• 0
Hairi Mohammed

Tempat Penginapan Termurah Di Kuala Lumpur

Question

Anda ingin mencari tempat penginapan termurah di Kuala Lumpur? kami sedia

menerima tempahan... harga per-kepala = rm 20 sahaja!!! bersebelahan kami

mempunyai Hotel belia yg beharga rm70 sahaja!!! anda boleh sms saya di talian

+60175547998 atau e-mail hairi9380@gmail.com

Kemudahan tempat makan:

1) restoran makanan islam

2) restoran cina

3) restoran masakan indonesia

kemudahan lain ialah:

1) Wisma Belia berhampiran dengan KL Central (tempat pertemuan semua pengangkutan awam di kuala lumpur)

Amat sesuai untuk kumpulan yang besar seperti rombongan dan perseorangan.

 
 
post-23178-0-66606300-1387478568.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

2 answers to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By Mohammad Fatih
      Adakah yang liburan ke Malaysia dan Singapura Bulan September 2018
    • By Tarmizi Arl
      Hi...
      Buat kamu yang mau nyari alternatif wisata di Kuala Lumpur, kamu bisa pilih wisata ke Colmar Tropicale yang ada di kawasan Berjaya Hill.
      Colmar Tropicale ini adalah hotel/resort di Berjaya Hill, tapi buat kamu yang tidak menginap juga bisa berwisata sehari disana.
      Konsep Colmar Tropicale ini ialah miniatur dari pedesaan Colmar yang ada di Perancis, jadi kamu bisa merasakan sensasi berfoto ala-ala di  Perancis.
      .
      Nah untuk ke sana, kamu harus membeli tiket di Berjaya Times Square Mall, KL tepatnya di Lantai 8. Lokasinya berada di tempat spa, jadi kamu harus teliti mencari. Tapi didepannya ada kok tulisan Colmar Tropcale.

      Lokasi Membeli Tiket di Lantai 8 Berjaya Times Square Mall

      Jadwal buka
       
      Tarif tiketnya sebesar 60 RM untuk dewasa dan 55 RM untuk anak-anak. Tiket ini ialah untuk shuttle Bus PP dan tiket masuk di sana. Jadwal keberangkatannya dari Berjaya Times Square Mall ialahjam 9:30, 12:00, 18:00, dan 20:30. Sedangkan jadwal pulang dari Colmar ialah jam 08:00,10:45, 16:00, dan 19:30. Tapi perlu diingat karena memakai bus kecil yang berkapasitas hanya 10 orang, jadi lebih baik membeli tiket minimal 1 hari sebelumnya. Apalagi jika hari libur, tiket bahkan bisa habis 2 hari sebelum. Selain itu perhatikan juga jam buka lokasi yang menjual tiketnya ya seperti di foto.

      Tiket
      Lokasi keberangkatan Bus ialah di dekat lobby Berjaya Hotel

      Lokasi Shuttle Bus di Berjaya Times Square Hotel
       

      Shuttle Bus
       
      Perjalanan ke Colmar Tropicale hanya sekitar 1 jam. Perjalanan akan menempuh jalanan berkelok-kelok dan menanjak, jadi lebih baik makan dahulu agar tidak pusing.
      .
      Dan inilah dia suasana di Colmar Tropicale...

      .



      View dari atas menara

       
      Kalau lapar, bisa makan di resto2 yang ada disana, tarifnya masih oke sekitar 20-50 RM untuk makan berat.

      .
      Beli oleh-oleh juga bisa karena ada souvenir shop

       
      Selain itu, tiket tadi juga sudah termasuk untuk ke Taman Jepang. Lokasinya cukup jauh, jadi harus naik mobil wisata ini yang berangkat di jam-jam tertentu.


       
       

    • By Herlina Novianti
      Bismillahirrahmaanirrahiim..

      ( Part 1 )

      Disela2 kesibukan dikantor dan sibuk menerima orderan kue.. saya mencoba untuk membuat FR KL - Singapore Trip kemaren.. Well.. sebenarnya keinginan pergi ke 2 negara ini sudah terpendam sejak dari 5 tahun lalu, gegara liat postingan foto sahabat di FB yang lagi training ke KL-Singapore sama temen-temennya..( dalam hati mupeng pengen kesana.. hahaha ) tapi baru bisa terealisasi nya sekarang… ceritanya sih mimpinya yang tertunda, dan saya sudah bikin paspor dari setahun yang lalu dong yaa, cuma karena waktu tu belum ada temen traveling yah ter-pendinglah niat untuk mengisi paspor dengan cap2 imigrasi itu..

      Tapi saya percaya kok sekarang.. “Seindahh-indah & sebaik-baiknya rencana manusia… memang lebih indah-indah & baik-baik adalah rencana Allah SWT†karena saya bersyukur traveling saya yang kemaren itu alhamdulillah lancar karena dibekali dengan persiapan yang cukup matang.. mulai dari memilih & membeli tiket pesawat beserta rutenya, hotel, itinerary, duit saku dll…dan yang paling penting yaitu mengenai informasi dan tips2 tentang ke 2 negara tersebut dan saya cukup banyak mendapatkan informasi itu dengan ikutan & membaca di forum jalan.com ini serta juga membaca blog2 temen traveler.. Mengingat ini adalah pengalaman perdana saya ke LN dan juga masa waktu saya traveling yang hanya 5d4n tapi alhamdulillah saya cukup puas, berkesan dan unforgettable moment bangettttt.. hehehehe

      Oke kalo begitu langsung saja yaa.. soalnya intro nya sudah cukup panjang..

      Berbekal tiket pesawat dengan rute :

      * Balikpapan – Kuala Lumpur : 12 Juni 2014 jam 12.00pm by AirAsia ,
      * Kuala Lumpur – Singapore : 13 Juni 2014 jam 11.20am by TigerAir , idr 590/org

      * Singapore – Kuala Lumpur : 14 Juni 2014 jam 4.35pm by TigerAir, idr 276/org
      * Kuala Lumpur – Balikpapan : 15 Juni 2014 jam 8.20am by AirAsia

      Untuk tiket pesawat AA rute Balikpapan - KL saya mendapatkan harga PP 900an ribu/org..
      FYI saya traveling ber2 saja dengan sahabat saya Desy.. sama2 belum pernah ke LN hihihihihi


       Hari Pertama ( Rabu, 11 Juni 2014 ) :

      Akhirnya hari-hari yg ditunggu datang jugaaa…. hehehehe saya dan Desy sangat excited banget pagi itu. Jam 9 pagi saya & Desy sudah berada di Bandara Sepinggan, sambil nunggu checkin dibuka kami berfoto2 ria terlebih dahulu.. maklum kita ber2 foto addicted alias candu foto.. ahahahaha.. kebetulan Bandara Sepinggan di kota kami Balikpapan ini terbilang masih baru ( renovasi ), jadi yaa eksis2 dikit dulu gpp yaa..



      Jam 11.35 kami boarding dan take off jam 12.10 menuju Kuala Lumpur. Perjalanan dari Balikpapan ke KL memakan waktu kurleb 2 jam, lumayan agak lama diatas pesawat tetapi tidak membuat saya & Desy mengantuk ataupun bosan, karena mulai dari take off sampai dengan landing kami ber2 ada saja yang kami ceritakan sembari berceloteh “Akhirnyaaa..kita jadi pergi juga yaaa..hihihihi†( dasar wanita )

      Sesampai di KLIA2 jam menununjukkan pukul 2 lewat waktu setempat, setelah melewati imigrasi dengan selamat, kami berdua membeli simcard “Digi†seharga 21rm untuk smartphone kami, secara saya ber2 Desy tidak bisa lepas dari gadged.. mumpung lagi di LN kapan lagi bisa checkin di lokasi yang keren2 ahahaha..

      Setelah puas gadged bisa internetan dan mengabari orang rumah melalui BBM kalo saya sudah sampe di KL.. saya dan Desy memutuskan langsung menuju hotel Rainforest Bed & Breakfast di Jalan Mesui daerah Bukit Bintang yang telah kami reservasi melalui email dengan mencari loket KLIA Express untuk ke KL Sentral dan membeli kartu seharga 35rm per orang. Tidak lupa foto di "Arrival" versi Melayu nya juga heheheh..








      Perjalanan dari KLIA2 ke KL Sentral sekitar setengah jam.. setelah sampai di KL Sentral saya dan Desy sempat bingung sejenak.. langkah apalagi yang akan kami lakukan setelah di KL Sentral. Saya tau memang Hotel Rainforest tersebut didaerah Bukit Bintang ( itupun saya tau informasinya karena baca dari salah satu blog traveler, hehehee ) dan yang saya tidak tahu yaitu apakah posisi hotel tersebut jauh atau dekat dengan KL Sentral dan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi yang lain lagi. Kami sempat menggunakan aplikasi GPS “Sygic†yang udah didownload kan oleh suaminya Desy dengan harapan bisa digunakan kalo nyasar.. tapi tetap aja ya ini namanya wanita males rempong ngulak ngulik GPS ujung-ujungnya ehhh… pake ilmu “nanya†juga.. ahahahaha

      Akhirnya setelah bertanya dengan salah satu bapak2 yang ada di KL Sentral kami memutuskan untuk menggunakan Taxi ke hotel, dengan membayar 3rm diloket taxi, kami dianter ke hotel, jarak antara KL Sentral dan hotel ternyata hanya 4.5km dan kami pun membayar argo taxi seharga 18rm.

      Sesampai di hotel saya dan Desy langsung checkin di bagian receiptionist sambil menunjukkan bukti reservasi email yang sudah saya print . Di email tersebut saya memesan 3 Bed Dorm Female, karena ceritanya saya waktu itu berencana mo berangkat ber 3 dengan 2 orang teman saya, tetapi karena sesuatu & lain hal temen saya yg satu berhalangan pergi. Jadi karena hanya ber2, saya dan Desy memesan standart room saja dengan harga 115rm, hikss.. kalo di rupiahin sekitar 425rb ( kurs 1rm – Rp 3,700 ) jatuhnya lebih mehong yaaaa tapi untungnya share ber2, lumajan jadi 200an ribu.. walaupun hati tetap gak rela

      Waktu menunjukkan pukul 17 sekian… saya dan Desy cepat bergegas untuk mandi dan bersiap2 karena niat ingin berfoto ria di Petronas Tower, harapannya sih memang maunya bisa mendapatkan view fotonya siang dan malam gitu…huehhehe, jadi mumpung masih ada sinarmatari cepat2 deh kesana..
      Alhamdulillah setelah memakai jurus tanya menanya dengan 2 orang ibu2.. ( yang satu etnis China.. dan yang satu.. klo dengar dari bahasanya sih ada logat medhok Jawa-nya dan melayu gitu, hihihi..kalo menurut saya mungkin orang Indonesia - Jawa yang udah lama tinggal di Malaysia deh..) saya dan Desy akhirnya sampai juga di Petronas Tower, setelah berjalan kaki cukup jauh sekitar 1,5 km sambil meyusuri semacam jembatan penyebrangan ( tetapi tertutup ) yang menghubungkan dan membawa kami masuk ke dalam mall & foodcourt… lalu sambil mencari2 dimana letak jalan keluar… akhirnyaaa ketemu dehhh yang dicari-cari.. senengnyaa… dan takjub liat Petronas Tower itu keren banget..

      Foto2 di Petronas Tower sore hari itu ternyata cukup susye habis banyak banget juga turis2 yang ikutan berfoto.. alhasil hasil foto kurang begitu bagus… karena turis2 lain yang berfoto ikutan menjadi background foto kami tapi gakpapa lah masih ada session foto2 malam hari… heuehehe, dan sambil menunggu sang matahari terbenam saya dan Desy mengisi perut dahulu di foodcourt yang kami lalui tadi.. lumayan buat ngisi stamina, secara dari Balikpapan belum makan nasi.. wkwkwkk





      Setelah selesai mengisi perut.. badan bersemangat & bertenaga lagi dong yaa… hehehe, tanpa babibu saya dan Desy kembali mecari spot2 untuk berfoto ria.. dan malam itu Pertronas Tower asli lebih keren dari sore hari tadi… lampu2nya itu lohhh.. aduhhh jadi tambah semangat donk foto2nya ahahahaha…

      Dan memang susah2 gampang ternyata mendapatkan hasil foto yang saya inginkan di Petronas Tower itu..pengen nya sih hasil foto closeup yang bagus dengan view background menara kembar yang menjulang tinggi itu tanpa harus terpotong ujung menaranya.. setelah hampir setengah jam saya & Desy bergantian berfoto2… kami pun menyerah dan duduk2 dipinggir kolam… sambil berpikir “Bagaimana caranya yaa…..?†setelah cukup lama berisitrahat sambil memandangi indahnya menara Petronas.. saya dan Desy pun mendapat ide… hihihihi caranya ternyata cukup mudah jika ingin mendapatkan foto yang full sampe ke ujung menaranya harus sampai dengan posisi tiduran gitu.. ( kayak photographer2 profesional..) haduhh gak terpikir ya dari tadii..tapi kan saya dan Desy cuma modal kamera iphone & android.. masa harus se-ekstrim itu gayanya.. ahahahaha

      Akhirnya dengan cara posisi duduk dan merebahkan badan hampir 30 derajat dan tangan saya yang sebelahnya dipegang oleh Desy.. Saya dengan gampang me-foto Desy dengan background Petronas Tower itu sesuai hasil yang kami inginkan… hihihihi.. alhamdulillah.. foto close up dengan background Petronas Tower sudah didapatt…











      Pukul menunjukkan pukul 8.20 malam.. saya dan Desy memutuskan untuk kembali ke Hotel, karena besok pagi saya dan Desy harus checkout hotel dan melanjutkan kembali perjalanan ke Singapore… Sudah ga sabarannn hihihii

      Ohyaa… perjalanan dari Petronas Tower ke hotel saya dan Desy kembali melalui jalan yang pertama kami lalui tadi…lumayan PP jalan kaki 3km… dan tidak lupa kami mampir di Seven Eleven untuk membeli cemilan untuk dihotel.. maklum cewe2 suka ngemil dan sempet2nya lagi kami berfoto ria dipinggir jalan menuju pulang ke hotel… cucookk








      Okey misi be foto di Pertonas Tower selesai.. next siapin tenaga buat besok trip ke Singapore ceritanya… :) :)

      To be continue ke part 2 yaa..
    • By itsmeu
      Haloooooo~
      Long time no see banget ga aktif di grup ini karena di tahun 2017 aku vakum backpackeran dan jalan-jalan krn satu dan lain hal,pokoknya real life di 2017 bener2 ga memungkinkan keadaanya hiks. Sampai di toel-toel kakak @deffadi thread ditanya kabarnya... btw aku baik kakk :))
      mau liat forum jalan2 takut sedih dan ngiler liat field report temen-temen semua
      Tapi tapi tapiii 2018 ini aku akan berpetualang lagiii dan baru sempet mau share field report aku.
      Jadi di awal tahun aku berencana buat refresh dr tahun kemarin, kemana aja deh yang deket yang terjangkau juga biayanya akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk ke Malaka, salah 1 kota yang dilindungi oleh UNESCO dan tentunya ke Kuala Lumpur juga.
      Ok start.
      Tanggal perjalanan: 19 – 21 Januari 2018. Jumlah orang: 4 orang
      Tiket pesawat: AA PP Rp. 669300
      Stay di: Condo Merci Summer Suites Studio. 1 malam : RM 143.1 ~ Rp 481.000 / 4 (org) = Rp 120250/orang
       
      19/01 Kita sampe di KLIA2 itu jam 14.15, begitu sampe kita langsung beli simcard HOTLINK. Note: Aku sampe cuman berdua, 2 temenku lagi nyusul sorenya dan bakal ketemuan di hotel aja
      Simcard hotlink: RM 30. Dapet pulsa RM 13 dan kuota 3 gb, nahh tipsnya kita harus donlot aplikasi Hotlink RED di playstore. Nah di bagian internetnya, jangan lupa klik CLAIM. Disana kita bisa claim paket social dan chat (kalau ga salah inget). Nah sebagai anak yg suka instastoryan dan tau kuota IG itu gede maka pilihan jatuh di paket social. Wa sama line mah ga gitu makan kuota dan udah punya kuota 3Gb kan tadi, cukuplah.
      Abis itu proses imigrasi berjalan dengan lancar, kita turun ke Lt. 1 buat beli tiket bus KLIA2-KL Sentral.
      Tiket bus KLIA2-KL Sentral Aeorobus RM 9 jam 15.00
      Abis itu cari makan dulu. Makan murah banyak di KLIA2 ada di... yes.. NZCurry dong, tau dari forum sini juga. NZ Curry ada di lantai 1 ya, deket loket bus-bus ke KL. Krn brangkatnya jam 15.00 kita take away aja, udah sore banget soalnya.
      Nasi briyani, telor dadar, ais teh tarik RM 11 kalau pake sayur + RM 1

      Jam 15.00 kita masuk bus, jalan tol lenggang dan hujan sedikit deras. Mendung. Wah rencana ke Genting kayaknya ga bisa terlaksana nih, soalnya perkiraan kita sampe KL sentral pasti jam 16.30an,nanti baru berangkat jam 17.00 walah,, sampe genting udah gelap mau liat apaa? Lagian masih dalam renovasi juga kan untuk pembuatan themepark 20th century fox itu. Yaudah pending besok.
      16.45 Sampe KL Sentral, jalan ke ujung arah sevel, naik 1 lantai trus ke pojok kiri, cari counter Go-Genting. Bener pemberangkatan selanjutnya jam 17.00 , bener prakiraan kita jd kita pending besok pagi aja,lagian genting bukan tujuan utama kita kok.
      Jadi kita lanjutin check in hotel dulu, dari KL Sentral, naik LRT ke arah Dan wangi. Turun di Stasiun Dan Wangi. (LRT RM 2)
      Dari LRT Dan wangi, jalan lurus aja lewatin KL Tower sampe ke daerah bukit nanas. Sampe di condo kita, wah condo ini rekomen bangeeeeeet, bersih, lengkap, murah dan terrace viewnya adalah KL Tower yang cantik banget kalau malam hari.
       

      Sampe kamar istirahat bentar sambil makan nasi briyani yang tadi dibeli, duhh emang enak bgt nasi briyani di malaysia, ga tau beli nasi briyani yang rasanya pas gini klo di jakarta di mana? Hmm
      Lanjut, langit udah mulai mendung tapi ga hujan, jam udah pukul 18.00,kita cus langsung ke central market. Ini cuman 1 stasiun dari stasiun dan wangi.
      Jam 18.30 Oiya karena kita udah pernah ke KL sebelumnya jadi di central market ini udah ga buta buta amat hahaha, langsung ke toko oleh-oleh makanan yg penjualnya orang surabaya.

      aku beli teh tarik chekhub RM 15 isi 30, milo cube RM 10 isi 20 dan kuruku ikan (ini ciki enak lohh) RM 10
      Selesai belanja, jalan jalan bentar ke kasturi walk mau mampir ke sevel (kangen sevel yang udah tutup di indo haha), beli es krim milo (yg waktu itu blom masuk indo juga). Abis makan es krim sekitar jam 19.30 kita cus ke stadium negara.

      Btw kita ga ada schedule di itin malam ini karena ga jadi ke genting, so... karena kita berdua itu kpoper (lol) dan pas di bus ke kl sentral kaget kalau hari ini itu dedek2 gemes Wannaone konser di stasium negara (omg omg, kirain besoknya) so jadilah kita mau stalking hahha
      Dari stasiun central market naik monorail ke hangtuah (harusnya), kita malah turun setelah hangtuah dan itu stadium merdeka tempat orang main bola haha jadi balik lagi 1 stasiun ke hangtuah. Rugi deh RM 2 haha.
      20.30 Sampe hangtuah, kita tinggal nyebrang jalan kaki ke stadium negara, wuaaaa rame seperti biasanyalah konser kpop. Kocak, dadakan gini..pingin stalking sampe nungguin dedek2 wannaone keluar, biasanya jam 22.00 konser palingan udah kelar. Tapiiii ini jam 22.00 baru mulai waiiit what? Ternyata karena di dalam ricuh dan banyak yg pingsan, konser ditunda 1 jaman, jam 22.00 baru mulai kelar jam 23.00 dong, yaudah deh berhubung kita ga ngefans-ngefans banget akhirnya kita berencana balik ke hotel aja buat istirahat, besok perjalanan masih panjang. Cuman kalau itu idol lain yg kita ngefansnin pasti sih dijabanin buat nunggu wkkwkw
      Hasil stalking dadakan

      23.00 sampe hotel dan sudah ada 2 teman kita yang baru sampe hotel jam 21.00 karena kesasar naik LRT (lol), menikmati pemandangan KL Tower akhirnya tertidur. Walaupun tidurnya juga diatas jam 01.00 yang penting tidur.
      End of the day 1
      20/01 jam 05.30 udah bangun semua, yg sholat udah selesai, yang mandi juga udah siap. Tapi ga tau kenapa keluar hotel itu jam 06.15 ya... hemm. Sarapan beli nasi uduk di depan jalan hotel, ini yang jual juga orang indo jadi dapet porsinya banyak banget. Kita mau menuju KL Sentral nih.
      06.00 KL sentral, cek loket genting lagi, jam 07.00 baru buka trus pikir2 lagi ke genting ga yah?? (emang udah pada ga niat ke genting sih ini orang-orang), akhirnya ga jadi hahah.
      Oiya sebelumnya kita titip tas dulu di kl sentral, depan loket genting ada loker gitu. Loker canggih dah, perlu face scan buat buka kuncinya. Kita sewa box yang gede buat 4 tas.

      Locker box besar 40 RM-sekali buka
       06.30 Kita langsung naik MRT ke Batu Cave.
      07.30 Sampe batu cave, wuahh lagi rame banget, ternyata lagi hari suci budha apa gitu namanya. Foto foto, sambil nungguin temen yang naik tangganya yg panjang itu buat liat kuil, ak jalan-jalan sama temen yang ga naik, ada kuil hanoman, dewi sinta dll. Mau beli manisan-manisan india tapi takut ga doyan, nyobain kue ternyata ga doyan jadinya ga beli

      Jam 08.30 kita balik ke KL Sentral trus naik MRT ke terminal TBS.
      -continue-
       
       
       
       
       
       
       
    • By silvia_win
      KL trip
      Day 1 (27 Des 2017) berangkat sore naik pesawat lion Jkt-KL, setelah tiba di KLIA naik bus dari airport ke China Town (tiket@ rm 10). Baru tahu ada bus ke China Town, sebelumnya hanya sampai KL sentral, ternyata busnya hanya sampai KL sentral, yg mau ke destinasi lain seperti pasar seni, china town, pudu dll, diantar pakai van, lumayanlah koper langsung angkat ke van tidak usah lanjut pakai Lrt,
      Van mengantarkan kami sampai di depan China Town, kami pun check in hotel lalu keluar cari makanan favorit kami.
      Day 2
      Hari ini rencananya mau ke Genting. Kami naik Lrt ke Titiwangsa untuk naik bus ke Genting (@rm 10), tapi ternyata busnya tidak langsung sampai genting tapi sampai ke awana highland tempat naik cable car ke genting, hmm padahal pingin naik bus yg langsung ke genting (dulu pernah naik dari sini), kalau cuma sampai ke stasiun cable car mending naik dari KL sentral lebih murah dan dekat. Yah sudahlah..., beli dulu tiket pulang ke KL sentral (@rm4.3). Lalu makan siang di food court dan keliling di awana highland yang merupakan premium outlet, setelah itu beli tiket cable car ke Genting (one way @rm8).
      Sebenarnya lebih prefer naik bus soalnya agak deg2 kan naik cable car, cable carnya sangat nyaman dan bisa menampung sekitar 8 penumpang, untuk yang bawa koper ada tambahan biaya.
      Kami berhenti untuk wisata dulu di Chin Swee Temple yang merupakan stop pertama dari genting cable car. Ini adalah kuil yang cukup besar dengan pemandangan di atas gunung yang indah. Dari hatle cable car pengunjung berjalan menuruni ekscalator yang panjang ke kuil, setelah melihat2 dan berfoto2, di sana turun hujan, kami pun kembali ke stasiun cable car untuk melanjutkan cable car ke Genting.
      Di Genting berkeliling di sky avenue melihat hiasan pohon natal yang di dominasi dengan tema tour of the world with snoopy (patung snoopy dengan pakaian dari berbagai negara), hmm theme parknya tempat bermainnya masih renovasi (sepertinya sudah bertahun-tahun).   Setelah berkeliling kamipun antri cable car untuk kembali ke awana highland. Sampai di awana highland sekitar jam 6 sore, tiket pulang ke KL sentral jam 8.30, kami mampir ke tempat jual tiket untuk menanyakan apa tiket bisa ditukar, kalau ngga bisa tukar pingin beli tiket baru saja untuk jam 6.30, karena harga tiket bus tidak terlalu mahal. Tapi semua tiket untuk hari itu sudah sold out , untunglah sudah beli tiket duluan walau jam 8.30 J, masih banyak waktu kami makan dan shopping dulu sebelum pulang...
      Day 2
      Sebenarnya tidak ada rencana yang pasti untuk trip kali ini, berhubung membawa anak-anak, trip  hari ini kami pergi ke planetarium naik taxi, supir taxi bilang dia tidak terlalu familiar dengan lokasinya tapi dia bersedia membawa kami dengan argo tentunya..., planetarium tidak terlalu jauh dari china town, tapi berhubung tidak ada mrt ke sini lebih baik naik taxi saja...argonya juga tidak mahal. Planetarium gratis untuk pengunjung, di sini kami bisa melihat peragascience yang berhubungan dengan  benda2 angkasa. Juga ada lift untuk naik ke lantai atas di mana ada menara pandang yang bisa melihat kota Kuala Lumpur.
      Di planetarium juga ada bioskop khusus untuk menoton film luar angkasa. (htm @ rm12), berhubung planetariumnya tidak terlalu besar dan tidak memerlukan waktu lama untuk berkeliling, kami pun membeli tiket untuk nonton di planetarium. Layar bioskopnya berbentuk setengah bola, filmnya tentang bintang2 yang terlalu ilmiah untuk dicerna...
      Dari planetarium kami ke KWC yang merupakan tempat belanja retail, makan dan shopping (tidak beli banyak takut kelebihan berat bagasi)... lalu pulang ke pasar seni lanjut cuci mata dan keliling2, di belakang pasar seni ada illution 3D art museum, kami mampir untuk melihat berhubung tiket masuk mahal (@rm48), kami tidak masuk.
      Makan di restoran mamak Yusoof and Zakhir favorit kami di samping pasar seni, cuci mata di pasar seni dan china town night market dalam perjalanan kaki menuju hotel.
      Day 3
      Hari ini pingin jalan2 santai saja, naik lrt ke Suria Mall, kami berjalan di dalam dan di luar suria mall, banyak pohon natal menghiasi interior dan eksterior mall.
      Berhubung rada malas ke tempat lain, kami pun masuk ke petrosains yang ada di dalam suria mall (@rm30), petrosains merupakan tempat bermain dengan alat2 peraga tentang sains, berhubung ini sudah yg kedua kali main ke sana, kesannya biasa2 saja, tapi berhubung membawa anak2, jadi sekalian menemani mereka main.
      Di KL kami menginap di D’Oriental Hotel Rp 300.000/malam untuk kamar triple
      Siem Reap Trip
      Day 4
      Hari ini kami melanjutkan perjalanan menuju Siem Reap.
      Booking taxi dari hotel (rm100) ke airport.
      Sampai di airport kondisi fisik sedikit capek, mampir ke watson beli vitamin C agar kondisi bisa lebih fit..., di pesawat tidur dan istirahat...
      Sampai di Siem Reap sudah segar lagi.., cuaca sangat panas di sana, turun dari pesawat harus jalan kaki ke terminal lagi, walau tidak jauh tapi cuaca panas sangat menyengat..
      Dari airport booking airport taxi ke hotel (usd 10 untuk sedan, usd 15 untuk van, usd 9 untuk tuk tuk), kami ber4 pesan yang sedan saja, karena antrian sedannya belum ada kami diantar pakai van.
      Dalam perjalanan ke hotel, supirnya menawarkan charter mobilnya untuk wisata sore ke kampong phluk floating market, yang katanya 30 menit dari kota siem reap, berhubung cuaca panas, kami tidak tertarik dan bilang mau istirahat di hotel, lalu dia pun menawarkan transportasi ke angkor wat keesokkan harinya (saat pesan taxi di bandara kami dibagi brosur bawa mereka menyediakan charter car ke angkor wat dengan harga usd 40 untuk sedan dan usd 45 untuk van), berhubung cuaca yang panas kami pun setuju naik mobil saja dibandingkan naik tuk tuk, nego harga dengan supirnya usd 40 untuk one day tour ke angkor wat.
      Check in hotel, minta peta tanya info jalan, minta bantuan staff hotel untuk pesan bus dari Siem Reap ke Bangkok. Staff hotel membantu pesan direct bus ke bangkok @usd 13.
      Setelah istirahat sebentar di hotel, kami keluar makan malam, kami mampir ke KFC untuk makan dikit dulu, lalu jalan ke pasar lama, di pasar banyak jualan souvenir dll, tapi tidak beli apa2, lalu ke seberang ada art center night market cuma melihat tidak beli apa2, lalu hunting street food umumnya harganya usd1, beli kelapa, pancake (martabak), mie goreng, nasi goreng, camilan lainnya...berkeliling di sepanjang pasar lama, pub street, night market, melihat suasana pergantian tahun di sana..., lalu naik tuk tuk pulang hotel (usd 3)
      Day 5
      Sarapan pagi di hotel menu 2 roti bakar, 2 telur goreng, teh/kopi dan buah.
      Kami di jemput jam 8 pagi di hotel, sepanjang perjalanan ke angkor wat, supir menawarkan mampir shopping ke toko batu mulia, sutera dll, yang semuanya kami tolak. Kami mengiyakan tawarannya untuk membeli tiket untuk dinner di Koulen restoran untuk dinner dengan menu prasmanan yang katanya kita bisa mencicipi lokal food di sana juga menonton tarian lokal (@usd12). Terlebih dahulu kami berhenti untuk beli tiket ke angkor wat @usd37 untuk one day tiket (anak2 di bawah 12 tahun gratis). Setiap pengunjung di foto dan fotonya dicetak di tiket, supir memberi info agar kami membeli gantungan name tag untuk tiket agar tiket tidak hilang berhubung tiket akan diperiksa di setiap pintu masuk candi yang akan dikunjungi.
      Kunjungan I ke candi angkor wat, cuaca cukup panas di sana, pengunjung berjalan melewati jembatan apung menuju candi, komplek candi cukup luas. Walau cuaca panas tapi di dalam candi cukup adem buat berisitirahat dan melihat2, mirip candi hindu di indo dengan beberapa ukiran halus di dinding, untuk menaiki candi dibuat tangga dari kayu (entah dulu aslinya pakai tangga apa). Di dalam candi terdapat tempat pemujaan untuk Buddha yang bukan merupakan bagian dari candi jaman dulu tapi adalah patung Buddha yang ditambahkan kemudian untuk sembahyang. Juga ada bhikkhu yang membaca paritta untuk pengunjung, kami memutari candi angkor wat dan keluar dari jalan samping candi di mana terdapat telaga kecil, yang merupakan tempat pengambilan foto best view untuk angkor wat di mana banyak tukang foto stand by menawarkan foto langsung jadi.
      Di dekat pintu keluar banyak pedagang menawarkan souvenir maupun makanan umumnya harganya usd1.
      Kami melanjutkan  perjalanan ke Candi Bayon, candi ini ukurannya lebih kecil dari angkor wat, kami melihat dan beristirahat sebentar di sini, mencicipi jajanan jagung rebus, lemang (ketan di dalam bambu), mangga, crepes...
      Lalu melanjutkan perjalanan ke candi Ta Prohm, di mana view yang khas di sini adalah akar pohon besar yang ada di candi.
      Kompleks candi angkor wat sangat besar kami hanya mengunjungi 3 candi utama, untuk candi lainnya rada malas karena cuaca yang panas, supir mengantarkan kami makan di resto yang ber AC, menu di sini cukup mahal berkisar usd 7-10, tapi ngga apalah pesan sedikit (berhubung malam mau dinner prasmanan nggak perlu makan banyak) sambil beristirahat dan ber wifi.
      Setelah itu supir mengantar kami pulang, di perjalanan dia mendrop kami untuk melihat toko batu mulia katanya lihat2 saja tidak perlu beli agar dia bisa mendapat kupon undian..., hm... tokonya tidak besar menjual batu permata dan souvenir, setelah melihat2 kami pulang hotel untuk beristirahat, sore kami jalan kaki ke koulen resto sebelumnya kami mampir ke lucky mall di seberang resto.
      Dinner di sini dengan harga usd12 tidak termasuk minum, untuk minum mesti pesan lagi.
      Makanan di sini cukup banyak, ada western food dan lokal food, minuman es campur, buah, kue dll, cocok buat makan santai dan beristirahat, juga ada tarian dan pertunjukkan alat musik lokal, yang mana iramanya agak lambat.
      Restorannya cukup besar dan banyak turis yang makan di sana.
       
      Hotel : Oral D' Angkor Rp 320.000/malam untuk quad room
       
       
      Bangkok trip
          Day 6
      Pagi sarapan di hotel, lalu di jemput bus untuk perjalanan ke bangkok, bus masih menjemput beberapa penumpang lagi lalu berangkat ke perbatasan kamboja thailand, sebelum sampai ke imigrasi kamboja, bus berhenti untuk ke toilet dan belanja. Jam 12 kami tiba di perbatasan, imigrasi kamboja hanya sebuah ruang kecil untuk cap paspor, antrian tidak sampai setengah jam sudah selesai, selanjutnya perlu berjalan kaki sekitar 1 km ke imigrasi thailand melewati pasar kecil dan sebuah kasino, di sini orang yang mau masuk ke thailand lumayan banyak, dan antrian cukup panjang perlu waktu 1 jam lebih untuk antrian cap paspor (entah karena peak season atau biasanya memang ramai), setelah keluar dari imigrasi kami langsung mencari bus kami, di mana sebagian penumpang sudah naik bus dan masih perlu menunggu penumpang lain yang antri imigrasi, cuaca cukup panas membuat kami malas mencari makan ke toko yang ada di sekitarnya, di tempat parkir tidak ada yang jualan makanan. Setelah menunggu agak lama bus berangkat jam 3 sore. Kami naik bus yang sama dengan bus yang kami naiki dari kamboja tapi supirnya sudah ganti orang (stir bus di sebelah kiri, walau stir kenderaan di thailand ada di sebelah kanan). Dalam perjalanan ke Bangkok kami melalui banyak titik kemacetan, mana belum makan siang lagi. Supir akhirnya berhenti di rest area sekitar jam 5 sore, semua penumpang turun mencari makanan, bus lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Kami sampai di bangkok jam 9 malam (13 jam perjalanan , sebelumnya diberitahu 8 jam).
      Bus berhenti di daerah Khao San, di sana ada sebuah wat/tempat pemujaan, banyak orang lokal yg sembahyang di sana, di dalamnya ada tempat sembahyang dengan patung raja Bhumibol. Banyak taxi yang standby menawarkan harga tertentu untuk penumpang yang berminat, kami masuk ke dalam wat untuk melihat2 dan masuk toilet, setengah jam kemudian taxi yg standby sudah tidak ada lagi,  kami menyetop taxi di jalan untuk ke hotel dengan argo tentunya J.
      Berhubung perjalanan yang panjang dan melelahkan, anak2 pada komplain lebih baik ke borobudur daripada ke angkor wat ö, menurut  saya kalau dibandingkan dengan borobudur, kompleks candi angkor wat lebih luas dan kawasan sekelilingnya banyak gapura dan candi yang lain dan melewati lapangan dengan pohon2 membuat candi angkor wat terlihat megah dan indah, kalau dari segi bangunan saya lebih menyukai candi borubudur dengan pahatan di dinding yang indah dalam bangunan candi yang menyeluruh dengan banyak patung Buddha. Di angkor wat tidak terdapat banyak pahatan patung melainkan ukiran halus di dinding dengan nuansa candi Hindu yang mana kemudian beralih fungsi menjadi candi Buddha. Yang pasti tiket masuk Borobudur sangat terjangkau dibanding tiket ke angkor wat yang harganya sekitar Rp. 500 ribu untuk turis asing, untuk warga lokal tiket masuk gratis.
       Day 7
      Meminta peta dan info ke hotel, serta menanyakan apa ada daily tour, tapi di hotel tidak menyediakan paket daily tour.
      Hari ini tidak berminat berwisata, ingin shopping saja...
      Kami berangkat naik taxi dari hotel ke Platinum mall (tempat shopping seperti mangga 2 di jakarta). Sampai di Platinum makan siang dulu di food court lalu mulai shopping, sampai sore hasil belanjaan cukup banyak.
      Dari Platinum kami naik taxi ke Saphan taksin untuk naik shuttle boat ke Asiatique,berhubung sore hari  di jam kemacetan, supirnya tidak mau pakai argo mesti menawar harga.
      Di Saphan taksin bts kami naik shuttle boat gratis ke Asiatique, boatnya cukup bagus dan nyaman, pemandangannya boat sepanjang sungai juga indah. Di Asiatique terdapat banyak resto di tepi sungai, juga toko2 untuk belanja dan tempat bermain seperti bianglala, komedi putar, dll. Kami mencari makan, mengitar toko2, dan menikmati pemandangan di tepi sungai chao phraya, lalu mengantri shuttle boat kembali ke saphan taksin, dalam perjalanan boat sekarang kami menikmati pemandangan sungai di malam hari dengan lampu2 hotel berbintang/gedung lain di tepi sungai, sebelumnya saat datang kami menikmati pemandangan di sore hari.
      Dari sini naik taxi ke hotel. Walau di sini ada BTS (mrt) tapi kami memilih naik taxi selama di Bangkok untuk menghemat tenaga dan waktu, karena harga taxi tidak terlalu mahal (< THB 100 untuk jarak dekat, <THB200 untuk jarak yang agak jauh), sebelumnya pernah naik BTS, mrt setelah dihitung X 4 orang ongkosnya lebih mahal...
      Day 8
      Hasil belanjaan kemarin membuat isi koper bertambah, ingin menambah bagasi Air Asia, setelah membuka web air asia untuk menambah bagasi, baru sadar tiket kali ini bukan beli di airasia.com tapi beli di traveloka, soalnya saat hunting tiket pada mahal, lalu beli tiket transit bangkok KL AA, KL jakarta Lion, setelah coba2 add luggage di web AA tapi tidak bisa, lalu send message minta bantuan traveloka untuk add luggage, kata traveloka tidak bisa mesti ke AA office, ya sudahlah screen shot alamat AA office nanti sekalian mampir.
      Hari ini ingin berwisata ke wat2 (temple) di Bangkok, dari hotel kami naik taxi ke Wat Arun, karena agak jauh jadi sekalian melihat pemandang kota bangkok sepanjang jalan.  Htm Wat Arun @thb50, jika cuma ingin sembahyang di vihara di sampingnya tidak usah beli tiket. Bangunan wat Arun seperti stupa dengan ornamen porselen, terletak di tepi sungai menambah keindahan pemandangan di wat arun, tapi cuaca yang panas membuat kami tidak betah berlama2 di sini, dari sini kami naik taxi lagi ke wat pho, sebenarnya naik boat tinggal nyebrang, berhubung kami termasuk wisatawan yang malas jalan, jadi naik taxi saja lah.
      Sampai di wat pho supir taxi menunjukkan dermaga yg tidak jauh dari wat pho katanya bisa menyebrang dengan perahu ke wat arun di sini, kami menyiakan dan bilang next time mau naik perahu.
      Tiket masuk wat pho @thb 100, wat pho adalah vihara yang indah dengan patung Buddha tidur yang besar, selain vihara utam di depan yang berisi Buddha tidur di dalam masih terdapat komplek vihara dengan banyak patung Buddha. 
       Kami masuk ke salah satu vihara di belakang dengan patung Buddha yang besar, banyak turis asing masuk dan duduk di sana, ada pengawasnya tidak boleh berdiri di dalam hanya boleh duduk dengan sopan, ternyata banyak yang duduk lama di dalam, ada juga yang meditasi, kami pun duduk cukup lama di sana, apalagi terasa sejuk di sana.
      Sebelum pulang kami mampir ke massage room di dalam vihara pho pingin mencoba massage di sana, tapi katanya mesti antri 1 jam, ya tidak jadi malas nunggu.
      Keluar dari wat pho banyak tuk tuk dan taxi yang mangkal, sudah tahu bakal nego harga dan nggak mau paki meter, ya kami coba tanya tujuan ke kantor air asia di khao san yang tiidak jauh dari wat pho, ternyata supir yang mangkal di sana bisa berbahasa Inggris dengan baik, yang pasti dia menanyakan jumlah penumpang sebelum membuka harga (biasalah kalau penumpang banyak harga lebih mahal) berhubung dia tahu letak kantor air asia yang kami cari ya kami menyiakan tawaran harga thb 200, mau jalan juga lokasi di sana luas sekali untuk jalan dari pintu keluar wat ke jalan raya juga jauh. Ternyata supir taxi ini mengoper kami ke taxi yang antri paling depan, lumayan juga etika mereka mencari penumpang tidak rebutan, kalau dapat penumpang dioper ke paling depan. Sopir taxi yang kami tumpangi juga lancar berbahasa Inggris, dia mengenalkan wat emerald buddha, grand palace yang berada di samping wat pho kepada kami, berbincang dengan kami dan menawarkan kami booking taxi untuk tour ke floating market dengan harga thb 1800 pulang pergi, yg ini kami kurang tertarik berhubung cuaca panas malas aktivitas outdoor, tapi berhubung sebelumnya saya pingin tour ke pattaya saya pun menanyakan harga booking taxi ke pattaya pp, supir taxi bilang harganya thb 2500, mau ke mana dan waktunya berapa lama... up to you katanya..., saya sangat tertarik..., saya tanya perlu bayar DP berapa dia bilang ngga usah, besok dijemput di hotel J, setelah perbincangan kami baru tahu bahwa besok bukan supir taxinya yang membawa kita jalan melainkan temannya, dia bilang sudah dibooking orang ke Hua Hin, saya tanyain harga taxi ke Hua Hin berapa, katanya dia bawa penumpang one way thb 2500, kalau pp thb4000.  
      Kemudian kami ke kantor Air Asia untuk membeli tambahan bagasi, saya tanya ke staff di sana apa bisa beli tambahan bagasi dengan telepon, katanya bisa tapi mesti bayar pakai kartu kredit.
      Kemudian kami mampir ke khao san road yang ada di dekat kantor air asia, yang terdapat toko-toko dan food street si sepanjang jalan, tapi anak2 lebih tertarik makan mac di. Setelah membeli sedikit camilan dan melihat2, kami pun menyetop taxi untuk ke tesco/lotus yang tidak jauh dari hotel, pingin belanja sedikit barang lokal di hypermarket.
      Pattaya trip
      Day 9
      Supir taxi menjemput kami di hotel untuk perjalanan ke Pattaya. Kami memilih tour ke pattaya karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari bangkok jadi tidak habis banyak waktu di jalan, juga menurut info banyak objek wisata yang menarik di sana. Sebelumnya saya ada tanya di hotel kalau ke Pattaya naik taxi thb 1800/one way, naik bus @ thb 140.
      Supir taxi yang mengantar kita ke pattaya bahasa inggrisnya tidak sebaik supir taxi kemarin, dia menanyakan kami mau ke mana, saya menunjukkan foto lokasi yang ingin kami kunjungi: laser Buddha, silver lake, wat big Buddha dan pattaya beach. Di pattaya banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, kami memilih beberapa yang gratis tiket masuk saja.
      Di perjalanan kami mampir untuk makan di rest area, lalu melanjutkan perjalanan ke Pattaya, sampai di kota Pattaya kami melewati floating market pingin mampir tapi cuaca panas jadi malas.   
      Laser Buddha adalah kompleks vihara dengan latar belakang pahatan gunung yang ada gambar laser Buddha, setelah mampir dan melihat2 kami melanjutkan perjalanan ke silver lake perkebunan anggur yang letaknya tidak jauh dari laser buddha, di sini kami naik tram keliling kebun @thb180, selain kebun anggur di dalamnya terdapat kebun bunga dan telaga yang indah untuk spot foto.
      Selanjutnya kami menuju wat big buddha, di vihara ini terdapat patung buddha besar, juga bisa melihat pemandangan laut dari atas vihara.
      Lalu kami mampir untuk makan siang di pantai pattaya, di sepanjang pantai banyak kedai makan dan toko2, kami memilih makan tom yam di salah satu kedai, harganya tidak terlalu mahal dan rasanya enak...
      Selesai makan kami mampir ke pantai yang kebetulan saat sunset, kami menikmati pemandangan yang indah di pantai, memberi makan merpati dengan roti yang dibeli di sana...
      Setelah itu pulang ke Bangkok dan berpesan ke supir kami mau di drop di chatuchak week end market tidak usah balik ke hotel. Sepanjang perjalanan supir taxi menyalakan argo dan harga argo sampai kembali ke bangkok adalah thb 4500. Dan enaknya supir taxi ini juga tidak menawarkan kami pergi shopping atau apapun seperti supir di siem reap. Setelah sampai di chatuchak market kami membayar sewa mobil seperti yang disepakati ditambah sedikit tips (lumayan juga bayar saat turun, saat pergi tidak ditagih biaya apapun, juga tidak membayar biaya tol).
      Tiba di week end market tentunya mau shopping..., chatuchak market cukup besar, barangnya bervariasi dan banyak juga barang lama dan kuno, saya tidak belanja apapun di sini, cuma makan saja, karena sudah agak capek dan barangnya kelihatan agak old fashion jadi malas shopping, teman saya belanja baju2...
      Selesai shopping naik taxi pulang hotel.
      Day 10
      Hari ini kami akan pulang ke indo, tapi karena penerbangan malam masih ada waktu untuk jalan2, pagi kami istirahat di hotel sampai siang sekalian check out dan menitipkan koper, hari ini kami mau shopping saja ke platinum lagi... kami berhenti di seberang platinum mall yang katanya ada pasar yang menjual barang dengan harga lebih murah, tapi cuaca yang panas membuat saya agak pusing, saya cuma melihat sebentar lalu ke platinum mall, istirahat di food court, waktu mau mulai shopping kepala agak pusing, mampir ke toko mau beli obat, penjual merekomendasikan minyak angin lokal (merek siang pure), saya pun membeli sebotol kecil yang bisa roll on harganya thb35, penjual memberitahukan supaya setelah dipakai dipijat sedikit di kepala, dia bilang bisa buat pegal linu dan gigitan serangga juga. Setelah memakai minyak angin saya mencari tempat duduk untuk beristirahat, tidak lama kemudian saya sudah segar lagi, dan mulai semangat untuk shopping..., sebelum pulang saya mampir lagi ke toko tempat menjual minyak angin tadi, beli sekotak isi 6 untuk di bawa pulang, ternyata ada juga minyak angin siang pure yang hot dan yang untuk pilek, sekalian beli beberapa botol. Sore hari setelah puas belanja dan makan di platinum mall, kami pun menyetop taxi pulang, taxi mulai dengan penawaran harganya ..., beruntung kami mendapat taxi yang mau pakai argo, supirnya perempuan, di tengah perjalanan kami tanya apa bisa booking taxinya dari hotel ke bandara, diapun menyiakan..., sampai di hotel kami merapikan koper menata hasil shopping dan naik ke taxi. Harga taxi dari hotel ke bandara tidak terlalu mahal biaya lewat tol thb 70, harga taxi thb 150 lebih..., otw back home.
      Hotel di bangkok : Bangkok 68 harga 600.000/malam untuk 4 orang yang terdiri dari 2 kamar dengan pintu penghubung.
      Harga tiket pp 2.7 juta
       




    • By YudhieRw
      Halo apakabar teman2 , maaf karena kesibukan sehari-hari yg menyita waktu hingga untuk pergi traveling sangat sulit terealisasi, apalagi untuk menulis riviewnya malas rasanya jari2 ini mencet papan ketik...
      Tahun lalu di bulan Agustus ( 2016) sebenarnya sudah rencana akan pergi berkunjung ketempat adik ipar yg tinggal di Shanghai –Tiongkok, namun karena sesuatu dan lain hal yg lebih urgen sy gagal pergi, hanya istri dan anak saya saja yg lanjut karena tiket sudah terlanjur pesan bbrpa bulan sebelumnya pun Visa nya sdh dibuat, waktu itu menggunakan maskapai Singapore airline dengan harga sekitar 6jtan/orang pulang pergi, harga yg lumayan murah dengan maskapai yg lebih memanjakan, walaupun sebenarnya ada tiket yg lebih murah dibawah 2 jt dengan lowcost carrier. Kami pilih Sing air karena  kami rasa perjalanan lumayan lama sekitar 5 jam an di udara dan harus transit pula beberapa jam di Changi airport Singapura, baik berangkat ataupun waktu pulangnya.
      Istri dan anak sekitar 2 minggu disana dan sempat melewati HUT kemerdekaan ke-71 disana, berhubung hampir semua pada hari kerja jadi kayaknya tidak banyak pergi2 ketempat yg biasanya dikunjungi wisatawan, kalau tidak salah sih sempat ke the Bunch, Shanghai Zoo dan pada  akhir pekan menginap semalam di kota air Zhujiajiao, kata istri saya Zhujiajiao berjarak 40 km dari kota Shanghai adalah salah satu dari kota air kuno terkenal di China yang dijadikan objek wisata. Untuk mencapainya bisa menggunakan bus, taksi atau mobil sewaan. Kota air bisa dinikmati selama bberapa jam saja karena memang tidak terlalu luas, untuk  yang ingin lebih dalam mengenal kota air kuno ini dapat menginap di hotel yang ada disana. Kalau berkunjung ke sini tidak lengkap tanpa melewati dan berfoto tentunya di jembatan-jembatan tua dan berbentuk indah yang ada disana.
       
      ­­­­­
       
      Btw, kembali ke topik...
      Minggu lalu kami sklg yg beranggota hanya 3 orang pergi ke Kuala Lumpur dan Melaka, kebetulan ada waktu beberapa hari yg bisa kami mamfaatkan dari tgl 14-18 Oktober 2017, tiket sudah dipesan dari sekitar 3 bulan sebelumnya.
      Maskapai KLM royal Deutch tujuan Jakarta Amsterdam transit di Kuala Lumpur, dengan no pesawat kl 810, KLM kami ambil karena tiketnya sangat murah disekitaran 500rb/ orang untuk sekali jalan, dapat meal veggie yg enak dan minuman bisa pilih, kadang bila lagi beruntung katanya bisa dapat meal nasi goreng, hanya saja kami pulang pergi tak mendapatkannya, selain itu bagasi kabin 7kg dan bagasi 23kg per orang sungguh sangat murah, tempat duduk kelas ekonomi begitu bagus ada lcd tv tiap seat dan jarak spasi dengan bangku depannya luas bisa untukk selonjoran, formasi bangkunya 3-4-3 untuk kelas ekonomi dengan pesawat berbadan lebar sehingga berasa sangat nyaman selama perjalanan.
      Kami flight hari sabtu 14/10/2017 jam 18.45 dari  terminal 2E Soetta,  karena memang dr cgk hanya di jam itu alias sekali flight, Jakarta – Kuala Lumpur ditempuh selama skitar 2 jam on time tiba di Klia 1 tepat waktu jam 20.30 waktu KL, alias lebih cepat 1 jam dari WIB, turun dari pesawat kami harus berjalan dari terminal satelit ke term utama,  untuk itu kita harus naik kereta aerotrain/gratis ke terminal utama  sampai ke gate imigrasi, setelah lewat konter imigrasi kami membeli simcard hotlink lokal berpaket data u internet sbesar 2gb dan gratis telpon 30 menit klo g salah harganya rm 30 x3 kartu ( rm90) Dipasangin sama salesnya, langsung bisa akses n lumayan lancar walaupun pada pelaksanaanya selama 4 hari jarang diakses tuh data utuh kali atau cm berkurang beberapa kilobite saja, hehe. Dari terminal Klia 1 kami naik train Klia transit ke klia 2 seharga  rm2 x 3 ( rm 6) karena kami tiba nanggung waktunya jadi berencana begadang di klia 2, jarak tempuh sekitar 2km ke klia 2 selama sekitar 3 mnts, tiba di terminal kedatangan klia 2 kami naik ke lt 2m untuk cari kudapan karena lumayan lapar, ada banyak resto dan fast food di klia, sampailah di Burger king kami beli 3 paket meal ( +- rm40), kelelahan kami pun menghabiskan sisa malam itu di Burger king Klia 2, sampai pagi menjelang, lumayan juga bisa tidur di bangku sofa walaupun ga bisa pulas, daripada tidak merem sama sekali. Banyak ternyata orang2 yg tidur atau sekedar melepas lelah di areal resto dan tempat2 yg bisa dibuat istrahat selama ga di usir satpam hehe. Klia 2 ini tidak sedingin di Changi jadi ga sampai mennggigil lah.
      Hari minggu 15/10/2017, Setelah solat subuh di surau dan jalan mengitari klia 2 dan sarapan Mc D ( rm 40), skitar jam 7.00 kami turun ke lt bawah beli tiket Bus aerobus/skybus seharga rm 12 kalo ga salah x 3 orang ( rm.36) tujuan KL sentral perjalan sekitar 1 jam ya, dari kl sentral  naik lrt kelana jaya @ rm2,5 ( rm 7,5 ) dengan membeli di mesin tiket( tvm), tiketnya bebentuk koin plastik u akses keluar masuk station dan tentunya dengan itu kita bisa naik keretanya. Kami naik yg jalur biru mengarah ke ast airasia bukit bintang, perjalanan sebenarnya ga sampai 20 menit hanya karena sering berhenti di bbrp station yg dilalui jadi sampai sekitar stengah jam ke bukit bintang, keluar station BB posisinya di areal mal Sungai Wang, disini kami lihat toko coklat ada promo kami beli beberapa untuk oleh2, baru sampe udah beli- beli hehe...
      Welcome di KL...
      Seperti yg banyak diceritakan para traveller di blog, vlog yutub, atau riview lainnya ternyata bukit bintang (BB) Kuala Lumpur ini memang terlihat kota yg indah dan menawan, setidaknya itu kesan pertama yg kami rasakan, walau tak beda jauh dengan jakarta hanya klihatan lebih tertata dengan cukup baik dan bersih.
      Disekitaran jalan BB ada namanya ayam hainan Chee meng, brbekal riview blogger sy mampir untuk mencicipinya, posisinya dari arag paviion ke arah jl. pudu berjalan sekitar 500m dr mall pavilion berada di sebrang jalan.
      Menu yg ditawarkan yg utama tentunya ayam hainan dengan rasa khas dan beberapa menu lainnya, ayamnya bisa yg non goreng atau yg digoreng, rasanya sebenarnya bisa aja ya, nasinya agak kekuningan bersantan tapi tidak seperti nasi lemak, dan ternyata pelayannya ada yg orang jawa hehe.. bertiga kami menghabiskan rm45 untuk 3 porsi ayam nasi 3 teh manis panas dan 2 teh tarik.
      Kenyang makan siang kami menuju hotel de V’la yg berada di ujung jalan bukit bintang atau tepatnya di hook jln pudu raya, hotel ini kami dapatkan via oline booking.com, untuk 2 malam kami kena tarip murah rm217 dengan pasilitas kamar u 3 orang dengan simpel breakfast, kamarnya lumayan bersih walaupun tidak terlalu baik, lumayanlah dengan harga segitu dekat distrik BB dengan berjalan kaki segalanya jadi mudah.
      Setelah rehat abis solat ashar kami bertiga mulai explore Kuala lumpur :
      Bukit Bintang street, Pavilion, ke KLCC via jembatan dari pavilion sekitar 10 menit, semua dengan berjalan kaki,­ makan di foodcourt mall kali ini makan di subway yg menunya sejenis kebab atau burger apa namanya, karena lapar enak aja dimakan hehe, minumannya pun ukuran jumbo yg tak habis bila diminum sendiri, sejenis lemon tea dingin, Poto2 dimanapun tempat nya asik u berpoto ria, view petronas tower jelang malam sungguh saat paling bagus untuk take a picture, kebetulan weekend banyak sekali pelancong disana baik lokal atau pun pelancong luar, tak berasa sampai jam 9 malam kami pusing2 , kaki tidak berasa sudah mulai pegal n selajutnya kami pulang ke hotel , mandi , solat dan rehat.
       
      Hari senin 16/10/2017, kami bangun pagi dan breakfast di hotel, walaupun sederhana menunya tapi alhamdulillah untuk kami bisa memulai hari ini eksplor kembali KL, rute pertama kami jalan kaki ke petaling street via jl. Pudu raya, melewati terminal bas Puduraya, sayang karena masih pagi saat itu sekitar jam 9-10 pagi belum banyak aktipitas di chinatown tsb, kami hanya lewat kemudian balik arah ke pasar sentral Kl, Central Market Kl , berjalan kaki kiranya tak jauh kesana dari petaling street, kira2 sekitar tak sampai 1 km, disana sempat istri dan anak beli oleh2 u saudara,teman dan tetangga. Barangnya sih biasa macam gantungan kunci, tas buatan tangan, gelang batu, dll pula ada beberapa kedai minuman dan kafe, tempatnya cukup bersih dan belum ramai karena masih pagi. Puas disana kami balik arah seperti arah berangkat tadi yaitu via jl pudu rencananya anak ada yg mau dicari di Berjaya time Square, sayang pas sampai ujung jalan pudu hujan cukup deras dan petir, hingga kami berteduh di depan sebuah kafe tak jauh dari penginapan kami, setelah agak reda sedikit kami putuskan untuk kembali ke hotel dulu sembari solat duhur dan hujan benar2 reda, lepas jam 13.00 sudah tak hujan kami keluar hotel seperti rencana semula ke berjaya time square yg tak jauh dari hotel (di areal statsiun Imbi) Mal tua yg masih cukup terawat, setelah anak mendapatkan yg dicari kami mengarah ke depan lobi utama disana ada beberapa mobil kuliner yg menjual mbeberapa jenis kulner khas kuala lumpur, diantarana nasi gulai, nasi lemak ayam, putu mayang bertabur kelapa dan gula bubuk, pisang goreng keju, milk shake mangga float es krim, dll. Kebebutan belum makan siang kami cicip nasi gulai daging dan ayam yg kelihatan menggugah selera, kuah gulainya yg kental mantap dimakan dengan nasi hangat walaupun kami makannya gelaran di pedestrian mall, hehe. Alhamdulillah kenyang n murah meriah... kenyang makan kami melanjutkan perjalanan kembali dengan berjalan kaki ke arah KLCC via jembatan pedestrian yg menghubungkan pavilion mall dengan convention center klcc, mungkin karena anak masih penasaran belum  puas kali berpoto disana, kali ke 2 dalam 2 hari berturut-turut , dan terpenting sekalian menunaikan solat ashar di surau mall suria klcc. Jelang matahari terbenam kami beranjak dari suria klcc mall via convention center, disana kami sempat rehat sejenak minum kopi di starbuck, sebanarnya starbuck ini tempatnya kurang luas tapi lumayan bisa ngadem.
      Sampai di Pavilion mall kami beli tas ransel lagi di outlet Spao untuk menampung barang yg dibeli karena 3 tas ransel yg kami bawa tak muat untuk dijejalkan itu semua, yg akhirnya membuat tentengan bertambah, resiko ...hehe, pusing2 disekitaran mall kami menghabiskan malam terkahir di KL dengan makan di jalan Bukit Bintang tak jauh dari mal pavilion, menghadap riuh rendahnya kesibukan malam di areal bukit bintang, ada live musik juga di disekitaran situ, sayang sekali karena telapak kaki sudah sakit n lecet kami tak sempat melangkahkan kaki ke jalan alor, padahal tak jauh jika kami berniat, mungkin lain kali lah kata saya pada anak dan istri... habis makan kami kembali ke hotel untuk beristirahat jelang pagi besok berangkat ke melaka.
      Hari selasa 17/10/2017, selepas sarapan seadanya di hotel de V’la kami cek out n berangkat ke st. Imbi beli tiket lrt le kl sentral, sampai kl sentral beli tiket mrt ke BTS ( bandar tasik selatan) dan nyebrang via jembatan ke TBS  ( terminal bersepadu selatan ) yaitu terminal bus yg akan membawa kami ke Melaka, beli tiket bus mayangsari seharga rm11 per orang ( rm33), busnya pormasi bangkunya 2-1 dan walau kelihatan sudah agak tua tapi masih bersih dan nyaman, perjalanan ke Melaka memakan waktu sekitar 2 jam , hampir semuanya via tol yg sepanjang jalan kami lihat perkebunan kelapa sawit berderet rapih, sekitar jam 12 mai tiba di melaka sentral, yaitu terminal bus di Melaka, lapar kami mampir makan di fast food terminal. Untuk ke areal kota melaka kami naik bus panorama flatform 17 , tiketnya rm1.5x3 ( rm 4,5) selama sekitar 20 menit, kami berhenti di bangunan merah diujung jembatan jalan jonker, cerah dan panas sekali cuaca di melaka saat kami tiba, kami berjalan ke arah hotel Hong yg kami booking jauh2 hari seharga rm110 semalam / kamar untuk 3 orang. Posisi hotel Hong di jl, Mesjid tak jauh dari jalan jonker yg terkenal itu. Sebenarnya pihak hotel biasanya bisa antar jemput tapi kami sengaja nanti pulangnya saja minta diantar ke melaka sentral. Bapak yg di hotel hong menyambut kami dengan ramah, menunjukan ke kami tempat wisata dan kuliner halal di melaka dan memberi kami petanya, rekomen hotel murah di melaka dengan kamar yg cukup baik dan bersih, free kopi dan air minum kapan pun katanya , tapi tanpa break fast ya. Setelah solat lohor dan rehat bentar kami eksplor melaka hanya di areal jonker dan bangunan merah, pedestrian sungai melaka, menara taming sari, dan membeli oleh2 sedikit di salah satu pasar sebrang sungai melaka ke arah tamingsari, sebernarnya banyak destinasi yg bisa dikinjungi hanya saja waktunya tak cukup untuk itu. Kuliner juga banyak ragu ya hehe, kami sempat minum cendol durian dan jus semangka 1 buah semangka sedang, kenyang minum cendol dan jus ­semangka dicuaca terik, lelah dan lapar jadi hilang, puas jalan2 sekitar jam 9 malam kami balik sambil mencari restoran di jln jongker tapi keabnyakan sudah pada tutup, mungki karena hari kerja ya, akhirnya kami makan dekat hotel aja namanya restoran Mohammaden posisi di ujung jalan setelah hotel Hong. Menunya macam masakan pakistan atau arab ya, pelayannya sangat ramah. kami makan nasi goreng kampung dengan ayam, mee goreng, porsinya banyak , minumnya teh tarik, teh manis panas,air mineral, kenyang deh ... bahkan bisa dibungkus tuh mee goreng ke hotel karena kenyang,. Alhamdulillah..­­­
      Hari Rabu 18/10/2017 adalah hari terakhir kami di melaka dan pagi2 sekali kami sudah diantar menggunakan mobil H-1 nya hyundai warna putih punya hotel hong, beli tiket bus transnasional seharga rm24 x 3 ( rm72) tujuan ke Klia 1, sebenarnya flight jam 16.20 tapi karena biar tenang kami berangkat lebih awal. Bus transnasional berpormasi sit 2-2 , perjalanan lancar sampai bandara klia 1 selama 2 jam , sampai sana sekitar jam 10.30 pagi , masih ada waktu beberapa jam u pusing2 suasana bandara dan cari tambahan coklat u teman2 kantor, Kami cek in bagasi 3 ransel penuh dan yg 1 dibawa ke kabin. Setelah melewati konter imigrasi kami naik aerotrain ke terminal satelit untuk menunggu penerbangan di gate D2, karena masih ada waktu kami makan dulu di burger king tak jauh dari areal gate.
      Tepat jam 16 .00 penumpang sudah masuk pesawat KLM kl 809, setengah jam kemudian take off , lancar dan halus..
      Selamat tinggal KL..
      Kami menempati bangku no 36 abc. Perjalanan lancar dan cerah tanpa ada turbulence berarti, seperti saat berngkat cgk-kul kembali kru pesawat memberikan meal veggie dan jus apel dingin, tapi karena masih kenyang veggie yg 2 kami bungkus aja hehe, lumayan. btw ... pramugara dan pramugari Klm kebanyakan senior ya usianya ada yg kelihatan sudah diatas 40an tahun Cuma beberapa aja yg masih muda . mereka sangat ramah dan telaten, alhamdulilah kami tiba dibandara Soetta jakarta  dengan landing yang mulus, cuaca jakarta saat tiba gerimis kecil. Terima kasih Klm telah mengakomodasi kami dengan baik.. rekomend flight dengan maskapai klm nih.
      Setelah dikalkulasi selama 4 malam dan 5 hari kami kurang lebih menghabiskan sekitar rp.10jt bertiga ya untuk tiket pp, hotel, tiket mrt/lrt/bus, makan minum, oleh2, dll...
      Demikian kawan2 traveller.. sedikit riview perjalanan kami ke Kuala Lumpur dan melaka.
      Terima kasih untuk momod jalan2.com,  dan makasih bagi yg sudah membaca riview alakadarnya ini dan mohon maaf dan maklum tema materi dan lokasi bukan perjalanan yg istimewa bagi kawan2 mah, tapi bagi kami trip kali inni ke KL dan melaka lumayan berkesan, kotanya indah rapi dan bersih dan orang2nya kebanyakan helful, baik dan welcome walaupun ada 1-2 yg agak masam hehe tergantung sipat itu kali ya dimana mana jg ada... rekomen sekali bagi kawan2 traveler yg belum pernah trip keluar negeri, tujuan Kuala Lumpur dan Melaka Malaysia adalaha destinasi yg menarik, selain kuliner khas yg beragam juga harga dari mulai akomodasi, kuliner , dll hampir sama dengan harga di Jakarta, bahkan beberpa kuliner lokal jauh lebih murah dengan porsi yang banyak,  yang berikutnya mungkin Singapura, Thailan, Vietnam, dll...
      terima kasih, Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.
       
       
















































    • By Amirranti
      Mohon petunjuk hotel yg murah daerah Sepang apa yah..buat transit tgl 13 feb 2017 sebelum bertolak ke Turki..bawa anak 2 tahun dan org tua TRIms sebelumnya