Sign in to follow this  
chandra

kali cheonggyecheon dulu kumuh sekarang bersih

9 posts in this topic

Mungkin ini yang patut di contoh sama pemerintah kita, kali cheonggyecheon yang panjangnya 6 km itu dulu kumuh nya mirip-mirip sama kali ciliwung kita, jadi jamban sama tempat buang sampah orang-orang, dan sekarang tempat itu jadi tempat nyantai nya orang-orang korea tanpa di pungut biaya pastinya. Sekitar tahun 2003 pemerintah korea ngeberantas jalan-jalan layang yang ada di atas kali itu terus dua tahun kemudian kali itu jadi tempat yang menarik di korea meski cuma sekedar tempat umum. Bersihnya kali itu ngebantu ngurangin polusi dan bikin kota itu jadi lebih sejuk.

bandingin dah

Cheonggyecheon3.jpg

Cheonggyecheon6.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo gak salah ada juga yang di filipina. dulunya juorok bnget sebelas dua belas sama ciliwung, cuman sekarang malah bagus dan dianfaatin buat jadi objek wisata...

wah, gak usah kaya di italia deh, kaya begini aja udah manteb bnget sungai sungai di indonesia

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di Indonesia terbalik,dulunya kalinya bersih jadi jorok hehehe.Kalo kali angke jadi bersih bisa ngakyah?atau mungkin suatu hari nanti kalinya sudah tidak ada,menjadi kali hitam.

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo gak salah ada juga yang di filipina. dulunya juorok bnget sebelas dua belas sama ciliwung, cuman sekarang malah bagus dan dianfaatin buat jadi objek wisata...

wah, gak usah kaya di italia deh, kaya begini aja udah manteb bnget sungai sungai di indonesia

wah sungai apa? hehe iya gak usah ada gondolanya segala kalau di sini bisa bersih kayak gini aja mungkin jakarta gak di anggap kumuh sama kotor lagi, jadi lebih nyaman hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, kapan yah sungai2x disni bisa sebersih disana.

biasanya kita harus nunggu gebrakan dulu baru bersih2x.

nunggu kali meluap dulu, baru nanti ada program kerja bakti.

kalo belum meluap sih, terus aja di pendet ama sampah.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, kapan yah sungai2x disni bisa sebersih disana.

biasanya kita harus nunggu gebrakan dulu baru bersih2x.

nunggu kali meluap dulu, baru nanti ada program kerja bakti.

kalo belum meluap sih, terus aja di pendet ama sampah.

haha iya bener, kadang meluap aja masih gitu-gitu aja, bisa juga pemerintah sendiri gak bisa sama gak ngerti bikin solusi nya jadi gitu gitu aja, atau negara ini kurang sumber daya buat ngurus perkotaan kita

Share this post


Link to post
Share on other sites

haha iya bener, kadang meluap aja masih gitu-gitu aja, bisa juga pemerintah sendiri gak bisa sama gak ngerti bikin solusi nya jadi gitu gitu aja, atau negara ini kurang sumber daya buat ngurus perkotaan kita

cuma mikirin ngisi kantong sendiri mas. buat pemerintah tuh mending uang di pake buat partai daripada buat rakyat.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano

      Masih tentang Seoul. Pada tulisan ini, saya sudah menulis informasi global tentang kota Seoul dan apa saja yang bisa ditemukan disana. Dan pada tulisan ini saya sudah berbagi informasi seputar Touris Information Center di seluruh Seoul, termasuk dengan tourist information desk. Mungkin masih yang belum saya tulis (karena jumlah pusat informasi wisata di Seoul memang cukup banyak), namun mudah-mudahan cukup membantu teman-teman yang berencana main-main ke Seoul.
      Walau jumlah pusat informasi wisata di Seoul cukup banyak dan tersebar di berbagai distrik, saya yakin nggak semua punya waktu untuk sengaja main ke tempat-tempat tersebut. Alasannya bervariasi, mulai dari males, bingung cari tempatnya, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang memang malas sengaja mampir ke kantor pusat informasi wisata, Seoul menawarkan fasilitas lain yang disebut mobile tourist offices. Penasaran?
      Mobile tourist offices merupakan sebutan tak resmi untuk staff di pusat informasi wisata Seoul yang bekerja di luar ruangan. Mereka tidak sekedar duduk manis di balik meja dan melayani aneka pertanyaan dari wisatawan, namun mereka sengaja berdiri maupun lalu lalang di berbagai tempat yang mencolok dan banyak dilalui oleh wisatawan. Tak sulit untuk menemukan staff mobile tersebut, karena mereka mengenakan jaket atau rompi merah terang dengan logo "i" di jaketnya.
      Apa jasa yang ditawarkan oleh para staff mobile berjaket merah tersebut? Para staff tersebut memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik. Ada yang bisa bahasa Inggris, China, Jepang, hingga bahasa lainnya. Tentunya nggak semua staff bisa multibahasa ya, namun rata-rata menguasai minimal bahasa Inggris. Para staff mobile tersebut akan membantu Anda yang memiliki pertanyaan mengenai berbagai obyek wisata, membantu Anda untuk melakukan reservasi hotel dan mengurus tiket kereta maupun pesawat (minimal mengarahkan Anda untuk pergi ke pusat informasi turis yang memiliki peralatan lebih lengkap), dan bahkan melayani Anda yang sekedar ingin tanya jalan. Mereka juga memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata yang dapat menunjukkan berbagai spot menarik di Seoul lho (untuk lebih jelasnya bisa menghubungi nomor telepon berbagai pusat informasi turis yang ada di tulisan ini). Mau tahu dimana saja bisa bertemu dengan si kerudung merah, eh, petugas berjaket merah ini? Berikut lokasinya:
      Myeongdong
      Area: Myeongdong Unesco Building, Myeongdong Theater, M Plaza, Stasiun Myeongdong
      Jam operasional: 09.30-19.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Namdaemun Market
      Area: Jungang-ro, Namdaemun Tourist Information Center, Sungyemun, Samick Fashion Town
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinchon (Ewha Womans University)
      Area: Stasiun Sinchon Railway, pintu masuk Ewha University, Exit 2 di Stasiun Ehwa University, Bistro Bucks, Sinchon Police Station
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Jepang, Cina
      Itaewon
      Area: Exit 1 di Stasiun Itaewon, International Arcade, Itaewon Shop, Itaewon 119 Safety Center
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Dongdaemun
      Area: Dongdaemun, Shinpyunghwa Fashion Town, Doosan Tower, Good Morning City, Dongdaemun History and Culture Park
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Insadong
      Area: Pintu masuk Insadong, Insadong Street, Ssamziegil, Gallery Miho, Angukdong Intersection
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Gwanghwamun
      Area: Gwanghwamun Information Center, Deoksugung, Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, Sejong Center for the Performing Arts
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Bukchon
      Area: Gahoe-dong Community Service Center, Jeongdok Public Library, World Jewellery Museum, Bukchon Eight View, Bukchon Fifth View, Donmi Pharmacy, Seoul Museum of Chicken Art
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Hongdae
      Rute: Watson Mister Donut, Trick Eye Museum, Etude House Watson
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Samcheongdong
      Rute: Samcheong Police Station, Samcheong-ro, Samcheong-dong Resident Center, Dolgaedan-gil Entrance, Bukchon-ro 15-gil Vicinity
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinsadong Garosu-gil
      Rute: Fossil Korea, Zara, Kraze Burger, H&M, Mango Six, J-Tower, Holistic, Diesel
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Kira-kira di spot itulah Anda bisa menemukan mobile tourist officer resmi dari pusat informasi wisata di Seoul. Jadi kalau lihat ada orang-orang berbaju merah yang stand by maupun keliling-keliling di area tertentu, jangan sungkan untuk tanya-tanya (jika ada yang mau ditanyakan). Sebagai penutup, saya lampirkan informasi lokasi Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, plus nomor yang bisa dihubungi sekiranya ada masalah saat sedang jalan-jalan di Seoul. Berikut daftarnya:
      Kedutaan Besar Indonesia
      Alamat: 55, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul
      Telp: +82-2-783-5675-7
      Tourism Call/Complaint Centers
      -Untuk komplain secara umum tentang Seoul, hubungi Dasan Call Center di 02-120, ext.9 atau +82-2-120 ext.9 jika menelepon dari luar Korea.
      -Untuk komplain tentang masalah wisata/pariwisata, hubungi Tourist Information Center di 1330, atau +82-2-1330 jika menelepon dari luar Korea.
      Komplain juga bisa dilayangkan melalui email, lho. Jika ingin komplain sehubungan dengan perjalanan wisata maupun wisata di Seoul, bisa layangkan email ke: tourcom@knto.or.kr dengan mencantumkan detail kejadian (seperti subjek laporan, waktu kejadian, lokasi, dan detail lainnya yang relevan). Sedangkan jika ingin komplain hal-hal yang berhubungan dengan transportasi, bisa kirim email ke: happyride@seoul.go.kr. Jangan lupa lengkapi laporan dengan detail kejadian seperti nomor plat kendaraan, waktu kejadian, lokasi, dan sebagainya.
      Semoga informasinya bermanfaat.
    • By itsmeu
      안녕하세요~~ (Annyeong haseyo, Hello)
       
      Pertama-tama,Alhamdulillah, finally, akhirnya meu menjejakkan kakinya di Korea Selatan. Setelah nabung nabung, momok visa yang menakutkan akhirnya guys, aku berangkat juga ke salah satu country goals akooh, secara basicnya ak emang anak yg doyan korea-an baik kpop/drama dr jaman full house.
      Tanpa banyak curcol lagi...FR yg sudah aku janjikan pas nulis thread malaka...check it out...
       Jadinya tanggal 28 April – 5 Mei 2018 kemarin aku dan 2 tmnku berangkat ke negeri gingseng.
      Tiket pesawat Air Asia: PP 3.78jt + bagasi 1 (20kg) = 4.28 jt
      Lokasi penginapan: BB Hostel Hongdaeline (KW hongdaeline) : 380000 won/seminggu (private bathroom,kamar isi ber3 aja)
      Sebelumnya ak kasih dulu summary itin 1 minggu di Seoul:
      28/04: Nginep di Incheon T2 (done)
      29/04: Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village (done)
      30/04: Ewha University dan sekitarnya, Namdaemun Market, Namsan Tower (done)
      01/05: Nami Island, King sejong statue, kyobo bookstore, cheonggyecheon stream, Myeongdong (done)
      02/05: Itaewon, Myeongdong dst (done)
      03/05: Napak tilas Kpop lol (Entertainment company,kroad star, Gangnam), seoul national univ (SNUFestival) (done)
      04/05: Pendakian gunung Acha (Achasan), DDP, Lotte mart pusat, Seullo, Hongdae street, Hangang river (done)
      05/05: Jimjilbang/Sauna, BT21 Hongdae store dan sekitarnya, ewha lagi, siap siap perjalanan pulang (done)
      Jujur ini itin sebenernya full banget hahaha karena ternyata jalan kaki di korea itu jauh-jauh dan di indo kebiasaan dimanjain abang ojol...kaki bengkak tapi hati bahagia no problemo
      to be continue~~
    • By Sindunora
      Halo semua :)
       
      Kali ini mau berbagi pengalaman jalan-jalan di Seoul Korea bulan desember kemarin.. karena pengen jalan2 yang beda dengan suasana yang beda maka dipilhlah korea. Eits jangan salah saya bukan pengemar K-pop atau drama korea, bahkan saya ga prnh nonton film drama Korea yang katanya bagus itu
      Perjalanan kali ini direncanakan awal tahun dan Alhamdulillah ga ada halangan menuju ke liburan impian..
       
       
      Hari 1 - Jakarta-KL-Incheon
       
      Di hari keberangkatan dengan berbekal tiket Lion air ke KL penerbangan jam 9 malam dan kemudian melanjutkan penerbangan dengan Air Asia ke Incheon.. ternyata bandara KLIA2 lumayan luas yah, sampe ke imigrasi dan pengambilan bagasi jauh banget dan bikin ngos2an..
      setelah beres dengan imigrasi dan pengambilan bagasi kami memutuskan beristirahat di bandara. lumayan banyak karpet-karpet empuk buat tiduran di sana sembari menunggu penerbangan ke incheon jam 7 pagi..
       
      Penerbangan dr KL - Incheon kurang lebih selama 6 jam.. tiba di incheon sekitar jam 4an. ternyata incheon bandaranya luas juga butuh waktu jalan kurang lebih 15 menit untuk keluar bandara. setelah berhasil nemu pintu keluar kami pun mencari sevel untuk membeli T-money. berhubung di sevel T-money habis kami pun memutuskan membeli tiket sekali jalan untuk naik subway.
       
