Sign in to follow this  
De Santos

Kuil-Kuil Antik Di Penang

9 posts in this topic

Ada banyak sekali kuil di Malaysia, tetapi beberapa yang terbaik saya kira ada di Pulau Penang. Berikut adalah kuil-kuil yang sempat saya kunjungi ketika berada di Penang:

 

1. Snake Temple atau Tokong Ular

 

01.+Snake+Temple.jpg

 

Di tempat ini ular disembah dan ada banyak yang berkeliaran bebas tanpa dikandangin! Sereeem kan?

 

2. Burmese Temple atau Kuil Myanmar

04.+Dhammikarama+Burmese+Temple.jpg

Di sini seperti berada di Myanmar! Ada patung Buddha berdiri yang besar juga loh...!

 

3. Wat Chayamangkalaram

09.+Big+Reclining+Buddha+33+meters.jpg

Di kuil Thailand yang letaknya persis berseberangan dengan kuil Myanmar ini terdapat patung Buddha yang sangat besar!

 

4. Kek Lok Si Temple

 

09.+Kek+Lok+Si+Temple.jpg

 

 

Nah kalau yang ini kuil terbesar se-Asia Tenggara! Ngelilingin kuil ini memang bikin kaki gempor, tapi mata pasti berbinar-binar karena keelokannya! :terpesona

 

 

Mau tau lebih lanjut tentang kuil-kuil antik di atas? Cek ini:

 

:cintaindo http://www.traveldonk.com/2013/05/tokong-cina-kuil-myanmar-and-thai-temple.html :cintaindo

 

dan ini

:cintaindo http://www.traveldonk.com/2013/04/journey-to-west-edition-7-of-9-2013.html :cintaindo

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ternyata keren2 ya kuil2 disana....sy sempat ke kuil kek lok si...tp ga nyampe baru sampe tengah tangga sdh balik. hahaha..

n paling sebel kalo jalan2 partnernya ga suka dtg ke kuil2 ato tempat ibadah. jd ga puas keliling2nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ada banyak sekali kuil di Malaysia, tetapi beberapa yang terbaik saya kira ada di Pulau Penang. Berikut adalah kuil-kuil yang sempat saya kunjungi ketika berada di Penang:

 

1. Snake Temple atau Tokong Ular

 

01.+Snake+Temple.jpg

 

Di tempat ini ular disembah dan ada banyak yang berkeliaran bebas tanpa dikandangin! Sereeem kan?

 

2. Burmese Temple atau Kuil Myanmar

04.+Dhammikarama+Burmese+Temple.jpg

Di sini seperti berada di Myanmar! Ada patung Buddha berdiri yang besar juga loh...!

 

3. Wat Chayamangkalaram

09.+Big+Reclining+Buddha+33+meters.jpg

Di kuil Thailand yang letaknya persis berseberangan dengan kuil Myanmar ini terdapat patung Buddha yang sangat besar!

 

4. Kek Lok Si Temple

 

09.+Kek+Lok+Si+Temple.jpg

 

 

Nah kalau yang ini kuil terbesar se-Asia Tenggara! Ngelilingin kuil ini memang bikin kaki gempor, tapi mata pasti berbinar-binar karena keelokannya! :terpesona

 

 

Mau tau lebih lanjut tentang kuil-kuil antik di atas? Cek ini:

 

:cintaindo http://www.traveldonk.com/2013/05/tokong-cina-kuil-myanmar-and-thai-temple.html :cintaindo

 

dan ini

:cintaindo http://www.traveldonk.com/2013/04/journey-to-west-edition-7-of-9-2013.html :cintaindo

 

 

yang kuil myanmar itu namanya kalau gak salah Wat Dhamiwangsa deh yah @De Santos :)

masih ada lagi temple di penang, kalau gak salah Goddes of Mercy sama Mahariamman Temple kalau ndak salah :)

 

yang kuil ular itu kalau lagi haid gak bisa masuk katanya, jadinya waktu itu kita cwe2 ber-3 gak bisa masuk deh, takut kpatok ulernya :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

yang kuil myanmar itu namanya kalau gak salah Wat Dhamiwangsa deh yah @De Santos :)

masih ada lagi temple di penang, kalau gak salah Goddes of Mercy sama Mahariamman Temple kalau ndak salah :)

 

yang kuil ular itu kalau lagi haid gak bisa masuk katanya, jadinya waktu itu kita cwe2 ber-3 gak bisa masuk deh, takut kpatok ulernya :bingung

Mungkin kalau secara agama, wanita yang lagi haid dianggap sedang berada dalam kondisi najis jadi dilarang masuk tempat ibadah. Tapi kalau secara logika, di Snake Temple ini mungkin ada hubungannya dengan 'sesuatu' pada saat haid yang bisa menarik para ular. :ngeledek

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mungkin kalau secara agama, wanita yang lagi haid dianggap sedang berada dalam kondisi najis jadi dilarang masuk tempat ibadah. Tapi kalau secara logika, di Snake Temple ini mungkin ada hubungannya dengan 'sesuatu' pada saat haid yang bisa menarik para ular. :ngeledek

oiya bener juga secara logikan nya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By silvia_win
      Penang, Hatyai family trip Jun 2018
      Liburan sekolah kali ini sebenarnya agak malas jalan2 berhubung dollar lagi mahal...
      Iseng browsing tiket, ketemu tiket air asia jakarta penang pp 500 rb (promo big poin) ada 3 seats (3 tiket jakarta penang pp seharga 1.5 jt), hmm lumayan lah,  lalu beli 2 tiket lagi sekitar 3 juta (sudah termasuk 1 bagasi 20 kg pp) . Kami sekeluarga berangkat ber5 dari jakarta + papa mama yang berangkat dari medan.
       
       
       
       
      Day 1 Jakarta-Penang
      Sampai di Penang booking airport taxi dari airport ke Hong Ping Hotel. (400 rb quad room)
      Setelah check in naik taxi ke mall di sekat hotel untuk lunch, di daerah komtar ada berapa mall, tapi umumnya mallnya tidak besar.
      Setelah makan siang pulang ke hotel untuk istirahat, lalu dengan petunjuk peta dari hotel saya berkeliling di objek wisata street art yang letaknya tidak jauh dari hotel. Street art berada pada jalanan kecil/ gang berupa gambar mural di dinding rumah warga yang kebanyakan adalah bangunan tua. Sepanjang jalan banyak toko2 souvenir, makanan, sewa sepeda, rumah makan, juga banyak rombongan turis. Selain gambar mural juga terdapat gambar art dari besi yang dijadikan nama jalan dengan gambar menarik. Saya menelusuri jalanan dengan mural art yang berujung ke dermaga kuno di chew jetty, dermaga yg sudah ada sejak pertengahan abad ke 19, ada beberapa jetty di sana yg masing2 mewakili marga warga yg tinggal di sana yang datang dari China. Jetty di sana dari kayu dan rumahnya adalah rumah panggung dari kayu.
      Malamnya kami makan di street food di depan hotel. Di depan hotel ada banyak street food yg buka dari sore hingga larut malam.
       
       
       
       
      Day 2 Penang tour.
      Hari ini sewa mobil untuk jalan2 di penang (rm 45/jam untuk yg 7 seats, sewa di travel dekat hotel, sebelumnya tanya di hotel katanya adanya yg 10 seats rm 60/jam), kami berangkat siang, karena paginya mama mau mcu ke rumah sakit.
      Siang saat berangkat turun hujan, supir rent car mulai promo toko souvenir, berhubung hujan saya iyain saja, mampir ke toko coklat, kopi, teh dll, yang harganya mahal... tentu saja tidak beli apa2, hanya cicip cicip saja, emang enak sih sebanding dengan harganya.
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple, vihara ini letaknya di tengah kota.
      Stop2 : Kek Lok Si temple, vihara yang terletak di daerah perbukitan, kami di drop di bagian atas, di sini  ada tempat pemujaan dan terdapat patung besar dewi Kuan Yin, dari sini juga bisa dilihat pemandangan kota penang. Setelah menikmati pemandangan, kami naik sky lift (@rm2) untuk turun ke pertengahan kompleks bangunan vihara yang terdapat objek wisata pagoda sepuluh ribu Buddha. Dari sini naik sky lift lagi turun ke parkir bawah.
      Stop 3 : Batu Ferringhi, supir mengusulkan kita ke bukit bendera yang tidak jauh dari kek lok si, tapi saya tidak berminat, sebelumnya di kek lok si sudah cukup lama  melihat pemandangan kota dari atas bukit, memang objek wisata di bukit bendera mungkin akan berbeda dengan kek lok si, tapi berhubung tidak banyak waktu saya lebih memilih pergi melihat pantai. Batu Ferringhi letaknya cukup jauh dari Kek Lok Si, perjalanan satu jam lebih, kami sampai di sana menjelang sun set, main bentar di pantai dan menikmati sun set, saya merasa pantainya biasa2 saja, pasirnya terasa agak kasar.
       
