Tira_dhis

State Visit Japan Nov 20 - Dec 5, 2013

45 posts in this topic

Hallo Everybody !!!  :senyum

Akhirnya setelah beberapa jam istirahat karena kelelahan sekali, Saya bisa memberikan Reportase untuk para Jalaners-Jalaners sekalian. Judulnya Saya buat agak gimana gitu biar pada banyak yang membaca. Apalagi buat para Jalaners-Jalaners yang ingin pergi ke Jepang. Saya cuman mau berkata bahwa "berpikirlah seakan-akan Kita tak akan mengunjunginya lagi. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin selama masih bisa di lakukan". Lambat laun Jalaners-Jalaners akan mengerti maksudnya.

 

Oke Saya ke Jepang ada 1 tujuan pertama kali. Yaitu untuk refreshing. Namun ternyata ada tujuan tambahan yang di berikan oleh salah satu Rumah Sakit di mana Saya bernaung untuk menghadiri sebuah Konfrensi di Tokyo University. Alkisah Saya ke Jepang di mulai ketika Saya makan bersama Teman Saya di Pizza Hut. Ngobrol ngalur-ngidul sampai terceletuk kata "kemana nih Kita liburan ini ?" Ternyata Teman Saya ingin menyusul Kakaknya ke Belanda sedangkan Saya masih pikir-pikir. Lalu Teman Saya ini menyebut Jepang dan Korea Selatan.

 

Kenapa Jepang ? Karena Teman Saya sudah pernah ke Jepang untuk suatu Konfrensi juga. Cuman bedanya Dia 10 hari Saya 15 hari. Dan Dia bedanya tidak banyak menjelajah sedangkan Saya banyak sekali menjelajah. Lalu kenapa Korea Selatan ? Kebetulan Kami berdua suka Running Man. Jadi Dia bilang kalau misal Saya ke Korea dan ternyata bagus, Tahun depan Dia yang pergi kesana. Singkat cerita akhirnya Saya memutuskan untuk ke Jepang. Langsunglah Saya minta tolong Teman Saya untuk mengurusi keberangkatan. Mulai Visa dan pernak-perniknya.

 

Pertengahan Oktober ternyata Rumah Sakit di mana Saya bernaung memilih Saya dan beberapa Teman Saya untuk menjadi wakil Indonesia dalam sebuah Kofrensi di Tokyo University yang Saya sebutkan tadi. Berhubung Konfrensinya cuman 22-24 November 2013 jadi Saya akan di pesanin tiket tanggal 20 November untuk pergi dan pulang 25 November. Berhubung Saya sudah mesen Tiket Air Asia PP untuk pergi 20 November dan pulang 5 Desember, maka Saya memohon untuk mengganti uang yang pergi yang sudah Saya keluarkan. Dan Alhamdulillah akhirnya di ganti.

 

Singkat cerita menjelang keberangkatan Saya sibuk membaca FR-FR Jalaners-Jalaners di Jalan2.Com mengenai Jepang. Dan Saya sudah ada target mau kemana aja. Akhirnya tanggal 19 November malam, Saya dan Teman-Teman tiba di Soekarno-Hatta Internasional Airport.  Kami menunggu sambil ngenet, bbman terus muterin bandara Terminal 3, makan dan juga tidur sejenak. Dan tanggal serta hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 20 November 2013 Saya dan beberapa Teman akan berangkat ke Jepang. Niat sendiri jadi rame-rame. Dan itu seru banget.

 

Oh ya sebelumnya Pesawat Saya itu di bayarinnya Garuda Indonesia. Berhubung Saya minta di ganti uang saku pembelian perginya via Pesawat Air Asia. Jadi akhirnya semua naik Air Asia. Berhubung Saya sudah check in via web jadinya sebelum mengetahui kalau ada tugas Negara jadi Saya duduk misah dengan Teman-Teman. Untungnya Teman-Teman Saya gak komplain. Menurut Mereka enak juga transit di Malaysia 5 jam. Bisa muter-muter. Tak di sangka, Saya di Pesawat dari Jakarta menuju Kuala Lumpur duduk sendirian. Selama 2 jam Saya membaca buku dan tidur.

 

Tak terasa tibalah Saya di Kuala Lumpur Internasional Airport di singkat KLIA. 5 Jam di sana ngapain aja ? Banyak yang bisa di kerjakan. Apalagi Saya hobi foto via Android. Ya jelas foto-foto  :ngakak . Selain foto-foto, Saya juga mencoba Nasi Lemak (pertama kali makan Nasi Lemak di Negaranya langsung) dan ngopi di salah satu Restoran (lupa namanya). Sisanya ya istirahat, baca buku dsb. Tibalah Saya pukul 14.45 WMS (waktu Malaysia) atau 13.45 WIB bertolak menuju Haneda, Tokyo, Jepang. Di dalam Pesawat Saya duduk dengan 2 Orang Thailand. Agak boring juga sampai jam 23.00 WJP (waktu Jepang) atau 21.00 WIB duduk di pinggir gak deket jendela.

 

Salah satu Orang Thailand yang di dekat jendela mengeluarkan Kamera laras panjangnya untuk memotret sayap Pesawat dan awaners-awaners. :terbang Selama menanti ketibaan di Bandara Haneda, Jepang, kebetulan Orang Thailand samping Saya persis ngeluarin Laptopnya buat nonton film. Berhubung lebih kurang Saya juga suka Film Thailand ya jadi ikutan nonton deh. Setelah filmnya abis kemudian Saya tidur. Oh ya Saya juga memfoto beberapa kegiatan di dalam Pesawat. Singkat cerita tibalah Saya di Haneda International Airport, Japan. Pas keluar dari Pesawat menuju Bus untuk mengantar para Penumpang ke ruang kedatangan, udara dingin seperti kulkas bahkan kulkas aja kalah udara dinginnya, menusuk sampai tulang sumsum.  :ngakak

 

Buru-buru deh sweeter, sarung tangan, topi kupluk dan juga syal di pakai. Tiba di Bandara, ada pemeriksaan paspor. Di pemeriksaan Paspor ini, pulpen Saya di pinjam Orang USA. Pas Dia lagi nulis kertas dari Kementerian Luar Negeri Jepang, Saya sudah maju buat di periksa. Berhubung udah ngantuk dan juga ternyata tas si Bapak USA di geledah Polisi Jepang jadi ya Saya mengikhlaskan pulpen Saya. Yang punya belom ke Amerika, malah pulpennya duluan ke sana.

 

Dari Bandara, Saya misah dengan rombongan. Kebetulan Teman Saya menjemput. Saya langsung naik Kereta menuju tempat tinggal Saya di Jepang. Hari kedua di Jepang, Saya kemudian mencoba memulai menjelajah Jepang dengan menuju ke Odaiba. Pulau buatan yang adanya di selat Tokyo. Odaiba Kotanya masih banyak lahan kosong dan juga bagus. Suasananya juga nyaman dan tentram. Di Odaiba, Saya menuju Mall Odaiba Island di mana di Mall tersebut terdapat Museum Lilin terkenal di Dunia, Madame Tussauds. Itu pertama kalinya Saya ke Museum Madam Tussauds.

 

Puas jeprat-jepret, gak di sangka udah hampir gelap langitnya, Saya kemudian melanjutkan ke Museum Trick of Art yang satu lokasi dengan Museum Madame Tussauds. Ke Odaiba, Saya naik Kereta dari Shibuya menuju Stasiun Tokyo Teleport. Pokoknya sebelum Saya pergi, Saya selalu mencapture peta dari Google Maps. Sebelum Saya balik ke Shibuya, di Stasiun Tokyo Teleport, Saya mengisi Kartu Suica Saya. Kartu Suica ini di berikan Teman Saya ketika Saya baru tiba di Jepang. Hari kedua Saya habiskan di Odaiba. Bodohnya Saya, Saya lupa ke Patung Liberty sama Patung Gundam yang ada di Odaiba juga. Ya wassalam deh.

 

Nah hari Jum'atnya Saya dan rombongan menuju KBRI untuk bertemu Pak Luthfi sang Duta Besar. Namun ternyata Saya hanya bertemu Atase KBRInya aja. Usai Jum'atan, Saya dan rombangan dengan Bus segera menuju Tokyo University karena acara resmi Konfrensi di Tokyo University segera di mulai pukul 15.30 WJP. Sebelumnya Saya menyempatkan untuk foto-foto di depan Universitas yang katanya terbaik di Dunia. Sayangnya di dalam aula no camera. Jadi sorry. Sampai tanggal 24 gak ada kegiatan seru selain Konfrensi dan Konfrensi. Dan Senin 25 November seusai Teman-Teman Saya pulang, kembali Saya menjelajah Jepang. (to be continue)

 

post-17560-0-25540500-1386588795_thumb.j

(Di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3)

 

post-17560-0-47326900-1386589164_thumb.j

(Selamat Sampai Malaysia)

 

post-17560-0-91941700-1386588913_thumb.j

(Nasi Lemak)

 

post-17560-0-93949500-1386589027_thumb.j

(Kopi di Salah Satu Restoran di Malaysia)

 

post-17560-0-04361000-1386589360_thumb.j

(Ready to Japan)

 

post-17560-0-30953800-1386589463_thumb.j

(Suasana di Pesawat Air Asia)

 

post-17560-0-77919000-1386589531_thumb.j

(Kalau Gak Salah Sejam Lagi Mau Mendarat di Haneda Deh Nih di Ambilnya)

 

post-17560-0-78557800-1386589662_thumb.j

(Udah di Jepang. Papan Kedatangan dan Peta Kereta di Jepang)

 

post-17560-0-25404000-1386590009_thumb.j

(Mau ke Odaiba)

 

post-17560-0-76544700-1386590132_thumb.j

(Ini Keretanya. Mirip KRL Jabotabek Tapi Cepet Banget)

 

post-17560-0-44077700-1386590420_thumb.j

(Kincir Odaiba)

 

post-17560-0-43488100-1386590554_thumb.j

(Kota Odaiba)

 

post-17560-0-76860100-1386590688_thumb.j

(Madame Tussauds di Mall Odaiba Islands)

 

post-17560-0-25970500-1386590801_thumb.j

(Madame Tussauds)

 

post-17560-0-92966100-1386590910_thumb.j

(Bersama Johnny Depp)

 

post-17560-0-22548700-1386591726_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-11759100-1386591832_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-04846500-1386591952_thumb.j

(Bersama Putri Diana)

 

post-17560-0-19288100-1386592088_thumb.j

(Bersama Presiden Barrack Obama)

 

post-17560-0-32473400-1386592820_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-02253900-1386592926_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-10826300-1386593212_thumb.j

(Tokyo University)

 

post-17560-0-03967300-1386593318_thumb.j

(Hall Tempat Acara di Tokyo University)

 

post-17560-0-92671500-1386593462_thumb.j

(Sepeda Berjejer Rapi di Tokyo University)

 

post-17560-0-89193400-1386593491_thumb.j

(Lihatlah Apartemen Itu, Itulah Tempat Saya Menginap)

 

post-17560-0-44513900-1386593515_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

 

post-17560-0-95280400-1386593537_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjutannya Jalaners !!!

 

Setelah dari Odaiba, Saya kemudian jalan-jalan ke Shibuya. Itu loh yang katanya New Yorknya Jepang. Yang unik dari Shibuya, sebenernya bukan Shibuya aja sih tapi tepatnya Jepang. Di situ ada lampu merah dan hijau buat pejalan kaki. Dan Mereka sangat mematuhi itu. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan Bangsa sendiri, kalau di Indonesia dan ini kenyataan asli di depan mata Saya. Di situ udah tau lampu merah buat pejalan kaki. Tetep aja melenggang kangkung. Yah susah sih emang. Saya hampir lebih dari 10 kali ke Shibuya. Bukan buat jalan-jalan tapi karena Stasiun Shibuya menjadi tempat atau pusat perpindahan dari berbagai jurusan atau line.

 

Kalau mau ke Rumah Saya dari Shibuya cari Den-en-Toshi Line, kalau mau ke KBRI, cari Yamanote Line, kalau mau ke Odaiba cari aja Saikyo Line. Pokoknya banyak deh itu di Shibuya berbagai macam Line. Balik ke Perempatan atau Zebra Cross Shibuya, kalau dari lantai atas seperti misal ketika Saya Starbucksan di Mall yang viewnya ke jalan raya. Itu Orang yang sedang mengantri buat nyebrang posisinya bagus banget. Dan ketika nyebrang itu kayak semut yang mau mengerubuti gula. Ada kok fotonya. Di Shibuya Saya paling ke Patung terkenal yang Filmnya sempat Saya tonton jaman SMA. Ya siapa lagi kalau bukan Hachiko. Hachiko selalu ramai bagi para Turis yang berkunjung ke Shibuya. Di Shibuya, Saya juga jalan-jalan ke Tokyu Mall. Di sana banyak beraneka macam makanan. Ada spot khusus buat beraneka macam makanan, namanya Food Show. Saya sempat beli 2 Tofu yang rasanya enak banget. Hehehe....

 

Hari berikutnya, 26 November Saya mengunjungi Kaisar di Imperial Palace, Tokyo. Untuk menuju Chiyoda, nama Daerah di mana Istana Kaisar berada dari Rumah Saya memang agak jauh. Makanya Saya berangkat pagi-pagi menuju Chiyoda. Sesampainya di Stasiun Tokyo, kekaguman akan Stasiun itu mulai merasuk ke sukma. Hahaha.... Gaya klasik yang di tampilkan begitu bagus sampai Saya harus mengabadikannya. Sayang kalau gak di abadikan, apalagi untuk Jalaners-Jalaners yang mau ke Jepang. Saya juga menyempatkan berfoto di depan Stasiunnya. Jadi ada yang unik dari jalanan di depan Stasiun Tokyo. Banyak palang-palang pembatas yang di tujukkan untuk pejalan kaki dan juga para Taksi-Taksi yang menunggu Penumpang. Puas foto di depan Stasiun kemudian Saya berjalan menuju konblok panjang yang mengarah ke Imperial Palace. Di konblok panjang ini ada pemandangan pohon-pohon yang indah. Banyak juga yang beristirahat untuk makan, minum dan menikmati dinginnya Kota Tokyo.

