• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
ikankering

Hotel Mandarin Oriental, Tokyo

3 posts in this topic

Taukah rekan-rekan sekalian... hotel apakah yang merupakan hotel dengan kualitas yang terbaik di Jepang? Ada sebuah hotel di Tokyo yang katanya bukan cuma bintang 5, tapi sudah bintang 6... hotel itu adalah hotel Mandarin Oriental di Tokyo.

Kenapa ya bisa disebut sebagai hotel bintang 6? ternyata ada beberapa alasan:

- Lokasinya sangat strategis

ada di wilayah nihonbashi.. pusat bisnis di Tokyo.. dimana terdapat Tokyo Station & Tokyo Stock exchange di wilayah ini.

- Ruangan yang tentu saja sangat mewah

- View of Tokyo

bisa melihat seluruh Tokyo dari kamar.. karena hotelnya tinggi dan di sekitarnya gedung-gedung jauh lebih pendek, jadi bisa melihat kemana-mana.

- Spa dengan pemandangan yang indah

Spa di hotel ini juga letaknya sangat tinggi. Jadi sambil menikmati spa, bisa menikmati pemandangan.

mandarin-oriental2_1379606c.jpg

Mandarin-Oriental-Tokyo-spa-room.jpg

Ada yang mau coba ke sini?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wooowww.... mantap sekali yaaaa........

kalo di Indonesia yang setara dengan ini ada gak yaaa???

kalo boleh tau paling murah berapa ya semalam :D

Kalau di Indonesia sich yang saya tau lumayan elite banget itu yang hotel milik trans studio di Bandung. Nah kalau untuk hotel Mandarin Oriental yang di Tokyo ini barusan saya cek yg paling murah tuh Deluxe Room (http://www.mandarinoriental.com/tokyo/accommodation/deluxe-rooms/). Harganya mulai dari JPY 45000... atau sekitar 5.3juta rupiah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Diny Puspa Dewi
      Halloo, aku lagi cari temen prefer cewe (biar bisa sharing cost) untuk plan travelling ke jepang sekitar 21-29 maret atau 4-12 april 2020, aku belum beli tiket atau apapun karena masih tunggu promo (GATF/GOTF atau JAL/ANA) dan cari temen biar bisa bareng2 dari pergi sampe pulang, aku 1st timer ke jepang jadi itin pasti ke tempat2 main stream (flexible), yang minat boleh drop nomer WAnya biar aku buatin GC untuk info2an dan untuk yang punya info2 ttg maskapai yg lagi promo atau travel fair share juga boleh.
      thank you
    • By Putra Buana Wira
      Pernah ngelirik satu iklan di Google tentang Airy Rooms, mengklaim bahwa mereka punya banyak promo. Tertarik sih, tapi aku ngga pernah percaya dengan promo-promo online yang too good to be true. Trik marketing kan sama aja. Mereka akan menaikkan harga sebelum akhirnya dipotong dengan “diskon”. Sama juga dengan e-commerce online; belum tentu harga yang diberikan adalah benar-benar harga “promo”.
       
      Suatu hari, aku pernah lagi butuh banget tiket pesawat untuk urusan kerjaan, kira-kira bulan Januari lalu. Sempat panik cari tiket pesawat karena harus ada di venue keesokan harinya dan sudah sore. Karena kantorku pakai sistem reimburse, aku juga harus mikir harga tiketnya karena saat itu adalah tanggal tua. Panik karena tiket pesawat di beberapa platform terkenal sudah hampir habis dan menyisakan tiket yang harganya berjuta-juta. Duh!
       
      Akhirnya melirik ke Airy. Bisa dibilang Airy ini adalah pendatang baru dalam hal per-tiket-an, kan? Sebelumnya, Airy lebih dikenal sebagai penyedia kamar hotel yang murahnya ngga masuk akal, menurutku. Hahahahaha. Jadi ngga pernah pesan di sana, takut zonk.
       
      Anyway, balik ke tiket pesawat. Akhirnya aku melirik ke Airy dan melihat daftar tiket pesawatnya dengan hopeless. Hasilnya? Yaa, bener. Akhirnya benar-benar terkejut.
       
      Kecewa kok ngga dari awal aku melihat list tiket dari Airy! Kan jadinya ngga perlu panik! Harga tiket yang sama, penerbangan yang sama, bisa lebih murah di Airy! Kebetulan lagi, mereka punya promo yang iseng aku coba dan ternyata BERHASIL! Asli, aku girang banget! Logikanya, kalau harga mereka udah lebih rendah dari yang lain, pun dikasih promo jadi lebih murah, berarti mereka diskonnya ngga tipu-tipu! Wah. Salut banget sama Airy!
      Setelah booking dan bayar, tiket pesawatnya agak delay. Kira-kira setengah jam. Lumayan deg-degan tuh. Tapi positive thinking aja, mungkin sistemnya yang lagi heavy load. Setelah setengah jam, e-ticket masuk ke email, langsung ploooong! Kerjaan aman, kantong pun aman. Hehehehe.
      Langsung aja nih penampakannya :

      Sembari tadi menunggu e-ticket, aku sempat browsing-browsing kamar Airy. Kepo juga setelah disodori tiket pesawat murah. Kok banyak review pengalaman menginap dari blogger-blogger yang bilang kamarnya bagus, memuaskan, dan lain-lain. Sepertinya lumayan nih untuk dicobain. Gimana-gimana, produk utamanya Airy Rooms kan kamar hotelnya ini. Bahkan ada beberapa hotel yang ada kolam renangnya! Bayangin, kamar hotel harga dua ratus ribuan, dapat fasilitas kolam renang! Wagelaseh!
       
      Buat yang lain, ngga usah mengulangi kepanikan yang aku alami kemarin, ya! Rugi waktu dan energi. Mending langsung cek harga di Airy. Udah jaminan paling murah dan banyak promo, terus Airy nggak mengecewakan pula. Tapi aku tetep nyesel sih, kenapa aku baru tau ada Airy sekarang-sekarang ini? Harusnya tau Airy dari dulu doong hiks.. Kan jadi bisa hemat dari dulu. Tapi yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang penting adalah melihat ke depan, semoga ke depannya harga Airy masih murah terus dan banyak promonya.
    • By hanarai
      Halo, fellow traveler!
      Jadi aku dan temen-temen menjual reservasi Ketapang Indah Hotel, Banyuwangi pada tanggal 26-28 Februari 2019 (2 malam), free breakfast.
      Harga dijual di bawah 400.000, sedangkan di traveloka di jual 519.000.
      Kenapa kita jual tiket kita? Awalnya kami berniat untuk trip ke banyuwangi sebelum masuk kuliah di akhir februari ini. Tetapi ternyata liburan kami dimajukan menjadi di pertengahan februari sedangkan kami sudah membeli tiket hotel dan tiket kami unrefundable...
      Hotel ini memiliki akses langsung ke pantai dan dekat dengan stasiun banyuwangi baru. Tidak hanya itu, hotel ini memiliki rating yang sangat tinggi (8.9) di Traveloka. Sangat cocok menjadi penginapan Anda selama di Banyuwangi. Jika anda ingin mencari tahu lebih tentang hotel tersebut, bisa dilihat di www.ketapangindahhotel.com
      Bagi kalian yang berencana atau kenal orang yang akan pergi ke banyuwangi, sangat bisa mengambil penawaran dari kami. Dipastikan kami menawarkan harga yang terbaik. Jika kalian tertarik, bisa segera hubungi saya. Penawaran ini bagi orang-orang yang serius. Terima kasih atas perhatiannya, selamat berlibur! 
       
      Best Regards, 
      Hana.


    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By Aleyna Azzahra
      Hi, aku lagi cari teman travelling ke Jepang kira-kira tanggal 9-15 Desember 2018. Nanti nginep di hostfam, kita bisa cari bareng-bareng di Couchsurfing.
      Rencananya mau ke Disneyland, Lake Kawaguchiko (Fuji), Ueno Zoo, dll
      Kalau tertarik bisa contact ke ID LINE aleynazhr, don’t hestitate to contact me ya! Kalau bisa secepatnya, mumpung ada promo dari Airasia!
      FYI, aku mahasiswi, umur 19 tahun. Kalau bisa travelmatenya juga seumuran, tapi kalo engga, juga gapapa!
    • By enda28
      Hallo semuanya, 
      saya ada rencana untuk pergi ke Jepang bulan Juli 2018 ini, adakah rekomendasi tempat untuk dikunjungi pada musim panas?
      masih bikin2 itin
      thank you
       
    • By vie asano
      Sudah baca tulisan tentang kota Narita? Kalau belum, baca dulu disini ya. Secara singkat, kota Narita merupakan kota tempat Narita International Airport berdiri. Jadi kota ini ideal untuk dijelajahi jika Anda sudah check-out dari hotel di Tokyo namun masih ada jeda waktu cukup lama sebelum terbang kembali ke Indonesia (maupun menuju kota atau negara tujuan lainnya). Sebaliknya, Anda juga bisa menjelajah Narita sebelum mampir ke Tokyo.
      Saya ingin merekomendasikan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi sebelum menuju ke Bandara Narita. Agar lebih mudah, saya menyertakan informasi akses dari Tokyo menuju obyek wisata tersebut, dan dari obyek wisata menuju ke Bandara Narita. Jika bermaksud untuk singgah sebelum menuju ke Tokyo, tinggal dibalik saja aksesnya. Mudah kan? Semoga bermanfaat ya!
       