      Day 3 Penang-Hatyai
      Hari ini kami berangkat ke hatyai,  kami memesan tiket van penang hatyai pp di hotel @rm70 (dijemput di hotel penang dan didrop di hotel di hatyai). Berangkat jam 9 pagi, berhubung kami pertama dijemput, tentunya kami memilih tempat yang nyaman sesuai selera masing2. Seatnya cukup lapang dan nyaman, tidak lama kemudian perjalanan kami melewati jembatan pulau penang, jembatan yang panjangnya 13.5 km merupakan land mark penang yang pemandangannya sangat indah. Jalan dari penang ke hatyai cukup mulus, sebelum sampai di imigrasi perbatasan malaysia, supir berhenti di satu pos untuk mengisi formulir, kami perlu membayar formulir @rm2, lalu perjalanan dilanjutkan ke imigrasi malaysia keluar lalu masuk ke imigrasi thailand, dari perbatasan thailand ke kota hatyai, kami singgah di kantor travel, untuk di data mau di drop di hotel apa, di sini saya menganti jadwal kepulangan kami, di mana 2 di antara kami ingin pulang besok sore. (staff travelnya tidak masalah ganti waktu dia mencatat perubahan jadwal di catatannya). Kami lalu di drop di hotel (Siam Hotel harga 300 ribu untuk kamar ber2). Hotel ini cukup besar dan punya banyak kamar. Kami mendapat kamar di tingkat 13, pemandangan dari kamar cukup indah dengan pemandangan gunung dan kota hatyai).
      Setelah check up keluar cari makan siang, jalan kaki ke lee garden plaza hotel di mana di sini byk toko, mall, pasar dll, mall di sini tidaklah besar, kami masuk ke mall ke food court cari makan dan ke supermarket lihat2. Makanan di mall harganya sekitar 50-60 bath, makanan thailand sangat sesuai dengan selera. Setelah makan ke supermarket belanja bumbu tom yam dll, saat bayar saya menanyakan kasir di mana ada money changer, seorang pengunjung berbaik hati mengantarkan kami ke money changer yang ada di dekat sana, money changernya cukup ramai dan di sampingnya ada travel, kebetulan lagi mau cari car rental, lalu saya rent car 10 seats seharga 2000 bath (+wajib asuransi 30 bath/orang), sebenarnya kami ber7, ada yang 7 seats seharga 1700 bath, tapi saya request yg chinese speaking driver, katanya supir yang 10 seats bisa, yg 7 seats ngga bisa.
      Setelahnya saya kembali ke hotel untuk isitirahat, sorenya kami keluar untuk dinner ke lee garden plaza hotel lantai 33 buffet resto. Harga makan buffet di sini tidak mahal, dewasa @169 bath, lansia@119bath, anak kecil @69 bath. Makanannya cukup banyak dan enak + aneka kue, buah, minum, es krim. Juga pemandangan yang indah dari lantai 33 membuat kami betah lama di sini. Dari pemandangan langit terang, sun set ke langit gelap dengan lampu di bangunan kota hatyai, sungguh merupakan dinner yang berkesan bagi saya.
      Selesai dinner kami mengitari sekeliling lee garden hotel plaza yang banyak terdapat toko2, kuliner, dll. Kulinernya cukup mengiurkan tapi perut sudah kenyang cuma lihat2 dan berpikir besok baru coba.
       
       
       
       
      Day 4 Hatyai Tour
      Berhubung tidak ada sarapan di hotel, pagi saya keluar mencari sarapan, ternyata di dekat hotel ada pasar pagi, pasarnya cukup besar dan ada aneka sarapan, pemandangan menarik di pasar ada bhikkhu2 melakukan pindapata (mengumpulkan sumbangan makanan dll). Rombongan bhikkhunya cukup banyak ada juga yang usia muda juga rombongan bhikkhuni, umat yang memberikan makanan juga cukup banyak, baik penjual maupun pengunjung pasar. Saya sangat tertarik untuk mengitar lama di pasar, banyak kue2 dan barang jualan lain yang memikat, tapi berhubung waktu tidak banyak, saya membeli aneka sarapan dan buah leci, lalu pulang ke hotel membagikan sarapan dan makan sarapan. Kue2 dan sarapan yang dibeli sangat enak, makanan thailand emang cocok di lidah dan harganya pun cukup murah. Lalu bersiap2 turun ke lobi menunggu car rental yang dipesan kemarin.
      Ternyata yang datang mobil 7 seats dengan driver yang hanya bisa berbahasa thailand, saya tel tanya ke travelnya katanya yg 10 seats lagi tidak available, ya sudahlah...
      Saatnya saya memakai keahlian bahasa isyarat... : ) , pertama saya minta supirnya berhenti di 7-11, mau beli air minum, saya malas beli di pasar tadi bawanya berat, lalu dia tanya kami mau ke mana, saya jawab wat (temple).
      Stop 1 : Sleeping Buddha temple : wat ini mempunyai satu patung buddha tidur di dalamnya. Setelah melihat2 saya duduk2 di kedai minum kelapa, supir mengeluarkan selembar brosur dengan foto2 tempat wisata dan menanyakan mau pergi ke mana, saya pun memilih beberapa tempat wisata yang kelihatannya besar. Berhubung mau kembali ke hotel sekitar jam 2 sebenarnya kami juga tidak berencana pergi ke banyak tempat.
      Stop 2 : Pantai samila (mermaid statue) : pantai ini terdapat patung putri duyung yang merupakan ikonnya, walau cuaca panas di sini terdapat kursi2 dan tempat teduh di bawah perpohonan di sepanjang pantai, pantainya bersih dan pasirnya halus.  Saya betah duduk agak lama dan berjalan di pasir di pantai.
      Stop 3 : 4 face Buddha (kalau tidak salah) : berhubung jalan ke sananya naik tangga, kami malas pergi, hanya singgah bentar.
      Stop 4 : Standing Buddha temple (Phraj Buddha Mongkol Maharaj) : vihara di atas bukit dengan patung besar Buddha berdiri. Di sini bisa melihat pemandangan dari atas bukit, di samping vihara ada halte cable car dan coffee shop, kami duduk2 ngopi dan melihat pemandangan kota.
      Stop 5 : Kuan Yin temple : vihara dewi kuan yin ini letaknya tidak jauh di bawah standing buddha temple, terdapat patung dewi kuan yin warna putih
      Berhubung waktu sudah siang, kami bersiap pulang ke hatyai.
      Diperjalanan ada melewati yang jual durian, saya tanya ke supir berapa harga durian di sana, katanya harganya 400 bath, cukup mahal juga harganya.
      (saya tertarik belajar bahasa thailand, sebelum pergi saya sempat belajar sedikit bahasa thai di youtube, tapi cuma bisa mencerna sedikit tentang angka dan greeting, lumayan juga bisa di pakai di pasar) 
      Ternyata perjalanan pulang ke hatyai cuma sekitar setengah jam, kami meminta supir mengantar kami makan siang, minta di antar makan tom yam kung, dia mengantarkan kami ke sebuah resto untuk makan siang, yang mana makanannya enak dan tidak mahal, yang paling berkesan tentu saja tong yam nya, juga ada lauk dari daging kelapa yang ditumis, yummy... (kalau teringat makanan thailand sering ingin balik ke thailand)
      Setelah makan siang kami kembali ke hotel, papa mama bersiap2 mau pulang ke penang duluan, berhubung mau wisata rumah sakit di penang katanya.
      Saya berjalan kaki ke travel tempat saya pesan sewa mobil, minta refund selisih harga mobil, lalu kembali ke hotel duduk2 di lobby temani ortu tunggu jemputan travel untuk kembali ke penang. Di Siam Hotel tempat kami tinggal, internetnya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar.
       
