Sign in to follow this  
deftones

Itinerary Jepang

9 posts in this topic

atas saran moderator, saya masukin deh Itinerary Jepang punya saya, 

hal yg harus diperhatikan sih cuma tau menginap dan tau mau kemana, 

udah ini ajah. dan masuk akal, ga misalnya, jepang cuma 5 hari tapi ke 8 kota. 

ini kan agak ga mungkin, walau mungkin aja sih kalo pake shinkansen hehe. 

tapi yang masuk akal secara umum lah. 

ini saya pake visa kunjungan wisata. 

 

dsgfgd_zpsee1ee518.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Niwan 

waduh, saya bukan agen kak.. 

 

@kyosash

iya ini juga jalan2 dulu kok nagoya nya, ada di bagian bawah itinerary nya, ga keliatan, hihihi

 

 

@Jalan2

maksudnya ya biar ga kaya gitu banget kak, masuk akal,

biar di acc gitu maksudnya, hehe, 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deftones

wah nice share neh

akhirnya di rilis juga itinerary nya

saya juga cuma di tokyo aja seh selama 4 hari jadi itin nya cukup lah :D

 

@Niwan

itin yang di bikin oleh @deftones ini

berdasarkan pengalaman beliau ke tokyo kemaren

kalo mau bareng saya boleh, saya november ini ke tokyo nya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

atas saran moderator, saya masukin deh Itinerary Jepang punya saya, 

hal yg harus diperhatikan sih cuma tau menginap dan tau mau kemana, 

udah ini ajah. dan masuk akal, ga misalnya, jepang cuma 5 hari tapi ke 8 kota. 

ini kan agak ga mungkin, walau mungkin aja sih kalo pake shinkansen hehe. 

tapi yang masuk akal secara umum lah. 

ini saya pake visa kunjungan wisata. 

 

dsgfgd_zpsee1ee518.png

iya mending buat ittin yg sederhana aja seperti itu; gak usah muluk2. Masalahnya kl terlalu muluk2 dan jumlah rekening yg diajukan gak sesuai malah visanya ditolak.

Masalah nanti kl punya rejeki trus keliling Jepang naik shinkansen atau main sepuasnya di Disneyland itu lain soal.

Kalau ittinerary dan keuangan tidak sesuai (tidak masuk logika) maka pihak kedubes pasti akan menolak.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By deffa
      Hola Deffa Here!!!
      Karena Januari 2018 nanti saya dan istri memutuskan untuk kembali mengunjungi Jepang, maka dari sekarang sudah membuat Itinerary nya. Karena cukup lama juga 12 hari dan mencakup beberapa daerah seperti: Osaka, Kyoto, Kobe, Takayama, Shirakawago, Tokyo, Yokohama, Chiba, dll.
      Jadi saya mau membagikan ke teman-teman semua Itinerary yang sudah kami bikin, dengan harapan semoga bisa berguna juga sebagai Referensi kalian. 
      Jika ada saran tambahan Destinasi dan Informasi berguna lainnya silahkan di Komentar ya. Thx u

      Jika ada yang mau versi PDF nya boleh silahkan ke Blog saya di 
      12 Days Itinerary in Japan: Kansai to Kanto
      Btw kali ini selain jalan berdua dengan istri saya juga membawa Bodyguard yaitu om @betmen hahahahah
      colek @twindry @Sahat @betmen @Dewi Julianti @Vernal Avianza @Yos
    • By vie asano
      Lanjutan dari tulisan berjudul [sharing] Itinerary Wisata Jepang 23-31 Mei 2014 (1). Klik hyperlink untuk melihat detail itinerary pada hari pertama yah.

      DAY 02 / Sabtu, 24 Mei 2014

      06.00 – Morning call. Cari sarapan di sekitar hotel.
      08.00 – Stasiun Kameido
      08.07 – naik JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥220*/pax)
      08.31 – Tiba di Stasiun Yoyogi
      08.32 – Transfer ke JR Yamanote Line (¥0*/pax)
      08.35 – Turun di Stasiun Harajuku. Jalan 1 menit ke Takeshita Dori, dan jelajahi Harajuku.







      Foto 01:



      Takeshita Dori [foto: Aimaimyi/wikimedia]


      Keterangan:
      Takeshita Dori merupakan jalan utama di Harajuku. Jika mencari oleh-oleh, rekomendasi terbaik kunjungi Daiso Harajuku (toko 100 yen). Bisa klik hyperlink untuk melihat-lihat tentang Daiso Harajuku.

      10.00 – Pergi ke Omotesando, dan jelajahi area Omotesando.







      Foto 02:



      Suasana di Omotesando [foto: Ocdp/wikimedia]


      Keterangan:
      Jika masih ingin cari oleh-oleh, wajib mampir ke Oriental Bazaar. Sedangkan jika tertarik dengan arsitektur modern, Omotesando kaya akan bangunan dengan bentuk arsitektur yang unik. Salah satu yang direkomendasikan untuk di foto/dikunjungi adalah Omotesando Hills.

      11.00 – Tiba di Stasiun Meiji-jingumae
      11.11 – naik Tokyo metro Fukutoshin Line (¥170*/pax)
      11.13 – Turun di Stasiun Shibuya, keluar melalui Hachiko Exit. Jelajahi Shibuya, sambil mencari makan siang.

      Keterangan:
      Lho, ngapain kok ke Shibuya lagi? Bukankah semalam sudah pergi ke Shibuya? Saya sengaja men-suggest untuk mengunjungi Shibuya lagi untuk berjaga-jaga jika semalam nggak bisa terlalu menikmati suasana karena terlalu lelah. Lagipula, Shibuya di malam hari punya suasana yang berbeda dengan siang hari, khususnya untuk suasana di sekitar Shibuya Crossing (bisa baca disini: Shibuya Crossing: Antara Cerita, Realita, dan Tips). Jika tujuan utamanya untuk shopping, lebih cocok mengunjungi Shibuya di siang hari.

      13.15 – Stasiun Shibuya
      13.30 – Naik Tokyo Metro Ginza Line (¥200*/pax)
      13.45 – Turun di Stasiun Ginza. Jelajahi area Ginza.







      Foto 03:



      Ginza [foto: Jordy Meow/wikimedia]


      Keterangan:
      Ginza dikenal sebagai distrik kelas atas yang melambangkan kemewahan. Bagi pecinta barang-barang branded, bisa berburu di distrik ini. Sekedar jalan-jalan dan menikmati suasana juga oke, karena di Ginza banyak bangunan dengan arsitektur cantik dan menarik.

      15.30 – Stasiun Ginza
      15.36 – Naik Tokyo Metro Ginza Line (¥170*/pax)
      15.38 – Tiba di Stasiun Shimbashi
      15.43 – Naik JR Yamanote Line (¥140*/pax)
      15.45 – Turun di Stasiun Yurakucho. Jelajahi Yurakucho.

      Keterangan:
      Yurakucho ini sebetulnya bisa dicapai dengan jalan kaki dari area Ginza. Hanya saja karena ada anggota rombongan yang sudah lanjut usia, jadi sengaja diatur agar naik kereta saja. Yurakucho ini juga menarik untuk dilihat-lihat karena memiliki bangunan dengan gaya arsitektur menarik seperti Tokyo International Forum. Yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi adalah mampir ke gerai Muji, atau menyusuri pinggiran rel dan melihat-lihat deretan izakaya (=kedai minum khas Jepang) yang membentuk atmosfir kawasan yang unik.

      17.20 – Stasiun Yurakucho
      17.30 – naik JR Yamanote Line (¥170*/pax)
      17.35 – tiba di Stasiun Akihabara
      17.37 – Naik JR Chuo/Sobu Line Local Service
      17.45 – Turun di Stasiun Kameido. Jalan kaki 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo.
      17.49 – Bussiness Hotel Kuronjyo. Cari makan malam dan istirahat.

      Keterangan:
      Disini salah satu anggota rombongan sengaja pergi ke Stasiun Tokyo untuk mengurus JR Pass yang akan digunakan untuk besok. JR Pass yang sudah dibeli di Indonesia memang harus di issue kembali di berbagai kantor JR yang ada di stasiun besar.



      ***


      Sample itinerary-nya saya cukupkan dulu sampai disini yah. Sebetulnya masih ada hari ke-3 dan seterusnya, namun setelah dipikir-pikir, pada prinsipnya penyusunan itinerary-nya nggak jauh berbeda. Yang berbeda hanya obyeknya saja kok. Saya akan memberikan bocoran untuk rute di hari ke-3 dan seterusnya, selanjutnya silahkan coba susun itinerary-nya sesuai dengan kebutuhan masing-masing yah (sekalian latihan, hehe).

      Hari ke-3, rombongan pergi ke Osaka menggunakan shinkansen. Karena JR Pass sudah di issue pada malam harinya, perjalanan menggunakan shinkansen-nya tidak perlu beli tiket lagi. Di Osaka, obyek wisata yang kunjungi antara lain Osaka Castle (baca disini: Osaka Castle 1, Osaka Castle 2, Osaka Castle 3), Namba Parks, dan Dotonburi.

      Hari ke-4, rutenya menuju ke Kyoto. Obyek wisata yang dikunjungi di kota ini antara lain Gion area, Arashiyama Bamboo Forest, dan Kinkaku-ji (baca disini: Kinkaku-ji 1, Kinkaku-ji 2). Setelah itu kembali pulang ke Osaka. Tapi kalau jeli menyusun itinerary-nya (dan kalau fisik masih memungkinkan), masih sempat kok main ke obyek wisata populer lainnya seperti Fushimi Inari Taisha dan Kiyomizu-dera (baca disini: Kiyomizu-dera Temple 1, Kiyomizu-dera Temple 2, Kiyomizu-dera Temple 3).

      Hari ke-5, nah ini agak ribet karena akan pergi ke Nara dan Hiroshima, lalu lanjut ke Kagoshima. Perlu kejelian untuk menyusun rute agar bisa mengakses ketiga kota tersebut dalam satu hari saja (plus harus ekstra hati-hati dalam mengatur waktu wisata agar nggak over time). Hari ke-6 hingga hari ke-8 waktu bebas, karena rombongan akan tinggal di Kagoshima bersama kerabat. Baru pada hari ke-9, rutenya hanyalah dari Kagoshima kembali ke Tokyo untuk terbang lagi ke Jakarta.

      Sebagai penutup, pada realisasinya itinerary yang saya susun ini nggak semua terpenuhi karena semua kembali pada kondisi tubuh pada saat hari H. Namun alhamdulillah sih sejauh ini nggak ada yang nyasar walau hanya berpegang itinerary saja, karena dalam itinerary versi asli dilengkapi dengan keterangan yang lebih detail.

      Semoga contoh itinerary-nya bermanfaat yah.



      ***


      * Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Kemarin-kemarin saya sempet main di forum Jalan2 dan menemukan beberapa thread tentang itinerary Jepang. Ada 2 yang paling mencuri perhatian saya: Trip ke Jepang dan Bantu Susun Itinerary di Tokyo-Osaka 7D/6N. Sempat tergelitik untuk ikutan share contoh itinerary di kedua thread tersebut. Tapi setelah saya pikir-pikir, saya akan mulai dengan share contoh itinerary Jepang yang pernah saya buat lebih dulu.

      Saya pernah sharing tentang masalah itinerary Jepang pada tulisan Menyusun Itinerary Wisata ke Jepang. Namun disana saya hanya mencontohkan dasar-dasar membuat itinerary (versi saya tentunya), dan sample itinerary wisata yang saya buat untuk kota Kyoto saja. Nah, kali ini saya ingin sharing tentang itinerary wisata yang saya buat untuk Mbak D, seorang teman yang pernah saya sebut dalam tulisan berjudul Musim Semi di Jepang, Lihat Sakura Dimana?. Itinerary yang saya buat ini sudah lengkap detail waktunya, nama obyek wisatanya, hingga biayanya. Dan karena itinerary ini sifatnya real (proyek nyata) dan relatif baru (Mei 2014), mudah-mudahan bisa membantu Jalan2ern yang akan pergi wisata ke Jepang dalam waktu dekat untuk memperkirakan masalah obyek wisata dan juga biayanya, minimal menginspirasi dalam pemilihan obyek wisata yang akan dikunjungi.

      Jadwal wisata:
      23-31 Mei 2014

      Jenis wisata:
      Wisata keluarga

      Total rombongan:
      7 orang

      Rute wisata:
      (Kanto Area) Tokyo, (Kansai Area) Osaka, Kyoto, Nara, Hiroshima, Kagoshima

      Keterangan tambahan:
      -Karena ada anggota rombongan yang sudah berusia lanjut, ada request agar waktu wisatanya dibuat sesantai mungkin (tidak terlalu mengejar jumlah obyek wisata maupun mengejar waktu), dan diusahakan jangan pergi ke tempat yang banyak jalan menanjaknya.
      -Minta di suggest obyek-obyek wisata makro saja, pokoknya yang paling populer di kota tersebut.
      -JR Pass sengaja diatur baru berlaku mulai hari ke-3 karena durasi waktu wisata ±9 hari sementara paket JR Pass minimal 7 hari.
      -Untuk Kagoshima tidak perlu dibuat itinerary-nya, karena akan singgah di rumah saudara.

      Detail itinerary:
      DAY 01 / Jumat, 23 Mei 2014

      13.55 – Tiba di Haneda International Airport
      14.45 – Jalan menuju Haneda Airport International Terminal
      15.04 – Naik Keikyu Main/Airport Line Rapid Ltd.Exp (¥410*/pax)
      15.17 – Tiba di Stasiun Shinagawa
      15.24 – Transfer ke JR Yamanote Line, menuju Stasiun Akihabara (¥220*/pax)
      15.39 – Tiba di Stasiun Akihabara
      15.41 – Transfer ke JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥0*/pax)
      15.49 – Tiba di Stasiun Kameido. Jalan 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo (note= nama penginapan yang dipilih)
      15.53 – Bussiness Hotel Kuronjyo. Lakukan check-in, dan simpan barang di dalam kamar.

      Keterangan:
      Hotel ini dipilih oleh hubby secara kebetulan via internet. Ternyata hotelnya lumayan bersih, cukup nyaman, dan lingkungannya juga menyenangkan. Pada waktu itu, rate-nya ±¥8000*/kamar (kebutuhannya 3 kamar, dengan kombinasi 2 orang/kamar + 2 orang/kamar + 3 orang/kamar). Lokasinya tak begitu jauh dari Stasiun Kameido, dan stasiun ini hanya berjarak 2 stasiun ke Stasiun Asakusa dan 3 stasiun ke Stasiun Akihabara. Stasiun Kameido juga hanya berjarak 2 Stasiun ke Stasiun Ryogoku, dan dari stasiun itu mudah mengakses Edo-Tokyo Museum (bisa baca disini: Edo-Tokyo Museum 1, Edo Tokyo Museum 2, Edo-Tokyo Museum 3). Bagi yang masih bingung mencari akomodasi, bisa melirik hotel ini.

      16.15 – Jalan kaki ke Stasiun Kameido (sebetulnya hanya perlu waktu ±4 menit, namun sengaja di setting durasinya agak santai)
      16.26 – Naik JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥160*/pax)
      16.33 – Tiba di Stasiun Asakusabashi
      16.38 – Naik Toei Subway Asakusa Line (¥170*/pax)
      16.40 – Tiba di Stasiun Asakusa (subway). Jalan kaki 4 menit ke Kaminarimon, gerbang utama Sensoji Temple.
      16.44 – Tiba di Kaminarimon, jalan melewati Nakamise Dori dengan tujuan ke Sensoji Temple
      16.50 – Sensoji Temple







      Foto 01:



      Kaminarimon Gate [foto: Kakidai/wikimedia]


      Keterangan:
      Sensoji Temple ini termasuk salah satu kuil yang wajib dikunjungi di Tokyo. Bagi yang mencari obyek wisata populer, wajib berkunjung ke kuil ini. Klik hyperlink untuk informasi lebih lanjut.

      17.30 – Kembali ke Stasiun Asakusa via Nakamise Dori. Jangan lupa eksplorasi dulu area ini, karena Nakamise Dori populer sebagai tempat untuk berburu oleh-oleh ala Tokyo.
      18.15 – Tiba di Stasiun Asakusa, naik Tokyo Metro Ginza Line
      18.47 – Tiba di Stasiun Shibuya (via Hachiko Exit).







      Foto 02:



      Shibuya Crossing [foto: Chensiyuan/wikimedia]


      Keterangan:
      Setelah keluar dari Hachiko Exit, sempatkan dulu berfoto dengan salah satu landmark Shibuya yaitu patung Hachiko. Atraksi terdekat dari sana adalah Shibuya Crossing, dan aktifitas selanjutnya menjelajah Shibuya. Jangan lewatkan juga untuk melihat bangunan Shibuya 109 yang juga jadi salah satu simbol Shibuya dan sering muncul di berbagai manga dan film populer.

      19.30 – Makan di Coco Curry Shibuya (tempat makan yang biasa kami rekomendasikan jika ada yang cari makanan di Shibuya. Alasannya? Bisa klik di hyperlink Coco Curry Shibuya yah, dijamin mupeng juga deh hehe..)
      20.30 – Kembali ke Stasiun Shibuya
      20.43 – Naik JR Yamanote Line outer loop (¥310*/pax)
      20.47 – Tiba di Stasiun Yoyogi
      20.49 – Transfer ke JR Chuo/Sobu Line Local Service (¥0*/pax)
      21.16 – Tiba di Stasiun Kameido. Jalan 4 menit ke Bussiness Hotel Kuronjyo.
      21.20 – Tiba di Bussiness Hotel Kuronjyo, selamat beristirahat.

      Saya masih akan lanjut dengan itinerary hari ke-2 dan seterusnya. Bagi yang suka sightseeing, itinerary hari-2 mudah-mudahan bisa menginspirasi karena saya akan mengajak jalan-jalan ke Harajuku, Omotesando, Shibuya, Ginza, dan banyak lagi. Stay tune terus yah.



      ***


      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.