Sign in to follow this  
Silverline

Semua Tempat yang bisa Dikunjungi di Sumatra Barat

24 posts in this topic

gua dulu pas masih kecil, sering banget ke padang. saking seringnya, gua sampe bisa pake bahasa minang, walau gak asli padang. sekarang kalo beli nasi padang, bisa sambil ngobrol soal sumbar sama mereka.

"tambuah ciek n" (tambah satu ni) pasti jadi salah satu yang paling sering di denger, ya kan?

sesuai janji gue sama si om Skyfall di posting ini, gua buat dulu deh beberapa tempat yang sering banget gua kunjungi dulu walau hati lagi pengen review salah satu museum di kamboja.

semoga gak banyak perubahan sama sumbar sekarang supaya bisa jadi panduan wisata jalan2ers disini.

yang pertama, Danau Maninjau. (udah ada yang nulis disini, tapi gapapa, ditambahin dikit aja)

Danau ini indah banget. pemandangannya oke kalo gua bilang. selain menikmati pemandangan, bisa mancing juga. tapi sayang, denger denger sekarang airnya udah tercemar.

jarak tempuh dari bukittinggi (rumah gue dulu) juga cuma 36 kilometer. ngelewatin kelok ampek ampek (bahasa : empat empat). kalo dari padang lumayan jauh yaitu 140 kilometer.

danau maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Kalo dari ibukota Kabupaten Agam, jaraknya 27 kilometer

ini sedikit penampakannya :

13296718161254661529.jpg

Danau_Maninjau.jpg

yang kedua, masih danau juga, yaitu Danau Singkarak.

danau ini danau terbesar di Sumbar. bayangin aja, panjangnya 21 kilometer. jadi wajar aja pernah dipake buat balap sepeda Tour de Singkarak. Danau ini memanjang sepanjang perjalanan dari Solok ke Padang Panjang. jadi masuk ke dua kabupaten tersebut.

Pernah denger ikan Bilih? ikan bilih adalah ikan primadona yang ada di danau ini. Gue dulu suka banget makan ikan ini kalo disambel sama kentang.. hmm, yummi..

trus bisa apa aja di danau singkarak selain joging dipinggir, sepedaan, sama menikmati pemandangan? karena di pinggirannya ada bukit, beberapa waktu bisa dipake untuk paralayang juga. air danaunya juga bersih, jadi bisa berenang juga disini.

ini penampakannya:

dsc8664.jpg

yang ketiga, Jam Gadang (ada yang bahas disini, jadi gue tambahin dikit aja)

jam yang hampir mirip dengan big band di inggris ini terletak di bukit tinggi. pas di depan plaza. posisinya hampir sama kaya monas. di tengah kota, tapi halamannya gak sebesar monas. jam gadang ini deket banget sama kebun binatang bukit tinggi, sama ngarai sianok yang nanti akan saya bahas selanjutnya.

di depannya, banyak yang jual aksesoris jam gadang itu sendiri

ini penampakannya

jam+gadang.jpg

lanjut di post selanjutnya ya mbak mas. ntar kepanjangan disini. tenang aja, masih banyak tempat lainnya. gue bakal kasi semuanya. jadi tungguin aja :D

Istana Pagaruyung dan Embun Pagi di post #4. klik disini

Edited by Silverline

Share this post


Link to post
Share on other sites

Widih, foto di Danau Maninjau nya bagus banget mas, jadi gak percaya kalo itu beneran di Danau Maninjau hehe. Danau Maninjau yang saya kunjungi dulu itu udah banyak tambak2 ikannya soalnya, dan masih belum tercemar. Soalnya pas saya dan temen2 ke sana, masih bisa berenang di danau nya, nyelem, nangkap kerang hehe.

Danau singkarang panjang kelilingnya 21km ya? Kalau marathon, cuma perlu 2keliling tuh. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow, lengkap sekali data2x tempat wisata yang menarik di sumatra baratnya....

kalo saya bisa main ke sumatra barat, mungkin tempat-tempat yang diatas itu akan saya sempat kunjungi.

Share this post


Link to post
Share on other sites

selanjutnya yang keempat, gue kenalnya Embun Pagi

kalo nyari di Google, pasti susah, karena yang muncul hanya akan gambar gambar air yang ada di ujung daun yang tercipta karena proses destilasi embun. Nah, nyarinya ganti dengan Embun Pagi Maninjau, karena embun pagi ini adalah sebuah nama tempat yang bisa digolongkan bukit yang terletak di Maninjau.

Banyak foto bagus dari danau maninjau yang ter-capture dari embun pagi ini. udaranya yang dingin di pagi hari, dan kabut serta awan yang kompak selalu jadi pemandangan yang buat hati jaman anak anak gue syahdu banget. alam khas pedesaan banget

ini beberapa penampakan maninjau di ambil dari arah embun pagi

16082010064349Lake_Maninjau_from_Ambun_Pagi.jpg

yang kelima, Istana Pagaruyung.

Gak lengkap kayanya kalo ke sumbar tapi gak ke istana pagaruyung. istana yang dibangun sama kerajaan pagaruyung ini (walau sempat terbakar berkali kali) merupakan istana satu satunya di sumatra barat. letaknya di Batu Sangkar.

Dulunya, istana ini digunkan sebagai rumah dinas (kediaman) Raja Minangkabau.

Oh ya, kalo gak salah, rumah gadang sekarang yang ada di batusangkar, udah bukan istana pagaruyung asli. ya akibat kebakaran tadi.

Istana+Pagaruyung.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

Widih, foto di Danau Maninjau nya bagus banget mas, jadi gak percaya kalo itu beneran di Danau Maninjau hehe. Danau Maninjau yang saya kunjungi dulu itu udah banyak tambak2 ikannya soalnya, dan masih belum tercemar. Soalnya pas saya dan temen2 ke sana, masih bisa berenang di danau nya, nyelem, nangkap kerang hehe.

Danau singkarang panjang kelilingnya 21km ya? Kalau marathon, cuma perlu 2keliling tuh. :)

bukan panjang keliling nya om, tapi panjang dari ujung satu ke ujung lainnya om. itu sih data yang gua dapet. kalo sepenglihatan gua emang gitu panjang sih singkaraknya.

kalo maninjau, ya sekarang udah rusak katanya, tapi gue belum cek lagi kesana, belum tau gimana bentuknya sekarang

Share this post


Link to post
Share on other sites

selanjutnya yang keempat, gue kenalnya Embun Pagi

kalo nyari di Google, pasti susah, karena yang muncul hanya akan gambar gambar air yang ada di ujung daun yang tercipta karena proses destilasi embun. Nah, nyarinya ganti dengan Embun Pagi Maninjau, karena embun pagi ini adalah sebuah nama tempat yang bisa digolongkan bukit yang terletak di Maninjau.

Banyak foto bagus dari danau maninjau yang ter-capture dari embun pagi ini. udaranya yang dingin di pagi hari, dan kabut serta awan yang kompak selalu jadi pemandangan yang buat hati jaman anak anak gue syahdu banget. alam khas pedesaan banget

ini beberapa penampakan maninjau di ambil dari arah embun pagi

yang kelima, Istana Pagaruyung.

Gak lengkap kayanya kalo ke sumbar tapi gak ke istana pagaruyung. istana yang dibangun sama kerajaan pagaruyung ini (walau sempat terbakar berkali kali) merupakan istana satu satunya di sumatra barat. letaknya di Batu Sangkar.

Dulunya, istana ini digunkan sebagai rumah dinas (kediaman) Raja Minangkabau.

Oh ya, kalo gak salah, rumah gadang sekarang yang ada di batusangkar, udah bukan istana pagaruyung asli. ya akibat kebakaran tadi.

Saya udah pernah ke semua tempatnyaa, hihi. Kecuali Danau Singkarak. Waktu diajakin sama keluarga, tapi berhubung lagi mager di Padang, jadi males ikutan. :P

Embun Pagi ini titik turun saya dari bis, terus trekking turunin bukit ke Danau Maninjau. Lewatin hutan2, lewatin rumah2 warga, lewatin sawah, nyampe deh di pinggir Danau Maninjau. Langsung nyebur, seger. :D

Istana Pagaruyung itu bagus loh. Walopun waktu ke sana, lantai 3 nya masih kosong.

Share this post


Link to post
Share on other sites

bukan panjang keliling nya om, tapi panjang dari ujung satu ke ujung lainnya om. itu sih data yang gua dapet. kalo sepenglihatan gua emang gitu panjang sih singkaraknya.

kalo maninjau, ya sekarang udah rusak katanya, tapi gue belum cek lagi kesana, belum tau gimana bentuknya sekarang

Oh beneran panjangnya (kalo ditarik garis lurus ya?). Kirain panjang keliling nya. Berarti lebih besar dari yang saya bayangkan dong ya :D Gak heran sih jadi lokasinya Tour de Singkarak. Pasti pemandangannya emang bagus, dan luas juga. Jadi yang naik sepeda gak bakal bosen ngeliatin pemandangan yang sama berulang kali. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow, lengkap sekali data2x tempat wisata yang menarik di sumatra baratnya....

kalo saya bisa main ke sumatra barat, mungkin tempat-tempat yang diatas itu akan saya sempat kunjungi.

oke mas, sebenernya masih banyak lagi ni yang ada, tapi ntar deh gue tulis satu persatu lagi. kalo banyak yang minat, banyak yang mau tau, gue lanjutin, kalo gak, ya gak gue lanjutin, wkwk

sekali sekali sempetin kesana bro, udaranya kalo dibukit tinggi, lebih dingin daripada di bandung, pernah ngerasain bandung kan bro?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jadi sebenernya yg ada di Embun Pagi itu apa mas? Cuma tempat duduk2 apa gimana ya? Ada pos di ketinggian kayak di Gunung Tangkuban Perahu gak ya?

Lucu sih namanya, kayaknya banyak banget ya embun di sana pas pagi2 sampe dikasih jadi nama lokasi di sana. )

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sayang sekali ya, Istana Pagaruyung udah ngga orisinil, padahal ia termasuk kebanggaan masyarakat Padang. Untuk properti maupun isinya apakah juga mengalami perubahan ya akibat kebakaran kemarin. Sedihnya bukti sejarah harus menghilang dengan cara yang menyedihkan...

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sayang sekali ya, Istana Pagaruyung udah ngga orisinil, padahal ia termasuk kebanggaan masyarakat Padang. Untuk properti maupun isinya apakah juga mengalami perubahan ya akibat kebakaran kemarin. Sedihnya bukti sejarah harus menghilang dengan cara yang menyedihkan...

iya mbak, banyak yang menghilang..

mbak ulie bukannya dari riau ya? gak pernah dateng ke padang sekali sekali buat sekedar ngeliat ngeliat? bentuk nya sih masih orisinil mbak, walau sekarang bukan bangunan yang orisinil. emang bahannya juga sih yang buat istana pagaruyung mudah terbakar. kan rata rata dibangun pake kayu..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Oh beneran panjangnya (kalo ditarik garis lurus ya?). Kirain panjang keliling nya. Berarti lebih besar dari yang saya bayangkan dong ya :D Gak heran sih jadi lokasinya Tour de Singkarak. Pasti pemandangannya emang bagus, dan luas juga. Jadi yang naik sepeda gak bakal bosen ngeliatin pemandangan yang sama berulang kali. :)

iya emang gitu bro, hehe..

Jadi sebenernya yg ada di Embun Pagi itu apa mas? Cuma tempat duduk2 apa gimana ya? Ada pos di ketinggian kayak di Gunung Tangkuban Perahu gak ya?

Lucu sih namanya, kayaknya banyak banget ya embun di sana pas pagi2 sampe dikasih jadi nama lokasi di sana. )

iya gitu, jadi sejuk banget kalo disana. itu mas yang diatas, juga udah pernah kesana. buktiin deh mas, gak bakalan nyesel. coba cek tiket mandala ke padang tuh mas, lagi promo. ni link thread gue gimana cara dapet tiket promonya. klik sini yo mas..

Share this post


Link to post
Share on other sites

iya emang gitu bro, hehe..

iya gitu, jadi sejuk banget kalo disana. itu mas yang diatas, juga udah pernah kesana. buktiin deh mas, gak bakalan nyesel. coba cek tiket mandala ke padang tuh mas, lagi promo. ni link thread gue gimana cara dapet tiket promonya. klik sini yo mas..

wah, sayang banget, promonya sampe tanggal 14. saya gak buka forum beberapa hari ini. ketinggalan dah. hfft.. kapan ada lagi ya kira kira? pm deh mas kalo misalnya ada lagi tiket promo, jadi gak ketinggalan..

itu tiket bisa murah banget ya? cuma 60ribu? :(

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, sayang banget, promonya sampe tanggal 14. saya gak buka forum beberapa hari ini. ketinggalan dah. hfft.. kapan ada lagi ya kira kira? pm deh mas kalo misalnya ada lagi tiket promo, jadi gak ketinggalan..

itu tiket bisa murah banget ya? cuma 60ribu? :(

wkwk, makanya bro, rajin rajin online di marih, jadi gak ketinggalan berita. banyak hal yang bisa di share. kalo bisa mah, ajak temen sekalian, hehe. jadi kalo lu pas lagi gak buka, temen lu buka, jadi tetep mereka bisa ngasitau, hehe :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

wkwk, makanya bro, rajin rajin online di marih, jadi gak ketinggalan berita. banyak hal yang bisa di share. kalo bisa mah, ajak temen sekalian, hehe. jadi kalo lu pas lagi gak buka, temen lu buka, jadi tetep mereka bisa ngasitau, hehe :D

haha, oke dah, sip. ntar diajakin juga temen temen yang lain buka forum ini. mana tau bisa banyak ingo yang bisa diambil. yang pasti sumbarnya oke mas. kapan mau update? hihi :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mas mas, biar adil, saya nanya juga deh, walopun mas nya yang ngepost ini duluan. Itu foto pertama danau maninjau nya beneran foto danau maninjau apa gimana ya mas? Soalnya mas praspraspras pake foto yang sama buat ngasih liat danau painai di papua (baca disini). nah loh saya jadi bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

Sayang sekali ya, Istana Pagaruyung udah ngga orisinil, padahal ia termasuk kebanggaan masyarakat Padang. Untuk properti maupun isinya apakah juga mengalami perubahan ya akibat kebakaran kemarin. Sedihnya bukti sejarah harus menghilang dengan cara yang menyedihkan...

kalo dibangun lagi bakal mirip ama aslinya gak ya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mas mas, biar adil, saya nanya juga deh, walopun mas nya yang ngepost ini duluan. Itu foto pertama danau maninjau nya beneran foto danau maninjau apa gimana ya mas? Soalnya mas praspraspras pake foto yang sama buat ngasih liat danau painai di papua (baca disini). nah loh saya jadi bingung

wkwk, iya gua nih yang kayanya salah. sejujurnya sih, danau maninjau juga gak sejernih itu, itu pasti foto danau paniai tu yang gua ambil, wkwk.. maaf maaf :lol:

oommmaaakkk ngeri kale foto2 nya keren2 gtu hahay

iya keren, kan ngambil dari google def, banyak tu di google, hihi :D

Danau Maninjau juga kereeennn :)

maninjau keren, tapi lebih keren singkarak sis, yakin deh. singkarak itu besar, dan pastinya lebih oke..

kalo dibangun lagi bakal mirip ama aslinya gak ya?

sekarang sih udah dibangun kaya aslinya sis, tapi ya tetep aja, segala yang dibuat untuk meniru, pasti gak akan sebaik dari yang orisinilnya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

padang ini jadi salah satu tujuan wisata wajib saya... bukit tinggi tempat sodara nih dan danau maninjau emang wajibbbb bangettt

nah, gimana bro, menurut pandangan dan penilaian pribadi yang bener bener udah ngeliat maninjau, beneran keren gak? kalo bisa, share fotonya juga aja bro disiini, mana tau bisa jadi racun, trus yang lain jadi pengen ikutan

Share this post


Link to post
Share on other sites

puncak lawang jangan dilupakan gan, kalo mau liat maninjau dari atas, kurang lebih kaya embun pagi itu, tapi di puncak lawan ini juga ga kalah bagus, ada tempat buat outbond juga, wisata keluarga banget deh. oh iya puncak lawang itu daerah lubuk basung kalo ga salah, 1-3 jam dari bukittinggi.

Share this post


Link to post
Share on other sites
5 hours ago, kidness said:

puncak lawang jangan dilupakan gan, kalo mau liat maninjau dari atas, kurang lebih kaya embun pagi itu, tapi di puncak lawan ini juga ga kalah bagus, ada tempat buat outbond juga, wisata keluarga banget deh. oh iya puncak lawang itu daerah lubuk basung kalo ga salah, 1-3 jam dari bukittinggi.

yup betul pernah kesini seru juga bisa paralayang :D 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Don Donny Donz


      Hai semua.. Mau sedikit cerita nih waktu jalan2 ke Padang, Januari kemarin. 
      Gw ini termasuk orang penggila suasana pantai, jd kalau lagi pengen jalan2, biasanya nomer satuin ttg pantai dulu. Kalo momentnya lagi ga dapet, baru ke tempat2 lain. Januari 2016 ini mood jalan gw dateng lagi. Nyari temen untuk join, tumben2nya lagi pada ga bisa. Biasanya gw kalo jalan pasti bareng tmn2 gw, tp kali ini sayang nya ga ada 1 orgpun yg cocok waktunya sama jadwal gw. Oke lah, krn cuma seorang diri, itu artinya SEMUA TERSERAH GW, mau kemana aja terserah gw.
      Nyari2 tempat di Internet (termasuk forum di jalan2.com), cukup tertarik sama pulau2 di Sumatera Barat, kayak Pulau Pasumpahan, Sikuai, dll. OKE!! keputusan sudah diambil, gw jalan ke Padang!!
      Jujur, Makan sate padang, sering! makan di RM Padang, lebih sering! Tp nginjekin kaki di Padang?? Hmm.. ini yang pertama. So, gw cari banyak info ttg Padang. Karena gw niat pergi ke pulau-pulau yang gw sebutin di atas, jadilah hari pertama, gw pesen hotel daerah Padang Selatan, yaitu di HW Hotel. Dari Bandara ke Hotel ini sangat-sangat gampang, cukup pake DAMRI. 
      Jd begitu turun di Bandara Minangkabau, kalian jalan keluar, langsung kesebelah kiri. Jangan pusing sama org2 yg nawarin taxi. Terus jalan sampai ketemu orang yg urus tiket Damri. Tiket naik damri cm sekitar 35rb. kalo naik taxi bisa sampai ratusan ribu. lumayan kan bisa hemat.
      Dari Bandara Minangkabau sampai pusat kota lumayan jauh, mungkin sekitar 40 mnt'an. 
      Hari pertama di Padang, gw nginep di HW. Ini hotel lumayan deket ke Pantai Padang. Ada kolam renang di atap hotel ini. Sambil berenang atau sekedar memanjakan mata dengan laut di Pantai Padang, dan laut di Pantai Padang ini adalah laut yang langsung bersentuhan dengan Samudera Hindia. Gw duduk santai di atas sambil menunggu Sunset. It was a great moment. Masalah tempat makan, deket hotel ini cukup banyak tempat jajanan. Well, kalau kalian tipe orang yang suka jalan, nikmatin semua area ini bener-bener jalan kaki. walau agak capek tapi seru. kalian bisa jumpai jg Kelenteng See Hin Kiong di kota tua.
      Hari kedua, gw check out dari hotel untuk menuju ke daerah pinggir pantai sebelum menyebrang dengan kapal ke pulau pasumpahan. Sesampainya gw di pinggir pantai Bungus untuk menyebrang, gw ngobrol2 dengan ibu penjual minuman kopi di warung sambil menunggu beberapa orang yg mau ke pulau pasumpahan jg, si ibu menceritakan bahwa ada pulau baru (yapp,, baru!! baru dibuka!! dan dibuat cottage sekitar pertengahan 2015), nama pulaunya Pulau Suwarnadwipa. Entah pertama kali denger, agak susah ngingetnya dan susah ngucapnya dan entah karena rasa ingin tau yang amat sangat, dari planning ingin nginep di pulau Pasumpahan, ternyata gw lebih tertantang untuk pergi kepulau yang katanya baru dan masih asri ini. Daaaannn,, taraaaa... ini pulau bener2 keren.
      Pulau Suwarnadwipa ini berbalut dengan pasir putih yang lembut banget. Airnya juga masih bersih. Terumbu karang yang masih bagus terlihat disepanjang bibir pantai.  Suwarnadwipa adalah julukan bagi pulau Sumatera, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Pulau Emas atau Suwarnabhumi atau tanah yang bersinar (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera).
      Dan gw memutuskan untuk menghabiskan 2 hari 1 malam di pulau emas ini. Gw sangat menikmati snorkeling disini. walau cuma masuk ke air setinggi pinggang, kalian akan berjumpa banyak ikan2 yg cantik disana. 
      Hari ketiga, sekitar jam 1 siang, gw check out lagi dari Pulau Emas Suwarnadwipa untuk kembali ke kota padang. Huft,, agak sedih meninggalkan ni pulau. Tapi someday, gw akan balik lagi. i promise!! Sampai di kota padang, gw check in di satu hotel. Gw dari jauh hari sengaja milih ni hotel, karena waktu search di internet, katanya di hotel ini agak horror (terkait karena gempa padang dulu). Gw sengaja, karena gw uda dapet sensai ngebolang sendirian di padang, uda dapet sensasi cantiknya pulau-pulau di padang, ini saatnya dapetin sensasi-sensasi horror. Sempat dapat info2 dr tmn yg pernah ke sini, katany kalau malam suka dengar orang teriak minta tolong (karena waktu gempa katanya hotel ini roboh rata, dan menimbun bbrp orang), atau selimut yang ditarik ketika tidur.
      Malam nya, setelah mencari makan di daerah hotel, saya jalan-jalan ke Jembatan Siti Nurbaya. Konon, katanya karena di Padang ga terlalu banya flyover, jd sekalinya ada, tempat ini dipakai untuk tempat nongkrong2 dan ngobrol2 banyak orang. Pas gw liat bener jg sih, ada yg sengaja gelar tikar sama tmn2nya, ada yg dengan keluarga. Gw ikutan duduk disana sebentar sambil memesan kopi panas sama abang2 yg jualan di pinggir2 jembatan.
      Hmmm... ini malam terakhir di padang. Nikmatin..
      Besok nya, gw bangun agak siang, sambil males2nya karena ga rela misah sama kota padang yang cukup tenang, gw packing utk siap kembali ke Jakarta. Oiya deket hotel, ada pusat jajanan oleh2 makanan, jd ga usa pusing nyari oleh2 sebelum ke bandara. Yang dibawa ke Jakarta apa? ya jelas Keripik Pedas ala Padang!! uda terkenal. Gw beli sampe 20 kantong. Haha.
      Ini perkiraan biaya kalau JALAN SENDIRI ke Padang..
      Tiket Pesawat JKT-PDG, IDR 600k
      Damri bandara ke kota, IDR 35k
      Hotel hari pertama. IDR 400k (sesuai pilihan)
      2 hari 1 malam Pulau Suwarnadwipa, IDR 600k
      Hotel hari ke 3, IDR 500k (sesuai pilihan juga)
      Tiket pesawat PDG-JKT, IDR 600k
      Yaaa... bawa 4-5jt cukuppp lah...
      Kok mahal ya?? ya iyalah, soalnya sendiri, cb banyak tmn, bs share kan.. :)
       
       
      all photos taken by me ;p
    • By Alfa Dolfin
      Padang....ah ini trip ku paling berkesan kedua setelah trip Ambon. Alasannya, view indah dan eksotik. Berjumpa dengan rekan-rekan baru yang ramah n Helpfull. Cuma kalau mereka bicara bahasa daerah ya aku ngga ngerti. makanan yang enak. Meski bosan juga makan masakan padang terus.....hahaha. 
       
      Mengawali perjalanan ke Padang, aku memutuskan ber-solo traveling alias jalan sendiri. Ya sudah beberapa tahun aku jalan-i model traveling ini. Rasanya lebih asyik meski faktanya aku ngga benar-benar sendiri. Pasti ada teman baru. Minimal driver mobil yang kami sewa (merangkap guide) menjadi teman ku. Kedua...aku memilih menggunakan penerbangan Garuda. Memang agak mahal di banding airline lain. Ya....aku ingin nyaman n enjoy di trip ini sejak awal perjalanan.
       
      Menjelang landing di Bandara International Minangkabau, kamera di tangan sudah stand-by. Aku belum pernah ke Padang. Ini adalah pendaratan ayng pertama kali. Namun pikir ku pasti ada pemandangan cakep. Kebetulan moto-moto dari pesawat salah satu hobi ku selama traveling. Wajib....!!!...berarti wajib juga duduk persis di sebelah jendela (window seat). Wah ini juga wajib. 

      awalnya aku kurang paham ini pulau apa dan di daerah mana di Padang. Setelah lihat peta sekitar Teluk Bayur

      Ya benar...ini tidak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur. Terlihat ada kapal besar. Kalau sore mungkin lebih banyak lagi kapal-kapalnya.

      ini lebih jelas lagi. Teluk Bayur. Indah sekali. Apalagi latar belakang kontur perbukitan nan indah...
       

      woouuw....meski lagi konsen ngebidik spontan aku di buat kagum dengan layer pegunungan nan indah. Entah apa nama pegunungannya.

      termasuk yang ini juga. kombinasi komposisi sawah dengan layer pegunungan nan indah...

      ooo....my god.... cantiknya
       

      semakin mendekat landasan, beberapa detik sebelum roda pesawat menyentuh landasan masih mendapat suguhan wajah indah bumi padang...

      akhirnya....selamat datang di Bandara International Minangkabau. Kabut masih menyelimuti bandara. kebetulan waktu itu penerbangan pagi.
      Puas...sudah pasti. Di awal trip mendapat suguhan rupa alam Padang yang sangat indah. Terima kasih Tuhan....
      Oya...barangkali ada pertanyaan, lho memang boleh ya moto dari pesawat? sejauh n sesering yang aku jalani  tidak ada larangan. Kecuali moto pramugarinya. Nah ini aku pernah di tegor....
       
       
       
       
       
    • By pariwisatapdg
      Suatu hari (tanggalnya lupa) Hp saya berdering dan tampak ada panggilan dari nomor tak dikenal alias nomor baru yang masuk, tanpa pikir panjang telponpun saya angkat dan terdengar suara perempuan yang lembut yang memperkenalkan dirinya dengan inisial Ms.D, pembicaraan pun dilmulai dan terungkaplah ternyata yang menelpon saya adalah seorang perwakilan dari Telkoms*l kota Medan dan berniat untuk berwisata ke Pulau pagang dengan rombongan sebanyak 27 orang.
      Rencana tanggal keberangkatan di awal-awal bulan Oktober 2015 ini melalui proses yang cukup alot karena ada beberapa permintaan custom menyesuaikan kebutuhan para tamu ini, akhirnya negosiasi putus di harga Rp.315.000/orang dengan rincian
      Paket tour mengunjungi pulau-pulau pasumpahan,sikuai,pagang dan terakhir acara di Pulau Pamutusan Transportasi PP Makan dengan nasi kotak dengan 2 Potong lauk/kotak Snack Asuransi perjalanan Foto underwater Banana Boat harga tidak termasuk transportasi dari asal ke dermaga yang terletak di Bungus, Padang.
      Hari H
      Hari yang telah disesuaikan tiba, rombongan agak terlambat tiba di dermaga karena beberapa jalan ditutup untuk event balap sepeda Tour de Singkarak 2015, setelah rombongan tiba maka akan dipinjamkan jaket pelampung keselamatan, jaket dipasang dan narsis sejenak sebelum naik kapal

      Setelah semua lengkap, rombongan diberikan  pengarahan-pengarahan tentang perjalanan yang akan ditempuh. Perjalanan menuju Pulau Pagang membutuhkan waktu sekitar 30 Menit menggunakan kapal, disepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan keindahan wisata bahari yang dimiliki oleh Sumatera Barat, walaupun saat itu kabut asap ringan namun tidak mengurangi keceriaan peserta tour ini, para peserta sibuk dengan kegiatan masing-masing ada yangfoto selfie, groupfie, mendengar musik dan sebagian kecil ada yang mabuk laut,hehehehe....
      Sampailah di Pulau Sikuai, dulu pulau ini sempat booming karena keindahan pasir putihnya,  resort yang memadai untuk menginap, rute traacking yang sudah di beton dan sarana penunjang lainnya, Keadaan Sikuai yang sekarang sangat sepi, yang ada hanya resort kosong dan berantakan yang diinggal oleh pengelolanya, menurut informasi yang beredar resort di sikuai ini tidak dikelola lagi karena perselisihan antara para investor yang merupakan orang asing.

      Foto-foto sejenak lalu melanjutkan perjalanan di Pulau pagang, di Pulau Pagang suasana lumayan ramai dan sudah ada penginapan-penginapan apabila anda ingin menginap di pulau Pagang ini, harga menginap di Pulau Pagang cukup murah mulai dari Rp.250.000/kamar yang bisa di isi oleh 2 orang. Kegiatan di Pagang adalah Ishoma (Istirahat, Sholat
      dan Makan), selanjutnya rombongan diajak menaiki sebuah bukit yang memiliki view yang sangat indah di Pulau Pagang

      Setelah foto-foto dengan background pemandangan yang indah rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau pamutusan untuk mengikuti puncak kegiatan yaitu Banana Boat dan foto Underwater.
      Para peserta tampak Happy dengan kegiatan banana Boat ini, tampak ekspresi senang, cemas dan senyum sumringah disini.Ada yan terbalik ada juga yang sukses bertahan diatas Banana boat sampai akhir :)

       

      Foto senyum manis peserta didalam air bersama ikan yang sibuk berlalu-lalang

      Setelah kegiatan permainan selesai para peserta dibawa kembali ke Dermaga dan kembali ke Hotel tempat menginap.
      Tour Pulau Pagang ini berakhir, keceriaan bersama di pulau nan elok tak terlupakan, bagaimana dengan anda? jangan lupa masukkan pulau Pagan ke dalam tujuan wisata anda.
      Demikian FR ini ditulis dan dilaporkan, Terimakasih
       
       
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
       
      Kali ini mau nulis review Hotel yang saya gunakan untuk menginap di Kota Padang 30 Mei 2015 kemaren, 
      sehari sebelum acara Gathering Nasional VIII. Di sini saya menginap di Hotel Sofyan Inn Rangkayo Basa.
      Dapat dari Traveloka dan menurut mereka ini Hotel Bintang 2 di Padang.
       
      Oh iya Sofyan Inn ini merupakan suatu jaringan Hotel Group yang tersebar di Sumatera dan Jawa,
      jadi mungkin di daerah kalian juga ada dengan nama yang berbeda 

       
      LOKASI
      Untuk alamat lengkap nya berada di Jl. Hang Tuah no. 211 Padang
      Cukup mudah karena berada dekat dengan Pantai Padang atau Taplau (Tepi Laut)
      Di Google Maps pun sudah tersedia

       
      FASILITAS
      Penampakan Hotel nya bagus, rapi dan bersih, di bagian Receptionist yang menyatu dengan Ruang Makan juga cukup luas.
      Dan juga terdapat 2 Ruang Convention Room, setelah Ruang Makan ini

       
      Lalu masuk ke Kamar nya saya pesan Standard Room Twin Bed karena akan Sharing dengan mas @dediku dari Lampung.
      Untuk space kamar nya tidak begitu luas namun cukup lah. 

       
      Di kamar di sediakan Sejadah + Al Qur'an,Free Bottled Water, TV LED, Water Dispenser, Free WIFI, AC. Mungkin karena konsep nya Hotel Syariah jadi disediakan Sejadah + Al Qur'an yang sangat jarang saya lihat di Hotel lainnya.

       
      Kamar Mandi nya ini sangat bagus, bersih dan cukup luas. Ditambah Water Heater, Toilet Duduk dan ada nya Toiletries 

       
      HARGA
      Untuk harga waktu itu Booking via Traveloka senilai Rp. 400.000 permalam
      karena sharing dengan mas Dedi jadi seorang Rp. 200.000
       
      Oh iya udah include Sarapan pagi berdua ya harga itu.
       
      REVIEW
      Karena dekat dengan Pantai Padang jadi salah satu nilai plus nya karena tinggal jalan kaki sekitar 2 menitan sudah sampai deh
      bisa santai di Taplau sambil minum Es Kelapa Muda dan lihat sunset
       
      Pelayanan nya juga baik, mereka membantu dan menegur dengan ramah setiap berpapasan. Namun Lift nya tidak terlalu besar, jadi jika kalian bawa barang yang banyak mungkin tidak muat.
       
      Makanan sarapan pagi nya walaupun kurang variatif hanya beberapa menu saja seperti Nasi Putih, Nasi Goreng, Ikan Saos, Sayuran dan Roti, namun cukup enak dan nyaman, karena saya pilih nasi goreng saja udah cukup. 

       
      Yang tadi nya menginap disini cuma saya @Jalan2 @kyosash @dediku @Atana Sarah Dinda Nadhirah dan @Hasdevi Agrippina Dradjat. Malah jadi ramean ada rombongan @eka wibisono Triwahyuni Trisnaningsih dan @Sari Suwito juga disini hehehe
       
      Overall hotel ini cukup worth seh, namun ada downside nya, ketika di pagi hari kami mau check out, jam 6 pagi AIR MATI, kata petugas Pompa nya ada yang mati (rusak) jadi sedang di servis. Padahal kami harus berangkat jam 7 pagi. Ya sudah ada yang tidak mandi dan saya terpaksa mandi di Toilet Receptionist dengan membawa gayung dan ember hahaha
       
      Ya aside from that accident Hotel ini bagus kok, melihat lokasi nya yang cukup strategis dekat Pantai Padang dan juga Museum Adityawarman.
       
      Silahkan dicoba jika ke Padang
    • By pratistaa
      dear all friends...
       
      saya ada rencana untuk ngebolang eksplor padang dan bukittinggi dlm waktu 2hari aja (wekend), jadi rencana sabtu pagi sampe padang, balik dengan flight minggu sore..
       
      butuh saran nih:
      1. kira-kira spot wisata apa aja yaa yang bisa efektif di eksplor dlm waktu singkat doang ini..
      rencana awal sih pengen ke ngarai sianok+gua jepang, jam gadang, jembatan akar, kawasan kota tua kalo bisa sampe lembah anai..
       
      2. untuk penginapan yang murmer tapi aman lebih baik di bukittinggi atau padang yaa?
      3. transportasi ke daerah wisata gampangkah? atau ada semacam sewa motor gitu? (karena kemungkinan besar mau jalan sendiri aja nih)
       
      terimakasi sebelumnya...
      salam kenal :)
       
    • By Tour Padang
      hallo....
      you will have an experienced tour guide on a motorcycle around west sumatera. Call me 082390156044 or email tourpadang@gmail.com










    • By Dayatt Liien-sky
      Hoyak Tabuik Piaman
      Rintik hujan yang berbunyi diatas genteng tidak akan menggoyahkan rencana kami untuk melakukan hunting bareng esok. Usai kegiatan diskusi fotografi bersama kawan-kawan komunitas disalah satu kedai kopi dikota Padang, saya beserta lima kawan yang lain membicarakan cara untuk berangkat menuju Pariaman malam itu. Pembicaraan pun selesai dengan keputusan kami berangkat dengan menggunakan mobil salah seorang kawan, dan segera menyiapkan diri masing-masing.

      Tabuik berasal dari kata ‘tabut’, yang berarti mengarak, upacara Tabuik adalah sebuah tradisi masyarakat di Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang sudah menjadi event tahunan bagi masyarakat. Upacara ini digelar pada tanggal1-10 Muharram, menurut kalender Islam.Tabuik merupakan peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk rasa duka yang mendalam umat Islam di Pariaman terhadap Imam Hussain, cucu Nabi Muhammad yang meninggal pada saat Perang Karbala.
      Peristiwa pembantaian Hussain, cucu Nabi Muhammad di Padang Karbala, oleh pasukan Yazid bin Muawiyah dari dinasti Ummayah, merupakan renungan sejarah yang mendalam bagi umat muslim se dunia.
       
       
       
      “Malam minggu kelabu†mungkin itu sebutan yang cocok untuk kami berenam sekawan saat itu. Ini bukan kisah tentang pria-pria yang galau karena memperjuangkan wanita, tapi ini merupakan sedikit cerita tentang perjuangan mati-matian demi memburu sebuah foto. Normalnya untuk menuju Kota Pariaman dari Kota Padang hanya memakan waktu sekitar 1 jam, tapi kami harus menghabiskan waktu dalam perjalanan selama empat setengah jam untuk sampai ke Pariaman. Ditengah perjalanan mobil yang kami gunakan mengalami kerusakan dan kami pun harus menepi. Setelah diperiksa ternyata rusaknya memang sedikit parah yang berakibat kemungkinan kami tidak bisa meneruskan perjalanan.
      “Kama ka dicari bengke malam mode iko ko†keluh sang kawan pemilik mobil tersebut. Hari sudah memasuki tengah malam dan tentunya bengkel-bengkel yang ada telah tutup, dan jalanan juga sangat sepi. Hujan setengah lebat terus turun membasahi apapun yang ada dibawah mereka dan kami pun tetap sibuk mengotak-atik mencari tau bagaimana supaya mobil ini bisa digunakan kembali. Sibuk ini itu tak kunjung mendapatkan cara atau solusi, kami memutuskan untuk mendorong mobil bersama-sama berharap ada bengkel yang masih buka di depan sana ataupun ada orang yang rela membantu. Dua puluh menit mendorong tak ada pertanda kami akan mendapatkan bantuan. Hujan pun semakin terasa membasahi badan dan kami pun segera untuk menepi kembali, berteduh dan santai sejenak di salah satu bangunan kosong yang masih dalam pembangunan.

      Sambil bersantai muncul lah ide untuk meminta tolong untuk menderek mobil kepada setiap mobil-mobil yang lewat. “Lai mulus paho tu†gurauan seorang kawan berbadan agak kurus, mencoba menghibur suasana.
      Dua jam sudah mencoba memberi kode ke setiap mobil yang lewat, tapi tak kunjung ada yang mau berhenti dan memberikan bantuan. Kami sempat sedikit putus asa tapi akan terus diusahakan sampai bisa mendapatkan bantuan. Saya pun memaklumi karena sudah tengah malam dan orang-orang pun pasti ragu untuk berhenti.
      Terdengar bunyi gas mini truk melambat, saya pun berlari menuju truk tersebut. “Permisi pak, kami nio ka pariaman tapi oto kami mogok, bisa wak mintak tolong menderek oto kami ka pariaman pak?â€. Saya bertanya kepada sopir truk tersebut. Dan ternyata bapak itu tidak bisa membantu karena tidak memiliki tali untuk menderek. Tak lama setelah itu, saya tetap berusaha dengan cara itu dan kembali ada mobil yang berhenti. Kali ini mobil kiriman paket yang akan menuju ke Pasaman, dan saya segera  menghampirinya.
      Pertanyaan yang sama saya lontarkan kepada sopir mobil itu, dan syukur Alhamdulillah bapak ini memiliki tali dan dengan senang hati mau membantu. Lelah bercampur gembira setalah kami sampai di Pariaman sekitar pukul 04.00 wib.
       
        
      Beberapa minggu sebelum pelaksanaan upacara Tabuik, warga kota Pariaman sudah menyibukkan diri untuk persiapan.  Dan ada juga warga yang menjalankan ritual-ritual khusus.
      Tabuik juga dinamakan untuk benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah yaitu, Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang yang terbuat dari bambu dan kayu. Bentuknya berupa binatang berkepala manusia, berbadan kuda dan bersayap. Bagi umatIslam, binatang ini disebut Buraq. Tinggi tabuik itu sekitar 15m dan kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna-warna lainnya.
      Saat waktunya tiba, Tabuik mulai dihoyak  dan pesta budaya akan dimulai. Satu Tabuik diangkat oleh para crew yang jumlahnya mencapai 20-30 orang. Sekelompok orang yang memakai busana tradisional membawa alat music berupa aneka gendang, ikut serta memeriahkan pesta budaya tersebut. Sesekali, alunan musik gendang berhenti dan beberapa orang memainkan silat Minang yang biasanya untuk menyambut kedatangan para tamu-tamu undangan.
      Hari memasuki sore arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan akan dibuang ke laut. Menurut kepercayaan bahwa dibuangnyaTabuik ini ke laut dapat membuang sial.
       
      Perbandingan upacara Tabuik yang digelar pada saat sekarang ini memang berbeda dengan upacara yang digelar beberapa puluh tahun yang lalu. Saat itu, Tabuik dibuat oleh dua kelompok warga dari kubu yang berbeda dan prosesnya pun dengan baku hantam para warga dari kedua kubu tersebut.
      Saat sekarang tradisi kekerasan yang ada pada Tabuik itu telah dihilangkan. Upacara ini lebih diarahkan kepada penampilan-penampilan seni budaya yang menarik dan bisa dinikmati oleh para wisatawan lokal maupun asing.
       
       
       
      Pada zaman sekarang memang banyak kebudayaan luar yang masuk ke Negara Indonesia, dan menghilangkan budaya-budaya asli Indonesia. Tapi tidak semua kebudayaan di Indonesia bisa dihilangkan begitu saja oleh budaya luar, salah satunya yaitu budaya Tabuik Pariaman ini. Budaya ini akan diselenggarakan terus secara turun-menurun.
      Dan percayakan bahwa kita semua yakin untuk bisa menjaga dan melestarikan setiap kebudayaan-kebudayaan asli yang ada di negeri kita ini.
       

       
      Sekian,
      Muhammad Hidayat