       
       
      Saya ingat saat ini saya membaca sebuah berita ttg tim sepak bola remaja thailand yang hilang yang mana sampai saya pulangpun belum ditemukan, dan akhirnya mereka berhasil keluar dengan selamat. Sekalian saya post di sini sebuah dokumentasi ttg thai cave rescue sebagai note saya.
        https://www.youtube.com/watch?v=x_kiX0uUDNI
       
      Ada beberapa tuk-tuk (songthaew) yang stand by di hotel dan menawarin untuk mengantar jalan2, lagi malas jalan jauh, sore shopping ke mall dan toko sekitar hotel (lee garden plaza hotel) .
      Day 5 Hatyai-Penang
       Pagi mampir ke pasar pagi lagi, membeli sarapan, juga membeli pete kupas buat di bawa pulang.
      Lalu perjalanan hatyai kembali ke penang.
      Sampai di penang istirahat di hotel, sorenya jalan2 di sekitar hotel ke mural art street, chew jetty melihat sunset di sini lalu makan di food court di seberang chew jetty, food courtnya besar dan banyak makanannya.
      Day 6 Penang-Jakarta
      Pagi berangkat dari hotel ke airport, booking airport transfer dari hotel seharga rm 70 untuk mobil 10 seats. Supirnya membagikan kartu nama dan menawarkan car rental bisa dibooking untuk ke hatyai katanya, saya tanya harganya katanya tergantung hotelnya. Saya tanya harga kalau keliling penang, katanya rm30/jam... lumayanlah buat next time...
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       




    • By Desyzulfiani
      https://kakechynulis.blogspot.co.id/
      Disini saya jelaskan semua secara detail atas pengalaman saya sewaktu ke penang dari kota. Medan di bagian postingan penang. 
    • By petrus.sitepu
      Penang adalah salah satu kota dari Malaysia, Kuala Lumpur yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Medan, Indonesia. Tiba di Penang pada tanggal 25 Agustus 2012 pada jam 08.25 dengan menggunakan penerbangan Air Asia. Ini adalah pertama kali saya mengunjungi Penang. Penang tidak terlalu teratur dan juga rapi seperti di Kuala Lumpur. Daerah penang terdiri dari pegunungan dan juga pantai, pulau penang adalah salah satu pulau yang kecil seperti pulau bali. 
          Hal pertama yang harus dilakukan ketika sampai di Bandar Udara International Pulau Penang adalah mengambil peta kota penang dan diberikan secara cuma cuma di bandara. Tidak seperti halnya di bandara Soekarno Hatta yang tidak memberikan peta Jakarta secara cuma-cuma. Ada 2 peta yang harus diambil yaitu peta tempat wisata dan juga peta tempat tempat makan di Penang. Peta ini sangat mebantu sekali selama saya berada di penang.


      St George's Church    Daerah yang sangat penting dalam pulau penang adalah George Town.  George Town  mendapatkankan sebuah penghargaan sebagai salah satu UNESCO World Heritage. Di daerah George Town banyak sekali objek wisata, dari Temple, Gereja, sampai dengan Tempat Makan. Di sepanjang jalan George Town banyak sekali ditemukan bangunan bangunan tua peninggalan sejarah yang dijaga keasliannya hingga sekarang.

      Saya menginap di daerah George Town, tidak terlalu jauh dari pusat George Town dan juga bus stasiun yaitu Komtar. Komtar adalah stasiun bus terbesar ke dua di George Town setelah Jetty. Apabila kita ingin mengunji tempat wisata kita bisa menggunkan bus dan naik dari Komtar. Sarana transportasi di Penang yang cukup baik adalah bus.
        Tempat wisata di Penang yang saya kunjungi antara lain City Hall, Town Hall, Esplenade, St George’s Church, The Catedral of The Assumption , Kek Lok Si Temple, dan Penang Hill. 
      Kek Lok Si Temple    Di Kek Lok Si Temple kita akan bisa lihat patung Dewi Kwan In yang cukup besar yang berada di atas bukit. Selain patung Dewi Kwan In kita juga akan melihat sebuah pagoda yang ckup besar disana. Kalau kita menuju Kek Lok Si Temple sebaiknya kita juga menuju Penang Hill, dari sini kita akan bisa melihat kota pulau penang dari atas bukit dan udaranya yang cukup sejuk

      Di Pulau Penang tidak terdapat pantai yang bagus untuk berenang maupun snorkling, itu sesuai dengan yang saya baca dalam beberapa blog tentang pulau penang. Tapi di pulau penang ada sebuah pantai yang cukup terkenal yaitu Batu Feringghi, dan juga memiliki sebuah night market yang cukup terkenal dan di rekomendasikan oleh warga pulau penang sendiri yaitu Batu Feringghi Night Market.

      Char Kaoy Toey (Siam Road)

      Selain tempat wisata yang menjadi daya tarik lainnya dari Penang adalah makanannya salah satu yang terkenal adalah Koay Teoy atau dalam bahasa Indonesia adalah kwetaui. Koay Teoy yang di disajikan disini dengan cara di goreng ataupun di rebus selain itu ditambahkan juga seafood ataupun bacon. Salah satu Koay Teoy yang terkenal adalah Char Koay Teoy, yang berada di ujung jalan Siam Road yang sudah ada sejak 1940-an dan hanya buka dari jam 3pm sampai 7pm. 
      Almond Susu
       
      Selain makanan di Penang terkenal juga dengan beberapa buah-buahan khususnya adalah Durian, tapi ketika saya disana saya kurang beruntung karena sedang tidak musim durian. Musim durian pada Juni, Juli. Di sana juga banyak tempat-tempat untuk kita menghabiskan waktu di malam hari salah satunya di Upper Penang Road. Upper Penang Road tempat sangat menarik untuk kita "kongkow kongkow" bersama teman sambil meminum segelas beer setelah seharian mengelilingi George Town

      Di Penang matahari baru mulai terbit sekitar pukul 07.00am sedangkan baru terbenam pada pukul 19.00pm. Selama berada di Pulau Penang akan lebih baik menggunakan Rapid Penang Tourist Passpor untuk memudahkan kita dalam sarana transportasi menggunaan bus. Hanya dengan dengan RM 30 kita bisa gunakan selama seminggu kemana saja kita inginkan dengan menggunakan bus.


      Upper Penang Road
      Sumber : http://yienyien.com/
       
      dari cerita blog saya di www.cerita-bangpaitrus.blogspot.com. Ini pengalaman saya waktu ke penang. yoyoyoyo......
    • By brocoli
      Sedikit ulasan :
      Berlibur ke Penang, tidak lengkap tanpa mengunjungi obyek wisata Penang Hill atau yang biasa disebut bukit bendera.
      Penang Hill merupakan atraksi terkenal di Penang,
      dari puncak bukitnya Jalan2'er bisa melihat panorama kota georgetown, menancapkan gembok cinta (love lock), mengunjungi Owl Museum, Historical heritage

      the train

      Love Lock
       
      Untuk menuju puncak bukit, Jalan2'er bisa naik TRAM (Funicular Train) yang didesain khusus dengan sensasi kemiringan hingga 27,9 derajat, ongkos naik tram ini kalo beli di loket on the spot harganya RM 30.
      Dijual Tiket Fisik Tram Penang Hill / Bukit bendera
      Kondisi :
      Open Date Tiket - Exp. 31 Des 2016 Terbatas cuman ada 4 biji saja Harga Murah Rp. 7x.xxx saja Silakan PM atau WA : 0822-3620-0920  
       
                    
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Bagi kamu yang ingin menjelajahi sudut lain di Malaysia, barangkali Penang dapat menjadi pilihanmu. Penang adalah sebuah negara bagian yang terdapat di Malaysia yang terdiri dari Pulau Penang seluas 293 kilometer persegi.
      Untuk asal namanya sendiri sebenarnya berasal dari Pulau Penang. Selain itu, negara bagian ini juga merupakan negara bagian yang termaju dan terkaya yang terdapat di Malaysia.
      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera menjelajahi Penang? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam menikmati serunya berpetualang di Penang, Malaysia. Yuk, simak pembahasannya berikut ini.
       
      Transportasi Menuju Penang


      Penang International Airport via Stgiles
       
      Salah satu alternative yang dapat kamu pilih untuk mencapai Penang adalah dengan menaiki pesawat dengan rute Jakarta menuju Penang. Lama waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Penang dengan menggunakan pesawat terbang adalah sekitar 2 jam 20 menit.
      Range biaya yang akan kamu keluarkan untuk penerbangan sekali jalan adalah sekitar Rp 1.500.000,00 hingga Rp 2.250.000,00. Harga ini sendiri bersifat fluktuatif tergantung dengan waktu keberangkatanmu.
      Beberapa pilihan maskapai penerbangan baik domestic maupun internasional yang dapat kamu pilih adalah Tiger Air, Lion Air, Sriwijaya Air, Air Asia dan juga Malaysia Air.
      Namun, untuk pilihan penerbangan langsung kamu dapat mencoba untuk memilih Air Asia. Sementara itu, untuk penerbangan tidak langsung, kamu dapat memilih berbagai alternative seperti Tiger Air, Lion Air, Sriwijaya Air dan Malaysia Air.
       
