Sign in to follow this  
ryaryuu

Future City, Songdo.

5 posts in this topic

Songdo%20City,%20Incheon,%20SOUTH%20KOREA.jpg

Songdo terletak di korea selatan, sekarang ini songdo tengah dipersiapkan untuk menjadi the next future city. sekitar 27000 orang akan berpindah dari desa-desa di korea selatan ke daerah bisnis Songdo ini. Pemerintah korea telah memulai pembangunan kota songdo ini dari tahun 2000 dengan menginvestasikan sekitar $35 milyar, dan diperkirakan pada tahun 2016 kota songdo akan memiliki penduduk lebih dari 65.000 jiwa(BBC.CO.UK)

Keistimewaan Songdo sendiri hampir menyerupai Al Burj Dubai, karena Kota Songdo dibangun di atas pulau buatan, terletak 56 Km di barat Seoul, kota Songdi akan menjadi rumah bagi para warga korea yang memiliki IQ diatas rata2(Metro.co.uk), Songdo sendiri akan dilengkapi dengan Fiber optik Cisco di setiap inchi kotanya, maka nantinya Songdo akan memiliki kapasitas koneksi tercepat di dunia.

Selain itu , di setiap rumah, kantor dan sarana umum akan dipasang TelePresence, dimana semua orang bisa menggunakan video call kapanpun mereka mau. Songdo juga dipersiapkan menjadi sebuah kota hemat energi dan ramah lingkungan. Semua fasilitas kota tersebut akan dilengkapi sensor untuk memastikan semua energi berjalan efisien sebagai contohnya , semua lampu merah di perempatan akan mati sendiri di kala tidak ada mobil di jalan tersebut, Songdo juga akna memiliki alat yang bisa membuat siklus air dimana alat tersebut bisa meremake air yang kotor menjadi layak untuk diminum.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Korea Selatan benar-benar berkembang terus ya.. untuk urusan internet sendiri, setau saya Korea Selatan itu sekarang uda jadi negara pemilik internet tercepat di dunia. Kalau ditambah lagi dengan bikin kota kaya gini, uda jadi negara paling canggih dech Korea Selatan itu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

sepertinya keren banget rancangan kotanya.

betul2x melihat masa depan.

kayaknya untuk di kita untuk beberapa kota masih hanya melihat kondisi untuk saat ini, tidak begitu melihat kondisi untuk masa depanya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Spring in Korea. Sekilas judulnya seperti film bertema roman yah. Namun saya jamin tulisan ini nggak ada hubungannya dengan romantisme. Lebih tepatnya, saya ingin mengajak teman-teman untuk wisata virtual ke Korea saat musim semi tiba.
      Sudah jadi rahasia umum jika Korea Selatan merupakan salah satu negara yang memiliki 4 musim, mulai dari musim semi, panas, gugur, hingga musim dingin. Masing-masing musim tersebut memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda satu sama lain, yang mungkin akan mengagetkan para first time traveller yang berasal dari negara tropis seperti Indonesia. Terlebih karena di setiap musim tersebut terdapat beberapa perubahan aktifitas dan gaya busana yang cukup signifikan.
      Untuk membantu teman-teman yang berminat berwisata ke negeri Ginseng tersebut, mulai dari tulisan ini saya akan mengulas lebih dalam mengenai aneka musim di negara Korea, yang akan dimulai dari musim semi. Kenapa? Karena pada bulan ini (Mei) Korea Selatan masih dalam periode musim semi, jadi momennya pas aja gitu. Nah, berhubung rencananya saya ingin mengupas tuntas detail apa saja yang ada di masing-masing musim, mulai dari karakteristik, pakaian yang bisa dikenakan di musim tersebut, aktifitas, hingga tempat terbaik untuk dikunjungi di masing-masing musim; kemungkinan untuk setiap musimnya akan ada beberapa seri tulisan. Jadi, dinikmati saja ya. Dan inilah aneka informasi dasar tentang musim semi di Korea Selatan.
      Periode waktu dan suhu rata-rata
      Hampir sama seperti negara Jepang (karena letak kedua negara ini memang nggak begitu jauh), periode musim semi di Korea Selatan jatuh kira-kira pada bulan Maret hingga bulan Mei. Area yang berada di paling selatan, seperti pulau Jeju, akan mengalami musim semi lebih cepat dari daerah lainnya; sementara wilayah utara mengalami musim semi yang sedikit lebih lambat.
      Perkiraan suhu udara
      Musim semi menandai akhir kekuasaan musim dingin dan mulai berkuasanya cuaca hangat. Walau begitu, pada awal musim semi biasanya suhu udara masih relatif dingin. Normalnya, suhu udara rata-rata antara 7,1 hingga 17,8 derajat celcius. Namun khusus pada awal musim semi, suhu di daerah pegunungan seperti Gangwon-do bisa mencapai -2 derajat celcius di pagi hari dan 17-18 derajat celcius di tengah hari. Baru pada bulan April cuaca sudah mulai menghangat sepenuhnya, sehingga tak sedikit juga yang berpendapat jika musim semi di Korea Selatan dimulai pada bulan April.
      What to wear
      Lupakan jaket atau mantel tebal, kecuali jika akan bepergian ke daerah pegunungan di awal musim semi. Itu karena suhu di awal musim semi, apalagi di daerah pegunungan, temperaturnya masih cukup dingin. Sedangkan untuk daerah lainnya, jaket yang cukup ringan maupun sweater bisa menjadi pilihan jika berwisata di awal musim semi, terutama karena suhu udara cenderung semakin dingin setelah matahari terbenam. Baru pada pertengahan bulan April dan Mei outerwear yang lebih ringan seperti cardigan cocok untuk dikenakan karena cuaca semakin hangat. Kombinasi antara cardigan dan aksesoris seperti scarf, topi, dan kacamata hitam selalu menjadi aksesoris favorit di setiap musim semi di Korea.
      Yang harus diperhatikan
      - Pada awal musim semi, waspadai penyakit pilek karena suhu udara yang sering naik dan turun secara signifikan, ditambah dengan hembusan angin kencang yang membawa udara dingin masih cukup sering terjadi.
      - Udara musim semi di Korea masih cukup kering, walau tidak sekering saat musim dingin. Jadi jangan lupa siapkan peralatan pendukung untuk mencegah kulit kering seperti lipbalm dan body lotion.
      - Terkadang ada hembusan angin yang disertai dengan debu pasir yang berasal dari Gurun Gobi dan terbawa hingga Korea Selatan. Untuk mencegah iritasi mata dan saluran pernafasan, sebaiknya bersiaplah membawa masker saat liburan musim semi di Korea Selatan.
      Aktifitas musim semi
      Musim semi identik dengan aktifitas menikmati keindahan bunga yang mulai bermekaran setelah tidur di musim dingin. Namun bunga apa yang harus dinikmati keindahannya saat berada di Korea Selatan? Apakah aktifitas musim semi hanya sebatas menikmati bunga? Berikut beberapa bocoran aktifitas yang dapat dicoba saat berwisata musim semi ke Korea Selatan.
      1. Melihat bunga Cheri
      Bunga Cheri? Maksudnya bunga Sakura? Yes, betul. Walau dianggap sebagai bunga khas Jepang, bunga Sakura bisa dilihat di berbagai negara yang memiliki 4 musim. Dan bukan hanya bangsa Jepang yang memiliki tradisi hanami, karena mengamati bunga Cheri yang bermekaran juga menjadi salah satu aktifitas musim semi favorit di Korea. Bagi yang ingin tahu spot terbaik menikmati bunga Cheri di Korea Selatan, akan saya tulis terpisah ya.
      Foto 01 (a-d):
      Bunga Cheri di Korea Selatan [foto: Travel Oriented/flickr, Channy Yun from South Korea/wikimedia, HunkinElvis/wikimedia, Piotrus/wikimedia]
      2. Menikmati keindahan bunga Forsythia dan Azalea
      Di Jepang, bunga Sakura melambangkan kebahagiaan karena musim semi telah tiba. Di Korea Selatan, penanda musim semi tersebut adalah bunga Forsythia dan Azalea. Keduanya memiliki keindahan yang tak kalah dari bunga Sakura/bunga Cheri dan waktu mekarnya pun sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Korea. Forsythia dan Azalea mulai mekar pada pertengahan bulan Maret yang dimulai dari pulau Jeju, dan pada awal April di daerah Chuncheon, Gangwon-do.
      Foto 02:
      (a & b.) Forsythia [foto: Korea.net - the official page of the republic of Korea/flickr], (c & d.) Azalea [foto: Caroline Knox/wikimedia, Korea.net – the official page of the republic of Korea/flickr]
      3. Memetik stroberi
      Stroberi Korea terkenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia. Berhubung musim stroberi dimulai kira-kira pada pertengahan Maret dan April, kenapa tidak sekalian mencicipi stroberi Korea? Salah satu tempat terbaik untuk menikmati stroberi Korea adalah Geoje di Gyeongsangnam-do, Nonsan di Chungcheongnam-do, dan Damyang di Jeollanam-do.
      4. Makan kepiting
      Pada awal musim semi, King Crabs mulai banyak ditangkap terutama di daerah pesisir timur. Jadi tak ada salahnya berwisata sambil menikmati King Crab dan Snow Crab, sekaligus menikmati keindahan laut dan pantai di Korea. Tapi jangan berenang ya, karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, suhu di awal-pertengahan musim semi masih relatif dingin.
      5. Menghadiri berbagai festival tradisional
      Selain musim gugur, musim semi dikenal sebagai salah satu musim yang memiliki banyak festival, mulai dari yang berskala lokal hingga nasional. Rencananya aneka festival musim semi akan saya tulis terpisah, jadi tunggu tulisan selanjutnya ya.
      Foto 03: Sebagian festival musim semi di Korea Selatan
      (a.) Andong Hahoe Mask Festival [foto: Caroline Knox/wikimedia], (b.) Gurye Sansuyu Flower Festival [foto: Korea.net/wikimedia], (c.) Gwangyang Maehwa Festival [foto: Korea.net/wikimedia], (d.) Hangan Yeouido spring flower festival [foto: Korea.net/wikimedia]
      ***
      Demikian sekilas info tentang musim semi di Korea Selatan. Untuk aneka festival musim semi beserta rekomendasi tempat yang wajib dikunjungi saat musim semi, tunggu tulisan selanjutnya ya.
      ***
      * Seluruh foto diambil dari creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
      ***
      Baca seri lengkap Spring in Korea:
      Spring in Korea: Aneka Informasi Dasar
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan Maret
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan April
      Spring in Korea: Kalender Festival Bulan Mei
      Spring in Korea, Wisata Kemana Ya?
    • By adrianidini
      Hai.. 
      aku ada rencana ke korea pas autumn  (12-22 november 2018).. inshaallah pasti jadi karena aku sendiri udah beli tiket. Itinerary belum fix, jadi bisa didiskusiin bareng2. Sejauh ini sih masih pgn explore sekitaran Seoul aja, tapi rencana ke luar kota kaya Busan atau kota yang lain juga ada tergantung nanti budgetnya ada atau engga.. 
      Karena aku lumayan suka kpop&kdrama, jadi nanti mungkin bakal ke agensi kpop dan tempat syuting kdrama. Nanti kalo yang ga suka, bisa misah ya :)
      Karena ini pertama kalinya bagi aku ke korea, jadi cari temen yang bisa diajak nyasar bareng-bareng.
      Lebih diutamakan cewek ya, soalnya biar bisa share cost penginapan juga hihi rencana sih mau stay di daerah Hongdae. 
      Cowok bisa join tapi ga bisa share cost penginapan.. 
      Karena masih lumayan lama, jadi bisa nabung dulu.
       
      Yang mau join bisa PM ya, yang mau nambahin tips boleh banget :)
      Thank you ~
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih tentang liburanmu menjelajahi Korea Selatan, kali ini kita akan membahas tentang kota Busan. Busan adalah sebuah kota metropolitan dan pelabuhan yang terletak di daerah tenggara Korea Selatan.
       
                Populasi kota Busan mencapai lebih dari 4.000.000 jiwa dan saat ini Busan dinobatkan sebagai kota terbesar kedua di Korea Selatan setelah Seoul. Busan juga merupakan satu dari tiga kota pelabuhan tersibuk di dunia.
       
                Sebagai terkenal dengan kota pelabuhan, Busan juga terkenal sebagai kota yang sarat nilai kesenian dan budaya. Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari Kota Busan.
       
                Kesenian yang terdapat di Busan antara lain adalah tari topeng Dongrae Yaryu dan Suyeong Yaryu, jwasuyeong eobang nori (pertunjukkan musik para nelayan), donghaean byeolsin-gut (ritual meminta kelimpahan tangkapan), Dongrae Hakchum (Tari Bangau Dongrae) dan lain-lain.
       
                Selain itu, kota Busan juga seringkali menyelenggarakan festival kontemporer rutin, yaitu Busan International Film Festival yang juga merupakan festival film penting di Asia.
      Penasaran dengan pesona wisata yang ada di Busan? Kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Busan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam.
       
      Memilih Penginapan di Busan
       
                Ketika memilih penginapan di kota Busan, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan di sekitar daerah Seomyeon. Dari Seomyeon kamu akan mudah untuk mencapai Gamcheon Cultural Village, BIFF, Jalgachi market dan lain-lain.
       
                Di daerah Seomyeon kamu juga dapat menemukan banyak toko dan restoran. Seomyeon memang merupakan salah satu daerah strategis sehingga tentunya dapat menjadi rekomendasi untukmu bermalam selama berada di Busan.
       
                Di Seomyeon, kamu tentunya dapat memilih penginapan yang sesuai dengan kebutuhan, jadwal serta partner traveling-mu. Kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis hostel, guest house atau hotel.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hostel, kamu dapat menginap di kamar berjenis shared dormitory (mixed dorm, 6 persons) dengan harga sekitar Rp 235.000, 00 atau 20.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah 1 bunk bed, free wifi, dan private bathroom with a shower.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di guest house, kamu dapat menginap di kamar berjenis twin room, private bathroom. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 635.000,00 atau 54.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah free wifi, private bathroom, shower dan hairdryer.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hotel, kamu dapat menginap di kamar berjenis Korean style room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di sini adalah sekitar Rp 653.000,00 atau 56.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan adalah TV, minibar, tea maker, AC, free toiletteries, telefon, kamar mandi, shower, dan kulkas.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalananmu di Kota Busan dengan Sightseeing dan City Tour
       

      Mengunjungi Pantai Haeundae via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a4/Haeundae_Beach_2011.jpg
       
                Pantai Haeundae menjadi destinasi wisata favorit yang harus kamu kunjungi selama kamu berada di kota Busan. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mengawali perjalanan wisatamu di kota Busan dengan mengunjungi pantai cantik yang satu ini.
       
       
       

      Peta Mencapai Haeundae Beach dari Seomyeon via Google Maps
       
                Untuk mencapai pantai ini, kamu dapat menaiki line 2 metro dari Seomyeon Station menuju ke Haeundae Station. Kemudian kamu tinggal berjalan kaki selama sekitar 7 menit.
       
                Biaya yang kamu keluarkan pada perjalanan ini adalah sekitar Rp 65.000,00 atau 5.500 Won. Perjalanan yang kamu butuhkan dari Pantai Haeundae dari Seomyeon adalah sekitar 22 menit.
       
                Pantai Haeundae adalah pantai terbesar di Korea Selatan. Pantai ini memiliki banyak pengunjung yang datang ke sana setiap tahunnya. Haeundae dalam bahasa Indonesia berarti laut dan awan. Pantai ini diberi nama demikian oleh Choi Chi Won dari Dinasti Silla.
       
                Di tempat ini kamu akan terpukau dengan pemandangan dramatis dari hamparan birunya laut serta pasir putih di pantai ini. Terdapat banyak aktivitas olahraga air yang disediakan untuk menambah kenyamanan pengunjung yang berkunjung ke pantai ini.
       
                Pantai ini biasanya penuh pada bulan Juni hingga Agustus, sebab masa tersebut merupakan masa musim panas di Korea Selatan. Selain itu, biasanya terdapat pula beberapa jenis festival yang diselenggarakan di pantai ini untuk menambah kenyamanan pengunjung pantai ini.
       

      Mengunjungi Taejongdae via http://lexparadise.blogspot.com/2012/07/10-places-must-visit-in-busan-korea.html
       
                Setelah puas bermain di pantai, kali ini kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Taman Taejongdae. Taejongdae adalah sebuah taman alami di kota Busan dengan pemandangan langsung berupa laut di depannya.
       

      Peta Mencapai Taman Taejongdae dari Pantai Haeundae via Google Maps
       
                Untuk mencapai Taman Taejongdae dari Pantai Haeundae, kamu dapat menaiki line 2 metro dari Haeundae Station menuju ke Daeyeon Station selama 9 menit. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 65.000,00 atau 5.500 Won.
       
                Selanjutnya, kamu dapat menaiki taksi dari Stasiun Daeyeon menuju ke Taman Taejongdae. Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 200.000,00 atau 17.000 Won. Perjalanan ini akan kamu tempuh sekitar 1 jam hingga 1 jam 42 menit.
       
                Taman Taejongdae adalah sebuah taman alami yang terletak di Kota Busan. Taman ini terlihat begitu istimewa karena dekat dengan laut sehingga kamu tidak hanya dapat melihat pemandangan berupa taman alami, namun juga laut.
       
                Taman ini cukup merepresentasikan Kota Busan yang terkenal dengan pantai-pantai berbatunya. Taejongdae terletak di daerah selatan Pulau Yongdo.
       
                Di taman cantik yang satu ini terdapat Shinsun Rock yang terbentuk dari erosi-erosi yang berkelanjutan dari gelombang laut. Namun, semuanya mempercantik pemandangan Taman Taejongdae yang indah ini.         
       
                Untuk pengalaman yang lebih spesial ketika mengunjungi Taman Taejongdae, jangan lupa untuk mengunjungi observation deck yang bernama MOKDO atau Yeongdo Lighthouse. Karena dari tempat ini, kamu dapat menyaksikan pemandangan birunya laut yang sangat jernih.
       

      Mengunjungi Dadaepo Sunset Fountain of Dream via http://english.busan.go.kr/community/img/13-03-12-001.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Taejongdae Park, kamu dapat mengunjungi Dadaepo Sunset Fountain of Dream. Nah, waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah apabila hari sudah menjelang malam.
       
                Dadaepo Sunset Fountain of Dream adalah sebuah fountain terbesar di dunia. Dadaepo Sunset Fountain of Dream juga menjadi salah satu atraksi wisata terbesar yang terdapat di kota Busan, Korea Selatan.
       
                Fountain ini berukuran 2.519 meter persegi dengan diameter sekitar 60 meter. Dadaepo Sunset Fountain of Dream bisa menyemprotkan air hingga setinggi 55 meter melalui lebih dari 1.000 nozzle-nya. Fountain ini setiap malamnya menyajikan pemandangan yang sangat indah.
       
                Dadaepo Sunset Fountain of Dream terletak di Pantai Dadaepo. Ketika mengunjungi Pantai Dadaepo, pastikan kamu bersantai di sana hingga malam hari untuk mendapatkan pengalaman menarik berupa menyaksikan Dadaepo Sunset Fountain of Dream ini.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu di Kota Busan dengan Mengunjungi Tempat Berbelanja di Sana
       
       

      Mengunjungi Jagalchi Fish Market via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/61/566261_image2_1.jpg
       
                Untuk merasakan pengalaman yang berbeda dan serunya menjadi orang lokal kota Busan, kamu dapat mencoba untuk mengunjungi Jagalchi Fish Market. Pasar tradisional ini terletak tidak begitu jauh dari penginapanmu di Seomyeon.
       
                Di Jagalchi Fish Market ini, kamu dapat melihat ada berbagai produk hasil laut yang ditawarkan. Nah, selain melihat berbagai hasil laut, kamu juga dapat membeli berbagai macam souvenir khas Busan di tempat ini.
       
                Kamu dapat mendapatkan harga yang lebih terjangkau jika berbelanja di pasar ini. Kelebihan lain jika kamu jago dalam menawar, kamu akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau lagi daripada harga yang sudah ada.
       
                Jagalchi Market adalah sebuah pasar seafood terbesar di Korea Selatan. Setelah perang Korea, Jagalchi Market kemudian menamai dirinya sebagai fish market. Di tempat ini kamu juga dapat mencicipi berbagai ikan segar dengan harga yang cukup terjangkau.
       
                Kebanyakan penjual ikan di Jagalchi Market adalah perempuan paruh baya. Namun, mereka akan dengan ramah menjajakan hasil dagangannya kepadamu.
       
                Waktu terbaik mengunjungi Jagalchi Market adalah pada bulan Oktober. Sebab pada bulan Oktober, terdapat Jagalchi Cultural Tourism Festival. Acara ini merupakan salah satu magnet kebudayaan di kota Busan. Acara ini juga sering mendatangkan berbagai turis ke Jagalchi Market.
       

      Mengunjungi Gukje Market via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/05/72/10/58/gukje-market.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi Jagalchi Fish Market, kamu dapat melanjutkan perjalanan berbelanjamu dengan mengunjungi Gukje Market. Gukje Market adalah salah satu pasar tradisional terbesar yang ada di Busan dan Korea Selatan.
       

      Peta Mencapai Gukje Market dari Jagalchi Fish Market via Google Maps
       
                Untuk mencapai Jagalchi Fish Market dari Gukje Market, kamu dapat berjalan kaki selama sekitar 8 menit. Sehingga kamu tidak perlu terlalu repot dan membiarkan banyak waktumu terbuang di jalan.
       
                Setiap gang di Gukje Market terlihat sangat padat karena dipenuhi oleh banyak toko. Gukje Market juga terhubung dengan pasar-pasar lain yang ukurannya lebih kecil, seperti Bupyeong Market dan Kkantong Market.
       
                Gukje Market tergolong sudah cukup lengkap sehingga kamu dapat menemukan barang-barang yang kamu butuhkan di sini. Sebagai rekomendasi, kamu dapat membeli bedding set dan tableware khas Korea Selatan di sini.
       
                Gukje Market buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00. Namun, pasar ini tutup pada hari minggu di minggu pertama dan ketiga setiap bulannya. Jadi, pastikan kamu tidak mengunjungi Gukje Market pada hari minggu di pekan pertama dan ketiga setiap bulannya.
       

      Mengunjungi Nampo-dong via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/56/200156_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Gukje Market, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Nampo-dong. Nampo-dong adalah salah satu daerah favorit bagi para turis serta penduduk lokal Kota Busan.
       
                Setiap tahun, daerah Nampodong dijadikan sebagai pusat perhelatan Busan International Film Festival. Kamu dapat menemukan berbagai restoran atau dapat juga berkunjung untuk melihat teater di daerah Nampodong ini.
       
                Selain itu, kamu dapat juga berjalan menuju ke arah Yongdusan Park yang dapat kamu tempuh dengan menggunakan escalator dari Nampodong. Selain itu, kamu juga dapat melihat Busan dari ketinggian dengan mengunjungi observation tower yang terdapat di taman ini.
       
                Nampodong juga terkenal sebagai salah satu surga bagi para pecinta belanja. Di Nampodong Street kamu dapat melihat berbagai toko yang menjual barang-barang branded maupun barang lokal. Di tempat ini kamu dapat merasakan serunya berbelanja ataupun sekedar window shopping.
       
                Terdapat banyak toko yang dapat kamu sambangi pada perjalananmu di sekitar Nampodong. Beberapa barang yang ditawarkan di daerah Nampodong antara lain adalah pakaian, sepatu, tas, aksesoris, yang bukan hanya diperuntukan bagi para remaja namun juga orang dewasa.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu di Busan dengan Mengunjungi Jembatan dan Temple
       
       

      Mengunjungi Gwangwan Bridge via http://img.slate.com/media/1/123125/122986/2133915/2150681/2152087/piff06174_bridgeEX.jpg
       
                Untuk mengawali perjalanan hari ketigamu selama berada di Busan, kamu dapat mengunjungi Gwangwan Bridge. Gwangwan Bridge adalah sebuah jembatan indah yang terletak di Kota Busan.
       
                Gwangwan Bridge memiliki panjang sekitar 7,42 kilometer dan membentang di antara Haeundae-gu dan Suyeong-gu. Ketika kamu mengunjungi Gwangwan Bridge di siang hari, kamu dapat melihat pemandangan berupa Oryukido Island, Gunung Hwangryeong, Pantai Gwanganri dan Bukit Dalmaji.
       
                Pada malam hari, terdapat pemandangan berupa cahaya lampu yang berasal dari jembatan ini. Lampu-lampu tersebut mampu membuat pemandangan yang berbeda bagi Gwangwan Bridge ini.
       
                Bagi kamu yang ingin merasakan pemandangan yang berbeda, kamu dapat mengunjungi Gwangwan Bridge ini pada siang hari dan malam hari. Jangan lupa untuk memasukkan Gwangwan Bridge ini dalam rencana perjalananmu selama berada di Busan. Menyenangkan, bukan?
       

      Mengunjungi Beomeosa Temple via https://hagwondiaries.files.wordpress.com/2012/10/beomeosa-temple.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Gwangwan Bridge, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Beomeosa Temple. Kuil ini merepresentasikan Busan. Kuil ini sendiri telah berumur setidaknya 1.300 tahun.
       
                Beomeosa Temple terletak di Gunung Geomjeon. Saat ini, Beomeosa Temple telah menjadi kuil terbesar dan tertua yang ada di Busan. Kuil ini dikelilingi oleh banyak pohon pinus, sehingga akan menambah indah pemandangan ketika mengunjungi Beomeosa Temple.
       
                Di Beomeosa Temple ini terdapat Daewoongjeon yang ditetapkan menjadi salah satu national treasure nomor 434. Pintu gerbang Beomeosa Temple ini bernama Jongyemun. Saat ini, Jongyemun telah dinobatkan menjadi pintu masuk terbaik yang dimiliki oleh Korean Temples.
       

      Mengunjungi Haedong Yonggungsa Temple via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/Haedong_Yonggungsa_Temple,_Busan,_South_Korea.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Beomeosa Temple, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mengunjungi Haedong Yonggungsa Temple. Dari dekat kuil ini, kamu dapat menyaksikan pula ombak dan lautan yang menambah keindahan pemandangannya.
       
                Ketika banyak kuil di Korea Selatan berada di sekitar gunung, maka Haedong Yonggungsa Temple ini justru terletak di daerah pantai. Haedong Yonggungsa Temple dibangun oleh seorang biksu besar di Korea Selatan pada sekitar tahun 1376. Pada saat itu bertepatan dengan Dinasti Goryeo. Kuil ini beralamat di 416-3, Sirang-ri, Gijang-eup, Gijang-gun.
       
                Pada sekitar tahun 1970, terjadi rekonstruksi ulang guna memperbaiki banyak struktur di sekitar kuil ini. Namun demikian, rekonstruksi itu tetap disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dari kuil tersebut. Bagi para pecinta fotografi, jangan lupa untuk menyempatkan waktumu untuk berkunjung ke kuil indah ini.
       
                Haedong Yonggungsa Temple ini memang terlihat berbeda daripada banyak kuil lainnya. Sebab, sambil menikmati keindahan kuil ini, kamu juga dapat mendengarkan indahnya suara deburan ombak dari lautan yang terletak persis di depan Haedong Yonggungsa Temple ini.
       
                Nah, itu dia itinerary perjalanan wisata menjelajahi Kota Busan selama 3 hari 2 malam. Ternyata Busan memiliki banyak pesona wisata yang sebaiknya masuk dalam daftar perjalanan wisatamu, bukan? Semoga daftar itinerary ini dapat membantu memudahkanmu dalam menyusun referensi guna kegiatan liburanmu di Kota Busan.
       
       
                Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih dalam rangka liburanmu di Korea Selatan, maka kota selanjutnya yang dapat kamu sambangi adalah kota Cheonan. Cheonan adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur laut Chungcheon selatan, Korea Selatan.
       
                Cheonan terletak sejauh 83,6 kilometer dari Kota Seoul, ibukota Korea Selatan. Cheonan seringkali dijuluki sebagai “kota inti bangsaâ€. Kota ini dijuluki demikian karena merupakan pintu gerbang ke daerah sekitar wilayah ibukota nasional.
       
                Daerah utara berbatasan dengan Seoul, barat menuju ke daerah Asan, selatan ke Gwangju dan Daegon serta timur ke daerah Daegu dan Busan. Nah, apakah kamu penasaran dengan pesona wisata apa saja yang ditawarkan oleh kota Cheonan?
       
                Kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Cheonan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Yuk, segera simak tulisannya.
       
      Memilih Penginapan di Cheonan
       
                Jika kamu memutuskan untuk ingin menginap di Kota Cheonan, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis motel atau hotel. Pemilihan jenis penginapan ini tentunya dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan, jadwal serta partner traveling-mu.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di motel, kamu dapat menginap di motel dengan kamar berjenis standard double room. Biaya yang harus kamu keluarkan adalah sekitar Rp 537.000,00 atau 45.000 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di motel tersebut antara lain adalah seating area, TV flat, computer, free wifi, landmark view, city view, AC, heater, lemari, shower, hairdryer, spa, free toiletteries, toilet, bathroom, kulkas dan lain-lain.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di hotel, kamu dapat menginap di hotel berjenis standard double room. Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin menginap di hotel ini adalah sekitar Rp 657.000,00 atau 55.000 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di hotel tersebut antara lain adalah AC, TV flat screen, seating area, private bathroom, free toiletteries, desk, heater, shower, free toiletteries, free wifi telefon dan lain-lain.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalanan Hari Pertamamu di Kota Cheonan dengan Sightseeing dan City Tour
       

      Mengingat Sejarah di Dongnip Ginyeom Gwan (Independence Hall of Korea) via
      https://www.flickr.com/photos/120404816@N08/13148902785
               
                 Selain Seoul dan Suwon, ada lagi kota Cheonan yang wajib kamu kunjungi. Kota ini juga terletak tidak begitu jauh dari Seoul dan dapat ditempuh dengan menggunakan taksi.
       
                 Independence Hall of Korea terletak di pinggiran kota Cheonan yang dapat ditempuh dengan menggunakan bus nomor 400 selama 35 menit dari pusat kota Cheonan, Yauri.
               
                 Tempat ini dibangun dengan tujuan wisata sejarah untuk mengingatkan kembali perjuangan bangsa Korea Selatan merebut kemerdekaan mereka dari penjajahan Jepang. Tidak ada biaya yang dipungut untuk masuk ke kompleks ini alias gratis. Jika kamu lelah berkeliling dengan berjalan kaki, tersedia pula kendaraan wisata untuk menemani perjalanan kamu di Dongnip Ginyeom Gwan.
       

      Berfoto di Depan Independence Hall of Korea
       
                Visualisasi penataan wisata sejarah di museum ini disusun secara kronologis, sehingga memudahkan kamu jika ingin mempelajari sejarah Korea Selatan. Kamu akan dapat mudah memahami perjuangan bangsa Korea Selatan jika mengikuti kronologisnya.
       

      Mengunjungi Gakwonsa Temple via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/03/b2/b8/8f/gakwonsa-temple.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi Independence Hall of Korea, selanjutnya kamu dapat mengunjungi Gakwonsa Temple. Candi Gakwonsa adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Gunung Taejosan.
       
                Pada bagian pekarangan kuil, terdapat sebuah patung Buddha perunggu yang sedang duduk. Patung Buddha ini berukuran sangat besar dengan dimensi tinggi 15 meter, diameter 30 meter serta berat lebih dari 60 ton.
       
                Di belakang patung Buddha, kamu dapat langsung menyaksikan pemandangan puncak Gunung Taejosan. Para turis dapat menaiki tangga yang cukup curam jika ingin mencapai puncak Gunung Taejosan. Namun tenang saja, karena tentu kamu tetap dapat mendapatkan view yang indah walaupun kamu berada di dasarnya.
       
                Candi Gakwonsa dibangun pada tahun 1977 untuk mendoakan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Candi ini masih menjadi salah satu candi tercantik di Korea Selatan hingga saat ini.
       
                Untuk mencapai Candi Gakwonsa kamu dapat menaiki bus bernomor 24 dan turun di pemberhentian terakhir. Kamu dapat menaiki bus bernomor 24 tersebut dari mulai terminal bus di pusat kota atau stasiun subway di pusat kota.
       
                Untuk mencapai puncak dari Candi Gakwonsa, banyak orang memilih untuk menaiki tangga sebanyak 243 buah. Namun, apabila kamu lebih teliti, kamu bisa berjalan terus dan dapat menemukan sebuah tempat masuk lain yang akan memudahkanmu mencapai puncaknya.
       
                Perjalananmu di Candi Gakwonsa tidak akan mengecewakanmu karena kamu tentu dapat menemukan pemandangan menarik yang sayang jika dilewatkan. Untuk itu, jangan lupa untuk mengunjungi Candi Gakwonsa jika kamu berkunjung ke Cheonan.
       

      Mengunjungi Tedin Water Park via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/03/1058303_image2_1.jpg
       
                Nah, setelah puas mengunjungi Candi Gakwonsa, sekarang kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan bersantai di Tedin Water Park. Tedin Water Park beralamat di 200 Jonghaphyuyangji-ro, Seongnam-myeon, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungceongnam-go.
       
                Di tempat  ini kamu dapat menikmati fasilitas mandi air hangat dengan berbagai mineral yang terkandung di dalamnya. Mineral tersebut adalah kalsium, potassium, magnesium dan lain-lain.
       
                Pemandian air panas yang tersedia di Tedin Water Park juga baik untuk sirkulasi peredaran darah, serta mencegah berbagai penyakit yang serius. Tedin Water Park memiliki fasilitas berupa kolam renang, air mancur serta pemijatan terapetik yang baik untuk ototmu.
       
                Pada bagian indoor Tedin Water Park ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 19.00. Sementara pada bagian outdoor Tedin Water Park ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Waterpark dan spa di Tedin Water Park ini mampu menampung hingga sekitar 10.000 orang.
       
                Biaya yang ditawarkan untuk memasuki tempat ini tergolong bervariasi. Namun, harga yang paling terjangkau adalah sekitar 44.000 Won pada waktu musim dingin. Sementara untuk peak season, biaya tiket yang harus kamu keluarkan adalah sekitar 59.000 Won.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalanan Wisatamu dengan Mengeksplor Kota Cheonan
       

      Mengunjungi Cheonan Postal Museum via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/18/Korea_airmail_stamp_1200won.JPG
       
                Untuk mengawali hari kedua perjalanan wisatamu di Cheonan, kamu dapat mengunjungi Cheonan Postal Museum. Cheonan Postal Museum adalah sebuah museum pos yang pada awalnya memang berfungsi sebagai kantor pos.
       
                Nah, jika kamu ingin mengunjungi sebuah tempat yang berbeda dan tidak terlalu ramai dengan turis, pilihan untuk mengunjungi Cheonan Postal Museum tentunya merupakan pilihan yang tepat.
       
                Pada Februari 2004, Cheonan Postal Museum kemudian dibangun dan masih merupakan bagian dari Communication Officials Training Institute di Cheonan. Di museum ini, kamu dapat melihat dan mempelajari sejarah tentang pos Korea Selatan.
       
                Walaupun memperlihatkan mengenai sejarah pos dan filateli Korea Selatan, namun kamu tidak perlu khawatir sebab kamu tidak membutuhkan waktu yang lama jika ingin menjelajahi museum ini. Menyenangkan, bukan?
       
                Kamu dapat melihat berbagai koleksi, seperti cap pos yang digunakan pada awal abad ke 20, koleksi kotak pos sejak zaman dulu, sejarah perkembangan kartu pos, awal mula system pos digunakan, dan lain-lain.
       
                Hong Yeok-sik pertama kali bertandang ke Jepang dan Amerika Serikat untuk menyelidiki system pos mereka. Kemudian, ketika kembali ke Korea Selatan, ia menjelaskan bahwa Korea Selatan sebaiknya memiliki system pos tersendiri.
       
                Kemudian, Raja Gojong memutuskan untuk membuat sendiri system pos bagi Korea Selatan. Hong Yeok-sik kemudian diangkat untuk menjadi kepala pos negara. Jangan lupa untuk memasukan Postal Museum dalam rencana liburanmu di Cheonan.
       

      Mencicipi Makanan Korea Selatan di Minaritgil via http://www.waegook-tom.com/south-korea/cheonan/
       
                Setelah puas menjelajahi Cheonan Postal Museum, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mencicipi kuliner khas Korea Selatan di Minaritgil. Minaritgil adalah sebuah tempat makan favorit di Cheonan yang menawarkan berbagai jenis makanan Korea yang lezat.
       
                Di tempat ini, kamu dapat mencoba makkeoli yang enak. Selain itu, tempat ini juga menawarkan arsitektur interior yang menarik. Pada bagian dindingnya terdapat wallpaper berupa kupu-kupu yang indah.
       

      Mengunjungi Cheonan Samgeori Park via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/13/881013_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mencicipi makanan khas Korea Selatan, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi salah satu taman kota yang terkenal di Kota Cheonan. Taman tersebut adalah Cheonan Samgeori Park.
       
                Samgeori Park berarti three way intersection park. Taman ini beralamat di 316 Samryong-dong, Dongnam-gu, Cheonan-si, Chungceongnam-go.
       
                Taman ini telah menjadi titik strategis tempat kebudayaan banyak menyebar. Di taman ini, kamu dapat menyaksikan para orang lokal menghabiskan akhir pekan atau waktu luang mereka.
       
                Aktivitas yang dapat kamu lakukan di tempat ini antara lain berjalan sore, bermain sepeda, atau bersantai. Bagi kamu yang menyukai fotografi, kamu dapat pula berfoto dan menemukan banyak inspirasi di tempat ini. Tentunya mengunjungi taman ini sebaiknya jangan sampai kamu lewatkan.
       
                Salah satu festival terbaik yang merupakan festival kebanggaan masyarakat Cheonan, yaitu Cheonan Heungtaryeong Festival seringkali diadakan di sini. Festival ini merupakan sebuah festival kebudayaan yang seringkali mampu mendatangkan banyak turis untuk berkunjung ke Cheonan.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Kegiatan Wisatamu di Cheonan
       

      Mengunjungi Arario Gallery via http://www.akive.org/upload/gallery/1334044673550.jpg
       
                   Untuk mengawali hari ketigamu di Kota Cheonan, kamu dapat mengunjungi Arario Gallery. Arario Gallery adalah sebuah galeri seni yang terdapat di Kota Cheonan.
       
                   Arario Gallery dibuka kembali pada tahun 2002, dan menjadi salah satu pusat bisnis tersendiri di Kota Cheonan. Galeri ini menampilkan karya seni kontemporer yang merupakan hasil karya dari seniman Korea Selatan maupun internasional.
       
                   Saat ini, Arario Gallery telah membuka cabang di Seoul serta Shanghai. Arario Gallery selalu berusaha menampilkan karya seni terbaru yang berbeda dari lainnya.
       
                   Beberapa pameran yang pernah ditampilkan di Arario Gallery antara lain adalah pameran solo dari Keith Harring (2002), pameran seni karya Sigmand Polke (2004), seniman dari Leipzig yang mempamerkan kebudayaan Jerman, serta karya seni realis dari Hyung Koo Kang dan lain-lain.
       
                   Arario Gallery sengaja dibuat sebagai tempat bagi semua orang dari berbagai kalangan dan usia agar dapat mempelajari seni dengan mudah dan menyenangkan. Sebab seni merupakan kesukaan banyak orang.
       

      Mengunjungi Taejosan Park via http://www.koreaontherocks.com/climbing/areas.php?area_id=160
       
                   Taejosan Park adalah sebuah taman yang terletak persis di dekat Gunung Taejosan. Setelah puas mengelilingi Arario Gallery, bersantai sejenak di taman yang indah ini tentu dapat menjadi pilihanmu selanjutnya.
       
                   Di Taejosan Park kamu dapat menikmati pemandangan berupa banyak pepohonan, track khusus untuk berjalan kaki serta yang tidak kalah menarik adalah kamu dapat melakukan aktivitas climbing di sini.
       
                   Aktivitas climbing di Taejosan Park buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.30. Namun, climbing di Taejosan Park ini tutup pada hari Minggu. Jadi, untuk kenyamananmu usahakan untuk tidak datang pada hari Minggu.
       
                   Ketinggian wall climbing ini adalah sekitar 8 hingga 12 meter, sehingga tergolong cukup tinggi. Kamu dapat menggunakan fasilitas climbing wall secara gratis sebab fasilitas ini memang telah disediakan oleh pemerintah Kota Cheonan.
       
                   Selain terdapat fasilitas berupa wall climbing, di tempat ini kamu juga dapat menemukan taman sculpture, area untuk camping, lapangan tenis serta area untuk relaksasi. Taejosan Park memang sering kali digunakan untuk venue acara-acara outdoor tertentu.
       
                   Untuk merasa lebih dekat dengan warga lokal, tentu saja kamu dapat mengunjungi Taejosan Park ini. Banyak keluarga Cheonan yang datang mengunjungi taman ini untuk bersantai dan menikmati waktu luang mereka.
       

      Mengunjungi Gwangdeoksa Temple via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/02/565702_image2_1.jpg
       
                   Setelah puas mengelilingi Taejosan Temple, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Gwangdeoksa Temple. Gwangdeoksa Temple adalah sebuah candi terkenal lainnya yang terdapat di Kota Cheonan.
       
                   Gwangdeoksa Temple dibangun pada tahun 637 oleh Biksu Jajang Yulsa pada masa Kerajaan Silla. Gwangdeoksa Temple selesai dibangun pada masa Raja Heungdok pada tahun 832.
       
                   Gwangdeoksa Temple terletak di sekitar daerah tenggara Gunung Gwangdeoksa, yang membatasi daerah Asan dan Cheonan. Dan terletak pada bagian barat daya Gunung Taehwasan.
       
                   Gwangdeoksa Temple sendiri merupakan candi terbesar yang terletak di antara Provinsi Chungcheong dan Gyeonggi sebelum masa penjajahan Jepang. Candi ini sempat terbakar pada masa penjajahan Jepang, namun beberapa bangunan utamanya seperti Daeungjeon, Myeongbujeon, dan lain-lain sudah kembali terekonstruksi.
       
                   Gwangdeoksa Temple berbentuk oksagonal dan terdiri dari tiga lantai pagoda. Gwangdeoksa Temple sendiri dibangun untuk menghormati Dinasti Goryeo dan Menara Jonggak. Tempat ini sendiri membentuk sebuah nuansa yang sepi dan damai sehingga seringkali digunakan untuk meditasi Zen.
       
                   Untuk mencapai Gwangdeoksa Temple, kamu dapat menaiki bus nomor 610 di depan Stasiun Cheonan. Selain itu, kamu juga dapat menaiki bus nomor 610 tersebut di depan Cheonan Express Bus Terminal.
       
                   Lalu, kamu dapat turun di pemberhentian terakhir dari bus ini, yaitu daerah parker Gwangdeoksa Temple. Bus ini beroperasi dari pukul 6.40 hingga 20.30. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk mengunjungi Gwangdeoksa Temple ini adalah sekitar 40 menit.
       
                   Bila kamu ingin menaiki taksi, kamu dapat menaiki taksi dari Stasiun Cheonan atau Cheonan Express Bus Terminal. Lama waktu tempuh yang kamu butuhkan untuk mengunjungi Gwangdeoksa Temple dengan menggunakan taksi adalah sekitar 30 menit.
       
                   Gwangdeoksa Temple sendiri buka setiap hari. Tidak ada biaya masuk yang dikenakan jika kamu ingin mengunjungi Gwangdeoksa Temple. Dan Gwangdeoksa Temple ini dibuka sepanjang tahun.
       
                   Bagi kamu yang menyukai fotografi, tentunya mengunjungi Gwangdeoksa Temple dapat kamu jadikan sebagai salah satu pilihan ketika mengunjungi Kota Cheonan.
                  
                   Nah, itulah dia itinerary perjalanan wisata menjelajahi Kota Cheonan di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Ada banyak tempat wisata menyenangkan yang dapat kamu kunjungi selama kamu berada di Cheonan bukan? Untuk itu, jangan lupa meluangkan waktumu untuk mengunjungi kota indah yang satu ini.
       
                   Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih ingat dengan Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di negara Korea dan Jepang? Nah, salah satu stadionnya terletak di Kota Suwon yang satu ini. Suwon merupakan sebuah kota yang terletak di bagian barat Korea Selatan. Kota ini merupakan ibukota dari Provinsi Gyeongdi-do.
       
                Jika kamu mulai merasa bosan dengan hiruk pikuk kota Seoul, maka kota Suwon dapat menjadi salah satu alternatif tujuan wisata untukmu. Kota ini terletak tidak begitu jauh dari Kota Seoul yang dapat ditempuh dengan menggunakan bus 7001 dan subway selama satu jam.
       
                Kota ini terletak tidak begitu jauh dari ibukota Seoul. Kota Suwon telah mengalami perkembangan sesuai dengan sejarah Korea Selatan. Awalnya, Suwon merupakan sebuah kota kecil. Kemudian berkembang menjadi kota industry dan saat ini juga berkembang sebagai salah satu pusat kebudayaan.
       
                Penasaran dengan pesona wisata apa saja yang ditawarkan oleh Kota Suwon? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya dalam itinerary menjelajahi kota Suwon di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam.
       
      Memilih Penginapan di Suwon
       
                Ketika memilih penginapan di Suwon, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis guest house, motel atau hotel. Tentunya pemilihan pengianapan tersebut dapat kamu sesuaikan dengan budget, jadwal serta partner traveling-mu.
       
                Jika kamu memilih untuk menginap di guest house, kamu dapat memilih untuk menginap di 4 bed dormitory room. Biaya yang kamu keluarkan untuk menginap di penginapan berjenis ini adalah sekitar Rp 215.000,00 atau 18.073 Won.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di kamar tersebut adalah AC, heater, free wifi, shared toilet dan shared bathroom. Jika kamu ingin menginap untuk di penginapan berjenis motel, kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis single room with private bathroom.
       
                Biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp 315.000,00 atau sekitar 18.000 Won per malam. Fasilitas yang kamu dapatkan di kamar tersebut adalah AC, free wifi, private toilet, private bathroom, hairdryer, toiletteries dan lain-lain.
       
                Selain guest house dan motel, kamu dapat memilih untuk menginap di penginapan berjenis hotel. Kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis double room dengan harga sekitar Rp 598.000,00 atau 50.200 Won per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah free wifi, AC, private toilet, private bathroom dan lain-lain. Nah, jangan lupa untuk mencatat semua detail penting tentang penginapanmu untuk menambah kenyamananmu selama berada di Suwon.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalanan Hari Pertamamu di Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat yang Menjadi Landmark Kota Suwon
       
       

      Hwasseong Fortress di Suwon via https://www.flickr.com/photos/odae260/2254432972
       
                 Begitu sampai di Kota Suwon, kamu dapat pergi menuju Hwasseong Fortress. Tempat ini merupakan salah satu World Cultural Heritage yang menjadi kebanggaan masyarakat Suwon.
       
       
                 Tempat ini dulunya merupakan tempat peristirahatan bagi para raja. Benteng Hwasseong terletak di 11, Haenggung-ro, Paldal-gu, Suwon-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
       
                 Memasuki kompleks Hwasseong Fortress, kamu akan disuguhkan dengan penampilan para penari yang menggunakan kostum perang ksatria Korea Selatan. Mereka akan menampilkan pertunjukan seni panggung berisi sejarah Korea Selatan.
       

      Berfoto dengan Para Ksatria
       
                 Begitu pertunjukkan selesai, kamu dapat melakukan sesi foto bersama para penari. Para penari tidak hanya menggunakan kostum ksatria zaman perang, namun juga menggunakan kostum tradisional Korea Selatan yang bernama Hanbok.
       
                 Hwasseong Fortress merupakan sebuah kompleks dengan istana peristirahatan yang terletak di berbagai ketinggian. Untuk mencapai istana tertinggi, terdapat banyak anak tangga yang harus kamu naiki.
       
                Anak tangga yang begitu banyak ini cukup membuat kamu bernapas terengah-engah, namun semua perjuangan tersebut terbayar ketika kamu telah mencapai puncaknya. Pada puncak tertinggi di kompleks istana peristirahatan ini, kamu akan melihat pemandangan kota Suwon yang tidak begitu ramai.
       
                Kawasan Hwasseong ini dibangun pada tahun 1794 hingga tahun 1796. Kawasan Hwasseong ini dibangun oleh Raja Jeongjo dari Dinasti Joseon. Pada tahun 1997, kawasan ini dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO.
       
                Benteng ini berlokasi sekitar 30 kilometer dari pusat kota Seoul. Benteng ini juga membentengi Kota Suwon dan merupakan salah satu landmark dan tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika kamu berada di Kota Suwon.
       

      Mengunjungi Hwahongmun Gate via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/07/09/f9/b7/a-fabulous-watergate.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Hwasseong Fortress, selanjutnya kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Hwahongmun Gate. Hwahongmun Gate adalah sebuah pintu air yang terletak tidak begitu jauh dari Hwasseong Fortress.
       
                Pintu air ini sebenarnya terletak tidak begitu jauh dari Hwasseong Fortress dan bahkan masih berada dalam kompleks yang sama. Sehingga, tentunya kamu dapat memilih untuk berwisata ke sini setelah kamu mengunjungi benteng Hwasseong.
       
                Kamu dapat memilih mengelilingi daerah sekitar Hwahongmun Gate dengan menaiki kereta, namun selain itu kamu juga dapat memilih untuk berjalan kaki. Jika kamu ingin menikmati pemandangan dan berfoto dengan sesuka hati, kamu tentunya dapat memilih untuk berjalan kaki.
       
                Sungai yang melewati pintu air ini adalah Sungai Suwon. Sungai Suwon persis melewati dari arah utara menuju selatan. Pintu air ini juga merupakan salah satu tempat indah yang terdapat di Suwon.
       

      Bertandang ke Suwon Worldcup Stadion via
      https://www.flickr.com/photos/shimitake85/5598378764
       
                Setelah puas mengelilingi Hwahongmun Gate, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk menuju ke Suwon Worldcup Stadion. Kamu dapat memilih untuk menggunakan taksi.
       
                Sebagai salah satu tuan rumah pada Piala Dunia 2002, Korea Selatan memang membenahi beberapa stadion sepak bola miliknya. Salah satunya adalah stadion yang terletak di Kota Suwon ini. Stadion ini bernama Suwon Worldcup Stadion.
       
                Harga tiket masuk stadion ini adalah 1,000 Won pada tahun 2012. Dengan harga tiket masuk sekian, kamu akan mendapatkan paket berupa tiket masuk dan sebuah pin Worldcup.
       
                Begitu masuk stadion, kamu akan bertemu dengan seorang penjaga stadion yang merupakan penderita disabilitas. Meskipun demikian, hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan memperkenankan penduduknya untuk bekerja tanpa membeda-bedakan kondisi fisiknya. Sang penjaga stadion juga terlihat sangat ramah dan bersedia untuk mengantarkan kamu mengelilingi stadion sambil menceritakan deskripsi stadion ini.
       
                Pada bagian welcome area, kamu akan bertemu dengan patung berbentuk tiga maskot khas Piala Dunia 2002. Beranjak masuk, kamu akan menemui sebuah ruangan berisi koleksi pernak-pernik milik Park Ji Sung, pemain nasional Korea Selatan yang saat ini berlaga di Manchester United.
       
                Selain itu, terdapat pula replika formasi para pemain Korea Selatan yang berlaga pada Piala Dunia 2002. Pada saat itu, Korea Selatan mampu menorehkan prestasi membanggakan dapat lolos ke semifinal.
       
                Para penduduk lokal Kota Suwon seringkali datang mengunjungi stadion ini untuk melakukan aktivitas jogging atau menaiki sepeda. Mereka gemar untuk melakukan aktivitas olahraga di sini karena stadion ini memiliki track yang cukup nyaman untuk digunakan.
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalananmu di Kota Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Lain yang Tidak Kalah Menyenangkan di Kota Ini
       
       

      Mengunjungi Suwon Korean Folk Village via http://yeinjee.com/wp-content/uploads/2010/11/travel-suwon-folk-village-3.jpg
       
                Untuk mengawali kegiatan wisatamu pada hari kedua, kamu dapat melanjutkan kegiatan liburanmu dengan mengunjungi Suwon Korean Folk Village. Suwon Korean Folk Village terletak di 90 Minsokchon-ro, Giheung-gu, Yongin-si, Gyeonggi-do, Korea Selatan.
       
                Untuk mencapai tempat yang unik ini, kamu dapat menaiki free shuttle bus dari Suwon Station. Fasilitas free shuttle bus ini diadakan untuk menambah kenyamanan turis yang ingin menjelajahi Kota Suwon.
       
                Biaya yang kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki kompleks Suwon Korean Folk Village adalah sekitar 15.000 Won. Tempat ini buka dari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 pada waktu musim panas. Sementara pada waktu musim dingin, tempat ini dibuka dari mulai pukul 9 am hingga 5 pm.
       
                Di tempat ini, kamu dapat menikmati banyak pertunjukkan yang sayang untuk kamu lewatkan. Contohnya adalah pertunjukkan Farmer’s Music and Dance pada pukul 11.00 hingga 14.00, Tightrope Acrobatic pada pukul 11.30 dan 14.30, serta Traditional Wedding pada pukul 12.00 dan 16.00.
       
                Tempat ini dibangun untuk melestarikan seni tradisional dan kebudayaan Korea Selatan. Di tempat ini, kamu juga dapat menemukan berbagai replika rumah tradisional Korea Selatan. Untuk merasa lebih dekat dengan penduduk lokal Korea Selatan, perjalanan menuju tempat ini tentunya sayang untuk kamu lewatkan.
       

      Mengunjungi Hwasseong Haenggung via http://www.kenharker.com/photos/2008_korea/hwaseong_fortress/2008_korea_0390_t.jpg
       
                Hwasseong Haenggung dibangun pada masa pemerintahan Raja Jeongjo (Dinasti Joseon). Istana ini beliau bangun sebagai tempat peristirahatan ketika sedang berziarah ke makam ayahnya. Istana ini berukuran jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan istana Geongbyuk di Seoul.
       
                Namun, kamu dapat mempelajari dan mengunjungi istana ini dengan cukup mudah. Kamu dapat pula bersantai dan mempelajari sejarah dan kebudayaan mengenai istana ini di sini. Selain itu, kamu juga dapat mempelajari berbagai permainan tradisional Korea Selatan di sini.
       
                Bagi kamu yang tidak memiliki waktu yang cukup banyak, mengagumi pintu gerbang istana ini pun sudah cukup. Sebab, ketika kamu mengunjungi istana ini, kamu dapat melihat gerbang yang cukup indah dan menawan.
       
                Waktu terbaik untuk mengunjungi istana ini adalah di musim semi. Istana ini juga tergolong masih terawat dengan baik sehingga jika kamu beruntung, kamu dapat bertemu dengan artis yang sedang syuting film di tempat ini.
       
                Jika kamu datang ke istana ini pada akhir pekan, kamu dapat melihat beberapa acara yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Istana ini seringkali mengadakan event yang dapat kamu saksikan.
       

      Mengunjungi Hwaseomun Gate via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/29/625629_image2_1.jpg
       
                Hwaseomun Gate adalah sebuah pintu gerbang yang terletak di dalam Suwon Fortress. Pintu gerbang ini sering pula disebut dengan pintu gerbang barat.
       
                Gerbang ini beralamat di 25-2 Jangan-dong, Paldal-gu, Suwon-si, Gyeonggi-gu. Di gerbang ini terdapat Mujigae (pelangi) dengan satu lantai menara. Hwaseomun Gate ini buka setiap hari dari pukul 09.00-18.00 pada bulan Maret hingga Oktober.
       
                Pada bulan November hingga Februari, pintu gerbang ini dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00. Biaya masuk untuk ke pintu gerbang ini adalah sekitar 1.500 Won. Sementara biaya masuk untuk anak-anak adalah sekitar 700 Won dan remaja adalah sekitar 1.000 Won.
       
                Untuk mencapai tempat ini, kamu dapat menaiki Seoul Subway Line 1 dari Suwon Station. Kamu dapat mengambil Exit 6 di sini. Setelah itu, kamu dapat menyeberang dan menaiki bus nomor 5, 7, 77-1, 82-1, 301 atau 700-2.
       
                Di tempat ini kamu juga dapat meminta permintaan spesial seperti ingin mendapatkan tur dengan guide berbahasa Inggris, atau Jepang. Untuk itu, ketika mengunjungi Suwon jangan lupa untuk mengunjungi tempat spesial yang satu ini.
       

      Mengunjungi Mister Toilet House via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/5c/c6/c9/mr-toilet-house.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Hwaseomun Gate, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Mister Toilet House. Mister Toilet House adalah sebuah museum unik yang dapat kamu kunjungi ketika kamu berada di Suwon.
       
                Beberapa wisatawan akan merasa aneh namun juga sekaligus lucu. Kamu akan melihat bagaimana toilet disulap menjadi tema utama dari sebuah museum, keunikan tersendiri yang sayang jika kamu lewatkan.
       
                Museum ini terlihat sangat unik dan lucu. Salah satu sisi positif dari museum ini adalah tidak ada biaya yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin memasuki tempat ini. Namun demikian, museum ini tutup pada hari Senin. Jadi usahakan untuk mengunjungi museum ini pada hari selain hari Senin.
       
                Selain itu, pameran di museum ini terlihat sangat terorganisir dan foreigner friendly. Disebut foreigner friendly karena kebanyakan aturan dan penjelasan mengenai museum ini ditulis pula dalam bahasa Inggris.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalananmu Mengelilingi Suwon dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Lainnya yang Tidak Kalah Menyenangkan
       
       

      Mengunjungi Haenggungg Street via http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/06/ce/4b/36/haenggungg-street.jpg
       
                Untuk mengawali hari ketigamu ketika berada di Suwon, kamu dapat mengunjungi Haenggungg Street. Di Haenggungg Street kamu dapat menemukan setidaknya 20 toko yang menjual benda-benda seni, serta 50 toko yang menjual kuliner khas Korea Selatan.
       
                Keunikan toko-toko yang terletak di Haenggungg Street terletak dari arsitekturnya yang tradisional serta mural yang terdapat di toko-toko di Haenggungg Street ini. Setiap akhir pekan, terdapat Haenggungg Street Festival di tempat ini.
       
                Haenggungg Street Festival adalah sebuah festival mingguan yang diselenggarakan atas kerjasama antara organisasi lokal, pengusaha kuliner, hanganjimo dan lain-lain. Hanganjimo adalah gabungan para penduduk lokal yang membuat kerajinan tangan tradisional khas Korea Selatan.
       
                Tujuan utama dari kegiatan Haenggungg Street Festival adalah untuk menyatukan antara penduduk lokal dan wisatawan yang datang mengunjungi Haenggungg Street. Haenggungg Street menjadi salah satu kebanggaan kota Suwon.
       
                Untuk merasakan serunya menjadi warga lokal, mengunjungi Haenggungg Street sebaiknya masuk ke dalam agenda liburanmu. Sebab di tempat ini, kamu dapat merasa lebih dekat dengan penduduk lokal Kota Suwon.
       

      Mengunjungi Paldamun Gate via http://tong.visitkorea.or.kr/cms/resource/22/734422_image2_1.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Haenggungg Street, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Paldamun Gate. Paldamun Gate adalah sebuah gerbang yang terletak di daerah Old Suwon.
       
                Paldamun Gate terletak di sekitar selatan kota Suwon. Kamu juga dapat berjalan di sekitar track yang ada di dekat Paldamun Gate yang mengelilingi benteng ini. Di sebelah kanan Paldamun Gate, kamu dapat mengeksplor daerah di sekitar Paldamun Gate serta pasar tradisional yang berada tidak jauh dari tempat itu.
       
                Hampir setiap sore di akhir pekan, terdapat live music yang dapat kamu nikmati. Untuk mencapai Paldamun gate, kamu dapat menaiki bus nomor 11, 13, 36, dan 39 menuju Paldamun.
       
                Nah, itulah dia itinerary menjelajahi Kota Suwon di Korea Selatan selama 3 hari 2 malam. Sebagai salah satu kota pendukung Seoul, Suwon rupanya juga memiliki banyak pesona wisata yang dapat kamu kunjungi pada kesempatan liburanmu selanjutnya.
       
                Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Masih dari kota Seoul, kamu tentu penasaran dengan tempat wisata apa saja yang wajib dikunjungi di kota yang keren ini. Pada artikel kali ini, kita akan melanjutkan membahas panduan menjelajahi Seoul, ibukota negara Korea Selatan bagian kedua.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalananmu di Seoul dengan Mengunjungi Tempat Lainnya yang Tidak Kalah Menyenangkan
       
                Setelah puas mengelilingi Star Avenue, kini waktunya kamu untuk mulai menjelajahi tempat lainnya yang tidak kalah menyenangkan. Kali ini, kamu dapat meluangkan waktumu untuk mengunjungi Seoul Chicken Museum of Art yang unik.
       

      Mengunjungi Seoul Chicken Museum of Art via https://lh4.googleusercontent.com/-_Qi5cQNtHvw/T2_KxZM7HYI/AAAAAAAAMvc/lnQIfHEFLk0/s640/PA229428.JPG
       
                Seoul Museum of Chicken Art terletak di Buchon Hanok Village. Di tempat ini, kamu akan melihat begitu banyak karya seni yang dilukis di atas sebuah patung berbentuk ayam. Semua yang terdapat di museum ini berbentuk ayam. Unik sekali, bukan?
       
                Kamu dapat mulai menjelajahi museum ini dengan mengunjungi pameran permanen yang terdapat di lantai dasar museum ini. Kemudian, setelah itu, kamu dapat mengunjungi pameran spesial yang terletak di lantai dua museum ini.
       
                Museum ini dibuka dari pukul 10 pagi hingga 5 sore dan tutup setiap hari Senin. Ayam dibuat sangat spesial di tempat ini sebab konon ayam dipercaya sebagai pembawa pesan antara bumi dengan langit.
       

      Mengunjungi Palace di Seoul
       
                Seoul memiliki banyak palace yang dapat kamu kunjungi. Bahkan, saat berjalan kaki di dekat jalan utama di Seoul saja kamu dapat melihat beberapa benteng dan palace yang ada di sana. Nah, salah satunya adalah yang satu ini.
       

      Mengunjungi Gyeongbok-gung Palace
       
                Istana ini adalah sebuah istana yang didirikan pada masa Dinasti Joseon. Istana ini telah berdiri sejak tahun 1395. Istana ini pernah dibakar pada masa invasi Jepang ke Korea tahun 1592 hingga 1598, namun dibangun kembali pada tahun 1867.
       
                Istana ini merupakan istana yang paling luas dari semua grand palace yang terdapat di Kota Seoul. Semua istana yang terdapat di Kota Seoul sendiri merupakan istana yang berasal dari Dinasti Joseon.
       
                Di istana ini sendiri terdapat tempat tinggal, pavilion, kuil, area resmi kerajaan dan lain-lain. Kompleks istana ini memang tergolong sangat luas.
       
                Di dalamnya terdapat Geunjeonjeon, yaitu tempat raja dan ratu secara resmi menggelar upacara pribadi di kediaman resminya. Kemudian, terdapat pula The National Palace Museum of Korea yang memamerkan budaya kerajaan.
       
                Selain itu, di tempat ini terdapat juga National Folk Museum of Korea dimana siklus kehidupan bangsa Korea Selatan di masa lalu dapat diamati. Yang paling menyenangkan, kamu dapat melihat upacara penggantian prajurit kerajaan setiap hari pada pukul 10 pagi hingga 3 sore.
       
                Menyaksikan proses upacara penggantian prajurit tersebut tentu menjadi sangat menyenangkan untuk dinikmati karena kamu dapat melihat lebih dekat kebudayaan Korea Selatan, atau Dinasti Joseon pada khususnya.
       
                Pada bulan Maret hingga Oktober, istana ini buka dari pukul 9 pagi hingga 6 sore. Sementara dari bulan November hingga Februari, istana ini buka dari pukul 9 hingga 5 sore. Jika kamu ingin mengikuti tur gratis dengan pemandu berbahasa Inggris, kamu sebaiknya datang pada pukul 11.00, 13.30 dan 15.30.
       
      Hari Keempat
      Waktunya Untuk Lebih Bersantai dan Menikmati Seoul Lebih Dekat
       
       

      Mengunjungi Insadong Market via http://2.bp.blogspot.com/-zco4u2bnNSk/UsW48ye5J-I/AAAAAAAAC_s/6WNwrp5nQAw/s1600/insadong+2.jpg
       
                Untuk mengawali hari keempatmu di Seoul, kamu dapat memulainya dengan mengunjungi Insadong. Insadong adalah sebuah kawasan yang terletak di District Jongno-gu, Seoul.
       
                Insadong terkenal sebagai sebuah daerah yang menjual souvenir khas Korea Selatan dengan harga yang terjangkau. Sehingga, tidak berlebihan rasanya jika memasukkan tempat ini ke dalam daftar wajib tempat wisatamu selama berlibur di Seoul.
       
                Selain terkenal sebagai tempat berburu oleh-oleh, Insadong juga terkenal sebagai tempat untuk berburu wisata kuliner dan makanan tradisional pinggir jalan di Seoul. Menyenangkan bukan, membayangkan kamu bisa berbelanja oleh-oleh sekaligus berwisata kuliner di satu tempat yang sama?
       
                Makanan yang wajib kamu coba di Insadong adalah kkutarae dan es krim unik jjipangyi. Insadong juga terkenal dengan banyak toko barang antiknya dimana 40% toko barang antic dan galeri seni dari Korea semua ada di sini.
       
                Di Insadong kamu juga dapat melihat perpaduan antara bangunan kuno dan bangunan modern yang dapat kamu nikmati setiap kali kamu berjalan di Insadong.
       

      Mengunjungi Gwangjang Market via http://tong.visitkorea.or.kr/enu/cms/content/72/1643172_1_15.jpg
       
                Setelah puas mengunjungi Insadong, perjalananmu dapat kamu lanjutkan dengan mengunjungi Gwangjang Market. Gwangjang Market adalah salah satu pasar tradisional yang terdapat di Seoul. Nah, dengan mengunjungi pasar ini, kamu dapat merasa lebih dekat dengan penduduk lokal Seoul.
       
                Gwangjang Market juga terletak di lokasi Jongno-gu District, sehingga pasar ini terletak tidak begitu jauh dari Insadong. Di tempat ini kamu dapat menemukan banyak toko yang menjual buah, sayuran, daging, ikan, roti, baju, souvenir, kerajinan tangan dan lain-lain.
       
                Di tempat ini kamu juga dapat menemukan para pedagang yang menjual makanan tradisional Korea, namun yang terkenal adalah bindaetteok (sejenis pancake) dan mayak gimbap. Pastikan kamu mencoba dua jenis makanan ini ketika mengunjungi pasar ini.
       
                Jika kamu berminat untuk membeli Hanbok dan berbagai kostum tradisional Korea, kamu juga dapat mengunjungi pasar yang satu ini.
       

      Mengunjungi Namdaemun Market via http://1.bp.blogspot.com/-3bdJrVkbTnI/UsW5GpPf6PI/AAAAAAAAC_0/-PBOwJQjyh8/s1600/Namdaemun+3.jpg
                 
                Setelah puas mengelilingi Gwangjang Market, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Namdaemun Market. Namdaemun Market merupakan pasar retail terbesar di Korea Selatan.
       
                Pasar ini terletak di dekat Great South Gate atau Namdaemun. Namun demikian, Namdaemun sangat terkenal sebagai salah satu pasar yang dapat kamu kunjungi di Seoul. Di tempat ini kamu dapat merasakan enaknya hotteok.
       
                Namdaemun Market merupakan pasar retail yang menjual harga grosiran sehingga kamu dapat mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau. Sehingga, kamu tidak perlu heran ketika melihat ada banyak orang yang berbelanja lalu membawa barang dagangan yang besar di sini.
       
      Hari Kelima
      Melihat Keseruan Lain yang Ditawarkan oleh Kota Seoul
       
       

      Awali Perjalanan Hari Kelima-mu di Seoul dengan Mengunjungi Lotte World via http://explorerguidebook.blogspot.com/2014/01/taman-hiburan-lotte-world-di-seoul-korea.html#.VMivJfnShyk
       
                Untuk mengawali perjalanan hari kelima-mu di Seoul, kamu dapat mengunjungi Lotte World. Kompleks tempat rekreasi ini terdiri dari theme park indoor, taman hiburan outdoor, museum rakyat Korea, mall, bioskop, sebuah hotel mewah serta fasilitas wisata.
       
       
               Yang paling mengagumkan dari tempat ini adalah dinobatkannya tempat ini sebagai theme park indoor terluas di dunia oleh Guiness Book of Record.
       
       
                Lotte World juga seringkali dijadikan sebagai tempat syuting para pemeran serial drama Korea. Beberapa contoh serial drama yang seringkali memakai Lotte World sebagai lokasi syuting, antara lain Full House, Boys Before Flowers, dan Stairway to Heaven.
       
                Taman hiburan di Lotte World terbagi menjadi dua bagian, yaitu Adventure di bagian indoor dan Magic Island di bagian outdoor. Wahana hiburan di Adventure antara lain adalah komedi putar Camelot Carrousel, Bioskop 3D, Cinderella’s Castle, Alice in Wonderland, monorail dan masih banyak lagi. 
       
                Perjalananan menuju Lotte World sendiri bisa ditempuh dengan cara naik subway jalur 2 atau 8, kemudian turun di Stasiun Jamsil. Kamu dapat turun langsung di pintu keluar 3 atau 4 yang langsung membawamu menuju Lotte World. Jadi tunggu apa lagi? Bila ingin mendapatkan pengalaman hiburan yang menyenangkan, segera datanglah ke Lotte World.
       

      Bersantai di Mangwon Hangang Park via http://res.heraldm.com/content/image/2012/08/10/20120810001191_0.jpg
       
                Setelah puas bermain di Lotte World, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Mangwon Hangang Park. Taman ini berada di bagian utara Sungai Han dan merupakan tempat yang tepat jika kamu ingin bersantai dan merasakan sejenak menjadi penduduk lokal.
       
       
                Di taman ini disediakan fasilitas olahraga seperti sepakbola, basket, voli, baseball, tenis, rental sepeda hingga kolam renang. Pemerintah Kota Seoul memang membangun taman-taman di sekitar Sungai Han dengan tujuan untuk relaksasi bagi warga kota.
       
                Selain fasilitas olahraga, kamu juga bisa menikmati fasilitas budaya di taman ini, yaitu paviliun Mangwon dan Kuil Jedoulsan. Perjalanan menuju ke taman ini dapat kamu tempuh dengan menggunakan subway menuju Hapjeong Station (Line 2 atau 6, Exit 1) lalu dilanjutkan dengan menggunakan bus nomor 9 dan turun di Halte Mangwon Suyuji.
       

      Relaksasi sambil belajar di Seonyudo Hangang Park via https://www.flickr.com/photos/emrekanik/14100513412/sizes/l
       
                Selain memiliki Mangwon Hangang Park, daerah di tepian Sungai Han juga memiliki taman-taman lain yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Seonyudo Hangang Park.
       
                Taman ini merupakan salah satu taman yang terkenal di Kota Seoul karena terhubung dengan jembatan yang berarsitektur menarik, yaitu Senyudo Bridge atau jembatan pelangi. Yang paling mengasyikkan adalah kamu dapat melihat pemandangan kota Seoul dari taman ini.
       
                Selain itu, terdapat berbagai fasilitas menarik yang tersedia di taman ini. Fasilitas itu seperti taman untuk anak-anak, aquatic botanical garden, rumah kaca dan lain-lain. Taman ini dibuka dari mulai pukul 09.00-18.00.
       
                Perjalanan menuju ke taman ini dapat ditempuh dengan menggunakan subway menuju Hapjeong Station (Line 2 atau 6, exit 6). Setelah itu kamu dapat menggunakan bus bernomor 5714 dan berhenti di depan pintu masuk taman ini (Yanghwadaegyo Bridge Bus Stop).
       
                Selain menggunakan rute tersebut, kamu juga bisa menggunakan subway menuju Dangsan Station (Line 2 atau 9, exit 1). Kemudian mengambil bus bernomor 5714 dan berhenti tepat di depan pintu masuk taman ini (Yanghwadaegyo Bridge Bus Stop).
       
      Hari Keenam
      Menikmati Indahnya Kota Seoul
       
       

      Mengunjungi Istana Changdeokgung via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cb/Changdeokgung-Injeongjeon.jpg
       
                Istana Changdeokgung adalah sebuah istana yang terdapat di Kota Seoul. Istana ini terletak di sebuah taman yang luas yang terdapat di District Jongno-gu. Istana ini juga termasuk dalam five grand palaces yang dibangun pada masa kependudukan Dinasti Joseon.
       
                Istana Changdeokgung juga merupakan salah satu istana favorit para putri kerajaan dari Dinasti Joseon. Taman ini juga mengalami kerusakan yang dahsyat pada masa kependudukan Jepang yaitu tahun 1940 hingga 1945.
       
                Istana ini dibangun pada tahun 1935 dan memiliki julukan “East Palace†atau Istana Timur karena letaknya yang menghadap ke arah timur. Bangunan yang terdapat di istana ini memang cenderung tidak beraturan, namun hal ini disebabkan karena istana ini mengikuti letak kontur dan topografi tempatnya berada.
       
                Karena keunikan tersebutlah, istana ini kemudian dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997, sementara keempat istana lainnya tidak. Pada bagian depan istana ini dijadikan sebagai area pemerintahan, sementara pada bagian belakang istana ini dijadikan sebagai area pribadi kerajaan.
       
                Di istana ini juga terdapat sebuah taman yang indah dengan luas sekitar 32 hektar yang bernama Huwon. Di tempat ini, raja biasanya sering menggelar upacara-upacara kerajaan. Di taman ini terdapat kolam teratai, beberapa pavilion, halaman rumput, bunga, serta pepohonan.
       
                Di taman ini terdapat kurang lebih 26.000 pohon yang berasal dari 100 spesies yang berbeda. Yang menarik, beberapa pohon yang terdapat di taman ini telah berusia lebih dari 300 tahun. Wah, cukup tua juga bukan?
       
                Di tempat ini terdapat Ongnyucheon, yaitu sejenis saluran air berbentuk U dengan air terjun kecil dan sebuah puisi terukir di atasnya. Namun, ada pula area khusus untuk raja-raja yang disebut Geumwon atau Forbidden Garden. Namun saat ini tempat tersebut lebih dikenal dengan sebutan Secret Garden.
       
                Istana ini buka dari pukul 09.00 hingga 16.00. Namun demikian, istana ini tutup pada hari Senin. Kamu juga dapat mengikuti tur khusus berbahasa Inggris setiap pukul 11.30 dan 13.30. Harga tiket yang harus kamu bayar adalah sekitar 3.000 Won.
       
       

      Mengunjungi Deoksugung Palace via https://paulaandbrianskoreanblog.files.wordpress.com/2011/12/z-dsc_0089-copy.jpg
       
                Setelah puas mengelilingi istana sebelumnya, kali ini kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi Istana Deoksugung. Istana Deoksugung adalah sebuah istana yang sempat ditinggali oleh keluarga kerajaan Korea pada awal abad ke 20.
       
                Istana ini juga sebelumnya dijadikan sebagai tempat kediaman Prince Wolsan, kakak Raja Seongjong. Beberapa bangunan yang terdapat di istana ini dibangun dengan gaya Western.
       
                Istana ini juga merupakan salah satu istana dari The Five Grand Palaces yang dibangun pada masa Dinasti Joseon. Di dalam istana ini, kamu juga dapat menemukan sebuah patung yang didedikasikan untuk Raja Sejong serta National Museum of Art.
       
                National Museum of Art seringkali menggelar berbagai pameran yang dapat pula kamu saksikan jika kamu berminat. National Museum of Art berlokasi tidak jauh dari City Hall Station.
       
                Istana Deoksugung memiliki julukan lain, yaitu West Palace. Saat ini, Deoksugung terdiri dari sejumlah bangunan dengan konstruksi yang bervariasi seperti kayu dan semen. Istana ini juga memiliki daya tarik tersendiri lainnya yang dapat kamu nikmati, yaitu taman berhutan.
       
                Istana ini dibuka setiap hari pada pukul 09.00 hingga 21.00. Namun, istana ini tutup pada hari Senin. Selain itu, kamu juga dapat menikmati fasilitas mengikuti tur gratis berbahasa Inggris pada hari Selasa hingga hari Jumat pada pukul 10.00.
       
                Harga tiket masuk yang harus kamu keluarkan jika kamu ingin mengunjungi istana ini adalah sekitar 1.000 Won. Untuk mencapai istana ini, kamu dapat menaiki subway jalur 1 atau 2 kemudian turun di City Hall. Setelah itu, kamu dapat keluar pada pintu 3.
       
                Nah, itulah dia itinerary menjelajahi kota Seoul, ibukota negara Korea Selatan bagian kedua. Seoul rupanya bukan hanya menjadi magnet bagi para penggemar Kpop atau serial drama Korea, namun juga memiliki banyak pesona wisata yang dapat kamu kunjungi.
                Semoga itinerary ini dapat membantu membuat liburanmu selama berada di Seoul menjadi lebih menyenangkan. Happy traveling!
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      Dewasa ini, telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata ‘K-Pop’ dengan berbagai drama seriesnya. Tren yang menjamur tersebut berasal dari sebuah negara di Asia Timur yang berada di semenanjung Korea, Korea Selatan.
       
                Rupanya, tren ber-fashion bukan hanya terdapat di dalam drama serial Korea saja, namun sudah menjadi makanan sehari-hari penduduk lokal Korea Selatan. Nah, ternyata kebiasaan memakai pakaian yang stylish dapat kamu saksikan secara langsung ketika pertama kali menginjakkan kaki di Seoul, ibu kota negara ini. Kebiasaan memperhatikan penampilan diterapkan pada semua golongan: anak muda, orang tua, perempuan atau lelaki.
       
                Seoul terletak di bagian selatan Korea Selatan, di Sungai Han. Kota ini merupakan pusat kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi di Korea Selatan. Nah, penasaran ingin segera menjelajahi Kota Seoul? Berikut ini kita akan membahas tentang panduan menjelajahi Seoul bagian pertama.
       
      Mengurus Visa Korea
       

      Mengurus Visa Korea Selatan di Kedutaan Besar Korea Selatan via http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2011/02/17/105258_gedung-kedutaan-besar-republik-indonesia-di-seoul--korsel_663_382.jpg
       
                Sebelum merencanakan hendak pergi ke Korea Selatan, sebaiknya kamu mengurus dulu visa Korea Selatan-mu. Boleh juga sambil mengurus tiketmu, karena bukti tiket dapat dijadikan sebagai dokumen pendukung yang akan mendukung pengajuan visamu.
       
                Dokumen utama yang harus disiapkan adalah paspor, KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, akte pernikahan, dan pas photo latar belakang putih dengan ukuran 3,5 x 4,5 cm. Photo sebaiknya menggunakan baju yang formal.
       
                Dokumen tersebut dibutuhkan dalam bentuk fotokopian, namun akan lebih baik jika kamu juga menyiapkan dokumen aslinya pada hari pada saat datang membawa permohonan pengajuan visa. Sebelumnya, kamu harus sudah mengisi formulir pengajuan visa yang dapat kamu peroleh secara online.
       
                Kamu juga disarankan untuk memfotokopi paspormu khusus pada bagian foto, halaman alamat serta halaman visa yang menunjukkan visa negara mana saja yang sudah kamu kunjungi. Hal ini menjadi lampiran dalam aplikasi.
       
                Nah, ada keuntungan tersendiri apabila kamu sudah pernah mengunjungi Amerika Serikat, Jepang atau Australia karena peluang untuk mendapatkan visa Korea menjadi semakin besar.
       
                Untuk tambahan dokumen pendukung, kamu dapat melampirkan NPWP, SPT 2 tahun terakhir, pembayaran kartu kredit 2 tahun terakhir dan surat keterangan dari tempat kerja. Pembayaran visa adalah sekitar Rp 480.000,00.
       
                Waktu yang disarankan untuk menyetorkan dokumen untuk visa adalah sekitar pukul 08.30 hingga 11.30, sementara untuk pengambilan visa adalah pukul 13.30 hingga 16.30. Durasi penyelesaian visa adalah sekitar 7 hari.
       
      Transportasi Menuju Seoul
       

      Mengunjungi Seoul Melalui Incheon International Airport via http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8b/Incheon_International_Airport_departures.jpg
       
                Untuk mencapai Seoul dari Jakarta, cara terpraktis adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Saat ini telah terdapat banyak maskapai penerbangan yang melayani penerbangan dengan rute Seoul-Jakarta.
       
                Lama waktu perjalanan yang akan kamu tempuh dari Jakarta menuju Seoul adalah sekitar 7 jam 15 menit hingga 11 jam 40 menit. Jika kamu memilih penerbangan di atas 9 jam, maka kamu akan transit selama satu kali.
       
                Nah, kota-kota yang mungkin menjadi tempat transitmu adalah Singapura, Kuala Lumpur, Guangzhou, Bangkok, Xiamen, Hong Kong, dan Denpasar. Biaya yang kamu keluarkan untuk satu kali perjalanan adalah sekitar USD 250 hingga USD 550.
       
                 Setelah sampai di Seoul, kamu akan tiba di Incheon International Airport. Incheon international airport adalah salah satu bandara terbesar di Asia. Bandara ini juga dianugerahkan sebagai bandara yang terbaik di dunia selama 3 tahun berturut-turut, yaitu tahun 2006, 2007 dan 2008 menurut survei dari Global Traveler.
       
                Selain desain arsitekturnya yang futuristik, interior bandara ini juga tergolong unik. Kamu dapat menemukan beberapa taman buatan dalam ruangan di dalam bandara ini. Di sekitar taman tersebut terdapat tempat duduk yang dapat digunakan para pengunjung untuk bersantai.
       

      Taman di Dalam Ruangan di Incheon International Airport
       
      Memilih Penginapan di Seoul
       
                Salah satu rekomendasi tempat penginapan terbaik adalah di sekitar daerah Myeongdong. Myeongdong dipilih sebagai rekomendasi karena di tempat ini kamu dapat menemukan cukup banyak penduduk lokal Seoul yang berbahasa Inggris pula.
       
                Selain itu, area ini juga tergolong strategis sehingga memudahkan mobilitasmu untuk pergi kemana-mana. Kamu juga dapat menemukan banyak tempat seru untuk kamu kunjungi.
       
                Selanjutnya, setelah memilih penginapan di daerah Myeongdong, kamu dapat mulai menentukan jenis penginapan yang menjadi prioritasmu. Tentunya, kamu dapat memilih penginapan berjenis hostel, guest house atau apartment.
       
                Pemilihan jenis penginapan tersebut dapat kamu sesuaikan dengan budget, jadwal waktu liburan serta partner traveling-mu. Jika kamu memilih untuk menginap di penginapan berjenis hostel, kamu bisa memperoleh kamar dengan jenis single room in bed room dengan harga sekitar USD 26 per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapat di kamar ini adalah free wifi, AC, heater, shower, hairdryer dan lain-lain. Selain itu, kamu dapat memilih penginapan berjenis guest house. Kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis single room with private bathroom dengan harga sekitar USD 44 per malam.
       
                Fasilitas yang kamu dapatkan di penginapan ini adalah free wifi, AC, private toilet, private bathroom, hairdryer dan lain-lain. Selain memilih hostel dan guest house, kamu juga memiliki alternatif berupa menginap di hotel. Kamu dapat mendapatkan kamar dengan jenis single room dengan harga sekitar USD 60. Fasilitas yang kamu dapatkan di tempat ini adalah AC, heater, private toilet, private bathroom dan TV kabel.
       
      Hari Pertama
      Awali Perjalananmu dengan City Tour dan Menjelajahi Kota Seoul
       

      Mengunjungi Museum King Sejong
       
                 Dari bandara Incheon, kamu dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Seoul dengan menggunakan Airport Railroad Express (AREX), subway Seoul, bus limosin bandara atau taksi. Yang tercepat adalah menggunakan Airport Railroad Express yang memakan waktu sekitar 43 menit untuk sampai di stasiun Seoul.
       
       
                 Begitu sampai di Kota Seoul, kamu akan melihat ada banyak pejalan kaki yang berlalu lalang. Jalanan di Kota Seoul memang tergolong ramah bagi para pejalan kaki, sehingga setiap harinya banyak penduduk lokal yang memilih untuk berjalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.
       
                Nah, sambil berjalan kaki, kamu dapat mengunjungi King Sejong Museum. Bangunan museum ini ditandai dengan monumen raksasa seorang raja yang duduk di singgasananya.
       
                Museum yang terletak di pusat kota Seoul ini dibangun untuk menghormati jasa King Sejong yang begitu banyak bagi penduduk Korea Selatan. Salah satu jasa King Sejong adalah menciptakan huruf Hangeul, yaitu semacam huruf Kanji yang digunakan pada bahasa Korea. King Sejong sendiri adalah seorang raja keempat dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea.
       
                Letak museum ini sendiri sebenarnya cukup unik karena berada di bawah tanah. Di dalam museum ini terdapat photozone dan berbagai alat musik khas Korea Selatan. Photozone dapat digunakan pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang ala singgasana keluarga kerajaan Korea Selatan. Tenang saja, kamu tidak perlu mengeluarkan dana sedikit pun untuk masuk ke museum ini alias gratis!
       

      Alat Musik Tradisional Korea di Museum King Sejong
       
                Begitu keluar dari Museum King Sejong, kamu akan melihat sekumpulan orang tengah berfoto dengan menggunakan kostum tradisional Korea Selatan. Rupanya, kostum tersebut boleh kamu gunakan secara gratis jika ingin berfoto.
       
                Kostum tersebut terdiri dari dua bagian yaitu jubah dan topi. Terdapat dua jenis pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan keinginan, yaitu warna merah dan kuning. Yang uniknya lagi, kios kostum tradisional ini terletak di pinggir jalan sehingga memudahkan para pengunjung untuk menggunakan jasa kostum tradisional ini.
       

      Berfoto dengan Kostum Tradisional Korea
       
                Nah, setelah puas berfoto dengan kostum tradisional Korea, kamu dapat melanjutkan perjalananmu untuk mengunjungi The Wishing Well. The Wishing Well adalah nama julukan untuk sebuah sungai yang terletak di pusat kota Seoul. Sungai tersebut bernama Cheonggyecheon.
       
                Cheonggyecheon adalah nama sebuah sungai yang terletak persis di pusat kota Seoul. Sungai ini merupakan saksi bisu kesuksesan industrialisasi dan modernisasi Korea Selatan. Proyek rehabilitasi sungai ini berlangsung pada tahun 2003-2005.
       
                Sungai ini memiliki banyak jembatan, tepatnya 22 buah jembatan. Sungai ini seringkali dijadikan sebagai tempat wisata baik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.
       

      Make a Wish di The Wishing Well via
      https://www.flickr.com/photos/fotoshane/2939003436
       
                Cheonggyecheon diberi julukan ‘The Wishing Well’ dimana para pengunjung dapat melemparkan koin pada sungai ini sembari mendoakan keinginan masing-masing dalam hati. Nantinya, koin-koin tersebut akan dikumpulkan untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
       
                Selain melemparkan koin sambil berdoa, kamu juga akan menemukan banyak aktivitas lain yang dilakukan pengunjung tempat ini. Misalnya, duduk-duduk mengobrol, bermain air hingga mencelupkan kaki di dalam sungai tersebut. Pemandangan pada malam hari pun ternyata tidak kalah menakjubkan dimana terdapat lampu-lampu taman yang menghiasi sungai ini dan vegetasi di sekitarnya. Wah, pokoknya sangat seru untuk menghabiskan waktu guna menenangkan pikiran!
       
      Hari Kedua
      Lanjutkan Perjalanan Hari Keduamu di Kota Seoul dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Lain yang Menyenangkan
       

      Berbelanja di Myeongdong via
      http://3.bp.blogspot.com/-OktIjHmfBcM/UMG3ot3HQvI/AAAAAAAAAE8/yZZjKKNGJlQ/s1600/myeong.jpg
       
                Untuk mengawali perjalanan hari keduamu di Seoul, kamu dapat memulainya dengan mengeksplor Myeongdong sendiri. Kamu tentunya dapat memilih untuk mengeksplor Myeongdong pada pagi atau malam hari.
       
                Bagi para pecinta fashion dan wisatawan, berbelanja tentu saja menjadi satu hal yang sangat ditunggu. Seoul punya sebuah tempat surga bagi para pecinta fashion dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang bernama Myeongdong. Untuk mencapai Myeongdong, kamu dapat menggunakan subway melalui dua station, yaitu Myeongdong station dan Euljiro station.
       
                Myeongdong adalah sebuah pusat perbelanjaan utama di Seoul, Korea Selatan. Kamu dapat menemukan barang-barang dari mulai yang murah hingga mahal, produk dalam negeri atau luar negeri. Di Myeongdong terdapat 4 toserba terbesar yang menjadi incaran para shopaholic untuk berbelanja, yaitu: Migliore, Lotte Department Store, Avatar, dan High Harriet.
       
                Selain sebagai tempat berbelanja barang-barang fashion Korea Selatan, Myeongdong juga merupakan tempat terbaik untuk berbelanja oleh-oleh khas Korea Selatan. Kamu dapat menemukan barang-barang dari mulai harga yang rendah hingga tinggi. Jadi, apalagi yang kamu tunggu? Happy shopping!
       

      Mengunjungi Seoul Tower
       
                Setelah puas berbelanja di Myeongdong, kamu dapat melanjutkan perjalananmu dengan mengunjungi N Seoul Tower. N Seoul Tower adalah landmark Kota Seoul yang wajib kamu kunjungi pada kesempatanmu berwisata ke Kota Seoul.
       

      Peta Mencapai N Seoul Tower dari Myeongdong via Google Maps
       
                Untuk mencapai N Seoul Tower dari Myeongdong, kamu dapat menaiki bus 02. Lama perjalanan yang akan kamu tempuh pada perjalanan ini adalah sekitar 33 menit.
       
                 Mengunjungi Seoul, belum lengkap rasanya apabila tidak mengunjungi N Seoul Tower. N Seoul Tower merupakan landmark Kota Seoul yang menjadi ‘magnet’ bagi turis lokal maupun mancanegara. Nah, N sendiri berasal dari kata Namsan yang merupakan nama gunung tempat Seoul Tower berlokasi.
       
                Menara ini memiliki tinggi sekitar 236,7 meter dan berdiri di atas Gunung Namsan yang memiliki tinggi 243 meter. Hal ini membuat para pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Seoul dari kejauhan melalui menara ini.
       

      Menulis Namamu dan Pasangan di Love Lock N Seoul Tower via http://bittenbythetravelbug.com/wp-content/uploads/2013/02/N-Seoul-Tower-Love-Locks.jpg
       
                Aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan di atas menara ini adalah menuliskan nama kamu dan pasangan pada gembok cinta atau Love Lock. Nama kamu dan pasangan akan dituliskan pada selembar kertas lalu dikaitkan pada gembok. Gembok tersebut kemudian dikunci pada sebuah dinding bersama ribuan gembok lainnya. Kunci gembok tersebut akan dibuang dengan harapan cinta kasih sepasang kekasih tersebut tidak akan terpisahkan dan abadi.
       

      Mengunjungi Teddy Bear Museum via http://www.stripes.com/polopoly_fs/1.110401.1278608918!/image/2450090020.jpg_gen/derivatives/landscape_804/2450090020.jpg
       
                Nah, selain membuat namamu dan pasangan di love lock, ada lagi satu tempat di N Seoul Tower yang wajib kamu kunjungi. Tempat tersebut adalah Teddy Bear Museum.
       
                Teddy Bear Museum adalah sebuah museum yang memiliki koleksi banyak boneka teddy dari seluruh dunia. Museum ini memang tidak begitu besar namun terlihat sangat rapi dan tertata. Keseluruhan koleksi museum teddy bear ini mampu membuatmu ingin mencubit mereka saking gemasnya.
       
                Di tempat ini pula kamu dapat berfoto sesuka hatimu dengan seluruh koleksi boneka teddy bear sambil menikmati pemandangan berupa Kota Seoul dari ketinggian. Teddy bear di tempat ini memang ditata sedemikian rupa hingga mampu menceritakan berbagai sejarah perkembangan teddy bear.
       
                Di sini terdapat boneka-boneka Teddy Bear yang menceritakan sejarah perkembangan Korea pada masa Dinasti Joseon (1392-1897) dan ada pula yang menceritakan tentang Korea saat ini. Semua dipamerkan secara apik dan menarik.
       
      Hari Ketiga
      Lanjutkan Perjalananmu di Seoul dengan Mengunjungi Tempat Lainnya yang Tidak Kalah Menyenangkan
       
       

      Menulis Keinginanmu di Star Avenue via https://www.flickr.com/photos/swimupgood/6611094129
       
       
                Awali perjalanan hari ketigamu di Seoul dengan mengunjungi Star Avenue. Star Avenue adalah nama sebuah tempat yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pecinta K-Pop maupun drama Korea.
       
                Star Avenue adalah tempat yang tepat jika kamu ingin melihat barang-barang dan foto-foto yang pernah digunakan oleh para idola K-Pop. Barang-barang tersebut terdiri dari poster, foto, hingga miniatur para idola.
       
                Nah, salah satu hal menyenangkan yang dapat dilakukan di Star Avenue adalah menulis keinginan di dalam kartu berbentuk bintang. Untuk menggunakan kartu tersebut, kamu diharuskan membeli dua buah kartu dengan foto idola K-Pop. Kedua kartu tersebut akan digunakan untuk mengisi keinginanmu dan biodatamu. Kemudian, kartu tersebut akan ditempelkan di sebuah dinding yang terletak di dalam Star Avenue.
       
                Yang sangat menyenangkan dari kegiatan menulis keinginan ini adalah kamu akan melihat pengunjung Star Avenue menulis keinginan mereka dengan bahasa asli mereka. Jadi, bukan hanya Bahasa Korea atau Inggris yang dapat kamu lihat di sana, Bahasa Indonesia pun ada.
       
                Nah, itulah dia panduan menjelajahi Seoul, ibukota negara Korea Selatan bagian pertama. Tentunya, masih banyak tempat menarik lainnya yang dapat kamu kunjungi di kota yang keren ini. Penasaran dengan tempat wisata apa saja yang akan kamu kunjungi selanjutnya?
       
                Jangan beranjak terlebih dahulu. Karena setelah ini, kamu dapat membaca dan turut menjelajahi Seoul dalam panduan menjelajahi Seoul, ibukota negara Korea Selatan bagian kedua.