• 0
Sign in to follow this  
Pepi.TheExplorer

Trekking Photgraphy

Question

4 answers to this question

  • 0

saya sih pake kamera dslr, tapi saya sempat mikir utk praktisnya bisa pake kamera handphone sony ericsson 8,1 megapixel, bisa membuat depth of field yg bagus dan anti shake jg, haha, tp mgkn skrg udah beralih mereknya jd sony xperia

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

kamera punya saya ya mata saya,memeorinya ya otak saya,lha blm bisa beli yang bagus, kalau mau di kasi liat ke orang lain ya lewat deskripsi yang spesifik,hwekekekekekek

-____-'

Share this post


Link to post
Share on other sites
  • 0

wah, mungkin lebih baik untuk kamera khusus outdoor kali ya... soalnya, kalau di gunung kan suka rawan jatuh tuuh... lagian, kata temen kalau suasana dingin gitu, seperti di gunung, baterainya suka cepet abis... makanya butuh kamera khusus outdoor. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Thread ini secara nggak langsung merupakan kelajutan dari thread saya yang berjudul Cari Duit dari Traveling? Bisaaa.. Intip Tips-nya Disini!. Di thread tersebut, salah satu pointnya adalah kita bisa mendapat uang dari traveling dengan cara menjual foto-foto yang kita dapat saat berwisata. Nah, berhubung setiap perjalanan wisata hampir selalu identik aktifitas foto-foto, saya rasa pasti banyak yang tertarik untuk mencari tahu lebih detail tentang cara mendapatkan uang dari foto-foto traveling, sehingga aneka foto perjalanan kesini dan kesitu bisa lebih dari sekedar menghuni album foto di Facebook saja.
       
      Berikut beberapa tips yang bisa dicontek bagi mereka yang ingin menambah “uang jajan†dari jualan foto traveling yang saya sarikan dari berbagai sumber.
       
      Langkah pertama untuk mulai jualan foto traveling dan juga langkah yang paling dasar, adalah dengan membuat portfolio foto yang pernah kita ambil. Ada beberapa sub-cara yang bisa dipilih:
       
      1.Dengan membuat portfolio online melalui berbagai situs album foto online seperti (contoh) Flickr. Tujuannya untuk mengorganisir foto-foto yang kita miliki, berbagi informasi dan mempromosikan karya yang pernah kita ambil, sekaligus menjadi galeri online saat kita menawarkan foto-foto kita.
       
      2.Bergabung dalam berbagai berbagai komunitas foto maupun situs yang menawarkan jasa penyimpanan foto. Untuk langkah yang ini, sebaiknya survey dulu ke beberapa komunitas/situs online karena masing-masing situs memiliki aturan yang berbeda. Ada yang mengijinkan pengguna untuk melisensi fotonya, ada situs gratisan maupun berbayar (biasanya yang berbayar memiliki keuntungan lebih seperti bisa menyimpan foto dalam resolusi yang lebih tinggi, ada juga situs yang ‘menjual’ foto-foto kita dengan menerapkan sejumlah tarif jika pengguna lain ingin mencetak foto tersebut. Intinya sih cari situs mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kalian.
       
      3.Untuk tampilan lebih profesional, bisa juga membuat website dengan domain nama sendiri/nama pilihan lainnya untuk menyimpan aneka foto kita. Kalian bisa mengatur sendiri, apakah website kalian hanya akan menjadi display saja, atau kalian sekaligus menjual aneka foto kalian.
       
      Tips untuk bagian ini:
      -Agar foto kalian lebih mudah dicari via search engine, lengkapi detail keterangan foto selengkap mungkin, mulai dari nama tempat, deskripsi foto, waktu pengambilan, dan sebagainya. Lebih baik dalam bahasa Inggris untuk memperluas pasar.
      -Jangan takut jika foto kalian akan dicuri oleh orang lain! Daripada disembunyikan/di setting private dan akhirnya foto kalian hanya duduk manis dalam album tanpa ada yang melihat, ambil resiko foto akan dicuri orang dengan menampilkannya untuk umum. Untuk meminimalisir, kalian bisa menuliskan hak cipta maupun membuat watermark, atau men-share foto resolusi rendah, dan baru membuka watermark maupun memberikan foto resolusi tinggi setelah tercapai kesepakatan tertentu.
       
