• agoda-hemat.png

Sari Suwito

Northern Thailand (Chiang Mai, Chiang Rai, Mae Sai)

30 posts in this topic

Hai Traveller...

Sari is here :)

 

Kali ini saya ingin sharing tentang perjalanan saya ke northern Thailand, perjalanan kali ini bukan sekedar jalan-jalan biasa lho, kenapa?  Karena selain mengunjungi beberapa obyek wisata saya juga mengunjungi beberapa tempat-tempat diluar tujuan wisata pada umumnya.

 

Day 1

Ini adalah pertama kali saya jalan-jalan ke northern Thailand jadi saya sangat excited menunggu hari keberangkatan saya. Jam 3 pagi sebelum alarn bunyi saya sudah terbangun lalu bersiap-siap menunggu taksi yang sudah saya pesan 1 hari sebelumnya. Jam 4.30 taksi pesanan saya datang, dan jam 5 pagi saya sudah tiba di Bandara Soetta. Rupanya antrian imigrasi sudah mengular, bahkan beberapa penumpang untuk tujuan Singapore didahulukan karena sudah dekat waktu terbang.

 

bandara+soetta.jpg

 

Flight saya jam 6.25 dengan Air Asia, jadi masih ada waktu panjang untuk antri di imigrasi, slesai proses imigrasi sekitar jam 5.30, langsung sholat subuh di boarding room Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Akhirnya jam 6 penumpang dipanggil untuk masuk ke pesawat untuk terbang menuju Kuala Lumpur. Sarapan pagi sudah pesan online kali ini saya memesan nasi minyak palembang ala Farah Quinn. Pesawat tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 9.25, langsung menuju imigrasi dan rupanya antrian di imigrasi sudah panjang, mungkin hampir seribu orang dikarenakan beberapa kedatangan pesawat bersamaan.

 

kl+airport.jpg

 

Selesai proses imigrasi saya langsung keluar menuju ke counter check in di R1 untuk penerbangan ke Chiang Mai. Beruntung saya tidak ada check in bagasi jadi bisa lebih cepat karena flight ke Chiang Mai jam 12.45. Makan siang sudah pesan via online nasi lemak jadi tak risau lagi akan kelaparan selama penerbangan menuju Chiang Mai.

 

DSCN8194.JPG

 

Pesawat mendarat di Bandara Chiang Mai  jam 14.20 yaitu 20 menit lebih awal jadwal kedatangan seharusnya, lalu segera menuju ke counter imigrasi. Antrian tidak terlalu panjang dikarenakan tidak terlalu banyak jadwal kedatangan pesawat. Setelah selesai proses imigrasi langsung ambil bagasi dan menuju pintu keluar bandara dimana teman saya sudah menunggu. Untuk hari pertama kami tidak menggunakan guide. Jadi minta teman yang tinggal di chiang mai untuk menjelaskan rute perjalanan hari 1 kepada driver kami karena driver kurang paham bahasa Inggris.

 

IMG_1814.jpg

 

 

Dari bandara kami berencana menuju ke pusat kerajinan lilin, tetapi dalam perjalanan teman  yang sebelumnya datang ke Chiang Mai bilang kalau pusat kerajinan lilin tersebut sudah tutup, mungkin bangkrut. Jadi kami memutuskan untuk ke Romborsan umbrella making centre. Disini kita bisa melihat proses pembuatan payung khas Chiang Mai yang terbuat dari Sa Paper (Mulberry Paper) di workshop yang berada di bagian belakang Toko Souvenier.  Selain payung, tempat ini juga memproduksi kipas dengan berbagai ukuran, bahkan bisa menghias berbagai jenis produk mulai dari casing handphone, tshirt, buku, dll.

 

umbrella+making.jpg

 

umbrella+making-2.jpg

 

 

umbrella+making-giant.jpg

Payung terpanjang yang pernah ada...7 meter bo' :)

 

DSCN8203.JPG

 

 

umbrella+making-7.jpg

Para pekerja melukis diatas berbagai media: payung, tshirt, buku, casing handphone, dll

 

umbrella+making-8.jpg

Payung yang sudah selesai dilukis di jemur di udara terbuka :)

 

umbrella+making-6.JPG

Show room souvenier

 

 

umbrella+making-9.jpg

Di depan show room terdapat sepeda becak...numpang foto dikit ahh..

 

 

Selesai melihat-lihat proses pembuatan payung kami melanjutkan kunjungan ke GEMS Galerry. Disini kita bisa melihat jenis-jenis batu mulia, proses pembuatan serta melihat berbagai jenis perhiasan yang sudah jadi. Wah koleksi perhiasannya cantik-cantik....sayang banget ga boleh foto-foto di dalam ruangannya.

 

gems+galery.jpg

 

Setelah selesai cuci mata di GEMS Gallery lalu berangkat menuju hotel Centara Duang Tawan Hotel yang berada di 132 Loykroh Road, Chang Klang, Muang, Chiang Mai. Hotel ini terletak di seberang Hotel Le Meridien dan dekat dengan lokasi Night Market.

 

centara+hotel+lobby.jpg

Lobby hotel Centara

 

centara+hotel+room-1.jpg

Hari pertama menginap sepertinya dapat upgrade kamar nich, pas hari ke-3 dapat kamarnya lebih kecil.

