Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Gulali56

Ke Johor Premium Outlet Dari Queen Street Bus Terminal

Recommended Posts

Libur lebaran thn ini saya dan kedua kakak perempuan saya memutuskan ke Singapura untuk mengisi cuti ‘paksa’ bersama via Batam. Kenapa via Batam? Karena libur terlalu panjang, tiket direct CGK-SIN terlalu mahal,dan kebetulan kami masih punya keluarga dekat disana sehingga bisa sekalian silaturahmi.

 

Berhubung Singapura menurut kami terlalu mahal untuk berbelanja dengan kurs Rp 9,400-9,600 terhadap SGD, maka kami memutuskan untuk ‘hanya’ berbelanja di Johor Bahru (JB). Di Singapura sekedar mengunjungi new icon seperti Garden By The Bay dan SEA Aquarium.

Karena shuttle bus ke Johor Premium Outlet (JPO) paling pagi adalah jam 9 pagi (interval 2jam), kami memutuskan mengambil shuttle yang jam 11pagi dari JB Sentral.

Karena kami menginap di Geylang area yang mayan jauh dari MRT Stasiun, maka saya memutuskan untuk menjajal kemampuan naik bis dari dekat hotel.

 

Kalau browsing2 ‘How to go to Johor Bahru from Singapore’ rata-rata akan merekomen naik bus dari MRT Kranji (red line).

Karena sebelumnya saya pernah ke JB via Kranji, dan kami masih punya banyak waktu, maka saya memutuskan mencoba via Bus Terminal di Queen street dekat MRT Bugis (green Line) yang searah dengan jalur Aljunied MRT (dekat Geylang).Berbekal aplikasi android ‘SG maps/Street directory SG’ dan ‘MyTransport Singapore’ plus Singtel simcard. Maka dicobalah alternative ini.

 

Ternyata Queen Street Bus Terminal ini mayan berbelok-belok dari Bugis MRT, karena kami semua buta arah dan gak bisa baca peta. Saya putuskan ke halte bis terdekat dari Bugis Junction di Rochor Road yang dari SG map dibilangnya kelewatan oleh bis-bis yang menuju Johor.

Sebenarnya di Queen Street Bus Terminal ini ada 3 pilihan bus yang menuju ke JB,yaitu: Causeway Link Express (CW2) si bus kuning yang ada lambang smiley nya, SBS bus Transit no.170 dan Singapore-Johor Express Service.

 

Ini adalah kesalahan pertama saya, karena malas jalan kaki ke bus terminal , maka menunggulah saya di halte bus umum biasa yang ternyata yang berhenti hanyalah si bus no.170. Sisi bagusnya bis SBS ini adalah bisa pakai EzLink card, tinggal tap di mesin. Plus paling murah dari 3 opsi bis ke JB Cuma S$2.10 sedangkan yang lain S$2.40. Tapi si #170 ini adalah public bus yang tiap 500 meter berhenti disetiap halte bus rutenya sepanjang menuju SG custom di Woodlands. Walhasil perjalanan di bis memakan waktu sejam utk sampai di Woodlands, clearing imigrasi di SG , lanjut cari bis lanjutan ke JB sentral memakan waktu ½ jam sendiri. Walhasil berangkat jam 8.30 pagi dari Geylang, sampai JB sentral 11 kurang 20menit.  Asli deh , males jalan kaki dan hemat 30sen yang paling percuma buat saya.

Untungnya,masih ada untung, ini bukan weekend,sehingga jalan ke Woodlands Checkpoint tidak macet, dan yang menanti bis lanjutan #170 dan #160 di Woodlands tidak banyak.

 

Eh kok ada #160 ? Jadi begini, untuk ke JB Malaysia, ada jalan semacam tol yang namanya Woodlands di Woodlands ini ada Custom nya SG, disini yang naik bis antar Negara ini harus turun untuk cap paspor sebagai tanda exit dari Negara Singapore. Jadi kita turun dari bis kita, rame-rame naik ke imigrasi lantai 2, cap cap sama petugasnya, terus turun lagi ke lantai dasar untuk lanjut naik bis. Bingung? Percayalah ikuti orang-orang yg berjalan cepat didepan kalian.

Nah dari Woodlands checkpoint ini tujuan berikutnya HANYA dan pasti ke JB Sentral / CIQ/ Custom Immigration Quarantine/ Imigrasinya Malaysia. Ibaratnya kita ditengah-tengah zona internasional,udah keluar SG tp belum resmi masuk Malaysia.

 

Maka dari itu, pemilihan bis awal itu penting. Operator Bus SBS SG-JB Cuma punya 2 bus, #160 dan #170. Bus #160 itu dari Jurong East. Coba aja buka Streetdirectory.com/sg -klik lambang halte bis di MRT Kranji –klik bis #160 maka akan muncul lajur yang dilewati bis #160.

 

Kalau pakai bus Operator Causeway Link dari Woodlands checkpoint ke JB Sentral (atau sebaliknya) ada 3 opsi: CW1, CW2 dan CW5.

Buat yang bayar cash atau tidak punya Ezlink, akan diberi karcis yang harus disimpan, untuk ditunjukan apabila melanjutkan perjalanan dengan bis dengan operator yang sama.Mau naik operator lain? Ya bayar lagi nantinya.

 

Di CIQ Malaysia, selepas cap cap paspor , ikutilah orang-orang ke arah kiri,menuju JB Sentral. Karena pikiran mau naik bis saya pede lurus turun ke Lt dasar yang ternyata perhentian bus khusus antar kota Malaysia. Untung masih dibolehin naik lagi keatas walau tulisannya “no entrance†semua.

 

post-11144-0-75125500-1407138710_thumb.j

 

Jadi dari imigrasi building Malaysia ini ada jembatan yang menghubungkan ke City Square mall. Pas sebelum masuk mall,ada tulisan “perhentian bus†ke kiri bawah,turun escalator. Cari platform 2 untuk shuttle Bus JPO1. Bayar RM 4.5 ke supirnya dan dikasi tiket. Kalau ada rencana sambung ke Larkin Terminal setelah dari JPO silahkan simpan tiketnya untuk dipergunakan kembali.

post-11144-0-63628400-1407138648_thumb.j post-11144-0-35836200-1407138672_thumb.j

Bus nya asli tepat waktu. Jam 11 pagi berangkat ya langsung cabut. Mungkin karena bus juga sudah hampir penuh juga.Perjalanan dari JB sentral ke JPO memakan waktu 45menit kondisi jalanan lancar.

JPO atau Johor Premium Outlet ini mengingatkan saya seperti Cihampelas walk.Tapi kalau JPO ini adalah deretan toko-toko bermerek. Kalau masuk dari gerbang utama, yang akan dilihat pertama kali adalah information service dan foodcourt. Karena kami belum makan dari pagi, kami langsung makan siang disini.Harga relative murah daripada di SG, menu hotpot cuma RM 7 bandingkan dengan SG yang SGD 7.Angka sih sama..nilainya 2x lipat.Menu nasi goreng bisa RM 5 atau setara Rp 19,000.Murahlah itungannya.Tapi soal rasa, well so-so lah. Hot pot saya sih mayan,ketimbang yang saya beli di SG.

 

Karena sesampai di JB sentral tadi serba terburu-buru, saya akhirnya menukar SGD ke RM di Maybank counter di JPO, satu-satunya bank di JPO. Nilai tukarnya 1 SGD = RM 2.51.Tanya-tanya di outlet, apakah mereka terima SGD juga, mereka bilang terima tapi dengan kurs yang 2.40 atau lebih jelek.Jadi lebih mendingan langsung tuker di Bank.

Kalau liat dari tripadvisor atau forum-forum review lainnya,akan banyak yang bilang JPO ini gak worth it, tetep mahal.Terus terang sih saya bingung aja sih pola pikirnya bagaimana. Rata-rata brand di JPO ini adalah brand dari Amerika dan Eropa .Mau dibandingkan dengan apa nih murahnya.Barang-barang di JPO adalah outdated atau barang season yang lalu-lalu. Saya pribadi bukan pemakai barang-barang premium, masih belum mampu soalnya. Tapi untuk merek seperti Coach, Michael Kors dan Kate Spade saya sedikit banyak taulah harganya. Suka cek cek juga ke shopping online maupun toko-toko diluar outlet resmi yang jual harga miring.

 

Nah harga di JPO ini ternyata..eng ing eng… sama aja tuh sama toko non resmi/shopping online . Cuma beda 50rb-100rb lebih murah. Bedanya mungkin bisa langsung pegang barangnya, pilihan sedikit lebih banyak dan keyakinan 100% asli. Jadi misalnya di toko langganan saya di Jakarta , dompet Kate Spade itu 1,3juta nah di JPO adalah Rp 1,245juta (kurs Rp 3,800/1RM).Sebagai stalker Kate Spade, sepet sih terus terang. Mana model yang saya mau juga tidak ada.

Kalau mau berasa miring harganya, ya carilah outlet brand dari lokal Malaysia lah, seperti Vincci, Paldini, Bonia, Sembonia. 1 1/2 tahun lalu saya pernah beli sepatu Sembonia dengan harga sekitar 400ribuan di KLIA airport. Di JPO saya lihat harganya RM 29 atau Rp 110rb.Murah khan. Untung udh somplak tuh sepatu. Jadi gak sampai elus dada liat harganya.

 

Di Outlet Paldini: ada kemeja kantor pria & wanita seharga RM 8, walau kualitas mirip kemeja di ITC Ambas. Kaos-kaos t-shirt yang tipis kayak bahan organic itu seharga RM 13.

 

Di Vincci: sandal jepit mulai dari RM 8. Jam tangan RM 50 dapat 2.

post-11144-0-06286300-1407138701_thumb.j

Victoria Secret: traveling package dari RM 135 jadi RM 67.5. Nyesel banget gak beli. Pikir-pikir lucu juga buat traveling cantik.

 

Saya sempet juga beli wewangian di Beauty Scents, Anna Sui 50ml seharga RM 80.

Akhirnya dari start 11.45 , makan 20menit, kita baru memutuskan pulang jam 5sore, ambil shuttle jam 5.30. Nyaris tidak kebagian gara-gara kakak masih balik lagi beli parfum yang terletak di lt.2 dan beli Starbucks RM 15 untuk rasa Tiramisu Choco Chip sehingga sampai halte bus jam 5.20. Bis nya pas datang jam 5.22 dan langsung penuh dan tanpa menanti jam 5.30 seperti jadwalnya langsung meninggalkan JPO jam  5.25. Gilingan! Nyaris harus naik taxi argo borongan kalau telat sedikit lagi.

 

Perjalanan pulang ke JB sentral memakan waktu +/- 70menit karena ternyata bis merangkap bis umum , berhenti di beberapa halte untuk menaikan penumpang.

 

Di JB sentral kami masih makan di food court di City square mall yang konsepnya seperti Eat&Eat ,harus beli kartu yang full refundable sebagai alat pembayaran. Akhirnya setelah makan malam, ‘pusing-pusing’ ke Watson , mampir di Starbucks lagi lalu balik ke CIQ /Malaysian Custom jam 8malam.

 

Kali ini kami memutuskan naik Causeway Link untuk arah balik.Ternyata tidak bisa pakai Ezlink. Bayar RM 1 ke supir. Entah kenapa baik bus CW maupun SBS malam itu jarang sekali. Antrian di CW sampai mengular. Bahkan saat melihat SBS #170 yang terletak di perhentian ujung terminal,sempat tergoda untuk loncat pagar dan pindah antrian.

Kelihatannya kesalahan ke-2 kami adalah ketika kami akhirnya sampai Woodlands checkpoint dan harus menyambung bis CW yang sesuai jurusan. Kami salah ambil antrian. Semestinya antri di CW1 ke MRT Kranji malah ke CW2 yang menuju ke Queenstreet Bus Terminal, padahal kami harus cepat-cepat sebelum mencapai train terakhir jam 11.45malam.

 

Ternyata CW2 ini cukup cepat. Karena tidak seperti #170 bis ini tidak pakai berhenti-henti, langsung dari Woodsland Checkpoint ke QueenStreet ditempuh dalam waktu 35menit saja.Jadi setelah tanpa browse,tapi mengandalkan petunjuk arah MRT dari bus terminal akhirnya sampai juga ke MRT Bugis. Pas jam 11.30. Alhamdulillah. Capeknya luar biasa.

 

Esoknya kami menonton di lokal tv, kalau memang ada beberapa demo bus di Woodlands Checkpoint sehingga banyak penumpang terlantar . Pantesan jumlah bis Cuma sedikit.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Gulali56 saya tinggal di sg tp belom pernah ke JB haha... bagus sih kata temen2, enak jg buat weekend gateaway.  Nanti saya coba deh hehe.. dulu pernah lewat JB buat ke genting aja sih

 

batam asik tuh, saya juga pernah tinggal di batam sekitar 7 bulan. Enak sih, kotanya ga terllalu kecil , ga terlalu besar, ideal jg buat tinggal :)

 

 

Iya abis demo tuh mereka hahaha.. checkpoint jadi mampet total

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Jalan2 weekend gateway kyknya enakan ke batam kali ya yg byk spa (cewe bgt) :P  terus seafood yg fresh tapi murmer (ada ikan pari sama ikan soba segede2 lengan)..cuma jeleknya batam, kemana2 hrs naik taxi yg gak pake argo /rent mobil

 

@deffa hehehe  :blush:  rasanya kurang sreg kalo traveling gak pake belanja. Apadaya singapore udh selesai sale nya, makanya ke Johor yg lbh reasonable hrgnya. Kalau soal kuliner IMO masakan Sg maupun Malay masih dibwh indonesia rasanya. Hambar melulu. Nasib di indo terbiasa overdose vetsin dan gula :bete

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa saya sih gak kuat pedes. Tp masakan thai walau asem pedes gitu tetep enak sih ya seger,beda bgt dgn resto thai di indo.

kalau kuliner ,so far yg cocok dilidah itu masakan di vietnam. Serba kuah bening dan sayur :D

 

@kembali untungnya saya laperan gt orangnya.Enak gak enak tetep abis.. kecuali pedes :P

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jpo menjadi list favorit yg wajib saya kunjungi kalo ke sg,,ga tau yaa ga pernah ada kata bosen kesana (maklum wanita 😅)..

Kalo ke johor selalu dan selalu ga pernah terlewat beli rujak buah yg di depan kfc,mau pergi atau pulang ke sg selalu beli itu rujak,bumbunya enak bangeeeeetttt!! Must try 😜..

Ke jpo paling seneng beli vincci buat oleh2,iya kan dr pd beli di sg yg mahal2 hihihihi..

Tapi di jpo itu sometimes suka 70% loh salenya,kmrn dpt tas coach yg jauh harganya dibanding di onlineshop..syenangnyaaaa..

Oh iya kalo pas malam enak makan sup tulang di samping hotel citrus :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Jpo menjadi list favorit yg wajib saya kunjungi kalo ke sg,,ga tau yaa ga pernah ada kata bosen kesana (maklum wanita )..

Kalo ke johor selalu dan selalu ga pernah terlewat beli rujak buah yg di depan kfc,mau pergi atau pulang ke sg selalu beli itu rujak,bumbunya enak bangeeeeetttt!! Must try ..

Ke jpo paling seneng beli vincci buat oleh2,iya kan dr pd beli di sg yg mahal2 hihihihi..

Tapi di jpo itu sometimes suka 70% loh salenya,kmrn dpt tas coach yg jauh harganya dibanding di onlineshop..syenangnyaaaa..

Oh iya kalo pas malam enak makan sup tulang di samping hotel citrus :)

mungkin hanya wanita yang mengerti nikmat nya jalan2 shopping hehehe :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Halte bus yang terdekat dengan Queen Street terminal apa ya mba/mas?

 

Jaga2, sapa tau nekaaat naik public bus ke JB dengan 3 krucils dan 1 bag ukuran gede hihihi

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa @yences wah ada apa nih :)

mnrt saya sih ya.. kecuali nginep diseputaran Bugis area, rute ini kurang recommended lho mba , lama bgt di bis nya bisa 2jam-an sendiri. Saya aja ampe mual dijln, apalagi bawa krucil.

Kecuali naik CW2 yang hy berhenti di Queen street bus terminal yang agak mayan jalan kakinya dari MRT Bugis. *mnrt ukuran saya yg dikit2 naik ojek dijkt.

 

Mending via MRT Kranji aja baru sambung naik bis.

Dari MRT Station Kranji , ke Ground level bus stop. Baru naik bis #170. Ke woodlands checkpoint kurang dari 10menit (tergtg traffic).

 

Tapi monggo kalo mo nyoba dari Queen street, mayan berpetualang juga sih .Coba aja google queen street bus terminal di streetdirectory.com.sg pas ada lambang halte nya diklik. Terus klik no bis #170, nanti keluar rute yang dilewati bis #170.

http://www.streetdirectory.com/sg/queen-street-bus-terminal/30663_1.html

Share this post


Link to post
Share on other sites

  • Similar Content

    • By Daniyah Isa
      Haay, saya baru muncul lagi neeh,
      Maaf jarang-jarang main ke tempat ini, tapi kalau setiap saya jalan, dan dirasa penting untuk dibagikan sebagai petunjuk, saya akan tinggalkan jejak di web ini hehhe.
      Selain sebagai kenang-kenangan, siapa tahu, ada yang lagi cari referesi destinasi perpelancongan. Tulisan ini saya co-past dari wordpress saya, let's check this out gengss....:
      Hayhay, ini adalah kedua kalinya saya menapaki kaki di Negeri Ziran, Malaysia.
      2017 lalu, saya memilih Melaka – Kuala Lumpur untuk pelancongan pertama saya. Cerita sebelumnya bisa di click : Melancong ke Negeri Ziran (Melaka-KL 29-31 Oct 2017)
      Baiklah, kali ini saya memilih perjalanan menuju Utara Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Pulau Penang. Tulisan ini, pengalaman pribadi saya sewaktu menjelajah di sana, jadi cukup bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin menapaki kaki di negeri Ziran.
      What are we doing in Kuala Lumpur and Penang ? Let’s check it out :
      1. Hunting Foto di Icon Kuala Lumpur
      Berkunjung ke Kuala Lumpur, rasanya tidak lengkap bila tidak mengunjungi gedung iconic Menara Kembar Petronas.
      How to get there ?
      Titik terpenting untuk berpergian di Malaysia adalah KL Sentral. KL Sentral merupakan stasiun pusat dan transit terbesar di Malaysia. Untuk menuju KL Sentral, sangat mudah bila dari Bandara KLIA atau KLIA2. Kalian dapat menaiki bus dengan tarif 12RM saja, atau bisa naik kereta KLIA Ekspres dengan tarif 55RM.
      Dari KL Sentral, ambil jalur LRT dengan tujuan KLCC Stesien. Ingat, di KL Sentral harus banyak tanya ya! Karena banyak jalur kereta di KL Sentral, tidak hanya kereta lokal saja, tapi kereta ke daerah lainya, bahkan bisa menuju Thailand dan Singapore.
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ Bus (12RM) ⇒ KL Sentral
      Bandara KLIA/KLIA2 ⇒ KLIA Ekspres (55RM) ⇒ KL Sentral
      Begitu sampai di KL Sentral, kalian bisa ke Mesjid Jamek- Dataran Merdeka, Menara Petronas KLCC, Batu Caves, Bukit Bintang, Central Market.
      Untuk tujuan : Mesjid Jamek-Dataran Merdeka, Central Market, Menara Petronas KLCC, kalian bisa naik LRT arah Gombak.
      Mesjid Jamek-Dataran Merdeka KL Sentral – Mesjid Jamek by LRT
      Nampak depan Masjid Jamek, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Saya sudah dua kali ke tempat ini, untuk singgah sementara dan sholat Jama’ah pastinya. Memasuki kawasan Mesjid Jamek, baik laki-laki maupun perempuan harus dalam keadaan menutup aurat, tidak boleh berbaju ketat juga ya !
      Sebelum memasuki Mesjid kita mengisi buku tamu, dan tersedia jubah sewaan, gratis. Karena memasuki kawasan menutup aurat.
      Central Market KL Sentral – Central Market by LRT
      Pintu Masuk Central Market, Pusat Oleh-Oleh Malaysia by : @daniyahisa Area Central Market untuk Selfie by: @daniyahisa Bagi kalian yang mau belanja oleh-oleh banyak buat keluarga di rumah, sudah tak usah tenggok kanan-kiri tempat belanja mana yang akan kalian kunjungi, Central Market adalah tempat paling pas untuk berbelanja oleh-oleh dan bisa kalian tawar semurah-murahnya loh !
      Kaos bergambar icon menara kembar, pajangan rumah, hingga coklat, semua ada di sini. Tapi tetap hati-hati yaa, jangan sampai khilaf sampai lupa ongkos pulang. hehehe
      Menara Petronas KL Sentral – KLCC by LRT
      Twin Towers Petronas malam haridi Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nah, kalau ke Kuala Lumpur, Malaysia nggak lengkap rasanya kalau nggak foto di spot ini yaa ! Jadi nanti pas turun dari LRT, kalian akan berada di loby bawah sebuah Mall.
      Keluar dari lobby tersebut, menyebrang ke arah kiri, dan cobalah tenggok ke atas. Bisa terlihat Menara kembar Petronas KLCC tower menjulang tinggi. Kenapa saya minta menengok ke atas, karena sudah 2x ke tempat ini, tapi kurang yakin, gedungnya yang mana. heheheh.
      Bukit Bintang KL Sental – Bukit Bintang by Monorail
      Simpang jalan Bukit Bintang Malaysia by : @daniyahisa Monorail transportasi umum yang paling tepat menuju Bukit Bintang, jika titik awal kalian dari KL Sentral. Ada apa saja di Bukit Bintang ?
      Sungei Wang Plaza (Belanja) Jalan Alor (Kuliner) Oh iyah, untuk jalur monorail kalian harus berjalan melalui mall NU Sentral yang masih satu bangunan dalam KL Sentral. Mengapa Monorail ? Karena kalau naik LRT, harus transit dulu. Tapi kalau naik monorail, kalian tidak perlu transit, dan langsung sampai di Bukit Bintang, tepatnya di depan Sungai Wang Plaza.
      Sungei Wang Plaza by : Google Images Berbahagialah kalian para wanita, di Sungai Wang Plaza, lantai dasar, terdapat VNC dengan harga miring. Saya hanya menemukan itu sih, untuk brand lain, tidak dicari lagi. Sediakan uang, dan tenaga yaa ! bila kalian benar-benar ingin berbelanja, heheh.
      Di Sungai Wang Plaza, juga terdapat toko coklat yang bisa kalian beli dengan jumlah banyak. Tapi, saya sarankan, lebih baik beli di Central Market saja, harganya lebih bersaing.
      Kalian ingin kuliner ??? Jalan Alor tempatnya. Kalian perlu jalan sebentar untuk mencari makanan yang lebih variatif. Jalan Alor seperti pasar malam pada umumnya, pedagang mulai dari Chinese food, Thai Food, Arabian Food, atau makanan khas Melayu, semuanya ada di Jalan Alor.
      Wisata Jalan Alor by : Google Images Tempat ini ramai sekali, pedagang dan pejalan kaki harus saling berbagi, terlebih lagi kalau ada mobil yang ingin lewat.
      Mohon maaf untuk kedua tempat ini saya ambil dari Google Images, karena sangat waspada di tempat keramian. Sebelumnya sempat ketemu sesama orang Indonesia yang Passport, dan dompetnya hilang di Bukit Bintang. Waduh, jadi takut-takut gimana gitu kaan!
      Duh, hati-hati di tempat keramaian dimanapun kalian berada, tetap waspada. Jaga pasport, dompet, handphone, pokoknya barang-barang berharga.
      Batu Caves Batu Caves merupakan tempat ibadah umat Hindu keturunan India yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia.
      Pedagang di halaman Batu Caves untuk umat Hindu beribadah by : @daniyahisa Tempat ini juga merupakan objek wisata andalan para travelers. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan patung dewa berlapiskan emas, dengan bukit menjulang tinggi dibelakangnya.
      Patung Emas Iconic Batu Caves, Kuala Lumpur by : @daniyahisa Nampak dari ketinggian menuju gua di dalam Batu Caves by : @daniyahisa Patung Dewa Krisna dan Sapi di sisi kiri Batu Caves by : @daniyahisa Tempat ini memang sudah Hits! di time line IG yaa. Nah, mau ke sini ?
      Begini caranya jika kalian tidak menggunakan travel agent, alias ngebolang sendiri. Tetap, titik awalnya adalah KL Sentral :
      KL Sentral – Batu Caves
      Stasiun Akhir Batu Caves by : @daniyahisa Sekali perjalanan membutuhkan waktu 40 Menit, dan biaya 3.2RM (2018). Di tempat ini tidak dipungut biaya, alias gratis. Waah, senang kaan!
      2. Pulau Penang
      Setelah puas dan lelah berkutat di Kuala Lumpur, saya melanjutkan perjalanan ke sebuah Pulau yang terpisah dari daratan Malaysia, Pulau Penang. Pulau Penang terletak di sebelah utara Kuala Lumpur, membutuhkan waktu sekitar 4-5 Jam melalui jalur darat.
      How to get there ?
      Menuju ke Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan titik awal KL Sentral, menggunakan kereta KLIA transit.
      KL Sentral – Terminal Bersepadu Selatan
      Biaya yang dibutuhkan sekitar 6 RM dengan lama waktu perjalanan sekitar 9 menit.
      Sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) langsung ke counter pembelian tiket bus. Beda banget loh terminalnya, pertama kali lihat terminal di Malaysia amazing banget ! padahal cuma terminal. Bersih, rapi, tertib, ada foodcourt, dan tempat oleh-oleh juga. Paling bikin amazed lagi, pembelian tiket di terminal ini benar-benar teratur. Setelah kita memilih bus dan jam keberangkatan, penumpang di data sesuai pasport bagi warga asing / IC number bagi warga Malaysia. Kalau di Jakarta, bisa dibilang seperti naik kereta keluar kota.
      Saya memilih bus seharga 33.80RM tujuan akhir Pulau Penang, terminal Sungai Ningbo. kenapa saya tebalin nama terminalnya ? biar nggak salah turun. karena kalau kalian turun di terminal Butterwoth, harus nyambung kapal very lagi. Better turun di terminal Sungai Ningbo, biar lewat Penang bridge (jembatan diatas laut menuju Pulau Penang).
      Untuk mempermudah kalian mengecheck jadwal bus, atau ingin memperkirakan harga, bisa dicheck secara online di :
      BUS KE PULAU PENANG
      Karena tenaga sudah cukup habis sewaktu di Kuala Lumpur, sampai di Pulau Penang, saya memutuskan hanya ke satu tempat wisata yang sangat wajib kalian kunjungi di Pulau Penang.
      Bukit Bendera Bukit Bendera atau Penang Hills by : @daniyahisa Bukit yang menjulang tinggi menghadap lautan Pulau Penang. Berada di atas Pulau ini, kalian akan disuguhkan pemandangan memanjakan mata. Perbukitan hijau berpadu dengan biru lautan luas dan biru langit. Wah, nggak bisa berucap deh pokoknya keren banget ! Cocok nih buat kalian penikmat senja, pecinta cakrawala.
      How to Get there ?
      KOMTAR – Bukit Bendera
      Titik awalnya adalah KOMTAR (Komplek Tun Abdul Razak) yang terletak di George Town. Sangat mudah untuk menuju titik ini, karena KOMTAR adalah menara iconic setinggi 60 lantai di Pulau Penang. Di paling atas menara KOMTAR, bisa befoto ria dengan lantai trasnparan loh ! hayoo, siapa berani ?
      Pemandangan Menara KOMTAR (menara bulat dari Hotel  by : @daniyahisa Di bawah Menara KOMTAR adalah terminal bus dalam kota. Kalian bisa naik bus dari terminal KOMTAR menuju Bukit Bendera seharga 2RM saja. Tak perlu khawatir, karena Bukit Bendera adalah tujuan akhir Bus tersebut, bisa bobo manis lah yaa di dalam bus.
      Bus Rapid Penang di pemberhentian akhir, Bukit Bendera by : @daniyaisa Sampai di Bukit Bendera, pengunjung dikenakan HTM 30RM PP termasuk kereta menuju atas bukit.
      Kereta Wisata PP 30 RM menuju ke atas Bukit Bendera Pintu Masuk Bukit Bendera, Penang Hill untuk mengantri tiket masuk by : @daniyahisa Pemandangan dari atas Bukit Bendera by : @daniyahisa Rel Kereta menuju stasiun akhir Bukit Bendera by : @daniyahisa Puas memandang lautan, langit dan daratan Malaysia yang terpisah dari sebrang, saya kembali ke Menara KOMTAR. Ada apa sih di dalam Menara iconic pulau Penang ini ? Ada berbagai mall di dalamnya. Kaos, pajangan lemari khas Pulau Penang, dan kue khas Penang. Selain kopi yang sering dicari sama para travelers, yang belum banyak orang ketahui kue khas penang, yaitu Kue Tambun.
      Biskuit Tambun khas Penang, Malaysia by : goole images Mirip seperti kue nastar dalam ukuran besar, rasa originalnya asin-asin gurih, dan masih banyak varian rasa lainya seperti keju, coklat, durian. Harganya murah kok hanya 5RM saja. Anyway, maaf yaa itu foto nyomot dari Google, karena yang punya sendiri sudah habis, hehehe.
      Ingat yaa, usahakan beli di Menara KOMTAR jika ingin harga lebih murah dan banyak. Atau kalau kalian punya banyak waktu di Penang, bisa cari pabrik yang sekaligus menyedikan cafenya, semacam Bakpia Pathok kalau ke Jogja. Kalau beli di Bandara, harganya bisa 3x lipat. Woow!!! Sayang banget kan, heheh.
      Okay, begitulah liburan singkat saya yang masih penasaran sama Kuala Lumpur dan menjelajah pulang dari Pulau Penang.
      Semoga terinspirasi yaa.
      Terima Kasih.
    • By braska
      Foto diambil dari Tokyo Tower - (k)
      Hallo semua,
      Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi Tokyo beberapa kali. Kebanyakan bersama teman2 (thx untuk teman2 II dan IV) dan beberapa kali dengan partner. Banyak yang bertanya ke saya tentang itinerary selama di Tokyo, jadi saya pikir lebih baik saya buatkan dalam satu Thread yang nantinya tinggal di share URL nya.
      Thread ini akan saya buat dalam beberapa tahap, dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum bulan Desember 2018 berakhir.
      Beberapa pokok bahasan yang akan diulas dalam Thread ini antara lain
      I Persiapan
      II Itinerary
      III Kereta di Tokyo
      IV Shopping
      V Tempat Wisata Gratis
      VI Tempat Wisata Berbayar
      VII FAQ
      PERNYATAAN :
      FOTO
      Semua Foto yang tidak ada tanda dalam Thread ini berarti di ambil dari Google dan Screenshot, sedangkan foto yang bertanda merupakan hasil jepretan dari 
      (i) I Edy S
      (a) Adhitya A W
      (k) R CJatmiko
      WEBSITE
      Saya tidak memiliki kepentingan apapun dengan website yang ada dalam thread ini. Moderator dapat menghapus link jika di perlukan
      MUSIM
      Yang di bahas dalam Thread ini hanya untuk keberangkatan pada Musim Dingin di Tokyo dan sekitarnya, anda dapat tetap membaca thread ini dengan melakukan beberapa penyesuaian jika ingin bepergian di Musim lain.
      STYLE
      Khusus Perjalanan ke Tokyo, perjalanan saya bukan perjalanan Backpacker, saya selalu membawa Koper, naik penerbangan Full Service, Tinggal di Hotel, tetapi mencari harga paling murah yang bisa di dapatkan  
       
      I Persiapan
      Saya selalu menikmati Tokyo (sama halnya dengan saya menyukai Bangkok) Kota ini sangat hidup, penuh dengan budaya Jepang yang kental di satu sisi dan teknologi modern di sisi lain. Khusus untuk Musim dingin, saya menyukainya karena
      1. Musim dingin tidak ada di Indonesia, 2. Tidak terlalu berkeringat, 3. Ada banyak foto indah yang bisa di peroleh di musim dingin, 4. Salju, 5. Harga Tiket dan Hotel lebih murah...(ya, bandingkan jika anda pergi ke Jepang untuk melihat Sakura mekar) Jika kalian ingin mencoba musim dingin di Tokyo ayo kita mulai persiapannya.
      1. Passport dan Visa
      Untuk keluar negeri tentu saja kita harus mempunyai Passport dan untuk bisa ke Jepang kita juga harus mempunyai Visa. Ada banyak cara membuat passport yang bisa di temui di Google karena itu saya tidak akan mengulas lebih lanjut. Silakan masuk ke www.google.co.id lalu ketikkan "cara membuat e paspor" dan kalian akan menemukan lebih dari 100.000 tautan.
      Yang ingin saya sampaikan disini adalah BUATLAH E-PASSPORT, jangan membuat Passport biasa. Membuat passport biasa untuk bepergian ke Jepang sangatlah menyusahkan, karena artinya kita harus mengurus Visa. Sedangkan jika menggunakan E Passport kita tinggal mengurus Visa Waiver.
      Berikut saya tunjukkan perbandingannya :

      Dari perbandingan di atas terlihat kan, mempunyai E Passport berarti anda mengurangi keribetan mengurus Visa, jika visa di tolak anda terpaksa harus merelakan tiket pesawat PP dan (mungkin) hotel yang hangus. Sebaliknya jika anda mempunyai E Passport anda tinggal mengurus Visa Waiver terlebih dahulu baru melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, dll sesudah Visa Waiver di kabulkan. Anda juga bisa melewatkan ketakutan yang paling banyak di bicarakan orang saat membuat Visa "HARUS PUNYA DUIT MINIMAL SEKIAN PULUH JUTA", karena penguruan Visa Waiver hanya memerlukan E Passport anda. 
      Peluang untuk mendapatkan Visa Waiver juga sangat besar, jika anda orang baik2 tidak punya catatan kriminal, tidak pernah ditangkap di Jepang, maka saya bisa bilang Anda pasti dapat Visa Waiver.
      Cara mengurus visa waiver Jepang bisa di dapatkan dengan mengetikkan "cara membuat visa waiver jepang" di Google.
       
      2. Tiket
      Saya bukan orang yang anti dengan penerbangan Low Cost, pada dasarnya saya malah lebih sering menggunakan Maskapai Low Cost ketimbang Full Service, tapi mari saya tunjukkan kenapa saya lebih memilih penerbangan Full Service untuk pergi ke Tokyo
      Maskapai Low Cost hampir selalu menggunakan transit flight dari Jakarta ke Tokyo. Efeknya sangat berbahaya, saya sudah 2x mengalami kejadian tidak mengenakkan. Waktu transit biasanya hanya 1,5 - 2 jam. Akibatnya jika penerbangan dari Jakarta delay maka (hampir) dapat dipastikan (walaupun kita tidak ketinggalan pesawat menuju Tokyo) tidak cukup waktu untuk memindahkan bagasi kita. Kejadian paling parah yang saya alami adalah berada di musim dingin tanpa jaket tebal (yang tertinggal di Kuala Lumpur). Saat itu perlu 2 hari untuk bagasi saya sampai di hotel. Alhasil liburan sudah tidak lagi menyenangkan, dan saya harus rela kehilangan suara selama 2 minggu karena terkena radang tenggorokan (kupluk, syal dan semua baju ganti ada dalam koper di bagasi). Sekarang  bagaimana jika waktu transitnya lama, misal 16 jam. Anda mau tidak mau harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar hotel di lokasi transit. Tentu saja ada pilihan untuk tidur di bandara. Tapi sebagaimana telah saya tuliskan di atas style perjalanan saya bukan backpacker. Jam kedatangan dan keberangkatan Maskapai Low Cost sering mengakibatkan anda kehilangan 1 hari di Hotel. Begini contohnya : Jika anda Tiba di Tokyo Pukul 23.00 maka sesudah proses imigrasi, pengambilan bagasi, transportasi dll maka kemungkinan anda akan tiba di hotel Pukul 01.00. Waktu Check in hotel biasanya adalah pukul 14.00 sehingga mau tidak mau anda telah kehilangan 1 hari di hotel yang telah anda bayar. Selain itu waktu keberangkatan juga seringkali jadi masalah. Maskapai Low Cost sering berangkat di jam-jam malam seperti 23.50, padahal waktu Check Out hotel Tokyo adalah 11.00 akibatnya ada waktu lebih dari 12 jam luntang lantung tanpa tempat istirahat. Ada biaya tambahan untuk bagasi di penerbangan Low Cost. Biasanya berkisar 400 - 700 ribu tergantung beratnya. Berarti kalau PP bawa bagasi maka ada tambahan biaya sekitar 1 juta dari harga tiket. Penerbangan ke Tokyo memakan waktu lama, direct flight saja bisa lebih dari 7 jam. Lalu di pesawat kita mau ngapain? duduk, diem, merenung dan tidur? jika anda memilih untuk mengisi perut maka ada biaya lagi yang harus di keluarkan untuk pemesanan makanan.  Ok, jadi kita akan memilih penerbangan full service yang menyediakan makanan dan minuman, entertainment flight, jarak antar kursi yang lapang, jam penerbangan yang tepat dengan kebutuhan, free bagasi, dan semua fasilitas lain yang tidak di dapatkan di penerbangan low cost. Mahal dong? Jawabnya TERGANTUNG. 
      Ini contoh penawaran maskapai low cost

      Dan ini tiket yang saya beli 

       
      Saya terbang menggunakan JAL yang masuk dalam daftar 5 Star Airlines. Bagasi 46 kg FREE, Full Service, dengan Jam kedatangan 15.45 dan Jam keberangkatan 17.45. Harga yang saya dapatkan lebih murah daripada maskapai Low Cost.
      Jadi bagaimana caranya? Saya menggunakan SkyScanner (silakan Googling). Dengan SkyScanner kita dapat melihat kapan, maskapai mana, dan website mana yang memberikan tiket paling murah. Tentu saja jika kita membeli dari jauh2 hari kita memiliki lebih banyak pilihan harga yang mungkin dapat berubah. Oh ya, sekali kita melakukan pencarian lewat SkyScanner maka saat membuka email, googling dan menggunakan media sosial iklan yang ditampilkan biasanya adalah iklan harga tiket yang paling murah. Rajin2lah mengecek harga tiket lewat SkyScanner karena FYI, harga tiket JAL biasanya 16juta sekali jalan. Harga 7,3juta PP saya dapatkan menggunakan Fasilitas "Dapatkan Info Harga" yang ada di situs SkyScanner. Fasilitas ini memungkinkan kita mendapatkan harga terbaru dari rute yang kita tuju.
      Sekedar tambahan, Tiket penerbangan dari Jakarta - Paris PP untuk Maret 2019 saya dapatkan dengan harga lebih murah daripada tiket ke Jepang. Lagi2 dengan SkyScanner.
       
      3. Hotel
      Rata-rata hotel di Jepang memiliki kamar yang kecil tapi harga yang "besar". Tokyo pun termasuk. Harga properti di Tokyo yang sangat mahal membuat Tarif Hotel juga tinggi untuk ukuran Indonesia. Walaupun demikian tetap saja jika bersedia susah sedikit masih ada kamar2 kapsul dan dormitory yang berharga di bawah 500ribu permalam. 
      Menyesuaikan style jalan-jalan, saya memberikan beberapa kriteria untuk memilih Hotel di Tokyo.
      Carilah hotel yang dekat dengan stasiun kereta. Kereta adalah transportasi nomor 1 di Tokyo. Dalam kondisi cuaca yang dingin akan lebih baik jika Hotel dekat dengan stasiun kereta sehingga kita tidak perlu berlama2 diluar. Hotel yang dekat dengan stasiun kereta juga memudahkan anda untuk menepati jadwal itinerary. Bawaan anda cenderung banyak, karena musim dingin membuat pakaian yang harus disiapkan berlapis2. Jika mendapatkan kamar hotel yang terlalu kecil maka anda akan kesulitan sendiri dalam meletakkan koper dan barang belanjaan Pastikan hotel anda memiliki sistem penghangat ruangan yang baik dan air panas yang mengalir 24 jam non stop. Saya tidak bisa membayangkan jika di tengah suhu 0 derajat lalu harus mandi pagi dengan air yang tidak terlalu panas karena sistem air panas dipakai beramai-ramai. Akan lebih baik jika Hotel menyediakan sarapan pagi. Buat anda yang terbiasa mengisi perut di pagi hari, tentu akan runyam jika harus jalan dulu mencari sarapan di tengah udara dingin. Hotel di sekitaran Tokyo memang lebih mahal daripada yang mengarah ke luar kota. Tetapi anda akan lebih mudah menentukan jalur tujuan jika berada di dalam kota. Dalam beberapa kesempatan, saya selalu memilih hotel yang sama untuk tempat menginap. Hotel Villa Fontaine Hatchobori. Hotel ini merupakan salah satu hotel dari jaringan Villa Fontaine yang tersebar di seantero Jepang. Saya memilih hotel ini karena semua kriteria yang saya sebutkan di atas dapat diakomodir. Harganya pun menurut saya termasuk murah. Sekitar 1,2 juta permalam, yang kalau di share bersama teman sekitar 600 ribuan permalam (sudah include sarapan), ukuran kamarnya juga sedikit lebih besar dari ukuran kamar di daerah Shinjuku dengan harga yang lebih mahal.
      Hotel ini hanya sekitar 1 menit jalan kaki dari Stasiun Kayabacho (uniknya Hotel Villa Fontaine Kayabacho justru sedikit lebih jauh dari stasiun Kayabacho, jadi jangan sampai salah hotel). Stasiun Kayabacho hanya berjarak 3 stasiun dari Ginza, 2 stasiun dari Otemachi, 3 stasiun dari Akihabara, bahkan hanya 5 stasiun dari Ueno dimana kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Shinkansen. Posisinya sangat strategis.

      Suasana luar hotel - (a)

      Lobby - (a)

      Lift - (a)

       
      4. Pakaian
      Tidak bisa dielakkan Pakaian Musim Dingin pasti lebih tebal dan berlapis dibandingkan jika kita ke Jepang di musim panas. Suhu udara di Tokyo sepanjang musim dingin berkisar di angka -2 sampai 7 derajat celcius. Demi kenyamanan anda saya menyarankan untuk menggunakan 3-5 lapis baju. Tentu saja hal ini bergantung dari ketahanan tubuh anda terhadap udara dingin. Berikut list pakaian yang perlu dibawa :
      Kupluk Syal Long John Jaket / Sweater / Vest Mantel / Jaket Salju Celana Panjang (bahan cordoray lebih bagus) / Celana Insulated Sarung tangan Jika ada rencana untuk bermain salju saya sarankan dari awal bawalah celana insulated, celana ini memiliki beberapa lapisan, bagian paling luar memiliki jenis parasut sehingga tidak mudah kemasukan air, dan bagian paling dalam merupakan lapisan yang menghangatkan kaki. Hindari bermain salju dengan celana jeans, karena dapat merembes dan membasahi kaki. Oh ya, harga barang2 di atas sangat bervariasi tetapi ada beberapa lapak di tokopedia yang menjual Perlengkapan musim dingin dengan harga sangat murah tetapi kualitasnya bagus. Sebagai contoh saya mendapatkan mantel dengan harga 400 ribuan dan celana insulated dengan harga 100 ribuan. Nyaman saat di gunakan. Coba saja di searching.

       
      5. Komunikasi
      Sebenarnya Tokyo adalah kota yang ramah Wifi, kira-kira kalau diterjemahkan banyak Free Wifi bertebaran dimana-mana, di dalam bus, di tempat2 wisata, di stasiun kereta, dan pastinya di hotel. Hal ini memudahkan anda untuk berkomunikasi baik via media sosial maupun aplikasi chatting. Fasilitas free wifi ini dapat di peroleh dengan melakukan sign in ke salah satu jaringan wifi yang akan meminta anda untuk mengklik tautan yang di kirimkan ke email anda. Biasanya anda akan mendapat kesempatan 5 menit free yang dapat digunakan untuk membuka email dan mengklik tautan untuk mengkonfirmasi penggunaan free wifi.
      Walaupun demikian saya tidak menyarankan anda untuk bergantung pada fasilitas Free Wifi. Saya tetap menyarankan untuk mempergunakan jaringan komunikasi sendiri. Ada beberapa alternatif yang bisa anda lakukan :
      Beli SIM Card di Jepang  Beli SIM Card dari Indonesia Sewa Paket Wifi Bagi yang berangkat dalam rombongan, saya lebih menganjurkan untuk menyewa paket Wifi. Dalam 1 router biasanya bisa dikoneksikan untuk 6-8 alat. Sehingga jika di share biaya sewanya jadi lebih murah. Contoh untuk router unlimited 4G yang saya sewa dari QL Liner (via Klook.com) saya hanya perlu membayar Rp 115.000 per hari. Alat ini dapat dipergunakan untuk 14 alat sekaligus. Sehingga jika di share biaya ke 7 orang (masing2 mempergunakan 2 alat), 1 orang hanya perlu membayar Rp 16.500 per hari. Harga ini jauh lebih murah daripada membeli SIM Card dari Indonesia atau membeli di Jepang. Tetapi wajib diingat, kelemahan Wifi adalah jika pembawa router terpisah lebih dari 10 meter maka teman2nya yang lain tidak lagi mendapat sinyal. Kemudian jika alat hilang atau rusak ada denda yang lumayan besar sekitar 42.000 yen. Selain itu jangan lupa untuk membawa Power Bank sebab jika router kehabisan batrei maka komunikasi anda juga akan terputus.
       
      Jika anda memilih menggunakan SIM Card maka anda akan terhindar dari keribetan menenteng router kemana2. Selain itu anda tidak perlu harus selalu berada di dekat router untuk melakukan komunikasi. Kapan saja anda ingin menghubungi teman, atau upload instagram dapat dilakukan langsung.
      Untuk SIM card tidak ada salahnya anda melihat2 di website GlobalKomunika, mereka memberikan banyak pilihan paket SIM Card (Paket Data SAJA). Dengan membeli SIM Card langsung dari Indonesia anda bisa langsung mengaktifkan HP Anda saat berada di Bandara Narita / Haneda. Sayangnya ada batasan Quota 4G yang harus anda perhatikan saat memilih menggunakan SIM Card. Untuk SIM Card seharga Rp 195.000 anda bisa mendapatkan Quota 4G sebanyak 3GB untuk waktu 8 hari. Setelah itu jika Quota habis maka kecepatan akan turun menjadi 2G. Jadi jangan terlalu sering melakukan Video Call atau berselancar di Youtube jika anda menggunakan SIM Card. Jika anda memutuskan menggunakan SIM Card harap di baca baik2 petunjuk penggunaannya (sudah disertakan bersama SIM Card), karena tidak semua HP secara otomatis melakukan pengaturan APN.

       
      6. Tiket Wisata
      Kepada siapapun yang ingin ke Jepang saya selalu menyarankan untuk mempersiapkan Itinerary dengan sebaik-baiknya. Sejak awal pastikan tempat-tempat yang ingin anda tuju. Lalu lakukan survey untuk melihat apakah tempat2 tersebut membutuhkan tiket masuk. Kenapa hal ini penting : karena banyak tempat wisata di Tokyo yang memberikan Harga Tiket lebih murah saat pemesanan di lakukan di awal ketimbang saat anda datang dan membeli langsung di loket. Selain itu anda dapat menghemat waktu untuk melewatkan antrian orang2 yang ingin membeli tiket pada waktu bersamaan.
      Beberapa tempat wisata bahkan TIDAK MENJUAL TIKET DI TEMPAT. Jika anda ingin mengunjungi Fujiko F Fujio Museum, atau Ghibli Museum maka anda harus melakukan pemesanan dari sebulan sebelumnya. Karena jika anda langsung datang ke tempat tersebut tanpa memiliki tiket maka bersiaplah untuk kecewa. Anda tidak akan bisa masuk.
      Ada banyak situs yang menjual tiket wisata secara online, saya secara pribadi lebih sering memesan lewat Klook. Silakan lakukan pengecekan apakah Tiket tempat wisata yang ingin anda tuju tersedia di website mereka. Tapi sekali lagi lebih baik anda membeli tiket lewat online karena harga yang di dapat sering lebih murah daripada membeli langsung, sekaligus memastikan rencana liburan anda tidak berantakan karena gagal mendapat tiket.
       
       
    • By min0ru
      Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass.
      Cara Menuju ke Takayama
      Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station.
      Jalan Sore di Takayama

      Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station.
      Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama.
      Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya. 
      Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah? 
      Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go.
      Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites).

      Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen. 

      Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan.


      Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas.


      Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • By Dennis.Rio
      TOKYO 東京.....
      day 3
       
       
       
       
       
       
       
    • By Dennis.Rio
      POCKET WIFI di Jepang......
       
       
       
    • By ko Acong
      Bagi yang bosan di Kuala Lumpur boleh melipir ke Melaka cuma 2 jam perjalanan loh.
      Berapa uang yang saya habiskan selama main ke Malaka? Normalnya tiket pesawat PP 1 jutaan. Yang pasti tiket PP Indonesia-Kuala Lumpur kemarin saya dapat Rp 169.000 saja Malaysia Airlines Business Class (Promo).
      Mari kita hitung pengeluaran saya selama 2 malam 3 hari di Melaka:
      Tiket Bus, via Terminal BTS (Bandar Tasik Selatan) cukup 24 x 2 = 48 RM
      Jika langsung bus PP harganya 70 Rm, perbedaan waktu hanya 1 jam. Kelebihan transit di  BTS setiap 30 menit ada Bus. Kekurangannya, jika ketingalan jadwal bus harus buang waktu selama 3 jam.
      Hotel Saya Pake Hotel Hong https://goo.gl/maps/fhwLNd6fmzp
      yang terkenal buat Backpackers, karena serasa Hotel Keluarga ada di antar jemput di terminal bus dan ketika diantar mereka melepas kita satu persatu, sampai aman di terminal bus dan mengarahkan ke platform yang seharusnya. Terima kasih Ci Amey dan karyawan hotelnya yang bersih. Harga selama 2 malam kisaran Rp 550.000. 
      Tranportasi di Melaka semua ditempuh dengan berjalan kaki. Estimasi makan minum, cukup Rp. 100000 perhari, di tiap menu makanan perhari ada daging nya lumayan wah juga sih.
      Tinggal kita hitung oleh2 jajan yang aneh-aneh dan lainnya, jadi estimasi main di Melaka selama 2 hari:
      Bus 48 Rm = Rp 175.000 Hotel 2 malam = Rp 550.000 Biaya makan minum = Rp. 300000 Jumlah Rp 1.025.000.- sesuai Hitungan awal budget cukup 1 jutaan.
      Hehehe namun belum termasuk Cendol Musang King dan oleh-oleh Durian Jam San Shu Gong yang legenda, Wueeenak lembut banget. Nah bila mau lanjut main di Kuala Lumpur, cuma tinggal nambah hotelnya sekitar Rp 500.000 per malam.
      ____________________________________________________________________________________________________________











×
×
  • Create New...