      Langkah kedua, adalah dengan mencari tempat untuk memasarkan foto-foto kita. Berikut beberapa ide yang bisa dicontek:
       
      1.Majalah dan koran
       
      Banyak majalah, khususnya majalah traveling, memerlukan foto-foto bagus untuk ulasan tentang traveling. Mereka membutuhkan banyak foto baru untuk setiap edisinya. Begitu juga dengan koran, karena terkadang koran juga memuat ulasan tentang traveling. Alternatif lainnya, kalian bisa menghubungi pihak penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku traveling.
       
      Tips: Jika kalian masih amatir, jangan langsung menyasar majalah maupun penerbit besar. Mulailah dengan majalah/penerbit kecil terlebih dulu. Sebisa mungkin jangan hanya sebatas mengirim email saja. Buat janji temu dan siapkan portfolio kalian. Walau kalian sudah memiliki portfolio online, ada baiknya mencetak beberapa lembar karena tak ada yang mengalahkan sensasi saat melihat foto di atas selembar kertas.
       
      2.Website
       
      Berbagai website membutuhkan foto bagus untuk situs mereka, dan kebutuhannya bisa sangat beragam. Misalnya saja situs traveling maupun perusahaan tour dan travel, khususnya yang sudah punya nama, selalu membutuhkan foto traveling yang bagus dan unik untuk ditampilkan dalam situs mereka.
       
      Tips: jangan terpaku pada situs lokal saja. Seorang teman pernah berkata jika dunia ini luas, dan kesempatan untuk menjual keahlian kita bisa datang dari mana saja, termasuk dari situs berbahasa asing.
       
      3.Perusahaan periklanan
       
      Perusahaan periklanan termasuk salah satu pasar yang mungkin akan membeli foto-foto wisata kita, karena iklan tak melulu apa yang ditayangkan di televisi maupun radio, namun juga berbentuk lain seperti iklan media cetak maupun billboard.
       
      4.Stock agency
       
      Jika masih bingung harus kemana memasarkan foto kita, coba pertimbangkan untuk menggunakan jasa stock agency. Stock agency (contohnya Getty, iStockPhoto, ShutterStock, dll) akan memasang foto kita dalam situsnya, dan jika ada orang maupun pihak lain yang berminat untuk membeli, maka fotografer akan mendapat komisi tertentu.
       
      Tips: jangan hanya terpaku pada satu stock agency saja. Sebar karya kalian ke beberapa situs, kecuali jika salah satu stock agency yang kalian ikuti menerapkan sistem yang ekslusif (tidak mengijinkan satu foto dipublikasikan di beberapa situs web).
       
      5.Mengkombinasikan keahlian memotret dan menulis
       
      Menjual foto akan lebih mudah jika kalian juga memiliki kemampuan untuk menulis, karena pangsa pasarnya akan lebih luas. Kalian bisa menjual paket foto+tulisan ke berbagai majalah traveling (cetak maupun online).
       
      Tips: tidak ada rumus pasti agar tulisan+foto bisa diterima di sebuah majalah, karena masing-masing majalah punya “penciuman†sendiri apakah tulisa+foto kalian cukup menarik atau tidak. Salah satu langkah yang bisa dicoba untuk memperbesar kemungkinan diterima adalah dengan mempelajari selera dari majalah yang akan diincar. Jika tak yakin dengan kemampuan menulis, selalu ada kok orang yang pandai menulis tapi kurang bisa memotret yang bisa dijadikan partner.
       
      6.Menjual sendiri hasil fotografi kalian dalam bentuk produk
       
      Jika kalian merasa memiliki bakat marketing dan jiwa pedagang yang kuat, disamping punya keahlian fotografi yang cukup, coba saja menjual aneka karya foto kalian dalam bentuk produk. Misalnya, foto-foto tersebut dicetak sebagai kartu pos dan dijual sebagai souvenir, atau dicetak dalam bentuk kartu ucapan, dan produk-produk fungsional lainnya (seperti tas, kaos, dan lain-lain).
       
      Langkah ketiga, ini bisa kalian lakukan jika kalian sangat percaya diri dengan kualitas dan keahlian foto kalian, yaitu mencetak buku kumpulan foto hasil traveling. Ada 2 alternatif cara yang bisa dilakukan:
       
      1.Mencari penerbit
       
      Ini susah-susah gampang, karena presentase untuk diterima tergantung dari selera penerbit. Jika kalian merasa kesulitan untuk menembus penerbit, coba deh kontak jasa agensi naskah yang sekarang banyak bertebaran di Indonesia. Agensi naskah bisa membantu menyalurkan foto kalian pada penerbit yang kira-kira sesuai dengan komisi tertentu, maupun sebatas memberikan konsultasi seputar masalah penerbitan buku.
       
      2.Menerbitkan sendiri
       
      Ada banyak keuntungan jika menerbitkan buku sendiri. Yang paling utama adalah kebebasan untuk menentukan tema maupun desain foto kita. Namun tentu saja ada resikonya juga, seperti distribusi dan marketing jadi sepenuhnya tanggung jawab kita; dan biaya yang dibutuhkan untuk mencetak buku sendiri cukup besar.
       
      Dari semua hal di atas, tips utama untuk bisa mendapatkan uang dari menjual foto kira-kira sebagai berikut:
      -Agar hasil foto kalian layak jual, setidaknya kuasailah dasar-dasar untuk membuat foto yang baik. Sehingga, walau peralatan kalian kurang memadai, tetap bisa menghasilkan foto-foto yang baik dan layak jual.
      -Jangan hanya terpaku pada pasar Indonesia saja. Dunia ini luas, dan konsumen bisa datang dari mana saja.
      -Konsistensi dan persistensi merupakan kunci utama keberhasilan, termasuk saat menjual aneka foto kalian. Jangan patah semangat jika gagal menjual dalam 1-2 kali mencoba, karena siapa tahu pintu baru terbuka di kesempatan ketiga.
       

       
      Contoh buku kumpulan foto traveling [foto: SUMBER]
       
      Selamat mencoba!
    • By Alfa Dolfin
      Bromo...wah jangan di tanya lagi keindahan dan eksotiknya. Sudah sedemikian terkenal dan sangat di minati baik pelancong dalam negeri maupun bule-bule, para mata sipit kulit kuning dari daratan China, Taiwan, Jepang, Korea. Bahkan ada yang mengatakan cukup dramatis...”jangan mati sebelum menikmati 3B”. Salah satu yang dimaksud adalah BROMO.
      Yang paling rame ke Bromo adalah saat sunrise, matahari terbit. Wah cakep bener...Suer cakep banget.... Aku aja 2 kali menikmati sunrise ngga puas...saking indahnya. Tetapi ada cara lain menikmati pesona Bromo dari ketinggian 33.000 feet, atau 10 ribu meter lebih di langit biru. Nah lho...ngga normal khan...? biasanya dari bukit Penanjakan atau dari bukit Kingkong. Kali ini dari “sudut” yang beda.
      Ya...aku pun tidak pernah menyangka bisa mendapat pengalaman yang sangat berkesan. Bermula bulan November 2007. Ceritanya akan kembali liburan dari Bali ke Jakarta. Aku menggunakan penerbangan pagi yang jam 7 take off dari Ngurah Rai. Memilih tempat duduk deretan kiri, jendela, 3 baris dari belakang. Sengaja milih ini karena ingin moto view dari udara. Barangkali bisa dapat view cakep ya. Siapa tahu....
      Sekitar 30 menit penerbangan, saat memperhatikan di bawah...wah...aku surprise, itukah Bromo...? sempat ragu-ragu. Mau tanya penumpang di sebelah, mereka lagi asyik tidur. Dalam hitungan detik aku meyakinkan diri itu benar Bromo. Segera aku on khan kamera....menggunakan fasilitas zoom meski kamera poket...crek...crek..bunyi suara tombol shutter. Beruntung...beruntun g banget cuaca cerah jadi terlihat jelas. Momen ini sangat singkat. Cuma sekitar 3 menit. Setelah itu berlalu.. Inilah perjumpaan perdana dengan Bromo dari ketinggian 33.000 feet kurang lebih. Surprise...senang...sudah pasti.

