Sign in to follow this  
daffa

Mengagumi Jembatan Suramadu

9 posts in this topic

Halo teman-teman semua, gw mau membagi salah satu pengalaman seru waktu ke Surabaya, yaitu nongkrong di jembatan Suramadu hehehe...terus terang waktu itu pengawasan belum seketat sekarang. kita bisa parkir dan duduk2 mengagumi keindahan sekitar dari atas jembatan. Waktu itu baru2 aja jembatan ini diresmikan, sayangnya ga ada fotonya :(

Tapi sampai sekarang gw berani jamin siapa aja yang ke tempat ini pasti bakal kagum ngeliat jembatan besar yang begitu megah yang menghubungkan antara kedua kota, seperti namanya, yaitu kota Surabaya dan Madura (Bangkalan)

Menurut om Wiki, jembatan ini panjangnya 5.438 meter dan lebarnya sekitar 30 meter. Konon sampai sekarang ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia, keren kan? Tujuannya yaitu supaya pembangunan di kota Madura bisa dipercepat dengan adanya jembatan ini.Rasanya kalau sedang menyebrangi jembatan ini seperti film2 di luar negeri,menyebrangi jembatan Manhatta hehehe....

Btw soal keamanan juga sudah diatur dengan memisahkan jalur untuk kendaraan mobil dan motor. Lumayanlah berwisata ke tempat ini. Jangan lupa bawa kamera ya kalau kesini :PSekian cerita perjalanan saya, semoga bermanfaat :)

post-123-0-37985400-1351444562_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

tapi katanya motor disini..

kadang suka pada berhenti di jalan

trus jadi macet deh :D

betulll... makanya dari sejak berdirinya ini jembatan hingga sekarang, males wisata ke suramadu ini. kebiasaan buruk nggak boleh dijadiin wisata bukan? lagian masa di tengah jalan tol berhenti.

Share this post


Link to post
Share on other sites

yaaaa, saya juga sebenarnya sangat tertarik berwisata ke jembatan ini :D

soalnya jembatan terbesar seindonesia yang menghubungkan 2 pulau langsung :D

tapi kalo bicara suramadu, saya jadi inget waktu di berita dulu, ada oknum yang mencuri baut2nyaaa... wahhh, serem juga tu yeeee :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

yaaaa, saya juga sebenarnya sangat tertarik berwisata ke jembatan ini :D

soalnya jembatan terbesar seindonesia yang menghubungkan 2 pulau langsung :D

tapi kalo bicara suramadu, saya jadi inget waktu di berita dulu, ada oknum yang mencuri baut2nyaaa... wahhh, serem juga tu yeeee :D

hahahah... ternyata berita kayak gitu cepet nyebar juga ya?? hahaha... emang gan temen yang ada di kenjeran sering ngomong kayak gitu. sayangnya, yang jadi korban tuduhan hilangnya baut ntu adalah orang madura... kata temen siiih, pokoknya kalau ada besi yang ilang, orang madura pasti pelakunya. secara orang madura kan juragannya besi tua... :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Salah satu spot menarik untuk menikmati sunset di kota surabaya. :)

Setiap beberapa menit sekali memang ada patroli di jembatan ini, saya pernah di omelin gara-gara berenti ditengah jembatan untuk foto-foto.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Kurang rasanya kalo ke suramadu tapi tidak kuliner disana, salah satu trip yang tidak terlupakan...dan again pengen balik kesana lagi adalah bebek SINJAY

 

kami dapat saran ini dari kawan dan trip advisor berikut:

http://www.tripadvisor.co.id/ShowUserReviews-g1973653-d1995663-r128525097-Bebek_Sinjay-Bangkalan_Madura_Island_East_Java_Java.html

 

20min dari jembatan suramadu, letaknya sebelah kanan jalan, pokoknya tempat paling rame....

tempat makannya sih biasa, tapi ngantri panjaaang sekali, karena hari itu weekend jadi semua orang mengarah kesana

hanya ada 1 menu, bebek, nasi dan sambal mangga seharga 16rb

kalo beli bebek juga kena charge 16rb...jadi kami putuskan utk beli dengan nasinya

 

bebeknya empuk dan tasty, sambal mangga bener mantap, pedesnya pas

nasinya juga cukup pulen....sayang sekali tempat makan ini belum di dukung oleh sarana kamar mandi yang memadai

tapi begitu.....saya pengen balik ke tempat ini, mungkin jika saya domisili di surabaya, saya bakal sering kemari

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Linda Kusumo
      Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-?
      So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ???
      Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini.
      Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00).
      Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ).
      O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan.
      Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke :
      1.  gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. 
      Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai  Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota.
      Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij.
      Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan  selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya?
      Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya.
      Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini  ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ...
      Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke :
      2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya).
      Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya.
      Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho ....
      Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ...
      Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke :
      3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya).
      Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo.
      Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu.
      Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang  dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe ....
      Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke :
      4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya.
      Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu.
      Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke :
      5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya).
      Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin.
      Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke :
      6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya)
      Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe ....
      Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan.
      7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya).
      Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga.
      Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. 
      Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus.
      Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ...  Sampai ketemu lagi, ya ....


















    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)
    • By Florencia Maria
      Halo salam kenal saya dari Surabaya, mau ke Russia 28 Juni--17 Juli (Moscow) dari Jakarta dapat promo tiket PP 5.7 sudah include tax diluar biaya visa. Untuk itin lengkap di share bulan maret sebelum pengajuan visa, biaya kesini lebih murah kok daripada west Europe. kalau berminat bisa contact saya florenciamaria24@gmail.com
    • By Susanto Hendra
      Surabaya penuh jejak sejarah yang terbukti dari bangunan kolonial yang sering memikat wisatawan, seperti Museum House of Sampoerna yang dekat dengan kawasan Jembatan Merah dan tidak jauh juga dari daerah Jemursari di mana banyak penginapan di daerah Jemursari.
      Tapi apa anda tau, banyak tempat wisata di surabaya yang menarik.
      Salah satunya adalah yang saya sebutkan diatas, Museum House of Sampoerna. Kebetulan beberapa hari lalu saya berkungjung ke museum tersebut yang mewarnai liburan saya. 
      Oke, disini saya ingin berbagi pengalaman saya sedikit ketika berkunjung ke museum itu. Agar lebih meresapi, mungkin anda bisa minum secangkir kopi sambil mendengarkan musik ketika membaca postingan ini hehe
      Banyak destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi di Surabaya. Mulai dari wisata religi di Makam Sunan Ampel, wisata sejarah di Tugu Pahlawan, dan sampai Makam Tua Belanda yang terletak di Jl. Peneleh.
      Wisatawan bisa juga ke Monumen Kapal Selam, bangunan-bangunan bergaya kolonial belanda yang berada di Kota Tua Surabaya, Jembatan Merah yang penuh dengan kisah ke heroik arek-arek Suroboyo ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hotel Majapahit yang dulunya bernama Hotel Yamato, tempat terjadinya insiden perobekan bendera. Kemudian, ada Museum HM Sampoerna tentunya pun bisa didatangi. Museum rokok yang terletak di Surabaya, ya Museum Sampoerna namanya, atau yang juga dikenal dengan nama House of Sampoerna.
      Museum House of Sampoerna

      Museum Sampoerna adalah sebuah museum yang terletak di Surabaya. Bangunan ini bergaya kolonial Belanda dengan empat pilar besar yang bertengger di depan gedung utama. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun sekitar tahun 1862. Museum Sampoerna merupakan salah satu situs bersejarah yang dilestarikan.
      Awalnya bangunan ini merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, pada tahun 1932 yang kemudian dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.
      Tidaklah sulit sebenarnya akses menuju Museum Sampoerna yang beralamat di Jl. Taman Sampoerna 6, Surabaya. Itu karena letaknya yang berada di tengah Kota Surabaya. Walaupun kita harus masuk gang terlebih dahulu, sepanjang gang tersebut banyak plakat-plakat penunjuk arah menuju Museum Sampoerna.
      Oiya, sewaktu saya berkunjung ke surabaya, saya menginap di business hotel di jemursari yang notabene tidak jauh dari museum tersebut.
      Oke lanjut..
      Di kompleks museum ini, terdiri dari beberapa gedung. Gedung yang paling besarlah yang dijadikan museum dan dijadikan tempat produksi salah satu merek rokok: Dji Sam Soe. Ada dua gedung lagi yang tepat berada di samping kanan dan kiri gedung utama.
      Gedung sebelah kanan yang dijadikan rumah tinggal Keluarga Sampoerna. Sebelah kiri dijadikan kafe dan tempat galeri seni yang unik. Tepat di samping kanan gedung auditorium terparkir mobil mewah keluaran Inggris Rolls Royce yang dipergunakan oleh Keluarga Sampoerna.
      Aroma tembakau yang khas akan menyambut Anda saat pertama masuk di dalam area museum. Disambut dengan senyum ramah khas Indonesia para wanita petugas museum yang menyapa dengan hangat bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Suguhan yang nyaman.
      Kita dapat minta bantuan penjelasan tentang sejarah singkat museum dan silsilah Keluarga Sampoerna. Namun, meskipun tanpa bantuan petugas, kita masih bisa memahami serta mengerti isi dan cikal bakal museum tersebut. Dari keterangan-keterangan jelas dan lengkap yang tertulis di sana, baik manual maupun digital.
      Kolam ikan melingkar diikuti gemercik air mancur memberikan kesan tenang saat mulai melangkahkan kaki untuk berkeliling-keliling. Di ruangan paling depan terpampang lukisan sang pendiri sampoerna dan beberapa keluarganya dengan meja dan kursi tertata rapi dan beberapa koleksi gaun kebaya Keluarga Sampoerna.
      Di samping kiri pintu kita akan menjumpai replika lapak kelontong yang digunakan berjualan pada saat merintis salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia ini. Beberapa terpampang di dalam pigura macam-macam tembakau yang digunakan untuk bahan produksi rokok.
      Tak tertinggal pula replika tungku untuk mengeringkan tembakau yang akan dijadikan rokok. Tak pelak aroma tembakau pun tercium sedikit menyengat. Lanjut melangkah ke area lain yang hanya tersekat tembok yang kokoh. Kita akan masuk ke ruangan yang memajang beberapa foto Keluarga Sampoerna dan foto siapa saja yang berperan memajukan pabrik rokok ini.
      Beberapa koleksi lukisan yang eksotis menurut saya di sini dipajang pula. Beberapa koleksi korek api zaman dahulu dan koleksi kamera tua yang sudah berumur puluhan tahun, bahkan ratusan tahun juga ada.
      Semakin melangkah masuk, kita akan menuju ruangan yang lebih besar lagi. Beberapa koleksi mulai dari mesin cetak kuno yang pernah dipergunakan untuk mencetak gambar di bungkus rokok. Sepeda motor kuno pabrikan Cekoslovakia dengan merek 'Jawa' yang dibuat kira-kira tahun 1960. Ada juga koleksi andong yang dipergunakan sang pendiri Sampoerna sebelum memiliki mobil.
      yang dulunya sampai pernah memeriahkan Rose Parade di California, Amerika Serikat. Pernah juga dimainkan saat ulang tahun Sampoerna setiap tahunnya.marching bandDi ruangan ini, dipamerkan pula beberapa koleksi peralatan Sampoerna
      Ada alat-alat labolatorium yang dipergunakan pertama kali untuk menguji hasil kualitas bahan baku dan hasil produksi pabrik rokok Sampoerna. Selain itu, juga ada beberapa bungkus rokok produk-produk dari Sampoerna yang dijual di dalam maupun di luar negeri.
      Sekarang mari kita naik ke lantai 2..
      Di lantai dua, kita akan menuju galeri toko yang menjual pernak-pernik suvenir khas Surabaya. Tentunya khas Museum Sampoerna. Di lantai dua ini, kita juga bisa secara langsung melihat aktivitas produksi salah satu merek rokok kretek milik Sampoerna.
      Sekitar 400 orang yang mayoritas perempuan berjejer rapi di depan meja dengan berbagai alat dan bahan untuk membuat rokok. Masing-masing dari mereka bisa menghasilkan300 batang rokok per jam. Hebat, bukan? Di lantai dua ini, kita dilarang mengambil gambar. Oleh karena itu tidak ada gambar bagaimana suasana di lantai dua ini.
      Satu lagi, agenda yang ditawarkan di Museum Sampoerna adalah keliling Surabaya gratis yang dikemas dalam acara 'Surabaya Heritage Track'. Untuk jadwal bus yang mengangkut para wisatawan, waktunya dimulai pada pukul 09.00-10.00 WIB, 13.00-14.00 WIB, 15.00-16.00 WIB.
      Untuk rutenya, kita bisa berkeliling Kota Tua Surabaya, melewati gedung, dan tempat-tempat bersejarah yang ada di Surabaya. Semua kegiatan tadi bisa Anda dapatkan secara gratis.

    • By GuidoFM29
      Bonus jembatan gantung, yang cukup membuat kepala puyeng, karena goyang yg sungguh ajeb ajeb.
      Baca Selengkapnya di TravedisiCREW
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Madura merupakan sebuah pulau yang terletak di kawasan timur laut Pulau Jawa. Pulau Madura memiliki luas sekitar lebih dari 5.000 kilometer persegi yang berukuran lebih kecil daripada Pulau Bali. Pulau ini memiliki penduduk yang mencapai sekitar hampir 4 juta jiwa.
      Jika ingin menyambangi Pulau Madura, kamu dapat mencapainya dengan perjalanan darat dari Surabaya melalui Jembatan Suramadu. Selain itu, kamu juga bisa menyambangi Madura dengan menggunakan perjalanan laut maupun udara.
      Madura memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik dan tentunya sayang untuk dilewatkan. Apakah kamu penasaran dengan destinasi wisata apa saja yang terdapat di pulau yang satu ini?
      Kali ini, kita akan membahasnya dalam perjalanan menjelajahi Pulau Madura di timur laut Pulau Jawa berikut ini.
       
      Sekilas Tentang Madura


      Sekilas Tentang Madura via Static Geotimes
       
      Pulau Madura adalah sebuah pulau yang tergolong kecil dengan panjang sekitar 160 kilometer dan lebar 40 kilometer. Meskipun demikian, pulau ini memiliki banyak kearifan lokal yang tentunya menarik untuk disimak lebih dekat.
      Selain kearifan lokal, pulau ini juga memiliki banyak pantai yang memiliki keunikan masing-masing. Bahkan, kamu dapat mencoba untuk mengunjungi tiga pantai berbeda di kawasan Pulau Madura ini dalam satu hari yang sama.
      Menikmati pantai-pantai yang terdapat di Madura tentu akan lebih menyenangkan lagi terutama setelah adanya peristiwa gerhana matahari sebagian yang mengintip lautnya pada Maret lalu.
       
      Mengunjungi Pantai Siring Kemuning


      Mengunjungi Pantai Siring Kemuning via Pergi Berwisata
       
      Mengunjungi Madura memang belum lengkap rasanya jika belum menyempatkan diri melihat berbagai pantai cantik yang terletak di sini.
      Salah satu pantai cantik yang dapat kamu sambangi di Madura adalah Pantai Siring Kemuning. Pantai Siring Kemuning terletak di kawasan Desa Mecajah, Kecamatan Tanjung Bumi, sekitar 41 kilometer ke arah sebelah utara kota Bangkalan.
      Jika kamu berjalan dari Kota Bangkalan, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pantai Siring Kemuning ini adalah sekitar satu jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.
      Pada waktu hari libur, termasuk tahun baru, pantai ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama yang berasal dari luar kawasan Bangkalan. Kebanyakan wisatawan berasal dari kawasan Surabaya.
      Tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin menyambangi kawasan Pantai Siring Kemuning. Namun, ada biaya parkir yang dikenakan jika kamu ingin memasuki kawasan pantai ini. Biaya parkir yang dikenakan adalah sekitar Rp 7.000 untuk satu kendaraan.
      Suasana di sekitar kawasan Pantai Kemuning ini terasa sangat asri dan alami sehingga membuat siapapun dapat merasa betah ketika menyambangi kawasan pantai ini.
      Hampir tidak ada fasilitas umum yang tersedia di pantai ini. Semuanya masih harus dilakukan dengan menumpang di rumah penduduk.
      Suasana yang tercipta di pantai ini tergolong cukup sejuk. Dari dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang rindang sehingga sesuai sekali jika digunakan untuk lesehan sekedar melepas penat.
      Di pantai ini, terdapat pasir putih yang menyenangkan untuk dilihat. Selain itu, terdapat pula batu karang yang menghiasi pantai ini. Nah, untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Madura, tidak ada salahnya jika kamu menyambangi pantai yang satu ini.
       
      Mengunjungi Pelabuhan Kamal


      Mengunjungi Pelabuhan Kamal di Madura via Arkasala
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi lainnya di Madura yang dapat coba kamu kunjungi. Tempat ini sempat dijadikan sebagai salah satu spot untuk menyaksikan gerhana matahari sebagian di Maret lalu.
      Bagi kamu yang menyukai fotografi, tidak ada salahnya untuk menyambangi kawasan ini pada waktu masih pagi sekali. Kamu dapat melihat sunrise dan juga melihat lebih dekat seperti apa aktivitas yang terdapat di kawasan pelabuhan ini.
      Duduk di tepi pelabuhan, kamu dapat melihat kapal dengan berbagai ukuran mulai dari perahu tradisional hingga kapal tanker yang datang berlalu lalang. Beberapa kapal juga masih menyalakan lampu kelap-kelip.
      Dari kejauhan, kamu dapat melihat jembatan Suramadu yang menghubungkan Madura dengan Pulau Jawa tampak samar muncul di balik kabut.
      Sebelum adanya Jembatan Suramadu yang terkenal itu, Pelabuhan Kamal dikenal sebagai gerbang utama penyeberangan yang menghubungkan antara Madura dengan Surabaya.
      Untuk mencapai Pelabuhan Kamal dari Pelabuhan Ujung Kota Surabaya, kamu dapat menaiki kapal feri. Lama waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai Pelabuhan Kamal sendiri adalah sekitar 30 menit.
      Namun, sejak Jembatan Suramadu beroperasi, kini hanya tersisa beberapa kapal kecil yang terdapat di Pelabuhan Kamal dan beroperasi di kawasan Selat Madura.
       
      Menyambangi Pantai Banyusangkah


      Pantai Banyusangkah via Print Kompas
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Madura yang dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Pantai Banyusangkah.
      Pantai Banyusangkah terletak di kawasan Tanjungbumi. Pantai ini menawarkan pemandangan yang berbeda sebagai tempat pendaratan ikan terbesar di Kabupaten Bangkalan.
      Ada satu hal yang menarik dari pantai ini. Sebagian nelayan di Banyusangkah memang dapat berbahasa Inggris. Hal ini dikarenakan mereka telah lama bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pesiar yang berlayar ke negara-negara asing seperti Amerika dan juga Eropa.
      Walaupun terkadang tidak ada nelayan yang melaut, tetapi kamu masih dapat melihat dan menemukan aktivitas lainnya ketika menyambangi tempat ini.
      Ya, para nelayan tersebut memilih untuk sibuk memperbaiki jala, menjemur ikan, dan ada pula yang memilih untuk mengawetkan ikan dengan cara mencelupkannya ke dalam sekarung garam.
      Bagi kamu yang ingin merasakan serunya menikmati matahari terbenam, kamu dapat memilih untuk menyaksikan matahari terbenam di Pantai Banyusangkah ini.
      Selain melihat pemandangan matahari terbenam, kamu juga dapat melihat pemandangan perahu tradisional milik nelayan lokal yang dihiasi oleh bendera dari berbagai negara. Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Madura, kamu dapat menyempatkan diri untuk menyambangi pantai cantik yang satu ini.
       
      Mengunjungi Pelabuhan Telaga Biru


      Pelabuhan Telaga Biru via Radar Madura
       
      Tidak jauh dari Pantai Banyusangkah, kamu dapat menyambangi Pelabuhan Telaga Biru yang juga terkenal dengan sebutan Pelabuhan Sarimuna yang satu ini.
      Pelabuhan ini dapat ditempuh dengan cara berkendara selama sekitar lima menit. Berbeda dengan Pantai Banyusangkah yang dihuni oleh nelayan, pantai yang satu ini menjadi pusat perdagangan sapi antar pulau dengan pelaut ulung yang melakukan perjalanan berlayar hingga berbulan-bulan.
      Di pelabuhan ini, kamu juga dapat menemukan kapal peninggalan ulama besar Madura yaitu Syaichona Moh Cholil. Perahu bersejarah tersebut dibuat pada abad 18 dan pernah digunakan untuk menyebarkan ajaran agama Islam ke berbagai daerah di nusantara.
      Saat ini, perahu tersebut disimpan dengan baik di sebuah ruangan yang terletak di tepi pantai. Sementara itu, bagian dalamnya seringkali digunakan oleh sembahyang bagi warga sekitar.
       
      Menyambangi Pantai Lombang


      Menyambangi Pantai Lombang via Pegipegi
       
      Kamu penasaran dan masih ingin segera menyambangi destinasi wisata lainnya yang terletak di Madura? Saat ini, kamu dapat mencoba menyambangi Pantai Lombang yang satu ini.
      Pantai ini terkenal sebagai salah satu kawasan pantai cantik yang terdapat di Madura. Pantai Lombang menawarkan keindahan pasir putihnya yang cantik sehingga membuatmu betah berlama-lama berada di sana.
       
      Mengunjungi Pantai Rongkang


      Mengunjungi Pantai Rongkang via Telusur Indonesia
       
      Masih ingin menikmati keindahan wisata Madura? Selanjutnya, kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Pantai Rongkang yang satu ini.
      Pantai ini merupakan sebuah pantai yang terdapat di kawasan Madura. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang menawarkan pemandangan yang indah.
      Pantai Rongkang adalah salah satu wisata andalan yang terdapat di Bangkalan, Madura. Pantai ini berlokasi tepat di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura.
      Pantai Rongkang ini termasuk mudah dicapai karena akses jalannya juga tergolong tidak begitu sulit. Hanya saja, jika kamu berencana untuk menggunakan angkot, kamu diharuskan untuk berjalan kaki dahulu sejauh sekitar 300 meter.
      Pilihan alternative lainnya yang dapat terasa lebih menyenangkan untuk menyambangi berbagai destinasi wisata di Madura adalah dengan menyewa kendaraan mobil.
      Sampai sekarang, kondisi Pantai Rongkang ini masih sangat alami. Biasanya, terdapat rencana-rencana pembangunan terhadap pantai cantik yang satu ini namun sampai sekarang belum ada realisasi terhadap rencana tersebut.
      Untuk menyambangi pantai ini, tidak ada biaya khusus yang dikeluarkan alias gratis. Hanya saja biasanya terdapat pungutan liar sekitar 5.000 untuk menyambangi pantai yang satu ini.
      Pantai Rongkang memiliki batu-batu karang yang cukup besar. Selain itu, di sekitar pantai ini juga terdapat pohon-pohon yang tumbuh liar. Hal ini menyebabkan pantai ini tetap memiliki udara yang segar meskipun cuaca di sekitar pantai ini masih tergolong sangat terik.
      Kamu juga dapat menemukan sebuah bukit kecil yang masih terletak di sekitar kawasan pantai ini. Bukit kecil ini memiliki ketinggian sekitar 25 mdpl.
      Pada saat malam hari, kamu dapat menyaksikan keindahan lain yang ditawarkan oleh Pantai Rongkang yang satu ini. Ya, kamu dapat melihat kapal-kapal menghiasi perairan pantai ini dengan lampu-lampunya yang sangat indah.
      Kamu dapat mencoba untuk menikmati jagung bakar dari bukit yang terletak di kawasan pantai cantik yang satu ini.
       
      Menyambangi Pantai Camplong


      Menyambangi Pantai Camplong via Pasir Pantai
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Madura yang dapat kamu sambangi. Destinasi wisata yang satu ini adalah Pantai Camplong yang terletak di kawasan Madura juga.
      Lokasi tepat dari pantai ini adalah Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong dan masih banyak lainnya. Pantai ini dapat dicapai dengan jarak sekitar 9 kilometer dari pusat kota Madura.
      Untuk mencapai pantai ini, kamu dapat melewati ruas jalan Bangkalan – Sampang – Pamekasan – Sumenep. Selain letaknya yang sangat strategis, pantai ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mampu membuat wisatawan merasa nyaman ketika menyambangi pantai ini.
      Untuk memasuki pantai cantik yang satu ini, kamu dikenakan biaya sekitar 5.000 per orang dengan 3.000 untuk biaya parkir mobilnya.
      Ketika menyambangi pantai ini, kamu dapat melihat pasir putih yang cantik dan menenangkan. Selain itu, kamu juga dapat melihat laut yang indah dan tenang selama kamu berada di pantai ini.
      Kamu juga akan dapat merasakan suara deburan ombak yang semakin membuatmu merasa betah berlama-lama di pantai yang satu ini. Dengan biaya sekitar 5.000 per orang, kamu dapat menaiki perahu dan menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh Pantai Camplong selama sekitar 20 menit.
      Fasilitas umum yang tersedia di pantai ini adalah kamar mandi umum, musholla, juga tersedia kolam renang yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan dengan anak kecil agar dapat berenang secara lebih aman dan nyaman.
      Ketika menyambangi pantai ini, kamu juga dapat membeli berbagai cinderamata khas Madura. Di sekitar pantai ini, terdapat sejumlah pedagang yang menjajakan cinderamata khas Madura.
       
      Melihat Lebih Dekat Kepulauan Kangean


      Kepulauan Kangean via 2bp Blogspot
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Pulau Madura yang tentunya dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Kepulauan Kangean.
      Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau yang merupakan bagian paling timur di Pulau Madura. Kepulauan ini terdiri dari sekitar 60 pulau dengan luas wilayah mencapai 487 kilometer persegi.
      Secara administrative, kepulauan ini termasuk dalam kawasan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Untuk mencapai kepulauan ini, kamu dapat melakukan perjalanan dari Terminal Purabaya.
      Dari terminal Purabaya di Surabaya kamu dapat menaiki bus patas -namun dengan kondisi yang jauh dari kata layak- menuju Kalianget yang terletak di ujung timur pulau Madura. Perjalanan menuju Kepulauan Kangean akan memakan waktu sekitar 4 jam.
      Kamu dapat menyambangi Pulau Sebuntan sebagai destinasi perdanamu di Kepulauan Kangean. Nah, kamu dapat melakukan kegiatan snorkeling di tempat ini.
      Selanjutnya, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan menyambangi Pulau Paliat. Namun, sayang karang di tempat ini tidak begitu bagus karena banyak kegiatan pengeboman ikan.
      Kemudian, kamu dapat mencoba menyambangi Pulau Selarangan. Pulau ini menawarkan pemandangan berupa pasir putih yang lembut serta air laut yang jernih. Pemandangan ini tentu membuatmu betah ketika menyambangi tempat ini.
      Untuk menyambangi Kepulauan Kangean, kamu memerlukan waktu sedikitnya sekitar 2 hari satu malam karena menyambangi kepulauan ini cukup memakan waktu. Namun, pemandangannya yang indah tentu saja tidak akan membuatmu merasa rugi sudah menyempatkan diri dengan menyambangi kepulauan ini.
       
      Menikmati Keindahan Pantai Sambilangan


      Pantai Sambilangan via 3 Bp Blogspot
       
      Pantai Sambilangan adalah sebuah pantai eksotis dan cantik yang terletak di sekitar 7 kilometer dari kawasan Bangkalan, Madura. Pantai Sambilangan merupakan salah satu pantai yang masih asri dan juga alami.
      Di pantai ini, kamu dapat melihat sebuah mercusuar indah yang sudah tidak aktif lagi hingga hari ini. Namun, mercusuar ini dapat menambah pemandangan indah yang disajikan oleh pantai cantik yang satu ini.
      Pantai ini terletak di Desa Ujung Piring, kecamatan Socah, Madura. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1879 dengan ketinggian sekitar 78 meter. Mercusuar ini diresmikan oleh ZW. Williem 3.
      Mercusuar ini memiliki 17 lantai bangunan dengan jarak jangkau lampu sekitar 20 mil.
      Selain memiliki mercusuar, pantai ini juga menawarkan pemandangan indah berupa pasir putih yang cantik serta dilengkapi dengan air laut yang jernih. Untuk menambah preferensi objek wisatamu selama mengunjungi Madura, jangan lupa menyempatkan diri untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai perjalanan menjelajahi Pulau Madura di timur Pulau Jawa. Pulau ini memiliki berbagai destinasi wisata menarik yang tentunya sayang untuk kamu sambangi.
      Semoga artikel ini mampu memberikan inspirasi kepadamu dalam menyambangi berbagai objek wisata yang terletak di Pulau Madura ini.
      Happy traveling!