halimun

Semarang Oh Semarang... By Group Gokil

50 posts in this topic

Saya sudah janji untuk menuliskan report dari trip kami, jadi hari ini akhirnya saya meluangkan waktu untuk melakukan hal tersebut. Silakan menikmati share trip dari kami.

 

Akhir bulan November akhirnya tiba. Tiket yang sudah dibeli sekitar 3 bulan yang lalu pun siap dipergunakan setelah selama ini tersimpan rapi oleh om Har @day3order.

 

Dua minggu sebelum keberangkatan, anggota group gokil sudah sibuk menanyakan kondisi kaki saya. Gimana, sudah sehat belum? Bisa ga dipakai jalan? Yakin? Dan seterusnya sampe saya udah ga tahu lagi harus jawab apa (hiperbola). Hehehehe.

 

Di hari yang ditentukan, kami berkumpul di stasiun Pasar Senen dan setelah cari-carian, wa-an mpe bosen ngecek si A udah datang belum, posisi B dimana maka akhirnya kami bisa berkumpul juga. Sayangnya, kepala suku kami, om Har tidak bisa bergabung untuk berangkat bersama dikarenakan ada tugas mendadak sehingga harus berganti plan dan diputuskan untuk langsung bertemu di TKP.

 

Kereta berangkat tepat waktu dan kami pun dengan senang memulai perjalanan dengan kereta ekonomi AC yang akan membawa kami ke Semarang. Stasiun demi stasiun terlewati dan orang-orang mulai sibuk. Lho, dalam kereta kok sibuk? Iya, beneran. Sibuk mencari dan membuat tempat tidur ternyaman selama malam itu.  :P

 

Bapak yang duduk di depan saya tidak mau pindah tempat walau sudah ditawari untuk pindah ke bangku di belakangnya. Jadi saya dan mbak @d_iis gagal mendapatkan bangku per orang untuk bisa meluruskan kaki. Hiks. Lewat tengah malam, saya lihat rekan kami mba Farah dan om @jhon Indra sudah terlelap dengan sukses. Mba Farah diatas dan om Jhon mendapat fasilitas VIP, tidur bawah diantara 2 kursi. :D

 

Saat pagi hari, kami berkesempatan menyaksikan indahnya sunrise di kejauhan dan mulailah kami semua sibuk memotret baik dengan hp maupun dengan kamera untuk mengabadikan moment tersebut. Pemandangannya cantik... sawah berlatarkan pegunungan dengan semburat kemerahan dari sang surya yang mulai beranjak naik dari peraduannya.

 

Tak lama, kami tiba di kota Semarang dan sempat terjadi kericuhan karena supir yang mengantarkan mobil belum muncul. Kami juga sibuk mencari lokasi hotel tempat om Har menginap. Setelah menunggu beberapa waktu, kami memutuskan untuk berjalan keluar stasiun dan di tengah jalan, kami bertemu dengan om Har. Ternyata hotel tempat tinggalnya sangat dekatttttttt dengan stasiun. Saat kami masih heboh setelah komplit, maka kami dikagetkan dengan mobil innova hitam yang berhenti mendadak. Ternyata itu supir yang bertugas mengantarkan mobil yang kami sewa. Yeay, akhirnya....

 

post-7276-0-60427200-1387439913_thumb.jp

 

Pagi itu kami habiskan di kamar hotel om Har yang super imut dan bergantian mengambil giliran mandi. Tentunya dengan segala kehebohan yang ada. Kamar mandi tanpa pintu dan kalau mau pup atau pipis maka seluruh orang harus keluar dulu karena pas banget menghadap ke pintu keluar. Hahahaha. Belum lagi air yang habis... waaaa... Inilah awal dari trip gokil kami!  :wub:

 

Perjalanan dimulai dengan mencari sarapan terlebih dahulu, saya menyarankan untuk mencoba Nasi Ayam di Simpang Lima. Akhirnya kami menuju kesana dengan om Har dan GPS sebagai pemandu jalan. Syukurnya, semua suka dengan rasa Nasi Ayam tersebut B)  dan pagi itu kami ditraktir mba Farah. Terima kasih ya mba Farah...

 

Selanjutnya, kami langsung ngetrip? Oh, tidak.... kami sibuk banget. Om har foto sama Ronald McDonald, saya diantar mba Iis sibuk nyari ankle support dan om Jhon nyari ATM. Nah lho... Om har selesai, saya beres. Kami semua kumpul di mobil dan bingung. Om jhon kemana ya? Tadi katanya udah beres. Tunggu punya tunggu, akhirnya dia datang dannn ternyata dia beli holder untuk HPnya sehingga memudahkan dia untuk menggunakan GPS.

 

Iis galak banget, saya ga boleh beli es krim padahal udah ngilerrrrr banget pas lewat McDonald. -_-

Share this post


Link to post
Share on other sites

DAY 1

1. Kota Lama.

Hm... kami langsung narsis disana dengan latar belakang gedung-gedung tua. Kami berkesempatan masuk juga ke dalam salah satu gedung tua yang bawah depannya tidak terpakai tetapi di dalam dan bagian atas masih tetap dipergunakan. Setelah puas hunting foto di kota tua, kami makan siang di resto Ikan Bakar Cianjur. Resto ini pun menggunakan bangunan lama sebagai tempatnya dan sangat menarik bagi yang suka foto karena lantainya masih menggunakan lantai kuno.

post-7276-0-80123600-1387438943_thumb.jp

 

 

2. Kuil Sam Poo Kong

Disini kami kembali berfoto-foto dan 3 dari kami menyewa pakaian ala kerajaan China dan Korea lalu berfoto di dalam kuil. Setelah puas berfoto maka kami yang mulai letih tapi tetap semangat menuju ke lokasi berikutnya sebelum ke titip pertemuan yang sudah disepakati untuk bertemu dengan region Semarang dan juga mbak @Diyan Hastari selaku tamu kehormatan dari Jogja.

post-7276-0-06069800-1387438982_thumb.jp     post-7276-0-81530200-1387439592_thumb.jp     post-7276-0-80424600-1387439644_thumb.jp

 

 

3. Goa Kreo

Saya sendiri tidak tahu mengenai goa ini sebelumnya tetapi berdasarkan rekomendasi om Har, maka meluncurlah kami kesana. Sayang jalan menuju goa ditutup dikarenakan sedang ada pembangunan waduk. Oleh karena itu kami hanya sekedar berfoto dan juga berinteraksi dengan para monyet yang ada disana. Monyet tersebut cukup banyak jumlahnya dan sangat agresif terhadap makanan. Bahkan menurut para ibu yang memiliki warung disana, monyet tersebut kadang mencuri minuman seperti pocari, teh botol (plastik) dan sebagainya. Wah, monyet sekarang ternyata tahu makanan dan minuman enak ya. :lol:

post-7276-0-82840300-1387439011_thumb.jp     post-7276-0-75900800-1387439037_thumb.jp    post-7276-0-95249000-1387439625_thumb.jp

 

Karena tidak banyak yang bisa dilihat maka setelah berfoto dengan latar belakang waduk dan juga view yang menghijau di kejauhan, kami segera meneruskan perjalanan.

 

 

4. Lawang Sewu

Saya itu ga suka kalau harus berurusan dengan segala hal yang menyangkut hantu dan kegelapan. Saya udah nolak berkali-kali visit Gedung Lawang Sewu pas malam. Tapi apa daya, waktunya cuma ada malam. Ternyata malam itu rameeee.... dan Lawang Sewu semakin cantik dengan lampu-lampunya di waktu malam. Penambahan lampu disana-sini membuat kesan seram dan angkernya jauh berkurang. Saya jadi semangat melihat gedung tersebut lagi (ini untuk ketiga kalinya saya masuk Lawang Sewu).

post-7276-0-13582600-1387440550_thumb.jp

 

Diawali dengan menggunakan toiletnya maka saya semakin kagum dengan bangunan kuno buatan Belanda. Saya heran, kok bangunan mereka kokoh sekali, ada gempa pun tidak ambruk. Paling parah ya retak sedikit. Seandainya bangunan-bangunan lain di Indonesia sekarang ini bisa dibuat seperti itu.... Selain kekuatan bangunannya, saya suka dengan perabot kuno. Di toilet tersebut, wastafelnya masih asli dari Amsterdam dan juga Urinoirnya masih asli dari jaman tersebut. Tidak kecil seperti sekarang, urinoirnya hampir 3/4 badan saya tingginya. Jadi dari kaki sampai ke bahu.

post-7276-0-97645500-1387440561_thumb.jp     post-7276-0-92315000-1387440571_thumb.jp

 

Setelah keliling gedung, kami memutuskan untuk masuk ke ruang bawah tanah. Apaaa? Iya, ruang bawah tanah dan malam pula. Hadeuh... kok saya mau ya diajak turun. Penasaran sekaligus takut saya ikut turun juga ke bawah. Penasaran karena seringnya saya membaca ulasan mengenai kondisi ruang bawah tanah di Lawang Sewu yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air sekaligus pondasi gedung tersebut. Walau tergenang air, tapi kok ya bener... ndak ada nyamuk. Ternyata ini karena sirkulasi udara yang amat sangat baik, yang dibuat oleh orang Belanda.

 

Langkah pertama, kita harus menggunakan sepatu boot yang sudah disiapkan dan mengambil senter. Biaya sewanya 5000 saja. Turun ke bawah melalui tangga kayu jati yang saya yakin itu sejak jaman Belanda karena kayunya tebal dan sudah halus sekali (karena sering dipakai) maka kita dihadapkan dengan lorong dan sekat-sekat yang berisi air sedikit. Sayangnya sistem pembuangan air tersebut sudah rusak (yang melalui pipa) karena tidak terawat.

post-7276-0-11403500-1387439568_thumb.jp

 

Setelah puas mengelilingi Lawang Sewu (belum puas motret di pintu yang banyak itu om... :unsure: ), kami menunggu mbak Diyan dan juga mba Astin (region Semarang). Setelah berkumpul dan foto bersama, kami melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.

post-7276-0-45678700-1387439607_thumb.jp    

 

 

5. Bukit Gombel

Terpesona dengan cerita betapa cantiknya kota Semarang dilihat dari atas bukit ini, maka kami meluncur kesana sekalian untuk makan malam. Wah, memang cantik sekali kota Semarang di waktu malam dengan lampu-lampunya. Sambil menunggu pesanan makanan datang, kami berfoto-foto dan kami makan malam dengan diiringi live music.

post-7276-0-37399800-1387440523_thumb.jp     post-7276-0-05399100-1387440509_thumb.jp

 

 

Lelah seharian berkeliling, kami pun mengakhiri hari dengan menginap di rumah mba @astin soekanto. Setelah bergiliran mandi dan mengobrol sampe diomelin om Har, akhirnya kami semua pergi tidur. :D

Setelah mengamankan pintu yang rencananya mau terus dibuka sementara om Jhon jadi satpam, tetapi dalam hitungan detik setelah ditinggal pergi ke kamar lalu terdengar suara membahana dari arah ruang tamu, maka saya dan iis pun mengamankan rumah dengan mengunci pintu depan rumah mba Astin dan membiarkan om Jhon dalam mimpinya.

Maaf ya om, ini demi keamanan para gadget yang berderet sedang dicharge. ^_^

 

 

Sekitar 2 jam terlelap, alarm saya bunyi terus. Aduh, malesnya bangun... Hahahaha. Setelah 1/2 jam terus mendesum, maka saya bangun. Bingung. Lho kok ga ada kehebohan? Jadi saya mandi dulu dan setelah itu mulai membangunkan iis dan om Har. Akhirnya jam 5 semua ready. Kesiangan euy mau ngejar sunrise. Dalam perjalanan yang supirnya bawa mobil pake rem pohon, akhirnya sunrise terlewat di tengah perjalanan. :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

DAY 2

1. Gedong Songo

Hari ini dimulai dengan mengunjungi Candi Gedong Songo. Karena kaki saya sakit, maka dari Jakarta saya sudah tahu kalau saya harus naik kuda. Tapiiii ternyata naik kuda dibatasi yakni hanya 1 jam. Lha, naik kuda sendirian ga asik dan juga gimana mo foto bareng? Akhirnya teman-teman berbaik hati untuk naik kuda semua.

 

Saya suka sekali menunggang kuda, seru... Karena bukan pertama kali menunggang kuda, saya jadi lebih bisa menikmati perjalanan tersebut. Kuda yang saya tunggangi Juli, termasuk kuda yang lambat jalannya. Jadi saya aman dan malah merasa sulit untuk membuat dia berjalan. Juli adalah kuda campuran Australia dan lokal sehingga perawakannya tinggi kurus. Dia manis dan dia tahu banget kalau disayang-sayang. :)

Saya suka lihat kuda mba Diyan, gemuk kokoh dan bersih terawat. Bulunya juga halus dan disikat rapi.

 

Saat perjalanan naik, kami sempat merasa kebingungan karena om Jhon diam seribu bahasa. Biasanya dia rajin memotret tetapi kali ini dia diam saja dan mukanya agak sedikit pucat. Selidik punya selidik, ternyata om Jhon baru pertama kali naik kuda dannnn.... lihat sendiri deh ya nti penampakannya.  :D

post-7276-0-30527400-1387440746_thumb.jp

 

Candi demi candi kami lewati dan pemandangan di Candi Gedong Songo memang luar biasa. Kami berwacana untuk kembali lagi kesana dan mau camping disana. Hm, dinginnya pasti menusuk tulang ya. Karena siang hari pun udara masih terasa agak dingin.

post-7276-0-54168300-1387440952_thumb.jp

 

 

2. Umbul Sidomukti

Tujuan berikutnya adalah Umbul Sidomukti... Disini ada kolam renang dengan view kota Semarang nan cantik. Tidak puas rasanya mata memandang ke bawah... Sayangnya saat kami kesana adalah hari Minggu sehingga tempat tersebut penuh dengan orang-orang yang berkunjung menghabiskan akhir pekan disana. Saya dan mba Astin memutuskan untuk berenang. Airnya dinginnnn sekali dan membuat kami tidak bisa berlama-lama berada didalam sana.

post-7276-0-64110500-1387440791_thumb.jp

 

Mbak Diyan dan Iis memutuskan untuk mencoba flying fox dan marine bridge.

post-7276-0-37285000-1387441198_thumb.jp

 

Mba Farah, om Jhon dan om Har menghilang entah kemana.

 

Kemudian datang region Semarang yakni mas @anwarliverpudlian dan mas @agung_cimplon ke Umbul Sidomukti sehingga pasukan kami semakin ramai jumlahnya.

post-7276-0-14386800-1387441281_thumb.jp     post-7276-0-66633700-1387440820_thumb.jp     post-7276-0-18417400-1387440901_thumb.jp

 

Lapar setelah beraktifitas di alam bebas, kami memutuskan untuk mencari makanan. Saat itu waktu makan siang sudah terlewatkan... kami segera menuju ke cafe di bagian atas Umbul Sidomukti. Sayang sekali makanan habis dan harus menunggu cukup lama untuk order berikutnya. Untuk mempersingkat waktu, kami mencari alternatif lain dan akhirnya kami makan siang yang sangat terlambat (sekitar pukul 5 sore) di tempat pemancingan. Jadi, yang hobi mancing bisa mancing ikan dulu disini... Hehehehe.

post-7276-0-76995000-1387440801_thumb.jp

 

 

3. Mesjid Agung

Terkenal dengan arsitekturnya yang menarik dan payung besar yang kadang dibuka, maka kami pun menyempatkan untuk mampir kesana. Kami tiba sudah sekitar pukul 8 malam dan mesjid sudah ditutup. Oleh karena itu kami hanya  berfoto di bagian luar saja dan tidak dapat masuk kedalamnya.

post-7276-0-97327700-1387440766_thumb.jp

 

Disini om Jhon janjian dengan Mba Lisa, teman tripnya saat pergi dengan mba iis ke Karjaw.

 

Berakhirlah perjalanan kami hari ini dan kami bergegas pulang ke rumah mba Astin untuk mandi sebelum kami didrop ke stasiun. Setiba di stasiun, kami berpamitan dan berterima kasih sekali lagi atas kebaikan dan kemurahan hati mba Astin menampung kami selama 2 hari tersebut. Setelah melambai-lambai tanda berpisah ke mba Astin dan mba Diyan, maka kami bergerak menuju pintu masuk. Disana sudah ada om Jhon dengan muka aneh.

 

Ooo... ada apakah gerangan? :tercengang

 

Om Har selaku pimpinan group langsung bertanya dannnn.... tiket kami ternyata expired, alias tidak berlaku. Nah, lho... semua bingung... :ngeri

Selidik punya selidik, ternyata itu tiket untuk tanggal 1 Desember, keberangkatan dini hari jam 1.30 pagi. Sementara hari itu adalah tanggal 1 Desember menjelang tengah malam, menuju tanggal 2 Desember. Owmaygattttttttt.... Bagaimana ini? :bingung

 

Semua bingung dan panik. Om Har ada meeting sehingga tidak bisa cuti mendadak. Saya langsung browsing tiket pesawat sementara yang lain berjuang mendapatkan tiket pengganti. Akhirnya setelah diskusi panjang lebar demi solusi terbaik, semua balik bareng dengan kereta api eksekutif dan kami pun harus berpindah stasiun. Saat itu kami ada di Stasiun Poncol dan kereta eksekutif hanya berangkat dari Stasiun Tawang. Setelah mendapat taxi, maka kami pun meluncur kesana dan menghabiskan waktu dengan tidur di bangku ruang tunggu.

post-7276-0-37873500-1387440811_thumb.jp

 

Menjelang pagi, kami masuk ke dalam dan meletakkan barang di gerbong serta berbelanja sedikit oleh-oleh. Perjalanan pulang berjalan dengan lancar dan jauh  lebih nyaman karena kursi yang lebar dan juga bisa direbahkan. B)  Saya turun lebih dulu di stasiun Jatinegara karena lebih dekat dengan rumah dan yang lain melanjutkan sampai ke stasiun akhir, yakni di Gambir.

 

Hiks, pengalaman yang paling menyebalkan adalah kena tipu belanja di kios stasiun. Yang lain beli bandeng seharga 90ribu kok ya saya dikasih harga 100ribu. Udah gitu, pas sampe rumah dikomplen sama mama lagi, kok bandenganya keras? Engga enak. Hadeuh, nasibbbb.... nasibbbb.... 

 

Fotografer kami selama trip, terima kasih ya para om.

post-7276-0-93689700-1387440778_thumb.jp

 

Begitulah trip perdana kami dari group gokil. Tunggu cerita kami dari trip selanjutnya ya!!!  :ngeledek:kereta:biking:berlayar

Share this post


Link to post
Share on other sites

@halimun, thx dah bikin FR, mantabs.....jujur.... grup gokil memang moy......(thx ya grup gokil.... pelajaran dan persahabatannya semoga berasa di next trip berikutnya,,,

Jujur donk om..

Yang ga ada pict ga diceritakeun, nanti dibilang HOAX :P

:rate:cintaindo

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By ko Acong
      Terima Kasih Thien Qung telah menjaga kami semua sehingga dalam kedaan Sehat Semua. Yuk kita lanjut napak tilas Jalur Sutra sesi 2. Setelah kami menikmati keindahan Crescent Lake terutama adanya oase alami di Gurun Gobi, waktunya kami diantar ke stasiun Dun Huang untuk pindah kabupaten yang jaraknya kurang lebih 800 km, memakai kereta sleeper train.
      Kami sepakat pakai tidur lunak, sekamar 4 tidur susun. Untuk antisipasi kebiasaan yang kurang bersahabat bagi kita, bila tidur keras 1 row isi 6 tempat tidur dan tidak berpintu. Nah, kami pakai tidur lunak, diperjalanan kami pun jadi tidur dengan nyaman,  tak terasa alarm alam membangunkan kami. Lalu kami siap2 ke restroom. 1 jam kemudian sampailah kami di stasiun Turpan.

      Ternyata kami sudah mulai memasuki daerah istimewa Tiongkok. Lalu hal pertama yang kami hadapi adalah petugas imigrasi, dengan wajah yang khas dan penuh curiga kepada kami. Oh ya, penduduk Turpan sudah berbeda jauh wajahnya,  yang mana tidak oriental lagi. Beres urusan imigrasi, kami pun mencari sarapan, dengan berbagai menu yang lumayan bersahabat dengan lidah kita dan halal.
      Setelah keluar imigrasi, nah disini lah kami mulai dikerubuti oleh para driver dengan memegang gambar-gambar destinasi wisata, sementara kami abaikan dulu, ngudud dulu, cari sasaran driver yang sreg dengan kita. Setelah terpilih, kami panggil driver tersebut ke pinggiran, dan terjadilah tawar menawar. Sambil saya tunjuk saya mau ke destinasi wisata yang ada di brochure tersebut, satu paket 5 destinasi dengan harga 300 RMB (kalau tidak salah). Kami sewa 3 mobil, jadi per kepala kena charge 90 RMB, durasi tour 8 jam dengan jarak kurang lebih 180 km sampai kami diantar ke hotel. Oh ya, jarak stasiun ke downtown kurang lebih 40 km, dan bila memakai antaran taksi 120 RMB, jadi kami mending pilih langsung sekalian tour. Semua komunikasi kami mempergunakan google translate yang ada suaranya, jadi lebih mudah berkomunikasi dengan driver.
      Pertama, kami diantar ke hotel dulu untuk check in dan bersih-bersih karena cuaca Turpan sangat panas, namun dingin sekali anginnya.
      Kedua, kami tadinya mau ke benteng gurun center kota, Bazeli Ten Thousand Buddha Monastery, namun hanya ditunjukan dan lewat karena waktu tidak mencukupi.
      Ketiga, kami diantar ke gunung api (Flaming Mountain) dan itupun hanya dilewati karena kami masih belum move on.
      Keempat, kami diantar ke gurun pasir Turkistan Shansan Countri, nah disinilah kami baru move on, karena tantangan pemandangan di depan seperti layaknya paris dakar rally. Kami ber-10 memakai kendaraan gurun pasir langsung menuju puncak gurun pasir, ternyata kami hanya diantar sampai tengah dengan harga 250 RMB per mobil.
      Setelah sampai kami main di tengah puncak, mulailah modus mereka keluar, maukah kalian kami antar ke puncak teratas gurun pasir dengan harga 400 RMB/mobil. Tentu kami semua menolak. Tapi, khusus kendaraan yang dipake saya, saya nego sampai dapat harga 200 RMB.
      Kami diantar ke basecamp, nah disini lah tantangan adrenalin kami diuji ternyata kita turun dari puncak itu langsung melompat lurus ke bawah
      bagai mobil meluncur lurus jatuh ke dasar jurang, mungkin lebih menantang dibanding naik jet coster. Setelah sampai khusus kendaraan yang dipake saya langsung naik ke puncak teratas gurun pasir. Disinilah pemandangan yang paling aduhai. Kami semua dalam keadaan bersuka ria, mulai tuh keluar semangat kita.

      Kelima, kami diantar ke musem Gaochang, begitu buka pintu mobil kami semua terkejut karena sinar matahari sangat menyengat, tapi tetap kami berfoto dulu sebentar dan tidak sanggup melanjutkan menuju gedungnya.

      Setelah sampai mobil saya tanya destinasi apa ini sebenarnya, para driver menjelaskan bahwa disinilah tempatnya suhu Gaocheng. Dalam misi menuju barat hampir menyerah dalam melaksanakan misinya dan terlihat table temperature menunjukan 41 derajat celcius berarti kalau di air setengah mateng. Wah kata driver coba tadi kalau berhenti di gunung api lebih lengkap ini ceritanya, semangat kita jadi on fire lagi.
      Lalu kita minta datang ke gunung api yang tadi sudah kita lewati, ternyata setelah turun bener-bener ini daerah panasnya bagaikan kita dengan dapur pemanggangan. Banyak relief yang menggambarkan Sun Go Kong yang menuju langit untuk meminjam kipas sakti para dewa dan Flaming Mountain yang sedang membara sekali kipas langsung hilang apinya.
      Keenam, kota Turpan sepanjang kami lihat dari kereta api tadi mungkin juga ratusan kilometer hanya terlihat gurun pasir tak terbatas. Ternyata kota Turpan adalah salah satu yang penghasil anggur dan buah-buahan serta perternakan terbesar untuk Tiongkok mainland.
      Kami semua heran, dimana datangnya kehidupan kalau tanpa air dan semua terjawab di museum Turpan Karez Underground Water System, harga tiket masuk 40 RMB. Yang dengan hanya melihat teorinya pun sudah menjawab keheranan saya, si Bocah Tua Nakal kan pinter.

      Dan jawaban keheranan saya makin terjelaskan pada esok harinya di Heavenly Lake. Tur akan dilanjut ke Grand Bazarnya Turpan, namun teman 2 orang terserang Dehidrasi. Ibarat kataa kalau mau manggang roti dikota turpan tak perlu pake oven cukup ditempel didinding disinari matahari bisa mateng tuh.

      Kami semua ingin buru-buru masuk Hotel dan Mandi. Namun setelah segar, sebagian teman-teman kabur juga tuh menikmati barbeque dan sop kambing nan lezat. Pastinya gak lupa cuci mata lah, secara disini orang-orangnya cantik dan garanteng Uhuuuiiii Prikitiwww.
      Malam terus berlalu walau jam 22.00 masih terang benderang, tapi kami harus segera tidur, mengingat esok hari harus pindah kota lagi dengan jarak tempuh 180 km menuju Heavently Lake.
      Heavently lake adalah danau raksasa dipuncak gunung diketinggian 2200 Mpdl, yang mana sejauh perjalanan kami hanya disuguhi gurun pasir nan gersang sejak dari Turpan. Namun ketika sudah sampai puncaknya dan kami tembus tunnel Kaki Gunung Himalaya, baru pemandangan berubah drastis. Sepanjang mata dimanjakan oleh pohon-pohon nan indah dan udara yang tiba-tiba bisa berubah drastis menjadi dingin menusuk tulang. Danau Thian Shan benar-benar danau yang sangat indah.

      Setelah puas didanau kami turun gunung sejauh 602 km lagi menuju Hotel. Namun ada trouble, kita berganti Hotel dan malam sudah tiba kami semua tidur.
      Nah keesokan harinya teman-teman sudah tidak tahan untuk kabur menuju Grand Bazarnya Urumgi, secara Urumgi adalah kota modern dan wisata budaya dan juga surga kuliner, sangat perlu diekplor dengan agak santai.
      Sore telah tiba kami semua akan mengakhiri napak tilah Silk Road “Middle” ini dan akan dilanjut bonus trip petualangan ektra cepat menuju Asalamuaikum Beijing. Di tunggu yah Field Reportnya
      Mohon Maaf, pasti bacanya capek kepanjangan cerita namun itu lah ceritanya apa adanya.
       






































    • By siti uko
      Hallo…
      Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
      Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
      Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
      Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
      Salam KJJI..

      pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
       

      Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
       

      Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

      hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
       

      huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
       

      dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
       

      pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
       

      tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
       

      terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
      see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!
    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.