      Ok kami pun menunggu subway dr bandara menuju seoul.. perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam (lumayan jauh yah... ). setelah sampai di stasiun yang kami tuju seneng donk bentar lagi membayangkan istirahat... eeh tapi ternyata menuju penginapan harus melalui perjuangan. ternyata yg dibilang kalo naik subway itu melewati naik turun tangga yg lumayan berliku liku terbukti benar. untuk keluar dari stasiun subway kami harus naik tangga yg lumayan dengan menenteng koper yang kami bawa oh no.. nampaknya selama di korea kita harus bersahabat dengan tangga
       
      dengan perjuangan menuju ke atas keluar stasiun dengan ngos2an akhirnya berhasil dan di sambut dengan udara korea yang -8 derajat hahaha...
      alhamdulillah jarak antara stasiun ke penginapan kami ga jauh. udah seneng niy nyampe penginapan eeh ternyata dapat kamar di lantai 4 ahahaha... gempor dan kaget2 kita membayangkan bawa koper lagi ke atas. akan tetapi yang punya guest house baik ko, mau ngangkatin koper kita2 istirahat pun dimulai dan makan malam menggunakan fasilitas guest house dengan membuat indomie yang di bawa dr indonesia hehe..
      nama penginapannya guest house station, rekomended loh..
       
      Hari 2 - Namsan Tower - Itaewon - Insadong - Myeongdong
       
      Hari pertama kami dimulai dengan bangun kesiangan semua akibat kecapean semua hihi.. perjalanan kami pun di mulai menuju ke namsan tower. perjalanan kami di mulai. tidak lupa kami membeli T-money dulu di sevel. kami isi 30.000 won cukuplah selama di sana.
      keluar dari subway (tetep dengan tangga yang panjang) kami pun berjalan ke namsan tower lumayan jalannya nanjak. sampai di namsan kami membeli tiket cable car untuk menuju tower. tiketnya 8000 won.
      sampai di namsan lumayan dingin sekali sampe jaket nembus hihi.. kali ini suhu -3 pemandangannya bagus di sana, mungkin karena banyak saljunya.
      selesai foto2 di namsan tower kami pun memutuskan untuk solat dhuhur di itaewon sekaligus mencari makanan yang halal di sana.
      menuju masjid ternyata harus dengan perjuangan juga yang jalannya kemesjid nanjak banget sampe ngosh ngosh-an nyampe d atas (nampaknya jalan di seoul kebanyakan nanjak2 )
      selesai solat kami pun menuju rumah makan halal di sana namanya rumah makan muree. dan saya pun memilih bimbimbab dan liquid juice (di korea sekali makan 13.000 won kurang lebih).
      tidak lupa mencicipi jajanan yg ada di Itaewon :)
       
      setelah selesai di Itaewon kami pun menuju Insadong. ceritanya mau nyicil oleh2 dulu biar enakan ga kepikiran oleh2 ternyata temen punya langganan di sana, dan kami pun dapet berbagai macam barang-barang murah dan dapet diskon dari eoni di sana :)
       
      selesai berbelanja kami memutuskan ke tujuan berikutnya Myeongdong.. di tempat ini surganya make up.. yang cewe pasti ngeborong make up deh di sini, secara katanya harga di seoul dan di indonesai 3x lipat. dan saya pun ikutan beli juga hehe...
      selesai acara hari ini kami pun kembali ke guest house jam 10 malem kemudian istirahat
       
       
       
      bersambung...

       
       
      Hari 3 - Nami Island - France petite - Garden morning calm
       
      Hari berikutnya rencana kami ke Nami Island, karena kami pikir sejalur maka kami sekalian ke france petite dan morning calm.. dari guest house menuju Nami Island memakan waktu kurang lebih 1 jam menggunakan subway. untuk menuju ke nami island stasiun yang di tuju adalah stasiun Gapyeoung. Turun dari stasiun dengan perjalanan tangga dan jalan menuju keluar stasiun cukup panjang serta ngos2an  akhirnya setelah keluar dari stasiun tergantikan dengan kegembiraan karena banyak hamparan salju di sana hihihi...
      seperti biasa foto2 tidak ketinggalan, rasanya kaya anak kecil yg liat salju seneng banget dan akhirnya bisa megang salju juga hahaha...
      setelah foto2 beberapa menit kami pun ngantri untuk naik bis menggunakan gapyeoung tour bus yang menuju penyebrangan ke nami island, france petote dan garden morning calm. dengan tiket seharga 5000 won. tiket dapat dibeli langsung di dalam bus karena supir merangkap kondektur. tiket bus ini harus simpan karena masih bisa di gunakan untuk perjalanan selanjutnya ke france petite dan garden morning calm.
       
      setelah sampai di pemberhentian pertama adalah di nami island kemudian berjalan menuju Imigrasi Nami Island. ternyata bekas salju yang sudah mencair membuat becek jalan, alhasil rok saya bagian bawah dengan sukses kotor semua hahaha...  Imigrasi Nami Island adalah pintu masuk menuju Nami Island. dari pintu masuk harus membeli tiket masuk seharga 8000 won.. dari pintu masuk harus menyebrang selama 15 menit kurang lebih.. saya lebih memilih di dalam kapal karena lebih hangat
       
      sampai di nami Island sudah banyak orang yang ngantri foto di depan air mancur yg membeku dengan view yang bagus dan sayang di lewatkan, saya pun tidak ketinggalan ngikut antri hihi...
      ternyata di nami island dingin sekali, mungkin karena masih banyak salju dan ada beberapa bagian yang becek karena salju yang mencair.. beberapa kali hampir terpeleset karena salju yang licin
      nami island banyak spot foto yang menarik, alhamdulillah ada rumah makan halal dan ada mushola-nya. ada tempat yang menarik di dalam ruangan menuju mushola, di sana banyak buku bahkan ada buku yang ditumpuk tinggi seperti tiang.
      setelah puas foto-foto di nami island perjalanan kami berlanjut ke france petite.
       
      kami pun menunggu bus gapyeoung dengan berbekal karcis yang dibeli tadi.. cukup lama juga menunggu bus datang, padahal antrian sudah cukup panjang.
      setelah bus tiba (kira2 30 menit) lumayan deg2an juga kami bisa naik bus ini atau nunggu 30 menit lagi.. alhamdulillah kami bisa naik walaupun berdiri.
      perjalanan pun dimulai.. rute jalan yg kami lewati berliku2 di pinggir bukit lumayan lama berdiri dan saya pun mulai mual karena bapak supir ngebut dan jalanan berliku serasa badan terpental pental dan dikocok2 hahaha...
       
      akhirnya sampai di petite france dengan perasaan mual masuk ke petite france dengan membeli tiket 8000 won, karena ada salah satu temen punya kupon potongan harga senilai 2000won akhirnya kami hanya membeli tiket seharga 6000 won. di petite france saya kurang menikmati karena badan jadi ga enak dan masih berasa mual dan pusing. dan udara mulai sangat dingin sekali sampai dinginnya mulai nembus jaket.. setelah temen2 puas foto2 dan kondisi saya dan teman saya mendingan, kami melanjutkan ke garden morning calm.
      kami pun kembali ngantri dan bus datangnya lumayan lama juga, dan udara semakin dingin brrrrr...
       
      kami pun menunggu bus kembali dengan masih menggunakan tiket yang tadi. Oh no naik bis lagi mual pun kembali, saya pun berusaha untuk makan permen dan tidur2an. bus pun berhenti dan teman di seblah saya lari keluar ternyata mual juga, ternyata yg mual bukan hanya saya saja
      sampai di garden morning calm sudah mulai gelap dan di sana memang sangat pas dikunjungi pas malam hari karena banyak lampu2 cantik yang dibentuk2 di sana. garden morning calm berbeda2 di setiap musim di korea. tiket masuk 8000 won, kali ini saya tidak menggunakan kupon potongan karena udah ga kepikiran akibat pusing dan mual blm selesai di tambah dingin kami pun kemudian menikmati pemandangan lampu2. setelah puas foto dan jalan2 kami memutuskan ke stasiun subway menggunakan taxi. danmengejar subway terakhir
      perjalanan hari ini sunguh penuh dengan pengalaman, sampai di guest house semuanya tepar...
       
      Day 4 - Istana Gyeongbokgung - Namdaemun - Gangnam
       
      hari ke 4 kami sengaja bangun kesiangan karena kecapean perjalanan dr Nami island. tujuan hari ini adalah keliling kota Seoul saja yaitu tujuan pertama adalah istana gyeongbokgung.. kami sudah mulai bersahabat dengan tangga walaupun sebenernya malam hari tidak bisa jauh2 dari counterpaint
      sampai di istana untuk masuk ke dalam istana bayar tiket. saya lupa persisnya bayar berapa karena saya nitip beli tiketnya. di istana ada beberapa bagian yang becek karena banyak salju yang mencair. seperti biasa setelah puas foto2 dan jeprat jepret sana sini (kami hanya sebentar di istana). perjalanan selanjutnya ke namdaemun
       
      menuju namdaemun kami sebenernya mau mencari oleh2 lagi, mencari pernak pernik yang belum dibeli tapi akhirnya kami ga dapet tempat, alhasil hanya muter2. dan hari ini meskipun cuaca panas akan tetapi banyak angin dan lumayan dingin sampe ga bisa lepas dari sarung tangan. bahkan sarung tangan pun tembus dinginnya. karena tidak dapat apa yang dituju kami pun akhirnya hanya jajan tteokbokki dan topoki untuk mengganjal perut..
       
      perjalanan di lanjutkan ke gangnam street. di gangnam street kami hanya mencari makan malam dan ternyata ada kejadian salah pesan. karena saya kelelahan saya pun minta di pesenin temen sambil menunjuk minuman, temen saya bilang ini pir dan lemon. jreeeng... setelah datang ternyata temen saya salah denger, ternyata itu bir plus lemon bukan pir hahaha...
      untung bisa ditukar huuuff..
      kembali ke subway sebelum menuju guset house ternyata di gangnam banyak baju2 yang menggoda, kami mampir belanja sebentar sambil cuci mata lagi
      perjalanan hari ini cukup di sini karena sudah malam kami kembali ke guest house
       
      Day 5 - Insadong - Myeongdong - Incheon
      Hari ini hari terakhir kami di guest house karena pesawat kami pagi dan ga memungkinkan subuh berangkat dari guest house ke bandara, dan harus cek in jam 6 subuh.
      kami pun cek out dan menitipkan koper kami di guest house karena kami masih akan belanja oleh2 lagi di insadong dan myeongdong lagi..
       
      di Insadong kami kembali ke toko eoni yang kmrn, eoni ini lumayan bisa bahasa indonesia jadi bisa nawar2 juga ... di sini kami lebih lama di insadong, selain karena kami belanja dan hari ini bertepatan dengan hari jumat yang cowo2 ke Itaewon untuk solat jumat di sana.. hampir setengah hari kami di sini muter2 belanja hehe..
      selesai belanja di insadong dan bertemu kembali dengan teman yang habis solat jumat kami pun melanjutkan perjalanan ke Myeongdong..
       
      di Myeongdong pun kembali kita belanja kosmetik dan pernak pernik lain sampai malam.. selesai belanja kami pun kembali ke guest house untuk rehat sejenak skaligus makan malam dan solat. setelah beres semuanya kami pun melanjutkan perjalanan kami menggunakan subway kembali ke bandara.
      sampai di bandara jam setengah 11 malam, kami pun membeli makanan di sevel dan melanjutkan mencari tempat untuk istirahat dan tidur sambil menunggu jam 6 untuk cek in pesawat..
       
      Day 6 - Incehon - KL
      Penerbangan kami jam 7 pagi menggunakan AIr Asia, selama di penerbangan saya memilih untuk tidur. lumayan bisa tidur karena di bandara saya ga bisa tidur hehe... sampai di KL kurang lebih jam 4 sore waktu KL, kami pun istirahat kembali dan menggunakan kesempatan untuk ganti baju, makan dan solat..
      penerbangan kami menuju jakarta menggunakan pesawat Air asia jam 9 malam (lupa persisnya jam berapa), ternyata pesawat kami delay beberapa menit. jam setengah 10 malam akhirnya pesawat take off
       
      Day 7 -KL - Jakarta
       
      alhamdulillah sampai ke jakarta dan kembali ke rumah masing2. tentunya kangen dengan makanan indonesia hihi..
       
       
      Perjalanan ke Korea sangat banyak pengalaman, liburan akhir tahun yang menyenangkan.. tahun ini liburan ke mana lagi yaaaa....
       
       


































    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.  
       
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By Fitrie Lilian
      Haloo
      Lagi cari teman jalan bareng ke Busan n Seoul untuk tgl 18 - 24 april 2018 ,tgl 18 april 2018 pkl.01.30 wib dari Kuala Lumpur (KLIA2) ke busan, tgl 19 April sore, berangkat ke seoul , rencana via train, tgl 19 - 24 April di Seoul, kalau ada yg punya schedule sama atau mau jalan bareng bisa wa ke no saya 08153036271 untuk visa sendiri, punya saya sudah di setujui.
      Terima kasih