 

Akhirnya sampailah Saya di depan Istana Kaisar. Berhubung bukan ulang tahun Kaisar dan juga Tahun Baru jadi tidak ada acara di Istana yang di buka untuk umum. Wal hasil Saya berfoto-foto di depannya aja. Saya ke Imperial Palace sebanyak 2 kali dan beda hari. Karena Saya belum puas buat foto-foto. Hahaha.... Halaman depan Imperial Palace ini sangat luas dengan di tumbuhi berbagai macam pepohonan. Hamparan pasir berbatu pun terdapat di depan Istana. Gedung-Gedung tinggi menjulang menjadi kontra dengan arsitektur kuno Istana Kaisar. Pokoknya indah banget deh. Saya doain Jalaners-Jalaners banyak rejeki buat ke Jepang. Setelah puas di Istana Kaisar, Saya kemudian menuju Taman yang persis di samping depan Istana Kaisar.

 

Di Taman ini banyak Orang berdasi dan juga Ibu-Ibu yang membawa dorongan Bayi tentunya ada Bayinya yang entah sekedar duduk sambil makan atau menyuapi Bayinya atau bahkan tidur pulas sambil ngorok. Banyak juga Bus-Bus Turis yang terparkir di pinggir Taman. Biasanya Mereka hendak menuju Istana Kaisar. Ada juga berbagai Vinding Machine tersebar di Taman itu. Di Taman tersebut ada Patung Pahlawan Jepang bernama Kusunoki Masashige. Patung itu pun di serbu Turis unutk berfoto. Termasuk Saya. Hahaha.... Puas di Taman Saya kemudian melanjutkan untuk pulang ke Rumah. Berhubung hari mulai gelap. Sebenarnya sih gak ada masalah pulang malam tapi cuaca makin dingin. Oh ya tips saat musim dingin di Jepang, Jalaners kan pada pakai baju Long John terus Sweeter terus Jaket tebel terus sarung tangan bahkan ada yang pakai kupluk kaya Saya. Nah sebelum naik Kereta, bagi Jalaners yang menggunakan Kereta. Harap seperti Jaket dan kupluk serta sarung tangan di lepas dulu.

 

Karena kalau gak bakal kepanasan luar biasa. Kemringet bahasa Jawanya. Emang sih di luar dingin banget tapi di dalam Kereta kalau masih pakai pakaian penghangat tubuh. Jatuhnya malah SPA gratis. Hehehe.... Kisah nyata Saya soalnya. Oh ya di Kereta banyak banget iklan. Baik iklan biasa hingga luar biasa. Misal iklan biasa tuh seperti iklan kursus, minuman atau sepatu. Iklan luar biasanya yaitu Majalah Porno. Jadi ya jangan heran. Kemudian harus kuat-kuat iman. Karena Wanita-Wanita di sana walau dingin tetap roknya pendek-pendek. Bahkan cuman nutupin daging bokong. Ya biasain aja. Hehe... Gak tau deh kalau musim panas. Bisa-bisa cuman CD doang kali. Lanjut setelah di Taman, Saya kemudian menuju Stasiun Tokyo lewat jalur lain. Saya melewati Mall dan Perkantoran yang ada di Tokyo. Nah kebetulan Saya menemukan Pohon Natal yang unik.

 

Foto Natal itu bertemakan Winnie The Pooh. Ya udah tak mau ketinggalan kesempatan, Saya pun mengabadikan Pohon Natal tersebut dan tentunya Saya berfoto bersama Pohon Natal Madu itu. Sebelum naik Kereta Saya makan di salah satu Restoran. Ya makan kentang dan Ayam. Abis kayak Mc Donald's di Jepang cuman pakai Kentang. Gak ada Nasi. Sedangkan Gue Orang Indonesia yang gak ada Nasi gak kenyang. Wal hasil nambah deh tuh makanan. Keesokkan harinya Saya keluar Rumah setelah Shalat Dzuhur. Tujuan Saya ke tempat terbentuknya Girlband terkenal di Jepang, Akihabara. Walau Saya gak begitu tau dan suka tapi gak ada salahnya Saya mejeng di Cafenya. Hahaha...

 

Pas Saya tiba di Akihabara, Saya langsung bertanya ke Petugas, "Permisi, di mana sih AKB 48 ?" Dan Petugas menjawab "Di Sana" Langsung Saya menuju tempat yang ternyata ramenya bukan main. Saya gak tau Mereka ngantri apa yang jelas antriannya panjang. Di tengah-tengah Orang mengantri, Saya berfoto dengan latar belakang AKB 48. Saya juga mengabadikan momen antrian dari Akihabara Bridge. Dari Akihabara menjelang malam, Saya penasaran dengan Harajuku Style. Jadilah Saya menuju ke Harajuku. Pas sampai di sana ternyata ekspektasi Saya mengenai Harajuku tuh salah. Kirain Saya selama perjalanan, Harajuku tuh tempatnya gede dan banyak menjual pakaian-pakaian Harajuku itu. Ternyata pas melihat langsung, Harajuku tuh hanya sebuah gang kecil yang banyak berjubel Orang serta pertokoan.

 

Di Harajuku berhubung laper jadilah Saya membeli Mc Donald's. Lumayan kenyang sih. Tapi ada tragedi di Harajuku. Pasca makan, Saya mules. Ribet kalau mules di jalan. Bayangin, Saya pakai Jaket tebel terus Saya pakai celana dobel, sepatu tali, kaos kaki terus sweeter. Ah ribet deh. Pokoknya habis melegakan perut Saya kembali ke Rumah. Keesokkan harinya, Saya kembali menuju KBRI untuk suatu keperluan. KBRI terletak di Meguro bukan Gotanda. Walaupun alamatnya Gotanda tapi KBRI letaknya di Meguro. Setelah urusan selesai Saya kemudian menuju Museum Beer di Ebisu. Sebelumnya Saya rehat sejenak di Starbucks Coffee di pinggir Stasiun Meguro. Sesampainya di Ebisu, Saya kemudian menuju Yebisu Garden Palace. Wah tempatnya bagus. Saya 2 kali ke sini. Pertama siang hari kedua malam hari. Di Yebisu Garden Palace ada lampur kristal yang bagus serta Pohon-Pohon Natal yang tersebar di mana-mana.

 

Saya juga menyempatkan diri ke Museum Beer. Saya hanya foto-foto dan gak lebih Hahahaha..... (to be continue)

 

post-17560-0-55799100-1386671403_thumb.j

(Akihabara 48)

 

post-17560-0-75686100-1386671633_thumb.j

(Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-55122700-1386671765_thumb.j

(Stasiun Shibuya)

 

post-17560-0-12165000-1386671916_thumb.j

(Bersama Hachiko)

 

post-17560-0-38867500-1386672046_thumb.j

(Depan Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-23418000-1386672211_thumb.j

(Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-06585600-1386672375_thumb.j

(Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-66204600-1386672525_thumb.j

(Di Konblok Jalan Tokyo)

 

post-17560-0-01022700-1386672675_thumb.j

(Di Depan Pintu Istana Kaisar)

 

post-17560-0-97322000-1386672860_thumb.j

(Taman di Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-25761600-1386673019_thumb.j

(Di Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-98262200-1386675630_thumb.j

(Peta Istana Kaisar)

 

post-17560-0-34090300-1386675773_thumb.j

(Patung Kusunoki Masashige)

 

post-17560-0-68130300-1386675960_thumb.j

(Di Depan KBRI)

 

post-17560-0-15024100-1386676099_thumb.j

(Foto dari Akihabara Bridge)

 

post-17560-0-26499900-1386676229_thumb.j

(Harajuku Street)

 

post-17560-0-46007100-1386676424_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-04738900-1386676599_thumb.j

(Christmas Tree at Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-00983500-1386676747_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-94564200-1386676886_thumb.j

(Di Lampu Kristal Terbesar dan Terberat di Dunia di Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-91342800-1386677711_thumb.j

(AKB 48)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

 

 

@Tira_dhis

mantappp, ditunggu lanjutannya

 

 

wah menarik juga nih Odaiba, btw nice share :salut

 

 

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

 

@deffa

Jepang sih tepatnya. Bukan Tokyo. Jauh dari Tokyo. Nama Stasiunnya aja Tokyo Teleport Mas. Untuk rangkuman harga-harga di akhir ya Mas.

 

@Nightrain

Sudah. Selamat membaca. Maaf bersambung :-)

 

@kyosash

Ia menarik tapi agak mahal kesana. Hehehe....

 

@halimun

Ialah ntar kalau gak narsis gak ada bukti. Hahaha.... Ya terserah deh kapan aja ngirimnya Hahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

 

 

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

 

 

@Tira_dhis

wah akhirnya ada lanjutannya neh mantap, kayaknya Akibahara wajib masuk list neh lumayan nonton AKB48 langsung di teater nya hehehe

oke mas ditunggu lanjutan + harga2nya :D

 

Mas @Nightrain

Aku gak ngerti Anime-Anime gitu sih. Jadi selesai foto ganti tujuan    :ngakak

Mas @deffa

Oke nanti rincian dan total harganya di ending ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ternyata ditempat public-pun ada pohon natal yang bertemakan winnie the pooh, nice :)

 

btw keren tuh posternya sih Hanzawa Naoki yang di Shibuya Station :wub:

 

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

bro, waktu nyampe di Haneda hari pertama on time ya ngga delay ? abis ambil koper dll kan udah sktr jam 12, apa keburu naik kereta ? bukan udah last train pas midnight atau sampe jam 1 pagi ada ?

 

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

 

@Nightrain

Untungnya Saya masih dapat hehe... Dan itu Kereta terakhir. Tuhan emang baik :-p

 

@kyosash

Ooooh gitu. Meneketehe  :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

ok dicatet bro coz saya kayaknya nyampe jam 11 juga di haneda. Last train nya dapet jam brapa tuh ?

 

Sekitar jam 12 malaman bisa kurang juga sih. Dan Kereta terakhir juga penuh. Gak seperti apa yang Saya bayangkan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjuuuuuut !!!

 

 

Di Meguro tempat di mana KBRI Tokyo berada, Saya sempat mencicipi masakan Cina. Tapi khusus ebi aja. Nah berhubung Saya Muslim jadi Saya cuman makan Nasi + Ebinya aja. Padahal di situ tersedia seperti lunpia dan kuahnya. Takutnya kedua makanan asing tersebut mengandung apa yang Agama Saya larang. Saya juga sempat memfoto bangunan-bangunan di Kota Meguro. Meguro menurut Saya Kota yang sepi. Pokoknya yang rame di Jepang itu Shibuya. Hahaha....

 

Oh ya pada hari Minggu, Saya juga sempat menulis status di Jalan2.Com kalau mau naik Gunung. Namanya Gunung Takao. Pokoknya dari Gunung ini, Gunung Fuji kelihatan. Dari Miyamaedaira, Saya dan Teman-Teman Saya yang tinggal di Jepang termasuk yang menjemput Saya pertama kali di Jepang turun di Stasiun Kitano Fuchu dan ganti line untuk menuju Stasiun Takaosanguchi. Dari Rumah niatnya jam 7 pagi WJP atau 5 pagi WIB. Cuman berhubung ada kendala bagi Saya, jadi berangkat jam setengah 8 pagi.

 

Persiapan sudah di lakukan. Karena katanya dingin bingiiiiit. Alhamdulillah, kebetulan ada beberapa Orang yang sudah masak buat bekel di Gunung buat rame-rame. Tentunya masakan Indonesia. Hehehe.... Sampai di Stasiun Takaosanguchi, Saya dan rombongan foto-foto. Termasuk di Pohon warna-warninya Jepang yang namanya Momoji. Di area pepohonan ada yang jualan makanan (lupa apa dan lupa memfoto). Mau beli sih tapi harganyaaaaaaa.... Muahaaaaaal. Kelojotan deh langsung hahaha... Hampir 1000 Yen.

 

Untuk mencapai Gunung Takao, Kita harus ngantri buat beli tiket. Jadi ada 2 pilihan menuju Gunung Takaonya. Kita bisa naik semacam term atau kereta gantung gak kayak di TMII. Berhubung salah satu rombongan berekspektasi kalau Kita gak sampai malam di Gunung, jadi pas ke atas Kita naik Term nah sedangkan pas turun alias pulang dari Gunung, Kita naik Kereta Gantung. Soalnya pemandangannya bagusan pulang naik Kereta Gantung di banding perginya. Dan ternyata antriannya panjang bingiiiiit. Cuman tertib sih. Pertama yang perempuan ngantri dan Laki-Lakinya beli tiket.

 

Selesai beli Tiket, Kami menuju ke barisan antrian. Nah serunya ngantri jadi gak ngebosenin karena ada hiburannya. Pas banget Mereka baru persiapan buat menghibur Kita. Mereka Muda dan Tua serta Cowok dan Cewek macho yang ngangkat sendiri alat-alat musiknya. Top deh pokoknya. Saya juga rekam kok. Jadi Mereka tuh kayak mukul-mukul bedug tanpa henti. Jadi yang pertama main yang tua-tua dulu setelah salah satu ada yang kecapean, yang kecil kemudian menggantikan. Jadi musiknya gak putus.

 

Sayangnya Mereka mulai ketika Saya hampir masuk ke dalam gedung untuk naik term itu. Singkat cerita, naiklah Kita ke dalam term kuning. Dan Termnya pun melaju pelan ke atas. Jadi Keretanya bener-bener menanjak curam. Bisa bayangin dong yang berdiri di Kereta, pegangannya musti kenceng. Untungnya Saya dapat duduk. Paling Saya pegangan ke pinggir bangku biar gak nyosor Orang di depan Saya. Model kursinya hadap-hadapan. Hampir 30 menit Saya dan tentunya Orang yang pada berdiri pegangan kenceng biar gak kayak botol yang ambruk di seruduk bola bowling.

 

Akhirnya Kami semua tiba di atas. Tapi belum atas banget. Karena masih berkilo-kilo lagi menuju puncak. Setelah beristirahat sejenak, berfoto-foto. Catatan, foto di Rumah mirip Toraja aja musti ngantri. Gak percaya ? Coba aja deh kalau ke Jepang, ke Gunung Takao dan ke Rumah Toraja (Saya sebutnya Rumah Toraja). Tadinya Saya mau langsung foto, untungnya Temen Saya ngasih tau. Kalau gak bisa di marahin kali. Hahaha.... Setelah beres urusan, mulai ada yang ngeluarin Rotinya kemudian pada ke kamar mandi lalu ada yang foto-foto. Akhirnya Kami melanjutkan perjalanan ke atas Gunung Takao.

 

Benar-benar fisiknya harus kuat. Singkat cerita sampailah Kita di puncak. Pemandangannya bagus. Dan Saya serta rombongan walau bawa bekel pengen nyobain Udon terenak di Mt.Takao. Ya tetep ngantrinya panjang. Hampir 1 setengah jam Kita ngantri akhirnya dapat juga kursi. Saya pesen Udon jamur. Setelah makan, kebetulan waktunya Shalat Dzuhur, karena Kita musafir jadi di gabung Shalat Dzuhur dan Asharnya. Dan ini pertama kalinya Saya Shalat di Gunungnya Orang Asing Hahaha.... Shalat di alam terbuka yang Orang Jepang untungnya pada biasa aja.

 

Setelah beberapa lama Kita di puncak. Pukul 16.00 WJP, toko Udon yang Kami makan tadi udah tutup, pertanda hari mulai gelap. Kami pun turun. Catatan, walau Udonnya belom abis, kalau hari udah mulai gelap dengan kondisi transportasi yang gak banyak. Toko-Toko akan tutup. Berhubung Udonnya emang enak, always setiap tutup, jualannya udah habis. Perginya udah naik term dan sekarang pulangnya naik kereta gantung. Namun sayang, langit udah gelap. Karena naik Kereta Gantung kudu ngantri. Dan ngantrinya tuh 2 jam. Sebenernya term juga sama. Jadi Kita baru turun Gunung sekitar pukul 19.30 WJP.

 

Udaranya sungguh sangat dingin. Oh ya di sela-sela Saya turun, Saya menyempatkan membeli Mochi. Mochi Jepang tuh rasanya agak beda dari sini. Karena pakai kecap asin. Untungnya bukan Saya yang beli. Saya cuman nyicipin. Hehehe.... Sampai di Miyamaedaira itu Saya dan rombongan pukul 23.20 WJP kalau gak salah. Gimana rasanya ??? Pegeeeeel. Habis mandi air hangat, Shalat Isya dan Maghrib, kaki di keatasin dan tidur. Besoknya kemana ? Besok menjumpai Teman yang baru saja datang dari Indonesia. Dia mengajak Saya kembali ke Imperial Palace.

 

Pagi-pagi Saya sudah bersiap-siap buat ketemu Teman Saya. Dia menginap di Gotanda. Jadilah Saya dari Shibuya menuju Yamanote Line buat naik ke jurusan yang ada Ebisu, Meguro dan Gotandanya. Sampai di Gotanda, Saya menuju penginapannya. Singkat cerita Kami ke Imperial Palace lagi. Pokoknya hari itu cuman muterin Chiyoda aja. Abis gitu menuju Meguro buat makan Udon yang biasanya Pegawai KBRI makan. Abis makan, Saya mengajak Teman Saya main-main ke Shibuya. Berhubung Doi Perempuan, Saya juga nemenin Dia belanja. Dan tahukah Anda ? Ternyata H&M, Forever 21 dan Asbee lagi diskon gede-gedean. Berhubung Saya gak pernah membeli baju (selalu di beliin Orang Tua hahaha) Jadi uangnya hanya abis buat jalan-jalan, beli oleh-oleh seadanya dan makan.

 

Keesokkan harinya, Saya melalang buana lagi nih. Sendirian tentunya. Tujuan Saya adalah Tokyo Skytree. Pokoknya dari Miyamaedaira agak jauh cuman sekali jalan. Jadi gak pindah-pindah Kereta. Turunnya di Oshiagee "Skytree". Sampai di Skytree dengan udara yang cukup dingin, Saya sangat takjub. Saya bukan melihat di gambar lagi melainkan langsung dengan mata kepala Saya. Sampai di sana, Saya foto-foto di depan tulisannya. Kemudian Saya langsung masuk ke dalam buat membeli tiket. Beli tiket aja ngantrinya panjang beuut. Sejaman ngantri akhirnya dapat juga tuh tiket. Ya sebenernya gak ada apa-apa sih. Cuman percuma aja gitu udah sampai cuman foto-foto di luaran. Hahaha...

 

Saya kemudian setelah berada di lantai 350 melanjutkan mengantri tentunya membeli tiket lagi untuk mencapai lantai 450. Yang Saya kagumi ada kecepatan liftnya yang luar biasa. Puas di Tokyo Skytree kemudian Saya beranjak pulang. Karena hari juga hampir gelap. Oh ya karena kalau menuju Rumah Saya di Miyamaedaera selalu lewat Shibuya. Jadi seperti yang Saya bilang di tulisan awal. Saya selalu menghabiskan malam di situ. Dan Saya gak pernah bosan ke Shibuya. (to be continue)

 

Monggo di baca @deffa @Jalan2 @Diyan Hastari @Nightrain @kyosash @halimun dll yang pada mau ke Jepang. Must see !!! Promo banget nih Gua. Biar ngalain Mas @deffa yang selalu trending topic setiap postingannya. Hahaha.... #ngarep

 

post-17560-0-73226600-1386852533_thumb.j

(Ini Dia Nama Stasiun di Gunung Takao)

 

post-17560-0-71970400-1386852665_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-37406100-1386852816_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-21641300-1386852975_thumb.j

(Ini Lagi Ngantri Buat Naik Term Menuju Atas Mt.Takao)

 

post-17560-0-37931900-1386853168_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-15299200-1386853541_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-14322800-1386853674_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-87581900-1386853791_thumb.j

