• agoda-hemat.png

Tira_dhis

State Visit Japan Nov 20 - Dec 5, 2013

45 posts in this topic

Hallo Everybody !!!  :senyum

Akhirnya setelah beberapa jam istirahat karena kelelahan sekali, Saya bisa memberikan Reportase untuk para Jalaners-Jalaners sekalian. Judulnya Saya buat agak gimana gitu biar pada banyak yang membaca. Apalagi buat para Jalaners-Jalaners yang ingin pergi ke Jepang. Saya cuman mau berkata bahwa "berpikirlah seakan-akan Kita tak akan mengunjunginya lagi. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin selama masih bisa di lakukan". Lambat laun Jalaners-Jalaners akan mengerti maksudnya.

 

Oke Saya ke Jepang ada 1 tujuan pertama kali. Yaitu untuk refreshing. Namun ternyata ada tujuan tambahan yang di berikan oleh salah satu Rumah Sakit di mana Saya bernaung untuk menghadiri sebuah Konfrensi di Tokyo University. Alkisah Saya ke Jepang di mulai ketika Saya makan bersama Teman Saya di Pizza Hut. Ngobrol ngalur-ngidul sampai terceletuk kata "kemana nih Kita liburan ini ?" Ternyata Teman Saya ingin menyusul Kakaknya ke Belanda sedangkan Saya masih pikir-pikir. Lalu Teman Saya ini menyebut Jepang dan Korea Selatan.

 

Kenapa Jepang ? Karena Teman Saya sudah pernah ke Jepang untuk suatu Konfrensi juga. Cuman bedanya Dia 10 hari Saya 15 hari. Dan Dia bedanya tidak banyak menjelajah sedangkan Saya banyak sekali menjelajah. Lalu kenapa Korea Selatan ? Kebetulan Kami berdua suka Running Man. Jadi Dia bilang kalau misal Saya ke Korea dan ternyata bagus, Tahun depan Dia yang pergi kesana. Singkat cerita akhirnya Saya memutuskan untuk ke Jepang. Langsunglah Saya minta tolong Teman Saya untuk mengurusi keberangkatan. Mulai Visa dan pernak-perniknya.

 

Pertengahan Oktober ternyata Rumah Sakit di mana Saya bernaung memilih Saya dan beberapa Teman Saya untuk menjadi wakil Indonesia dalam sebuah Kofrensi di Tokyo University yang Saya sebutkan tadi. Berhubung Konfrensinya cuman 22-24 November 2013 jadi Saya akan di pesanin tiket tanggal 20 November untuk pergi dan pulang 25 November. Berhubung Saya sudah mesen Tiket Air Asia PP untuk pergi 20 November dan pulang 5 Desember, maka Saya memohon untuk mengganti uang yang pergi yang sudah Saya keluarkan. Dan Alhamdulillah akhirnya di ganti.

 

Singkat cerita menjelang keberangkatan Saya sibuk membaca FR-FR Jalaners-Jalaners di Jalan2.Com mengenai Jepang. Dan Saya sudah ada target mau kemana aja. Akhirnya tanggal 19 November malam, Saya dan Teman-Teman tiba di Soekarno-Hatta Internasional Airport.  Kami menunggu sambil ngenet, bbman terus muterin bandara Terminal 3, makan dan juga tidur sejenak. Dan tanggal serta hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Rabu, 20 November 2013 Saya dan beberapa Teman akan berangkat ke Jepang. Niat sendiri jadi rame-rame. Dan itu seru banget.

 

Oh ya sebelumnya Pesawat Saya itu di bayarinnya Garuda Indonesia. Berhubung Saya minta di ganti uang saku pembelian perginya via Pesawat Air Asia. Jadi akhirnya semua naik Air Asia. Berhubung Saya sudah check in via web jadinya sebelum mengetahui kalau ada tugas Negara jadi Saya duduk misah dengan Teman-Teman. Untungnya Teman-Teman Saya gak komplain. Menurut Mereka enak juga transit di Malaysia 5 jam. Bisa muter-muter. Tak di sangka, Saya di Pesawat dari Jakarta menuju Kuala Lumpur duduk sendirian. Selama 2 jam Saya membaca buku dan tidur.

 

Tak terasa tibalah Saya di Kuala Lumpur Internasional Airport di singkat KLIA. 5 Jam di sana ngapain aja ? Banyak yang bisa di kerjakan. Apalagi Saya hobi foto via Android. Ya jelas foto-foto  :ngakak . Selain foto-foto, Saya juga mencoba Nasi Lemak (pertama kali makan Nasi Lemak di Negaranya langsung) dan ngopi di salah satu Restoran (lupa namanya). Sisanya ya istirahat, baca buku dsb. Tibalah Saya pukul 14.45 WMS (waktu Malaysia) atau 13.45 WIB bertolak menuju Haneda, Tokyo, Jepang. Di dalam Pesawat Saya duduk dengan 2 Orang Thailand. Agak boring juga sampai jam 23.00 WJP (waktu Jepang) atau 21.00 WIB duduk di pinggir gak deket jendela.