      Naritasan
      (estimasi waktu wisata: 30-60 menit untuk wisata singkat, 1-2 jam untuk menjelajah seluruh area kuil)
      Alamat:
      1 Narita, Narita-shi, Chiba
      Jam operasional:
      Selalu buka (untuk area kuil)
      Harga tiket:
      free
      Akses:
      [Tokyo-Naritasan] Lihat disini untuk akses menuju ke Stasiun JR Narita maupun Stasiun Keisei-Narita. Dari kedua stasiun tersebut, jalan kaki 15-20 menit menuju Naritasan.
      [Naritasan-Narita Airport] via Stasiun Narita, naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit, turun di Narita Airport terminal 1. Atau dari Stasiun Keisei-Narita, naik Keisei Main Line, ¥250*, 9 menit, turun di Narita Airport terminal 1.
      Naritasan, atau Narita Shinsho-ji Temple (alias kuil Narita) merupakan kuil terpopuler yang ada di kota Narita. Jaraknya tak begitu jauh dari Bandara Narita, sehingga ideal dikunjungi di sela waktu transit dari atau menuju Tokyo.
      Foto 01: Naritasan
      (a.) Niomon [foto: Self/wikimedia], (b.) Main hall [foto: 663highland/wikimedia], (c & d) Shakado [foto: Joel Bradshaw/wikimedia, Abasaa/wikimedia]
      Ada beberapa hal yang membuat kuil ini menarik selain masalah faktor kedekatan jarak dengan Bandara Narita. Dari segi sejarah, kuil ini telah berusia lebih dari 1000 tahun, dan telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa bersejarah di Jepang. Naritasan juga memiliki beberapa benda bersejarah yang masih terjaga dengan baik, seperti patung buatan Kukai (salah satu pendeta Budha legendaris) yang sudah dibuat sejak periode Heian. Beberapa bangunan di Naritasan, yaitu Komyodo, pagoda 3 tingkat, Deva gate, Shakado, dan Gakudo; telah diakui sebagai important cultural properties karena sudah dibangun sejak tahun 1700-an. Di kuil ini juga terdapat taman yang luas dan Calligraphy Museum. Faktor menarik lainnya, di dekat Naritasan terdapat sebuah shopping street yang disebut Omotesando. Di sepanjang jalan ini terdapat beragam jenis toko dan restoran, sehingga Anda bisa sekaligus berburu oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia.
      Foto 02: Naritasan
      (a.) Komyodo [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) Shokutaishido [foto: Joel Bradshaw/wikimedia], (c.) Pagoda [foto: 663highland/wikimedia], (d.) Great Pagoda of Peace [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]
      ***
      Museum of Aeronautical Science
      (estimasi waktu wisata: 1-2 jam)
      Alamat:
      Iwayama 111-3, Shibayama-machi, Sanbu-gun, Chiba 289-1608
      Jam operasional:
      10.00-17.00 (penjualan tiket terakhir pukul 16.30). Tutup setiap hari Senin (atau hari berikutnya jika Senin adalah hari libur), 29-31 Desember. Buka setiap hari pada bulan Januari dan Agustus.
      Harga tiket:
      ¥500* (dewasa), ¥300* (pelajar SMP dan SMA), ¥200* (usia 4 tahun ke atas)
      Akses:
      [Tokyo-Museum of Aeronautical Science] via Stasiun Narita Airport (keisei line) atau dari Narita Airport Terminal 1 maupun 2, naik Airport Museum Shuttle Bus menuju museum (¥200*, 15-20 menit). Lihat disini untuk akses dari Tokyo menuju Stasiun Narita Airport maupun dari Terminal 1 dan 2. Alternatif lain, naik taksi (± ¥1600*).
      [Museum of Aeronautical Science-Narita Airport] bisa naik Airport Museum Shuttle Bus lagi, atau naik taksi ke Bandara Narita.
      Museum of Aeronautical Science ini merupakan museum aviasi pertama yang ada di Jepang. Disini pengunjung dapat melihat-lihat berbagai display yang berhubungan dengan perkembangan dunia penerbangan di Jepang. Terdapat berbagai replika pesawat, observation deck yang menawarkan pemandangan 360 derajat (termasuk melihat runway di Bandara Narita), restoran, dan simulator menarik yang membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman virtual menjadi pilot.
      Foto 03: Museum of Aeronautical Science
      (a.) Jalan masuk ke museum [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) Bangunan museum [foto: Hyougushi/flickr], (c & d) Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]
      Lokasi museum ini sebetulnya tepat di luar Bandara Narita, tepatnya di ujung selatan dari runway bandara ini. Namun sebetulnya museum ini agak sulit diakses menggunakan kendaraan umum. Untuk mengakses museum ini (dari maupun menuju Bandara Narita) wisatawan bisa menggunakan shuttle bus maupun taksi (detail bisa dilihat di bagian akses). Tambahan informasi, di sekitar museum juga terdapat spot menarik untuk melihat runway pesawat, yaitu Sakura no Oka Observation Area (di ujung selatan Bandara Narita, dekat dengan museum); dan Sakura no Yama Observation Area (di sebelah utara Bandara Narita). Jadi jika sekedar ingin melihat runway sambil menikmati suasana dan tak sempat untuk masuk ke dalam museum, bisa pergi ke dua tempat tersebut.
      Foto 04: Museum of Aeronautical Science
      (a.) Pesawat di luar museum [foto: Mamo/wikimedia], (b.) Cockpit [foto: Alec Wilson/wikimedia], (c.) Cesna 172 [foto: Alec Wilson/wikimedia], (d.) Hangar pesawat [foto: Alec Wilson/wikimedia]
      ***
      Jika punya waktu transit yang lebih senggang (lebih dari 4 jam), bisa juga mampir ke tempat-tempat berikut ini:
       
      Boso no Mura
      Alamat:
      1028 Ryukakuji, Sakae-machi, Imba-gun, Chiba 270-1506
      Jam operasional:
      09.00-16.30, tutup setiap hari Senin (atau Selasa jika Senin bertepatan dengan hari libur)
      Harga tiket:
      ¥300* (dewasa), ¥150* (pelajar SMA dan mahasiswa), gratis (anak-anak, pelajar SD dan SMP, usia 65 tahun ke atas)
      Akses:
      [Tokyo-Boso no Mura] lihat disini untuk akses ke Stasiun JR Narita. Dari Stasiun Narita, naik bus Chiba Kotsu yang menuju ke Ryukakuji-dai-shako, turun di Ryukakuji-dai-2-chome (¥390*, 12 menit). Lanjutkan dengan jalan kaki 8-10 menit.
      [boso no Mura-Narita Airport] naik bus ke Stasiun Narita, dilanjutkan dengan naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit. Turun di Narita Airport Terminal 1.
      Tempat ini merupakan museum terbuka yang bertujuan untuk memberikan gambaran kehidupan lokal pada periode Edo. Terdapat berbagai display rumah dan bangunan berskala 1:1 dari periode Edo, serta replika rumah dari periode Jomon (13000-300 tahun sebelum masehi). Suasananya mengingatkan pada Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum dan Nihon Minka-en, sehingga perlu waktu beberapa jam untuk betul-betul menjelajah museum ini.
      Foto 05 (a-d): Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]
      ***
      Sawara
      Akses:
      [Tokyo-Sawara] lihat sini untuk akses ke Stasiun Narita. Dari Stasiun Narita, naik JR Narita line, ¥480*, 30 menit. Turun di Stasiun Sawara.
      [sawara-Narita Airport] dari Stasiun Sawara, naik JR Narita Line, ¥650*, turun di Stasiun Narita. Transfer ke JR Sobu/Narita Line Rapid, 11 menit, turun di Narita Airport Terminal 1.
      Sawara sejatinya merupakan sebuah kota kecil yang berada sedikit di luar Narita. Lalu kenapa kota ini layak dikunjungi jika punya waktu luang saat berada di Narita? Itu karena Sawara memiliki spot menarik, yaitu kawasan dengan suasana ala kota tua, yang terletak di sekitar kanal (10-15 menit dari Stasiun Sawara). Beberapa rumah dan bangunan dari periode Edo dipertahankan, sehingga area tersebut dikenal dengan sebutan Little Edo. Sawara juga menjadi tuan rumah dari beberapa festival unik, salah satunya adalah Higenade Matsuri.
      Foto 06 (a-d): Sawara [foto: At by At/wikimedia, At by At/wikimedia, Aktorisi/wikimedia, アリオト /wikimedia]
      ***
      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
       
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!