Sign in to follow this  
Followers 0
Lia Cute

Ngumpul Nyok di Betawi Ngoempoel!

11 posts in this topic

Halo temen2 sekalian, kali ini saya mau share pengalaman saya ke tempat yang unik banget di daerah Beji, Depok. Nama tempatnya Betawi Ngoempoel. Awalnya saya gak ada rencana mau ke tempat ini, karena kelewatan dan melihat nama tempatnya yang unik jadi saya penasaran mampir. Kirain tempat budaya Betawi gitu, ternyata tempat ini rumah makan khusus makanan Betawi hehehe....

Karena penasaran akhirnya saya coba aja makan disitu, ternyata menunya banyak juga dan banyak yang saay baru dengar. Ada namanya sayur Besan, Gabus Pucung, Pecak Ikan Mas, Sayur Ciput, Sambel Dengkek, dan lain2. Enak-enak juga rasanya :D

Ngobrol2 sama pelayannya, katanya tempat ini milik pak Nuroji yang mendirikan tempat ini karena bertujuan ingin menyatukan kuliner Betawi ke dalam satu tempat. Selama ini memang susah mencari makanan khas Betawi, karena terpisah2 katanya.

Konsep tempatnya juga unik, dengan ada ondel2 di pintu masuk, dekorasi delman, kursi rotan, serta iringan lagu2 Benyamin S :D Waktu saya makan disana juga dikasih teh gratis. katanya ini tradisi Nyahi, yaitu minum teh bareng2 sambil ngobrol sama temen2. Tidak jauh berbeda dari adat Tionghoa, maklum aja kan Betawi budayanya banyak campuran dari berbagai etnis.

Secara keseluruhan, menurut saya tempat ini unik dan layak buat kita kunjungin karena menyatukan wisata budaya dan kuliner di satu tempat :D

post-5-0-41926100-1352213109_thumb.jpg

post-5-0-33937800-1352213116_thumb.jpg

Jalan2, daffa, arief and 1 other like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

waw mantap ya tempatnya bisa jadi salah satu tujuan kuliner neh...btw soto betawi yg khas itu ada gak ya..klo gak salah yg pake susu

Share this post


Link to post
Share on other sites

ada bro mod, saya kebetulan juga nyicip soto betawinya pas kesini. Enak kok kuahnya kentel gitu pake emping...mantep deh pokoke..hehehe...duh jadi laper...

Share this post


Link to post
Share on other sites

hmm...bagus juga nih tempat makannya...apa ada hubungannya sama kampung budaya betawi yang di setu babakan ya? soalnya kan deket2 situ juga :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

kebetulan bulan lalu saya juga sempat review tentang Setu Babakan, tapi entah juga apakah ada hubungannya dengan rumah makan ini...:D tapi di betawi ngumpul ini lebih fokus ke kulinernya sih daripada kebudayaan nya...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Gw juga pernah kesini waktu bulan puasa...tempatnya unik juga serasa jadi orang betawi asli dah hehehe....Makanannya juga enak2 kok, cuma lokasinya itu aja yg jauh dari rumah :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

wuih tempatnya manteb ni Sis apalagi yang penggemar makan makanan betawi, bokap gw biarpun bukan asli dari jakarta tapi suka banget sama kuliner khas betawi. lokasi tepatnya dimana ya Sis?

Share this post


Link to post
Share on other sites

pasti kuliner di sini enak2 ya Sis...kuliner yang menjadi primadonanya apa itu Sis, mau coba deh dan juga harganya gimana...mahal2 atau standart?

Share this post


Link to post
Share on other sites

beji nya di belah mananya nih TS?? kalo gabus pucung ncing saya juga jago nih bikin... enak hhee

Share this post


Link to post
Share on other sites

beji nya di belah mananya nih TS?? kalo gabus pucung ncing saya juga jago nih bikin... enak hhee

di jalan tanah baru nya bro...gabus pucung ncing nya enak ya bro hehehe ga enak kalo blom dibagi2 bro, minimal potoin deh biar bisa bayangin :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

maknyus-maknyus gak ney santapannya mbak? kalo maknyus kayaknya recommended buat dikunjungi ney...asyik kapan lagi bisa menyantap makanan khas daerah yang kini sudah semakin tergerus oleh makanan instan dan asing.

ayok yang peduli makanan lokal kita sama-sama berkunjung ke betawi ngoempoel ini!!

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • Untung Ada KFC di Kawanua
      By Alfa Dolfin
      Kebetulan dalam tubuh ku mengalir darah Kawanua. Aku lebih suka memakai sebuatan Kawanua ketimbang Manado. Lebih mengeskpresikan sikap persahabatan, keterbukaan, senang berkawan. Tidak murni sich karena aku kelahiran Jakarta. Ortu ku, dua-dua-nyua, juga bukan dari sana. Opa ku baik dari mama n papa berasal dari bumi Kawanua mesi sejak aku lahir mereka sudah tiada. 
      Setelah berkali-kali menolak akhirnya suatu saat mendapat kesempatan pertama kali menginjak tanah leluhur. Bukan Family Visit merupakan Dive Trip. Maksudnya trip ke Manado untuk diving, nyelam, di Bunaken. Tentu tidak selalu plesiran di bawah air. Wisata atas airnya ternyata juga menarik. Problem terjadi saat harus berurusan dengan panganan, alias ransum tuk masuk ke perut. 
      Tuk urusan perut memang dari keluarga kami masih bisa di hitung pake jari menikmati masakan Kawanua. Doeloe mama ku pernah sekali masak bubur Manado. Cuma akhirnya kapok ngga mau masak lagi setelah mendapat jawaban, ngga enak.... Wah kebangetan ya aku bilang gitu. Lah mama waktu itu nanya, enak ngga bubur manado bikinannya...? sebelum jawab, aku tanya balik, "mama mau dapat jawaban jujur atau bohong?". Ya jujur dong, kata mama. Maka aku pun tanpa ragu menjawab : ngga enak ma. Singkatnya, aku sangat asing dengan masakan Kawanua. Tahunya bubur Manado dan es kacang merah. Lainnya...ah lebih baik aku ngga tahu menahu dech. Aneh-aneh...ngeri...apalagi aku penyayang doggy. Infonya disana daging doggy cukup familiar....ooooo my GOD.... hewan setia begitu di jadikan panganan...no...no.... Kebetulan aku juga tidak suka ikan. Ikan apa saja baik air tawar atau laut. Alergi berat. Sejak jaman SD. Makanya udah tuer gini ngga pinter-pinter karena bilang dibilang ngga pernah makan ikan. Padahal di Kawanua terkenal ikan Tude yang rasanya gileeeee nikmatnya. Kata yang sudah pernah lho...
      Pertanyaan sejak pertama kali tiba di sana, mau makan apa...? Karena waktu itu pergi rame-rame, ber-10, mereka pilih masakan khas setempat. wah gawat nich pasti aku cuma manyun aja. Karena ngga jamin ada es kacang merah. Benar saja. Mampir di salah satu resto dekat danau Tondano ya akhirnya aku cuma menjadi penonton setia. Saat rekan-rekan asyik menyantap aku cuma minum softdrink....n ngemil "Djarum Super". Maap ya kawan-kawan...aku smokers. Rekan-rekan membujuk ku tuk ikut menyantap, namun tetap saja aku ngga bergeming. Rasa lapar pun hilang.... Lalu makan apa? masa ngga makan selama di Manado...?
      Waktunya balik ke hotel di Tasir Ria, pinggiran kota Manado. Kami sempat melewati kota Manado. Sebenarnya selama perjalanan perut lapar...tapi ya karena ngga ada yang bisa dinikmati, ya terpaksa manyun. "stop...stop pak....", pinta ku spontan ke driver mobil yang kami sewa begitu melihat plan sebuah resto yang terkenal. eee loe mau kemana...?, tanya rekan-rekan ku heran. "sory ya sekarang giliran gw makan. Kalian khan udah tadi.... udah bernyanyi nich perut...":, sahut ku. Spontan teman-teman teriak....huuuuu......Loe aneh ya. Jauh-jauh ke sini malah cari KFC (maksudnya Kentucky Fried Chicken). Masih mimpi ada di jakarta ya...?"berisik loe yeee....gantian sekarang loe nonton gw makan...", sahut ku ngga mau kalah. Ya...lega aku berjumpa resto KFC. Akhirnya ada juga yang bisa aku makan disini..... Jadilah KFC menjadi makanan penyelamat ku di bumi Kawanua pertama kali. Bukan promosi lho....
       
      cheers
      Note : Karena kami menginap di Tasik Ria, yang infonya punya bule Prancis, menu burger menjadi pilihan utama. Kemudian, visit selanjutnya aku mengakali mencari resto atau warung orang Jawa, yang berharap lebih cocok di lidah. Tercatat 5x kali aku ke bumi Kawanua, namun sama sekali tidak pernah mengunjungi family disana. Ya karena aku memang tidak kenal...selain itu menghindari risiko di suguhi panganan yang "macem-macem". 
       
    • menikmati nasi pecel di madiun
      By Neyla Ayu
      Melakukan perjalanan dari jakarta ke madiun memerlukan waktu hingga 12 jam melalui stasiun kereta.sesampai di madiun kami di jemput mobil rental lalu di ajak Berkeliling kota dan berhenti untuk sarapan pagi di sebuah warung nasi pecel makanan khas kota madiun.alangkah nikmatnya merasakan nasi pecel dari berbagai sayuran yang dibaluri oleh sambal kacang dan lauk yang beraneka ragam yang tak bisa aku bayangkan nikmatnya.
      Setelah lama menikmati kita diajak ke tempat wisata daerah magetan yang ter kenal dgn sebutan telaga sarangan sampai puas menikmati keindahan telaga juga kebun strawbery kami akhirnya melakukan pejalanan ke madiun dengan mobil rental untuk menginap dan istirahat untuk perjalanan wisata lagi .
      Sekian pengalaman aku selama dimadiun dan menikmati nasi pecel madiun.tanks
    • Lezatnya Ayam
      By onesecond
      Lezatnya Ayam

      Ada beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, seperti kondisi perut kita yang sedang buruk, makanan yang kurang enak atau bahkan menu makanan yang itu-itu saja. Faktor ketiga bisa juga dikatakan rasa bosan pada apa yang kita makan. Sebenarnya, bukan masalah pada bahan dasarnya, tetapi seperti apa bahan tersebut diolah. Kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai bahan dasar makanan yang dapat diolah ke berbagai jenis.

      Siapa disini yang tidak suka ayam? Pasti semua suka dong. Masakan ayam yang sudah tidak asing lagi kita dengar yaitu ayam goreng, ayam bakar, pecel ayam dan ayam kentaki. Kalau mau makan olahan daging ayam lainnya, mungkin kita harus cari terlebih dahulu di restoran-restoran tertentu. Berikut ini adalah macam-macam olahan ayam yang bisa kalian buat di rumah.

      Ø  Ayam Penyet

      Masakan khas Jawa Timur ini memang sudah dikenal oleh banyak orang. Apalagi jika disantap dengan sambal terasinya yang super pedas. Untuk membuatnya, kita membutuhkan bahan-bahan dasar seperti :

      ·         ayam

      ·         air untuk merebus ayam

      ·         lengkuas

      ·         jahe

      ·         siung bawang putih

      ·         Ketumbar bubuk

      ·         Garam

      Untuk membuat sambal terasinya, kita membutuhkan :

      ·         terasi yang digoreng atau dibakar

      ·         cabai rawit merah

      ·         cabai merah keriting

      ·         buah tomat merah

      ·         Garam secukupnya

      ·         Gula

       
      Cara membuat :

      ·         Pertama-tama baluri ayam dengan jeruk nipis, kemudian cuci dengan air bersih

      ·         Ulek bumbu-bumbu tersebut hingga halus

      ·         Rebus air dengan api yang tidak terlalu besar

      ·         Masukkan bumbu-bumbu ke dalamnya, kemudian cicipi sedikit

      ·         Masukkan potongan ayam

      ·         Angkat, kemudian tiriskan

      Rebusan ayam ini berfungsi untuk membuat daging ayam empuk agar mudah dipenyet.

      Cara pembuatan sambal terasi :

      ·         Potong kecil-kecil cabai merah keriting dan rawit merah, kemudian ulek

      ·         Masukkan potongan tomat, dan terasi, kemudian ulek hingga rata

      ·         Tambahkan gula dan garam secukupnya

      Untuk selanjutnya :

      ·         Masukkan ayam ke dalam minyak panas hingga berwarna kecoklatan dan kering

      ·         Angkat kemudian tiriskan

      ·         Letakkan ayam di atas codet yang berisikan sambal terasi, lalu penyet atau tekan dengan ulekan

      ·         Terakhir, hidangkan dengan nasi panas


       
      Ø  Ayam Taliwang

      Selain ayam penyet, ada juga nih ayam taliwang. Masakan ini berasal dari Pulau Lombok. Nama ayam taliwang sendiri diambil dari nama Karang Taliwang, karang yang berarti kampung dan Taliwang adalah  nama kampung itu sendiri. Bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia Karang Taliwang adalah kampong Taliwang. Kampung ini berada di daerah Kecamatan Cakranegara. Olahan dasar ayam ini adalah dibakar, tetapi bisa juga diolah dengan digoreng.

      Bahan-bahan yang dibutuhkan :

      ·         ayam kampung

      ·         Minyak goreng

      ·         air

      ·         Air perasan jeruk limo

      ·         Garam


       
      Bumbu-bumbu :

      ·         buah cabai merah

      ·         siung bawang merah

      ·         siung bawang putih

      ·         ruas kencur

      ·         buah tomat

      ·         Terasi goreng

      ·         Gula merah

      ·         Garam secukupnya

      Cara membuat :

      ·         Terlebih dahulu cuci ayam hingga bersih

      ·         Berikan garam dan air perasan jeruk limo lalu diamkan selama 20 sampai 30 menit

      ·         Bumbu-bumbu diuleg

      ·         Siapkan minyak panas lalu tumis bumbu yang sudah diuleg kemudian masukkan ayam dan aduk. Jika sudah terlihat kaku, masukkan air ke dalam tumisan bumbu dan masak hingga matang, kemudian angkat

      ·         Bakarlah ayam tersebut di atas bara api yang sudah disiapkan

      ·         Oleskan ayam dengan bumbu yang masih tersisa

      ·         Bakar, hingga aroma wanginya tercium, lalu angkat

      ·         Ayam taliwang siap dihidangkan

      Selamat mencoba

    • Kulineran Terfavorit di Eat and Eat
      By klausaklise
      Eat and Eat, food market yang satu ini emang asyik banget, direkomendasikan untuk anda yang senang banget kulineran sambil ngobrol lama. 
      Eat and Eat merupakan food market yang mengumpulkan berbagai macam tenan kuliner mulai dari makanan asli Indonesia hingga internasional. Ada puluhan tenan makanan yang dikumpulkan dan ratusan menu yang siap dihidangkan. 
      Eat and Eat terletak di banyak mall di Jakarta. Beberapa yang ada Eat and Eat ini antara lain Gandaria City, Kota Kasablanka, Pluit Village, Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, FX Sudirman, Pejaten Village, dan Grand Metropolitan Bekasi. Buat temen-temen yang belum tahu atau memang sedang berada di lokasi tersebut, cobain deh makan di Eat and Eat.

      - Alasan Kenapa Asyik Makan di Eat and Eat
      Buat saya, tempat makan itu nggak hanya harus enak menunya, tapi juga harus nyaman untuk ngobrol lama terutama jika datang bareng-bareng, nyaman untuk kerja kalau sendirian, dan juga variatif menu pilihannya. Karena itulah, saya sering banget cari tempat makan yang berkonsep food market kayak gini, seperti Eat and Eat.
      * Nyaman dan Konsepnya Unik
      Masuk ke Eat and Eat, suasananya akan langsung seperti masuk pasar kuliner malam bernuansa Timur Tengah keeropaan. Di sini terdapat banyak banget tempat duduk yang bisa dipilih bahkan ada ruang privasi jika ingin lebih eksklusif.
      Kita juga nggak diburu-buru, karena bisa bersantai terlebih dahulu. Jika ingin makan, kita tinggal mengitari tenan yang menawarkan macam-macam menu. Setelah makan pun, kita masih tetap leluasa jika masih ingin berlama-lama. Meskipun ramai, tapi makan di Eat and Eat ini nggak keberisikan kok. Saya suka makan yang di Gandaria City dan Kota Kasablanka.
      * Varian Menunya Banyak Banget
      Selain itu, saya suka banget makan di sini karena tenan kulinernya lengkap. Buat yang bingung mau makan apa, siap-siap makin bingung karena pilihannya banyak di sini. Ada makanan Indonesia seperti nasi goreng, soto, sate, dan sop konro dan sebagainya. Ada juga makanan Internasional seperti steak, ramen, dan lainnya lagi. 
      Begitu juga minumannya. Kita bisa pilih dari mulai air mineral sampai ke jus dan es yang lucu-lucu. Dessertnya ada puding dan cemilannya banyak cemilan tradisional kayak tahu gejrot, rujak, dan lain - lain deh. Hmmmm...
      * Harganya terjangkau dan porsinya besar
      Kelebihan lain dari Eat anda Eat adalah harga yang dibandrol beragam dan cukup terjangkau. Makan di sini bisa disesuaikan dengan budget kita. Mulai dari 11 ribuan sampai 60 ribuan ada di sini. Dengan harga yang cukup pas di kantong, porsi yang disajikan para tenan di Eat and Eat ini rata-rata porsi jumbo. Saya selalu kekenyangan kalau pesan nasi goreng di berbagai tenan. Makanya lebih sering join sama teman saking banyaknya. 
      - Cara Bayar
      Untuk cara bayarnya, ada kartu yang bisa disewa pengunjung di kasir. Isiannya bisa 20 ribu, dan sebagainya. Kalau masih ada sisa saldo, bisa kita refund maksimal 30 hari setelah kita isi ulang itu. Bagi yang nggak mau ribet, ada kartu member yang masa aktifnya 3 tahunan, tapi sayangnya, saldo nggak bisa diuangkan lagi alias nggak bisa direfund. Entah kenapa, saya lebih suka yang non member, hehehe.
      - Makanan Favorit
      Saya memang nggak hafal semua tenan di Eat and Eat dan belum pernah nyobain semua. Tapi so far, ada beberapa mnu yang menurut saya enak dengan harga yang pas di kantong. 

      1. Sop Konro Makasar
      Ini enak banget. Harganya cuma 30 sampai 50 ribuan. Mau yang berkuah atau yang bakar, sama-sama enak. Iganya empuk banget dan nggak bikin repot saking empuknya. Dimakan dengan nasi panas... hmm maknyuss
      2. Serba BBQ
      Saya lupa namanya apa, tapi kalau di Gandaria City, tenannya yang di samping Sop Konro. Di sini tersedia aneka makanan serba dibakar. ada sate, BBQ dan lainnya. Pernah nyobain nasi goreng kambingnya dan komplit enak banget. 
      Selain di atas, menu favorit saya itu asinan yang di gerobak, terus tahu gejrot, dan enak es. Enyaaakkkk !!!!
    • Petualangan 5 Jam Di Bali
      By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Ini adalah lanjutan dari Field Report Perjalanan Unik 5 Hari Di Tokyo
      Setelah Day 5 saya berangkat dari Tokyo - KL - Bali. Saya ada waktu transit sekitar 5 jam disini seblum flight berikut nya ke Bandung. 
       
      Tiba di Bali pukul 13.30 WITA saya langsung kontek mas Bayu @m150aja untuk sewa motor nya bentar seharga Rp. 50.000, karena motor dia selalu ready di Bandara Ngurah Rai jadi gak usah jauh-jauh 
       
      Setelah titip tas di bagian penitipan Tas di dekat Circle K di Terminal Internasional harga per tas Rp. 50.000
       
      Saya langsung cari mas Bayu di parkiran VIP Motor, ternyata udah banyak perubahan di Bandara Ngurah Rai, jadi lebih luas dan area parkir di pisah agak jauh dari Bandara nya. Ketemu lah mas Bayu dengan setelan khas nya kaos dan celana pendek, oh iya mas Bayu sekarang udah tumbuh loh... Kumisnya

       
      Oke saya sewa motor nya dulu untuk keliling Bali bentar, niat saya mau cari kuliner bebek, karena selama di Tokyo kemarin makan nya Seafood terus bahkan Ayam pun gak ada dan gak ada yang pedas. Jadi mau kuliner Bebek yang Pedas.
       
      Akhirnya dapat info dari Facebook Group Komunitas Jalan2 Indonesia, kalo Nasi Bebek Bu Rima di area Tuban dekat Bandara dan seberang Joger cukup recommended. Yaudah kesana deh cus
       
      Gak berapa lama sampai juga deh ke Nasi Bebek Bu Rima, saya pesan Nasi Bebek + Es Jeruk seharga Rp. 45.000
      Sambal nya memang Pedas Banget langsung ngucur keringat neh. Untuk detil nya tar saya tulis khusus ya

       
      Huah sudah ke pedasan dan kenyang lanjut perjalanan lagi, kali ini rencana nya mau ke area Kerobokan, tapi karena se arah ke Central Park Kuta, jadi ketemu dulu dengan dedengkot Regional Bali yaitu mba @Dewi Julianti yang sedang kerja hahaha

       
      Setelah ngobrol dan kangen-kangenan dengan mba Dewi, saya langsung lanjut ke area Kerobokan Bali untuk menuju ke Restoran Ice Cream Gelato yang recommended banget namanya Gusto Gelato.
       
      Lokasi nya di Jalan Mertanadi no 46B Kerobokan, cukup mudah di cari karena di Google Maps ada kok. Setelah tiba saya langsung memesan Gelato Ice Cream nya rasa Vanila + Choco dalam 1 cup besar seharga Rp. 20.000. Asli ini nikmat banget lebih nikmat dari es krim Haagen Dasz dll deh dan juga murah loh. Nanti saya tulis review khusus nya ya.

       
      Wah habis makan pedas dan di tendang oleh dingin nya Gelato Ice Cream juara banget dah apalagi Bali lagi cuaca panas saat itu. Beres dari sini sekitar pukul 17.00 WITA saya putuskan untuk cari sunset di pantai deh. Dan saya putuskan ke Pantai Double Six saja yang dekat biar tidak terlalu jauh ke Bandara karena harus check in pukul 19.00 WITA.
       
      Pukul 17.30 WITA tiba di Pantai Double Six masih sedikit sepi di area bantal duduk yang terkenal nya itu karena mungkin ini hari Senin ya, dan kebetulan pas bentar lagi Sunset jadi tinggal menunggu bentar langsung poto sunset

       
      Lanjut udah pukul 18.00 WITA neh udah saat nya pulang ke Bandara, tidak jauh kok jadi santai dan sempat poto Monumen Bali di sela-sela Lampu Merah

       
      Sampai di parkiran motor langsung kasih motor ke temannya mas Bayu, dan saya lansgung ambil Tas yang di titipkan di Penitipan Tas, lalu bergegas ke Terminal Keberangkatan Domestik yang berbeda gedung dari Keberangkatan Internasional.
       
      Check in beres Flight Air Asia pukul 20.00 WITA pun terbang, tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung pukul 20.30 WIB. Dan sampai di rumah pukul 21.00 WIB
       
      Sekian