(This is It Mt.Takao)

 

post-17560-0-14634300-1386853892_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-49892000-1386853990_thumb.j

(Ini Dia Kereta yang Saya Maksud)

 

post-17560-0-52860300-1386854114_thumb.j

(Lihatlah Kecuraman Relnya. Posisi Saya Sudah Sampai dan Turun dari Kereta)

 

post-17560-0-44260500-1386854250_thumb.j

(Pemandangan dari Atas. Belum Atas Banget Sih)

 

post-17560-0-46263400-1386854361_thumb.j

(Papan Petunjuk)

 

post-17560-0-83785700-1386854475_thumb.j

(Setelah Beberapa Pendakian dan Menemukan Momoji Bersama Cahaya Tuhan. Hehe)

 

post-17560-0-11182400-1386854581_thumb.j

(Ini Dia Rumah yang Mirip Rumah Toraja yang Kalau Foto Kudu Ngantri)

 

post-17560-0-51137800-1386854981_thumb.j

(Salah Satu Warung Jajanan. Mau Beli ? Ngantri Dulu)

 

post-17560-0-33017400-1386855116_thumb.j

(Di Sudut Jalan Dalam Pendakian)

 

post-17560-0-07117500-1386855237_thumb.j

(Jalan Pintas ke Gunung Cuman Karena Tangganya Banyak Jadi Kita Gak Lewat Sini)

 

post-17560-0-71000200-1386855368_thumb.j

(Kayak Batu Nisan Gitu Deh)

 

post-17560-0-38433200-1386855439_thumb.j

(Pas Menuju Pulang. Jadi Udah Agak Gelap)

 

post-17560-0-01484600-1386855551_thumb.j

(Nah Ini Udon Jamur yang Saya Makan di Mt.Takao)

 

post-17560-0-22410700-1386855711_thumb.j

(Ini Dia Stasiun Gotanda)

 

post-17560-0-96332400-1386855988_thumb.j

(Ini Loh Penampakkan Sebagian Gotanda)

 

post-17560-0-05896000-1386856084_thumb.j

(Ke Imperial Palace Lagi. Tapi Sekarang Lebih Dekat. Melihat Penampakkan Istananya Kaisar)

 

post-17560-0-43717300-1386856186_thumb.j

(Salah Satu di Antara Banyaknya Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-05423000-1386856297_thumb.j

(Dengan Background Jembatan Menuju Ruang Pertemuan dengan Kaisar)

 

post-17560-0-92686200-1386856405_thumb.j

(Polisi yang Sedang Berjaga-Jaga di Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-01947300-1386856521_thumb.j

(Background Kolam Istana Kaisar)

 

post-17560-0-07771500-1386856943_thumb.j

(Petunjuk Tokyo Skytree)

 

post-17560-0-62496600-1386857052_thumb.j

(Suasana Natal Menuju Skytree)

 

post-17560-0-81598000-1386857193_thumb.j

(Nyampe Juga Kemari)

 

post-17560-0-79573300-1386857275_thumb.j

(Ini Dia Tiket Masuk Hanya Sampai Lantai 350)

 

post-17560-0-29309100-1386857355_thumb.j

(Di Lantai 350)

 

post-17560-0-11427400-1386857470_thumb.j

(Pemandangan dari Lantai 350)

 

post-17560-0-30685300-1386857568_thumb.j

(Buat Moto di Sini Nunggu Antriannya Kelar)

 

post-17560-0-38892800-1386857667_thumb.j

(Pohon Natal di Skytree Tower)

 

post-17560-0-69344200-1386857763_thumb.j

(Foto di Dinding Kaca Ketinggian 450)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ya gak sama juga... Hahaha... Beda jauuuh

maksudnya bukan bentuk dan penampilannya

tapi jam kerja nya yang sama dengan KRL bro

commuter line terakhir jam 12 malam heheheh

ya kalo MRT jepang udah jelas bagus banget kan gak usah di tanya itu mah

cuma kalo padetnya kayaknya sama  deh :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By ko Acong
      Terima Kasih Thien Qung telah menjaga kami semua sehingga dalam kedaan Sehat Semua. Yuk kita lanjut napak tilas Jalur Sutra sesi 2. Setelah kami menikmati keindahan Crescent Lake terutama adanya oase alami di Gurun Gobi, waktunya kami diantar ke stasiun Dun Huang untuk pindah kabupaten yang jaraknya kurang lebih 800 km, memakai kereta sleeper train.
      Kami sepakat pakai tidur lunak, sekamar 4 tidur susun. Untuk antisipasi kebiasaan yang kurang bersahabat bagi kita, bila tidur keras 1 row isi 6 tempat tidur dan tidak berpintu. Nah, kami pakai tidur lunak, diperjalanan kami pun jadi tidur dengan nyaman,  tak terasa alarm alam membangunkan kami. Lalu kami siap2 ke restroom. 1 jam kemudian sampailah kami di stasiun Turpan.

      Ternyata kami sudah mulai memasuki daerah istimewa Tiongkok. Lalu hal pertama yang kami hadapi adalah petugas imigrasi, dengan wajah yang khas dan penuh curiga kepada kami. Oh ya, penduduk Turpan sudah berbeda jauh wajahnya,  yang mana tidak oriental lagi. Beres urusan imigrasi, kami pun mencari sarapan, dengan berbagai menu yang lumayan bersahabat dengan lidah kita dan halal.
      Setelah keluar imigrasi, nah disini lah kami mulai dikerubuti oleh para driver dengan memegang gambar-gambar destinasi wisata, sementara kami abaikan dulu, ngudud dulu, cari sasaran driver yang sreg dengan kita. Setelah terpilih, kami panggil driver tersebut ke pinggiran, dan terjadilah tawar menawar. Sambil saya tunjuk saya mau ke destinasi wisata yang ada di brochure tersebut, satu paket 5 destinasi dengan harga 300 RMB (kalau tidak salah). Kami sewa 3 mobil, jadi per kepala kena charge 90 RMB, durasi tour 8 jam dengan jarak kurang lebih 180 km sampai kami diantar ke hotel. Oh ya, jarak stasiun ke downtown kurang lebih 40 km, dan bila memakai antaran taksi 120 RMB, jadi kami mending pilih langsung sekalian tour. Semua komunikasi kami mempergunakan google translate yang ada suaranya, jadi lebih mudah berkomunikasi dengan driver.
      Pertama, kami diantar ke hotel dulu untuk check in dan bersih-bersih karena cuaca Turpan sangat panas, namun dingin sekali anginnya.
      Kedua, kami tadinya mau ke benteng gurun center kota, Bazeli Ten Thousand Buddha Monastery, namun hanya ditunjukan dan lewat karena waktu tidak mencukupi.
      Ketiga, kami diantar ke gunung api (Flaming Mountain) dan itupun hanya dilewati karena kami masih belum move on.
      Keempat, kami diantar ke gurun pasir Turkistan Shansan Countri, nah disinilah kami baru move on, karena tantangan pemandangan di depan seperti layaknya paris dakar rally. Kami ber-10 memakai kendaraan gurun pasir langsung menuju puncak gurun pasir, ternyata kami hanya diantar sampai tengah dengan harga 250 RMB per mobil.
      Setelah sampai kami main di tengah puncak, mulailah modus mereka keluar, maukah kalian kami antar ke puncak teratas gurun pasir dengan harga 400 RMB/mobil. Tentu kami semua menolak. Tapi, khusus kendaraan yang dipake saya, saya nego sampai dapat harga 200 RMB.
      Kami diantar ke basecamp, nah disini lah tantangan adrenalin kami diuji ternyata kita turun dari puncak itu langsung melompat lurus ke bawah
      bagai mobil meluncur lurus jatuh ke dasar jurang, mungkin lebih menantang dibanding naik jet coster. Setelah sampai khusus kendaraan yang dipake saya langsung naik ke puncak teratas gurun pasir. Disinilah pemandangan yang paling aduhai. Kami semua dalam keadaan bersuka ria, mulai tuh keluar semangat kita.

      Kelima, kami diantar ke musem Gaochang, begitu buka pintu mobil kami semua terkejut karena sinar matahari sangat menyengat, tapi tetap kami berfoto dulu sebentar dan tidak sanggup melanjutkan menuju gedungnya.

      Setelah sampai mobil saya tanya destinasi apa ini sebenarnya, para driver menjelaskan bahwa disinilah tempatnya suhu Gaocheng. Dalam misi menuju barat hampir menyerah dalam melaksanakan misinya dan terlihat table temperature menunjukan 41 derajat celcius berarti kalau di air setengah mateng. Wah kata driver coba tadi kalau berhenti di gunung api lebih lengkap ini ceritanya, semangat kita jadi on fire lagi.
      Lalu kita minta datang ke gunung api yang tadi sudah kita lewati, ternyata setelah turun bener-bener ini daerah panasnya bagaikan kita dengan dapur pemanggangan. Banyak relief yang menggambarkan Sun Go Kong yang menuju langit untuk meminjam kipas sakti para dewa dan Flaming Mountain yang sedang membara sekali kipas langsung hilang apinya.
      Keenam, kota Turpan sepanjang kami lihat dari kereta api tadi mungkin juga ratusan kilometer hanya terlihat gurun pasir tak terbatas. Ternyata kota Turpan adalah salah satu yang penghasil anggur dan buah-buahan serta perternakan terbesar untuk Tiongkok mainland.
      Kami semua heran, dimana datangnya kehidupan kalau tanpa air dan semua terjawab di museum Turpan Karez Underground Water System, harga tiket masuk 40 RMB. Yang dengan hanya melihat teorinya pun sudah menjawab keheranan saya, si Bocah Tua Nakal kan pinter.

      Dan jawaban keheranan saya makin terjelaskan pada esok harinya di Heavenly Lake. Tur akan dilanjut ke Grand Bazarnya Turpan, namun teman 2 orang terserang Dehidrasi. Ibarat kataa kalau mau manggang roti dikota turpan tak perlu pake oven cukup ditempel didinding disinari matahari bisa mateng tuh.

      Kami semua ingin buru-buru masuk Hotel dan Mandi. Namun setelah segar, sebagian teman-teman kabur juga tuh menikmati barbeque dan sop kambing nan lezat. Pastinya gak lupa cuci mata lah, secara disini orang-orangnya cantik dan garanteng Uhuuuiiii Prikitiwww.
      Malam terus berlalu walau jam 22.00 masih terang benderang, tapi kami harus segera tidur, mengingat esok hari harus pindah kota lagi dengan jarak tempuh 180 km menuju Heavently Lake.
      Heavently lake adalah danau raksasa dipuncak gunung diketinggian 2200 Mpdl, yang mana sejauh perjalanan kami hanya disuguhi gurun pasir nan gersang sejak dari Turpan. Namun ketika sudah sampai puncaknya dan kami tembus tunnel Kaki Gunung Himalaya, baru pemandangan berubah drastis. Sepanjang mata dimanjakan oleh pohon-pohon nan indah dan udara yang tiba-tiba bisa berubah drastis menjadi dingin menusuk tulang. Danau Thian Shan benar-benar danau yang sangat indah.

      Setelah puas didanau kami turun gunung sejauh 602 km lagi menuju Hotel. Namun ada trouble, kita berganti Hotel dan malam sudah tiba kami semua tidur.
      Nah keesokan harinya teman-teman sudah tidak tahan untuk kabur menuju Grand Bazarnya Urumgi, secara Urumgi adalah kota modern dan wisata budaya dan juga surga kuliner, sangat perlu diekplor dengan agak santai.
      Sore telah tiba kami semua akan mengakhiri napak tilah Silk Road “Middle” ini dan akan dilanjut bonus trip petualangan ektra cepat menuju Asalamuaikum Beijing. Di tunggu yah Field Reportnya
      Mohon Maaf, pasti bacanya capek kepanjangan cerita namun itu lah ceritanya apa adanya.
       






































    • By vie asano
      Setelah jalan-jalan mengelilingi Tokyo menggunakan berbagai sample itinerary yang telah saya bagi dalam beberapa seri tulisan sebelumnya, supaya nggak jenuh, kali ini saya ingin berbagi sesuatu yang sedap-sedap dulu deh. Ya, kulineran! Hoho.. Namun kuliner yang akan saya informasikan kali ini bukanlah kuliner ala street food maupun kuliner yang biasa dikenal oleh para pecinta kuliner Jepang seperti sushi dan ramen, namun kuliner paling top di antara jajaran kuliner Jepang lainnya yaitu kaiseki ryori. Ada yang pernah dengar kuliner itu?
      Tentang Kaiseki Ryori
      Setiap negara yang memiliki sejarah kuliner yang panjang pastilah memiliki kuliner khas yang sangat istimewa dan bisa disebut sebagai haute cuisine. Maksud dari haute cuisine disini adalah kuliner tingkat tinggi yang membutuhkan persiapan khusus dan presentasi tingkat tinggi. Nah, dalam khasanah kuliner Jepang, haute cuisine di negara Matahari Terbit itu adalah kaiseki. Ada 2 jenis kaiseki, yaitu kaiseki ryori dan cha-kaiseki (kaiseki yang dihidangkan saat upacara minum teh) namun yang akan saya bahas kali ini adalah kaiseki ryori.
      Kaiseki ryori merupakan set makanan multi menu yang sudah mulai disajikan sejak ratusan tahun silam. Berawal dari set makanan yang disajikan saat upacara minum teh, kaiseki ryori kemudian berkembang menjadi menu yang biasa disajikan di kalangan bangsawan. Uniknya, nama kaiseki ryori sendiri tidak mengandung unsur haute cuisine, karena kaiseki dalam kaiseki ryori secara literal diterjemahkan sebagai batu di dada yang diambil dari kebiasaan pendeta Zen yang selalu menggunakan batu hangat untuk membantu menahan lapar. Bukan untuk dimakan yah, namun untuk dibungkus kain dan disimpan di dekat perut. Kalau dijelaskan terlalu detail nanti malah akan pusing sendiri, jadi kita skip dulu langsung pada inti kaiseki ryori yah.
      Yang membuat kaiseki ryori istimewa
      Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, menu kaiseki ryori terdiri dari multi menu. Dalam satu kali penyajian, jumlah menu yang ditampilkan bisa mencapai 9-10 menu atau lebih. Tenang, tak perlu khawatir akan kekenyangan karena seluruh menu disajikan dalam porsi mungil, dan tentu saja dengan presentasi yang sangat baik.
      Foto 01:
      Contoh set menu kaiseki ryori [foto: 663highland/wikimedia]
      Yang membuat kaiseki ryori ini menarik, dari seluruh menu yang disajikan, tidak ada pengulangan bahan makanan maupun pengulangan teknik memasak. Jadi jika saja (misalnya) wortel sudah digunakan pada satu menu, dia tidak akan digunakan pada menu lainnya. Kecuali untuk menu ikan yang bisa menggunakan beberapa jenis ikan, sehingga tak bisa disebut sebagai pengulangan bahan makanan. Tak hanya bahan makanan yang tidak diulang, namun teknik memasaknya juga tanpa pengulangan lho. Jadi jika ada 10 masakan, ya diolah dengan 10 cara yang berbeda.
      Tambahan lainnya, kaiseki ryori sangat mengutamakan bahan-bahan lokal. Jadi sebuah menu yang sama bisa terdiri dari kombinasi bahan yang berbeda jika dibuat di dua daerah yang berjauhan maupun dibuat pada musim yang berbeda. Mayoritas bahan dalam kaiseki ryori biasanya berasal dari pasar lokal dan menonjolkan keistimewaan dari daerah tersebut. Bagi yang bingung, dalam kaiseki ryori koki memang diijinkan untuk menambahkan bahan musiman yang bisa ditemukan di daerah tersebut, dan itulah yang membuat kaiseki ryori di seluruh Jepang bisa berbeda-beda dan kaya rasa.
      Menu-menu dalam kaiseki ryori
      Biasanya, menu kaiseki ryori dibagi dalam beberapa bagian: makanan pembuka, hidangan utama, shokuji (hidangan nasi), dan makanan penutup. Berikut ini detailnya, dan contoh fotonya mengambil menu yang disediakan di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo:
      Untuk makanan pembuka, bisa terdiri dari minuman beralkohol (biasanya ukuran kecil). Umumnya minuman beralkohol yang disajikan adalah alkohol produksi lokal maupun anggur manis. Tambahan lainnya adalah makanan pembuka ukuran kecil sebelum masuk ke makanan utama.
      Foto 02:
      Contoh menu pembuka: Steamed Tofu and Okura with sea urchin, with tiger prawn in jelly, eel sushi, steamed duck, and pike conger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk makanan utama, bisa terdiri dari beberapa menu yang diolah dengan teknik yang berbeda-beda. Beberapa menu yang masuk dalam list makanan utama ini antara lain: suimono (sup), sashimi (daging mentah yang diiris tipis), nimono (makanan rebusan), yakimono (makanan panggang), agemono (gorengan), mushimono (kukusan), dan sunomono (makanan berbahan cuka).
      Foto 03:
      Contoh menu rebusan: Terong dalam miso dengan bayam [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 04:
      Contoh menu gorengan: deep fried matsutake mushroom, zucchini, and pine leaf [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 05:
      Contoh menu sashimi: Snapper, with lobster, tuna and squid [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 06:
      Contoh menu bakar: Grilled wakasa (rockfish), with grilled beef in miso, potato, and decorative cut ginger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk shokuji, set-nya biasanya terdiri dari nasi, sup miso, dan tsukemono (acar). Biasanya set ini disajikan menjelang akhir acara makan, yaitu menjelang dessert.
      Foto 07:
      Contoh shokuji: Nasi dengan jahe [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk dessert, makanan penutup yang disajikan biasanya adalah buah lokal segar. Bisa juga makanan penutup tradisional khas Jepang lainnya.
      Foto 08:
      Contoh dessert di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo: menu buah-buahan [foto: Chris 73/wikimedia]
      Oya, contoh di atas betul-betul hanya contoh kasar saja ya. Masih ada beberapa menu dengan teknik masak yang berbeda yang belum saya masukkan dalam list di atas, seperti suzakana (makanan kecil untuk membersihkan piring), shiizakana (makanan sejenit hot pot), dan lain-lain.
      Foto 09:
      Contoh side dish: Jelly fish sashimi [foto: Chris 73/wikimedia]
      Dimana bisa menemukan kaiseki ryori?
      Tertarik mencoba kaiseki ryori? Kuliner ini bisa ditemukan di berbagai restoran tradisional Jepang. Namun perlu diperhatikan, tak semua restoran tradisional menyajikan kaiseki ryori yang asli lho. Ada tips-nya untuk membedakan mana restoran yang menyajikan kaiseki ryori asli dan abal-abal. Restoran yang tutup di siang hari biasanya menyediakan kaiseki ryori yang asli. Menyajikan kaiseki ryori membutuhkan persiapan yang sangat panjang, sehingga restoran yang betul-betul asli akan tutup di siang hari karena berkonsentrasi penuh untuk menyajikan kaiseki ryori malam hari.
      Alternatif lainnya, kaiseki ryori ini bisa ditemukan di berbagai ryokan alias penginapan tradisional Jepang. Biasanya ryokan akan menyediakan set menu tersebut saat makan pagi atau malam. Karena itulah harga menginap di ryokan lebih mahal dari jenis akomodasi lainnya karena sekaligus mencakup biaya makan. Untuk informasi dan panduan tentang ryokan, bisa baca disini: From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (1) dan From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (2-end).
      Foto 10:
      Contoh set menu yang disajikan di sebuah ryokan [foto: Tomo/wikimedia]
      Yang perlu diperhatikan
      Kaiseki ryori itu mahal, jendral! Untuk sebuah haute cuisine, jangan heran jika harga satu set kaiseki bisa mulai dari 15000 yen hingga 40000 yen per-orang. Memang sih ada juga kaiseki yang dibandrol dengan harga yang relatif terjangkau antara 4000 yen - 8000 yen, namun tentu saja kelengkapannya akan berbeda dengan restoran kelas atas.
      Siap untuk mencoba kaiseki ryori saat wisata ke Jepang?
      ***
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By siti uko
      Hallo…
      Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
      Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
      Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
      Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
      Salam KJJI..

      pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
       

      Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
       

      Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

      hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
       

      huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
       

      dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
       

      pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
       

      tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
       

      terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
      see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!