Sign in to follow this  
daffa

Nongkrong di Kemang Nyok!

18 posts in this topic

Guyss, hari ini gw mau sharing salah satu kawasan di Jakarta yang oke banget buat nongkrong, gaul, atau wisata kuliner. Nama kawasan itu adalah Kemang di Jakarta Selatan. Pasti nya kalau temen2 yang di Jakarta pasti pernah denger or dateng kesini kan?

Buat temen2 yang di luar Jakarta harus sempatin untuk ke tempat ini kalau lagi main2 ke Jakarta.

Sebenernya kemang ini tidak ada bedanya dengan kawasan lainnya di Jakarta, tapi entah kenapa dari dulu daerah ini selalu dijadikan salah satu icon tempat pergaulan elit di Jakarta. Banyak selebriti yang datang ke Kemang, bahkan tidak sedikit dari mereka yang membuka kafe atau pub di Kemang.

Salah satu pendukung modernisasi di daerah Kemang ini karena banyaknya ex-patriat alias bule2 yang tinggal di kawasan ini, ditambah lagi ada Kemcik, supermarket spesialis produk luar negeri milik Bob Sadino, tokoh entrepreneur nasional. Makin betah aja tuh bule2 tinggal di Kemang karena ada kemcik ini :D

Kebanyakan kafe atau resto di sini menawarkan konsep yang berbeda2 sebagai daya tariknya. Ada yang sifatnya kafe open air di lantai atasnya, ada yang seperti diskotik dan buka sampai pagi, bahkan ada juga kafe 24 jam khusus untuk mereka yang suka begadang :P

Sebenarnya di daaerah Kemang ini tidak hanya kafe dan resto, semua fasilitas dan keperluan sehari2 ada juga disini. Mulai dari Superindo, toko bayi, factory outlet, KFC, apartemen, dan lain2. Makanya jangan heran kalau disini sering macet hehehe...

Otre deh segitu aja sharing gw tentang Kemang :D

post-123-0-62537900-1351825898_thumb.jpg

post-123-0-69409900-1351825903_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

selain FO nya yang keren-keren, emang kemang ngak ada matinya apalagi kalo malem minggu sampe jam 3 pagi juga masih rame aja...apalagi di KFC anak-anak gaol gitu banyak banget yang masih wara wiri termasuk gw :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

kemang?

banyak anak orang kaya nya om..

minder saya :D

ngak usah minder Sis Dora, kalau ke sana ya jangan sendirian kalau sendirian juga pasti benggang benggong jatohnya :D

anak2 gaol itu juga mayoritas ngegeng dan asik2 kok, jadi kalau mau kesana biar tidak minder ajak temen2 geng kamu aja pasti lebih seru :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

ngak usah minder Sis Dora, kalau ke sana ya jangan sendirian kalau sendirian juga pasti benggang benggong jatohnya :D

anak2 gaol itu juga mayoritas ngegeng dan asik2 kok, jadi kalau mau kesana biar tidak minder ajak temen2 geng kamu aja pasti lebih seru :)

maennya ke La Codefin yah..

saya tau nya itu doang dari radio show :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

lengkap buanget ye...asoy geboy kayaknya, disamping belanja kita juga bisa cuci mata (bukan cuci kaki) karena kabarnya banyak bule-bule yang juga sering nongkrong disini!

kalau agan-agan kesini, ajak-ajak ya biar tambah suerrruuu duarr...

Share this post


Link to post
Share on other sites

namanya Antipodean cafe menariknya dari cafe ini, kita bisa mesan menu breakfast sama lunch di malam hari mulai dari smoked salmon omeltte, srambled eggs, big breakfast, french toast, banana pancake, thai beef salad, masih banyak lagi yang bisa di nikmatin tentunya dengan kualitas yang bisa muasin lidah...maknyos deh pokoknya

Share this post


Link to post
Share on other sites

kuliner di kemang memang tidak ada habisnya, nah untuk pecinta steak ada juga namanya Steak Lovers menu yang disajikan super lezat harganya pun masih terjangkau tidak hanya rasanya aja yang bikin kita ketagihan interior yang nyaman dan sangat western juga mampu menyuguhkan kesan tersendiri

Share this post


Link to post
Share on other sites

papa saya juga kalau beli kopi pasti di Kemcik Bro, kopinya beda dari yang lainnya dan kalau beli juga masih yang berbentuk biji jadi di olah pake mesin sendiri di rumah

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Gushairon Fadli
      Halo sobat Jalan-jalan, aku mau kasih info buat sobat soba yang rumahnya di sekitaran kota madya Madiun (Kab. Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan). pas main ke Madiun bisa dicoba nih, ngopi bareng teman-teman sekaligus menikmati suasana kota madiun yang ramai dan terus maju.
      Beberapa rekomendasi tempat nongkrong di Madiun yang asik dan cukup rekomen untuk kumpul asik bareng teman, ngopi bareng dan bisa buat meeting juga lho.
      Jiero Wedangan
      Jiero Wedangan merupakan salah satu Kafe yang terletak di Jalan Bali No. 17 Madiun ini serta sediakan bermacam macam menu makanan & minuman yang bermacam macam mulai sejak dari nasi kucing sampai wedang jahe yang populer sanggup memerdukan nada.
      Jadi kalian tak usah bingung seandainya lagi hangout sama rekan-rekan kalian di sekitaran Madiun, tempat nongkrong di Madiun yang cukup keren, dan tematnya juga asik, langsung saja ke Jiero Wedangan ini.
      Kafe yang mengaplikasikan design gaya hidup dibuat dan dirancang sebaik bisa saja maka amat nyaman di lihat mata. Dinding di Jiero Wedangan dirancang dengan dekorasi yang bagus dan amat ramai , maka buat kalian yang menyukai poto atau istilahnya kini itu selpie, tepat banget di Jiero Wedangan ini.
      King Kong Kafe
      Pertama yaitu Kedai Susu Lezat (SULE), kedai ini bernama King Kong Madiun, menjadi rekomendasi terakhir yang anda mesti kudu wajib cobalah jikalau dateng ke Kota Ini. Meski terbilang lebih mungil dari sederet Kafe & Resto di atas ini, tetapi soal rasa, susu disini miliki rasa yang sungguh legits enak sekaligus tempatnya pula nyaman banget.
      Menu andalan seperti Aneka Susu dgn beraneka ragam Rasa Mulai Sejak dari Blueberry, Chocolate, Almond, Vanila ataupun Kombinasinya tentu untuk anda ketagihan & mau mencoba untuk yang kedua kalinya. Apalagi cocok dgn namanya King Kong dah tentu Size Susu Lezat ini ada berukuran King alias Besar Banget, namun tetep aja untuk anda nambah lagi. Janganlah lupa buat mencoba Donat Bakar “Dokar” nya King Kong. Donat yang satu ini serta nggak kalah beradu bersama Donat Franchise sejenis  ada di Kota ini.
      Gelato Café Madiun
      Buat makanannya pun gag kalah seru di sini disediain dalam menu Combo Set yang terdiri dari Grilled/Fried Beef Teriyaki With Rice, Grilled / Fried Chicken Teriyaki With Rice, Grilled Beef Steak With Rice / Fries, & ada banyak lagi combo set yang lain. Ada pula menu tergabung dalam other specialties adalah menu yang terdiri dari makanan ringan seperti Aneka Burger, Hot Dog, Chicken Crispy, Chicken Wings, Breaded Calamari, Shrimps, Onion Rings, Garlic Bread, Nugget, French Fries, Kulit Ayam Crispy.
      Jika kamu sudah tahu tempat nongkrong yang tepat, bersenang-senang akan jadi mudah dan gampang. Semoga informasinya bermanfaat ya.

    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Kebiasaan meminum kopi tentu saja merupakan salah satu kebiasaan yang tentunya disukai oleh banyak orang. Apalagi jika kamu dapat meminum kopi sambil bersantai.
      Nah, menikmati suasana meminum kopi sambil bersantai rupanya telah menjadi salah satu kebiasaan yang menyenangkan untuk dinikmati di Jogjakarta. Di kota budaya ini kamu dapat menyaksikan warung kopi dari kelas angkringan hingga mal dan kafe.
      Nah, penikmat kopi di Jogjakarta pun beragam dari mulai penikmat kopi sejati, kopi murni hingga kopi bungkusan. Apakah kamu berencana untuk menyambangi Jogjakarta dan tidak melewatkan kesempatan minum kopi di sana?
      Selain minum kopi, tempat-tempat di bawah ini juga seru untuk dijadikan sebagai tempat nongkrong yang asik.
      Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam rekomendasi tempat minum kopi dan nongkrong di Jogjakarta yang sayang untuk kamu lewatkan. Yuk, simak rekomendasinya berikut ini.
       
      1. Kedai Kopi Wikikopi


      Kedai Kopi Wikikopi via Spotasik


      Kedai Kopi Wikikopi via Spotasik
       
      Inilah dia salah satu tempat minum kopi di Jogjakarta yang dapat kamu jadikan sebagai referensi. Tempat minum kopi ini adalah Kedai Kopi Wikikopi yang beralamat di Jl. P.Diponegoro, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.
      Di tempat ini hanya terdapat beberapa meja, mesin pembuat kopi dan beberapa biji kopi yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan, jika pengunjung yang datang sudah lebih dari 10 orang, maka pengunjung tersebut harus rela untuk duduk lesehan.
      Tempat ini dibangun bukan hanya untuk menikmati kopi tetapi juga sebagai pusat bisnis dimana pengunjung dapat melihat bagaimana kopi bisa menjadi peluang bisnis tersendiri.
      Para pengunjung akan diberi tahu tentang teknik dan proses membuat kopi, serta mengetahui bagaimana kopi di perkebunan. Para pengunjung akan dijelaskan mengenai kopi dari hulu ke hilir.
      Para pengunjung akan dijelaskan mengenai kopi dari perkebunan hingga menjadi secangkir kopi. Saat ini, ada sejumlah penggemar kopi yang sedang belajar lebih lanjut tentang kopi dan dibantu oleh empat mentor.
      Mereka akan diajak ke perkebunan kopi, berinteraksi dengan petani kopi, menanam kopi, memilih biji kopi, hingga memroses biji kopi menjadi secangkir kopi siap dinikmati.
      Salah satu hal yang unik dari Wiki Kopi adalah para pengunjung akan selalu mendapatkan kartu nama yang terdapat catatan khusus tentang kopi yang telah dicicipi.
      Tujuan dari kartu nama ini adalah agar para pengunjung tidak lupa dengan kopi yang pernah dicicipi. Sehingga, jika kamu ingin mencicipi kopi dengan karakteristik yang pernah kamu minum sebelumnya, kamu dapat menunjukkan kartu tersebut kepada barista di kafe ini.
       
      2. Angkringan Kopi Jos Lik Man


      Angkringan Kopi Jos Lik Man via Yogyes


      Angkringan Kopi Jos Lik Man via Indoturs
       
      Selanjutnya, inilah dia sebuah tempat angkringan kopi di Jogjakarta yang tentunya menarik untuk disambangi kamu yang ingin menikmati kopi. Angkringan kopi ini terletak di bagian utara Stasiun Tugu, Jogjakarta.
      Angkringan Lik Man dikelola oleh putra Mbah Pairo yang merupakan penjual angkringan pertama di Jogjakarta. Angkringan sendiri memang identic dengan tempat bersantai warga dengan harga yang relative murah.
      Bagi kamu yang menyukai kopi, kamu dapat mencoba untuk menikmati kopi jos. Kopi jos sendiri adalah kopi dengan sajian berwarna hitam yang menyuguhkan kopi yang unik. Meskipun tidak dibuat oleh barista handal, tetapi kopi jos mampu memberikan sajian kopi menarik dan istimewa.
      Keunikan kopi jos adalah kopi yang dicampur arang dari tungku. Kopi jos sendiri merupakan kopi tubruk yang diseduh dengan menggunakan arang panas.
      Cara membuat kopi jos sendiri sangat sederhana. Bahan baku kopi yang digunakan biasanya adalah kopi Lampung. Setelah itu, akan langsung diseduh dengan air panas. Biasanya, akan dimasukkan arang yang masih panas ke dalam gelas kopi.
      Khasiat dari minum kopi jos sendiri adalah menghilangkan kembung dan masuk angin. Panasnya sendiri cenderung cukup awet karena pengaruh diberikannya arang ke dalam gelas kopi.
      Selain menawarkan kopi tradisional yang tentunya dapat kamu coba, angkringan ini juga menawarkan kuliner lainnya seperti nasi kucing dan gorengan khas Jogja.
      Bagi kamu yang ingin mencicipi minum kopi dengan suasana yang tradisional dan merakyat maka tentu kamu dapat mencoba untuk menyambangi angkringan yang satu ini. Selain itu, harganya juga terkenal merakyat dan cocok di kantong.
      Angkringan ini sendiri tidak pernah sepi karena banyak pengunjung yang datang dan berkunjung. Pengunjung yang datang ke angkringan ini bukan hanya berasal dari kalangan anak muda namun juga dari kalangan orang tua.
      Bagi kamu yang tidak menyukai kopi, dapat mencoba untuk mencicipi the nasgitel (panas legit kentel). Selain itu, kamu juga dapat mencoba untuk menikmati es tape hijau.
      Kamu juga dapat mencicipi jadah bakar. Jadah, makanan berbahan dasar beras ketan, kamu bisa memintanya untuk membakarnya terlebih dahulu sebelum dinikmati selagi masih hangat.
      Nah, jika kamu ingin merasakan menyambangi angkringan ini dengan suasana yang menenangkan, kamu dapat mencoba untuk menyambangi angkringan ini di sore hari. Pada waktu sore hari dari pukul 3 hingga 6 sore, biasanya angkringan ini dipenuhi oleh orang yang lebih tua sehingga suasananya belum seramai di waktu malam hari.
      Untuk melengkapi pengalamanmu dalam mencicipi kopi di kota Jogjakarta, maka kamu dapat mencoba untuk menyambangi angkringan yang satu ini.
       
      3. House of Coffee Timoho


      House of Coffee Timoho via Koran Sindo
       
      Inilah dia salah satu tempat minum kopi di Jogjakarta yang tentunya dapat kamu masukkan ke dalam daftar referensimu. Tempat ini adalah House of Coffee Timoho yang terletak di Jalan Timoho Yogyakarta.
      Bagi kamu yang sudah menyambangi Jogjakarta, belum lengkap rasanya jika belum menyambangi House of Coffee Timoho ini. Konsep yang diusung dari tempat ini adalah konsep dapur terbuka.
      Di tempat ini, kamu tidak akan mendapatkan fasilitas free wifi. Hal ini karena pemiliknya ingin para pengunjung dapat saling berinteraksi sambil menikmati kopi tanpa adanya gangguan dari gadget maupun internet.
      Di tempat ini juga diberi berbagai keleluasaan untuk memilih metode pembuatan kopi yang akan digunakan seperti kopi tubruk, Vietnam dreep, French press, dan V60.
      Salah satu jenis racikan kopi yang menjadi favorit pengunjung adalah jenis coldbrew. Coldbrew disajikan dalam bentuk dingin yakni dengan proses racikan menggunakan es batu. Cukup lama racikan ini dipersiapkan bisa mencapai 12 jam, hal ini karena yang diambil adalah saripati kopinya.
      Racikan Coldbrew aromanya sangat khas berupa aroma fermentasi kopi. Untuk menikmati racikan ini biasanya para pelanggan pesan sehari sebelumnya, namun coffee shop ini biasanya sudah menyediakan bagi para pelanggannya terlebih bagi pengunjung coffe shop yang baru.
      Para pengunjung juga akan diperbolehkan untuk membuat kopi sendiri jika memang ingin. Selain itu, bila kondisi kafe sedang tidak begitu ramai, pemilik kafe ini juga akan menjelaskan sendiri mengenai cara untuk membuat kopi.
      Di dalam toples bening, biasanya akan ditaruh lebih dari 10 jenis kopi dalam bentuk biji yang siap dipilih oleh para pengunjung yang datang menyambangi House of Coffee Timoho ini.
      Beberapa jenis kopi yang tersedia di tempat ini antara lain adalah kopi Aceh Gayo, kopi Mandailing, kopi Ciwidey Jawa Barat, Bali Kintamani, Toraja, Flores, Wamena, Blue Batak, Java Dampit Malang, Kopi Lampung, Menoreh, dan Bulukumba.
      House of Coffee Timoho ini dibuka setiap hari dari pukul 14.00 hingga 02.00 WIB. Selain kopi asli, di tempat ini juga disediakan makanan ringan yang dapat kamu cicipi bersama dengan kopi tersebut.
      Harga yang ditawarkan untuk secangkir kopi juga bervariasi dari mulai 10 ribu hingga 17 ribuan. Nah, untuk melengkapi referensi tempat minum kopimu selama berada di Jogjakarta jangan lupa luangkan waktu untuk mengunjungi tempat yang satu ini.
       
      4. Legend Coffee


      Legend Coffee via Legend Coffee
       
      Nah, inilah dia tempat minum kopi selanjutnya di Jogjakarta yang tentunya dapat kamu masukkan ke dalam daftar tempat minum kopimu. Tempat ini adalah Legend Coffee yang terletak di Jalan Abu Bakar Ali no. 24 Jogjakarta.
      Tempat ini seringkali ramai dikunjungi oleh para anak muda Jogjakarta baik yang ingin sekedar bermain games maupun menikmati fasilitas internet di kafe ini.
      Kamu tidak perlu khawatir menyambangi Legend Coffee akan mampu menguras kantongmu. Range biaya yang akan kamu keluarkan untuk menikmati makanan atau minuman yang tersedia di Legend Coffee ini sendiri bervariasi antara Rp 5.000,00 hingga Rp 20.000,00.
      Ketika menyambangi tempat ini, kamu akan dimanjakan seperti seolah-olah kamu sedang berada di dalam rumahmu sendiri. Dengan konsep Games Café & Community Café, Legend Coffee heritage, unik, dan elegan.
      Ketika menyambangi kafe ini, kamu akan dimanjakan dengan fasilitas wifi yang menyenangkan. Selain itu, fasilitas lain yang tersedia di sini adalah Soccer Table, Bilyar Mini, karambol, Dart Games, Card games yang sengaja disiapkan untuk komunitas 80-an.
      Nah, sementara itu, untuk anak muda zaman sekarang biasanya disedikan fasilitas lain seperti PS 3, Nintendo WII dan Painball. Kamu juga dibebaskan untuk menggunakan fasilitas ini.
      Kelebihan lain yang ditawarkan oleh tempat ini adalah kafe ini beroperasi selama 24 jam sehingga kamu dapat menyambangi tempat ini kapanpun kamu inginkan.
      Para pengunjung maupun pelaku komunitas seni juga dapat memajang karya seni mereka di dinding kafe ini. Hal ini guna membuat para pengunjung dapat merasa semakin nyaman ketika menyambangi kafe ini. Pemilik kafe juga sebelumnya memang sudah menaruh perhatian lebih terhadap pelaku komunitas.
      Karya yang dipajang sendiri dapat berupa foto, lukisan, dan masih banyak lainnya.
      Kafe ini memiliki space yang cukup luas. Para pengunjung sendiri dapat memilih untuk duduk di kawasan outdoor di bawah payung besar yang nyaman. Selain itu, para pengunjung juga dapat duduk di bagian dalam dengan suasana lounge yang menyenangkan.
      Nah, untuk melengkapi referensi tempat minum kopimu selama berada di Jogjakarta jangan lupa luangkan waktu untuk mengunjungi tempat yang satu ini.
       
      5. The Captain Urban Lounge


      The Captain Urban Lounge via Trip Advisor


      The Captain Urban Lounge via Panduan Wisata Kuliner
       
      Nah, bagi kamu yang menyukai nuansa kafe yang unik, kamu tentu dapat mencoba untuk mengunjungi The Captain Urban Lounge. Kafe unik yang satu ini terletak di Jl. Damai No.41, Sari Harjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman.
      Keunikan dari kafe ini adalah nuansa yang diciptakannya. Ya, ketika memasuki kafe ini kamu dapat melihat nuansa cockpit di pesawat. Banyak pengunjung yang datang memilih untuk selfie di cockpit pesawat yang satu ini.
      Tidak tanggung-tanggung, kamu juga dapat melihat bagian kepala pesawat Fokker 28 menjadi bagian utama dari kafe yang satu ini. Memasuki interiornya, kamu juga dapat melihat dan merasakan untuk duduk di kursi yang merupakan kursi asli pesawat.
      Bagian dari pesawat pun juga dijadikan sebagai dinding di beberapa tempat yang terdapat di kafe ini. Hal ini tentu semakin menambah nuansa unik yang tercipta di kafe ini, bukan?
      Karena keunikannya inilah tidak jarang banyak pengunjung datang dan menghabiskan waktu untuk berfoto-foto. Hal ini karena interior pesawat ini pun terkesan sangat baik dan nyaman. Kafe ini merupakan kafe yang pertama dan satu-satunya yang berkonsep Lounge and Bar di Jogjakarta.
      Suara dentuman dari Disc Jockey dan akustik akan menemani pengunjung sepanjang malam sesuai dengan jadwal hari pertunjukan, didukung menu-menu yang sudah familiar seperti pasta, hot dog dan nasi goreng yang di bandrol mulai Rp 35.000 dan beberapa minuman baik yang beralkohol dan yang non alkohol mulai dari Rp 10.000.
      Kafe ini telah dibangun sejak tahun 2014 dan masih tetap ramai untuk dikunjungi sampai dengan saat ini. Kafe ini buka setiap hari dari pukul 17.00 hingga pukul 00.00.
      Biasanya, pada hari-hari tertentu juga tersedia pertunjukkan live music. Beberapa menu yang dapat kamu nikmati adalah carbonara, cheese balls, spicy potato wedges, quesadillas, cold chocolate wave dan masih banyak menu lainnya yang dapat kamu nikmati.
      Jenis pasta yang disajikan pada menu carbonara adalah pasta dengan jenis spaghetti. Krimnya sendiri enak, kental dan gurih serta kematangan pastanya juga pas.
      Sementara itu, cheese balls merupakan keju berbentuk dadu yang dibalut pake roti & tepung panir, dibentuk bulat-bulat trus digoreng. Rasanya sendiri cenderung enak dan lezat.
      Spicy potato wedges disajikan dengan dihidangkan fresh from the oven dengan ditaburi keju mozzarella dan dioven sampai meleleh. Kentangnya sendiri tergolong empuk dan nikmat.
      Quesaddilas berisi ayam dan paprika. Sementara itu, cold chocolate wave disajikan dengan diblender berasa manis-manis gurih. Sentuhan whipped cream-lah yang mampu membuat rasanya menjadi lebih gurih.
      Nah, bagi kamu yang ingin merasakan nikmatnya nongkrong di sini dan merasakan lebih dekat keunikan yang ditampilkan oleh kafe ini, kamu tentu dapat mencoba untuk meluangkan waktumu dengan menyambangi kafe yang satu ini.
       
      Nah, itulah dia pembahasan mengenai rekomendasi tempat minum kopi dan nongkrong di Jogjakarta yang sayang untuk kamu lewatkan. Jogja memang terkenal dengan berbagai macam tempat nongkrong dan minum kopi sehingga kamu dapat memilih sendiri tempat minum kopi dan nongkrong baik yang tradisional maupun futuristic.
      Semoga artikel ini dapat menginspirasimu dalam menyambangi berbagai tempat minum kopi dan nongkrong yang dapat kamu jadikan referensi selama berada di Jogjakarta.
      Happy traveling!
    • By kimonoku
      Beberapa hari yang lalu, staff di Dept. ku berencana mengikuti permainan di Agent X Kemang, Jakarta Selatan. Seru abiz!. Bagi yang suka tantangan, Lo harus coba! :salut








      Agent X Reality Escape Game, memiliki 4 tema yang bisa kamu pilih. Diantaranya Treasure Hunt, Professor's J Mansion, Planet Z dan Escape from Alcatraz. Karena Treasure Hunt malam itu lagi error, so kami dibagi 3 kelompok. Aku kebagian kelompok Planet Z. Begitu liat foto yang terpampang di bawah frame Planet Z..gggzz. Hanya beberapa kelompok saja yang pernah berhasil menyelesaikan permainan yang satu ini alias sedikit sekali.

      Waktu 60 menit yang diberikan terasa begitu cepat untuk dapat menyelesaikan permainan ini. Para pemain dikunci dalam sebuah ruangan. Setiap kelompok harus jeli, setiap orang dituntut berpikir kritis, memecahkan serangkaian teka-teki, menemukan petunjuk melalui barang-barang yang ada dalam ruangan. Intinya mah bagaimana cara melarikan diri dari ruangan dalam batas waktu yang telah ditentukan.
      Untuk menuju Planet Z ada di lantai 3, kami ditemani oleh salah seorang kru. Setelah semua gadget di simpan dilemari depan ruangan yang akan kami masuki, so ga bisa selfi di dalem yaaa Kemudian pintu di tutup, dan pastinya dikunci dari luar. Sebelumnya, sang kru telah membekali kami dengan pernyataan, disetiap ruang ada 1 cctv dan selama permainan hanya boleh bertanya 1 kali (dalam artian nyerah).







      Tepat diatas pintu ada jam/timer yang menandakan permainan akan dimulai hingga 60 menit kedepan. Lampu ruangan yang temaram menambahkan kesan seram, deg-degan dan sedikit menguji nyali Teka-teki di ruangan pertama berhasil kami pecahkan dibuktikan dengan kunci pintu untuk masuk ke ruangan kedua. Tak jauh berbeda dari ruangan sebelumnya, ruangan kedua ini juga tidak dilengkapi dengan cahaya penerang aau lampu kecuali senter. Kami kesulitan memecehkan teka-teki dari petunjuk-petunjuk yang telah ada dan mengimplementasikannya pada barang-barang yang ada diruang kedua ini. Akhirnya nyerah melambaikan tangan ke cctv dan salah seorang kru akan daang membantu hanya untuk menjawab 1 pertanyaan (clue).

      Setelah kunci pintu menuju ruang ketiga kami dapatkan, kesan horror begitu kentara di ruang ketiga. Memasuki ruang gelap gulita, tidak ada penerangan sama sekali kecuali 1 senter kecil menemani kami bertujuh. Kotak-kotak bergantungan bertalikan rantai besi dan so pasti harus menemukan kunci gembok untuk membuka kotak-kotak tersebut. Beberapa clue yang kami dapatkan terkadang bukan tujuan agar kunci berhasil kami temukan. Setelah berbagai petunjuk dan argument-argumen kecil diantara kami serta pemikiran kritis membantu kami menyelesaikan teka-teki diruang ketiga dan berhasil keluar ruangan dalam waktu 60 menit.. hff.. yuhuuu.. legaaa..
      Tapi kegembiraan kami benar-benar berbeda kelompok lain belum ada yang menyelesaikan tugasnya. YEEEEY. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan berfoto bersama menggunakan Polaroid dan hasilnya digantung kek jemuran di bawah frame Planet Z dan juga pembagian pin Agent X. Sesi foto dan selfie tetap kami lanjutkan sambil menunggu kelompok lain keluar dari ruangan mereka masing-masing.













    • By redocean
      Teman-teman di sini mungkin sudah pada tahu yang namanya Pasar Santar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini. Ya, nama Pasar Santa memang kini mulai dikenal orang dengan modern market atau pasar gaul. Bahkan, anak Jakarta belum sah dibilang gaul, katanya, kalau belum mengunjungi Pasar Santa ini.

      Pasar Santa sebenarnya seperti pasar tradisional lain pada umumnya. Pasar ini dulu tak banyak dikenal, karena sejumlah permasalahan seperti lokasinya yang kumuh, becek, dan bukan berada di lokasi yang banyak dilalui orang-orang. Pasar ini pun kian sepi dan bahkan nyari mati sampai pada akhirnya pihak pengelola menemukan solusi yang membuat pasar santa berubah hingga kini.

      Pasar Santa mulai berdiri pada tahun 1971. Saat itu, pasar tua ini dibuat belum menjadi pasar permanen. Namun pada tahun 2007, Pasar Santa pun dibuat permanen dengan kios yang dibuka sebanyak 1151. Kala itu, pasar santa merupakan pasar yang menjual kebutuhan pokok atau sembilan bahan pokok untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sayangnya, pasar sepi pengunjung sehingga pihak pengelola menargetkan komunitas untuk menggaet pengunjung. Lantai 1 Pasar Santa pun berganti penghuni dengan komunitas batik di dalamnya. Namun tetap saja, meski sudah berganti batik, pasar santa masih sepi dikunjungi pengunjung.

      Pihak pengelola pasar santa pun harus bertahan dengan sepinya pengunjung hingga Juni 2014 lalu. Mereka mencari cara untuk tetap menghidupkan pasar yang dekat dengan Jalan Woltermangonsidi tersebut. Dengan tetap menargetkan komunitas, karena pasar santa tak banyak dilalui orang, keadaan pun mulai membaik ketika komunitas kopi dan piringan hitam mau masuk di dalamnya. Pada Juli 2014, komunitas tersebut pun resmi mengisi kios di lantai 1 Pasar Santa ini. Bersama komunitas ini, pihak pengelola pun saling sharing dan akhirnya mengubah nama pasar Santa menjadi Santa Modern Market.

      Adalah ABCD, gerai kopi yang menjadi pioneer ramainya pasar santa saat ini. ABCD bergabung di pasar santa saat bulan puasa lalu dan menjadi kios pertama yang mengisi 350an kios di lantai 1 Pasar Santa tersebut. ABCD atau A Bunch of Caffeine Dealers sebenarnya sudah 2 tahun terakhir mengisi pasar santa. Namun dulu, ABCD hanya menjadikan gerai tersebut sebagai tempat latihan membuat kopi saja bersama teman-teman si pemilik. Karena tuntutan finansial seperti harus membayar sewa kios, listrik dan lain-lain ABCD pun akhirnya membuka gerai untuk umum. Namun karena biji kopi yang mereka dapatkan banyak sumbangan dari teman-teman, maka ABCD tidak menetapkan tarif khusus. Hanya stoples yang disediakan untuk pengunjung yang ingin membayar suka rela. Dari sanalah, pengunjung dan teman2 yang sering datang ke ABCD tertarik menyewa kios di pasar santa ini sehingga kian hari kian ramai.               

      Sedangkan untuk Substore, sebuah kios piringan hitam ini mengaku bahwa mereka tertarik membuka kios di Pasar Santa ini karena ingin mengubah image bahwa piringan hitam adalah sesuatu yang esklusif. Piringan hitam bisa dimiliki semua kalangan. Substore menjual piringan hitam lagu-lagu jaman dulu alias lagu jadul. Mulai dari yang 75 ribu rupiah hingga yang 850 ribu rupiah. Namun jika dikisarkan, rata-rata piringan hitam yang dijual Substore ini sekitar 150 ribu rupiah.

      Harga sewa kios yang ada di Pasar Santa ini sangat murah. 1 tahunnya hanya 3,5 juta rupiah. Hal inilah yang menjadi daya tarik para pelaku ekonomi kreatif membuka lapaknya di sini. Dengan harga sewa yang terjangkau, para pemilik bisnis bisa berkreasi dengan menghias sendiri kios mereka dan juga merealisasikan ide mereka secara leluasa. Pasar Santa pun kini mulai bergairah dari yang dulu tampak lesu. Pasar Santa kini ramai dikunjungi anak-anak muda yang ingin 'gaul'. Sekedar nongkrong hingga menyalurkan kreatifitas mereka. Lihat saja, hampir setiap malam parkiran pasar Santa dijejali mobil-mobil. Pasar ini pun menggeliat. Meski tak seramai lantai 1, para pedagang di lantai bawah Pasar santa mengaku mulai kecipratan rejeki. Karena pengunjung yang semakin banyak, maka tak sedikit juga yang ikut melirik para pedagang di lantai bawah. Pihak pengelola masih terus berupaya untuk mendorong dan mempromosikan kios lain di bawah sana, tak hanya di lantai 1. Di lantai 1 tersebut, konon para calon penyewa kini harus masuk daftar antrean hingga 2 tahun ke depan untuk bisa mengisi kios di dalamnya. Wawww.

      Ketika berkunjung beberapa waktu lalu, waktu itu malam Rabu, kalau tidak salah. Seleas pulang kerja, pasar santa ini tidak terlalu ramai. Banyak kios yang sudah tutup karena katanya memang paling ramai di akhir pekan. Saya berkeliling dan mendapati betapa menariknya ide pihak pengelola dan para tenan di sini. Beberapa tempat semat saya singgahi dan berikut sedikit review dari saya.

      1. Bbo Bbo Gi
      Karena banyak kios yang tutup dan melihat ada orang yang makan di kios ini kelihatannya sangat menarik, akhirnya saya tertarik mengunjungi tempat yang satu ini. Bbo Bbo Gi, kios makanan Korea yang menjual aneka menu makanan korea seperti Bulgogi dan lain sebagainya. Saya lupa apa nama menu yang saya pilih, yang jelas itu lidah sapi dan daging sapi yang kita masak di atas pemanggangannya langsung sendiri. Bunyi dan wanginya memang sangat menggoda. Dengan kisaran harga 40 ribuan, menu yang saya pilih tersebut sudah mendapatkan kimchi, sambalnya, nasi, dan juga sayuran daun selada dan juga bawang putih. Kita bisa memasaknya sesuai selera. Untuk dessert saya pesen yang namanya bingsoo. Semacam es krim dengan es serut dan juga leci di atasnya. Entah karena mungkin saya berharap enak banget atau memang karena saya masih pengen nyobain menu lain, menu yang ada di sini kurang memuaskan selera saya. Sambalnya kurang pas dengan menu korea dan es bingsoonya juga kurang nampol. Tapi poin paling enaknya adalah kimchi. Kimchi di sinan banget. Sesuai dengan lidah orang Indonesia. Kalo boleh nambah kimchinya doang mah mau banget deh. Enak banget asli.

      17th Chef's
      Nah, setelah dari Bbo bbo Gi, saya pun mampir ke tempat lain yang masih buka, yaitu 17th Chef's. Lokasi kiosnya saling berdekatan satu sama lain. Para chef di sini menggunakan seragam chef dan semuanya bertindak juga sebagai pelayan atau pegawai. Waktu ke sini, kaget banget karena pas lihat menu harganya relatif murah layaknya makan di kaki lima. Untuk harga nasi gorengnya aja sekitar 16ribuan. Spring roll 3 pcs harganya cuma 5 ribuan. Snack rata2 emang 5 ribuan. Dan berbagai menu lainnya. Penyajian menu alias platingnya ala restoran, rasanya ala bintang lima deh tapi harganya kaki lima banget.

      Setelah ngobrol-ngobrol dengan pemiliknya, ternyata 17th Chef's ini memang terdiri atas 17 chef yang masih aktif dan berkomitmen menjalani usaha sendiri. Dengan membawa menu unggulan, mereka pun membuka usaha 17th Chefs ini. Baru berdiri sejak satu bulan lalu kira-kira, 17th Chefs punya misi membawa menu bekelas ke smua kalangan. Rasanya beneran boleh banget diadu dan pasti nggak nyesel. Selain bisa makan enak, kita juga bisa sharing ilmu sama para chef yang ramah-ramah ini. Mereka terbuka untuk semua pengunjung yang mau bertanya seputar kuliner. Kita mau tanya hal teori sampai praktis mereka mau berbagi lho. Menurut mereka, 17th Chefs juga ingin menjadi tempat sharing bagi para pecinta kuliner dan bisnis seputarnya.

      Nah, selain 2 tempat yang saya kunjungi, tentunya masih banyak lagi tempat menarik lainnya. Waktu saya ke sana, banyak kios yang masih dalam tahap penataan. Masih mendekorasi ruangannya. Bukan cuma soal kuliner, ada juga distro dan kios berisi karya kreatif lainnya. Pasar Santa ini emang pas banget buat anak muda yang suka dengan konsep-konsep kekinian kreatif. Bahkan, banyak yang bilang kalau belum pernah ke Pasar Santa belum resmi jadi anak gaul Jakarta, hhee. Buat yang bawa kendaraan pribadi, emang sih Pasar Santa masih kurang nyaman untuk parkir, tapi cukuplah untuk banyak mobil diparkirannya. Dan kalau naik kendaraan umum, gampangnya langsung ngojek atau bajaj kalau dari blok m. Karena jalan yang dilalui di Woltermangonsidi satu arah, kalau dari arah mampang gampang. tinggal naik metromini 75 arah Blok M dan minta turun aja di pasar santa. Selamat berkunjung ke Pasar Santa.
    • By Raul Arema Shinchan
      assalammualaikum
      salam kenal
      saya raul di mampang
       
      FB : raul arema shinchan
      whatsapp : 08980305299
      pin BB : 74B74E6B
    • By zeekyuryu
      Pernah berkesempatan diajak teman nongkrong di sini rasanya gatel pengen review. Sapa tau bisa nambah referensi temen-temen yang mau main di Jakarta Selatan, tepatnya Senopati.   Buat anak Jakarta, mungkin nggak asing lagi sama wilayah Senopati, Kemang, dan Kebayoran Baru. Lokasi-lokasi ini dipadati sama berbagai macam jenis cafe yang seru buat nongkrong sekaligus makan-makan. Di daerah senopati, ada tempat yang simple dan makanannya lumayan banyak, namanya Coffe Cabin.   Coffee Cabin ada yang berlokasi di Kuningan. Tapi di tahun 2012 dia juga buka gerainya di Jalan Gunawarman, Senopati ini. Karena saya pernahnya yang di Senopati, jadi saya reviewnya yang di Senopati aja ya.   Lokasi Coffe Cabin ini tepatnya ada di Jl. Gunawarman No. 21, Senopati, Jakarta Selatan. Buat yang dari Blok M kalau mau ke sini naik bus Jepang atau Cina gt 45 jurusan UKI atau 75 jurusan Pasar Minggu atau bisa juga 57 jurusan Kp. Rambutan. Pokoknya yang lewat Senopati deh. Turun langsung depan Coffe Cabin. Kalau dari Blok M berarti ada di sebelah kanan (ini one way kayaknya jalannya). lupa-lupa inget sih. Plang Coffee Cabinnya gede kok jadi insya Allah keliatan   Cafe nya sendiri ada di lantai 2. Jadi, buat yang bawa kendaraan jangan khawatir karena parkirannya lumayan gede. Kalau lagi malem biasa ga terlalu rame jadi makin keliatan luas deh. Ada anak tangga di luar yang langsung membawa kita ke dalam cafe.    Ruangan Coffee Cabin ini ada 2 yaitu smoking dan juga non smoking room. Kalau mau smoking disedian di luar dan buat yang non smoking agak di dalem. Ada yang di outdoor ada juga yang di dalem, jadi suka-suka aja pilih tempat yang mana.     Suasananya romantis gitu ya. Cocok buat kumpul-kumpul temen apalagi pacaran. Nah, ternyata si Coffee Cabin ini punya konsep 'Make Yor Perfect Getaway' jadi emang tempatnya nyaman banget buat rileks sejenak dari aktivitas harian kita. Tempatnya bersih sekaligus stafnya ramah-ramah. Nyaman deh cocok kalau dikunjungin malem minggu atau abis pulang kerja.   Menu unggulannya sih saya ga tau banyak. Tapi pas ke sini disuruh makan Cordon Bluenya karena kata temenku yang udah pernah ke sini, CB nya enak banget dan nagih. yasudah penasara, order itu aja.    Pas keluar, luar biasa. Porsinya mantap. Gede buat berdua juga bisa. Nggak cuma CB nya yang gede ternyata menu-menu lain kayak nasi goreng aja itu menggunung. Mie-mie an juga begitu. Puas deh.. bener-bener sebanding dengan harganya dan napsu makan orang Indonesia. Heheheh (orang Indonesia kan seringnya napsu doang yang gede pas udah dimakan juga kenyang baru setengah)   Harga makanan di cafe ini mulai dari 30 ribuan. Kalau minuman ya di bawah itu juga ada. Minuman mungkin bisa coba Vintage Coffee sama Mellow Yellow.    Coffee Cabin ini ternyata juga sering jadi tempat untuk kumpul-kumpul komunitas. Banyak anggota komunitas yang meeting atau sekedar nongkrong bareng. Dilansir Detikcom, waktu peluncuran Coffee Cabin di Senopati ini, mereka memang mengangkat konsep di mana para komunitas bisa dapat wadah atau tempat untuk berkumpul. Jadi apa pun komunitas anda, Coffee Cabin akan selalu welcome dan memberikan kenyamanan tempat nongkrong. Dan katanya sih sering ada diskonan gitu tapi nggak tau ya kapan aja.    Toilet juga cukup bersih. Dan buat yang muslim pengen sholat, meski nggak ada mushola khusus, tapi pihak Cafe bisa menyediakan ruangan yang layak buat solat. Buat cewe juga kalau nggak bawa mukena, di sini ada dan sudah disediakan. Butuh apa aja, pihak Cafe yang ramah-ramah itu dengan senang hati membantu.   Overall, enak sih ngumpul di sini. Nyaman temaram-temaram romantis gitu. Meski ama komunitas tapi suasananya jadi ikutan romantis gitu, hehehe. Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat :)
    • By halimun
      Jalan2ers.... Kali ini saya mau report tempat yang sepertinya lumayan asik untuk kumpul-kumpul bareng teman, terutama di malam hari. Karena dengan lampu-lampu suasananya jadi romantis. Tempatnya asik deh buat nongkrong. Tapi ya soal harga agak lumayan sih....
       
      Tadi malam nyasar kesini. Ga sengaja sebetulnya. Karena tempat awal yang mau dituju tutup, "terpaksa" berlabuhnya kesini deh.
       
      O ya, lokasi yang dituju adalah di daerah Proklamasi, Menteng. Tepatnya di kawasan Megaria.
      Hm, pasti banyak yang tahu ya....
       
      Ini tempat yang diincar untuk menikmati es setelah berbuka dengan mie ayam dan teh dalam kemasan botol di bilangan matraman. Sayang mie ayam ini tidak sempat saya abadikan karena sudah terlalu lapar setelah berjalan kaki menuju TKP.
       
      Ini lokasi yang hendak kita tuju setelah puas berbuka dengan menu mie ayam:

       
      Saat memasuki wilayah Megaria, maka kita akan terpuaskan atau terbingungkan dengan deretan penjual makanan disana. Salah satu yang terkenal disana ya ayam bakar dan juga pempek megarianya.

       
      Karena sudah makan dan kita mau dessert serta minuman untuk tenggorokan yang seakan-akan sangat kering ini (rasanya seperti tanah liat yang retak-retak karena kekeringan yang sangat). Kita segera menuju pondok cendol yang lokasinya terletak di bagian belakang. Tetapi apa daya, ternyata pondok tersebut kami temukan dalam kondisi gelap gulita alias tutup!!

      Waaa.... langsung sedih dan ayam bakar pun tutup sehingga hilang sudah kesempatan untuk menikmati jeruk panas atau pun sekedar cemilan disana.
       
      Tapiiii pandangan saya terarah pada sesuatu bangunan menarik di sebelah kanan kami. Simple tapi sepertinya cozy untuk nongkrong.

       
      Alhasil kami memutuskan untuk mencoba masuk dan saya langsung suka suasana didalamnya. Menurut kalian, ini termasuk nyaman tidak untuk sekedar nongkrong dan ngobrol2 dengan teman-teman? Ini penampakan Cafe XXI Megaria.
        
       
      Untuk yang suka musik, sepertinya ada live music disini karena ada stage khusus untuk itu. Sayangnya saat kami berkunjung kemarin stage ini sedang dalam kondisi kosong. Mungkin momod @deffa bisa bermusik ria disini nanti....

       
      Saat kami datang, kami langsung disambut dengan ramah oleh seorang pelayan yang asli mukanya sekilas miripppp sama si @onnel. Cuma beda di warna kulit doank sama berat badan. Si mas ini agak lebih kurus dari Onnel yg asli.
       
      Menu yang diberikan ke kami sangat mencolok mata karena ukurannya yang luar biasa besar. Jadi om @Fei ga akan kesulitan membaca apalagi menemukan minuman kesukaannya (aka teh manis).
        
       
      Begini nih penampakan kalau suhu Jakarta sedang memilih menu:

       
      Setelah berbingung-bingung ria, akhirnya pilihan kami jatuh pada:
        
       
      Ini minuman suhu Jakarta

       
      dan ini minuman pesanan saya: Super Green (campuran jus caysim dan entah apalagi). Enaakkkk....

       
      Cafe ini tutup jam 10 malam, jadi kalau mau lanjutttt harus cari tempat nongkrong lain.
       
      Saat malam hari, kawasan Megaria ini ternyata cukup menarik setelah direnovasi.
        
       
      Saat saya menyebrang jalan untuk naik bus pulang, saya melihat ada street art yang cukup bagus... Kebetulan hari itu WA penuh dengan foto-foto binatang peliharaan dan terakhir malah penuh dengan foto sejenis yang saya pasang ini.

       
      Mungkin teman-teman berminat untuk menikmati malam hari disana sambil menunggu film yang akan diputar?
      Colek @deffa @ameryudha @spin_cobra @Diyan Hastari @mone @OmGanang @Okky Kusuma @diyanamatir @adel_lia