• Similar Content

    • By Linda Kusumo
      Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-?
      So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ???
      Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini.
      Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00).
      Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ).
      O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan.
      Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke :
      1.  gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. 
      Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai  Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota.
      Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij.
      Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan  selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya?
      Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya.
      Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini  ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ...
      Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke :
      2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya).
      Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya.
      Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho ....
      Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ...
      Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke :
      3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya).
      Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo.
      Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu.
      Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang  dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe ....
      Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke :
      4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya.
      Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu.
      Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke :
      5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya).
      Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin.
      Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke :
      6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya)
      Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe ....
      Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan.
      7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya).
      Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga.
      Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. 
      Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus.
      Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ...  Sampai ketemu lagi, ya ....


















    • By Florencia Maria
      Hai saya cari teman untuk berangkat ke Belgia, tiket sekitar 8-10 juta, start dari Jakarta tanggal 7 juli- 15 Agustus (Summer). Belum tau lanjut kemana kemungkinan tidak Polandia, Jerman, Belanda,Perancis& Italy karena baru selesai trip kesana, khusus yang domisili Surabaya bisa urus visa barengan :D.
      kl berminat join bisa email saya yah florenciamaria24@gmail.com. Itinerary menyusul rencana negara setelah explore Belgia adalah Luxembourg, Slovenia, Monaco dan Austria (Liechtenstein) 
       
      Lumayan bisa ke Belgia PP 6.9 silahkan cek tiketnya pakai Thai Airways :)
    • By Florencia Maria
      Halo salam kenal saya dari Surabaya, mau ke Russia 28 Juni--17 Juli (Moscow) dari Jakarta dapat promo tiket PP 5.7 sudah include tax diluar biaya visa. Untuk itin lengkap di share bulan maret sebelum pengajuan visa, biaya kesini lebih murah kok daripada west Europe. kalau berminat bisa contact saya florenciamaria24@gmail.com
    • By Susanto Hendra
      Surabaya penuh jejak sejarah yang terbukti dari bangunan kolonial yang sering memikat wisatawan, seperti Museum House of Sampoerna yang dekat dengan kawasan Jembatan Merah dan tidak jauh juga dari daerah Jemursari di mana banyak penginapan di daerah Jemursari.
      Tapi apa anda tau, banyak tempat wisata di surabaya yang menarik.
      Salah satunya adalah yang saya sebutkan diatas, Museum House of Sampoerna. Kebetulan beberapa hari lalu saya berkungjung ke museum tersebut yang mewarnai liburan saya. 
      Oke, disini saya ingin berbagi pengalaman saya sedikit ketika berkunjung ke museum itu. Agar lebih meresapi, mungkin anda bisa minum secangkir kopi sambil mendengarkan musik ketika membaca postingan ini hehe
      Banyak destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi di Surabaya. Mulai dari wisata religi di Makam Sunan Ampel, wisata sejarah di Tugu Pahlawan, dan sampai Makam Tua Belanda yang terletak di Jl. Peneleh.
      Wisatawan bisa juga ke Monumen Kapal Selam, bangunan-bangunan bergaya kolonial belanda yang berada di Kota Tua Surabaya, Jembatan Merah yang penuh dengan kisah ke heroik arek-arek Suroboyo ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hotel Majapahit yang dulunya bernama Hotel Yamato, tempat terjadinya insiden perobekan bendera. Kemudian, ada Museum HM Sampoerna tentunya pun bisa didatangi. Museum rokok yang terletak di Surabaya, ya Museum Sampoerna namanya, atau yang juga dikenal dengan nama House of Sampoerna.
      Museum House of Sampoerna

      Museum Sampoerna adalah sebuah museum yang terletak di Surabaya. Bangunan ini bergaya kolonial Belanda dengan empat pilar besar yang bertengger di depan gedung utama. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun sekitar tahun 1862. Museum Sampoerna merupakan salah satu situs bersejarah yang dilestarikan.
      Awalnya bangunan ini merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, pada tahun 1932 yang kemudian dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.
      Tidaklah sulit sebenarnya akses menuju Museum Sampoerna yang beralamat di Jl. Taman Sampoerna 6, Surabaya. Itu karena letaknya yang berada di tengah Kota Surabaya. Walaupun kita harus masuk gang terlebih dahulu, sepanjang gang tersebut banyak plakat-plakat penunjuk arah menuju Museum Sampoerna.
      Oiya, sewaktu saya berkunjung ke surabaya, saya menginap di business hotel di jemursari yang notabene tidak jauh dari museum tersebut.
      Oke lanjut..
      Di kompleks museum ini, terdiri dari beberapa gedung. Gedung yang paling besarlah yang dijadikan museum dan dijadikan tempat produksi salah satu merek rokok: Dji Sam Soe. Ada dua gedung lagi yang tepat berada di samping kanan dan kiri gedung utama.
      Gedung sebelah kanan yang dijadikan rumah tinggal Keluarga Sampoerna. Sebelah kiri dijadikan kafe dan tempat galeri seni yang unik. Tepat di samping kanan gedung auditorium terparkir mobil mewah keluaran Inggris Rolls Royce yang dipergunakan oleh Keluarga Sampoerna.
      Aroma tembakau yang khas akan menyambut Anda saat pertama masuk di dalam area museum. Disambut dengan senyum ramah khas Indonesia para wanita petugas museum yang menyapa dengan hangat bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Suguhan yang nyaman.
      Kita dapat minta bantuan penjelasan tentang sejarah singkat museum dan silsilah Keluarga Sampoerna. Namun, meskipun tanpa bantuan petugas, kita masih bisa memahami serta mengerti isi dan cikal bakal museum tersebut. Dari keterangan-keterangan jelas dan lengkap yang tertulis di sana, baik manual maupun digital.
      Kolam ikan melingkar diikuti gemercik air mancur memberikan kesan tenang saat mulai melangkahkan kaki untuk berkeliling-keliling. Di ruangan paling depan terpampang lukisan sang pendiri sampoerna dan beberapa keluarganya dengan meja dan kursi tertata rapi dan beberapa koleksi gaun kebaya Keluarga Sampoerna.
      Di samping kiri pintu kita akan menjumpai replika lapak kelontong yang digunakan berjualan pada saat merintis salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia ini. Beberapa terpampang di dalam pigura macam-macam tembakau yang digunakan untuk bahan produksi rokok.
      Tak tertinggal pula replika tungku untuk mengeringkan tembakau yang akan dijadikan rokok. Tak pelak aroma tembakau pun tercium sedikit menyengat. Lanjut melangkah ke area lain yang hanya tersekat tembok yang kokoh. Kita akan masuk ke ruangan yang memajang beberapa foto Keluarga Sampoerna dan foto siapa saja yang berperan memajukan pabrik rokok ini.
      Beberapa koleksi lukisan yang eksotis menurut saya di sini dipajang pula. Beberapa koleksi korek api zaman dahulu dan koleksi kamera tua yang sudah berumur puluhan tahun, bahkan ratusan tahun juga ada.
      Semakin melangkah masuk, kita akan menuju ruangan yang lebih besar lagi. Beberapa koleksi mulai dari mesin cetak kuno yang pernah dipergunakan untuk mencetak gambar di bungkus rokok. Sepeda motor kuno pabrikan Cekoslovakia dengan merek 'Jawa' yang dibuat kira-kira tahun 1960. Ada juga koleksi andong yang dipergunakan sang pendiri Sampoerna sebelum memiliki mobil.
      yang dulunya sampai pernah memeriahkan Rose Parade di California, Amerika Serikat. Pernah juga dimainkan saat ulang tahun Sampoerna setiap tahunnya.marching bandDi ruangan ini, dipamerkan pula beberapa koleksi peralatan Sampoerna
      Ada alat-alat labolatorium yang dipergunakan pertama kali untuk menguji hasil kualitas bahan baku dan hasil produksi pabrik rokok Sampoerna. Selain itu, juga ada beberapa bungkus rokok produk-produk dari Sampoerna yang dijual di dalam maupun di luar negeri.
      Sekarang mari kita naik ke lantai 2..
      Di lantai dua, kita akan menuju galeri toko yang menjual pernak-pernik suvenir khas Surabaya. Tentunya khas Museum Sampoerna. Di lantai dua ini, kita juga bisa secara langsung melihat aktivitas produksi salah satu merek rokok kretek milik Sampoerna.
      Sekitar 400 orang yang mayoritas perempuan berjejer rapi di depan meja dengan berbagai alat dan bahan untuk membuat rokok. Masing-masing dari mereka bisa menghasilkan300 batang rokok per jam. Hebat, bukan? Di lantai dua ini, kita dilarang mengambil gambar. Oleh karena itu tidak ada gambar bagaimana suasana di lantai dua ini.
      Satu lagi, agenda yang ditawarkan di Museum Sampoerna adalah keliling Surabaya gratis yang dikemas dalam acara 'Surabaya Heritage Track'. Untuk jadwal bus yang mengangkut para wisatawan, waktunya dimulai pada pukul 09.00-10.00 WIB, 13.00-14.00 WIB, 15.00-16.00 WIB.
      Untuk rutenya, kita bisa berkeliling Kota Tua Surabaya, melewati gedung, dan tempat-tempat bersejarah yang ada di Surabaya. Semua kegiatan tadi bisa Anda dapatkan secara gratis.

    • By adel_lia
      Hola #Jalan2ers
      Melanjutkan baksos pada Ramadhan kemarin (Juni 2016), karena memang masih ada lebihan dana, kami berinisiatif untuk menggunakan dana tersebut untuk mensupport kegiatan berlayar-nya SeKoCi. SeKoCi ‘berlayar’ merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap 3 bulan sekali berupa jalan-jalan sambil belajar. Berlayar sendiri merupakan singkatan dari Bermain, Jalan2 sambil Belajar. Berlayar kali ini mereka mengusung tema kemerdekaan karena bertepatan dengan bulan di mana Indonesia merayakan hari jadinya yang ke 71.
      Berdasarkan pengumpulan dana dari baksos Ramadhan yang lalu, masih ada sisa dana sebesar Rp 2.523.670. Kemudian dilakukan penjualan kaos Jalan2.com sebanyak 6 pcs (@Rp 150.000) dan ditambah dengan donasi-donasi lainnya diluar penjualan kaos hingga terkumpul dana sebesar Rp 4.273.670.
      Sabtu, 27 Agustus 2016 dimulai dari pukul 7 pagi, anak didik sekolah kolong cikini berkumpul di Taman Surabaya untuk dibagikan snack pagi kemudian lanjut ke Ancol menggunakan bus yang sudah disewa. Sekitar pukul 8 mereka tiba di tujuan dan melanjutkan acara dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah itu, mereka mengadakan lomba-lomba sebagaimana tema acaranya adalah kemerdekaan RI.
      Pukul 12.00 WIB, perlombaan selesai dilanjutkan dengan makan siang dan sholat. Kemudian dilanjutkan dengan bermain-main disekitar Ancol. Sekitar pukul 14.00 WIB acara ditutup dengan pembagian hadiah pemenang perlombaan sebelumnya dan pembagian snack sore kemudian kembali ke Taman Surabaya untuk kembali ke meeting point dan kemudian pulang.
      Berikut foto-foto keceriaannya





       
       
      Sekolah Kolong Cikini (SeKoCi) merupakan sekolah non formal yang dibentuk atas dasar rasa keprihatinan foundernya terhadap anak-anak sekitar kolong Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar setiap hari Minggu, mulai dari pukul 15.00-17.00 WIB, di Taman Surabaya, Jakarta Pusat. Karena menggunakan ruang terbuka, ketika hujan tiba kegiatan mereka terpaksa harus dipindahkan ke kolong stasiun Cikini.
      Ajeng, merupakan founder dari SeKoCi, yang kemudian mengajak beberapa temannya untuk menjadi pengurus dan pengajar yang hingga kini mencapai kurang lebih sekitar 20 orang. Mereka secara bergantian melakukan kegiatan belajar mengajar setiap minggunya secara sukarela.
       
       
      Bukti transfer dananya:

       
      Terima kasih buat #Jalan2ers yang telah memberikan donasi dan mensupport baksos kali ini
      Sampai jumpa di baksos-baksos selanjutnya
       
      Cc: @Jalan2 @deffa
    • By adel_lia
      Halo #Jalan2ers
      Mengingat kurang lebih 1 bulan lagi kita mulai memasukin bulan Ramadhan, untuk mendukung kegiatan rutin kita, bukber dan baksos, maka mulai hari ini kita mulai untuk mengumpukan dana untuk donasi.
      Untuk bulan Ramadhan nanti, Bukber & Baksos akan diadakan pada Minggu, 26 Juni 2016.
      Untuk Tujuan Baksos, bisa dicek di link berikut yaa
      jalan2.com/forum/topic/21437-bukber-baksos-ramadhan-1437h/

      Pengumpulan dana dimulai dengan penjualan kaos Jalan2.com dengan harga minimal Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) diluar ongkos kirim, dsb.
      Artinya, jika ada yang ingin donasi lebih dari Rp 150.000, kami sangat berterima kasih.
      Untuk pembelian kaos, pembayaran dapat melalui transfer ke:
      BCA 604 403686 4
      A.n. Lia Maya Sari
      Jangan lupa konfirmasi apabila sudah melakukan transfer ke saya 085777181772 (WA)
      Kaos SUDAH HABIS
       
      List yang sudah terjual:
      - 4 ukuran XL cowok
      - 12 ukuran L cewek
      - 4 ukuran L cowok
      Dana terkumpul: Rp 2.706.000
       
      Note:
      - Kaos akan dikirim H+1 setelah ada konfirmasi pembayaran (via kurir/ojek online/JNE)
      - Siapa cepat konfirm pembayaran, dia yang dapat kaosnya
      Apabila ada yang ingin berdonasi di luar pembelian kaos, tetap akan kami terima.
      Info Baksos & bukbernya Ada di link berikut
      jalan2.com/forum/topic/21437-bukber-baksos-ramadhan-1437h/
      CC: @Jalan2 @deffa @kyosash
       
      Contoh kaos

       
    • By Mehamidah
      Ada yg mau bareng gak ikut Midnight Tour Bromo tgl 5 Mei? Kmren saya browsing2, ada paket yg sesuai keinginan cuman minimal 2 pax dan saya masih gak yakin my workmate jadi ikut.
      saya gak jadi berangkat berhubung berita erupsi bromo lagi marak-maraknya, jadi saya gak berani pergi
      tapi kalo ada yg berminat mau tau ttg paket tripnya bisa hubungi saya.
      Harganya sekitar 575rb/pax include 6 spot wisata.
      1. Sunrise di Gunung Penanjakan
      2. Bukit Cinta (foto spot)
      3. Kawah Bromo
      4. Pura Luhur Poten
      5. Bukit Teletubbies / Padang Savana Bromo
      6. Pasir Berbisik
      Kalo ada yg tertarik ato ada yg mau usul alternatif lain boleh komen yaah, ato line di Mehamidah. Makasiiiih =)