Tira_dhis

State Visit Japan Nov 20 - Dec 5, 2013

45 posts in this topic

Hallo Everybody !!!  :senyum

Akhirnya setelah beberapa jam istirahat karena kelelahan sekali, Saya bisa memberikan Reportase untuk para Jalaners-Jalaners sekalian. Judulnya Saya buat agak gimana gitu biar pada banyak yang membaca. Apalagi buat para Jalaners-Jalaners yang ingin pergi ke Jepang. Saya cuman mau berkata bahwa "berpikirlah seakan-akan Kita tak akan mengunjunginya lagi. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin selama masih bisa di lakukan". Lambat laun Jalaners-Jalaners akan mengerti maksudnya.

 

Oke Saya ke Jepang ada 1 tujuan pertama kali. Yaitu untuk refreshing. Namun ternyata ada tujuan tambahan yang di berikan oleh salah satu Rumah Sakit di mana Saya bernaung untuk menghadiri sebuah Konfrensi di Tokyo University. Alkisah Saya ke Jepang di mulai ketika Saya makan bersama Teman Saya di Pizza Hut. Ngobrol ngalur-ngidul sampai terceletuk kata "kemana nih Kita liburan ini ?" Ternyata Teman Saya ingin menyusul Kakaknya ke Belanda sedangkan Saya masih pikir-pikir. Lalu Teman Saya ini menyebut Jepang dan Korea Selatan.

 

Kenapa Jepang ? Karena Teman Saya sudah pernah ke Jepang untuk suatu Konfrensi juga. Cuman bedanya Dia 10 hari Saya 15 hari. Dan Dia bedanya tidak banyak menjelajah sedangkan Saya banyak sekali menjelajah. Lalu kenapa Korea Selatan ? Kebetulan Kami berdua suka Running Man. Jadi Dia bilang kalau misal Saya ke Korea dan ternyata bagus, Tahun depan Dia yang pergi kesana. Singkat cerita akhirnya Saya memutuskan untuk ke Jepang. Langsunglah Saya minta tolong Teman Saya untuk mengurusi keberangkatan. Mulai Visa dan pernak-perniknya.

 

Pertengahan Oktober ternyata Rumah Sakit di mana Saya bernaung memilih Saya dan beberapa Teman Saya untuk menjadi wakil Indonesia dalam sebuah Kofrensi di Tokyo University yang Saya sebutkan tadi. Berhubung Konfrensinya cuman 22-24 November 2013 jadi Saya akan di pesanin tiket tanggal 20 November untuk pergi dan pulang 25 November. Berhubung Saya sudah mesen Tiket Air Asia PP untuk pergi 20 November dan pulang 5 Desember, maka Saya memohon untuk mengganti uang yang pergi yang sudah Saya keluarkan. Dan Alhamdulillah akhirnya di ganti.

 

Singkat cerita menjelang keberangkatan Saya sibuk membaca FR-FR Jalaners-Jalaners di Jalan2.Com mengenai Jepang. Dan Saya sudah ada target mau kemana aja. Akhirnya tanggal 19 November malam, Saya dan Teman-Teman tiba di Soekarno-Hatta Internasional Airport.  Kami menunggu sambil ngenet, bbman terus muterin bandara Terminal 3, makan dan juga tidur sejenak. Dan tanggal serta hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 20 November 2013 Saya dan beberapa Teman akan berangkat ke Jepang. Niat sendiri jadi rame-rame. Dan itu seru banget.

 

Oh ya sebelumnya Pesawat Saya itu di bayarinnya Garuda Indonesia. Berhubung Saya minta di ganti uang saku pembelian perginya via Pesawat Air Asia. Jadi akhirnya semua naik Air Asia. Berhubung Saya sudah check in via web jadinya sebelum mengetahui kalau ada tugas Negara jadi Saya duduk misah dengan Teman-Teman. Untungnya Teman-Teman Saya gak komplain. Menurut Mereka enak juga transit di Malaysia 5 jam. Bisa muter-muter. Tak di sangka, Saya di Pesawat dari Jakarta menuju Kuala Lumpur duduk sendirian. Selama 2 jam Saya membaca buku dan tidur.

 

Tak terasa tibalah Saya di Kuala Lumpur Internasional Airport di singkat KLIA. 5 Jam di sana ngapain aja ? Banyak yang bisa di kerjakan. Apalagi Saya hobi foto via Android. Ya jelas foto-foto  :ngakak . Selain foto-foto, Saya juga mencoba Nasi Lemak (pertama kali makan Nasi Lemak di Negaranya langsung) dan ngopi di salah satu Restoran (lupa namanya). Sisanya ya istirahat, baca buku dsb. Tibalah Saya pukul 14.45 WMS (waktu Malaysia) atau 13.45 WIB bertolak menuju Haneda, Tokyo, Jepang. Di dalam Pesawat Saya duduk dengan 2 Orang Thailand. Agak boring juga sampai jam 23.00 WJP (waktu Jepang) atau 21.00 WIB duduk di pinggir gak deket jendela.

 

Salah satu Orang Thailand yang di dekat jendela mengeluarkan Kamera laras panjangnya untuk memotret sayap Pesawat dan awaners-awaners. :terbang Selama menanti ketibaan di Bandara Haneda, Jepang, kebetulan Orang Thailand samping Saya persis ngeluarin Laptopnya buat nonton film. Berhubung lebih kurang Saya juga suka Film Thailand ya jadi ikutan nonton deh. Setelah filmnya abis kemudian Saya tidur. Oh ya Saya juga memfoto beberapa kegiatan di dalam Pesawat. Singkat cerita tibalah Saya di Haneda International Airport, Japan. Pas keluar dari Pesawat menuju Bus untuk mengantar para Penumpang ke ruang kedatangan, udara dingin seperti kulkas bahkan kulkas aja kalah udara dinginnya, menusuk sampai tulang sumsum.  :ngakak

 

Buru-buru deh sweeter, sarung tangan, topi kupluk dan juga syal di pakai. Tiba di Bandara, ada pemeriksaan paspor. Di pemeriksaan Paspor ini, pulpen Saya di pinjam Orang USA. Pas Dia lagi nulis kertas dari Kementerian Luar Negeri Jepang, Saya sudah maju buat di periksa. Berhubung udah ngantuk dan juga ternyata tas si Bapak USA di geledah Polisi Jepang jadi ya Saya mengikhlaskan pulpen Saya. Yang punya belom ke Amerika, malah pulpennya duluan ke sana.

 

Dari Bandara, Saya misah dengan rombongan. Kebetulan Teman Saya menjemput. Saya langsung naik Kereta menuju tempat tinggal Saya di Jepang. Hari kedua di Jepang, Saya kemudian mencoba memulai menjelajah Jepang dengan menuju ke Odaiba. Pulau buatan yang adanya di selat Tokyo. Odaiba Kotanya masih banyak lahan kosong dan juga bagus. Suasananya juga nyaman dan tentram. Di Odaiba, Saya menuju Mall Odaiba Island di mana di Mall tersebut terdapat Museum Lilin terkenal di Dunia, Madame Tussauds. Itu pertama kalinya Saya ke Museum Madam Tussauds.

 

Puas jeprat-jepret, gak di sangka udah hampir gelap langitnya, Saya kemudian melanjutkan ke Museum Trick of Art yang satu lokasi dengan Museum Madame Tussauds. Ke Odaiba, Saya naik Kereta dari Shibuya menuju Stasiun Tokyo Teleport. Pokoknya sebelum Saya pergi, Saya selalu mencapture peta dari Google Maps. Sebelum Saya balik ke Shibuya, di Stasiun Tokyo Teleport, Saya mengisi Kartu Suica Saya. Kartu Suica ini di berikan Teman Saya ketika Saya baru tiba di Jepang. Hari kedua Saya habiskan di Odaiba. Bodohnya Saya, Saya lupa ke Patung Liberty sama Patung Gundam yang ada di Odaiba juga. Ya wassalam deh.

 

Nah hari Jum'atnya Saya dan rombongan menuju KBRI untuk bertemu Pak Luthfi sang Duta Besar. Namun ternyata Saya hanya bertemu Atase KBRInya aja. Usai Jum'atan, Saya dan rombangan dengan Bus segera menuju Tokyo University karena acara resmi Konfrensi di Tokyo University segera di mulai pukul 15.30 WJP. Sebelumnya Saya menyempatkan untuk foto-foto di depan Universitas yang katanya terbaik di Dunia. Sayangnya di dalam aula no camera. Jadi sorry. Sampai tanggal 24 gak ada kegiatan seru selain Konfrensi dan Konfrensi. Dan Senin 25 November seusai Teman-Teman Saya pulang, kembali Saya menjelajah Jepang. (to be continue)

 

post-17560-0-25540500-1386588795_thumb.j

(Di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3)

 

post-17560-0-47326900-1386589164_thumb.j

(Selamat Sampai Malaysia)

 

post-17560-0-91941700-1386588913_thumb.j

(Nasi Lemak)

 

post-17560-0-93949500-1386589027_thumb.j

(Kopi di Salah Satu Restoran di Malaysia)

 

post-17560-0-04361000-1386589360_thumb.j

(Ready to Japan)

 

post-17560-0-30953800-1386589463_thumb.j

(Suasana di Pesawat Air Asia)

 

post-17560-0-77919000-1386589531_thumb.j

(Kalau Gak Salah Sejam Lagi Mau Mendarat di Haneda Deh Nih di Ambilnya)

 

post-17560-0-78557800-1386589662_thumb.j

(Udah di Jepang. Papan Kedatangan dan Peta Kereta di Jepang)

 

post-17560-0-25404000-1386590009_thumb.j

(Mau ke Odaiba)

 

post-17560-0-76544700-1386590132_thumb.j

(Ini Keretanya. Mirip KRL Jabotabek Tapi Cepet Banget)

 

post-17560-0-44077700-1386590420_thumb.j

(Kincir Odaiba)

 

post-17560-0-43488100-1386590554_thumb.j

(Kota Odaiba)

 

post-17560-0-76860100-1386590688_thumb.j

(Madame Tussauds di Mall Odaiba Islands)

 

post-17560-0-25970500-1386590801_thumb.j

(Madame Tussauds)

 

post-17560-0-92966100-1386590910_thumb.j

(Bersama Johnny Depp)

 

post-17560-0-22548700-1386591726_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-11759100-1386591832_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-04846500-1386591952_thumb.j

(Bersama Putri Diana)

 

post-17560-0-19288100-1386592088_thumb.j

(Bersama Presiden Barrack Obama)

 

post-17560-0-32473400-1386592820_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-02253900-1386592926_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-10826300-1386593212_thumb.j

(Tokyo University)

 

post-17560-0-03967300-1386593318_thumb.j

(Hall Tempat Acara di Tokyo University)

 

post-17560-0-92671500-1386593462_thumb.j

(Sepeda Berjejer Rapi di Tokyo University)

 

post-17560-0-89193400-1386593491_thumb.j

(Lihatlah Apartemen Itu, Itulah Tempat Saya Menginap)

 

post-17560-0-44513900-1386593515_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

 

post-17560-0-95280400-1386593537_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjutannya Jalaners !!!

 

Setelah dari Odaiba, Saya kemudian jalan-jalan ke Shibuya. Itu loh yang katanya New Yorknya Jepang. Yang unik dari Shibuya, sebenernya bukan Shibuya aja sih tapi tepatnya Jepang. Di situ ada lampu merah dan hijau buat pejalan kaki. Dan Mereka sangat mematuhi itu. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan Bangsa sendiri, kalau di Indonesia dan ini kenyataan asli di depan mata Saya. Di situ udah tau lampu merah buat pejalan kaki. Tetep aja melenggang kangkung. Yah susah sih emang. Saya hampir lebih dari 10 kali ke Shibuya. Bukan buat jalan-jalan tapi karena Stasiun Shibuya menjadi tempat atau pusat perpindahan dari berbagai jurusan atau line.

 

Kalau mau ke Rumah Saya dari Shibuya cari Den-en-Toshi Line, kalau mau ke KBRI, cari Yamanote Line, kalau mau ke Odaiba cari aja Saikyo Line. Pokoknya banyak deh itu di Shibuya berbagai macam Line. Balik ke Perempatan atau Zebra Cross Shibuya, kalau dari lantai atas seperti misal ketika Saya Starbucksan di Mall yang viewnya ke jalan raya. Itu Orang yang sedang mengantri buat nyebrang posisinya bagus banget. Dan ketika nyebrang itu kayak semut yang mau mengerubuti gula. Ada kok fotonya. Di Shibuya Saya paling ke Patung terkenal yang Filmnya sempat Saya tonton jaman SMA. Ya siapa lagi kalau bukan Hachiko. Hachiko selalu ramai bagi para Turis yang berkunjung ke Shibuya. Di Shibuya, Saya juga jalan-jalan ke Tokyu Mall. Di sana banyak beraneka macam makanan. Ada spot khusus buat beraneka macam makanan, namanya Food Show. Saya sempat beli 2 Tofu yang rasanya enak banget. Hehehe....

 

Hari berikutnya, 26 November Saya mengunjungi Kaisar di Imperial Palace, Tokyo. Untuk menuju Chiyoda, nama Daerah di mana Istana Kaisar berada dari Rumah Saya memang agak jauh. Makanya Saya berangkat pagi-pagi menuju Chiyoda. Sesampainya di Stasiun Tokyo, kekaguman akan Stasiun itu mulai merasuk ke sukma. Hahaha.... Gaya klasik yang di tampilkan begitu bagus sampai Saya harus mengabadikannya. Sayang kalau gak di abadikan, apalagi untuk Jalaners-Jalaners yang mau ke Jepang. Saya juga menyempatkan berfoto di depan Stasiunnya. Jadi ada yang unik dari jalanan di depan Stasiun Tokyo. Banyak palang-palang pembatas yang di tujukkan untuk pejalan kaki dan juga para Taksi-Taksi yang menunggu Penumpang. Puas foto di depan Stasiun kemudian Saya berjalan menuju konblok panjang yang mengarah ke Imperial Palace. Di konblok panjang ini ada pemandangan pohon-pohon yang indah. Banyak juga yang beristirahat untuk makan, minum dan menikmati dinginnya Kota Tokyo.

 

Akhirnya sampailah Saya di depan Istana Kaisar. Berhubung bukan ulang tahun Kaisar dan juga Tahun Baru jadi tidak ada acara di Istana yang di buka untuk umum. Wal hasil Saya berfoto-foto di depannya aja. Saya ke Imperial Palace sebanyak 2 kali dan beda hari. Karena Saya belum puas buat foto-foto. Hahaha.... Halaman depan Imperial Palace ini sangat luas dengan di tumbuhi berbagai macam pepohonan. Hamparan pasir berbatu pun terdapat di depan Istana. Gedung-Gedung tinggi menjulang menjadi kontra dengan arsitektur kuno Istana Kaisar. Pokoknya indah banget deh. Saya doain Jalaners-Jalaners banyak rejeki buat ke Jepang. Setelah puas di Istana Kaisar, Saya kemudian menuju Taman yang persis di samping depan Istana Kaisar.

 

Di Taman ini banyak Orang berdasi dan juga Ibu-Ibu yang membawa dorongan Bayi tentunya ada Bayinya yang entah sekedar duduk sambil makan atau menyuapi Bayinya atau bahkan tidur pulas sambil ngorok. Banyak juga Bus-Bus Turis yang terparkir di pinggir Taman. Biasanya Mereka hendak menuju Istana Kaisar. Ada juga berbagai Vinding Machine tersebar di Taman itu. Di Taman tersebut ada Patung Pahlawan Jepang bernama Kusunoki Masashige. Patung itu pun di serbu Turis unutk berfoto. Termasuk Saya. Hahaha.... Puas di Taman Saya kemudian melanjutkan untuk pulang ke Rumah. Berhubung hari mulai gelap. Sebenarnya sih gak ada masalah pulang malam tapi cuaca makin dingin. Oh ya tips saat musim dingin di Jepang, Jalaners kan pada pakai baju Long John terus Sweeter terus Jaket tebel terus sarung tangan bahkan ada yang pakai kupluk kaya Saya. Nah sebelum naik Kereta, bagi Jalaners yang menggunakan Kereta. Harap seperti Jaket dan kupluk serta sarung tangan di lepas dulu.

 

Karena kalau gak bakal kepanasan luar biasa. Kemringet bahasa Jawanya. Emang sih di luar dingin banget tapi di dalam Kereta kalau masih pakai pakaian penghangat tubuh. Jatuhnya malah SPA gratis. Hehehe.... Kisah nyata Saya soalnya. Oh ya di Kereta banyak banget iklan. Baik iklan biasa hingga luar biasa. Misal iklan biasa tuh seperti iklan kursus, minuman atau sepatu. Iklan luar biasanya yaitu Majalah Porno. Jadi ya jangan heran. Kemudian harus kuat-kuat iman. Karena Wanita-Wanita di sana walau dingin tetap roknya pendek-pendek. Bahkan cuman nutupin daging bokong. Ya biasain aja. Hehe... Gak tau deh kalau musim panas. Bisa-bisa cuman CD doang kali. Lanjut setelah di Taman, Saya kemudian menuju Stasiun Tokyo lewat jalur lain. Saya melewati Mall dan Perkantoran yang ada di Tokyo. Nah kebetulan Saya menemukan Pohon Natal yang unik.

