• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
ryaryuu

Informasi berguna tentang Korea selatan(tips inside)

7 posts in this topic

halo jalan2ers, kali ini saya mau bagi2 tips buat yang pengen tau korea( yang kepo dan gratis, hihi). saya suka banget gangnam style nih, jadi saya cari tau tuh tentang korea-korea gitu, saya baca2 dan ini ada beberapa tips dan informasi yang harus diketahui bila kita mau jalan2 ke korea

1. Di Korea itu ada 4 musim.

Korea itu negara subtropis, ada 4 musim. jadi buat yang mau kesana,agak2 meluangkan waktu buat liat kalender dan mencocokan baju yang akan di bawa.ini jadwal musim nya

spring : maret s.d juni

summer: juli s.d agustus

autumn/fall : september-desember

winter: januar-februari

sebenarnya ga benar2 tepat sih, tapi kalo kita mau kesana sekitar bulan november, harus udah siap2 bawa baju hangat, soalnya walaupun ga sedingin di musim winter, tapi suhu disana bisa sampai -5 derajat celcius

2. Orang Korea itu banyak yang ga bisa bahasa inggris dan baca tulisan latin, jadi persiapkan kamus korea dan belajar percakapan bahasa inggri

beberapa orang korea ada yang ga bisa bahasa inggris, bahkan ada yang ga bisa baca bahasa latin. jadi ketika nanti sebelum pergi sebaiknya kita sedikit belajar tentang tulisan-tulisan abjad korea sama percakapan praktis, kalo2 kita disana membutuhkan. rada susah ya kalo pergi ke negara yang punya abjad lain selain abjad latin. hemm...tapi ga akan menyurutkan niat saya buat belajar gangnam kesana.

3. Transportasi disana pake uang elektrik, jadi selalu isi T-Money kita supaya memudahkan

buat yang belum tau , T-money itu uang elektronik yang berlaku di eropa, ini berlaku kalo kita naek kendaraan umum disana, apalagi naik subwaya tau bus. pokonya kalo kita ga ikut tur dan so2 backpacker, ini uang sebaiknya diisi penuh biar ga susah. nah ngisi nya biasanya sih bisa di supermarket atau di stasiun.

4. makanan halal jarang, sebaiknya makan seafood.

buat yang muslim terkadang dilematis dan menjadi galau kalo mau makan di negara-negara tertentu, nah solusinya pilihlah restauran yang menyediakan seafood, soalnya kalo makan seafood kan ga kuatir ada forknya. hemmm, oh iya ikan buntal/fugu itu banyak disediakan di restauran seafood korea loh, dan pastinya aman katanya. hihi.

ini bonus dari saya buat para jalan2ers.ooppp oopppaaaa. hihi

http://youtu.be/9bZkp7q19f0

Share this post


Link to post
Share on other sites

lengkap banget. ampe ada ttg makanan ama e-money nya juga.

hahahaha...

malahan saya baru tahu di korea itu dikit banget makanan halalnya.

lalu untuk bahasa, agak susah juga yah kalo gak ada yang bisa berbahasa inggris.

hahahaha....

Share this post


Link to post
Share on other sites

nice info :)

yupppp. Nice Info.....

waaahhh,,, jarang yang bisa bahas inggris tapi waktu tahun 2002 bisa jadi tuan rumah world cup yaaaa???

keren jugaaaa, Indonesia bisa gak yaaa???

kan sama2 tuh, banyak penduduknya yg g bisa bhs. Inggris :D

wah orang indonesia mah termasuk lumayan banyak mbak yang bisa bahasa inggris, pelafalan orang indonesia loh malahan yang paling mendekati bule :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

saya baru tahu korea selatan banyak yang tidak bisa bhs inggris.

hahahaha...

apa kebudayaan juga berpengaruh yah terhadap kemampuan mempelajdari bahasa baru?

lalu yang bikin saya tertarik itu T-Money nya. kayaknya praktis banget yah?

