Sari Suwito

Northern Thailand (Chiang Mai, Chiang Rai, Mae Sai)

30 posts in this topic

Hai Traveller...

Sari is here :)

 

Kali ini saya ingin sharing tentang perjalanan saya ke northern Thailand, perjalanan kali ini bukan sekedar jalan-jalan biasa lho, kenapa?  Karena selain mengunjungi beberapa obyek wisata saya juga mengunjungi beberapa tempat-tempat diluar tujuan wisata pada umumnya.

 

Day 1

Ini adalah pertama kali saya jalan-jalan ke northern Thailand jadi saya sangat excited menunggu hari keberangkatan saya. Jam 3 pagi sebelum alarn bunyi saya sudah terbangun lalu bersiap-siap menunggu taksi yang sudah saya pesan 1 hari sebelumnya. Jam 4.30 taksi pesanan saya datang, dan jam 5 pagi saya sudah tiba di Bandara Soetta. Rupanya antrian imigrasi sudah mengular, bahkan beberapa penumpang untuk tujuan Singapore didahulukan karena sudah dekat waktu terbang.

 

bandara+soetta.jpg

 

Flight saya jam 6.25 dengan Air Asia, jadi masih ada waktu panjang untuk antri di imigrasi, slesai proses imigrasi sekitar jam 5.30, langsung sholat subuh di boarding room Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Akhirnya jam 6 penumpang dipanggil untuk masuk ke pesawat untuk terbang menuju Kuala Lumpur. Sarapan pagi sudah pesan online kali ini saya memesan nasi minyak palembang ala Farah Quinn. Pesawat tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 9.25, langsung menuju imigrasi dan rupanya antrian di imigrasi sudah panjang, mungkin hampir seribu orang dikarenakan beberapa kedatangan pesawat bersamaan.

 

kl+airport.jpg

 

Selesai proses imigrasi saya langsung keluar menuju ke counter check in di R1 untuk penerbangan ke Chiang Mai. Beruntung saya tidak ada check in bagasi jadi bisa lebih cepat karena flight ke Chiang Mai jam 12.45. Makan siang sudah pesan via online nasi lemak jadi tak risau lagi akan kelaparan selama penerbangan menuju Chiang Mai.

 

DSCN8194.JPG

 

Pesawat mendarat di Bandara Chiang Mai  jam 14.20 yaitu 20 menit lebih awal jadwal kedatangan seharusnya, lalu segera menuju ke counter imigrasi. Antrian tidak terlalu panjang dikarenakan tidak terlalu banyak jadwal kedatangan pesawat. Setelah selesai proses imigrasi langsung ambil bagasi dan menuju pintu keluar bandara dimana teman saya sudah menunggu. Untuk hari pertama kami tidak menggunakan guide. Jadi minta teman yang tinggal di chiang mai untuk menjelaskan rute perjalanan hari 1 kepada driver kami karena driver kurang paham bahasa Inggris.

 

IMG_1814.jpg

 

 

Dari bandara kami berencana menuju ke pusat kerajinan lilin, tetapi dalam perjalanan teman  yang sebelumnya datang ke Chiang Mai bilang kalau pusat kerajinan lilin tersebut sudah tutup, mungkin bangkrut. Jadi kami memutuskan untuk ke Romborsan umbrella making centre. Disini kita bisa melihat proses pembuatan payung khas Chiang Mai yang terbuat dari Sa Paper (Mulberry Paper) di workshop yang berada di bagian belakang Toko Souvenier.  Selain payung, tempat ini juga memproduksi kipas dengan berbagai ukuran, bahkan bisa menghias berbagai jenis produk mulai dari casing handphone, tshirt, buku, dll.

 

umbrella+making.jpg

 

umbrella+making-2.jpg

 

 

umbrella+making-giant.jpg

Payung terpanjang yang pernah ada...7 meter bo' :)

 

DSCN8203.JPG

 

 

umbrella+making-7.jpg

Para pekerja melukis diatas berbagai media: payung, tshirt, buku, casing handphone, dll

 

umbrella+making-8.jpg

Payung yang sudah selesai dilukis di jemur di udara terbuka :)

 

umbrella+making-6.JPG

Show room souvenier

 

 

umbrella+making-9.jpg

Di depan show room terdapat sepeda becak...numpang foto dikit ahh..

 

 

Selesai melihat-lihat proses pembuatan payung kami melanjutkan kunjungan ke GEMS Galerry. Disini kita bisa melihat jenis-jenis batu mulia, proses pembuatan serta melihat berbagai jenis perhiasan yang sudah jadi. Wah koleksi perhiasannya cantik-cantik....sayang banget ga boleh foto-foto di dalam ruangannya.

 

gems+galery.jpg

 

Setelah selesai cuci mata di GEMS Gallery lalu berangkat menuju hotel Centara Duang Tawan Hotel yang berada di 132 Loykroh Road, Chang Klang, Muang, Chiang Mai. Hotel ini terletak di seberang Hotel Le Meridien dan dekat dengan lokasi Night Market.

 

centara+hotel+lobby.jpg

Lobby hotel Centara

 

centara+hotel+room-1.jpg

Hari pertama menginap sepertinya dapat upgrade kamar nich, pas hari ke-3 dapat kamarnya lebih kecil.

 

pasar+malam+from+hotel+view.jpg

Pasar malam tampak dari jendela hotel

 

sun+set+from+hotel+view.jpg

Sun Set di Chiang Mai sore ini tampak dari jendela hotel :)

 

Setelah selesai check in kami berjalan-jalan ke pasar malam sekalian order untuk makan malam nanti.  Sepertinya masih ada sisa-sisa moment Valentine jadi numpang foto-foto dech. 

 

Di pasar malam kita bisa menemukan aneka produk seperti pakaian, kerajinan tangan dan souvenier lainnya.

 

DSCN8217.JPG

 

 

DSCN8222.JPG

 

DSCN8218.JPG

 

 

Setelah selesai memesan menu untuk makan malam, lalu saya kembali ke hotel untuk menjemput peserta lainnya untuk datang makan malam. Peserta dari Sabah tampak puas dengan menu makan malam yang sudah kami pilih :)

 

DSCN8225.JPG

 

 

Selesai makan malam, lalu kami mengunjungi resort yang sedang dibangun oleh teman yang tinggal di Chiang Mai. Resortnya bergaya river view sayang sekali malam-malam jadi ga bisa foto dech.  Jadi cuma foto di depan kantor reception aja dech nich...

 

DSCN8228.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 2

Hotel tempat saya menginap rupanya menyediakan berbagai makanan halal dan non halal, jadi saya lebih memilih sarapan buah dan roti saja. Selesai sarapan, pagi kami check out karena malam ini kami akan menginap di Chiang Rai. Driver dan tour guide sudah menunggu kemudian kami  berangkat menuju bandara Chiang Mai untuk menjemput salah satu peserta dari Sabah yang baru datang di hari ke-2. Jam 8.20 pesawat mendarat dari Kuala Lumpur, lalu kami melanjutkan perjalanan, tujuan pertama adalah tempat budidaya bunga melati di Baan Sri Ngam Village, yang berada di pinggiran Chiang Mai.  Perjalanan cukup lama saya sempat tertidur, dan ketika bangun masih juga belum sampai ke tempat tujuan.

 

Sekitar jam 10 kami sampai, dan rupanya bapak kepala desa tengah ada rapat dengan warga desa, jadi kami dipersilahkan untuk menunggu sambil melihat-lihat Temple yang tak jauh dari balai desa, beberapa menit kemudian istri kepala desa datang kemudian membawa kami berkeliling melihat-lihat kebun melati di desa tersebut. Bunga melati di tanam oleh mayoritas penduduk di desa ini ada yang menanam di kebun ataupun di pekarangan belakang rumah penduduk. Bunga melati dipergunakan untuk acara sembahyang, dan biasanya menjelang Songkran. Istri kepala desa ini biasanya menghasilkan 500-1000 rangkaian bunga melati yang dikumpulkan dari para petani bunga di desa ini.Setelah masa panen biasanya tanaman melati akan dipangkas supaya tumbuh pucuk-pucuk baru. Biasanya memakan waktu hingga 6 bulan untuk panen berikutnya.

 

DSCN8232.JPG

 

 

jasmin+farm-1.jpg

 

Selesai melihat-lihat dan tanya jawab dengan istri kepala desa, kami melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu tempat pembuatan produk herbal di distrik A. Fang. Sepanjang perjalanan kami melihat banyak tanaman mangga sedang berbunga dan beberapa kebun buah kelengkeng. Thailand bagian utara memang terkenal dengan buah-buahan seperti kelengkeng, mangga dan jeruk.

 

otw+to+fang-1.jpg

 

IMG-20140218-00591.jpg

 

Sekitar jam 2 kami sampai di distrik Fang, kami berhenti makan siang di salah satu rumah makan yang ada logo halal. Dan rupanya tak jauh dari rumah makan ini adalah lokasi yang akan kami tuju. Jadi setelah selesai makan siang kami langsung menuju  BT Herbal Limited yaitu sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk herbal.

 

a+fang-herbal+home-1.jpg

 

Disini kami bertemu dengan pemiliknya yang umurnya sudah 57 tahun tapi terlihat masih muda, saya jadi penasaran dengan produk yang dipakainya. Kemudian kami dipersilahkan masuk ke ruang meeting untuk mendapatkan penjelasan tentang produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini yang berupa berbagai jenis teh herbal, produk kosmetik bahkan berbagai jenis bumbu. 

 

 Selamat sesi perkenalan dan tanya jawab ini kami mendapat jamuan minuman herbal dan snack semacam wajik ketan yang diatasnya ditaburi dengan wijen.

 

herbal+drink-sweet+sticky+rice.jpg

 

Setelah selesai sesi tanya jawab lalu kami dibawa melihat mini factory yang berada di belakang show room ini.  Melihat proses packing minuman herbal.

 

herbal+home-3.jpg

 

 

Setelah selesai melihat-lihat mini factory lalu kami kembali ke ruang show room untuk berbelanja dan entah kenapa akhirnya saya tertarik membeli produk day cream yang rupanya harganya THB 700 (sekitar 210ribu) hehehe...

 

herbal+home.jpg

 

Setelah selesai berbelanja kami berfoto bersama pemilik herbal home beserta anaknya yang juga sebagai director di perusahan ini. Ibu yang ada di banner itu pemilik herbal home ini lho...wajahnya kelihatan lebih muda dari usianya. :)

 

herbal+home-2-a.jpg

 

IMG_1901.jpg

 

 

Dari herbal home kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Chiang Rai dengan terlebih dahulu singgah di perkebunan jeruk Thanathon Orchard. Setelah membeli tiket masuk seharga THB 40, kita akan dibawa berkeliling kebun dengan kereta kayu yang berbentuk seperti perahu.

 

IMG_1945.jpg

 

Perkebunan Jeruk ini berada di distrik Fang, terkenal dengan buah jeruk yang berkualitas. Disini terdapat berbagai jenis jeruk seperti jeruk tanpa biji, Special Honey, Ocean Honey, Thanathon No. 1, dan lain sebagainya. Perkebunan ini dikelilingi oleh perbukitan dan pemandangan yang indah serta warna orange dari  buah-buah jeruk yang sudah masak. Luas perkebunan ini sekitar 400 hektare. Buka mulai jam 8 pagi - 5 sore.

 

IMG_1904.jpg

 

Kemudian kita akan berhenti sejenak untuk berfoto-foto dengan tanaman jeruk yang penuh buah berwarna orange, bahkan driver sempat memetik beberapa jeruk yang kemudian dibagikan kepada kami untuk mencicipi. Heeem...manis dan segar...

 

IMG_1916.jpg

 

Perjalanan dilanjutkan ke bagian puncak kebun untuk melihat-lihat pemandangan dengan aneka jenis tanaman bunga-bunga yang cantik.

 

orange+garden.jpg

 

IMG_1938.jpg

 

IMG_1944.jpg

 

IMG_1940.jpg

 

IMG_1941.jpg

 

Setelah puas berfoto-foto kemudian kami kembali naik kereta untuk kembali ke front office. Dalam perjalanan kembali ke front office ini kita melewati bagian samping perkebunan yang ditanami buah naga serta menerobos semburan air penyiraman tanaman. hehehe....

 

IMG_1956.jpg

 

 

Akhirnya kami sampai di front office, disini kita bisa belanja souvenier dan aneka buah jeruk serta buah-buahan lainnya.

 

IMG-20140218-00608.jpg

 

IMG-20140218-00613.jpg

 

Selesai berbelanja jeruk kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju resort Thatot Riverview yang tidak terlalu jauh dari area perkebunan ini. Akhirnya kami sampai hotel sekitar jam 6 sore, seperti namanya resort ini berada di lembah dengan pemandangan tepi sungai. Dari tepi sungai ini nampak sebuah temple di puncak bukit. Karena perjalanan yang melelahkan kami makan malam di hotel, menu yang tersedia pun bervariasi.

 

IMG-20140219-00625.jpg

 

IMG-20140218-00619.jpg

 

DSCN8250.JPG

 

Rencananya mau makan malam out door gitu...eeh ternyata pas dihidangin makanan, ada serangga hinggap di ikan goreng. Akhirnya pindah ke indoor dech.

 

IMG_1963.jpg

 

IMG_1964.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 3

 

Jam 7 pagi kami sudah berkumpul untuk sarapan, tapi rupanya sarapannya belum siap, jadi mendingan saya foto-foto dulu di halaman resort.

 

IMG_1969.jpg   IMG_1971.jpg

 

IMG_1970.jpg

 

Di puncak bukit seberang sungai ini terdapat 1 temple...kalau malam hari kelihatan lampu warna warni dari halaman resort. Akhirnya sarapan siap,  kami siap menikmati sarapan pagi ini...saya memilih roti bakar,  jus mangga dan buah potong.

 

IMG_1968.jpg

 

Setelah selesai sarapan, sekitar jam 8 kami check out dari hotel untuk melanjutkan perjalanan menuju Doi Tung. Dalam perjalanan menuju Doi Tung kami singgah di toko yang menjual berbagai produk hasil dari perusahan The Royal Project, kami membeli beberapa camilan seperti manisan jambu dan jus jambu. Sekalian numpang ke kamar kecil juga sih...hehehe....

 

 

the+royal+project.jpg

 

 

Setelah selesai beli beberapa snack dan minuman kami melanjutkan perjalanan menuju Doi Tung, sepanjang perjalanan di kiri-kanan jalan tampak bunga-bunga semacam sakura yang berwarna kuning dan putih sedang berbunga. Cantik banget dech...

 

chiang+mai+flower.jpg

 

Sekitar jam 9.30 kami sampai di Doi Tung. Doi Tung merupakan daerah dataran tinggi yang berada sekitar 1.509 mdpl. Terletak di Provinsi Chiang Rai, Thailand.   Setelah turun dari mobil kami dibuat terpesona dengan dengan suasana di tempat ini.

 

IMG_1974.jpg

 

Disini pengunjung bisa membeli tiket masuk untuk Doi Tung Royal Villa, Mae Fah Luang Garden, Hall of Inspiration, Mae Fah Luang Arboretum. Bisa juga membeli tiket terusan untuk beberapa tempat sekaligus. Karena hanya memiliki waktu terbatas jadi kami hanya membeli tiket masuk ke Mae Fah Luang Garden seharga THB 90/orang.

 

harga+tiket+mae+fah+luang+garden+doi+tun

 

Di bagian atas Doi Tung terdapat The Royal Villa yang merupakan tempat tinggal Ibu Raja Thailand (Almarhum) untuk liburan musim panas. Saat ini berfungsi sebagai museum yang memamerkan hasil kerja Ibu Raja Thailand dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan suku lokal.

 

Dibagian bawah The Royal Villa terdapat Mae Fah Luang Garden yang merupakan kebun raya untuk bunga dan beraneka ragam tanaman yang dikoleksi oleh Ibu Raja. Mae Fah Luang Garden dibangun pada tahun 1992 diatas tanah seluas sekitar 12 rai (hektar).

 

Sign board untuk menuju Mae Fah Luang Garden.

sign+board+mae+fah+luang+garden.jpg

 

 

Disini terdapat koleksi tanaman bunga musim dingin, berbagai jenis bunga lain yang mekar di setiap musim. Selanjutnya taman ini diperluas 13 rai (hektar) untuk taman batu air mancur, tanaman palem dan tanaman bunga musim dingin lainnya.

 

Deretan bunga Holly Hock dengan warna bunga yang indah...

IMG_1977.jpg

 

 

Hamparan landscape taman bunga yang indah....

 

mae+fah+luang+garden-2.jpg

 

sari+in+mae+fah+luang+garden.jpg

 

mae+fah+luang+garden-5.jpg

 

Rock Garden, beraneka ukuran batu-batu gunung menjadi penghias di bagian taman ini

 

IMG_1997.jpg

 

Di bagian tengah taman ini terdapat patung anak-anak yang berdiri diatas satu sama lainnya. Dalam hal pengembangan yang baik untuk atraksi di taman ini, maka kerajaan Thailand mendapatkan penghargaan dari PATA GOLD AWARDS  pada tahun 1993 dari Pasific Tourist Associations.

 

standing+children+on+mae+fah+luang+garde

 

Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto kemudian kita keluar dan menyempatkan diri membeli beberapa jenis benih bunga-bungaan di counter nursery.  Nah disini saya ikutan juga beli benih Solanum Cherry dan Fertilizer.

 

mae+fah+luang+garden-3.jpg    mae+fah+luang+garden-4.jpg

 

IMG-20140219-00669.jpg

 

 

Disini juga terdapat cafe untuk istirahat minum dan kedai souvenier bagi Anda yang menginginkan oleh-oleh dari Doi Tung.

 

IMG_2019.jpg     IMG-20140219-00672.jpg

 

Setelah selesai berbelanja benih tanaman dan souvenier, kami melanjutkan perjalanan menuju Mae Sai. Sekitar jam 11 siang kami sampai di kota Mae Sai. Mobil diparkir di halaman masjid An Noor dan kemudian kami jalan kaki menuju restaurant Nada Muslim Food untuk makan siang.  

 

IMG-20140219-00689.jpg

 

Sambil menunggu makan siang datang, kami sempatkan melihat-lihat hiasan di dinding restaurant ini. Terdapat  beberapa sertifikat serta ada foto Chef Wan terpasang di dinding restaurant ini. Chef  Wan merupakan salah satu chef yang terkenal di Malaysia (Saya pernah lihat di salah satu stasiun TV Malaysia). Dan yang menarik perhatian saya adalah hiasan dinding yang unik, terbuat dari susunan kayu manis dan rempah yang berbentuk bintang gitu.

 

IMG-20140219-00690.jpg    hiasan+dinding+resto+nada+muslim+food+ma

 

 

IMG_2026.jpg

 

Selesai makan siang rupanya sudah masuk waktu dzuhur, jadi beberapa peserta sholat dhuhur di masjid An Noor.  Karena saya sedang tidak sholat jadi saya hanya menunggu di parkiran masjid sambil mencoba beberapa fasilitas fitness yang ada di halaman masjid ini. Keren banget nich masjid menyediakan berbagai alat fitness di halaman. hehehe...

 

IMG-20140219-00696.jpg    IMG-20140219-00700.jpg

 

IMG_2029.jpg

 

Selesai sholat kami melanjutkan menuju ke perbatasan northern Thailand-Myanmar. Perbatasan dua negara ini dipisahkan oleh sungai, disini turis bisa menyeberang melalui jalan darat tentunya dengan melewati pos imigrasi terlebih dahulu.

 

imigrasi+perbatasan+mae+sai-myanmar.jpg   IMG-20140219-00706.jpg

 

perbatasan+thai-myanmar.jpg

 

 

Di sekitar pos perbatasan ini terdapat banyak toko-toko souvenier bahkan batu-batu permata juga terdapat disini lho. Disepanjang jalan juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual bermacam-macam produk, saya memilih membeli sabun beras Thailand dan bibit tanaman tomat.

 

IMG-20140219-00708.jpg

 

Setelah selesai berbelanja kami kemudian melanjutkan kunjungan ke Tea Oil and Plants Oil Development center yang lokasinya tak jauh dari area perbatasan Mae Sai ini.

 

IMG-20140219-00710.jpg   tea+oil+exhibition.jpg

 

Di Tea Oil and Plants Oil Development center ini kita bisa melihat informasi proses pengolahan minyak dari tumbuhan dan biji-bijian, melihat tanaman yang Camelia Oleifera, serta open kitchen dari proses produksinya dari balik dinding kaca. Setelah selesai menyimak penjelasan dari guidenya, kami melihat-lihat toko yang menjual produk hasil olahan perusahaan ini.

 

IMG_2051.jpg

 

IMG_2056.jpg

Qoute yang menarik nich (ada di dinding arah keluar dari area produksi) " What do you think? How do you feel? Only you will know the answer"

Mungkin maksudnya setelah melihat-lihat dan mendengar penjelasan dari kami, silahkan belanja produk kami di counter penjualan kami...hehehe...

 

tea+oil+exhibition-1.jpg

 

Nah disini saya kembali lapar mata dan akhirnya membeli product lip care seharga THB 100.  Hehehe...

Di area ini juga terdapat cafe dimana anda bisa istirahat sambil minum ataupun menikmati snack sebelum melanjutkan perjalanan.  Setelah selesai berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju Golden Triangle.

 

Sekitar jam 3 sore kami sampai di Golden triangle, lalu berfoto-foto disekitar lokasi ini. Golden Traingle merupakan perbatasan antara 3 negara yaitu Thailand, Myanmar, dan Laos yang dipisahkan oleh sungai Mekong.

 

the+golden+triangle-1.jpg   IMG_2061.jpg

 

the+golden+triangle-2.jpg

 

IMG_2066.jpg    the+golden+triangle+sign.jpg

 

Setelah selesai foto-foto, kita istirahat sambil membeli minuman di counter yang ada. Nah lucunya nich...tour guide menyarankan saya beli Thai Milk Tea tapi setelah agak  lama koq orderan saya  tertukar dengan Puan Jamilah Lee. Saya order Thail Milk Tea malah dapetnya Lemon Tea. hehehe... Sekitar jam 4 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Chiang Mai.

 

IMG_2074.jpg

 

Perjalanan cukup panjang melewati sekitar 3 perbukitan yang berkelok-kelok, kami sempat 2x berhenti untuk membeli buah nanas yang dijual ditepi jalan dan kemudian berhenti lagi di pom bensin untuk ke toilet. Nah desain luar toiletnya agak nyeleneh nich yaitu dengan gambar koboi. Ada lagi gambar yang lebih heboh di dinding, tapi saya ga ambil gambarnya.. hehehe...

 

IMG_2079.jpg

 

Akhirnya kami tiba di Chiang Mai sekitar jam 8 malam. Di Chiang Mai kami menginap di hotel yang sama seperti hari pertama tiba di Chiang Mai yaitu Hotel Centara. Selesai check in dan mandi, kami keluar untuk makan malam di restaurant di area pasar malam. Nah kali ini saya membeli sandal hand made seharga THB 100. Selesai jalan-jalan di pasar malam, lalu kembali ke hotel untuk packing  dan istirahat karena besok pagi kami akan check out awal.

 

Day 4

Jam 6 pagi kami bersiap untuk sarapan kemudian dilanjutkan check out. Jam 7 pagi kami sudah berangkat menuju bandara Chiang Mai karena flight kami jam 9.55 dengan tujuan Kuala Lumpur. Hanya perlu sekitar 15 menit untuk sampai di Bandara Chiang Mai, bandara relatif kecil dan tidak banyak yang bisa dilakukan di bandara ini. Pesawat berangkat tepat waktu dan setelah 2jam akhirnya kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 1 siang.

 

Memasuki imigrasi kami kembali dihadapkan dengan antrian yang panjangnya minta ampun, mungkin ini disebabkan karena arrival yang bersamaan dari beberapa flight.  Beberapa orang saling serobot antrian di imigrasi, ini membuat petugas dan penumpang jadi emosi. hehehe...

Seorang nenek-nenek bule dengan bersungut-sungut berebut antrian dengan kakek bule di depan ku, Sedangkan di belakang ku dua orang lelaki ngoceh-ngoceh karena antrian panjang dan tak semua counter imigrasi ada petugasnya. 

 

 Akhirnya selesai juga urusan imigrasi dan saya pun menuju ke baggage claim rupanya koper saya sudah diturunkan dari conveyor. Selesai ambil bagasi lalu saya keluar dan menuju food garden yang ada di bagian ujung bandara LCCT untuk istirahat. Sekitar jam 4 saya kembali untuk check in untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta dengan jadwal terbang jam 18.50. Sepanjang flight menuju Jakarta lebih banyak saya pergunakan untuk tidur.hehehe...

 

 Sekitar jam 19.55 mendarat di Jakarta...home sweet home...kepala berasa puyeng banget setelah perjalanan panjang dari Chiang Mai sampai Jakarta.

 

But overall, walaupun lelah saya tetap bersyukur mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke northern Thailand untuk pertama kalinya. Dan ini semua bukan sekedar jalan-jalan biasa.

 

Salam traveller :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

oo jadi pas saya ke KL itu mba ke Chaing Mai ya hahah waktu nya barengan :D

kebetulan saya ambil ke Chiang Mai buat 2015 bisa neh jadi acuan :D

Thailand emang gak pernah ngebosenin deh 

 

iya mod, aq tgl 17-20 ke Chiang Mai via KL. sayangnya di Chiang Mai ga banyak angkutan umum. kebetulan aq sewa van utk 7 orang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info tentang perkebunan na

jadi pengen berkunjung ke chiang mai n chiang rai lagi  :kesengsem 

 

iyaa...suka banget dgn kebun buah2an di Thailand Utara...wkt terbaik utk berkunjung adl pas musim buah2an, bisa puas menikmati buah kelengkeng, mangga, rambutan dan jeruk. :makan

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

nah kalo musim buah2an nya itu bulan kapan aja mba ?

 

kalau kelengkeng/rambutan/mangga skitar bln juni-agustus. kalo jeruk yg di tanathon orchard (chiang rai) berbuah sepanjang tahun...perkebunan jeruk terkeren yg pernah aku lihat...batu dan brastagi kalah. hehehe....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bu Sari Bagus sekali Fr Beda Dari Biasanya Dari Yang lain Benar2 Keindahan yang di tampilkan

 

@ko Acong

 

Terima kasih :senyum

Ini trip study tour dari Malaysia...jadi mengunjungi beberapa tempat yg memang bukan tujuan wisata pada umumnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

oo jadi pas saya ke KL itu mba ke Chaing Mai ya hahah waktu nya barengan :D

kebetulan saya ambil ke Chiang Mai buat 2015 bisa neh jadi acuan :D

Thailand emang gak pernah ngebosenin deh 

waahh kapan nih mod.... gue juga ada tiket promo murah kl-cm tapi masih galau krn ga ada temen... rencana nyebrang ke luang prabang dari chiang mai, pengennya...... :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By siti uko
      Hallo…
      Siti Uko disini, mau sharing keseruan kita kemarin, bersama temen2 KJJI di rafting Cisadane "Al- Nassr Rafting", dua hari sebelum puasa tepatnya tgl 04 juni 2016. HTM 200rb/0rg sudah termasuk wellcome drink, makan siang lengkap dgn minuman dingin dan kelapa muda, asuransi perjalanan dan dokumentasi 2 buah memori card, satu buat HP satu lagi buat laptop. Cukup ramah dikantong kaaan.. hehe..
      Letaknya ada di jln.raya sukabumi KM 16, sebelum pasar caringin sebelah kiri.
      Dr jakarta, keluar tol jagorawi kira2 ditempuh 10 menit perjalanan klo ga macet. Klo naik angkot nomor 02 jurusan Cicurug, ongkosnya 4000 rupiah.
      Semoga bermanfaat buat info liburan habis lebaran yak.. selamat menunaikan ibadah puasa besok.
      Salam KJJI..

      pasukan KJJI sudah siiiiiiaaaaaap...lengkap dengan baju pelampung, helm, dan dayung. sebenernya ada tiga orang diantara kami yg takut arung jeram termasuk saya sendiri, hehe.. tapi setelah dibujuk2 akhirnya mereka mau juga turun ke sungai cisadane, dengan hati yg deg2an tentunya.
       

      Ketinggiannya mencapai 3 meter sodaraaaah, dan itu yg bikin sahabat saya meni, bu rina teriak2 kaya orang kesurupanan... ahahaha.. ampun dah!
       

      Ven ven....spt nya cuma dia doang yang exited dengan arung jeram, lihat aja gaya tangannya udah bak sang juara memenangkan pertandingan dengan wajahnya yg sumringah, sementara yang lain masih dengan muka mengkerut merengut masih takuuuuuuut.. LOL

      hahaa.. spt nya mba meni sudah mulai jatuh cinta dgn arung jeram.....lihat expresinya, girang banget dah ahh..
       

      huuaaaaaaaa..,,, jantung serasa mau copot,, tapi seeerruuuuuuu!!
       

      dan akhirnya saya dan bu rina tertawa bahagia, pdhal sebelumnya sangatttt takut arung jeram... takut air...wkwkwk
       

      pemandangan disekitar camp rafting, indah sejuk dan adeeeeem... nyeeesss
       

      tempat makan siang setelah berafting ria, ada gazebo unik yang terbuat dr bambu, didepannya terdapat kolam ikan yang sangat luas, menambah asri pemandangan disekitar camp rafting
       

      terakhir.... inilah sajian makan siang dengan menu yang sangat menarik dan komplit, terdiri dari nasi putih, irisan ketimun dan tomat segar, tempe goreng, ayam goreng kampung yang ditaburi sambel peedas yg super maknyus, es teh manis, dan yang special adalah buah kelapa muda....,,, segeeeeeeerrrrr
      see you on the next trip....,,, Hollaaaaa!
    • By Titi Setianingsih
      Saya tidak bisa berenang, dan paling takut jika melakukan wisata air. Baik itu berupa naik perahu keliling pinggiran laut, diatas danau ataupun sungai, rasanya ngeri membayangkan jika perahunya mengalami kecelakaan, maka saya yang tidak bisa berenang akan klelep dan,,,,,,,,tidak berani membayangkan kejadian pahit itu.
       
      Namun tidak diduga sama sekali, mengapa tiba2 saya berani melakukan rafting ? Yang pertama karena selalu disemangati oleh sahabat saya yang sama2 punya hobby travelling. Kedua, kebetulan mendapat guide yang bisa meyakinkan saya untuk bisa melakukan rafting, bahkan dengan bahasa sederhananya “Ibu nanti di perahu diam saja, pegangan, dan menurut apa kata pemandu, In Sya Allah bisaâ€. Dan ternyata, pemadunya juga mudah dalam menyampaikan petunjuk rafting, hanya dengan 3 macam aba2 yang mudah diingat dan dilaksanakan. Bismillah,,,,,saya siap ber-rafting,,,!!!
       
      Dan,,,,,Songa rafting menjadi pilhan kami, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal sahabat saya. Okeeyyy,,,,sesudah memakai peralatan berrafting berupa helm, baju pelampung dan dayung, kami naik ke mobil pick up untuk menuju Sungai Pekalen, kami mengambil tracking untuk pemula. Kurang lebih 30 menit kami sampai ke lokasi, debu jalanan menuju sungai Pekalen beterbangan seiring dengan hembusan angin yang kencang, karena saat itu musim kemarau. Air sungaipun tidak terlalu deras, maklum kami pemula, jadi belum berani mengambil kelas advance dimana di kelas tersebut banyak sekali jeram2nya bahkan ada air terjun yang siap diarungi.
       
      Kami satu perahu ber 6 termasuk pemandunya, hanya berdua yang tidak bisa berenang, yaaaaa harus dicoba karena itu sudah menjadi chalenge kami. Sebentar2 kami berteriak histeris jika mendapati jeram yang cukup deras. Masing2 jeram ada namanya tergantung deras / tidaknya air sungai dan macam bebatuan yang ada di sungai itu. Jika kami temui air sungai yang tenang dan tidak berbatu, peserta dipersilahkan turun untuk bermain-main air sungai dan berenang disitu. Sesudah puas berbasah2an perjalanan dilanjutkan lagi hingga sampai ke tempat persinggahan. Di sini para pserta dipersilahkan turun dari perahu, dan istirahat di rumah bambu untuk menikmati ubi rebus dan air kepala muda. Nikmatnya luar biasa.......sesudah itu melanjutkan perjalanan yang masih separohnya.
       
      Petualangan terakhir mengambil tracking yang agak berat, sungainya banyak bebatuan dan jeramnya lumayan kencang, agak panik ketika itu, karena kulihat pemandu agak kesulitan mengendalikan jalannya perahu. Oh ya, kami diiringi oleh satu perahu lagi yang memuat tim penolong /rescue team kurang lebih ada  4 (empat) orang.
      Dan, kami menjadi paham mengapa dalam rafting ini diperlukan adanya rescue team, karena kita tidak menyangka bakal terjadi kendala dalam tracking ini. Seperti ketika kami melewati jeram terakhir itu, batu besar menghadang perahu kami, dan perahu tersangkut di bebatuan, kami pada berjatuhan ke sungai, masing-masing menyelamatkan diri. Tentu saja, saya yang tidak bisa berenang paling lama dalam berjuang menyelamatkan diri. Dan karena tubuh saya yang terlampau besar, maka pemandu agak kesulitan mengangkat tubuh saya, begitupun saya tidak bisa berusaha mengangkat tubuh saya sendiri ke atas perahu,,,,,,,,,
       
      Di tengah perjuangan saya ini, terlihat teman2 saya yang sudah berhasil naik ke perahu tidak menyia-nyiakan waktu untuk berselfie ria, berpose heboh seperti layaknya tidak terjadi musibah kecil barusan,,,,,inilah salah satu kegembiraan berrafting hahahaha (kata mereka).
      Daaaan,,,dengan susah payah akhirnya saya bisa naik perahu, alhamdulillah...dan teman2 sayapun bersorak gembira melihat saya sudah bisa didalam perahu bersama mereka kembali,,,,,foto2 selfie pun dilanjutkan kembali,,,,,,amaziiing,,,terima kasih teman2ku, terima kasih pemanduku,,,berkat kalian saya bisa menikmati rekreasi yang menantang ini,,,,,,,,SUBHANALLAH,,,!!!!
       
      So, jangan takut wahai para pemula perafting, walau tidak bisa berenang buktinya saya bisa menikmati nya. Ayoooo jangan tunda lagi,,,cobalah, tidak terlalu mahal kok bayarnya, ketika itu Agustus 2014 tarifnya masih Rp. 210.000 untuk pemula.  Fasilitas yang didapat berupa minuman selamat datang (welcome drink), peralatan standar (helm, dayung, pelampung, perahu karet), air mineral bekal pengarungan, transportasi lokal (shuttle service), guide, rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, asuransi, rafting trip 10 km
       
      Dari manapun keberangkatan kalian, tujulah Surabaya terlebih dahulu, dari Surabaya bisa menggunakan bus jurusan Probolinggo, tiket bus tidak mencapai  Rp. 50.000,-
      Selamat mencoba berrafting yaaaaa,,,,,!!! Salam Jalan2,,,,,,

    • By hildaveronica
      hallo semua, salam kenaaaaal. masih nyubi disini tp mau share cerita tentang trip ke Lampung kmaren. muehhehee
       
      Hari Minggu kmaren baru banget pulang dari Lampung. Tujuan utamanya sih sebenernya liat sunrise di atas Gunung Anak Krakatau tp iten lainnya nemu pantaaaaaaaaaaaiiiiii.
      Berangkat dr Bandung jam 3 sore nyampe Merak jam 11 malem dan langsung naik kapal Ferry sekitar 3jam-an lamanya.Rasanya rontok badan bangeet! Tp perjuangan belum selesai masih harus naik angkot lg menuju Dermaga Canti sekitar 1 jam dengan posisi duduk yg disenderin bule besar . begitu sampai Dermaga Canti hilang sudah penderitaan 14 jam perjalanan panjang tersebut. Disini deh bangganya punya Indonesia #iyainajaa   dari Dermaga Canti langsung naik kapal menuju pulau Sebuku Kecil.    sesi pertama dimulai. Gk banyak penghuni laut yg bisa diliat disini tp viewnya ituloooh emmm bangeet. Abis dr situ berangkat menuju penginapan 2jam naik kapal ke Pulau Sebesi, beres" terus berangkat lagi   sesi 2 ke Cemara Satu. Karena sore hari disini ombaknya mulai besar saya punya cerita memalukan disini, pas nyemplung sih aman" aja tiduran diatas air dan gk sadar kalo udah jauh dr kapal. mau balik gk bisa, tenaganya gk cukup buat lawan ombak hahhaa dan minta tolong sama mas" gatau siapa buat di tarik ke kapal ahhhhahhaa abis dari situ menuju Pulau Umang-Umang buat ngejar sunset. pulaunya kreeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeet!!! pasir putih dan ahh pokonya bagus bangeet pokonya. dr situ pulang ke penginapan 2jam kapal"an again.*hari esoknya*  Iten selanjutnya mari ke Gunung Anak Krakatau demi sang sunrise, subuh" jam 3 udah naik kapal aja, sampe dan trekingnya sih gk sepanjang si kunir di Dieng, tp disini pasir semua jd agak susah naiknya dan begitu sampai puncak, Tuhaaan bagus bangeet hahhaa foto" dan turun lalu   sesi 3 menuju Lagoon Cabe.nah disini nih penghuni laut numpuk. banyaak banget dan ombaknya gk terlalu besar soalnya masih siang muehehhe. selesai snorkling sesi 3 kaki kena cium karang tercinta huhu. kaki kaya abis kdrt abis itu menuju penginapan *2jam lg* packing dan pulaaaang kembali menikmati perjalanan super panjaaaang menuju Bandung. *foto narsisnya nyelip bolehlahyaa* muehhe
       

    • By Dantik
      Hari 1, 05 Mei 2018 : Athena
      Hari 2, 06 Mei 2018 : Roma Day 1
      Hari 3, 07 Mei 2018 : Venice
      Hari 4, 08 Mei 2018 : Roma Day 2
      Hari 5, 09 Mei 2018 : Roma Day 3
      Hari 6, 10 Mei 2018 : Santorini Day 1
      Hari 7, 11 Mei 2018
      Hari kedua yaitu hari terakhir di Santorini kami mengambil paket Day Tour yang telah disediakan oleh penginapan. Dengan harga 35 euro/pax, kami berkeliling dari barat ke timur, dari selatan ke utara.
      Sebelum mengikuti Day Tour yang dimulai pukul 10.30 kami pergi dulu ke Oia menggunakan Local Bus. Memang, sunset di Oia juga termasuk dalam paket Day Tour tetapi tentu berbeda antara suasana pagi dengan sore hari.
       
      1. Oia

      Dari Terminal Bus Fira kami menggunakan Local Bus ke Oia. Kemudian dari Main Bus Stop & Parking Lot kami berjalan menuju Oia Castle melewati large church at Nikolaou Nomikou square.

      Dari Halte Bus Utama & Tempat Parkir, berjalan kaki ke selatan 120 meter ke gereja besar di Nikolaou Nomikou square. Pergi ke barat di “jalan utama” sebagai ditunjukkan dalam peta ini. Oia Castle / Fortress memiliki pemandangan yang spektakuler.

      Kemudian kami kembali ke penginapan menggunakan Local Bus ke Terminal Bus Fira.
      2. Profitis Ilias Monastery

      Ini adalah tujuan pertama Day Tour kami yaitu Profitis Ilias Monastery yang merupakan puncak tertinggi di Santorini.

      3. Santo Wines

      Ini adalah tujuan kami yang kedua yaitu Santo Wines. Santo Wines adalah tempat dimana kita bisa mencoba semua Santorini wine, baik red wine maupun white wine. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kita tidak ingin menikmati wine, kita bisa menikmati pemandangan dan hanya sekedar berfoto-foto disana.

      4. Light House

      Ini adalah tujuan kami yang ketiga yaitu Light House. Light House berada di ujung paling selatan Santorini.

      5. Red Beach

      Ini adalah tujuan kami yang keempat yaitu Red Beach. Dinamakan Red Beach karena memiliki tebing yang berwarna merah yang merupakan hasil dari lava vulkanik.
      Pantai merah ini bisa dibilang salah satu pantai paling terkenal dan indah dari Santorini. Terletak hanya beberapa langkah dari situs kuno Akrotiri. Ukuran pantai yang kecil menciptakan suasana yang ramai dan kami memilih untuk tidak sampai ke pantai dan mengagumi pemandangan unik dari batuan vulkanik merah dan hitam dari tanjung.

      6. Perissa

      Ini adalah tujuan kami yang kelima yaitu Perissa. Perissa adalah pantai dengan pasir hitam yang ada di Santorini. Banyak orang yang berenang, berjemur atau hanya sekedar makan siang di restaurant pingggir pantai sambil menikmati suasana laut.

      7. Firostefani

      Ini adalah tujuan kami yang keenam yaitu Firostefani. Firostefani adalah salah satu gereja yang paling banyak difoto dari Santorini. Dan ini adalah kali kedua kami mengunjungi Firostefani.

      8. Oia

      Ini adalah ending dari perjalanan Day Tour kami yaitu menikmati Sunset di Oia. Kali ini kami memulai perjalanan kami dari Bus Stop pertama.

      Tentu berbeda dengan suasana pagi hari, karena lebih banyak orang yang ingin menikmati Sunset di sini. Jika kita membawa pasangan tentu akan terasa lebih romantis, bukan.

       
      Santorini adalah tempat yang indah dengan pemandangan Kaldera dan Laut biru Aegea. Siapapun yang kesana pasti akan dibuatnya takjub dengan segala keindahan pemandangan dan budayanya yang khas. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi kami.
      Ciao, Santorini!
       
    • By PrinceJuju
      Secuil Surga tersembunyi itu bernama Air Terjun Sumber Pitu

      Berawal dari batalnya Trip ke Air terjun Madakaripura, maka terpilihlah Air terjun Sumber Pitu, Pujon Kidul Kab. Malang sebagai destinasi trip tgl 13 September 2015.
      Air terjun Sumber Pitu yang terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
      Ajakan pergi beramai-ramai dengan teman-teman kadang sulit di realisasikan karena masing-masing punya kepentingan, sehingga trip kali cukup menghubungi teman ane yg mau berangkat saja. Akhirnya fix 6 orang berangkat termasuk ane. Personel kali ini 5 cewek dan 1 cowok yakni ane sendiri. Hihihihihi….
      Untuk trip touring kali ini kami menggunakan 3 sepeda motor.
      Ditentukan meeting point jam 6.00 pagi di depan Apotek Pleret daerah Pleret, Pasuruan.
      13 September 2015
      Jam 05.45 pagi ane meluncur menuju Meeting point dan ternyata teman-teman ane sudah menunggu disana, dan 2 teman ane yg lain menunggu di Alun-alun kota Batu. Its Ok lah…
      Jam 06.00 kami berempat meluncur menuju alun-alun kota Batu menemui 2 teman ane di sana. Perjalanan pagi ini cukup dingin karena beberapa hari terakhir angin cukup kencang jadi kami tidak terlalu cepat memacu laju motor kami cukup 60-70 km/j. hehehee..
      Berkendara kurleb 45 menit kami tiba di pertigaan karanglo, kami arahkan motor menuju arah Batu. Tidak jauh dari pertigaan kami mampir warung makan untuk mengisi perut dulu. Warung ini cukup murah untuk seporsi rawon dan teh hangat hanya membayar 13rb rupiah saja. Ada bermacam-macam lauk tambahan seperti tempe tepung, dadar jagung dll pokoknya mantappphhh. Ane lupa nama warungnya, lokasi depan pertigaan mau ke kampus 2 ITN, maju dikit kanan jalan persis pojok gang.
      Setelah puas makan dan kenyang, lanjutttttttt go to Alun alun Batu….
      Jam 08.00 tepat ane udah ketemu 2 teman ane yg sudah menunggu sedari tadi, oke maaf temansss membuat kalian menunggu.. hiks.. hiks… hiks…
      Perjalanan kami lanjutkan menuju dusun Tulungrejo, Pujon kidul. Kami arahkan motor melewati Wisata Payung Batu dengan di suguhi pemandangan khas perbukitan dan café-café kecil yg biasa berjualan jagung bakar, kopi dan makanan minuman lainnya.
      Akhirnya ketemu patung sapi, kalau ke kiri menuju Wana Wisata Coban Rondo, kami terus mengikuti jalan besar kira-kira 50 meter ada pertigaan dan pangkalan ojek di kiri jalan kami belok kiri dan mengikuti jalan aspal tersebut kira-kira 3 km setelah tanjakan ada pertigaan kecil dan petunjuk arah Sumber Pitu belok kiri mengikuti jalan cor-coran.
      Dari pertigaan tersebut kurleb 500 meter ketemu loket/pos registrasi tiket masuk yg di kelola komunitas Capung Alas. Dengan membayar 10rb tiap orang, kami lanjutkan perjalanan menuju pos parkir terakhir melewati jalanan makadam dan tanah yg berdebu ** maklum musim kemarau ** perjalanan kurleb 3 km kami lalui dengan susah payah karena seharusnya menggunakan sepeda trail namun kami menggunakan sepeda motor biasa. Mobil pun bisa masuk hingga parkiran atas, dengan catatan bukan musim hujan ya...  Saran dari ane mobil dgn bemper rendah seperti sedan sebaiknya jgn di bawah ke parkiran atas, mobil seperti avanza, xenia its okelah... Bagi rombongan yg menggunakan elf long bisa jg parkir di pos registrasi / loket... Hihihihi…
      ** Sekedar info jika musim penghujan maka batas parkir terakhir adalah loket registrasi dan selanjutnya di tempuh jalan kaki. Karena jalanan licin dan lumpur berbahaya jika di paksakan naik motor / mobil ke parkiran atas. ada jasa ojek trail menuju parkiran atas kog.
      Tiba di parkiran atas, kami tempatkan motor parkir rapi tentu sebelumnya bayar parkir 5rb tiap motor. Perjalanan masih di lanjutkan dengan berjalan kaki yg menurut info 1-2 jam. Wowwww…. Cukup lama juga ya.
      Awal perjalanan melalui trek cukup datar namun setelah 100 meter, trek mulai menanjak miring 30-45 derajat di tambah kondisi jalan tanah yg berdebu, apabila kita melangkah debu mulai berterbangan. Apalagi berpapasan dengan rombongan lain dapat di pastikan debu bertambah parah ditambah orang lain yg kadang menginjak tanah dengan keras entah sengaja atau tidak semakin menambah polusi debu. Hiks.. hikss.. saran ane musti bawa masker jika kesana saat musim kemarau.
      Melewati ladang penduduk sampailah di kondisi jalan agak datar terus melangkah hingga menemukan jalanan turun lumayan ekstrim karena untuk turun tidak bisa jalan seperti biasanya musti pelan dan berpegangan akar pohon agar tidak terpeleset jatuh. Sudah mulai terdengar gemericik suara air terjun, dan setelah turunan tersebut ada air terjun tunggal yg di namai Coban Tunggal. Kami istirahat sejenak di tempat ini sembari bernarsis ria. Hehehehee…
      Setelah energi terkumpul kembali kami ambil arah kiri dari Coban Tunggal menuju tujuan kami yg sebenarnya yakni Sumber Pitu. Akses kali ini benar-benar ektrims karena jalan sempit menanjak di bantu oleh tali tambang agar tidak terjatuh. Di sarankan tidak buru-buru saat melewati medan tanjakan ini, cukup di nikmati pelan-pelan. Kurleb 15 menitan sampai di Air terjun Sumberpitu. Total lama perjalanan dari parkiran atas +- 1,5 jam jalan santai.
      Sungguh indah sekali karya Tuhan semesta alam, ane cuma bisa terdiam tidak mampu berkata-kata menikmati anugrah pemandangan sangat indah ini. Benar-benar amazingggggg…
      Pemandangan indah yg harus kita jaga dan lestarikan salah satu caranya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
      Mengapa dinamakan air terjun Sumber pitu karena adanya aliran air sumber dari dinding tebing sejumlah 7, sebenarnya ada 9 namun entah mengapa di namakan Sumber Pitu seharusnya Sumber Songo.. hahahahaa
      Dari Air terjun Sumberpitu masih ada 1 air terjun lagi yakni Sumber Papat. Akses dari sumber pitu ke arah kanan menanjak kurleb 100 meter, medan kali ini tanpa tali dengan kemiringan lebih dari 45 derajat jadi harus sangat berhati-hati karena salah langkah bisa terpeleset dan jatuh ke bawah.
      Dari atas pemandangan air terjun Sumber pitu sangat indah sekali cocok buat narsis / selfie /wefie dll, namun tetap berhati-hati jika berfoto ria yg penting tetap jaga keselamatan.
      Tidak lama dari spot foto-foto tadi ketemu air terjun Sumber Papat / Coban Papat, sama seperti Sumber pitu aliran air berasal dari tebing tinggi namun jumlahnya hanya 4, dan aliran air ini mengarah ke Coban Tunggal yg tadi.
       
      Setelah puas menikmati karya Tuhan yg luar biasa ini kami memutuskan turun dan balik, jalanan turun lebih susah di banding naik, karena harus pelan dan sedikit ngerem agar tidak kebablasan, di tambah jika berpapasan dengan orang lain yg hendak naik ke Sumber pitu harus ada yg mengalah minggir agar tidak terjatuh.
      Selepas dari Coban Tunggal ke arah parkiran jalan sedikit tidak berat karena turunan, namun tetap saja debu mengganggu perjalanan ke parkiran. Hehehhee…
      Perjalanan kembali ke parkiran lebih cepat dari pada berangkatnya tadi. Sampai di parkiran jam 13.30 kami putuskan istirahat di warung sekitar dan mengisi perut yg mulai keroncongan dengan Indomie seleraku.. hihihihi…. Kami diskusi untuk rute selanjutnya, mestinya kami akan menuju Omah Kayu di kawasan Paralayang namun karena fisik dan kaki sudah gempor alias capek kami putuskan menuju alun alun Batu saja. Mungkin di lain waktu kami akan mengunjungi Omah Kayu.
       
      Akhirnya jam 15.30, kami sampai di alun alun kota Batu, setelah berunding sejenak maka di putuskan kami berpisah di sini karena teman ane ada keperluan dan ane juga ada keperluan ke rumah kakak ane di Batu.
      Jam 17.30 ane meluncur balik menuju Pasuruan. Seperti biasa setiap weekend arah Surabaya selalu padat cenderung macet mulai Karanglo – Singosari – Lawang, selepas itu lancar.
      Tepat jam 20.00 ane tiba di Pasuruan dengan selamatttt…
      Oke kawansssss… terima kasih buat touringnya… lanjuttt touring lain waktu yaaaaaa…..
      Ane banyak menemukan pelajaran baru dari trip kali ini, selain berkenalan dengan teman baru asal Tulungagung. Sharing-sharing sedikit pengalaman rupanya mereka bener-bener seorang traveler Sejati dan hanya berdua saja dalam mengunjungi lokasi lokasi wisata di berbagai tempat.
      Memang benar pergi beramai-ramai itu asyik dan seru namun identik dengan ruwet karena ada yg tiba-tiba batal hingga akhirnya batal semua, saling tunggu siapa pesertanya dan lain sebagainya. Namun jika benar ingin mengunjungi suatu tempat entah solo travelling atau berdua saja tetap akan di jalani, dan banyak sekali solo travelling di luar sana yg menginspirasi karena kita di tuntut benar benar mandiri, berinteraksi dengan alam budaya yg berbeda dan masih banyak lagi.
      So.. sederhana sekali, intinya ingin pergi kemana ya pergi saja… karena pengalaman dan pelajaran yg di dapat selama travelling tidak dapat di nilai dengan mata uang.
      Enjoy Yours Travelling
      Rincian pengeluaran :
      Bensin : 20.000,- ( jika berboncengan bisa di bagi berdua )
      Parkir Sumberpitu : 5.000,-
      Tiket Masuk  : 10.000,-
      Makan Pagi : 13.000,-
      Makan mie instan dan jajan di parkiran : 8.000,-
      Makan Malam : 18.000,-
      Total : 74.000,-
      ** total pengeluaran bisa lebih hemat jika bawa bekal makanan atau makan nasi bungkus
      Akses menuju Sumberpitu, Pujon Kidul:
      - Dari Surabaya : Surabaya – Pandaan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
         Kendaraan umum ( ada 2 alternatif ) :
      Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun. Naik bus jurusan Jombang, turun terminal jombang, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Malang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun - Dari Pasuruan : Pasuruan – Karanglo – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : Naik bus jurusan Malang, turun terminal arjosari, naik Angkutan ADL menuju terminal Landungsari, ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      - Dari Malang : Malang – Batu – Pujonkidul
      Kendaraan umum : naik angkutan menuju terminal landungsari ganti naik bus kecil Puspa Indah jurusan Jombang. Turun di patung sapi Pujon ( kondektur pasti ngerti ). Jalan kaki dikit ketemu pangkalan ojek dan pertigaan, lalu sewa ojek menuju pos registrasi Capung alas / sumber pitu kurleb 15rb coba tawar menawar saja selanjutnya jalan kaki menuju lokasi air terjun.
      Tips berkunjung ke Air terjun Sumber Pitu :
      1. Kondisi Fisik Prima ( wajib )
      2. Bawa Baju Ganti + Celana Pendek atau Celana ¾
      3. Pakai sandal gunung / sandal khusus / sepatu khusus yg tidak licin. ( jangan pake sandal yg licin seperti crocs / sandal jepit)
      4. Bawa Minum Air mineral karena jalan menanjak dan ekstrim
      5. Bawa Masker dan Sunblock. ( jalan berdebu saat musim kemarau )
      6. Bawa Tongsis / tripod agar maksimal untuk hunting foto.
      7. Bawa kembali sampah kita dan jangan buang sampah sembarangan.
      8. Jika naik kendaraan sendiri pastikan kendaraan anda dalam kondisi fit, Mesin, Oli, tekanan Ban, Rantai motor dll.
      9. Bawa duit tunai secukupnya.
       
    • By ko Acong
      Selamat Pagi Indonesia
      Kali ini Sibocah tua nakal akan berbagi informasi untuk siapapun tentang rute Trip Silk Road. Kali ini saya mengajak rekan2 traveller lainnya nya Di berbagai komunitas Backpacker dengan Cara Share Cost murni tanpa ada embel tersembunyi, beneran terang benderang kita saling kerja sama saling berbagi suka maupun susahnya. Alhasil semuanya happy dengan Budget seperempat dari harga tur umum nya, bahkan bisa pulang Via Beijing dengan jarak Urumqi ke Beijing 4000an km. Yup kita mulai rute nya.

      Hari 01
      Kita semua menuju bandara masing masing dan berkumpul di KLIA2. Sorenya kita Terbang menuju Xian dan tiba pukul 00.05, namun di imigrasinya wow 2 jam. Keluar imigrasi biasa ngudud mencari lokasi strategis dan mengincar seseorang supaya mengantar ke Hotel kami. Tertuju lah inceran saya ke satu orang dan mulai nego harga disepakati 150 RMB 1 mobil dengan jarak 40 km menuju kota Kalo nggak salah, kami perorang bayar 45 RMB. Sekalian dalam perjalanan kami nego untuk sewa mobil seharian anter makan piknik pulang ke hotel lagi 1200 RMB pake super Van.
      Hari 02.
      Kami piknik penuh Suka ria (namun tetap ada kekecewaan sedikit namun kami berterima kasih terhadap driver), karena telah dibantu informasi yang tidak kami sadari sampali last time, yang mana bakal merugikan waktu kami yaitu tentang STASIUN KERETA API!! Ya, kami nginap di hostel Xian lupa namanya namun ini tempat sangat ok buat Backpackers, per kepala Kurang lebih 140 RMB untuk 2 malam.
      TOTAL UANG KELUAR Di Xian: 40 RMB + 140 Hostel +120 van +150 Teracota 54 RMB = 504 RMB
      Hari 03.
      Pagi 05.00 kami bergegas ke Stasiun Fast train!! Ya, pastikan nama stasiunnya, by taxi kurang lebih argo 40 RMB /mobil, perkepala 13 RMB, tiket kereta 320 RMB, fast train Xian - Zhangye paling pagi. 7 jam kemudian diatas 2000 km kami telah berpindah propinsi dari Xianyang ke Chanye.
      Setelah tiba di stasiun Fast Zhangye Xi, strategi ngudud diulang sampai ketemu orang yang Sreg dan disepakati harga anter kami ke Danxia Rainbow Mount 80 RMB, lanjut anter makan dan pulang ke hotel, cekin seharga 260 RMB, permobil 3 mobil 720 RMB jadi per kepala 72 RMB dengan di antar 3 driver Cewek tangguh.
      Nego untuk ekplor Pinshan Hu / Phinshan Canyon seharga 1500 RMB 3 mobil, perorang kena 150 RMB. Tiket Masuk Pinshan Hu 328 RMB dan ke Hanging Temple Matisi.
      Total Uang keluar: Tiket Fastrain 320 RMB + Taxi 72 RMB + 80 RMB Tiket masuk + Hotel 196 RMB 2 malam = 356 RMB
      Hari 04.
      Pagi Dijemput untuk menuju Phinshan Canyon. Catatan: Danxia platform bisa pake Bus umum namun perlu waktu ekstra dan kejar waktu, harga tidak jauh dengan sewa taxi bila isi 4 orang. Begitupun bila mau ke Phinsanhu, harus sewa taxi umum, belum ada jarak. Tur kurang lebih 270 KM, 2 tempat dengan Hanging Temple Matisi. Jadi kami sewa taxi perorang kena 150 RMB (pelayanan dan harga sebanding bintang 5). Tempat destinasi yang ditawarkan sesuai gambar “kami buta hurup dan gagu terpaksa tiket masuk pinshan canyon 328 rmb.
      Total uang keluar:  150 RMB +328 Rmb + 30 Rmb = 218 RMB
      Hari 05.
      Disilah kami sebut Mereka pejuang rumah tangga tangguh. Membawa kita ke Destinasi Cresent Lake, mobil per orang Dari Zhangye anter Ke Jiayuguan Pass dan Dunhuang City ditunggu wisata Ke Cresent Lake dan dianter ke Stasiun untuk menuju Turpan.
      Total uang keluar: 200 RMB tiket masuk cresent lake + 120 yuan naik onta 100 yuan + 200 mobil = 420 RMB
       
      Nah saya cukupkan dulu Trip Silk Road sampai dengan propinsi Gansu, perbatasan Gurun Goby ini ya dan nantikan Silk Road edisi selanjutnya
      Jumlah uang keluar: 504 + 218 + 356 +420 = 1598 RMB
      Estimasi untuk makan minum sehari 65 yuan/hari
      Rate terkini 1 RMB Rp. 2160
      Jadi Kalo Menuju Danxia Rainbow Mauntain bisa di perkirakan biayanya bila jalur Silk roadnya middle. Semoga berguna buat teman-teman traveler, dengan rute saya ini ada gambaran spot-spot yang pentingnya.
      Mohon maaf ya saya tidak ngerti cara menulis yang baik namun niat saya hanya Untuk berbagi.































    • By Nanda Hartoph Rio
      Haloo Freak
      Mumpung ada waktu senggang gue mau kasih info buat traveler yang berkunjung di raja ampat bagian utara. karna kemarin kita uda bahas ya tentang raja ampat bagian selatan. nih dia tempat yang bisa lo kunjungi kalo dah di kota waisai tapi ga semua yaaa,Cekidooooot.!
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Masih banyak yang pengen gue share tempat tapi waktu senggang dah abis neeh.