Sign in to follow this  
ryaryuu

Informasi berguna tentang Korea selatan(tips inside)

7 posts in this topic

halo jalan2ers, kali ini saya mau bagi2 tips buat yang pengen tau korea( yang kepo dan gratis, hihi). saya suka banget gangnam style nih, jadi saya cari tau tuh tentang korea-korea gitu, saya baca2 dan ini ada beberapa tips dan informasi yang harus diketahui bila kita mau jalan2 ke korea

1. Di Korea itu ada 4 musim.

Korea itu negara subtropis, ada 4 musim. jadi buat yang mau kesana,agak2 meluangkan waktu buat liat kalender dan mencocokan baju yang akan di bawa.ini jadwal musim nya

spring : maret s.d juni

summer: juli s.d agustus

autumn/fall : september-desember

winter: januar-februari

sebenarnya ga benar2 tepat sih, tapi kalo kita mau kesana sekitar bulan november, harus udah siap2 bawa baju hangat, soalnya walaupun ga sedingin di musim winter, tapi suhu disana bisa sampai -5 derajat celcius

2. Orang Korea itu banyak yang ga bisa bahasa inggris dan baca tulisan latin, jadi persiapkan kamus korea dan belajar percakapan bahasa inggri

beberapa orang korea ada yang ga bisa bahasa inggris, bahkan ada yang ga bisa baca bahasa latin. jadi ketika nanti sebelum pergi sebaiknya kita sedikit belajar tentang tulisan-tulisan abjad korea sama percakapan praktis, kalo2 kita disana membutuhkan. rada susah ya kalo pergi ke negara yang punya abjad lain selain abjad latin. hemm...tapi ga akan menyurutkan niat saya buat belajar gangnam kesana.

3. Transportasi disana pake uang elektrik, jadi selalu isi T-Money kita supaya memudahkan

buat yang belum tau , T-money itu uang elektronik yang berlaku di eropa, ini berlaku kalo kita naek kendaraan umum disana, apalagi naik subwaya tau bus. pokonya kalo kita ga ikut tur dan so2 backpacker, ini uang sebaiknya diisi penuh biar ga susah. nah ngisi nya biasanya sih bisa di supermarket atau di stasiun.

4. makanan halal jarang, sebaiknya makan seafood.

buat yang muslim terkadang dilematis dan menjadi galau kalo mau makan di negara-negara tertentu, nah solusinya pilihlah restauran yang menyediakan seafood, soalnya kalo makan seafood kan ga kuatir ada forknya. hemmm, oh iya ikan buntal/fugu itu banyak disediakan di restauran seafood korea loh, dan pastinya aman katanya. hihi.

ini bonus dari saya buat para jalan2ers.ooppp oopppaaaa. hihi

http://youtu.be/9bZkp7q19f0

Share this post


Link to post
Share on other sites

lengkap banget. ampe ada ttg makanan ama e-money nya juga.

hahahaha...

malahan saya baru tahu di korea itu dikit banget makanan halalnya.

lalu untuk bahasa, agak susah juga yah kalo gak ada yang bisa berbahasa inggris.

hahahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info :)

yupppp. Nice Info.....

waaahhh,,, jarang yang bisa bahas inggris tapi waktu tahun 2002 bisa jadi tuan rumah world cup yaaaa???

keren jugaaaa, Indonesia bisa gak yaaa???

kan sama2 tuh, banyak penduduknya yg g bisa bhs. Inggris :D

wah orang indonesia mah termasuk lumayan banyak mbak yang bisa bahasa inggris, pelafalan orang indonesia loh malahan yang paling mendekati bule :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya baru tahu korea selatan banyak yang tidak bisa bhs inggris.

hahahaha...

apa kebudayaan juga berpengaruh yah terhadap kemampuan mempelajdari bahasa baru?

lalu yang bikin saya tertarik itu T-Money nya. kayaknya praktis banget yah?

kalo di kita baru ada Flash yang dikeluarkan oleh salah satu bank. itu juga gak bisa dipake di Nasi Goreng yang ada di pinggir jalan :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Diny Puspa Dewi
      hallo hallo 
      aku lagi cari temen nih buat ke korea tahun depan tepatnya pas libur lebaran berarti sekitar tanggal 1 juni s/d 8 juni 2019, plan stay nya memang 1 minggu
      aku belum beli tiket pesawat atau apapun karena bener2 cari temen yang bisa bareng2 dari berangkat sampe pulang trus diskusiin semuanya brg2 biar enak ><
      pengalaman taun kmrn nekat berangkat sendiri jadi ngebego sendirian di perjalanan huhu
      but thanks to jalan2.com aku dpt tmn ngebolang pas diseoul 
       
      Aku udah beli tiket (GA) untuk flight 4 JUNI - 10 JUNI 2019 , kalau ada teman2 yang pergi di tanggal yang sama dan mau bareng boleh 
      bisa hubungin aku di WA 085314754967
      thank you
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :) 
       
       
    • By vie asano
      Masih tentang Seoul. Pada tulisan ini, saya sudah menulis informasi global tentang kota Seoul dan apa saja yang bisa ditemukan disana. Dan pada tulisan ini saya sudah berbagi informasi seputar Touris Information Center di seluruh Seoul, termasuk dengan tourist information desk. Mungkin masih yang belum saya tulis (karena jumlah pusat informasi wisata di Seoul memang cukup banyak), namun mudah-mudahan cukup membantu teman-teman yang berencana main-main ke Seoul.
      Walau jumlah pusat informasi wisata di Seoul cukup banyak dan tersebar di berbagai distrik, saya yakin nggak semua punya waktu untuk sengaja main ke tempat-tempat tersebut. Alasannya bervariasi, mulai dari males, bingung cari tempatnya, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang memang malas sengaja mampir ke kantor pusat informasi wisata, Seoul menawarkan fasilitas lain yang disebut mobile tourist offices. Penasaran?
      Mobile tourist offices merupakan sebutan tak resmi untuk staff di pusat informasi wisata Seoul yang bekerja di luar ruangan. Mereka tidak sekedar duduk manis di balik meja dan melayani aneka pertanyaan dari wisatawan, namun mereka sengaja berdiri maupun lalu lalang di berbagai tempat yang mencolok dan banyak dilalui oleh wisatawan. Tak sulit untuk menemukan staff mobile tersebut, karena mereka mengenakan jaket atau rompi merah terang dengan logo "i" di jaketnya.
      Apa jasa yang ditawarkan oleh para staff mobile berjaket merah tersebut? Para staff tersebut memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik. Ada yang bisa bahasa Inggris, China, Jepang, hingga bahasa lainnya. Tentunya nggak semua staff bisa multibahasa ya, namun rata-rata menguasai minimal bahasa Inggris. Para staff mobile tersebut akan membantu Anda yang memiliki pertanyaan mengenai berbagai obyek wisata, membantu Anda untuk melakukan reservasi hotel dan mengurus tiket kereta maupun pesawat (minimal mengarahkan Anda untuk pergi ke pusat informasi turis yang memiliki peralatan lebih lengkap), dan bahkan melayani Anda yang sekedar ingin tanya jalan. Mereka juga memiliki kemampuan sebagai pemandu wisata yang dapat menunjukkan berbagai spot menarik di Seoul lho (untuk lebih jelasnya bisa menghubungi nomor telepon berbagai pusat informasi turis yang ada di tulisan ini). Mau tahu dimana saja bisa bertemu dengan si kerudung merah, eh, petugas berjaket merah ini? Berikut lokasinya:
      Myeongdong
      Area: Myeongdong Unesco Building, Myeongdong Theater, M Plaza, Stasiun Myeongdong
      Jam operasional: 09.30-19.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Namdaemun Market
      Area: Jungang-ro, Namdaemun Tourist Information Center, Sungyemun, Samick Fashion Town
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinchon (Ewha Womans University)
      Area: Stasiun Sinchon Railway, pintu masuk Ewha University, Exit 2 di Stasiun Ehwa University, Bistro Bucks, Sinchon Police Station
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Jepang, Cina
      Itaewon
      Area: Exit 1 di Stasiun Itaewon, International Arcade, Itaewon Shop, Itaewon 119 Safety Center
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Dongdaemun
      Area: Dongdaemun, Shinpyunghwa Fashion Town, Doosan Tower, Good Morning City, Dongdaemun History and Culture Park
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Insadong
      Area: Pintu masuk Insadong, Insadong Street, Ssamziegil, Gallery Miho, Angukdong Intersection
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Gwanghwamun
      Area: Gwanghwamun Information Center, Deoksugung, Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, Sejong Center for the Performing Arts
      Jam operasional: 09.30-18.30
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Bukchon
      Area: Gahoe-dong Community Service Center, Jeongdok Public Library, World Jewellery Museum, Bukchon Eight View, Bukchon Fifth View, Donmi Pharmacy, Seoul Museum of Chicken Art
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Hongdae
      Rute: Watson Mister Donut, Trick Eye Museum, Etude House Watson
      Jam operasional: 12.00-20.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Samcheongdong
      Rute: Samcheong Police Station, Samcheong-ro, Samcheong-dong Resident Center, Dolgaedan-gil Entrance, Bukchon-ro 15-gil Vicinity
      Jam operasional: 09.00-18.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Sinsadong Garosu-gil
      Rute: Fossil Korea, Zara, Kraze Burger, H&M, Mango Six, J-Tower, Holistic, Diesel
      Jam operasional: 10.00-19.00
      Bahasa: Inggris, Jepang, Cina
      Kira-kira di spot itulah Anda bisa menemukan mobile tourist officer resmi dari pusat informasi wisata di Seoul. Jadi kalau lihat ada orang-orang berbaju merah yang stand by maupun keliling-keliling di area tertentu, jangan sungkan untuk tanya-tanya (jika ada yang mau ditanyakan). Sebagai penutup, saya lampirkan informasi lokasi Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, plus nomor yang bisa dihubungi sekiranya ada masalah saat sedang jalan-jalan di Seoul. Berikut daftarnya:
      Kedutaan Besar Indonesia
      Alamat: 55, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul
      Telp: +82-2-783-5675-7
      Tourism Call/Complaint Centers
      -Untuk komplain secara umum tentang Seoul, hubungi Dasan Call Center di 02-120, ext.9 atau +82-2-120 ext.9 jika menelepon dari luar Korea.
      -Untuk komplain tentang masalah wisata/pariwisata, hubungi Tourist Information Center di 1330, atau +82-2-1330 jika menelepon dari luar Korea.
      Komplain juga bisa dilayangkan melalui email, lho. Jika ingin komplain sehubungan dengan perjalanan wisata maupun wisata di Seoul, bisa layangkan email ke: tourcom@knto.or.kr dengan mencantumkan detail kejadian (seperti subjek laporan, waktu kejadian, lokasi, dan detail lainnya yang relevan). Sedangkan jika ingin komplain hal-hal yang berhubungan dengan transportasi, bisa kirim email ke: happyride@seoul.go.kr. Jangan lupa lengkapi laporan dengan detail kejadian seperti nomor plat kendaraan, waktu kejadian, lokasi, dan sebagainya.
      Semoga informasinya bermanfaat.
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By vie asano
      Kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tips berkemas untuk wisata keluarga.
      Tips berkemas secara umum, termasuk untuk orang tua
      - Berapa idealnya jumlah baju yang harus dibawa? Teorinya, siapkan 1 baju kasual/hari + 1 baju pergi/hari + 1 baju tidur/hari. Namun jika malas membawa banyak baju dan waktu pergi lebih dari 5 hari, bawalah baju untuk 2-3 hari saja. Resikonya, harus mau repot nyuci dan nyetrika di tengah waktu wisata. Saya pribadi sih lebih suka mengandalkan laundri kiloan yang bisa selesai dalam 1-2 hari. Cukup bayar sedikit, baju sudah bersih+wangi+rapi di setrika tanpa harus jadi Cinderella. Tips tambahan untuk poin ini: sebaiknya pilih baju yang berbahan cepat kering.
      - Untuk baju anak-anak, teori di atas belum tentu berlaku. Sebaiknya, perhatikan kebiasaan dari anak Anda karena tiap anak bisa berbeda-beda. Contohnya, anak sulung saya (usia hampir 5 tahun) dulu cukup sering masuk angin hingga muntah-muntah di waktu malam. Resikonya, saya harus bawa ekstra 1-2 potong baju tidur untuk cadangan (untuk baju harian tidak masalah). Saat usianya lebih dari 4 tahun, saya harus bawa ekstra celana (untuk jaga-jaga jika mengompol). Sedangkan si bungsu (4,5 bulan) termasuk jarang muntah di malam hari. Namun karena gampang berkeringat, baju harian dan baju perginya harus lebih banyak dari baju tidur.
      - Cek lagi itinerary wisata. Destinasi wisata menentukan item tambahan yang harus dibawa. Jika berencana pergi ke daerah pantai atau ada rencana berenang, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti baju renang, sun block, topi pantai, maupun kaca mata hitam. Sebaliknya, jika pergi ke gunung, bawalah jaket dan selimut ekstra.
      - Pisahkan pakaian anak-anak dan pakaian orang tua agar lebih mudah diambil jika sewaktu-waktu harus ganti baju. Malas bawa banyak koper? Jika si kecil sudah berusia minimal sekolah dasar, tak masalah jika dia diminta untuk membawa tas punggungnya sendiri (bisa menggunakan tas sekolah).
      - Agar lebih hemat ruang, jelilah dalam menyusun barang dalam koper. Saya biasanya mengemas pakaian dalam bentuk gulungan kecil, dan biasanya ruang yang tersisa jauh lebih banyak dibanding menumpuk pakaian.
      - Sebaiknya, barang yang kira-kira akan sering digunakan (seperti peralatan elektronik, dompet, tisu, dan sebagainya) jangan ditempatkan dalam koper. Tempatkan dalam tas terpisah yang bisa ditenteng, sehingga mudah untuk diambil sewaktu-waktu.
      - Berencana untuk wisata selama beberapa hari ke kota lain, namun ada beberapa barang berukuran besar (seperti kereta dorong bayi) yang sulit dibawa di mobil atau kendaraan umum? Pertimbangkan untuk memaketkan barang-barang itu ke kota tujuan. Memang sih pasti ada ongkos ekstra yang harus dikeluarkan, tapi jauh lebih praktis dibanding membawa gunungan barang di atas mobil.
      - Ingat selalu bahwa keselamatan anak itu nomor 1. Jadi jika membawa balita bepergian, sebaiknya siapkan beberapa perlengkapan pengaman ekstra yang biasa ada di rumah, seperti penutup stop kontak dan pelindung ujung meja.
      Daftar perlengkapan P3K yang wajib dibawa jika wisata bersama anak-anak.
      - Plester. Ingat, anak-anak mudah terluka. Jadi sediakan selalu plester di tas yang terpisah dari koper.
      - Kompres instan dan obat demam untuk anak. Kita tak pernah tahu kapan bayi atau anak-anak akan terkena demam, kan?
      - Obat penahan rasa sakit.
      - Obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang sering dialami, seperti obat maag, obat sakit kepala, dan sebagainya.
      Daftar perlengkapan elektronik yang wajib disiapkan
      - Jika tetap harus bekerja selama liburan, jangan lupa membawa laptop dan charger-nya.
      - Handphone dan charger-nya.
      - Stop kontak multi.
      - Hairdryer ukuran travel (jaga-jaga jika hotel tidak memiliki hairdryer).
      - Kipas angin mini. Jangan salah, ini penting lho jika akan berwisata ke daerah yang cukup panas. Minimal bermanfaat saat mengalami perjalanan outdoor, terutama karena bayi dan anak-anak biasanya gampang merasa kegerahan.
      - Jika perlu, bawa juga aneka permainan elektronik. Namun sebaiknya gunakan hanya saat keadaan darurat saja (seperti saat anak merasa ekstra bosan), karena esensi dari wisata keluarga kan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bukannya malah sibuk dengan mainan masing-masing).
      Daftar toiletries yang wajib disiapkan (untuk dewasa). Untuk bayi dan anak-anak, silahkan susun daftar dari artikel sebelumnya.
      - Perlengkapan mandi: sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka. Semuanya dalam ukuran travel. Saran saya, jika memang hobi bepergian, sebaiknya siapkan satu kantong khusus untuk peralatan mandi ukuran travel. Jadi nggak perlu repot mengemas alat mandi saat akan bepergian.
      - Perlengkapan make up, mulai dari bedak hingga parfum.
      - Perawatan badan, seperti body lotion (ukuran kecil). Jika berencana pergi ke pantai (atau minimal akan berenang di tempat wisata), bawa juga krim setelah berjemur.
      Last but not least
      - Aneka dokumen penting yang berhubungan dengan perjalanan, seperti passport (jika pergi ke luar negeri), kartu identitas, bukti booking hotel, tiket, kartu kredit, kartu ATM, peta daerah setempat.
      - Daftar alamat hotel (terutama jika menginap lebih di 1 tempat). Sebaiknya dicatat dalam buku catatan, dan lengkapi dengan petunjuk arah. Oya, jangan lupa juga membuat copy informasi nomor kontak Anda untuk diselipkan di baju anak-anak setiap kali akan bepergian, untuk berjaga-jaga seandainya anak terpisah dari orang tua.
      - Laundry bag. Kalau nggak punya, kantong kresek juga cukup. Biasanya saya menyiapkan 2 jenis kantong plastik: untuk baju kotor, dan untuk sampah selama menginap di tempat wisata (jika menginap bukan di hotel dan tidak tersedia tempat sampah). Untuk jumlahnya, tergantung dari durasi waktu pergi itu sendiri.
      ***
      Kira-kira itulah barang-barang yang harus dibawa saat akan berwisata bersama keluarga. Saya sengaja tidak menulis tentang tips berkemas untuk remaja, karena remaja (seharusnya) sudah bisa berkemas sendiri. Remaja juga lebih fleksibel mengenai tempat wisata dan sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk menghindari kebosanan saat di perjalanan.
      Jika ada yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan jejak di bagian komentar. Semoga infonya bermanfaat.