 

Foto Natal itu bertemakan Winnie The Pooh. Ya udah tak mau ketinggalan kesempatan, Saya pun mengabadikan Pohon Natal tersebut dan tentunya Saya berfoto bersama Pohon Natal Madu itu. Sebelum naik Kereta Saya makan di salah satu Restoran. Ya makan kentang dan Ayam. Abis kayak Mc Donald's di Jepang cuman pakai Kentang. Gak ada Nasi. Sedangkan Gue Orang Indonesia yang gak ada Nasi gak kenyang. Wal hasil nambah deh tuh makanan. Keesokkan harinya Saya keluar Rumah setelah Shalat Dzuhur. Tujuan Saya ke tempat terbentuknya Girlband terkenal di Jepang, Akihabara. Walau Saya gak begitu tau dan suka tapi gak ada salahnya Saya mejeng di Cafenya. Hahaha...

 

Pas Saya tiba di Akihabara, Saya langsung bertanya ke Petugas, "Permisi, di mana sih AKB 48 ?" Dan Petugas menjawab "Di Sana" Langsung Saya menuju tempat yang ternyata ramenya bukan main. Saya gak tau Mereka ngantri apa yang jelas antriannya panjang. Di tengah-tengah Orang mengantri, Saya berfoto dengan latar belakang AKB 48. Saya juga mengabadikan momen antrian dari Akihabara Bridge. Dari Akihabara menjelang malam, Saya penasaran dengan Harajuku Style. Jadilah Saya menuju ke Harajuku. Pas sampai di sana ternyata ekspektasi Saya mengenai Harajuku tuh salah. Kirain Saya selama perjalanan, Harajuku tuh tempatnya gede dan banyak menjual pakaian-pakaian Harajuku itu. Ternyata pas melihat langsung, Harajuku tuh hanya sebuah gang kecil yang banyak berjubel Orang serta pertokoan.

 

Di Harajuku berhubung laper jadilah Saya membeli Mc Donald's. Lumayan kenyang sih. Tapi ada tragedi di Harajuku. Pasca makan, Saya mules. Ribet kalau mules di jalan. Bayangin, Saya pakai Jaket tebel terus Saya pakai celana dobel, sepatu tali, kaos kaki terus sweeter. Ah ribet deh. Pokoknya habis melegakan perut Saya kembali ke Rumah. Keesokkan harinya, Saya kembali menuju KBRI untuk suatu keperluan. KBRI terletak di Meguro bukan Gotanda. Walaupun alamatnya Gotanda tapi KBRI letaknya di Meguro. Setelah urusan selesai Saya kemudian menuju Museum Beer di Ebisu. Sebelumnya Saya rehat sejenak di Starbucks Coffee di pinggir Stasiun Meguro. Sesampainya di Ebisu, Saya kemudian menuju Yebisu Garden Palace. Wah tempatnya bagus. Saya 2 kali ke sini. Pertama siang hari kedua malam hari. Di Yebisu Garden Palace ada lampur kristal yang bagus serta Pohon-Pohon Natal yang tersebar di mana-mana.

 

Saya juga menyempatkan diri ke Museum Beer. Saya hanya foto-foto dan gak lebih Hahahaha..... (to be continue)

 

post-17560-0-55799100-1386671403_thumb.j

(Akihabara 48)

 

post-17560-0-75686100-1386671633_thumb.j

(Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-55122700-1386671765_thumb.j

(Stasiun Shibuya)

 

post-17560-0-12165000-1386671916_thumb.j

(Bersama Hachiko)

 

post-17560-0-38867500-1386672046_thumb.j

(Depan Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-23418000-1386672211_thumb.j

(Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-06585600-1386672375_thumb.j

(Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-66204600-1386672525_thumb.j

(Di Konblok Jalan Tokyo)

 

post-17560-0-01022700-1386672675_thumb.j

(Di Depan Pintu Istana Kaisar)

 

post-17560-0-97322000-1386672860_thumb.j

(Taman di Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-25761600-1386673019_thumb.j

(Di Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-98262200-1386675630_thumb.j

(Peta Istana Kaisar)

 

post-17560-0-34090300-1386675773_thumb.j

(Patung Kusunoki Masashige)

 

post-17560-0-68130300-1386675960_thumb.j

(Di Depan KBRI)

 

post-17560-0-15024100-1386676099_thumb.j

(Foto dari Akihabara Bridge)

 

post-17560-0-26499900-1386676229_thumb.j

(Harajuku Street)

 

post-17560-0-46007100-1386676424_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-04738900-1386676599_thumb.j

(Christmas Tree at Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-00983500-1386676747_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-94564200-1386676886_thumb.j

(Di Lampu Kristal Terbesar dan Terberat di Dunia di Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-91342800-1386677711_thumb.j

(AKB 48)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

 

 

@Tira_dhis

mantappp, ditunggu lanjutannya

 

 

wah menarik juga nih Odaiba, btw nice share :salut

 

 

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

 

@deffa

Jepang sih tepatnya. Bukan Tokyo. Jauh dari Tokyo. Nama Stasiunnya aja Tokyo Teleport Mas. Untuk rangkuman harga-harga di akhir ya Mas.

 

@Nightrain

Sudah. Selamat membaca. Maaf bersambung :-)

 

@kyosash

Ia menarik tapi agak mahal kesana. Hehehe....

 

@halimun

Ialah ntar kalau gak narsis gak ada bukti. Hahaha.... Ya terserah deh kapan aja ngirimnya Hahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

 

 

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

 

 

@Tira_dhis

wah akhirnya ada lanjutannya neh mantap, kayaknya Akibahara wajib masuk list neh lumayan nonton AKB48 langsung di teater nya hehehe

oke mas ditunggu lanjutan + harga2nya :D

 

Mas @Nightrain

Aku gak ngerti Anime-Anime gitu sih. Jadi selesai foto ganti tujuan    :ngakak

Mas @deffa

Oke nanti rincian dan total harganya di ending ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ternyata ditempat public-pun ada pohon natal yang bertemakan winnie the pooh, nice :)

 

btw keren tuh posternya sih Hanzawa Naoki yang di Shibuya Station :wub:

 

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

bro, waktu nyampe di Haneda hari pertama on time ya ngga delay ? abis ambil koper dll kan udah sktr jam 12, apa keburu naik kereta ? bukan udah last train pas midnight atau sampe jam 1 pagi ada ?

