• 0
Sign in to follow this  
Tour Padang

Introduce

Question

1 answer to this question

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By backpangineer
      Bingung buat ngisi waktu long weekend? Ke Sumbar aja yuk. Sumbar sangat dikenal dengan alamnya yang begitu Indah, nuansa adat yang masih sangat kental, dan tentu kulinernya yang sangat mengundang selera. Selama 3 hari 2 malam, kami akan mengajak kamu menjelajahi Sumbar. 
      Tidak perlu takut keluar budget banyak karena trip ini berjalan dengan Sistem sharing cost lho!
      Berapa Biayanya?
      Hanya dengan Rp 855.500, darimana dapat angka segitu? Yuk lihat tabel di bawah.
      [spoiler=Rincian biaya share cost keliling Sumbar] [/spoiler]
      [spoiler=Sumbar Rancak]
       
       
       
       
      [/spoiler] 
      Include
      Biaya yang kamu keluarin sudah termasuk:
      1.    Guest House di Bukittinggi
      2.    Transportasi menyesuaikan kapasitas peserta
      3.    Sarapan di guest house, makan siang selama perjalanan (Untuk makan malamnya bebas ya) 
      4.     Tiket masuk objek wisata
      5.    Sewa pakaian adat di Istana Pagaruyung
      6.    Air minum mineral (1 orang 1 botol per hari)
      7.    Kapal untuk hoping island di Pulau Pagang dan Pulau Pasumpahan

      [spoiler=di Padang kita nginap di rumah TS ya]

      [/spoiler] 

      Exclude
      Biaya tidak termasuk:
      1.    Tiket pesawat Jakarta – Padang – Jakarta. Untuk reservasi tiket pesawat dapat kami bantu dengan senang hati. Kami akan menginformasikan harga terbaik saat itu juga.
      2.    Makan yang tidak termasuk pada point include (makan malam)
      3.    Tips supir dan guide.
      Kapan tanggal mainnya?
      Kamu bebas pilih, ada dua opsi yaitu 1 – 3 September 2017 dan 1 – 3 Desember 2017
      Itinerary  
      Hari Pertama, Jum’at  1 September 2017
      05.00 – 05.30 Meeting Point Bandara Soekarno Hatta
      06.15 – 08.05 Perjalanan Jakarta – Padang
      08.05 – 08.30 Pengambilan bagasi
      08.30 – 10.00 Perjalanan menuju Air Terjun Lembah Anai 
      10.00 – 10.30 Foto – foto di sekitar Air Terjun Lembah Anai  
      10.30 – 13.00 Perjalanan menuju Bukittinggi, ketika memasuki jam makan siang, singgah terlebih dahulu di Rumah Makan sekaligus untuk shalat bagi yang muslim
      13.00 – 14.30 Menuju Bukittinggi 
      14.00 – 16.30 Explore Taman Panorama Bukittinggi dan Lobang Jepang
      16.30 – 18.00 Mampir ke pusat oleh – oleh
      18.00 – 20.00 Check in guest house, bersih – bersih dan makan malam dilanjutkan dengan acara bebas, bisa dengan menikmati suasana malam di sekitaran Jam Gadang
      Hari kedua, Sabtu, 2 September 2017
      06.00 – 08.00 Bangun pagi, sarapan dan check out dari hotel
      08.00 – 10.00 Perjalanan Bukittingi menuju Jembatan Kelok Sembilan
      10.00 – 10.30 Foto – foto seru di Jembatan Kelok Sembilan
      10.30 – 11.00 Perjalanan menuju Lembah Harau
      11.00 – 12.00 Ekplore Lembah Harau
      12.00 – 13.00 Perjalanan menuju Situjuah untuk makan siang
      13.00 – 14.00 Ishoma
      14.00 – 15.00 Perjalanan menuju Istana Basa Pagaruyung
      15.00 – 16.30 Explore Istana Basa Pagaruyung
      16.30 – 20.00 Perjalanan menju Kota Padang, melipir di Danau Singkarak
      20.00 – dst Tiba di rumah TS di Kota Padang
      Hari ketiga, Minggu , 12 Maret 2017
      06.00 – 07.30 Bangun pagi, sarapan
      07.30 – 08.30 Perjalanan menuju Bungus
      08.30 – 09.00 briefing sebelum eksplore pulau
      09.00 – 15.00 Ekplore Pulau Pagang dan Pasumpahan
      15.00 – 16.00 Kembali menuju Bungus
      16.00 – 21.15 Jika masih ada waktu bisa mengunjungi pusat oleh – oleh Christine Hakim, mampir Taman IORA Padang atau Monumen Perdamaian Taman Muaro Lasak kemudian diantar menuju Bandara Internasional Minangkabau, Sayonara
       
      Syarat dan Ketentuan Pelaksanaan Jelajah Sumbar
      1.    Minimal peserta trip share cost keliling Sumbar ini adalah 20 orang, dan maksimal 26 orang
      2.    Tidak ada booking tempat kecuali telah membayar DP sebesar Rp 400,000 yang digunakan untuk  memesan bus, guest house dan kapal untuk island hopping. Pelunasan diharuskan satu bulan sebelum hari H
      3.    Untuk Keberangkatan Jakarta – Padang diharuskan membeli penerbangan paling pagi yaitu Lion Air jam 05.50 – 07.35 atau Garuda Indonesia jam 06.15 – 08.05, sedangkan untuk Keberangkatan dari Padang – Jakarta diharuskan membeli penerbangan paling malam yaitu Lion Air 20.20, 21.20. Batik Air 21.15 atau Citilink 21.45. Dengan begitu trip dapat dimulai dan diakhiri dengan baik sesuai itinerary
      4.    Itinerary yang telah dibuat hanyalah gambaran umum program Jelajah Sumbar, pada pelaksanaannya masih dimungkinkan ada perubahan, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan .
      5.    Jika kondisi ombak besar sekali ada kemungkinan trip jelajah pulau ditiadakan karena kegiatan di laut seperti berenang dan snorkeling tidak memungkinkan selain itu sangat beresiko untuk berada di atas perahu pada saat ombak besar. Jika hal ini terjadi program ke pulau kami alihkan ke Pesisir Selatan
      6.    Setiap peserta bertanggung jawab dan menjaga keamanan dan keselamatan diri sendiri dan barang – barang pribadi masing – masing.
      7.    Peserta wajib tertib selama trip berlangsung agar Jelajah Sumbar ini terlaksana dengan baik.
      8.    Jika cancel, maka wajib cari pengganti
      9.    Ini share cost bukan open trip, susah senang ditanggung bersama ya.
       
      Bagi yang berminat atau ingin bertanya silahkan hubungi,
      Telpon/sms : 081283156505
      Whatsapp/Line : 08977257136
      BBM : 59953459
      Email : mcaturnugraha@gmail.com
       
    • By Don Donny Donz
      Hai semua.. Mau sedikit cerita nih waktu jalan2 ke Padang, Januari kemarin. 
      Gw ini termasuk orang penggila suasana pantai, jd kalau lagi pengen jalan2, biasanya nomer satuin ttg pantai dulu. Kalo momentnya lagi ga dapet, baru ke tempat2 lain. Januari 2016 ini mood jalan gw dateng lagi. Nyari temen untuk join, tumben2nya lagi pada ga bisa. Biasanya gw kalo jalan pasti bareng tmn2 gw, tp kali ini sayang nya ga ada 1 orgpun yg cocok waktunya sama jadwal gw. Oke lah, krn cuma seorang diri, itu artinya SEMUA TERSERAH GW, mau kemana aja terserah gw.
      Nyari2 tempat di Internet (termasuk forum di jalan2.com), cukup tertarik sama pulau2 di Sumatera Barat, kayak Pulau Pasumpahan, Sikuai, dll. OKE!! keputusan sudah diambil, gw jalan ke Padang!!
      Jujur, Makan sate padang, sering! makan di RM Padang, lebih sering! Tp nginjekin kaki di Padang?? Hmm.. ini yang pertama. So, gw cari banyak info ttg Padang. Karena gw niat pergi ke pulau-pulau yang gw sebutin di atas, jadilah hari pertama, gw pesen hotel daerah Padang Selatan, yaitu di HW Hotel. Dari Bandara ke Hotel ini sangat-sangat gampang, cukup pake DAMRI. 
      Jd begitu turun di Bandara Minangkabau, kalian jalan keluar, langsung kesebelah kiri. Jangan pusing sama org2 yg nawarin taxi. Terus jalan sampai ketemu orang yg urus tiket Damri. Tiket naik damri cm sekitar 35rb. kalo naik taxi bisa sampai ratusan ribu. lumayan kan bisa hemat.
      Dari Bandara Minangkabau sampai pusat kota lumayan jauh, mungkin sekitar 40 mnt'an. 
      Hari pertama di Padang, gw nginep di HW. Ini hotel lumayan deket ke Pantai Padang. Ada kolam renang di atap hotel ini. Sambil berenang atau sekedar memanjakan mata dengan laut di Pantai Padang, dan laut di Pantai Padang ini adalah laut yang langsung bersentuhan dengan Samudera Hindia. Gw duduk santai di atas sambil menunggu Sunset. It was a great moment. Masalah tempat makan, deket hotel ini cukup banyak tempat jajanan. Well, kalau kalian tipe orang yang suka jalan, nikmatin semua area ini bener-bener jalan kaki. walau agak capek tapi seru. kalian bisa jumpai jg Kelenteng See Hin Kiong di kota tua.
      Hari kedua, gw check out dari hotel untuk menuju ke daerah pinggir pantai sebelum menyebrang dengan kapal ke pulau pasumpahan. Sesampainya gw di pinggir pantai Bungus untuk menyebrang, gw ngobrol2 dengan ibu penjual minuman kopi di warung sambil menunggu beberapa orang yg mau ke pulau pasumpahan jg, si ibu menceritakan bahwa ada pulau baru (yapp,, baru!! baru dibuka!! dan dibuat cottage sekitar pertengahan 2015), nama pulaunya Pulau Suwarnadwipa. Entah pertama kali denger, agak susah ngingetnya dan susah ngucapnya dan entah karena rasa ingin tau yang amat sangat, dari planning ingin nginep di pulau Pasumpahan, ternyata gw lebih tertantang untuk pergi kepulau yang katanya baru dan masih asri ini. Daaaannn,, taraaaa... ini pulau bener2 keren.
      Pulau Suwarnadwipa ini berbalut dengan pasir putih yang lembut banget. Airnya juga masih bersih. Terumbu karang yang masih bagus terlihat disepanjang bibir pantai.  Suwarnadwipa adalah julukan bagi pulau Sumatera, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Emas atau Suwarnabhumi atau tanah yang bersinar (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera).
      Dan gw memutuskan untuk menghabiskan 2 hari 1 malam di pulau emas ini. Gw sangat menikmati snorkeling disini. walau cuma masuk ke air setinggi pinggang, kalian akan berjumpa banyak ikan2 yg cantik disana. 
      Hari ketiga, sekitar jam 1 siang, gw check out lagi dari Pulau Emas Suwarnadwipa untuk kembali ke kota padang. Huft,, agak sedih meninggalkan ni pulau. Tapi someday, gw akan balik lagi. i promise!! Sampai di kota padang, gw check in di satu hotel. Gw dari jauh hari sengaja milih ni hotel, karena waktu search di internet, katanya di hotel ini agak horror (terkait karena gempa padang dulu). Gw sengaja, karena gw uda dapet sensai ngebolang sendirian di padang, uda dapet sensasi cantiknya pulau-pulau di padang, ini saatnya dapetin sensasi-sensasi horror. Sempat dapat info2 dr tmn yg pernah ke sini, katany kalau malam suka dengar orang teriak minta tolong (karena waktu gempa katanya hotel ini roboh rata, dan menimbun bbrp orang), atau selimut yang ditarik ketika tidur.
      Malam nya, setelah mencari makan di daerah hotel, saya jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya. Konon, katanya karena di Padang ga terlalu banya flyover, jd sekalinya ada, tempat ini dipakai untuk tempat nongkrong2 dan ngobrol2 banyak orang. Pas gw liat bener jg sih, ada yg sengaja gelar tikar sama tmn2nya, ada yg dengan keluarga. Gw ikutan duduk disana sebentar sambil memesan kopi panas sama abang2 yg jualan di pinggir2 jembatan.
      Hmmm... ini malam terakhir di padang. Nikmatin..
      Besok nya, gw bangun agak siang, sambil males2nya karena ga rela misah sama kota padang yang cukup tenang, gw packing utk siap kembali ke Jakarta. Oiya deket hotel, ada pusat jajanan oleh2 makanan, jd ga usa pusing nyari oleh2 sebelum ke bandara. Yang dibawa ke Jakarta apa? ya jelas Keripik Pedas ala Padang!! uda terkenal. Gw beli sampe 20 kantong. Haha.
      Ini perkiraan biaya kalau JALAN SENDIRI ke Padang..
      Tiket Pesawat JKT-PDG, IDR 600k
      Damri bandara ke kota, IDR 35k
      Hotel hari pertama. IDR 400k (sesuai pilihan)
      2 hari 1 malam Pulau Suwarnadwipa, IDR 600k
      Hotel hari ke 3, IDR 500k (sesuai pilihan juga)
      Tiket pesawat PDG-JKT, IDR 600k
      Yaaa... bawa 4-5jt cukuppp lah...
      Kok mahal ya?? ya iyalah, soalnya sendiri, cb banyak tmn, bs share kan.. :)
       
       
      all photos taken by me ;p
    • By indah purnama sari
      Halo semua..
      Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman one day tour ke kawasan Mandeh 1 November kemarin.
      Kawasan mandeh.. Tempat ini akhir2 ini lumayan tersohor sebagai Raja Ampat nya Sumatera.
      Saya dan teman2 saya total sepuluh orang memutuskan untuk menggunakan jasa tour guide dgn biaya 300k/orang termasuk boat, tiket masuk pulau, foto underwater, asuransi, makan siang, dan snack.
      Tepat jam 7 pagi 2 orang tour guide sudah datang menjemput kami di hotel di Padang. Lalu kami langsung menuju dermaga TPI Carocok Tarusan, yg terletak sekitar 1,5 jam dari kota padang.
       

      Destinasi pertama yaitu Pulau Marak, sekitar 45 menit perjalanan dari dermaga menuju pulau ini. Pantainya sangat bersih waktu itu hanya boat kami yg bersandar disitu. Di pulau ini banyak spot2 foto yg keren, beberapa teman kami juga snorkling disini.







      Di pulau ini banyak sekali umang2, kalau kata tour guide nya itu tanda pantai ini masih sangat alami.

      Setelah makan siang di pulau Marak, kami melanjutkan perjalanan ke pulau Cubadak, tetapi karna pulau ini sudah di sewa warga asing, kami hanya boleh snorkling disekitar pulau tersebut.




      Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju pulau sironjong ketek untuk Cliff jumping setinggi 15m (bagi yg berani), berhubung saya tidak pandai berenang jadi cuman bisa nyemangatin teman2 yg mau bunuh diri lompat dari atas tebing.

      Setelah puas memacu adrenalin di pulau sironjong ketek, kami melanjutkan perjalanan menuju pulau setan. Kenapa dinamakan pulau setan? Padahal menurut tour guide nya disini tidak ada setan -_-. Di pulau setan ini kami mencoba berbagai arena water sport seperti banana boat, dan dua water sport lain yg saya tidak tau namanya, hahaha..



      Destinasi terakhir kami menuju air terjun sungai Muruh dengan menelusuri hutan mangrove. Disini kami harus trakking lagi sekitar 15 menit dari tempat boat kami di parkirkan.




      Sebenarnya masih ada satu destinasi wajib lagi disini yaitu Puncak Mandeh yg tersohor itu. Tetapi berhubung cuaca sedang berkabut jadi viewnya ga bagus sehingga kami memutuskan untuk tidak kesana.
       
    • By Alfa Dolfin
      Padang....ah ini trip ku paling berkesan kedua setelah trip Ambon. Alasannya, view indah dan eksotik. Berjumpa dengan rekan-rekan baru yang ramah n Helpfull. Cuma kalau mereka bicara bahasa daerah ya aku ngga ngerti. makanan yang enak. Meski bosan juga makan masakan padang terus.....hahaha. 
       
      Mengawali perjalanan ke Padang, aku memutuskan ber-solo traveling alias jalan sendiri. Ya sudah beberapa tahun aku jalan-i model traveling ini. Rasanya lebih asyik meski faktanya aku ngga benar-benar sendiri. Pasti ada teman baru. Minimal driver mobil yang kami sewa (merangkap guide) menjadi teman ku. Kedua...aku memilih menggunakan penerbangan Garuda. Memang agak mahal di banding airline lain. Ya....aku ingin nyaman n enjoy di trip ini sejak awal perjalanan.
       
      Menjelang landing di Bandara International Minangkabau, kamera di tangan sudah stand-by. Aku belum pernah ke Padang. Ini adalah pendaratan ayng pertama kali. Namun pikir ku pasti ada pemandangan cakep. Kebetulan moto-moto dari pesawat salah satu hobi ku selama traveling. Wajib....!!!...berarti wajib juga duduk persis di sebelah jendela (window seat). Wah ini juga wajib. 

      awalnya aku kurang paham ini pulau apa dan di daerah mana di Padang. Setelah lihat peta sekitar Teluk Bayur

      Ya benar...ini tidak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur. Terlihat ada kapal besar. Kalau sore mungkin lebih banyak lagi kapal-kapalnya.

      ini lebih jelas lagi. Teluk Bayur. Indah sekali. Apalagi latar belakang kontur perbukitan nan indah...
       

      woouuw....meski lagi konsen ngebidik spontan aku di buat kagum dengan layer pegunungan nan indah. Entah apa nama pegunungannya.

      termasuk yang ini juga. kombinasi komposisi sawah dengan layer pegunungan nan indah...

      ooo....my god.... cantiknya
       

      semakin mendekat landasan, beberapa detik sebelum roda pesawat menyentuh landasan masih mendapat suguhan wajah indah bumi padang...

      akhirnya....selamat datang di Bandara International Minangkabau. Kabut masih menyelimuti bandara. kebetulan waktu itu penerbangan pagi.
      Puas...sudah pasti. Di awal trip mendapat suguhan rupa alam Padang yang sangat indah. Terima kasih Tuhan....
      Oya...barangkali ada pertanyaan, lho memang boleh ya moto dari pesawat? sejauh n sesering yang aku jalani  tidak ada larangan. Kecuali moto pramugarinya. Nah ini aku pernah di tegor....
       
       
       
       
       
    • By backpangineer
      Ada orang bijak yang mengatakan bahwa “barangsiapa yang tak mampu bangun lebih awal maka dia tidak akan melihat indahnya matahari terbit” yang bagi saya apabila dianalogikan tidak hanya indahnya matahari terbit saja yang dilihat namun keindahan – keindahan lainnya. Dengan bangun lebih awal kita pada saat trip kita bisa mengunjungi tempat – tempat indah lebih banyak daripada orang yang mulainya agak siangan.
       
       
       
      Sebagai contoh adalah One Day Trip keliling Sumatera Barat yang keluarga saya lakukan pada 7 Desember 2015 yang lalu. Trip kami mulai sepagi mungkin guna mendapatkan tempat yang diinginkan untuk disinggahi. Untuk mobilnya kami sewa, di Kota Padang banyak ko yang menyediakan jasa sewa mobil harian.
       
       
       
      Jam 05.30 kami sudah berangkat menuju Bukittinggi namun pada saat melintasi Jalan Padang Bukittinggi kami singgah dulu di Air Terjun Lembah Anai yang berada persis di pinggir jalan. Setelah puas foto – foto kami lanjut lagi dan sampailah kami di Kota Bukittinggi dimana hujan gerimis menyambut kedatangan kami.
       
       
       

       

       

       

       
       
       
      Kami segera menuju Taman Panorama Bukittinggi dan berteduh di salah satu pondok yang ada di dalam taman ini sembari menunggu gerimis reda. Saat gerimis sudah tiada kami segera ke tempat yang jadi favorit berfoto dimana kita bisa memandangi Ngarai Sianok dan Gunung Singgalang jika cuaca sedang cerah.
       

       
       
       

       

       
       
       
      Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Lobang Jepang, kalo mau masuk terserah mau pakai pandu atau gag perlu, kalo pake pandu siapin ajar Rp 70 ribu sebagai uang jasanya, nanti si pemandu akan menceritakan mengenai sejarah yang terkait dengan Lobang Jepang ini. Setelah menyelesuri Lubang Jepang ini kami keluar di pintu yang berada di Jalan Ngarai Sianok. Sopir kami dengan siap menjemput kami.
       
       
       

       

       

       
       
       
       
       
      Ke Bukittinggi belum puas kalau belum berfoto di landmark-nya yaitu Jam Gadang, setelah itu berjalan lagi ke Pasar Ateh buat beli oleh – oleh kerupuk jangek khas Bukittinggi yang gurih dan sedap itu, nyobain sate Padang khas Bukittinggi yang agak beda dengan sate padang pada umumnya yaitu pada daging satenya dibaluri dengan kelapa parut. Untuk minumnya saya memesan Ampiang Dadiah yaitu fermentasi dari susu kerbau yang dicampur dengan ampiang (ketan tumbuk) dan diberi gula saka cair, nikmat jika disajikan dingin. Sedangkan yang lainnya lebih milih es tebak.
       
       
       

       

       

       
       
       

       
       
       
      Dari Bukittinggi kami lanjut lagi ke Puncak Lawang yang berada di Kabupaten Agam. Disana kami menikmati rimbunnya hutan pinus yang tumbuh subur dan tentunya panorama Danau Maninjau dari ketinggian sekitar 1200an mdpl. Disini juga tersedia aneka permainan outbond yang cocok bagi anak – anak.
       
       
       

       

       

       

       
       
       
      Dari Puncak Lawang kami kembali menuju Kota Padang melalui Lubuk Basung yang artinya kami melewati kelok 44, tepat di kelok 27 (kalo gag salah) kami singgah di sebuah rumah makan untuk santab sore. Lauknya nikmat banget apalagi makannya dengan panorama Danau Maninjau.
       
       
       
      Habis makan lanjut lagi, setelah 44 kelok selesai dilalui kami singgah dulu di Masjid Raya Bayur untuk shalat ashar. Masjid ini keren banget lho, bentuknya menyerupai pagoda dengan cat hijaunya yang mencolok.
       
       
       

       

       
       
       
      Lanjut lagi ke Kota Padang tapi singgah lagi untuk maghrib di wilayah Tiku yang masih berada di Kabupaten Agam. Kami sampai di Kota Padang pada jam 8 malam, rasanya puas banget seharian bisa keliling Sumatera Barat bersama keluarga.
       
       
       
      Untuk biaya yang dihabiskan itu diantaranya
       
      Sewa mobil = Rp 650 ribu
       
      Tiket Taman Panorama Bukittinggi = Rp 5 ribu/orang
       
      Jasa Guide Lobang Jepang = Rp 70 ribu
       
      Uang masuk Puncak Lawang = Rp 5 ribu/orang
       
      Diluar makan, soalnya saya gag suka kalo makan aja perhitungan, hehehe..
       
    • By pariwisatapdg
      Suatu hari (tanggalnya lupa) Hp saya berdering dan tampak ada panggilan dari nomor tak dikenal alias nomor baru yang masuk, tanpa pikir panjang telponpun saya angkat dan terdengar suara perempuan yang lembut yang memperkenalkan dirinya dengan inisial Ms.D, pembicaraan pun dilmulai dan terungkaplah ternyata yang menelpon saya adalah seorang perwakilan dari Telkoms*l kota Medan dan berniat untuk berwisata ke Pulau pagang dengan rombongan sebanyak 27 orang.
      Rencana tanggal keberangkatan di awal-awal bulan Oktober 2015 ini melalui proses yang cukup alot karena ada beberapa permintaan custom menyesuaikan kebutuhan para tamu ini, akhirnya negosiasi putus di harga Rp.315.000/orang dengan rincian
      Paket tour mengunjungi pulau-pulau pasumpahan,sikuai,pagang dan terakhir acara di Pulau Pamutusan Transportasi PP Makan dengan nasi kotak dengan 2 Potong lauk/kotak Snack Asuransi perjalanan Foto underwater Banana Boat harga tidak termasuk transportasi dari asal ke dermaga yang terletak di Bungus, Padang.
      Hari H
      Hari yang telah disesuaikan tiba, rombongan agak terlambat tiba di dermaga karena beberapa jalan ditutup untuk event balap sepeda Tour de Singkarak 2015, setelah rombongan tiba maka akan dipinjamkan jaket pelampung keselamatan, jaket dipasang dan narsis sejenak sebelum naik kapal

      Setelah semua lengkap, rombongan diberikan  pengarahan-pengarahan tentang perjalanan yang akan ditempuh. Perjalanan menuju Pulau Pagang membutuhkan waktu sekitar 30 Menit menggunakan kapal, disepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan keindahan wisata bahari yang dimiliki oleh Sumatera Barat, walaupun saat itu kabut asap ringan namun tidak mengurangi keceriaan peserta tour ini, para peserta sibuk dengan kegiatan masing-masing ada yangfoto selfie, groupfie, mendengar musik dan sebagian kecil ada yang mabuk laut,hehehehe....
      Sampailah di Pulau Sikuai, dulu pulau ini sempat booming karena keindahan pasir putihnya,  resort yang memadai untuk menginap, rute traacking yang sudah di beton dan sarana penunjang lainnya, Keadaan Sikuai yang sekarang sangat sepi, yang ada hanya resort kosong dan berantakan yang diinggal oleh pengelolanya, menurut informasi yang beredar resort di sikuai ini tidak dikelola lagi karena perselisihan antara para investor yang merupakan orang asing.

      Foto-foto sejenak lalu melanjutkan perjalanan di Pulau pagang, di Pulau Pagang suasana lumayan ramai dan sudah ada penginapan-penginapan apabila anda ingin menginap di pulau Pagang ini, harga menginap di Pulau Pagang cukup murah mulai dari Rp.250.000/kamar yang bisa di isi oleh 2 orang. Kegiatan di Pagang adalah Ishoma (Istirahat, Sholat
      dan Makan), selanjutnya rombongan diajak menaiki sebuah bukit yang memiliki view yang sangat indah di Pulau Pagang

      Setelah foto-foto dengan background pemandangan yang indah rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau pamutusan untuk mengikuti puncak kegiatan yaitu Banana Boat dan foto Underwater.
      Para peserta tampak Happy dengan kegiatan banana Boat ini, tampak ekspresi senang, cemas dan senyum sumringah disini.Ada yan terbalik ada juga yang sukses bertahan diatas Banana boat sampai akhir :)

       

      Foto senyum manis peserta didalam air bersama ikan yang sibuk berlalu-lalang

      Setelah kegiatan permainan selesai para peserta dibawa kembali ke Dermaga dan kembali ke Hotel tempat menginap.
      Tour Pulau Pagang ini berakhir, keceriaan bersama di pulau nan elok tak terlupakan, bagaimana dengan anda? jangan lupa masukkan pulau Pagan ke dalam tujuan wisata anda.
      Demikian FR ini ditulis dan dilaporkan, Terimakasih
       
       
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Kali ini mau nulis review Hotel yang saya gunakan untuk menginap di Kota Padang 30 Mei 2015 kemaren, 
      sehari sebelum acara Gathering Nasional VIII. Di sini saya menginap di Hotel Sofyan Inn Rangkayo Basa.
      Dapat dari Traveloka dan menurut mereka ini Hotel Bintang 2 di Padang.
       
      Oh iya Sofyan Inn ini merupakan suatu jaringan Hotel Group yang tersebar di Sumatera dan Jawa,
      jadi mungkin di daerah kalian juga ada dengan nama yang berbeda 

       
      LOKASI
      Untuk alamat lengkap nya berada di Jl. Hang Tuah no. 211 Padang
      Cukup mudah karena berada dekat dengan Pantai Padang atau Taplau (Tepi Laut)
      Di Google Maps pun sudah tersedia

       
      FASILITAS
      Penampakan Hotel nya bagus, rapi dan bersih, di bagian Receptionist yang menyatu dengan Ruang Makan juga cukup luas.
      Dan juga terdapat 2 Ruang Convention Room, setelah Ruang Makan ini

       
      Lalu masuk ke Kamar nya saya pesan Standard Room Twin Bed karena akan Sharing dengan mas @dediku dari Lampung.
      Untuk space kamar nya tidak begitu luas namun cukup lah. 

       
      Di kamar di sediakan Sejadah + Al Qur'an,Free Bottled Water, TV LED, Water Dispenser, Free WIFI, AC. Mungkin karena konsep nya Hotel Syariah jadi disediakan Sejadah + Al Qur'an yang sangat jarang saya lihat di Hotel lainnya.

       
      Kamar Mandi nya ini sangat bagus, bersih dan cukup luas. Ditambah Water Heater, Toilet Duduk dan ada nya Toiletries 

       
      HARGA
      Untuk harga waktu itu Booking via Traveloka senilai Rp. 400.000 permalam
      karena sharing dengan mas Dedi jadi seorang Rp. 200.000
       
      Oh iya udah include Sarapan pagi berdua ya harga itu.
       
      REVIEW
      Karena dekat dengan Pantai Padang jadi salah satu nilai plus nya karena tinggal jalan kaki sekitar 2 menitan sudah sampai deh
      bisa santai di Taplau sambil minum Es Kelapa Muda dan lihat sunset
       
      Pelayanan nya juga baik, mereka membantu dan menegur dengan ramah setiap berpapasan. Namun Lift nya tidak terlalu besar, jadi jika kalian bawa barang yang banyak mungkin tidak muat.
       
      Makanan sarapan pagi nya walaupun kurang variatif hanya beberapa menu saja seperti Nasi Putih, Nasi Goreng, Ikan Saos, Sayuran dan Roti, namun cukup enak dan nyaman, karena saya pilih nasi goreng saja udah cukup. 

       
      Yang tadi nya menginap disini cuma saya @Jalan2 @kyosash @dediku @Atana Sarah Dinda Nadhirah dan @Hasdevi Agrippina Dradjat. Malah jadi ramean ada rombongan @eka wibisono Triwahyuni Trisnaningsih dan @Sari Suwito juga disini hehehe
       
      Overall hotel ini cukup worth seh, namun ada downside nya, ketika di pagi hari kami mau check out, jam 6 pagi AIR MATI, kata petugas Pompa nya ada yang mati (rusak) jadi sedang di servis. Padahal kami harus berangkat jam 7 pagi. Ya sudah ada yang tidak mandi dan saya terpaksa mandi di Toilet Receptionist dengan membawa gayung dan ember hahaha
       
      Ya aside from that accident Hotel ini bagus kok, melihat lokasi nya yang cukup strategis dekat Pantai Padang dan juga Museum Adityawarman.
       
      Silahkan dicoba jika ke Padang