Sign in to follow this  
lictan

snake temple, kelenteng penuh ular

10 posts in this topic

Buat yang udah pernah ke malaysia ada yang pernah masuk ke snake temple? Kelenteng ular atau snake temple di sungai kluang, penang ini adalah salah satu kelenteng unik karena di dalam nya banyak ular nya. Sebenernya kelenteng ini di kenal juga dengan nama kelenteng awan karena di dirikan untuk menghormati awan yang indah. Nah suatu hari katanya sih bhiksu chor soo kong pernah memberikan satu ular tempat tinggal di sana dan akhir nya ular yang datang jadi banyak. Tapi pengunjung yang datang ke sana gak pernah ngerasa terganggu sama ular ular itu. Masuk ke sini biaya nya gratis kok. Ada yang berminat? :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Baru baru ini sich ke malaysia, tapi kyknya sy nga tertarik ah... soalnya takut ama ular btw tuch ular ganas/liar apa nga? bisanya gmn ?... ih serem ah... :angry:

Share this post


Link to post
Share on other sites

ularnya pada beracun gak?

kayak ular cobra atau piton gt..?

serem banget kalo ular2xnya yang berbahaya seperti itu.

hahahaha....

tapi, malaysia meng spesialkan ular, saya juga baru mendengar.

Share this post


Link to post
Share on other sites

kayaknya menarik ya t4 nya...apakah ular2 itu ada pemujaannya seperti d tanah lot bali ? klo bsa ada fotonya dnk :D

nih kelenteng nya

PenangSnakeTemple.jpg

ini ularnya

pit+vipers+in+the+snake+temple.jpg

Baru baru ini sich ke malaysia, tapi kyknya sy nga tertarik ah... soalnya takut ama ular btw tuch ular ganas/liar apa nga? bisanya gmn ?... ih serem ah... :angry:

ularnya pada beracun gak?

kayak ular cobra atau piton gt..?

serem banget kalo ular2xnya yang berbahaya seperti itu.

hahahaha....

tapi, malaysia meng spesialkan ular, saya juga baru mendengar.

ada yang berbisa ada yang nggak, tapi daripada dulu sekarang jumlah ular ini mulai berkurang karena ular nya gak gitu suka bau dupa, walau masih ada gak sebanyak dulu

Share this post


Link to post
Share on other sites

beuh, serem, geli, semuanya campur dah. pasti yang geli, takut sama uler, pasti ogah ibadah disana. coba bayangin aja, pas ibadah, ulernya ada di atas si yang ibadah, di deket patung, dan di pohonnya pohonnya.. ni salah satu jenis ulernya dari google:

snake-temple-lb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Nindy Ratri K
      Hallo semuanya, selamat sore menjelang berbuka 
      dalam rangka memenuhi janji saya sama mas @deffa berikut saya sampaikan tabel itinerary saya selama 5D 4N singapura-johor. adapun yg jadi highlight saya kali ini sbb:
      D1: Johor
      D2: Chinatown, Chinese Garden, Universal, handerson, MBS, Garden by the Bay
      D3: Jalan nyusuri Downtown, Merlion, Orchad
      D4: Bugis, Little India, Kampong Glam
       
      pencapaiannya kali ini masih 80% dari rencana, tapi kalau nggak ada aral melintang seperti dalam perjalanan saya kemarin, saya optimis bisa 100% niih ite 
      kali ini saya nginepnya di the pod hostel, beach road. jadi titik berangkat dari beach road sana 
      semoga bisa menginspirasi dan membantu teman2 jalan2 sekalian 
       
      Waktu
      Lokasi
      Kegiatan
      Keterangan
       
       
      DAY 1
       pastikan tidak punya barang yang ditaruh di bagasi, krn ada setelah imigrasi
      15.00
      Kantor
      Sudah kumpul untuk berangkat ke bandara
      Dijemput Papa
      18.00
      Bandara Jkt
      Sudah sampai bandara
      Terminal 2D?
      18.30
      Bandara Jkt
      Persiapan dokumen dan check in
      Masuk bareng ke terminal check in
      19.00
      Bandara Jkt
      Sudah beres check in, persiapan imigrasi
      Paspor, boarding pass, pasang senyum ramah tjantik-tjantik
      19.30
      Dept Terml
      Sudah siap di terminal keberangkatan
      Makan malam, sholat,  isi air, pipis2
      21.35
      Pesawat
      Berangkat!!!
      Baca Doa, enjoy the flight
      00.25
      Pesawat
      Landing di Singapura (bukan singgah di dapur)
      Alhamdulillah
      00.40
       Changi
      Baru turun dari Pesawat
      Terminal 1
      01.00
      Changi
      Sudah selesai bersih2, siap2 tidur , Cari tempat tidur
      T1: Snooze Lounge, Transit East, Level 3, Transit Hall
       
