Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Thiam

monumen monumen yang aneh

Recommended Posts

saya abis nemu sebuah artikel, di artikel itu ada beberapa monumen yang unik dan termasuk aneh sebenernya, padahal kalo monumen biasanya buat mengenang para pahlawan atau peristiwa bersejarah gitu kan, nah monumen monumen yang ini malah aneh gak tau buat apa sama gak jelas juga bentuknya haha

1. Patung iron lady di belanda

http://i.brta.in/images/2012-01/big/8acd43406b7ad3636ebe86dcc4149b21.jpg

2. Patung hiu nembus rumah di headington oxford

The+Shark.jpg

3. Patung badak yang mau jatuh di postdam, jerman

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/ncxqmf4r.jpg

4. Patung garpu raksaa di springfield, missouri

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/q8b2x4d8.jpg

5. patung anak jorokin temannya di singapura

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/xqhdrovd.jpg

6. Patung ibu-ibu gemuk di lisse belanda

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/xan9rao5.jpg

7. Patung kursi dua manusia yang makan kayu

0022190dec450b5237a04b.jpg

8. Patung charles la trobe di melbourne australia

Melbourne+upside+down+statue+Charles+La+

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahhahaha.. ada-ada aja kreasinya.. unik bagus,,tapi kok dari Indonesia ga ada ya? ada patung anak kecil lagi pipis :D

iya unik banget entah yang bikin iseng atau gimana haha gak tau saya sih gak pernah denger yang di indonesia, emang yang patung anak kecil pipis ada di mana? haha

Share this post


Link to post
Share on other sites

wkwkwk lucu-lucu banget nich.. hiu nabrak rumah wkwkw.. asli kocak itu. Yg anak lagi jorokin temennya juga gitu wkwkw.. parah abis. Kayanya itu mungkin si pembuat patung terinspirasi gara-gara dia dulu pernah dijorokin kali tuh. Yg org terbalik jg kocak wkwkw.. ada-ada aja bisa bikin begituan.

Share this post


Link to post
Share on other sites
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By vie asano
      Bagi yang sering mampir ke blog saya yang sederhana ini mungkin bisa melihat, bahwa mayoritas tulisan saya bercerita tentang negara Jepang. Vie Asano's Lounge ini awalnya memang didedikasikan untuk sharing berbagai informasi tentang Jepang, khususnya pariwisata dan tips penting lainnya. Baru beberapa minggu yang lalu saya sempat selingkuh sejenak ke Belanda dan Jerman karena faktor Anne Frank (baca disini: Anne Frank House dan Sepenggal Cerita tentang Holocaust, dan Anne Frank Zentrum: Saat Anne Frank Kembali “pulang†ke Jerman). Dari sana saya terpikir seru juga kayaknya jika sesekali sharing info tentang keindahan dan keunikan negara lain, yang akan saya mulai dari negeri Belanda. Kebetulan di Jalan2.com belum ada artikel tentang Belanda, jadi sekalian saya ingin menceritakan keindahan negara yang punya hubungan historis dengan Indonesia ini.
      Why Belanda? Kok melipirnya jauh bener dari Jepang ke Belanda?
      Diluar fakta sejarah bahwa Belanda dan Jepang merupakan 2 negara yang dulu sempat mampir agak lama di Indonesia, saya punya ketertarikan tersendiri terhadap negara kincir angin ini. Beberapa tahun lalu salah seorang adik saya (si nomer 3) pernah dapat beasiswa ke negerinya VOC itu. Pasca menyelesaikan studinya, selain membawa gelar kesarjanaan, adik saya sekaligus membawa bonus lain untuk saya: calon adik ipar asli Belanda. Setelah tahun kemarin status calon adik ipar resmi berubah menjadi adik ipar, kini adik saya pun ikut suaminya kembali ke Belanda dengan misi baru: memberikan budenya (=saya) ponakan blasteran JaNda (Jawa-Belanda). Aamiin!
      Dari sejak masih berstatus mahasiswa di Belanda, lalu bekerja di sana, hingga kini resmi menetap di Belanda, adik saya sering mendongengkan tentang berbagai tempat menarik yang ada di Belanda dan Eropa. Saya yang sebelumnya hanya pernah dengar Amsterdam dan Den Haag, lama-lama kenal juga dengan kota lainnya. Salah satunya adalah Assen; kota tempat adik saya dan suaminya menetap. Jadi kali ini saya ingin mendongengkan tentang Assen pada Jalan2ers lainnya.
      Sejarah singkat Assen
      Menurut pepatah klasik, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka takkan jatuh cinta. Sebelum kenalan lebih lanjut tentang kota Assen, mari kenalan dulu dengan sejarahnya. Sejarah Assen dimulai sejak para biarawati pindah dari Coevorden untuk mendirikan biara di dataran yang lebih tinggi, kurang lebih 750 tahunan yang lalu. Biara tersebut lalu didirikan di area yang dikenal dengan nama Witten. Singkat cerita, area di sekitar Witten tersebut kemudian ikut berkembang dan akhirnya resmi menjadi kota Assen pada tahun 1809. Assen pun lalu menjadi ibu kota dari provinsi Drenthe, salah satu provinsi di Belanda.
      Yang menarik dari Assen
      Pertanyaan ini selalu saya lontarkan pada adik saya setiap kali kami membahas tentang kehidupan di Belanda: apa serunya sih Assen?. Biasanya, adik saya lalu akan mengilustrasikan Assen sebagai kota kecil yang menyenangkan. Sebagian besar penduduknya saling kenal satu sama lain. Setiap kabar berita sekecil apapun akan langsung tersebar, termasuk kabar pernikahan adik saya yang notabene dilangsungkan di Indonesia.
      Selain faktor masyarakatnya yang ramah, Assen menarik untuk dikunjungi. Suasananya layaknya kota tua yang tenang dan damai, dan relatif sepi jika dibandingkan dengan kota besar seperti Groningen. Jalur pejalan kakinya bagus, dan beberapa jalur sepedanya dirancang berkualitas tinggi sehingga sangat nyaman untuk dilalui. Jadi jika ingin mencari suasana lain yang nyaman dimana waktu terasa berjalan lebih lambat, berkunjunglah ke Assen. Itu promosi singkat yang seringkali saya dengar dari duta baru kota Assen.
      Foto 01 (a-d):
      Bangunan-bangunan di Assen [foto: Gouwenaar/wikimedia, Lfblaauw/wikimedia, Ronn/wikimedia, Ronn/wikimedia]
      Tempat favorit untuk dikunjungi di Assen
      Walau merupakan sebuah kota kecil, di Assen ada juga beberapa tempat wisata yang menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah TT Circuit Assen yang merupakan salah satu sirkuit balapan paling terkenal di dunia. TT Circuit itu berada di dalam TT Complex, dan terdapat juga TT Hall di dalam kompleks itu.
      Foto 02 (a-d):
      TT Circuit Assen [foto: Algont/wikimedia, Michiel Jeljis/wikimedia, distillated/wikimedia, Dirk Kempen/wikimedia]
      Assen juga memiliki beberapa taman yang menarik. Salah satu yang paling direkomendasikan jika berkunjung sambil membawa anak-anak adalah Verkeerspark Assen. Taman ini kurang lebih seperti Taman Lalu Lintas di Bandung, yaitu dirancang menjadi sebuah traffic park. Bedanya, di taman ini (dan konon menjadi satu-satunya taman di dunia) anak-anak bisa mendapatkan surat ijin mengemudi. Jangan kaget, surat ijin mengemudi tersebut hanya untuk berkendara di dalam taman saja kok.
      Foto 03 (a-c.):
      Verkeerspark [foto: Jeroen Loeffen/wikimedia, Moisturizing Tranquilizers/flickr, Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
      Drents Museum menjadi tempat wisata utama lainnya yang wajib dikunjungi di Assen. Disini terdapat bermacam hal yang berkaitan dengan sejarah provinsi Drenthe, provinsi tempat Assen berada, seperti artifak jaman pra-sejarah, dan juga bermacam benda seni yang berasal dari berbagai penjuru Eropa. Salah satu atraksi utamanya adalah proyek rekonstruksi bog body, yaitu mayat manusia yang secara alami menjadi mumi karena terendam lumpur.
      Foto 04 (a-d):
      Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr, FaceMePLS/flickr, mjk23/flickr, mjk23/flickr]
      Sebetulnya, masih ada beberapa tempat wisata lainnya seperti Assen Bos dan centrum. Alternatif lainnya, mengingat kota ini termasuk kota kecil, Assen dapat dijelajahi dalam waktu singkat. Sekedar berjalan-jalan sambil menikmati suasana ala kota tua, maupun melihat-lihat berbagai bangunan monumental yang ada di Assen, bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan.
      Foto 05 (a-d):
      Beberapa rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
      Cara menuju ke Assen
      Kota Assen terletak di bagian utara provinsi Drenthe. Jaraknya tak begitu jauh dari provinsi di sekitarnya, seperti Groningen dan Friesland. Assen bisa di akses dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui berbagai jalan yang menghubungkan Assen dengan kota sekitarnya seperti Groningen, Zwolle, Veendam, Rolde, dan Smilde; maupun menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Assen menjadi titik pertemuan bagi sejumlah rute bus regional, yang lalu terhubung dengan jaringan bus dalam kota. Intinya, cukup mudah untuk mengakses kota Assen. Jadi jika ada kesempatan untuk berwisata ke negeri Belanda, silahkan sekaligus mampir ke Assen.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Herlina Novianti
      Bismillahirrahmaanirrahiim..

      ( Part 1 )

      Disela2 kesibukan dikantor dan sibuk menerima orderan kue.. saya mencoba untuk membuat FR KL - Singapore Trip kemaren.. Well.. sebenarnya keinginan pergi ke 2 negara ini sudah terpendam sejak dari 5 tahun lalu, gegara liat postingan foto sahabat di FB yang lagi training ke KL-Singapore sama temen-temennya..( dalam hati mupeng pengen kesana.. hahaha ) tapi baru bisa terealisasi nya sekarang… ceritanya sih mimpinya yang tertunda, dan saya sudah bikin paspor dari setahun yang lalu dong yaa, cuma karena waktu tu belum ada temen traveling yah ter-pendinglah niat untuk mengisi paspor dengan cap2 imigrasi itu..

      Tapi saya percaya kok sekarang.. “Seindahh-indah & sebaik-baiknya rencana manusia… memang lebih indah-indah & baik-baik adalah rencana Allah SWT†karena saya bersyukur traveling saya yang kemaren itu alhamdulillah lancar karena dibekali dengan persiapan yang cukup matang.. mulai dari memilih & membeli tiket pesawat beserta rutenya, hotel, itinerary, duit saku dll…dan yang paling penting yaitu mengenai informasi dan tips2 tentang ke 2 negara tersebut dan saya cukup banyak mendapatkan informasi itu dengan ikutan & membaca di forum jalan.com ini serta juga membaca blog2 temen traveler.. Mengingat ini adalah pengalaman perdana saya ke LN dan juga masa waktu saya traveling yang hanya 5d4n tapi alhamdulillah saya cukup puas, berkesan dan unforgettable moment bangettttt.. hehehehe

      Oke kalo begitu langsung saja yaa.. soalnya intro nya sudah cukup panjang..

      Berbekal tiket pesawat dengan rute :

      * Balikpapan – Kuala Lumpur : 12 Juni 2014 jam 12.00pm by AirAsia ,
      * Kuala Lumpur – Singapore : 13 Juni 2014 jam 11.20am by TigerAir , idr 590/org

      * Singapore – Kuala Lumpur : 14 Juni 2014 jam 4.35pm by TigerAir, idr 276/org
      * Kuala Lumpur – Balikpapan : 15 Juni 2014 jam 8.20am by AirAsia

      Untuk tiket pesawat AA rute Balikpapan - KL saya mendapatkan harga PP 900an ribu/org..
      FYI saya traveling ber2 saja dengan sahabat saya Desy.. sama2 belum pernah ke LN hihihihihi


       Hari Pertama ( Rabu, 11 Juni 2014 ) :

      Akhirnya hari-hari yg ditunggu datang jugaaa…. hehehehe saya dan Desy sangat excited banget pagi itu. Jam 9 pagi saya & Desy sudah berada di Bandara Sepinggan, sambil nunggu checkin dibuka kami berfoto2 ria terlebih dahulu.. maklum kita ber2 foto addicted alias candu foto.. ahahahaha.. kebetulan Bandara Sepinggan di kota kami Balikpapan ini terbilang masih baru ( renovasi ), jadi yaa eksis2 dikit dulu gpp yaa..



      Jam 11.35 kami boarding dan take off jam 12.10 menuju Kuala Lumpur. Perjalanan dari Balikpapan ke KL memakan waktu kurleb 2 jam, lumayan agak lama diatas pesawat tetapi tidak membuat saya & Desy mengantuk ataupun bosan, karena mulai dari take off sampai dengan landing kami ber2 ada saja yang kami ceritakan sembari berceloteh “Akhirnyaaa..kita jadi pergi juga yaaa..hihihihi†( dasar wanita )

      Sesampai di KLIA2 jam menununjukkan pukul 2 lewat waktu setempat, setelah melewati imigrasi dengan selamat, kami berdua membeli simcard “Digi†seharga 21rm untuk smartphone kami, secara saya ber2 Desy tidak bisa lepas dari gadged.. mumpung lagi di LN kapan lagi bisa checkin di lokasi yang keren2 ahahaha..

      Setelah puas gadged bisa internetan dan mengabari orang rumah melalui BBM kalo saya sudah sampe di KL.. saya dan Desy memutuskan langsung menuju hotel Rainforest Bed & Breakfast di Jalan Mesui daerah Bukit Bintang yang telah kami reservasi melalui email dengan mencari loket KLIA Express untuk ke KL Sentral dan membeli kartu seharga 35rm per orang. Tidak lupa foto di "Arrival" versi Melayu nya juga heheheh..








      Perjalanan dari KLIA2 ke KL Sentral sekitar setengah jam.. setelah sampai di KL Sentral saya dan Desy sempat bingung sejenak.. langkah apalagi yang akan kami lakukan setelah di KL Sentral. Saya tau memang Hotel Rainforest tersebut didaerah Bukit Bintang ( itupun saya tau informasinya karena baca dari salah satu blog traveler, hehehee ) dan yang saya tidak tahu yaitu apakah posisi hotel tersebut jauh atau dekat dengan KL Sentral dan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi yang lain lagi. Kami sempat menggunakan aplikasi GPS “Sygic†yang udah didownload kan oleh suaminya Desy dengan harapan bisa digunakan kalo nyasar.. tapi tetap aja ya ini namanya wanita males rempong ngulak ngulik GPS ujung-ujungnya ehhh… pake ilmu “nanya†juga.. ahahahaha

      Akhirnya setelah bertanya dengan salah satu bapak2 yang ada di KL Sentral kami memutuskan untuk menggunakan Taxi ke hotel, dengan membayar 3rm diloket taxi, kami dianter ke hotel, jarak antara KL Sentral dan hotel ternyata hanya 4.5km dan kami pun membayar argo taxi seharga 18rm.

      Sesampai di hotel saya dan Desy langsung checkin di bagian receiptionist sambil menunjukkan bukti reservasi email yang sudah saya print . Di email tersebut saya memesan 3 Bed Dorm Female, karena ceritanya saya waktu itu berencana mo berangkat ber 3 dengan 2 orang teman saya, tetapi karena sesuatu & lain hal temen saya yg satu berhalangan pergi. Jadi karena hanya ber2, saya dan Desy memesan standart room saja dengan harga 115rm, hikss.. kalo di rupiahin sekitar 425rb ( kurs 1rm – Rp 3,700 ) jatuhnya lebih mehong yaaaa tapi untungnya share ber2, lumajan jadi 200an ribu.. walaupun hati tetap gak rela

      Waktu menunjukkan pukul 17 sekian… saya dan Desy cepat bergegas untuk mandi dan bersiap2 karena niat ingin berfoto ria di Petronas Tower, harapannya sih memang maunya bisa mendapatkan view fotonya siang dan malam gitu…huehhehe, jadi mumpung masih ada sinarmatari cepat2 deh kesana..
      Alhamdulillah setelah memakai jurus tanya menanya dengan 2 orang ibu2.. ( yang satu etnis China.. dan yang satu.. klo dengar dari bahasanya sih ada logat medhok Jawa-nya dan melayu gitu, hihihi..kalo menurut saya mungkin orang Indonesia - Jawa yang udah lama tinggal di Malaysia deh..) saya dan Desy akhirnya sampai juga di Petronas Tower, setelah berjalan kaki cukup jauh sekitar 1,5 km sambil meyusuri semacam jembatan penyebrangan ( tetapi tertutup ) yang menghubungkan dan membawa kami masuk ke dalam mall & foodcourt… lalu sambil mencari2 dimana letak jalan keluar… akhirnyaaa ketemu dehhh yang dicari-cari.. senengnyaa… dan takjub liat Petronas Tower itu keren banget..

      Foto2 di Petronas Tower sore hari itu ternyata cukup susye habis banyak banget juga turis2 yang ikutan berfoto.. alhasil hasil foto kurang begitu bagus… karena turis2 lain yang berfoto ikutan menjadi background foto kami tapi gakpapa lah masih ada session foto2 malam hari… heuehehe, dan sambil menunggu sang matahari terbenam saya dan Desy mengisi perut dahulu di foodcourt yang kami lalui tadi.. lumayan buat ngisi stamina, secara dari Balikpapan belum makan nasi.. wkwkwkk





      Setelah selesai mengisi perut.. badan bersemangat & bertenaga lagi dong yaa… hehehe, tanpa babibu saya dan Desy kembali mecari spot2 untuk berfoto ria.. dan malam itu Pertronas Tower asli lebih keren dari sore hari tadi… lampu2nya itu lohhh.. aduhhh jadi tambah semangat donk foto2nya ahahahaha…

      Dan memang susah2 gampang ternyata mendapatkan hasil foto yang saya inginkan di Petronas Tower itu..pengen nya sih hasil foto closeup yang bagus dengan view background menara kembar yang menjulang tinggi itu tanpa harus terpotong ujung menaranya.. setelah hampir setengah jam saya & Desy bergantian berfoto2… kami pun menyerah dan duduk2 dipinggir kolam… sambil berpikir “Bagaimana caranya yaa…..?†setelah cukup lama berisitrahat sambil memandangi indahnya menara Petronas.. saya dan Desy pun mendapat ide… hihihihi caranya ternyata cukup mudah jika ingin mendapatkan foto yang full sampe ke ujung menaranya harus sampai dengan posisi tiduran gitu.. ( kayak photographer2 profesional..) haduhh gak terpikir ya dari tadii..tapi kan saya dan Desy cuma modal kamera iphone & android.. masa harus se-ekstrim itu gayanya.. ahahahaha

      Akhirnya dengan cara posisi duduk dan merebahkan badan hampir 30 derajat dan tangan saya yang sebelahnya dipegang oleh Desy.. Saya dengan gampang me-foto Desy dengan background Petronas Tower itu sesuai hasil yang kami inginkan… hihihihi.. alhamdulillah.. foto close up dengan background Petronas Tower sudah didapatt…











      Pukul menunjukkan pukul 8.20 malam.. saya dan Desy memutuskan untuk kembali ke Hotel, karena besok pagi saya dan Desy harus checkout hotel dan melanjutkan kembali perjalanan ke Singapore… Sudah ga sabarannn hihihii

      Ohyaa… perjalanan dari Petronas Tower ke hotel saya dan Desy kembali melalui jalan yang pertama kami lalui tadi…lumayan PP jalan kaki 3km… dan tidak lupa kami mampir di Seven Eleven untuk membeli cemilan untuk dihotel.. maklum cewe2 suka ngemil dan sempet2nya lagi kami berfoto ria dipinggir jalan menuju pulang ke hotel… cucookk








      Okey misi be foto di Pertonas Tower selesai.. next siapin tenaga buat besok trip ke Singapore ceritanya… :) :)

      To be continue ke part 2 yaa..
×
×
  • Create New...