Sign in to follow this  
chell

New York - The Dream City

45 posts in this topic

New York - The Dream City

 

 â€œNew York, New York..I want to wake up in that city, That never sleepsâ€

Lirik lagunya Frank Sinatra ini dengan sempurna menjelaskan mimpi saya akan New York. Dan ketika mimpi itu menjadi kenyataan, sungguh luar biasa gembira rasanya. Sebelumnya hanya melihat New York lewat film-film dan berita, membacanya di buku-buku, dan mendengar cerita dari orang-orang yang pernah ke sana, dan semuanya itu menciptakan mimpi besar untuk mengujungi New York.

Saya tertarik dengan kehidupan Amerika. Negara yang dipuja sebagai lambang peradaban modern, tapi juga merupakan Negara paling dibenci oleh kelompok-kelompok tertentu karena dianggap sebagai lambang hedonisme dunia. Kebesaran dan kontroversinya membuat Amerika dimana New York City adalah simbolnya menjadi kota paling ingin dituju oleh banyak orang termasuk saya.

Dan akhirnya sayapun berkesempatan menginjakkan kaki di New York. The most famous city in the world.

 

Fly Away

Menuju New York City menggunakan pesawat Cathay Pasific yang transit di Hongkong. Jarak tempuh Jakarta-Hong Kong 5 jam. Transit di Hongkong sekitar 3 jam dan melanjutkan penerbangan ke New York dengan waktu tempuh sekitar 15 jam. Perjalanan panjang ini menjadi terasa berkesan karena saya berangkatnya sendirian.

Tengah malam tiba dan menginjakkan kaki di Bandara JFK.  Langsung terasa hawa dinginnya. Bulan Juni disana masih cukup dingin buat saya yang dari negeri tropis. JFK sungguh berbeda dengan HKIA dari segi arsitektur dan interiornya. Jika HKIA modern, futuristik dan megah maka JFK kebalikannya, konvensional, sederhana, namun elegan.

Yay! I’m in New York!

 

New York Terkenal dengan Yellow Cab-nya

post-20195-0-90219200-1389278809_thumb.j

 

Hostel

Selama di New York menginap di hostel West Side YMCA, yang beralamat di 5 West 63rd Street, New York. Hostel ini lokasinya sangat strategis. Berada di daerah Colombus Circle, sehingga dekat dengan pusat wisata di NY seperti Central Park, Natural History Museum, Lincoln Centre, Broadway, Times Square, Empire building. Semuanya cukup dengan berjalan kaki. Mengesankan bukan? Harga room  sekitar 70 dollar ketika itu. Kamarnya bersih, kasur dan bantalnya sangat nyaman, dan diganti setiap hari. Petugas kebersihan setiap hari datang untuk membersihkan kamar. Oh ya, jangan meninggalkan barang apapun di atas meja atau di kamar mandi hostel. Saya punya pengalaman tidak mengenakkan, yaitu kehilangan gelang giok unik pemberian teman saya yang orang Mynmar, ketika kami bertemu di Laos. Padahal menurut teman saya itu, giok dari Myanmar  adalah giok asli dan terbaik di dunia. Sebenarnya salah saya sendiri karena meninggalkan gelang tersebut di kamar mandi. Fasilitas hostel lainnya adalah: kolam renang, internet (lobby), ruang mencuci baju, dan kafetaria.

post-20195-0-86087200-1389278998_thumb.j

 

Transportasi

Transportasi di New York teratur dengan baik. Pergi kemana saja cukup mudah. Petunjuk arah, nama jalan terpampang dengan jelas, ada di setiap sudut/persimpangan. Disana untuk jalan jalan utama akan disebut dengan “Avenue†sering disingkat “Ave†saja. Untuk jalan dalam kota yang lebih kecil dari Avenue, disebut dengan “Streetâ€, misalnya 63rd Street, dengan tambahan arah mata angin.

Peta akan sangat membantu ketika akan menjelajahi NY. So, jangan lupa untuk selalu membawa peta. Peta NY sangat mudah didapatkan, tersedia di tempat-tempat umum. Peta-nya sangat detail dan jelas. Semua lokasi dari objek wisata, restoran, museum bisa anda temukan dengan mudah karena ada dalam peta dan ada keterangan bagaimana untuk menuju ke tempat tersebut.

Alat transportasi yang paling umum, mudah dan murah adalah dengan menggunakan subway atau bus. Subway mirip commuter line kalau di Indonesia. Untuk naik subway atau bus, cukup menggesekkan “metro card†yang bisa dibeli di semua station. Yang membuat kagum adalah subway station-nya yang bisa sampai 5 tingkat dibawah tanah. Sungguh luar biasa perancanaan & tata kota di sana.

 

Exploring New York – Things to do and Places to See

Ngapain aja selama di New York? Seingat saya inilah hal-hal yang saya lakukan dan kunjungi disana:

Colombus Circle

Colombus Circle adalah area persimpangan antara Eight Avenue, Broadway dan Central Park. Bundaran HI kalau di Jakarta. Tepat di tengah-tengahnya ada tugu Christopher Colombus sang penemu benua Amerika. Area ini sangat ramai karena disini juga terdapat salah satu pintu masuk ke Cental Park, serta subway terminal. Beberapa gedung terkenal yang ada di sekitar sini adalah: CNN, Time Warner Center, Trump International Hotel &Tower. Karena hostel tempat menginap sangat dekat, maka setiap hari pasti mewati tempat ini. Jika hari mulai agak siang, tempat ini akan menjadi sangat ramai. Ramai dengan manusia maupun kendaraan.

post-20195-0-55076100-1389279613_thumb.j

 

Zoo n Parks

Di New York banyak terdapat Zoo, Park dan Aquarium. Beberapa zoo yang saya kunjungi adalah: Queens Zoo, Central Park Zoo, Prospect Park Zoo di Brooklyn, dan zoo yang terbesar di New York yaitu Bronx Zoo Terlihat bahwa masyarakat disana memiliki minat yang cukup besar mengunjungi zoo. Tidak perlu keliling dunia untuk melihat hewan-hewan yang ada di setiap negara. Datang aja ke Zoo disini. Disini saya melihat, hewan-hewan yang berada zoo terawat dengan sangat baik  terlihat bahagia.  Zoo disana dirancang dengan sangat cermat dan berteknologi tinggi tapi sangat mengutamakan kenyamanan para hewan yang ada. Bahkan sebagian besar zoo keeper disana menjadi vegetarian.

Banyak program-program edukasi yang ditawarkan oleh setiap Zoo. Progamnya sangat menarik dan kreatif. Misalnya di Central Park Zoo, ada teatrikal bagi anak-anak bahkan ada untuk balita. Benar-benar mengesankan dan sangat kreatif! Mengunjungi kebun binatang di NY adalah aktivitas yang sangat menarik dan sangat berkesan bagi saya. Dan sangat tidak membosankan!

post-20195-0-68595300-1389280177_thumb.j

Banyak hewan-hewan yang “asing†dimata saya, dan merupakan pengetahuan baru yang menarik .

hewan tercantik yang pernah saya lihat, namanya Alpaca

post-20195-0-95838200-1389279965_thumb.j

 

Nge-Wine

Dekat dengan hostel ada Sidewalk Café yang setiap hari pasti melewati tempat ini dan selalu ramai ketika sore/malam hari. Kesannya romantic, seperti di film-film. Seorang teman mengundang saya dan teman dari Mongolia kesana (diundang brarti gratis dong). Maka dipilihlah red wine yang tidak saya mengerti merknya apa :D. Oh ya, pelayannya sabar lho menjelaskan jenis-jenis wine, tahun pembuatannya, dimana asalnya, perusahaan pembuatnya apa, dll. Setelah 1 gelas penuh red wine saya habis, kepala sayapun mulai terasa pusing. Wah dasar orang tropis, resistensi terhadap alcohol sangat rendah. Jangan lupa menikmati sensasi minum wine di negeri orang, sambil liat cowok-cowok bule yang lalu lalang :D.

 

Central Park

NY menyebut dirinya sebagai “Green City†sangat relevan karena kota ini memiliki area hijau yang sangat luas yaitu Central Park. Taman hutan ini terletak di tengah-tengah kota New York, luasnya mungkin setengah New York. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan disini, karena banyak sekali aktifitas yang ditawarkan. Menonton drama juga bisa disini. Saya menyempatkan untuk ke Towernya dan melihat view central park yang sangat menarik. Central Park sering menjadi lokasi pembuatan film. Ada danau yang sangat indah disini, yang jika musim dingin tiba, akan menjadi tempat untuk ice skating.

post-20195-0-82939500-1389285305_thumb.j

 

 

Cinema

Bersama dua orang teman sehostel, kami menikmati nonton film bioskop disana. Salah satu dari kami berasal dari Mongolia, kami memutuskan untuk menonton film yang berjudul “Mongol†di Lincoln Plaza.  Harga karcisnya 11 dollar. Harga karcis disana berbeda menurut umur. Untuk untuk yg berumur 65 tahun keatas dan anak-anak harganya 8 dollar saja.

post-20195-0-19855900-1389280593_thumb.j

Waktu masuk ke dalam teaternya sudah membayangkan seperti masuk ke XXI atau 21, dengan kursi-kursi  empuk dan besar. Disana kursinya mirip kursi lipat yang ukurannya pas untuk duduk saja (dudukannya akan terangkat dengan sendirinya ketika kita berdiri) namun anehnya sangat nyaman. Ruangannya seperti teater kecil, bersih dan elegan. Sepanjang film berlangsung tidak ada suara orang mengobrol, atau makan/minum. Benar-benar tidak ada suara lain selain suara film. Semuanya serius memandang layar. Tidak ada juga yang angkat kaki di atas kursi. Semuanya duduk dengan sopan. Filmnya sih menceritakan tentang kehidupan Genghis Khan ‘Sang Penakluk†dari Mongol. Sebelum menonton film ini, saya taunya si Genghis Khan itu panglima perang yang “jahatâ€, tapi setelah menonton film ini baru saya tahu kalau dia itu seorang ksatria hebat yang punya “hatiâ€. Seorang pahlawan dan ksatria yang sangat hebat. Karena yang menonton semuanya serius, saya sampai berpikir mungkin yang menonton adalah para professor sejarah :D.

 

Broadway Stage

Kalau ke New York belum lengkap kalau belum menonton panggung Broadway. Broadway sendiri adalah nama suatu kawasan di Manhattan, sepanjang jalan tersebut adalah gedung-geduang teater. Sebelumnya saya tidak terlalu paham yang namanya Pertunjukan Broadway. Dalam bayangan saya Broadway itu seperti pertunjukan drama biasa yang ada tariannya. Ternyata setelah melihat sendiri pertunujukan Broadway itu, saya hanya bisa komentar: “mengagumkan, luar biasaâ€. Pertunjukan Broadway yang saya saksikan untuk pertama kalinya dalam hidup, judulnya “The Lion Kingâ€, yang terkenal dengan istilah “Hakuna Matataâ€-nya. Pertunjukannya luar biasa. Sungguh menakjubkan dan indah. Pemain-pemainnya sangat professional, mereka menari, bernyanyi, melompat, terbang, benar-benar atraksi yang luar biasa. Tata panggung dengan efek cahayanya sungguh luar biasa. Panggungnya bisa berputar, berubah, naik-turun, maju-mundur. Benar-benar teknologi  yang sangat mengesankan. Suara-suara mereka terdengar sangat merdu. Dan semuanya itu nyata! Luar biasa indah!

Setelah masuk ke dalam teater kita tidak diperbolehkan mengambil atau merekam gambar.

post-20195-0-06568700-1389280897.jpg

post-20195-0-23229500-1389281094_thumb.j

 

World Trade Centre – Ground Zero

Sejak kejadian “11 Septemberâ€, lokasi berdirinya WTC menjadi objek wisata yang paling ingin dituju oleh turis. Lokasi dimana pernah berdiri gedung tertinggi di dunia itu kini hanyalah sebuah area kosong dengan puing yang berserakan. Sekeliling area telah dipagari dan terlihat beberapa pekerja dan alat-alat berat disana tanda area tersebut sedang akan dibangun kembali.  Meskipun hanya melihat puing, namun suasana emosional sangat terasa disini. Banyak sekali wisatawan yang datang, namun semuanya sepertinya sepakat untuk diam tak bersuara untuk sejenak, merasakan dan menghayati momen peristiwa 11 September 2001 ketika 3000-an manusia berakhir hidupnya dengan tragis di tempat ini. May their souls rest in Peace, and God Bless America!

post-20195-0-44157700-1389284743_thumb.j

 

Brooklyn Bridge

Jembatan Brooklyn merupakan jempatan yang paling terkenal di NY, yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn dan merupakan salah satu jembatan tertua di NY, selesai dibangun pada Tahun 1883, dan masih kokoh berdiri sampai sekarang. Banyak wisatawan yang datang ke sini. Jembatan ini bagian atasnya memang dikhususkan bagi wisatawan, pijakannya masih dalam bentuk baris-baris kayu, kesan bahwa jembatan tersebut telah bertahan selama ratusan tahun sangat terasa ketika berjalan disini. Di bagian atas jembatan ini tidak ada kendaraan bermotor yang lewat, kecuali sepeda. Brooklyn Bridge merupakan salah satu tempat untuk menikmati pemandangan Kota New York. Kesannya sangat dramatis lho. Anda berada di Jembatan yang usianya ratusan tahun memandang gedung-gedung pencakar langit yang mengelilinginya. Jembatan ini menjadi saksi bisu perkembagan kota New York.

post-20195-0-85010100-1389281568_thumb.j

post-20195-0-90267600-1389284127_thumb.j

 

Statue of Liberty

Patung Liberty merupakan maskotnya kota NY, tidak lengkap rasanya jika ke New York  jika tidak melihat Patung Liberty, lambang “kebebasan†bagi orang Amerika. Patung yang terletak di Ellis Island ini telah berdiri sejak Tahun 1886. Waktu itu saya menggunakan cara gratis untuk melihat Patung Liberty ini. Caranya adalah dengan menumpang Staten Island Fery (fery antar pulau) naik dari Whitehall fery Terminal. Ferinya gratis! Fery ini akan melintasi Ellis Island dari jarak yang cukup bagi mata untuk menikmati kemegahan patung lady yang berwarna hijau tersebut. Meskipun hari itu sedang mendung dan berkabut namun pemandangan Patung Liberty tetap masih bisa dinikmati dengan cukup jelas. Aura “kebebasan†patung ini seakan mempengaruhi siapa saja yang melihatnya. Rasanya seperti bebas lepas dan bahagia. Tepuk tangan spontan dan serentak akan menggema di atas ferry ketika melintas disini. Untuk pulangnya tetap dengan fery yang sama. Tidak usah turun, ferynya akan langsung kembali lagi ke Manhattan kok. Pengguna jasa Staten Island ferry ini kebanyakan adalah turis.

post-20195-0-63736800-1389281747_thumb.j

post-20195-0-67683400-1389281958_thumb.j

 

Battery Park

Dekat dengan Whitehall Fery Terminal dan masih dalam satu area, terdapat lokasi yang sayang jika dilewatkan. Namanya Battery Park. Di taman ini terdapat  benteng yang namanya Castile Clinton National Monument .  Bangunan berbentuk lingkaran dengan susunan bata merah ini merupakan benteng yang dibuat Tahun 1812, untuk melindungi Kota New York dari serangan Armada Inggris. Kalau tidak ada benteng ini mungkin Ny tidak seperti sekarang. Selain itu di taman ini juga terdapat sebuah patung phoniex (lambang negara Amerika)yang berhadapan dengan sebuah  monumen yang dipenuhi dengan ratusan nama. Monumen ini bernama East Cost Memorial, dan berhadapan tepat dengan Patung Liberty. Monumen ini dibangun untuk mengenang dan menghormati 4,601 warga Amerika yang hilang di Samudra Atlantik selama Perang Dunia II.

post-20195-0-63952600-1389282143_thumb.j

 

Times Square

Pastinya, semua turis yang ke New York tidak akan melewati yang namanya “Times Square†ini. Kenapa New York disebut sebagai City of Lights, City that never sleep..? alasannya ada di Times Square ini. Di lokasi ini, ketika malam hari, semua gedung di sekitar situ akan “menyala “, menjadi terang benderang dan gemerlapan. Times Square pun akan berubah menjadi “Kota Cahayaâ€. Times Square merupakan daerah Manhattan yang paling ramai, sibuk dan gemerlap. Ribuan orang tumpah ruah dijalanan ini.  Jalan di Times Square sampai berdesak-desakan. Disini kita akan bertemu dengan semua ras manusia. Yang pasti semua pengunjung akan terpesona dengan suasana gemerlapnya Times Square. Oh ya, ada banyak toko souvenir di sepanjang jalan Times Square.

post-20195-0-34224700-1389282333_thumb.j

 

American Museum of Natural History

Cukup jalan kaki dari hostel maka sampailah di Museum yang terkenal dengan kerangka dinosaurusnya. Museum ini sangat besar dan luas. Tidak cukup sehari untuk mengeksplorasi semua sudut gedung ini. Museum disini sangat menarik, informatif dan tertata dengan baik. Tidak ada aura ‘dingin’ dan membosankan selama berada di dalam museum. Yang ada hanya rasa kagum melihat bagaimana ‘masa lalu’ itu tersimpan rapi disini. Saya pertama kalinya menonton 4 dimensi disini, yaitu di Hayden Planetarium, ceritanya tentang bagaimana bumi ini tercipta.

post-20195-0-30298100-1389282764_thumb.j

 

Coney Island, Brooklyn

Menuju Coney Island cukup menggunakan subway. Coney Island merupakan semenajung di Samudra Atlantik, terkenal dengan pantainya yang indah. Ketika memasuki kawasan Coney Island terasa suasana yang tenang dan sepi. Tapi ketika anda sampai di pantai, anda akan menemukan keramaian.Tujuan sebenarnya untuk melihat Aquarium terbesar di New York. Sebuah lokasi wisata edukasi tentang hewan-hewan laut.  Saya sempat menyaksikan pertunjukan lumba-lumba disini. Koleksi hewan laut disini sangat lengkap dan mengaggumkan

Coney Island juga menjadi lokasi syuting film hollywood. Pemandangannya ala film Baywach dimana para baywatchernya berlarian di sepanjang pantai bisa dinikmati disini. Yang paling  terkenal di Coney Island adalah wooden rollercoaster yang bernama “Cycloneâ€. yang letaknya sangat dekat dengan pantai. Cyclone Rollercoaster ini terkenal seantero Amerika. Karena penasaran, sayapun berniat mencobanya. Agak ngeri juga melihat kondisi rollercoasternya yang terlihat usang dan tua itu. Dan ternyata rollercoaster itu sudah ada disana sejak Tahun 1927! Termasuk rollercoaster tertua di dunia. Dan, inilah pengalaman seumur hidup yang tak terlupakan. Pertama kalinya saya naik rollercoaster. Dan tidak tanggung-tanggung naiknya langsung yang tertua didunia. Dan pengalaman sekali itu sudah cukup bagi saya,rasanya jantung ini telah berhenti berdetak. Bagaimanapun, pengalaman itu lebih baik daripada tidak sama sekali bukan?!

Penjaga pantai dengan latar belakang Cyclone Rollercoaster

post-20195-0-57856900-1389282971_thumb.j

 

UN Headquaters

Markas besar PBB, ada di Kota New York, kalau sudah ke New York jangan melewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat dimana negara-negara sepakat bersatu atas nama “kemanusiaan†. Disinilah keamanan dunia dibahas, dibicarakan dan diatur. Tur di dalam gedung PBB merupakan ‘perjalanan’ yang informatif. Ada tur guide yang akan menjelaskan semua hal kepada anda. Dari semua ruangan yang dikunjungi, yang paling berkesan adalah 2 ruangan yang paling terkenal yaitu General Asembly Hall, tempat Sidang Umum PBB dilaksanakan setiap tahunnya, dan UN Security Counsil Chamber, yaitu ruangan sidang khusus negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB. Yang membuat kunjungan ini sempurna adalah ketika saya menikmati lunch di Delegate’s Dining Room-nya. Fancy dining dengan makanan yang indah dan mewah, ada pelayan yang siap untuk menuangkan anggur anda, makan sambil menikmati suasana Manhattan dari puncak gedung. Kunjungan yang sangat sempurna.

post-20195-0-01507200-1389283215_thumb.j

Assembly Hall

post-20195-0-14709300-1389283483_thumb.j

 

Fifth Avenue

Bagi para fashionista, pasti tidak akan melewati Fifth Avenue di Manhattan. Disini sepanjang jalan berdiri butik-butik dari merek-merek terkenal. Saya sih cukup melihat aja, tidak berani masuk. Takut pingsan lihat harga barangnya. Melewati butik Victoria Secret, kaca etalase toko terang dan menyaksikan pemandangan yang cukup mengesankan ternyata pakaian dalam disitu langsung diperagakan oleh gadis-gadis cantik.  Saya mau foto tapi takut.  Di Fifth Avenue ini juga ada sebuah bangunan unik dan bersejarah yaitu gereja St. Patrick Cathedral, yang sangat terkenal karena arsitektur yang luar biasa indah yang telah berdiri sejak Tahun 1858.

post-20195-0-87433500-1389283650_thumb.j

 

Maskot Wall Street

post-20195-0-39521200-1389283986_thumb.j

 

Thing’s To Know

  • New York mengklaim kalau mereka memiliki air terbersih di dunia. Ada banyak kran air tersedia di semua tempat umum baik di taman maupun dalam gedung. Air mineral ukuran 200 ml harganya 2 dollar.
  • Berjalanlah di Manhattan. Lihatlah Wall Street, Gedung Rockefeller, Madame Tussauds, The Ripley’s. Banyak hal yang unik di jalanan Manhattan. Banyak arsitektur menarik.
  • Lihatlah sisi lain dari New York. Pergilah ke Jackson Heights, daerah pemukiman India dan cobalah makan makanan India disana. Juga pergilah ke China Town, daerah pecinan. Kedua tempat tersebut jauh berbeda dengan Manhattan yang cantik dan gemerlap. Pergi ke dua tempat tersebut berasa “menginjak bumiâ€. Tapi sangat disarankan untuk berhati-hati di sana, jangan sampai terlalu malam berada di kawasan tersebut bagi anda yang baru pertama kalinya ke NY.
  • Ketika masuk di toko buku Barnes & Noble, tokonya sangat tenang dan sepi. Mendadak ingin bersin. Berusaha ditahan namun tidak bisa. Dan sayapun dengan suksesnya memecah kesunyian dan ketenangan toko :D.  Tiba-tiba dengan tenangnya seorang  pria yang sedang membaca  disamping saya berkata: “bless you..†Saking kagetnya, bersin lanjutannya gak jadi deh hehe.. So jangan kaget jika nanti anda bersin dan orang di samping anda tiba-tiba bersuara.
  • Ada juga pengemis di NY. Sempat lihat satu orang pengemis di daerah Colombus Circle, tapi besoknya orangnya udah tak terlihat lagi.
  • Untuk membeli keperluan-keperluan pribadi, mis: sabun, etc, jangan mencari mall karena di NY mall tidak menjamur seperti di Indonesia. Pergilah ke Drug Store (mirip Century, Guardian) buka 24 jam, dan semua kebutuhan pribadi lengkap ada disana. Drug Store disana lebih mirip supermarket karena sangat lengkap.
  • Bawalah obat-obatan pribadi anda, di NY anda hanya bisa membeli obat kalau ada resep dokter.
  • Yang paling umum dijumpai di NY adalah orang yang berjalan-jalan sambil membawa anjing serta orang-orang yang mendorong baby stoller. Populasi manusia dan anjing di NY mungkin 2:1 :D. Segala jenis anjing bisa ditemukan di jalanan NY. So, jangan heran dengan bau kencing anjing di sepanjang jalan NYC :D. Pengen sebenarnya adopsi anjing, tapi urusannya panjang.
  • Di hostel biasanya tersedia banyak sekali booklet maupun majalah berisi informasi wisata. Ada banyak kupon diskon untuk masuk objek wisata yang ditawarkan disitu.
  • Cobalah makan makanan tradisional Amerika yaitu Pretzel. Banyak dijual di pinggiran jalan NY.
  • Buffalo wings di sana rasanya amaat sangaat assaaam.
  • Jika makan di kafetaria, McD, atau chinese food, pokoknya semua yng tidak ada pelayannya maka jangan lupa untuk membersihkan meja dan membuang sisa makan ke tempat sampah dan mengembalikan nampan ke tempatnya.
  • Jika makan di restoran yang artinya adala pelayan berseragam, jangan lupa untuk memberikan tip.
  • Gunakan airport shuttle jika mau ke bandara. Taxi kuning atau taxi yang hitam itu pakai argo dan mahal. Dengan airport shuttle cukup membayar 25-30 dollar. Cara memesan cukup mudah, tinggal telepon. Lakukan pemesanan sehari sebelumya. Oh ya jangan lupa untuk memberikan tip kepada pak supir ya (di Amerika semua yang bersifat “jasa†harus ada tip).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@chell

wuih NY neh mba chell mantap

waktu kesini kapan ya mba ?

 

jadi kira2 living cost disana termasuk mahal ya ?

oya FR nya lengkap banget neh keren mba

 

btw suka anjing ya mba

saya adopsi puppy pomeranian namanya Gio hhehehe

 

post-6-0-55796300-1389318397_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

@chell

very nice report dan salut untuk solo travel-nya. Btw, bisa share info waktu itu kenapa bisa ada niat utk solo travel, atau mungkin ada temen/sodara di NY ? dan pilih Cathay apa dpt promo dan kira2 dpt brp tiketnya ?

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wuiiihhh...keren banget mba FR nyaaaaa :cintaindo

lengkap banget liputan nya..termasuk ada tips nya segala :salut

hmmm...kapan ya gw bisa ke NY :bingung

 

sama bro, belum kesampean naik taksi kuning di NYC, mungkin biar ngga terlalu jauh, kita ke Tokyo dulu bareng Oktober nanti, ada patung Liberty juga kok disana :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

sama bro, belum kesampean naik taksi kuning di NYC, mungkin biar ngga terlalu jauh, kita ke Tokyo dulu bareng Oktober nanti, ada patung Liberty juga kok disana :D

hah oktober??!!...kirain bareng ma momod om..itu momod juga ke tokyo tapi bulan november nya...

ke Jepang prepare brapa nih om kira2??..kali aja "kuat" dompetnya :rate

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash iya nih, ditodong ama @deffa makanya keluar juga FR-nya.. hehehe

@deffa terasa mahal karena rupiah kita yang sangaat jauuuh dibawaah nilai tukarnya dengan dollar amerika. tapi kamu kan udah biasa ke singapore, jadi miriplah.. dollar sgp kan 9 rbuan sekarang, dollar amerika 12 rb, deket kan?! jadi bisalah kalo kamu k amrik! eh anjiinggnya cantiiiikk sekaliiiii... kalo dia py anak, bagi doong...!I do love dogs... dulu di rumah sempat sampe 4 anjingnya. sekarang tinggal 1 aja, mirip si Gio mukanya.. bener lho mirip banget struktur mukanya. tapi anjingku kancingan herder.. namanya Chico.. aah jadi kangeen Chico deh....

 

@Nightrain kesananya sendirian tapi kan disana toh ketemu banyak temen juga. sempat hub orang ind waktu itu tapi sayang gak sempet ketemuan karena dianya sibuk. cuma waktu makan di chinese food ketemu orang indonesia yang sudah tinggal disana. oh ya kenapa pilih cathay? karena berharap satu pesawat ama Andy Lau hahahha... Cathay termasuk murah penerbangannya waktu itu..

 

@Sari Suwito hahahaha... FR mbak jugaaa kereeen.. mantaap pokoknya mba! saluut.!

 

@spin_cobra hahahaha.. semuanya dari mimpi dan angan2 dulu.. toh kamu juga dulu gak kebayang kan bisa nginjak tanah papua dan sulawesi kan..?!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By Sari Suwito
      Kota Kinabalu atau biasa disebut KK dulunya dikenal dengan nama Jesselton. Maka tak heran jika pelabuhan tempat kami mendarat dari Labuan bernama Jesselton Point. Jesselton diambil dari nama gubernur dari Inggris yang pernah berkuasa disini yaitu Sir Charles Jessel. Oh ya, sewakatu kapal sudah mendekati pelabuhan dari dari atas kapal sudah tampak pemandangan yang menggugah selera, yaitu deretan tempat makan sea food di tepi laut. Hmmmm...jadi lapar.
      Meninggalkan pelabuhan Jesselton Point, bus berjalan melalui jalan yang berada di tepi pantai dimana sedang berlangsung pembangunan entah resort/mall. Tak lama kemudian kami memasuki wilayah Kota Kinabalu mulai tampak kemacetan di sepanjang jalan menuju ke hotel Winner, tempat kami menginap di daerah Jalan Pasar Baru – Kampung Air.  Di bawah ini view dari hotel tempat saya menginap.

       
      Setelah check ini dan beberes, sekitar jam 7 malam kami keluar untuk makan malam di Pasar Malam Sinsuran.  
       

       
      Pasar malam Sinsuran ini dekat dari penginapan kami jadi cukup berjalan kaki saja. Suasana pasar malam Sinsuran lumayan ramai pengunjung apalagi di jam makan malam seperti ini. Kedai makan lumayan berjubel. Aneka makanan bisa kita temukan disini, seperti: nasi campur, sea food, ayam panggang, ikan panggang, aneka camilan dan aneka minuman. Di Kota Kinabalu merasa sedikit lega karena makanan lumayan lebih murah dibandingkan di Brunei Darussalam.  Beli cendol di Brunei Darussalam harganya $1, di Kota Kinabalu cendol harganya RM 1. Kalo di kurs rupiah harga cendol di Brunei 3x lipat harga cendol di Kota Kinabalu. Hahaha...

      Salah satu gerai tempat kami makan malam

       
      Sudah selesai makan, tapi masih lapar mata, jadi jajan chicken wing dulu deh.

      Bagi yang mau shopping di sepanjang perjalanan dari Pasar Malam Sinsuran menuju hotel tempat kami menginap juga ada pasar malam yang menjual pakaian, aksesories dll.
                                                                                                   
      Hari kedua
      Setelah sarapan pagi kami pun berangkat menuju obyek wisata di kawasan luar Kota Kinabalu. Sekitar 1,5 jam perjalanan melintasi jalan yang menanjak, sampailah kami di Pekan Nabalu, Kota Belud. Ini merupakan salah satu spot untuk melihat gunung Kinabalu. Tapi sayang sekali sewaktu kami sampai lokasi ternyata gunung Kinabalu tertutup kabut yang lumayan tebal. Belum rejeki dech…

       

      Seperti obyek wisata pada umumnya, disini terdapat banyak gerai yang menjual aneka camilan, buah-buahan dan cenderamata. 
      Setelah menunggu beberapa saat ternyata kabutnya tak kunjung hilang. Jadi kami pun memilih untuk  melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.
       
      Fish Spa di Sungai Moroli
      Tagal Sungai Moroli, Kampung Luanti Baru, Ranau ini merupakan pemenang  Malaysia River Care Award 2006. Tagal dalam Bahasa  Kadazan Dusun berarti “dilarang memancing” di aliran sungai Moroli. Sungai sepanjang 54 km ini dihuni oleh banyak ikan yang ukurannya lumayan besar. Untuk menjaga ekosistem sungai, maka penduduk dilarang memancing, menjala ataupun menangkap ikan sepanjang tahun. Hanya di bulan Mei penduduk diberi kesempatan untuk mengambil ikan dari sungai Moroli. 
       

       
      Di lokasi ini kita bisa fish spa langsung masuk ke dalam aliran sungai. Tetapi sayangnya saat itu air sungai sedang keruh karena tadi malam hujan. Untuk keselamatan pengunjung, aliran sungai dikasih pita pembatas agar pengunjung tetap berada di tepian sungai.
      Sebelum masuk ke aliran sungai kita bisa membeli pakan ikan terlebih dahulu. Jadi nanti begitu masuk ke dalam air sungai kita bisa taburkan pakan ikan di dekat kaki kita, maka ikan akan bergerombol di sekitar kaki. Nah disaat itu ikan juga akan mematuk kaki…hiiii geliii….
       

      Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kita dilarang memegang ikan ataupun mengangkat ikan keluar dari air. 
      Sudah cukup ber-fish spa? Saatnya istirahat dengan menikmati camilan cempedak goreng,pisang goreng ataupun aneka durian yang di jual di kedai bagian depan fish spa. Harga durian mulai dari RM 6/kg.

      Dari Tagal, Kampung Luanti Baru kami melanjutkan perjalanan menuju Dataran Sayur Kundasang.

      Dataran Sayur Kundasang
      Kundasang adalah sebuah kota di distrik Ranau, Sabah. Kawasan ini dihuni oleh suku dusun asli yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Sabah. Daerah ini meliputi daerah pegunungan dan lembah dengan panorama yang indah. Selain itu Kundasang juga merupakan penghasil sayuran dan buah-buahan. Kita bisa membeli hasil pertanian warga Kundasang di Dataran Sayur Kundasang. Dataran sayur Kundasang ini kalau di Indonesia mirip lah seperti pasar buah dan sayur Brastagi. 

       

      Dataran sayur Kundasang terletak di pertigaan jalan, menempati area yang lumayan luas. Disini terdapat ratusan gerai yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan. Jadi jangan heran kalau kita bakalan lapar mata ketika melihat aneka buah-buahan disini. Saya pun membeli aneka buah potong dan durian mini yang dalamnya berwarna kuning agak orens gitu.
       

      Di pertigaan jalan dan jalan lingkar yang tak jauh dari dataran sayur Kundasang terdapat dua icon sawi putih dan kol bulat sebagai symbol daerah ini merupakan daerah penghasil sayuran. Mirip di Brastagi juga sih ini. Hehehe…
       

      Sebetulanya di daerah Mesilau, Kundasang  juga terdapat Desa Dairy Farm (peternakan sapi perah), tapi kami saat itu tidak berkunjung kesana. 
      Dari Dataran Sayur Kundasang kami langsung kembali menuju Kota Kinabalu dan ternyata sepanjang perjalanan menuruni pegunungan Kinabalu cuaca hujan lebat. Kami akhirnya sampai di Kota Kinabalu sudah menjelang malam. 
       
      Hari ketiga
      Setelah sarapan pagi, merupakan waktunya free and easy. Saya berjalan-jalan di Sunday morning market lorong Pasar Baru yang berada di belakang hotel Winner, isinya ya para pelapak yang berjualan pakaian bekas / baru dan aneka aksesories. Dari sini saya berjalan menuju daerah Pasar Besar Kinabalu, saya masuk ke mall yang berlokasi di seberang Pasar Besar Kinabalu, karena masih pagi jadi belum banyak kedai yang buka, disini saya pun hanya melihat-lihat ke salah satu kedai yang menjual produk aksesories mutiara laut. Harganya lumayan mahal sih, jadi saya pun cuma melihat-lihat saja. 
      Keluar dari mall ini saya berjalan menuju ke food court Pasar Besar Kota Kinabalu, food court terletak di lantai 2. Pasar ini merupakan pasar basah (seperti pasar inpres gitu kalau di Indonesia) menjual aneka sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Dan di bagian belakang pasar ini juga pasar ikan jadi jangan heran kalau disini suasananya ya bau amis ikan. Hehehe… 

      Walaupun begitu saya sempat memesan ABC (air buah campur) semacam es buah gitu deh. Ya ampun satu mangkuk isinya banyak banget, saya sampe ga habis.  

      Dari Pasar Besar Kinabalu kita bisa berjalan ke arah kiri, disini terdapat Philipino Market. Di pasar ini dijual aneka ikan asin, garam dan produk hasil laut lainnya. Walaupun begitu ada yang jual pakaian dan cendera mata juga koq. 
      Dari Philpino Market saya langsung kembali ke hotel untuk bersiap-siap check out.
      Setelah check out dari hotel kami makan siang di salah satu restaurant dalam perjalanan menuju ke Masjid Negeri Sabah untuk sholat Dzuhur. 
       
      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini terletak di Jalan Tunku Abdul Rahman, Sembulan, Kota Kinabalu. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1970 dan selesai sepenuhnya pada tahun 1975.
      Struktur bangunan masjid ini merupakan perpaduan konsep timur tengah dan modern. Kubahnya yang megah berdesain pola sarang lebah berwarna keemasan menandakan kecemerlangan Islam di negeri Sabah. Di bagian kiri dan kanan terdapat 16 tiang berkubah kecil berwarna emas. Di lilitan setiap tiang ini dihiasi dengan potongan ayat suci Al Quran dengan tinta warna emas. Masjid ini memiliki satu menara setingi 215 kaki yang konsepnya diilhami oleh masjid di Istanbul dan Isfahan, melambangkan ketinggian dan kemuliaan Islam.   

      Masjid Negeri Sabah
      Masjid ini mempunyai serambi yang luas sehingga mampu memuat sekitar lima ribu jamaah. Tempat sholat perempuan terletak di lantai dua, bisa memuat hingga lima ratus jamaah. Masjid ini juga menyediakan ruangan untuk memandikan jenazah (masih jarang kita temui di Indonesia). 
      Masjid Negeri Sabah ini memiliki halaman dan area parkir yang luas, dan ketika saya berkunjung kesana di bagian belakang masjid sedang ada pembangunan (mungkin) sarana pendukung masjid.
      Setelah selesai sholat Dzhuhur di Masjid Negeri Sabah untuk mengisi waktu sebelum menuju Bandara Kota Kinabalu, kami mampir ke Imago. 
       
      IMAGO Shopping Mall
      Imago the mall terletak di  KK Times Square, merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Kinabalu. Disini terdapat outlet produk-produk fashion branded dan restaurant franchise. Makanya tak heran jika banyak warga Brunei Darussalam yang datang ke Kota Kinabalu untuk shopping, khususnya di musim liburan sekolah atau ketika mall-mall mengadakan great sale karena tentu saja harganya lebih murah dibandingkan di Brunei. Disini juga terdapat kedai yang menjual oleh-oleh dan cenderamata. Waktu itu saya membeli magnet kulkas harga RM 4/pcs. Di lantai lower ground juga terdapat foodcourt, harganya lumayan ramah di kantong.

      Ketika saya kesini, sedang ada pertunjukan Kulintangan. Para penari juga mengajak pengunjung untuk memainkan kulintangan. 

       
      Saya menonton sampai pertunjukan selesai, kemudian di akhir pertunjukan ikut berfoto dengan salah satu penarinya.

       
      Sekitar jam empat sore kami meninggalkan imago untuk kemudian menuju ke Bandara Kota Kinabalu. Oh ya, kalau cuaca cerah Gunung Kinabalu bisa terlihat dari bagian depan Bandara lho. 

      Flight saya sebetulnya jam 8 malam, tetapi akhirnya pesawat kena delay sampai jam setengah sebelas malam, sepertinya dikarekan terjadi masalah teknis dengan pesawatnya. Jadi kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam setengah satu pagi.
       
      PS: Sebetulnya masih banyak lagi obyek wisata di Kota Kinabalu, tapi sayang karena keterbatasan waktu jadi belum sempat expolore pulau-pulau cantiknya. Bahkan saya pun belum sempat explore kotanya. Semoga suatu saat nanti ada kesempatan untuk kembali ke Kota Kinabalu.
       
    • By norma sofisa
      Halo apa kabar?
      Sudah lama nih, tidak menulis di Forum Jalan2.com.
      Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman berkunjung ke Lisbon, Portugal.
      Merasa 'gerah' dengan udara dingin yang melanda Rotterdam pada akhir winter tahun ini, merupakan alasan yang tepat untuk melarikan diri sejenak ke Eropa Selatan. Kali ini pilihan saya jatuh ke Lisbon, satu kota yang cukup populer, ibukota dari negara Portugal.
      Berbekal tiket dari maskapai low cost (non) kesayangan, saya pun mendarat di Lisbon. Sayangnya, hari pertama tidak seindah bayangan. Awan gelap memayungi kota dengan suhu berkisar di angka 7 hingga 15 derajat. Tidak cukup hangat, mengingat Lisbon letaknya dekat dengan sungai yang muaranya mengarah ke Samudera Atlantik. Angin yang berhembus kencang mengharuskan saya untuk tetap berjaket agar badan tetap hangat.
      Saya cukup beruntung, beberapa jam setelah itu udara kian menghangat. Saya dan travelmate pun berjalan menyusuri jalan besar menuju pusat kota. Hotel yang kami tempati cukup dekat letaknya dengan sentral Lisbon. Jika berjalan kaki, kira - kira butuh waktu 10 hingga 15 menit.
      ]
      Sesuai dengan rekomendasi pamflet wisata Lisbon, tujuan pertama saya adalah Castelo S. Jorge, sebuah kastil Moor yang dibangun di puncak bukit São Jorge, yang merupakan salah satu tujuan turis di kota Lisbon (Sumber: Wikipedia). Matahari yang bersinar cerah, menaikkan semangat saya untuk naik menyusuri tangga ke arah kastil.
      Capek?
      Pastinya! Saya cukup kaget dengan anak tangga pertama yang cukup menukik. Tak ingin kalah dengan beberapa nenek di belakang, saya pun mempercepat langkah sambil berharap anak tangga ini segera berakhir.
      Bukit São Jorge merupakan kawasan pemukiman yang padat. Setelah anak tangga tadi, saya menyusuri jalanan dengan rumah - rumah penduduk di kanan dan kirinya. Beberapa hotel dan restoran kecil pun saya jumpai. Satu hal yang menggelitik adalah banyaknya jemuran pakaian yang tergantung di balkon - balkon rumah. Geli juga ketika mendapati beberapa pakaian dalam ikut terpajang disana.

      Pemandangan mengagumkan dari Kastil São Jorge
      Tak butuh lama dan perjuangan berat untuk sampai ke atas bukit. Tangga awal tadi adalah bagian terberat, selanjutnya hanya jalanan yang menanjak hingga pintu masuk kastil.
      Sesampainya di kastil, saya langsung mengantri untuk membeli tiket. Awalnya, antrian terlihat mengular panjang dan sempat membuat malas, namun ternyata ada tiga petugas loket, sehingga waktu antri pun lumayan cepat.
      Masuk ke kastil, hampir seluruh pengunjung langsung menghambur ke arah halaman. Dari titik ini, saya dapat melihat pemandangan kota Lisbon yang cantik dari atas bukit yang mengarah ke Sungai Tagus. Tampak dari jauh, rumah bercat warna - warni dan beberapa titik yang penuh dengan orang.
      Saya menduga bahwa kastil ini dahulu dipakai juga sebagai benteng pertahanan untuk mengawasi pergerakan musuh yang datang dari arah sungai. Di beberapa titik juga ditemukan meriam - meriam tua yang tampak masih kokoh.
      Karena cuaca yang tidak terlalu panas, saya pun naik ke benteng kastil. Tangga naik cukup curam dan licin, membuat saya harus berhati - hati. Ada beberapa bagian jalan yang hanya bisa dilewati satu arah sehingga saya harus berhenti dan memberikan kesempatan pengunjung dari arah berlawanan untuk lewat.
      Pemandangan dari beberapa titik di puncak benteng kastil memang tidak diragukan lagi. Bahkan patung Jesus di seberang sungai pun bisa dilihat semakin jelas. Beberapa bangunan dari bukit sebelah pun tampak lebih dekat.
      Uniknya lagi, kastil ini memelihara beberapa ekor burung merak jantan yang bulunya sangat indah. Mereka sering berlalu lalang di dekat pengunjung. Meskipun begitu, mereka ini tidak dapat dielus atau dipegang dengan mudah. Bahkan, jika mereka sadar sedang difoto langsung deh cepat - cepat kabur. Para pengunjung tentu saja tak mau kalah. Sebelum mendapatkan foto yang bagus, mereka tidak akan menyerah untuk mengejar. Saya pun termasuk di dalamnya. Lucu kalau diingat - ingat lagi.

      Dikarenakan topografi permukaan Lisbon yang cukup bergelombang, sebagai turis kita harus siap untuk berjalan naik turun bukit. Nah, bagi kamu yang memiliki keterbatasan fisik dan tenaga, ada alternatif lain jika tidak ingin berjalan kaki mengunjungi spot - spot wisata di Lisbon, yaitu dengan membayar paket transportasi khusus dengan tram, bus, maupun tuk-tuk yang tarifnya mulai dari 12 Euro hingga 26 Euro. Dengan membayar paket tersebut, kamu bisa dengan bebas menaiki tram klasik tipikal Lisbon, yang warnanya kuning atau merah. Jika kamu memilih paket lengkap pun, kamu bisa dengan bebas menaiki tuk-tuk atau ojek bemo yang juga terafiliasi dengan penyedia jasa transportasi.
      Oh ya, berdasarkan pengalaman, jika ingin pergi suatu tempat ke tempat lain di Lisbon, sebaiknya mengikuti arahan dari Google maps. Satu pengalaman saya, karena merasa tahu jalan, tidak mengikuti Gmaps dan malah berimprovisasi. Alhasil, kami harus naik bukit lagi dan berjalan lebih jauh. Beberapa jalanan di Lisbon memang sedikit rumit, namun sangat menantang nan menarik untuk ditelusuri. Kami menyebutnya treking di tengah kota hehe..
      Lalu gimana sih kuliner dan makanan khas di Lisbon?
      Tunggu di bagian kedua ya..
      Terima kasih dan semoga bermanfaat.
      Tulisan ini bisa dibaca juga di https://wp.me/p7BvKH-6T
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya setelah dua hari di Brunei, kami akan melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu (Malaysia).
      Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap untuk check out hotel kemudian kami menuju ke Terminal Feri Serasa di Muara. Jarak  menuju ke Terminal Feri Serasa sekitar 25 km, ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Oh ya,selain terminal ferry penumpang disini juga terdapat terminal peti kemas, jadi selama perjalanan kita akan sering berpapasan dengan truck container sehingga perjalanan jadi agak lambat.
      Ketika kami sampai terminal feri Serasa karena bus yang kami sewa ukuran besar jadi tidak bisa masuk ke halaman terminal, terpaksa deh kami turun di depan pintu gerbang dan membawa koper masing-masing. 
       

      Karena tidak sempat sarapan di hotel maka kami pun akhirnya sarapan di cafe yang berada di sebelah pintu kedatangan terminal feri Serasa. 
      Note: Kalau mau  naik transportasi umum /bus dari Bandar Seri Begawan bisa naik bus nomer 39 menuju ke Terminal Muara, lalu dari Terminal Muara lanjut naik bus nomer 33 menuju Terminal Feri Serasa. Ongkos bus $1 per trip.
      Sekitar jam 9 kami bersiap untuk masuk ke dalam ferry. Oh ya untuk masuk ke dalam ferry ini kita melewati imigrasi Brunei secara kami akan melakukan perjalanan menuju ke Labuan (Malaysia) yang kemudian dilanjutkan ke Kota Kinabalu. Saat itu imigrasi lengang karena hanya ada satu ferry yang akan berangkat. Setiap penumpang disuruh buka koper untuk dilihat isinya satu persatu, segala tempat kosmetik, underware organizer, handbag, semua diperiksa. Mungkin juga dikarenakan disini tidak ada mesin x-ray. 
      Setelah selesai proses imigrasi kami pun menuju ke dermaga ferry. Kami menaiki Ferry Shuttle Hope untuk menuju Labuan. Awak kapal akan menyambut kita dan menanyakan barang bawaan akan dibawa naik atau ditinggal di bawah saja? Kalau di tinggal dibawah makan petugas akan menempatkan koper kita di bagian ujung kapal dekat pintu turun dari kapal ferry. Setelah menyerahkan koper, saya naik ke lantai dua ferry.

       
      Harga ket ferry Shuttle Hope adalah $15/orang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Saya memilih duduk di dalam ruangan ber-AC di lantai 2 dan ternyata ACnya dinginnya minta ampun. Oh ya sebelum ferry berlayar, di TV ditayangkan doa naik kapal terlebih dahulu. Mungkin ini sudah menjadi SOP Brunei Ferry ya, biar perjalanannya aman dan lancar.

       
      Begitu ferry sudah berlayar dari atas ferry kita bisa menikmnati angin sepoi-sepoi di geladak atau bisa juga duduk manis di ruang utama sambil nonton film box office yang diputar di TV. Di dalam ferry juga terdapai kedai makanan, kalau lapar bisa beli snack dan minuman. Di kapal ini juga terdapat toilet yang lumayan bersih, di lantai dua bagian belakang kapal.
      Seteleh beberapa saat kapal berlayar kita akan menyaksikan pemandangan begitu banyak kilang minyak di lautan Brunei, gimana negara ini ga kaya ya, itu kilang minyak di laut banyak bangeett. 
      Saya juga melihat beberapa kapal besar yang dilengkapi dengan alat berat atau crane serta helipad. Baru kali ini saya lihat kapal segede itu. Hahaha…
       
       

       
      Sekitar jam 11an, kapal ferry sudah mendekati dermaga Labuan. Dari atas ferry sudah kelihatan deh gedung terminal ferry wilayah persekutuan Labuan. 
       

       
      Setelah turun dari kapal ferry kami langsung menuju ke gedung terminal ferry lalu menuju ke mesin x-ray untuk scan barang bawaan kita kemudian menuju counter imigrasi Malaysia untuk chop paspor. Setelah selesai chop paspor kami berjalan menuju ke rumah makan untuk makan siang. Kami makan di rumah makan yang berada di depan Terminal Feri Antarbangsa Labuan sekitar 300 meter kali kami berjalan di bawah  rintik hujan.

       
      Setelah selesai makan kami segera menuju ke Terminal Feri Antarbangsa Labuan. Terminal ferry Labuan ini lumayan ramai, di bagian depan terdapat banyak stand yang menjual aneka barang dan souvenier. Karena sudah dekat dengan jadwal keberangkatan kapal, jadi kami tak perlu menunggu di boarding room, kami langsung menuju ke kapal yang sudah bersandar di dermaga. 

       
      Kami naik kapal LBN Express Tiga untuk tujuan ke Kota Kinabalu, kapal ini mempunyai dua kelas, yaitu kelas ekonomi dan kelas eksekutif. Untuk kelas eksekutif harga tiket RM 44/orang. Perjalanan menuju Kota Kinabalu memakan waktu sekitar 3,5 jam. Jadi bisa tidur dulu deh di dalam kapal, karena ini kapalnya seperti speed boat jadi kita ga bisa berdiri di geladak kapal, cukup menikmati pemandangan dari balik jendela saja. Tapi kalau kita duduk di kelas ekonomi, ga bisa deh lihat pemandangan luar karena posisi berada di lantai bawah.
      Sekitar jam setengah lima, akhirnya sampailah kami di terminal ferry Jesselton Point. Setelah semua peserta sudah turun dari kapal ferry kami pun segera keluar terminal. Rupanya bus sudah menunggu kami di sebelah kanan pintu keluar Jesselton point, setelah semua peserta naik bus, kami pun berangkat untuk menuju hotel tempat kami menginap di kawasan Lorong Pasar Baru, Kampung Air. 
       

       
      **Sebetulnya bisa juga naik bus dari Bandar Seri Begawan menuju Kota Kinabalu, tetapi jadwal keberangkatannya hanya  satu kali setiap harinya yaitu sekitar jam 8 pagi. Lama perjalanan sekitar 8 jam (kalau ga salah ya).  Kalau ada budget lebih ya paling cepat naik pesawat. Hehehe...
       
       
    • By Sari Suwito
      Hai...haiii..haiiiiii
      Widiiiih lama banget saya ga nongol di forum...
      Ok, baiklah saya akan share FR saya beberapa bulan lalu ketika melawat Brunei Darussalam. Mungkin sudah agak basi kali ya, tapi semoga bermanfaat buat teman2
      .
      Brunei Darusalam adalah sudah masuk dalam wishlist trip saya, tapi baru kesampaian di tahun 2018 ini. Brunei Darussalam merupakan negara ASEAN ke-5 yang saya kunjungi (Indonesia tidak termasuk hitungan ya).  Berhubung saya tinggal di Yogyakarta jadi saya memilih untuk terbang dengan Air Asia ke Brunei melalui Bandara Soekarno Hatta kemudian transit di Kuala Lumpur. Saya tiba di Brunei sekitar jam 8 pagi waktu setempat. Dari airport kami langsung menuju obyek wisata di kota Bandar Seri Begawan.
       

       
      Obyek wisata apa saja yang saya kunjungi selama di Brunei Darussalam? Yuk, simak catatan perjalanan saya selama di Brunei Darussalam.
      Hari Pertama
      1.The Royal Regalia Building 
      The Royal Regalia Museum atau Museum Alat Kebesaran Diraja terletak di Jalan Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan. Bangunan museum berbentuk kubah besar yang dilengkapi dengan mozaik yang cantik dan bagian dalamnya menggunakan marmer dan karpet yang mewah. Pengunjung diwajibkan menanggalkan sepatu di luar dan hanya diperbolehkan memakai sandal yang sudah disediakan ataupun tanpa alas kaki saja kalau tidak kebagian jatah sandal. Pengunjung diwajibkan meletakkan tas, handphone, kamera dan barang bawaan lainya di loker yang sudah disediakan di bagian depan museum. Setelah itu baru kita diperbolehkan masuk ke ruangan pamer museum. 
       

       
      Museum ini memiliki beberapa galeri, antara lain;
       Royal Regalia Exhibition  Royal Exhibition Hall  Silver Jubilee Exhibition Hall   Jubilee Theatre  Constitutional Exhibition Hall  Royal Lounge  Souvenier / Refreshment Lounge           Memasuki ruangan galeri museum kita bisa melihat foto silsilah keluarga Sultan Brunei, dan di dinding tercantum nama lengkap dan gelar untuk Sultan Hassanal Bolkiah, panjang banget lho. Lalu kita berjalan menuju ke bagian koleksi pribadi Sultan Brunei yang berupa pakaian kebesaran Sultan, perhiasan, cendera mata dari negara sahabat.  
      Selanjutkan kita akan menuju ruang pamer peringatan perayaan 25 tahun pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah. Di ruangan ini terdapat replika kemegahan acara perayaan Silver Jubilee dengan patung manekin tanpa kepala yang menggambarkan pasukan yang mengiringi kereta yang dinaiki Sultan Hassanal Bolkiah dan di sekelilingnya terdapat poster bergambar rakyat yang menonton iringan perayaan 25 taun pemerintahan Sultan.

       
       
      2. Masjid Omar Ali Saifuddien 
      Masjid Omar Ali Saifuddien merupakan masjid kerajaan Kesultanan Brunei yang terletak di Bandar Seri Begawan, tak jauh dari The Royal Regalia Building.  Arsitektur masjid ini memadukan arsitektur Mughal Islam dan Italia, membuat masjid ini menjadi salah satu masjid yang paling mengagumkan di Asia Pasifik. 
       

      Masjid ini memiliki menara marmer dengan kubah emas, dilengkapi dengan taman yang indah dan air mancur. Di samping masjid terdapat replika perahu Mahligai Kerajaan milik Sultan yang memerintah pada abad ke-16. Bangunan ini juga digunakan sebagai panggung Musabaqah Tilawatil Quran pada akhir tahun 1960 hingga awal tahun 1970.
      Di bagian kiri masjid terdapat Perpuspaan main gate 1968, disini juga terdapat taman dan air mancur yang cocok juga untuk berfoto.
       

      Sayang sekali waktu itu kami hanya foto stop di luar masjid dan cuaca yang panas membuat kami tidak bisa berlama-lama karena kami akan melanjutkan untuk makan siang.
      Kami makan siang di restoran yang terletak di kawasan Tarindak D’Seni yang berseberangan dengan Kampong Ayer. Dari restoran  tempat kami makan siang kami bisa melihat pemandangan Kampong Ayer dan Jembatan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha. Jembatan ini disebut juga Jembatan Sungai Kebun. Jembatan ini  menghubungkan Bandar Seri Begawan dan Kampung Sungai Kebun.
       

      Setelah selesai makan siang kami melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Istana Nurul Iman.
       
      3. Istana Nurul Iman
      Istana Nurul Iman terletak di tepi sungai dengan bukit yang hijau di tepi sungai Brunei, beberapa kilometer selatan Bandar Seri Begawan. Istana Nurul Iman merupakan kediaman resmi Sultan Brunei dan keluarganya serta merupakan pusat pemerintahan Brunei. Istana Nurul Iman merupakan istana terbesar di dunia, memiliki 1.788 ruangan, termasuk 257 kamar mandi. Dan di dalamnya terdapat ballroom yang mampu menampung hingga lima ribu tamu. Di dalam istana ini juga terdapat garasi yang berisi ratusan mobil koleksi Sultan Brunei.  
       

      Istana hanya dibuka untuk umum pada hari Raya Idul Fitri, dimana Sultan akan mengadakan open house selama 3 hari.  Jadi kami hanya bisa photo stop di depan Istana saja.

       
      4. Mercu Dirgahayu 60
      Mercu Dirgahayu 60 (dalam angka arab) berwarna emas ini merupakan monument untuk memperingati hari ulang Sultan Hassanal Bolkiah ke 60 tahun. Mercu Dirgahayu 60 terletak di waterfront Kampung Ayer. 

       
      Tak jauh dari Mercu ini terdapat dermaga taxi air untuk menuju ke Kampong Ayer. Wisatawan pun bisa naik taxi air dari sini untuk berkeliling di Kampong Ayer.
       

       
      Kampong Ayer adalah perkampungan terapung yang merupakan cikal bakal Bandar Seri Begawan.  Kampong Ayer merupakan perkampungan terapung yang terbesar di dunia, luasnya sekitar 10 km persegi, terdiri 42 kampung dan dihuni oleh 20ribu orang penduduk. Kampong Ayer juga memiliki fasilitas yang lengkap seperti: air bersih, listrik, sekolah, masjid, klinik, dan fasilitas lainnya. Bagi penduduk Kampong Ayer yang memiliki mobil, mereka akan memarkir mobil mereka di tepi jalanan seberang Kampong Ayer, kemudian mereka pulang ke rumah menggunakan taxi air.
      Sebetulnya di dekat kawasan Mercu Dirgahayu 60 juga terdapat beberapa perahu yang menawarkan wisata ke kampung ayer, tapi menurut guide  harus hati-hati supaya tidak kena scam. Guide sempat menawarkan siapa yang mau keliling kampung ayer bisa dikoordinasikan.  Tapi kami memutuskan untuk segera menuju hotel supaya bisa istirahat, secara kami sudah lelah setelah perjalanan panjang dan flight di awal pagi.
    • By Sari Suwito
      Melanjutkan tulisan sebelumnya, pada hari kedua di Brunei kami mengunjungi berbagai obyek wisata di Kota Bandar Seri Begawan dan Brunei Muara.
      Setelah sarapan kami langsung menuju ke obyek wisata pertama yaitu Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah.
       
      1.Masjid Jame’ Asr  Hassanil Bolkiah
      Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah merupakan satu dari dua masjid besar di Bandar Seri Begawan. Masjid besar satunya yaitu Masjid Omar Ali Saifuddien yang sudah saya kunjungi pada hari pertama di Brunei. Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah merupakan wakaf dari Sultan Hassanal Bolkiah dan menurut guide kami tidak diketahui berapa total biaya yang digelontorkan untuk membangun masjid ini karena semua biaya ditanggung oleh Sultan Brunei.  Masjid ini memiliki 29 kubah emas, 2 kubah emas besar dan 27 buah kecil. Dua puluh Sembilan kubah mengandung arti Sultan Hassanal Bolkiah yang membangun masjid ini merupakan Sultan Brunei yang ke-29. Masjid ini juga memiliki 4 menara dengan ketinggian 58 meter.

      Hari Kamis dan Jumat masjid tidak menerima kunjungan turis, jadi kami pun masuk ke masjid dengan tujuan untuk sholat dhuha. Kan setelah sholat juga bisa sambal melihat-lihat bagian dalam masjid. Oh ya di masjid ini terdapat larangan berfoto/memotret bagian dalam masjid. Jadi ya saya pun cukup menikmati keindahan bagian dalam masjid dengan lensa mata saja. 

      Tempat wudhu wanita lumayan luas dan tersedia banyak kran untuk wudhu, jadi tak perlu lah sampe antri untuk ambil wudhu. Ruang sholat wanita terletak di lantai dua, ruangannya luas dan nyaman berAC. Bahkan karpetnya tebal dan nyaman, ternyata menurut guide karpet masjid ini terbuat dari kapas berkualitas tinggi dari New Zealand dan karpetnya diproduksi di Thailand. Di dinding masjid bagian atas terdapat kaligrafi berwarna emas. Juga terdapat lampu gantung Kristal yang dilapisi emas berasal dari Austria.
      Setelah selesai sholat saya melanjutkan melihat-lihat dan berfoto di bagian luar masjid. Di bagian depan masjid terdapat pilar-pilar yang terbuat dari Blue Marble dan lmapu gantung yang cantik.  
       

      Di bagian kanan  masjid terdapat tangga melingkar berwarna putih dan terdapat escalator di bagian tengah.
      Masjid ini mempunyai taman dan tempat parkir yang luas.  Di bagian depan taman terdapat deretan pohon palem dan air mancur. 
       
      2.Darul ‘Ifta Building – Gedung Galeri Islam Brunei
      Kami hanya photo stop disini, jadi tidak masuk ke dalam gedungnya. Disini terdapat dua gedung, di gedung lama yang juga masih aktif terdapat perpustakaan Islam Brunei. Perpustakaan ini juga mengkoleksi mushaf Al Quran ukuran mini.
       

      Sedangkan gedung yang baru lebih megah dan besar masih dalam tahap penyelesaian. Rencana gedung ini akan menjadi Gedung Galeri Islam Brunei.
       

       
      3. Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri
      Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri terletak di Kampung Mentiri, Brunei Muara. Masjid ini dibangun atas perintah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah pada 10 April 2017 untuk menggantikan Masjid Rancangan Perumahan Negara Kampung Mentiri yang habis terbakar pada 5 April 2017. Pelaksanaan pembangunan Masjid Hassanal Bolkiah Kampung Mentiri dimulai pada 2 Mei 2017 dan selesai sepenuhnya pada 19 Juni 2017, jadi masa pengerjaan masjid hanya 49 hari saja. Amazing yaaa…
       

       
      Masjid Hassanal Bolkiah diresmikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah dan sekaligus dipakai untuk sholat jumat pada tanggal 23 Juni 2017. Masjid ini bisa menampung sekitar 3500 jamaah. Masjid ini juga merupakan pusat kegiatan keagamaan, jadi di masjid ini terdapat banyak ruangan sesuai untuk peruntukannya, seperti ruang meeting/menerima tamu, ruang makan/untuk menjamu tamu, pantry dan lain-lain.
      Disini kami diijinkan berfoto/memfoto bagian dalam masjid.

       

                               
       
      4. Malay Technology Museum / Museum Teknologi Melayu
      Museum Teknologi Melayu terletak di Simpang 482, Kampung Kota Btu, Brunei Darusalam. Bangunan museum ini merupakan sumbangan dari perusahaan Royal Dutch/Shell Group pada saat kemerdekaan Negara ini pada tahun1984. Museum ini dibuka secara resmi pada tanggal 29 Februari 1988. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. 
       

      Malay Technology Museum menampilkan teknologi dan diorama sejarah peradaban masyarakat melayu Brunei pada jaman dahulu.
       
      Display museum terbagi dalam galeri utama yaitu:
      1   1. Ruangan yang berisi diorama miniature bentuk rumah di Kampong Ayer pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Selain itu juga terdapat beberapa jenis perahu seperti perahu layar yang digunakan untuk pengangkutan  jarak jauh, dan menangkap ikan di pesisir laut, serta perahu gubang yang digunakan untuk transportasi antar rumah, serta perahu yang dipakai untuk menjual barang dagangan.  
          
       
           2. Ruangan yang berisi diorama teknologi tradisi masyarakat di Kampong Ayer pada jaman dahulu, seperti, menjala ikan, membuat perahu, pasar terapung, membuat perkakas rumah, menenun kain,  pandai besi tembaga, emas dan perak.
       

       
           3. Ruangan yang berada di lantai atas, berisi diorama miniatur rumah dan aktifitas masyarakat yang tinggal di daratan seperti suku Dayak dan Kadasan Dusun. Aktifitasnya antara lain: menganyam rotan, membuat gula dan mengolah sagu.

       
      Salah satu keunikan dari tangga spiral menuju ke lantai dua ini juga terdapat art work berbentuk seperti rencengan lampu.

       
      Setelah selesai berkeliling museum, kami pun melanjutkan perjalanan untuk kembali ke kota Bandar Seri Begawan. Oh ya tak jauh dari Museum Teknologi Melayu ini terdapat Museum Brunei, tapi saat itu sedang renovasi jadi kami hanya lewat saja.

      Setelah sampai di kota Bandar Seri Begawan sudah sore hari, kami menuju ke Pasar Pelbagai Barangan Gadong.
       
      5. Pasar Pelbagai Barangan Gadong
      Pasar ini seperti night market, buka mulai jam 4 sore sampai jam 8 atau 10 malam gitu. Bangunan Pasar Gadong lumayan besar, terdiri dari 3 blok dengan . Di seberang pasar ini juga terdapat seperti open air market gitu tapi sepi kalau sore. Nah disini terdapat mushola jadi kalau tiba waktu sholat maghrib pengunjung Pasar Gadong bisa sholat disini.

      Di Pasar Gadong kita bisa menemukan aneka makanan dan minuman, buah-buahan dan ada beberapa stand yang menjual pakaian. Bangunan pasar lumayan luas, bersih dan nyaman. Selain itu juga tersedia meja dan kursi jika kita ingin duduk menikmati makanan/minuman yang sudah kita beli. Kebanyakan warga Brunei yang bekerja akan mampir ke pasar ini membeli makanan untuk makan malam di rumah.

       
      Disini saya membeli aneka buah-buahan dan durian kupas. Ketika saya sedang makan buah di meja dekat penjual durian, ada sepasang suami istri yang sedang membeli durian lalu mereka numpang di meja saya untuk membuka dan meletakkan durian ke dalam kotak makanan yang sudah dibawanya. Nah sambil meletakkan durian ke kotak si bapak dan ibunya mengajak kami ngobrol, bertanya kami datang dari mana? sudah berapa lama di Brunei? Eeh, tak lama kemudian si ibunya membagi kami separuh durian (sepertinya durian musang king), kami pun berterima kasih plus  basa-basi kok banyak banget kasih duriannya. Kemudian sebelum mereka pulang mereka pun memberi kami 1 pack durian kuning. Ya Allah…rejeki nomplok nich.

       
       
      6. Shopping time di  Happy Star and The Mall
      Tujuan pertama saya yaitu mencari magnet kulkas, nah saya akhirnya menuju ke toko Happy Star, berada di deretan ruko yang tak jauh dari The Mall. 
       

       
       
      Di toko ini saya membeli magnet kulkas harga $ 10 dapat 3 pcs dan kaos I Love Brunei seharga $ 12.90. Gileee mahal banget, padahal mah bahannya juga biasa aja. Setelah selesai membeli souvenier saya pun menuju The Mall, karena memang penduduk Brunei tidak banyak jadi mall pun tidak terlalu ramai pengunjung. Saya pun cuma melihat-lihat saja, tak membeli apapun, secara harga di Brunei lumayan mahal jadi sayang uangnya lah kalau mau belanja.  
      Dari The Mall kami pun menuju ke restoaran untuk makan malam kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.
      Oh iya, kebetulan kami menginap di Hotel Jubilee, nah di dekat hotel terdapat Teng Yun Temple. Seperti pada umumnya kelenteng ini berwarna merah, kontras dengan bangunan di sekitarnya, bahkan di bagian belakang dan samping Teng Yun temple berdiri bangunan gedung yang megah dan tinggi. 

       
    • By Burhan Abdillah Sanjaya
      Objek wisata alam merupakan destinasi paling diminati ketika memasuki musim liburan, namun seiring memasuki era globalisasi di kota-kota besar, maka wisata alam pun mulai tersisihkan. Namun tetap saja manusia memerlukan tempat hiburan guna menjernihkan pikiran mereka setelah dibuat lelah oleh rutinitas pekerjaan maupun berbagai kegiatan sekolah. Oleh sebab itu di jaman modern seperti sekarang, pihak pemerintah telah bekerja sama bareng swasta mendirikan berbagai objek wisata buatan mengusung konsep theme park di kota-kota besar salah satu nya di kota Tangerang Banten. Tempat rekreasi Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten mungkin bisa dijadikan referensi wisata menyenangkan bersama keluarga maupun kerabat. Objek Wisata Tangerang ini menyediakan berbagai sarana hiburan berupa permainan seru yang dapat menghibur wisatawan.

      Selain menjadi arena bermain menyenangkan, sepertinya pihak pengelola juga menyisipkan nilai-nilai pendidikan disana. Terlihat dari sejumlah miniatur keajaiban dunia, misal disana ada miniatur candi Borobudur, Menara Pisa, Piramida, Candi Prambanan, Colloseum, Spinx, gerbang Ishtar, kuil Karnak-Ziggurat dan Mercusuar Iskandariyah. Dari miniatur tersebut setidaknya pengunjung diharapkan menyaksikan langsung bangunan-bangunan bersejarah serta budaya-budaya didalamnya.
      Terdapat juga banyak wahana permainan di Citra Raya World of Wonder Tangerang seperti Taman Satwa, Kincir Jurrasic, Cangkir Puntir, Kuda Ria, Arena Tangkas, Katak Kejut, Outdoor Playground, Perahu Tembah, Paralayang, Perahu Liberty, Rumah Angker, Sepeda Layang, Keliling Dunia, Kebat Kebit, Mobil Gladiator, Ayunan Kaisar, Kereta Minoan, Gasing Alexandria, Cinema Phartenon dan masih banyak wahana permainan lainnya.

      Keberadaan wahana permainan serta wahana edukasi yang disediakan tentu menjadi daya tarik utama wisata Banten ini, belum lagi tersedianya sejumlah fasilitas wisata disediakan untuk pengunjung yang diharapkan semakin memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga mereka betah berlama-lama ditempat wisata. Fasilitas umum tersedia disana antara lain area parkir luas, kamar mandi umum, tempat-tempat istirahat, berbagai spot-spot foto corner kekinian dan peta lokasi wisata yang tertera di depan pembayaran tiket masuk.
      Nah, bagaimana kawan-kawan jalan2.com dari informasi diatas sudah dapat gambaran dari destinasi wisata Tangerang ini kan. Supaya bisa mencoba berbagai wahana permainan dan berswafoto disana, tentunya kawan wajib mengeluarkan biaya tiket masuk terlebih dulu. Tiket masuk Citra Raya World Of Wonders Tangerang Banten dibagi menjadi dua yakni hari selasa hingga jum'at(weekday) sebesar Rp. 65.000 sedangkan tiket weekend dan musim liburan dikenakan biaya sebesar Rp. 75.000 per wisatawan.
      Jam buka Citra Raya World Of Wonders mulai buka pada pukul 10.00 WIB hingga tutup kembali pada pukul 18.00 WIB untuk weekday sedangkan weekend buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup kembali pada pukul 18.00 WIB. Theme park Tangerang ini berada di perumahan Citra Raya Blok KH 01Sektor 3.1, Kawasan Wisata Mardigrass Citra Raya, Cikupa, Mekar Bakti, Panongan, Kota Tangerang, Banten.