• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
chell

New York - The Dream City

45 posts in this topic

New York - The Dream City

 

 â€œNew York, New York..I want to wake up in that city, That never sleepsâ€

Lirik lagunya Frank Sinatra ini dengan sempurna menjelaskan mimpi saya akan New York. Dan ketika mimpi itu menjadi kenyataan, sungguh luar biasa gembira rasanya. Sebelumnya hanya melihat New York lewat film-film dan berita, membacanya di buku-buku, dan mendengar cerita dari orang-orang yang pernah ke sana, dan semuanya itu menciptakan mimpi besar untuk mengujungi New York.

Saya tertarik dengan kehidupan Amerika. Negara yang dipuja sebagai lambang peradaban modern, tapi juga merupakan Negara paling dibenci oleh kelompok-kelompok tertentu karena dianggap sebagai lambang hedonisme dunia. Kebesaran dan kontroversinya membuat Amerika dimana New York City adalah simbolnya menjadi kota paling ingin dituju oleh banyak orang termasuk saya.

Dan akhirnya sayapun berkesempatan menginjakkan kaki di New York. The most famous city in the world.

 

Fly Away

Menuju New York City menggunakan pesawat Cathay Pasific yang transit di Hongkong. Jarak tempuh Jakarta-Hong Kong 5 jam. Transit di Hongkong sekitar 3 jam dan melanjutkan penerbangan ke New York dengan waktu tempuh sekitar 15 jam. Perjalanan panjang ini menjadi terasa berkesan karena saya berangkatnya sendirian.

Tengah malam tiba dan menginjakkan kaki di Bandara JFK.  Langsung terasa hawa dinginnya. Bulan Juni disana masih cukup dingin buat saya yang dari negeri tropis. JFK sungguh berbeda dengan HKIA dari segi arsitektur dan interiornya. Jika HKIA modern, futuristik dan megah maka JFK kebalikannya, konvensional, sederhana, namun elegan.

Yay! I’m in New York!

 

New York Terkenal dengan Yellow Cab-nya

post-20195-0-90219200-1389278809_thumb.j

 

Hostel

Selama di New York menginap di hostel West Side YMCA, yang beralamat di 5 West 63rd Street, New York. Hostel ini lokasinya sangat strategis. Berada di daerah Colombus Circle, sehingga dekat dengan pusat wisata di NY seperti Central Park, Natural History Museum, Lincoln Centre, Broadway, Times Square, Empire building. Semuanya cukup dengan berjalan kaki. Mengesankan bukan? Harga room  sekitar 70 dollar ketika itu. Kamarnya bersih, kasur dan bantalnya sangat nyaman, dan diganti setiap hari. Petugas kebersihan setiap hari datang untuk membersihkan kamar. Oh ya, jangan meninggalkan barang apapun di atas meja atau di kamar mandi hostel. Saya punya pengalaman tidak mengenakkan, yaitu kehilangan gelang giok unik pemberian teman saya yang orang Mynmar, ketika kami bertemu di Laos. Padahal menurut teman saya itu, giok dari Myanmar  adalah giok asli dan terbaik di dunia. Sebenarnya salah saya sendiri karena meninggalkan gelang tersebut di kamar mandi. Fasilitas hostel lainnya adalah: kolam renang, internet (lobby), ruang mencuci baju, dan kafetaria.

post-20195-0-86087200-1389278998_thumb.j

 

Transportasi

Transportasi di New York teratur dengan baik. Pergi kemana saja cukup mudah. Petunjuk arah, nama jalan terpampang dengan jelas, ada di setiap sudut/persimpangan. Disana untuk jalan jalan utama akan disebut dengan “Avenue†sering disingkat “Ave†saja. Untuk jalan dalam kota yang lebih kecil dari Avenue, disebut dengan “Streetâ€, misalnya 63rd Street, dengan tambahan arah mata angin.

Peta akan sangat membantu ketika akan menjelajahi NY. So, jangan lupa untuk selalu membawa peta. Peta NY sangat mudah didapatkan, tersedia di tempat-tempat umum. Peta-nya sangat detail dan jelas. Semua lokasi dari objek wisata, restoran, museum bisa anda temukan dengan mudah karena ada dalam peta dan ada keterangan bagaimana untuk menuju ke tempat tersebut.

