Sign in to follow this  
ekobayu

Video Suasana Bali Di Tahun 2014

6 posts in this topic

Perjalanan di awal i dengan naik kereta dari stasiun gubeng surabaya menuju stasiun banyuwangi, sampai di banyuwangi kami naik kapal menuju pelabuhan gilimanuk. Dari gilimanuk kami menuju ke denpasar menggunakan bus, dari sini petualangan kami di mulai di pulau bali dengan mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di pulau bali. Berikut dokumentasi perjalanan kami selama di bali.

 

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Rudi Nemob
      Pulau Bali merupakan pulau yang terkenal di dunia karena kekayaan dan eksotisme alam maupun budaya yang membuat banyak orang ingin berkunjung. Pulau ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok dengan dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lambongan, dan Pulau Nusa Penida. Dikarenakan mayoritas penduduknya yang adalah beragama Hindu, orang-orang mengenal pulau ini dengan sebutan Pulau Dewata.
      Begitu banyak club dan tempat wisata yang terdapat di Pulau Bali. Karena banyaknya tempat wisata dan club, Bali dijadikan sebagai pusat hiburan di Dunia. Salah satu club yang terkenal di Pulau Bali adalah Omnia Bali Day Club.

      Omnia Bali Day Club adalah sebuah day club yang di sponsori oleh Grup Hakkasan yang berpusat di Las Vegas. Di resmikan pada awal Februari 2018 , Omnia Bali Day Club merupakan day club dengan konsep pantai pertama di dunia yang berada di Bali. Dengan menggunakan konsep rancangan WOHA Singapore dan New York’s Rockwell, day club yang dibangun di atas tebing kapur Uluwatu ini menjadi incaran pertama turis saat memijakkan kaki di Pulau Bali.
      Terdapat banyak fasilitas penunjang yang akan membuat kamu nyaman dan ingin menetap lama di club ini. Salah satunya dengan bersantai di ruangan-ruangan yang telah disediakan oleh Omnia Bali Day Club. Kamu juga dapat menyewa ruangan untuk mengadakan acara seperti Birthday, Anniversary, dan Gathering di day club ini.

       
      Daya Tarik Omnia Bali Day Club
      Omnia Bali Day Club ini memiliki berbagai macam daya tarik yang membuat kamu penasaran jika tidak mampir. Dengan konsep terbuka dan menyajikan pemandangan laut yang indah membuat day club ini selalu ramai dikunjungi apalagi pada saat weekend dan libur nasional.
      Sun bed yang tersedia di area kolam renang disiapkan bagi pengunjung yang ingin rebahan sambil memanjakan mata untuk menikmati indahnya sunset di Bali. Setelah matahari terbenam, wisatawan pun akan disuguhkan sebuah pemandangan kubus perak berkilauan yang disebut Cube Bar. Lounge Kasual juga turut dihadirkan untuk dapat chit chat dengan keluarga, pasangan ataupun rekan kerja.

      Di samping lounge pun, terdapat Restoran Sake no Hana yang merupakan restoran bernuansa Jepang modern. Restoran ini mengusung konsep restoran elegan yang dilengkapi dengan pemandangan Samudera Hindia yang dapat diliat langsung dari pinggir restoran.
      Selain itu, bungalow ekslusif yang di lengkapi dengan private pool dan Cabanas VIP hadir untuk menawarkan fasilitas mewah dan elok yang sangat cocok bagi kalian untuk mengambil foto yang instagrammable dengan konsep kekinian. Tempat ini pun bisa dijadikan tempat untuk hunting foto oleh fotografer karena selain banyaknya spot foto keren, posisi day club ini terlihat seperti mengambang di pinggir Pantai Uluwatu.
      Letak dan Peta Lokasi

      Lokasi day club ini berada di ujung barat daya Bukit Peninsula, tepatnya di Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu, Uluwatu, Bali 80364, Indonesia. Bagi pengunjung yang berasal dari luar Pulau Bali, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai untuk sampai ke day club ini.
      Selain dari Bandara Internasional Ngurah Rai, kamu dapat mencapai lokasi ini selama 15 menit dari Teluk Jimbaran dekat Pura Uluwatu. Jika kalian belum pernah kesini atau merupakan pendatang baru di Bali, kalian dapat membuka aplikasi navigasi petunjuk jalan seperti Google Maps atau Waze. Peta lokasi telah tercantum dibawah ini.
      PETA LOKASI

       
      Kamu juga dapat bertanya ke penduduk di sekitar Desa Pecantu karena mereka pasti tahu di mana letak pasti lokasi tempat ini dan tenang saja, penduduk Bali yang sangat ramah akan dengan senang hati menunjukkan jalan yang benar ke kamu.
      Sebelum sampai ke tempat ini, kamu juga dapat terlebih dahulu mampir ke beberapa tempat wisata yang berada di dekat lokasi Omnia Bali Day Club seperti Pantai Jimbaran, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, dan Pantai Tegal Wangi.
      Harga Tiket Masuk dan Menu Makanan
      Omnia Bali Day Club mulai beroperasi dari jam 11.00-19.00 setiap harinya. Tetapi jangan khawatir jika kalian ingin menyantap hidangan di Restoran Sake no Hana, restoran ini akan tetap buka hingga jam 23.00. Namun, harga menu makanan dan minuman yang tersedia pun terbilang cukup mahal, minuman Mojito dan Cocktails diberi harga Rp.170.000/gelas, begitu pula dengan kisaran harga makanan Rp.300.000 untuk 2 orang.

      * Harga sewaktu- waktu bisa berubah

      Untuk harga tiket normal dibanderol Rp.200.000 dan untuk Week End harga mulai Rp. 300.000. Jika kamu ingin datang di special occasion, pada saat ada acara dan bintang tamu, harga tiket akan melonjak naik di kisaran Rp.675.000 hingga Rp. 1.250.000 dan kalian harus melakukan pemesanan dengan sistem booking yang dapat dilihat di website omniaclubs.com. Jika kamu beruntung, kamu dapat mengikuti party yang diadakan dengan penampilan beberapa DJ hits yang paling diminati oleh pengunjung saat ini.
      Hotel Terdekat Omnia Bali Day Club
      Bagi turis lokal maupun mancanegara, kamu dapat menginap di salah satu hotel ataupun Villa yang terdapat di sekitar Omnia Bali Day Club. Terdapat beberapa hotel dan Villa yang sangat cocok digunakan untuk beristirahat dengan konsep dan pemandangan yang menarik mata seperti:
      Hideway Villas Bali
      Alila Villas Uluwatu
      Ungasan Cliff Resort
      Karma Kandara
      Banyan Tree Ungasan
      Harga hotel atau Villa ini pun beragam. Bagi kamu yang berlibur membawa keluarga atau sedang dalam group trip, kamu dapat menyewa Villa yang memiliki beberapa kamar di dalamnya dengan kisaran harga lebih dari Rp.5.000.000. Tetapi, untuk kamu yang berlibur sendiri atau pasangan dengan jumlah orang 1-2 orang, lebih disarankan untuk menyewa hotel dengan harga sekitar Rp.350.000.
      Cara Terbaik Menuju Lokasi
      Untuk menuju ke Omnia Bali Day Club, kalian akan lebih dimudahkan jika berkendara menggunakan mobil pribadi atau sewa mobil apalagi bagi kamu yang berlibur bersama keluarga dan sedang dalam group trip. Taksi konvensional ataupun taksi online tidak dapat menjangkau lokasi ini karena akses yang terbatas. Sangat disarankan pula untuk menyewa mobil sopir di bali bagi kamu yang belum handal dalam membawa mobil karena banyaknya jalanan yang menikung tajam.
      Selain itu, Omnia Bali Day Club tidak menyediakan jasa valet parkir. Kamu harus memarkirkan mobil sendiri dan sangat besar kemungkinannya untuk tidak mendapat parkiran apalagi di weekend dan libur nasional karena lahan parkir yang terbatas. Jika kamu termasuk ke dalam pengemudi wanita yang masih baru dan takut untuk memarkirkan mobil sendiri, akan lebih baik jika sewa mobil dan sopir.
       
       
      source : https://nemob.id/id/story/page/Review-Omnia-Bali-Day-Club-Lokasi-Fasilitas-Harga-Masuk-dan-Daya-Tarik?id=606e3813-1d60-4931-b6cc-24bb6731d478
    • By Maryam
      Hi semua, sebelumnya saya mo blg thank you sama @deffa yang udah bisa bikin saya log in lagi disini
      sesuai judulnya, saya mau minta tolong nih, info soal ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Udah baca2 forum tentunya, nge Google juga, Youtube apalagi. tapi yah masih ada pertanyaan spesifik...kali aja ada yang bisa share  tolong di bantu ya para sensei.
      1. Suami ngebet banget pengen ke Penida (gegara Youtuber Cody Buffinton) dan kalau liat video2 di Youtube, jarak 4 destinasi utama (Broken Beach, Angel's Billabong, Crystal Bay dan Kelingking B ga jauh2 amat yah? jadi saya pikir mau rental scooter aja) kebetulan saya lg di US and ga punya SIM Indonesia, saya baru mo apply SIM sini (karena selalu takut nyetir lol  tapi belum tentu lulus nih...aduuuh) suami ada SIM dan mungkin mo apply SIM international, tapi saya raguin dia buat bawa scooter deh (ngeri soalnya udah lama ga scooter-ran) so alternatifnya ya saya aja (pengennya dan hobi juga lol) yang nyetirnyahh tapi masih kudu apply SIM kali aja di tolak mentah2 sama abang2 rentalnya ...ummm so apakah sim wajib punya klo kita mau rental scooter? kayanya ga bakal ada polisi lalin deh melihat kondisi 4 destinasi tersebut  bukan mksd ga mau tertib,,tapi kita stay di Indonesia hanya 2 bulan, untuk apply SIM bakal rempong kayanya....ada yg bisa share soal ini?

      2. sebaiknya kita ke Lembongan atau Penida dulu? misal ke Penida dulu...sarana transportasi yg ada apa yah menuju Lembongan nya? jam berapa kira2nya dan bisa di arrange in advance ga? kira2 ongkosnya berapa? 
      3.  share pengalaman nya dong di tempat2 berikut: Ubud monkey forest, Uluwatu Temple, Tanah Lot, mungkin Tegallalang rice terrace, art market. kalau ada tempat lain yg recommended boleh juga ya di share  (planning stay nya 10 hari saja)
      apa aja yg kira2 bisa ngebantu, detail or cuma sekilas2 juga gpp. Pertama kali ke Bali nihand kita bukan backpacker sejati haha ok gitu dulu deh ya..thank you :)
       
       
    • By Gulali56
      Jadi ceritanya saya ke Bali dapet promo Traveloka discount 100rb utk pesawat domestik. Gara2 gagal mulu dpt tiket murah di tahun ini, akhirnya saya memutuskan solo traveling domestic aja sekalian cari jodoh #eh..
      Rata-rata orang Indonesia ke Bali itu se-rombongan jadi bisa share cost sewa kendaraan atau kalau pergi sendiri or berdua pun pastilah sewa motor, moda transportasi termurah dan tercepat.
      Nah apa jadinya kalau ke Bali sendiri aja, mau ketempat jauh-jauh kemahalan utk sewa mobil, plus gak bisa nyetir motor kayak saya.
      Walaupun Blue bird taxi, Grab/Uber dan Gojek sudah masuk Bali, ternyata mrk itu hanya bisa beroperasi di wilayah tertentu saja (mostly seputaran Kuta-Legian-Seminyak). Dan yang pasti di Ubud dilarang.
      Padahal saya tiap kali ke Bali , kudu wajib ke Bebek Bengil cabang Ubud.  Khan pusing tuh.
      Setelah browsing kanan kiri , justru dari Traveloka juga lah ketemu alternatif bus hop on hop off di Bali. YAY..
      Namanya Kura Kura Bus. Perusahaan bus ini masih tergolong baru di Bali, baru 5 tahunan, sehingga gak banyak yang tau. 
      Jangkauan area bus nya masih sekitar yang umum2 must-to-do spot di Bali . 

      Untuk harga tiket nya cukup ekonomis one way rata-rata dibandrol Rp 20ribu kecuali ke Ubud Rp 80rb.
      Selain itu juga ada day pass nya. Untuk 1 hari (Rp 100.000), 3hari (Rp 150,000) dan 7 hari (Rp 250,000) . 
      Berhubung saya butuhnya ke Ubud, jadilah saya ambil day pass 3 hari, biar ekonomis. Beli via website nya jadi Rp 135,000.
       
      Saya menginap di Seminyak Square hotel yang terletak persis disamping Seminyak Village yang juga merupakan halte stop 2 jalur Kura Kura Bus line 3 dan 4.
      Karena saya ceritanya mau makan siang di Bebek Bengil, saya ambil keberangkatan dari DFS (terminal pusat) yang jam 11 pagi.
      Ambil line 4 dari Seminyak Village yang jam 09.56 AM. Karena bus pertama , bus nya on time.
      Sampai di DFS jam 10.40-an liat-liat T-galeria Mall dulu sekalian numpang ngadem dan ke wc.

      Bis line 5 ke Ubud , teng brgkt jam 11  dari DFS.
      Halte stop: Alaya Ubud Resort
      Terletak persis disamping resto Bebek Bengil.



      Saya tiba di Bebek Bengil jam 12.45.
      Kelar makan siang dan leyeh2 dulu di bale-bale resto ngilangin pegel2,  baru deh saya menanti bus berikutnya utk ke Puri Lukisan Museum jam 14.20
      Halte stop : Puri Lukisan Museum 
      Halte ini cocok utk yang mau ke Museum Blanco, Bukit Campuhan ataupun ke Babi Guling Bu Oka.
      Berhubung saya blm pernah ke Bukit Campuhan, jadilah saya kemari. Jalan pelan2 ke Museum Blanco dulu biar matahari gak terlalu terik.
      Apa daya krn saya gak tertarik masuk ke Museum Blanco, akhirnya saya jam 3 sore nanjak ke Bukit Campuhan , matahari berasa ada 3 biji alias masih panas pol.

      sisi bagusnya jam segini masih sepi, sisi gak bagusnya saking panasnya saya sendiri ampe ogah berhenti2 buat foto.

      Terus terang saya gak tll impress sama bukit Campuhan ini, saya malah langsung fokus ke Cafe dan Spa Karsa yang merupakan resto dan spa kecil samping pematang sawah setelah melewati Bukit gak penting ini. Sori to say ye.. Mungkin krn ga ada yg motoin, dan saya bukan tipe yg niat2 amat selfie kalo kepanasan . Terus ngapain kemari ye..

      Setelah menghabiskan satu kelapa dan foto2 di sawahnya sampai mati gaya krn matahari mulai terbenam saya pun memutuskan balik ke halte bus utk mengejar bus terakhir jam 18.55.
      Kesimpulan dari trekking dadakan ini, 2km uphill itu ditempuh +/- sejam tp pas pulang bisa +/- 30menitan..
      Karena takut ketinggalan bus, saya udh nongkrong dari sejam seblmnya di cafe seberang halte sambil ngopi2 dan numpang ke wc.

      Basically jam 18.55 itu udh gelap bgt sampai takut ketinggalan bus karena  gak keliatan.  Untungnya saya udh reserved via web, jadi nya supir bus nya sih udh tau bakal ada penumpang yg nungguin, scr saya cuma satu2nya penumpang mlm itu.

      Jam 08.30 malam akhirnya sampai juga di terminal DFS.
      Karena sudah gak kuat bermacet2 di area Seminyak, saya sambung naik gojek ke hotel. Tp nasib dapet tukang ojek org jawa alias nyasar2 muluk jd scr waktu gak beda jauh dgn misalnya saya pake Kura kura bus.. kesel... 
      Kelebihan Kura Kura Bus:
      + cukup ekonomis utk area  yang gak bisa dijangkau oleh kendaraan online.
      + bis ber-AC, ada free wi-fi dari telkomsel dan ada colokan listrik buat nge-charge selama mati gaya di bis.
      + memiliki aplikasi dan website informatif dengan pilihan bhs yang beragam dari Indonesia, Inggris, Jepang, Rusia, Korea, China
      + CS memiliki bhs inggris dan jepang yang cukup memadai .
       
      Kekurangan:
      - memakan waktu yang sangat lama apabila harus pindah line. Contoh dari seminyak village mau ke Ubud, dari  line 4 harus ke DFS utk pindah ke Line 5. Total perjalanan jadi 3jam misal dibandingkan dgn naik kendaraan direct ke tujuan yang hanya 1-1.5jam.
      - halte bis ke-2,dst biasanya hanya palang di pinggir jalan dan tidak ada tempat parkir sehingga bis tidak bisa menunggu lama
       - belum menjangkau area2 di utara Bali, ataupun area Canggu yang mulai jadi tujuan wajib turis
      - interval bis utk Ubud line 2 jam sekali, sehingga kurang flexible 
      - Aplikasi utk memonitor bis sangat tergantung gps bis maupun provider yang kadang angot2an..
       
      Kesimpulannya bis ini lumayan oke utk solo traveler yang mau ke area Nusa Dua, Jimbaran maupun Ubud.
      Sedangkan kalau tinggal /explore di area Legian-kuta-Seminyak,  lebih murah dan cepat naik ojek online saja.
       
      Kura Kura Bus
      http://kura2bus.com/
      Interval bus:
      a. Line 1 : every 90 minutes, 10 rounds per day
      b. Line 2 : every 90 minutes, 9 rounds per day
      c. Line 3 : every 20 minutes, 38 rounds per day
      d. Line 4 : every 45 minutes, 17 rounds per day
      e. Line 5 : every 2 hours, 5 rounds per day
       
       
       
       
    • By Ahook_
      Tanggal 18 April 2018
      Setelah melewati imigrasi Belanda dengan hati yang sangat lega, bisa baca disini, kenapa? Selanjutnya adalah ambil ranselnya ahok, yang beratnya tidak ketulungan. Padahal yang dibawa cuma sedikit loh, tapi beratnya 18 kg. Bongkok deh yang ada. Untuk itu, kepada teman- teman yang baik hati dan sangat perhatian, terima kasih banget untuk tidak dimintain titipan beli ini- itu, karena untuk membopong ransel yang isinya cuma pakaian seharian saja, aku kewalahan, apalagi mau tambah titipan belanjaan kamu. Mending, begitu belanja langsung pulang, ini mau keliling, hadeh... KASIHANILAH AKU... AKU TIDAK OPEN PO... 

      Sekitaran Grand Palace.
      Selanjutnya, harus tunggu datangnya pagi, tunggu Flix Bus jam 6.10 pagi tujuan Brussels, Belgium. Sesuai arahan yang di-email dari pihak bus, aku diminta untuk tunggu bus di line C, tapi tidak ada plang yang menunjukkan flix busnya berada. Plangak- plongok dipagi buta yang dingin, aku menunggu dengan tidak pasti, busnya mana? Khawatir akan ketinggalan bus, karena waktu itu, sudah 6.05, bus belum datang juga. Apakah aku menunggu di tempat yang salah? Kemudian ketemu 3 orang asal Russia, yang juga menunggu bus yang sama dan sama- sama bingung. 

      Urban City Hostel.
      Busnya tidak tepat waktu. Busnya datang lewat dari jadwal. Yang pasti, pagi itu, Flixbus membawaku ke Brussels dengan menempuh 2 jam perjalanan. Harga bus dari Bandara Schiphol ke Brussels, aku bayar Rp 193.333,- atau 11,24 Euro. Bus berhenti di Brussels North Train Station, yang mana jauh banget dari hostel. Hahaha.. Salah perkiraan. Waktu pesan hostel, lihat jarak dari google maps, sih dekat. Hahaa, setelah dijalani, amsiong coy...  Ya tergantung juga sih kamu tinggalnya dimana. 

      Urban City Hostel
      Aku sih nginap di Urban City Hostel, yang mana sebenarnya lebih dekat ke South Train Station, lebih dekatnya juga beda 10 menit doang. Hikss.. Oh ya, Flix Bus dari Bandara Schiphol itu kalau ke Brussels memang berhenti di North Station. Jadi, intinya, pilih penginapan terdekat dengan station-lah. Tapi entah juga, buat kamu yang biasa naik taxi, jarak bukanlah kendala. 

      Urban City Hostel.
      Aku 3 malam di Brussels. Artinya nginap di hostel ini 3 malam. Aku bayar 65 Euro untuk 3 malam, bayar ditempat, booking via Agoda. Tidak ada sarapan. Wifi gratis, tanpa buffering. Living room sih nyaman. Akses keluar masuk pakai key card. Bersih. Ada outdoor juga buat duduk- duduk santai. 
      Urban City Hostel bagian dari Hotel BRXXL5. Receptionist-nya ada di Hotel. Kamu tidurnya di bagian hostel. Hahaha.. Untuk fasilitas, harusnya hotel lebih baguslah. Naik turun pakai lift. Walaupun begitu, yang nginap di hostel, boleh pakai living room-nya juga. 

      Urban City Hostel
      Kamar sih okey. Lega. Ada loker. Bawa gembok sendiri ya. Kamar mandi bersih. Air panas tersedia dengan shower. Yang buat mampus adalah tangganya, terutama yang kebagian kamar lantai 4. Kalau kata mereka, itu sih tangga jahanam. Anjritt... menjulang naik ke atas, tanpa basa- basi, total 81 anak yang harus kamu injak jika kamu mau sampai di lantai 4. Bawa diri saja sih enteng. Bopong ransel depan belakang, ngap coy, rasanya nafas tinggal sehembus. 
      Oh ya, yang kupingnya tahan sama berisiknya orang- orang Brussels lagi ngumpul, kamu sih bisa nginap disini. Kalau tidak, sebaiknya, cari tempat lain. Yups, tepat diseberang hostel ini, banyak restaurant gitu. Ada yang sudah mulai gelar kursi dari pagi ke pagi. Ada yang baru gelar kursi setelah jam 6 sore sampai ke pagi. Bayangkan, mereka ngobrol, ketawa terbahak- bahak dan sebagainya. Aku sendiri, tidak pernah ada masalah terkait ini. Tidur ya tidur saja, pulas sampai pagi. 
      Dari hostel, mau kemana- mana sih gampang dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Situs wisata seperti Grand Palace bisa dicapai dengan jalan kaki. Lagian, menurutku sih, Brussels itu ya seputaran sana saja. Aku, seperti biasanya, bukan yang tipe, buat itinerary khusus untuk setiap traveling. Aku hanya jalan kaki, jalan sesampainya kaki dimana berhenti. 

      Grand Palace.
      Keliling Brussels, pengalamanku sih okey - okey saja. Bersih. Tidak terlalu banyak mobil. Kebetulan, beberapa ruas jalan utam sedang diperbaiki. Begitupun, masih bersih dan tidak amburadul. Sebagaimana seperti kota- kota lainnya di Eropa, arsitektur bangunan Brussels ya seperti itu. 

      Sudut kota Brussels.
      Aku didekatin 3 kali oleh 3 orang yang berbeda, dengan akting pura- pura mabuk, sok mau bantuin dan mau tanya jalan. Aku cuekin saja. Entah-lah, katanya itu yang harus kamu lakukan, cuekin saja jika ada orang aneh seperti mendekatimu. Alasannya, keselamatan jiwa dan raga. Lebay ya...
      Aku tidak banyak mendatangi situs- situs yang katanya wajib didatangi kalau sudah ke Brussels. Aku lebih banyak jalan menyusuri lorong- lorong yang tidak ada orangnya. Setelah sadar, baru putar balik. Aku sendiri tidak bisa membedakan, mana asli orang Belgia, mana yang bukan? Hahaha.. Bahasa yang sering aku dengar, kalau tidak Jerman, ya Perancis. Walau, aku sendiri tidak mengerti, mereka lagi ngomongin apa, termasuk tetamu hostel dan hotel. 

      Snack Brussels.
      Tentu, mata uang yang bisa dipakai Euro. Aku keseringan makan crossant selama di Belgia. Memang sudah doyan crossant dari sananya. Jadi tidak terlalu ribet kalau mau makan. Udaranya, masih tergolong dingin, sejuk dan ber-angin. Masih dibawah 20 derajat. Panas matahari sih menyengat, tapi tidak buat badan kamu kepanasan, apalagi sampai bau matahari, kayak macam naik motor di Jakarta 1 jam saja. Hahahaha... Katanya, kudu cobain snack semacam waffle gitu. Oke-lah rasanya.

      Town Square
      Untuk urusan perut, ada McD, terus banyak yang jualan kebab dan sejenisnya. Gampang cari makanan kayak dari Turki gitu. Harusnya tuh halal kali ya. Buat yang wajib makan nasi, di restoran Turki, ada pilihan nasi. ( Tapi, aku gak tahu pasti deh, itu restoran Turki atau bukan ya, maksud aku sih makanan asal Timur Tengah atau semacamnya.. ).
      Entah turis apa orang lokal, yang pasti bule gitu perawakannya, mereka suka banget ya ngumpul- ngumpul di town square dekat McD. Duduk- duduk sambil jemuran begitu. Matahari sih memang terik, tapi ya itu, tidak buat kepanasan. Di Grand Palace juga sama, pada duduk- duduk sembari menikmati hidup.
      Oh ya, didekat Grand Palace, ada sebuah patung, yang nempel ke dinding, patung seorang wanita sedang tiduran. Nah, semua turis pasti ngantri, selain buat foto dengan patung tersebut, para turis juga mengeluskan tangannya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki patung itu.
      Kalau sudah bosan foto- foto di Grand Palace, jalan- jalan santai-lah, keluar masuk toko souvenir. Untuk kamu yang suka nongkrong sambil ngebeer, atau sekedar ngopi, kayaknya, cocok deh. Tinggal pilih mau nongkrong di cafe yang mana. Duduk, kemudian nikmati hidupmu. Sederhana... 
      With Love,
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
       
    • By Fath17
      (SHARECOST) (CARI TEMAN) Explore Sumba 03-09 Mei 2018
      :iloveindonesia Salam Backpacker, :travel  
      Halo agan dan aganwati semua.. :malu 
      Ane mau ngajakin Backpacker jelajah Sumba nih gan. :travel 
      Start 03 Mei dari Waingapu-Sumba Timur perjalanan berujung di Tambolaka-Sumba Barat.
      Untuk sementara kita sudah ber 2 cowok masih nyari sekitar 3-4orang, biar cukup 1mobil.
      Rencana kita akan explore Sumba Timur -+2-3 harian ya gan. Kita keliling menggunakan mobil/motor sewa dari warga sekitar biar bisa sampai ke tempat-tempat terpelosok sekalipun dan bebas tanpa batas waktu. Feel free guys...
      Setelah puas di Sumba Timur, kita menuju Sumba Barat, bisa menggunakan public transport atau sewa mobil gan.
      Di Sumba Barat kita jga akan Explore menggunakan mobil/motor gan, alasannya ya sama kaya sebelumnya gan. :2thumbup Hehehehe....
      So, buat agan/aganwati yg ada rencana di tanggal itu silahkan gabung, ini murni SHARE COST & FIX BERANGKAT yah karena kita sudah issued tiket :ngacir2 
      Bagi yang berminat silahkan inbox ya gan..
      Atau
      WA : 0857-3156-3466
      Phone : 0822-1089-9919
      Phone: 0877-8109-1999