Agus Bolang Setiawan

Apa Itu Cagar Alam ?

13 posts in this topic

Kali ini topik yang akan sedikit saya ulas adalah tentang Cagar Alam. saya sendiri pun tak lebih pantai dengan kalian semua, tak ada maksud untuk mengurui atau sok tau. saya hanya saling mengingatkan kepada semua terutama para pengiat alam (pelaku kegiatan alam). langsung saja ke pokok utama. 
sempu.jpg
Belakangan ini kegiatan di alam bebas sangat ramai dan populer. alam indonesia memang indah sayang jika tidak kita nikmati, tapi lokasi kegiatan alam juga di kelomkpokan menurut fungsinya yaitu antara lain Cagar Alam, Taman Nasional, Wisata Alam dll. tapi untuk kali ini saya hanya fokus pada Cagar Alam. karena banyak pelaku kegiatan alam masih salah kaprah, atau sebenarnya tau tapi pura pura tidak tau, atau berdali ikut ikutan yang lain. Banyak pelaku kegiatan alam yang menjadikan cagar alam sebagai tujuan wisatanya, padahal sejatinya Cagar Alam itu sendiri adalah 

 

Suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Sebagai bagian dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial, tidak boleh dilakukan di dalam area cagar alam. Sebagaimana kawasan konservasi lainnya, untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). SIMAKSI bisa diperoleh di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. – Wikipedia

Dari uraian diatas sudah sangat jelas, seperti yang saya warnai merah, di situ jelas di sebutkan bahwa tidak boleh ada kegiatan komersil atau wisata di dalam cagar alam. jadi tidak ada alasan lagi untuk melakukan kegiatan itu di dalam Cagar Alam. sebagai SMART Traveller atau pelaku kegiatan alam bebas yang cerdas tentunya kita harus bisa menbedakan mana lokasi untuk wisata dan mana lokasi yang bukan untuk wisata. 
 

 

krakatau.jpg
Tetapi masih saja banyak yang beralasa untuk membenarkan diri sebagi salah satu cara untuk menuju ke lokasi Cagar Alam tersebut, entah alasan tidak mengotori, bersih bersih lokasi atau alasan untuk penelitian (tapi tidak ada surat keterangan penelitian), dan masih banyak lagi alasan alasan lainnya. sebagia pelaku kegiatan alam bebas yang cerdas tentunya bisa berfikir sudah tidak ada lasan lagi untuk berwisata dengan embel embel alasan. karena fungsi cagar alam ini sudah jelas sebagia suaka alam karena di dalamnya terdapat flora dan fauna yang di lindungi, dan jika banyak kegiatan alam bebas di lakuakan di loaksi tersebut otomatis akan menganggu keseimbangan alam yang terjadi disana. contohnya satwa satwa tentunya sangat tergangu kedatangan manusia apalagi jumlah banyak dan sering. begitu juga fauna disana. 
 
Jadi saya disini hanya saling mengingatkan kepada para pengiat alam bebas untuk saling menjaga dan lebih cerdas dalam memilih lokasi untuk berwisata. masih banyak lokasi wisata yang indah dan cantiknya tak kalah dengan lokasi cagar alam.
kyosash, deffa and Iskandar Alam like this

Share this post


Link to post
Share on other sites

:salut  :salut  :salut Keren mas Agus artikelnya..

Q secara pribadi kekx ga pernah visit tempat2 berlabel 'Cagar Alam' ..sejauh ini mungkin cuman seperti Taman Nasional Hutan Lindung aja ...

dan Kebun Binatang sihh..hehehehe..  :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

:salut  :salut  :salut Keren mas Agus artikelnya..

Q secara pribadi kekx ga pernah visit tempat2 berlabel 'Cagar Alam' ..sejauh ini mungkin cuman seperti Taman Nasional Hutan Lindung aja ...

dan Kebun Binatang sihh..hehehehe..  :tersipu

@non_sarii matur suwon mbak sari jempolnya banyak ternyata :senyum

klo berlabel taman nasional dan hutan lindung itu masih di peruntukkan sebagai wisata alam terbatas.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Agus Bolang Setiawan

bagus mas memang kadang orang awam bahkan yang katanya pecinta alam pun tidak mengerti perbedaan antara cagar alam dan tempat wisata

contoh kasus Cagar Alam Pulau Sempu saya banyak baca kalo pulau tersebut sudah mulai kotor ya, gimana kondisinya sekarang ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Agus Bolang Setiawan

bagus mas memang kadang orang awam bahkan yang katanya pecinta alam pun tidak mengerti perbedaan antara cagar alam dan tempat wisata

contoh kasus Cagar Alam Pulau Sempu saya banyak baca kalo pulau tersebut sudah mulai kotor ya, gimana kondisinya sekarang ?

@deffa sepertiny smkin ramai saja om, tp bkn cm sampahnya tp flora n faunya pun kena imbasnya

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa  Iyaa, trkenal kurang bersih sekarang di Sempu.. kasian juga alamnya, banyak wisatawan yg kesana tapi ga jaga keasrian kebersihan kelestarian alamnya..pengurus2nya pun juga kekx kurang perhatian, wew..  :terharu

 

@Agus Bolang Setiawan  Hehehehehe.. Jempol tangan kok mas itu, jgn khawatir..  :tersipu

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa  Tul tul jawabannya mas agus tuh.. Pantai Ngantep juga kemarin di bawah asuhan Kemenhut jg kok =)

 

@Agus Bolang Setiawan    Wkwkwkkwkwkkw... santaiiiii...  :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa  Tul tul jawabannya mas agus tuh.. Pantai Ngantep juga kemarin di bawah asuhan Kemenhut jg kok =)

 

@Agus Bolang Setiawan    Wkwkwkkwkwkkw... santaiiiii...  :ngakak

@non_sarii iya mbak banyak kok pantai2 yg ikut kemenhut krn secara alam ini yg pegang si doi

 

@Agus Bolang Setiawan

oh berarti kemenhut ya sama dengan taman nasional ya

thx tambahan info nya mas :D

iya om @deffa mayoritas yg berbau alam kemenhut yg pegang, krn lokasinya ada di kekuasaan mereka. itu yg akhrnya sering terjadi perselisihan untuk pengelolaan terutama dgn warga lokal

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now

  • Similar Content

    • By citrariana

      Lampung yang terkenal dengan penangkaran gajah Way Kambas ternyata memiliki pesona lain di sudut garis pantainya. Tempat ini biasa di sebut Teluk Kilauan. Berlokasi di Pesisir Barat Sumatra tepatnya di Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.  Untuk menuju tempat ini, Anda akan melewati lekukan alam yang indah berupa bukit dan lembah.
       

      Yang menarik di tempat ini, Anda dapat menemui lumba-lumba yang asik berenang mengitari lautan. Bagi Anda yang tinggal di kota besar, tentu hal ini tidak boleh dilewatkan. Lumba-lumba di teluk ini memiliki terbagi menjadi 2 jenis yang mendominasi yaitu lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang. Dari segi fisik, lumba-lumba hidung botol memiliki badan yang lebih besar. Namun lumba-lumba ini sangat pemalu. Berbeda dengan lumba-lumba paruh panjang yang lebih kecil namun lebih suka menampakka diri ke permukaan.
       


      Bila Anda mulai merasa bosan, ada alternatif wisata lain yang bisa Anda coba yaitu mengelilingi pulau dengan perahu katir. Mengelilingi lupau saat senja pasti sangat menyenangkan. Anda dapat melihat matahari yang muali tenggelam. Perpaduan laut dengan semburat cahaya orange di garis cakrawala akam membuat liburan ada semakin berkesan.
       
       
      Selain lumba-lumba, ternya di tempat ini juga habitat bagi beberapa binatang langka seperti beberapa jenis burung, Siamang, Kukang, Simpai,Penyu Hijau, dan Penyu Sisik. Wah, sangat menarik bukan?
       
      Tunggu apa lagi? Siapkan perlengkapanmu. Mari berpetualang!
       
      Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Teluk Kilauan sekitar 4 jam menggunakan kendaraan pribadi.
       
      Rute :
       
      Dari Bandar Lampung menuju Padang Cermin yang melewati Pulau Pahawang sampai menemui persimpangan masuk pangkalan TNI AL. Kemudian ambil arah kiri menuju pangkalan AL/Bumi Marinir/Punduh Pidada. Bila Anda telah sampai  Kecamatan Punduh Pidada, Anda akan menjumpai petunjuk arak menuju Teluk Kilauan.
       
      Agar liburan Anda lebih nyaman, sebaiknya Anda naik pesawat saja. Jangan lupa untuk memesan tiket pesawat jauh-jauh hari.
       
      Selamat berlibur
       
       
      Sumber 
    • By awidiot.com
        Ritual Penyucian Rohani dan Jasmani di Bumi Galaherang. Kalimantan Barat memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata bahari hingga wisata alam, salah satu tempat wisata yang ada Kabupaten Mempawah ini mungkin bisa jadi tempat yang seru mengisi akhir pekan anda. Jika berbicara soal tempat rekreasi unik di Kalimantan Barat, maka tempat berlibur bernuansa sejarah tidak akan lepas darinya.    Berdasarkan cerita para ahli sejarawan yang mengisahkan bahwa dahulunya Borneo wabilkhusus West Borneo adalah sebuah pulau yang terdiri dari banyak Kerajaan dengan 2 jenis corak, yaitu melayu dan dayak. Bahkan, disetiap kabupaten di Kalimantan Barat memiliki kisah tersendiri terkait Kerajaan ataupun Keraton, tidak terkecuali Kabupaten Mempawah.    Daerah yang memiliki julukan Bumi Galaherang ini memiliki sebuah Keraton yang cukup terkenal dimasanya. Kerajaan yang memiliki corak melayu dan sangat kental dengan nuansa islaminya ini bernama Keraton Amantubillah yang memiliki arti "Aku Beriman Kepada Allah". Keraton ini terletak di Mempawah Hilir, sekitar 15 menit dari Terminal Kabupaten Mempawah.    Keraton yang didominasi warna hijau tosca ini semakin terkenal dikancah internasional pada saat naik tahtanya Opu Daeng Manambon untuk menggantikan Sultan Senggauk. Orang-orang dari berbagai penjuru mulai mendatangi Keraton Amantubillah untuk berdagang ataupun untuk melakukan kontrak politik.    Pada tahun 1808 M, Keraton Amantubillah sempat terbakar hebat yaitu pada masa pemerintahan Gusti Ibrahim (Sultan ke-9 Mempawah). Namun, dibangun kembali dan rampung pada tanggal 2 November 1922 saat pemerintahan sultan ke-11 Mempawah yaitu Gusti Muhammad Taufik Accamaddin.    Keraton yang memiliki tulisan "Mempawah Harus Maju, Malu dengan Adat" pada gerbangnya ini membagi kompleks Keraton menjadi 3 bagian, yaitu bangunan utama yang dijadikan tempat Singgasana Raja beserta Pemaisuri dan juga dijadikan tempat tinggal keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai museum, dan ditempat ini menyimpan berbagai benda peninggalan Keraton Mempawah, seperti Singgasana Raja, busana kebesaran, keris, dan juga foto-foto anggota keluarga Kerajaan).    Bangunan sebelah kanan dijadikan tempat untuk mempersiapkan segala keperluan dan juga digunakan sebagai tempat untuk jamuan makan anggota keluarga Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai pendopo Keraton).    Sedangkan sisi sebelah kiri bangunan Kerajaan berfungsi sebagai aula dan juga tempat mengurus segala hal yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan Kerajaan (saat ini difungsikan sebagai tempat tinggal para kerabat anggota Keraton Mempawah).    Dibelakang istana Amantubillah terdapat sebuah kolam yang dahulunya digunakan sebagai pemandian keluarga Kerajaan, sayangnya kolam ini tidak dapat digunakan kembali karna tertutupnya saluran air yang menghubungkan tempat tersebut ke sungai Mempawah.    Jika anda berkunjung ke tempat ini jangan khawatir kelaparan karna di dekat Keraton terdapat sebuah kantin yang memiliki ciri khas kearajaan, dan harga yang ditawarkanpun relatif terjangkau. Untuk anda yang muslim, jangan khawatir mau shalat dimana, karna didekat Keraton juga memiliki sebuah masjid peninggalan kesultanan Amantubillah yang diberi nama Masjid Jami'atul Khair, semakin lengkap bukan nuansa islaminya. Nah, untuk kalian yang tertarik menelusuri jejak Kerajaan bercorak melayu dan bernuansa kental islaminya di Kalimantan Barat, Keraton Amantubillah mungkin dapat dijadikan salah satu destinasi wisata pilihan untuk memenuhi hasrat penasaran anda.
      Sumber : www.awidiot.com

    • By citrariana
       
       
       
       
       
       

       
      Berlokasi di Desa Dersono Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Tempat ini merupakan kawasan sungai yang di sisi kanan dan kirinya ditumbuhi pepohonan lebat dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Dengan melihat ilustrasi di atas, pasti Anda dapat mebayangkan betapa asri dan indahnya tempat ini. Sungai Maroon dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air bersih. Jadi bisa dibayangkan kan betapa segarnya air di sana
       
      Sungai ini terkenal sebagai Green Cayon di Pacitan. Nikmati berpetualang menyusuri sungai dengan menyewa perahu penduduk, Anda memerlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk menyusuri sungai sepanjang 4,5 km ini. Biasanya mereka juga menyediakan pelampung keselamatan. Walaupun Anda pandai berenang, disarankan untuk tetap menggukana pelampung ini mengingat kedalaman sungai mencapai 20 meter.

      Warga sekitar mematok harga Rp 100.000,00 – Rp 150.000,00 untuk menyewa perahu perahu yang dapat menampung 5-6 orang. Harga ini sudah termasuk orang yang mengemudikan perahu. Sepanjang aliran sungai adalah spot menarik untuk berfoto. Jadi siapkan kamera Anda.
      Waktu paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah saat musim kemarau. Karena saat hujan, air sungai kan berubah menjadi coklat.
      Tak jauh dari lokasi ini, Anda juga dapat menikmati pesona Pantai Ngiroboyo. Tempat ini sangat cocok untuk melepas lelah setelah menyusuri sungai.
       
      Akomodasi :
      Melalui Jalur Solo, Anda dapat memilih rute dari Jln Raya Solo menuju Pacitan. Kemudian menuju Desa Dersono yang melewati pertigaan Desa Ngadirejan (Kecamatan Pringkuku).
      Bila Anda ingin mengunjungi wisata ini dari tempat yang jauh, pilihlah pesawat sebagai sarana transportasi Anda. Selain menghemat waktu juga menghemat energi.
      Selamat berlibur 
      Sumber Gambar (piknikdong, rilyanshandini.wordpress)
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By citrariana

      Ada apa di Pekanbaru? Banyak kok. Ini buktinya :
      Desa Okura

       
      Desa ini dinobatkan menjadi desa wisata sejak 2010. Suasana tradisional masih dipertahankan. Terbukti dengan adanya beberapa rumah panggung di tepi Sungai Siak. Selain itu pengobatan tradisional masih populer digunakan. Masyarakat pun masih menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi. Salah satu tradisi unik di desa ini adalah Silat Pangean yang masih bisa dinikmati oleh pengunjung. Ada tidak akan bosan di sana. Ada berbagai paket wisata yang di tawarkan seperti bersepeda di kebun sagu, berkuda, susur sungai, naik sampan, dan menikmati wisata budaya.
      Sungai Kampar

      Sungguh Indonesia sangatlah unik. Termasuk wisatanya. Contohnya di Sungai Kampar. Namanya adalah gelombang bono. Gelombang ini menyerupai gelombang yang ada di pantai. Tingginya mencapai 6 m dan panjang gelombang mencapai 300 m. Di sungai ini pengunjung dapat berselancar menantang ombak. Sungai Kampar telah terkenal hingga luar negeri terbukti dengan banyaknya peselancar dunia yang berniat mencoba ombak yang menantang ini. Menurut peselancar, tidak mudah menahlukkan gelombang bono. Gelombangnya cepat, karakternya tidak terduga dan panjang. Selain itu, cukup sulit untuk mengambang di sungai ini mengingat sungai ini adalah sungai air tawar.
      Masjid Agung An-Nur

      Dibangun pada tahun 1963, masjid ini salah satu yang tertua di Pekanbaru. Arsitekturnya yang unik merupakan perpaduan dari Turki, Arab, India, dan Melayu. Arsitektur masjid ini sering disamakan dengan Taj Mahal. Masjid ini telah menjadi landmark Provinsi Riau. Anda akan merasakan kemegahan masjid ini bahkan sebelum Anda memasuki masjid.
      Dekranasda

      Tidak lengkap rasanya bila pulang dari liburan tidak membawa oleh-oleh. Maka datanglah ke Dekranasda.Berlokasi di Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Durian, tempat ini merupakan pusatnya oleh-oleh Riau. Menjual berbagai macam batik Riau, kain tenun, kain songket, busana melayu, dan berbagai kerajinan dari kayu. Pastinya Anda tak perlu khawatir dengan harga.
      Sop Tunjang

      Kuliner merupakan salah satu tujuan wisatawan. Pekanbaru pun tak mau kalah dengan menyuguhkan kuliner yang lenzat dan membuat Anda rindu untuk kembali. Salah satu makanan khas di sana adalah sop tanjung. Salah satu yang paling lezat berapa di kawasan Gor Tri Buana Jalan Diponegoro. Masakan yang terbuat dari tulang sapi yang direbus hingga menjadi sop dengan rasa yang sangat gurih. Perpaduan bumbu yang dipilih membuat sop ini semakin nikmat dinikmati bahkan saat Anda merasa kenyang.
      Apa hanya itu? Tentu tidak. Masih ada wisata lain seperti Riau Fantasi, Kebun Binatang Sang Kulim, Danau Buatan Lembah Sari, Rekreasi Alam Mayang, Istana Siak, Pasar Bawah, Air Terjun Aek Martua, dan masih banyak lagi. Tunggu apa lagi? Yuk segera siapkan liburan Anda ke Pekanbaru. 
    • By Eko Carbon Prasetyo
      Walaupun lahir,gede,makan,minum,tidur dan hidup di boyolali..
      Ini kali pertama saya melihat yang namanya kirab budaya sebaran apem..
      Boro-boro yaqowiyu yang di jatinom,lihat yang di penggng aja baru kali ini...
      dan menurut informasi temen saya yang orang situ,setahun ada sekitar 3 kali event budaya seperti ini diadakan di pengging.Mungkin masih kalah jauh animonya dengan event serupa yang diadain di Jatinom,next time saya pengen bikin video kirab padusannya karena biasanya pas padusan itu eventnya lebih gede.O ya,padusan adalah prosesi pen sucian diri yang dilakukan orang jawa,khususnya jawa tengah,yang diakuin menjelang memasuki bulan puasa yang tujuannya agar di bulan tersebut kami mampu menjalani ibadah ramadhan secaa lahir dan batin.
      Apa aja yang saya lihat?
      lihat aja disini
    • By Eko Carbon Prasetyo
      Cerita tentang video kali ini...

      Sebagai Vlogger yang viewernya ga banyak dan subscribernya ga nambah-nambah...
      Boyolali sendiri lagi barnding gede-gedean di berbagai bidang..salah satunya dari sisi wisata.
      Bahkan ga main-main..Berbagai proyek mercusuar mulai dibangung di kabupaten Boyolali.
      Salah satu yang digadang-gadang,di Boyolali akan dibangun Kebun Raya yang rencananya akan menyaingi kebun raya Bogor.

      Jalan-Jalan kali ini saya dan kakak saya di suruh masuk ke area Proyek Kebun Raya Boyolali yang lagi dibangun..Emang ada?

      Ya ada lah,lha wong udah mulai dibangun lho kebun raya nya.. 
      Nama kebun raya ini nantinya deiberi nama Indrakila.
      Kenapa namanya Indrakila? Mungkin karena tempatnya dekat dengan pesanggrahan Indrakila yang tidak jauh dari kebun Raya Ini


      Mau tau lebih lengkapnya? Apa aja sih yang ada di dalam proyek pembangunan Kebun Raya Boyolali ini?

      Cek aja deh videonya...
       
       
    • By WISATA PANTAI NONGSA BATAM
      Pesona malam kota batam " Nagoya City " (Kepulauan Riau - Indonesia)