Alat transportasi yang paling umum, mudah dan murah adalah dengan menggunakan subway atau bus. Subway mirip commuter line kalau di Indonesia. Untuk naik subway atau bus, cukup menggesekkan “metro card†yang bisa dibeli di semua station. Yang membuat kagum adalah subway station-nya yang bisa sampai 5 tingkat dibawah tanah. Sungguh luar biasa perancanaan & tata kota di sana.

 

Exploring New York – Things to do and Places to See

Ngapain aja selama di New York? Seingat saya inilah hal-hal yang saya lakukan dan kunjungi disana:

Colombus Circle

Colombus Circle adalah area persimpangan antara Eight Avenue, Broadway dan Central Park. Bundaran HI kalau di Jakarta. Tepat di tengah-tengahnya ada tugu Christopher Colombus sang penemu benua Amerika. Area ini sangat ramai karena disini juga terdapat salah satu pintu masuk ke Cental Park, serta subway terminal. Beberapa gedung terkenal yang ada di sekitar sini adalah: CNN, Time Warner Center, Trump International Hotel &Tower. Karena hostel tempat menginap sangat dekat, maka setiap hari pasti mewati tempat ini. Jika hari mulai agak siang, tempat ini akan menjadi sangat ramai. Ramai dengan manusia maupun kendaraan.

post-20195-0-55076100-1389279613_thumb.j

 

Zoo n Parks

Di New York banyak terdapat Zoo, Park dan Aquarium. Beberapa zoo yang saya kunjungi adalah: Queens Zoo, Central Park Zoo, Prospect Park Zoo di Brooklyn, dan zoo yang terbesar di New York yaitu Bronx Zoo Terlihat bahwa masyarakat disana memiliki minat yang cukup besar mengunjungi zoo. Tidak perlu keliling dunia untuk melihat hewan-hewan yang ada di setiap negara. Datang aja ke Zoo disini. Disini saya melihat, hewan-hewan yang berada zoo terawat dengan sangat baik  terlihat bahagia.  Zoo disana dirancang dengan sangat cermat dan berteknologi tinggi tapi sangat mengutamakan kenyamanan para hewan yang ada. Bahkan sebagian besar zoo keeper disana menjadi vegetarian.

Banyak program-program edukasi yang ditawarkan oleh setiap Zoo. Progamnya sangat menarik dan kreatif. Misalnya di Central Park Zoo, ada teatrikal bagi anak-anak bahkan ada untuk balita. Benar-benar mengesankan dan sangat kreatif! Mengunjungi kebun binatang di NY adalah aktivitas yang sangat menarik dan sangat berkesan bagi saya. Dan sangat tidak membosankan!

post-20195-0-68595300-1389280177_thumb.j

Banyak hewan-hewan yang “asing†dimata saya, dan merupakan pengetahuan baru yang menarik .

hewan tercantik yang pernah saya lihat, namanya Alpaca

post-20195-0-95838200-1389279965_thumb.j

 

Nge-Wine

Dekat dengan hostel ada Sidewalk Café yang setiap hari pasti melewati tempat ini dan selalu ramai ketika sore/malam hari. Kesannya romantic, seperti di film-film. Seorang teman mengundang saya dan teman dari Mongolia kesana (diundang brarti gratis dong). Maka dipilihlah red wine yang tidak saya mengerti merknya apa :D. Oh ya, pelayannya sabar lho menjelaskan jenis-jenis wine, tahun pembuatannya, dimana asalnya, perusahaan pembuatnya apa, dll. Setelah 1 gelas penuh red wine saya habis, kepala sayapun mulai terasa pusing. Wah dasar orang tropis, resistensi terhadap alcohol sangat rendah. Jangan lupa menikmati sensasi minum wine di negeri orang, sambil liat cowok-cowok bule yang lalu lalang :D.

 

Central Park

NY menyebut dirinya sebagai “Green City†sangat relevan karena kota ini memiliki area hijau yang sangat luas yaitu Central Park. Taman hutan ini terletak di tengah-tengah kota New York, luasnya mungkin setengah New York. Ada banyak hal yang bisa anda lakukan disini, karena banyak sekali aktifitas yang ditawarkan. Menonton drama juga bisa disini. Saya menyempatkan untuk ke Towernya dan melihat view central park yang sangat menarik. Central Park sering menjadi lokasi pembuatan film. Ada danau yang sangat indah disini, yang jika musim dingin tiba, akan menjadi tempat untuk ice skating.

post-20195-0-82939500-1389285305_thumb.j

 

 

Cinema

Bersama dua orang teman sehostel, kami menikmati nonton film bioskop disana. Salah satu dari kami berasal dari Mongolia, kami memutuskan untuk menonton film yang berjudul “Mongol†di Lincoln Plaza.  Harga karcisnya 11 dollar. Harga karcis disana berbeda menurut umur. Untuk untuk yg berumur 65 tahun keatas dan anak-anak harganya 8 dollar saja.

post-20195-0-19855900-1389280593_thumb.j

Waktu masuk ke dalam teaternya sudah membayangkan seperti masuk ke XXI atau 21, dengan kursi-kursi  empuk dan besar. Disana kursinya mirip kursi lipat yang ukurannya pas untuk duduk saja (dudukannya akan terangkat dengan sendirinya ketika kita berdiri) namun anehnya sangat nyaman. Ruangannya seperti teater kecil, bersih dan elegan. Sepanjang film berlangsung tidak ada suara orang mengobrol, atau makan/minum. Benar-benar tidak ada suara lain selain suara film. Semuanya serius memandang layar. Tidak ada juga yang angkat kaki di atas kursi. Semuanya duduk dengan sopan. Filmnya sih menceritakan tentang kehidupan Genghis Khan ‘Sang Penakluk†dari Mongol. Sebelum menonton film ini, saya taunya si Genghis Khan itu panglima perang yang “jahatâ€, tapi setelah menonton film ini baru saya tahu kalau dia itu seorang ksatria hebat yang punya “hatiâ€. Seorang pahlawan dan ksatria yang sangat hebat. Karena yang menonton semuanya serius, saya sampai berpikir mungkin yang menonton adalah para professor sejarah :D.

 

Broadway Stage

Kalau ke New York belum lengkap kalau belum menonton panggung Broadway. Broadway sendiri adalah nama suatu kawasan di Manhattan, sepanjang jalan tersebut adalah gedung-geduang teater. Sebelumnya saya tidak terlalu paham yang namanya Pertunjukan Broadway. Dalam bayangan saya Broadway itu seperti pertunjukan drama biasa yang ada tariannya. Ternyata setelah melihat sendiri pertunujukan Broadway itu, saya hanya bisa komentar: “mengagumkan, luar biasaâ€. Pertunjukan Broadway yang saya saksikan untuk pertama kalinya dalam hidup, judulnya “The Lion Kingâ€, yang terkenal dengan istilah “Hakuna Matataâ€-nya. Pertunjukannya luar biasa. Sungguh menakjubkan dan indah. Pemain-pemainnya sangat professional, mereka menari, bernyanyi, melompat, terbang, benar-benar atraksi yang luar biasa. Tata panggung dengan efek cahayanya sungguh luar biasa. Panggungnya bisa berputar, berubah, naik-turun, maju-mundur. Benar-benar teknologi  yang sangat mengesankan. Suara-suara mereka terdengar sangat merdu. Dan semuanya itu nyata! Luar biasa indah!

Setelah masuk ke dalam teater kita tidak diperbolehkan mengambil atau merekam gambar.

post-20195-0-06568700-1389280897.jpg

post-20195-0-23229500-1389281094_thumb.j

 

World Trade Centre – Ground Zero

Sejak kejadian “11 Septemberâ€, lokasi berdirinya WTC menjadi objek wisata yang paling ingin dituju oleh turis. Lokasi dimana pernah berdiri gedung tertinggi di dunia itu kini hanyalah sebuah area kosong dengan puing yang berserakan. Sekeliling area telah dipagari dan terlihat beberapa pekerja dan alat-alat berat disana tanda area tersebut sedang akan dibangun kembali.  Meskipun hanya melihat puing, namun suasana emosional sangat terasa disini. Banyak sekali wisatawan yang datang, namun semuanya sepertinya sepakat untuk diam tak bersuara untuk sejenak, merasakan dan menghayati momen peristiwa 11 September 2001 ketika 3000-an manusia berakhir hidupnya dengan tragis di tempat ini. May their souls rest in Peace, and God Bless America!

post-20195-0-44157700-1389284743_thumb.j

 

Brooklyn Bridge

Jembatan Brooklyn merupakan jempatan yang paling terkenal di NY, yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn dan merupakan salah satu jembatan tertua di NY, selesai dibangun pada Tahun 1883, dan masih kokoh berdiri sampai sekarang. Banyak wisatawan yang datang ke sini. Jembatan ini bagian atasnya memang dikhususkan bagi wisatawan, pijakannya masih dalam bentuk baris-baris kayu, kesan bahwa jembatan tersebut telah bertahan selama ratusan tahun sangat terasa ketika berjalan disini. Di bagian atas jembatan ini tidak ada kendaraan bermotor yang lewat, kecuali sepeda. Brooklyn Bridge merupakan salah satu tempat untuk menikmati pemandangan Kota New York. Kesannya sangat dramatis lho. Anda berada di Jembatan yang usianya ratusan tahun memandang gedung-gedung pencakar langit yang mengelilinginya. Jembatan ini menjadi saksi bisu perkembagan kota New York.

post-20195-0-85010100-1389281568_thumb.j

post-20195-0-90267600-1389284127_thumb.j

 

Statue of Liberty

Patung Liberty merupakan maskotnya kota NY, tidak lengkap rasanya jika ke New York  jika tidak melihat Patung Liberty, lambang “kebebasan†bagi orang Amerika. Patung yang terletak di Ellis Island ini telah berdiri sejak Tahun 1886. Waktu itu saya menggunakan cara gratis untuk melihat Patung Liberty ini. Caranya adalah dengan menumpang Staten Island Fery (fery antar pulau) naik dari Whitehall fery Terminal. Ferinya gratis! Fery ini akan melintasi Ellis Island dari jarak yang cukup bagi mata untuk menikmati kemegahan patung lady yang berwarna hijau tersebut. Meskipun hari itu sedang mendung dan berkabut namun pemandangan Patung Liberty tetap masih bisa dinikmati dengan cukup jelas. Aura “kebebasan†patung ini seakan mempengaruhi siapa saja yang melihatnya. Rasanya seperti bebas lepas dan bahagia. Tepuk tangan spontan dan serentak akan menggema di atas ferry ketika melintas disini. Untuk pulangnya tetap dengan fery yang sama. Tidak usah turun, ferynya akan langsung kembali lagi ke Manhattan kok. Pengguna jasa Staten Island ferry ini kebanyakan adalah turis.

post-20195-0-63736800-1389281747_thumb.j

post-20195-0-67683400-1389281958_thumb.j

 

Battery Park

Dekat dengan Whitehall Fery Terminal dan masih dalam satu area, terdapat lokasi yang sayang jika dilewatkan. Namanya Battery Park. Di taman ini terdapat  benteng yang namanya Castile Clinton National Monument .  Bangunan berbentuk lingkaran dengan susunan bata merah ini merupakan benteng yang dibuat Tahun 1812, untuk melindungi Kota New York dari serangan Armada Inggris. Kalau tidak ada benteng ini mungkin Ny tidak seperti sekarang. Selain itu di taman ini juga terdapat sebuah patung phoniex (lambang negara Amerika)yang berhadapan dengan sebuah  monumen yang dipenuhi dengan ratusan nama. Monumen ini bernama East Cost Memorial, dan berhadapan tepat dengan Patung Liberty. Monumen ini dibangun untuk mengenang dan menghormati 4,601 warga Amerika yang hilang di Samudra Atlantik selama Perang Dunia II.

post-20195-0-63952600-1389282143_thumb.j

 

Times Square

Pastinya, semua turis yang ke New York tidak akan melewati yang namanya “Times Square†ini. Kenapa New York disebut sebagai City of Lights, City that never sleep..? alasannya ada di Times Square ini. Di lokasi ini, ketika malam hari, semua gedung di sekitar situ akan “menyala “, menjadi terang benderang dan gemerlapan. Times Square pun akan berubah menjadi “Kota Cahayaâ€. Times Square merupakan daerah Manhattan yang paling ramai, sibuk dan gemerlap. Ribuan orang tumpah ruah dijalanan ini.  Jalan di Times Square sampai berdesak-desakan. Disini kita akan bertemu dengan semua ras manusia. Yang pasti semua pengunjung akan terpesona dengan suasana gemerlapnya Times Square. Oh ya, ada banyak toko souvenir di sepanjang jalan Times Square.

post-20195-0-34224700-1389282333_thumb.j

 

American Museum of Natural History

Cukup jalan kaki dari hostel maka sampailah di Museum yang terkenal dengan kerangka dinosaurusnya. Museum ini sangat besar dan luas. Tidak cukup sehari untuk mengeksplorasi semua sudut gedung ini. Museum disini sangat menarik, informatif dan tertata dengan baik. Tidak ada aura ‘dingin’ dan membosankan selama berada di dalam museum. Yang ada hanya rasa kagum melihat bagaimana ‘masa lalu’ itu tersimpan rapi disini. Saya pertama kalinya menonton 4 dimensi disini, yaitu di Hayden Planetarium, ceritanya tentang bagaimana bumi ini tercipta.

post-20195-0-30298100-1389282764_thumb.j

 

Coney Island, Brooklyn

Menuju Coney Island cukup menggunakan subway. Coney Island merupakan semenajung di Samudra Atlantik, terkenal dengan pantainya yang indah. Ketika memasuki kawasan Coney Island terasa suasana yang tenang dan sepi. Tapi ketika anda sampai di pantai, anda akan menemukan keramaian.Tujuan sebenarnya untuk melihat Aquarium terbesar di New York. Sebuah lokasi wisata edukasi tentang hewan-hewan laut.  Saya sempat menyaksikan pertunjukan lumba-lumba disini. Koleksi hewan laut disini sangat lengkap dan mengaggumkan

Coney Island juga menjadi lokasi syuting film hollywood. Pemandangannya ala film Baywach dimana para baywatchernya berlarian di sepanjang pantai bisa dinikmati disini. Yang paling  terkenal di Coney Island adalah wooden rollercoaster yang bernama “Cycloneâ€. yang letaknya sangat dekat dengan pantai. Cyclone Rollercoaster ini terkenal seantero Amerika. Karena penasaran, sayapun berniat mencobanya. Agak ngeri juga melihat kondisi rollercoasternya yang terlihat usang dan tua itu. Dan ternyata rollercoaster itu sudah ada disana sejak Tahun 1927! Termasuk rollercoaster tertua di dunia. Dan, inilah pengalaman seumur hidup yang tak terlupakan. Pertama kalinya saya naik rollercoaster. Dan tidak tanggung-tanggung naiknya langsung yang tertua didunia. Dan pengalaman sekali itu sudah cukup bagi saya,rasanya jantung ini telah berhenti berdetak. Bagaimanapun, pengalaman itu lebih baik daripada tidak sama sekali bukan?!

Penjaga pantai dengan latar belakang Cyclone Rollercoaster

post-20195-0-57856900-1389282971_thumb.j

 

UN Headquaters

Markas besar PBB, ada di Kota New York, kalau sudah ke New York jangan melewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat dimana negara-negara sepakat bersatu atas nama “kemanusiaan†. Disinilah keamanan dunia dibahas, dibicarakan dan diatur. Tur di dalam gedung PBB merupakan ‘perjalanan’ yang informatif. Ada tur guide yang akan menjelaskan semua hal kepada anda. Dari semua ruangan yang dikunjungi, yang paling berkesan adalah 2 ruangan yang paling terkenal yaitu General Asembly Hall, tempat Sidang Umum PBB dilaksanakan setiap tahunnya, dan UN Security Counsil Chamber, yaitu ruangan sidang khusus negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB. Yang membuat kunjungan ini sempurna adalah ketika saya menikmati lunch di Delegate’s Dining Room-nya. Fancy dining dengan makanan yang indah dan mewah, ada pelayan yang siap untuk menuangkan anggur anda, makan sambil menikmati suasana Manhattan dari puncak gedung. Kunjungan yang sangat sempurna.

post-20195-0-01507200-1389283215_thumb.j

Assembly Hall

post-20195-0-14709300-1389283483_thumb.j

 

Fifth Avenue

Bagi para fashionista, pasti tidak akan melewati Fifth Avenue di Manhattan. Disini sepanjang jalan berdiri butik-butik dari merek-merek terkenal. Saya sih cukup melihat aja, tidak berani masuk. Takut pingsan lihat harga barangnya. Melewati butik Victoria Secret, kaca etalase toko terang dan menyaksikan pemandangan yang cukup mengesankan ternyata pakaian dalam disitu langsung diperagakan oleh gadis-gadis cantik.  Saya mau foto tapi takut.  Di Fifth Avenue ini juga ada sebuah bangunan unik dan bersejarah yaitu gereja St. Patrick Cathedral, yang sangat terkenal karena arsitektur yang luar biasa indah yang telah berdiri sejak Tahun 1858.

post-20195-0-87433500-1389283650_thumb.j

 

Maskot Wall Street

post-20195-0-39521200-1389283986_thumb.j

 

Thing’s To Know

  • New York mengklaim kalau mereka memiliki air terbersih di dunia. Ada banyak kran air tersedia di semua tempat umum baik di taman maupun dalam gedung. Air mineral ukuran 200 ml harganya 2 dollar.
  • Berjalanlah di Manhattan. Lihatlah Wall Street, Gedung Rockefeller, Madame Tussauds, The Ripley’s. Banyak hal yang unik di jalanan Manhattan. Banyak arsitektur menarik.
  • Lihatlah sisi lain dari New York. Pergilah ke Jackson Heights, daerah pemukiman India dan cobalah makan makanan India disana. Juga pergilah ke China Town, daerah pecinan. Kedua tempat tersebut jauh berbeda dengan Manhattan yang cantik dan gemerlap. Pergi ke dua tempat tersebut berasa “menginjak bumiâ€. Tapi sangat disarankan untuk berhati-hati di sana, jangan sampai terlalu malam berada di kawasan tersebut bagi anda yang baru pertama kalinya ke NY.
  • Ketika masuk di toko buku Barnes & Noble, tokonya sangat tenang dan sepi. Mendadak ingin bersin. Berusaha ditahan namun tidak bisa. Dan sayapun dengan suksesnya memecah kesunyian dan ketenangan toko :D.  Tiba-tiba dengan tenangnya seorang  pria yang sedang membaca  disamping saya berkata: “bless you..†Saking kagetnya, bersin lanjutannya gak jadi deh hehe.. So jangan kaget jika nanti anda bersin dan orang di samping anda tiba-tiba bersuara.
  • Ada juga pengemis di NY. Sempat lihat satu orang pengemis di daerah Colombus Circle, tapi besoknya orangnya udah tak terlihat lagi.
  • Untuk membeli keperluan-keperluan pribadi, mis: sabun, etc, jangan mencari mall karena di NY mall tidak menjamur seperti di Indonesia. Pergilah ke Drug Store (mirip Century, Guardian) buka 24 jam, dan semua kebutuhan pribadi lengkap ada disana. Drug Store disana lebih mirip supermarket karena sangat lengkap.
  • Bawalah obat-obatan pribadi anda, di NY anda hanya bisa membeli obat kalau ada resep dokter.
  • Yang paling umum dijumpai di NY adalah orang yang berjalan-jalan sambil membawa anjing serta orang-orang yang mendorong baby stoller. Populasi manusia dan anjing di NY mungkin 2:1 :D. Segala jenis anjing bisa ditemukan di jalanan NY. So, jangan heran dengan bau kencing anjing di sepanjang jalan NYC :D. Pengen sebenarnya adopsi anjing, tapi urusannya panjang.
  • Di hostel biasanya tersedia banyak sekali booklet maupun majalah berisi informasi wisata. Ada banyak kupon diskon untuk masuk objek wisata yang ditawarkan disitu.
  • Cobalah makan makanan tradisional Amerika yaitu Pretzel. Banyak dijual di pinggiran jalan NY.
  • Buffalo wings di sana rasanya amaat sangaat assaaam.
  • Jika makan di kafetaria, McD, atau chinese food, pokoknya semua yng tidak ada pelayannya maka jangan lupa untuk membersihkan meja dan membuang sisa makan ke tempat sampah dan mengembalikan nampan ke tempatnya.
  • Jika makan di restoran yang artinya adala pelayan berseragam, jangan lupa untuk memberikan tip.
  • Gunakan airport shuttle jika mau ke bandara. Taxi kuning atau taxi yang hitam itu pakai argo dan mahal. Dengan airport shuttle cukup membayar 25-30 dollar. Cara memesan cukup mudah, tinggal telepon. Lakukan pemesanan sehari sebelumya. Oh ya jangan lupa untuk memberikan tip kepada pak supir ya (di Amerika semua yang bersifat “jasa†harus ada tip).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@chell

wuih NY neh mba chell mantap

waktu kesini kapan ya mba ?

 

jadi kira2 living cost disana termasuk mahal ya ?

oya FR nya lengkap banget neh keren mba

 

btw suka anjing ya mba

saya adopsi puppy pomeranian namanya Gio hhehehe

 

post-6-0-55796300-1389318397_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

@chell

very nice report dan salut untuk solo travel-nya. Btw, bisa share info waktu itu kenapa bisa ada niat utk solo travel, atau mungkin ada temen/sodara di NY ? dan pilih Cathay apa dpt promo dan kira2 dpt brp tiketnya ?

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wuiiihhh...keren banget mba FR nyaaaaa :cintaindo

lengkap banget liputan nya..termasuk ada tips nya segala :salut

hmmm...kapan ya gw bisa ke NY :bingung

 

sama bro, belum kesampean naik taksi kuning di NYC, mungkin biar ngga terlalu jauh, kita ke Tokyo dulu bareng Oktober nanti, ada patung Liberty juga kok disana :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

sama bro, belum kesampean naik taksi kuning di NYC, mungkin biar ngga terlalu jauh, kita ke Tokyo dulu bareng Oktober nanti, ada patung Liberty juga kok disana :D

hah oktober??!!...kirain bareng ma momod om..itu momod juga ke tokyo tapi bulan november nya...

ke Jepang prepare brapa nih om kira2??..kali aja "kuat" dompetnya :rate

Share this post


Link to post
Share on other sites

@kyosash iya nih, ditodong ama @deffa makanya keluar juga FR-nya.. hehehe

@deffa terasa mahal karena rupiah kita yang sangaat jauuuh dibawaah nilai tukarnya dengan dollar amerika. tapi kamu kan udah biasa ke singapore, jadi miriplah.. dollar sgp kan 9 rbuan sekarang, dollar amerika 12 rb, deket kan?! jadi bisalah kalo kamu k amrik! eh anjiinggnya cantiiiikk sekaliiiii... kalo dia py anak, bagi doong...!I do love dogs... dulu di rumah sempat sampe 4 anjingnya. sekarang tinggal 1 aja, mirip si Gio mukanya.. bener lho mirip banget struktur mukanya. tapi anjingku kancingan herder.. namanya Chico.. aah jadi kangeen Chico deh....

 

@Nightrain kesananya sendirian tapi kan disana toh ketemu banyak temen juga. sempat hub orang ind waktu itu tapi sayang gak sempet ketemuan karena dianya sibuk. cuma waktu makan di chinese food ketemu orang indonesia yang sudah tinggal disana. oh ya kenapa pilih cathay? karena berharap satu pesawat ama Andy Lau hahahha... Cathay termasuk murah penerbangannya waktu itu..

 

@Sari Suwito hahahaha... FR mbak jugaaa kereeen.. mantaap pokoknya mba! saluut.!

 

@spin_cobra hahahaha.. semuanya dari mimpi dan angan2 dulu.. toh kamu juga dulu gak kebayang kan bisa nginjak tanah papua dan sulawesi kan..?!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta