Sign in to follow this  
moonlight

Festival Atau Pesta Natal Di Dunia

3 posts in this topic

Bukan cuma punya kebiasaan atau tradisi unik saat Natal. Berbagai negara di dunia juga punya pesta atau festival yang biasanya diselenggarakan saat Natal. Ada yang berbentuk pesta natal, festival, dan lain sebagainya. Banyak pula yang mengadakan semacam pasar malam di Hari Natal. Bagaimana kemeriahan pesta dan festival Natal di berbagai negara?
 
Berikut saya rangkum keseruan tersebut dari berbagai sumber:
 
- Meksiko
Meksiko punya banyak tempat dan hotel yang akan menjamu para pengunjungnya dengan Natal impian banyak orang. Ada pesta yang menarik di Meksiko ketika natal. Pesta tersebut merupakan pesta yang dipimpin anak kecil yang membawa patung Yesus dan Maria. Uniknya, patung tersebut terbuat dari tanah liat.
 
Rombongan tersebut akan mendatangi keluarga lainnya yang juga sedang mengadakan pesta. Dengan menyanyikan lagu-lagu Natal, pesta semakin dibuat meriah ketika seseorang mulai berusaha memecahkan boneka yang sedang terbuat dari tanah liat juga yang digantung di langit-langit rumah. Nah, di dalam boneka tersebut tersimpan permen dan hadiah yang akan ikut jatuh ketika boneka dipecahkan. Jadi seperti hujan hadiah, ya.
 
- Jerman
Di Jerman, ada pasar malam yang biasa dibuka ketika Natal. Namanya adalah Christkindlesmarkt. Letak tepatnya ada di Nuremberg. Berbagai barang dan pernak pernik dijual di sini. Anda bisa mendapatkan mainan dan juga makanan. Misalnya, ada permen, roti, dan lain sebagainya.
 
Pasar Natal Christkindlesmarkt juga semakin meriah dengan berbagai lampu yang menghiasi pasar ini. Jadi jika berada di Kota ini jangan takut melewatkan Natal sendirian karena di sini pastinya kita akan menemukan banyak orang.
 
- Irlandia
Di Irlandia, perayaan Natal biasanya menggunakan lilin sebagai penerang jalan. Tapi ada festival yang menarik untuk dilirik, tepatnya di daerah Dublin.
 
Saat Natal, jalanan di Dublin akan sangat ramai. Karena ada pasar yang dibuka selama 12 hari yang digelar di Docklands. Pasar Natal di Docklands ini sangat terkenal. Karena bukan hanya sekadar pasar biasa, tapi juga banyak pertunjukkan dan atraksi yang menarik.
 
Masyarakat Dublin sangat suka dengan Natal yang ceria. Oleh karenya, di pasar Natal Docklands ini anda bisa melihat pertunjukkan pantonim, dan juga bermain ice skating misalnya. Di samping itu, terdapat berbagai pernak pernik lucu yang bisa membuat anda tertarik bahkan hanya untuk melihat-lihat saja.
 
- Amerika
Kalau ke Amerika pasti anda akan merasakan Natal yang begitu gemerlap di berbagai kota. New York misalnya. Kota ini merupakan kota di mana anda bisa menikmati parade Natal besar-besaran. Dimana-mana anda akan melihat banyak sekali cahaya dan lampu yang berkelap kelip sangat indah. 
 
Anda bisa menemukan banyak pohon natal unik dan juga atraksi yang menarik. Pilihan untuk menghabiskan liburan natal pun banyak. Misalnya, anda bisa sekedar jalan-jalan, berbelanja, atau bermain ice skating. 
 
Tak jauh berbeda dengan New York, Las Vegas merayakan Natal dengan lebih mewah. Anda mungkin tahu bagaimana kota Las Vegas ini. Saat natal, lampu lampu akan lebih bersin dan berkerlap kerlip.  
 
- Italia
Di Italia, anda bisa menikmati Natal dengan cara beragam. Ada Vatikan di mana menjadi pusatnya gereja-gereja Katolik, dan ada pula festival budaya yang digelar di Verona.
 
Kota ini akan diramaikan dengan pesta sejak Bulan Desember hingga Januari. Anda bisa mengunjungi pasar malam yang ada di sekitar Danau Garda. Atau anda bisa juga menikmati indah dan gemerlapnya kemban api di atas kastil Arco yang terkenal itu. Selain pasar malam dan pesta kembang api, ada juga berbagai pemeran, konser, dan bahkan pertunjukkan teater.
 
- Skotlandia
Pasar malam yang tak kalah serunya ada juga di Skotlandia, tepatnya di Edinburgh. Di sini selalu digelar pesra kembang api dan juga pasar malam yang meriah. Anda bisa melewatkan Natal dengan makan malam dan juga berbelanja. Gereja yang terkenal di Edinburgh ini adalah St. Giles Cathedral di mana saat Malam Natal anda bisa mendengarkan khotbah serta nyanyian natal yang riang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H buat Jalan2ers yang merayakan! Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada salah-salah kata, baik yang disengaja maupun tidak.
      Setelah beberapa hari absen menulis karena mudik, saya kangen sharing-sharing info lagi di blog sederhana ini. Berhubung masih dalam suasana mudik, kali ini saya ingin sharing info festival khas Jepang yang melibatkan tradisi mudik. Eits, jangan salah. Di Jepang juga ada tradisi mudik lho. Jika di Korea tradisi mudik biasa dilakukan saat perayaan Chuseok (bisa dibaca disini: Mengenal Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan) dan Seollal (Lunar New Year), maka di Jepang tradisi mudik biasa dilakukan menjelang perayaan Obon atau Obon Festival. Apakah Obon Festival itu?
      Sekilas tentang Obon Festival
      Obon Festival, biasa disebut Obon atau Bon saja, merupakan salah satu festival khas agama Budha yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur. Perayaan ini diangkat dari kisah Maha Maudgalyayana (Mokuren), salah seorang murid Budha yang telah kehilangan ibunya untuk selamanya. Mokuren memiliki penglihatan jika arwah sang ibu menderita, dan dia pun akhirnya bertanya pada Budha bagaimana caranya menolong sang ibu. Budha kemudian memerintahkannya melakukan beberapa ritual melalui pendeta Budha yang telah selesai menjalankan retret musim panas mereka. Mokuren menuruti perintah tersebut, dan dia lalu melihat arwah ibunya kini jauh lebih bahagia. Ritual tersebut kemudian disebarluaskan dan dilakukan oleh banyak orang, dan dikenal dengan nama Obon.
      Kapan perayaan Obon itu?
      Obon dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda di seluruh Jepang, walau biasanya berkisar antara bulan Juli dan Agustus. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem penanggalan Jepang. Semula Jepang menganut kalender Bulan, namun pada periode Meiji berganti mengikuti kalender Gregorian. Akibatnya, perayaan Obon yang biasanya jatuh pada bulan ke-7 mengalami pergeseran tanggal. Ada yang tetap merayakan Obon pada tanggal ke-15 pada bulan ke-7 berdasarkan kalender bulan (disebut Kyu Bon); ada yang merayakan pada tanggal ke-15 bulan ke-7 pada kalender Matahari (disebut Shichigatsu Bon); dan ada juga yang merayakan berdasarkan pada kalender Bulan, namun perayaannya mengambil waktu tanggal 15 Agustus (disebut Hachigatsu Bon). Bon yang terakhir ini yang banyak dirayakan di seluruh Jepang, sementara Kyu Bon masih dirayakan di daerah tertentu seperti wilayah Utara area Kanto, Shikoku, Chugoku, dan Okinawa.
      Apa yang dilakukan saat perayaan Obon?
      Inti dari perayaan Obon adalah menghormati arwah leluhur. Secara singkatnya sih orang Jepang percaya jika arwah leluhur akan mengunjungi mereka pada periode perayaan Obon. Karenanya, pada perayaan Obon orang-orang akan menggantungkan lentera di depan rumah mereka untuk memandu arwah leluhur agar bisa menemukan jalan kembali ke rumah.
      Foto 01:
      Lentera di depan rumah saat perayaan Obon [foto: Katorisi/wikimedia]
      Selain menggantungkan lentera, orang Jepang juga akan mempersembahkan makanan bagi para leluhur tersebut. Makanan persembahan tersebut akan disajikan di altar rumah, maupun di kuil. Ritual lainnya adalah mengunjungi makam para leluhur untuk berdoa dan membersihkan makam. Selain itu, mereka akan menarikan bon odori (lihat pada bagian tentang bon odori). Barulah pada akhir periode Obon lentera-lentera tersebut akan dihanyutkan di sungai untuk menuntun kembali para arwah kembali ke alamnya.
      Foto 02:
      Menghanyutkan lentera pada akhir perayaan Obon [foto: JamesAlexanderJack/wikimedia]
      Tentang Bon Odori
      Perayaan Obon tak bisa dipisahkan dari Bon Odori, alias Bon Dance. Tarian ini juga relatif populer ditampilkan di berbagai matsuri yang ada di Indonesia lho. Biasanya sih salah satu lagu favorit untuk mengiringi Bon Odori ini adalah soundtrack-nya anime Chibi Maruko-chan (lupa judulnya apa). Tentunya itu untuk Bon Odori versi Indonesia yah.
      Foto 03:
      Bon Odori [foto: Jiang Dong-Qin/wikimedia]
      Bagi yang masih bingung, Bon Odori merupakan tarian yang ditampilkan pada perayaan Obon. Tarian ini terinspirasi dari luapan kegembiraan yang ditunjukkan oleh Mokuren saat mengetahui jika arwah sang ibu sudah terbebas dari penderitaan. Koreografi dan lagu yang biasa digunakan saat Bon Odori berbeda untuk setiap daerah di Jepang, namun tipikalnya tarian ini dilakukan sambil mengitari sebuah pusat (biasanya yang menjadi pusat adalah yagura/panggung kayu khusus untuk festival). Para penari (biasanya pengunjung yang akan diajak berpartisipasi) akan melakukan serangkaian gerakan sambil bergerak mengitari pusat tersebut.
      Dampak perayaan Obon bagi pariwisata Jepang
      Sampai disini mungkin ada yang bingung yah. Katanya Obon berhubungan dengan mudik? Trus mana nih bagian mudiknya?
      Nah, info ini salah satu yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan berkunjung ke Jepang pada periode Obon (kira-kira 13-15 Agustus). Periode Obon merupakan salah satu periode liburan populer di Jepang. Pada perayaan Obon, orang-orang akan kembali pulang ke kampung halaman untuk ikut menyambut arwah leluhur, maupun sekedar meluangkan waktu untuk kumpul bersama keluarga besar. Bahasa Indonesia-nya sih, mudik!
      Lalu apa dampaknya aktifitas mudik tersebut pada pariwisata Jepang? Tentu saja ada, karena pada masa liburan Obon dianggap sebagai peak season. Harga tiket dan akomodasi akan jauh lebih mahal dibanding low season. Dan tak heran juga jika pada masa tersebut berbagai tempat wisata akan penuh sesak, toko banyak yang tutup, dan jalanan juga lebih ramai dari biasanya. Jadi, jika ingin lebih menikmati suasana liburan, hindari pergi ke Jepang pada periode Obon yah! Sebagai penutup, untuk tahun 2014 ini traffic di Jepang diperkirakan akan mulai meningkat pada tanggal 9 Agustus (saat orang-orang mulai meninggalkan kota besar untuk kembali ke kampung halaman) dan baru berakhir pada tanggal 16-17 Agustus (saat pemudik kembali pulang ke kota besar). Namun jika sudah terlanjur ada rencana liburan ke Jepang saat periode Obon, sekalian saja nikmati suasana festival. Berkunjunglah ke berbagai kuil karena selalu ada kemeriahan pada periode Obon.
      Semoga informasinya bermanfaat!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By norma sofisa
      Holiday season is coming!
      Tanggal 25 Desember lalu, sebagian besar penduduk dunia merayakan Natal yang didefinisikan sebagai hari kelahiran Yesus atau Nabi Isa Al Masih. Dengan segala kontroversi dan silang pendapat yang mulai familiar terdengar di telinga para netizen maupun masyarakat Indonesia setiap Bulan Desember tiba, mari kita rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia maya dan monggo dapat menyimak pengalaman saya selama di Eropa menjelang Hari Natal.

       
      Hari Natal adalah hari libur nasional bukan hanya hari besar keagamaan.
      Tidak seperti Indonesia, hanya rekan - rekan Kristiani yang merayakan Natal. Pengalaman saya tahun pertama di Belanda diundang salah satu teman sekelas untuk melewatkan Hari Natal bersama. Awal Desember, kami mengadakan makan malam bersama dalam rangka menyambut liburan, dan ia menanyakan akan kemanakah saya saat Natal. Tentu saja, saya yang masih Indonesian minded menjawab dengan mantap bahwa saya akan melewatkan Natal di rumah saja. Ia tampak khawatir dan kemudian mengundang saya untuk brunch di hari kedua Natal pada tanggal 26 Desember.
      Saat saya menyambangi kediamannya, saya disambut dengan sangat baik. Ia menghias meja makan dengan hiasan khas Natal berwarna merah serta bunga pohon pinus. Saya cukup terkesan dengan hal tersebut. Ia pun bertanya bagaimana saya merayakan Natal di Indonesia dan mengapa saya tidak kembali ke Indonesia saat Hari Natal.
      Saya berusaha menjelaskan bahwa Natal adalah hari besar umat Kristiani di Indonesia. Kami, yang muslim, tidak merayakan Natal secara khusus meskipun pada Hari Natal seluruh masyarakat Indonesia diliburkan. Di sisi lain, karena kami Muslim, kami memiliki hari besar yang kami rayakan yaitu Hari Raya Idul Fitri yang menjadi penutup Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Adha, yang menjadi penutup musim haji.
      Teman saya surprise dengan cerita yang saya sampaikan. Selama ini ia mengira bahwa Natal adalah hari libur bagi semua orang di dunia. Dan tiap orang yang ia kenal juga berpikir demikian. Kebetulan, ia tidak terlalu terafiliasi dengan agama tertentu. Di Belanda, baik orang yang masih mempraktekkan ajaran agama Kristen maupun tidak, selalu merayakan Natal. Natal identik dengan hari libur bersama yang wajib dihabiskan bersama dengan keluarga. Agenda ke gereja hanya dilakukan bagi mereka yang masih teguh menjalankan ibadah.
       
      Natal adalah saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi hadiah
      Ya! Seperti yang mungkin teman - teman sering lihat di televisi, film Natal sering menggambarkan adegan seluruh keluarga saling menaruh kado di bawah pohon Natal dan begitu bersemangat saat membukanya.
      Saya mempunyai pengalaman yang cukup unik di tahun pertama saya di Belanda. Waktu itu saya tinggal dengan 2 orang roomates di apartemen. Pada tanggal 24 malam, salah satu roomate yang tidak pulang kampung, mengetuk pintu kamar. Ia menyodorkan bungkusan kecil sambil mengatakan bahwa ia memiliki kado kecil untuk saya. Saya mendadak terharu namun juga malu. Saya sama sekali tidak terpikir bahwa ia akan memberikan saya hadiah meski ia tahu saya tidak merayakan Natal. Saya sedikit malu karena saya tidak memiliki apapun untuk membalas hadiah yang diberikannya. Ia kemudian meminta saya untuk turun dan bergabung dengan teman - temannya untuk makan malam bersama. Sungguh saat itu adalah salah satu momen yang menarik karena diantara kami semua, hanya ia yang merayakan Natal. Teman - teman yang lain sengaja membuat acara makan malam karena ia tidak dapat pulang ke negaranya dan merayakan Natal bersama keluarga dekat.
      Sehari setelahnya, saya dan dua sahabat saya dari Indonesia bertemu dan makan siang bersama setelah mereka selesai misa di gereja. Bahkan saya sempat memenuhi undangan teman saya yang mengadakan konser dalam rangka Natal. Sungguh hari yang sibuk namun menyenangkan dan membuka wawasan baru saya tentang Natal.

       
      Tidak semua yang merayakan Natal memasang pohon Natal di rumah
      Pohon Natal yang setiap akhir November sudah ramai terpasang di berbagai tempat publik awalnya bukanlah bagian dari ritual keagamaan Natal. Meskipun awal sejarahnya masih sering diperdebatkan, Pohon Natal telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu oleh Kaum Pagan sebagai penanda festival musim dingin (sumber: https://www.whychristmas.com/customs/trees.shtml). Tradisi itu terus berlanjut hingga kaum Kristiani di Skandinavia pun memasang pohon Natal yang dikatakan awalnya sebagai simbol penolak bala dan tempat burung burung singgah saat Natal tiba (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Christmas_tree).
      Karena berbagai alasan itulah, teman - teman dekat saya kebanyakan tidak memasang pohon dan hiasan Natal di rumah mereka. Satu teman dekat memiliki pohon Natal di rumah pun karena keponakannya yang masih balita sangat ingin sekali menaruh kado-kado di bawah pohon Natal, seperti dalam film. Di sisi lain, beberapa pohon Natal yang memakai pohon cerama asli biasanya dipasang di depan stasiun besar Rotterdam dan di depan Rumah Sakit Anak Erasmus MC Sophia. Namun tidak seperti di tempat lain kebanyakan, pohon Natal tersebut dihias dengan sederhana dan bahkan tidak menyertakan simbol keagamaan.

       
      Santa Klaus datang di hari yang berbeda - beda tergantung negara
      Tentu sebagian besar dari kita familiar dengan seorang kakek tua berbadan tambun, berjanggut putih tebal, berbaju merah hangat, dan setiap melangkahkan kaki ke dalam rumah di malam Natal memiliki tawa khas, ho..ho..ho!
      Dialah Santa Klaus! Yang sejak tahun 1931, digambarkan berwajah lucu nan ramah dan berbaju tebal merah khas Coca Cola (sumber: Coca Cola). Awalnya, Santa Klaus diklaim sebagai Saint Nicholas, legenda Kristen dari Barat yang menurut cerita selalu menaruh hadiah di rumah anak - anak yang baik pada malam tanggal 24 Desember hingga 25 Desember dini hari. Perkembangan selanjutnya, Santa Klaus modern dikembangkan berdasarkan  gabungan antara legenda dari Saint Nicholas, tokoh Father Christmas dari Inggris, serta Sinterklaas dari Belanda (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Santa_Claus). Seperti Saint Nicholas, Santa Claus di berbagai negara juga dipercaya "lewat" dan menghantarkan hadiah di malam Natal tanggal 24 November .
      Uniknya, tiap - tiap negara di Eropa memiliki cerita sendiri tentang kakek baik hati yang selalu berbagi kado tiap menjelang Natal ini. Di Belanda, Sinterklaas sebutannya, dipercaya datang setiap tanggal 5 Desember. Bukan dari Finlandia maupun Kutub Utara, Sinterklaas di Belanda datang dari Spanyol dan bermukim di Madrid . Ia hadir bersama dengan Piet Hitam atau Zwarte Piet yang biasanya bertugas untuk menakut-nakuti anak - anak yang nakal (sumber: https://www.whychristmas.com/cultures/holland.shtml). Sedang di Perancis, Santa Klaus disebut Père Noël atau Papa Noël. Teman Perancis saya mengucapkan Selamat Natal pada hari tanggal 24 Desember. Ia menjelaskan karena di malam harinya Papa Noël akan datang dan membagikan kado, sehingga tanggal 24 Desember sudah masuk Natal. Selain itu di Perancis ada tradisi memakan beberapa dessert dan snack wajib saat Natal. Jadi selalu siapkan perut kosong ya, saat bertandang ke rumah teman di Perancis saat Natal.
      Beberapa daerah di Indonesia juga memiliki tradisi ini lho! Sebagai contoh saat saya bertugas di Ambon, beberapa Sinterklaas dan sekawanan Piet Hitam berkeliling ke desa - desa terutama yang berpenduduk Kristen dimulai dari 4 minggu sebelum Natal untuk membagi - bagikan hadiah. Bapak yang menyopiri mobil sewaan kami selama di Ambon bercerita, dahulu ia pernah ditangkap oleh Piet Hitam dan hampir dimasukkan ke dalam karung karena ia dianggap sebagai anak yang nakal. Tentu saja ini hanyalah canda agar menyemarakkan acara. Yang jelas, seluruh anak - anak selalu menantikan momen Natal karena mereka akan mendapatkan hadian dari Sinterklaas.

       
      White Christmas yang belum pernah menjadi kenyataan
      Tahun pertama saya di Rotterdam, saya membayangkan akan melewatkan Hari Natal seperti di film - film Hollywood yang pernah saya tonton. Toko - toko yang memajang hiasan Natal dan lampu yang gemerlap serta satu hal yang mempercantik jalanan, yaitu boneka salju putih besar dan danau yang membeku karena udara yang sangat dingin.
      Kenyataannya, semua itu saya lihat kecuali salju!
      Sebelum saya tinggal di Rotterdam, saya tidak pernah mencari tahu bahwa beberapa tahun terakhir, salju jarang menyapa Rotterdam. Jika pun turun salju, itu hanyalah wet snow atau salju basah yang begitu menapak bumi langsung hilang berubah menjadi air. Pada dasarnya, musim dingin di Belanda sebagian besar dilewatkan tanpa salju. Hanya daerah - daerah tertentu yang berbatasan dengan Jerman terutama yang masih sering disambangi bulir - bulir putih itu. Lalu bagaimana jika kalian ingin sekali melewatkan Hari Natal dengan nuansa putih karena salju?
      Pilihannya adalah pergi ke daerah pengunungan seperti di Alps yang memiliki salju abadi di beberapa puncaknya. Alternatif lainnya adalah mengunjungi daerah Eropa Utara seperti Islandia, Finlandia utara, dan daerah - daerah utara Skandinavia. Satu cerita menarik dari keponakan teman dekat saya yang masih balita di Perancis. Saat Hari Natal tiba, ia menyeret kursi kecilnya ke dekat jendela sambil berkata salju sebentar lagi akan turun dan Papa Noël akan segera datang. Kami hanya terkekeh geli dengan imajinasinya dan menyadari bahwa salju tidak akan turun pada suhu 8 derajat.

      BONUS: Strategi Christmas Sale
      Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah diskon besar - besaran saat Natal!
      Di Belanda, beberapa toko telah mempromosikan diskon besar -besar mulai dari awal Desember. Menurut pengalaman saya selama 2 tahun di Belanda, diskon yang lebih besar biasanya datang setelah Natal dan puncaknya setelah Tahun Baru. Di Belanda, diskon panjang hadir dari awal Desember hingga awal Februari. Untuk di Perancis, cokelat - cokelat dan camilan manis biasanya didiskon besar - besaran juga terutama setelah Tahun Baru. Jadi bagi kamu yang mempunyai rencana berbelanja, persiapkan jiwa, raga, serta dana di sekitar waktu - waktu tersebut.
      Demikian, beberapa pengalaman dan trivia Natal yang saya temui selama berada di Eropa. Kalau kamu, bagaimana pengalaman melewatkan Natal? Share ceritamu di kolom komentar ya..
      Artikel ini bisa juga dibaca melalui link https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/27/my-christmas-experiences-in-europe/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
    • By ibalmarwan
      Deskripsi Sail Sabang
      Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado tahun 2009. Sabang sendiri menjadi lokasi dari titik nol kilometer di ujung barat NKRI. Kepulauan ini membentang lebih dari 5.000 km dengan jarak sebanding dari Swedia ke Vladivostok. Pemerintah Daerah Aceh telah melakukan berbagai persiapan menyambut perhelatan Sail Sabang termasuk membangun hotel baru yang berkolaborasi dengan Inna Group Grup. Selain itu, juga membenahi berbagai tujuan wisatawan serta mempromosikan Sail Sabang 2017 ke berbagai media.
      Selain Sail Sabang, akan ada pula Sabang Wonderful Expo dan Marine Expo yang akan digelar bersamaan dengan Sabang Expo. Acara tersebut akan menampilkan aneka festival seni dan budaya khas Aceh, kejuaraan parasut, lomba aerobatik internasional, dan kompetisi selam. Ada dua rute utama untuk berpartisipasi dalam Sail Sabang 2017. Setiap rute ditangani oleh koordinator pelayar profesional yang berpengalaman mengelola kebutuhan peserta dari awal sampai akhir, termasuk penyelesaian semua dokumen dan menjelaskan peraturan khusus saat memasuki perairan Indonesia.

       
      Rute Sail Sabang
      Saat ini tersedia tiga penerbangan mingguan dari Medan ke Bandara Sabang atau Anda bisa pergi menggunakan Feri cepat dari Banda Aceh pukul 09.30 dan 16.00 dan kembali dari Sabang (Pulau Weh) pukul 08.30 dan 14.30. Biaya perjalanan berkisar Rp 80.000,- hinggan Rp 95.000,- per orang dengan lama perjalanan satu jam.
      Ada pula feri ekonomi seharga Rp 25.000,0 per orang dengan waktu tempuh 2,5 jam. Jadwalnya dari Banda Aceh dan Pulau Weh pada pukul 08.00 dan 14.00. Terkadang waktu keberangkatan dan kedatangan berubah jadi perlu konfirmasikan jadwal dengan pihak berwenang setempat di Banda Aceh atau Pulau Weh.
       
      Sumber: Sail Sabang
    • By Canaya Tour Service
      Open Trip Festival Budaya Dieng 2017
      Yuk join Festival Dieng Culture, disini kamu bisa mengikuti beragam pertunjukkan keren seperti Jazz atas awan, menerbangkan lampion, pesta kembang api hingga melihat proses cukur rambut anak gimbal. Gak hanya itu, kamu juga bakal disuguhi berbagai pemandangan alam yang ciamik, seperti Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, Telaga Warna! Kapan lagi bisa melihat sunrise tercantik di Telaga Dringo, yang katanya mirip banget seperti Ranu Kumbolo. 
      PROMO TRIP
      Daftar ber-5, diskon IDR 100.000 untuk 1 grup Daftar ber-10, diskon IDR 250.000 untuk 1 grup Daftar ber-15, diskon IDR 450.000 untuk 1 grup  
      BIAYA TRIP
      Meeting Point Jakarta : IDR 1.250.000 Meeting Point Purwokerto atau Wonosobo : IDR 1.000.000  
      ITINERARY
      3 Agustus 2017 : Pasar Senen - Purwokerto
      Seluruh peserta berkumpul di Stasiun Pasar Senen Pk 21.00 untuk registrasi dan briefing.  Berangkat bersama-sama menuju Purwokerto.
       
      DAY 1
      4 Agustus 2017 : Purwokerto - Dieng (B/L/D)
      Tiba dini hari di Purwokerto. Bagi peserta yang meeting point Purwokerto, berkumpul Pk 04.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan dengan elf (Non AC) menuju Dieng.  Sarapan mie ongklok di Wonosobo, next stop : Gardu Pandang Tieng.
      Setibanya di Dieng, pembagian homestay dan makan siang. Setelah itu siang harinya kita akan beraktivitas di Batu Ratapan Angin, Telaga Warna Pengilon, dan Dieng Theater. Malam harinya mengikuti pertunjukkan jazz atas awan.
       
      DAY 2
      5 Agustus 2017 : Dieng Culture Festival (B/L/D)
      Sunrise Telaga Dringo. Menikmati matahari terbit di danau atas awan yang terkenal dengan mini Ranu Kumbolo. Kembali ke homestay untuk sarapan. Setelah itu jalan santai keliling desa, melihat parade seni budaya dan minum purwaceng bersama.
      Explore Kawah Sikidang dan Candi Arjuna. Malam hari pesta kembang api dan lampion terbang.
       
      DAY 3
      6 Agustus : Dieng - Jakarta (B/L)
      Pagi harinya kita akan trekking menuju Bukit Scooter untuk melihat sunrise. Setelah itu kembali ke homestay untuk sarapan.
      Menyaksikan puncak acara nya yaitu kirab budaya dan ruwatan anak gimbal di Komplek Candi Arjuna. Kemudian check out homestay, untuk persiapan pulang. Perjalanan ke Purwokerto.
      Tiba di Purwokerto, peserta drop off di stasiun dan pulang bersama menuju Jakarta. Trip berakhir.
       
      FASILITAS TERMASUK
      Akomodasi homestay di Dieng selama 2 malam (1 room 4-5 pax) Tiket Kereta Api Jakarta - Purwokerto PP (bagi yang meeting point di Jakarta) Land transport Purwokerto - Dieng Pickup transport Dieng - Telaga Dringo Retribusi dan biaya parkir Tiket VIP Dieng Festival, dengan fasilitas : T-shirt, ID Card, kain batik, purwaceng, bakar jagung, lampion, kembang api, dan ruwatan anak gimbal. Makan (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner) sebanyak 8 kali Tour Leader Dokumentasi foto Tiket masuk tempat wisata  
      TIDAK TERMASUK
      Tips untuk tour guide dan driver Biaya untuk pengeluaran pribadi  
      INFO DAN PENDAFTARAN
      Whatsapp : 0812-1221-0647
      email : canayatour@gmail.com
       
      Follow us on
      Facebook : Canaya Tour Service
      Twitter : @canayatour
      Instagram : @canayatour
    • By alexis
      Hari Sabtu tanggal 10 Desember 2016 kemarin, lagi iseng jalan-jalan ke Kota Haifa. Ternyata suasana Natal di kota ini sangat kental, berbeda dengan Jerusalem dan Tel Aviv. Kristen merupakan terbesar kedua di Kota ini dan mereka adalah Arab Kristen.
      Jadi jika ada yang berencana ke Israel dan ke Kota haifa (biasanya mampir di Bahai dari atas, cobalah suruh tour leader atau tour guidenya untuk melintasi "German Colony"  ).. ini kalau di bulan Desember ya.
      Ohhh iya, pohon Natal besar yang dibundaran itu, bukan saja ada pohon Natal, tapi ada juga (biasanya) Hiasan Bulan Bintang dan Menorah, karena dibulan Desember terdapat hari raya Islam, Kristen dan Yahudi. :) :) :)
    • By citrariana
      Ada yang unik di Jogja menjelang hari besar Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 mendatang. Biasanya sebulan sebelum hari besar tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan acara tahunan yang disebut sekaten. Sekaten ini akan berlangsung selama 1 bulan penuh. Pucak acara adalah gunungan, yaitu iring-iringan abdi dalem Kraton Yogyakarta yang membawa makanan yang dibentuk seperti gunung. Acara ini disebut gunungan. Acara berlangsung saat pagi hari. Berikut sekilas tentang festival sekaten di Yogyakarta.

      1.       Pasar Malam Sebulan Penuh Pasar malam memang hanya buka di malam hari. Suasana pasar malam di sekaten agak berbeda dengan pasar malam biasa. Selain lebih besar, pasar malam ini juga sangat lengkap. Bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta, tempat ini selalu ramai pengunjung.
      2.       Ada Wahana Bermain Untuk Anak dan Dewasa Banyak wahana bermain untuk anak. Mulai dari kereta mini hingga bom-bom car. Wahana khas pasar malam adalah tong setan dan rumah hantu. Namun wahana ini lebih diperuntukkan untuk orang dewasa. Wahana yang unik bernama “ombak banyu”. Bentuknya bulat dan digantung. Biasanya dijalankan dengan tenaga manusia yang berayun. Saat Anda menaikinya, Anda akan merasa seperti di atas ombak.
      3.       Yang Khas : Awul-Awul Bagi Anda pecinta sandang murah, ini akan menjadi surga belanja Anda. Ada banyak pedagang awul di sekaten. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapat banyak baju bagus. Baju yang dijual disini tidak semuanya bekas. Ada baju baru juga. Biasanya baju baru ini ada sedikit cacat produksi. Cukup dengan Rp 100.000,00 dan ilmu negosiasi Anda akan mendapat baju lebih dari 5. Jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas.
      4.       Wisata Kuliner Yang tidak kalah menarik adalah wisata kulinernya. Banyak penjual makanan disana. Dari makanan tradisional hingga modern. Yang khas disana adalah penjual gorengannya. Karena ada berbagai mancam gorengan yang dijual. Dari mendoan hingga donat. Harganya pun murah. Bila Anda beruntung, Anda akan menemukan penjual gulali. Gulali ini berwarna merah dan hijau. Penjualnya membentuk gulali semenarik mungkin. Anda juga bisa memesan bentuk yang Anda inginkan.
      5.       Sepuluh Ribu Tiga Banyak penjual sepuluh ribu tiga. Biasanya perabotan rumah tangga seperti piring dan gelas. Yang mereka jual cukup komplit. Kualitasnya tidak kalah dengan yang dijual di toko.  Ini adalah incaran anak kos dan ibu rumah tangga.
      Yuk, lingkari kalender kalian pada bulan November 2017. Sesuai dengan rancangan kalender 2017, pada bulan November akan ada festival sekaten dan puncaknya pada tanggal ! Desember 2017 dimana akan ada acara gunungan. Bila perlu, pesan tiket pesawat/kereta dari sekarang agar mendapatkan harga tiket terbaik. Anda dapat memesan tiket pesawat Xpress Air yang melayani rute perjalanan menuju Yogyakarta.
    • By kimcheeGH
      Selain Seoul , Busan adalah kota kedua terbesar di Korea yang ada di pikiran ketika merencanakan liburan ke Korea Selatan. Busan adalah  tuan rumah Asian Games 2002 dan salah satu host untuk Piala Dunia FIFA 2002 . Jika Anda tidak tahu , pantai terbesar Korea , Haeundae  terletak di Busan dan rumah untuk department store terbesar di dunia , Shinsegae Centum City. Hal ini membuat Busan terdengar seperti yang Ibukota Korea dibandingkan  Seoul kan? Saya sudah selesai memperkenalkan Busan dan di sini adalah beberapa festival yang dapat Anda temukan jika Anda berada di Busan selama musim panas ini!
      Busan International Magic Festival
      Busan International Magic Festival akan diselenggarakan dari 4 Agustus – 7 Agustus, dan dikenal sebagai festival sihir terbesar di Asia. Festival ini akan berlangsung di pantai paling terkenal di Busan, Pantai Haeundae dan juga di Busan Citizen Hall. Diselenggarakan di Teater Haneulyeon, akan ada upacara pembukaan serta kontes magis untuk memberikan festival sedikit kegembiraan. Tahun ini, akan ada sekitar 100 “magician” dari seluruh dunia dijadwalkan untuk tampil di festival.
      Ada juga pertunjukan yang disebut “Project Performance” yang terdiri dari 4 kategori:
      Luxury  Close-Up Show:
      Merasakan pesona para penyihir dengan acara close-up terbaik.
      Magic Concert:
      Terpikat oleh ilusionis terbaik Korea Choi Hyeong-Bae akan melakukan selama 50 menit dalam pertunjukan sihir bertema konser.
      Story Telling Magic:
      Merasakan emosi yang berbeda dari para magician di pertunjukan dengan gaya musikal.
      Standing Talk Magic Show:
      Nikmati acara bersuasana meriah & berwarna-warni dari magician.
      Transportasi:
      Pantai Haeundae (Upacara Pembukaan)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      10 menit berjalan kaki dari stasiun.
      Busan Cinema Center (Main Events)
      Centum City Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 6.
      Pergi 270m lurus dan belok kiri ke Centum 5-ro .
      Lanjutkan 250 m, sampai Anda melihat Busan Cinema Pusat di sebelah kanan

      2. Busan Sea Festival

      “Busan Sea Festival“pertama kali diadakan pada tahun 1996 sebagai jalan untuk mempromosikan Busan sebagai kota pelabuhan yang indah. Festival ini dimulai dari tanggal1- 8 Agustus. Akan berlangsung di Pantai Haeundae, Gwangalli Beach, Songdo Beach, Pantai Dadaepo, Songjeong Beach, serta tempat-tempat lain. Busan Sea Festival menawarkan berbagai acara budaya dan banyak acara special lainnya.
      Karena festival ini adalah festival laut umum pertama Korea, penyelenggara telah mengatur banyak program menarik seperti pertunjukan budaya, Konser Musik, Malam Salsa, Malam Tango, dan beberapa acara khusus lainnya, bersama dengan upacara pembukaan tidak boleh di lewatkan. Dengan total 6 pantai memegang acara asing-masing, mereka semua menyediakan program yang berbeda dan pertunjukan untuk segala usia. Bahkan ada juga acra  Marine Sports untuk penyandang cacat. Jangan lupa untuk datang!
      Transportasi:
      Kereta bawah tanah (Subway)
      Haeundae Station (Busan Subway Jalur 2), Exit 3 atau 5.
      – Berjalan langsung dari pintu keluar sekitar 500 m untuk tiba di Pantai Haeundae.
      Bus:
      – Dari Busan Station, naik bus 139, 140, 239, 240 atau 302 ke Haeundae.
      – Dari Busan Aiport, mengambil Bandara Bus (KAL Limousine Bus) ke Haeundae.
      – Dari Sasang Terminal, mengambil 31 Kota Bus atau 31-1 bus ke Haeundae

      SUMBER