 

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

 

@Nightrain

Untungnya Saya masih dapat hehe... Dan itu Kereta terakhir. Tuhan emang baik :-p

 

@kyosash

Ooooh gitu. Meneketehe  :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

ok dicatet bro coz saya kayaknya nyampe jam 11 juga di haneda. Last train nya dapet jam brapa tuh ?

 

Sekitar jam 12 malaman bisa kurang juga sih. Dan Kereta terakhir juga penuh. Gak seperti apa yang Saya bayangkan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjuuuuuut !!!

 

 

Di Meguro tempat di mana KBRI Tokyo berada, Saya sempat mencicipi masakan Cina. Tapi khusus ebi aja. Nah berhubung Saya Muslim jadi Saya cuman makan Nasi + Ebinya aja. Padahal di situ tersedia seperti lunpia dan kuahnya. Takutnya kedua makanan asing tersebut mengandung apa yang Agama Saya larang. Saya juga sempat memfoto bangunan-bangunan di Kota Meguro. Meguro menurut Saya Kota yang sepi. Pokoknya yang rame di Jepang itu Shibuya. Hahaha....

 

Oh ya pada hari Minggu, Saya juga sempat menulis status di Jalan2.Com kalau mau naik Gunung. Namanya Gunung Takao. Pokoknya dari Gunung ini, Gunung Fuji kelihatan. Dari Miyamaedaira, Saya dan Teman-Teman Saya yang tinggal di Jepang termasuk yang menjemput Saya pertama kali di Jepang turun di Stasiun Kitano Fuchu dan ganti line untuk menuju Stasiun Takaosanguchi. Dari Rumah niatnya jam 7 pagi WJP atau 5 pagi WIB. Cuman berhubung ada kendala bagi Saya, jadi berangkat jam setengah 8 pagi.

 

Persiapan sudah di lakukan. Karena katanya dingin bingiiiiit. Alhamdulillah, kebetulan ada beberapa Orang yang sudah masak buat bekel di Gunung buat rame-rame. Tentunya masakan Indonesia. Hehehe.... Sampai di Stasiun Takaosanguchi, Saya dan rombongan foto-foto. Termasuk di Pohon warna-warninya Jepang yang namanya Momoji. Di area pepohonan ada yang jualan makanan (lupa apa dan lupa memfoto). Mau beli sih tapi harganyaaaaaaa.... Muahaaaaaal. Kelojotan deh langsung hahaha... Hampir 1000 Yen.

 

Untuk mencapai Gunung Takao, Kita harus ngantri buat beli tiket. Jadi ada 2 pilihan menuju Gunung Takaonya. Kita bisa naik semacam term atau kereta gantung gak kayak di TMII. Berhubung salah satu rombongan berekspektasi kalau Kita gak sampai malam di Gunung, jadi pas ke atas Kita naik Term nah sedangkan pas turun alias pulang dari Gunung, Kita naik Kereta Gantung. Soalnya pemandangannya bagusan pulang naik Kereta Gantung di banding perginya. Dan ternyata antriannya panjang bingiiiiit. Cuman tertib sih. Pertama yang perempuan ngantri dan Laki-Lakinya beli tiket.

 

Selesai beli Tiket, Kami menuju ke barisan antrian. Nah serunya ngantri jadi gak ngebosenin karena ada hiburannya. Pas banget Mereka baru persiapan buat menghibur Kita. Mereka Muda dan Tua serta Cowok dan Cewek macho yang ngangkat sendiri alat-alat musiknya. Top deh pokoknya. Saya juga rekam kok. Jadi Mereka tuh kayak mukul-mukul bedug tanpa henti. Jadi yang pertama main yang tua-tua dulu setelah salah satu ada yang kecapean, yang kecil kemudian menggantikan. Jadi musiknya gak putus.

 

Sayangnya Mereka mulai ketika Saya hampir masuk ke dalam gedung untuk naik term itu. Singkat cerita, naiklah Kita ke dalam term kuning. Dan Termnya pun melaju pelan ke atas. Jadi Keretanya bener-bener menanjak curam. Bisa bayangin dong yang berdiri di Kereta, pegangannya musti kenceng. Untungnya Saya dapat duduk. Paling Saya pegangan ke pinggir bangku biar gak nyosor Orang di depan Saya. Model kursinya hadap-hadapan. Hampir 30 menit Saya dan tentunya Orang yang pada berdiri pegangan kenceng biar gak kayak botol yang ambruk di seruduk bola bowling.

 

Akhirnya Kami semua tiba di atas. Tapi belum atas banget. Karena masih berkilo-kilo lagi menuju puncak. Setelah beristirahat sejenak, berfoto-foto. Catatan, foto di Rumah mirip Toraja aja musti ngantri. Gak percaya ? Coba aja deh kalau ke Jepang, ke Gunung Takao dan ke Rumah Toraja (Saya sebutnya Rumah Toraja). Tadinya Saya mau langsung foto, untungnya Temen Saya ngasih tau. Kalau gak bisa di marahin kali. Hahaha.... Setelah beres urusan, mulai ada yang ngeluarin Rotinya kemudian pada ke kamar mandi lalu ada yang foto-foto. Akhirnya Kami melanjutkan perjalanan ke atas Gunung Takao.

 

Benar-benar fisiknya harus kuat. Singkat cerita sampailah Kita di puncak. Pemandangannya bagus. Dan Saya serta rombongan walau bawa bekel pengen nyobain Udon terenak di Mt.Takao. Ya tetep ngantrinya panjang. Hampir 1 setengah jam Kita ngantri akhirnya dapat juga kursi. Saya pesen Udon jamur. Setelah makan, kebetulan waktunya Shalat Dzuhur, karena Kita musafir jadi di gabung Shalat Dzuhur dan Asharnya. Dan ini pertama kalinya Saya Shalat di Gunungnya Orang Asing Hahaha.... Shalat di alam terbuka yang Orang Jepang untungnya pada biasa aja.

