Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

  1. Jalan2

    Jalan2

  • Similar Content

    • By Mcc Ambon
      Salam kenal utk rekan-rekan semua disini....
      bagi yang memerlukan informasi wisata kota Ambon, silahkan kirim email ke kami
      mediacakrawala.id@gmail.com
    • By Mcc Ambon
      Kami merupakan salah satu penyedia jasa persewaan mobil terbesar di Kota Ambon.
      berdiri sejak tahun 2010 dan telah melayani ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara yang berwisata ke Kota Ambon. Kami melayani antar/jemput bandara, drop point to point, Sewa mobil harian dengan atau tanpa supir, drop ke Ora beach, dll
      Lokasi kami terletak di pusat Kota Ambon, mudah dalam reservasi dan memiliki banyak pilihan armada yang dapat anda dan keluarga gunakan.
      silahkan hubungi kami
      CV. Media Lintas Sarana Maluku
      Jasa Persewaan Mobil Terbesar - Terpercaya dan Termurah di Kota Ambon
      Jl. Karang Panjang RT.003/002 (Depan Kantor Partai Demokrat Ambon)
      Telp. 0911 - 3820126
      SMS/WA 081247134134
      Visit our official site :
      www.keliling-ambon.id
      www.mediarentalcar.com
      www.malukurentalcar.com
    • By du22wi
      Halo semuanya! 
      Perkenalkan kami dari TREYA, sebuah marketplace untuk opentrips di Indonesia. Bisa dibilang seperti airbnb, tapi daripada platform untuk menawarkan dan mencari akomodasi, kami adalah platform di mana para pengguna bisa menawarkan dan mencari opentrips yang akan datang ke berbagai macam destinasi di Indonesia. Jadi variasi destinasi, harga, dan juga jadwal nya lebih banyak :)
      Dan khusus di bulan Agustus ini, kami sedang menawarkan diskon 17% untuk trip pertama kamu! Caranya masukkan saja kode "HELLOTREYA" saat kamu memesan perjalanan pertama kamu bersama kami dan kamu akan langsung mendapatkan diskon 17%! 
      *Setiap pengguna hanya dapat menggunakan kode promo ini satu kali saja
      Langsung saja kunjungi situs kami di http://treya.io/ dan cari trip keinginan kamu! 
      Berikut adalah salah satu contoh trip yang tersedia di TREYA:

      EXPLORING PAHAWANG ISLAND
      IDR 470,000/person
      JADWAL: 25 August - 27 August; 31 August - 2 September; 1 September - 3 September; 8 September - 10 September; 15 September - 17 September; 22 September - 24 September; 29 September - 1 October
      Highlights
      Pahawang Island is an island located in the Punduh Padada district, South Lampung. The island is divided namely into two, which are Pahawang Besar Island and Pahawang Kecil Island. Pahawang Island itself keeps a lot of its beauty in tact, with beautiful sceneries, green hills, white sandy beaches, and crystal clear sea water which you can enjoy everyday on this island. It is suitable for you who enjoys snorkling and freediving. The icon of Pahawang Island is the sand plains that arise when the sea water is receding so that it forms a kind of ‘sand street’ that stretches from one island to another island. It’s definitely a view that you don’t want to miss out on!
      Price Include
      Ferry tickets from Merak to Bakauheni and return
      Shuttle car in an air conditioned car from Bakauheni to Dermaga Ketapang and return
      Boat rental for island hopping for 2 days
      Homestay
      4x meals
      BBQ
      Tour leader
      Local guide
      Photo documentation throughout the trip and also underwater 
      Price Exclude
      Transport from location of origin to Pelabuhan Merak
      Upgrade ferry class ( rate is around IDR 8,000 - 12,000 and directly paid to the ship officer)
      Snorkeling set rental for 2 days (IDR 80,000, includes goggles and fins)
      Personal expenses 
      Itinerary
      
Day 1

23.00 Assembly in front of Dunkin Donuts at Pelabuhan Merak
      23.30-03.30 Hop on the ferry to Pelabuhan Bakauheni

Day 2
 
      03.30-04.00 Arrive at Bakauheni then rest
      04.00-07.00 Journey from Bakauheni to Dermaga Ketapang
      07.00-08.00 Arrive at Dermaga Ketapang, breakfast and preparations
      08.00-12.30 Snorkeling at Kelagian Kecil Beach and Cukuh Bedil
      12.30-14.00 Check-in at the homestay, rest and lunch
      14.00-17.30 Explore and snorkeling at Pulau Balak Beach and Tanjung Putus
      17.30-19.30 Return to homestay to pray, shower, and rest
      19.30-21.00 BBQ dinner and free activity

Day 3

06-00-08.00 Wake up, breakfast and check-out of homestay
      08.00-12.00 Explore and snorkeling at Taman Nemo and Pahawang Kecil Island
      12.00-13.00 Arrive at Dermaga Ketapang
      13.00-14.00 Clean up and lunch (excluded from package)
      14.00-16.30 Arrive at Pelabuhan Bakauheuni
      16.30-19.30 Ferry from Bakauheuni to Merak
      20.00 Arrive at Merak, trip ends.
      REGISTRASI:
      Website: http://treya.io/
      WA: +6287882553443
      Email: hella@treya.io
      Instagram/Facebook: @treya.io
      VOYAGING SOON!! ^^

    • By Alfa Dolfin
      Informasi ke beberapa teman rencana saya ke Ambon akhirnya tersebar juga. Padahal sengaja sudah saya tutup rapat. Entah siapa diantara kami ber-4 yang sama-sama kesana membobolkan “rahasia” rencana ini. Bukan kenapa-napa sich. Sebenarnya hanya trip biasa saja. Cuma ada satu yang saya khawatirkan. Apa itu? Jika ada yang minta oleh-oleh-in bumbu RUJAK NATSEPA. 

      rujak natsepa ngabisin 2 piring nich...? ooo kenapa tidak....
      Opppsss….kirain apa, Ah kira-in oleh-oleh minyak kayu putih yang terkenal gitu dari sana. Eee….ternyata “Cuma” rujak. Ah lebay nich. Haiya, meski yang di persoalkan bumbu rujak, jangan di anggap sepele lho. Bawa satu ini jauh-jah dari sana ngga jamin bakalan utuh sampai ke tangan yang minta. Lho kog? Karena pasti sudah di habis-kan yang bawa. Wuaaaaa…..sadeeeeesss…… hahaha.
      Istimewanya dimana?
      Panganan ini lebih dari sekedar “Cuma”. Bahkan terasa sangat istimewa. lLidah saya ngga fanatik banget sama rujak. Beli di kantor Cuma sesekali saja. Tapi begitu merasakan Rujak Natsepa….wuaaaa edan banget rasanya. Makanya ngga heran baik penggemar fanatik rujak atau biasa saja, selalu merekomenkan “nikmati rujak satu ini” untuk siapa saja yang pertama kali ke Ambon. Termasuk saya waktu pertama kali ke Ambon dapat pesan begitu. “Cobain Rujak Natsepa. Ngga nyesel”, kata sahabatku. Yang kedua kalinya ngga perlu di nasehatin lagi. Tuiiinggg....sudah mengendus n langsung nyari... 
       

      Menikmati Rujak Natsepa dengan latar belakang Pantai Natsepa saat senja
       
       
       
       
      Pertama-tama untuk merasakan keistimewaan berangkatlah menuju pantai Natsepa. Lho kog ke Pantai sich? Iya. Natsepa memang nama pantai yang terkenal di Maluku. Jaraknya sekitar 20 kilo dari kota Ambon. Mudah di akses. Memilih menggunakan angkutan umum cukup mencari angkutan menuju Desa Suli lalu turun di pantai Natsepa. Rujak Natsepa adanya di pinggir pantai Natsepa. Di luar komplek pantai berjejer warung-warung yang menyediakan rujak super nikmat ini.
       

      Berjejer warung rujak. Ramai di akhir pekan. Letaknya persis pinggir Pantai Natsepa
      Menilik rujaknya, sepintas tidak beda dengan rujak yang lain. Ada ragam buah yang dicampur bumbu. Penyajian bisa dicampur bisa juga di pisah sesuai selera. Rujak pun bisa di serut atau potong kecil-kecil, sesuai selera. Menu buah untuk Rujak Natsepa nyaris sama. Ada mangga mengkel, jambu air, nanas, kedongdong, pepaya, ketimun, bangkuang.
      Yang istimewa justru bumbu-nya. Menurut mama Fran, salah satu penjual Rujak Natsepa, campuran kacang dan gula “jawa” yang bikin orang suka. Gula jawa disini agak beda dengan gula jawa di pulau Jawa. Mama Fran bilang gula ini memang mirip gula Jawa di pulau jawa, Cuma bentuknya tidak bulat tidak lonjong melainkan kotak. Asalnya dari Makassar. Jadi lebih tepat di bilang “gula Makassar”.
      Menilik dari gula-nya ternyata masing-masing penjual menggunakan gula yang beda terutama asalnya. Ada yang di buat atau di racik sendiri, ada yang cukup beli di Ambon, ada yang biasa di kirim dari Makassar. Secara umum rasanya hampir sama. Butuh kepekaan lidah untuk membedakan rasa yang khas.
      Racikan lain adalah bumbu kacang hasil olahan bersama kuilitnya. Di panggang sampai kering. Ada tambahan bumbu atau racikan lain agar lebih lezat. Racikan ini menjadi ke-istimewa-an masing-masing penjual. Tidak mudah mendapat jawaban detail isi racikan dan bagaimana prosesnya. “supaya ngga di tiru”, kata salah satu penjual.
      Kacang, cabe, gula “jawa”, asam, sedikit bawang putih, air, di campur di cobekan lalu di ulek. Proses pengulekan pun ada tekniknya. Tidak lebih dari 10 kali ulekan. Hasilnya memang sengaja di buat tidak halus. Buah-buah tadi di campur di cobekan, di aduk bersama bumbunya. Hhhhmmmm….
       

       
       
      Teknik pengulekan jangan sampai 10 kali. Maksudnya supaya hasilnya tidak terlalu halus.
       
      Setelah merasakan di lidah memang terasa istimewa. Salah satu yang saya rasakan adalah ke-KENTAL-an. Kebetulan lidah saya akrab dengan taste pedes, manis, asem. Dengan kental begini terasa sekali pedes dan manisnya. Jadilah klop n cocok.
       

       
      Gula "jawa" yang menentukan enak tidaknya bumbu rujak. Sebenarnya bukan dari pulau jawa, melainkan Makassar. Berarti namanya "gula makassar". Cuma rasanya mirip gula jawa
      Perihal harga, ya sangat terjangkau, 10 ribu saja per piring. Bagi saya tidak lah mahal bahkan cenderung murah. Masih tidak sebanding dengan rasanya yang khas dan super nikmat. Harusnya rujak senikmat begini di hargai lebih misalnya 15 ribu.
      Habis di santap, lanjut nikmati es Kelapa Natsepa. Mirip es kelapa umumnya. Bedanya di kasih susu serta kekentalan. Terasa sekali manis, kelapa, air kelapa dan susu. Segelas besar Cuma 7 ribu. Pasti nambah.
       

       
      Siap saji. Kekentalan bumbu menjadi kekuatan rasa jika sudah siap saji. Apalagi di sajikan pedas, manis, n terasa asamnya. Klop banget sama lidah. 
      Santap sore-sore sambil mata memandang Pantai Natsepa. Apalagi jika cuaca cerah bisa menikmati matahari terbenam. Kenikmatan traveling semakin lengkap. Komplit sudah kenikmatan Rujak Natsepa.
      Dua kali saya traveling ke Ambon 2 kali juga ke sini. Jika ada kesempatan yang ketiga kalinya ke Ambon pasti ketiga kalinya nikmati Rujak Natsepa. Memang ini rujaknya orang Ambon karena adanya di Ambon, tapi boleh dong aku yang ber-ktp Jakarta menjadi fans berat Rujak Natsepa.
       

       bersama kawan-kawan dari Jakarta menikmati rujak Natsepa. Ngga perlu takut sakit perut gara-gara kerakusan. Salah satu di antara kami ada dokter kog... Ada yang baru pertama kali ada juga yang kedua kalinya kesini. Yang pertama kali pasti nyandu kayak saya ini....
      Akhirnya gimana tuch titipan teman khusus bumbu rujak tadi, males di bawa kah? Hhhhmmm…akhirnya saya bawakan juga. Cuma biar tidak tergoda, aku bawa 3 bungkus. Rinciannya 2 bungkus untuk saya, 1 bungkus untuk titipan tadi. Bahaya kalau ngga bawa untuk diri sendiri. Bisa jadi titipan tadi menjadi hak milik di tengah jalan. 
    • By Lee_ega
      Ini beberapa irisan cerita perjalanan saya dalam misi rekonstruksi uang seribu, karena saking penasarannya, saya sampai membuat itinerary backpacking ke maluku utara, ternate-tidore-morotai, sejak setahun yg lalu, namun karena kendala teknis,baru bisa berangkat september silam, alhamdulillah.
      Setelah menebar racun,lalu menskrining calon travelmate saya, tentunya dg berbagai alasan banyak yg membatalkannya, akhirnya saya berhasil mengajak 1 orang, masrangga nama samarannya,  wkwkwk. Karena gak tega liat saya berangkat sendiri, akhirnya masrangga bersedia nemenin saya. Maacih ya mas.
      Berangkat dari Surabaya malam tgl 16 september,lalu transit d makassar tengah malam,lanjut terbang subuh,dan akhirnya landing dg selamat d bandara baabulah ternate jam 6 pagi tgl 17 september. Overall, bandaranya meski kecil tp view sekitar sangat memanjakan mata. Dari atas saya bisa melihat view masjid Al Munawwar (salah 1 masjid terapung di Indonesia) dan gunung Gamalama, Pulau Maitara, dan pulau2 lainnya. Ceritanya saya skip ya, next akan saya posting d lain waktu.
      Setelah keluar dari bandara, saya jalan sekitar 500 meteran lah,sampai ke gerbang luar,lalu nyetop angkota,atau di sini menyebutnya oto. Setelah tawar menawar,jatuh pada harga 300ribu untuk putar2 ternate seharian, lebih murah daripada sewa travel yg berada d kisaran 300-500rb. Sambil niatnya berbagi rezeki dg supir oto,krn d sana oto lumayan sepi penumpang. Deal berangkat sodara. Oiya, oto d sini sama seperti d flores,ambon,kupang,ada full musik nya. Jadi jangan heran ya nuat teman2 d jawa. Tp pas waktu masuk sholat, semua kendaraan yg lalu lalang dpn masjid mematikan lagu mereka. (Ini baru toleransi).
      Lanjut, setelah tanya2,dan gugling, akhirnya didapat informasi bahwa lokasi uang 1000 itu ada d 3 spot, d pantai gambesi, cafe florida, dan pantai fitu. Tp bang supirnya menyarankan ke cafe florida,karena katanya pula di sini ada pigura berinformasikan sbg lokasi uang 1000. Okelah demikian. Toh juga baru sekali ke ternate, belum tentu bisa kesana lagi next. Kemudian kami masuk,bang supir milih d luar aja. Kesan pertama memang wow banget, viewnya keren, cuma sayangnya untuk spot 1000 kurang pas, mungkin kami harus bergeser ke arah timur 10 derajat lah. Tapi krn sudah terlanjur, skalian pesen minuman, dan kami sempat terkejut, harga minuman d sini lumayan mihil untuk kantong bekpekere macem saya. Akhirnya kami sepakat untuk sedikit khilaf dg bersikap hedon selama di sini .

      Gb.1 view dari cafe floridas + minuman yg saya pesan
      Setelah gagal merekonstruksi krn posisi yg kurg bbrp derajat, akhirnya kami cuma ceki2 selfie sebentar sembari ngabisin minuman di sini. Setelahnya, kami sepakat melanjutkan perjalanan ke benteng kalamata untuk hunting sunset, karena searah lanjut balik ke pusat kota bawah sambil cari akomodasi. besok pagi sebelum berangkat ke tidore, mau menyempatkan ke pantai fitu.
      18 september jam 6 pagi, kami sudah siap packing,niat awal mau ke pantai fitu,mumpung masih pagi,dan cuaca di sana cukup terik untuk jam 7 pagi ke atas, gak seperti di malang yg masih sejuk. Setelah naik oto yg menuju ke atas/ngade, tibalah kami d bibir pantai fitu, berkat pak sopir yg bersedia otonya kami carter untuk berangkat saja, 20k/2 orang. Jadi drpd jalan dr depan sampai ke bibir pantai,lumayan jauh,sekitar 300meter. Dan berikut view pantai fitu sbg spot uang 1000

      Gb.2 misi rekonstruksi uang 1000 berhasil,,uyeee
      Pantai fitu sendiri terletak d kawasan pemukiman penduduk yg bermatapencaharian sbg nelayan, dan sebelum memasuki bibir pantai ini, kita akan melewati pemukiman/mess tentara nasional Indonesia. Tidak ada tiket masuk ke kawasan pantai fitu, kita cukup membayar dg senyuman hangat kepada penduduk sekitar. Dan penduduknya ramah dg pendatang atau turis. Setelah bermain disini kurleb 1 jam, kami beranjak menuju pelabuhan bastiong, kali ini kami membayar 6rb/orang untuk oto nya. Tetap jadi pejalan yg santun dan bijak ya jalaners. Semoga bermanfaat
       
    • By MyRiotworld
      halo teman pejalan....sy dan 2 orang teman dari Makassar akan ke Banda Naira tanggal 24-28 April 2016.
      flight dari Makassar ke Ambon tanggal 24 april jam 03.00 nyampe ambon jam 06.10, lanjut keliling kota Ambon - sore lanjut ke Banda naik kapal PELNI JAM 18.00-02.00
      balik ke Ambon hari rabu tgl 27 opsional naik kapal cepat atau kalo beruntung dapat pesawat
      ya kali ada yang minat langsung kontak saja BIAR BISA LEBIH HEMAT SEWA KAPAL SELAMA DI BANDA NAIRA
      keep traveling WA 085242867328 :)
×
×
  • Create New...