       
      Terminal 2
      Sanctuary Lounge, Transit North Pier, opp E5, Transit Hall
      Oasis Lounge, Transit North Pier, Opp E11, Transit Hall
       
      Terminal 3
      Snooze Lounge, Transit North Mezzanine, near to Singapore Food Street, Transit Hall
       
      Terminal 4
      Snooze Lounge, Departure Transit, Level 2M, Transit Hall
       
       
      DAY 2
       
      2.00
      Changi
      Bangun, pasang penjagaan, kalo2 diusir
      Beresin barang. Yang cakep.
      2.30
      Changi
      Kalao ngga ada pemeriksaan tidur lagi
      Zzz
      6.00
      Changi
      Bangun, ganti baju yang cakep, bersih2.
       
      Operasi Skytrain: 5.00 am-2.30am
      Mandi nya di toilet ajaaahh… yang pojok (kloset jongkok) sabii
       
      6.30
      Imigrasi
      Cari yang waktunya bareng pesawat landing
      Pasang senyum dudul n manis
      7.00
      Staff Canteen
      Makan pagi (Buka jam 7.00am-9.00pm)
      Budget S$5
      8.00
      MRT
      Lewat Nicols highway
      Jam buka counter: 8.00am
      Dari Changi naik MRT, tuker di tanah Merah CG2 (jalur hijau), tuker ke biru.
      Transit di MacPherson, tuker ke orange.
      Turun di Nicoll Highway
      8.30
      The Pod
      Titip tas di hostel, dan Jalan ke Queen Street Terminal. Naik Causeway Link 2 warna kuning
       
      S$3.4 ajah
      9.20
      To JPO
      Malaysia-Johor
      Jalan ke queen street. Naik CW2 bis kuning. US$3,4
      16.00
      To SG
      Dalam perjalanan, nanti turun di Bugis lagi
       
      19.30
      SG
      Turun di terminal. Bisa ke Bugis, atau ke little india, atau ke kampong glam, bebas
       
      20.30
      Hostel
      Jalan kaki bets
      Bobok dehh
       
       
       
       
       
       
      DAY 3
       
      07.00
      Hostel
      Siap2 kita jalan
       
      08.00
      Chinatown
      Explore CT. lewat smith st.
      Naik Bis No. 961 dari Plaza Parkroyal. 8 Stop.
      Berenti di New Bridge Ctr.
      08.20
      Chinatown
      Rutenya: Buddha Tooth Relic, Sri Mariarman, Masjid Jame chulia. Belok ke Pagoda st. ada Tintin Shop Singapore, Chinatown heritage center.
       
      10.00
      Chinese Garden
      Perjalanan.
      MRT dari Chinatown. 9 Stop. Berenti di
      MRT Chinese Garden (EW25)
      11.00
      Chinese Garden
      Keliling disini. Foto2. siapkan kaki.
       
      12.30
      MRT
      Perjalanan ke vivo
      MRT Jalur Hijau. 4 stop. Turun di Buona Vista. Transit.
      MRT Jalur Kuning.
      13.30
      Vivo
      Ke Vivo City. Maksi dulu di Foodcourt
      Food Society
      14.00
      Sentosa
      Eksplore Sentosa: Bola Dunia, Merlion
       
      15.30
      Vivo
      Ke Henderson Bridge
      Naik 131 - Harbour Front Station Exit B. 14141. 5 stop. Turun di Aft Telok Blangah Hts  (14051)
      Bef Telok Blangah Hts (14059)
       
      16.30
      Henderson
      Abis foto2 disini, kita ke Supertree
       
      Naik 131. 10 stop. Turun di Intl Plaza
      Naik 400. 6 stop. Turun di Garden by the Bay
      17.15
      Supertree
      Garden By The Bay. Foto2 disini yang cakep
       
      18.30
      MBS
      Jalan kaki nyeberang. Kita audit MBS, ke Kasino. Makan Malam disini aja
      1983 A Taste of Nanyang
      Rasapura (B2)
      21.00
      Hostel
      @The Pod, Beach Road
      Naik Jalur Biru 2 Stop, Turun Bugis
      Naik Jalur Kuning 2 Stop, Turun Nicolls Highway
       
       
       
       
       
       
      DAY 4
       
      9.00
      Hostel
      YEP! BOLEH BANGUN SIANG #Paham
      Sarapan yaa, jangan lupa mandi
      Prepare for today's trip
      10.00
      Hotel Raffles
      Bisa Ekspolore sepanjang jalan selain raffles hotel, ada war memorial Park, Fountain of Wealth (Temasek Building, tp Agak ngalang), National Gallery, Supreme Court (aku mo foto disini), Parliament, Raffles Landing Site. Kalo mau eksplore Taman, ada Raffles House di Fort Canning.
      Nyeberang ke Plaza Par Royal
      Naik 107 atau 961 (3 Stop)
      Turun di Beach Rd - Opp Raffles Hotel
       
      Jalan Kaki yaa, menurut gugel 2,5 kilo, waktu tempuh 32 Menit termasuk Fountain of wealth (yang ngalang).
       
      Tanpa Fountain 1,2 kilo waktu tempuh 15 Menit.
      Jalan sante wae
       
       
       
      KURASU PLS
      Abis dari Raffless ke belakangnya. Cari Kurasu.
      Cari Odeon Tower. Lantai 2. District 6
      Kalo Skip Merlion, Naik 167 Dari Victorian Concert Hall. 8 Stop. Turun di Orchad Stn.
      11.15
      Merlion
      Foto2 lagi. Bidik esplanade, MBS dan Ferris Wheel nya
       
      12.00
      Esplanade
      Lihat2 aja. Siapa tau ada pertunjukkan yg bs ditonton.
       
      13.00
      Orchad
      Maksi di wisma Atria - Food Republic Andalan. Atau nanti cari food court lain di ion. Foto2
      Naik 36 dari The Esplanade (02061). 14 Stop. turun di  Tang Plaza (09047)
       
      14.00
      Botanic Garden
      Masuk dari Tanglin Entrance
      - Sun Garden
      - Anggrek Vanda Miss Joaquim
      Masuk dari Nassim Entrance
      - Evolution Garden (Pakis)
      - Palm Valley
      Tanglin bisa naik 174 dari Op Orchad Stn (belakangnya Ion). 5 stop. Turun di Opp Botanic
       
      Kalo mau ke Nassim, masuknya agak susye kl kendaraan umum. Naik Grab aja
      16.00
      To Bugis
      Beli jus, beli kaos2, beli egg tart buat mama. Early Dinner di belakang Bugis Street.
      Kita Naik Taksi lagi aja pake Grab. Sekitar SGD17. #mulaiborosh
       
      17.00
      Ke Merlion
      Kita nunggu sampe dapet pertunjukkan laser sambil foto2 lagi. (btw, kalo merlionnya mau disimpen buat sore aja jugak gpp. Liat sikon aja)
      Halte Bugis Junction. Naik 130. 4 Stop. Turun di UOE Bayfront.
      18.00
      Makan Sutra
      Coba cari makanan lucuk2 disini. Nyobain makan disini. Kalo mau jajan ajaa…
      Jalan aja
      20.00
      To Hostel
      @The POD
      Op Fullerton Naik 100. 5 Stop. Turun Op Plaza Parkroyal langsung Hostelnya
       
       
       
       
       
       
      DAY 5
       
      8.30
      Hostel
      Siang lagi??? YEP! Ga dilarang bangun siang kok. Kalo mau bangun pagi juga boleh
      Siap2
      9.30
      Hostel
      Udah selesai sarapan dan beberes buat check out
      Mantepp. Tas nya titip aja dulu
      9.30
      To Little India
      Sri Veeramakaliamman Temple
      Sri Srinivasa Perumal Temple Singapore
      Tan Teng Niah
       
      Sakya Muni Buddha Gaya Temple Read more at:
       
       
      Nyeberang ke Plaza Parkroyal
      980Sembawang Int (5 stop)
      Turun di Rochor Stn ganti sama
      23Rochor Canal Rd (2 stop)
      Turun di broadway hotel
       
      11.00
      To Bugis
      Kalok2 masih ada yg mau diliat and or dibeli. Yg jelas kita jugak keliling kampong glam. Foto2 disini. Nyobain café hitz bats disini.
      Naik dari Tekka Ctr
      67Tampines Int (3 stop)
      Turun di Opp Eminent Plaza ganti ke
      133Shenton Way Ter (5 stop)
      Turun di Opp Stamford Pr Sch
       
