Sign in to follow this  
Skyfall

Danau Kembar Dua di Kabupaten Solok

16 posts in this topic

Berdasarkan perbincangan dengan jalan2er Silverline disini, saya akan coba review mengenai Danau Kembar 2 di Kabupaten Solok, Sumatra Barat ini.

Kembar itu artinya serupa, bahasa lainnya identik. Akan tetapi, kalau danau kembar itu maksudnya tidak selalu ada danau yang serupa. Seringkali, danau kembar itu diartikan danau yang berdekatan (letaknya), atau danau yang punya sumber mata air yang sama.

Danau kembar di Solok, termasuk dalam jenis danau yang disebut kembar karena kedekatan lokasinya, yaitu hanya berjarak 300m. Danau Diateh (dalam bahasa aslinya, dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Danau Diatas), berlokasi justru dibawah dari Danau Dibawah. Disebut Danau Diateh karna lebih dangkal dari pada Danau Dibawah. Mungkin merujuk pada atas permukaan dan bawah permukaan air.

danau-kembar.jpg

Sumber Gambar

Hanya berjarak 1.5jam dari Bandara Tabing di Padang, Sumatra Barat, pemandangan menuju ke danau kembar ini menyegarkan mata, karna disepanjang jalan kita akan melihat tumbuhan hijau. Udaranya juga dingin karena danau berada di ketinggian di atas 1000m di atas permukaan laut. Jangan heran kalau jalan2ers akan menemukan perkebunan teh sesampainya di sana. Jika ingin bermalam disana, jalan2ers bisa menginap di Guest House milik PT Perkebunan Nusantara VI yang hanya berjarak 15km dari danau kembar.

Bagaimana? Ada yang tertarik mengunjungi salah satu danau kembar di Indonesia? :)

Baca lengkap mengenai Danau Kembar ini disini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh, jadi dibilang danau atas danau bawah itu bukan karena posisinya? tapi lebih karena danau atas itu lebih dangkal ketimbang danau bawah ya? oke deh. nice info nih.. ntar gue rekap deh tempat lain yang dulu pernah gue datengin selama di Sumbar :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

oh, jadi dibilang danau atas danau bawah itu bukan karena posisinya? tapi lebih karena danau atas itu lebih dangkal ketimbang danau bawah ya? oke deh. nice info nih.. ntar gue rekap deh tempat lain yang dulu pernah gue datengin selama di Sumbar :D

Yak bener banget mas, karna Danau Diateh yang dari logika penamaannya seharusnya lokasi nya lebih tinggi daripada Danau Dibawah, ternyata lokasinya justru lebih rendah daripada Danau Dibawah. Selidik punya selidik, ternyata penamaan itu lebih berdasarkan kedalaman masing2 danau bukannya ketinggiannya hihi.

Boleh boleh mas, ditunggu loh review nya untuk lokasi yang lain di Sumatra Barat. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Yak bener banget mas, karna Danau Diateh yang dari logika penamaannya seharusnya lokasi nya lebih tinggi daripada Danau Dibawah, ternyata lokasinya justru lebih rendah daripada Danau Dibawah. Selidik punya selidik, ternyata penamaan itu lebih berdasarkan kedalaman masing2 danau bukannya ketinggiannya hihi.

Boleh boleh mas, ditunggu loh review nya untuk lokasi yang lain di Sumatra Barat. :)

gue dapet cerita lain nih. untuk danau di atas, kalo mau kesana, kita jalannya menurun loh, sedangkan kalo mau ke danau bawah, jalannya mendaki. jadi kalo dilihat dari posisi, sebenernya danau bawah itu lebih tinggi daripada danau yang di atas. tapi ya itu tadi, ternyata namanya berasal dari kedalaman bukan posisi. aneh juga

Share this post


Link to post
Share on other sites

waw bole juga neh belom pernah liat neh :D

Bisa loh mas dikunjungi danau kembar nya kalo ke sumatra barat. Tepatnya ada di kabupaten solok, cuma 1.5jam dari bandara. :)

Kapan lagi toh liat danau kembar di Indonesia. Ya kecuali kalo mas nya udah pernah ke Kelimutu. Tapi masa iya sih, udah liat danau kembar tiga gak pernah liat danau kembar dua nya. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

gue dapet cerita lain nih. untuk danau di atas, kalo mau kesana, kita jalannya menurun loh, sedangkan kalo mau ke danau bawah, jalannya mendaki. jadi kalo dilihat dari posisi, sebenernya danau bawah itu lebih tinggi daripada danau yang di atas. tapi ya itu tadi, ternyata namanya berasal dari kedalaman bukan posisi. aneh juga

Yak bener banget. Karna posisi Danau Diatas justru lebih rendah dibanding Danau Dibawah, bisa dibilang, lebih rendah dari jalan utama juga. Jadi kalo mau ke Danau Diatas, kita emang justru jalannya menurun. Dan berhubung Danau Dibawah posisinya lebih tinggi dari jalan utama, jadi kalo mau kesana jalannya justru mendaki. Unik yah. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 6/2/2016 at 11:12 AM, deffa said:

kemarin pas ke padang gak sempat kesini

kalo gak salah rombongan @Luxia @eka wibisono kesini neh  

 

kemarin pas ke padang gak sempat kesini

kalo gak salah rombongan @Luxia @eka wibisono kesini neh  

 

@deffa : Iya, bener banget Kang Deffa, Aku, @eka wibisono, Netty Neh (FB) & @Sari Suwito waktu Gatnas VIII hari pertama tiba di Padang (1 hari sebelum hari h gatnas) ada mampir kesini... perjalanannya jauh, kelokannya juga ok banget buat test mesin mobil, Pakainya juga sopir yg super duper handal sampe kita berasa naik kuda dipadang gurun... Udaranya persis seperti kita ke Malang, matahari terik tapi anginnya berhembus dingin,,, 11424312_943956975626051_362453893901128772_n.jpg

Posisi postingan di atas itu kalo kita berdirinya di sebelah kanan pondokan view Danau Atas

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 03/06/2016 at 3:35 PM, Luxia said:

@deffa : Iya, bener banget Kang Deffa, Aku, @eka wibisono, Netty Neh (FB) & @Sari Suwito waktu Gatnas VIII hari pertama tiba di Padang (1 hari sebelum hari h gatnas) ada mampir kesini... perjalanannya jauh, kelokannya juga ok banget buat test mesin mobil, Pakainya juga sopir yg super duper handal sampe kita berasa naik kuda dipadang gurun... Udaranya persis seperti kita ke Malang, matahari terik tapi anginnya berhembus dingin,,, 11424312_943956975626051_362453893901128772_n.jpg

Posisi postingan di atas itu kalo kita berdirinya di sebelah kanan pondokan view Danau Atas

drivernya ajiiiib bingiiitts....sampe kejedot kepalaku :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Wanderer Indonesia
      Halo Wanderer,
      Sumatera Barat seakan tidak ada habisnya menawarkan potensi wisata yang mengagumkan. Kawasan Mandeh adalah salah satunya. Kawasan Mandeh merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau-pulau kecil yang cantik, sehingga tak jarang banyak yang menyebutnya sebagai Raja Ampat Indonesia Barat. Wanderer Indonesia mencoba menawarkan wisata destinasi surga tersembunyi di Indonesia yang belum banyak diketahui oleh para wisatawan, salah satunya adalah Kawasan Mandeh dan pulau-pulau disekitarnya. Di kawasan Mandeh terdapat tempat menarik seperti sironjong ketek dan sironjong gadang untuk cliff jumping dan snorkeling.Selain kawasan Mandeh, terdapat pula wisata disekitar danau yang pemandangannya tidak kalah dengan danau-danau di Eropa, yaitu Danau Diatas. Disini Wanderer dapat mencoba sensasi untuk ber-canoe ditengah danau yang bersih dan pemandangan yang asri. Disamping itu Wanderer juga bisa mencoba untuk agrowisata hasil bumi bersama warga setempat di perkebunan buah-buahan dan sayur-sayuran yang terletak di sekitar danau.Untuk menambah pengalaman wisata daerah Sumatra Barat, tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba untuk merasakan menginap di rumah tradisional Sumatra Barat, Rumah Gadang, Di daerah Solok Selatan, Wanderer akan merasakan sensasi untuk tidur di dalam rumah Gadang layaknya warga lokal dengan sentuhan tradisional yang cukup kental. Ditambah lagi, kebersamaan Wanderer akan semakin terjalin saat menikmati acara makan tradisional yang dinamakan 'makan bajamba'. Perjalanan ini sangat cocok untuk para Wanderer yang ingin merasakan wisata ke tempat baru sekaligus merasakan sensasi sentuhan tradisional dari masyarakat lokal. Pesona Alam Indonesia yang cantik akan menambah pengalaman wisata Wanderer menjadi penuh cerita! Jika kamu seorang traveller yang mencari bukan hanya pengalaman menjelajahi keindahan surga tersembunyi Indonesia, tapi juga pengetahuan dan pengalaman baru akan kekayaan budaya, maka kamu wajib bergabung menjadi bagian dari trip ini!!
      JOIN US!
      OPEN TRIP 
      25-27 Agustus/ 8-10 September 2017
      Further Info and Details
      Please contact
      081398593654
      087874732217
      081226636748
      http://triptr.us/hyz9
      wandererindonesia2017@gmail.com
      GO FOLLOW
      Instagram :  @wanderer.indonesia
       





    • By Stefanus Sanjaya
      AKu mancoba share pengalamanku mengunjungi sebuah fenomena alam yang jarang kita temui di tempat lain yaitu ke Danau kembar Buyan & Tamblingan (mungkin hanya di Kelimutu dimana kita bisa melihat sekaligus lebih dari 1 danau dalam 1 tempat). LEtak kedua danau ini berada de Desa Munduk, Buleleng. Sebenarnya letaknya gak jauh dari Bedugul. Dari Bedugul kita lurus terus gak lama di sebelah kiri akan tampak Danau Buyan, ada pertigaan kita belok ke kiri ( hati-hati belokannya sangat patah ke kiri hampir seperti putar balik ). Setelah menyusuri sepanjang Danau Buyan, kita akan ketemu dengan 1 titik dimana kita bisa melihat danau Buyan di sebelah kiri dan danau Tamblingan di sebelah kanan. Di tengah kedua danau dipisahkan oleh hutan yang masih rimbun. kita bisa parkir mobil atau motor di situ dan berpuas diri foto-foto sambil menikmati keelokan panorama danau kembar. Udara di situ dingin walaupun siang hari. Kalau mau kesana sebaiknya pagi hari, karena siang hari kabut tebal sudah turun dan perjalanan menjadi sangat berbahaya. Di sekitar tempat parkir ada atraksi foto bersama ular, iguana, kelelawar, kadal, dll dengan 30.000 kita bisa berfoto sepuasnya bersama semua binatang tersebut. Di depan tempat parkir terdapat sebuah hotel dan restoran, jadi kita gak perlu takut kelaparan. Cuma herannya, walaupun dekat dengan Bedugul, namun tidak banyak wisatawan lokal yang mengunjunginya, mayoritas wisatawan asing. Berikut foto-fotonya:
      Danau Tamblingan
      Danau Buyan
    • By embanun
      FIELD REPORT
       

       
      Dengar nama anak durhaka.ingatan Orang dulu langsung ke nama Malin Kundang.

      Mitos Seorang putra yang dikutuk ibunya menjadi batu karena tidak mengakui ibunya lagi setelah sukses pulang dari negeri rantau.

      Petilasan kisah sarat nilai moral ratusan tahun tersebut terekam nyata di sebuah pantai di daerah tempat kisah ini berlangsung, namanya Pantai Air Manis, bahasa Minangnya Pantai Aie Manih ... jangan salah ucap ya ... hehehe
       

       
      Di tepi pantai inilah terdapat onggokan batu yang dipercaya sebagai wujud Malin Kundang dan seluruh perangkat kapalnya yang pastinya sudah menjadi batu. Batu Malin dalam posisi bersimpuh sedangkan perangkat kapalnya terserak di sekitarnya.
       
      Setiap pengunjung yang datang ke Pantai Air Manis, kawasan batu Malin Kundang menjadi tempat pertama yang disambangi. Mereka berpose dan mengambil gambar terbaik di depan batu Malin Kundang.

      Sekitar 500 meter dari lokasi batu Makin Kundang, pengunjung dapat memulai perjalanan ke Pulau Pisang Kecil di seberang pantai dengan berjalan kaki kurang dari 500 meter. Kedalaman air di antara Pantai Air Manis dan Pulau Pisang Kecil memang tidak terlalu dalam sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki, meski sebenarnya sejumlah masyrakat menyewakan perahu kecilnya juga untuk menyeberang.

      Pantai Air Manis terletak 15 km dari pusat kota Padang, tepat di Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang. Oleh karena itu menghabiskan waktu seharian di Pantai Air Manis dan kembali lagi ke Padang dalam waktu satu hari bukan hal yang mustahil.
       
      Akses :
       
      Dari kota Padang sangat mudah dijangkau dengan kenderaan pribadi atau sepeda motor karena jaraknya yang relatif dekat, cuma sekitar 30 menit.
       
      Tiket Masuk :
       
      Hanya Rp 5.000 / orang termasuk parkir.
       
      Foto - foto :
       

       

       

       

       

       

       
      Sumber Foto : Koleksi Pribadi 
       
      Selamat Jalan2 ....  
       

      Jangan Lupa Klik Tombol Like dan Twit di pojok kiri bawah
    • By ariza
      Danau Diateh ( danau dibawah ) merupakan salah satu keunikan Alam yang indah, berjarak 1 jam perjalanan dari Kota Padang. dilokasi ini ada dua danau ( Danau kembar ) yaitu Danau diateh dan Danau dibawah, dua danau yg bersisian dengan jarak sekitar 700 meter, dikatakan danau diateh (atas) karena permukaannya berada lebih tinggi dari Danau yg satu lagi. Danau diateh lebih populer karena mudah dijangkau oleh kendaraan dan dan lengkap dengan sarana penginapan maupun boat. sementara danau dibawah, hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, menuruni lereng sisi danau tersebut.
    • By nafariza
      Bagi yang sering ke Sumatra Barat atau orang asli Sumatra Barat, pasti sudah tidak asing lagi dengan kuliner satu ini. Ya, karak kaliang yang berbentuk seperti angka delapan ini memang merupakan oleh-oleh khas Sumatra Barat yang banyak dibawa orang sekembalinya dari sana.
       

      Sumber Gambar
       
      Warnanya kuning, tapi uniknya namanya kaliang. Padahal, dalam bahasa minang, kaliang itu hitam. Karak adalah kerak. Kerak hitam? Jangan tertipu sama namanya ya. Karena nama sama sekali tidak mencerminkan bentuknya, apalagi rasanya.
       
      Cemilan yang dikenal dengan kue delapan ini terbuat dari tepung ubi. Rasanya renyah dan gurih. Usut punya usut, cemilan ini sudah ada dari zaman Belanda loh. Cukup bertahan lama ya keberadaannya.
       
      Karak kaliang bisa ditemukan di pusat oleh-oleh yang tersebar di sepanjang Padang sampai Bukit Tinggi. Jalan2ers sudah pernah coba? :)
    • By Silverline
      gua dulu pas masih kecil, sering banget ke padang. saking seringnya, gua sampe bisa pake bahasa minang, walau gak asli padang. sekarang kalo beli nasi padang, bisa sambil ngobrol soal sumbar sama mereka.
      "tambuah ciek n" (tambah satu ni) pasti jadi salah satu yang paling sering di denger, ya kan?

      sesuai janji gue sama si om Skyfall di posting ini, gua buat dulu deh beberapa tempat yang sering banget gua kunjungi dulu walau hati lagi pengen review salah satu museum di kamboja.
      semoga gak banyak perubahan sama sumbar sekarang supaya bisa jadi panduan wisata jalan2ers disini.


      yang pertama, Danau Maninjau. (udah ada yang nulis disini, tapi gapapa, ditambahin dikit aja)

      Danau ini indah banget. pemandangannya oke kalo gua bilang. selain menikmati pemandangan, bisa mancing juga. tapi sayang, denger denger sekarang airnya udah tercemar.
      jarak tempuh dari bukittinggi (rumah gue dulu) juga cuma 36 kilometer. ngelewatin kelok ampek ampek (bahasa : empat empat). kalo dari padang lumayan jauh yaitu 140 kilometer.
      danau maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Kalo dari ibukota Kabupaten Agam, jaraknya 27 kilometer

      ini sedikit penampakannya :





      yang kedua, masih danau juga, yaitu Danau Singkarak.

      danau ini danau terbesar di Sumbar. bayangin aja, panjangnya 21 kilometer. jadi wajar aja pernah dipake buat balap sepeda Tour de Singkarak. Danau ini memanjang sepanjang perjalanan dari Solok ke Padang Panjang. jadi masuk ke dua kabupaten tersebut.
      Pernah denger ikan Bilih? ikan bilih adalah ikan primadona yang ada di danau ini. Gue dulu suka banget makan ikan ini kalo disambel sama kentang.. hmm, yummi..
      trus bisa apa aja di danau singkarak selain joging dipinggir, sepedaan, sama menikmati pemandangan? karena di pinggirannya ada bukit, beberapa waktu bisa dipake untuk paralayang juga. air danaunya juga bersih, jadi bisa berenang juga disini.

      ini penampakannya:



      yang ketiga, Jam Gadang (ada yang bahas disini, jadi gue tambahin dikit aja)

      jam yang hampir mirip dengan big band di inggris ini terletak di bukit tinggi. pas di depan plaza. posisinya hampir sama kaya monas. di tengah kota, tapi halamannya gak sebesar monas. jam gadang ini deket banget sama kebun binatang bukit tinggi, sama ngarai sianok yang nanti akan saya bahas selanjutnya.
      di depannya, banyak yang jual aksesoris jam gadang itu sendiri

      ini penampakannya




      lanjut di post selanjutnya ya mbak mas. ntar kepanjangan disini. tenang aja, masih banyak tempat lainnya. gue bakal kasi semuanya. jadi tungguin aja


      Istana Pagaruyung dan Embun Pagi di post #4. klik disini
    • By Skyfall
      Sumatra Barat boleh punya Danau Di Atas dan Danau Di Bawah (danau kembar). Nusa Tenggara Timur boleh punya Danau Kelimutu, danau kembar tiga warna. Lain lagi di Kroasia, ada danau kembar jumlahnya sampai 16. Amazing gak tuh?


      Sumber Gambar

      Danau yang bernama asli Plitvice Lakes ini terletak dalam National Park di Lika-Senj (90%) dan Karlovac (10%). Danau ini termasuk dalam situs alami dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Ke-16 danau ini dipisahkan oleh air terjun, dan letaknya berurutan dari ketinggian 636m di selatan (yang pertama) sampai dengan ketingian 503m di utara (yang terakhir).

      Keunikan lainnya, warna danau ini dapat berubah2 dari biru (azure), hijau, sampai abu-abu, tergantung kandungan mineral di dalam danau dan keadaan cuaca.

      Ada jalan2ers yang sudah pernah ke sini? Mau dong di-share ceritanya. :)