• 0
Sign in to follow this  
vineshersella

[Jual] Ke Bangkok-Pattaya 5Hari4Malam Cuma 4,5Juta!! Hot Promo Banget

Question

Keberangkatan: 7 Maret 2014
Harga: Rp. 4,500,000/pax
Kuota minimal: 15 orang
 
DETAIL ITINERARY (DETAIL RENCANA PERJALANAN)
 
DAY 1 Jakarta - Bangkok
Penerbangan pukul 16.35-20.00
Seluruh peserta hari ini berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta untuk memulai perjalanan menuju Bangkok. Sampai di Bangkok akan disambut oleh kalungan bunga dan diantar menuju hotel untuk beristirahat atau jalan-jalan sekitar hotel. Free time.
 
DAY 2 Bangkok – Pattaya (Makan Pagi, Siang, Malam)
Setelah sarapan, Anda akan menghabiskan setengah hari di Bangkok dengan mengunjungi Chaopraya River, Wat Arun Temple, Reclining Buddha, Honey Bee Shop. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Pattaya. Di Pattaya Anda akan mengunjungiFloating Market Pattaya, Gems Jewelry Factory, Hard Rock Store. Dan setelah makan malam Anda akan diantar kembali ke hotel.
 
DAY 3 Pattaya - Bangkok (Makan Pagi, Siang, Malam)
Sarapan di hotel, setelah itu Anda akan dijemput untuk tour menuju Nong Nooch Village dan menonton Elephant Show and Cultural Show. Di perjalanan kembali ke Bangkok Anda dapat mengunjungi lagi Honey Bee Shop dan Dried Food Market.Sesampainya di Bangkok Anda diberi waktu bebas untuk berbelanja di MBK sebelum akhirnya diantar ke hotel.
 
DAY 4 Bangkok (Makan Pagi, Siang, Malam)
Pagi ini setelah sarapan Anda akan mengikuti city tour di Bangkok dengan mengunjungi Four Face Buddha dan menghabiskan free time di Central World.
 
DAY 5 Bangkok - Jakarta
Penerbangan pukul 11.25-14.55
Setelah sarapan Anda akan diantar menuju bandara untuk penerbangan kembali ke tanah air. Sampai bertemu di tour selanjutnya! Swatdeekah :)
 
 
TWIN SHARE
Rp. 4,500,000
SINGLE ROOM
-
CHILDREN
EXTRA BED
Rp. 4,500,000
NO BED
-
TAX & FUEL SURCHARGE
INCLUDE
TIPPING GUIDE+TL+DRIVER
Rp. 550,000
VISA
INCLUDE
AIRPORT TAX JAKARTA
Rp. 150,000
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BIAYA TOUR SUDAH TERMASUK:
Tiket pesawat kelas ekonomi, non-endorsable, non-rerouteable, non-refundable by Tiger Airways
Hotel bintang 3 dan 4, dengan ketentuan 1 kamar 2 orang. Jika menginginkan 1 kamar sendiri maka dikenakan tambahan biaya single room
International Airport Tax + Fuel Surcharge
Acara perjalanan sesuai dengan jadwal
Transport, Tour, Tiket objek wisata, makan sesuai acara
Memorable souvenir/person
Local Guide berbahasa Indonesia/Inggris
 
 
BIAYA TOUR TIDAK TERMASUK:
Biaya dokumen perjalanan: passport, asuransi, perubahan tiket pesawat, dll
Airport tax Jakarta Rp. 150rb
Tipping Tour Guide & Driver Rp. 550rb
Pengeluaran pribadi: laundry, minibar, kelebihan bagasi, mini bar, dll
Biaya tour tambahan (optional tour) di luar program
Upgrade hotel, makanan, dan penerbangan
PPN 1%
Bea masuk bagi barang-barang yang dikenakan bea masuk oleh duane di Jakarta maupun negara yang diunjungi. Porter (USD 1/bagasi/service)
Segala bentuk pengeluaran yang disebabkan force majeur (kehilangan, pemogokan, kerusuhan, keterlambatan sarana angkutan, bencana alam
 
 
SYARAT PENDAFTARAN:
Uang muka sebesar Rp. 2,000,000/orang
Full Payment 2 minggu sebelum keberangkatan
Melampirkan copy passport yang masih berlaku min 6 bulan terhitung tanggal keberangkatan
Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa atau dengan pemberitahuan sesuai dengan perubahan yang terjadi, terutama untuk Airport Tax International dan Fuel Surcharge
Itinerary dapat berubah tergantung dengan waktu, cuaca, dan pihak Airlines terkait
Force majeur (kehilangan, pemogokan, keterlambatan sarana transportasi, bencana alam, dll) akan disesuaikan berdasarkan kondisi dan waktu yang berlaku serta bersifat non-refundable
 
 
N.B: Acara dan harga tour sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sesuai dengan peraturan pihak penerbangan dan tempat wisata setempat, serta bisa disebabkan oleh keadaan force majeur.
 
 
MORE INFO & BOOKING:
Vines Hersella
Text/phone: 082218116994
BBM: 2293E924

Share this post


Link to post
Share on other sites

1 answer to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Sari Suwito
      Kalau tidak salah ini kali ketiga saya mengunjungi Hatyai (pertama kali ke Hatyai tahun 2012 lalu yang kedua tahun 2013 hanya singgah sebentar sepulang dari Phuket). Di dua kali kunjungan sebelumnya saya belum sempat mengunjungi obyek wisatanya. Makanya kali ini sepulang dari Brunei Darussalam dan Kota Kinabalu, saya lanjut ke Hatyai selama dua hari. Hari pertama sampai sudah tengah hari jadi cuma istirahat di hotel dan keluar untuk makan siang dan malam saja. Hari kedua baru deh mau jalan-jalan half day tour Hatyai dan Songkhla.
      Untuk menuju obyek wisata di Hatyai dan Songkhla kita bisa menggunakan songthaew. Bagi yang pernah berkunjung ke Thailand pasti tidak asing dengan kendaran ini, sejenis pickup yang dimodifikasi dengan kursi panjang berhadapan. Untuk songthaew wisata terdapat gambar-gambar obyek wisata di bagian body mobilnya. Jadi ketika kita akan memesan kita tinggal tunjuk aja mau ke destinasi yang mana aja. Waktu itu saya naik songthaew dari depan Lee Garden Plaza, setelah nego dengan drivernya akhirnya dapat harga THB 600/orang.  
      Destinasi pertama adalah Samila Beach di Songkhla. Menempuh perjalanan sekitar 53 menit kalau lihat di google sih jaraknya sekitar 33,6 km. Dalam perjalanan menuju Songkhla saya perhatikan sedang berlangsung pembangunan jalan raya dan flyover di tepi kota Hatyai. Rupanya sejak terakhir kali saya ke Hatyai beberapa tahun lalu sekarang Hatyai sudah berbenah. Bahkan untuk imigrasi di perbatasan Malaysia - Hatyai pun sudah berubah lebih bagus. Dulu hanya seperti melewati pagar besi saja.

      Sekitar jam setengah sembilan sampailah saya di destinasi pertama di Samila Beach. Pantai dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di pinggirnya. Di pantai ini terdapat patung putri duyung yang sedang duduk di atas batu di tepi pantai. Pagi itu tidak terlalu ramai jadi saya langsung aja deh berfoto dengan icon Golden mermaid. 

      Setelah itu saya berjalan ke arah taman yang berada di pinggir pantai. Disini terdapat patung kucing besar dan tikus. Cerita tentang patung tikus dan kucing ini bisa dibaca di batu prasasti di samping patung.

       
      Oh ya disini juga ada fasilitas kuda tunggang. Bagi yang ingin mencoba menunggang kuda, bisa menyewa kuda, harga kalau ga salah ingat THB 50/100 gitu dech.
      Di pantai ini juga terdapat kedai souvenier dan makanan/minuman. Bisa mampir sebentar untuk membeli minuman dingin dan cenderamata. Waktu itu sih saya beli air minum dan magnet kulkas. 
      Selanjutkan kami menuju destinasi berikutnya yaitu patung naga. Jaraknya tidak begitu jauh dari pantai samila, sekitar 15 menitan kali ya. Dalam perjalanan menuju lokasi saya sempat melihat ada seperti patung badan naga gitu deh. Entah apa maksudnya...mungkin ini nyambung ke kepala naga gitu ya. 


      Nah akhirnya sampailah saya di lokasi patung kepala naga. Kalau di batu prasasti sih ditulisnya The Great Serpent "Nag". Setting patungnya mirip seperti patung merlion di Singapura gitu. Dari dalam mulut naga keluar air mancur yang menyembur ke arah air laut. 

      Berdasarkan tulisan di batu prasasti ternyata patung naga ini di desain dibagi menjadi tiga bagian, bagian kepala naga sebagai simbol kecerdasan dan kebijaksanaan warga terdapat di Laem Son Orn, Suan Song Tale. Bagian perut naga simbol kekayaan kota terletak di Lan Chom Doaw, Sabua Laem Samila. Sedangkan bagian ekornya simbol karisma dan kekuatan masyarakatnya terdapat di area Samila Beach, Chalatad Road.
      Dalam perjalanan pulang dari lokasi patung kepala naga saya mampir ke Songkhla aquarium. Lokasi berada di antara patung naga dan pantai Samila. Harga tiket untuk orang asing, THB 200 untuk anak dan THB 300 untuk dewasa.

       
      Memasuki ruangan aquarium masih sepi, ya mungkin karena masih pagi banget bahkan sebagian lampu pun belum dihidupkan. Di bagian depan terdapat keterangan ekosistem di Thailand selatan, lalu di dinding terdapat entah replika atau asli ikan yang diawetkan gitu, antara lain leopard shark, spotted guitarfish, udang berukuran besar dan ikan pari. 
       
       
      Akuarium ini dibagi menjadi beberapa zona, antara lain zona A Freshwater fish, zona B Brackish fish, C marine fish dan terdapat satu tangki besar yang berisi aneka ikan (seperti di Sea World Ancol gitu dech). Kita bisa berjalan di bawah akuarium besar ini. Di jam-jam tertentu kita bisa nonton pertunjukan The Unseen Show.


      Dari Songkhla aquarium kami kembali ke Hatyai, nah dalam perjalanan kami singgah di beberapa spot wisata di kota Songkhla.
       
      Songkhla city wall 
      Saat ini hanya tersisa tembok sepanjang 114 meter, tinggi 5.5 meter dengan ketebalan 4 meter. Sebagian besar bata dan batu dinding pun sudah digunakan untuk paving jalanan kota Songkhla. 

       
      Di seberang Songkhla city wall ini terdapat Songkhla National Museum. Bangunan museum bergaya Chinese dengan dominasi warna putih dan merah. Sayangnya saat saya kesana museumnya sedang tutup. Jadi saya cuma berfoto-foto di depannya saja. Di bagian depan museum terdapat koleksi beberapa meriam tua, jangkar dan tiang kapal kali ya.

      Sebetulnya saya sempat googling kalau di Songkhla old town tedapat street art sejenis mural art gitu dech. Lalu sewaktu di pantai Samila saya sempat bilang ke driver songthaew (sambil nunjukin gambar dari google) untuk diantar ke lokasi street art di old town Songkhla. Drivernya bilang iya bisa nanti kita mampir dalam perjalanan menuju Hatyai. Tapi begitu pulang dari Songkhla city wall koq mobilnya jalan terus  tau-tau sudah masuk jalan besar arah Hatyai. Gagal deh foto-foto di mural artnya
      Dalam cuaca panas terik songthaew menuju ke arah Hatyai Municipal Park. Hatyai municipal Park ini lokasinya sekitar 5 km di pinggiran kota Hatyai. Areanya luas banget berada di perbukitan gitu. Selain lokasi wisata juga merupakan tempat ibadah para pemeluk agama Budha. 
      Saya tidak sempat main di lokasi taman-tamannya, jadi kami langsung menuju ke bagian paling atas bukit, ke kuil Four Faces Budha. 
       
      Four Faces Budha Temple (San Phra Phrom)
      Begitu memasuki area ini dekat tempat parkir songthaew terdapat dua patung gajah berwarna emas di kiri dan kanan jalan. 

      Naik sedikit ke bagian atas, terdapat patung gajah berkepala tiga disampingnya terdapat tangga dengan deretan lonceng besar di kiri kanannya.

       
      Memasuki area kuil, di bagian luar kuil four faces Budha terdapat banyak banget patung gajah berwarna emas. Di dalam kuil inilah terdapat patung four faces Budha, beberapa pemeluk agama Budha menyempatkan diri beribadah, bahkan disini terdapat para penari dan musik yang mengiringi selama ibadah. 


      Di pelataran kuil terdapat patung dewa, tempat pembakaran kertas-kertas perlengkapan ibadah gitu dech (saya ga tau apa itu namanya), lalu ada juga penjual burung-burung kecil. Sepertinya burung-burung kecil ini dibeli untuk kemudian didoakan dan kemudian dilepaskan sebagai rangkaian ibadah. 
      Oh ya disini terdapat stasiun cable car juga. Cable car ini menghubungkan antara kuil four faces Budha dengan kuil standing Budha. Bagi yang pengen nyoba bisa naik, tapi kalau saya sih kan sudah nyewa songthaew sih ga perlu lah, sayang duitnya. hahaha...
       

      Dari four faces Budha saya naik songthaew menuju ke kuil standing Budha. Nah sebelum sampai di Standing Budha Temple kami melewati bangunan Hatyai Planetarium. 

       
      Standing Budha Temple (Phra Budha Mongkol Maharaj) 
      Songthaew parkir di bagian depan kuil, lalu saya jalan kaki menuju ke bangunan kuil. Nah di samping kuil ini terdapat stasiun cable car yang terusan dari kuil Four Faces Budha tadi. 
      Saya kemudian menuju ke halaman depan kuil, di area bagian tengah kuil terdapat patung Budha berdiri berwarna emas dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berat patung ini sekitar 200 ton. 

       
      Dari depan kuil ini kita bisa memandangi kota Hatyai, bahkan kita bisa melihat masjid besar Songkhla di sebelah kanan. 

      Di depan kuil Standing Budha ini terdapat tangga turun menuju ke area Laughing Budha dan Patung Dewi Kuan Yin. Lumayan capek juga menuruni tangga lalu disambung jalan kaki di jalanan pavingblock gitu deh saya nggah ngeh, tapi karena menuruni bukit jadi jalan agak melingkar jadi saya pun ambil jalan pintas dengan menuruni tanah yang lumayan licin sambil pegangan pepohonan.  

       
       
      Fat Laughing Budha
      Di sebelah kanan terdapat kuil pemujaan, lalu di bagian kiri terdapat patung Dewa dan diorama bergambar naga. Nah pas di ujung jalan terdapat patung Fat Laughing Budha. 

       
      Berjalan agak ke depan akan tampak mulut naga raksasa yang sekaligus berfungsi sebagai jalan untuk menuju ke area Bodhisattva Kuan Yin.  

       
      Di area ini terdapat beberapa patung disekitar bangungan utama. Sedangkan patung Dewi Kuan Yin berdiri di atas bangunan utama. Patung Dewi Kuan Yin berwarna putih menjulang setinggi 20 meter. Di sekeliling patung terdapat patung kecil-kecil berwarna putih juga. 

      Setelah merasa cukup melihat-lihat saya kembali menuju kuil Standing Budha, dan kali ini harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Entah berapa kali saya berhenti karena kelelahan.  Ini efek karena penasaran dan ga baca review tentang lokasi tujuan.
      Tips: untuk lebih hemat tenaga tidak perlu menuruni/naik tangga yang di depan Standing Budha, kita bisa naik kendaraan sewaan kita untuk menuju ke area Patung Dewi Kuan Yin.  Jadi setelah foto-foto di sekeliling Standing Budha, kita kembali ke kendaraan kemudian kendaraan akan menuruni bukit menuju area patung Dewi Kuan Yin. Hemat tenaga dech. 
      Dari area Dewi Kuan Yin, kami menuju kota Hatyai. Siang itu udara lumayan panas membuat tenggorokan ikutan berasa kering dan haus. Sampai di kota Hatyai saya minta diturunkan di dekat Clock Tower. 

       
      Ini dia Songthaew yang membawa kami half day tour Hatyai + Songkhla.

       
      Di dekat Clock Tower ini terdapat pasar dan saya pun sekalian mampir untuk makan siang.
      Tadaaa menu makan siangnya....yummyyyy

       

       
      Setelah selesai makan baru deh saya berkeliling di pasar sambil beli oleh-oleh kemudian naik tuktuk untuk pulang ke hotel. Sekitar jam 3 sore saya check out dari hotel kemudian menuju ke agen bus yang tak jauh dari hotel untuk menuju ke Kuala Lumpur.
       
    • By Sari Suwito
      Holaa…Sawadee Kha...Sari here
       
      Melanjutkan FR sebelumnya kali ini saya akan berbagi cerita selama di Bangkok.
       
      Day 1
      Pesawat kami mendarat di Bandara Don Muaeng Bangkok sekitar pukul 4 sore. Selesai proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami keluar menuju pintu arrival untuk menunggu mobil jemputan yang sudah dipesan sebelumnya. Daaan.. nomer HP driver yang dikasih dari kantor rental ketika di telpon nomer itu malah maki-maki pakai Bahasa ga sopan. Dan begitu telpon ke kantor rentalnya susah dihubungi pula. Haduuuh…jadi dag dig dug deh…mana para peserta sudah capek dan ga sabar nunggu mobil jemputan datang.
       

       
       
      Akhirnya setelah mencoba dan mencoba hubungi nomer telpon kantor rental akhirnya tersambung juga dengan managernya, daaaan…rupanya nomer HP driver yang dikasihkan itu salah. Bukan salah 1 atau 2 digit…tapi totally salah. Pantesan ajaa…
      Mobil jemputan akhirnya datang juga, mobil dengan 14 seat cukup untuk kami ber-sebelas. Dalam perjalanan menuju hotel, tour guide kami di Chiang Mai telpon menanyakan keadaan kami, dan memberitahu bahwa di Bangkok mulai diberlakukan “jam malam†jadi semua orang harus berhati-hati. Tour leader kami meyakinkan tour guide bahwa kami menginap di daerah Ramkhamhaeng dan kami akan berkunjung ke area yang jauh dari pusat demo. Jadi sepertinya kami akan baik-baik saja.
       
      Rupanya jumat sore di Bangkok hampir sama seperti di Jakarta, jalanan super macet, bahkan jalan tol pun padat merayap tanpa ampun. Lebih dari satu jam perjalanan kami dari bandara menuju hotel yang berada di Ramkhamhaeng.
      Oh ya, dalam perjalanan menuju hotel (di Jalan Ramkhamhaeng) saya melihat hal yang unik lho, patut dicontoh oleh warga Indonesia nich. Jadi karena jalanan macet, dan mulai diberlakukan jam malam, toko-toko tutup lebih awal, jadi karyawan dan pelajar harus cepat-cepat pulang ke rumah dan dalam keadaan macet ini songtoew dan bus terjebak macet juga. Akhirnya ojek motor merupakan salah satu alternative untuk bisa cepat pulang ke rumah. Nah, para calon penumpang ojek ini kan banyak banget…mereka mau antri sampe panjaaang gitu lho, nunggu tukang ojek berdatangan.
       

       
      Sekitar jam 8 malam kami sampai di hotel Regent Park yang berada di Soi 22 Jl. Ramkhamhaeng. Setelah selesai proses check in dan menyimpan barang di kamar, kami segera turun untuk makan malam di restaurant hotel dikarenakan tidak memungkinkan untuk makan malam di luar. Tanggal 22 malam merupakan awal berlakunya jam malam di Bangkok, pasti restaurant pun akan tutup lebih awal belum lagi jalanan pasti masih macet. Bahkan semua stasiun televisi Thailand berhenti bersiaran. Hanya channel luar negeri saja yang tetap tayang, dan RCTI ternyata eksis lho di saluran tv di hotel ini.
       
      Day 2
      Setelah sarapan pagi di hotel kami berangkat untuk mengunjungi acara THAIFEX (Thailand Food Expo) yang berlokasi di Impact, Muang Thong Thani, Bangkok. Pagi itu hari jumat, jalanan di Bangkok juga mirip di Jakarta, kemacetan lalu lintas sudah mengular sejak kami keluar dari hotel.
      Sekitar satu jam perjalanan akhirnya sampailah kami di lokasi pameran, tempat pameran ini rupanya sangat besar, mirip JCC kalau di Jakarta. Setiap pengunjung diwajibkan untuk mengisi form registrasi untuk mendapatkan tag visitor/buyer. Proses registrasi sangat cepat, tanpa antrian yang panjang karena masih lumayan pagi.
       

       
      Setelah mendapatkan tag visitor kami langsung berpencar, menuju ke ruang pameran, kebetulan pameran berada di Challenger 1 sampai 3, dan saya masuk mulai dari challenger 1.
       
      Begitu masuk ruang pameran, saya terkagum-kagum dengan aneka produk yang di pamerkan. Berkeliling di Thaifex expo ini sungguh memanjakan mata dan lidah, karena bisa icip-icip aneka makanan dari berbagai negara asia dan eropa. Bahkan disini dipamerkan packaging, mesin dan peralatan untuk industry kecil juga lho.
       

       

       
      Beberapa pengunjung menganti es krim di booth Korea.
       

       
      Saya juga sempatkan untuk melihat pavilion Indonesia, dan saya agak sedikit heran. Dalam kesempatan besar ini Indonesia mengirimkan produk yang saya rasa kurang greget di bandingkan negara-negara lain yang membawa produk unggulan negara masing-masing. Bahkan beberapa negara mengambil lebih dari satu pavilion.Melihat geliat produk thailand yang sekarang berkembang pesat, bahkan salah satu visi Thailand adalah menjadi pusat produk halal terbesar di dunia, maka rasanya dengan diberlakukannya Asean Economic Community dimana produk-produk dari negara lain bebas masuk ke Indonesia.
       

       
      Di ruang Challenger 3 memamerkan produk peralatan industri kecil. Ada juga pameran jenis-jenis kendaraan untuk promosi, seperti moving trailer yang desain dan motifnya unik.
       

       
       

       
      Disini juga berlangsung beberapa lomba diantaranya Thailand Ultimate Chef Challenge, fruit crafting, dan roaster's choice award.
       

       

       
      Sekitar jam 12 saya sudah merasa capek berjalan berkeliling, akhirnya saya memilih untuk beristirahat di food court sekalian makan siang. Selesai makan siang, saya kembali ke meeting point barangkali ada peserta lain yang sudah berkumpul. Rupanya belum ada satupun peserta yang berkumpul jadi saya lanjutkan untuk melihat-lihat hall arena, yang tesambung dengan bangunan impact. Pusat pameran ini terintegrasi dengan tempat makan, tempat belanja dan hotel Novotel.
       

       
      Jam 2 siang akhirnya semua peserta sudah berkumpul dan bersiap untuk meninggalkan expo untuk makan di restaurant yang tak jauh dari gedung Impact. Dan, saya pun ikut makan lagiii…hihihi… Setelah selesai makan siang kami melanjutkan kunjungan ke Agro Exchange.
      Dalam perjalanan kami melewati Kementrian Dalam Negeri Thailand, terkait dengan kudeta di Thailand, para pendemo ternyata membangun tenda di jalan raya di depan kementiran Dalam Negeri. Hari ini rupanya para pendemo sudah mulai membongkar tenda-tenda yang dipakai untuk berdemo, mungkin mereka akan berpindah lokasi demo kali ya. Secara pusat demo terbesar di Bangkok adalah di kawasan Victory Monument, National stadium, dan kawasan lain di pusat kota Bangkok. Bahkan menurut penjaga pavilion provinsi Hatyai di Thaifex toko-toko di kawasan pratunam pun tutup karena takut kalau akan terjadi kerusuhan di kawasan itu.
       
      Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di Agro exchange. Agro exchange merupakan pusat pasar induk sayuran dan buah-buahan terbesar di Bangkok, yang dikelola oleh perusahaan swasta. Begitu sampai di lokasi, kami dibuat terkagum-kagum melihat luasnya kawasan dan lengkapnya fasilitas di kawasan ini. Ada bank, showroom mobil, showroom motor, pusat penjualan aneka sayuran dan buah buahan dalam skala besar seperti ini, belum pernah saya lihat di Indonesia. Sungguh luar biasa industry pertanian Thailand ini.
       

       

       

       
      Puas berkeliling di agro exchange kami istirahat di food stall untuk minum dan sekaligus makan durian. Wow…kita pesta durian. Rupanya durian yang sudah dibeli tak habis dimakan, akhirnya kami bawa kembali ke hotel dan dibagikan ke staff front office hotel. 
       