 

pasar+malam+from+hotel+view.jpg

Pasar malam tampak dari jendela hotel

 

sun+set+from+hotel+view.jpg

Sun Set di Chiang Mai sore ini tampak dari jendela hotel :)

 

Setelah selesai check in kami berjalan-jalan ke pasar malam sekalian order untuk makan malam nanti.  Sepertinya masih ada sisa-sisa moment Valentine jadi numpang foto-foto dech. 

 

Di pasar malam kita bisa menemukan aneka produk seperti pakaian, kerajinan tangan dan souvenier lainnya.

 

DSCN8217.JPG

 

 

DSCN8222.JPG

 

DSCN8218.JPG

 

 

Setelah selesai memesan menu untuk makan malam, lalu saya kembali ke hotel untuk menjemput peserta lainnya untuk datang makan malam. Peserta dari Sabah tampak puas dengan menu makan malam yang sudah kami pilih :)

 

DSCN8225.JPG

 

 

Selesai makan malam, lalu kami mengunjungi resort yang sedang dibangun oleh teman yang tinggal di Chiang Mai. Resortnya bergaya river view sayang sekali malam-malam jadi ga bisa foto dech.  Jadi cuma foto di depan kantor reception aja dech nich...

 

DSCN8228.JPG

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 2

Hotel tempat saya menginap rupanya menyediakan berbagai makanan halal dan non halal, jadi saya lebih memilih sarapan buah dan roti saja. Selesai sarapan, pagi kami check out karena malam ini kami akan menginap di Chiang Rai. Driver dan tour guide sudah menunggu kemudian kami  berangkat menuju bandara Chiang Mai untuk menjemput salah satu peserta dari Sabah yang baru datang di hari ke-2. Jam 8.20 pesawat mendarat dari Kuala Lumpur, lalu kami melanjutkan perjalanan, tujuan pertama adalah tempat budidaya bunga melati di Baan Sri Ngam Village, yang berada di pinggiran Chiang Mai.  Perjalanan cukup lama saya sempat tertidur, dan ketika bangun masih juga belum sampai ke tempat tujuan.

 

Sekitar jam 10 kami sampai, dan rupanya bapak kepala desa tengah ada rapat dengan warga desa, jadi kami dipersilahkan untuk menunggu sambil melihat-lihat Temple yang tak jauh dari balai desa, beberapa menit kemudian istri kepala desa datang kemudian membawa kami berkeliling melihat-lihat kebun melati di desa tersebut. Bunga melati di tanam oleh mayoritas penduduk di desa ini ada yang menanam di kebun ataupun di pekarangan belakang rumah penduduk. Bunga melati dipergunakan untuk acara sembahyang, dan biasanya menjelang Songkran. Istri kepala desa ini biasanya menghasilkan 500-1000 rangkaian bunga melati yang dikumpulkan dari para petani bunga di desa ini.Setelah masa panen biasanya tanaman melati akan dipangkas supaya tumbuh pucuk-pucuk baru. Biasanya memakan waktu hingga 6 bulan untuk panen berikutnya.

 

DSCN8232.JPG

 

 

jasmin+farm-1.jpg

 

Selesai melihat-lihat dan tanya jawab dengan istri kepala desa, kami melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu tempat pembuatan produk herbal di distrik A. Fang. Sepanjang perjalanan kami melihat banyak tanaman mangga sedang berbunga dan beberapa kebun buah kelengkeng. Thailand bagian utara memang terkenal dengan buah-buahan seperti kelengkeng, mangga dan jeruk.

 

otw+to+fang-1.jpg

 

IMG-20140218-00591.jpg

 

Sekitar jam 2 kami sampai di distrik Fang, kami berhenti makan siang di salah satu rumah makan yang ada logo halal. Dan rupanya tak jauh dari rumah makan ini adalah lokasi yang akan kami tuju. Jadi setelah selesai makan siang kami langsung menuju  BT Herbal Limited yaitu sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk herbal.

 

a+fang-herbal+home-1.jpg

 

Disini kami bertemu dengan pemiliknya yang umurnya sudah 57 tahun tapi terlihat masih muda, saya jadi penasaran dengan produk yang dipakainya. Kemudian kami dipersilahkan masuk ke ruang meeting untuk mendapatkan penjelasan tentang produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini yang berupa berbagai jenis teh herbal, produk kosmetik bahkan berbagai jenis bumbu. 

 

 Selamat sesi perkenalan dan tanya jawab ini kami mendapat jamuan minuman herbal dan snack semacam wajik ketan yang diatasnya ditaburi dengan wijen.

 

herbal+drink-sweet+sticky+rice.jpg

 

Setelah selesai sesi tanya jawab lalu kami dibawa melihat mini factory yang berada di belakang show room ini.  Melihat proses packing minuman herbal.

 

herbal+home-3.jpg

 

 

Setelah selesai melihat-lihat mini factory lalu kami kembali ke ruang show room untuk berbelanja dan entah kenapa akhirnya saya tertarik membeli produk day cream yang rupanya harganya THB 700 (sekitar 210ribu) hehehe...

 

herbal+home.jpg

 

Setelah selesai berbelanja kami berfoto bersama pemilik herbal home beserta anaknya yang juga sebagai director di perusahan ini. Ibu yang ada di banner itu pemilik herbal home ini lho...wajahnya kelihatan lebih muda dari usianya. :)

 

herbal+home-2-a.jpg

 

IMG_1901.jpg

 

 

Dari herbal home kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Chiang Rai dengan terlebih dahulu singgah di perkebunan jeruk Thanathon Orchard. Setelah membeli tiket masuk seharga THB 40, kita akan dibawa berkeliling kebun dengan kereta kayu yang berbentuk seperti perahu.

 

IMG_1945.jpg

 

Perkebunan Jeruk ini berada di distrik Fang, terkenal dengan buah jeruk yang berkualitas. Disini terdapat berbagai jenis jeruk seperti jeruk tanpa biji, Special Honey, Ocean Honey, Thanathon No. 1, dan lain sebagainya. Perkebunan ini dikelilingi oleh perbukitan dan pemandangan yang indah serta warna orange dari  buah-buah jeruk yang sudah masak. Luas perkebunan ini sekitar 400 hektare. Buka mulai jam 8 pagi - 5 sore.

 

IMG_1904.jpg

 

Kemudian kita akan berhenti sejenak untuk berfoto-foto dengan tanaman jeruk yang penuh buah berwarna orange, bahkan driver sempat memetik beberapa jeruk yang kemudian dibagikan kepada kami untuk mencicipi. Heeem...manis dan segar...

 

IMG_1916.jpg

 

Perjalanan dilanjutkan ke bagian puncak kebun untuk melihat-lihat pemandangan dengan aneka jenis tanaman bunga-bunga yang cantik.

 

orange+garden.jpg

 

IMG_1938.jpg

 

IMG_1944.jpg

 

IMG_1940.jpg

 

IMG_1941.jpg

 

Setelah puas berfoto-foto kemudian kami kembali naik kereta untuk kembali ke front office. Dalam perjalanan kembali ke front office ini kita melewati bagian samping perkebunan yang ditanami buah naga serta menerobos semburan air penyiraman tanaman. hehehe....

 

IMG_1956.jpg

 

 

Akhirnya kami sampai di front office, disini kita bisa belanja souvenier dan aneka buah jeruk serta buah-buahan lainnya.

 

IMG-20140218-00608.jpg

 

IMG-20140218-00613.jpg

 

Selesai berbelanja jeruk kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju resort Thatot Riverview yang tidak terlalu jauh dari area perkebunan ini. Akhirnya kami sampai hotel sekitar jam 6 sore, seperti namanya resort ini berada di lembah dengan pemandangan tepi sungai. Dari tepi sungai ini nampak sebuah temple di puncak bukit. Karena perjalanan yang melelahkan kami makan malam di hotel, menu yang tersedia pun bervariasi.

 

IMG-20140219-00625.jpg

 

IMG-20140218-00619.jpg

 

DSCN8250.JPG

 

Rencananya mau makan malam out door gitu...eeh ternyata pas dihidangin makanan, ada serangga hinggap di ikan goreng. Akhirnya pindah ke indoor dech.

 

IMG_1963.jpg

 

IMG_1964.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Day 3

 

Jam 7 pagi kami sudah berkumpul untuk sarapan, tapi rupanya sarapannya belum siap, jadi mendingan saya foto-foto dulu di halaman resort.

 

IMG_1969.jpg   IMG_1971.jpg

 

IMG_1970.jpg

 

Di puncak bukit seberang sungai ini terdapat 1 temple...kalau malam hari kelihatan lampu warna warni dari halaman resort. Akhirnya sarapan siap,  kami siap menikmati sarapan pagi ini...saya memilih roti bakar,  jus mangga dan buah potong.

 

IMG_1968.jpg

 

Setelah selesai sarapan, sekitar jam 8 kami check out dari hotel untuk melanjutkan perjalanan menuju Doi Tung. Dalam perjalanan menuju Doi Tung kami singgah di toko yang menjual berbagai produk hasil dari perusahan The Royal Project, kami membeli beberapa camilan seperti manisan jambu dan jus jambu. Sekalian numpang ke kamar kecil juga sih...hehehe....

 

 

the+royal+project.jpg

 

 

Setelah selesai beli beberapa snack dan minuman kami melanjutkan perjalanan menuju Doi Tung, sepanjang perjalanan di kiri-kanan jalan tampak bunga-bunga semacam sakura yang berwarna kuning dan putih sedang berbunga. Cantik banget dech...

 

chiang+mai+flower.jpg

 

Sekitar jam 9.30 kami sampai di Doi Tung. Doi Tung merupakan daerah dataran tinggi yang berada sekitar 1.509 mdpl. Terletak di Provinsi Chiang Rai, Thailand.   Setelah turun dari mobil kami dibuat terpesona dengan dengan suasana di tempat ini.

 

IMG_1974.jpg

 

Disini pengunjung bisa membeli tiket masuk untuk Doi Tung Royal Villa, Mae Fah Luang Garden, Hall of Inspiration, Mae Fah Luang Arboretum. Bisa juga membeli tiket terusan untuk beberapa tempat sekaligus. Karena hanya memiliki waktu terbatas jadi kami hanya membeli tiket masuk ke Mae Fah Luang Garden seharga THB 90/orang.