      Sekilas tentang Penang


      Sekilas tentang Penang via Static Air Asia
       
      Penang adalah sebuah destinasi wisata yang tentu saja menarik untuk kamu sambangi. Nah, salah satu hal yang harus kamu ketahui tentang Penang adalah terdapat perbedaan waktu antara Jakarta dengan Penang yaitu sekitar 1 jam.
      Selain itu, untuk masalah cuaca sendiri cenderung relative sama antara Jakarta dengan Penang. Namun, untuk masalah biaya hidup di Penang cenderung lebih mahal daripada Jakarta. Tetapi, biaya ini sendiri cenderung bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.
      Sebagai contoh, tariff untuk menaiki angkutan umum di Penang adalah sekitar 7.000 rupiah. Selain itu, untuk biaya makan di restoran biasa adalah sekitar Rp 35.500,00.
      Jika menyambangi Penang, sebaiknya kamu melengkapi diri dengan kartu identitas pelajar atau mahasiswa. Hal ini karena hampir semua tempat wisata memberikan harga spesial atau harga khusus untuk mahasiswa maupun pelajar. Dengan demikian, kamu akan dapat sangat berhemat, bukan?
      Selain itu, jangan pernah lupa untuk menawar barang-barang yang hendak kamu beli di sini. Dengan menawar, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan harga yang spesial dan lebih murah.
      Selalu manfaatkan bus ketika berkeliling kota Penang. Bus umum di sini tergolong bersih, memadai dan harganya pun cenderung murah. Sebaiknya, taksi di sini sangat mahal. Usahakan agar kamu berangkat di pagi hari agar tidak terlalu banyak waktu terbuang percuma.
       
      Memilih Penginapan di Penang
      Tahapan selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah memilih penginapan terbaik selama berada di Penang. Nah, berikut ini beberapa pilihan penginapan yang dapat kamu jadikan sebagai referensi:


      Chulia Mansion via Chulia Mansion
       
      Inilah dia salah satu referensi menginap di Penang yang tentunya dapat kamu pertimbangkan. Penginapan ini adalah Chulia Mansion yang terletak di Lebuh Chulia, 10200 Pulau Penang.
      Range menginap di hotel ini mulai dari 178 ringgit. Kamar hotel ini memang tidak begitu besar, namun sangat bersih. Selain itu, kamu juga dapat menikmati fasilitas air hangat dan kamar mandi yang bersih di hotel ini. Kamu juga mendapatkan perlengkapan mandi selama berada di hotel ini.
      Fasilitas lainnya yang terdapat di kamar hotel ini adalah TV layar datar, meja rias, gantungan baju, wifi dan lain-lain.
      Hotel ini juga dapat kamu jadikan sebagai referensi karena letaknya yang cukup strategis. Kamu dapat berjalan kaki sekitar 15 meter menuju Little India, berjalan kaki 5 menit menuju Museum Camera dan juga 15 menit berjalan kaki menuju Museum Peranakan.
       


      Yang Keng Hotel via Yang Keng Hotel
       
      Masih penasaran dan ingin mengetahui referensi penginapan lain di Penang? Mungkin kamu bisa juga memilih Yang Keng Hotel ini sebagai referensi.
      Yang Keng Hotel terletak di 362 dan 366 Chulia Street, World Heritage City of Penang, 10600 Georgetown. Bagi kamu yang menyukai tipikal rumah tua, maka kamu akan menyukai hotel cantik yang satu ini.
      Hotel ini menawarkan kamar yang cantik dan tentunya menyenangkan untuk ditinggali. Selain itu, lokasi hotel ini juga strategis sehingga memudahkanmu untuk menyambangi berbagai destinasi wisata di Penang.
       
      Mengunjungi Penang Hill


      Mengunjungi Penang Hill via Wikimedia
       
      Nah, untuk mengawali perjalanan wisatamu selama berada di Penang, kamu dapat memulainya dengan menyambangi Penang Hill. Sesuai namanya, Penang Hill adalah sebuah kawasan perbukitan yang terdapat di Penang.
      Jika kamu ingin menyambangi puncak Penang, kamu harus menaiki Penang Hill Railway terlebih dahulu. Di tempat ini, kamu juga dapat mengunjungi salah satu tempat menarik yaitu Owl Museum.
      Tempat ini juga memiliki nama lain Bukit Bendera. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Penang Hill adalah kamu dapat merasakan sejuknya udara di sekitar kawasan ini. Hal inilah yang menyebabkan kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit yang sering dikunjungi wisatawan selama berada di Penang.
      Nah, mengenai Penang Hill Railway sendiri kamu dapat memperhatikan beberapa info berikut. Kereta ini beroperasi dari pukul 9 pagi hingga 11 malam. Selama menaiki kereta ini, kamu dapat melihat pemandangan indah dan menawan yang ditampilkan di sepanjang perjalanan tersebut.
      Harga tiket kereta di sini adalah 30 RM untuk dewasa, 15 RM untuk anak-anak dibawah 12 tahun, dan 15 RM juga untuk pelajar. Kereta di sini juga didesain secara unik karena memiliki kemiringan mencapai sekitar 45 derajat karena disesuaikan dengan kemiringan bukit.
      Alternatif lain adalah dengan menggunakan taksi. Namun, yang harus kamu perhatikan adalah taksi di daerah ini biasanya tidak menggunakan taksi. Untuk itu, sebaiknya kamu bertanya terlebih dahulu kepada petugas hotel mengenai biaya yang sesuai dengan rute yang akan kamu tempuh.
       
      Mengunjungi Owl Museum


      Owl Museum via Penang Tourist Center
       
      Nah, selanjutnya, inilah dia destinasi wisata di Penang yang tentu saja dapat kamu jadikan sebagai referensi. Destinasi wisata ini adalah Owl Museum yang terletak tidak begitu jauh dari Penang Hill.
      Ketika kamu sudah mencapai Penang Hill, tidak ada salahnya jika kamu menyempatkan diri untuk menyambangi Owl Museum yang satu ini.
      Museum ini sangat disarankan bagi kamu yang menyukai burung hantu. Walaupun di dalamnya tidak terdapat burung hantu asli, tetapi kamu tetap dapat menikmati kunjunganmu selama berada di museum ini.
      Museum ini berukuran tidak begitu besar. Di dalamnya terdapat berbagai macam jenis artwork yang terinspirasi dari burung hantu. Di tempat ini terdapat lukisan burung hantu, patung burung hantu dan berbagai macam merchandise burung hantu.
      Biaya yang harus kamu keluarkan untuk memasuki kawasan museum ini adalah sekitar 10 ringgit untuk dewasa namun gratis untuk anak-anak.
      Begitu keluar dari museum ini, kamu dapat melihat berbagai souvenir yang berbentuk burung hantu. Selain itu, museum ini ternyata juga merupakan museum bertema art and craft burung hantu pertama yang terdapat di Asia Tenggara.
       
      Menyambangi Kek Long Si


      Kek Long Si via Penang Traveltips
       
      Masih bersemangat ingin menjelajahi Penang? Kali ini, kamu dapat mencoba untuk menjelajahi Kek Long Si yang satu ini. Kek Long Si sendiri merupakan kuil Buddha yang memiliki arsitektur yang khas dan menarik.
      Kuil ini memiliki desain yang sangat cantik dan menawan. Nah, bagi beberapa traveler yang sudah menjelajahi Penang, Kek Long Si adalah salah satu destinasi wisata yang paling direkomendasikan selama berada di Penang.
      Kek Long Si sendiri terletak di kawasan Georgetown yang juga merupakan ibukota Malaysia Utara. Lokasi tepat dari kuil ini adalah di kawasan puncak bukit Kwok San, Air Itam.
      Jika ingin memasuki kawasan kuil ini, tidak ada biaya yang dikeluarkan alias gratis. Namun, jika kamu ingin memasuki kawasan pagoda, kamu harus mengeluarkan biaya sekitar 2 ringgit.
      Kuil ini juga sangat luas dan terdapat banyak tanjakan. Namun, tenang saja karena semuanya tidak akan sia-sia karena kamu akan dapat melihat pemandangan cantik yang berada di kuil ini. Menyenangkan sekali, bukan?
      Seperti halnya kuil- kuil Buddha pada umumnya, di kuil ini terdapat banyak rupang Buddha dan rupang- rupang khas Buddhism lainnya. Rupang tersebut sangat banyak, mungkin ada ribuan.
      Nah, di sekitar kawasan kuil ini juga terdapat pohon harapan. Pohon harapan adalah sebuah pohon dimana kita dapat menggantungkan harapan-harapan kita di ranting-ranting pohon tersebut.
      Untuk dapat menggantungkan harapan di sini, kamu tinggal membeli pita harapan yang telah disediakan. Biaya yang kamu keluarkan untuk satu pita harapan adalah sekitar 1 ringgit. Sebagai contoh kamu dapat memilih pita harapan dengan tulisan “Good looking” karena mitosnya kamu akan semakin terlihat good looking setelah menggantung pita harapan tersebut.
       