 

Setelah beberapa lama Kita di puncak. Pukul 16.00 WJP, toko Udon yang Kami makan tadi udah tutup, pertanda hari mulai gelap. Kami pun turun. Catatan, walau Udonnya belom abis, kalau hari udah mulai gelap dengan kondisi transportasi yang gak banyak. Toko-Toko akan tutup. Berhubung Udonnya emang enak, always setiap tutup, jualannya udah habis. Perginya udah naik term dan sekarang pulangnya naik kereta gantung. Namun sayang, langit udah gelap. Karena naik Kereta Gantung kudu ngantri. Dan ngantrinya tuh 2 jam. Sebenernya term juga sama. Jadi Kita baru turun Gunung sekitar pukul 19.30 WJP.

 

Udaranya sungguh sangat dingin. Oh ya di sela-sela Saya turun, Saya menyempatkan membeli Mochi. Mochi Jepang tuh rasanya agak beda dari sini. Karena pakai kecap asin. Untungnya bukan Saya yang beli. Saya cuman nyicipin. Hehehe.... Sampai di Miyamaedaira itu Saya dan rombongan pukul 23.20 WJP kalau gak salah. Gimana rasanya ??? Pegeeeeel. Habis mandi air hangat, Shalat Isya dan Maghrib, kaki di keatasin dan tidur. Besoknya kemana ? Besok menjumpai Teman yang baru saja datang dari Indonesia. Dia mengajak Saya kembali ke Imperial Palace.

 

Pagi-pagi Saya sudah bersiap-siap buat ketemu Teman Saya. Dia menginap di Gotanda. Jadilah Saya dari Shibuya menuju Yamanote Line buat naik ke jurusan yang ada Ebisu, Meguro dan Gotandanya. Sampai di Gotanda, Saya menuju penginapannya. Singkat cerita Kami ke Imperial Palace lagi. Pokoknya hari itu cuman muterin Chiyoda aja. Abis gitu menuju Meguro buat makan Udon yang biasanya Pegawai KBRI makan. Abis makan, Saya mengajak Teman Saya main-main ke Shibuya. Berhubung Doi Perempuan, Saya juga nemenin Dia belanja. Dan tahukah Anda ? Ternyata H&M, Forever 21 dan Asbee lagi diskon gede-gedean. Berhubung Saya gak pernah membeli baju (selalu di beliin Orang Tua hahaha) Jadi uangnya hanya abis buat jalan-jalan, beli oleh-oleh seadanya dan makan.

 

Keesokkan harinya, Saya melalang buana lagi nih. Sendirian tentunya. Tujuan Saya adalah Tokyo Skytree. Pokoknya dari Miyamaedaira agak jauh cuman sekali jalan. Jadi gak pindah-pindah Kereta. Turunnya di Oshiagee "Skytree". Sampai di Skytree dengan udara yang cukup dingin, Saya sangat takjub. Saya bukan melihat di gambar lagi melainkan langsung dengan mata kepala Saya. Sampai di sana, Saya foto-foto di depan tulisannya. Kemudian Saya langsung masuk ke dalam buat membeli tiket. Beli tiket aja ngantrinya panjang beuut. Sejaman ngantri akhirnya dapat juga tuh tiket. Ya sebenernya gak ada apa-apa sih. Cuman percuma aja gitu udah sampai cuman foto-foto di luaran. Hahaha...

 

Saya kemudian setelah berada di lantai 350 melanjutkan mengantri tentunya membeli tiket lagi untuk mencapai lantai 450. Yang Saya kagumi ada kecepatan liftnya yang luar biasa. Puas di Tokyo Skytree kemudian Saya beranjak pulang. Karena hari juga hampir gelap. Oh ya karena kalau menuju Rumah Saya di Miyamaedaera selalu lewat Shibuya. Jadi seperti yang Saya bilang di tulisan awal. Saya selalu menghabiskan malam di situ. Dan Saya gak pernah bosan ke Shibuya. (to be continue)

 

Monggo di baca @deffa @Jalan2 @Diyan Hastari @Nightrain @kyosash @halimun dll yang pada mau ke Jepang. Must see !!! Promo banget nih Gua. Biar ngalain Mas @deffa yang selalu trending topic setiap postingannya. Hahaha.... #ngarep

 

post-17560-0-73226600-1386852533_thumb.j

(Ini Dia Nama Stasiun di Gunung Takao)

 

post-17560-0-71970400-1386852665_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-37406100-1386852816_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-21641300-1386852975_thumb.j

(Ini Lagi Ngantri Buat Naik Term Menuju Atas Mt.Takao)

 

post-17560-0-37931900-1386853168_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-15299200-1386853541_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-14322800-1386853674_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-87581900-1386853791_thumb.j

(This is It Mt.Takao)

 

post-17560-0-14634300-1386853892_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-49892000-1386853990_thumb.j

(Ini Dia Kereta yang Saya Maksud)

 

post-17560-0-52860300-1386854114_thumb.j

(Lihatlah Kecuraman Relnya. Posisi Saya Sudah Sampai dan Turun dari Kereta)

 

post-17560-0-44260500-1386854250_thumb.j

(Pemandangan dari Atas. Belum Atas Banget Sih)

 

post-17560-0-46263400-1386854361_thumb.j

(Papan Petunjuk)

 

post-17560-0-83785700-1386854475_thumb.j

(Setelah Beberapa Pendakian dan Menemukan Momoji Bersama Cahaya Tuhan. Hehe)

 

post-17560-0-11182400-1386854581_thumb.j

(Ini Dia Rumah yang Mirip Rumah Toraja yang Kalau Foto Kudu Ngantri)

 

post-17560-0-51137800-1386854981_thumb.j

(Salah Satu Warung Jajanan. Mau Beli ? Ngantri Dulu)

 

post-17560-0-33017400-1386855116_thumb.j

(Di Sudut Jalan Dalam Pendakian)

 

post-17560-0-07117500-1386855237_thumb.j

(Jalan Pintas ke Gunung Cuman Karena Tangganya Banyak Jadi Kita Gak Lewat Sini)

 

post-17560-0-71000200-1386855368_thumb.j

(Kayak Batu Nisan Gitu Deh)

 

post-17560-0-38433200-1386855439_thumb.j

(Pas Menuju Pulang. Jadi Udah Agak Gelap)

 

post-17560-0-01484600-1386855551_thumb.j

(Nah Ini Udon Jamur yang Saya Makan di Mt.Takao)

 

post-17560-0-22410700-1386855711_thumb.j

(Ini Dia Stasiun Gotanda)

 

post-17560-0-96332400-1386855988_thumb.j

(Ini Loh Penampakkan Sebagian Gotanda)

 

post-17560-0-05896000-1386856084_thumb.j

(Ke Imperial Palace Lagi. Tapi Sekarang Lebih Dekat. Melihat Penampakkan Istananya Kaisar)

 

post-17560-0-43717300-1386856186_thumb.j

(Salah Satu di Antara Banyaknya Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-05423000-1386856297_thumb.j

(Dengan Background Jembatan Menuju Ruang Pertemuan dengan Kaisar)

 

post-17560-0-92686200-1386856405_thumb.j

(Polisi yang Sedang Berjaga-Jaga di Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-01947300-1386856521_thumb.j

(Background Kolam Istana Kaisar)

 

post-17560-0-07771500-1386856943_thumb.j

(Petunjuk Tokyo Skytree)

 

post-17560-0-62496600-1386857052_thumb.j

(Suasana Natal Menuju Skytree)

 

post-17560-0-81598000-1386857193_thumb.j

(Nyampe Juga Kemari)

 

post-17560-0-79573300-1386857275_thumb.j

(Ini Dia Tiket Masuk Hanya Sampai Lantai 350)

 

post-17560-0-29309100-1386857355_thumb.j

(Di Lantai 350)

 

post-17560-0-11427400-1386857470_thumb.j

(Pemandangan dari Lantai 350)

 

post-17560-0-30685300-1386857568_thumb.j

(Buat Moto di Sini Nunggu Antriannya Kelar)

 

post-17560-0-38892800-1386857667_thumb.j

(Pohon Natal di Skytree Tower)

 

post-17560-0-69344200-1386857763_thumb.j

(Foto di Dinding Kaca Ketinggian 450)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ya gak sama juga... Hahaha... Beda jauuuh

maksudnya bukan bentuk dan penampilannya

tapi jam kerja nya yang sama dengan KRL bro

commuter line terakhir jam 12 malam heheheh

ya kalo MRT jepang udah jelas bagus banget kan gak usah di tanya itu mah

cuma kalo padetnya kayaknya sama  deh :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By annelialk
      Halo, saya berdua dengan teman saya akan pergi ke Jepang tgl 1-9 Maret 2019. Tiket sudah fix. Tempat yang mau dikunjungi Tokyo-Kyoto-Osaka. Tapi itin belum fix. Kalau ada yang gabung, sila. Lumayan kalau bisa share cost buat penginapan... hehe.
    • By pejalankaki
      Halo Jalan2.com! 
      Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates.
      Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang?
      Yuk simak di bawah ini!
      Restoran The Three Broomsticks

      Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya.
      Delicious Me! & POP-A-NANA

      Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.
       Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws

      Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul?
      Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park

      Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!
       
