Sign in to follow this  
angeline

Autumn In Europe, indah bangetttt!!!

7 posts in this topic

p00zsr21.jpg

p00zsrgc.jpg

p00zsr7d.jpg

Di eropa, bulan oktober ini merupakan bulan terahir melihat matahari, karena di awal atau pertengahan november nanti, mereka sudah memasuki musim dingin. hmm..dinginnnn...

di musim gugur ini, semua daun berubah menguning-merah ciri akan gugur, daaannn indaaahh banget keliatannya.

udara antara bulan september-november ini juga bisa dibilang dingin , rata-rata suhu 10-15 derajat celcius. dan, di bulan oktober ini waktu mereka akan dipercepat 1 jam( day light saving), jadi beda waktu sama di kita adalah GMT+X+1. hmm.... di kita ga ada yang begitu kan ya... dan hal tersebut akan terus berlangsung sampai musim semi tiba.

ini ada beberapa foto temen saya yang di take 1 minggu yang lalu dari jerman. ih saya pengen banget ngerasain autumn disana.

183558_3174845108295_1652057708_n.jpg576268_2403436342330_263785210_n.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren banget foto nya, saya pengen sih ke eropa ntar lain kali kalo bisa hehe emang rencana kalo ada kesempatan ke sana maunya pas autumn, sering denger katanya autumn di sana emang bagus banget

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih cakep banget tuh pemandangannya.. sampe merah-merah begitu daun semua. Pengen juga sekali-sekali jalan-jalan ke Eropa, terutama di musim-musim yang ga da di Indo, dan pengen ngerasain salju juga nich.. masa seumur-umur blm pernah liat salju? Tapi sebenarnya kalau kita tinggal di situ capek jg sich, itu kan daun-daun berantakan semua harus disapu tiap ari kalau di kota.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By norma sofisa
      Halo Jalanerss,
      Ini lanjutan cerita saya kemarin di Polandia. Monggo disimak!
      Pernahkah kalian menginap di hostel?
      Pengalaman pertama tidur di hostel saya alami sewaktu mengunjungi Kraków.
      Sebagai traveler pemula, saya mempersilahkan Kim untuk memilih penginapan selama di Polandia. Tentu saja selanjutnya, kami akan mengecek bersama dan memutuskan apakah tempat itu cukup oke dari segi lokasi, fasilitas, dan harga.
      Hostel tersebut hanya memiliki dua atau tiga kamar yang masing - masing diisi 4 hingga 8 orang atau 2 sampai 4 tempat tidur bertingkat per kamar. Kami sampai pada pukul 11 malam dan ternyata seluruh tempat tidur terisi. Semua penghuni kamar ada yang sudah tidur dan posisi saat itu, lampu telah dimatikan. Saya dan Kim hampir tidak bisa melihat apapun karena beberapa orang keberatan jika kami harus menyalakan lampu.

      Bagian terlucu sekaligus terparah adalah sepanjang malam saya hampir tidak tidur karena masing - masing penghuni kamar (selain kami lho ya!) mulai mendengkur bersahut-sahutan hingga pagi. Menurut rencana awal kami akan menginap di hostel ini selama 2 malam, namun saat sarapan kami bertekad untuk pindah hostel. Kim menemukan sebuah hostel dengan fasilitas kamar pribadi untuk 2 orang dan dekat sekali dengan pusat kota di kawasan Old Town dengan tarif 20 Euro per malam. Saya dengan mantap mengiyakan karena lelah dengan suara orkes tenggorokan tanpa jeda sepanjang malam itu. Tak lupa kami pamit dengan penjaga hostel sebelum pergi. Agak percuma sebenarnya, karena dia tidak lancar juga berbahasa Inggris. Kelak, pengalaman hostel ini akan menjadi joke yang tidak akan tergantikan sepanjang masa antara Kim dan saya.

      Kami harus setengah berlari ke stasiun agar tidak terlambat mengejar kereta ke Auschwitz. Saya melirik tiket saya, menurut jadwal kereta akan berangkat pada pukul 09.10 pagi. Tepat pukul 9 kami sampai ke stasiun. Cobaan kedua kembali menghampiri karena tidak terdapat papan yang memuat tulisan nomer peron. Hanya ada list kereta dengan nama tujuan dan jam keberangkatan. Herannya, kami tidak menemukan kereta yang akan diberangkatkan pada pukul 09.10 di layar. Lagi - lagi tidak ada satu pun petugas yang bisa ditanya.
      Dengan langkah tergesa-gesa, saya memutuskan untuk naik ke salah satu peron dan mengecek kereta mana yang sekiranya siap berangkat. Saya melihat ada satu kereta di peron seberang. Spontan saya berkata kepada Kim untuk menuju ke arah kereta tersebut. Kemungkinan besar ini adalah kereta kami, meskipun jam keberangkatan yang tertera tidaklah cocok. Selain itu, ada beberapa petugas di dekat kereta yang bisa ditanya, pikir saya.
      Kami pun menghampiri kereta, berusaha untuk bertanya apakah kereta ini menuju ke Auschwitz. Petugas ini, sekali lagi tidak bisa berbahasa Inggris. Kami sudah cukup putus asa, bayangan ketinggalan kereta sudah pasti menjadi kenyataan, hingga akhirnya muncul seorang petugas perempuan yang meminta kami masuk ke kereta tersebut. Kami mengikutinya dan di dalam gerbong itu ada empat orang lainnya yang telah duduk disana.
      Petugas itu berbicara dengan  salah seorang penumpang perempuan berambut pirang. Perempuan ini ternyata orang Polandia juga yang puji syukur alhamdulillah, bisa berbahasa Inggris.
      "Kereta ini tidak menuju Auschwitz. Entah bagaimana, kereta Auschwitz yang terjadwal pada pukul 09.10 itu sebenarnya tidak ada. Ada kesalahan di bagian online sepertinya."
      Kim dan saya mengerutkan kening seketika. Kalau ini terjadi di Belanda, pasti kantor NS (perusahaan kereta di Belanda) sudah pasti bakal didemo seluruh penumpang.
      "Jadi nanti kita akan diturunkan di sebuah stasiun dan kereta yang menuju Auschwitz akan menunggu kita disana.", tambahnya lagi. Sejurus kemudian, kereta pun mulai bergerak menjauhi peron. Dalam hati saya berkata, "Keren banget nih! Baru kali ini kereta yang menunggu penumpang." Langsung saya merasa seperti orang penting.
      Sepanjang perjalanan, kami berkenalan dengan 4 orang penumpang lainnya, yang kebetulan sama-sama terjebak kereta fiktif ke Auschwitz. Perempuan pirang tadi sebut saja Amy. Ia asli dari Polandia. Dan di sebelahnya sang pacar, sebut saja Adam, lelaki berkulit cokelat berkewarganegaraan Jerman. Dua orang lainnya, panggil saja Josh dan Tom, dua remaja dari Amerika yang sedang melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah dari mana mereka sebelumnya, keduanya membawa tas ransel besar dan papan besar seperti papan snowboarding. 
      Sepanjang perjalanan kami lebih banyak mengobrol dengan Amy dan Adam. Mereka bercerita baru saja pindah ke Singapura dikarenakan Amy mendapatkan promosi dari kantornya. Selain itu, Amy juga banyak berkisah tentang cerita -cerita perang dunia kedua, yang banyak berhubungan dengan Auschwitz.
      Kamp komsentrasi di desa Auschwitz adalah kamp konsentrasi NAZI yang terbesar saat perang dunia kedua. Saat perang dunia kedua berlangsung, NAZI melancarkan propaganda anti semit (anti yahudi) besar - besaran di hampir seluruh daratan Eropa. Tiap-tiap Yahudi diwajibkan untuk memasang simbol Bintang David di lengan mereka. Setelah itu, mereka merelokasi tempat tinggal orang Yahudi ke daerah tertentu yang dikenal dengan sebutan Ghetto. Para tentara NAZI kemudian memaksa orang Yahudi untuk keluar dari negara mereka. Dengan dalih akan dikembalikan ke negeri asal mereka, tentara NAZI memberangkatkan ribuan orang dengan puluhan kereta, tak lain dan tak bukan menuju kamp-kamp konsentrasi, salah satunya di Auschwitz. Orang - orang Yahudi tersebut tidak sadar bahwa perjalanan ini bisa jadi merupakan akhir dari kehidupan mereka. Mayoritas anak - anak, wanita, dan lansia akan langsung dibunuh secara massal di kamp ini dengan beberapa cara. Sementara pria yang masih kuat akan dijadikan budak, anak -anak kembar dan ratusan lainnya akan dijadikan kelinci percobaan para dokter NAZI. Peristiwa pemusnahan orang - orang Yahudi pada masa ini  disebut Holocaust.
      Saat mendengar cerita Amy, saya hampir menitikkan air mata. Saya tidak terlalu mengetahui detil peristiwa Holocaust. Ingatan saya kemudian terbang ke masa- masa SMP dan SMA. Buku sejarah hanya menyebutkan kata ini dalam satu kalimat. Tidak ada cerita lanjutan setelah itu. Mungkin ada alasan tertentu, mengapa topik ini tidak terlalu dimunculkan dalam buku sejarah sekolah saat itu.
      Pandangan saya kemudian kembali lagi ke pasangan di depan saya ini. Jika kami masih berada dalam masa perang, tidak mungkin seorang dari Polandia dan seorang dari Jerman bisa bersanding mesra di tempat umum begini. Saya berpikir bahwa perang tidak hanya memisahkan banyak orang namun juga mengikis rasa kemanusiaan.
      Saat sedang merenung, kereta mendadak berderit panjang sebelum berhenti. Petugas tadi datang lagi dan memberi tanda agar kami turun. Saatnya ganti kereta.
      Di peron sepi tak beratap itu seorang petugas menyambut kami. Dari bahasa tubuhnya ia menyuruh kami berlari. Saya penasaran dimana posisi kereta Auschwitz, sampai Amy menginstruksikan kami untuk melompat ke peron sebelah dan menerobos melalui pagar kawat berduri di bawahnya.
      "Oh really?!", batin saya. Saya merasa seperti preman. Terakhir saya menerobos pagar kawat itu sewaktu acara kemah SMP di belakang Candi Prambanan. Saya menoleh ke arah Kim dan kami tertawa geli.
      "Okay, everything could be happened here!", katanya sambil geleng-geleng kepala. Segala sesuatu bisa terjadi di tempat ini.
      Petugas kembali meminta kami untuk bergerak lebih cepat. Lewat Walkie Talkie miliknya, sayup sayup saya mendengar kata tourist. Mungkin ia meminta masinis kereta agar sedikit maklum karena kami ini turis.
      Setelah outbond tipis- tipis tadi, kami akhirnya naik ke kereta. Tanpa menunggu lama, kereta langsung berangkat. Menyisakan petugas yang melambaikan tangan dari jauh. Waktu perjalanan kami masih satu setengah jam lagi menuju Auschwitz.