      Melihat Lebih Dekat Toy Museum


      Toy Museum via Travelingape
       
      Nah, inilah dia destinasi wisata selanjutnya di Penang yang tentu saja dapat kamu masukkan ke dalam daftar destinasi wisatamu selama berada di Penang. Destinasi wisata ini adalah Toy Museum.
      Meski namanya adalah Toy Museum, tetapi museum ini bukan sepenuhnya untuk anak-anak. Kamu pun dapat mencoba untuk menyambangi destinasi wisata yang satu ini. Lokasi tepat dari museum ini adalah di Teluk Bahang.
      Di dalam museum ini, terdapat lebih dari 100.000 koleksi mainan yang dapat kamu nikmati. Di tempat ini terdapat boneka, figure, patung mainan dan masih banyak lagi lainnya. Dijamin, kamu akan merasa betah berlama-lama berada di Toy Museum yang satu ini.
      Museum ini juga masuk dalam Malaysian Book of Record dan tercatat sebagai museum mainan pertama yang terdapat di Malaysia.
      Bagi kamu yang merupakan pecinta Tim Burton (seniman sekaligus sutradara bergenre horror dan gothic), maka kamu akan sangat menyukai perjalanan wisata dalam menyambangi tempat ini. Hal ini karena kamu akan menemukan berbagai koleksi Tim Burton di tempat ini.
      Di tempat ini kamu juga dapat menemukan berbagai jenis dan genre permainan. Sebagai contoh, kamu dapat menemukan Barbie, Pirates of Carribean, Gundam, Doraemon, Dragon Ball, dan masih banyak lainnya.
      Dengan demikian, kamu pasti akan menemukan berbagai karakter favoritmu ketika kamu menyambangi tempat ini. Untuk melengkapi perjalanan wisatamu selama berada di Penang, kamu dapat menyempatkan diri untuk menyambangi tempat yang satu ini.
       
      Menyambangi Tropical Spice Garden


      Menyambangi Tropical Spice Garden via Media Timeout
       
      Kamu masih ingin menyambangi destinasi wisata lainnya yang terdapat di Penang? Nah, setelah melihat beberapa museum unik yang terdapat di Penang, kamu dapat mencoba untuk menyambangi Tropical Spice Garden yang satu ini.
      Tempat ini sangat identic dengan belajar sambil bermain. Nah, ketika kamu mulai mengeksplor tempat ini, kamu dapat melihat suasana hutan tropis yang juga dilengkapi dengan belajar mengenai tanaman-tanaman yang terdapat di tempat ini.
      Tempat ini terletak tidak begitu jauh dari Toy Museum dan masih terletak di kawasan Teluk Bahang. Untuk itu, tidak ada salahnya menyambangi destinasi wisata yang satu ini setelah menyambangi Toy Museum.
      Harga tiket masuk yang harus kamu keluarkan jika ingin memasuki Tropical Spice Garden ini adalah sekitar 26 ringgit. Sementara itu, harga tiket masuk untuk pelajar adalah 20 ringgit.
      Setelah kamu membeli tiket, kamu akan dipinjamkan sebuah remote. Remote tersebut berfungsi sebagai guide yang akan membimbing perjalananmu selama kamu mengeksplor hutan yang satu ini.
      Nah, kamu tinggal memencet tombol angka yang disesuaikan dengan tanaman-tanaman yang terdapat di hutan ini. Kamu kemudian akan mendapatkan penjelasan mengenai tanaman tersebut yang disesuaikan dengan berbagai bahasa seperti bahasa Inggris/ Mandarin/ Melayu/ Arab/ Jepang/ Jerman dan Perancis.
      Nah, walaupun tempat ini berbentuk hutan tetapi kamu juga dapat menemukan berbagai wahana wisata lain di tempat ini yang akan membuat perjalananmu menyambangi tempat ini menjadi semakin menyenangkan.
      Wahana tersebut antara lain adalah  Giant Swing (ayunan raksasa yang berada di ketinggian), ada juga mainan seluncuran yang panjang, dan semacam tea house. Di dalam tea house, kamu dapat menikmati the herbal sambil melihat pemandangan berupa hutan tropis.
       
      Mengunjungi Fort Cornwallis


      Fort Cornwallis via Tropics Holiday
       
      Selanjutnya, inilah dia destinasi wisata lainnya di Penang yang dapat kamu sambangi. Destinasi wisata ini adalah Fort Cornwallis.
      Fort Cornwallis adalah sebuah benteng kuno yang terletak di kawasan Georgetown. Untuk memasuki benteng kuno ini, kamu harus membayar tiket masuk sebesar 20 ringgit. Ketika memasuki benteng ini, kamu juga akan mendapatkan compliment berupa sebotol air mineral.
      Sebagian besar kawasan benteng ini berupa hamparan lahan yang luas namun dibentengi. Tetapi, terdapat satu keistimewaan Fort Cornwallis dimana bagian dalamnya ditata sedemikian rupa agar menjadi indah dan berfungsi sebagai taman.
      Dinding benteng ini memiliki ketinggian mencapai tiga meter. Ketika memasuki benteng ini, kamu dapat melihat berbagai benda-benda kuno yang konon sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.
      Benda-benda tersebut antara lain adalah kapel, sel penjara, daerah penyimpanan amunisi, lampu pelabuhan, tiang bendera, dan beberapa meriam. Tempat ini juga sangat cocok sekali untuk bersantai.
       
      Nah, itulah dia penjelasan mengenai serunya berwisata di Penang. Penang menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik untuk kamu sambangi, bukan?
      Happy traveling!
    • By Gempur Pranata Sumitro
      Halo pemirsa jalan2.com yang telah menginspirasi saya, saya Gempur Pranata umur sekian status masih proses cari kerja, asal Medan. Saya melakukan perjalanan ke melaka dan penang dari tanggal 30 Maret sampai 2 April 2016. Saya solo traveller. Okelah begini ceritanya, cekidot....
      Tanggal 30 Maret 2016 saya berangkat ke Kuala Lumpur via Medan menggunakan Air As*a, flight jam 19.45 malam. Tetapi berhubung kendala teknis, delay menjadi 20.25. Dan Sampai di Kuala Lumpur jam 22.25, perjalanan sekitar 1 jam. Perbedaan waktu antara Medan dan Kuala Lumpur 1 jam lebih cepat. Sampai bandara KLIA 2 saya langsung menuju konter penjualan tiket bus di Level 1. Yep, saya dapet tiket untuk ke Melaka jam 01.15 pagi dengan harga 24.10 Ringgit. Dan mau gak mau harus ngetem di bandara dulu sambil menunggu jadwal keberangkatan bus.

      Tanggal 31 Maret 2016. Okelah jadinya berangkat jam 1.30 pagi, telat 15 menit. Lama perjalanan 2 jam, sampek di Terminal Melaka pas jam 3.30 pagi. Yep, praktis sepi di Terminal. Saya memutuskan untuk cari tempat penginapan dengan menggunakan taksi dan meminta pada tukang taksi tersebut untuk mencari penginapan yang murah2. Sampailah saya di sebuah losmen2 (yang menurut pemikiran saya tempatnya bisnis esek2). Saya positive thinking aja, karena memikirkan badan dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi. Dan dengan harga 45 ringgit, saya berhasil menginap disana. Ruangannya cukup panas, hanya mengandalkan kipas angin, setidaknya ada kebaikan lain di losmen ini disamping kamar mandinya di kamar terus lokasinya yang cukup strategis dekat dengan Bangunan Merah/Stadthuys yang tersohor. Dan disinilah kemalangan saya terjadi.. Karena saya males untuk ribet sana sini mengurus tiket untuk ke Penang dan menjemput saya ke terminal lagi, saya memesannya melalui supir taksi tadi yang saya naiki. Nego harga sana sini dan dia sempat meminjam uang juga, jadilah total semuanya 195 ringgit saya bayar dimuka. Dengan janji jam 9.30 pagi saya dijemput dihotel tempat saya meninap. Dan tentunya karna sifat buruk malas saya ini, berakhirlah janji dengan taksi tersebut. Si taksi tidak kunjung datang diwaktu yang dijanjikan. Inilah pengalaman buruk yang saya alami, akibat tidak mau ribet. hehehe
      Okelah balik lagi ceritanya,,, Akhirnya saya istirahat di losmen tersebut, dan memasang alarm jam 7 pagi. Praktis saya tidak bisa tidur sama sekali dikarenakan kamar yang cukup panas dan kipas angin yang ribut. Dan akhirnya saya bangun dan bersiap2 untuk jalan ke Bangunan Merah yang dilindungi oleh UNESCO ini. Jam 7.30 pagi saya siap untuk jalan ke sana. Jarak perjalanan ke sana sekitar 2km dengan berjalan kaki, saya menggunakan G**gle maps untuk menuju kesana. Yep,, inilah World Heritage City yang menjadi ikon wisata kota Melaka...









      Yaah beginilah sudut2 kota di Bangunan Merah...
      Okelah setelah habis jalan2 di Bangunan Merah saya memutuskan untuk kembali ke losmen, karena dengan harapan dijemput sama si taksi. Saya sempat duduk2 di taman deket losmen. Dan rupanya Melaka ini mirip dengan Singapura, ada seperti sungai yang membelah kota sehingga ada kapal pengangkut orang untuk mengelilingi kota Melaka. Karena keterbatasan waktu saya tidak sempat untuk menaikinya. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Karna tau saya tidak dijemput, saya memutuskan untuk mencari taksi lain ke Terminal Melaka. Tiba di Terminal waktu sudah menunjukkan pukul 10.40 dan untungnya masih ada 1 lagi bus yang bersiap untuk pergi ke penang/Butterworth. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket dengan seharga 47 Ringgit. Liat harga dan jadwal berangkat bus bisa di www.easybook.com .Dan dimulailah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan ini dimulai...

      Berangkat jam 11.00 dan sampai 18.00. Perjalanan via bus dari Melaka ke Butterworth/Penang 7 jam. Selama diperjalanan sebenarnya cukup membosankan bagi orang yang tidak bisa tidur karena selama diperjalanan disuguhkan pemandangan yang sama kayak di Indonesia kalau perjalanan ke luar kota, bedanya jalanan 98% mulus tanpa hambatan. Tetapi karena negara Malaysia menerapkan pembatasan kecepatan, jadinya cukup lama sampai tujuan (bagi orang Indonesia tau lah... hehehe). Tetapi 4 jam perjalanan sampailah kita di kota yang bernama Ipoh, nah disini ni pemandangan jalanan mulai menarik. Pernah tonton pilem Avatar orang biru kan? yang lembah2nya terbang? Yaa sedikit banyak mirip2 lah walau gak terbang, tetapi pemandangan lembahnya cukup dahsyat untuk membunuh rasa bosan selama perjalanan. Terus ada terowongan yang membelah lembah itu juga, wih keren lah..
      Okelah lama perjalanan 7 jam sudah saya lewati dan finally saya sampai di Butterworth. Butterworth ini adalah tempat stasiun, terminal, dan pelabuhan jadi satu. Inilah yang dinamakan angkutan umum yang terintegrasi. Yep,, setelah turun dari bus saya langsung menuju ke pelabuhannya. Saya menyebrang ke pulau Penang via ferry, dan hanya cukup membayar 1.20 Ringgit saja. Perjalanan menyebrangi antar pulau ini pas 30 menit. Pas lah untuk melihat sunset (walaupun masih lama).. hehehe


      Yap akhirnya tiba di pelabuhan Penang atau disebut juga dengan Pangkalan Jety. Saya bergegas turun dan melanjutkan perjalanan ke hotel yang sudah saya pesan sebelumnya dari Agoda.com bertempat di jalan Lebuh Muntri tepatnya di Muntri House. Karena kekurangan duit saya memutuskan untuk singgah di ATM bank CIMB. Tentunya kita bisa menarik uang di ATM mana pun dan dengan ATM apa pun dengan syarat yang memilki logo VISA, MASTERCARD, maupun TOTAL dengan mata uang sesuai negara tempat kita ambil. Yep, tentunya dengan potongan lebih kurang 40rb Rupiah sekali bertransaksi. Kemudian saya melanjuti perjalanan ke Muntri House dengan berjalan kaki dengan bantun G**gle Maps, dengan menghabiskan waktu sekitar 10-15 menitan. Tiba lah saya di Muntri House. Karena saya ingin merasakan bagaimana tinggal di Dorm (1 kamar bisa lebih dari 4 hingga 8 maupun lebih tempat tidur), saya memilih dorm untuk menginap selama 2 hari. Dikarenakan saat saya pergi adalah Low Season, jadinya hari pertama saya tinggal, hanya berdua itupun orang Malaysia juga. Cukup beruntung, karena didalam pikiran saya bakalan bising dan ribut. hehehe.... Total harga yang saya keluarkan untuk 2 hari hanya 185rb Rupiah, cukup murahkan?? hehehe.... Totally Muntri House ini cukup bersih, rapi, dan cocok banget buat pecinta backpacker..

      Inilah tempat kamar saya tidur, sudah berAC dan ada kipas anginnya lagi. Cukup nyaman dengan harga yang bersahabat dan dapet breakfast juga, walau cuman roti dan teh/kopi. hehehe...
      Setelah meletakkan tas, saya melanjutkan perjalanan ke Komtar untuk mengisi perut. Jarak dari Muntri House ke Komtar dengan berjalan kaki sekitar 20 menitan, cukup jauh tapi karena kanan kiri ramai jadinya tidak bakalan merasakan kelelahan. Saya akhirnya memutuskan makan di McD*nalds tepat disamping Komtar yaitu Perangin Mall. Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam, saya memutuskan untuk kembali ke Muntri House untuk beristirahat. Betul saja, semakin malam semakin ramai di jalanan kota George Town ini. Bagi yang suka wisata kuliner dan minum2 silahkan mampir... hehehe
      Tanggal 1 April 2016. Dengan bantuan alarm, akhirnya saya terbangun juga paginya jam 07.00 pagi. Saya bergegas mandi dan kemudian sarapan. Tepat pukul 09.00 pagi saya akhirnya memutuskan untuk jalan. List saya hari ini ke Bukit Bendera dan Batu Feringghi. Yang pertama saya pergi ke Bukit Bendera dulu, karena Batu Feringghi itu pantai jadinya pas lah untuk melihat sunset. hehehe.... Okelah saya menggunakan Rapid Transit untuk menghemat biaya (sekalian belajar naik angkot. hehehe). Nomornya saya lupa, tapi saya berangkat dari komtar dengan biaya 2.70Ringgit dengan lama perjalanan kurang lebih 50 menit. Sampailah saya di Bukit Bendera, salah satu ikon wisata di Pulau Penang. Dengan membayar tiket kereta gantung seharga 30 ringgit, perjalanan sekitar 5 menit untuk ke puncaknya.







      Beginilah sudut2 di Penang hill... Sebenarnya masih banyak lagi sih, tapi karna cuaca cukup panas saya cuman bisa segini aja. Dikarenakan saya berjumpa sama nenek2 dari Indonesia juga, jadinya saya harus menjadi guide dadakan buat mereka. Dan sulit untuk mobilitas kesana kemari.. hehehe (Hormati orang tua coy!)
      Oke, jam 13.00 saya memutuskan untuk menyudahi perjalanan di Penang Hill atau Bukit Bendera ini. Dengan memutuskan naik Rapid lagi, saya kembali ke Komtar  dengan biaya yang sama yaitu 2.70Ringgit. Kenapa semua2nya di Komtar? Karena disinilah pusat dari angkutan umum di Pulau Penang. Setelah kembali ke Komtar, saya memutuskan untuk ke Gurney Plaza buat makan siang sebelum ke Batu Feringghi. Naik Rapid kalau tidak salah 2 Ringgit saja. Setelah sampai dan menunaikan apa yang diwajibkan si perut, saya melanjutkan perjalanan ke Batu Feringghi menggunakan Rapid dengan membayar 2 Ringgit lagi. Patokan buat berhenti disini adalah simpang 3 Petronas yang ada McD*nalds nya, karena disini pusat dari Batu Feringghi dan Night Market yang cukup terkenal itu. Sekitar jam 16.00 saya telah sampai di Batu Feringghi, langsung saja  saya menuju ke pantainya coy! Sebelum masuk kita disuguhkan tempat orang menjajakan jualannya (baju, souvenir, dan perlengkapan untuk berenang), baru kita sampai di pantainya. Inilah Batu Feringghi... Wohooo.......!!!!


