Sign in to follow this  
baehaki

pentol vs cilok

4 posts in this topic

Di daerah jawa timur, entah apakah di daerah lain juga, ada makanan yang namanya pentol. Agak aneh emang namanya. Bentuknya sih seperti bakso, tapi bukan terbuat dari daging, tadi dari tepung kanji. Entah ada campuran apa aja, tapi biasanya di dalam pentol ini dibubuhkan daging atau kadang telur.

salome2.jpg

Untuk nemuin ini makanan pun sangat gampang. Di pinggir jalan banyak dijumpai. Cara makannya juga sederhana. Biasanya dicocol sama saos tomat atau ditambah kecap.

Nah, kalau jawa timur punya pentol, di jawa barat beda lagi. Di sini ada yang namanya cilok. Kadang saya agak bingung antara cilok dengan cimol. Kalau nggak salah, cimol itu ukurannya kecil. Keduanya pun sama-sama terbuat dari tepung kanji.

cilok-1-edit1.jpg

Lalu mana yang lebih enak antara pentol dan cilok? Kalau saya siih, lebih milih pentol. Soalnya pernah makan cilok, kayaknya ada campuran ikan. entah ini benar atau enggak. So, gimana dengan Anda?

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo cilok yang basah di steam gitu. kalo cilok yang kering di goreng. kalo cilok biasanya isinya daging, tapi ada juga yang isi macam2 seperti sosis. kalo cilok ga ada isi. makanya pake bumbu kering. tapi ada juga cilok goreng. rasanya enak. kalo mau beli cilok goreng yang enak, ya di depan borma setiabudi di pinggir jalan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

I love penthol...rasanya emang mirip bakso tapi agak ringan cos kandungan dagingnya lebih sedikit dibandingkan bakso...trus saos cocolannya terkadang dicampur dengan kacang dan sedikit kecap...wahh rasanya ueenaaak tenan, pedas manis dan asin terpadu dengan gurihnya kacang...

Share this post


Link to post
Share on other sites

kalo di balikpapan ini sangat terkenal sekali, dan menjadi cemilan anak nongkrong :D

namanya buakn pentol atau cilok, tapi namanya "Salome"

pentol, Tahu, Telor pake bumbu kacang..... wuiiihhhhh,,,,,, mantap banget, ajib :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By baehaki
      Gresik dan Surabaya itu dua kota yang berdekatan. Kalaupun ditempuh dengan perjalanan kendaraan bermotor, paling hanya memakan waktu satu jam, itu kalau macet. Kalau lancar bisa ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit juga sudah sampai.    Nah untuk kuliner di dua kota ini kadang hampir mirip. Sehingga kadang saya juga agak bingung, ini sebenarnya makanan khas dari mana. Namun ada beberapa yang sudah jelas asalnya. Berikut ini adalah beberapa kuliner khas dari dua kota yang saya diami cukup lama ini.    Semanggi     Jujur sampe sekarang saya belum pernah ngerasain makanan yang satu ini. Entah nggak tau kenapa, walaupun sering terlihat orang ramai mengerubungi si penjual semanggi, saya nggak pernah punya hasrat untuk mencicipinya.    Katanya sih kuliner yang satu ini agak sulit untuk ditemui. Kata teman sih ada penjual Semanggi yang terletak di Jalan Diponegoro, Surabaya. Di Gresik menemukan penjual Semanggi tidak terlalu sulit. Tapi sayangnya penjual semanggi kebanyakan tidak memiliki tempat yang permanen, alias masih asongan.    Semanggi ini merupakan makanan yang biasa disajikan dengan daun pisang, sekilas mirip dengan pecel tapi jauh berbeda. Lalu sayuran yang namanya semanggi (entah ini kalau bahasa indonesianya apa nggak tau saya) ditambah taoge dilumuri dengan bumbu yang mirip rujak. Sebagai pelengkap biasanya disajikan dengan yang namanya kerupuk puli.    Lontong Roomo     Untuk kuliner yang satu ini asli dari Gresik. Kadang orang menyebutnya dengan nama Lontong Romo atau Sego Romo. Penyebutan tersebut tergantung dari cara penyajian. Jika namanya lontong romo, maka penyajiannya memakai lontong. Kalau dinamakan sego romo, maka penyajiannya menggunakan nasi. Kalau saya sendiri sih lebih suka pake lontong.    Kuliner yang satu ini sebenarnya cukup sederhana. Hanya potongan lontong yang selanjutnya dilumuri dengan bumbu berwarna kemerah-merahan. Bumbu tersebut memiliki tekstur mirip dengan bubur. Bahan-bahannya biasa berasal dari tepung beras, santan, udang, cabe merah, bawang serta rempah-rempah lainnya.    Untuk menemukan kuliner yang satu ini juga nggak terlalu sulit. Kalau datang ke Gresik dan ingin mencoba makanan satu ini, baiknya berkeliling pada pagi hari, terutama di sekitar pasar. Soalnya kalau malam hari, penjual lontong romo jarang keliatan, atau malah nggak ada.     
      Pudak   Nah ini mungkin yang terkenal dari kota gresik, terlebih kota gresik sendiri kerap memperoleh sebutan sebagai kota pudak. Nah pudak sendiri merupakan sebuah jajanan yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan dan gula. Selanjutnya adonan tersebut dibungkus menggunakan menggunakan kulit pelepah daun pinang.      Biasanya kuliner pudak ini memang menjadi oleh-oleh yang tepat bagi mereka yang berkunjung ke Gresik. Terlebih pudak juga bisa bertahan cukup lama, bisa hingga dua atau tiga hari, itu yang tanpa pengawet.    Seiring dengan mulai populernya pudak, para produsen makanan satu ini pun mulai menunjukkan kreativitasnya. Salah satunya adalah dengan menawarkan variasi rasa pudak. Yang saya suka sih pudak yang berbahan dasar dari sagu. Selain itu ada pula rasa lainnya seperti rasa pandan, cokelat dan lain-lain. 
    • By baehaki
      Orang surabaya bukan asli orang surabaya kalau belum misuh... hehehe... BTW misuh itu bahasa indonesianya apa ya? kurang ngeh saya. Namun, di surabaya, ada banyak jenis pisuhan, dan yang paling sering dipakai adalah jancuk.

      Namun, jancuk bukan hanya dijadikan ucapan, bahkan di surabaya Anda bisa menemukan makanan dengan nama Jancuk, nasi goreng jancuk tepatnya.

      Untuk nemuin ini makanan, gampang siih. Lha wong posisi penjualnya di mall kok, tepatnya di Delta Plaza atau juga disebut Surabaya Plaza. Kalau masih kurang ngeh, lokasinya gampang ditemuin karena persis di samping monumen kapal selam (monkasel). Alasan disebut jancuk sendiri adalah karena rasanya yang sangat pedas. Saking pedasnya, setelah makan nasi goreng ini, orang akan misuh-misuh... jancuk - jancuk...

      Btw, sayangnya ane belum pernah nyoba ini nasi goreng. Soalnya bukan pneggemar nasi goreng pula :). So, kali aja ada yang ke surabaya, bisa nyoba ini nasi goreng.


    • By baehaki
      Gresik emang kota kecil. Gresik juga terkenal bukan sebagai kota wisata. Malah kota kecil yang bersebelahan dengan Surabaya ini lebih dikenal sebagai kota industri karena banyaknya pabrik yang ada di sini. Yang terkenal terutama adalah Semen Gresik (cuman kantor pusatnya aja) ama Petrokimia.

      Namun, jangan salah. Gresik juga punya cerita kuliner yang menarik. Yang paling terkenal adalah Nasi Krawu. Sepengetahuan saya, banyak orang yang kerap beranggapan salah mengenai nasi krawu dari Gresik ini. Banyak yang menganggap nasi krawu seperti nasi campur. Entah anggapan saya ini benar atau salah. Yang pasti, banyak orang yang saya temui beranggapan seperti itu.




      Tampilan nasi krawu ini sebenarnya sangat sederhana. Berupa nasi putih dengan lauk yang beragam. Lauk itu bisa berupa jerohan atau daging sapi yang diberi bumbu khusus. Yang bikin enak nasi krawu itu sambel trasi. Sebagai pelengkap, nasi krawu juga dilengkap dengan serundeng kelapa. Kalau harganya sih, di Gresik satu porsi nasi krawu berkisar di angka 10 ribu sampe 15 ribu. Kalo sempet mampir ke Gresik, ada satu warung nasi krawu yang terkenal, walopun tempatnya sederhana, namanya warung bu tiban. Lokasinya juga gampang ditemuin, deket pasar soalnya.