ulie

Situs peninggalan Kerajaan Majapahit

9 posts in this topic

Majapahit adalah kerajaan terbesar di Nusantara yang berjaya sekitar abad 13 Masehi. Kejayaannya telah tersohor hingga ke mancanegara terutama pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajahmada. Mahapatih Gajahmada sangat terkenal dengan sumpah Palapanya “Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan hidup, sebelum dapat mempersatukan Nusantaraâ€.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama ini, sebagian besar situs kerajaan tersebut ditemukan di daerah Trowulan Mojokerto, diantaranya Candi Wringin Lawang, Candi Bajangratu, Candi Brahu, Candi Tikus, Kolam Segaran dan beberapa artefak serta perhiasan berupa keramik, ataupun emas.

Akan tetapi hingga saat ini sulit sekali dibuktikan dimana posisi tepatnya kerajaan tersebut berada, karena selama ini yang ditemukan hanyanlah situs-situs peninggalannya saja.

Bagi jalan2ers yang pengen berwisata sejarah dapat mengunjungi situs2 tersebut, lokasinya sangat mudah diakses dengan tiket masuk yang sangat murah bahkan ada yang gratis, cuma membayar biaya parkir kendaraan saja, buka mulai jam 9.00 hingga jam 4.00 WIB. Ingin mencoba???

p1010229.jpg?w=300&h=225

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

itu kata bung karno.

dan saya setuju sekali.

jadi, kita harus sering juga mengunjungi tempat wisata sejarah. apalagi yang berhubungan dengan sebuah kerajaan masalalu yang menjadi negara sekarang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

itu kata bung karno.

dan saya setuju sekali.

jadi, kita harus sering juga mengunjungi tempat wisata sejarah. apalagi yang berhubungan dengan sebuah kerajaan masalalu yang menjadi negara sekarang.

setuju... tapi memang bener yaaaaa,,, di Indonesia ini banyak banget situs2 sejarah yaaaaa.........

luar biasa.....

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya benar...jejak sejarah yang direkam melalui situs-situs candi maupun benda2 peninggalan lainnya merupakan bukti sejarah betapa Bangsa Indonesia (nenek moyang kita) adalah bangsa yang beradab dan cerdas yang memiliki kebudayaan yang tinggi, lihat saja Candi Borobudur, Candi Prambanan dan masih banyak lagi lainnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info@ulie; tapi apa sebaiknya ini topik di Jatim aja ya...

 

bukan ini udah masuk topik Jawa Timur...coba dicek kategorinya...udah bener kan?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By jazzmania86c
      Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi Chiang Mai (23-26 Mei 2016). Tapi bukan dalam rangka jalan2, tapi krn ada meeting regional disana (kerja juga urusannya). Tapi tetap, jalan2 tak boleh dilewatkan :D.
      Berangkat menggunakan Thai Airways. Untuk mencapai Chiang Mai, harus transit dulu di Bangkok. Berhubung penerbangan full board, manfaatkanlah sebaik-baiknya.
      Sewaktu transit di Bangkok, kami bertemu rekan2 yang berasal dari Filipina. ternyata kita satu pesawat menuju Chiang Mai.
      Setiba di Chiang Mai Airport, kami segera keluar dan mencari Taxi menuju hotel tempat kami tinggal, di Le Meridien. Ada dua counter taxi, Taxi Meter dan Chiang Mai Airport Taxi. Kami memilih Chiang Mai Airport Taxi krn counternya kosong, dan kena biaya fix dengan menyebut tempat tujuan, yaitu 160 Baht. Esoknya, kami tahu dari rekan kami yang lain yang menggunakan Taxi Meter, ternyata kena fix juga dengan biaya 150 Baht. Jadi silakan pilih yang mana. Taxinya sendiri cukup mengejutkan kami, Pajero lho...hehe.
      Di sekitar Hotel Le Meridien, ternyata adalah lokasi Night Bazaar. Dan Night Bazaar ini ada beberapa macam. Kami masuk ke salah satu Bazaar utk mencari Food Court. Akhirnya setelah dapat, kami memilih Pad Thai, Papaya Salad, Tom Yum. Harga berkisar antara 50-80 Baht.

      Setelah itu kami balik ke hotel dan beristirahat.
      Kami mencoba memanfaatkan waktu yang ada utk explore kota Chiang Mai. Waktu yang tersedia hanyalah pagi hari. Karena meeting dilaksanakan mulai pukul 9AM-17PM. Setelah itu ada acara dinner. Oleh karenanya, pagi hari kami berangkat dari hotel sekitar pukul 5.30. Tujuan kami yang pertama adalah Wat Chedi Luang. Tujuan ini saya pilih karena sesuai petunjuk yg sy gunakan (aplikasi Triposo), terdapat pada daftar nomer 2. Nomer 1 adalah Wat Phra That Doi Suthep, tetapi jaraknya lebih jauh.

      Di Wat ini, utk masuk tidak dikenakan biaya. tapi mulai Juli, akan dikanakan biaya yang akan digunakan utk merawat/merenovasi Wat tersebut.
      Sebenarnya, selain ke Wat, sy juga bertujuan mencari momen Almsgiving (memberi makan ke Biksu) yang dilakukan oleh penduduk setempat di pagi hari (rata2 dimulai pada pukul 6AM). Tapi kami rupanya menempuh jalan yang kurang tepat, sehingga tidak menemukan momen tersebut. Kami hanya menemukan para biksu yang jalan saja. 
      Dalam perjalanan pulang, kami menjumpai Wat2 lainnya, salah satunya Wat Phan On.

      Sore harinya, kami dinner di Windmill Restaurant. Makanannya ok, dengan suasana yang mendukung. Kebetulan cuaca cerah, jadi kami memilih tempat yang outdoor, dengan diiringi musik live.

      Pada tanggal 25, kami memulai pagi dengan mencoba mencari lagi momen Almsgiving dan ke Wat Chiang Man. Wat ini merupakan Wat tertua di Chiang Mai. Akhirnya momen Almsgiving kami dapatkan juga.

      Sewaktu balik ke hotel, kami mencoba snack orang lokal. Dan jelas, makanannya non halah. Isinya liver, daging bakar dan usus. Harganya per pcs antara 5-10 baht.

      Yang enak menurut kami adalah daging bakarnya. Kami sebenarnya ditawari ketan utk menemani makanan tersebut. Tapi kami menolaknya.
      Pada malam harinya, kami dinner di Old Chiang Mai Cultural Center. Disana makannya buffet dan juga non halal. Banyak sekali yang hadir disini, terutama turis bule.
      Tadinya kami gak menyangka kalau buffet. Jadi makannya pelan2 mengingat porsinya yang kecil. Ternyata salah sangka kawan! Makanannya juga recommended lho. Setelah makan, kami disuguhi kesenian tradisional Thailand. Tari2an yang menarik, penari yang mempesona, membawa kita pada suasana yang romantis :D.

      Tari-tarian ini dibawakan di panggung ditengah2 restauran. Setelah selesai, masih ada pertunjukan seni tari di luar. Kali ini yang membawakan adalah penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka sudah tua usianya. 
      Setelah puas, kami balik ke hotel. Dan utk menutup hari, sy berdua dengan rekan sekamar mencari Thai Massage. Berhubung sudah cukup malam (10.30 PM), pilihan agak terbatas. Kami memilih tempat yang agak besar dan masih buka, yaitu Le Best Massage yang tak jauh dari hotel. Kami tadinya memilih 1 jam dengan harga 300 baht. Tapi akhirnya memilih utk sekalian 2 jam karena dat diskon menjadi total 500 baht. Sy dan rekan saya sampai tidur ngorok-ngorok sambil di pijet. Lumayan utk menghilangkan lelah setelah 2 hari jalan kaki kira2 5km.
      Tgl 26 pagi, kami menyempatkan utk pergi ke Warorot Market utk mencari oleh-oleh. kami mendapatkan info ini dari rekan2 Malaysia yang hari sebelumnya belanja kesana. Harganya lebih murah bahkan dibanding dengan di Night Bazaar. Apalagi dibanding di bandara. Kami membeli manisan mangga (1/4kg harga 100 baht, 1/2kg harga 180 baht), bumbu tom yum, kacang mede. Masih banyak yang lainnya, tapi namanya cowok, males bawa barang berat2..hehe. Kami juga bertanya ke penjual, dimana kami bisa mendapatkan durian. Karena disana ternyata lagi musim, jadi cukup banyak durian dijual. Kami mencoba membeli satu seharga 250 baht dan dimakan bareng.

      Lalu kami mencari warung makan di pasar. Hal ini perlu dilakukan, karena utk mencari makanan khas yang memang disantap orang lokal, kita bisa menemukannya dengan mudah di pasar. Dalam hal ini kami mendapatkannya sesuai harapan kami. Sy memilih Pork Fried Rice dan teman sy Noodle Soup. Harganya masing-masing hanya 30 baht. Sebagai perbandingan makan di Night Bazaar saja lebih mahal. Apalagi di bandara, harga mie goreng saja 240 baht. Dari segi rasa, makanan di pasar ini justru lebih enak.

      Jadi jangan segan dan sungkan utk masuk ke pasar lokal, anda akan menenemukan kejutan di sana :D.
      Akhirnya, perjalanan kami sampai pada akhirnya, harus balik ke tanah air. Kembali kami menggunakan Thai Airways dan harus transit lagi di Bangkok.
      Sampai jumpa di lain perjalanan.
       
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Sekitar lebih dari seperempat penduduk di dunia memeluk agama-agama yang berasal dari Timur. Agama-agama tersebut adalah Hindu, Buddha, Sikh serta Tao.
      Keberadaan agama-agama ini membuat tersebarnya banyak candi yang seringkali digunakan sebagai tempat peribadatan. Nah, tentu saja menarik untuk mengetahui candi-candi apa saja yang indah di dunia dan sangat menarik untuk kamu sambangi.
      Candi-candi cantik tersebar di seluruh dunia dari yang masih dipreservasi seperti Angkor Wat hingga candi yang sangat modern seperti Wat Rong Khun. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam candi-candi terindah di dunia yang menarik untuk kamu sambangi. Adapun candi-candi ini disusun secara acak.
       