      Pertama kali mendapat view Bromo tahun 2007, November. Menggunakan kamera pocket Canon A-630. Bisa dilihat dari data EXIF-nya. Penebangan Denpasar Jakarta
      Aku bertanya, apakah bisa aku berjumpa Bromo lagi dari udara...? apakah ini momen yang kebetulan  semata? Apalagi aku bukan pilot. setelah pelajari, bertanya, jawabannya bisa. Bisa dipersiapkan. Caranya...? Pertama tergantung dari rute pesawat. Misalnya dari Jakarta ke Bali atau sebaliknya. Jakarta Lombok atau sebaliknya. Rekan ku seorang pilot kasih gambaran begini. Ambil peta Misalnya dari Jakarta ke Bali. Di peta itu tarik garis lurus antara Jakarta dan Bali. Itulah rute pesawat secara umum. Bisa di tebak kira-kira pesawat akan melintas apa saja. Setelah aku praktekan, eee...memang benar. Beberapa kali aku bisa jumpa Bromo.

      Bromo & Gunung Semeru, penerbangan Jakarta Denpasar
      Cara kedua. Pilih lah seat di jendela yang jangan kehalang sayap pesawat. Penumpang bisa milih kog. Sudah ku buktikan. Jika akan terbang misalnya dari Jakarta ke Bali atau Lombok selalu pilih seaat 5 baris dari belakang dan di segelah KANAN, JENDELA. Terserah nomornya berapa. Pokoknya kondisinya begitu. Setelah take off tunggu sekitar 40 menit. Jangan tidur. Lalu perhatikan ke arah kanan. Jika cuaca cerah pasti akan kelihatan Bromo.

      Close up Bromo
      Cari ketiga. Pilih penerbangan yang kira-kira cuaca bagus. Biasanya pagi. Aku biasa pilih flight pagi ke Bali atau Lombok, yang take off-nya jam 5.30. Memang harus berkorban bangun pagi. Tapi positifnya terhindar macet dan ya itu tadi...tujuan moto Bromo atau obyek lebih berpeluang tercapai jika cuaca cerah.
      Cara keempat. Siapkan kamera yang punya fasilitas zoom.Biasanya aku siapkan lensa zoom. Ngga perlu yang mahal-mahal lensanya. Atau pocket yang bisa di zoom. Khan banyak tuch jenis dan ragamnya. Bagaimana jika pake Smartphone?sekarang khan banyak yang pake. Nah yang satu ini aku ngga bisa komen. Berhubung jarang malah hampir tidak pernah pake smartphone tuk moto dari udara. 

      Sekalian close up Gn Semeru....
      Bagaimana dengan peluang keberhasilan...?pernah juga aku gagal. Beberapa kali. Waktu itu milih penerbangan dari Bali ke Jakarta siang sekitar jam 2 siang atau sore. Eee...ternyata cuaca berawan di lokasi yang aku perkirakan letak Bromo. Pernah juga aku ngga ngotot pilih seat, di kasih persis di pintu darurat. Ya gagal lah. Tapi aku ngga kecewa. Karena koleksi poto Bromo sudah banyak.
      Tertarik...? silahkan mencoba....semoga berhasil...mendapatkan view Bromo nun dari angkasa.

      Senyum puas setelah berhasil mengcapture Bromo dari 33.000 feet.
      Foto-foto lain aku sharing di Galeri ya.
       
      Cheers
    • By Alfa Dolfin
      Salah aktivitas yang aku suka saat bepergian naik pesawat bukan melirik pramugari yang cakep-cakep... Ngga kog. Moto, tepatnya. Lebih tepatnya lagi moto view. Momen landing, take off, biasanya momen bagus untuk ambil gambar. Salah satu yang momen yang bagus saat jelang landing di Manado. Selama kita duduk di seat kiri n tidak terhalang pesawat, akan mendapat suguhan...:

      Ini labh Gunung Manado Tua yang tampil cantik dan megah, serta pulau Bunaken di sebelah kanan yang terkenal keindahan bawah lautnya.

      Momen yang cepat berlalu, segera aku shoot pulau Bunaken, latar belakangnya kalau tidak salah Pulau Nain.

      Setelah itu kita akan segera landing di Bandara Sam Ratulangi. Di kalangan pilot, landing disini termasuk sulit dan berisiko. 
      salam
       
    • By Made Bali
      Salam Travelling
      Nikmati pengalaman liburan seru,baru dan pastinya sangat unik untuk di lakukan.Tampaksiring Journey (Outbond-Activity) memiliki beberapa paket tour seperti :
      1. Bali Rice Trekking . 
      rute tour : START di TampaksiringJourney , hutan tropis, sawah subak tampaksiring, pura subak, rumah tradisional bali, Aktivitas Membajak sawah , menanam padi dan terakhir mandi suci di PURA TIRTHA EMPUL tampaksiring. 
      [ 12.KM - 2,5 hours ].
      Fasilitas : welcome drink-kopi/tea (jajan tradisional bali) , kelapa muda, mineral water , baju ganti untuk membajak sawah , Ticket masuk di pura tirta empul , sarong untuk mandi suci , fresh towel , insurance dan Makan siang (restaurant pangkon Bali)
      2.Bali Village Cycling.
      rute tour : START di TampaksiringJourney , hutan tropis , sawah subak manukaya , rumah tradisional bali , desa tampaksiring , (FINNISH) di pura tirtha empul tampaksiring dan terakhir mandi suci di PURA TIRTHA EMPUL tampaksiring.
      [ 15.KM - 2 , 5 hours ].
      Fasilitas : welcome drink-kopi/tea (jajan tradisional bali), kelapa muda, mineral water , helmet + mountain bikes ,Ticket masuk di pura tirtha empul , sarong untuk mandi suci , fresh towel , insurance dan makan siang (restaurant pangkon Bali).
      Segera tinggalkan pekatnya suasana pedesaan dan nikmati nuansa alam pedesaan tradisional bali .Pastinya seru dan patut di coba. Semoga bermanfaat 
      Spesial Promo 2016 !!!!!!
       




    • By PrinceJuju
      Haloww Jalan2ners, mimin dan momod,.....
       
      Mau tanya nih cara penggunaan spoiler agar foto yg di sisipkan di topic lebih rapi dan tidak langsung nongol fotonya.
      atau mungkin ada fitur lainnya..
       
      mohon bantuannya ya..
       
      makasihh all...
       
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Ketika sedang melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat, jangan lupa untuk juga mengabadikan kegiatan wisatamu di tempat tersebut. Nah, kamu bisa merekam perjalanan wisatamu dengan foto, video maupun tulisan agar suatu saat kamu dapat mengenang kembali perjalanan wisatamu ke suatu tempat.

                Tentu saja pendokumentasian kegiatan wisata ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan serta keinginanmu. Nah, agar perjalanan wisatamu dapat terdokumentasikan dengan baik maka terdapat pula banyak tips yang dapat kamu terapkan.

                Nah, apakah kamu penasaran dan ingin mengetahui berbagai tips yang dapat diterapkan agar kegiatan pendokumentasian kegiatan wisatamu dapat berjalan dengan baik? Pada kali ini, kita akan membahasnya dalam abadikan perjalanan wisatamu dengan foto, video atau tulisan agar perjalananmu semakin bermakna.

       

       
      MENDOKUMENTASIKAN KEGIATAN WISATA DENGAN FOTO

                Bagi kamu yang menyukai fotografi atau ingin mendokumentasikan kegiatan wisata dengan cara yang paling sederhana, kamu dapat memilih untuk mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto.

                Salah satu keuntungan yang akan kamu dapatkan jika kamu memilih untuk mendokumentasikan kegiatan wisata dengan foto adalah kamu dapat langsung mengunggahnya di media sosial, seperti instagram. Berikut ini adalah tips mendokumentasikan kegiatan wisata dengan foto.

       

       
      1. Memanfaatkan Garis Horizon


      Memanfaatkan Garis Horizon via images.google.com

       

       
                Salah satu hal yang sebaiknya sangat kamu perhatikan jika kamu ingin mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto adalah memanfaatkan garis horizon.

                Tidak mengambil foto yang miring ketika kamu sedang mengambil foto kegiatan wisatamu adalah tantangan tersendiri yang harus kamu taklukan. Ya, cobalah perhatikan garis horizon lurus untuk mendapatkan foto yang baik.

                Salah satu cara yang dapat kamu terapkan adalah menggunakan aplikasi garis atau grid. Kamu dapat mendapatkan settingan grid ini dengan menggunakan sosial media Instagram atau mengaktifkan grid pada settingan kameramu.

                Dengan mengaktifkan settingan grid, kamu dapat memiliki foto dengan garis horizontal yang baik dan seimbang. Dengan ini, foto kegiatan wisatamu juga dapat menjadi semakin indah dan bagus.

       

       
      2. Mengunggah Foto


      Mengunggah Foto via

       

       
                Kegiatan lain yang dapat kamu terapkan untuk mendapatkan foto yang keren ketika sedang melakukan kegiatan traveling adalah mengunggah foto.

                Ya, ketika kamu sudah mendapatkan foto yang terbaik, lanjutkan kegiatanmu dengan mengunggah foto-foto tersebut ke dalam sosial mediamu. Sebelum memutuskan untuk mengunggah foto tersebut, pastikan sinyal yang kamu dapat juga baik.

                Nah, jika ternyata tempat yang kamu datangi tidak memiliki sinyal yang cukup baik, kamu dapat mencoba untuk menyimpan sejenak fotomu dan mengunggahnya nanti ketika kamu sudah mendapatkan sinyal yang baik.

       

       
      3. Memperhatikan Baterai


      Memperhatikan Baterai via

       

       
                Setelah memperhatikan garis horizon dan juga mengunggah foto, kamu juga sebaiknya memperhatikan baterai kamera atau smartphone yang kamu gunakan.

                Baterai merupakan kunci utama yang harus sangat kamu perhatikan. Ya, jangan sampai baterai kamera atau smartphone-mu habis karena hal tersebut tentu saja akan mengganggu produktivitasmu.

                Kamu dapat membawa powerbank untuk menjaga agar kamera atau smartphonemu tetap memiliki baterai yang penuh. Selain itu, kamu juga dapat mengaktifkan mode airplane mode. Dengan demikian, hal ini akan berguna untuk menghemat bateraimu agar tidak mudah habis.

       

       
       

       
      4. Memperhatikan Perlengkapan Tambahan


      Memperhatikan Perlengkapan Tambahan via

       

       
                Jika kamu berencana untuk membawa banyak perlengkapan tambahan, kamu dapat memperhatikan pula perlengkapan tambahanmu. Beberapa rekomendasi peralatan kamera yang dapat kamu bawa, antara lain adalah lensa, tripod dan tongsis.

                Dengan memanfaatkan lensa, kamu akan dapat mendapatkan efek-efek tertentu yang berbeda. Sebagai contoh, jika kamu memanfaatkan lensa wide, kamu dapat mendapatkan foto dengan pemandangan yang lebar.

       

       
       

       
       

       
      5. Menguasai Kamera

                Salah satu hal yang penting untuk kamu miliki agar dapat mendokumentasikan kegiatan wisatamu dengan foto adalah penguasaan kamera. Tidak terlalu penting apakah kamu memiliki kamera dengan jenis pocket, DSLR, mirrorless dan lain-lain, namun yang paling penting adalah kamu harus menguasai kameramu tersebut.

                Ya, pastikan kamu mengetahui seluk beluk kameramu itu. Hal ini akan berguna agar kamu dapat menghasilkan foto perjalanan yang indah dan menawan.

                Sebagai rekomendasi, kamu juga bisa mempelajari manual book yang berisi petunjuk penggunaan kamera yang akan kamu gunakan tersebut. Pastikan kamu telah mengetahui trik-trik terbaik untuk menggunakan kameramu.

       

       
      6. Melakukan Riset Sederhana

                Hal lain yang harus kamu lakukan adalah melakukan riset sederhana sebelum mengunjungi suatu tempat. Cobalah untuk mencari referensi mengenai tempat-tempat yang akan kamu kunjungi.

                Ya, lakukanlah riset-riset kecil tentang lokasi mana saja yang terbaik untuk kamu foto. Dengan melakukan riset sederhana ini, kamu dapat mendapatkan referensi foto-foto terbaik ketika mengunjungi suatu tempat. Pastikan hal ini akan dapat mempercantik kegiatan dokumentasimu.

       

       
      7. Membuat Catatan Kecil


      Membuat Catatan Kecil via

       

       
                Nah, kamu juga sebaiknya menambah catatan kecil dalam setiap foto-foto yang kamu ambil ketika kamu melakukan perjalanan wisata. Catatan kecil tersebut dapat berisi tentang informasi penting, serta kesan tentang momen yang kamu dapat ketika kamu melakukan perjalanan wisata.

                Kamu dapat menambahkan catatan kecilmu itu ke dalam setiap foto yang kamu ambil ketika kamu melakukan perjalanan wisata. Catatan kecil ini mampu menambah “hidup” foto-fotomu yang sedang melakukan perjalanan wisata.

       

       
      8. Mencari Tahu Momen Terbaik

                Ketika kamu sedang pergi ke suatu tempat dan berencana untuk mendapatkan foto terbaik, penting bagimu untuk mencari tahu momen yang paling sesuai untuk membidik kameramu.

                Dengan mengetahui momen terbaik untuk mengambil foto, kamu juga dapat memiliki koleksi foto yang memukau. Sebagai contoh, jika kamu ingin mendapatkan foto sunrise yang baik, kamu sebaiknya menyempatkan diri untuk datang pada waktu pagi hari.

       

       
      9. Mengambil Gambar Berurutan

                Hal lain yang dapat kamu lakukan untuk mendokumentasikan foto terbaik adalah dengan mengambil gambar secara berurutan. Dengan teknik ini, kamu dapat mengambil momen secara lebih detail. Gambar-gambar tersebut juga dapat kamu manfaatkan untuk menjadi narasi atau cerita selama perjalanan.

       

       
      10. Mengambil Foto Natural


      Mengambil Foto Natural via

       

       
                Jangan lupa untuk mengambil foto secara natural, terutama jika kamu ingin mengabadikan suasana destinasi wisatamu tersebut. Untuk mendapatkan foto yang natural, cobalah untuk pergi ke tempat yang penuh dengan keramaian dan memiliki banyak aktivitas.

                Cobalah untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya secara natural atau candid. Kamu akan mendapatkan cerita sebenarnya tentang foto-foto tersebut. Memori yang akan kamu dapatkan tentang tempat di foto-foto tersebut juga akan terasa lebih alami.

                Dengan mengambil foto yang secara lebih natural, kamu juga akan terkejut karena mengetahui hasilnya justru lebih baik daripada ekspresi foto yang dipersiapkan. Ya, untuk melengkapi koleksi dokumentasi perjalanan wisatamu, pastikan kamu juga menangkap ekspresi natural penduduk di tempat tersebut.

       

       
      11. Memperhatikan Latar Belakang

                Ketika sedang pergi mengunjungi suatu destinasi wisata, pastikanlah kamu juga memperhatikan latar belakang dari foto-foto yang akan kamu bidik. Sebagai rekomendasi, cobalah untuk mencari latar belakang yang tidak terlalu mencolok.

                Kamu dapat mencoba untuk mencari posisi pencahayaan yang cerah namun memiliki latar belakang yang gelap. Tentu saja, latar belakang ini juga sangat cocok jika kamu ingin mengambil gambar wajah.

                Ya, pada intinya jangan sampai kamu memfoto sebuah objek dengan latar belakang yang terlalu ramai karena hal ini dapat membuat foto-fotomu menjadi kurang begitu focus.
       


       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Cara Foto Ketika Solo Traveling, pasti pernah walaupun mungkin sekali dimana kita jalan2 itu sendiri, gak harus Solo Traveling atau jalan2 yang jauh, bahkan ke Mall pun mungkin ada kala nya kita jalan sendiri kan. Kemanapun itu bagi yang punya "ego" di bidang foto-foto pasti lah gak kan melupakan satu hal ini yaitu Kamera ataupun Smartphone.
      Istilah nya Uang boleh gak punya, Sim boleh ketinggalan, Pacar boleh lupa, tapi Selfie WAJIB ADA.
      Nah walaupun kalian traveling sendiri ingin tetap exist di Social Media dengan mem posting poto jalan2 kalian, jangan khawatir banyak cara kok untuk bisa tetap foto-foto dengan cara-cara berikut :
      01. Selfie Kamera Depan : Tiap smartphone sekarang sudah jelas pasti ada kamera depan, dengan berbagai macam kualitas nya. Dan biasanya kamera depan ini sangat bagus untuk foto selfie karena bisa mengambil angle yang kita inginkan dan langsung terlihat hasilnya. Tips yang baik untuk Selfie kamera depan, cobalah posisikan Smartphone agak ke atas dan membentuk kemiringan sekitar 45 derajat, karena itu posisi yang sangat bagus.
      02. Gunakan Tripod dan Self Timer : Bagi kalian yang menggunakan Pocket Kamera atau bahkan DSLR pasti lah sangat hapal dengan guna dari Self Timer, dimana kita bisa menentukan kapan waktu kamera akan mengambil gambar. Self timer ini cocok bagi kalian yang membawa Tripod atau juga kamer bisa di taruh di Meja atau alas yang tinggi nya sesuai badan kita. Posisikan kamera agar mampu mendapatkan semua Background yang ada selain diri kita tentu nya.
      03. Foto Di Depan Cermin : Nah yang satu ini juga sering dilakukan para foto holic, dan biasanya sering di lakukan di area Mall yang memang banyak sekali terdapat kaca atau cermin, tinggal kita arahkan kamera ke arah cermin dan jangan gunakan Blitz karena akan memantulkan cahaya, jadi hasil nya kurang bagus
      04. Tongsis : aka Tolong Donk Sis (Bercanda) hahah, ini sudah jamak karena bukan hanya untuk Solo Traveler tapi sudah menjadi kewajiban bagi Foto Holic untuk punya satu aksesoris foto ini. Biasanya ada yang di lengkapi dengan tombol bluetooth shutter yang memudahkan untuk foto, namun kebiasaan hasil gambar lebih bagus ketika di padukan dengan Self Timer yang ada di Smartphone atau Kamera loh.
      05. Minta Tolong Orang Lain : Kalau yang ini sudah jelas dari jaman dahulu sudah digunakan, karena paling gampang itu ya minta tolong orang yang sedang lewat. Walaupun kita tidak bisa mendapatkan banyak foto yang kita inginkan paling tidak kita sudah ada foto jejak di tempat tersebut. Dan tips jika kalian merasa malu untuk minta tolong foto ke orang lain, cobalah untuk berakting kalau anda itu seorang Turis yang baru datang di tempat tersebut, jadi orang akan menyangka ini adalah kunjungan wisata, dan pasti banyak yang akan dengan senang hati membantu
      Dan beberapa hal lagi yang bisa kalian coba cek ke Infografis berikut happy foto holic :