      Perut yang kenyang setelah sebelumnya melahap beberapa potong roti membuat saya lama kelamaan mengantuk. Selesai mengobrol Kim tentang film yang menceritakan kisah seorang pianis pada masa perang dunia kedua, The Pianist, saya pun terlelap.
      Suara rem kereta yang kasar membangunkan saya. Seketika pandangan saya gelap. Apa yang terjadi dengan penerangan keretanya? Bagaimana mungkin di siang hari saya tidak bisa melihat apapun? Sedetik kemudian, saya merasakan udara dingin yang menusuk tulang, sesak, seakan tidak bisa bernapas, dan kelaparan yang amat sangat. Saya semakin panik berusaha meraba-raba sekitar. Seseorang kemudian membuka pintu dari luar. Di hadapan saya kemudian terhampar pemandangan puluhan orang, tua, muda, anak-anak yang menangis. Orang yang membuka pintu tadi berteriak dengan kencang, entah mengapa saya mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh kami turun. Bagai berada di tengah-tengah konser musik, luapan manusia yang berebut turun keluar kereta membuat saya semakin terhimpit. Semakin sesak dan gelap. Kereta kemudian berderit panjang lagi.
      Saya terbangun. Kali ini Kim ada di samping saya, tertidur. Amy dan Adam juga tampak lelap. Dua pemuda dari Amerika terlihat meringkuk di kursi dengan sweater tebal mereka. Oh, saya kembali dari mimpi buruk! Ya, saya yakin, baru saja bermimpi tentang situasi saat orang-orang dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz kala itu.
      Jantung saya masih berdebar - debar jika mengingatnya. Mimpi tadi terasa begitu nyata. Meskipun begitu, saya mengurungkan niat untuk memberitahu Kim tentang mimpi barusan. Sambil menghela napas, saya melirik ke arah jam tangan. Kurang dari 30 menit kami akan sampai ke Auschwitz.
      Apa saja yang kami kunjungi di Aushwitz dan bagaimana kelanjutan perjalanan kami di Kraków? Sampai ketemu minggu depan ya!
      Bisa juga baca dari link berikut ini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/04/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-2/
      Terima kasih dan semoga bermanfaat serta menginspirasi :)
    • By Ikamarizka
      OhayoooGozaimastaaaa... (selamaaaat pagiiii kalo kata orang jepang)

      HOLaa semuanyaah,,, akuh kembali lagi disini dengan membawa segerombolan ibu2 rempong dari jakarta 
      info dulu deh.. berhubung banyak yg nanyain perjalanan sakura sayah kemarin, akhirnya nekat bikin trip autumn ke jepang yang notabennya rute memang agak mirip. Jadi mungkin tulisan kali ini agak sedikit sama dengan tulisan tahun lalu, tapi dengan foto2 yg beda donks ohohohoho. 
      Perjalanan Kali ini sayah membawa peserta kalo ditotalin brati ber 20, dgn kloter dibagi 2. (ga usah nanya deh kepala ai rasanya mau pecah ngurusin ini semua jahahaha) 
      BUT! Because i loves japan so so much, jadeeeh ga berasa capenya perjalanan 15 hari ini. yup! 15 HARI LAGI 
      Langsung aja yah..
      tiket alhamdulilllaaaaah bgt gw dapet tiket promo. thanks to youuuuuh @mone geriliya kita selama beberapa bulan mengejar tiket murah terbayarkan sudah. 
      Paket Tour Japan autumn ini gw bandrol seharga 19,9 jt all in kecuali makan siang dan malam. tiket pesawat, hotel, jr pass, jalan2 dsb ropeway dan lain lain udah gw tanggung.
      awalnya yaudah seadanya aja, 5 orang minat hayuk brangkat. Yaiks!! ternyata yg minat ada 19 orang. jadilah ya ai keteteran. pencarian hotel dan hostel yg ga abisn abisnya. dan beberapa tamu mau exclusif di hotel berbintangpun ai jabanin hayyah hayyah ibuk ibuk. 
      Autumn atau biasa disebut musim gugur ini menurut saya musim yg agak gambling. karena pakaian menurut saya juga agak membingungkan. bentar bentar dingiiin bentar2 panaaas. tapii yang pastiii..
      apa aja yg mesti dibawa ketika autumn
      1. Jas Ujan! omg selama disana tiada hari tanpa hujan. ditambah dgn anginnya yg ga asik bgt...brrrrrr... kombinasi bikin sakit. anehnya kalo ujan udah berhenti, cuaca bisa tiba2 menjadi panas Jreng!! clear blue sky. jadi..
      2. Jaket ga usah terlalu tebel. (kecuali anaknya kaya sayah suka biduran, jaket tebel penting AHAHAHAHA)
      3. Gunakan sepatu sebisa mungkin yg anti air kayaknya. beberapa tamu memakai sepatu kets biasa dan sepatu wanita bahan alhasil semua jadi lepek dan akhirnya bikin kaki lecet.
      4. Kalo kamu tipical yang seneng bawa baju sedikit, cari penginapan yang menyediakan mesin cuci dan pengeringnnya. melihat cuaca disana yg bikin baju lepek sih emang ga enak bgt pake baju lembab kemana mana yakhaan.
      5.Cek Jadwal Festival! ini nih yg paling penting menurut sayahhh. selalu gunakan waktu kita untuk festival yg ada di jepang. selain magical bgt, kita juga bisa dapat nilai plus banyak selain melihat pemandangan aja.
      6.Wifi. rekomendasi, gunain wifi yg memang kerjasama dgn japan provider kaya docomo atau softbank. karena ini negara teknologi, kayaknya kalo ga ada wifi bakalan mati kutu deh (apalagi sayah zzzz)
      7. JR PASS. ga bosen bosennya sayah mengingatkan ini.
      8. Gunakan koper yg berbahan anti air. Kemarin beberapa tamu juga akhirnya kopernya ada yg kuyup bgt karena keguyur hujan.
      9. Vitamin (yaaah namanya juga ibu ibu)
      10. Cash money. Jepang masih menganut sistem hard cash. jadi ga usah takut kalo kita bawa uang 1 juta 1 lembarnya, dimanapun itu, mereka pasti punya kembaliannya.
      11. Suica atau Pasmo. Kartu sakti yg juga selalu mempermudah kita beli2 makanan dan subway selama di jepang. Bisa dibeli ketika sampai di bandara atau di tempat subway lainnya.
      YUKS! brangkaaaat
      Kloter 1 terdiri dr 14 orang dan kloter ke 2 terdiri dari 6 orang
      Airlines
      Philippine airline, ANA, Cathay dan JAL adalah maskapai yg membawa kita semua. pusing ga tuh. ahahahahahaah! yup.. inilah yg akhirnya membuat gw harus bolak balik bandara sebanyak 3x demi menjemput mereka semua (longstoriiiih) cuman karena mereka mau di charge extra jadi yawesss lanjut.
      RUTE Tour Yellow Fox
      UENO, Shibuya,Tsukiji, KYOto,Kiyomizudera, Fushimi inari, Takayama Old town, Shin Hotaka, dan Shirakawagoe
      Sedikit Pengetahuan Tentang Jepang.
      1. Taxi mereka biasanya terbuka sendiri, jadi ketika masuk ga usah nutup pake tangan. kadang malah kita suka diomelin kalo kita nutup sendiri. 
      2. Negara yg ga kenal makanan dibungkus. sooooo... biasanya kan kita kalo di indo, makanan ga abis suka minta dibungkus. DISINI sebisa mungkin jangan yaah. 
      3. Negara yg bisa ngusir kita dr restaurant kalo kita terlalu ber ramai ramai. beberapa kali sayah diusir dr restaurant krn mereka ga mau mengganggu tamu2 lainnya (apalagi kalo tempatnya sempit) jadi jgn tersinggung ya. kalo kamu group lebih dr 5 orang mungkin lebih baik pilih restaurant yg besar atau dibagi menjadi beberapa tempat makan
      4. Jangan makan sambil berjalan. Bakal jadi perhatian orang2 sih. sayah pernah sekali krn lupa kebiasaan ngemil di indo sambil jalan. alhasil diliatin sama orang2 lewat ahahahaha. ndeso
      5. Jangan heran kalo kita akan sangat sulit mencari tempat sampah di jalan  tempat sampah biasanya ada di stasiun2 kereta. pernah satu kali kantong baju dan clana ai penuh sama sampah sehari hari jahahahaha.
       
      here we cooome Japaaaan!
       
       

    • By norma sofisa
       

       
      Pulau Santorini adalah salah satu destinasi wisata yang populer bagi traveler di seluruh penjuru dunia. Terletak di Laut Aegean, berjarak kurang lebih 200 km dari di selatan  Yunani daratan. Sebelumnya, Pulau Santorini disebut Thera atau Thira (sumber: Wikipedia). Menurut sensus yang dilakukan tahun 2011, Santorini memiliki luas daratan sebesar 90.623 km2 dengan jumlah penduduk permanen sebesar 15.550 jiwa (sumber: www.thira.gov.gr). Dengan ukuran pulau yang cukup luas, perkiraan saya sedikit meleset. Tadinya, saya membayangkan bisa mengelilingi pulau ini dengan naik dokar atau menyewa sepeda.
      Penerbangan ke Santorini, khususnya dari Eropa barat, biasanya melalui transit di Bandara Athena. Sewaktu berkunjung kesana pada Juli, musim panas lalu, kami memang mengunjungi beberapa tempat dahulu sebelumnya, termasuk Athena. Dari Athena, kami naik pesawat tengah malam dan sampai dini hari di Bandara Thira.
      Perlu dipertimbangkan pula, jika bepergian saat musim panas, rate penerbangan biasanya melonjak naik secara signifikan. Sebagai contoh, dari Amsterdam - Santorini pada Juli kemarin bisa mencapai lebih dari 200an Euro pulang pergi. Anggaplah 1 Euro setara dengan Rp 15000, biaya pesawat saja dapat menyentuh angka lebih dari 3 juta rupiah. Cukup mahal juga untuk ukuran backpaker seperti saya.
      Dikarenakan niat dan tekad kami begitu kuat pengin mencicipi keindahan Santorini, kami pun memutar otak. Akhirnya, setelah mempertimbangkan plus minusnya, kami memutuskan rute terbang Roma-Athena-Santorini. Tentu saja, dengan rute tersebut kami menghabiskan biaya pesawat yang kurang lebih sama, namun kami dapat sekaligus berkunjung ke kedua kota lainnya.
      Ada beberapa landmark terkenal yang wajib dikunjungi disini. Fira dan Oia, dua "kota" yang terkenal dengan rumah-rumah bercat putih biru di atas tebingnya. Di tempat ini, keindahan dan orisinilitas Santorini banyak diekploitasi oleh fotografer baik amatir maupun professional. Tak ketinggalan, selebriti tanah air dan internasional beberapa kali mengabadikan momen spesial mereka seperti foto pre-wedding atau saat berbulan madu di spot-spot cantik yang ada di Fira maupun Oia sehingga menginspirasi banyak orang untuk datang.
      Di bawah tebing Fira, terdapat Old Port Fira yang sayang juga dilewatkan. Jika kamu cukup kuat, kamu bisa menuruni tangga langsung menuju kesana. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda, kamu bisa menyewa keledai yang banyak dijajakan di pinggiran tangga. Tarif untuk naik keledai cukup fluktuatif. Jika sepi, kamu bisa mendapatkan harga yang cukup murah sekitaran 7.5 Euro pulang pergi. Alternatif lainnya yang cukup menarik adalah dengan naik cable car. Tarif menaiki wahana ini sekitar 5 Euro sekali jalan. Kami awalnya mencoba untuk turun ke bawah dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit (kadang berhenti sejenak  karena panas dan lelah), setelah menghabiskan waktu beberapa saat di tepi pelabuhan, kami kembali ke atas dengan cable car.

      Di Oia, jangan sampai absen untuk menikmati indahnya matahari yang terbenam. Satu tempat ideal untuk memotret sunset ada di semacam bukit kecil yang dekat dengan laut. Pada saat kami berada disana, ribuan orang berusaha mengabadikan momen sehingga cukup sulit untuk menuju ke tempat tersebut. Akhirnya, sehari setelahnya kami memutuskan untuk mengejar sunset di Fira. Yang jelas, pemandangannya tak kalah luar biasa.

      Perissa dengan pantai pasir hitam dan airnya yang jernih tidak boleh untuk dilewatkan. Kami mengunjungi tempat ini pada hari terakhir. Laut Aegean sangat tenang, airnya jernih dan segar. Pada musim panas, banyak sekali turis yang berenang atau sekedar main air. Tidak mau bermain air karena hitam tapi tetap ingin nongkrong di Pantai? Bisa juga! Seperti saya yang saat itu lupa membawa baju renang yang sudah dipersiapkan di hotel. Di sepanjang Pantai Perissa terdapat banyak restoran yang menyediakan payung payung beratapkan daun rumbia dan dilengkapi dengan kursi panjang di bawahnya, sehingga kamu bisa berlama-lama disana tanpa takut kepanasan. Dengan biaya sewanya 6 Euro saja, kamu bisa bersantai, tidur, membaca buku, maupun berfoto rio sepanjang hari disitu. Saat itu, kami sengaja berlama - lama di tempat ini sambil menunggu waktu pergi ke Bandara di sore hari.
      Kawasan wisata lainnya yang bisa masuk list kamu adalah Pyrgos dan Emporio. Di desa yang masuk kawasan Traditional area ini, cukup populer dengan rumah rumah kunonya. Pyrgos letaknya dekat dengan Fira, sedang Emporio berada beberapa kilometer sebelum Pantai Perissa. Jika kamu menggunakan bus untuk berkeliling Santorini, dua desa ini masuk dalam rute bus, sehingga cukup mudah dijangkau.
      Red beach, Black beach, Hot Spring Volcano, dan Wine Tasting juga bisa kamu agendakan lho saat kemari. Menurut pengalaman kami, jika kamu tidak mau repot merencanakan, kamu bisa ikut tur yang diselenggarakan para agen travel lokal. Biasanya tur dimulai pagi hari, sekitar pukul 8.00 dan kamu juga bisa memilih tempat wisata mana saja yang ingin kami kunjungi. Saat itu kami berencana mengikuti tur Hot Spring Volcano. Dengan fasilitas antar jemput dan juga sewa kapal ke sumber mata air panas, biaya yang harus dikeluarkan sekitar 30 Euro. Tentu saja, harga bisa sedikit bervariasi antar agen travel. Namun karena kami terlambat mendaftar dan waktu yang mepet dengan jadwal pulang, akhirnya kami pun mengurungkan niat.

      Pengalaman saya dan rekan di Santorini bisa dibilang seperti nano nano yang rame rasanya. Tentu saja, fasilitas dan kehidupan di pulau amat berbeda dengan Eropa daratan. Untuk lebih mengerti situasi kondisi saat berwisata ke pulau ini, berikut tips yang perlu diketahui:

      1. MEMILIH HOTEL
      Saat peak season di Bulan Juli hingga akhir Agustus, rate hotel di Santorini melonjak tajam. Jika di Bulan Mei, hotel pinggir pantai Perissa berkisar 25 Eur per malam, pada periode ini bisa naik sampai 100 hingga 200 Eur per malam. Jikalau ingin dekat dengan pusat keramaian dan landmark populer, sebaiknya memilih hotel atau penginapan di sekitar Fira atau Oia. Namun yang jelas ratenya pasti akan lebih mahal daripada penginapan di Emporio atau jalan besar menuju Perissa. Kami kebetulan menginap di daerah dekat Emporio yang kira - kira membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Fira dengan bus. Hotel yang kami tinggali tergolong lumayan. Fasilitasnya pun cukup oke, terdapat pula kolam renang di belakang hotel yang bebas digunakan oleh tamu hotel. Untuk kamar dengan double single beds, kamar mandi privat, handuk, dan dapur kecil, kami menghabiskan kira-kira 40 Eur per malam.

       
      2. TRANSPORTASI
      Perlu digarisbawahi, pusat keramaian Santorini berada di Fira, sehingga jalur transportasi publik seperti bus lokal dan taksi, terpusat disana. Rute semua bus lokal adalah dari dan ke Fira, berangkat setiap 15 hingga 30 menit sekali dengan tarif 1.8-2.4 Euro satu kali jalan. Beberapa desa dan tempat yang dijangkau oleh bus adalah Perissa, Kamari, Oia, Red Beach, dan Airport. Perlu diketahui bahwa bus di Pulau ini mirip dengan Bus Mira Ekonomi AC, yang selama kelihatannya ada tempat, penumpang boleh masuk. Jadi jangan kaget jika bus dengan rute dari Fira ke Oia biasanya penuh hingga berdesak-desakkan. Malangnya, saya termasuk gampang mabuk darat. Karena jalanan dari Fira ke Oia penuh liku -liku naik dan turun,  saya selalu berusaha mencari waktu - waktu tertentu dimana bus sedang tidak terlalu padat sehingga saya bisa mendapatkan tempat duduk.
      Pilihan lainnya yang lebih mudah dan easy going adalah menyewa mobil, motor, atau ATV per hari. Hal ini banyak dilakukan oleh turis karena memang mobilitas di Pulau akan cukup tinggi. Dengan kendaraan sewa, wisatawan dapat lebih fleksibel dan santai.
      Saat disini, kami menggunakan bus lokal karena kami lupa membawa SIM Internasional. Jadi bagi yang ingin menyewa kendaraan jangan lupakan SIM Internasional dan juga CREDIT CARD. Saya tidak terlalu paham aturan pada penyewaan mobil lokal, namun untuk rental mobil yang cukup bonafit seperti SIXT memberlakukan aturan, pengemudi wajib memiliki SIM dan Credit Card. Jadi harus dipastikan bahwa pengemudi memiliki SIM dan credit card dengan nama yang sama sebagai penjamin.

      3. MAKANAN
      Feta cheese dan Greek Yogurt adalah ikon makanan dari Yunani yang telah mendunia. Karena aromanya yang tidak terlalu kuat, Feta biasanya dihidangkan sebagai toping dalam salad sayur. Yang jadi favorit saya selama disana adalah Frozen Greek Yogurt! Rasanya 'nyess' banget apalagi jika dinikmati saat udara sedang panas-panasnya. Saat membeli yogurt di kafe biasanya kamu dihadapkan pada dua pilihan rasa yaitu plain yogurt alias yogurt tawar atau yogurt yang sudah diberi perisa buah. Favorit saya rasa mangga dengan toping buah-buahan. Pilihan toping lainnya juga tidak kalah seru seperti bubbles, jelly, hingga selai cokelat atau stroberi. Harganya bervariasi mulai 2.5 Euro ke atas tergantung banyaknya yogurt  dan jumlah serta variasi topingnya (dihitung dalam gram).
      Untuk main dishes atau makanan besar khas Yunani biasanya berbahan dasar ikan atau daging. Menurut saya pribadi, masakan disini bukan yang terbaik. Ada beberapa makanan yang terasa kurang cocok di lidah seperti sajian ayam dengan madu, atau ikan bakar yang terkesan terlalu kering. Kurangnya menu sayur di dalam komposisi makanan khas Yunani adalah salah satu hal yang "membuat kurang pas di hati. Mungkin karena saya suka juga masakan yang menyajikan banyak sayur di dalamnya. Namun jika ingin merasakan makanan lokal, ada baiknya mencari restoran yang agak masuk ke dalam dan tidak terlalu dekat dengan pusat keramaian.

       
      4. PAKAIAN
      Bagi pengunjung yang merencanakan datang saat musim panas atau Summer, siap siap menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu berkisar antara 30 - 40 derajat celcius. Berbeda dengan udara di Indonesia, panas dan kering khas Mediterrania sangat mendominasi udara pada sekitar Bulan Juni hingga Agustus akhir. Saya sendiri tidak cukup tahan dengan panas yang menyengat ini. Mulai pukul 8 pagi, matahari sudah tinggi dan badan sudah berkeringat. Di musim panas, hampir semua turis mengenakan pakaian dengan bahan kaus yang tipis dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam adalah asesoris wajib yang harus dikenakan untuk perlindungan, bukan hanya sekedar gaya.
      Jika kebetulan kamu tidak membawa baju yang tepat, jangan khawatir! Salah satu komoditi yang terkenal dari Yunani adalah katun. Nah, di Santorini banyak toko yang menjual baju - baju katun baik katun murni 100% maupun campuran. Yang spesial di Santorini, kamu bisa dengan mudah menemukan baju - baju dan gaun berwarna putih. Toko - toko pakaian yang dimiliki pengusaha lokal akan banyak kamu temukan di Fira. Harga yang dipatok untuk sehelai atasan atau gaun mulai 20 Euro hingga 100 Euro. Hal ini tentu saja dikarenakan kualitas kain dan presentasi katun yang dimiliki.

       
      5. TIPS BONUS...
      Santorini adalah salah satu tempat ini sangat romantis yang pernah saya kunjungi. Saran saya, ajak pasangan masing - masing untuk mengunjungi tempat ini, menikmati Froyo sembari berburu pemandangan saat matahari tenggelam. Syahdu sekali pastinya! Untuk saya, ini adalah salah satu mimpi yang masih tertunda (curcol :D).
      Demikian, beberapa tips dan informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan atau sedang merencanakan liburan ke Santorini.
      Satu hal yang kurang saya sukai dari Santorini adalah hampir semua spot strategis di Fira dan Oia telah dikomersialisasi menjadi restoran, resort, atau apartement sehingga wisatawan yang tidak menginap atau tidak ingin makan disana tidak bisa mengaksesnya. Hal ini tentu saja memiliki imbas dalam memilih makanan dan juga keleluasaan saat mengambil foto. Jika kita ingin duduk di tempat strategis untuk menikmati sunset yang masuk dalam area restoran, otomatis kita harus membeli makanan yang tentunya dipatok dengan harga yang kurang rasional. Begitu juga dengan spot berfoto. Sebagai contoh, Three Bells Fira berada satu area dengan sebuah hotel sehingga akses masuk kesana hanya diperuntukkan bagi tamu hotel. Yang melanggar tidak akan segan - segan untuk diusir keluar.
      Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke Santorini, bisa share juga pengalamannya di bagian komentar di bawah ya!
      Kamu juga bisa baca artikel ini di link berikut: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/11/santorini-dreams-tips-and-things-you-should-know/
      Terima kasih dan sampai bertemu di artikel selanjutnya
       
    • By norma sofisa
      Halo semuanya,
      Pernahkah kalian mendengar Polandia?
      Yup, Polandia adalah salah satu negara yang terletak di daratan Eropa sebelah timur. Polandia memang tidak sepopuler Belanda, Inggris, Perancis, atau Italia namun para penggemar sejarah perang dunia pasti tidak asing lagi dengan negara ini. Tidak lain karena awal dari perang dunia kedua dimulai dari Polandia.
      Desember 2015 lalu, saya dan sahabat saya, Kim, mempertaruhkan liburan musim dingin kami dengan bertandang kesana. Kenapa mempertaruhkan? Berbekal tiket pesawat pp 17 Euro saja, kami memutuskan untuk mendarat di sebuah kota bernama Katowice yang sebelumnya bahkan belum pernah kami dengar.
      Kim menyusun rencana dan tempat-tempat apa saja yang akan kami kunjungi, termasuk hostel dan penginapan di Polandia. Salah satu kota yang akan kami kunjungi adalah Kraków, yang merupakan kota kedua terbesar dan pusat kebudayaan tertua di Polandia. Tak heran jika beberapa lokasi historis di Kraków seperti Old Town, Kazimiers (Area Yahudi), dan Kastil Wawel masuk dalam list UNESCO World Heritage Sites pada tahun 1978 (sumber: Wikipedia).
      Pengalaman kami di kota ini merupakan salah satu yang tidak akan terlupakan dalam hidup. Selain karena ini adalah kali pertama saya bepergian jauh keluar Belanda, cerita dan orang - orang yang kami temui selama perjalanan membuat saya terkesan.
       

      Beberapa menit setelah mendarat di Bandara Katowice, kami berdua kebingungan. Dalam bayangan kami, transportasi dari Bandara ke pusat kota dapat dijangkau dengan mudah dan terorganisir dengan baik. Ternyata, bahkan petugas bandara pun main lempar dan tidak dapat menjelaskan dengan baik. Kami pun baru sadar, penduduk di Polandia mayoritas tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Lebih lagi, pelafalan nama kota atau wilayah di Polandia tidak sama dengan tulisannya karena ditulis dalam Polish Alphabet. Setelah bertanya kesana kemari dengan pemuda pemudi desa yang lewat, dengan Bahasa Inggris seadanya, akhirnya kami dapat melalui cobaan yang pertama dan menemukan tempat menunggu bus.
      Perjalanan ke pusat kota Katowice ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Kami sempat tidur di perjalanan hingga bus yang kami tumpangi berhenti di stasiun kereta. Dari sini kami langsung membeli tiket kereta menuju Kraków. Kami memilih kereta yang biasa dengan estimasi perjalanan 2,5 jam dengan pertimbangan harga yang lebih murah. Dan mulailah petualangan kami ke Kraków.

      Kereta yang kami naiki ternyata sedikit ajaib. Gerbongnya terlihat cukup tua dan banyak coretan di sebagian besar dindingnya. Hari itu sudah gelap dan lampu di kereta tidak berfungsi dengan baik. Byar pet, kalau kata orang Jawa. Saat kami sedang duduk, tiba-tiba lewat seorang pria dengan sebotol besar minuman beralkohol di tangannya. Wajah saya pun terlihat agak panik, namun Kim berusaha menenangkan. Tidak ada tanda-tanda petugas kereta yang lalu lalang, untungnya pria tadi juga tidak bereaksi apa-apa. Ia duduk agak jauh dari kami. Saya perhatikan, dia hanya memeluk botol itu dan tidak meminumnya. Kami pun lega saat ia turun di stasiun sebelum Kraków.
      Sepanjang perjalanan saat memperhatikan, stasiun - stasiun yang kami lewati membuat bergidik. Tak jarang tidak ada lampu penerangan maupun tempat duduk di stasiun. Peronnya pun sangat kecil dan kelihatan kumuh. Satu pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan menganggap seluruh negara di daratan Eropa itu seragam tingkat ekonomi dan sosialnya. Jika boleh membandingkan, kereta api di Polandia kalah jauh dari kereta api yang ada di Indonesia. Bravo PT KAI!
      Tepat pukul 10 malam, kami sampai di Kraków. Kami memutuskan untuk membeli tiket ke Auschwitz dulu sebelum menuju hostel. Sempat agak bingung menemukan loket yang tepat, kami berusaha bertanya pada sekuriti di stasiun. Ternyata sodara -sodara, bapak sekuriti ini tidak bisa berbahasa Inggris. Lucunya, dia masih saja berusaha menjelaskan dengan memperkeras suaranya tapi tetap dalam Bahasa Polandia.
      Sedikit gemas, pengen tertawa, campur sebal sih! Tapi tidak bisa disalahkan juga niat baik seseorang. Dalam suasana kegamangan itulah, tiba-tiba muncul seorang pemuda berkacamata yang menjawil si Bapak. Sejurus kemudian, dia bertanya pada kami dengan Bahasa Inggris. Raut wajah kami langsung sumringah mendengarnya. Pemuda yang baik itu kemudian menjelaskan dimana letak loket untuk membeli tiket. Akhirnya tiket terbeli dan kami pun menuju keluar stasiun dan berjalan ke arah hostel kami. Kami berdua sudah sangat kelelahan dan berharap untuk segera mendarat di kasur. Petualangan esok pagi sangat kami nantikan.
      Penasaran dengan pengalaman tak terlupakan di Auschwitz? Sabar ya, akan disambung minggu depan!
      Bisa juga baca disini: https://sofiehurif.wordpress.com/2017/12/01/poland-and-a-once-in-a-lifetime-experience-auschwitz-1/
      Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
      Terima kasih.
      Salam,
      Sofie
    • By Ikamarizka
      Halo Semuaaaa! sayah rencana mau ke jupun lagi nih autumn ini, a k a minggu depan. (beuuuh meped bener) tapi ada beberapa pertanyaan yang mengganjal dan kayaknya butuh masukan dari temen temen nih. berhubung nanti bawa banyaaaak orang, jadi gw agak deg deg an mau kemana mana nya takut salah ahahaha. 
      jadi begini
      1. tiba2 kepengen ke kochia hitachi seaside park. kalo dari 'misalnya' nih tokyo, ada yang tau ga yah pake jr dan bus apa? soalnya liat di hyperdia kok agak2 membingungkan rutenya.
      2. kale flight malam baru same haneda, enaknya pake kereta aja atau ada uber taxi ga sih dari haneda? soalnya tamu gw ada yang baru sampe haneda jam 12 malam. Taun lalu sih kereta udah pada ga ada jam segitu. tapi ada yang bilang masih ada. ada juga yg bilang pake taxi aja kalo malem. jumlah tamu ada 4 orang, dan lumayan udah ber umur, jadi agak kasian juga kalo naik kereta malam. ada ide kah??
      3. makanaaaaan. plis bgt bantuannya buat makanan yang enak dan halal daerah tokyo, kyoto, osaka atau dimana yang punya ide? karena selama ini gw kebanyakan makan di lawson dan tempat2 supermarket ahahahahahahaha. sedangkan ini tamu2 gw kayaknya pada pgn makan restoran. ide yaaaah manteman. 
       
      maaciiiii @deffa @kyosash @twindry @Vaylyn 
    • By Devi Partamihardja
      Hai,
      Perkenalkan saya Devi, Female 31yo, Anggota Baru di web ini. Amaze banget liat tulisan-tulisan para traveller disini, Thank You untuk Info2nya :)
      Btw, Berhubung punya mimpi yang belum terwujud untuk Traveling ke London dan Beberapa negara di Eropa, Rencana (kemungkinan) saya akan ke Eropa bulan November 2017 ini, yap 2-3 bulan lagi mendadak disko. Belum Urus Visa dan masih cari tiket, Total kira-kira 15-25 hari, mau make sure kira-kira ada temen bertualang kah? secara nyali masih ciut kalo solo travelling ke Eropa. Kalo masih Asia mah oke-oke aja. Kalo sampe ga ada temen (kayanya musti nunda) hehe...
      Tipe Travellingnya Pesawat Kelas Ekonomi (cari yang termurah dari Jakarta atau KL atau Spore), Bisa dibilang bukan backpacker karna akan bawa koper, nginep di Airbnb/Hostel/cheap Hotel, Transportasi umum & murah, Travelling Santai, Quality time di setiap spot, Disney Paris or amusement park dan spot2 Random is one of my Top List, Syukur2 Kalo dapet temen Traveller sesama Perempuan biar ada temen hunting pernak pernik unik hehe.. Don't Hesitate to contact me by email ya devisparta2@gmail.com
      (bila ada keseriusan kita contact2an by whatsapp).
       
      Thank You :)
    • By Endar
      Flixbus dari Paris parkir dengan sempurna di area Sihlquai, dekat Zurich Central Station. Pagi itu udara masih dingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, udara dingin di Carparkplatz Sihlquai tetap menusuk tulang walaupun sudah memakai jaket tebal. Padahal sudah bulan Mei.
      Zurich, kota terbesar di Swiss yang berada di tepi danau Zurich dan dekat dengan pegunungan Alpen menjadikan Zurich kota yang memiliki panorama yang menakjubkan. Tidak heran dengan kondisi ekonomi, geografi dan tentunya fasilitas yang ada, Zurich dinobatkan menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia tahun 2006 dan 2007.
      Satu hari di Zurich tidak menyurutkan semangat untuk menjelajah kota ini. Dengan waktu yang sempit maka hal yang dapat dilakukan adalah city tour. Banyak paket yang ditawarkan dengan berbagai variasi waktu, fasilitas dan tujuan. Transportasi yang digunakan untuk city tour adalah trolley wisata dengan design klasik ditunjang dengan audio dalam delapan bahasa. Ada Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugis, Rusia dan Spanyol.  Dalam waktu kurang lebih dua jam dengan biaya 35 – 40 franc, trolley akan melewati area bisnis, Bahnhofstrasse yang menjadi museum penting di Zurich, sudut kota tua Zurich, Fraumunster Church yang konon mulai dibangun tahun 1100 namun baru terlihat di abad 15 dan area perkotaan lainnya.
       

      Perjalanan city tour berhenti dua kali. Biasanya berhenti di area tepi danau Zurich di kawassan dermaga publik. Kedua di jalan Stadthausquai. Terdapat fasilitas toilet umum di setiap tempat pemberhentian, tempat makan atau penjualan souvenir. Di seberang jalan Stadthausquai dengan melewati jembatan di atas sungai Limmat terdapat jalan Limmatuquai yang banyak menjual souvernir di kios-kios kecil. Kawasan ini juga merupakan pusat bisnis dengan banyak bank, toko-toko eksklusif, restaurant dan pusat perbelanjaan.
      Bila tidak puas dengan city tour, terdapat tour dengan kapal pesiar yang akan berlayar di danau Zurich. Dengan kecantikannya, danau Zurich begitu menjadi daya pikat tersendiri. Tata kota dan pemanfaatan danau yang baik menambah nilai plus untuk kota Zurich. Di seputaran danau banyak terdapat pemukian yang menjadikan danau Zurich lebih hidup.  Pemanfaatan danau Zurich sebagai tempat berolahraga air seperti perahu layar, kano  didukung fasilitas yang memadai.
       

      Transportasi di Zurich sangatlah mudah. Banyak kereta dan trem yang menjangkau hampir seluruh sudut kota. Bagi yang tinggal di Zurich dalam waktu yang singkat terdapat ZurichCARD yang merupakan paket transportasi trem, bus, kapal, kereta api dan sarana transportasi lainnya. Terdapat juga potongan harga atau bahkan tiket gratis bagi yang memiliki ZurichCARD. Namun perlu diketahui  di Zurich berlaku zona tariff sehingga tidak perlu membeli paket pada zona yang tidak dilalui. Stasiun Hauptbahnhof  (Zurich HB) menjadi pintu gerbang jika kita menggunakan kereta. Stasiun terbesar di Swiss yang juga menjadi salah satu stasiun tersibuk di dunia ini sangat lengkap. Sudah seperti pusat perbelanjaan, hampir semua kebutuhan dapat ditemukan disini. Pada waktu tertentu sering diadakan bazar makanan yang menual street food dengan harga miring.
       

      Biaya hidup di Zurich termasuk tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Eropa. Dengan mata uang Franc yang memiliki nilai berbeda dengan Euro, harga-harga makanan di Zurich bisa 1.5 kali lipat jika di rupiahkan. Untuk akomodasi juga termasuk tinggi, harga penginapan super standar berkisar IDR 500.000 belum termasuk sarapan.
      Perlu kejelian dalam menyusun itinerary jika memasuki Zurich ke salah satu kota tujuan. Yang menyukai wisata kota dengan suasana yang sepi dan nyaman, Zurich dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang menyukai suasana alam, Zurich dapat menjadi trip satu hari yang berkesan.