      11.20
      Kampong Glam
      Liat2 masjid, mural2, keliling2 deh
       
      12.30
      Bugis
      Ojo lali coba Route 12
       
      13.30
      Ke Hostel
      @The POD
       
      14.00
      GO
      To airport naik MRT
      Waktu tempuh +/- 1.20"
      15.00
      Changi
      Sampe di Changi
      Cece
      16.00
      Changi
      Monggo berburu Disini. Masuk Imigrasi dulu ojo lali. Bisa pijet2 jugak, ke bioskop
      Inget, XX Take off. Perhatikan waktu boarding. Biasanya 10-30 menit sebelumnya.
      18.00
      Changi
      Makan di Staff Canteen/Mc D
       
      20.00
      Pesawat
      Take off
      Bye SG
      21.00
      Pesawat
      Landing @soetta
      Hello Jakarta dan kerjaan
      21.30
      Soetta
      Selesai ambil bagasi, markipul
      Besok jalan2 lagii yaa amu amu dan amu ummaa
    • By Sari Suwito
      Masih melanjutkan liburan Hari Raya Idul Adha di Malaysia, tepatnya hari sabtu pagi sekitar jam 9 kami mengantarkan anaknya tuan rumah (usia sekitar 8 tahun) untuk pergi les bahasa Inggris, tempat les tak jauh dari rumah sih. Begitu sudah antar anak tersebut kami lanjut jalan-jalan ke pasar Seri Selayang, pasarnya seperti pasar kaget gitu, banyak pedagang yang menggelar lapak dagangan di pinggiran jalan ada juga pedagang sayur mayur yang menempati lapak bangunan semi permanen gitu. Sepertinya para pedagang di pasar ini sengaja atau tak sengaja mengelompok berdasar asal mereka, ada lapak pedagang Indonesia, Melayu, India, dan China.

      Pasar ini memiliki court yang lumayan besar, aneka jenis makanan tersedia disini, jadilah kami sarapan disini, saya memilih untuk sarapan nasi lemak. Ga afdol kalau ke Malaysia ga makan nasi lemak...hehehe...

      Setelah selesai sarapan sebelum balik ke rumah, kami berbelanja buah-buahan dan martabak manis, oh ya disini martabak manis disebutnya apam balik lho. 

      Di rumah, sambil menunggu jam pulang les yang masih agak lama jadilah saya bersantai sambil nonton tv, sekitar jam 12 saya ganti baju untuk bersiap-siap jemput ke tempat les langsung jalan ke undangan open house temannya tuan rumah yang sudah pensiun. Jadi kalau di Malaysia itu kalau ada orang pensiun dia akan buat semacam pesta perpisahan, lalu di rumah akan undang teman-teman dan kerabat untuk makan-makan gitu.  
       
      Sekitar jam 12.30 kami bersiap untuk ke luar rumah, wolaaaa....ternyata diluar ada kabut asap yang lumayan tebal, tapi the show must go on lah. Sebelum ke tempat open house kami mampir ke Selayang Mall dulu, karena tuan rumah mau berfoto di depan kantor dinas pendidikan yang berada di lantai 3 mall selayang sekalian membeli eksternal drive. Oh ya, tuan rumah sebentar lagi juga memasuki masa pensiun, jadi dia mengumpulkan foto-foto di tempat dia dulu bekerja untuk dijadikan dokumentasi selama masa pengabdiannya.  Mungkin sedikit orang yang membuat hal ini...bisa jadi ide juga nich buat teman-teman lain.
      Selesai urusan di mall selayang, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi open house. Waah...rupanya acaranya meriah banget...sampe pake tenda seperti orang resepsi pernikahan, makanannya juga banyak ada masakan Indonesia, Malaysia dan Thailand daaan ada juga kambing guling. hehehe.... 
      Selesai acara open house, kami lanjut menuju Shah Alam, kabut asap menyelimuti selama perjalanan, jadi harus hati hati dan waspada untuk menjaga keselamatan berlalulintas. 

      Karena ingin melihat indahnya lampu-lampu di i-city tentu baiknya pada saat hari mulai gelap, jadi untuk menunggu malam hari, kami berjalan-jalan dulu ke GM Klang, GM Klang ini merupakan pusat grosir (kalau sering baca 360 magazine-nya Air Asia, sering muncul tuh iklannya). Tempatnya lumayan luas dengan beberapa blok bangunan di luar bangunan utama-nya. Kami langsung menuju ke bangunan utamanya sih, menurut saya tempat ini semacam pasar asemka/mangga dua tapi dalam versi gedungnya tertata dan rapi gitu. 