      Katanya pasir putih, tapi kenyataannya enggak. Tapi cukup lembut untuk dipijak. Disini kalo mau mandi2, berjemur, maupun watersport bisalah. Tapi saya lebih memilih pijit reflexy dulu sebelum nyebur. hehehe.... Dengan membayar 30 Ringgit untuk 30 menit, kaki pun siap digerayangin untuk mendapatkan sentuhan keenakan. hehehe... Karena sudah jauh2 datang kemari, rugi rasanya tidak merasakan air laut dari Batu Feringghi ini. Yep, tanpa pikir panjang saya membeli celana pendek dan daleman dengan rincian celana pendek 10 Ringgit dan daleman 5 Ringgit. Saya tidak peduli lagi deh tawar menawar harga, yang penting ada basahan buat merasakan air laut disini. hehehe
      Akhirnya setelah bermain air dan melihat sunset, saya bergegas mandi dan bersiap untuk pulang. Oyaa...di pantai ini ada jam operasionalnya, dari sekitar jam 07.30 hingga jam 19.30. Dan juga kalo mau buang air dikenakan biaya 20 cent, kalau mandi 1 Ringgit. Okelah saya bergegas kembali ke Komtar dengan biaya sekitar 3.20 Ringgit. Dan langsung Go...........balik ke Muntri House buat istirahat.
      Tanggal 2 April 2016 Hari terakhir saya di Penang. Saya memulai perjalanan pukul 09.00 pagi. Tempat pertama saya kunjungi adalah Museum Negeri Penang. Dengan biaya masuk cuman 1 Ringgit aja, cukup untuk ngadem dengan panasnya suhu di Penang. Disini kita bisa melihat dan membaca apa yang sudah Pulau Penang alamin dari pertama kali dibentuk hingga sekarang.
       


      Setelah muter-muter di Museum Penang saya menuju Museum 3D yang tidak terlalu jauh dari situ. Dengan membayar 25 Ringgit bagi foreigner, kita dimanjakan dengan lukisan yang berbentuk 3D (gak ubahnya dengan yang di Yogyakarta, dan lebih keren pun). Dan kalo untuk pergi sendiri pun kita dimudahkan dengan crew2nya yang bersedia untuk memfoto kita, dan ini sangat membantu untuk solo traveller seperti saya. hehehe


      Setelah puas menikmati gambar2nya, saya menuju Fort Cornwallis yang tersohor itu. Dengan biaya masuk seharga 20 Ringgit, kita dapat menjelajahinya. Didalamnya terdapat gereja kecil, ruang tahanan, dan meriam2.




      Kebetulan disamping Fort Cornwallis terdapat lapangan dan taman yang cukup luas, dan di depannya langsung berhadapan dengan laut lepas. Cocok buat orang untuk menggalau dan menenangkan pikiran. hehehe.... Dan disini juga terdapat Tugu Peringatan.



      Pas lah jam 12.00 siang saya muter2 di pusatnya kota George Town ini, selanjutnya saya mencari tempat untuk makan siang di deket daerah Komtar. Nama restorannya kalau tidak salah ada Mustafa nya, dan ini cukup pas lah buat perut orang Indonesia. Nasi pakei ayam tambah kuah kari seharga 7 Ringgit dan ditambah jus mangga seharga 5 Ringgit. Walaupun ukuran backpackeran lumayan mahal tapi terpuaskan dengan ukuran ayam dan banyaknya nasi yang di dapat. Setelah urusan lambung sudah beres, saya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki lagi ke Penang Town Square. Nah kali ini saya ingin mengeksplor mall2 yang terdapat di seputaran George Town. Disini terdapat robot Optimus dan Bubble Bee yang terbuat dari besi, pas lah buat anak2 yang menyukai dengan Transformers.

      Sebenarnya setiap mall ya isinya sama aja, tapi karna saya penasaran makanya saya mau mengeksplor mall yang ada disini. Setelah dari Penang Time Square saya menuju 1st Avenue, dan ini dekat juga dengan Komtar, sebelahan juga pun. hehehe... Karena mall ini terintegrasi dengan Komtar, dilantai 3 nya kita bisa menyebrang dekat terminalnya. Kejutan pun menghampiri, tanpa disangka2 setelah saya menyebrang dan turun 1 lantai terapat Museum Komik Asia. Binggo!! Tanpa pikir panjang, saya langsung masuk ke Museum baru ini. Dengan membayar tiket seharga 20 Ringgit, kita disuguhkan dengan berbagai sejarah komik se-Asia termasuk Indonesia dan juga sketsa2 pembuatan komik. Dan juga terdapat gambar 3D dan miniatur gitu.


      Setelah puas menikmati sejarah komik, akhirnya saya memutuskan untuk ke Queensbay Mall sambil menunggu pesawat untuk balik ke Medan. Dengan menaiki Rapid dari Komtar, saya harus membayar 3 Ringgit kalau tidak salah. Dan sampailah di Queensbay Mall, salah satu mall terbesar di Pulau Penang. Setelah menjelajahi Queensbay Mall saya bersiap untuk ke Bandar Udara Bayan Lepas dengan naik Rapid nomor 401A, cukup membayar 2.20 Ringgit kalau tidak salah. Maap ya kebanyakan lupa nomor Rapid. hehehe...
      Tips untuk yang Solo Traveller ke luar negri:
      1. Persiapkan rencana dengan matang. (Padahal saya mendadak, 3 jam mau pergi baru beli tiket, referensi tempat tujuan cuman dari internet. hahaha ------> jangan ditiru)
      2. Persiapkan duit cash darurat bila terjadi urgent. (Kalau kita sudah melewati imigrasi, kita tidak boleh lagi ijin untuk keluar mencari ATM. Karena kita sudah dianggap keluar dari Indonesia ----> pengalaman baru ngerasain. hahaha)
      3. Jangan males. (ini paling penting, karena saya sudah ketipu. Pengalaman yang mahal. hehehe)
      4. Bus keluar kota di Malaysia, tidak ada yang namanya toilet. Jadi sebelum naik bus, persiapkan diri untuk menahan buang air. Karena pemberhentian bus cuman setiap 1 setengah jam sekali.
      5. Jika menggunakan Rapid, banyak2 bawa duit pecahan 1 Rinngit beserta koinnya. Dikarenakan tidak ada kembalian.
      6. Jangan malu bertanya dan juga jangan sombong. (Karena saya banyak bicara, jadinya sekarang saya memiliki teman baru 1 di Melaka dan 1 di Kuala Lumpur)
      Yaa beginilah cerita saya yang bisa saya sharing ke teman2 jalan2.com. Ini adalah tulisan pertama saya, dimohon kritik dan saran agar ke depannya saya dapat menulis lebih baik lagi. Salam Jalan2ers.com!
      Ijin narsis yaa.... hehehe



    • By Rennysu
      Halo semuanya, kali ini saya mencoba sedikit bercerita mengenai  travelling  bersama 2 teman saya ke Penang 7 – 10 November 2015.
      Tiket Air Asia PP Sby-Penang-Sby @1,277,000 IDR (sudah termasuk tax fee cc). Berangkat tanpa bagasi, pulang beli bagasi 15kg seharga 150,000 IDR. Semua pemesanan melalui web resmi Air Asia.
      Hostel selama  4 hari 3 malam di Penang kami memilih di pusat kota, yaitu di George Town. Lebih tepatnya di Lebuh Chulia street, namanya Siok Hostel. Kami memilih hostel ini karena lokasinya yang sangat strategis, dan harganya termasuk terjangkau dengan desain interiornya yang sangat kami sukai. Belum lagi banyaknya keuntungan jika menginap di sini, dekat dengan bus stop (kira-kira 100 meter dari hostel), dekat dengan nasi kandar Line Clear 24 jam open, dekat dengan Chowrasta Market (kira-kira 250 meter dari hostel), dekat Subway (persis di samping hostel), dekat dengan beberapa tujuan wisata. Benar-benar istimewa, hanya satu yang disayangkan. Karena letaknya persis di Main Road, maka terasa a little bit noisy pada malam hari menjelang paginya. Tapi jangan khawatir, sebab Siok hostel menyediakan free ear plug untuk meredam kebisingan selama kita tidur. Service staffnya sangat bagus, saya pasti kembali ke sini jika suatu saat travelling lagi di Penang..