      SUMBER
    • By Clemenz Cave
      Hi,
      I'm just looking for mates to travel with to Japan through Xmas till New Year's Eve, so about 5 days give or take. Anyone is welcomed! 
      For now its only me and myself, haven't got the itinerary written down yet much less the exact dates to go and back. 
      You can invite your friends along if you want, THE MORE THE MERRIER! :D
    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By vie asano
      Masih tentang Hiroshima. Pada tulisan Hiroshima's Guide for Travellers (1), saya sudah menyinggung tentang moda transportasi publik dan juga beberapa bangunan lain yang tersisa paska serangan bom atom 6 Agustus 1945 yang menghancurkan hampir seluruh kota Hiroshima. Tapi Hiroshima nggak melulu berisi cerita tentang bom atom lho. Kota ini sudah lama move on dari kehancuran paska serangan bom dengan kode nama little boy tersebut, dan kini memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Misalnya saja, untuk kategori wisata sejarah. Di Hiroshima terdapat 2 kastil yang cukup populer. Kastil pertama, Hiroshima Castle, aslinya dibangun oleh Terumoto Mori pada tahun 1590. Sayangnya kastil ini hancur oleh bom atom Hirosohima dan hanya menyisakan sedikit struktur aslinya. Kini Hiroshima Castle sudah selesai di rekonstruksi dan difungsikan sebagai museum yang mengangkat budaya samurai.
      Foto 01:
      Hiroshima Castle [foto: Fg2/wikimedia]
      Sedangkan kastil kedua adalah Fukuyama Castle yang terdapat di Fukuyama, Hiroshima. Sama seperti Hiroshima Catle, Fukuyama Castle ini bukanlah kastil asli, karena di Jepang kastil asli hanya berjumlah 12 saja (baca disini: Tahu Nggak, Hanya Ada 12 Kastil Original di Seluruh Jepang Lho!).
      Foto 02:
      Fukuyama Castle [foto: Jnn/wikimedia]
      Dari spot bersejarah, lanjut ke museum. Selain memiliki museum keren di Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima juga punya stok museum bertema lain yang tak kalah kerennya. Contohnya adalah Mazda Museum. Dari namanya sudah bisa ditebak jika museum ini berkaitan dengan Mazda, dan memang benar adanya. Mazda memang salah satu produsen mobil yang memiliki peran penting dalam perekonomian Hiroshima, dan di Mazda museum ini wisatawan dapat melihat-lihat berbagai hal yang berkaitan dengan Mazda, mulai dari sejarah, proses perakitan mesin, dan lain-lain. Untuk bisa masuk ke museum ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Hanya saja wisatawan wajib melakukan reservasi terlebih dulu.
      Foto 03:
      Salah satu display di Mazda Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Hiroshima memiliki beberapa museum seni dengan koleksi yang sangat baik, antara lain Hiroshima City Museum of Contemporary Art yang memiliki berbagai koleksi seni dari beberapa seniman Barat ternama seperti Andy Warhol. Museum seni lainnya, Hiroshima Prefectural Museum of Art, juga memiliki koleksi seni yang sangat baik mulai dari seni klasik hingga modern. Begitu juga dengan Hiroshima Museum of Art dengan koleksi andalannya adalah karya seni bergaya Eropa.
      Foto 04:
      Hiroshima Prefectural Museum of Art [foto: Taisyo/wikimedia]
      Namun jika tak tertarik dengan museum seni maupun jika membawa anak-anak, masih banyak jenis museum lainnya seperti Hiroshima Children's Museum yang memiliki aneka eksibisi yang akan disukai oleh si kecil; Hiroshima City Transportation Museum, dan lain-lain.
      Foto 05:
      Hiroshima Children's Museum [foto: Taisyo/wikimedia]
      Dari museum, mari mengunjungi aneka kuil di Hiroshima. Ya, wisata kuil memang selalu menjadi salah satu aktifitas favorit untuk dilakukan di Jepang. Sayangnya, untuk kota Hiroshima sendiri minim kuil yang betul-betul menawarkan keunikan khas untuk wisatawan. Mungkin yang bisa masuk dalam kategori cukup unik adalah Mitaki-dera, kuil Budha yang memiliki pemandangan indah saat musim gugur. Tapi nggak perlu kecewa. Jika masih ingin melakukan wisata kuil, sekalian saja berkunjung ke Miyajima, karena disana ada kuil Itsukushima yang diakui sebagai salah satu dari Japan's 3 top scenic sight (2 lainnya adalah pine-clad island di Matsushima dan Amanohashidate. Untuk Amanohashidate, bisa dibaca disini: Amanohashidate part 1, Amanohashidate part 2). Info tentang Miyajima menyusul yah.
      Foto 06:
      Mitaki-dera [foto: Binabik155/wikimedia]
      Festival di Hiroshima
      Ada beberapa festival besar di Hiroshima, tapi saya hanya akan menyinggung yang paling populer saja. Salah satu festival terbesar dan terpopuler di Hiroshima adalah Hiroshima Flower Festival yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei setiap tahunnya (bertepatan dengan liburan Golden Week). Festival yang digelar di Hiroshima Peace Memorial Park ini dipenuhi dengan aneka pertunjukan meriah, mulai dari tari, nyanyi, parade, hingga pasar kaget. Tak heran jika setiap kali festival ini dilangsungkan, jumlah pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 1 juta orang.
      Foto 07:
      Hiroshima Flower Festival [foto: Taisyo/wikimedia]
      Festival lain yang selalu mencuri perhatian wisatawan tentu saja adalah Hiroshima Lantern Festival, yang diselenggarakan di Hiroshima Peace Memorial Park setiap diperingatinya tanggal jatuhnya bom atom Hiroshima, yaitu 6 Agustus. Saya pernah menyinggung sedikit tentang festival tersebut pada tulisan Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end).
      Foto 08:
      Hiroshima Lantern Festival [foto: w00kie/flickr]
      Kuliner khas Hiroshima
      Akhirnyaaaa, sampai juga di bagian kuliner! Dan kuliner pertama ala Hiroshima yang akan saya ulas adalah Okonomiyaki.
      Lho, kok okonomiyaki? Bukannya okonomiyaki berasal dari Osaka?
      Ya, okonomiyaki memang populer sebagai kuliner khas Osaka. Saking populernya, Tokyo tak mau kalah dan akhirnya membuat versi tandingan dari okonomiyaki yaitu monjayaki (tempat paling populer untuk mencicipi kuliner ini ada di Tsukishima). Untuk Hiroshima, daerah ini memiliki okonomiyaki yang dibuat dengan gaya yang khas. Jika okonomiyaki khas Osaka dibuat dengan mencampuradukkan seluruh bahan ke dalam larutan tepung dan di goreng di wajan datar, okonomiyaki ala Hiroshima dibuat berlayer. Campurannya pun bervariasi, tak hanya sekedar kubis, telur, dan daging. Namun bisa dicampur juga dengan seafood (biasanya cumi maupun gurita), keju, dan juga mie (baik soba maupun udon). Kuantitas kubisnya pun jauh lebih banyak dibanding versi Osaka. Penampakan okonomiyaki ala Hiroshima kira-kira seperti berikut.
      Foto 09:
      Okonomiyaki ala Hiroshima, tahap persiapan. Kubisnya segunung! [foto: J. Miers/wikimedia]
      Foto 10:
      Hasil jadi okonomiyaki ala Hiroshima. Mie menjadi salah satu bahan dasarnya[foto: Daderot/wikimedia]
      Dan bandingkan dengan okonomiyaki versi Osaka.
      Foto 11:
      Okonomiyaki ala Osaka tahap setengah jadi [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Foto 12:
      Okonomiyaki ala Osaka [foto: Marcel Montes/wikimedia]
      Kuliner khas Hiroshima lainnya adalah momiji manju. Kue ini berbentuk seperti daun momiji (atau maple) dan diisi dengan pasta kacang merah. Nggak suka kacang merah? Jangan khawatir. Saat ini sudah banyak varian isian lain dari momiji manju, seperti coklat, keju, matcha, dan lain-lain.
      Foto 13:
      Momiji manju [foto: Daderot/wikimedia]
      Tiram merupakan kuliner khas lainnya dari Hiroshima. Tak sulit untuk menemukan tiram, karena aneka kuliner yang menggunakan tiram sebagai bahan dasarnya mudah ditemukan di berbagai restoran, ryokan, hingga stand pinggir jalan di Hiroshima. Tiram ini enak juga lho disantap mentah dengan dicocolkan ke dalam soy sauce. Bisa juga disantap setelah dibakar, seperti pada gambar berikut ini.
      Foto 14:
      Tiram bakar [foto: Daderot/wikimedia]
      ***
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca juga:
      Hiroshima: Dulu dan Sekarang
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (1)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (2)
      Hiroshima Peace Memorial Park dan Sepenggal Cerita Bom Atom 1945 (3-end)
      Hiroshima's Guide for Travellers (1)
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta