hobijalan2poto2

SERABI NOTOSUMAN - most famous serabi !

12 posts in this topic

kalo makanan serabi pasti udah banyak yg tau kannn???

Serabi+Solo.jpg

kalo serabi notosuman? pd tau gak ??? ky gini nih bungkusnyaaa

serabi%20notosuman.JPG

asal mula serabi masih samar2 sih aslinya dari solo apa daerah jawa barat....

tapi kalo SERABI NOTOSUMAN ini aslinya dari soloo or surakartaa...

terkenal banget nih di daerah jogja solo semarang dan sekitarnyaa.

bahkan denger2 sampe ke Jakarta n Bandung juga lohhh :o :o

kalo ada kenalan deket yg ke solo, pasti nitip iniii...

bentuknya sama sih sama serabi pada umumnya. cuman rasanya itu lohhhh

gak nahan !!!! :lol: :lol:

santan, cokelat, pandan n all 'bout bumbunya tu mak nyuuuuusss :wub: :wub: bikin jatuh hati :wub:

terakhir harga per bijinya 1500. tapi pembeli2nya pasti belinya berkarung2 (bacanya kotak yaa :P)

pusatnya di jalan Notosuman - Surakarta alias Solo

tapi cabangnya udah banyakk. ada yg di

* jl moh yamin 28 - Solo

* jl sunan muria 16B - Kudus

* jl Bhayangkara 63 B, Ngampilan - Yogyakarta

* jl pandanaran 223 - Boyolali

* jl majapahit 229 - Semarang

* Ruko Pasar Modern, R72 (Jalan Letnan Jenderal Sutopo) - Tangerang, Banten

kalo di semarang solo jogja dan sekitarnya gak cuma 1 cabanggg... ada beberapa cabang, tp yg saya tulis alamatnya itu yg paling besar tokonyaa hehe :D

monggo dicobaaaa :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya ajiiib banget tuh kayaknya, kalo di Jakarta lokasinya di mana Sis...share dong Sis boleh juga nih di coba. itu itungannya per porsi atau satuan ya....and mahal apa murah Sis :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih 1 nya cm 1500.. murah juga ya... keliatannya enak lagi. mbak teranginnya detail banget, agen dari penjual kue serabinya ya? wkkwkw.. tapi asli ini makanan sich keliatannya napsuin banget, boleh nich beli kalau pas lagi jalan-jalan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

ini oleh2 wajib saya dari solo, bukan cuma buat oleh2, tapi juga untuk dikonsumsi pribadi karena enak banget rasanya

dah gitu caras pembuatannya masih menggunakan alat2 tradisional dan kayu bakar,,,,, kesan nya enak, dan rasanya maknyusssss

Share this post


Link to post
Share on other sites

liat gmbar nya jd ngiler mba...tp kl di bw smpe jkt msh ttep fresh bgtu gak ya ???

kalo bawanya naik pesawat aja tentunya fresh :) tapi kalo perjalanan darat biasanya cuma tahan 1 hari aja... tapi kalo aku belum ada 1 hari biasanya udah habis :D :D :D

iya ajiiib banget tuh kayaknya, kalo di Jakarta lokasinya di mana Sis...share dong Sis boleh juga nih di coba. itu itungannya per porsi atau satuan ya....and mahal apa murah Sis :D

masnya gak baca thread saya yaaa? itu kan udah saya cantumin harganya :D kalo menurut saya cukup murah soalnya rasanya itu lhoooo mantab bangetttt

Share this post


Link to post
Share on other sites

wih 1 nya cm 1500.. murah juga ya... keliatannya enak lagi. mbak teranginnya detail banget, agen dari penjual kue serabinya ya? wkkwkw.. tapi asli ini makanan sich keliatannya napsuin banget, boleh nich beli kalau pas lagi jalan-jalan.

waduh bukan yaaa... tapi ide bagus sih... nnt kalo pesen ke aku harganya naik jadi 15.000 perbiji ya? hihihihihi :lol: :lol: :lol: :lol:

Share this post


Link to post
Share on other sites

kayaknya saya tau nih yg di daerah tangerang :D tp deket rumah temen ane di ciputat tangerang selatan juga ada lho cafe serabi yang ga prnah sepi. tmpt nongkrong anak muda.. asik deh apalagi malem minggu :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

ya kalo di bandung yang paling terkenal udah pasti Surabi Imut Enhai hehehe saya curiga kata Imut nya itu di ambil karna dia di depan kampud Enhai yang pastinya cewe2 nya imut2 hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

udah pernah coba ni yang disemarang, cuman rasanya agak beda. enak yg dapet oleh2 dari solo. mungkin karena di solo pabrik utamanya yaaa....

santannya itu loh, kerasa gurih bangettttt... nyam nyam nyam

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By vie asano
      Setelah jalan-jalan mengelilingi Tokyo menggunakan berbagai sample itinerary yang telah saya bagi dalam beberapa seri tulisan sebelumnya, supaya nggak jenuh, kali ini saya ingin berbagi sesuatu yang sedap-sedap dulu deh. Ya, kulineran! Hoho.. Namun kuliner yang akan saya informasikan kali ini bukanlah kuliner ala street food maupun kuliner yang biasa dikenal oleh para pecinta kuliner Jepang seperti sushi dan ramen, namun kuliner paling top di antara jajaran kuliner Jepang lainnya yaitu kaiseki ryori. Ada yang pernah dengar kuliner itu?
      Tentang Kaiseki Ryori
      Setiap negara yang memiliki sejarah kuliner yang panjang pastilah memiliki kuliner khas yang sangat istimewa dan bisa disebut sebagai haute cuisine. Maksud dari haute cuisine disini adalah kuliner tingkat tinggi yang membutuhkan persiapan khusus dan presentasi tingkat tinggi. Nah, dalam khasanah kuliner Jepang, haute cuisine di negara Matahari Terbit itu adalah kaiseki. Ada 2 jenis kaiseki, yaitu kaiseki ryori dan cha-kaiseki (kaiseki yang dihidangkan saat upacara minum teh) namun yang akan saya bahas kali ini adalah kaiseki ryori.
      Kaiseki ryori merupakan set makanan multi menu yang sudah mulai disajikan sejak ratusan tahun silam. Berawal dari set makanan yang disajikan saat upacara minum teh, kaiseki ryori kemudian berkembang menjadi menu yang biasa disajikan di kalangan bangsawan. Uniknya, nama kaiseki ryori sendiri tidak mengandung unsur haute cuisine, karena kaiseki dalam kaiseki ryori secara literal diterjemahkan sebagai batu di dada yang diambil dari kebiasaan pendeta Zen yang selalu menggunakan batu hangat untuk membantu menahan lapar. Bukan untuk dimakan yah, namun untuk dibungkus kain dan disimpan di dekat perut. Kalau dijelaskan terlalu detail nanti malah akan pusing sendiri, jadi kita skip dulu langsung pada inti kaiseki ryori yah.
      Yang membuat kaiseki ryori istimewa
      Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, menu kaiseki ryori terdiri dari multi menu. Dalam satu kali penyajian, jumlah menu yang ditampilkan bisa mencapai 9-10 menu atau lebih. Tenang, tak perlu khawatir akan kekenyangan karena seluruh menu disajikan dalam porsi mungil, dan tentu saja dengan presentasi yang sangat baik.
      Foto 01:
      Contoh set menu kaiseki ryori [foto: 663highland/wikimedia]
      Yang membuat kaiseki ryori ini menarik, dari seluruh menu yang disajikan, tidak ada pengulangan bahan makanan maupun pengulangan teknik memasak. Jadi jika saja (misalnya) wortel sudah digunakan pada satu menu, dia tidak akan digunakan pada menu lainnya. Kecuali untuk menu ikan yang bisa menggunakan beberapa jenis ikan, sehingga tak bisa disebut sebagai pengulangan bahan makanan. Tak hanya bahan makanan yang tidak diulang, namun teknik memasaknya juga tanpa pengulangan lho. Jadi jika ada 10 masakan, ya diolah dengan 10 cara yang berbeda.
      Tambahan lainnya, kaiseki ryori sangat mengutamakan bahan-bahan lokal. Jadi sebuah menu yang sama bisa terdiri dari kombinasi bahan yang berbeda jika dibuat di dua daerah yang berjauhan maupun dibuat pada musim yang berbeda. Mayoritas bahan dalam kaiseki ryori biasanya berasal dari pasar lokal dan menonjolkan keistimewaan dari daerah tersebut. Bagi yang bingung, dalam kaiseki ryori koki memang diijinkan untuk menambahkan bahan musiman yang bisa ditemukan di daerah tersebut, dan itulah yang membuat kaiseki ryori di seluruh Jepang bisa berbeda-beda dan kaya rasa.
      Menu-menu dalam kaiseki ryori
      Biasanya, menu kaiseki ryori dibagi dalam beberapa bagian: makanan pembuka, hidangan utama, shokuji (hidangan nasi), dan makanan penutup. Berikut ini detailnya, dan contoh fotonya mengambil menu yang disediakan di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo:
      Untuk makanan pembuka, bisa terdiri dari minuman beralkohol (biasanya ukuran kecil). Umumnya minuman beralkohol yang disajikan adalah alkohol produksi lokal maupun anggur manis. Tambahan lainnya adalah makanan pembuka ukuran kecil sebelum masuk ke makanan utama.
      Foto 02:
      Contoh menu pembuka: Steamed Tofu and Okura with sea urchin, with tiger prawn in jelly, eel sushi, steamed duck, and pike conger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk makanan utama, bisa terdiri dari beberapa menu yang diolah dengan teknik yang berbeda-beda. Beberapa menu yang masuk dalam list makanan utama ini antara lain: suimono (sup), sashimi (daging mentah yang diiris tipis), nimono (makanan rebusan), yakimono (makanan panggang), agemono (gorengan), mushimono (kukusan), dan sunomono (makanan berbahan cuka).
      Foto 03:
      Contoh menu rebusan: Terong dalam miso dengan bayam [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 04:
      Contoh menu gorengan: deep fried matsutake mushroom, zucchini, and pine leaf [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 05:
      Contoh menu sashimi: Snapper, with lobster, tuna and squid [foto: Chris 73/wikimedia]
      Foto 06:
      Contoh menu bakar: Grilled wakasa (rockfish), with grilled beef in miso, potato, and decorative cut ginger [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk shokuji, set-nya biasanya terdiri dari nasi, sup miso, dan tsukemono (acar). Biasanya set ini disajikan menjelang akhir acara makan, yaitu menjelang dessert.
      Foto 07:
      Contoh shokuji: Nasi dengan jahe [foto: Chris 73/wikimedia]
      Untuk dessert, makanan penutup yang disajikan biasanya adalah buah lokal segar. Bisa juga makanan penutup tradisional khas Jepang lainnya.
      Foto 08:
      Contoh dessert di Iwasaki Mansion, Tsukiji, Tokyo: menu buah-buahan [foto: Chris 73/wikimedia]
      Oya, contoh di atas betul-betul hanya contoh kasar saja ya. Masih ada beberapa menu dengan teknik masak yang berbeda yang belum saya masukkan dalam list di atas, seperti suzakana (makanan kecil untuk membersihkan piring), shiizakana (makanan sejenit hot pot), dan lain-lain.
      Foto 09:
      Contoh side dish: Jelly fish sashimi [foto: Chris 73/wikimedia]
      Dimana bisa menemukan kaiseki ryori?
      Tertarik mencoba kaiseki ryori? Kuliner ini bisa ditemukan di berbagai restoran tradisional Jepang. Namun perlu diperhatikan, tak semua restoran tradisional menyajikan kaiseki ryori yang asli lho. Ada tips-nya untuk membedakan mana restoran yang menyajikan kaiseki ryori asli dan abal-abal. Restoran yang tutup di siang hari biasanya menyediakan kaiseki ryori yang asli. Menyajikan kaiseki ryori membutuhkan persiapan yang sangat panjang, sehingga restoran yang betul-betul asli akan tutup di siang hari karena berkonsentrasi penuh untuk menyajikan kaiseki ryori malam hari.
      Alternatif lainnya, kaiseki ryori ini bisa ditemukan di berbagai ryokan alias penginapan tradisional Jepang. Biasanya ryokan akan menyediakan set menu tersebut saat makan pagi atau malam. Karena itulah harga menginap di ryokan lebih mahal dari jenis akomodasi lainnya karena sekaligus mencakup biaya makan. Untuk informasi dan panduan tentang ryokan, bisa baca disini: From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (1) dan From A to Z Seputar Ryokan, Penginapan Tradisional ala Jepang (2-end).
      Foto 10:
      Contoh set menu yang disajikan di sebuah ryokan [foto: Tomo/wikimedia]
      Yang perlu diperhatikan
      Kaiseki ryori itu mahal, jendral! Untuk sebuah haute cuisine, jangan heran jika harga satu set kaiseki bisa mulai dari 15000 yen hingga 40000 yen per-orang. Memang sih ada juga kaiseki yang dibandrol dengan harga yang relatif terjangkau antara 4000 yen - 8000 yen, namun tentu saja kelengkapannya akan berbeda dengan restoran kelas atas.
      Siap untuk mencoba kaiseki ryori saat wisata ke Jepang?
      ***
      *Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By satria11
      Kali ini ada video ttg perjalanan saya hihihi, ada 4 part sisanya bisa kunjungi channel sayaa....
       
       
      Soon Medan - Malaysia :>
    • By Titi Setianingsih
      Hay sahabat2 tercinta, para JJ’er apa kabar ? Sebenarnya apa siy yang jadi tujuan kita jalan2 ? Pasti bukan karena mau saingan kan ? Terus terang sejak masuk komunitas jalan2 saya jadi makin sering jalan2, tentu saja karena banyak informasi tentang tempat2 wisata di Indonesia dan Luar Negeri yang diposting para membernya jadi keinginan untuk berkunjung ke tempat itu makin menggebu. Nah sejak tahu bahwa postingan temen2 sangat bermanfaat / bisa dijadikan referensi jalan2 bagi pembaca, akhirnya saya punya keinginan lain, salah satunya kepengin posting hal2 baru yang bisa dijadikan referensi juga oleh orang lain. Hal2 baru bukan berarti tempat wisata baru, tapi bisa juga itinerary ke suatu tempat. Kebetulan saya beberapa kali dapat japri dari temen2, perihal itinerary ini, jadi kalau dia mau jalan di hari libur selalu nanya ke saya, pingin kearah Bandung sama anak2 cocoknya kemana ya ? Ada juga yang mau ke Bogor sehari bisanya kemana saja ya ? Bahkan ada yang nanya destinasi di luar Pulau Jawa, tentu saja saya hanya bisa jawab kota2 yang sudah pernah disinggahi saja. So, dengan hobby menulis ini, semoga bisa bermanfaat bagi teman2 travellers.
      Nah ide gila kali ini adalah kepengin jalan2 ke 3 propinsi di libur wiken bisa gak ya ? Jarak antar kota tentu saja sangat menentukan bisa / tidaknya. Pikir2, kalau untuk seputar Jawa masih bisa lah, dan melihat request temen2 banyak yang kepengin ke arah Jogya akhirnya saya buatlah itinerary ke 3 propinsi di tanggal 19-21 Januari 2018 dengan destinasi sekitar Solo, Pacitan dan Jogyakarta.
      HARI PERTAMA, 19 JANUARI 2018. 

      Hari pertama kami berpetualang didalam Kereta Api Brantas, dari Stasiun Senen jam 17.00 menuju Stasiun Solo Jebres jam 02.47, tiketnya murah meriah hanya Rp. 84.000 sudah sampai Solo. Kalau ada yang murah kenapa beli yang mahal to ?
      Alhamdulillah selama di kereta tidak ada kendala, berangkatnya tepat waktu sampainya juga tepat waktu, alhamdulillah. Sepanjang jalan masih disempatkan bercanda meski kereta full seat, tapi begitulah, Ibu2 kalau sudah ngumpul gak bisa diam.

       
      HARI KEDUA, 20 JANUARI 2018.
      1.       Sarapan Gudeg Ceker

      Ini kali yang kedua saya sarapan disini, gudeg ceker Bu Kasno yang berlokasi di Mertoyudan / dekat gereja Kristen Jawa di Jl Monginsidi, atau dekat SMA Negeri I Surakarta. Yang khas dari gudeg Bu Kasno adalah lauknya / daging ayamnya dari ayam kampung. Beraneka macam lauk bisa dipesan mulai dari daging yang di suwir2, kepala ayam dan ceker ayam, jeroan (ati rempelo)  juga telor ayamnya. Sedang asesories lainnya ada gudeg nangka, sayur kerecek, tahu tempe bacem dan  sambal. Kalau saya yang terbayang cekernya, dan jika belum sempat makan ceker di TKP maka bisa dibungkus. Beberapa teman sempat kaget karena ternyata 1 porsi ceker yang isi 10 buah harganya Rp. 40.000,-. Cekernya siy enak tapi ketika ingat harganya jadi ter-kaget2. Xixixixi
      Sehabis sarapan singgah di Masjid Karanganyar Solo untuk Shalat Subuh dan bersih2 badan serta ganti baju.
      2.       Curug Jumog

      Lokasi curug ada di desa Berjo, Kec Ngargoyoso Kab Karanganyar Jawa Tengah. Kalau bicara Karanganyar pasti banyak yang familier karena disitulah tempatnya wisata2 yang manarik mulai dari wisata alam dan wisata sejarah, yaitu banyak ditemukannya curug/air terjun beaneka dari yang sudah termashur seperti Tawangmangu juga sampai yang belum terkenal seperti Jumog ini. Tapi sekarang Curug Jumog sudah menjadi incaran para wisatawan dan menjadi pilihan wisatawan juga karena begitu sampai ke parkiran mobil tinggal jalan beberapa menit sudah sampai ke curug, jadi tidak perlu capai2 untuk mendapatkan spot yang cantik ini.

      Sepanjang jalan menuju curug juga disuguhi pemadangan yang indah, kali kali tempat mengalirnya air yang jatuh dari Curug Jumog. Begitu sampai ke atas, wow, emejing banged, tumpahan airnya lebar / bercabang 2 kemudian air yang turun ke kali juga menyerupai curug kecil, jadi kalau dari jauh curugnya terlihat bertingkat.
      Airnya jernih dan bersih jadi sangat cocok untuk ber-mandi2 disini, jika yang tidak mau bermain air maka bisa memakai mantel karena cipratan airnya cukup deras dan bisa membuat baju kita masah walau kita tanpa mendekati pusat pancuran air.

      Salah satu teman yang maniac banged sama air terjun langsung nyemplung dan membasahi rambutnya, walau sebenernya air pagi itu sangat dingin karena kami sampainya paling pagi, loketpun belum buka sebenernya.

      Ketika dirasa sudah puas mandi2, kami lanjutkan perjalanan menuju Pacitan, waktu tempuh Solo-Pacitan diperkirakan 4 jam.
      3.       Soto batok

      Suasana pagi itu agak mendung, gerimispun datang, tapi kami tetap menjalankan rencananya. Walau hujan tetap cuzz menuju Pacitan. Teman2 berkesempatan istirahat / tidur karena waktunya yang lumayan lama di perjalanan.
      Kurang lebih jam 9 kami meninggalkan Curug Jumog, ke Pacitan via Sukoharjo. Sepanjang jalan disuguhi pemandangan alam persawahan yang menghijau, asri sekali, hampir2 tergoda hati ini untuk turun dan berfoto, tapi ketika ingat tujuan masih jauh maka hati menjadi tak tergoda sedikitpun. Tapi menjadi  tergoda lagi ketika didepan mata kami ada sebuah warung yang bertuliskan Soto Batok, penasaran dong dengan namanya.  Lokasi tepatnya di Jl Karanganyar Km 2 Jumowono Sukarasa, masih di Sukoharjo ini. Tapi biasa kalau urusan perut gak bisa ditunda, jadilah kami serbu kuliner yang namanya unik ini.

      Dan memang tempatnya yang unik ternyata, sebuah mangkok yang terbuat dari batok kelapa. Kalau sotonya berkuah bening, dengan daging ayam di suwir2 dengan asesories beraneka sate seperti sate usus, sate telor puyuh, goreng2an dan kerupuk. Layaknya Soto Solo ada tambahan toge rebusnya. Harganya lumayan murah, per mangkok Rp. 6.000,- dan goreng2annya Rp. 500,- ber bijinya.
      Sudah hilang rasa penasarannya ketika sudah selesai makan Soto Batok. Memang pintar pemilik Soto Batok dalam menjaring pembeli, keunikan namanya yang punya nilai jual.

       
      4.       Goa Gong
      Secara administratif, Gua Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gua ini berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Pacitan ke arah barat (arah Wonogiri). Jadi kalau kami yang masuk ke Pacitan via Solo maka Kota Pacitan belum terlewati. Jalanan menuju Goa Gong berkelok-kelok dan naik turun, tapi jalanan sudah halus di aspal jadi nyaman.
      Mobil wisatawan mempunyai tempat parkir khusus, dan menuju goa disediakan ojek wisata dengan sewa Rp. 5.000,- tapi jika pulang / kembali ke tempat parkir tidak boleh naik ojek.

      Tiket masuk wisata seharga Rp. 15.000,- untuk orang dewasa dan Rp. 5.000,- untuk anak2,  kemudian jika hendak menyewa senter juga Rp. 5.000,- per buah, ada juga jasa guidenya sebesar Rp. 30.000,-
      Tidak seperti kebanyakan goa, di Goa Gong banyak terdapat sumber airnya atau dalam Bahasa Jawa disebut sendang. Namanya ber-macam2 sesuai dengan manfaatnya (menurut keyakinan masyarakat setempat, siapa saja yang meminum air sendang akan memperoleh manfaat masing2 sesuai nama sendang itu, ada yang awet muda juga ada yang mendapatkan kemuliaan hidup). Tapi ini mythos ya, jadi kita tidak wajib melakukannya.
      Memasuki seluruh ruangan goa bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam, apalagi Ibu2 yang maunya disetiap sudutnya maunya berfoto, bisa lebih 2 jam. Itulah sebabnya dari awal emmasuki gua diingatkan tentang waktunya ini, jangan sampai rencana selanjutnya menjadi kacau balau.

       
      5.      Sungai Maron
      Ketika saya menghubungi basecamp Sungai Maron via telepon, operatornya bilang bahwa waktu yang tepat untuk caving Sungai Maron itu pagi hari, supaya airnya masih jernih sehingga viewnya bagus, juga agar terhindar dari hujan yang biasanya turunnya di sore hari.
      Tapi kata driver, berhubung lokasinya satu arah dengan Goa Gong alangkah baiknya untuk dicoba, itulah sebabnya maka ketika didalam goa diusahakan disiplin waktu.
      Dan memang dekat jarak antara Goa Gong dan Sungai Maron, kurang lebih 45 menit sampai ke Sungai Maron setelah menempuh jalanan yang menanjak extreme, kami sempat berdoa jangan sampai mesin mobil mati ketika pas menanjak itu. Deg2an sudah pasti, tapi alhamdulillah Driver kami luar biasa.
      Lokasi Sungai Maron ada di desa Darsono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, memang benar, ketika kami dating sore2 air sungai berwarna cokelat, nampaknya sisa banjir Pacitan masih terlihat dengan adanya lumpur2 di ranting2 pohon disepanjang sungai. Bisa dibayangkan banjir Pacitan lumayan tinggi, dan banyak rumah2 warga yang dekat sungai pada kemasukan air bah.
      Kami sewa 3 perahu, masing2 perahu isi 4 penumpang dan 1 pengemudi / pemilik perahu. Sewa per perahu Rp. 100.000,- PP kurang lebih menyusuri sungai dalam waktu 45 menit hingga menuju Pantai Ngiroboyo. Jika akan bersandar di pantai untuk ber-foto2 maka nambah biaya tiket Rp. 5.000,- per orangnya.
      Tiada detik tanpa berfoto, karena hanya itulah bukti dari jalan2 kami. Cuaca lagi kurang bersahabat gaees, mendung bergelayut di langit, ngeri jika tiba2 hujan sementara kami masih dipinggir pantai dan harus pulang menyusuri sungai,,,ah pasti akan sangat mencekam. Kamipun buru2 pulang, dan alhamdulillah, gerimis mengundang, kamipun cepat2 masuk mobil untuk kemudian cuzz meninggalkan desa Darsono.
      6.      Pantai Klayar

      Pantai klayar ini berada di desa Kalak, Kecamatan Donorejo, Kab Pacitan. Sebenernya kami berencana mau kejar sunset disini, krn kalau lihat foto2 sunset Pantai Klayar cukup bagus, tapi apa daya karena cuaca mendung jadi gak kebagian sunset. Masih gerimis kecil ketika sampai sini, tapi teman2 masih sempat guling2an di pasir, mungkin gemas lihat pasirnya yang putih kecoklatan.
      Ditawari bonceng motor beroda 3 untuk menuju air mancur di tengah laut juga tidak berani, karena dalam kondisi gerimis dan gelap karena mendung suasana di lokasi sangat sepi. (Takut dibawa lari xixixixi).
      Padahal air mancur di antara batu2 karang merupakan keunikan alam tersendiri, saying moment itu dilewatkan begitu saja, semoga lain waktu bisa kesini lagi, yang penting kali ini terpuaskan dengan hanya ber-main2 air dan pasir pantai.
      Gerimis itupun akhirnya berubah menjadi hujan, pelan2 kami menuju hotel tempat kami menginap yang lokasinya dekat kota, ternyata tempatnya lumayan jauh kalau mau menuju kota. Sempat juga kami melintasi perkebunan, sepi, ditambah lagi karena ternyata seluruh Pacitan sedang mati lampu. Gelap gulita menemani perjalanan kami, driver dengan sabarnya berkendara dan sepertinya dengan lapang dada menghadapi suasana malam yang mencekam ini.
      Begitu sampai di hotel apa daya, mati listrik membuat segala yang kami angan2kan menjadi buyar seketika, gelap dan tanpa air menyala di kamar mandi merupakan sesuatu yang menyiksa, kamipun akhirnya meninggalkan hotel untuk kemudian bali menuju Jogya.
      Keputusan inipun dirundingkan dengan alot, karena hotel sudah kami bayar, dan uang tidak kembali. Di malam itupun (sambil makan malam), kami hunting homestay via traveloka dan dapat homestay disekitar Pekuncen Jogyakarta. Dalam gerimis kami mencari lokasi homestay yang ternyata tidak mudah. Lagi2 driver yang baik itu masih terlihat legowo mengantar kami dan menemani kami hingga dini hari.
      HARI KETIGA, 21 JANUARI 2018.

      1.       Soto Kadipiro

      Pagi ini kami ada di Propinsi DI Jogyakarta, apa yang terlintas di otak kita ketika bangun tidur dan tiba2 ada di Jogya ? Yang per-tama2 terpikir adalah kuliner, itulah sebabnya maka kami memutuskan untuk sarapan di Soto Kadipiro. Bayangan ayam kampung dan jeroannya yang menggoda. Dengan suasana pagi yang masih gerimis, pastilah akan pas jika sarapannya panas2 gini. Cuzz lah kami ke Soto Kadipiro yang ada di Jl Wates No 33 Jogyakarta. Sudah beberapa kali kami kesini tapi gak ada bosan2nya, enak, legit dan mengeyangkan tentunya.  
      2.       Persawahan Songgo Langit
      Selesai sarapan kami menuju Desa Dlingo yaitu mengejar spot foto yang lagi kekinian yaitu sebuah  persawahan. Lokasinya ada di Songgolangit Sukarame Dlingo Mangunan, termasuk wisata baru karena pas kami kesini masih gratis tapi boleh isi kotak seikhlasnya untuk tujuan pengembangan, yang mbangun mahasiswa KKN. Terdapat persewaan caping bagi yang mau berfoto ala2 petani. Ketika kami sampai sini, situasi sawah lagi cantik2nya, daunnya menghijau bak permadani jadi pas banged buat selfie. Gerimis kecil tak menghalangi kami untuk tetap menuju lokasi, toh tempat berfotonya gak becek karena kita bediri di atas jembatan bamboo yang sengaja dibangun di atas persawahan dengan bentuk LOVE. Cukup istagramable kalau mau pinjam istilah anak muda. Dan ternyata pagi2 juga sudah banyak yang dating di lokasi ini. Gak akan bosan2 memandangi hamparan hijau yang cantek ini, jika belum Lelah ingin rasanya berbaring di jembatan bambu sambil memandang matahari….(lebay ya ?)

      3.       Kebun Buah Mangunan

      Masih di desa Mangunan / berdekatan dengan lokasi persawahan terdapat Kebun Buah Mangunan, awal dibangun memang merupakan Kebuh Buah, banyak terdapat jenis buah2an yang ditanam, namun belakangan banyak sekali spot2 gardu pandang yang dibangun dikarenakan area ini mempunyai keindahan tersendiri ketika sunrise dan sunset. Iya..kita bisa menikmati keduanya di lokasi yang sama. Paduan antara pegunungan, awan, pepohonan, sungai dan kabut di pagi hari sangat memanjakan para wisatawan. Itulah sebabnya akhirnya tempat ini dijuluki Negeri Di atas Awan, meski ketinggiannya hanya 200 mdpl.
      Banyak sekali spot foto disini, silahkan pilih se-puasnya. Kalau kami karena hari ini juga harus kembali ke Jakarta, maka tidak bisa lama2 disini, setelah puas foto2 dan makan siang mie2an (karena tdk ada menu maski yg nendang) kamipun melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Lempuyangan sekalian mencari makan siang di sekitar stasiun.
      Puas rasanya hanya 2 hari bisa berkeliling di 3 propinsi, dan badan ini terasa Lelah. Walau bagi kami merupakan trip yang dipaksakan tapi kami puas bisa melaluinya dengan sukses. Ya dipaksakan, 3 propinsi loh, jarang2 kan ? Kalau teman2 ada yang pingin ikutin itinerary ini silahkan, total cost hanya sekita Rp. 700.000an sudah termasuk tiket kereta api PP dari Jakarta Jogya, sewa mobil Hi Ace, tiket wisata, homestay, makan masing2. Cukup efisien kan ?
       
      Terima kasih untuk yang sudah meramaikan acara kita kali ini, Salam Jalan2 Indonesia !
    • By Dewi Calico
      안녕하세요... Haaaiii, aku muncul lagi dan membawa cerita.
      Kali ini tentang sebuah Villa & Spa di Solo.
      Meskipun bukan di Solo Kota,
      Karena ini sudah masuk Kabupaten sukoharjo.
      Tetapi lebih di kenal dengan Solo Baru.
      Meskipun bukan di Solo kota, tapi disini itu aku merasa bahwa sangat nyaman.
      Tidak terlalu padat gedung-gedung, tetapi masih dekat dengan Mall-Mall.
      Jadi kalo pengen hangout di Mall gitu gampang.
      Ada The Park, Hartono Mall, serta dekat juga dengan Rumah Sakit Dokter Oen.


      Namanya adalah RUMAH BATU VILLA & SPA.

       
      Hal pertama kali yang aku rasakan saat sampai disini adalah.
      Aku sangat senang, melebihi expectations aku sebelum tiba disini.
      Nyaman banget.
      Nuansa Traditional tapi ga kuno banget, ada campuran unsur modern yang bikin keren.
      Tenang dan teduh banyak pepohonan.
      Aduh gillaakk ini seru banget, tempat untuk melepas penat & stress.
      Dan tentu saja banyak spot keren untik berfoto.

               
      Namanya Rumah Batu, that's why banyak batu-batu untuk jalan setapak dan exterior building nya.
      Meski banyak pohon,
      Tapi tetap yaaa terjaga banget kebersihan dan kerapian pohonnya.
           

      Disini itu seru banget Pool nya.
      Memang awalnya terasa aneh karena air nya asin, persis dengan air laut.
      Why ??
      Padahal kan jauh dari laut.
      And finally aku menemukan jawabannya.
      Memang sengaja dikonsep seperti air laut yang mengandung garam.
      Biar apa ??
      Supaya orang yang abis berenang itu badannya segar.
      Karena garam kan mengandung mineral dan segala macamnya yang bikin badan lebih segar.

           

      Menu breakfast nya enak, aku suka.
      Sebelum disajikan Bfast menu.
      Akan disajikan Tea or Coffee.
      Aku memilih untuk Tea time dahulu, sambil menunggu makanan utama selesai dimasak.
      Waktu itu aku memilih Continental meal.
          Menu Continental meal yang aku pilih terdiri dari:
      - Sunny side up, French Fries, Sausage.
      - Toast Bread or French Toast.
      - Jam & Butter.
      - Slice Fruit or Fresh Juice.
      - Bubur Kacang Ijo / Sweet Mung Bead Porridge.
         
      Untuk kamar hotel.
      Kamarnya luas, fasilitas lengkap.
      Bed nya juga enak banget.
      Maaf yaaa ga banyak foto kamarnya.
      Room nya ada di lantai satu dan lantai dua.
      Pas itu aku pilih yang di depan kolam renang, double bed.
       

      Waktu aku chek-in itu prosesnya cepat dan ga ribet.
      Dan ga perlu pake uang deposit.
      Oiya disini selain ada SPA, juga ada SHOP.
      Shop menjual merchandise semacam baju, tas, dompet, topi sampai barang antik.
       
      Untuk rate per night.
      Aku kemarin dapat harga 400 Ribu lebih sedikit.
      Ga sampai 500 Ribu.
      Dengan rate segitu tuh sangat luar biasa banget karena pelayanan memuaskan, staff ramah, kamar nyaman, fasilitas bagus dan terawat, tempat nyamam dan bersih, Bfast menu juga enak.


      Dan inilah alamatnya:

      RUMAH BATU VILLA & SPA.
      Jl. Ovensari Raya No.8, Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
           
    • By petrus.sitepu
      Pada saat anda mengunjungi sebuah kota yang belum pernah anda datangi, alangkah baiknya apabila anda mencari makanan dari kota khas tersebut. Seperti penulis lakukan ketika mendatangi kota cirebon, penulis mulai mencari makan khas dari kota Cirebon. Sebut saja tahu gejrot, nasi leko, dochang, dan tentu nasi jamblang. Pasti akan menjadi salah satu pilihan anda ketika wisata kuliner ke kota cirebon. 
      1. Dochang
      Makan asli cirebon ini merupakan perpaduan dari lontong, toge daun singkong, kerupuk yang dicampur dengan sayur oncom doge. Waktu yang tempat untuk makan docang adalah pagi hari, dan lokasi yang direkomendasi untuk makan docang di depan pasar keraton kanoman. Harga seporsi untuk docang seharga Rp 15,000.
      2 Nasi Leko
      Sego lengko merupakan sebutan untuk nasi leko oleh masyarakat cirebon. Nasi leko merupakan percampuran tempe, tahu, tauge, potongan timun yang ditaruh diatas nasi dan disiram dengan bumbu rujak dan kecap. Harga untuk satu porsi nasi leko seharga Rp 15,000.
      3. Nasi Jamblang
      Ketika makan nasi jamblangan rasanya sama ketika makan di rumah makan padang yaitu penuh dengan lauk. Satu bungkus nasi yang dibungkus dengan daun jamblang bisa menggunakan 3-4 lauk yang disediakan tentunya dengan porsi lauk yang tidak terlalu banyak. Hampir 15 lauk disediakan penjual dari tahu dan tempe bacem sampai dengan sate telor puyuh. Harga untuk satu porsi nasi jamblang dengan 2-3 jenis lauk seharga Rp 30,000 – Rp 40,000 tergatung pilihan lauk.
      Keunggulan dari nasi jamblang yaitu daun pebungkus nasinya yang menggunakan daun jamblang.
      4. Tahu Genjrot
      Tahu gejrot sendiri banyak ditemukan dikota kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta. Satu set tahu gejrot terdiri dari 2-3 tahu yang diiris sedang yang disiramkan dengan kuah yang sudah dicampur dengan bumbu antara lain cabe, bawang putih, bawang merah dan gula merah. Rasa yang ditimbulkan ketika anda memakan tahu gejrot yaitu semangat untuk mengeliligi kota cirebon. Harga untuk satu porsi tahu gejrot seharga Rp 10,000
      Jadi makanan apa yang pernah anda coba? selain tahu gejrot? Selamat menikmati wisata kuliner cirebon.
    • By maipura
      Ada museum baru di Kota Solo, baru diresmikan oleh Bapak Presiden Jokowi pada tanggal 9 Agustus yang lalu. Namanya Museum Keris Nusantara. Kebetulan saya pas lagi ada di Solo minggu lalu, jadi deh kita sempatkan mampir mengunjungi Museum ini sebelum pulang kembali ke Sumatera.
      Lokasi Museum Keris ini ada di pusat kota, gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Kalau lewat jln. Slamet Riyadi, pas pertigaan Sriwedari belok kiri, Museum nya ada di ujung jalan pas perempatan. Gak akan mungkin kelewatan lah. :)
      Harga tiket masuknya berapa? nah selama bulan Agustus ini, tiket masuk ke Museum Keris masih gratis, namun mulai september nanti katanya harga tiketnya Rp.6000 / orang.
      Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013. Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

      Lantai 1
      Di lantai ini fungsinya sebagai lobi, soale gak ada keris yang dipajang disini. Cuman ada ruang Audio Visual di sisi sebelah kanan dan kiri dari pintu masuk. Loket pengunjung juga ada disini, disebelah kanan dari pintu masuk kemudian bagian informasi ada di sebelah kiri dari pintu masuk.
      Lantai 2
      Di lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini. Dan saya yang gak paham sema sekali soal keris. Di lantai 2 ini kita akan paham dan mengerti lebih dalam soal keris. Karena di lantai ini disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris, apa itu pamor, jejeran, luk dsb.
      Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.



       
      Lantai 3
      Lantai ini selain memajang beberapa koleksi keris ada juga diorama-diorama. Antara lain diorama pembuatan keris dan  diorama ritual saat akan membuat keris. Selain itu di dinding  ada informasi proses pembuatan keris dan rangkaian sesaji ketika akan membuat keris.


       
      Lantai 4
      nah, lantai 4 ini merupakan ruang pamer utama, disini selain keris dari tanah jawa, ada juga keris dari bali, sulawesi dan sumatera. Selain keris ada juga beberapa koleksi tombang dan parang. Karna museum ini tidak mengkhusus kan keris dari Jawa saja, namanya kan Museum Keris Nusantara. walapun memang umumnya orang mengenal keris itu dari Jawa. Tapi ternyata ada juga keris dari Sulawesi dan Sumatera.

       

      Di lantai 4 ini saya ngobrol banyak dengan seorang bapak yang saya pikir petugas museum. Beliau berkata keris yang dipajang disini merupakan hibah dan pinjaman dari pribadi, tertulis di keterangan masing-masing keris yang dipamerkan. Dan katanya lagi masih ada sekitar 300-an lagi koleksi keris yang masih akan dipamerkan. Dan ada kabar bahwa pemerintah Belanda akan menyerahkan koleksi keris yang mereka miliki untuk kemudian disimpan dan dipamerkan di Museum Keris Nusantara ini.
      Ketika saya bertanya, koleksi yang paling tua dan mempunyai nilai sejarah paling tinggi yang mana, bapak petugas yang saya lupa tanya namanya itu menjawab.
      "semua koleksi kita disini berharga mas, baik usia maupun nilai sejarah-nya"
      "semua keris disini berusia lebih dari 100 tahun"
      "semuanya sudah di teliti terlebih dahulu oleh tim kurator kita sebelum kemudian bisa dipajang dimuseum ini"
       
      Lalu bapak itu membawa saya ke salah satu kotak tempat beberapa keris dipamerkan, lalu beliau mengatakan,
      "ini keris yang paling tua, ini diperkirakan dibuat pada jaman sebelum kerajaan Singosari"
      "pada waktu itu para pembuat keris belum mengenal cara mencampur besi untuk membentuk pamor (motif)"
      "ini bentuk awal daripada keris, masih sederhana, dan kemudian berkembang menjadi seperti sekarang ini"
       
       
      Ketika saya bertanya mana keris yang paling mahal, beliau pun mengajak saya kembali ke bagian tengah, dan mengatakan
      "ini semua keris yang mahal, semua keris-keris ini ditaksir harganya antara 3 - 15 milyar"

      Mendengar itu, gak ada komentar yang keluar dari mulut saya, cuman decak kagum yang ada.
      Obrolan santai pun terus berlanjut, kebetulan lantai 4 sudah agak sepi, sebelumnya rame dengan rombongan anak-anak SD. :). Sang bapak menjelaskan apapun yang saya tanyakan, baik itu soal keris maupun tentang Museum nya sendiri. Beliau pun sempat memperlihatkan foto nya ketika mendampingi pak Jokowi ketika pembukaan 9 Agustus yang lalu. Dan saya bener-bener bodoh gak nanya siapa namanya.
      Penasaran dengan koleksi-koleksi keris dari Museum Keris Nusantara? atau hobi dengan keris? Atau pengen dateng ke tempat Wisata yang sedikit berbeda waktu berkunjung ke Solo.
      Monggo, mampir ke Museum Keris Nusantara. :)

       
      foto-foto laen :)



       
    • By elinaid
      Usaha pada bidang masakan, saat ini memang sangat menarik. Tapi, tentu membutuhkan berbagai macam faktor pendorong supaya bisnis dapat jalan terus maju dan tak kalah bersaing dengan pelaku bisnis sejenis.

      Salah satu usaha masakan yang dapat kamu jalankan adalah katering. Usaha katering ini cenderung lebih aman ketimbang membuka restoran makan yang belum tentu rame. Selain itu, makanan yang disiapkan oleh katering adalah yang sesuai dengan pesanan. Jadi, dapat diprediksi tidak akan rugi diakibatkan makanan tersisa karena memang makanan yang diolah sesudah adanya orderan.

      Untuk seorang yang baru pertama kali terjun di dunia bisnis masakan terutama katering, kamu sepatutnya mempelajari terlebih dahulu apa saja yang perlu disiapkan. Jangan terburu-buru membangun bisnis tanpa tahu langkah ke depannya akan seperti apa.

      1. Menambah pengetahuan dan wawasan

      Sebelum mengawali membuka usaha katering, hal pertama yang semestinya kamu lakukan yaitu mencari tahu tentang seluk beluk usaha katering. Seperti yang sedang kamu lakukan sekarang ini dengan melihat tulisan ini.

      Mencari info ini penting, jangan sampai kamu sudah mulai mengelola usaha katering, tapi tak tahu bagaimana mengembangkannya. Akan amat repot dan hasilnya kurang maksimal jika langsung jalan dan kamu baru mempelajari setelahnya. Karena, bisnis makanan itu tentu beda dibandingkan bisnis di bidang fashion atau yang lain.

      2. Siap-siap Modal

      Setelah mempunyai ilmu mengenai katering, langkah berikutnya adalah menyiapkan modal. Modal ini dipakai untuk apa? Tentu saja untuk penyediaan alat. Misalkan saja kamu memerlukan kelengkapan memasak untuk 100 porsi, mungkin bila orderannya masih sebesar itu, kelengkapan yang ada di dapur masih sanggup untuk melayaninya. Akan tetapi, saat pesanan kian banyak, butuh lebih banyak peralatan agar waktu yang digunakan untuk memasak lebih efisien.

      Selain kelengkapan masak, kamu juga memerlukan dapur untuk memasak. Dapur rumah masih dapat dipakai, tetapi perlu penataan ulang supaya ketika mengerjakan orderan lebih mudah. Kamu juga akan memerlukan rak khusus untuk tempat peralatan, bumbu-bumbu, dan peralatan lainnya.

      Untuk pemula, biasanya akan memerlukan biaya yang tidak terlalu besar untuk membeli bahan makanan saat ada pesanan. Estimasi tarif yang diperlukan sekitar 500 ribu sampai 2 juta rupiah. Tentu seluruh itu tergantung dari orderan yang sedang kamu kerjakan.

      3. Menjaga Kualitas Makanan

      Menjaga mutu makanan itu sangat penting, apalagi untuk usaha katering. Karena, konsumen biasanya coba-coba dulu menggunakan jasa katering yang belum pernah ia gunakan. Nah, saat kwalitas dan rasa dari makanan yang kamu masak baik, tentu hal ini dapat menjaga pelanggan supaya nantinya pesan lagi ke katering yang kamu miliki.

      Selain itu, pengunjung sebuah acara pasti akan bertanya pada yang tuan rumah rasa dan mutu makanannya enak. Hal ini juga dapat menjadi promosi gratis yang dapat kamu lakukan.

      Tapi, yang lebih penting lagi, makanan ini ialah barang yang gampang sekali basi. Jika kualitasnya tak kita jaga, tentu dapat memberi pengaruh umur makanan tersebut.

      Dan, saat makanan yang kita sajikan telah tak sesuai, bisa - bisa menyebabkan keracunan.

      4. Selalu Membuat Inovasi Baru

      Setiap bisnis tentu membutuhkan sebuah kreatifitas supaya bisa bersaing dengan kompetitor. Begitu juga dengan bisnis katering, kamu semestinya dapat membikin sesuatu yang baru supaya tidak tertinggal dan tetap bisa menarik pelanggan.

      Kreatifitas dalam bisnis katering ini ada banyak yang dapat kamu lakukan, misalnya memperbanyak menu yang ada, membuat paket dengan harga yang relatif terjangkau atau bersaing dengan kompetitor atau inovasi lain yang mungkin dapat mendongkrak penjualan kamu.

      5. Manajemen Waktu Terkait Penyajian

      Penyedia jasa tentulah sangat terikat oleh waktu, saat ada orderan  yang seharusnya siap jam 8 pagi, tentu kita sudah mengantarkannya lebih awal. Kalau ada orderan untuk acara prasmanan, tentu kita seharusnya lebih awal lagi untuk mempersiapkan semuanya.

      Nah, ketepatan waktu penyajian ini menjadi amat penting karena konsumen tentu tidak ingin jika acaranya jadi batal hanya karena makanan yang belum siap. Oleh karena
      itu, kamu harus dapat memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk mengolah, mengantarkan, serta menyajikan makanan hingga dapat dinikmati oleh konsumen.

      6. Sedikit banyak Belajar Teknik Marketing, Termasuk Dunia Internet

      Di jaman yang serba komputerisasi seperti saat ini, pemanfaatan teknologi informasi tentu akan menjadi hal yang wajib. Sebagian orang akan mencari sesuatu yang ia butuhkan secara online, termasuk saat akan mencari katering untuk acara yang akan diadakan.

      Tidak perlu hal yang susah dikerjakan, kamu bisa mulai dari membikin sebuah fanspage pada Facebook, atau mungkin membikin sebuah akun Instagram. Nah, ketika mulai bisa memanfaatkan media sosial, langkah selanjutnya adalah membikin sebuah website. website diperlukan agar bisnis yang kamu jalankan nampak lebih serius dan membuat orang lebih percaya.

      Tapi, jangan tinggalkan juga promosi secara offline ya, hal ini tentu tak akan pernah bisa tergantikan.

      7. Sesekali Mencoba Bereksperimen

      Seperti halnya berinovasi, bereksperimen ini juga perlu sekali-sekali dilakukan. Kamu bisa bereksperimen tentang menu yang akan dijadikan, paket yang kelihatannya akan menarik konsumen, atau mungkin sistem penyajian dari makanan. Semua bisa kamu coba dan kreasikan sampai menemukan mana yang hasilnya memuaskan.

      8. Belajar Menetapkan Tarif yang Rasional

      Salah satu alasan konsumen memilih sebuah jasa katering adalah tarifnya yang cocok. Jangan pernah menetapkan harga yang terlalu tinggi sedangkan kamu baru mengawali usaha katering. Tetapkan harga yang sesuai dengan pasar, atau jikalau dapat sedikit bersaing sehingga konsumen akan menggunakan katering milik kamu.

      9. Jangan Bermental Lemah

      Selain mengurusi keadaan sulit teknik perkateringan, jiwa yang kamu punya juga harus kuat. Karena, bisa jadi kamu menerima konsumen yang kurang sabar dan banyak komplain. Apabila mentalmu kurang kuat, bisa jadi baru mendapatkan satu kali orderan saja telah berkeinginan berhenti.

      10. Kendala Umum yang Sering kali Dihadapi
      Ada banyak kendala yang acap kali menjadi problem saat kita membuka usaha katering, seperti banyak pesaing usaha katering, masakan yang tidak cocok dengan selera pelanggan, izin usaha yang belum didapatnya, pengelolaan orderan yang biasanyakerap mendapat komplain.

      11. Belajar dari Orang Lain yang telah membuka bisnis masakan

      Setelah sukses menjalankan bisnis katering, kamu juga perlu untuk menimba ilmu dari pengusaha yang sudah lebih dahulu terjun dalam dunia katering. Ada banyak orang yang dengan suka rela menjelaskan ilmu tanpa ditutup-tutupi.

      Tapi ingat, kamu mesti tahu dengan siapa berbicara. Sebelum belajar dan menggali cerita dan pengalaman, usahakan kamu sudah mengakrabkan diri terlebih dahulu.

      Jangan tiba-tiba seketika meminta untuk diajarkan, padahal kita belum meperkenalkan diri terlebih dulu.

      Nah, itu tadi beberapa hal yang mesti kamu persiapkan ketika memulai membuka usaha katering. Selalu utamakan kenyamanan pelanggan agar kamu menerima konsumen yang setia dan nantinya dia akan mengorder kembali.