      1. Wat Rong Khun, Chiang Rai, Thailand
       

       

      White Temple atau Wat Rong Khun via http://images.neverendingvoyage.com/wp-content/uploads/2012/01/white_temple_main.jpg
       
      Nah, ini dia salah satu candi terbaik di dunia. Candi ini terdapat di Kota Chiang Rai, Thailand. White Temple atau Wat Rong Khun namanya. White Temple ini juga merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para wisatawan serta merupakan tempat favorit penduduk Chiang Rai sendiri.
      White Temple adalah salah satu candi Buddha yang tergolong tidak konvensional dan memiliki nilai seni yang tinggi. White Temple dimiliki oleh seseorang yang bernama Chalermchai Kositpipat. Beliau ini juga merupakan orang yang mendesain serta mengonstruksi candi ini.
      White Temple dibuka dan diresmikan untuk kunjungan umum pada tahun 1997. Wat Rong Khun buka setiap hari selama sepanjang tahun dan tidak ada biaya yang dikenakan jika kamu ingin memasuki tempat ini alias gratis.
      Pada akhir abad ke 20, Wat Rong Khun yang asli berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Untuk itu, Chalermchai Kositpipat, seorang seniman asli Chiang Rai berniat untuk memperbaiki dan merekonstruksi bangunan White Temple.
      Beliau berencana untuk membuka White Temple sebagai pusat untuk mempelajari agama Buddha serta sebagai area meditasi. Meskipun biaya masuk ke tempat ini tergolong gratis, namun kamu juga diperbolehkan jika ingin menyumbangkan dana sukarela.
       
      2. Candi Prambanan, Indonesia
       

       

      Candi Prambanan, Indonesia via https://justkardoman.files.wordpress.com/2012/03/candi-prambanan.jpg
       
      Inilah dia salah satu candi terbaik yang terdapat di Indonesia. Candi ini terletak di dekat pusat kota Jogjakarta, Indonesia. Untuk mencapai Candi Prambanan, jika kamu datang dari Bandara Adisutjipto, kamu dapat menaiki TransJogja dengan biaya sekitar Rp 3.000,00.      
      Candi Prambanan memiliki nama lain Candi Loro Jonggrang. Candi ini merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi.
      Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Candi ini dibangun pada masa dua raja yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.
      Candi ini memiliki tinggi yang mencapai hingga 47 meter, sekitar 5 meter lebih tinggi daripada Candi Borobudur. Candi ini terletak sekitar 17 meter dari pusat kota Jogjakarta dan saat ini dibangun taman pula yang bertujuan untuk menambah keindahan kawasan kompleks candi.
      Candi ini dibuka setiap hari dari pukul 07.30 hingga pukul 15.00 WIB. Nah, biaya masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki kawasan candi yang cantik ini adalah sekitar Rp 30.000,00.
       
      3. Pagoda Shwesandaw, Myanmar
       

       

      Pagoda Schwesandaw, Myanmar via https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a9/Shwesandaw_Pagoda,_Bagan.jpg
       
      Inilah dia salah satu candi cantik yang terdapat di Myanmar. Candi ini sangat cantik terutama jika kamu ingin menjadikannya sebagai destinasi wisata untuk melihat sunrise. Pagoda Shwesandaw adalah sebuah pagoda yang didirikan oleh Raja Anawrahta pada tahun 1057.
      Pada beberapa bagian di pagoda ini terdapat gambar patung Buddha yang sedang berada dalam pose Jhana mudra (dalam konsentrasi pikiran yang tinggi). Selain itu juga terdapat beberapa bunga Lotus di pagoda ini.
      Pagoda Shwesandaw terdiri dari lima tingkat. Pada bagian puncaknya, terdapat stupa berbentuk lonceng. Sementara keempat bagian lainnya merupakan tangga yang akan menuntunmu untuk mencapai puncak pagoda ini.
      Mengejar pagoda Shwesandaw pada waktu sunrise adalah salah satu kegiatan yang wajib kamu coba ketika kamu mengunjungi Kota Bagan. Banyak wisatawan merasa tertarik dan ingin sekali mencoba pengalaman yang menyenangkan ini.
      Kenapa pagoda Shwesandaw begitu terkenal? Karena pagoda ini merupakan pagoda tertinggi di Kota Bagan. Perjalanan menuju Shwesandaw dari pusat kota Bagan dapat ditempuh selama sekitar 30 menit.
      Kamu dapat menaiki kereta kuda dengan tariff sekitar 5.000 MMK. Selanjutnya, kamu tinggal menunggu sunrise yang cantik di Pagoda Shwesandaw. Pastikan kamu telah sampai di destinasi ini sebelum pukul 05.30 untuk mendapatkan view yang mengagumkan.
       
      4. Candi Borobudur, Indonesia
       

       

      Candi Borobudur via http://cdn.indonesia.travel/media/images/upload/poi/bor1.jpg
       
      Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang menawan. Candi ini dibangun pada tahun 800an masehi oleh bangsa Buddha Mahayana. Borobudur adalah sebuah candi terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu monument Buddha terbesar di dunia.
      Pada aslinya, terdapat sekitar 504 arca Buddha di sekitar kawasan Candi Borobudur ini. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
      Candi Borobudur sendiri telah masuk menjadi salah satu situs warisan dunia menurut UNESCO sejak tahun 1982. Borobudur sendiri telah dijadikan sebagai tempat ziarah keagamaan, terutama pada waktu hari Waisak.
      Biaya tiket masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Candi Borobudur adalah sekitar Rp 30.000,00. Candi Borobudur ini dibuka pada tahun 06.00 hingga 17.00.
       
      5. Temple of Heaven, Cina
       

       

      Temple of Heaven via http://www.chinaspringtour.com/guide/res_base/jeecms_com_www/upload/article/image/2013_1/3_21/611dhejih0y5.jpg
       
      Inilah dia candi cantik lainnya yang menarik untuk kamu kunjungi. Candi ini merupakan salah satu candi terbaik di dunia yang terletak di Beijing, Cina. Ya, destinasi wisata ini adalah Temple of Heaven.
      Ketika kamu berada di tempat ini, kamu akan merasa seolah-olah kembali lagi ke abad 15. Ya, arsitektur bangunan ini memang dipreservasi sehingga dapat membuat kita yang melihatnya mampu merasa kembali lagi ke abad 15.
      Tempat ini berdiri di atas lahan yang memiliki luas mencapai 2.700.000 meter persegi. Bahkan kompleks tempat ini pun lebih luas daripada Forbidden City.
      Filosofi yang coba ingin dikembangkan dari bangunan ini adalah bahwa surga itu berada di tempat yang sangat tinggi sementara bumi itu rendah.
      Pagoda ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu dinding pada bagian dalam dan dinding pada bagian luar. Bangunan utama pagoda ini bermula dari bagian selatan dan berakhir di bagian utara. Ya, untuk melengkapi perjalananmu selama kamu berada di Beijing, jangan lupa untuk mengunjungi destinasi wisata yang satu ini.
       
      6. Angkor Wat, Kamboja
       

       

      Angkor Wat via http://traveldeals.com.my/marketplace/wp-content/uploads/2015/01/angkor-wat.jpg
       
      Angkor Wat adalah salah satu objek wisata yang wajib kamu kunjungi ketika mengunjungi Siem Reap. Untuk itu, tidak berlebihan jika menjadikan Angkor Wat sebagai tempat pertama yang harus kamu kunjungi.
      Angkor Wat dulunya adalah sebuah candi Hindu, namun sekarang berubah menjadi candi Buddha. Angkor Wat pernah masuk dalam UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia yang harus dilindungi.
      Candi Angkor Wat dibangun sekitar abad ke-12 oleh Raja Khmer Suryawarman II dan merupakan candi yang dipersembahkan untuk Dewa Wisnu. Masyarakat Kamboja sangat menghormati candi ini hingga memasukan simbolnya ke dalam bendera nasional Kamboja.
      Untuk mencapai Candi Angkor Wat dari Old Market, kamu dapat menaiki taksi selama sekitar 7 menit. Biaya yang kamu keluarkan untuk perjalanan ini adalah sekitar 7.000 KHR hingga 8.500 KHR.
      Untuk merasakan pengalaman baru yang mengasyikkan, kamu dapat mencoba untuk melihat sunrise di Angkor Wat. Kamu dapat menggunakan taksi sebelum subuh tiba dan berada di sana tepat pada waktu matahari terbit. Kamu akan menyaksikan pemandangan sunrise yang keren di Angkor Wat.
      Biaya yang kamu keluarkan untuk mengelilingi Angkor Wat dalam satu hari (daily pass) adalah 82.000 KHR. Namun, jika kamu ingin menjelajahi Angkor Wat selama sekitar 2 hingga 3 hari, kamu dapat menggunakan 2-3 day pass dengan biaya sekitar 164.000 KHR.
       
      7. Dhammayangyi Temple, Myanmar
       

       

      Mengunjungi Dhammayangyi Temple via http://photos.wikimapia.org/p/00/03/10/12/30_full.jpg
       
      Inilah dia candi menarik dan menakjubkan selanjutnya yang dapat kamu kunjungi. Candi ini adalah candi terbesar yang terdapat di Kota Bagan. Kamu akan dapat menemukan pemandangan yang menakjubkan di sini.
      Candi ini dibangun pada zaman Raja Narathu (1167-1170). Candi ini juga merupakan candi terluas yang terdapat di Bagan. Candi ini selesai dibangun dalam jangka waktu selama tiga tahun. Jika kamu perhatikan, bentuk candi ini terlihat seperti pyramid di Mesir.
      Pada bagian dasar dari candi ini mirip seperti Candi Ananda yang dibangun oleh kakek Raja Narathu. Sementara pada bagian timurnya terdapat gambar Buddha yang cukup besar.
       
      8. Wat Chai Wattanaram, Thailand
       

       

      Wat Chai Wattanaram via http://www.dsphotographic.com/g2/16935-3/Wat+Chai+Wattanaram+-+010.jpg
       
      Candi selanjutnya yang dapat kamu masukkan dalam daftar perjalanan mengelilingi candi-candi terbaik di dunia adalah Wat Chai Wattanaram. Wat Chai Wattanaram ini masih berlokasi di Ayutthaya Historical Park juga sehingga kamu tidak perlu kesulitan untuk mencapai tempat ini.
      Ayutthaya Historical Park adalah sebuah kompleks yang menampilkan sisa-sisa reruntuhan Ayutthaya di zaman yang lalu.
      Saat ini, Ayutthaya Historical Park telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. Pada tahun 1969, Departemen Seni Thailand sudah mulai berencana untuk memperbaiki dan merenovasi kompleks Ayutthaya Historical Park ini.
      Renovasi dan rekonstruksi terhadap Ayutthaya Historical Park ini menjadi semakin serius pada tahun 1976, yaitu semenjak tempat ini resmi dijadikan sebagai taman bersejarah. Sementara itu, UNESCO mendeklarasikan tempat ini sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1991.
      Ayutthaya Historical Park dibuka pada hari Selasa hingga Jumat pada pukul 09.00 hingga 16.30. Sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional, tempat ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Biaya masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki Ayutthaya Historical Park adalah sekitar 50 hingga 60 baht.
      Wat Chai Wattanaram merupakan salah satu candi Buddha yang terletak di Ayutthaya Historical Park. Wat Chai Wattanaram merupakan salah satu candi penting yang terdapat di Ayutthaya dan juga merupakan salah satu candi yang populer di Ayutthaya.
      What Chai Wattanaram dibangun oleh Raja Prasat Thong. Candi ini dibangun sebagai tanda penghormatan untuk ibu beliau. Selain itu, candi ini juga dibangun untuk memperingati kemenangannya atas bangsa Khmer sehingga beberapa bagian di candi ini masih terinspirasi dari arsitektur khas Khmer.
      Bagian utama dari candi ini merupakan simbol dari Gunung Meru atau Semeru dan dikelilingi oleh empat simbol dari benua tempat manusia tinggal (menurut sudut pandang Buddha). Untuk melengkapi perjalananmu di Ayutthaya, jangan lupa untuk mengunjungi candi yang satu ini.
       
      9. Haedong Yonggungsa Temple, Korea Selatan
       

       

      Haedong Yonggungsa Temple via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/Haedong_Yonggungsa_Temple,_Busan,_South_Korea.jpg
       
      Inilah dia tempat cantik selanjutnya yang dapat kamu kunjungi. Ya, tempat ini merupakan Haedong Yonggungsa Temple. Dari dekat kuil ini, kamu dapat menyaksikan pula ombak dan lautan yang menambah keindahan pemandangannya.
      Ketika banyak kuil di Korea Selatan berada di sekitar gunung, maka Haedong Yonggungsa Temple ini justru terletak di daerah pantai. Haedong Yonggungsa Temple dibangun oleh seorang biksu besar di Korea Selatan pada sekitar tahun 1376. Pada saat itu bertepatan dengan Dinasti Goryeo. Kuil ini beralamat di 416-3, Sirang-ri, Gijang-eup, Gijang-gun.
      Pada sekitar tahun 1970, terjadi rekonstruksi ulang guna memperbaiki banyak struktur di sekitar kuil ini. Namun demikian, rekonstruksi itu tetap disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dari kuil tersebut. Bagi para pecinta fotografi, jangan lupa untuk menyempatkan waktumu untuk berkunjung ke kuil indah ini.
      Haedong Yonggungsa Temple ini memang terlihat berbeda daripada banyak kuil lainnya. Sebab, sambil menikmati keindahan kuil ini, kamu juga dapat mendengarkan indahnya suara deburan ombak dari lautan yang terletak persis di depan Haedong Yonggungsa Temple ini.
       
      10. Schwezigon Pagoda, Myanmar
       

       

      Shwezigon Pagoda via http://www.asiaexplorers.com/coverphoto/shwezigon.jpg
       
      Inilah dia candi menarik dan mengagumkan selanjutnya yag dapat kamu kunjungi. Ya, tempat ini merupakan Shwezigon Pagoda. Pagoda ini dibangun oleh Raja Anawrahta pada tahun 1090.
      Beberapa sumber menyatakan bahwa Raja Anawrahta tidak menyelesaikan pembangunan pagoda ini. Pembangunan pagoda ini kemudian diselesaikan oleh Raja Kyanzittha.
      Pagoda ini terletak di antara Desa Wetkyi-in dan Nyaung U. Pagoda ini dibangun untuk melengkapi replika empat gigi Buddha yang terdapat di Kandy (Srilanka), Pagoda Lawkananda dan Tan Kyi Taung Pagoda.
       
      11. Gakwonsa Temple, Korea Selatan
       

       

      Gakwonsa Temple via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/03/b2/b8/8f/gakwonsa-temple.jpg
       
      Inilah dia candi cantik selanjutnya yang terdapat di Korea Selatan. Candi Gakwonsa adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Gunung Taejosan.
      Pada bagian pekarangan kuil, terdapat sebuah patung Buddha perunggu yang sedang duduk. Patung Buddha ini berukuran sangat besar dengan dimensi tinggi 15 meter, diameter 30 meter serta berat lebih dari 60 ton.
      Di belakang patung Buddha, kamu dapat langsung menyaksikan pemandangan puncak Gunung Taejosan. Para turis dapat menaiki tangga yang cukup curam jika ingin mencapai puncak Gunung Taejosan. Namun tenang saja, karena tentu kamu tetap dapat mendapatkan view yang indah walaupun kamu berada di dasarnya.
      Candi Gakwonsa dibangun pada tahun 1977 untuk mendoakan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Candi ini masih menjadi salah satu candi tercantik di Korea Selatan hingga saat ini.
      Untuk mencapai Candi Gakwonsa kamu dapat menaiki bus bernomor 24 dan turun di pemberhentian terakhir. Kamu dapat menaiki bus bernomor 24 tersebut dari mulai terminal bus di pusat kota atau stasiun subway di pusat kota.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai candi terbaik di dunia yang menanti untuk kamu simbangi. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk melihat banyak candi terbaik di dunia.
      Happy traveling!
    • By gung
      Saya yakin sampean semua waktu sekolah SD pernah menerima 
      pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) atau Pendidikan 
      Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Nah... apakah anda 
      masih ingat P4. Apa singkatan dari P4 ??
      a. Pijit-Pijit Pangkal Paha
      b. Pimpinan Pergi Pegawai Pelesir
      c. Papa Pergi Pulang Pagi
      d. Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila
      e. semua jawaban diatas ngawur
      Jawaban yg benar akan sampean temukan di akhir cerita ini.

      Beberapa hari sebelumnya... teman2 saya tertarik dgn foto2 yg 
      saya upload & mereka pun bertanya.. foto2 apa itu?? lokasinya 
      dimana?? Mas... sampean dolan2 kok..gak ajak aku??
      Akhirnya saya ceritakan perjalanan saya sambil buka2 foto2 dan 
      akhirnya mereka pun keracunan pengen jalan2 sama saya.
      Gubrak... bagai ketiban bulan di siang bolong... ndilalah.. 
      pimpinan saya menginformasikan kepada seluruh staf kalo beliau 
      ada urusan keluar kota.. yeeeehaaaa... ini kesempatan emas yg 
      gak boleh dilewatkan. Langsung saja pamitan sm org2 kantor kalo 
      kita mau sarapan di warung, hehehehe... org2 kantor gak tau kalo 
      warungnya 20 km jauhnya.
      Yowislah.. gek ndang budhal... Akhirnya kita berempat bolos kerja.  
      saya naik Skywave. 
      Mr.M naik Vario.
      Mr.B boncengan sm Miss.A naik Vario juga, 
      sambil diiringi lagu Changchuters
      gila2an bersama teman2..
      gila2an di akhir pekan..
      gila2an sambil jalan2..
      gila2an....
      kali ini kita grup riding dgn santai. Gak usah ngebut.. alon-alon 
      waton kelakon... biar cepat asal selamat. Akhirnya kita sampai 
      di Candi Jolotundo. 



      Sepertinya ada banyak umat Hindu yg sedang 
      beribadah, drpd kita mengganggu.. mending kita ngopi dulu. Setelah 
      mereka selesai beribadah.. baru kita masuk ke lokasi. Di setiap 
      penjuru tercium wanginya aroma dupa, bahkan di kolam pemandian 
      juga banyak bunga bertaburan.
      Candi Jolotundo adalah petirtaan yg dibangun jaman kerajaan Airlangga.
      Bentuknya seperti water-park dgn pemandian perempuan di sebelah kiri 
      & pemandian pria di sebelah kanan dgn 3 shower yg mancur ke bath-tub. 
      Sedangkan di kolam utama ada pancuran yg fungsinya bukan utk mandi. 
      Habitat di kolam ini ada nila, tombro, mujaer. Krn disini gak boleh 
      mancing, saya celupkan kedua kaki saya... berharap bau jempol kaki 
      saya bisa bikin ikan2 pada pingsan, jdi saya gak perlu mancing.. tinggal 
      ambil ikan2 yg mabok. 

      sejenak kita lupakan rasa lapar
      juga cicilan yg belum terbayar
      kita nikmati udara gunung yg segar
      hati siapa yg tak bergetar
      mendengar kicauan burung2 liar
      di indahnya panorama yg terhampar
      biarkan tubuh ini terlempar
      dalam dinginnya air yg terpancar
      yg membuat bibir menggigil gemetar
      dan membuat kedua buah zakar
      jadi lembek seperti agar-agar

      selesai mandi kita lanjutgan perjalanan membelah hutan lereng
      gunung Penanggungan [to be continued]
    • By mznasrul
      Haloo......  selamat pagi.... 
      Sehat kan..?? alahamdulillah saya sehat 
      Udah lama tak share jalan2 di sini, karena bulan Agustus itu padat dengan agenda kampung jadi sepi sepi aja. 
      Saya mau share lagi, mumpung ada, ini nih ceritanya, copas aja dari blog saya www.lensanasrul.com
       
      VIDEO NYA NIH...!!!
      https://www.youtube.com/watch?v=6q_lhMME54A 
    • By PrinceJuju
      Trowulan : Wisata Sejarah Yang Tetap Kuuuuerrrreeeennnnn
       
      Bingung memanfaatkan libur Long Weekend awal Mei 2015,  sayang sekali jika tidak di manfaatkan untuk refreshing. Ya benar, memanfaatkan hari libur nasional tanggal 1 Mei 2015 untuk sekedar refreshing pikiran. Dan udah lama banget gak touring berdua ama soulmate ane. wkwkwkwk
       
      Trip dadakan ane susun dan akhirnyaaaaa……  terpilihlah Trowulan - Mojokerto sebagai tujuan Utama liburan kali ini. Browsing sana-sini untuk cari info mengenai Wisata Trowulan, akhirnya di tentukan tujuan kali ini yaitu : Patung Budha Tidur, Candi Brahu, Kolam Segaran dan Candi Bajangratu. Sekalian mampir di rumah rekan kantor ane di daerah Ngoro Mojosari.
       
      H-1 ane iseng bbm dua teman ane ngajakin touring, eh ternyata mereka mau. Mereka ini ladybikers loh, sebutlah namanya Si Nit dan Si Cho. Huehehehe… mantaphhhh… ya udah di tentuin esoknya meeting point depan Carefour Pasuruan Jam 6.45 WIB.
       
      1 Mei 2015
       
      Jam 6.00 pagi teman ane si Nit BBM ane ngabarin kalo Jalan raya Kraton Pasuruan banjir parah tidak bisa di lewati kendaraan apapun !!!!  ane sempat bingung, akhirnya ga jadi kumpul di depan Carefour tapi di rumah teman ane si Nit buat berembug alias rapat koordinasi. Qiqiqiqqi
       
      Jam 7.00 udah kumpul di rumah si Nit dan akhirnya di sepakati tetap lanjut, lewat rute jalan tikus. Semoga saja tidak ada tikus-tikus berkeliaran. Hahahaa… *just kidding*
       
      Namun sungguh kurang beruntung jalan tikus pun ramai dengan motor-motor ataupun mobil yg hendak keluar atau menuju Pasuruan, akhirnya sambil mengikuti petunjuk warga sekitar kita bisa keluar kota Pasuruan. Hampir 1 jam hanya untuk berputar-putar agar bisa keluar kota Pasuruan, dan setelah ketemu jalan raya utama, wowww kemacetan luar biasa terjadi arah menuju kota Pasuruan, kurang lebih sekitar 5 km mulai Kraton – Raci, Bangil. Ckckckckck
       
      Perjalanan dilanjutttt lewat rute : Raci – Bangil – Gempol – Japanan – Ngoro – Mojosari – Trowulan. Tepat jam setengah 10 ane udah sampai di tempat temen ane sebutlah namanya si El. Qiqiqi… Mampir sebentar sambil nungguin si El mandi, ane manfaatin untuk nyeruput teh hangat yang udah di sediain. Hihihi
       
      Oke si El, udah selesai mandi, perjalanan di lanjutttttt… kali ini si El sebagai leader. Di tengah perjalanan nasib kurang beruntung menghampiri si Nit dan si Cho, ban belakang motor mereka kempes, walhasil kudu cari tempat tambal ban. Kemungkinan ban bocor terkena paku saat lewat jalan tikus tadi. Okelah gpp, dari pada ada apa-apa. Safety first bro.. oke.. oke..
      Perjalanan di lanjut menuju Patung Budha Tidur di desa Bejijong kecamatan Trowulan. Mudah sekali menemukannya, dari Mojosari ikuti petunjuk menuju Jombang / Madiun, memasuki area Trowulan ada perempatan kecil. Kalau lurus menuju Jombang / Madiun, ke kiri ke Museum Trowulan&Candi Tikus, ke kanan ke arah Candi Brahu. Kita belok kanan ke arah Candi Brahu. Kurang lebih 200 meter ada pertigaan belok kiri. Sampai di sini tidak ada petunjuk Patung Budha Tidur, namun jika sudah melewati Candi Brahu berarti rute udah benar. Ane dan teman-teman lurus hingga melewati kampung desa Bejijong, tidak lama kemudian ada papan petunjuk Patung Budha Tidur belok kanan.
       
      Tepat jam 11.00 ane dan teman-teman nyampe lokasi Patung Budha Tidur. Konon Patung ini terbesar nomor 3 se-Asia sih. Tidak ada biaya tiket masuk namun ada Donasi dan parkir 2rb, sebagai pengunjung yang baik walaupun tidak di pungut biaya setidaknya memberikan donasi sebagai biaya perawatan dan kebersihan. Menurut ane kompleks Patung Budha tidur cukup luas, namun tetap jangan mengotori lingkungan sekitar karena merupakan tempat suci untuk sembayang dan masih ada biksu yang tinggal disana.
       
      Penampakan Foto-fotonya :



       
      Setelah puas berfoto ria dan makan siang , Jam 13.00 lanjutt tujuan selanjutnya : Candi Brahu. Dari lokasi Patung Budha Tidur, ane ambil rute puter balik menuju arah Candi Brahu.
       
      Sampe di Candi Brahu lagi-lagi tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir motor sebesar 3rb saja. Ane dan teman-teman santai sejenak dan tidak lupa foto-fotoan… qiqiqiqi… Candi Brahu ini cukup nyaman suasananya di kelilingi taman dengan rumput hijau sangat segar untuk di pandang.
       
      Penampakan Foto-fotonya :



       
      Puas di Candi Brahu, lanjuttt menuju Candi Bajangratu. Ane dan teman-teman ambil rute balik menuju perempatan jalan besar / jalan Utama Surabaya – Madiun. Ketemu perempatan ane lurus menuju arah Museum Trowulan, dari perempatan kurang lebih 300 meter ketemu Kolam Segaran, banyak orang memancing di tempat ini. Kolan ini sangat luas menyerupai waduk kecil. Konon kolam ini di gunakan oleh Raja-raja Majapahit untuk menjamu makan tamunya dan piring/ alat makan yang sudah di gunakan di buang kedalam kolam tersebut. Di Depan kolam Segaran ada Museum Majapahit Trowulan. Ane dan teman-teman tidak mampir kemari, karena udah jam 2 siang.
       
      Lanjut ke arah Candi Bajangratu. Dari sini ane dan teman-teman lurus hingga ketemu pertigaan klo ke kiri kearah Pacet. Ane belok kiri kurang lebih 1 km ketemu Gapura / Candi Bajangratu.
      Tidak ada tiket masuk di Candi Bajangratu, namun kita wajib mengisi daftar pengunjung dan ada donasi seikhlasnya. Tarif parkir 3rb saja.
       
      Penampakan Foto-fotonya :



       
      Ane hanya setengah jam saja di sini, karena rencana hendak ke Air Terjun Grenjengan Pacet, jam 14.30 lanjut menuju Pacet. Namun di tengah perjalanan cuaca mendung gelap dan mulai gerimis. Ane dan teman-teman mampir di alfama*** beli minum dan berembug ulang. Akhirnya di sepakati tidak jadi ke Pacet, dan balik ke rumah si El untuk istirahat. Mungkin lain waktu jika cuaca bersahabat kami akan kesana.
      Akhirnya jam 15.30, kami berlima sampai di rumah si El, istirahat sejenak dan di sambut hujan deras. Hehehehe.. Jam 17.30 kami berpamitan ke si el dan keluarga untuk kembali ke Pasuruan.
       
      Tepat jam 19.00 kami tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
       
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
       
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 40.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir    : 8.000,-
      Makan siang : 12.500,-
      Makan malam : 15.000,-
      Beli Minum : 10.000,-
      Total : 85.500,-
       
      Akses menuju Trowulan :
      Dari Surabaya : Surabaya – Krian – Mojokerto – Trowulan Kendaraan umum : Naik bus jurusan Jombang / Madiun turun di perempatan Trowulan ( perempatan kecil yang di sebut di atas ), di lanjut naik ojek menuju lokasi-lokasi wisata trowulan.
      Dari Pasuruan : Pasuruan – Bangil – Gempol – Japanan – Mojosari – Mojokerto – Trowulan Kendaraan umum : naik bus bagong warna kuning dari Pasuruan ke Mojokerto. Dari Mojokerto naik angkutan umum menuju Trowulan, turun di perempatan Trowulan ( perempatan kecil yang di sebut di atas ), di lanjut naik ojek menuju lokasi-lokasi wisata trowulan.
      Dari Malang  : Malang – Pandaan – Japanan – Mojosari – Mojokerto – Trowulan Kendaraan umum : naik bus jurusan ke Mojokerto. Dari Mojokerto naik angkutan umum menuju Trowulan, turun di perempatan Trowulan ( perempatan kecil yang di sebut di atas ), di lanjut naik ojek menuju lokasi-lokasi wisata trowulan. Atau naik bus jurusan Bojonegoro, turun di perempatan Trowulan.
       
      Tips berkunjung ke Trowulan :
      Minum Air mineral secukupnya karena cuaca panas menyengat. Bawa Sunblock. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.  
       
    • By Campatour
      Escape to Ancient Java 28 Mei-1 Juni 2014   Selain Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang sudah sangat terkenal, Jawa Tengah masih mempunyai banyak candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Kita akan menelusuri sejarah kejayaan Kerajaan Mataram Kuno mulai dari abad ke-8 sampai ke-11. Peninggalan arsitekturnya bergaya Hindu dan Buddha. Selain wisata candi, kami juga akan mengajak Anda menyaksikan matahari terbit di puncak Sikunir,  dataran tinggi Dieng, dan matahari terbenam di sekitaran kompleks Candi Borobudur     Detail Itinerary Hari 1: Yogyakarta (D)
      Sore/Malam hari, peserta akan dijemput di Bandara menuju penginapan. Dilanjutkan dengan welcome dinner
       
      Hari 2: Prambanan, Rawa Pening, Bandungan (B/L/D)
      Setelah Makan Pagi, peserta akan mengeksplor kompleks Candi Prambanan, termasuk di antaranya Candi Plaosan dan Candi Ratu Boko. Setelah Makan Siang Peserta akan melanjutkan perjalanan ke Bandungan dengan melewati Rawa pening dan menikmati matahari terbenam.   
       
      Hari 3: Gedong Songo-Dieng (B/L/D)
      Perjalanan diawali dengan mengunjungi Candi Gedong Songo, kompleks candi Hindu yang terdiri dari 9 candi. Perjalanan dilanjutkan ke Dataran Tinggi Dieng untuk mengeksplor kawasan candi tertua zaman Mataram Kuno.  Setelah makan malam di Dieng, kita bersiap untuk menyaksikan matahari terbit keesokan paginya.
       
      Hari 4: Dieng – Kaloran – Liyangan –– Magelang (B/L/D)
      Pukul 4 pagi, kita menyaksikan matahari terbit dari puncak Sikunir yang indah. Setelah puas menikmati pemandangan dan berfoto ria, kita mengisi perut dengan makan pagi, kemudian berangkat ke Liyangan, kompleks pemukiman zaman mataram kuno yang baru ditemukan tahun 2008 yang diperkirakan besarnya mencapai 6-7 hektar. Perjalanan dilanjutkan ke Borobudur untuk menikmati matahari terbenam dengan melewati candi Gunung Wukir dan Ngawen.  
       
      Hari 5: Borobudur (B/L)
      Pagi hari kita akan menikmati matahari terbit di Punthuk Setumbu. Setelah kembali ke penginapan untuk sarapan, kita akan mengeksplor Candi Borobudur, Mendut dan Pawon diselingi oleh makan siang. Di sore hari, kita kembali ke Yogyakarta, dan dengan demikian berakhirlah seluruh rangkaian perjalanan Escape to Ancient Java.
       
       
      Harga: Rp 2,250,000/orang
       
      Termasuk:
      Makan dan Minum selama perjalanan
      Akomodasi dan transportasi
       
      Tidak Termasuk:
      Transportasi dari dan ke Yogyakarta
       
      Pertanyaan lebih lanjut hubungi:
      info@campatour.com
      081263679350
       
       
      fb: Campa Tour
      twitter: @campatour
       

    • By Agung Jelajah Nesia
      Ada dua patung yang cukup menyeramkan di daerah Singosari - Malang, Jawa Timur. Patung itu berada di perkampungan dan di tepi jalan raya. Sosoknya menggambarkan raksasa dengan mata yang melotot dan bertaring tajam sambil membawa gada di tangan kanannya.
       
      Patung-patung itu sangat indah sekali. Bentuk dan ornamennya yang artistik menjadi penanda agungnya peradaban pada masa lampau.
       
      Baca artikel selengkapnya di link berikut ini, ya :
       
      http://jelajah-nesia2.blogspot.com/2013/10/dua-patung-raksasa-yang-menyeramkan-di.html