Sign in to follow this  
Mulyati Asih

Menyantap Campur Lorjuk Khas Pamekasan Madura

30 posts in this topic

Campur-Lorjuk-mulyati-portalkbr.jpg

 

Campur Lorjuk

 

 

Perjalanan liburan Imlek membawa kami ke “Pulau garamâ€, mengenal Madura yang ada dalam pikiran saya adalah Sate Madura. Wajah kota Pamekasan masih terlelap ketika kami melanjutkan perjalanan dari rumah mbak Arris tempat kami bermalam menuju desa Tanjung kecamatan Pademawu. Sengaja pagi-pagi buta kami datang ke desa Tanjung untuk memotret sunrise Pantai Jumiang. Ditemani secangkir kopi dengan sabar kami menunggu datangnya sunrise. Sepertinya cuaca mendung, suasana di Jumiang sudah terang tapi sunrise yang indah tak juga terlihat.

Dua jam berada di pantai rasa lapar mulai kami rasakan, mbak Arris mengajak kami sarapan Campur Lorjuk yang letaknya tak jauh dari Jumiang, dekat pasar Mongging desa Tanjung.

“Yuk kita sarapan campur lorjuk,†ajak mbak Arris dengan semangat.

Tanpa bertanya-tanya kami ikut saja ajakan mbak Arris, sepanjang jalan yang kami temui suasana pedesaan yang masih asri, di kiri dan kanan jalan di antara rumah penduduk terlihat sawah menghijau. Tak lama sampailah mobil yang membawa kami di halaman sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan.

Di dapur terlihat dua orang perempuan sibuk menggoreng dan menyiapkan menu, tak terlihat ada pengunjung selain rombongan kami. Di luar ada dua bangku atau bale-bale bambu yang cukup lebar, muat untuk menampung rombongan kami. Di dinding tertempel sebuah papan nama sederhana dengan cat warna merah tulisan “Kuliner Campur Lorjuk Depahlaâ€.

Rasa penasaran saya datang sebenarnya kami ini akan sarapan apa, saya pun bertanya kepada mbak Arris.

“Mbak Arris lorjuk itu makanan apa?† tanya saya penasaran.

“Lorjuk itu sejenis kerang-kerangan,†jelas mbak Arris kepada saya.

Tak berapa lama datanglah semangkuk Campur Lorjuk, dengan seketika kami langsung mendekat. Rasa penasaran saya terjawab sudah, tersisa 15 mangkuk lagi pesanan kami yang belum datang. Sambil menunggu pesanan datang kami diperbolehkan masuk ke dapur melihat lorjuk yang masih mentah, bentuknya menyerupai kerang bambu, panjangnya kurang lebih 3 sentimeter. Lorjuk hidup di pantai berpasir atau berlumpur, banyak ditemui ketika air pantai surut.

Tidak sampai 30 menit satu per satu pesanan kami datang siap disantap. Campur Lorjuk terdiri dari potongan lontong, soun, tauge, peyek dan tentunya lorjuk itu sendiri. Kuahnya terbuat dari kaldu rebusan lorjuk dengan racikan bumbu-bumbu bawang merang, bawang putih, pala, jahe, merica, cabe merah dan garam, ditambah potongan daun bawang.

Tampilannya seperti soto, aroma dan rasanya gurih. Apalagi disantap dengan suasana pedesaan yang asri sambil memandang hijaunya sawah di seberang warung makan.

 

Pengunjung mulai berdatangan untuk sarapan Campur Lorjuk, sedangkan kami siap melanjutkan perjalanan setelah membayar per mangkuk Campur Lorjuk seharga Rp. 7.000.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Mulyati Asih

wuih kulineran mantap

pernah denger soal lorjuk ini

kalo diliat mirip lomtong sayur medan ya

tapi ada lorjuknya :D

@deffa, ini soto ala Madura, rasanya gurih.

 

 

@Mulyati Asih

gimana rasa lorjuk itu ya? pernah lihat liputannya di Ragam Indonesia Trans7 ttg kuliner ini.

@Sari Suwito, pas makan ada temen bilang kayak udang, tapi rasanya kayak kerang lainnya.

 

 

enak tuh... :terpesona :terpesona :terpesona

iya enaak gurih

 

 

enak yah ...ada ceker gitu ...emang si masakan jatim itu enak2 semua ...Rawon disini aja enak bgt ...rame 

@Nrw_itha, itu bukan ceker itu bentuk lorjuk atau biasanya dikenal dg nama kerang bambu, bentuknya kecil memanjang seperti kelingking anak kecil.

 

mirip kupang kah?

@dMaems, aku belum pernah makan kupang mba, rasanya seperti kerang yang lain kok, gurih.

 

 

wah baru dengar nih Lorjuk, sepertinya enak :D

@kyosash, iya enak di jakarta lebih dikenal dengan nama kerang bambu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Mulyati Asih

busettt ini makanan enak, murah, bergizi tinggi, :terpesona :terpesona :terpesonatapi syg bgt ada kerangnya, saya juga agak alergi sama kerang2an :terharu :terharu :terharu .

 

pertama liat tampilannya rada geli juga, tapi pas coba makan, aaahhh santap aja apalagi pas laper, kuahnya seger banget. Klo gak suka kerang gak usah pakai lorjuknya jadi pakai siram kuahnya aja udah enak kok.

Share this post


Link to post
Share on other sites

pertama liat tampilannya rada geli juga, tapi pas coba makan, aaahhh santap aja apalagi pas laper, kuahnya seger banget. Klo gak suka kerang gak usah pakai lorjuknya jadi pakai siram kuahnya aja udah enak kok.

berarti pas mau makan merem dulu ya mba :ngeledek , jadi ga diliatin bentuknya heheheheh, tapi emang klo makanan di pedesaan gni emang yahuddddd :salut

Share this post


Link to post
Share on other sites

lorjuk itu emang sejenis kerang tapi panjang ato disebut juga kerang bambu...

dulu masih banyak di Surabaya (lahir n besar d sby)...

cuman sekarang agak susah karena banyak kerusakan alam sekitar pantai kenjeran, juga akibat pembangunan perumahan yg ambil pasir laut untuk urugan lahannya..

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Riduwan, kemarin saya makan di Pamekasan, diliatin Lorjuk yang masih mentahnya juga bentuknya kayak bambu.

@Mulyati Asih

iya mbak, lorjuk kalo dari segi rasa hampir sama dengan tirem, dagingnya lembut dan berwarna putih

beda ma kerang yg lebih kenyal dan warna cenderung merah

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Mulyati Asih

pengen ke madura uy waktu itu cuma ampe depan pintu suramadu aja :D

@deffa

ayo mod maen ksana...

sabtu ini aq brkt ke surabaya (mudik)....

tar juga tak antar ke madura, pantai kenjeran dan DTC (Dolly Trade Center) tar 17 hari mw ditutup ma Bu Risma lho.... :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this