Sign in to follow this  
Ozin Asror

Hutan Mangrove Tambaksari Wisata Baru Yang Menyegarkan

3 posts in this topic

DEMAK-Hutan mangrove yang tumbuh rimbun di wilayah Dukuh Tambaksari Desa Bedono Kecamatan Sayung, menjadi lahan wisata yang asri. Selain bisa mendatangi makam Aulia Syeh Mundakir, masyarakat dapat menikmati kesegaran udara di hutan tersebut.

Hutan Mangrove Tambaksari bisa menjadi pesona wisata religius dan rekreasi pantai. Para pengunjung akan dimanjakan dengan akses jalan yang sudah bagus ketika menuju makam Syeh Mundakir.

Sepintas jalan setapak sepanjang 1.359 meter dengan lebar 2 meter mirip sebuah jembatan sirotol mustakim. Jalan setinggi dua meter dari permukaan pantai, ibarat sebuah jembatan yang membelah laut. Apalagi ketika air pasang akan terasa sendiri menuju jalan yang panjang itu.

Namun setelah menemukan jembatan kayu sepanjang 300 meter, ketakutan tersebut terobati dengan rindangnya hutan mangrove dan kicauan burung, seakan-akan alam berbisik. Beberapa aktivitas kehidupan pantai bergeliat dibawah jembatan tersebut.

Seterusnya mulai terlihat beberapa puing-puing rumah yang tenggelam akibat ganasnya rob laut tujuh tahun silam. Sekitar tahun 2007 wilayah tersebut merupakan areal terparah tergenang rob, hingga Pemda merelokasi 77 kepala keluarga (KK)untuk pindah ke wilayah bebas rob.

Kendati seluruh areal Dukuh Tambaksari kebanjiran rob, muncul keanehan dari makam Syeh Mundakir yang sekarang menjadi lokasi wisata religius. Makam tersebut tak bisa tenggelam, sepintas akan tenggelam saat air pasang, ternyata makam masih meninggi lagi.

Karena keanehan tersebut, mendorong tujuh KK yang bertahan. Dengan alasan secara ikhlas akan merawat makam aulia itu, mereka tak mau pindah dan bersikukuh menempati lima rumah panggung yang dibangun sendiri.

Menurut Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Heru Budiono setelah bencana rob, Pemkab terus menata kembali lokasi bencana, dengan penghijauan dan membangun tujuh APO (alat pemecah ombak), selanjutnya akan diturunkan lagi lima APO di wilayah Desa Bedono, menyusul harapan untuk memulihkan daratan yang terkena abrasi.

“Alhamdulilah sedikit demi sedikit muncul daratan, dan belakangan pemerintah menjadikan Desa Bedono sebagai lokasi Wisata Mangrove dan Wisata Religius,†ungkapnya. Sekarang, lokasi Tambaksari sudah menjadi wilayah binaan Dinas Pariwisata Demak.

Terpisah, seorang pengunjung lokasi wisata di Tambaksari, Muhtadi (34) warga Desa/Kecamatan Karangawen mengakui kerindangan hutan mangrove yang tumbuh lebat tersebut. Selain dia dan keluarganya berziarah ke makam aulia, Muhtadi menyempatkan diri untuk memanjakan matanya dengan pemandangan yang asri di sana.(swi/tab)

post-20546-0-33574200-1392787218.jpg

post-20546-0-12668700-1392787234.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this