      Jam 19.30 kami berangkat makan malam, dan ternyata jumat malam di Jalan Ramkhamhaeng macetnya minta ampun, jarak yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit terpaksa memakan waktu hampir 1 jam. Malam mini kami makan all you can eat steamboat  halal di Shintorn Restaurant. Disini tersedia banyak menu yang dapat dipilih, antara lain: nasi campur, nasi biryani, aneka sayuran, aneka potongan daging ayam dan sapi. Untuk dessertnya tersedia aneka buah potong, salad buah dan sayur, serta es campur. Oh ya, steamboat disini ga pakai kompor listrik ataupun gas. Tetapi dari bara api yang dipasang dalam tungku kecil diatas meja makan.
       

       

       
      Di samping restaurant ini juga terdapat toko makanan halal, toko perhiasan dan toko pakaian. Jadi selesai makan bisa belanja-belanja juga hehehe…
      Jam 20.30 semua peserta selesai makan, kami lanjutkan untuk jalan-jalan di pasar malam, mobil drop kami di dekat sport stadium, dan kami lanjutkan berjalan kaki melihat-lihat pasar malam di sepanjang jalan Ramkhamhaeng. Dan rupanya jam 20.30 para pedagang sudah mulai berkemas-kemas karena masih diberlakukan jam malam, yaitu mulai jam 22 sampai jam 5 pagi. Bahkan saya yang berniat membeli sepatu pesanan teman-teman saya harus berlari-larian untuk menuju toko sepatu tetapi begitu sampai tokonya sudah tutup. Duuuuh…kecewa bin dongkol dech. Akhirnya saya kembali ke hotel untuk istirahat dan berharap besok pagi masih sempat untuk kembali ke toko sepatu sebelum berangkat ke airport.
       
      Pagi hari setelah selesai sarapan saya kembali berjalan-jalan dan ternyata saya tunggu sampai jam 9 toko sepatu belum buka juga. Padahal kami harus berangkat ke airport jam 9.30. Dengan lunglai saya kembali ke hotel untuk check out dan kemudian bersiap untuk berangkat ke airport. Misi belanja saya kali ini gagal….hiks.
       
      Hari sabtu pagi, jalanan di Bangkok lumayan lancar, akhirnya sekitar jam 10.30 kami sampai di Don Muang airport untuk terbang menuju Kuala Lumpur dan melanjutkan ke Jakarta.
       
      Selamat tinggal Bangkok, semoga saya akan kembali kesini dalam situasi yang lebih aman.     
       
       
    • Guest
      By Guest
      Hallo...Sawadee Khrup 
      Saya ingin menceritakan perjalanan saya ke 2 dalam trip ke Luar Negeri, ini kunjungan pertama saya ke bangkok. Sekian lama menanti hari ini pun tiba saat nya saya explore beberapa kota di bangkok. Trip kali ini saya sekitar 10 ( 16-25 April ) hari dengan agenda sih mau merasakan yang nama nya SONGKRAN festival, awalnya sih gak kepikiran buat songkran karena setelah lihat kalender Thailand nya acara berlangsung 12/13 - 16 april sedangkan saya baru otw ke bangkok tanggal 16 april sore hari dan sampai di bandara don mueang 16 malam. 
       
      Hari pertama 16 April 
      Gak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama, start dari jakarta ke bangkok jam 16.30 sore karena parno takut kelebihan kabin  jadi jam 12 an dah masuk ke ruang tunggu. Sempat was2 karena ada timbangan pas masuk ke bagian ruang tunggu, akhirnya ama petugas cm di angkat saja dan lolos lah akhir nya 8 Kg koper saya. Mungkin next time lbh bawa sedikit aja jadi gak parno lagi . Akhir nya saya pun ngebangke di ruang tunggu +- 4 jam, sudah di siapin sih amunisi nya mulai dari buku, games portable n Mp3 + wifi ( ini yang paling ampuh sih ).  untung aja di bandara ada wifi free dan lumayan kencang akhir nya saya pun nonton youtube acara reality show RUNNING MAN buat usir ke bosanan. Dan jam pun menunjukkan jam 4 lewat mulai pengumuman untuk masuk ke dalam pesawat, it's time to fly  sambil mendengarkan lagu nya OFFICIAL AIR ASIA pitbull " Time Of Our Lives ". 
      3,5 jam di dalam pesawat dan akhir nya saya pun tiba di bandara don mueang Bangkok untuk pertama x nya, dan semua pun berjalan lancar sampai ke bagian imigrasi. Di sini semua petugas gak berpakain resmi karena masih merayakan songkran jadi bajunya warna warni semua alias cerah2 ( bebas tp sopan ). Setelah itu saya memutuskan naik TAXI saja ke daerah Khaosan Road untuk menginap semalam di sana. Taxi dari bandara ke daerah Khaosan Road +- 1 jam jadi kena agro nya 190 THB +- 70an rb lah. Sesampainya di sana saya pun cari Hotel yang dekat ama daerah kawasan sana lalu cari makan malam, jalan2 sebentar dan pulang ke hotel untuk istirahat, dan ternyata pemirsa saya gak bisa tidur karena terllau berisik nya suasana malam di sana. disko2 terus semalaman  padahal dah capek banget. Tapi pertama x sih oklah inap di sana n merasakan dunia malam nya bangkok. Istirahat karena besok pagi2 mau lanjut ke wisata Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun.
       
      Hari ke dua 17 April
      Hari ini rencana akan di lanjutkan ke Grand palace, Wat Pho n Wat Arun, ternyata jalan kaki dari hotel ke Grand palace lumayan jauh juga ya?banyak yang bilang dekat tp lumayan juga jalan + matahari begitu menyengat. Sesampainya di Grand Palace masih belum buka karena buka jam 8.30 kalau gak salah jadi cari sarapan di sevel aja yang murah meriah. Jam 8 aja di luar sudah penuh dengar para turis dari china, ada mungkin sekitar 60 an orang udah antri di depan pintu gerbang nya. Dari luar saja bangunan Grand Palace megah sekali setalah masuk ke dalam wah..wah..wah... keren banget deh karena baru pertama x nya ke sini tapi harga tiket nya OMG 500 THB / 200rb untuk foto2 aja di sana.
       
      Setalah puas di sana akhir nya keluar untuk menuju ke Wat Pho or Wat Arun saya lupa mana dulu an...hehehe...si Wat Pho n Wat Arun gak mahal2 tiket nya cm masih standar sesuai blog2 / artikel yang saya baca, cuma 1 aja di bangkok sunggung panas sekali ampe saya harus cari oasis AC yaitu 7-11. Ntah kenapa di bangkok AC nya itu dingin2 ya?jadi sekali masuk OMG serasa surga nya di sana...hahahaa. Udah puas buat keliling2 akhir nya saya pun pulang ke hotel buat check out dan melanjutkan naik van ke PATTAYA, dari khaosan banyak yang jual cm kayak nya mahal2 dari pada ke VIC. Monument cm karena males bawa koper lagi jadi sekalian aja di jemput di depan hotel nya. Harga nya 350 THB dan jam 12 pun di jemput ama supir, ketemu orang jakarta juga suami istri di mobil cuma beda t4 duduk nya, selama di mobil cm bisa istirahat aja dan tau2 sampai di WALKING STREET bangkok.
       
      Oh ya lupa ternyata di PATTAYA itu masih berlangsung songkran nya, yipee 13-19 April, jadi acara puncak di adakan di central Plaza mall gitu dekat Walking Street nya. Di sini lah rasa cemas,takut dan gembira nya karena pas lagi di jalan udah cakep2 di sembor air..OMG gak ke bayang rasa nya itu...hahhahaa. hari pertama n ke 2 saya gak booking hotel di agoda jadi on the spot aja, jadi sampai nya di sana saya cari lah hotel yang gak terlalu ribut karena dengar ini tempat sama kayak khaosan road. Saya lupa untuk foto nama hotel nya karena ini masuk gang jadi malam itu gak terlalu berisik. Pelayanan di hotel ini lumayan ramah dan dekat sevel dari pintu masuk nya walking street. Sampai di hotel saya istirahat bentar ampe sore dan mandi lalu jalan2 sekitaran sana aja n jadi anak MALL.
       
      Tadi nya mau sih malam nonton Alcazar Show cuma gak beli online mahal banget jadi nonton yang lokal aja deh sekitaran walking street banyak banget..hahahha . Akhir nya semalaman cm di mall aja sambil liat2 suasana baru di sana, besok pagi akan di lanjutkan ke beberapa t4 wisata di pattaya. 
       
       












    • By Ahmad Andi Affandi
      Halo Jalan2ers ...jangan bosan sama saya ya ... , Kali ini mau cari teman nonton MotoGP di Chang International Circuit Buriram Thailand
      MotoGP Thailand berlangsung dari tanggal 5-7 Oktober 2018. Rencananya saya hanya menonton Sesi Race hari Minggu nya tgl 7 Oktober 2018.
      Saat ini kebetulan baru hanya punya Ticket Early Bird Side Stand seharga 1776.1 THB. Rencana Trip dari Sabtu 6-9 Oktober 2018. Itin Sementara sudah ada.
      So buat Jalan2ers yang hobi nonton MotoGP dan ada niat nonton disana boleh kontak ya.
       
      Day 1 Jakarta – Bangkok, Sabtu, 6 Oktober’18
      11:00               Check In at Soekarno Hata Int Airport
      13:10               Take off To Bangkok Don Mueang by Thai Lion SL 119
      17.00               Landed at Bangkok Don Mueang
      23.45 – 04.35  Bangkok to Buriram by Bus Nakhon Chai Air Gold Class (VIP)
      Day 2,Minggu, 7 Oktober’ 18
       Check In & Drop Bag at Fueang Fha Palace Hotel, Buri Ram     
      240/9 Jira Rd, Nai Muang, Buri Ram, 31000 Thailand
                              Go to Buriram United International Circuit
                              MotoGP Race ( 20 laps)
      Day 3 Senin, 8 Oktober’ 18
                               Check In at QOO Hotel, 54/56 Thani road, Buriram City Center, Buriram,
      Day 4  Selasa 9 Oktober’ 18
                             To Buri Ram Airport
      07:30               Check In at Buri Ram Airport (BFV)
      09:15               Take off To Bangkok Don Mueang by Air Asia FD 3523
      10.20               Landing at Bangkok Don Mueang (DMK)
                              At Siam Bangkok
      19:05               Take off To Soekarno Hata Int Airport by Thai Lion SL 118
      22.35               Landing at Soekarno Hata Int Airport
       
      Terima Kasih 
      Andy WA : 08111698889

    • By Muhammad Firman Ali Putra
      Kabar gembira untuk semua pecinta Treveling dan Backpacker di Indonesia!

      Punya rencana Traveling ke Bangkok? Tapi masih bingung tentang penginapan atau hotel? Jangan khawatir Travelholic, Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar hadir buat kamu!



      Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar berlokasi di pusat kota atau lebih tepatnya No. 45 Soi Chareonkrung 50 Bangrak Bangkok 10500. Hostel kami juga berdekatan dengan Stasiun BTS Saphan Taksin dan Dermaga Satorn yang hanya berjarak 2 menit saja kawan. Pastinya mudah sekali bila ingin pergi kemanapun dan tentunya murah meriah.





      Banyak sekali tempat yang menarik di sekitar Hostel kami, kamu bisa ber-shoping-ria sepuasnya di Pasar Malam dan menikmati lezatnya kuliner khas Thailand bahkan merasakan sensai Pijat unik Khas Thailand.


      Glur Bangkok Hostel & Coffee Bar bukan cuma sekedar Hostel biasa yang hanya menyediakan tempat akomodasi biasa dengan kamar tidur bergaya asrama saja, TIDAK! Kami juga menyediakan Private Room untuk Pasangan, Grup, bahkan Keluarga. Kami juga memiliki fasilitas Restoran dan Thai Massage (Pijat khas Thailand) yang tentunya cocok dengan kantong kamu.





      Lokasi:
      No. 45, Charoen Krung Rd. Soi 50, Bangrak, Thailand 10500. Hostel kami terletak pada titik yang sangat strategis tepat berada pusat kota dan sungguh mudah dijangkau dengan berbagai moda Transportasi umum.
      a)     2 menit dari Saphan Taksin BTS Station dan Satorn Pier
         Menuju ke Grand Palace, Wat Pho (Sleeping Buddha), Wat Arun (Tample of Dawn) 
      § Taxi Metter 20-30 menit 100-150 THB
      § Kapal (dari Satorn Pier) 20 menit 15-60 THB
      § Bus No. 1 atau 15, 45 menit 9-20 THB
      § Tuk Tuk 30 menit, harga sekitar 200 THB (tawar-menawar)
      c)      Menuju Khao San Road
      § Bus No. 1, 15, dan 35, 30-45 menit harga 9-20 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 100-180 THB (tergantung lalu lintas)
      § Kapal (dari Satorn Pier) 30 menit 15-60 THB
      § Tuk Tuk 30 menit, harga sekitar 200 THB (tawar-menawar)
      d)     Menuju Pratunam Market, Central world, Platinum, Pantip Mall,  dan  Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI)
      § Bus No. 77 30 menit 9-20 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 100-150 THB (tergantung lalu lintas)
      § BTS skytrain 15 menit 40 THB (bisa turun di Rachathewi BTS station atau Chit Lom BTS Station)
      e)     Menuju Chatuchak Weekend Market, JJ Green Weekend Night Market, dan Mo Chit Bus Terminal (Northern Bus Terminal)
      § Bus No. 77, 30-45 menit 9-27 THB
      § Mo Chit BTS Station 25 menit 47 THB
      f)      Menuju Silom Complex dan Lumpini Park
      § Jalan kaki 30 menit
      § Bus No. 77, 15 menit 9-10 THB
      § Sala Daeng BTS Station 7 menit 25 THB
      § Taxi Matter 20 menit 60 THB
      g)     Menuju MBK Mall
      § National Stadium BTS Station 20 menit 37 THB
      § Bus No. 15, 30-60 menit 7 THB
      § Taxi Metter 30-45 menit 80-100 THB
      h)     Menuju Siam Paragon, Siam Square, Madame Tussauds Museum, Sea Life Bangkok
      § Siam BTS Station 15-20 menit 37 THB
      § Bus No. 15, 30-60 menit 7 THB 
      § Taxi Metter 30-45 menit 80-100 THB
      i)       Menuju Asiatique
      § Jalan kaki 30 menit
      § Kapal (Gratis) 15 menit
      § Bus No. 1, 15, dan 75, 15-30 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15 menit 60 THB
      j)       Menuju Hualam Phong Train Station
      § Bus No. 1 dan 15, 15-20 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15-20 menit 60 THB
      k)     Menuju China Town
      § Bus No. 1 dan 15, 15-20 menit 7-15 THB
      § Taxi Matter 15-20 menit 60 THB
      l)Menuju Sai Taimai Bus Terminal (Southern Bus Terminal)
      § Taxi Matter 60 menit 150-200 THB (tergantung Lalu Lintas)
      m)   Menuju Ekkamai Bus Terminal (Eastern Bus Terminal)
      § Taxi Matter 60-90 menit 150-250 THB (tergantung Lalu Lintas)
      § Ekkamai BTS station 35 menit 52 THB
      n)     Menuju Suvarnabhumi International Airport
      § Taxi Matter 60-90 menit 350-500 THB (termasuk biaya jalan Tol)
      § BTS Skytrain dan Airport Link 45 menit 87 THB
      o)     Menuju Don Mueang International Airport
      § Bus No. 77 turun di Chatuchak Market (9-27 THB) kemudian dilanjutkan Bus No. A1 menuju Bandara (35 THB), 60-90 menit.
      § Taxi Matter 45-60 menit 350-450 THB (termasuk biaya jalan Tol)
      p)     Menuju Damnoen Saduak Floating Market 
      § Taxi Metter ke Saitaimai Bus terminal terlebih dahulu 200-250 THB 45-60 menit, keudian di lanjutkan dengan Van 60 THB/orang 90-120 menit.

      SEKITAR HOSTEL
      A.     Bangrak Bazaar 
      Hanya berjarak beberapa langkah dari Hostel, kamu bisa ber-shoping-ria dengan harga yang terjangkau serta dapat menikati suasana sebuah Pasar Malam khas Thailand.

      B.     ROBINSON Mall
      ROBINSON adalah sebuah Pusat Perbelanjaan yang tepat berada di depan Hostel Kami. Hampir semua hal yang kamu ingingkan berada disini, mulai dari baju anak-anak sampai baju kakek-nenek pun tersedia disini, dari harga miring sampai barang ber-Merk Original ada disini.

      C.     Ban Oou Mosque (Masjid)
      Bagi Muslim Traveler, jangan khawatir tentang tempat beribadah karena Hostel kami berdekatan dengan sebuah masjid. Kamu juga bisa mendengarkan suara Adzan dari Hostel kami, jadi jangan takut lupa beribadah dan tidak tahu jam beribadah.

      D.     Thailand Street Food
      Baru pertama kali Ke Thailand dan ingin mencicipi kuliner khas Thailand? Atau sudah pernah ke Thailand dan sudah pernah merasakan kuliner khas Thailand, kangen dengan itu semua? Tenang, karena banyak sekali penjual jajanan khas Thailand di sekitar Hostel, dari yang normal sampai yang “Nyeleneh” ada disini.

      E.      Halal Food
      Kamu muslim? Ingin merasakan makanan khas Thailand tapi takut tidak Halal? Jangan sedih dulu, karena terdapat sebuah Restoran Halal di dekat Hostel kami. Kamu hanya perlu berjalan sekitar 7 menit dari Hostel kami dan dijamin bisa memanjakan lidah kamu semua.
       

      Fasilitas dan Jasa Pelayanan:
      A.     Thai Restaurant and Cofee Bar
      Selain menyediakan jasa akomodasi, kami juga mempunyai sebuah restoran yang mana menyediakan berbagai kuliner dan masakan khas Thailand. Bagaimana rasanya? Enak kah? Cita rasa yang sangat menggoda ditambah rempah-remapah pilihan khas Thailand, yang tidak bisa dipungkiri lagi dan bisa di katakan “Aroi-Mak-Mak”.  Kami juga mempunyai Coffee Bar yang menyediakan kopi serta Bir khas Thailand tentunya.

      B.     Thai Massage
      Tidak puas rasanya jika pergi ke Thailand tapi belum pernah merasakn terapi pijat khas Thailand bukan? Tenang, jangan sedih karena kami juga menyediakan jasa terapi pijat khas Thailand. Para terapis kami merupakan para ahli serta profesiaonal di bidangnya, jadi jangan ragu unntuk mencobanya. Kami jamin bahwa anda akan merasa segar bugar setelah menyelesaikan sesi terapi bersam kami, kepuasan anda adalah segalanya untuk kami.


      Keuntungan

      1.      Biaya penginapan sudah temasuk dengan Sarapan ”a la carte breakfast for FREE”
      2.      Wi-Fi super cepat 24 jam
      3.      Staf 24 jam
      4.      Staf dapat berbahasa Indonesia
      5.      Dapatkan diskon untuk tiket kapal
      6.      Peta kota Bangkok “gratis”

      Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

      ·        Telepon resmi 02-630-5595 atau +6295-656-5955
      ·        Firman (staf dapat berbahasa Indonesia) +6298-851-3840
      ·        E-mail resmi info.glurbangkok@gmail.com 
      ·        Website resmi www.glurbangkok.com 
      ·        Akun facebook resmi www.facebook.com/GLURBANGKOK/ 

      Jadi tunggu apa lagi? Pesan sekarang! Hanya di Glur Bangkok Hostel & Coffe Bar dan dapatkan pengalamamnya, karena “Hostel That Fits All”  adalah motto kami.


      Tips: 
      Dapatkan penawaran terendah dibandingkan online travel agent yang lainnya dengan melakukan pemesanan melalui website resmi kamiwww.glurbangkok.com
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Wow, udah bulan April lagi, bagi kalian yang belum tahu, bulan April adalah salah satu bulan festival di Thailand, karena terdapat salah satu festival terbesar di Thailand bernama Songkran Festival. Songkran Festival merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, yang biasanya berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 13-15 April setiap tahun.
      Biasanya ketika Songkran ini di isi dengan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat dan gak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand. Beberapa kota favorit untuk Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui.
      Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran ada beberapa tips yang perlu kalian tahu, sebagai berikut:
      01. Bersiap Untuk Basah!
      Bayangkan saja, kalian terjun ke area perang air, ya jelas kan basah. Pakailah baju yang cepat menyerap air. Kalau punya, pakailah Wet Suit untuk berenang, agar gak masuk angin. 
      02. Jangan Salah Kostum!
      Setahu saya, belum pernah ada yang mengikuti Songkran menggunakan Formal Attire seperti Dress dan Jas. Jadi, jangan sampai salah kostum ya. Lebih baik menggunakan Kaos dan Celana Pendek baik pria dan wanita, bisa juga menggunakan celana jeans panjang. Biasanya penduduk lokal menggunakan baju Hawaiian Style yang bercorak warna-warni, mungkin kalian juga bisa memakai nya, banyak di jual kok.
      03. Jangan Lupa Waterproof Bag!
      Jika kalian akan membawa barang-barang seperti Handphone, Dompet atau Passport, maka harus punya Waterproof Bag. Karena, sudah jelas kalian tidak akan mau barang-barang tersebut basah dan berakibat rusak (handphone terutama). Tapi, di sarankan tidak perlu membawa Passport, cukup tinggalkan di tas dalam Hotel saja.
      04. Kacamata Renang Juga Perlu Loh
      Percaya deh, kacamata renang sangat berguna sekali ketika Songkran. Karena, kebiasaan para peserta Songkran itu menembak kan air nya ke muka, jadi terkadang bisa kena mata juga. Walaupun, mungkin tidak berbahaya tapi bisa sedikit mengganggu penglihatan, jadi ya kacamata renang ini sangat berguna.
      05. Jangan Mudah Tersinggung Ya
      Anggap lah ini permainan, jangan mudah tersinggung jika kalian tiba-tiba di tembak di muka atau di lemparin balon air dari rombongan yang menggunakan mobil. Karena, itulah esensi dari festival ini, kalian harusnya juga menembak kan air ke setiap orang yang ditemui jadi jangan bengong aja ya. 
      06. Beli lah Pistol Air Yang Besar
      Ya, kalian tetap harus membeli pistol air nya karena tidak ada penyewaan untuk Pistol Air. Biasanya harganya dari 150-800 baht. Biar tambah seru beli yang Super Soaker (paling besar), agar lebih berasa Songkran-nya.
      07. Jangan Beli Air!
      Maksudnya, air untuk refill pistol nya ya bukan untuk air minum (kalau air minum kalian tetap harus beli). Pemerintah setempat biasanya sudah menempatkan di beberapa titik Tanki Air khusus untuk me-refill Pistol Air kalian. Karena, memang ada beberapa warga yang membuka stand untuk me-refill pistol air dan itu bayar.
      08. Bertemanlah Dengan Warga Lokal!
      Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika Songkran ini, berteman dengan warga lokal bisa banyak untungnya seperti cari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, cari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga cari makanan murah saat lagi perang air ini. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.
      Demikian lah 8 Tips untuk mengikuti Songkran Festival yang akan berlangsung di tanggal 13-15 April nanti. Jika kalian belum mendapatkan penginapan untuk Songkran-an di Bangkok, coba cek artikel di bawah ini ada beberapa referensi yang bagus, apalagi untuk backpackers:

      Ini Dia Aneka Hotel di Bangkok yang Bakalan Bikin Backpackers dan Instagrammer Happy Berat!
       
      Bagi kalian yang akan bersiap kesana, have fun and "gun" ya.  
    • By Stephanie Felitania Lestari
      Hallo sobat traveller!
      saya Stephanie, salah satu mahasiswa di perguruuan tinggi Bali nih. Pada tanggal 19 - 23 September 2018 (5 hari), saya dan teman-teman saya berencana berlibur ke Raja Ampat. Namun setelah saya cari berbagai trip dari berbagai travel agent, ternyata berlibur secara berkelompok akan lebih murah! Bila dua orang bisa seharga 8.000.000 / orang, namun bila berdelapan orang bisa seharga 4.500.000/ orang saja, dan tentunya lebih murah lagi bila sampai lebih dari 10 orang (bisa sampai 3 juta saja).
      Oleh sebab itu, saya mengajak sobat-sobat traveller disini untuk berlibur bersama saya dan teman-teman. Ayo mumpung ada kesempatan, ajak teman lebih banyak untuk mendapatkan harga lebih murah. Harga yang saya sebutkan diatas sudah termasuk: penginapan selama 5 hari 4 malam, makan 3 kali sehari, transportasi antar pulau, itenary ke berbagai tempat menarik, alat snorkling, dan sebagainya. Untuk pilihan tempat penginapan dan trip dari travel agent bisa kita pilih bersama-sama sesuai kesepakatan bersama.
      Namun, bila ada teman-teman yang tidak berminat ke Raja Ampat namun mengetahui ada forum atau teman yang ingin jalan-jalan ke Raja Ampat juga, mohon infonya ya gan dan sist ! Langsung hubungi saya (FB : Stephanie Felitania Lestari). TERIMAKASIHHHHHHHH!! mari berlibur ke RAJA AMPAT.