Tapi bisa dibayangin betapa kerennya kalo lagi puncak di musimnya 

      Ketemu patung ini di Ueno Park

      Ueno Toshogu Shrine, pelataran dan five storied pagoda nya
       
      Bersambung ke Part 2   (karena foto kebanyakan  )
    • By twindry
      Yoshhhh!!!! Akhirnya part yang ditunggu2 sampai ya  Mari kita mulai ceritanya

      Pemandangan dari jendela menjelang sore dari pesawat menuju ke Tokyo  
       
      Day 3 - 02 November 2016
      untuk cerita hari sebelumnya :
      Momiji here i come!! Day 1 - KL
      Momiji here i come!! Day 2 - Still KL
      Akhirnyaaaaaaa... hari yang ditunggu2 pun tiba. Bangun pagi saya pun nge teh ganteng  dan sarapan roti panggang dulu di hostel sekalian check out. Btw selama 2 hari stay di DengBa saya bayar 80 RM saja. Harga dan fasilitiasnya mantap banget dah  lalu selama nge teh di lobby hostel saya pun kembali berbincang2 dengan penghuni kamar yang lain. Pagi ini ketemu ko2 dari Bandung yang ngomong bahasa hokkian (kirain dari Taiwan). si ko2 rupanya sedang membawa sang ayah untuk check up sekalian berobat di KL. Selesai makan, saya pun pamit dengan staff hostel dan si ko2 tadi untuk memulai perjalanan yang sebenarnya (mencari kitab suci )  Ngak sempat pamit sama si jim karena saya liat dia tidur pules sekali. Kasian itu anak udah beberapa malam ngak tidur nyenyak. Akhirnya dengan MRT seharga 2,5 RM saya pun meninggalkan bukit bintang dan menuju ke KL Sentral. Begitu tiba di KL Sentral lagi2 sesat  Sudah benar saya berada di KL Sentral tapi salah arah untuk cari eskalator turun ke basement. Setelah tanya ke petugas akhirnya sampai di basement juga. Berikutnya langsung antri beli tiket bus ke KLIA 2 seharga 12 RM dan bus sudah ada di depan mata. jadi tinggal lempar koper dan duduk manis. sempat ketiduran sebentar dan akhirnya tiba di KLIA 2 dengan durasi sekitar 60 menit.
      Di KLIA 2 hari ini rencana akan ketemu dengan @Sahat. kami akan sama2 ke Jepang dan janjian ketemu di KLIA. dengan flight dari Bandung harusnya jam 9an jam 10 si sahat udh nyampe. sambilan nunggu pesawat dari bandung landing, saya pun nyari makan dulu  maklum cuman makan roti aja tadi pagi. Saya pun ke foodcourt KLIA di lantai 2. Muter2 dan akhirnya terpilih lah menu thai sizzling chicken rice seharga 13,7 RM dan minuman cold honey lemon seharga 5,4 RM. chicken ricenya ngak begitu enak. banyakan bawang dll ketimbang ayamnya  saya kenyangnya pun karena toge (subur jadinya kalo toge sebanyak itu).

      Thai Sizzling Chicken Rice

      Cold Honey Lemon
      selesai makan saya coba WA si sahat. kok masih gk masuk. ah mungkin delay kali ya pesawatnya. karena sahat belum ada kabar, saya pun lanjut ke kursi pijat untuk merenggangkan otot2 kaki yang sudah mulai gempur di bawa jalan selama 2 hari kemarin. karena saya ngak ada uang pecahan kecil dan adanya 10 RM saya pun coba2 memasukkan uang ke dalam mesin kursi pijat dengan harapan bisa milih durasi kursinya. eeehh rupanya kursi udh langsung jalan alias ngak ada kembalian. jadilah saya langsung duduk dan dipijat selama 20 menit.

      pijat dulu choooyyy 
       
      selesai pijat liat jam udh jam 11an si sahat ngak nongol2 juga. di wa juga msh belum aktif  apa dia ketahan di imigrasi ya? saya pun akhirnya mutar dulu di lantai 1 dan 2 KLIA. beberapa saat masuk wa dari sahat. rupanya dia ke KLIA 1 untuk ngantar teman (katanya sih)  vangke juga pikiran saya. hampir saya tinggalin dia rencananya mau masuk ke boarding gate duluan  akhirnya kita pun ketemuan di depan counter AA (tanpa cipika cipiki kayak bayangan kalian semua  terutama @Vara Deliasani ) karena sahat reprint boarding passnya. Selesai imigrasi sewaktu perjalanan ke gate penerbangan, tiba2 ketemu duty free yang jualan coklat. karena ada titipan orang rumah untuk nyariin coklat durian, saya pun mampir dan akhirnya dapet. mayan mahal coklatnya. 4 box seharga 68 RM. karena uang ringgit saya banyak  tanpa pikir panjang saya beli juga coklatnya. Setelah itu semua biasa2 aja (tidak sesuai dengan imajinasi kalian ) dan kita pun terbang ke Tokyo!!!!   

      penampakan coklat durian yang dibeli di duty free KLIA. box nya aja gede. isinya ngak seberapa  

      Saya pesan nasi dagang seharga 15 RM (belon bayar ke @HarrisWang sampai postingan ini rilis  )

      Pesan Chanomile karena kedinginan dalam pesawat (4 RM)
       
      sekitar 45 ato 30 menit sebelum landing, cuaca di tokyo sedang hujan. jadi bergetarlah seisi pesawat dengan penampakan jendela yang gelap gulita dihiasi petir di sekelilingnya. lampu pesawat semua dimatikan semua (sisa lampu exit) dan bunyi seperti alarm pesawat terdengar beberapa kali. saya liat sekeliling kok adem ayem ya?  begitu landing nanya sahat juga katanya mulus landing tadi. loh kok?? 

      Hujan menghiasi bandara haneda ketika kami landing
       
      Begitu landing, kami pun proses ke gate imigrasi. saya sempat ketahan oleh pihak imigrasi (bukan karena terorist suspect ya  ). saya disodorkan form yang berisi beberapa pertanyaan dalam bahasa indonesia dan jepang. diantaranya ada pertanyaan apakah saya membawa rencana kunjungan, nginap di mana, udah ada tiket pulang atau belum, dll. karena saya tulis ada membawa rencana kunjungan, petugas imigrasi meminta itin dan tiket kepulangan. saya pun menunjukkan apa yang diminta sambil deg2an takut di deportasi (secara si sahat aman2 aja lenggang kangkung lewat imigrasi di sebelah saya). Akhirnya setelah beberapa saat dia cek itin dan tiket kepulangan, saya pun di perbolehkan lewat  akhirnyaaaa.... Tokyo here i come bebeh . begitu keluar gate kedatangan, hal pertama yang saya coba adalah.....  WC!!!! yap WC sodara2  karena baca FR teman2 yang lain saya pun penasaran dengan WC di jepang. benar saja. banyak tombolnya  setelah nge flush, saya pun coba satu per satu tombolnya. asiiiikk chooooyyy ada yg nyebokin

      toilet jepang dengan segala kecanggihannya 

      vending machine pertama yang saya temui di jepang
       
      Puas explore wc di haneda dan nungguin sahat bersih2, kita pun duduk2 santai di kursi dekat pintu arrival (depan money changer). asik2 ngobrol ada satu abang2 dari indonesia juga katanya dia mau ke hamamatsucho. si abang cuman bawa rupiah tunai yang rencananya mau dituker di money changer, cuman karena ratenya kurang bagus dia ngak jadi tukar dan minta bantuan kami untuk tarik tunai yen di atm dan dia bayar pakai rupiah. karena udah larut abang tsb juga ikutan kami nongkrong. jadi lah kami ber 3 explore bandara haneda malam itu. lantai demi lantai kami explore yang akhirnya sampai lah kami di observation deck. dengan gagahnya kami langsung keluar ke deck  daaaaaaannnnn... brrrrrrrrrrrrrrr  dingiiiinnn baaaaaannngggg... anginnya juga kuat. mungkin karena barusan hujan reda, angin dan suhunya ekstrim sekali bagi kami (tanpa pakai jaket tebal atau apapun). dengan keadaan tangan hampir mati rasa, kami pun liat2 sebentar dan motret2. mungkin belum 5 menit kami pun menyerah dan masuk kembali ke dalam. Puas explore kami pun turun ke lantai 1 untuk beli makan malam di lawson. saya beli sushi roll seharga 370 Yen.

      sushi roll
      selesai makan kami pun mulai cari2 tempat untuk tidur. dengan yakinnya kami langsung bawa barang2 untuk berpindah  (karena sebelumnya kami liat di lantai 1 dan observatorium deck masih lumayan kosong). setelah beberapa saat keliling..... loh kok  penuh... akhirnya setelah keliling beberapa saat, kami pun dapat tempat di pojokan observatorium deck dekat dengan cool town nya bandara. itu pun karena ada yang ngasi tau di pojokan sana masih ada tempat. setelah itu kami pun santai2 dan mulai coba untuk tidur. karena aktivitas di bandara belum selesai (sepertinya ngak akan selesai alias 24 jam deh di bandara haneda ini) saya pun hanya tertidur beberapa saat dan terbangun kemudian tertidur dan terbangun lagi.
      Bagaimana kelanjutan ceritanya?? simak terus postingan selanjutnya ya  
       

      Departure hall bandara haneda. tampak suasana natal sedang dipersiapkan

      Sahat (kiri) dan si abang (kanan) di atas departure hall menuju ke food street di bandara haneda

      Akhirnyaaaaaa  



      gaya dulu di street food bandara


      foto2 yang diambil sebelum tangan beku. anginnya kencang banget
       
    • By syahrulsiregar
      Day3: Disneysea
      Dari awal pengen ke jepang, tempat ini jadi list wajib buat dikunjungi. Karena udah pernah ke Disneyland HK, katanya ga jauh beda. Dan ini satu2nya disneysea di dunia, jadi memutuskan kesini aja dan ga pake ke Disneyland. Beli tiket udah di HIS deket kantor. Udah liat crowd forecastnya di http://tdrnavi.jp/forecast/disneysea?lang=en. Diputuskan hari ini lah yang paling sepi dan ga ujan.
      Oiya, enaknya beli di travel agent, biasanya dapet tiket yang open atau ngga pake tanggal. Jadi kalo tiba2 di Tokyo ujan, kita bisa ganti hari tanpa perlu repot. Tapi pastikan kita dapet tiket yah, bukan voucher yang harus dituker tiket lagi disana.
      Tips yang paling gw inget adalah sampe lah satu jam sebelum dibuka (tiap tanggal beda2 jam operasionalnya, cek di webnya). Dan bener karena antrian udah buanyak banget orang, setengah jam sebelum jam buka padahal, eh udah disuruh masuk. untung pagi2 udah melek seger langsung siap2 berangkat. Mampir konbini buat nimbun onigiri dan minuman karena makanan di dalem mahal. Sempet baca-baca katanya tongsis sama makanan ga boleh dibawa tapi ternyata lolos2 aja sih Alhamdulillah.
       

       
      Karena udah check sebelumnya, jadi udah ngelist down urutan naiknya. Begitu dibuka langsung ngacir ke Journey to the Center of the Earth buat ambil fastpass. Dan langsung ke ride lain buat antri. Jadi emang tipsnya sih ambil schedule pass di satu tempat, trus sambil nunggu jadwalnya bisa coba mainan lain. Tingkat keramaiannya sih termasuk medium yah. Ga kebayang kalo lagi peak kayak apa ramenya. Antrian sih masih wajar lah. 1 – 1,5 jam untuk ride favorit. Gw menghabiskan waktu ngantri sambil baca buku. Karena gw jalan sendiri, ada juga beberapa ride yang langsung antri di single ride jadi lebih cepet.
      Selama keliling tuh banyak banget bau popcorn beraneka macam. Tapi yang paling “manggil” popcorn curry di deket area Aladdin. Dan beneran enak. Alhamdulillah. Karena dingin, perut juga sering teriak. Untung bawa beberapa onigiri, jadi sambil ngantri juga tetap bisa ngemil.
       

       
      Ga kerasa udah mau malem. Tadinya ga berniat nonton closing shownya, karena berdasarkan review masih bagusan Disneyland. Tapi ternyata pas mau pulang, si shownya mulai, jadi nonton bentar sambil melipir keluar sebelum desak2an.
       

       
      Day4: Ueno – Asakusa – Odaiba
      Hari keempat pagi-pagi udah melek seger lagi. Akhirnya memutuskan buat lari pagi deh sekitar Shinjuku. Ini ide gila sih karena di luar dingin banget. Akhirnya tetep lari pake jaket, dapet 6km lumayan biar liburan kudu tetep seger. Abis lari, mandi istirahat bentar trus jalan deh. Pas lagi jalan ke stasiun, eh lewat starbucks. Mampir deh ngopi bentar sama nyobain seasonal foodnya buat spring.
       

       
      Abis seruputan terakhir, akhirnya lanjut jalan ke Ueno. Alhamdulillah pemirsa, udah ada Sakura yang mekaaarrr. Tadinye berniat side trip nyari sakura. Lumayan lah walaupun Cuma beberapa pohon di Ueno park. Jalan ngelintasin Ueno park, sambil sesekali duduk ngeliatin keluarga2 pada beraktivitas. Turis ga terlalu rame. Pas lagi jalan ke stasiun subway, ealah nemu pasar, ya mampir lah. Liat2 bentar, jajan takoyaki, beli apel. Abis itu lanjut deh ke Asakusa.
       

       

       
      Nyampe asakusa sempet bingung nyari kuil Sensoji-nya. Akhirnya sampe dan lumayan rame. Liat-liat toko di sepanjang jalan masuk kuil. Ga tertarik beli tapi. Perjalanan masih panjang, dan backpack udah penuh sis. Abis foto-foto bentar, sempet duduk juga ngeliatin orang lalu lalang, akhirnya lanjut jalan kaki ke Tokyo skytree.
       

       
      Sebelum masuk malnya Tokyo skytree, ada satu spot dimana ada pohon sakura yang pas banget bisa masukin di Tokyo skytree di satu frame. Minta tolongin foto ibu2 jepang, lagi dijelasin, dia haik-haik aje. Jadi seadanya deh. Tapi tetep makasih ya bu udah dipotoin.
       

       
      Untuk pengunjung yang ngga beli tiket, bisa naik sampe lantai 3 kalo ga salah (udah lupa) yang mau naik udah rame sih karena katanya bagus banget kalo sore menjelang malam, fotonya bakal terang, tapi lampu2 kota udah pada nyala. Duduk bentar menikmati Tokyo skytree dari lantai 3 trus udah mau malem nih, saatnya lanjut.
      Kereta ke Odaiba beda sama kereta lain, jadi harus beli terpisah. Sempet agak bingung sih tapi akhirnya sampe juga. Keliling2 bentar, lagi sepi banget pengunjung, anginnya super dingin tapi pemandangannya emang ga kayak di jepang sih. Kayak di film2 Amerika, jembatan, sungai sama patung liberty. Setelah ngelilingin si area odaiba akhirnya pulang. ga terlalu impress sama odaiba. mungkin karena nyarinya suasana jepang yah. dan waktu gw kesana, sepi banget, nget, nget.
       
       


      Bersambung ke...