kalo di kita baru ada Flash yang dikeluarkan oleh salah satu bank. itu juga gak bisa dipake di Nasi Goreng yang ada di pinggir jalan :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Wanda_andiani
      Dear all, 
      Aku berencana untuk backpacker-an ke Korea di July/Aug 2019 nih selama kurang lebih 1-2 minggu. Bagi yang berminat pergi bersama, kindly DM me:) Thank you!
    • By Reiko Shiwatari
      Hi everybody! Apa kabar? Ini saya hadir kembali, setelah sekian lama hiatus dari forum 
      Sudah kemana saja nih? Terus bawa oleh2 apa? Hehehe...
      Saya mau sedikit share tentang oleh2/kenang2an/souvenier dari beberapa perjalanan saya. So, mungkin ada yg berminat mau coba atau sekedar nambah informasi 
      Ada yg sudah pernah dengar Penny Collector? Apa itu? Ternyata uang logam yg kita punya bisa dijadikan koleksi loh! (bukan koleksi uang kuno ya). Tidak semua negara tujuan wisata memiliki Penny Collector. Terus, apa kelebihan/keunikannya? Kalau teman2 itu suka koleksi mata uang berbagai  negara, baik itu uang logam ataupun uang kertas, koleksi ini pun tidak kalah menarik. Yang membuatnya sangat menarik (menurut saya) itu kita bikin sendiri! 
      Dari uang logam, contohnya US Penny & Quarter, yaitu 1 cent Dollar ($0.1) & 25 cent Dollar ($0.25) kita bisa membuatnya menjadi sebuah koin dengan desain gambar landmark/tempat wisata yang ada di daerah tersebut. Bagaimana membuatnya? Ada mesinnya yang pasti! Kita tinggal masukkan koin uang logamnya & jumlahnya tergantung berapa yang diperlukan, rata2 di USA itu sekitar $0.51, jadi sediakan uang logam 1 Penny & 2 Quarter. Kalau diminta $1.01 jadinya 1 Penny & 4 Quarter.
             
      Kita masukkan koinnya di slot yang disediakan & pilih gambar/desain yg kita mau. Yang membuat saya tertarik adalah, ada beberapa mesin yg automatic, jadi setelah memilih design, makan mesin akan langsung berputar sendiri & jadilah uang logam sesuai yg kita pilih. Tapi masih ada banyak mesin2 yang tidak automatic, jadi setelah kita pilih designnya dengan cara memutar stick yang ada. Lalu setelah kita pilih designnya, kita tekan masuk slotnya sampai koinnnya masuk ke dalam & slot kembali seperti semula. Terus kita putar lagi sticknya, kita putar terus menerus sampai terasa berat (ya, sampai pakai tenaga muternya)  sampai kita lihat ada koin yang keluar, dan..., TADAAA!! Jadilah koin untuk kita koleksi. 


      Waktu saya ke Jepang beberapa tahun lalu, saya juga sempat membuat koin2 ini di beberapa tempat. Lumayan, buat kenang2an, jadi gak cuma gantungan kunci, magnet & kaos saja yg bisa dijadikan koleksi. Koin ini mempunyai suatu nilai tersendiri bagi saya (koinnya sih murah), yaitu bahwa  saya pernah menginjakkan kaki saya di tempat2 wisata tersebut, entah itu Disneyland, Universal Studio, Pantai, Gunung, Market, atau landmark2 lainnya. Saya pernah pergi kesana & membuat koin ini sendiri, gak sekedar nitip (bisa saja sih nitip, tapi bagi saya nilainya jadi berkurang karena bukan sayanya yg pergi). Saya pernah sih nitip sama teman, karena waktu saya pergi saya gak sempat bikin, ya dikasih memang tapi yg umum2 seperti nama Kota nya saja, karena teman saya bilang "Saya gak mau kasih, kamu aja yang pergi sendiri & bikin!" dan itulah yang memotivasi saya untuk travel & mengumpulkan 7 bola naga, eh maksudnya mengumpulkan koin2 tersebut. 
      Terus kumpulinnya pake apa? Taro dimana? Untuk pemula ya jangan lupa beli albumnya (jangan taro di celengan ya koinnya). Terus klo udah banyak nah kalian bisa kembangkan ide & kreatifitas kalian, bisa taro di bingkai etc. Ya, bisa kalian bikin sendiri yang bagus & berkesan.

        
      So, pesan saya, kalau mau travel ke luar negeri (di Indonesia belum ada soalnya), misal ke Jepang, kalian bisa tanya mbah Google, cari Penny Collection Locator. Pilih negaranya, pilih kota tujuan kalian & liat apa tempat yg mau kunjungin itu ada mesinnya ato gak (karena gak semua tempat ada). Biasanya mesinnya ada di gift shop, atau dekat ticket booth. And jangan lupa siapin uang receh, uang2 logam dari mata uang negara tersebut (saya pernah paksa Canada Dollar pake USD, jadi sih cuma ya gitu, MAKSA bgt mesinnya) 
      Ini sebagian koleksi2 saya, 
       


       
      Sekian,  info dari saya, semoga bermanfaat, happy travelling &  happy hunting  
       @deffa klo masih di Jepang, masih bisa cari koin ini (klo berminat)
       
    • By asep saepuloh
      hallo perkenalkan saya asep dari jakarta, rencanaya saya akan berangkat ke korea pada tanggal 04 s/d 14 maret 2019 ini saya rencanaya akan mengexplore seoul busan dan jeju dengan budget pas pasan, jika budget ga memungkinkan akan ke seoul dan busan saja .. jika berminat join yuk hubungi saya di instagram @kaaseps terima kasih
    • By Diny Puspa Dewi
      hallo hallo 
      aku lagi cari temen nih buat ke korea tahun depan tepatnya pas libur lebaran berarti sekitar tanggal 1 juni s/d 8 juni 2019, plan stay nya memang 1 minggu
      aku belum beli tiket pesawat atau apapun karena bener2 cari temen yang bisa bareng2 dari berangkat sampe pulang trus diskusiin semuanya brg2 biar enak ><
      pengalaman taun kmrn nekat berangkat sendiri jadi ngebego sendirian di perjalanan huhu
      but thanks to jalan2.com aku dpt tmn ngebolang pas diseoul 
       
      Aku udah beli tiket (GA) untuk flight 4 JUNI - 10 JUNI 2019 , kalau ada teman2 yang pergi di tanggal yang sama dan mau bareng boleh 
      bisa hubungin aku di WA 085314754967
      thank you
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Saya sudah berbagi sedikit info tentang panduan belanja di Seoul pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?. Untuk melengkapi tulisan tersebut, kali ini saya ingin sharing tips apa saja yang perlu diperhatikan agar momen belanja di Seoul terasa lebih afdol. Tips-tips tersebut saya ringkas dalam beberapa point, kurang lebih berikut isi tips-nya:
      Seputar tempat belanja
      Pada tulisan Seoul Shopping Guide: Belanja Dimana?, di bagian penjelasan tentang Dongdaemun Market, saya menulis jika Dongdaemun Market sebagai pusatnya fashion Korea yang sesungguhnya. Beragam trend fashion terkini awalnya dari Dongdaemun Market, namun bukan berarti disinilah tempat termurah untuk berbelanja fashion. Kenapa? Karena di Seoul, barang yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda tergantung lokasi penjualannya. Kaos seharga puluhan ribu won di daerah Apgujeong Rodeo Street bisa saja dijual seharga ribuan won di area sekitar kampus (seperti Hongdae dan Shinchon), dan bisa lebih murah lagi jika dijual di lapak temporer (berupa kios maupun truk). Dari sini ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
      -Jangan langsung membeli barang pertama yang dilihat, apalagi jika distrik tersebut termasuk kawasan mahal. Usahakan untuk membandingkan dulu dengan barang sejenis di toko yang ada di distrik lainnya.
      -Bagi budget traveller, disarankan untuk memilih toko yang ada di distrik level mahasiswa seperti Sinchon dan Hongdae. Banyak lho toko di sekitar kampus yang menjual barang dengan harga miring karena ketatnya persaingan antar toko.
      -Toko di pasar tradisional biasanya bisa lebih murah lagi. Namun konsekuensinya, dibutuhkan skill menawar yang cukup lihat, dan sayangnya nggak semua pedagang pasar tradisional menguasai bahasa Inggris.
      -Alternatif lainnya, belanjalah di sekitar subway (baik di luar stasiun subway maupun di subway underground shopping mall) karena harganya bisa jauh lebih murah dibanding aneka jenis tempat belanja lainnya.
      -Walau saya sebut Dongdaemun Market belum tentu memberikan harga termurah, nggak ada salahnya mencoba membandingkan 2-3 toko di Dongdaemun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang karena biasanya harga termurah di area ini tetap saja lebih murah dibanding distrik mahal seperti Gangnam. Tips lainnya, belanja di toko kecil maupun lapak-lapak di Dongdaemun biasanya jauh lebih murah dibanding belanja di toko besar di Dongdaemun.
      Seputar waktu belanja
      Punya rencana untuk melakukan wisata belanja di Seoul? Berikut beberapa bocoran momen terbaik untuk belanja dan mendapatkan harga terbaik:
      -Salah satu waktu terbaik untuk belanja adalah pada akhir musim, atau biasanya di bulan Januari, April, Juli, Oktober, dan Desember (untuk department store). Memang sih Anda akan ketinggalan mode terkini di musim tersebut, namun disisi lain, pada akhir musim biasanya berbagai pusat perbelanjaan besar biasanya menggelar diskon khusus untuk menghabiskan stok barang.
      -Siapa sih yang nggak suka diskon? Bagi wisatawan yang ingin mengincar diskon belanja, periode diskon terpanjang biasanya terjadi sebelum dan sesudah Lunar New Year dan Chuseok. Sedangkan untuk kosmetik, biasanya ada diskon besar di akhir tahun.
      -Jakarta boleh punya Jakarta Great Sale. Seoul pun memiliki 2 event diskon besar-besaran, yaitu Seoul Summer Sale dan Korea Grand Sale (di musim dingin). Yang hobi berburu diskonan, jangan lewatkan kedua event diskon tersebut yah.
      Seputar tips menawar
      -Nggak menguasai bahasa Korea namun ingin mencoba tawar menawar? Biasanya sih bahasa Inggris dasar sudah cukup kok, jadi jangan terlalu takut untuk belanja di lapak tradisional yah.
      -Jika membeli di lapak pinggir jalan (seperti mobile kiosk maupun pedagang tenda), selalu usahakan untuk menawar jauh dibawah harga yang ditawarkan baru naikkan penawaran sedikit demi sedikit (misalnya bisa mulai dengan menawar setengah harga jual). Soalnya jika selisihnya tak begitu banyak, biasanya pedagang akan langsung mengiyakan padahal Anda masih bisa menawar lebih jauh lagi.
      -Sulit untuk tawar menawar? Setidaknya mintalah barang gratisan sebagai bonus. Misalnya, jika membeli 3-4 gantungan kunci, mintalah 1 untuk bonus. Atau jika membeli beberapa potong baju, minta 1 baju secara cuma-cuma, dan seterusnya. Jika pemilik toko/lapak tidak mau memberikan barang gratisan, lebih baik bersikap seolah akan pindah toko saja.
      -Tips lain bagi yang ingin berbelanja di lapak non-toko atau belanja di toko kecil. Jika Anda gagal menawar harga, pindahlah ke lapak sebelah dan sebutkan harga terakhir di toko saingan (untuk barang yang sama). Biasanya toko yang baru dimasuki akan memberikan penawaran khusus untuk Anda.
      Seputar harga dan metode pembayaran
      -Untuk metode pembayaran tak jauh beda dengan di Indonesia. Pedagang lapak kecil biasanya hanya menerima cash, sementara vendor besar menerima pembayaran menggunakan berbagai kartu kredit.
      -Jika ada keperluan dengan bank (misalnya ingin menukar uang), ingatlah selalu jam operasional biasanya antara pukul 09.30-16.30 Senin-Jumat.
      -Untuk wisatawan asing, di Seoul ada lho kebijakan Tax Refund yang berlaku di beberapa toko tertentu. Kapan-kapan akan saya bahas beserta ulasan tentang freepass khusus untuk wisatawan yang hobi shopping.
      Seputar ukuran baju
      Sudah jadi rahasia umum jika fashion menjadi barang favorit untuk diburu saat belanja ke Seoul. Berikut beberapa tips untuk membantu Anda memilih baju yang tepat:
      -Jika memang sudah berniat akan belanja baju, sebelum pergi ke Korea Selatan, ketahui dulu ukuran baju Anda dalam ukuran Korea. Biasanya ukuran ditampilkan centimeter, kecuali untuk ukuran pinggang ditampilkan dalam inchi.
      -Beda lagi dengan ukuran sepatu. Biasanya ukuran sepatu ditampilkan dalam milimeter. Jadi agar lebih pasti, sebaiknya usahakan mencoba dulu setiap barang fashion yang akan dibeli.
      -Biasanya, orang asing susah menemukan ukuran baju yang tepat di Korea Selatan (terutama untuk bigsize, karena ukuran baju Korea kecil-kecil). Bagi yang kesulitan dengan ukuran ala Korea, cobalah berbelanja di daerah Itaewon yang sangat dikenal sebagai distrik multikultural.
      ***
      Kurang lebih demikian beberapa tips yang bisa saya bagikan. Jika ada yang mau menambahkan, boleh banget. Oya, saya juga pernah berbagi info seputar shopping guide di Jepang, monggo dibaca-baca juga (lihat disini: Japan Shopping Guide: Tokyo Area, Japan Shopping Guide: Kyoto Area, Khusus Shopaholic, Panduan Dasar Wisata Belanja di Jepang)
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :)