Sign in to follow this  
ameryudha

selat lembeh lebih murah daripada Bunaken.

14 posts in this topic

buat para pecinta olahraga diving, mungkin nama manado sudah ga asing lagi. taman laut nasional bunaken adalah tempat wajib untuk dikunjungi. namun begitu, harga untuk menuju manado sendiri tidak bisa dibilang murah , ditambah harga hotel yang entah kenapa sudah selangit, jarang sekali menemukan hotel dengan harga Rp.250.000 dengan pelayanan memuaskan dan dekat dengan objek wisata yang diinginkan.

namun, ternyata ada tempat di Manado ini yang lumayan bisa mengobati sakit hati para galauers. namanya Selat Lembeh, ga begitu jauh dari Manado, bisa ditempuh pake bus ataupun angkutan transportasi umum, dan enaknya disini ga begitu panas, soalnya terletak diantara perbukitan dan pantai.

keunggulannya banyak hotel-hotel murah untuk backpacker, banyak juga tempat penyewaan alat2 diving. lebih ga komersil dibanding daerah Bunaken deh gan pokonya. keindahan alamnya juga ga usah diragukan lagi.oh iya, Harga hotel nya masih ada yang Rp. 220.000 gan, lihat www.jalan2.com bagian hotel untuk lebih lengkapnya gan.

ini nih fotonya.

img_20121001173315_5069716bcb0fa.jpg?w=600

kungkungan_resort-selat%2Blembeh.jpg

Selat%2BLembeh.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

iihh sumpah deh fotonya kurang banyak. tapi aku emang pernah denger n baca2 gita ya katanya lembeh ini bagus banget malah bunaken mah lewat.

wah iya gitu? kayaknya bakal menarik bener nih kalau trip ke sini... kira-kira untuk snorkeling bagus juga nggak ya? atau terlalu dalam lautnya? heheh... nggak pernah snorkeling soalnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dari pada buka thread baru, saya lanjutin deh topik ini meskipun judulnya rada kurang pas.

 

Menurut saya kok lebih banyak penginapan budget di pulau Bunaken dari pada di lembeh.

Foto resort yang anda tampilkan adalah KBR (kungkungan Bay Resort) yang terhitung mahal; diluar diving, USD 150 per hari per orang.

Dive resort murah di lembeh antara lain Twofish dan SDQ - tetap aja harganya diatas Rp. 200,000 per orang / malam belum tersmasuk diving.

Nah kalau hotel di kota bitung bisa jadi harganya Rp. 220,000 per kamar - tapi lokasinya bukan di selat lembeh.

 

Disamping itu diving di Lembeh nggak sama dengan diving di Bunaken. Bunaken secara umum adalah wall diving dengan terumbu karang yang sehat. laut yang sangat jernih, visibility bisa 20 - 40m, berbagai macam ikan berwarna-warni, penyu, yellow tail, batfish, baracuda, redtooth triggerfish dll. kadang ada hiu melintas. 

Nah Lembeh lain lagi tipenya.

Lembeh dikenal sebagi Muck diving capital of the world; ada juga yang bilang mecca of muck diving atau macro heaven.

Di lembeh umumnya diving diatas pasir hitam halus, jarang sekali terumbu karang (ada di beberapa lokasi, tapi orang ke Lembeh bukan cari terumbu karang), visibility jelek, paling 5 - 10m, paling pol 15m, banyak sampah mulai dari sampah rumah tangga sampai pembalut bekas juga bisa dijumpai (serius)..

Kalau ada diver pemula yang buoyancynya jelek pasir bisa keaduk-aduk, bisa ngga ngelihat apa2.

Saya sendiri jauh lebih suka Lembeh daripada Bunaken - sudah 5x ke Lembeh, dan merasakan resort murah macam Twofish sampai yang mewah seperti KBR. yang lebih mewah lagi juga ada, sekitar USD 400 per malam per orang termasuk diving.

Nah yang dicari di lembeh adalah critter eksotis - yang foto2nya banyak menghias berbagai website dan majalah mengenai underwater. banyak diantara hewan-2 tersebut berukuran sangat kecil dengan kemampuan kamuflase yang luar biasa.

Oleh karena nya di lembeh dibutuhkan dive guide yang mampu menemukan critters tersebut.

Jadi - Lembeh kurang cocok untuk snorkeling. kalau mau snorkeling, the best ya di Bunaken - muka kampung.

Baru-baru ini saya juga dari sana, nginep di bastianos - kamar yang paling murah, nggak ada AC, nggak ada air panas - 3 malam disana, 2 hari diving - total 8x diving, jatuhnya diatas 5 juta an.

So, nggak murah khan

 

Tanpa panjang lebar, berikut saya tampilkan beberapa jepretan saya dari selat Lembeh:

 

Cuttlefish alias ikan sotong

8458565548_0bc255dd08_z.jpg
Cuttle Fish 3 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

ambon scorpionfish

8458565560_2b66e18f15_z.jpg
ambon scorpionfish 2 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

ikan blenny - rumahnya di botol bekas

8458565682_b0a4aca80a_z.jpg
Bleny in the bottle 4 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

Octopus - ngumpet di kerang yang sudah kosong

8424529978_f56d7b9a8a_z.jpg
Octo in shell s by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

Ikan kodok merah jambu

8457463571_e58337d703_z.jpg
Pink Frogfish 2 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

salah satu jenis udang malam

8423438849_be672911c7_z.jpg
Shrimp 2 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

sejenis lintah laut (nudibranch)

8423436047_f3659ed855_z.jpg
Nudi 1 by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

dan ini salah satu makhluk paling berbisa di planet bumi - blue ring octopus - sayang lagi nggak marah. jadi cincin birunya nggak nyala.

8482820984_1530f272cf_z.jpg
Blue ring Octopus by Wisnu Purwanto Family, on Flickr

 

kalau mau lihat hasil jepretan lainnya bisa nih

http://www.flickr.com/photos/wisnupurwanto/sets/72157632719656018/show/ 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, iya bener Sis....saya sendiri sampe tidak jadi ikut abang saya bulan kemaren ke Bunaken karena budgetnya yang lumayan mahal. kalau kemaren saya sudah tau tentang selat lembeh ini, lebih baik ke sini saja ya :wub:

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren sekali Sis, kalau menurut saya Bunaken mahal karena memang sudah terkenal ya dan pengunjungnya pun sudah banyak sekali. sedangkan selat lembeh saya baru tahu, menarik Sis...next time patut untuk di kunjungi :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

lembeh pada dasaranya memiliki karakter pantai dan laut yang berbeda dengan bunaken..

 

penginapan termurah disini 250rb/malam/orang

sedangkan di bunaken termurah 150rb/malam :bandingkan dengan panorama resort-bunaken.

 

selat lembeh memiliki karakter laut yang bagus untuk diving, tapi kurang bagus untuk snorkling (pasir hitam serta ladang bulu babi penyebabnya)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa

jiahhh masa aku kerja dari Bogor ke Pulau Lembeh...(jauhhh amirrr) :tercengang

aku emg asli Manado cm skrg lg terdampar di Sentul Bogor aje...

dulu tempat kerja aku di samping Lembeh Resort, walaupun blm prnh nyobain diving di selat lembeh (karena kagak berani) :nyelam

tp sering melihat wisatawan asing sm Mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata yang lg siap-siap diving di situ, lihat dari foto2nya :foto2  sih keren bingitsss, recomended deh kesana..

Share this post


Link to post
Share on other sites

agar lebih jelas:

 

1. Market share lembeh adalah underwater photographer ataupun serious diver. Secara umum biaya akomodasi dan diving lebih tinggi dari bunaken yang market share nya lebih luas. Di Bunaken tidak (belum) ada resort mewah tapi di Lembeh banyak terdapat resort mewah.

2. Lembeh kurang cocok untuk diver pemula dan snorkeler. Pantainya juga tidak menarik. Pengunjung Lembeh umumnya wisatawan asing.

3. Selat lembeh bukan taman nasional seperti Bunaken; bahkan merupakan jalur laut paling sibuk di Indonesia timur.

4. Di selat lembeh ada lebih dari 50 lokasi diving. Tidak ada resort besar yang menguasai lokasi tertentu - kecuali lokasi tsb. merupakan house reef nya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By chrizz_msweb
      Bunaken adalah taman laut pertama di Indonesia, keindahan bawah lautnya terkenal sampai
      manca negara. Saya telah membuktikannya sendiri, selama freediving beberapa kali di
      Indonesia, yang terbaik menurut saya adalah di Bunaken.
      Sayang keindahan Indonesia ini tampaknya lebih banyak dinikmati orang asing daripada
      orang Indonesia sendiri. Terutama sejak Cina membuka penerbangan langsung ke Menado.
      Sepanjang saya di sana, hanya satu rombongan turis lokal yang saya temui. Sisanya adalah
      orang asing. Maklum kegiatan yang menarik di Bunaken adalah diving, bahkan snorkeling 
      seperti dianggap kegiatan nomor dua di sini. Mungkin olahraga diving masih terlalu mahal
      untuk ukuran kantong orang2 Indonesia.

      Karena tujuan utama saya adalah untuk freediving, susah susah gampang di Bunaken. Kapal
      dari operator diving hanya mau mengantarkan turis yang diving. Seperti nebeng turis lain
      yang diving ceritanya. Saat saya sedikit memaksa, mereka mengatakan mau mengantarkan
      tapi tetap dengan tarif diving.  Rugi, saya membawa perlengkapan seperti snorkel dan fin
      sendiri,  juga tidak memerlukan BCD atau regulator seperti orang diving.

      Tidak kehabisan akal, saya mencari penduduk lokal di warung yang bisa menyewakan kapal
      unuk snorkeling. Tak lupa juga mengajak turis lokal lain (satu-satunya rombongan turis
      lokal yang satu hotel dengan kami) untuk patungan. Mereka juga tidak diving, tentu saja
      mereka lebih senang dengan kapal penduduk lokal ini daripada kapal dari diving operator
      yang harganya gila gila an bila tidak dibarengi turis yang diving. Lumayan, kami
      mendapatkan harga 500 ribu untuk 5 orang. Tentu saja kapal nya kalah jauh dengan kapal
      dari diving operator, tapi inilah yang lebih pas di kantong.
      Banyak sekali spot yang menarik untuk snorkeling atau diving di bunaken. Keunggulan
      utamanya adalah jenis terumbu karang yang berbentuk wall. Di tempat lain jarang saya
      menemukan wall sebagus di Bunaken. Yang terbaik menurut saya adalah spot bernama Cela 
      Cela. Disebut Cela Cela karena banyak terdapat lubang atau celah di kumpulan terumbu
      karang,  di celah ini saya menemukan Lion Fish. Agak susah mengambil gambar nya,  saya
      harus sedikit masuk ke celah tersebut, dan harus berhati-hati juga jangan sampai terkena
      Lion Fish tersebut. Lion Fish memiliki racun di duri nya yang indah.
      Spot lain yang saya rekomendasikan adalah Lekuan. Di sini banyak terdapat penyu. Mereka
      suka bersarang di celah terumbu karang yang berbentuk wall. Guide kita menunjukkan ada
      penyu sedang tidur di sarangnya. Mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup memotret
      penyu di sarang nya yang alami, biasa saya melihat penyu di perarian saja. 
      Di spot yang dangkal, lebih banyak ikan berwarna-warni. Salah satu yang menarik adalah
      Trumpet Fish berwarna kuning. Tidak setiap tempat bisa menjumpai Trumpet Fish. Tidak
      seperti Nemo (Clown Fish) yang bisa dijumpai di hampir semua tempat yang banyak Anemon
      nya.

      Sayang tidak terdapat ikan besar di Bunaken. Tidak ada Manta atau Whale Shark seperti di
      Lombok atau Kalimantan. Memang di Bunaken lebih terkenal dengan sususan terumbu karang
      nya. Namun yang menarik difoto bukan cuma ikan, banyak juga jenis tanaman yang menarik.
      Selain ikan, penyu, dan tanaman,  yang menarik difoto tentu saja turis lain yang sedang
      diving. Di Bunaken banyak orang belajar diving atau sekedar Fun Diving. Fun Diving
      adalah diving ditarik oelh instruktur, tidak perlu sertifikat, namun di kedalaman
      maksimal sekitar 6 meter.  Fun Diving inilah yang paling gampang difoto. Ingat bahwa
      semakin dalam maka cahaya matahari makin sedikit dan warna makin cenderung kebiru-
      biruan.
      Tidak banyak saya melihat turis yang freediving seperti saya. Freediving adalah kegiatan
      diving tanpa menggunakan tabung oksigen. Hanya mengandalkan fin, masker, dan kekuatan
      tahan nafas. Cara ini lebih praktis untuk saya, tidak perlu pusing memikirkan tetek
      bengek seperti safety stop, decompression time, license, dan lain lain. Dan tentunya,
      lebih bersahabat di kantong. Di kedalaman sekitar 6 meter saya menemukan kerang.
      Apa yang bisa kita nikmati di Bunaken selain pemandangan bawah laut nya ?  Jujur, tidak
      banyak. Hampir tidak ada apa-apa di sini. Bila tidak ada rencana basah-basahan, tidak
      disarankan untuk ke Bunaken. Beruntung saya mendapatkan foto sunset yang lumayan.
       
      Foto Lengkapnya : http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2017/08/freediving-di-bunaken.html
       
       
       



    • By MyRiotworld
      halo teman pejalan....sy dan 2 orang teman dari Makassar akan ke Banda Naira tanggal 24-28 April 2016.
      flight dari Makassar ke Ambon tanggal 24 april jam 03.00 nyampe ambon jam 06.10, lanjut keliling kota Ambon - sore lanjut ke Banda naik kapal PELNI JAM 18.00-02.00
      balik ke Ambon hari rabu tgl 27 opsional naik kapal cepat atau kalo beruntung dapat pesawat
      ya kali ada yang minat langsung kontak saja BIAR BISA LEBIH HEMAT SEWA KAPAL SELAMA DI BANDA NAIRA
      keep traveling WA 085242867328 :)
    • By Alfa Dolfin
      Warning pertama tuk teman-teman bagi yang mulai berminat nyelam alias diving...HATI-HATI...!!!! Opppss...ini bukan nakutin kog. Nyelam ini memang kegiatan yang berisiko. Tapi kalau di jalani secara prosedural, sesuai latihan dan teori yang di pelajari, pasti aman. Jadi...yang di maksud hati-hati ini apa...? ya hati-hati KECANDUAN.... Nah lho...hahaha....
      Aku sudah membuktikan berkali-kali... Nyelam saat arus tenang, visibility / jarak pandang bagus ( di kep Seribu visibility bisa 10-15 meter sudah surprise, bandingkan di Bunaken rata-rata 20-30 meter), nyelam itu kegiatan yang mengasyikan. Berjumpa dengan karang yang masih oke....apalagi sambil moto. Wah seru....seru abis.... 

      Di salah satu spot yang tidak jauh dari Pulau Pramuka, Kep Seribu, bersama my buddy (rekan penyelaman), kami melakukan pemotretan bawah air. Suer...moto bawah laut ngga guampaang... butuh banyak teknik tuk dapat gambar bagus. Kemudian, muncul iseng aku tuk candid kawan ku yang lagi asyik moto ikan-ikan.... ya seperti inilah...

      yang kedua...masih di kep Seribu. Iseng aku candid my buddy yang lain yang lagi serius moto. Yang ini spotnya di Wreck Papa Theo, dekat Pulau Sepa. Salah satu spot favorit para divers. Visibilitynya waktu itu agak keruh ya. seperti inilah. 
      Salam
       
       
       
    • By Alfa Dolfin
      "Ah kata siapa Bunaken udah hancur...Ngga tuch...". Beberapa kali aku mendengar kalau bawah laut Bunaken sudah banyak yang hancur. Karang-karangnya rusak. Banyak pencemaran. Barangkali ia di spot tertentu saja. Tapi aku sudah membuktikan sendiri. 5 hari kami turun (nyelam) di beberapa spot bagus di Bunaken. Satu hari rata-rata nyelam 3x di spot yang beda. berarti aku sudah menikmati 15 spot bawah laut bunaken. Ternyata masih ada kurang lebih 60 spot penyelaman yang bagus di Bunaken....
      Salah satu spot bernama : Muka Kampung. Memang letaknya di depan pemukiman di Pulau Bunaken. Yang istimewa di spot ini ada "rumah" penyu. Wuaaaa penyu...? aku termasuk suka jika bersua penyu. Di hari yang sudah di sepakati jadwalnya, kami turun di spot ini. Kami turun di sekitar 14 meter...sekitar 15 menit guide memberikan kode ada penyu yang lagi "tidur" di rumahnya. kami pun mengerti hand signalnya. segera kami mendekat untuk moto. Berada di jarak yang ideal beberapa rekan termasuk aku segera memainkan kamera bawah alut. 

      lagi asyik moto tiba-tiba sang penyu sisik (entah apa nama latinnya) merasa terusik dan berusaha kabur. Sebelum kabur ada rekan kami yang mencoba menghalangi misalnya memegang cakangnya. langsung guide kami menegor keras melalui hand signal, bahwa tindakan itu dilarang keras...!! akhirnya rekan kami di warning saat di permukaan. Aku pun sempat moto guide ku yang segera menyingkir memberikan jalan bagi si penyu untuk pergi.... Hehehe...ini salah satu pengalaman seru turun di Bunaken.
      Salam
      Note : mohon maaf kesulitan mengecilkan foto. Sudah coba beberapa tombol kog gagal ya. 
    • By Berangan Trip Organizer
      Wilayah Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Terdiri dari 4 pulau utama, yaitu Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool, serta banyak pulau kecil, seperti Wayag, Mansuar, Arborek, Saonek, Friwen, dll. Wayag menjadi ikon Raja Ampat yang terkenal dengan kumpulan bukit-bukit karst-nya. Raja Ampat adalah rumah bagi 540 jenis terumbu karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di kepulauan yang menakjubkan ini.     Date : 14 – 17 Oktober 2015 24 – 27 Desember 2015 Itinerary :   Hari 1 : SORONG – WAISAI (D)   Bertemu di meeting point, yaitu Bandara Sorong pada pukul 12.00. Kemudian menuju pelabuhan rakyat untuk menyeberang menuju Waisai. Tiba di Waisai sekitar pukul 16.00, dan kita akan langsung menuju ke penginapan untuk check-in. Setelah itu acara bebas.   Hari 2 : WAISAI – TELUK KABUI – WAYAG – SALEO – WAIWO – WAISAI (B, L, D)   Pagi hari kita akan menuju Wayag dengan menggunakan speed boat. Dalam perjalanan menuju Wayag, kita akan melewati Teluk Kabui. Di sini kita bisa melihat Batu Pensil, atraksi lumba-lumba yang berloncatan, snorkeling, serta menikmati Pulau Urai. Di Wayag kita akan menyusuri puluhan bukit karst dengan boat, kemudian mendaki bukit karst dan melihat keindahan panorama khas Raja Ampat dari ketinggian. Setelah puas menikmati panorama dari puncak karst, kita akan kembali ke Waisai.   Hari 3 : WAISAI – FRIWEN – SAWINGRAI – MANTA POINT – ARBOREK – RAJA AMPAT DIVE LODGE – YENBUBA – GUSUNG KRI – MIOSKON – SAONEK – WAISAI (B, L, D)   Di hari ini kita akan menuju Pulau Friwen, Manta Point, Pulau Arborek, Gusung Kri, Pulau Mansuar, dan sekitarnya untuk snorkeling dan bermain di pantai. Menjelang sore, kembali ke penginapan di Waisai.   Hari 4 : WAISAI – SORONG (B, L)   Pagi hari acara bebas. Bisa digunakan untuk berkeliling pantai-pantai di Waisai. Pukul 14.00 kembali ke kota Sorong. Tiba di Sorong sekitar pukul 16.00. Setelah itu diantar ke hotel atau bandara, dan trip berakhir.   (B = Breakfast, L = Lunch, D = Dinner)   Price : Rp 4,900,000/pax   Quota : min. 8 pax   Include : Airport transfer Transfer pelabuhan – penginapan PP Kapal cepat Sorong – Waisai PP Transportasi laut (speed boat) selama 2 hari 3N homestay Waisai (AC, 1 kamar 2-3 orang) Pin Raja Ampat (entrance fee) Makan 9x Life jacket Tour leader Guide Wayag Asuransi Foto dokumentasi (copy file) Exclude : Tiket pesawat Peralatan snorkeling/diving Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan DP sebesar Rp 2,000,000 ke rek. Mandiri 1410013079603 (a/n Indra Yulianto). Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Info : extend untuk diving Rp 2,750,000/pax include 3x dive, dive gear, guide, speed boat, homestay 1 malam, dan makan 3x. Minimal 2 pax.   Contact :   Intan Primadewati
      Call/WhatsApp : +6281233843907 . +6287703039763
      Pin BB : 5368F674   Indra Yulianto
      Call/WhatsApp : +6281286944675 . +6285645412245
      Pin BB : 75A0A51D   Email : marketing@berangan.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip Website : www.berangan.com
    • By Rahman Kabuik

      KOMODO LIVEABOARD DIVING 4D/3N
      (KOMODO TRAILS VESSEL)
       
      "Guaranted Departure for Min. 4 pax"
       

       
      ITINERARY :
      Day 01 ARRIVAL LABUAN BAJO-KOMODO
      11:30 Pick up aiport or hotel and transfer to LOB
      12:30 Boat and dive briefing
      13:00 Lunch
      15:00 Set up equipment, check out dive
      17:00 Evening or night dive
      20:00 Dinner on boat and rest
      Site choice: Sabolon / West Flores / Bidadari
      REMARKS: Calm, simple site, less Current and best for macro photography
      Day 02 KOMODO NATIONAL PARK
      07:00 Morning call, light snack
      07:30 1st dive briefing
      09:00 Breakfast
      10:30 2nd dive briefing
      12:00 Lunch
      14:00 3rd dive briefing
      17:00 Evening dive / night dive
      19:00 Dinner and rest
      Site Choice
      1. North Komodo in Crystal Rock, Castle Rock, Northern Passage, Gili Lawa Darat, Manta Point
      2. South Komodo in Manta Ale, Ale Bay, End of the World & Nusa Kode
      REMARKS: Big animal such as Mantar Ray and Potato Grouper, great oral and diversity of fish, school of fish
      Day 03 KOMODO NATIONAL PARK
      07:00 Morning call, light snack
      07:30 1st dive briefing
      09:00 Breakfast
      10:30 2nd dive briefing
      12:00 Lunch
      14:00 Visit to Rinca / Komodo Dragons
      17:00 Visit Kalong island
      19:00 Dinner / rest around Kalong island
      Site Choice 1: North Rinca Island/Wainuli Island
      REMARKS: Big animal such as Mantar Ray and Potato Grouper, great coral and diversity of fish, school of fish
      Day 04 KALONG-LABUAN BAJO-DEPARTURE
      08:30 Breakfast
      09:30 Packing and check out transfer (airport or hotel)
       
      PRICE INCLUDES:
      Return transfers in Labuan Bajo
      Overnight in AC Cabins aboard Komodo Trails on twin sharing basis
      Full Meals
      Coffee, Tea & Mineral Water
      Towels and Bathroom Amenities
      Snorkeling Gear
      Entrance Fees, Porters and Donations
      7-9 Dives, with tanks, weight, weight belt and service of English dive master
      English/Japanese speaking cruise director
      Komodo dragon tours
       
      PRICE EXCLUDES:
      Any personal expenditure such as laundry, phone calls, tipping, etc
      Soft drinks and alcoholic drinks that available on boat at extra cost
      Flight tickets, Airport tax 
      Komodo Conservation Fund 
      Dive equipment rental
       
      For more info, please visit : www.dive-indonesia.co.id
       
      Reservasi / Contact Person :
      Phone/SMS/WA : 08111924381
      Pin BBM : 754CF5E9
      Email : info@dive-indonesia.co.id