Sign in to follow this  
bilabilu

pacu jalur: dragon boat a la Riau

2 posts in this topic

provinsi Riau terkenal dengan banyak sungai yang mengalir. dari sungai siak, kampar, kuantan, dan banyak lagi. kalo naik pesawat dan mau mendarat di bandara sultan syarif qasim, biasanya kita bisa lihat pemandangan hutan hijau yang dialiri suangai yang berkelok kelok.

maka kebudayaan yang melekat pada masyarakat Riau daratan adalah kebudayaan air dan peri kehidupan di sekita aliran sunai.

salah satu perwujudan yang [aling identik adalah dengan bentuk bentuk sampan yang khas. salah satnya bernama "jalur".

agenda pacu jalur, adalah agenda yang wajib diselenggarakan arena ini sudah menjadi agenda nasional. jalur adalah sampan panjang yang di gerakkan oleh beberapa orang. secara internasional lebih dikenal dengan dragon boat.

jadi kalo tertarik dengan "pacu jalur" silahkan berkunjung ke daerah Taluk kuantan, lebih kurang 3 jam dari Pekanbaru pada hari Lebaran Idul Fitri atau pada perayaan kemerdekaan republik indonesia. even ini sudah dilaksanakan bertaraf internasional, maka pesertanya pun bisa dari negara lain.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah, sampe ada lomba tradisional yang diikuti oleh negara lain.

sepertinya bagus.

tapi, saya baru mendengar lomba itu.

bisa di tambah dengan foto2xnya...?

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By marioboros
      Taman Nasional Tesso Nilo ,merupakan sebuah taman nasional yang berada di Provinsi Riau. Taman nasional dengan luas 38.576 hektar ini sudah diresmikan sejak 19 Juli 2004. Terdapat sekitar 360 jenis flora yang masuk dalam golongan 165 marga serta 57 suku, 23 jenis mamalia, 107 jenis burung, 50 jenis ikan, 3 jenis primata, 18 jenis amfibia, dan juga 15 jenis reptilia. Tesso Nio sendiri juga merupakan salah satu hutan dataran rendah yang dijadikan sebagai tempat tinggal 60 hingga 80 ekor gajah.







      Wisata pengamatan satwa dan flora



      Pemantauan kehidupan liar satwa dan flora menjadi sebuah hal yang menarik dari Tesso Nilo. Terdapat beberapa trek ekowisata yang difokuskan ke dalam pemantauan kehidupan liar ini, termasuk pada penggunaan pompong (perahu kecil) untuk melewati sungai. Pengamatan burung atau birding sendiri dilakukan di trek Lubuk Nalai, Kuala Napu serta Trek Sawan. Primata seperti halnya siamang, kera ekor panjang, serta wau wau juga banyak dijumpai di kawasan Sungai Nilo serta Lubuk Balai. Berada di lokasi trek ini Anda dapat menjumpai jejak-jejak dari gajah, beruang, tapir, hingga harimau Sumatera.



      Wisata paling menarik






      Salah satu kegiatan ekowisata dari Taman Nasional Tesso Nilo yang paling menarik serta cukup menantang bagi para wisatawan, yaitu observasi Harimau menggunakan Camera Trap atau jebakan kamera. Tujuan dari observasi ini antara lain untuk mendapatkan gambar dari Harimau Sumatera serta berbagai satwa lainnya yang akan tertangkap oleh kamera setelah kamera terpasang.
    • By enrymazni
      nah mau share info, bagi teman teman yang lagi berkunjung ke pekanbaru riau, bisa coba ne treking hutan dengan gajah di pusat latih gajah riau, seru banget loh... PLG berada lebih kurang 1 jam an dari kota pekanbaru yaitu daerah minas, untuk biaya treking nya 150.000/orang dengan lama treking sekitar 1 jam... jangan lupa mampir ya menikmati salah satu wisata riau.
    • By Usman KualaSimpang
      Sapat, adalah sebuah desa yang merupakan Ibukota kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri HIlir, Provinsi Riau. Sapat terletak di sebuah pulau yang bernama Pulau Mas. Aku terlahir di desa kecil ini. Desa yang berada persis di tepian Sungai Indragiri, sebagai jalur utama transportasi perairan antara satu desa ke desa lainnya, atau menuju ke kota-kota yang lebih besar. Untuk mencapai desa ini, dari Tembilahan sebagai ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, 
       
      kita harus menggunakan speed boat kecil bermesin 40pk yang disebut “bot pancongâ€, speed boat besar bermesin 400pk yang disebut “bot ganal†atau perahu bermesin yang disebut “Pompongâ€. Sebagian masyarakat bahkan rela mendayung sampan selama berjam-jam untuk bepergian dari satu desa ke desa lain, seperti yang pernah dilakukan aku dan almarhum ayahku.
       
      Sungai Indragiri dipengaruhi oleh pasang surut yang diakibatkan oleh gaya Gravitasi Bulan, sehingga setiap kali bulan purnama, artinya air pasang mencapai puncaknya. Seringkali, ketika air pasang dalam, atau dalam istilah setempat disebut sebagai “Banyu Pasang 30″ hampir seluruh bagian desa Sapat tenggelam oleh air sampai sebatas lutut. Sehingga membatasi aktifitas warga untuk melakukan kegiatan sehari hari. Rumah-rumah warga dibangun dengan menggunakan pondasi kayu, seperti kayu ulin, dedaru, bakau atau penyirih. Hampur kesemua jenis kayu itu merupakan kayu yang tahan terhadap air. Tinggi bangunan rumah, pada sebagian kawasan bisa mencapai hampir 12 meter. Hal itu untuk mengantisipasi pasang surutnya air laut.


       
      Tak Jauh dari Desa Sapat, terdapat satu Desa Hidayat, yang tekenal dengan salah satu Tokoh ulama pada masa lampau yaitu Syekh Abdurrahman Siddiq, yang hingga kini makam nya banyak diziarahi oleh orang-orang dari berbagai tempat. Bahkan sebagian penziarah berasal dari negeri yang sangat jauh atau dari luar negeri.
       

       
      Mata Pencaharian masyarakat desa Sapat sehari-hari adalah didominasi oleh aktifitas Berkebun kelapa, Berladang, Nelayan, dan sisanya adalah guru atau PNS. Dulu, sebelum 1990an, Sapat terkenal akan kualitas olahan kopra yang terbuat dari buah kelapa yang di panggang, yang dijadikan bahan baku untuk membuat minyak goreng. Sebuah Pabrik Kopra PT.Unas Bahagia, sempat menjadi penopang ekonomi utama masyarakat desa. Tapi semenjak pabrik itu bangkrut, Sapat menjadi salah satu desa yang tertinggal dalam perkembangan ekonomi.
       
      Pada era 1980 – 1990an, di sapat masih sering terlihat Harimau, babi hutan, beruang, atau bahkan buaya pada muara-muara sungai. Merupakan berita yang sering terdengar ketika ada informasi tentang warga desa yang menjadi korban serangan harimau, beruang, atau lenyap disambar buaya saat mandi ditepi sungai. Ketika berumur 10an tahun, aku masih sempat beberapa kali melihat seekor harimau sumatera yang tertangkap dan tewas dengan sebuah lubang tombak diperutnya. Tubuh kaku harimau tersebut diseret dengan tenaga luar biasa oleh Seorang pemburu terkenal asal desaku ; Busu Unus, menyampaikan bahwa harimau tersebut yang menerkam seorang korbannya jauh didalam hutan pada saat mencari kayu. Busu Unus menangkap dan membunuh harimau tersebut seorang diri. Beliau adalah seorang pawang. Tidak pernah mengusik alam dan isinya, kecuali jika salah satu penduduk desa menjadi korban dari harimau yang mengamuk. Lama sesudah peristiwa itu, aku meyakini, bahwa harimau yang terbunuh di tangan Busu Unus adalah harimau Sumatera, hewan yang dilindungi dan terancam punah.
       
      Hal yang sama juga terjadi dengan penduduk yang tinggal persis di tepian sungai. Seringkali aku mendengar tentang penduduk yang hilang, tewas, atau terluka parah karena serangan buaya. Padahal, ketika tumbuh besar didesa tersebut, aku dan kawan-kawan selalu mandi di Sungai. Tidak peduli dengan peringatan orang-orang tua tentang serangan buaya. Entahlah, ketika teringat semua masa kecilku aku hanya bisa berucap Syukur masih mendapat lindungan dari Allah SWT.
       
      Sapat adalah desa yang memiliki keberagaman budaya dan bahasa. Riau adalah kawasan yang mayoritas menggunakan bahasa asli melayu, dengan berbagai variasinya. Begitu juga dengan bahasa minang, juga dengan berbagai variasinya. Sebagian lain menggunakan bahas orang laut, melayu lajau, atau melayu tingkat tinggi seperti yang dipergunakan oleh orang-orang bangsawan melayu.
       
      Di Sapat, bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Banjar. Sama dengan bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat kalimantan Selatan. Tidak ada perbedaan signifikan antara bahasa yang kami pergunakan, dengan bahasa Banjar asli pulau Borneo. Menurut cerita tetua desa, ini disebabkan karena nenek moyang kami berasal dari kalimantan. Mereka bermigrasi sejak ratusan tahun lalu, bermukim di kawasan pedalaman melayu, dan berbaur menjadi satu bersama masyarakat setempat.
       
      Mereka kemudian menyebar kebeberapa kawasan, hingga hampir se-kabupaten Indragiri Hilir. Pembauran budaya ini, memberikan warna tersendiri terhadap perkembangan budaya masyarakat melayu secara keseluruhan. Masyarakat sekitaran Sapat khususnya, dan Kabupaten Indragiri Hilir mampu berkomunikasi dalam beberapa bahasa diantaranya Banjar, Melayu, Minang, Orang Laut, Bugis dan beberapa bahasa khas melayu lainnya. Akupun begitu. Ayahku yang asli Bangkinang, melayu Pekanbaru, dan Ibuku yang asli Sapat, membuatku harus mampu berbicara dalam berbagai macam bahasa sumatera dengan dialek yang berbeda-beda. alhamdulillah..
       
      Sumatera. Sapat adalah satu titik kecil yang jarak mendapat perhatian ketika kita melihat Sumatera secara keseluruhan. Sapat mungkin tidak memberikan kontribusi penting apapun terhadap Sumatera secara keseluruhan, tapi yang jelas, Sapat telah memberikan warna dan sisi tersendiri dari Sumatera, sehingga ketika berkunjung ke Sumatera, Sapat jelas merupakan salah satu bagiannya.
       

      Sumatera ; Jelajah bhÅ«mi mÄlayu
      u/k
    • By putrakelana
      Danau Koto Panjang di Kampar [Riau] merupakan danau buatan manusia yang terbentuk akibat pembendungan sungai Kampar untuk proyekPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

      Sejak dam bendungan mulai berfungsi di tahun 1996, air sungai Kampar di bagian hulu (XIII Koto Kampar) pasang secara drastis sehingga membentuk genangan danau bercelah-celah bukit.

      Danau yang terbentuk begitu luas dan indah. Puncak-puncak bukit yang tidak terjangkau rendaman air menjadi gugusan pulau-pulau kecil yang menghijau. Beberapa penduduk setempat memanfaatkannya sebagai lahan kebun.

      Kalau anda melakukan perjalanan dari Riau menuju Sumatera Barat atau sebaliknya, anda akan melewati sebagian sisi danau ini, khususnya di bagian hulu yang sudah dibangun jembatan yang menghubungkan dua provinsi.

      Namun, jika anda berkesempatan masuk menyusuri danau ini, pemandangan yang lebih indah dan menakjubkan akan menyejukkan mata anda. Riak air nan jernih berpadu dengan pemandangan bukit-bukit nan menghijau menciptakan panorama alam yang amat indah.

      Sayangnya, keindahan danau ini belum tergali sepenuhnya dan belum dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai aset yang berharga.

      Berikut beberapa foto yang menunjukkan keindahan danau Koto Panjang: SUMBER
       

       

       

       

       
       
      SUMBER
    • By Maha Lumbanraja
      salam kenal semuanya... nama saya MAHA, dari RIAU, untuk sementara masih berjalan2 menaklukkan kampung halaman,..... TOBA, TAPANULI, hingga sumatra TIMUR...... kemaren2 ini baru saja mengerti mengenai sumbar.. mohon ulasan nya disini.. tq
       
    • By Silverline
      Indonesia, segala puji sukur banget gue bisa lahir di negara ini. negara dengan sejuata keindahan dan sejuta keunikan.

      masih inget dengan thread gua tentang RESTROOM CULTURAL PARK? coba cek disini, unik bukan? Indonesia pun gak mau kalah unik, bukan taman lagi yang menggunakan kata toilet, bahkan kelurahan

      tersebutlah satu nama yang menggunakan kata JAMBAN, yaitu kelurahan AIR Jamban, percaya gak percaya, cek aja ni buktinya:


      lokasinya di Dumai salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Riau. Jaraknya gak terlalu jauh dari Pekanbaru. Apa yang bisa dilihat disana? Sori aja kalo lu pada berharap ketemu jamban disana, karena sama sekali gak ada jamban disana, gak seperti taman toilet di Korea itu.

      Kelurahan Air Jamban, merupakan salah satu tempat untuk bisa bertemu langsung dengan harimau sumatra yang hampir punah. bahkan dengan jarak 1 meter dan dalam waktu yang gak disangka sangka. ini setidaknya
      pengakuan seorang warga, baca aja disini selengkapnya.

      unik bukan? UNIKNYA INDONESIAKU dan gua bangga dengan itu
    • By praspraspras
      Kenapa saya bilang turut campur? tau gak alesannya?

      yang pasti bukan karena istana siak ikut berperang ke wilayah jakarta, atau wilayah lainnya. yang pasti kesultanan siak gak mengirimkan orang orangnya untuk mengangkat bambu runcing.

      alasan utama kenapa saya bilang turut campur karena kesultanan siak adalah salah satu kesultanan yang lebih merelakan kesultanannya dibawah bendera republik indonesia. saat itu, sultan terakhir Sultan Syarif Qasim II memberikan sebagian besar hartanya kepada Presiden Soekarno untuk kemerdekaan Indonesia dan mengibarkan bendera Merah Putih di istananya mendandakan Sultan memberikan wilayahnya ke Indonesia

      Nah, dari semua harta yang sebagian besar disumbangin, satu satunya peninggalan dari kesultanan Siak yang masih bisa dilihat sampai sekarang di Kabupaten Siak, Riau ini adalah istana dan segala diorama yang ada di dalamnya.
      Satu hal tambahan yang membuat istana ini spesial adalah pemutar musik yang cuma ada 2 di dunia yang bernama komet

      1. Sejarah Berdirinya Istana Siak

      Istana Siak berdiri pada tahun 1889. Walau kesultanan Siak sudah ada sebelum 1827, kesultanan siak baru bertempat di Siak pada tahun 1827. dan baru pada masa pemerintahan sultan ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin yang menjabat pada tahun 1889 sampai 1908 istana ini dibangun.
      Secara arsitektur, istana siak dibangun dengan konsep melayu, arab dan eropa (khususnya belanda). arab diambil dari nuansa islami, melayu diambil dari kawasan tempat berdirinya istana dan eropa karena pengaruh kerajaan belanda saat sultan berkunjung ke eropa sebelum masa pembangunan.
      Secara fisik, istana ini tidak ada yang berubah hingga sekarang





      2. Arsitektur ruangan istana siak

      Istana siak terdiri dari 2 lantai. yang masing masing diperuntukkan sesuai fungsinya. Lantai 1 digunakan untuk jamuan tamu, ruangan sidang, dan pertemuan sedangkan lantai 2 untuk peristirahatan. lantai 1 dan 2 dihubungkan dengan tangga yang berbentuk melingkar khas eropa





      3. lokasi

      istana siak terletak di kabupaten siak (1999) yang berada sekitar 200 kilometer dari ibukota Riau Pekanbaru. Mengunjungi istana siak bisa ditempuh melalui jalur air ataupun darat melewati kecamatan tualang dan minas yang berada pada area pemerintahan kabupaten siak. butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk bisa sampai ke siak dengan melewati jalur darat



      sebelumnya, walau ditempuh lewat darat dari Pekanbaru, untuk bisa mengunjungi istana siak harus dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan feri ataupun perahu sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. namun sejak jembatan baru kabupaten siak dibangun, maka waktu tempuh darat bisa menjadi hanya 3 jam



      4. Peninggalan

      selain mahkota dan uang sejumlah 10 juta poundsterling yang diberikan sultan ke indonesia, masih ada lagi peninggalan lainnya seperti:
      - komet, alat musik pemberian dari ratu belanda (atau inggris, saya lupa)
      - singgasana sultan yang berbalut emas
      - alat masak, alat makan, dan lainnya
      - bangunan bangunan lain yang masih digunakan keturunan kerabat sultan (SSQ ii tidak memiliki keturunan)


      berikut beberapa galeri istana siak, diambil dari google (ntar yang koleksi pribadi belakangan deh, males upload )