      Yang di jual disini aneka produk, rata-rata produk import dari China sih, seperti casing HP, alat masak, pakaian, tas, sepatu, parfum, wall paper, dll.  Kami berjalan-jalan disini sampai jam sekitar jam 6 atau 7 malam, ga inget waktu itu tau-tau waktu keluar dari food court di lantai basement toko-toko sudah mulai tutup, jadilah kami langsung ke tempat parkir dan lanjut ke i-city. 
      Sekitar 20 menit akhirnya sampailah kami di i-city, hari sudah mulai gelap dari jauh sudah keliatan bianglala raksasa dengan lampu hias yang cantik.  Setelah memarkir mobil, kami langsung dech keluar dan berfoto-foto di area outdoornya. 


      I-city adalah area taman bermain terpadu yang menyuguhkan lampu-lampu hias yang dibentuk-bentuk dalam berbagai model di seluruh areanya. Ada bentuk pohon, bunga, burung flaminggo, kereta cinderella, dll. Biaya masuk ke area ini gratis, untuk parkir sih bayarnya RM 10, bisa bayar di mesin auto pay.
      Atraksi di i-city ini terbagi dalam 3 Gate, yaitu:
      Gate A:
      *City of digital lights
      *Giant Ferrish Wheel
      *Bumper Car
      *Circus Travel
      *Pirate Ship
       
      Gate B:
      *Water World
      *Under The Sea
      *SnoWalk
      *Ice Adventure
      *Jungle Train
       
      Gate C:
      *Red Carpet
      *House Of Horror
      *Trick Art Museum
      *Space Mission
      *Adventure Studio
      *Fun Drive
      *Thypoon
      *Sub Marine
      *5D Cinema
      *Jungle Adventure
      *Fitness Junior
      *Rocking Wheels
      *Itsy Bitsy
      Tiket masuk berupa kartu yang bisa di top up. Harga kartu RM 2. Satu kartu bisa dipakai untuk rame-rame, jadi tinggal isi aja nominal yang cukup untuk berame-rame. Berhubung tiket dan sisa deposit ga bisa di refund/ditukar menjadi uang tunai, maka isi aja secukupnya. Kan sayang kalau belum tentu balik lagi ke i-city. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung jam operasi, siang dan malam beda tarif, ada juga tarif normal dan mycard (kalau ga salah mycard ini untuk warga negara Malaysia). 
      Sebelum memutuskan untuk masuk ke salah satu atraksi saya sempatkan untuk berfoto-foto di bagian luar gedung Red Carpet, berhubung saya sudah pernah ke Madame Tussaud di Bangkok, jadi saya tak tertarik untuk masuk ke Red Carpet, paling-paling juga mirip.



      Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Trick Art Museum, dalam hati sih mungkin mirip-mirip dengan Trick Eye Museum De Mata di Jogja, tapi ga ada salahnya lah coba lihat apa aja koleksi di dalamnya. Harga tiket masuk Trick Art Museum RM 15/orang. 
      Berikut beberapa foto yang saya ambil di dalam Trick Art Museum i-City:








      Setelan keluar dari Trick Art Museum ternyata awish (anak kecil yang bersama kami) ingin main di wahana Itsy Bitsy. Jadi sementara dia bermain di dalam wahana saya sempatkan berfoto-foto di sekitar wahana tersebut.


      Sekitar jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang ke rumah untuk istirahat, untuk besok siangnya saya akan kembali ke Jakarta.
       
      NB:
      Transportasi umum untuk menuju i-city:
      Bus: dari KL naik RapidKL U80 tujuan terminal bus Shah Alam, kemudian naik bus U605 untuk menuju ke i-City.
      CommuterKTM: dari KL naik kereta KTM menuju stasiun Padang Jawa,  kemudian naik taxi untuk menuju ke i-City (ongkos taxi ke i-City kira-kira RM5 – RM7, mungkin harus nego dulu ya)
       
    • By satria11
      Jadi saya rencana akhir juni mau ke malaysia, nah tapi saya masih buta sama malaysia hihii. saran dong cara buat internetan disana, enaknya naik apa dari bandara buat ke kota nya terus buat nginep enaknya di daerah mana? mungkin master2 disini ada yg bisa jawab....
    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.  
       
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh.