Sign in to follow this  
angeline

Shanghai bagus banget ya di Film James Bond

6 posts in this topic

001aa0ba6dbd0bef4a8c1a.jpg

sejak nonton film 007:Skyfall kemaren saya ga ada hentinya mengagumi scene-scene yang eksotis dan romantis, hmmmmmmmm

saya masih terpesona sama film tersebut pemirsa, saya suka sekali scene di shanghai yang menunjukan keindahan kota metropolitan terbesar di China itu

Jadi di Shanghai itu banyak banget gedung yang paling tinggi di dunia gan. contohnya Shanghai World Financial Center dimana tingginya mencapai 492 meter( Wikipedia, 2011), D Shanghai World Financial Center ini banyak banget kantor( ya iyalah).konon, Syuting film james bond: skyfall itu disini pemirsa. hmmm.....

perbandingan Gedung2 tertinggi di dunia

worldstallestbuildings.jpg

Gedung yang akan selesai dengan segera adalah Shanghai Tower yang tingginya 632 meter ketika kelak selesai. Bila bangunan ini selesai, maka bangunan ini akan menjadi bangunan tertinggi di dunia, ( saat ini yang paling tinggi adalah Al-Burj Khalifa Dubai).

foto ini menunjukan nantinya bila Shanghai Tower berdiri

shangh-lead2.jpg

nah disamping world financial center itu , terdapat beberapa skycraper lainnya, diantaranya adalah Oriental Pearl Tower(468m), Jin Mao(428m), dan Shimao(333m). gedung-gedung ini banyak sekali peruntukan nya. dan agan tau ga sih, di antara gedung ini terdapat hotel dan tempat2 tertinggi di dunia, contohnya di JW Marriot hotel terdapat perpustakaan tertinggi di dunia, selain itu terdapat restauran dan bar tertinggi di dunia juga.

tonton ini deh ....

http://youtu.be/_3Dc5uNQkKw

kereeennn banget

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah, gue setuju, bener baenget, shanghai di skyfall keren banget, apalagi kembang apinya..bener bener ngeliatin adidaya kota besar kaya shanghai gitu..beda bangetbsama jakarta yang macetnya banyak, tapi kurang terurus gini..

Kira kira shanghai punya tempat yang terasing dan kena bencana layaknya kampung melayu di jakarta gak ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Setuju sih kalo Shanghai itu cantik banget di malam hari. Lampu2nya eksotis, penampilannya juga aduhai (banyak gedung tingginya maksudnya). ;)

Pinter banget emang nih Sam Mendes nyari lokasi shooting. Kebayang ya biaya yang mesti dikeluarin buat shooting Sky Fall 007. Sayang, gak ada adegan sliding dari ketinggian kayak di Mission Impossible 4. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

itu adalah kota dengan sejuta cahaya.

menurut saya sendiri, shanghai adalah kota yang lebih baik berada di malam hari.

karena sususnan lampunya itu, bagus sekali kalo dilihat dari kejauhan. apalagi kalo dilihat dari atas.

Share this post


Link to post
Share on other sites

yaaaa... betul banget yg TS bilangg.. saya juga terpesona terkagum2 mbak ma kota shanghai kemarin pas nntn skyfall... kerennyaa..

semoga ada kesempatan kesana :)

udah dia banyak lampu2, indah.. bisa diliat dari gedung2 tinggi n kerennya lagi deket sungai gituuuu... ada kapal2nya hehehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By rianifitria
      Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai....
       
      Hari 6 : Xi'An
      Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30.
       Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja).
      Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis!

      Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India.
      Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan.
      Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini.
      Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25
       
      Hari 7 - Xi'An
      Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum.
      Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3.
      Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris.
      Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga.
      Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis.
      Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54.

      Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton.
      Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel.
       
      Hari 8  : Shanghai
      Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari.
      Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw.  Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5.

       
      Hari 9 : Shanghai
      Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8).
      Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain.
      Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit.
      Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit.
      Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya.  
      Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah.

       
      Hari 10 : Shanghai
      Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney.
      Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya.
      Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2.
      Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat.  Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali.
      Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel.
       

       
      Hari 10 : Shanghai
      Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit.
      Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu.
      Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2.
      Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara).
       
      Hari 11: Shanghai
      Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda!
       
      Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai.
       
      Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips:
      - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. 
      - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber
      - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. 
       - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya...
      - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan.
      - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter.
      - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro.
       - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport.
      - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin).
       
      Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.

    • By petrus.sitepu
      Setelah mengunjungi kota Beijing dan Xi’an kali ini tibalah di Shanghai,  dengan menggunakan kereta dari Xi’an, Pagi hari di shanghai setelah lebih dari 12 jam perjalanan memiliki perasaan yang bahagia, akhirnya bisa mengunjungi kota ini
      Tujuan utama ketika tiba di Shanghai yaitu ke hotel Chunshengjiang, Kenapa memilih hotel Chungshengjiang untuk menginap di Shanghai karena lokasi hotel ini yang stategis dan hanya membutuhkan + 5 menit untuk tiba di Nanjing Pedestrian dan memiliki fasilitas yang cukup baik dan nyaman.
      Nanjing Pedestrian
      Nanjing Pedestrian merupakan tempat yang wajib dikunjungi ketika anda mengunjungi Shanghai khususnya wisatawan yang suka sekali dengan shopping. Ada beberapa brand yang populer di Nanjing Pedestrian sebut saja : Pull N Bear, Zara, Uniqlo, H&M NIKE, dan yang lainnya bisa anda temukan disini. Selain toko fashion anda juga bisa menemukan toko makanan lokal yang dijajakan dengan rasa yang menarik dan juga tampilan cantik. Coba kunjungi Nanjing Pedestrian pada saat malam hari, pasti anda akan terpesona dengan kecantikan lampu lampu jalan di sepanjang pedestrian dan lampu dari toko, sungguh romantis.
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Setelah puas mengelilingi Nanjing Pedestrian, tempat selanjutnya yang dikunjungi pada hari pertama di Shanghai adalah Oriental Pearl Tower di daerah Pudong. Oriental Pearl Tower ini hampir sama fungsinya dengan Tokyo Tower ataupun Seoul Tower pada awalnya sebagai pemancar televisi yang kemudian digunakan sebagai untuk melihat obeservasi kota Shanghai. Diatas Oriental Pearl Tower ini kita bisa melihat kecantikan lampu kota shanghai yang berwarna warni dengan sangat indah. Waktu yang baik untuk naik keatas Oriental Pearl Tower ini adalah malam hari, tapi siap siap karena pengujung tempat ini pada malam hari sangatlah padat baik hari weekdays ataupun Weekend. Hal yang perlu dipersiapakan untuk mengunjungi tempat ini yaitu kamera dan keberanian. “Keberanian” karena adalah di salah satu lantai observasi yang kita bisa melihat langsung kebawah dari ketinggian 263 M. Akses yang untuk menuju oriental pearl tower anda bisa menggunkan MRT  dan turun di stasiun Lujiazui, ada perlu jalan 1o menit untuk tiba di Orential Pearl Tower. Carilah bangunan yang bulat, tinggi dan berwarna merah menyala itulah oriental pearl tower.
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Hari kedua di Shanghai, hari ini akan seharian untuk mengelilingi kota Shanghai. Cara yang baik untuk mengelilingi shanghai yaitu dengan menggunakan Shanghai City Bus. Bus ini akan melayani anda berkeliling shanghai dari jam 08.00am sampai dengan 08.00pm. Tempat pemberhentian dari dari Shanghai City Bus antara lain adalah : The Bund, Yu Garden, Nanjiang Pedestrian, dan Shanghai Xin Tian Di. Tempat yang anda harus berhenti adalah The Bund dan Yu Garden, di The Bund anda dapat melihat bangunan kolonial tua dari beberapa negara yang pernah berada di shanghai seperti bangunan dengan bergaya Gothic, Renaissance, Baroque dan yang lainnya. The Bund memang sangat menarik pada malam hari tetapi pada siang hari juga masih terlihat bagus dan menarik. Pada siang hari anda bisa duduk di sepanjang jalan The Bund sambil menikmati makanan kecil dan membaca buku, hal tesebut banyak dilakukan oleh wisatawan yang mengunjungi tempat ini pada siang hari.
      The Bund – Dibelakang terlihat Oriental Pearl Tower
      Yu Garden, ini merupakan sebuah taman klasik tapi jangan ada pikir hanya sebatas taman tapi disini anda akan menemukan beberapa tempat makan dan food court dengan harga yang relatif murah. Selain tempat makan di Yu Gardeng terdapat juga penjual souvenir yang anda bisa beli untuk oleh oleh, masalah harga anda tidak perlu kuatir karena cukup murah dibanding tempat lainnya. Apabila ada seseorang yang mengoleksi tumbler dari starbucks jangan lupa mampir di starbucks di Yu Garden, karena hanya di starbucks di Yu Garden anda bisa memiliki tumbler starbucks dengan edisi khusus Yu Garden. Kegiatan yang ada bisa lakukan di Yu Garden adalah melihat keindahan bangunan klasik yang berwarna warni, selain itu anda bisa berjalan disepanjang jalan yang disiapkan diatas kolam ikan sambil memberikan makan ikan hias yang berada dikolam
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
      Masih ada 2 tempat wisata lagi yang anda harus kunjungi ketika ada mengunjungi shanghai yaitu Qibao dan Zhijiajiao Ancient Town, kedua tempat wisata ini berada dipinggir kota shanghai. Qibao dan Zhijiajiao tidak kalah menarik dibandingkan tempat wisata yang berada didalam kota shanghai.
       
       
       
       
       
       
       
       
      Selamat traveling.
      Kunjungi blog saya di www.petrussitepucerita.wordpress.com
       
       
    • By HarrisWang
      Hallo,
      Kemarin sempat main ke Madame Tussauds Shanghai.
      Lokasinya berada di lantai 10 sebuah pusat perbelanjaan di Nanjing West Road, Huangpu, Shanghai, China.
      Tiket masuk yang kami peroleh RMB 100 dengan pembelian dari bus city tour Hop On Hop Off Sightseeing Shanghai. Jika beli langsung di Madame Tussaud nya, harganya sekitar RMB 180, lumayan hemat jika melakukan pembelian di mereka.
      Kebetulan hotel dimana kami menginap di Shanghai, sangat dekat dengan Nanjing Road Pedestrian Street yang terkenal itu. Hanya berjarak sekitar 15 meter keluar hotel, sudah langsung tiba di jalanan yang menyerupai Time Square di Amrik sana #haseeekk.
      BTW, untuk tour sightseeingnya sendiri, kami ambil yang untuk 2 hari dengan harga RMB 50, jika hanya butuh sehari, harganya RMB 30. Lumayan dibawa berkeliling sekitar 90 menit ke tempat tempat tujuan utama di kota Shanghai, gak perlu repot cari angkutan atau taksi lagi. Dan kita bebas naik turun di halte halte yang memang disediakan.
      Hari ke 2 di Shanghai, kami sempatkan untuk mampir ke Madame Tussauds, Shanghai.
      Turun dari HOHO bis nya, kami langsung naik ke lantai 10 gedung pusat perbelanjaan New World Building.
      Dan diatas ada semacam kasir, untuk kami menukarkan voucher pembelian tiket, menjadi sebuah magnetic card untuk akses masuk kedalam museum.
      Berikut ini beberapa cuplikan perjalan kami di Madame Tussauds Shanghai.
       
       







    • By Gulali56
      Bermula dari teman saya mengirimkan email tentang promo Watson Malaysia untuk tiket Cathay Pacific ke Beijing dibulan November 2014.

      Yang namanya perempuan liat kata promo,langsung saja kita ‘terjebak’ untuk membeli. Padahal saya paling tidak suka winter,maklum darah udik, tidur saja tidak pakai AC. Plus ini promonya dari Kuala Lumpur. Sebenarnya itung2 ya jadi gak murah juga tuh promo.Belum lagi capeknya dobel dobel.
       
      Singkat cerita,tibalah hari H nya.
       
      Day-1: Jkt-KL-Hkg-Beijing
       
      Pesawat kami berangkat dari KL jam 5 sore, transit di Hongkong sejam dan tiba di Beijing International Airport (PEK) jam 2 dini hari. Karena jadwal yang nanggung kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Shanghai jam 6.30 pagi dengan pesawat domestik via skyscanner.co.id  .
      Rencana awal kami memang mau tidur di airport,tapi apa daya ,teman saya terkena musibah, kopernya nyangkut di Kuala Lumpur. Gara-gara dia malas keluar imigrasi di KLIA, dia coba-coba connecting baggage Malaysia Airlines langsung ke Cathay karena masih satu aliansi One World.Ternyata dari pihak MH nya entah kurang koordinasi/komunikasi sehingga ketika kami boarding CX, bagasi nya masih ditahan.
       
      Alhasil pagi-pagi buta kita habiskan dengan bikin report claim di Baggage Lost & Found. CX di PEK itu ada diterminal 3.Terminal yang dibangun jaman Olimpiade 2008 sehingga fasilitasnya paling lengkap,modern dan luas. Dari keluar pesawat (arrival lt.3) sambung connecting train (APM=Automated People Mover) di lt.2 ke bagian imigrasi, ambil bagasi terus lanjut ke bagian lost& found.

      Karena masih dini hari yang buka hanya McDonalds dan Starbucks.Satu hal lagi di sini water fountain nya ada pilihan air panas juga. Lumayan kalau butuh yang hangat-hangat dan gak mau keluar duit.

      Kebetulan pesawat domestik ke Shanghai yaitu Juneyao berada di Terminal 3 juga.Jam 5 kita sudah siap-siap ke lt.4 departure untuk counter check in Juneyao.

      Ternyata satu hal yang perlu diingat, pengecekan di airport China itu sangat strict dan ternyata penerbangan pagi itu rameeee banget.Bener-bener terbukti China berpenduduk terbanyak didunia deh. Jadi jangan coba-coba mepet masuk pas jam boarding kayak kita. Kita harus melewati gate inspeksi dimana harus melepas jaket, memasukkan cabin bag ke scan dan setiap kali ada bunyi,harus diulang untuk dilihat apa yang menyebabkan bunyi . Dari powerbank sampai kunci-kunci, setelah 2x dicek diantara buanyaknya penumpang antri ,baru deh tiket kita bisa direlease ke gate boarding. Paraaahh,yang ada harus lari-lari lagi ke gate.
       
      Day-2: Shanghai
       
      Mendarat di Shanghai Hongqiao airport jam 9-an pagi.
      Shanghai Hongqiao airport ini walaupun ‘Cuma’ airport domestic, tapi besar dan megah.Belum lagi terhubung dengan Hongqiao Railway Station. Karena kami berencana mau ke Hangzhou keesokan hari nya akhirnya kami berjalan kaki ke railway station untuk beli tiket. Yang berasa jauhhhh banget gak sampai-sampai, belakangan baru tau, terhubung juga dengan mall. Tau gini lewat mall nya deh bukan terowongan sepi  nan basi gini.

      Baca-baca di berbagai web sumber, di bagian loket pemesanan tiket ada yang khusus buat foreigner atau bisa berbahasa inggris. Tapi kelihatannya di Hangqiao ini tidak ada deh. Jadinya kita antri dimanapun . Jujur sih liat antrian dan apapun yang berbahasa mandarin, mending dari awal beli lewat agen/hostel deh.Bikin jiper gitu. Padahal teman saya lancar mandarin.Tapi tetap saja dia gak pede dan harus pake alat bantu isi form yang kita download di web luar yang bilingual form.Hahaha.  Disana kita beli tiket second class one way ke Hangzhou seharga CNY 46.5.
       
      Dan ternyata walau web bilang kita bisa beli tiket kereta di station mana saja, kami gak bisa beli tiket ke Beijing dijam yang kami mau yaitu D-train paling terakhir karena D-train kami berangkat dari Shanghai Railway Stn bukan Shanghai Hongqiao.Akhirnya cukup beli tiket ke Hangzhou saja.
      Dari station dengan bodohnya kami jalan balik ke airport, belakangan baru ngeh, dari railway ada station subway nya. Tapi kali ini kami lewat mall nya. Berhubung masih hari pertama di China dan bawa duit ngepas.Kami tutup mata saja jalannya.
       
      Sistem subway di China hampir sama seperti MRT diSG, Cuma yang bikin bete, kita harus pilih line destinasi kita dulu baru pilih nama station nya.Kalo di Sg khan tinggal pilih nama station udah langsung keluar hrgnya. Harga tiket: jarak terdekat CNY 3 ~terjauh  CNY 5.Tapi paling tidak ada menu bahasa inggrisnya .Hore.
       
      Hostel kami: Shanghai Blue Mountain Bund Youth Hostel terletak didekat East Nanjing Rd Stn line 2 atau line yang sama dengan line Airport.Berhubung saya liburan setelah hectic di kntr, saya lupa save petunjuk jalan ke hostelnya.Akhirnya puter-puter mengandalkan teman saya membaca peta di pintu keluar subway.Satu hal lagi, peta jalan disana semua bahasa mandarin.Plus kita berdua buta arah alias buta peta.Pokoknya disaster buat saya yang geret-geret koper 28â€.Apalagi station di China juarangg banget escalator nya. Sangat gak big luggage friendly.Hiks.
      Karena kecapean setelah kurang tidur,drama ilang kopernya teman saya dan nyasar nyari hostel, kami memilih menunggu hingga bisa check in hostel untuk bisa istirahat sebentar.
       
      Ternyata kamar kami diâ€upgrade†katanya, dari standard twin room jadi triple room tapi model bunk beds. Kamarnya sederhana tapi yang penting heaternya nyala,wc nya bersih dan ada hairdryer dan free Wi-fi.
      Setelah tidur 2jam-an.Kami memutuskan skip belanja di Qipu clothing market tapi ke People’s park yang hanya 1 station dari hostel .
      Ternyata jam 4.30 di Shanghai sudah gelap saja dan banyak yang mulai tutup. Baca di peta katanya dekat The Bund, lagi-lagi gak ketemu.Justru malah ketemu Train ticket Agency yang 20meteran dari hostel.
       
      Disana kami pesan tiket ke Beijing, D-train D314 jam 21.11 untuk lusa seharga CNY 309 plus fee agen CNY 5. Murah. Ketimbang beli di web bahasa inggris fee nya USD 15.
       
      Di People’s Park lagi-lagi nyasar bukannya ke taman nya kami malah ke mall nya, New World City.  sekalian cari kaos kaki dan sepatu untuk temen saya yang kopernya blm sampai-sampai. Suhu di Shanghai waktu itu masih diatas 8derajat, tapi cukup berangin. Sehingga memang mending di mall yang hangat.Alesan bgt.
       
      Perlu diketahui kalau yang namanya Station Transfer, besarnya station itu asli gede banget. Nah si People’s Park Stn ini merupakan station subway dengan 3 lajur (line 1,2,8) jadi exitnya  ada 20-an. Dan petunjuknya itu ½ ½ kalau saya bilang sih,mungkin karena saking banyaknya exit, jadi kalau dijabarin satu-satu ya wasalam aja papannya segede apa. Kalau sudah begini kangen sangat dengan Singapore yang detail dan serba berbahasa inggris dan Stn Dhouby Ghaut yang gedenya gak seberapa dibanding disini.
       
      Karena hari ini badan masih capek.Akhirnya jam 8 kami pulang ke hostel dan tidur untuk besok pagi-pagi ke Hangzhou.
      Review Hostel bisa dibaca di sini: http://forum.jalan2.com/blog/287/entry-831-review-shanghai-blue-mountain-bund-youth-hostel/
       
      Day-3: Hangzhou
       
      Jam 7.15 kami sudah berangkat dari Hostel menuju Shanghai Hongqiao railway Stn .Tiket kami 08.46,cara membaca tiket dapat dilihat dari foto berikut:

      Sebelum berangkat kami naik ke lt.2 tempat restaurant yang rata-rata menjual menu box untuk dibawa dikereta.

      Gate kami (20A) dibuka 15menit sebelum waktu keberangkatan dan ditutup 3menit sebelum wkt keberangkatan. Untuk masuk gate ke platform masing-masing,petugas akan mengecek tiket dengan ID/passport kita.Train nya bersih dan sangat tepat waktu.
      Perjalanan menggunakan D-train membutuhkan waktu 1jam 10menit.Kami sampai di Hangzhou jam 10kurang. Sampai disana bengong-bengong lagi karena Hangzhou railway station cuma stasiun kecil. Ketauan bingung ,tertangkap lah kami dengan agen tur lokal. Sebenarnya saya paling males ikut tur.Lagipula saya di Hangzhou ini niatnya Cuma ke West Lake.Tapi teman saya kurang pede untuk naik bis /taksi kesana. Jadilah kami membayar CNY 130 per orang untuk tur West Lake dan Pagoda di bukit.


      Ternyata kita digabungkan ke tur dengan bis yang sudah jalan duluan. Jadi kami diantar agen nya naik taksi ke West Lake untuk bergabung dengan rombongan tur yang sudah sampai dari tadi.Dan tau berapa harga ongkos taksi dari Stasiun ke West Lake? Cukup CNY 19 aja. Pret! Murah aje.
       
      Buat saya yang tidak bisa bahasa Mandarin sama sekali, ikut tur ini asli gak penting banget. Tur guide nya tidak bisa bahasa inggris sama sekali.Dan karena saya satu-satunya yang non China . Ya wasalam.Cukuplah kami foto-foto tanpa tau ini itu.Karena teman saya pun terlalu malas untuk translate ke saya. Untungnya saya udah pernah browse .West lake ini terkenalnya karena termasuk dalam cerita White Snake Legend. Film jaman saya kecil #jadiketauangenerasinya

      Dalam tur ini kami naik cruise melintas danau. Awalnya saya kira kami bakal mampir ke salah satu pulau di tengah danau ternyata numpang lewat doank.Ah rugi sekali. Memang setau saya mampir ke pulau itu ada admission fee nya lagi.Apa-apa bayar lah disini.

      Jam 12 rombongan sudah di bawa pergi dari West Lake. 2 jam di West Lake beneran gak puas deh. Danaunya terlalu bagus untuk sekedar numpang lewat begitu saja.Padahal saya ngebayangin naik battery car keliling danau atau sewa sepeda keliling danau.Mungkin jatuhnya bakal lebih mahal ya kalau west lake ini di explore satu-satu tapi pastinya lebih puas.

      Ternyata tempat makan siang kami adalah tempat souvenir khusus turis.Dan harga tur belum termasuk makan. Berhubung tadi pagi kami makan sangat banyak. Ya kami gak ikutan makan dan keliling cari souvenir.Alesan padahal karena bokek.
      Jam 1 kami dibawa ke Hangzhou Fashion Mall yang merupakan tempat jualan kain sutra yang mahal. Dari bed cover  dan sprei seharga CNY 2,000-an yang tahan api sampai baju cheongsam CNY 75. Later on semua juga tau ini semua overpriced.

      Jam 2, kami dibawa ke tempat jualan teh.Entah deh harga teh nya berapa, yang pasti dapet secangkir dua cangkir teh gratis pas di presentasi. Dan lagi-lagi presentasinya gak ada bahasa inggrisnya sama sekali.

      Jam 3, kami dibawa ke temple yang entah apaan di bukit. Karena ternyata kami harus membayar CNY 21 lagi untuk entrance fee nya.Berhubung udah merasa rugi, kami ogah, dan hanya keliling di area bukit. Salah satu peserta juga komentar,â€Temple dimana2 sama khan? Ngapain bayar.†Hahaha.


      Akhirnya disini saya malah nongkrong di Starbucks beli tumbler nya.hehe.
      Sekitar jam 5 kami dibawa ke another temple ,tapi sudah gelap banget jadi serba diburu-buru.

      Akhirnya bis kami mengantar kami kembali ke station.Berdasarkan hasil browse, station kereta yang lebih banyak pilihannya adalah Hangzhou East Stn. Jadi kami di drop disana.

       Hangzhou East Stn ini kayaknya lebih besaran dari Hangzhou Stn, karena lagi-lagi bengong gimana cara beli tiketnya, kami dibantu oleh salah satu peserta tur yang turis lokal. Di railway antar kota China itu ada mesin tiket, tapi khusus untuk warga lokal, karena membutuhkan nomer ID dan tidak ada fitur bhs inggrisnya.Jadi kami dibantu antri di loket yang kata temen saya sih tulisannya jutru untuk refund & cancelation. Tapi ternyata bisa. Dpt tiket ke Shanghai jam 7.55pm seharga CNY 48.5 sedangkan si turis lokal tadi malah gak kebagian tiket yang entah dia harus kekota mana. Kesian.Mana cakep pula #lho. Sebenernya dia bantuin jg ada pamrihnya yaitu harus foto sama dia.Hahaha.Mo tukeran nomer telp sama temen saya, pulsa nya gak cukup untuk telpon internasional.Haha malu-maluin.Kalo tukeran sama saya,gak guna, dianya gak bisa bahasa inggris.
      Akhirnya kami balik juga deh di Shanghai Hongqiao Stn jam 9pm. Langsung jalan kaki ke airport untuk kembali  urus koper temen saya yang akhirnya sampai juga di Shanghai. Karena harus bawa koper sebesar 30â€. Jadi kami langsung kembali ke hotel dan selesailah petualangan kami hari ini.
       
       
      Day-4 – Shanghai
       
      Hari ini kami adalah hari terakhir kami di Shanghai jadi full jadwalnya.Pagi-pagi kami ke Lujiazui stn exit 1 untuk berfoto di dekat Oriental Pearl TV Tower (OPTT) yang sebenarnya cantiknya pas malam karena lampu warna pink nya menyala. Menara TV ini kalau di Jakarta ya setara TVRI lah ya.Haha Cuma photogenic aja karena ada detail pinknya dan bentuknya yang khas dengan 2 bulatan.Didekat exit 1 ternyata ada viewing dock, dari exit 1 belok kiri ambil escalator.Dari viewing dock ini bisa keliatan Jin Mao Tower bangunan 88lantai disebelah kiri dan OPTT di kanan. 


      Setelah puas narsis-an, kami sarapan disekitar sana.
      Dari sana kami ke Yuyan Garden, taman yang dibangun jaman dinasti Ming ini terletak di Yuyuan Stn Exit 1. Tapi ternyata dari sana, masih harus jalan kaki tuh kurang lebih 1 blok.Lagi-lagi nyasar. Entah kenapa di China ini pelit banget papan petunjuk. Cuma panah ke kanan dari exit 1 tapi entah brp puluh meter lagi. Yang ada kami malah kesasar ke Yuyuan bazaar yang paling ujung. Jadi dari Exit 1 kami ke kanan terus belok ke gang di kanan lagi.Dapet magnet Shanghai seharga CNY 5/buah berbekal bahasa tarzan dan kalkulator. Murah.Later on makin deket ke Yuyuan harganya jadi CNY 15 fix price.

      Dari beli magnet baru deh dikasi tau arah Yuyuan Garden pake bahasa tarzan juga.Karena temen saya pura-pura gak ngerti biar dpt harga murah.Tetep nyasar juga, walau kami akhirnya ketemu papan petunjuk warna coklat nya. Karena sudah sekitar jam 9.30-an, buanyaaaaak sekali turis asing disekitar Yuyuan ini. Daerah ini asli turis spot banget, bangunan sekitarnya tradisional china warna coklat, dan super crowded. Akhirnya setelah ½ mati muter-muter ,sampai juga di depan gerbang Yuyuan Garden.

      Berhubung kami harus siap-siap check out dari hotel.Merasa rugi keluar tiket masuk CNY 40 untuk waktu yang singkat dan pasti crowded.Akhirnya Cuma foto-foto diluar gerbang.Hhahaha..payah.Oiya disini ada NanXiang Crab Dumpling yang antriannya wow banget. Antara pengen antri tapi dikejar waktu.
      Setelah packing,check out dan titip koper di hostel, kami kembali ke People’s Square. Kali ini berhasil ke Shanghai Museum di People’s Square Stn exit 1 belok kanan.

      Tapi agak ber-deviasi ke Hongkong Famous Brand Street dan Dimei Shopping Centre ,underground shopping mall yang pas disebelah kanan Exit 1. Yang ada malah ketemu toko 1 harga yang namanya Marisol atau Mamisol (lupa) yang serba 10yuan. Agak kalap.Baru setelah itu makan siang di Ajisen Ramen. Ramen seharga CNY 35 dengan free flow green tea. DiChina kayaknya rata-rata harus bayar diawal baru dibuat pesanannya.

       

      Sehabis makan siang, baru deh naik ke People’s Square exit 1, ketemu Shanghai Museum dan Shanghai Grand Theater. Foto-foto di luaran terus kita tiba-tiba melihat papan petunjuk ke arah The Bund, salah satu landmark pinggiran sungai yang dari kemarin-kemarin kita penasaran.
       
      Lagi-lagi papan disini tuh tidak ada estimasi jaraknya. Tapi dengan pede kita jalan kaki.Ternyata muncul-munculnya dijalan Nanjing kearah hostel kami. Tentu saja ber-kilometer jauhnya.Nanjing road ini merupakan deretan mall dengan berbagai brand international dari Channel, Prada sampai merk standar kayak Baleno, Uniqlo dll. Ada semacam tourist battery car seharga CNY 5 yang mengantar orang dari ujung ke ujung Nanjing Road. Tapi berhubung pelit ya sudah kita jalan kaki. Nanjing Road ini mungkin setara Orchard Road Singapura ya.
      Jam 4-an kami sampai dihostel kami istirahat sejenak di common room hostel yang ternyata ada papan tenis meja nya. Baru jam 5-an kami berangkat dari hostel dengan koper-koper kami.
      Karena hari ini adalah weekend.Dari depan hostel sampai di subway, penuhhh banget orang-orang lokal memadati jalanan. Sepadat long weekend di Ancol/Ragunan deh. Kami sampai jam 6.30 di Shanghai Railway Stn padahal kereta kami baru jam 9malam. Stasiun yang ini menurut kami lebih kusaman dari Shanghai Hongqiao. Mungkin karena ini justru stasiun pusat ke berbagai kota di China. Ruang tunggu nya ada banyak seperti ruang tunggu Soetta. Kalau Shanghai Hongqiao tuh ruang tunggu nya jadi satu dengan gate yang kecil-kecil. Disetiap ruang tunggu ada fasilitas hot water untuk minum, WC dan bilik charger hp.
      Kereta antar kota itu ada beberapa macam, yang saya tau ada K-train, D-train, dan G-train. G-train ini yang highspeed Shanghai Beijing bisa ditempuh dalam waktu 4-6jam harganya bisa 1jt-1.3jt untuk one way tergantung class nya. Berhubung kita mau hemat hotel semalam , kita pilih D-train, ½ harga dari G-train dengan waktu tempuh 12jam. Dari Shanghai jam 21.11 berarti tiba di Beijing 9pagi. Kalau K-train ini lebih murah lagi dan tentunya lebih lama lagi waktu tempuhnya.
      Ada 2kelas di D-train kami, compartment yang tempat tidur yang harganya hampir setara G-train alias sejuta-an dan tempat duduk biasa seharga 600rb-an.Dari web sih kita lihat 2nd class punya kita tuh model tempat duduk standar 2-3kursi sebaris.
      Ternyata D314 yang sleeper train ini adalah perombakan compartment tempat tidur jadi tempat duduk.Jadi satu compartment kalau versi asli adalah 4 dipan dijadikan tempat duduk ber-6.

      Aslik bikin pegel. Dan ternyata ini menjawab kenapa orang terburu2 lari ke compartment masing-masing karena mereka berebutan dipan di atas yang bisa tidur telentang! Dengan 2koper kami, yang memenuhi ruang kaki,akhirnya dengan terpaksa yang diatas harus berbagi tidur dengan koper raksasa kami.

      Di Dipan bawah kami semestinya berbagi ber-4. Tapi satu orang mengundurkan diri dan tidur diluar. Di compartment ada tv, tapi kayaknya gak nyala. Ada colokan juga, tapi kami sih bawa powerbank jadi gak kepake juga. Yang pasti satu dipan dipake ber-dua itu asli awkward banget posisi tidurnya. Total dipaksa tidur palingan 3-4jam-an deh. Dalam satu gerbong, ada fasilitas wc duduk, wc jongkok, tempat cuci tangan dan hot water.

      Kalau disuruh ngulang kayaknya saya bakal milih yang sejutaan deh satu compartment ber-4 doank.hiks.

    • By baihaki1985
      Keindahan alam bawah laut memang sangat menarik. Terlebih untuk menikmati keindahan alam bawah laut, seseorang harus melakukan usaha lebih. Minimal harus belajar diving atau kalau berada di laut yang dangkal, bisa melakukan aktivitas snorkeling.

      Tapi bagaimana untuk mereka yang tak bisa berenang? Untuk yang satu ini, Anda pun masih tetap bisa menikmati keindahan alam bawah laut. Caranya adalah dengan mengunjungi taman bermain tematik yang secara khusus memang menampilkan keindahan alam bawah laut. Nah, kalau di Shanghai, Anda akan bisa mendapatkannya di Shanghai Ocean Aquarium (SOA).
       

      Bangunan Shanghai Ocean Aquarium (Kredit:chinatravelcompass.com)

      Tempat wisata yang satu ini berada di Distrik Pudong, tak jauh dari Oriental Pearl TV Tower. Tepatnya di Lujiazui Finance and Trade Zone. SOA saat ini juga dikenal sebagai salah satu aquarium laut terpanjang dunia dengan ukuran panjang mencapai 155 meter.
       

      Shanghai Ocean Aquarium (Kredit:Tripadvisor)

      Bangunan dari SOA ini terdiri dari dua gedung yang masing-masing memiliki bentuk piramida. Total area SOA ini mencakup wilayah seluas 20.500 meter persegi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Gedung utama pada SOA terbagi menjadi beberapa area, yakni China Zone, South America Zone, Australia Zone, Africa Zone, Southeast Asia Zone, Cold Water Zone, Polar Zone, Sea and Shore, Deep Ocean Zone serta yang terakhir adalah Special Exhibitions.

      Masing-masing area tersebut menampilkan spesies-spesies yang mewakili nama dari zona tersebut. Dan diantara aquarium raksasa yang ada di seluruh dunia, SOA menjadi satu-satunya aquarium yang memiliki China Zone. Area ini pun menjadi sangat spesial, karena menampilkan spesies serta kondisi ekologi yang ada di sungai Yangtze. Dan di sana juga terdapat beberapa spesies yang terancam punah di Cina.

      Tempat ini pun menjadi lokasi wisata yang sangat menarik, terlebih kalau Anda datang bersama keluarga. Hewan-hewan yang bisa disaksikan di tempat ini pun sangat beragam. Total terdapat 300 tipe serta 15 ribu spesies makhluk air serta ikan-ikan langka. Hewan-hewan yang bisa disaksikan di tempat ini antara lain adalah ubur-ubur, hiu, kuda laut daun, penguin raja dan lain-lain.

      Sementara itu, tentunya kalau berkunjung ke sini, Anda tak boleh melewatkan China Zone yang memang menjadi lokasi spesial. China Zone ini pun menjadi tempat yang secara khusus menampilkan hewan-hewan yang ada di sungai Yangtze. Beberapa di antaranya adalah aligator cina, salamander raksasa ataupun sturgeon cina.

      Berkunjung ke tempat ini, Anda juga bakal merasakan sensasi keliling dunia. Bagaimana tidak, tempat ini juga menampilkan geografi serta budaya dari zona-zona yang disebutkan di atas, entah itu berupa gambar ataupun audio. Secara total, Anda akan bisa menikmati suasana dari empat samudera serta lima benua dunia.

      Untuk berkunjung ke tempat ini, Anda harus membayar tiket sebesar 160 yuan untuk orang dewasa dan 110 yuan untuk anak-anak. Waktu beroperasinya sih dari pukul 9 pagi hingga pukul 18 dan pembelian tiket ditutup pukul 7.30. Namun untuk hari-hari libur tertentu seperti liburan tahun baru Cina, hari nasional Cina serta liburan musim panas, maka waktu buka dari tempat ini diperpanjang hingga 21.00.

      Untuk akses transportasinya sendiri juga tersedia cukup lengkap. Akses menuju ke SOA ini bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi. Kalau ingin gampang, Anda bisa maik taksi dengan tujuan Shanghai Ocean Aquarium dan berada di sebelah Oriental Pearl Tower.

      Selain itu, akses transportasi ke tempat ini juga bisa dijangkau dengan subway. Lokasinya pun kurang lebih 200 meter dari stasiun Lujiazui, jadi Anda cukup berjalan kaki setibanya di stasiun. Sedangkan untuk naik bus, terdapat beberapa bus yang melayani tujuan di sini.

      Nah sebagai tambahan, Anda bisa mengikuti itinerary sebagai berikut pada saat berkunjung ke Shanghai Ocean Aquarium.

      Pembelian tiket bisa dilakukan di lantai pertama, Anda bisa langsung melanjutkan perjalanan ke lantai ketiga. Di lantai ketiga, terdapat tujuh area pameran, seperti VIP Hall, ruang edukasi sains ataupun sebuah air terjun. Selain itu, beberapa zona juga terdapat di sini, yakni China Zone, South America Zone, Australia Zone, serta Special Exhibitions.

      Selanjutnya, perjalanan bisa diteruskan menuju ke lantai kedua yang berisi Africa Zone, Southeast Asia Zone, Cold Water serta Polar Zone. Sebagai tambahan, Sea and Shore juga ada di lantai ini. Di Polar Zone, Anda bisa menyaksikan penguin, sementara di Cold Water, terdapat hewan seperti anjing laut.
       

      Terowongan di Shanghai Ocean Aquarium (Kredit:catracalivre.com.br)
       
      Setelah puas berkeliling di lantai dua, maka Anda bisa lanjut ke basement yang menjadi lokasi Deep Ocean Zone. Di sini, Anda akan diajak benar-benar seperti langsung berada di bawah laut, karena akan melewati lorong. Dan di sini juga menjadi lokasi di mana Anda bisa menyaksikan hiu.

      Terakhir, Anda bisa kembali ke lantai pertama. Kalaupun lapar, terdapat restoran yang bisa dikunjungi. Dan kalau ingin mencari oleh-oleh suvenir khas SOA, Anda juga bisa menemukannya di sini.

      *harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu



    • By Gulali56
      Alamat: 6th Floor, No.350 South Shanxi Road, Huangpu - People Square & South Bund, Shanghai, China 200001

      Hostel yang menurut Agoda.com ini dibangun tahun 2010, terletak dibangunan di area Nanjing yang terkenal dengan deretan mall seperti Orchard Rd di Singapura. Kami memesan kamar tipe Standard Twin Room seharga CNY 240 dengan fasilitas kamar mandi dalam dengan shower, heater (penting), hairdryer , coffee/tea maker , free Wi-fi, toiletries, sandal kamar dan dengan luas sekitar 15m2. Karena ‘katanya’ kamar yang kami booked tidak ada, kami di “upgrade†ke triple room dengan tempat tidur tingkat.Kalau dari rate hotel sekitar CNY 260. Fasilitas nya sama tapi dengan model bunk bed, kamar jadi terasa lebih luas. Deposit kamar adalah CNY 100 yang akan dikembalikan pada waktu check out.


      Untuk menuju hostel ini bisa dicapai dengan subway line 2 atau line airport. Dari Airport CNY 5 turun di East Nanjing Rd Stn exit 1. Perlu diketahui exit 1 ini tidak ada escalator naik, alias tangga biasa. Kalau bawa koper segede orang pulkam kayak saya, ya wasalam aja.
      Dari Exit 1 kita akan langsung berhadapan dengan deretan mall. Samping kiri ada Uniqlo.hehe.. Tapi langsung ke kanan ya, di persimpangan yang ada Bee Cheng Hiang belok kanan lagi.Nah dari situ lurusss aja lewatin 2 persimpangan sampai ketemu bangunan paling tinggi di kanan. Tulisan paling jelas sih “Motel†warna ijo dan “7Daysinn†daripada si Youth Hostel ini. Jadi didalam satu gedung ini ada bermacam-macam hotel ternyata.


      Hostel ini terletak di lantai 6. Dari entrance ambil lift yang lurus. Dari 3 lift pilih yang paling kiri.
      Secara lokasi sih lumayan strategis yaitu sekitar 300-400meter dari stasiun. Walau ternyata diantara nyasar kami ada nemu Youth Hostel yang lebih dekat.
      Dengan harga tidak sampai 500ribu per malam heater nya hangat, tidak perlu selimut malah dikala malam suhu diluar 8derajat Celcius. Tekanan air shower sih rada lemah, tapi cukuplah. WC bersih, WC umum di bagian dormitory pun bersih walau kecil. Lantai dari parkit kayu, tapi agak berdebu maka dari itu dikasi sandal kamar.
      Sekeliling hostel ini ada banyak hawker, mini market yang persis depan gedung, ada train travel office yang cuma 20meter dari hostel, deket The Bund (walau entah The Bund sebelah mananya), kalau balik ke arah stasiun ada banyak mall alias si Nanjing road yang setara Orchard Rd.

      Overall secara lokasi tempat ini cukup recommended lah.
      Untuk dormitory, saya tidak liat kamarnya seperti apa, tapi ada common room berupa tempat menonton tv, dan tenis meja. Ada pula cafe nya pula,yang tp sayangnya rada mahal kalo dari segi harga dibanding makan diluar. Tapi buat yang bingung bahasa mandarin sih tempat ini safe spot banget. Makanan yang disediakan western dan selebihnya liquor.

      Tips buat yang bawa koper segede gaban kayak kita. Daripada pilih exit 1 yang pake tangga, ambil exit 4 yang ada escalator naik . Dari exit 4 ambil kanan tinggal lurus ikutin jalan lewatin 3 persimpangan , gedung hostel ini sebelah kanan.
      Kalau mo lebih canggih lagi, ambil exit 2 , exit 2 ini malah ada escalator naik dan turun plus lift buat disable. Munculnya di sebelum exit 1. Jadi ambil kanan lurus ke arah Uniqlo, ketemu pintu exit 1, pas persimpangan Bee Cheng Hiang belok kanan tinggal lurus terus deh.


    • By baihaki1985
      Permasalahan transportasi pada saat bepergian ke luar negeri, terlebih ke sebuah negara maju seperti Cina tak akan memberikan terlalu banyak permasalahan. Seperti di tempat lain, contohnya New York City dengan MetroCard, Hong Kong dengan Octopus Card atapun Oyster Card di London yang digunakan sebagai salah satu metode pembayaran alternatif, Shanghai juga memiliki kartu serupa yang bernama Jiaotong Yikatong atau Shanghai Public Transportation Card (SPTC).
       
      Kartu ini merupakan sebuah kartu contactless yang menggunakan teknologi RFID. Dan sesuai dengan namanya, kartu ini pun dapat digunakan untuk metode pembayaran berbagai jenis transportasi yang ada di Shanghai. Dengan begitu, kartu ini pun bakal sangat berguna, terlebih ketika Anda berkunjung ke Shanghai untuk durasi waktu yang cukup lama. Dan dengan menggunakan kartu ini, Anda pun tak direpotkan dengan pembelian tiket one trip pada saat naik sebuah moda transportasi.
       

       Shanghai Public Transportation Card (Sumber:wikia.com)
       
      Jiaotong Yikatong ini pun sangat praktis karena tak hanya bisa digunakan pada satu jenis transportasi. Hampir semua jenis transportasi yang ada di Shanghai menerima metode pembayaran dengan kartu yang satu ini. Bahkan kartu Jiaotong Yikatong ini dapat pula dipakai untuk berbagai metode pembayaran terkait transportasi. Selain itu, kartu ini juga diterima sebagai metode pembayaran untuk beberapa transportasi di luar Shanghai, utamanya di wilayah Cina bagian selatan. Di antaranya adalah Suzhou, Wuxi serta Changsu di Provinsi Jiangsu, Hangzhou di Zhejiang, Fuyang di Anhui serta Nanning yang ada di Provinsi Guangxi.
       
      Jiaotong Yikatong bisa dipakai pada beberapa moda transportasi sebagai berikut:
       
      Bus umum
      Anda juga bisa menggunakan kartu ini sebagai alat pembayaran pada saat menggunakan transportasi bus umum di Shanghai. Terlebih fasilitas bus umum yang ada di Shanghai juga sangat banyak. Mencapai sebanyak 800 jalur.
       
      Taksi
      Pembayaran Jiaotong Yikatong bisa dilakukan pada semua jenis taksi yang ada di Shanghai. Kecuali taksi non-Dazhong yang beroperasi di Pulau Chongming.
       
      Subway
      Saat menggunakan jasa transportasi kereta bawah tanah di Shanghai, Anda juga dapat menggunakan kartu Jiaotong Yikatong ini. Terlebih semua line subway yang ada di Shanghai menerima pembayaran dengan kartu tersebut, baik dari Line 1 hingga ke
      Line 9.
       
      Bus jarak jauh
      Seperti yang telah disebutkan di atas, Jiaotong Yikatong ini juga bisa dipakai untuk transportasi bus. Dan tak hanya bus dalam kota, tapi juga bus yang dipakai untuk melakukan transportasi ke luar kota.
       
      Kereta Maglev
      Kalau ingin merasakan pengalaman menggunakan kereta maglev yang memiliki kecepatan tinggi, Anda juga bisa melakukan pembayaran dengan Jiaotong Yikatong ini. Dan yang menjadi catatan, Kereta Maglev merupakan salah satu moda transportasi yang bisa digunakan saat keluar dari Bandara Internasional Pudong.
       

      Kereta Maglev di Shanghai (Wikimedia Commons/J Patrick Fischer)
       
      Ferry
      Anda juga bisa memakai kartu Jiaotong untuk pembayaran sarana transportasi Ferry yang tersedia di sungai Huangpu. Ferry ini pun menghubungkan tempat-tempat di Shanghai yang dilewati oleh sungai Huangpu. Ditambah lagi, terdapat pula tiga pulau yang menjadi wilayah kota Shanghai, yakni Pulau Chongming, Pulau Changxing serta Pulau Hengsha. Dan semua ferry yang ada di sungai Huangpu menerima pembayaran dengan metode yang satu ini. Jadi, Anda dapat memanfaatkan fasilitas yang memudahkan tersebut pada saat menggunakan jasa kapal ferry saat menyeberangi sungai Huangpu.
       
      Tempat parkir
      Nah, untuk yang satu ini akan berlaku kalau Anda menggunakan kendaraan pribadi di Shanghai. Total terdapat 200 titik yang bisa menerima pembayaran parkir dengan menggunakan kartu Jiaotong Yikatong ini di Shanghai. Cukup ringkas.
       
      Pembelian bahan bakar
      Seperti halnya lahan parkir, terdapat beberapa tempat pengisian BBM di Shanghai yang menerima pembayaran dengan Jiaotong Yikatong. Secara umum, total terdapat 100 unit stasiun pengisian BBM di Shanghai yang menerima metode pembayaran jenis ini.
       
      Pembayaran tol
      Pembayaran tol juga akan menjadi semakin lebih praktis berkat adanya kartu debit yang satu ini.
       
      Pembiayaan perbaikan kendaraan
      Terakhir adalah manfaat untuk bisa digunakan sebagai alat pembayaran perbaikan kendaraan. Dan tentu saja tak semua tempat bisa menerima pembayaran jenis ini.
       
      Kalau dilihat secara seksama, kartu Jiaotong Yikatong ini memang tak begitu jauh berbeda dengan metode pembayaran dengan Octopus Card yang ada di Hong Kong. Namun bedanya, Octopus Card di Hong Kong lebih fleksibel. Karena juga terdapat beberapa tempat makan dan toko yang dapat menerima pembayaran dengan kartu pintar tersebut.
       
      Kartu Jiaotong Yikatong ini bekerja selayaknya sebuah kartu debit. jadi, Anda harus memiliki deposit terlebih dulu untuk bisa menggunakanannya. Terdapat lima jenis kartu Jiaotong Yikatong yang diedarkan, yakni:
       
      Standar Memorial Mini Personal Watch  
      Dari lima jenis kartu tersebut, hanya kartu jenis standar yang bisa direfund. Selain itu, pada saat pembelian awal, kartu ini memiliki deposit sebanyak 20 yuan. Untuk pengisiannya sendiri bisa dilakukan di toko-toko tertentu serta di stasiun metro terdekat atau dapat pula dilakukan di bank. Pengisian dilakukan dengan deposit minimal 10 yuan dan kelipatannya.