Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

deffa

Pembobolan Bagasi Salah Oknum, Bandara Atau Maskapai ?

Recommended Posts

Hola Momod Here !!!

 

Pasti kalian pernah denger atau ngalamin, bagasi di pesawat tertentu atau ketika tiba di bandara tertentu sudah robek / dibongkar 

dan barang2 di dalam ada yang hilang. Lalu pihak maskapai / bandara tidak mau bertanggung jawab.

 

Nah kali ini terjadi lagi di bandara Kuala Namu terhadap penumpang Lion Air. Menurut berita bandara ini sangat canggih se Indonesia namun tingkat pencurian bagasi penumpang nya paling tinggi juga se Indonesia. Dam beberapa surbey juga menunjukkan maskapai Lion Air yang paling sering bagasi penumpang nya dibobol. 

Namun memang tidak cuma Lion Air dan Bandara Kuala Namu saja di maskapai lain seperti citilink dan bandara juanda juga pernah kejadian.

 

Pengalaman pribadi saya bukan di bobol bagasi namun ketika 2010 manggung di Surabaya, flight Lion Air Jakarta - Surabaya. Kibor saya ke bawa ke Makassar. Akhirnya pihak maskapai kompensasi uang sekitar 300 ribu untuk saya sewa kibor dan kibor saya di jamin ketika pulang sudah ada di bandara Juanda.

Inilah salah satui alasan kuat saya tidak pernah mau bawa koper untuk di bagasi, saya lebih prefer tas backpack di kabin

 

Jadi disini apa yang salah ? Oknum / Bandara ? Maskapai ?

apakah terjadi juga untuk bandara luar negeri atau maskapai luar negeri ?

 

Jika kalian pernah punya pengalaman silahkan di sharing agar kita dapat sedikit waspada.

 

post-6-0-03958800-1388713852_thumb.pngpost-6-0-74308000-1388713857_thumb.pngpost-6-0-47580400-1388713860_thumb.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

Biasanya sih memang oknum dan kemungkinan dari bandara kali ya, selama ini sih untung koper selalu aman dan ngga pernah diutak atik, tapi gw selalu pastiin ngga ada barang berharga di koper, dan biasanya kita berangkat selalu 2 koper dgn susunan baju, charger, jaket, dll dipisah dua, jadi kalau apes satu koper ketinggalan atau hilang, satu koper tetep fungsional untuk 2 orang, ini rekomen dan standar untuk couple traveller rasanya

Share this post


Link to post
Share on other sites

klo ga salah hal ini pernah dibahas di acara Reportase Investigasi mod..

ketangkep ma CCTV.. trus salah satu pakar telematika di kita juga pernah "mancing" hal itu..caranya dia masukin laptop nya ke bagasi pesawat..dah gitu laptop nya ilang..dia tenang aja soalnya tu laptop udah dipasang tracker.. abis itu ditelusuri..taunya orang petugas bandara yang "nakal" nya..

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Nightrain

hhhmm bagus sarannya mas utuk couple travelers kayaknya boleh dicoba. berarti ini mungkin mental oknum nya yang mental maling berarti ya ?

 

@spin_cobra

wah pernah di redaksi investigasi trans tv gw belom liat uy

berarti pakar telematika itu Roy Sukro bukan ya

ada link nya gak ya buat di sharing disini >?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah yang namanya kaya gini di indonesia mah udah bisa dibilang biasa, powerbank saya aja bisa ilang(maskapai c1tilink),padahal cuma powerbank loh(?) yaampun kata saya. Topik ini juga sampe di bahas beberapa kali di kompas.emamg udah harus dibenahi deh hahaha,kalo kata saya sih ini dari oknum bandara,agnes monica aja pernah di colong barang barangnya padahal dia naik singapore airlines.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

iya selain untuk faktor keamanan, untuk couple travellers apalagi yg ikut tur, setiap hari kadang ganti hotel, angkat koper sana sini, jadi kalau bisa, sudah diatur dari awal, untuk first half itinerary cukup bongkar koper A, dan koper B ngga usah diutak atik jadi hemat waktu packing, dan kalau sudah masuk second half, koper A harusnya udah keisi belanjaan dan baju kotor, tinggal koper B aja hehe kalau winter tour kadang ada koper C malah isinya coat dll, apalagi yg suka foto2 dgn baju beda2, kalo berangkat ama emak2 dan tante2 yg doyan shopping, jangan kaget nanti bakal beranak koper D dan E beli disana, isinya barang belanjaan :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

iya selain untuk faktor keamanan, untuk couple travellers apalagi yg ikut tur, setiap hari kadang ganti hotel, angkat koper sana sini, jadi kalau bisa, sudah diatur dari awal, untuk first half itinerary cukup bongkar koper A, dan koper B ngga usah diutak atik jadi hemat waktu packing, dan kalau sudah masuk second half, koper A harusnya udah keisi belanjaan dan baju kotor, tinggal koper B aja hehe kalau winter tour kadang ada koper C malah isinya coat dll, apalagi yg suka foto2 dgn baju beda2, kalo berangkat ama emak2 dan tante2 yg doyan shopping, jangan kaget nanti bakal beranak koper D dan E beli disana, isinya barang belanjaan :D

nah ini nice share bagi kalian yang suka jalan2 pake banyak koper heheh :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

iya mod..dia orangnya

ntar deh ya gw cari dulu link nya

dulu inget banget tuh pas acara itu..dia beberin abis kebusukan plus bukti CCTV yang ada..

pihak bandara langsung geger,,soalnya yg nyolong itu sehari2 anaknya pendiem

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dilansir dari majalah detik edisi 24-30 Juni 2013, beberapa penumpang bahkan ada yang menggembok tas bawaannya yang berukuran besar untuk dimasukkan ke bagasi pesawat, dengan harapan tas tersebut aman sampai tiba tempat tujuan. Sesampainya di bandara tujuan,  ketika mengambil tas di tempat pengambilan bagasi (Baggage Claim) penumpang mendapati resleting tas yang digembok itu malah robek. Setelah melapor ke petugas maskapai bersangkutan, didapati barang-barang didalam tas tampak berantakan. Terdapat barang berharga yang hilang.

agasilesterlefkowitzweathercomd.jpg?w=46

Kasus pembobolan juga terjadi dengan modus lain. Ada penumpang yang saat mengambil koper di Baggage Claim mendapati resleting kopernyanya susah dibuka. Usut punya usut koper itu sempat dibuka oleh pencuri untuk menyilet bagian dalam koper. Usai merogoh-rogoh isi barang bawaan, resleting koper tersebut diberi lem supaya susah dibuka. Alhasil pemilik koper tersebut terpaksa membuka dengan  menggunakan gunting.

Berdasarkan investigasi atas beberapa kasus kehilangan barang bawaan, didapati beberapa oknum di bandara yang tergabung dalam sindikat pencurian barang. Dimana oknum tersebut menempati posisi ‘strategis’ dalam melancarkan aksinya, seperti : 1. Loading Master ( pengatur berat bagasi ) , 2. Portir (penjaga barang) , 3. Petugas X-Ray (seperti yang terungkap di bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru), dan 4. Petugas Kebersihan .

Aksi pencurian seperti ini biasa dilakukan saat penumpang lengah. Apalagi saat penumpang sedang menunggu barang bawaan di dekat conveyor belt. Beberepa oknum bisa memanfaatkan situasi seperti itu dan bergerak cepat bahkan tanpa disadari orang sekitar. Berdasarkan  berbagai aksi tersebut, Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan tips agar bawang bawaan aman dari pencuri seperti itu.  Pertama, melapisi tas/koper/barang bawaan dengan pembungkus tambahan. Kedua,  check-in belakangan agar “oknum†tak punya waktu untuk mengacak-acak bagasi. Ketiga, hindari memasukkan barang berharga kedalam bagasi.