       
      Lets go, The First Day November  7, 2015 :
      Menuju bandara Juanda menunggu Flight pukul 12.55, landing dengan selamat pada pukul 16.45 di Penang Internasional Airport Teluk Bayan Lepas. Sesampai di airport Penang, langsung mencari map Penang dan george town. Lokasi lemari Mapnya ada di dekat pintu keluar airport. Setelah itu kami langsung keluar Airport dan mencari Terminal Bus Rapid Penang, mudah sekali menemukannya. Letaknya persis di depan airport Arrival Halls, sangat dekat (bagi yang suka travelling bawa koper jangan khawatir karena dekat skali terminal bus dengan airportnya cukup jalan beberapa langkah saja).
      Bertanyalah pada petugas di Terminal Bus nya (petugasnya menggunakan seragam orange), ke mana tujuan kalian sebutkan saja nanti petugasnya akan memberitahu Bus no berapa yang sejalur dengan tujuan kita. Sekarang disediakan Bus AT (Airport Transfer), maksudnya bisa langsung menuju jalan yang akan kita tuju dengan biaya sama seperti bus yang lain. Biaya naik Bus tergantung jarak yang kita tempuh, jika jaraknya kurang lebih 7km @1.4 RM,  jarak 7km lebih hingga 15km @2 RM, jarak 15km hingga 22km @2.7 RM. Skali lagi mohon diingat, driver bus nya tidak memberikan kembalian uang. Sediakan uang PAS setiap kali naik Bus Rapid Penang ya. Caranya cukup naik Bus dengan no bus yang sesuai jalur kalian, lalu sebut ke driver mau ke tujuan mana dan driver akan memberikan karcis sesuai harga jarak yang akan ditempuh.
      Perjalanan naik Bus dari airport Penang ke George Town memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kami turun tepat di Lebuh Chulia, dan hanya jalan 250 meter kira-kira menuju ke Siok Hostel yang lokasinya persis di ujung jalan antara Penang Road dan Lebuh Chulia.
      Sampai di Siok Hostel, kami langsung Check In menaruh koper dan langsung ke tujuan hari pertama. Karena waktu sudah mulai petang sekitar pukul 19.00, kami bergegas menuju ke Gurney Drive yaitu Hawker food untuk dinner dan wisata kuliner. Dari hostel kami hanya berjalan 100 meter di Penang  Road  menuju bus stop terdekat, mencari Bus no 101 ke arah Gurney Drive. Bila tidak yakin apakah bus tsb sejalur, jangan lupa selalu bertanya ke driver bus sebelum memasukkan uang ke mesin bus nya ya!
      Turun di bus stop dekat dengan Gurney Plaza dan Gurney Paragon, kami berjalan menuju depan Gurney Plaza. Letak Gurney Drive tepat di depan samping Gurney Plaza, bertanyalah pada orang di sekitar bila ragu, mereka semua sangat ramah menjawab arah tujuan kita. Di Gurney Drive banyak makanan khas Penang dan semuanya hawker food, harga sangat terjangkau. Saat yang tepat untuk wisata kuliner di sini. Karena saya suka buah, saya memilih mencoba Rojak dan coconut Thai. Teman saya Linda mencoba Char kwe tiaow, teman saya satunya Nike mencoba wan tan mie (mie kuah). Dan diantara semua yang kita makan, saya pribadi menyukai rojak nya. Ada satu buah yang rasanya mirip pencit atau mangga muda tapi bentuk buahnya jauh lebih kecil dari mangga. Kecut asam skali, tapi begitu di kombinasikan dengan bumbu rojaknya sangat pas. Bikin nagih deh hehe… minuman coconut thai nya juga sangat segar, tanpa gula katanya tapi rasa air kelapanya manis..
      Rojak  4 RM, Coconut Thai 5 RM, Char Kwe Tiaow 6.5 RM, Wan tan Mie 5 RM.




      Karena sudah larut malam dan hujan gerimis mendatangi gurney drive, kami langsung bergegas kembali ke hostel. Kami kembali ke Halte Bus yang tadi kami turun, no Bus yang sama 101 arah menuju Komtar tapi kami turunnya di Halte Bus Penang Road lalu berjalan menuju Hostel..
       
       
      The Second Day November 8, 2015  :
      Bersiap-siap mandi & breakfast  di hostel, lalu segera berburu Street Art di sekitar George town. Di Hostel jangan lupa untuk mengambil George town walking map atau Marking George Town, untuk mempermudah mengetahui letak street art. Karena letaknya tidak di satu lokasi, namun agak terpisah di beberapa lorong jalan. Lihat saja di Map, kalian akan menemukannya dengan mudah. Sedikit saran, jika ingin mempersingkat waktu kalian bisa menyewa sepeda ontel di sekitar Lebuh Chulia atau Love Lane. Persewaan sepeda paling murah di sekitar jalan tsb, sekitar 20 – 35 RM per sepeda nya. Suatu kesalahan yang kami lakukan dengan sok pedenya merasa kuat berjalan kaki. Sampai di tengah perjalanan baru terasa, kaki mulai pegal dan disertai terik panasnya Pulau Penang hahaha… tapi sudah di sekitar lokasi street art, kalau mau sewa sepeda sudah terlambat bagi kami. Jadi kalau mau sewa, lebih baik di jalan yang tadi ya. Selain lebih murah, lokasinya kan juga dekat dengan penginapan. Balikin sepedanya enak, tidak perlu jalan jauh lagi..


















       
      Karena cuaca penang saat itu lumayan Hot, tergoda dengan Stand Hawker Ice Cendhol dan Ice Kachang. Kami mencoba nya masing-masing dengan harga @3.5 RM, murah sekali porsinya banyak dan rasanya mantap. Lokasi standnya di Lebuh Armenian, yang jual sepasang suami istri. Recommended guys.



      Berjalan kaki sangat banyak membuang waktu, seharusnya kami menuju ke Up Side Down Museum tetapi karena kendala waktu terbatas dan mendung mulai menghampiri maka kami skip. Kami terus berjalan menuju Chew Jetty, tidak naik bus tapi tetap berjalan kaki.. bayangkan pegalnya kaki ini, udah mau teriak karena lapar dan haus T_T… sampai di jalan apa saya dan teman-teman sudah agak kebingungan, bergegas mencari tempat makan disekitarnya tanpa pikir panjang ada sebuah kafe namanya Kopitan, agak ragu sebenarnya takut mahal dan takut tidak enak juga rasanya.. tetapi semuanya sirna setelah pesanan makanan kami mendarat di meja makan hahaha… letaknya di Jalan Logan, dekat dengan gedung gedung tinggi seperti Bank dll.. sangat rekomended, apalagi ac nya kencang skali. Dingin sejuk setelah kepanasan dan kelaparan, masuk di kafe ini sangat lega rasanya hahaha…
      Sweet & Sour Fish 12.9 RM – Fried Rice 7 RM – Hainan chicken with mee 10 RM
      Semuanya enakkk, rekomended terutama fried rice nya sama sweet & sour fish nya yahuddd…



       
      Perut udah kenyang kita kembali dengan smangat berjalan kaki menuju Chew Jetty, kenapa jalan kaki lagi? Karena kita udah nanya ke pegawai kafe, jetty udah dekat dari sana berjalan 10-15 menit sampai. Jadi kami putuskan jalan kaki saja, sekaligus bisa foto- foto di antara bangunan tinggi sekitarnya..
      Sampai di jetty kita bertanya ke beberapa orang, clan jetty di sana berjejer. Tapi yang paling bagus paling tenar namanya Chew Jetty. Pemandangannya paling bagus, dan perkampungannya paling unik kalau buat foto-foto TOP banget.. Di sini terdapat beberapa rumah toko yang menjual souvenir Penang, Kopi, ice juice dan ice coconut.. yang paling menarik perhatianku adalah toko penjual juice, namanya Juicilious. Tokonya cantik, penuh payung kecil berwarna, dan berwarna warni. Spot foto yang tidak boleh terlewatkan. Sedikit haus, saya membeli coconut water seharga 3.5 RM per gelasnya. Tidak lama kemudian mendung nya berubah jadi gerimis, sedih nya tidak bisa foto lebih lama karena hujan mulai datang.. buru-buru kami mengeluarkan jas hujan dan berjalan menuju terminal bus di dekat sana, dekat pelabuhan Weld Quay (namanya Terminal Weld Quay). Kita tak lupa selalu bertanya ke petugas di terminal, bus no berapa yang sejalur dengan arah ke Komtar (Komtar adalah gedung tinggi pusat teriminal Bus di george town samping nya berjejer beberapa Mall, semua bus akan berhenti di Komtar terminal). Kembali ke Komtar, karena hujan kami putuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Komtar di area Mallnya… agak larut malam kami kembali ke Hostel..






      To Be Continue...