 

Salah satu Orang Thailand yang di dekat jendela mengeluarkan Kamera laras panjangnya untuk memotret sayap Pesawat dan awaners-awaners. :terbang Selama menanti ketibaan di Bandara Haneda, Jepang, kebetulan Orang Thailand samping Saya persis ngeluarin Laptopnya buat nonton film. Berhubung lebih kurang Saya juga suka Film Thailand ya jadi ikutan nonton deh. Setelah filmnya abis kemudian Saya tidur. Oh ya Saya juga memfoto beberapa kegiatan di dalam Pesawat. Singkat cerita tibalah Saya di Haneda International Airport, Japan. Pas keluar dari Pesawat menuju Bus untuk mengantar para Penumpang ke ruang kedatangan, udara dingin seperti kulkas bahkan kulkas aja kalah udara dinginnya, menusuk sampai tulang sumsum.  :ngakak

 

Buru-buru deh sweeter, sarung tangan, topi kupluk dan juga syal di pakai. Tiba di Bandara, ada pemeriksaan paspor. Di pemeriksaan Paspor ini, pulpen Saya di pinjam Orang USA. Pas Dia lagi nulis kertas dari Kementerian Luar Negeri Jepang, Saya sudah maju buat di periksa. Berhubung udah ngantuk dan juga ternyata tas si Bapak USA di geledah Polisi Jepang jadi ya Saya mengikhlaskan pulpen Saya. Yang punya belom ke Amerika, malah pulpennya duluan ke sana.

 

Dari Bandara, Saya misah dengan rombongan. Kebetulan Teman Saya menjemput. Saya langsung naik Kereta menuju tempat tinggal Saya di Jepang. Hari kedua di Jepang, Saya kemudian mencoba memulai menjelajah Jepang dengan menuju ke Odaiba. Pulau buatan yang adanya di selat Tokyo. Odaiba Kotanya masih banyak lahan kosong dan juga bagus. Suasananya juga nyaman dan tentram. Di Odaiba, Saya menuju Mall Odaiba Island di mana di Mall tersebut terdapat Museum Lilin terkenal di Dunia, Madame Tussauds. Itu pertama kalinya Saya ke Museum Madam Tussauds.

 

Puas jeprat-jepret, gak di sangka udah hampir gelap langitnya, Saya kemudian melanjutkan ke Museum Trick of Art yang satu lokasi dengan Museum Madame Tussauds. Ke Odaiba, Saya naik Kereta dari Shibuya menuju Stasiun Tokyo Teleport. Pokoknya sebelum Saya pergi, Saya selalu mencapture peta dari Google Maps. Sebelum Saya balik ke Shibuya, di Stasiun Tokyo Teleport, Saya mengisi Kartu Suica Saya. Kartu Suica ini di berikan Teman Saya ketika Saya baru tiba di Jepang. Hari kedua Saya habiskan di Odaiba. Bodohnya Saya, Saya lupa ke Patung Liberty sama Patung Gundam yang ada di Odaiba juga. Ya wassalam deh.

 

Nah hari Jum'atnya Saya dan rombongan menuju KBRI untuk bertemu Pak Luthfi sang Duta Besar. Namun ternyata Saya hanya bertemu Atase KBRInya aja. Usai Jum'atan, Saya dan rombangan dengan Bus segera menuju Tokyo University karena acara resmi Konfrensi di Tokyo University segera di mulai pukul 15.30 WJP. Sebelumnya Saya menyempatkan untuk foto-foto di depan Universitas yang katanya terbaik di Dunia. Sayangnya di dalam aula no camera. Jadi sorry. Sampai tanggal 24 gak ada kegiatan seru selain Konfrensi dan Konfrensi. Dan Senin 25 November seusai Teman-Teman Saya pulang, kembali Saya menjelajah Jepang. (to be continue)

 

post-17560-0-25540500-1386588795_thumb.j

(Di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3)

 

post-17560-0-47326900-1386589164_thumb.j

(Selamat Sampai Malaysia)

 

post-17560-0-91941700-1386588913_thumb.j

(Nasi Lemak)

 

post-17560-0-93949500-1386589027_thumb.j

(Kopi di Salah Satu Restoran di Malaysia)

 

post-17560-0-04361000-1386589360_thumb.j

(Ready to Japan)

 

post-17560-0-30953800-1386589463_thumb.j

(Suasana di Pesawat Air Asia)

 

post-17560-0-77919000-1386589531_thumb.j

(Kalau Gak Salah Sejam Lagi Mau Mendarat di Haneda Deh Nih di Ambilnya)

 

post-17560-0-78557800-1386589662_thumb.j

(Udah di Jepang. Papan Kedatangan dan Peta Kereta di Jepang)

 

post-17560-0-25404000-1386590009_thumb.j

(Mau ke Odaiba)

 

post-17560-0-76544700-1386590132_thumb.j

(Ini Keretanya. Mirip KRL Jabotabek Tapi Cepet Banget)

 

post-17560-0-44077700-1386590420_thumb.j

(Kincir Odaiba)

 

post-17560-0-43488100-1386590554_thumb.j

(Kota Odaiba)

 

post-17560-0-76860100-1386590688_thumb.j

(Madame Tussauds di Mall Odaiba Islands)

 

post-17560-0-25970500-1386590801_thumb.j

(Madame Tussauds)

 

post-17560-0-92966100-1386590910_thumb.j

(Bersama Johnny Depp)

 

post-17560-0-22548700-1386591726_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-11759100-1386591832_thumb.j

(Bersama Pangeran William dan Kate Middleton)

 

post-17560-0-04846500-1386591952_thumb.j

(Bersama Putri Diana)

 

post-17560-0-19288100-1386592088_thumb.j

(Bersama Presiden Barrack Obama)

 

post-17560-0-32473400-1386592820_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-02253900-1386592926_thumb.j

(Di Museum Art & Trick)

 

post-17560-0-10826300-1386593212_thumb.j

(Tokyo University)

 

post-17560-0-03967300-1386593318_thumb.j

(Hall Tempat Acara di Tokyo University)

 

post-17560-0-92671500-1386593462_thumb.j

(Sepeda Berjejer Rapi di Tokyo University)

 

post-17560-0-89193400-1386593491_thumb.j

(Lihatlah Apartemen Itu, Itulah Tempat Saya Menginap)

 

post-17560-0-44513900-1386593515_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

 

post-17560-0-95280400-1386593537_thumb.j

(Pagi Hari di Hari Kedua di Jepang)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjutannya Jalaners !!!

 

Setelah dari Odaiba, Saya kemudian jalan-jalan ke Shibuya. Itu loh yang katanya New Yorknya Jepang. Yang unik dari Shibuya, sebenernya bukan Shibuya aja sih tapi tepatnya Jepang. Di situ ada lampu merah dan hijau buat pejalan kaki. Dan Mereka sangat mematuhi itu. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan Bangsa sendiri, kalau di Indonesia dan ini kenyataan asli di depan mata Saya. Di situ udah tau lampu merah buat pejalan kaki. Tetep aja melenggang kangkung. Yah susah sih emang. Saya hampir lebih dari 10 kali ke Shibuya. Bukan buat jalan-jalan tapi karena Stasiun Shibuya menjadi tempat atau pusat perpindahan dari berbagai jurusan atau line.

 

Kalau mau ke Rumah Saya dari Shibuya cari Den-en-Toshi Line, kalau mau ke KBRI, cari Yamanote Line, kalau mau ke Odaiba cari aja Saikyo Line. Pokoknya banyak deh itu di Shibuya berbagai macam Line. Balik ke Perempatan atau Zebra Cross Shibuya, kalau dari lantai atas seperti misal ketika Saya Starbucksan di Mall yang viewnya ke jalan raya. Itu Orang yang sedang mengantri buat nyebrang posisinya bagus banget. Dan ketika nyebrang itu kayak semut yang mau mengerubuti gula. Ada kok fotonya. Di Shibuya Saya paling ke Patung terkenal yang Filmnya sempat Saya tonton jaman SMA. Ya siapa lagi kalau bukan Hachiko. Hachiko selalu ramai bagi para Turis yang berkunjung ke Shibuya. Di Shibuya, Saya juga jalan-jalan ke Tokyu Mall. Di sana banyak beraneka macam makanan. Ada spot khusus buat beraneka macam makanan, namanya Food Show. Saya sempat beli 2 Tofu yang rasanya enak banget. Hehehe....

 

Hari berikutnya, 26 November Saya mengunjungi Kaisar di Imperial Palace, Tokyo. Untuk menuju Chiyoda, nama Daerah di mana Istana Kaisar berada dari Rumah Saya memang agak jauh. Makanya Saya berangkat pagi-pagi menuju Chiyoda. Sesampainya di Stasiun Tokyo, kekaguman akan Stasiun itu mulai merasuk ke sukma. Hahaha.... Gaya klasik yang di tampilkan begitu bagus sampai Saya harus mengabadikannya. Sayang kalau gak di abadikan, apalagi untuk Jalaners-Jalaners yang mau ke Jepang. Saya juga menyempatkan berfoto di depan Stasiunnya. Jadi ada yang unik dari jalanan di depan Stasiun Tokyo. Banyak palang-palang pembatas yang di tujukkan untuk pejalan kaki dan juga para Taksi-Taksi yang menunggu Penumpang. Puas foto di depan Stasiun kemudian Saya berjalan menuju konblok panjang yang mengarah ke Imperial Palace. Di konblok panjang ini ada pemandangan pohon-pohon yang indah. Banyak juga yang beristirahat untuk makan, minum dan menikmati dinginnya Kota Tokyo.

 

Akhirnya sampailah Saya di depan Istana Kaisar. Berhubung bukan ulang tahun Kaisar dan juga Tahun Baru jadi tidak ada acara di Istana yang di buka untuk umum. Wal hasil Saya berfoto-foto di depannya aja. Saya ke Imperial Palace sebanyak 2 kali dan beda hari. Karena Saya belum puas buat foto-foto. Hahaha.... Halaman depan Imperial Palace ini sangat luas dengan di tumbuhi berbagai macam pepohonan. Hamparan pasir berbatu pun terdapat di depan Istana. Gedung-Gedung tinggi menjulang menjadi kontra dengan arsitektur kuno Istana Kaisar. Pokoknya indah banget deh. Saya doain Jalaners-Jalaners banyak rejeki buat ke Jepang. Setelah puas di Istana Kaisar, Saya kemudian menuju Taman yang persis di samping depan Istana Kaisar.

 

Di Taman ini banyak Orang berdasi dan juga Ibu-Ibu yang membawa dorongan Bayi tentunya ada Bayinya yang entah sekedar duduk sambil makan atau menyuapi Bayinya atau bahkan tidur pulas sambil ngorok. Banyak juga Bus-Bus Turis yang terparkir di pinggir Taman. Biasanya Mereka hendak menuju Istana Kaisar. Ada juga berbagai Vinding Machine tersebar di Taman itu. Di Taman tersebut ada Patung Pahlawan Jepang bernama Kusunoki Masashige. Patung itu pun di serbu Turis unutk berfoto. Termasuk Saya. Hahaha.... Puas di Taman Saya kemudian melanjutkan untuk pulang ke Rumah. Berhubung hari mulai gelap. Sebenarnya sih gak ada masalah pulang malam tapi cuaca makin dingin. Oh ya tips saat musim dingin di Jepang, Jalaners kan pada pakai baju Long John terus Sweeter terus Jaket tebel terus sarung tangan bahkan ada yang pakai kupluk kaya Saya. Nah sebelum naik Kereta, bagi Jalaners yang menggunakan Kereta. Harap seperti Jaket dan kupluk serta sarung tangan di lepas dulu.

 

Karena kalau gak bakal kepanasan luar biasa. Kemringet bahasa Jawanya. Emang sih di luar dingin banget tapi di dalam Kereta kalau masih pakai pakaian penghangat tubuh. Jatuhnya malah SPA gratis. Hehehe.... Kisah nyata Saya soalnya. Oh ya di Kereta banyak banget iklan. Baik iklan biasa hingga luar biasa. Misal iklan biasa tuh seperti iklan kursus, minuman atau sepatu. Iklan luar biasanya yaitu Majalah Porno. Jadi ya jangan heran. Kemudian harus kuat-kuat iman. Karena Wanita-Wanita di sana walau dingin tetap roknya pendek-pendek. Bahkan cuman nutupin daging bokong. Ya biasain aja. Hehe... Gak tau deh kalau musim panas. Bisa-bisa cuman CD doang kali. Lanjut setelah di Taman, Saya kemudian menuju Stasiun Tokyo lewat jalur lain. Saya melewati Mall dan Perkantoran yang ada di Tokyo. Nah kebetulan Saya menemukan Pohon Natal yang unik.

 

Foto Natal itu bertemakan Winnie The Pooh. Ya udah tak mau ketinggalan kesempatan, Saya pun mengabadikan Pohon Natal tersebut dan tentunya Saya berfoto bersama Pohon Natal Madu itu. Sebelum naik Kereta Saya makan di salah satu Restoran. Ya makan kentang dan Ayam. Abis kayak Mc Donald's di Jepang cuman pakai Kentang. Gak ada Nasi. Sedangkan Gue Orang Indonesia yang gak ada Nasi gak kenyang. Wal hasil nambah deh tuh makanan. Keesokkan harinya Saya keluar Rumah setelah Shalat Dzuhur. Tujuan Saya ke tempat terbentuknya Girlband terkenal di Jepang, Akihabara. Walau Saya gak begitu tau dan suka tapi gak ada salahnya Saya mejeng di Cafenya. Hahaha...

 

Pas Saya tiba di Akihabara, Saya langsung bertanya ke Petugas, "Permisi, di mana sih AKB 48 ?" Dan Petugas menjawab "Di Sana" Langsung Saya menuju tempat yang ternyata ramenya bukan main. Saya gak tau Mereka ngantri apa yang jelas antriannya panjang. Di tengah-tengah Orang mengantri, Saya berfoto dengan latar belakang AKB 48. Saya juga mengabadikan momen antrian dari Akihabara Bridge. Dari Akihabara menjelang malam, Saya penasaran dengan Harajuku Style. Jadilah Saya menuju ke Harajuku. Pas sampai di sana ternyata ekspektasi Saya mengenai Harajuku tuh salah. Kirain Saya selama perjalanan, Harajuku tuh tempatnya gede dan banyak menjual pakaian-pakaian Harajuku itu. Ternyata pas melihat langsung, Harajuku tuh hanya sebuah gang kecil yang banyak berjubel Orang serta pertokoan.

 

Di Harajuku berhubung laper jadilah Saya membeli Mc Donald's. Lumayan kenyang sih. Tapi ada tragedi di Harajuku. Pasca makan, Saya mules. Ribet kalau mules di jalan. Bayangin, Saya pakai Jaket tebel terus Saya pakai celana dobel, sepatu tali, kaos kaki terus sweeter. Ah ribet deh. Pokoknya habis melegakan perut Saya kembali ke Rumah. Keesokkan harinya, Saya kembali menuju KBRI untuk suatu keperluan. KBRI terletak di Meguro bukan Gotanda. Walaupun alamatnya Gotanda tapi KBRI letaknya di Meguro. Setelah urusan selesai Saya kemudian menuju Museum Beer di Ebisu. Sebelumnya Saya rehat sejenak di Starbucks Coffee di pinggir Stasiun Meguro. Sesampainya di Ebisu, Saya kemudian menuju Yebisu Garden Palace. Wah tempatnya bagus. Saya 2 kali ke sini. Pertama siang hari kedua malam hari. Di Yebisu Garden Palace ada lampur kristal yang bagus serta Pohon-Pohon Natal yang tersebar di mana-mana.

 

Saya juga menyempatkan diri ke Museum Beer. Saya hanya foto-foto dan gak lebih Hahahaha..... (to be continue)

 

post-17560-0-55799100-1386671403_thumb.j

(Akihabara 48)

 

post-17560-0-75686100-1386671633_thumb.j

(Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-55122700-1386671765_thumb.j

(Stasiun Shibuya)

 

post-17560-0-12165000-1386671916_thumb.j

(Bersama Hachiko)

 

post-17560-0-38867500-1386672046_thumb.j

(Depan Stasiun Tokyo)

 

post-17560-0-23418000-1386672211_thumb.j

(Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-06585600-1386672375_thumb.j

(Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-66204600-1386672525_thumb.j

(Di Konblok Jalan Tokyo)

 

post-17560-0-01022700-1386672675_thumb.j

(Di Depan Pintu Istana Kaisar)

 

post-17560-0-97322000-1386672860_thumb.j

(Taman di Depan Istana Kaisar)

 

post-17560-0-25761600-1386673019_thumb.j

(Di Pohon Natal Winnie The Pooh)

 

post-17560-0-98262200-1386675630_thumb.j

(Peta Istana Kaisar)

 

post-17560-0-34090300-1386675773_thumb.j

(Patung Kusunoki Masashige)

 

post-17560-0-68130300-1386675960_thumb.j

(Di Depan KBRI)

 

post-17560-0-15024100-1386676099_thumb.j

(Foto dari Akihabara Bridge)

 

post-17560-0-26499900-1386676229_thumb.j

(Harajuku Street)

 

post-17560-0-46007100-1386676424_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-04738900-1386676599_thumb.j

(Christmas Tree at Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-00983500-1386676747_thumb.j

(Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-94564200-1386676886_thumb.j

(Di Lampu Kristal Terbesar dan Terberat di Dunia di Yebisu Garden Place)

 

post-17560-0-91342800-1386677711_thumb.j

(AKB 48)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

akhirnya ini dia FR yang ditunggu2 buat gambaran itin saya ke Jepang tahun depan heheh

wah lagi dingin2 ny aya november

kebetulan saya tahun depan juga november berangkat oke dicatet neh bro

 

Odaiba itu masih masuk tokyo ya ? bayar tiket MRT nya berapa Yen mas ?

kayaknya Tokot University bole juga destinasi neh hehehe

 

Ditunggu lanjutannya :D

 

 

@Tira_dhis

mantappp, ditunggu lanjutannya

 

 

wah menarik juga nih Odaiba, btw nice share :salut

 

 

@Tira_dhis

Hahahahaha, Narsisssssssss......

Dis, foto udah aman nih. Mo dikirim via e-mail eh internet mati kemarin mpe jam 8 malam ga hidup juga. Hari ini lemotttt. Besok ya, semoga sudah ga lemot lagi. Ditunggu oleh2nya...

 

@deffa

Jepang sih tepatnya. Bukan Tokyo. Jauh dari Tokyo. Nama Stasiunnya aja Tokyo Teleport Mas. Untuk rangkuman harga-harga di akhir ya Mas.

 

@Nightrain

Sudah. Selamat membaca. Maaf bersambung :-)

 

@kyosash

Ia menarik tapi agak mahal kesana. Hehehe....

 

@halimun

Ialah ntar kalau gak narsis gak ada bukti. Hahaha.... Ya terserah deh kapan aja ngirimnya Hahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah gtu ya mas ? wajib ke akb48 cafe neh ahhaay 

 

 

@Tira_dhis

mantap bro, apalagi foto dgn topi pas depan Imperial Palace, persis komandan Jepang di film Letters From Iwo Jima :salut

btw, kalau ga salah, dari hasil baca2, di Akihabara ini daerah anime ya dan banyak maid cafe, apa agan sempet coba masuk dan dilayani para inem pelayan sexy ? :D

masih tetap ditunggu lanjutannya sambil ngunyah kacang Jepang B)

 

 

@Tira_dhis

wah akhirnya ada lanjutannya neh mantap, kayaknya Akibahara wajib masuk list neh lumayan nonton AKB48 langsung di teater nya hehehe

oke mas ditunggu lanjutan + harga2nya :D

 

Mas @Nightrain

Aku gak ngerti Anime-Anime gitu sih. Jadi selesai foto ganti tujuan    :ngakak

Mas @deffa

Oke nanti rincian dan total harganya di ending ya

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah ternyata ditempat public-pun ada pohon natal yang bertemakan winnie the pooh, nice :)

 

btw keren tuh posternya sih Hanzawa Naoki yang di Shibuya Station :wub:

 

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Siapa tuh Hanzawa Naoki ? Hehehe... Saya mah asal motret aja...

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Tira_dhis

bro, waktu nyampe di Haneda hari pertama on time ya ngga delay ? abis ambil koper dll kan udah sktr jam 12, apa keburu naik kereta ? bukan udah last train pas midnight atau sampe jam 1 pagi ada ?

 

 

bukan siapa2 kok :D , itu salah satu nama Character di drama yang lagi ngetrend di jepang dan character itu ada muncul diposter :)

 

@Nightrain

Untungnya Saya masih dapat hehe... Dan itu Kereta terakhir. Tuhan emang baik :-p

 

@kyosash

Ooooh gitu. Meneketehe  :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

ok dicatet bro coz saya kayaknya nyampe jam 11 juga di haneda. Last train nya dapet jam brapa tuh ?

 

Sekitar jam 12 malaman bisa kurang juga sih. Dan Kereta terakhir juga penuh. Gak seperti apa yang Saya bayangkan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Lanjuuuuuut !!!

 

 

Di Meguro tempat di mana KBRI Tokyo berada, Saya sempat mencicipi masakan Cina. Tapi khusus ebi aja. Nah berhubung Saya Muslim jadi Saya cuman makan Nasi + Ebinya aja. Padahal di situ tersedia seperti lunpia dan kuahnya. Takutnya kedua makanan asing tersebut mengandung apa yang Agama Saya larang. Saya juga sempat memfoto bangunan-bangunan di Kota Meguro. Meguro menurut Saya Kota yang sepi. Pokoknya yang rame di Jepang itu Shibuya. Hahaha....

 

Oh ya pada hari Minggu, Saya juga sempat menulis status di Jalan2.Com kalau mau naik Gunung. Namanya Gunung Takao. Pokoknya dari Gunung ini, Gunung Fuji kelihatan. Dari Miyamaedaira, Saya dan Teman-Teman Saya yang tinggal di Jepang termasuk yang menjemput Saya pertama kali di Jepang turun di Stasiun Kitano Fuchu dan ganti line untuk menuju Stasiun Takaosanguchi. Dari Rumah niatnya jam 7 pagi WJP atau 5 pagi WIB. Cuman berhubung ada kendala bagi Saya, jadi berangkat jam setengah 8 pagi.

 

Persiapan sudah di lakukan. Karena katanya dingin bingiiiiit. Alhamdulillah, kebetulan ada beberapa Orang yang sudah masak buat bekel di Gunung buat rame-rame. Tentunya masakan Indonesia. Hehehe.... Sampai di Stasiun Takaosanguchi, Saya dan rombongan foto-foto. Termasuk di Pohon warna-warninya Jepang yang namanya Momoji. Di area pepohonan ada yang jualan makanan (lupa apa dan lupa memfoto). Mau beli sih tapi harganyaaaaaaa.... Muahaaaaaal. Kelojotan deh langsung hahaha... Hampir 1000 Yen.

 

Untuk mencapai Gunung Takao, Kita harus ngantri buat beli tiket. Jadi ada 2 pilihan menuju Gunung Takaonya. Kita bisa naik semacam term atau kereta gantung gak kayak di TMII. Berhubung salah satu rombongan berekspektasi kalau Kita gak sampai malam di Gunung, jadi pas ke atas Kita naik Term nah sedangkan pas turun alias pulang dari Gunung, Kita naik Kereta Gantung. Soalnya pemandangannya bagusan pulang naik Kereta Gantung di banding perginya. Dan ternyata antriannya panjang bingiiiiit. Cuman tertib sih. Pertama yang perempuan ngantri dan Laki-Lakinya beli tiket.

 

Selesai beli Tiket, Kami menuju ke barisan antrian. Nah serunya ngantri jadi gak ngebosenin karena ada hiburannya. Pas banget Mereka baru persiapan buat menghibur Kita. Mereka Muda dan Tua serta Cowok dan Cewek macho yang ngangkat sendiri alat-alat musiknya. Top deh pokoknya. Saya juga rekam kok. Jadi Mereka tuh kayak mukul-mukul bedug tanpa henti. Jadi yang pertama main yang tua-tua dulu setelah salah satu ada yang kecapean, yang kecil kemudian menggantikan. Jadi musiknya gak putus.

 

Sayangnya Mereka mulai ketika Saya hampir masuk ke dalam gedung untuk naik term itu. Singkat cerita, naiklah Kita ke dalam term kuning. Dan Termnya pun melaju pelan ke atas. Jadi Keretanya bener-bener menanjak curam. Bisa bayangin dong yang berdiri di Kereta, pegangannya musti kenceng. Untungnya Saya dapat duduk. Paling Saya pegangan ke pinggir bangku biar gak nyosor Orang di depan Saya. Model kursinya hadap-hadapan. Hampir 30 menit Saya dan tentunya Orang yang pada berdiri pegangan kenceng biar gak kayak botol yang ambruk di seruduk bola bowling.

 

Akhirnya Kami semua tiba di atas. Tapi belum atas banget. Karena masih berkilo-kilo lagi menuju puncak. Setelah beristirahat sejenak, berfoto-foto. Catatan, foto di Rumah mirip Toraja aja musti ngantri. Gak percaya ? Coba aja deh kalau ke Jepang, ke Gunung Takao dan ke Rumah Toraja (Saya sebutnya Rumah Toraja). Tadinya Saya mau langsung foto, untungnya Temen Saya ngasih tau. Kalau gak bisa di marahin kali. Hahaha.... Setelah beres urusan, mulai ada yang ngeluarin Rotinya kemudian pada ke kamar mandi lalu ada yang foto-foto. Akhirnya Kami melanjutkan perjalanan ke atas Gunung Takao.

 

Benar-benar fisiknya harus kuat. Singkat cerita sampailah Kita di puncak. Pemandangannya bagus. Dan Saya serta rombongan walau bawa bekel pengen nyobain Udon terenak di Mt.Takao. Ya tetep ngantrinya panjang. Hampir 1 setengah jam Kita ngantri akhirnya dapat juga kursi. Saya pesen Udon jamur. Setelah makan, kebetulan waktunya Shalat Dzuhur, karena Kita musafir jadi di gabung Shalat Dzuhur dan Asharnya. Dan ini pertama kalinya Saya Shalat di Gunungnya Orang Asing Hahaha.... Shalat di alam terbuka yang Orang Jepang untungnya pada biasa aja.

 

Setelah beberapa lama Kita di puncak. Pukul 16.00 WJP, toko Udon yang Kami makan tadi udah tutup, pertanda hari mulai gelap. Kami pun turun. Catatan, walau Udonnya belom abis, kalau hari udah mulai gelap dengan kondisi transportasi yang gak banyak. Toko-Toko akan tutup. Berhubung Udonnya emang enak, always setiap tutup, jualannya udah habis. Perginya udah naik term dan sekarang pulangnya naik kereta gantung. Namun sayang, langit udah gelap. Karena naik Kereta Gantung kudu ngantri. Dan ngantrinya tuh 2 jam. Sebenernya term juga sama. Jadi Kita baru turun Gunung sekitar pukul 19.30 WJP.

 

Udaranya sungguh sangat dingin. Oh ya di sela-sela Saya turun, Saya menyempatkan membeli Mochi. Mochi Jepang tuh rasanya agak beda dari sini. Karena pakai kecap asin. Untungnya bukan Saya yang beli. Saya cuman nyicipin. Hehehe.... Sampai di Miyamaedaira itu Saya dan rombongan pukul 23.20 WJP kalau gak salah. Gimana rasanya ??? Pegeeeeel. Habis mandi air hangat, Shalat Isya dan Maghrib, kaki di keatasin dan tidur. Besoknya kemana ? Besok menjumpai Teman yang baru saja datang dari Indonesia. Dia mengajak Saya kembali ke Imperial Palace.

 

Pagi-pagi Saya sudah bersiap-siap buat ketemu Teman Saya. Dia menginap di Gotanda. Jadilah Saya dari Shibuya menuju Yamanote Line buat naik ke jurusan yang ada Ebisu, Meguro dan Gotandanya. Sampai di Gotanda, Saya menuju penginapannya. Singkat cerita Kami ke Imperial Palace lagi. Pokoknya hari itu cuman muterin Chiyoda aja. Abis gitu menuju Meguro buat makan Udon yang biasanya Pegawai KBRI makan. Abis makan, Saya mengajak Teman Saya main-main ke Shibuya. Berhubung Doi Perempuan, Saya juga nemenin Dia belanja. Dan tahukah Anda ? Ternyata H&M, Forever 21 dan Asbee lagi diskon gede-gedean. Berhubung Saya gak pernah membeli baju (selalu di beliin Orang Tua hahaha) Jadi uangnya hanya abis buat jalan-jalan, beli oleh-oleh seadanya dan makan.

 

Keesokkan harinya, Saya melalang buana lagi nih. Sendirian tentunya. Tujuan Saya adalah Tokyo Skytree. Pokoknya dari Miyamaedaira agak jauh cuman sekali jalan. Jadi gak pindah-pindah Kereta. Turunnya di Oshiagee "Skytree". Sampai di Skytree dengan udara yang cukup dingin, Saya sangat takjub. Saya bukan melihat di gambar lagi melainkan langsung dengan mata kepala Saya. Sampai di sana, Saya foto-foto di depan tulisannya. Kemudian Saya langsung masuk ke dalam buat membeli tiket. Beli tiket aja ngantrinya panjang beuut. Sejaman ngantri akhirnya dapat juga tuh tiket. Ya sebenernya gak ada apa-apa sih. Cuman percuma aja gitu udah sampai cuman foto-foto di luaran. Hahaha...

 

Saya kemudian setelah berada di lantai 350 melanjutkan mengantri tentunya membeli tiket lagi untuk mencapai lantai 450. Yang Saya kagumi ada kecepatan liftnya yang luar biasa. Puas di Tokyo Skytree kemudian Saya beranjak pulang. Karena hari juga hampir gelap. Oh ya karena kalau menuju Rumah Saya di Miyamaedaera selalu lewat Shibuya. Jadi seperti yang Saya bilang di tulisan awal. Saya selalu menghabiskan malam di situ. Dan Saya gak pernah bosan ke Shibuya. (to be continue)

 

Monggo di baca @deffa @Jalan2 @Diyan Hastari @Nightrain @kyosash @halimun dll yang pada mau ke Jepang. Must see !!! Promo banget nih Gua. Biar ngalain Mas @deffa yang selalu trending topic setiap postingannya. Hahaha.... #ngarep

 

post-17560-0-73226600-1386852533_thumb.j

(Ini Dia Nama Stasiun di Gunung Takao)

 

post-17560-0-71970400-1386852665_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-37406100-1386852816_thumb.j

(Masih di Bawah Nih. Foto dengan Background Momoji)

 

post-17560-0-21641300-1386852975_thumb.j

(Ini Lagi Ngantri Buat Naik Term Menuju Atas Mt.Takao)

 

post-17560-0-37931900-1386853168_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-15299200-1386853541_thumb.j

(Momoji Hanya Ada di Japan. Kali yak)

 

post-17560-0-14322800-1386853674_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-87581900-1386853791_thumb.j

(This is It Mt.Takao)

 

post-17560-0-14634300-1386853892_thumb.j

(Pertunjukkan di Pintu Masuk Mt.Takao)

 

post-17560-0-49892000-1386853990_thumb.j

(Ini Dia Kereta yang Saya Maksud)

 

post-17560-0-52860300-1386854114_thumb.j

(Lihatlah Kecuraman Relnya. Posisi Saya Sudah Sampai dan Turun dari Kereta)

 

post-17560-0-44260500-1386854250_thumb.j

(Pemandangan dari Atas. Belum Atas Banget Sih)

 

post-17560-0-46263400-1386854361_thumb.j

(Papan Petunjuk)

 

post-17560-0-83785700-1386854475_thumb.j

(Setelah Beberapa Pendakian dan Menemukan Momoji Bersama Cahaya Tuhan. Hehe)

 

post-17560-0-11182400-1386854581_thumb.j

(Ini Dia Rumah yang Mirip Rumah Toraja yang Kalau Foto Kudu Ngantri)

 

post-17560-0-51137800-1386854981_thumb.j

(Salah Satu Warung Jajanan. Mau Beli ? Ngantri Dulu)

 

post-17560-0-33017400-1386855116_thumb.j

(Di Sudut Jalan Dalam Pendakian)

 

post-17560-0-07117500-1386855237_thumb.j

(Jalan Pintas ke Gunung Cuman Karena Tangganya Banyak Jadi Kita Gak Lewat Sini)

 

post-17560-0-71000200-1386855368_thumb.j

(Kayak Batu Nisan Gitu Deh)

 

post-17560-0-38433200-1386855439_thumb.j

(Pas Menuju Pulang. Jadi Udah Agak Gelap)

 

post-17560-0-01484600-1386855551_thumb.j

(Nah Ini Udon Jamur yang Saya Makan di Mt.Takao)

 

post-17560-0-22410700-1386855711_thumb.j

(Ini Dia Stasiun Gotanda)

 

post-17560-0-96332400-1386855988_thumb.j

(Ini Loh Penampakkan Sebagian Gotanda)

 

post-17560-0-05896000-1386856084_thumb.j

(Ke Imperial Palace Lagi. Tapi Sekarang Lebih Dekat. Melihat Penampakkan Istananya Kaisar)

 

post-17560-0-43717300-1386856186_thumb.j

(Salah Satu di Antara Banyaknya Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-05423000-1386856297_thumb.j

(Dengan Background Jembatan Menuju Ruang Pertemuan dengan Kaisar)

 

post-17560-0-92686200-1386856405_thumb.j

(Polisi yang Sedang Berjaga-Jaga di Pagar Istana Kaisar)

 

post-17560-0-01947300-1386856521_thumb.j

(Background Kolam Istana Kaisar)

 

post-17560-0-07771500-1386856943_thumb.j

(Petunjuk Tokyo Skytree)

 

post-17560-0-62496600-1386857052_thumb.j

(Suasana Natal Menuju Skytree)

 

post-17560-0-81598000-1386857193_thumb.j

(Nyampe Juga Kemari)

 

post-17560-0-79573300-1386857275_thumb.j

(Ini Dia Tiket Masuk Hanya Sampai Lantai 350)

 

post-17560-0-29309100-1386857355_thumb.j

(Di Lantai 350)

 

post-17560-0-11427400-1386857470_thumb.j

(Pemandangan dari Lantai 350)

 

post-17560-0-30685300-1386857568_thumb.j

(Buat Moto di Sini Nunggu Antriannya Kelar)

 

post-17560-0-38892800-1386857667_thumb.j

(Pohon Natal di Skytree Tower)

 

post-17560-0-69344200-1386857763_thumb.j

(Foto di Dinding Kaca Ketinggian 450)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ya gak sama juga... Hahaha... Beda jauuuh

maksudnya bukan bentuk dan penampilannya

tapi jam kerja nya yang sama dengan KRL bro

commuter line terakhir jam 12 malam heheheh

ya kalo MRT jepang udah jelas bagus banget kan gak usah di tanya itu mah

cuma kalo padetnya kayaknya sama  deh :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________