 

Smber Majalah Detik

Share this post


Link to post
Share on other sites

Menurut sy yg "nakal" dan tidak profesional petugas handling dibandaranya, saya gak mau menyebutkan pasti kalian sdh tahu. Kl gak salah yg self handling cuma Garuda, lainnya diserahkan ke perusahaan handling di bandara; bahkan maskapai full service dari luar negeri jg diserahkan ke perusahaan handling lokal. 

Tp sy jg heran kenapa yg sering "kejadian" maskapai LCC yg itu2 juga; jadi pihak maskapai gak bisa begitu saja disalahkan; krn memang mungkin benar2 gak tahu; meskipun jg gak bisa begitu sja lepas tangan dan lari dr tanggung jawab atas keselamatan penumpang dan barang bawaannya. Percuma jg kt bayar mahal2 airport tax kl yg didapat fasilitas bandara yg minim dan tidak aman.

 

 

 

 

@deffa

iya selain untuk faktor keamanan, untuk couple travellers apalagi yg ikut tur, setiap hari kadang ganti hotel, angkat koper sana sini, jadi kalau bisa, sudah diatur dari awal, untuk first half itinerary cukup bongkar koper A, dan koper B ngga usah diutak atik jadi hemat waktu packing, dan kalau sudah masuk second half, koper A harusnya udah keisi belanjaan dan baju kotor, tinggal koper B aja hehe kalau winter tour kadang ada koper C malah isinya coat dll, apalagi yg suka foto2 dgn baju beda2, kalo berangkat ama emak2 dan tante2 yg doyan shopping, jangan kaget nanti bakal beranak koper D dan E beli disana, isinya barang belanjaan :D

dan kita sebagai suami yg baik sekaligus petugas angkat koper2 yg sudah beranak pinak itu  :D  :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Menurut sy yg "nakal" dan tidak profesional petugas handling dibandaranya, saya gak mau menyebutkan pasti kalian sdh tahu. Kl gak salah yg self handling cuma Garuda, lainnya diserahkan ke perusahaan handling di bandara; bahkan maskapai full service dari luar negeri jg diserahkan ke perusahaan handling lokal. 

Tp sy jg heran kenapa yg sering "kejadian" maskapai LCC yg itu2 juga; jadi pihak maskapai gak bisa begitu saja disalahkan; krn memang mungkin benar2 gak tahu; meskipun jg gak bisa begitu sja lepas tangan dan lari dr tanggung jawab atas keselamatan penumpang dan barang bawaannya. Percuma jg kt bayar mahal2 airport tax kl yg didapat fasilitas bandara yg minim dan tidak aman.

 

 

 

 

dan kita sebagai suami yg baik sekaligus petugas angkat koper2 yg sudah beranak pinak itu  :D  :P

@widingh

ya mungkin juga mas untuk kasus maskapai L itu

mereka mengkalrifikasi kalo ground unit handling mereka berdasarkan perusahaan rekanan

jadi mereka kurang bisa memantau.

Namun harusnya dari Pihak maskapai tetep ada supervisor di lapangan apalagi ini menyangkut nama baik maskapai.

 

Contoh maskapai di USA menurut Hatta Rajasa tiap hari ada aja maskapai baru dan gulung tikar dikarenakan kompetisi. Makanya jika ada pelayanan dari maskapai yang buruk seminggu kemudian gak ada yg mau naik maskapai tersebut 2 minggu kemudian bangkrut.

 

Indonesia akan menuju persaingan maskapai seperti itu ke depannya namun dengan diawali hal2 seperti ini akan memperlambat kemajuan "Trust" terhadap maskapai tanah air :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

itulah repotnya di Indonesia; sdh tahu banyak kejadian, sdh tahu "delay airlines" tp masih aja banyak yg naik. Akhirnya duit jg bicara, yg penting naik pesawat murah, syukur2 gak apes  :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@widingh

ya betul itu saya pribadi seh mengutamakan yang penting murah dh hehehe

tapi ya setidaknya walopun murah jga ada standard kelayakan penerbangan yang harus dipatuhi

minimal safety regulationnya harus di tegakkan walopun mengorbankan delay :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By clarsn
      Selamat siang kakak2, om dan tante :)
      ada yang mengikuti berita kasus PILOT CITILINK awal Januari kemarin kahhh?
      Perkenalkan saya Clarinta mahasiswi dari Universitas Multimedia Nusantara, kemarin izin ke om @deffa untuk menjadikan jalan2.com sebagai subject skripsi saya yang sedang dalam proses yang semoga lancar , kuesioner ini mengenai berita pilot Citilink yang diberitakan mabuk khususnya di Media Online (video + voice record)
      mohon izin dan bantuan pengisian kuesioner nya yaaaa dibutuhkan 200 responden untuk mencapai target penyebaran
      https://goo.gl/forms/VkKeE9mvmfSUfKea2
    • By Deeyan
      Hallo mau tanya dong.
      Aq kan beli bagasi air asia yg 20kg *krna pling rendah yg itu*, nah di koper aq bawa kopi excelso 5kg titipan temen yg disana, kira2 msti di declare atau lgsg cus aja??
      Trus klo koper sama ransel *males mau digendong sana sini, mmpung bagasi banyak*, niatnya mw aq wrapping di bandara sini, kira2 gppkah ntr di bandara beijingnya?? 
      Smpt nanya di page kenalan dan berhubung itu bkn page seharusnya jd sya pindah nanya kesini @ko Acong @Hartono Hasian mohon infonya, kali ada tmen yg jg senasib sepenanggungan. Niat backpack tp kena titip tmen.
    • By septiniara
      Aku mau berbagi sedikit cerita sedih yang aku alami saat berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Cerita ini berawal saat aku mau check-in, nah seperti biasanya saat check-in pasti ada penanganan bagasi. Sedikit informasi, bagasi adalah barang bawaan penumpang yang berisi barang-barang kebutuhan penumpang yang akan digunakan selama dalam perjalanan, yang diijinkan oleh airline untuk diangkut dalam pesawat udara.

      Secara umum bagasi penumpang pesawat udara terdiri atas dua kategori, yaitu bagasi yang terdaftar (Checked Baggage) dan bagasi yang tidak terdaftar (Unchecked Baggage). Checked Baggage merupakan barang bawaan penumpang yang harus ditimbang dan dimuat dalam compartment pesawat, dan akan diberikan nomor label pada saat penumpang melakukan check in. Sedangkan Unchecked Baggage adalah barang bawaan penumpang yang diijinkan untuk dibawa kedalam cabin pesawat yang mana bagasi cabin itu harus dapat diletakkan dibawah tempat duduk atau didalam rak (hatrack) diatas tempat duduk penumpang dengan batasan ukuran tas cabin L56 x W23 x H36cm, dengan jumlah dimensi tidak melebihi 115 cm dengan berat maksimum 7 kg. Bagasi diberi label dan menjadi tanggung jawab penumpang sendiri.

      Nah, masalah ini terjadi pada bagasi terdaftar atau checked baggageku. Pada saat itu, yaitu 25 Mei 2014 aku akan melakukan penerbangan dari Medan menuju Denpasar dengan membawa barang yang bisa dikatakan cukup banyak. Nah, karena di Medan banyak barang yang murah mulai dari pakaian, makanan hingga barang elektronik akupun kalap berbelanja. Aku membawa 1 buah koper besar, tas ransel besar dan 1 buah kotak besar yang isinya sebagian besar adalah oleh-oleh.

      Kapasitas bagasi terdaftar yang harusnya maksmimal 20kg tidak cukup untuk menampung semua barang bawanku.  Setelah ditimbang oleh petugas ternyata berat bagasi terdaftarku 34kg dan bagasi tidak terdaftar (kabin) 7kg. Bagasi kabinku pas, sementara bagasi terdaftarku kelebihan 14kg dan setiap kelebihan bagasi akan dikenakan biaya per kg nya. Masalah terbesarnya harga kelebihan bagasinya sangat mahal, aku harus membayar Rp. 55.000/kg, jadi bila ditotal 14kg dikali 55.000 aku harus menarik kocek yang cukup dalam untuk bagasi saja yaitu Rp. 770.000. Sedih rasanya, karena harga bagasi saja sudah setengah dari harga tiket yang saat itu sekitar Rp. 1.500.00.

      Pengennya biar bagasinya dikirim lewat kargo aja biar lebih murah, yang kisarannya paling mahal cuma Rp. 25.000 aja kalau paket regulernya. Tapi karena saat packing, aku mencampur oleh-oleh dengan barang pribadi jadi tidak memungkinkan untuk kirim barang lewat kargo. Akhirnya dengan berat hati, aku membayar kelebihan bagasi yang harusnya bisa untuk beli yang lain. Wkwk setelah dipikir-pikir aku belanja banyak di Medan karena harganya murah malah menjadi mahal karena harus membayar ongkos kirim. Yasudahlah, masa lalu biar jadi pengalaman dan pembelajaran agar lebih mengefisienkan bagasi untuk penerbangan selanjutnya. Semoga kalian tidak meniru ya gess. Salam damai ^^

    • By vie asano
      Saat naik pesawat terbang, biasanya satu hal yang dicemaskan oleh penumpang –selain masalah keselamatan penerbangan– adalah masalah bagasi. Ya, sudah jadi rahasia umum jika setiap kali membawa bagasi, penumpang akan dihadapkan dengan resiko bagasi hilang, baik hilang seluruhnya maupun hilang sebagian isinya (alias bagasi telah dibuka oleh pihak-pihak yang nggak peduli jika mencuri itu dosa).
       

      Ilustrasi kehilangan bagasi, via topreviewcentre 
       
      Pertanyaannya, ada nggak sih cara untuk mengamankan bagasi kita dari resiko hilang seluruhnya maupun hilang sebagian? Jawabannya, nggak ada cara yang benar-benar manjur untuk melindungi bagasi kita. Pencurian bagasi terjadi karena berbagai faktor, terutama faktor kesempatan. Jadi, yang bisa kita lakukan hanyalah memperkecil resiko hilangnya bagasi, maupun memperkecil resiko bagasi dibongkar oleh pihak lain.
       
      Beberapa tips yang layak untuk diperhatikan antara lain sebagai berikut:
       
      1. Hindari membawa bagasi, dan pilih tas/koper yang masuk dalam kabin.
       

      Ilustrasi koper di kabin, via thairath 
       
      Salah satu tips paling wahid untuk mencegah agar bagasi nggak hilang maupun dibongkar oleh orang lain, tentu saja dengan nggak memanfaatkan fasilitas bagasi. Sebisa mungkin, bawalah tas/koper yang bisa masuk dalam kabin. Jika nggak merasa punya keahlian untuk packing minimalis sehingga tetap harus meletakkan koper di bagasi, setidaknya tempatkan barang-barang berharga dan uang di dalam tas yang bisa masuk ke kabin dan awasi tas tersebut setiap saat.
       
      *             *             *
       
      2. Gunakan gembok tambahan, dan jika perlu, sabuk pengaman tas tambahan.
       

      Contoh sabuk pengaman tas, via aliexpress 
       
      Untuk mencegah agar koper dibuka orang lain, gunakan pengaman tambahan. Bisa berupa gembok untuk mengamankan kepala resleting, maupun sabuk tambahan untuk mengamankan koper. Untuk versi yang lebih murah, kalian bisa melilitkan lakban ke sekeliling tas/koper untuk menggantikan fungsi sabuk pengaman tas.
       
      *             *             *
       
      3. Jika ada budget lebih, bisa mempertimbangkan untuk membungkus tas dengan plastic wrap.
       

      Membungkus tas dengan plastic wrap, via nbcnews 
       
      Saat ini di berbagai bandara sudah banyak layanan membungkus koper/tas dengan plastic wrap. Jika kalian memiliki budget untuk itu, nggak ada salahnya kok mempertimbangkan layanan tersebut. Memang sih nggak menjamin jika koper/tas akan aman dari pencuri maupun pembobol, tapi setidaknya koper/tas kalian akan lebih sulit dibuka dibanding koper/tas yang tanpa pengaman sama sekali.
       
      *             *             *
       
      4. Atau, bisa juga membeli cover pengaman khusus untuk tas.
       

      Koper yang sudah diberi cover tambahan, via lelong 
       
      Dewasa ini, sudah ada beberapa pengaman khusus untuk koper/tas. Misalnya saja, sarung/cover untuk menyelimuti koper/tas. Sama seperti pengamanan dengan plastic wrap, walau nggak menjamin 100% akan membuat koper/tas menjadi lebih aman, setidaknya kalian sudah berusaha membuat si pencuri/pembobol sedikit kesulitan untuk membuka koper/tas.
       
      *             *             *
       
      5. Koper yang mencolok relatif aman dari pencuri.
       

      Koper dengan motif yang mencolok, via 3d-pictures.picphotos 
       
      Sekilas, koper yang terlihat biasa kelihatannya akan lebih aman dari pencuri. Pada kenyataannya, koper yang biasa-biasa saja akan mudah tertukar dengan koper lainnya. Koper biasa pun lebih beresiko akan diambil oleh orang lain tanpa disadari oleh sang pemilik. Dan, saat pencuri membongkar koper yang biasa saja, aksi tersebut tidak terlalu menarik perhatian dibanding membongkar koper yang mencolok. Hikmah yang bisa diambil dari poin ini yaitu, sebaiknya pilihlah koper/tas yang mudah dikenali. Beri tanda khusus pada koper/tas kalian maupun pilih koper/tas dengan motif yang mencolok.  
       
      *             *             *
       
      6. Hindari menggunakan koper bermerek.
       

      Tas ber-merk berpotensi mengundang mereka yang berniat kurang baik, via programalahuella 
       
      Menggunakan koper ber-merk ibarat sebuah iklan yang berkata: “curi akuâ€. Ya, koper ber-merk jelas merupakan sebuah tantangan langsung bagi para pencuri untuk mengambil seluruh koper dan bukannya membongkar serta mengambil sebagian isinya, karena koper ber-merk akan laku dijual dengan harga lumayan. Jadi, sebaiknya gunakan koper maupun tas yang murah tapi nggak murahan ya.
       
      *             *             *
       
      7. Pilih koper/tas dengan pengaman resleting, atau pilih yang nggak pake resleting
       

      Contoh koper tanpa resleting, via traveling-kids 
       
      Sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara mudah untuk membobol koper adalah dengan menusukkan sesuatu (seperti pulpen) ke resleting, dan resleting akan terbuka dengan mudah. Selanjutnya, tinggal menggeser-geser kepala resleting sehingga resleting akan menutup lagi. Untuk menghindari hal tersebut, pilih koper dengan resleting yang kuat. Sebaiknya, pilih juga yang ada pengaman kepala resleting sehingga sulit untuk digerakkan. Alternatif lainnya, cari koper yang resletingnya bisa disembunyikan, atau pilih koper tanpa resleting.
       
      *             *             *
       
      8. Jangan malas untuk antri di area pengambilan bagasi sedini mungkin
       

      Antri di pengambilan bagasi, via telegraph 
       
      Dengan tiba di area pengambilan bagasi sedini mungkin, akan mengurangi resiko bagasi akan diambil oleh pihak lain. Tentu saja itu nggak menjamin jika bagasi kalian akan aman dari resiko dibongkar oleh orang lain (khususnya sebelum bagasi dikirim ke area pengambilan bagasi).
       
      Tips lainnya yang juga bisa dipertimbangkan:
      1. Perhatikan detail prosedur klaim bagasi sebelum pergi.
       

      Ilustrasi pengambilan bagasi, via empowerednews 
       
      Setiap maskapai punya prosedur klaim bagasi yang hilang maupun rusak. Jangan malas mempelajari itu, karena biasanya ada keterangan tentang batas maksimal untuk melakukan klaim serta detail prosedur kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak.
       
      *             *             *
       
      2. Sebisa mungkin, pilih direct flight alias penerbangan langsung.
       

      Ilustrasi penerbangan, via anayatouring 
       
      Teorinya, semakin sering kalian transit, apalagi berpindah penerbangan, maka semakin besar resiko bagasi akan hilang karena seringnya dipindahkan ke berbagai tempat. Dan tentu saja itu meningkatkan resiko lainnya, seperti resiko bagasi akan dibongkar oleh orang lain. Jadi, salah satu cara untuk meminimalkan potensi kehilangan bagasi, adalah dengan memilih penerbangan langsung.
       
      *             *             *
       
      3. Pertimbangkan untuk membeli asuransi perjalanan yang meng-cover masalah kehilangan bagasi.
       

      Ilustrasi asuransi traveling, via livemint 
       
      Banyak yang berpendapat jika asuransi perjalanan itu nggak penting. Tapi, ada keuntungan tersendiri jika kalian membeli asuransi perjalanan, salah satunya adalah adanya kompensasi penggantian bagasi yang hilang/rusak. Memang nggak bisa mengganti seluruh kerugian jika bagasi kalian hilang/rusak, tapi adanya kompensasi setidaknya bisa menghibur hati dibanding marah-marah tanpa dapat apapun, bukan?
       
      *             *             *
       
      4. Buat catatan isi dalam koper/tas, minimal memotret isi koper/tas.
       

      Contoh memotret barang bawaan dalam tas, via whenonearth 
       
      Tindakan kecil ini ternyata cukup penting, lho. Dengan membuat daftar barang yang ada di dalam bagasi, minimal memotretnya, akan memudahkan kalian untuk melakukan klaim jika bagasi hilang/rusak.
       
      *             *             *
       
      5. Jangan sungkan memanfaatkan jasa pengiriman barang.
       

      Ilustrasi jasa kurir, via careers.van.fedex 
       
      Jika memang takut akan kehilangan bagasi, pertimbangkan untuk memilih mengirimkan koper menggunakan jasa profesional seperti FedEx dan UPS. Resikonya, tentu saja kalian harus siap dengan biaya kirim yang mungkin saja lebih mahal dari isi tas kalian.
       
      Last but not least,
      Jangan takut dengan resiko bagasi hilang maupun dibongkar orang ya, karena bagaimanapun kita hanya bisa berusaha meminimalkan resiko tersebut. Jika memang benar-benar takut bagasi hilang atau rusak, sebaiknya tinggalkan saja tas/koper kalian di rumah dan pergi nggak bawa apapun. Setuju?
       
      Semoga bermanfaat!
    • By deffa
      Halo Momod Here !!!
       
      Kali ini saya mau infoin promo maskapai New Jatayu Air dapat input dari mas @hanung neh
      Saya cuma meneruskan informasi dari website nya jadi kalian bisa cek langsung di web nya http://jatayuair.co.id/
      Rutenya baru Bandung - Palembang - Batam tapi murah loh
      Saya akan usahakan terus di update ya, yang lain boleh bantu mengupdate dengan me Reply Postingan ini   

    • By Ayu Merriandari
      Barusan baca berita ini http://foto.news.viva.co.id/read/11543-merpati-berhenti-beroperasi/116727
      Spertinya Merpati mulai "ingkar janji" nih, setelah gak beroperasi dari tgl 1-5 feb lalu, skarang tidak beroperasi sampai waktu yg tidak dapat ditentukan, hiks, macam mana ini?
      trus, smakin berkurang deh sarana dan prasarana buat ke Indonesia timur, smakin terkenal deh kalimat "mahalnya buat ke Indonesia Timur" ... oh tidaaaaaaaaaaaaakkkkkkk .
       
      trus buka twitter dapat berita ini @kompascom: Kemenhub: Tigerair Mandala Juga Hadapi Masalah Keuangan http://kom.ps/AFedh2
      huaaaaaaaaa ... apa2an ini, pantes beberapa hari lalu sempat baca kalau tigermandala tutup 9 rute dia,
      ah, makin susah ajah spertinya mengunjungi negeri sendiri
    • By deffa
      Halo Momod Here !!!
       
      Seperti judul di atas saya mau minta pendapat nya dan mungkinbisa kita jadikan bahasan diskusi di forum
       
      Saya seorang musisi dan juga travelers tapi saya tidak mau di kategorikan sebagai Backpacker atau Koper
      karena saya kalo traveling itu tujuan saya ditentukan oleh Tiket Promo Maskapai, jadi mungkin saya disebut Travelers Promo
       
      Nah berdasarkan penjelasan tersebut saya paling sering nge cek2 harga tiket berbagai maskapai yang ada di Indonesia bahkan di Luar Negri sekalipun. Sampai2 Flight2 Lokal negara lain saya mungkin hapal
       
      Nah berdasarkan survei saya tersebut saya punya pertanyaan mendasar neh
      "Kenapa flight tujuan lokal di Indonesia lebih mahal dari pada flight ke Luar Negri ?"
       
      Saya udah pernah tanya ke beberapa teman saya soal hal ini jawabannya variatif :
      01. Karena Indonesia jauh2 bro lokasinya jadi cost nya juga mahal contoh Jakarta - NTT dll 
           Masuk akal juga seh tapi kalo memperhitungkan jarak misalkan gimana dengan Flight Lokal di Australia Melbourne - Sidney itu          lebih jauh daripada Jakarta - NTT, tapi kenapa cost nya lebih murah ?
       
      02. Karena kebijakan pemerintah yang menerapkan pajak Maskapai tujuan Lokal lebih mahal dari pada ke Luar Negri
            Untuk yang ini saya tidak tahu karena bukan pejabat pemerintah mungkin @Radit Ya bisa bantu kasih info nya
       
      03. Karena maskapai2 itu kan swasta jadi ya kebijakan masing2 perusahaan untuk tarif harga nya 
            Masuk akal juga, namun dengan demikian maskapai2 tersebut tidak mendukung program visit indonesian local dnk
       
      04. Karena ini Indonesia bung gak perlu di banding2 in ama negara lain
            Saya rasa ini faham yang agak salah
       
      Nah dari penjelasan2 di atas apakah ada opini yang lain dari kalian, ya semoga ada titik terang agar kita juga ada pandangan kenapa demikian. Saya pribadi sangat ingin eksplor indonesia dari Sabang - Merauke tapi kendala yaitu Dana. 
      Ketika perbandingan Jakarta - NTT 1,5 juta (sekali jalan) antara Jakarta - Kuala Lumpur - Bangkok 500 ribu (Sekali Jalan), sebagai Travelers Promo jelas saya pilih 500 ribu dnk.
       
      Ya silahkan dikeluarkan opini nya masing2 tentang topik ini. namun diingat disini diskusi terbuka bukan untuk menjatuhkan / menjelekkan seseorang atau suatu badan terentu ya
       
      cc @diyanamatir @tki @Jalan2 @kyosash @ameryudha @halimun @Diyan Hastari @lastri @hanung @yudicchio @albert_tatang @albertorazzi  @spin_cobra  @hobijalan2poto2 @adel_lia @_TYA_ @mini giant @zeekyuryu @Okky Kusumah @zaqi @Fei @ryaryuu  @Diyan Hastari @Weny Woyla @cheezlover @joely @hanung @shata @chrisvild @Stefanus Sanjaya @adel_lia @sisil prisilia @Sari Suwito dll
×
×
  • Create New...