 

harga+tiket+mae+fah+luang+garden+doi+tun

 

Di bagian atas Doi Tung terdapat The Royal Villa yang merupakan tempat tinggal Ibu Raja Thailand (Almarhum) untuk liburan musim panas. Saat ini berfungsi sebagai museum yang memamerkan hasil kerja Ibu Raja Thailand dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan suku lokal.

 

Dibagian bawah The Royal Villa terdapat Mae Fah Luang Garden yang merupakan kebun raya untuk bunga dan beraneka ragam tanaman yang dikoleksi oleh Ibu Raja. Mae Fah Luang Garden dibangun pada tahun 1992 diatas tanah seluas sekitar 12 rai (hektar).

 

Sign board untuk menuju Mae Fah Luang Garden.

sign+board+mae+fah+luang+garden.jpg

 

 

Disini terdapat koleksi tanaman bunga musim dingin, berbagai jenis bunga lain yang mekar di setiap musim. Selanjutnya taman ini diperluas 13 rai (hektar) untuk taman batu air mancur, tanaman palem dan tanaman bunga musim dingin lainnya.

 

Deretan bunga Holly Hock dengan warna bunga yang indah...

IMG_1977.jpg

 

 

Hamparan landscape taman bunga yang indah....

 

mae+fah+luang+garden-2.jpg

 

sari+in+mae+fah+luang+garden.jpg

 

mae+fah+luang+garden-5.jpg

 

Rock Garden, beraneka ukuran batu-batu gunung menjadi penghias di bagian taman ini

 

IMG_1997.jpg

 

Di bagian tengah taman ini terdapat patung anak-anak yang berdiri diatas satu sama lainnya. Dalam hal pengembangan yang baik untuk atraksi di taman ini, maka kerajaan Thailand mendapatkan penghargaan dari PATA GOLD AWARDS  pada tahun 1993 dari Pasific Tourist Associations.

 

standing+children+on+mae+fah+luang+garde

 

Setelah selesai berkeliling dan berfoto-foto kemudian kita keluar dan menyempatkan diri membeli beberapa jenis benih bunga-bungaan di counter nursery.  Nah disini saya ikutan juga beli benih Solanum Cherry dan Fertilizer.

 

mae+fah+luang+garden-3.jpg    mae+fah+luang+garden-4.jpg

 

IMG-20140219-00669.jpg

 

 

Disini juga terdapat cafe untuk istirahat minum dan kedai souvenier bagi Anda yang menginginkan oleh-oleh dari Doi Tung.

 

IMG_2019.jpg     IMG-20140219-00672.jpg

 

Setelah selesai berbelanja benih tanaman dan souvenier, kami melanjutkan perjalanan menuju Mae Sai. Sekitar jam 11 siang kami sampai di kota Mae Sai. Mobil diparkir di halaman masjid An Noor dan kemudian kami jalan kaki menuju restaurant Nada Muslim Food untuk makan siang.  

 

IMG-20140219-00689.jpg

 

Sambil menunggu makan siang datang, kami sempatkan melihat-lihat hiasan di dinding restaurant ini. Terdapat  beberapa sertifikat serta ada foto Chef Wan terpasang di dinding restaurant ini. Chef  Wan merupakan salah satu chef yang terkenal di Malaysia (Saya pernah lihat di salah satu stasiun TV Malaysia). Dan yang menarik perhatian saya adalah hiasan dinding yang unik, terbuat dari susunan kayu manis dan rempah yang berbentuk bintang gitu.

 

IMG-20140219-00690.jpg    hiasan+dinding+resto+nada+muslim+food+ma

 

 

IMG_2026.jpg

 

Selesai makan siang rupanya sudah masuk waktu dzuhur, jadi beberapa peserta sholat dhuhur di masjid An Noor.  Karena saya sedang tidak sholat jadi saya hanya menunggu di parkiran masjid sambil mencoba beberapa fasilitas fitness yang ada di halaman masjid ini. Keren banget nich masjid menyediakan berbagai alat fitness di halaman. hehehe...

 

IMG-20140219-00696.jpg    IMG-20140219-00700.jpg

 

IMG_2029.jpg

 

Selesai sholat kami melanjutkan menuju ke perbatasan northern Thailand-Myanmar. Perbatasan dua negara ini dipisahkan oleh sungai, disini turis bisa menyeberang melalui jalan darat tentunya dengan melewati pos imigrasi terlebih dahulu.

 

imigrasi+perbatasan+mae+sai-myanmar.jpg   IMG-20140219-00706.jpg

 

perbatasan+thai-myanmar.jpg

 

 

Di sekitar pos perbatasan ini terdapat banyak toko-toko souvenier bahkan batu-batu permata juga terdapat disini lho. Disepanjang jalan juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual bermacam-macam produk, saya memilih membeli sabun beras Thailand dan bibit tanaman tomat.

 

IMG-20140219-00708.jpg

 

Setelah selesai berbelanja kami kemudian melanjutkan kunjungan ke Tea Oil and Plants Oil Development center yang lokasinya tak jauh dari area perbatasan Mae Sai ini.

 

IMG-20140219-00710.jpg   tea+oil+exhibition.jpg

 

Di Tea Oil and Plants Oil Development center ini kita bisa melihat informasi proses pengolahan minyak dari tumbuhan dan biji-bijian, melihat tanaman yang Camelia Oleifera, serta open kitchen dari proses produksinya dari balik dinding kaca. Setelah selesai menyimak penjelasan dari guidenya, kami melihat-lihat toko yang menjual produk hasil olahan perusahaan ini.

 

IMG_2051.jpg

 

IMG_2056.jpg

Qoute yang menarik nich (ada di dinding arah keluar dari area produksi) " What do you think? How do you feel? Only you will know the answer"

Mungkin maksudnya setelah melihat-lihat dan mendengar penjelasan dari kami, silahkan belanja produk kami di counter penjualan kami...hehehe...

 

tea+oil+exhibition-1.jpg

 

Nah disini saya kembali lapar mata dan akhirnya membeli product lip care seharga THB 100.  Hehehe...

Di area ini juga terdapat cafe dimana anda bisa istirahat sambil minum ataupun menikmati snack sebelum melanjutkan perjalanan.  Setelah selesai berbelanja kami melanjutkan perjalanan menuju Golden Triangle.

 

Sekitar jam 3 sore kami sampai di Golden triangle, lalu berfoto-foto disekitar lokasi ini. Golden Traingle merupakan perbatasan antara 3 negara yaitu Thailand, Myanmar, dan Laos yang dipisahkan oleh sungai Mekong.

 

the+golden+triangle-1.jpg   IMG_2061.jpg

 

the+golden+triangle-2.jpg

 

IMG_2066.jpg    the+golden+triangle+sign.jpg

 

Setelah selesai foto-foto, kita istirahat sambil membeli minuman di counter yang ada. Nah lucunya nich...tour guide menyarankan saya beli Thai Milk Tea tapi setelah agak  lama koq orderan saya  tertukar dengan Puan Jamilah Lee. Saya order Thail Milk Tea malah dapetnya Lemon Tea. hehehe... Sekitar jam 4 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Chiang Mai.

 

IMG_2074.jpg

 

Perjalanan cukup panjang melewati sekitar 3 perbukitan yang berkelok-kelok, kami sempat 2x berhenti untuk membeli buah nanas yang dijual ditepi jalan dan kemudian berhenti lagi di pom bensin untuk ke toilet. Nah desain luar toiletnya agak nyeleneh nich yaitu dengan gambar koboi. Ada lagi gambar yang lebih heboh di dinding, tapi saya ga ambil gambarnya.. hehehe...

 

IMG_2079.jpg

 

Akhirnya kami tiba di Chiang Mai sekitar jam 8 malam. Di Chiang Mai kami menginap di hotel yang sama seperti hari pertama tiba di Chiang Mai yaitu Hotel Centara. Selesai check in dan mandi, kami keluar untuk makan malam di restaurant di area pasar malam. Nah kali ini saya membeli sandal hand made seharga THB 100. Selesai jalan-jalan di pasar malam, lalu kembali ke hotel untuk packing  dan istirahat karena besok pagi kami akan check out awal.

 

Day 4

Jam 6 pagi kami bersiap untuk sarapan kemudian dilanjutkan check out. Jam 7 pagi kami sudah berangkat menuju bandara Chiang Mai karena flight kami jam 9.55 dengan tujuan Kuala Lumpur. Hanya perlu sekitar 15 menit untuk sampai di Bandara Chiang Mai, bandara relatif kecil dan tidak banyak yang bisa dilakukan di bandara ini. Pesawat berangkat tepat waktu dan setelah 2jam akhirnya kami tiba di Kuala Lumpur sekitar jam 1 siang.

 

Memasuki imigrasi kami kembali dihadapkan dengan antrian yang panjangnya minta ampun, mungkin ini disebabkan karena arrival yang bersamaan dari beberapa flight.  Beberapa orang saling serobot antrian di imigrasi, ini membuat petugas dan penumpang jadi emosi. hehehe...

Seorang nenek-nenek bule dengan bersungut-sungut berebut antrian dengan kakek bule di depan ku, Sedangkan di belakang ku dua orang lelaki ngoceh-ngoceh karena antrian panjang dan tak semua counter imigrasi ada petugasnya. 

 

 Akhirnya selesai juga urusan imigrasi dan saya pun menuju ke baggage claim rupanya koper saya sudah diturunkan dari conveyor. Selesai ambil bagasi lalu saya keluar dan menuju food garden yang ada di bagian ujung bandara LCCT untuk istirahat. Sekitar jam 4 saya kembali untuk check in untuk melanjutkan penerbangan ke Jakarta dengan jadwal terbang jam 18.50. Sepanjang flight menuju Jakarta lebih banyak saya pergunakan untuk tidur.hehehe...

 

 Sekitar jam 19.55 mendarat di Jakarta...home sweet home...kepala berasa puyeng banget setelah perjalanan panjang dari Chiang Mai sampai Jakarta.

 

But overall, walaupun lelah saya tetap bersyukur mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke northern Thailand untuk pertama kalinya. Dan ini semua bukan sekedar jalan-jalan biasa.

 

Salam traveller :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

oo jadi pas saya ke KL itu mba ke Chaing Mai ya hahah waktu nya barengan :D

kebetulan saya ambil ke Chiang Mai buat 2015 bisa neh jadi acuan :D

Thailand emang gak pernah ngebosenin deh 

 

iya mod, aq tgl 17-20 ke Chiang Mai via KL. sayangnya di Chiang Mai ga banyak angkutan umum. kebetulan aq sewa van utk 7 orang.

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info tentang perkebunan na

jadi pengen berkunjung ke chiang mai n chiang rai lagi  :kesengsem 

 

iyaa...suka banget dgn kebun buah2an di Thailand Utara...wkt terbaik utk berkunjung adl pas musim buah2an, bisa puas menikmati buah kelengkeng, mangga, rambutan dan jeruk. :makan

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

nah kalo musim buah2an nya itu bulan kapan aja mba ?

 

kalau kelengkeng/rambutan/mangga skitar bln juni-agustus. kalo jeruk yg di tanathon orchard (chiang rai) berbuah sepanjang tahun...perkebunan jeruk terkeren yg pernah aku lihat...batu dan brastagi kalah. hehehe....

Share this post


Link to post
Share on other sites

Bu Sari Bagus sekali Fr Beda Dari Biasanya Dari Yang lain Benar2 Keindahan yang di tampilkan

 

@ko Acong

 

Terima kasih :senyum

Ini trip study tour dari Malaysia...jadi mengunjungi beberapa tempat yg memang bukan tujuan wisata pada umumnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Sari Suwito

oo jadi pas saya ke KL itu mba ke Chaing Mai ya hahah waktu nya barengan :D

kebetulan saya ambil ke Chiang Mai buat 2015 bisa neh jadi acuan :D

Thailand emang gak pernah ngebosenin deh 

waahh kapan nih mod.... gue juga ada tiket promo murah kl-cm tapi masih galau krn ga ada temen... rencana nyebrang ke luang prabang dari chiang mai, pengennya...... :terpesona

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

  • Similar Content

    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











    • By Daniyah Isa
      Assalamualaikum 
      Salam kenal,
      Panggil saya, Nia
      Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke LN dg mengurus semua keperluan sendiri. Biasanya, sdh terima beres dari kantor, karena memang ada urusan. Nah, destinasi yg saya pilih tdk jauh tp harus berkesan ! Melaka. Kota yg ditempuh dlm waktu 2 jam dari KLIA2. 
      Gimana caranya saya bisa sampai ke sana ? Inih dia, detailnya ;
      1. JKT-KLIA2
      Pesan tiket pesawat yg everyone can fly dari situs resmi. Lama waktu sekitar 2 jam, berangkat 10:10am sampai KLIA2 13:15pm.
      Di KLIA2, ikuti saja petunjuk arah yang ada, sambil ikuti arus kemana orang-orang pergi. Nanti, ada eskalator naik, lalu ada eskalator turun langsung ke tmpt imigrasi. Setelah keluar dari imigrasi, saya temukan mall dg counter-counter barang branded. Semacam Grand Indonesia, kalau di Jakarta.
      Buat yg terburu-buru sampai ke KL dg cepat, mgkn ada urusan meeting or apa, bisa lurus terus ke pintu keluar. Di samping pintu keluar ada loket pembelian tiket KL Ekspres, seharga 55RM dg waktu tempuh 33menit ke stasiun KL SENTRAL. Dari KL Sentral, bisa pilih kemana saja tujuan teman-teman yg mau dicapai. Ibarat di Jakarta nih, KL Sentral tuh Manggarai. 
      Tujuan wisata saya, dan teman saya adalah Melaka. Belajar dari blog dan bbrp artikel, butuh kendaraan bus utk sampai ke sana. Hanya bus saja, tdk ada kereta atau MRT yg menuju ke sana. Saya pun, turun lagi ke lantai G dg eskalator. Jangan takut kesasar ! Banyak petugas keamanan yg berjaga.
      Sampai di lantai paling dasar, ada sederet loket yang menjual tiket bus, taxi, sewa kereta (mobil). Langsung saja, membeli tiket bus Transnasional tujuan Melaka Sentral, seharga 24.10RM. Di tiket sudah tertera nomor tempat duduk, gate tempat menunggu. Wah, pokoknya tertib dan teratur! Meskipun busnya lebih bagusan DAMRI sih bagi saya, hehehe.
      2. Melaka dan Wisatanya 
      Selama 2 jam perjalanan dari KLIA2, sambil bengong-bengong liat pemandangan (apa bener gue di Malaysia? Ini mirip ke Ciawi yah ? Heheheh) yang membedakan tuh, sepanjang jalan lancar jaya. Mgkn supir bus kapalan nginjek gas, hehehe. Duh bahagia deh kalau Jakarta jalanannya kaya gini terus. Sampai tibalah saya di Melaka Sentral, ibaratnya Terminal Kp. Rambutan gituh. 
      Waduh, sepi banget ! Macam ga ada kehidupan. Bingung juga kan, mau ke hotel gimana ? Boro-boro kuota buat pesan taksi online, sinyal ajah ga dapat.
      Yaa, saya tanya ke petugas kebersihan, dan memang bus Panorama 17 tujuan Bangunan Merah, agak lama. Bukan karena macet yaa, ini karena jalanan di Melaka tuh Sehala (satu arah) jadi dia berputar dulu.
      Sejam menunggu, datanglah bus Panorama 17. Disinilah pengalaman dimulai, banyak yg Negor dan tanya "Indonesia ya ? Indonesianya mana ?" Agak bingung sih, ditanya begitu. Biasanya ditanya "Jawanya mana ?" Padahal sih, sama saja hehehe. 
      Saya menginap di hotel Hallmark Crown, 3H2M, seharga 147RM include Breakfest, free wifi. Wilayahnya dekat dengan mall Dataran Pahlawan, jalan kaki 10 menit lah. Jadi turun saja di Dataran Pahlawan, ongkos busnya 2RM saja. Hotelnya comfie banget ! Disetiap sudut ada galon. Jadi bisa refil sepuasnya, ditambah kulkasnya menyala dg sempurna. Wah, recomend deh!
      Saran utk teman-teman yg mau pesan hotel di Melaka, pesan di daerah sekitar Dataran Pahlawan (rate murah), Bangunan Merah, dan Jonker Street. Tiga tempat itu, sudah dekat banget kemana-mana. Jadi bisa jalan-jalan santai, foto-foto, interaksi sama penduduk lokal. Yg penting, rajin jalan kaki yaa, hehehe.
      Hari pertama saya mengunjungi Bangunan Merah, jalan kaki dari Hotel 15 menit. Melewati mall-mall Besar, dan rupanya ada carnaval becak hias, mobil hias dan barongsai. Jadi nggak berasa jauh dan capeknya.
      Di Melaka, ada yang saya lihat di maps Google itu jauh, ternyata dekatan. Menara Taming Sari, Bangunan Merah, Jonker Street dan River Cruise. Yang jauh, cuma Masjid Selat Melaka. Masjid Selat Melaka memang harus menggunakan taksi online, karena jaraknya terpisah dengan daratan Melaka kota dan masuk ke kompleks perumahan. 
      3.Kuliner dan Oleh-oleh Melaka
      Sempat bingung mau makan apa di Melaka. Hari pertama saya sampai di Melaka, sudah malam dan banyak yg tutup. Masa iyah sih, jauh-jauh ke Melaka, makanya McD? Nggak ada nasi lagi. Akhirnya mampir ke 7Eleven (horeee, Nemu 'sevel !) Beli nasi lemak instant dan mie instan. Lupa berapa harganya, tapi cukup menahan lapar. Serius deh, sebenarnya nggak lapar-lapar banget ! Cuma karena nggak mau masuk angin ajah.
      Terakhir perut diisi sama sandwich Subway yg beli di KLIA2. Hufh, gara-gara ngincer destinasi wisata jadinya lupa makan. 
      Hari kedua, masih hunting foto disekitar Bangunan Merah, Taming Sari, River Cruise. Cerah banget langit di Melaka, dan udaranya juga segar nggak ada polusi (kapan Jakarta begini ? Mungkin ga yah ?). Di samping Bangunan Merah, ada tangga menuju bukit. Diatasnya bangunan reruntuhan yang menghadap lautan lepas. Keren banget !!! Duduk-duduk saja sambil lihat pemandangan. 
      Oh Iyah, untuk beli oleh-oleh seperti gantungan kunci, kaos tulisan Melaka, tas Melaka, tempatnya di Medan Samudera. Tenang, ga jauh kok ! Ga perlu nyebrang. Dari Bangunan Merah, ambil sisi kanan dan lurus terus sampai lihat bangunan kapal pesiar. Nah di sana, yang paling murah ! Kaos dapat 10RM, gantungan kunci dapat 8RM, 6 gantungan kunci. Meski di Bangunan Merah juga ada lapak yang menjual, lebih baik beli di Medan Samudera, karena harganya lebih terjangkau. 
      Selain beli oleh-oleh, di tempat ini ada warteg Melayu loh ! Syukurlah, ada warteg juga. Awalnya sempat underestimate gitu. Makanannya mirip makanan warteg, dan ga lebih menarik dari warteg Jakarta. Karena Nggak enak sama Ibu penjualnya, yg tiba-tiba udah nyendokin nasi, mau ga mau dibeli. 
      Yaa sayur tumis kacang panjang dan ayam goreng jadi menu makan siang. Pas dimakan, enak ! Ini karena efek capek mungkin yaa. Minum air mineral, biar nggak makin haus. Tadinya sih mau makan nasi Briyani dan teh tarik, tapi dia hanya jual di hari Minggu. Seporsi makanan warteg Melayu cuma 6RM. Waah, amazing ! akhirnya bisa menghemat, heheheh.
      Lepas makan, lanjut belanja-belanja di sekitar Medan Samudera. Biasa, buat yang dirumah, mau dibeliin kaos dan gantungan kunci utk disebar, hehehe. Jalan lagi ke Bangunan Merah, baru ketemu kedai es cendol. Katanya sih, es cendol di Melaka itu khas banget. Yaudah, saya beli yang es cendol kacang merah. Rasanya ??? Waah, enak banget !!! Pass buat saya yang ga terlalu suka manis. Kuah santannya gurih, cendolnya segar dan kacang merahnya manis. 
      Wah, okeh banget lah ! Rencana kalau ngidam, maunya ngidam es cendol Melaka. Hahahah
      Menjelang sore, saya bersiap menuju Mesjid Selat Melaka. Menikmati sunset sambil menunggu waktu magrib. Magrib di Malaysia, setengah tujuh. Tapi langitnya seperti setengah enam, Jakarta. Waktu di Malaysia tuh cepat banget ! Mungkin ini planet Merkurius, satu menit tiga puluh detik. Semua terasa cepat.
      Saya dan teman-teman menuju Masjid Selat Melaka menggunakan taksi online. Sampai di sana, waah indah banget ! Lebih indah dari foto-foto Google. Garis cakrawala sudah menyapa di langit. Air laut biru bersih tanpa sampah. Saya berdiri di halaman belakang Masjid menatap langit sore. Diterpa angin laut, dan ada beberapa wisatawan lain berlalu-lalang. Sayang, lagi nggak sholat Magrib di sini. 
      Akhirnya cuma nunggu teman yang sholat Maghrib, sambil jaga sendal hahaha.
      Malam terakhir di Melaka, saya menuju rumah makan Eeji Ban Chicken, penjual makanan khas Melaka. Ada Rice Balls, Asam Pedas, Nasi Lemak, harganya pun terjangkau. Berkesan makan ditempat ini, karena rumah makan Eeji Ban recomend dari supir taksi online. 
      4. Check Out Melaka
      Hari terakhir di Melaka, saya merasa sedih banget ninggalin tempat ini. Padahal rumah ini kampung orang, negeri orang, huhuhu. Nggak mau repot karena tas udah beranak, jadinya saya dan teman-teman naik taksi online ke Melaka Sentral.
      Di Malaysia pada umumnya, jarang ada sirik-sirikan or persaingan. Contohnya di terminal Sentral Melaka. Tadinya mau naik bus Delima,  bus terkenal dikalangan blogger yg pernah kesana. Tapi sama kenek Delima, disuruh ke bus satunya lagi yg kurang eksis. But its OK ! Yg ptg sampai, heheheh.
      Dua jam perjalanan menuju terminal bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan), amazing !!! Terminal Bus rasa Bandara Terminal 3. Bersih, tertib, rapi. Dibawahnya, ada stasiun menuju KL Sentral. 
      5. Sehari di Kuala Lumpur 
      Berhubung pesawat tengah malam, jadi siang masih bisa jalan-jalan sebentar di Kuala Lumpur. Hunting foto di KLCC, Dataran Merdeka dan jalan-jalan ke Mall *lagi. 
      Dari Terminal TBS, naik KL transit ke stasiun KL SENTRAL seharga 6.5RM. Dari KL SENTRAL, bisa ke Batu Caves, KLCC, Mesjid Jamek, KLIA2. Ada peta seperti peta yang ada di halte Transjakarta, di sana juga ada petugas yang membantu dan menanyakan "Can i help you ?" So, tak perlu takut tersesat. 
      Stamina udah low, meski cuma naik turun kendaraan umum tp cukup bikin lemas. Selain makan, kita juga butuh vitamin, kalau capek lebih baik istirahat.
      Di KL SENTRAL, ada loker penitipan dg kunci sensor wajah. Jadi kita ga perlu deh tengteng tas beranak kesana kemari. Harganya 20RM utk loker kecil dan 30RM utk loker besar. Sangat disarankan berpergian sama teman, biar segala biaya bisa ditanggung bersama. Tapi milih juga yaa, teman yang gimana buat diajak jalan jauh. Apalagi, ke LN yg jalan kakinya jauh-jauh.
      Baiklah, itu pengalaman pertama saya traveling ke Melaka, Malaysia. Saya sangat suka tempat itu, lebih indah dari yg saya bayangkan. Terutama yg hobi fotografi, ini banyak spot-spot bagus di Melaka. 
      Oh Iyah, makasih banyak buat Mba Vira. Mgkn dia jarang aktif di forum ini. Saya pun juga newbie. Ketemu jalan2.com karena random ajah, hehehe. Lagi bosen, drpd stalking sang EX atau baca berita hoaks, iseng-iseng cari soal Melaka. Tiba-tiba muncul situs ini, dan saya kenalan sama Mba Vira. Nggak ada sedikitpun curiga bakal gimana nnt disana, tinggal jalan ajah. Hehehe
      Nah buat teman-teman, semoga tulisan saya membantu dan jadi referensi kalau kalian mau ke sana. Ingat, No need bilang, barang ini murah atau mahal. Soalnya beda "Peradaban".
       








       
    • By seyakasamira
      Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa..  so, langsung saja..
      Day 1.
      Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak).
       
      Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy..





       
      Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua   . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya.







       
      Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa.
      Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak.  Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences.
       
      Day2.
      Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye..







       
      Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya.  Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi..

      siswi

      the team
      Tom
      Gajah Mada
       
      Day 3.
      The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii...
      Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu..
      Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta