Sign in to follow this  
Thiam

monumen monumen yang aneh

4 posts in this topic

saya abis nemu sebuah artikel, di artikel itu ada beberapa monumen yang unik dan termasuk aneh sebenernya, padahal kalo monumen biasanya buat mengenang para pahlawan atau peristiwa bersejarah gitu kan, nah monumen monumen yang ini malah aneh gak tau buat apa sama gak jelas juga bentuknya haha

1. Patung iron lady di belanda

http://i.brta.in/images/2012-01/big/8acd43406b7ad3636ebe86dcc4149b21.jpg

2. Patung hiu nembus rumah di headington oxford

The+Shark.jpg

3. Patung badak yang mau jatuh di postdam, jerman

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/ncxqmf4r.jpg

4. Patung garpu raksaa di springfield, missouri

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/q8b2x4d8.jpg

5. patung anak jorokin temannya di singapura

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/xqhdrovd.jpg

6. Patung ibu-ibu gemuk di lisse belanda

http://www.uniknya.com/wp-content/uploads/2012/01/xan9rao5.jpg

7. Patung kursi dua manusia yang makan kayu

0022190dec450b5237a04b.jpg

8. Patung charles la trobe di melbourne australia

Melbourne+upside+down+statue+Charles+La+

Share this post


Link to post
Share on other sites

hahhahaha.. ada-ada aja kreasinya.. unik bagus,,tapi kok dari Indonesia ga ada ya? ada patung anak kecil lagi pipis :D

iya unik banget entah yang bikin iseng atau gimana haha gak tau saya sih gak pernah denger yang di indonesia, emang yang patung anak kecil pipis ada di mana? haha

Share this post


Link to post
Share on other sites

wkwkwk lucu-lucu banget nich.. hiu nabrak rumah wkwkw.. asli kocak itu. Yg anak lagi jorokin temennya juga gitu wkwkw.. parah abis. Kayanya itu mungkin si pembuat patung terinspirasi gara-gara dia dulu pernah dijorokin kali tuh. Yg org terbalik jg kocak wkwkw.. ada-ada aja bisa bikin begituan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By vie asano
      Bagi yang sering mampir ke blog saya yang sederhana ini mungkin bisa melihat, bahwa mayoritas tulisan saya bercerita tentang negara Jepang. Vie Asano's Lounge ini awalnya memang didedikasikan untuk sharing berbagai informasi tentang Jepang, khususnya pariwisata dan tips penting lainnya. Baru beberapa minggu yang lalu saya sempat selingkuh sejenak ke Belanda dan Jerman karena faktor Anne Frank (baca disini: Anne Frank House dan Sepenggal Cerita tentang Holocaust, dan Anne Frank Zentrum: Saat Anne Frank Kembali “pulang†ke Jerman). Dari sana saya terpikir seru juga kayaknya jika sesekali sharing info tentang keindahan dan keunikan negara lain, yang akan saya mulai dari negeri Belanda. Kebetulan di Jalan2.com belum ada artikel tentang Belanda, jadi sekalian saya ingin menceritakan keindahan negara yang punya hubungan historis dengan Indonesia ini.
      Why Belanda? Kok melipirnya jauh bener dari Jepang ke Belanda?
      Diluar fakta sejarah bahwa Belanda dan Jepang merupakan 2 negara yang dulu sempat mampir agak lama di Indonesia, saya punya ketertarikan tersendiri terhadap negara kincir angin ini. Beberapa tahun lalu salah seorang adik saya (si nomer 3) pernah dapat beasiswa ke negerinya VOC itu. Pasca menyelesaikan studinya, selain membawa gelar kesarjanaan, adik saya sekaligus membawa bonus lain untuk saya: calon adik ipar asli Belanda. Setelah tahun kemarin status calon adik ipar resmi berubah menjadi adik ipar, kini adik saya pun ikut suaminya kembali ke Belanda dengan misi baru: memberikan budenya (=saya) ponakan blasteran JaNda (Jawa-Belanda). Aamiin!
      Dari sejak masih berstatus mahasiswa di Belanda, lalu bekerja di sana, hingga kini resmi menetap di Belanda, adik saya sering mendongengkan tentang berbagai tempat menarik yang ada di Belanda dan Eropa. Saya yang sebelumnya hanya pernah dengar Amsterdam dan Den Haag, lama-lama kenal juga dengan kota lainnya. Salah satunya adalah Assen; kota tempat adik saya dan suaminya menetap. Jadi kali ini saya ingin mendongengkan tentang Assen pada Jalan2ers lainnya.
      Sejarah singkat Assen
      Menurut pepatah klasik, tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka takkan jatuh cinta. Sebelum kenalan lebih lanjut tentang kota Assen, mari kenalan dulu dengan sejarahnya. Sejarah Assen dimulai sejak para biarawati pindah dari Coevorden untuk mendirikan biara di dataran yang lebih tinggi, kurang lebih 750 tahunan yang lalu. Biara tersebut lalu didirikan di area yang dikenal dengan nama Witten. Singkat cerita, area di sekitar Witten tersebut kemudian ikut berkembang dan akhirnya resmi menjadi kota Assen pada tahun 1809. Assen pun lalu menjadi ibu kota dari provinsi Drenthe, salah satu provinsi di Belanda.
      Yang menarik dari Assen
      Pertanyaan ini selalu saya lontarkan pada adik saya setiap kali kami membahas tentang kehidupan di Belanda: apa serunya sih Assen?. Biasanya, adik saya lalu akan mengilustrasikan Assen sebagai kota kecil yang menyenangkan. Sebagian besar penduduknya saling kenal satu sama lain. Setiap kabar berita sekecil apapun akan langsung tersebar, termasuk kabar pernikahan adik saya yang notabene dilangsungkan di Indonesia.
      Selain faktor masyarakatnya yang ramah, Assen menarik untuk dikunjungi. Suasananya layaknya kota tua yang tenang dan damai, dan relatif sepi jika dibandingkan dengan kota besar seperti Groningen. Jalur pejalan kakinya bagus, dan beberapa jalur sepedanya dirancang berkualitas tinggi sehingga sangat nyaman untuk dilalui. Jadi jika ingin mencari suasana lain yang nyaman dimana waktu terasa berjalan lebih lambat, berkunjunglah ke Assen. Itu promosi singkat yang seringkali saya dengar dari duta baru kota Assen.
      Foto 01 (a-d):
      Bangunan-bangunan di Assen [foto: Gouwenaar/wikimedia, Lfblaauw/wikimedia, Ronn/wikimedia, Ronn/wikimedia]
      Tempat favorit untuk dikunjungi di Assen
      Walau merupakan sebuah kota kecil, di Assen ada juga beberapa tempat wisata yang menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah TT Circuit Assen yang merupakan salah satu sirkuit balapan paling terkenal di dunia. TT Circuit itu berada di dalam TT Complex, dan terdapat juga TT Hall di dalam kompleks itu.
      Foto 02 (a-d):
      TT Circuit Assen [foto: Algont/wikimedia, Michiel Jeljis/wikimedia, distillated/wikimedia, Dirk Kempen/wikimedia]
      Assen juga memiliki beberapa taman yang menarik. Salah satu yang paling direkomendasikan jika berkunjung sambil membawa anak-anak adalah Verkeerspark Assen. Taman ini kurang lebih seperti Taman Lalu Lintas di Bandung, yaitu dirancang menjadi sebuah traffic park. Bedanya, di taman ini (dan konon menjadi satu-satunya taman di dunia) anak-anak bisa mendapatkan surat ijin mengemudi. Jangan kaget, surat ijin mengemudi tersebut hanya untuk berkendara di dalam taman saja kok.
      Foto 03 (a-c.):
      Verkeerspark [foto: Jeroen Loeffen/wikimedia, Moisturizing Tranquilizers/flickr, Mouisturizing Tranquilizers/flickr]
      Drents Museum menjadi tempat wisata utama lainnya yang wajib dikunjungi di Assen. Disini terdapat bermacam hal yang berkaitan dengan sejarah provinsi Drenthe, provinsi tempat Assen berada, seperti artifak jaman pra-sejarah, dan juga bermacam benda seni yang berasal dari berbagai penjuru Eropa. Salah satu atraksi utamanya adalah proyek rekonstruksi bog body, yaitu mayat manusia yang secara alami menjadi mumi karena terendam lumpur.
      Foto 04 (a-d):
      Drents Museum [foto: FaceMePLS/flickr, FaceMePLS/flickr, mjk23/flickr, mjk23/flickr]
      Sebetulnya, masih ada beberapa tempat wisata lainnya seperti Assen Bos dan centrum. Alternatif lainnya, mengingat kota ini termasuk kota kecil, Assen dapat dijelajahi dalam waktu singkat. Sekedar berjalan-jalan sambil menikmati suasana ala kota tua, maupun melihat-lihat berbagai bangunan monumental yang ada di Assen, bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan.
      Foto 05 (a-d):
      Beberapa rumah di Assen [foto: Ronn/wikimedia]
      Cara menuju ke Assen
      Kota Assen terletak di bagian utara provinsi Drenthe. Jaraknya tak begitu jauh dari provinsi di sekitarnya, seperti Groningen dan Friesland. Assen bisa di akses dengan menggunakan kendaraan pribadi melalui berbagai jalan yang menghubungkan Assen dengan kota sekitarnya seperti Groningen, Zwolle, Veendam, Rolde, dan Smilde; maupun menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Assen menjadi titik pertemuan bagi sejumlah rute bus regional, yang lalu terhubung dengan jaringan bus dalam kota. Intinya, cukup mudah untuk mengakses kota Assen. Jadi jika ada kesempatan untuk berwisata ke negeri Belanda, silahkan sekaligus mampir ke Assen.
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Herlina Novianti
      Bismillahirrahmaanirrahiim..

      ( Part 1 )

      Disela2 kesibukan dikantor dan sibuk menerima orderan kue.. saya mencoba untuk membuat FR KL - Singapore Trip kemaren.. Well.. sebenarnya keinginan pergi ke 2 negara ini sudah terpendam sejak dari 5 tahun lalu, gegara liat postingan foto sahabat di FB yang lagi training ke KL-Singapore sama temen-temennya..( dalam hati mupeng pengen kesana.. hahaha ) tapi baru bisa terealisasi nya sekarang… ceritanya sih mimpinya yang tertunda, dan saya sudah bikin paspor dari setahun yang lalu dong yaa, cuma karena waktu tu belum ada temen traveling yah ter-pendinglah niat untuk mengisi paspor dengan cap2 imigrasi itu..

      Tapi saya percaya kok sekarang.. “Seindahh-indah & sebaik-baiknya rencana manusia… memang lebih indah-indah & baik-baik adalah rencana Allah SWT†karena saya bersyukur traveling saya yang kemaren itu alhamdulillah lancar karena dibekali dengan persiapan yang cukup matang.. mulai dari memilih & membeli tiket pesawat beserta rutenya, hotel, itinerary, duit saku dll…dan yang paling penting yaitu mengenai informasi dan tips2 tentang ke 2 negara tersebut dan saya cukup banyak mendapatkan informasi itu dengan ikutan & membaca di forum jalan.com ini serta juga membaca blog2 temen traveler.. Mengingat ini adalah pengalaman perdana saya ke LN dan juga masa waktu saya traveling yang hanya 5d4n tapi alhamdulillah saya cukup puas, berkesan dan unforgettable moment bangettttt.. hehehehe

      Oke kalo begitu langsung saja yaa.. soalnya intro nya sudah cukup panjang..

      Berbekal tiket pesawat dengan rute :

      * Balikpapan – Kuala Lumpur : 12 Juni 2014 jam 12.00pm by AirAsia ,
      * Kuala Lumpur – Singapore : 13 Juni 2014 jam 11.20am by TigerAir , idr 590/org

      * Singapore – Kuala Lumpur : 14 Juni 2014 jam 4.35pm by TigerAir, idr 276/org
      * Kuala Lumpur – Balikpapan : 15 Juni 2014 jam 8.20am by AirAsia

      Untuk tiket pesawat AA rute Balikpapan - KL saya mendapatkan harga PP 900an ribu/org..
      FYI saya traveling ber2 saja dengan sahabat saya Desy.. sama2 belum pernah ke LN hihihihihi


       Hari Pertama ( Rabu, 11 Juni 2014 ) :

      Akhirnya hari-hari yg ditunggu datang jugaaa…. hehehehe saya dan Desy sangat excited banget pagi itu. Jam 9 pagi saya & Desy sudah berada di Bandara Sepinggan, sambil nunggu checkin dibuka kami berfoto2 ria terlebih dahulu.. maklum kita ber2 foto addicted alias candu foto.. ahahahaha.. kebetulan Bandara Sepinggan di kota kami Balikpapan ini terbilang masih baru ( renovasi ), jadi yaa eksis2 dikit dulu gpp yaa..



      Jam 11.35 kami boarding dan take off jam 12.10 menuju Kuala Lumpur. Perjalanan dari Balikpapan ke KL memakan waktu kurleb 2 jam, lumayan agak lama diatas pesawat tetapi tidak membuat saya & Desy mengantuk ataupun bosan, karena mulai dari take off sampai dengan landing kami ber2 ada saja yang kami ceritakan sembari berceloteh “Akhirnyaaa..kita jadi pergi juga yaaa..hihihihi†( dasar wanita )

      Sesampai di KLIA2 jam menununjukkan pukul 2 lewat waktu setempat, setelah melewati imigrasi dengan selamat, kami berdua membeli simcard “Digi†seharga 21rm untuk smartphone kami, secara saya ber2 Desy tidak bisa lepas dari gadged.. mumpung lagi di LN kapan lagi bisa checkin di lokasi yang keren2 ahahaha..

      Setelah puas gadged bisa internetan dan mengabari orang rumah melalui BBM kalo saya sudah sampe di KL.. saya dan Desy memutuskan langsung menuju hotel Rainforest Bed & Breakfast di Jalan Mesui daerah Bukit Bintang yang telah kami reservasi melalui email dengan mencari loket KLIA Express untuk ke KL Sentral dan membeli kartu seharga 35rm per orang. Tidak lupa foto di "Arrival" versi Melayu nya juga heheheh..








      Perjalanan dari KLIA2 ke KL Sentral sekitar setengah jam.. setelah sampai di KL Sentral saya dan Desy sempat bingung sejenak.. langkah apalagi yang akan kami lakukan setelah di KL Sentral. Saya tau memang Hotel Rainforest tersebut didaerah Bukit Bintang ( itupun saya tau informasinya karena baca dari salah satu blog traveler, hehehee ) dan yang saya tidak tahu yaitu apakah posisi hotel tersebut jauh atau dekat dengan KL Sentral dan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi yang lain lagi. Kami sempat menggunakan aplikasi GPS “Sygic†yang udah didownload kan oleh suaminya Desy dengan harapan bisa digunakan kalo nyasar.. tapi tetap aja ya ini namanya wanita males rempong ngulak ngulik GPS ujung-ujungnya ehhh… pake ilmu “nanya†juga.. ahahahaha

      Akhirnya setelah bertanya dengan salah satu bapak2 yang ada di KL Sentral kami memutuskan untuk menggunakan Taxi ke hotel, dengan membayar 3rm diloket taxi, kami dianter ke hotel, jarak antara KL Sentral dan hotel ternyata hanya 4.5km dan kami pun membayar argo taxi seharga 18rm.

      Sesampai di hotel saya dan Desy langsung checkin di bagian receiptionist sambil menunjukkan bukti reservasi email yang sudah saya print . Di email tersebut saya memesan 3 Bed Dorm Female, karena ceritanya saya waktu itu berencana mo berangkat ber 3 dengan 2 orang teman saya, tetapi karena sesuatu & lain hal temen saya yg satu berhalangan pergi. Jadi karena hanya ber2, saya dan Desy memesan standart room saja dengan harga 115rm, hikss.. kalo di rupiahin sekitar 425rb ( kurs 1rm – Rp 3,700 ) jatuhnya lebih mehong yaaaa tapi untungnya share ber2, lumajan jadi 200an ribu.. walaupun hati tetap gak rela

      Waktu menunjukkan pukul 17 sekian… saya dan Desy cepat bergegas untuk mandi dan bersiap2 karena niat ingin berfoto ria di Petronas Tower, harapannya sih memang maunya bisa mendapatkan view fotonya siang dan malam gitu…huehhehe, jadi mumpung masih ada sinarmatari cepat2 deh kesana..
      Alhamdulillah setelah memakai jurus tanya menanya dengan 2 orang ibu2.. ( yang satu etnis China.. dan yang satu.. klo dengar dari bahasanya sih ada logat medhok Jawa-nya dan melayu gitu, hihihi..kalo menurut saya mungkin orang Indonesia - Jawa yang udah lama tinggal di Malaysia deh..) saya dan Desy akhirnya sampai juga di Petronas Tower, setelah berjalan kaki cukup jauh sekitar 1,5 km sambil meyusuri semacam jembatan penyebrangan ( tetapi tertutup ) yang menghubungkan dan membawa kami masuk ke dalam mall & foodcourt… lalu sambil mencari2 dimana letak jalan keluar… akhirnyaaa ketemu dehhh yang dicari-cari.. senengnyaa… dan takjub liat Petronas Tower itu keren banget..

      Foto2 di Petronas Tower sore hari itu ternyata cukup susye habis banyak banget juga turis2 yang ikutan berfoto.. alhasil hasil foto kurang begitu bagus… karena turis2 lain yang berfoto ikutan menjadi background foto kami tapi gakpapa lah masih ada session foto2 malam hari… heuehehe, dan sambil menunggu sang matahari terbenam saya dan Desy mengisi perut dahulu di foodcourt yang kami lalui tadi.. lumayan buat ngisi stamina, secara dari Balikpapan belum makan nasi.. wkwkwkk





      Setelah selesai mengisi perut.. badan bersemangat & bertenaga lagi dong yaa… hehehe, tanpa babibu saya dan Desy kembali mecari spot2 untuk berfoto ria.. dan malam itu Pertronas Tower asli lebih keren dari sore hari tadi… lampu2nya itu lohhh.. aduhhh jadi tambah semangat donk foto2nya ahahahaha…

      Dan memang susah2 gampang ternyata mendapatkan hasil foto yang saya inginkan di Petronas Tower itu..pengen nya sih hasil foto closeup yang bagus dengan view background menara kembar yang menjulang tinggi itu tanpa harus terpotong ujung menaranya.. setelah hampir setengah jam saya & Desy bergantian berfoto2… kami pun menyerah dan duduk2 dipinggir kolam… sambil berpikir “Bagaimana caranya yaa…..?†setelah cukup lama berisitrahat sambil memandangi indahnya menara Petronas.. saya dan Desy pun mendapat ide… hihihihi caranya ternyata cukup mudah jika ingin mendapatkan foto yang full sampe ke ujung menaranya harus sampai dengan posisi tiduran gitu.. ( kayak photographer2 profesional..) haduhh gak terpikir ya dari tadii..tapi kan saya dan Desy cuma modal kamera iphone & android.. masa harus se-ekstrim itu gayanya.. ahahahaha

      Akhirnya dengan cara posisi duduk dan merebahkan badan hampir 30 derajat dan tangan saya yang sebelahnya dipegang oleh Desy.. Saya dengan gampang me-foto Desy dengan background Petronas Tower itu sesuai hasil yang kami inginkan… hihihihi.. alhamdulillah.. foto close up dengan background Petronas Tower sudah didapatt…











      Pukul menunjukkan pukul 8.20 malam.. saya dan Desy memutuskan untuk kembali ke Hotel, karena besok pagi saya dan Desy harus checkout hotel dan melanjutkan kembali perjalanan ke Singapore… Sudah ga sabarannn hihihii

      Ohyaa… perjalanan dari Petronas Tower ke hotel saya dan Desy kembali melalui jalan yang pertama kami lalui tadi…lumayan PP jalan kaki 3km… dan tidak lupa kami mampir di Seven Eleven untuk membeli cemilan untuk dihotel.. maklum cewe2 suka ngemil dan sempet2nya lagi kami berfoto ria dipinggir jalan menuju pulang ke hotel… cucookk








      Okey misi be foto di Pertonas Tower selesai.. next siapin tenaga buat besok trip ke Singapore ceritanya… :) :)

      To be continue ke part 2 yaa..
    • By HeryRyanto
      Adakah yang punya pengalaman ke Batam melalui Singapura?
      Kalau ada  boleh share-nya. makasih :) 
    • By vie asano
      Jika dibandingkan dengan Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota Shizuoka jelas bukanlah kota yang populer untuk dikunjungi oleh wisatawan asing. Kota yang terletak di antara Tokyo dan Nagoya ini memang lebih dikenal sebagai daerah pertanian, pelabuhan, serta industri dibanding sebuah kota tujuan wisata. Namun siapa sangka jika ternyata, bagi sebagian wisatawan, Shizuoka justru menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi saat berada di Jepang, khususnya bagi pecinta plastic model kit dan Mini 4 WD (pasti pernah nonton anime Dash! Yonkuro dan Let's Go! yang populer pada tahun 90-an dan awal 2000? kan). Itu karena Tamiya, pabrikan Mini 4WD, radio control, serta plastic model kit ternama, lahir dan berkembang di Shizuoka. Sampai saat ini kantor pusatnya pun masih terdapat di Shizuoka, begitu juga dengan museum-nya yang wajib dikunjungi oleh pecinta Tamiya setidaknya sekali untuk seumur hidup. Mau tahu detail lebih lanjutnya?
       

      Logo Tamiya pada gedung Tamiya Head Office, via youtube 
       
      Tentang Tamiya Head Office di Shizuoka
       

      Gedung Tamiya Head Office, via tarletans32.rssing 
       
      Semenjak perusahaan Tamiya didirikan di Shizuoka pada tahun 1946, berbagai produk keluaran Tamiya (seperti plastic model kit, Mini 4 WD, mainan radio control, dan lain-lain) sukses dipasarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia. Penggemar Tamiya pun membentuk berbagai komunitas yang tumbuh pesat dimana-mana. Demi mengapresiasi dan mengakomodasi para penggemar yang antusias untuk melihat lebih dekat aneka produk Tamiya di tempat kelahirannya, Tamiya Head Office pun membuka kantornya bagi siapa saja yang ingin berkunjung untuk melihat-lihat. Asyiknya, mengunjungi Tamiya Head Office ini tidak dipungut biaya. Kalian bebas mengelilingi setiap sudutnya (kecuali untuk area tertentu yang terlarang untuk publik), dan juga diijinkan untuk mengambil foto selama tidak ada tanda larangan terpampang di area tersebut.
       
      Yang bisa kalian temukan di tempat ini.
      Sejak baru masuk ke area kantor, kalian akan terpukau dengan area lobby-nya. Di area lobby ini kalian dapat melihat berbagai display aneka mesin yang bersejarah, seperti mesin FQ, Lotus 102 B, dan Tyrrell P34. Display berbagai model mobil Mini 4WD yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya juga ditampilkan di area lobby yang sekaligus merangkap sebagai showroom ini. Penggila Mini 4WD dilarang melewatkan area ini jika nggak ingin menyesal!
       

      Sebagian Mini 4WD yang dipajang di area lobby, via gigazine 
       
      Salah satu hal menarik yang dipajang di area lobby dan showroom ini adalah mesin untuk mencetak berbagai model kit. Mau tahu bagian yang paling kerennya? Beberapa produk yang dicetak dari mesin ini dibagikan gratis sebagai souvenir untuk pengunjung lho. Kalian bisa sekaligus merakit aneka plastic model yang baru didapat di spot yang telah disediakan. Oya, di area lobby ini juga terdapat beberapa diorama berukuran besar.
       

      Mesin pencetak plastic model, via gigazine 
       
      Spot lain yang sayang untuk dilewatkan adalah area museum. Display berbagai produk yang pernah dikeluarkan oleh Tamiya dipajang disini. Jika selama ini kalian terlalu familiar dengan aneka plastic model maupun mobil-mobilan berbahan plastik yang dikeluarkan oleh Tamiya, di museum ini kalian akan mengetahui jika pada awalnya Tamiya mengeluarkan aneka produk modeling berbahan kayu, tepatnya model miniatur kapal perang dari kayu. Barulah sejak tahun 1950-an Tamiya bergerak dalam bidang plastic model mengikuti perkembangan tren penggunaan plastik.
       

      Contoh miniatur kapal Yamato skala 1/800 produksi pertama Tamiya, via gigazine 
       
      Setelah selesai mengelilingi area lobby, showroom, maupun museum, berkunjunglah ke toko resmi Tamiya yang ada di lantai 2. Kalian yang mengaku sebagai kolektor Tamiya pasti akan lupa waktu saat berada di toko resmi ini. Berbagai aksesoris produk-produk Tamiya –mulai dari stiker maupun cat warna- hingga T-Shirt resmi bisa kalian beli di area ini, begitu juga dengan aneka produk limited edition yang susah ditemukan di tempat lain. Terkadang ada juga produk tertentu yang di diskon dengan harga super miring lho.
       

      Pembeli memadati area toko, via gigazine 
       
      Di bagian atap, kerap dilakukan demonstrasi berbagai produk yang dikeluarkan oleh Tamiya. Demonstrasi ini boleh diikuti oleh siapa saja, dewasa maupun anak-anak. Jika sekedar ingin menonton maupun menikmati pemandangan di area sekitar gedung pun boleh.
       

      Suasana di atap, via gigazine 
       
      Sebagai penutup, dan sebagai tambahan informasi, di area lantai 3 merupakan area tempat proses kreatif desain dilakukan. Mengingat vitalnya proses desain bagi sebuah perusahaan seperti Tamiya, pengunjung dilarang mengambil foto di area tersebut.
       
      Cara menuju ke Tamiya Head Office di Shizuoka.
      Jika berangkat dari Tokyo, kalian bisa naik shinkansen Hikari (60 menit) dan Kodama (90 menit) dan turun di Stasiun Shizuoka. Jangan pilih shinkansen Nozomi karena tidak berhenti di Stasiun Shizuoka. Biayanya kira-kira 5830 yen* (untuk unreserved seat) dan 6350 yen* (untuk reserved seat) dan di cover oleh JR Pass. Dari Stasiun Shizuoka, cara termudah adalah dengan naik taksi hingga ke Tamiya Head Office (10 menit, 1200 yen*).
       
      Sedangkan jika naik kereta biasa, biayanya kira-kira 3020-3350 yen* dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Turunlah di Stasiun Higashi-Shizuoka, dan dilanjutkan dengan naik bis yang menuju Oshika Eigyo-sho (naik dari terminal 8 dari pintu utara stasiun). Turun di Oshika Eigyo-sho, dan lanjutkan dengan berjalan kaki selama 5 menit menuju persimpangan terdekat. Kantor Tamiya langsung terlihat dari persimpangan.
       

      Peta lokasi Tamiya Head Office, via tamiya 
       
      Detail teknis lainnya.
      Alamat: 3-7, Ondabara, Suruga Ward, Shizuoka, prefektur Shizuoka
      Telp: +81 54-283-0002
      Jam operasional: Senin-Jumat, rata-rata pukul 09.00-16.30 (tutup saat hari libur nasional). Untuk Tamiya Shop, tutup saat libur musim panas dan libur musim dingin.
      Google maps: < klik > 
      Website resmi: < klik > 
      Pendaftaran tur: < klik > Formulir dalam bahasa Jepang, namun kalian dapat menggunakan google translate untuk menerjemahkannya.  
       
       
    • By Mukhlas Al Abrar
      Wisata Bandung - Kota Bandung memang menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia. Dari mulai wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata budaya semua ada di sini. Udaranya yang sejuk, serta lengkapnya fasilitas yang disediakan menjadi alasan wisatawan selalu berkunjung ke Bandung. Selain itu setiap tahunnya Bandung selalu menyuguhkan objek wisata yang baru yang mampu memikat hati para wisatawan untuk datang berkunjung lagi ke kota bandung.   Apabila kamu berlibur ke Bandung, berikut 8 tempat wisata baru di Bandung dan sekitarnya yang wajib dikunjungi      1. Farmhouse Lembang 
      Pakaian dan Nuansa Ala Eropa Klasik di Farmhouse Lembang, Bandung   Berkonsepkan suasana ala Eropa, Farmhouse menjadi objek wisata baru di Bandung yang wajib dikunjungi. Beralamat di jalan Raya Lembang 108, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dalam maupun luar kota, terutama saat libur weekend. Disini kamu akan menemukan nuansa kental Eropa klasik, seperti peternakan ala Eropa, Desa Kurcaci dan masih banyak lagi. Pastikan kamera kamu selalu siap, karena setiap sudutnya bisa dijadikan objek foto yang keren.   Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap seperti Mushola, Cafe hingga Toko Souvenir ada disini.
      Harga Tiket  : Rp.20.000 Lokasi          : Lihat Disini 
        2. Dusun Bambu 
      Naik Perahu di Dusun Bambu Cisarua, Bandung   Bagi kamu yang ingin rekreasi keluarga, Dusun Bambu adalah tempatnya. Beralamat di Jalan Kolonel Masturi KM 11, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata baru di Bandung ini mengusung konsep Back to Nature. Disini kamu bisa merasakan suasana liburan ala Desa nan Modern. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disini seperti bersepeda, naik perahu kayu, atau sekedar bersantai bersama keluarga sambil menikmati sejuknya udara pergunungan Lembang.
      Fasilitas yang disediakan disini pun cukup lengkap. Bagi kamu yang ingin menginap, disini juga disediakan villa unik dengan konsep Cottage.
      Harga Tiket  : Rp.15.000 Lokasi          : Lihat Disini 3. Kampung Gajah Wonderland
      Rekreasi Wisata Alam Kampung Gajah Wonderland Bandung   Kampung Gajah Wonderland merupakan tempat wisata baru di Bandung. Berlamat di Jalan Sersan Bajukari KM 3.8, Cihideung, Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Di sini kamu bisa berwisata kuliner dan berwisata belanja. Selain itu tempat ini juga memiliki banyak wahana permainan, seperti ATV, Side Car, Tubby, Bumperboat, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin ingin bermain aktivitas air, disini juga ada Waterboom. 
      Harga Tiket  : Rp.10.000 - 20.000 Lokasi          : Lihat Disini
        4. Sendang Geulis Kahuripan
      Berenang di Sendang Geulis Kahuripan Cikalong Wetan, Bandung   Sendang Geulis Kahuripan merupakan Objek wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Ganjarsari, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tempat wisata yang dikenal dengan nama telaga Cikahuripan Padalarang ini merupakan sumber mata air alami. 

      Airnya sangat jernih dan bersih, saking jernihnya kita bisa berfoto selfie di dalam airnya. Tak heran tempat ini begitu fenomenal di kalangan para anak muda kekinian. Fasiltas yang disediakan pun cukup lengkap seperti warung, tempat bilas dan saung tempat bersantai.
      Harga Tiket  : Rp.10.000 Lokasi          : Lihat Disini 5. Sangyang Heuleut
      Bersantai Menikmati Keindahan Sanghyang Heuleut Cipatat, Bandung   Sanghyang Heuleut merupakan objek wisata alam baru di Bandung. Tempat ini sedang hits bagi kalangan traveller. Terletak di Kecamatan Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini merupakan sebuah danau kecil yang dikelilingi bebatuan yang berbukit. Disini kamu bisa berenang, bersantai di tepi danau atau bahkan berkemah bersama teman. Fasilitas disini memang masih sangat minim. Namun panorama alamnya sangat indah.    Harga Tiket : Gratis Lokasi : Lihat Disini   6. Curug Bubrug 
      Bersantai Sembari menikamati indahnya Curug Bubrug Parompong, Bandung   Curug ini merupakan wisata alam baru di Bandung. Terletak di Desa Kertawangi, Kecamatan Parompong, Kabupaten Bandung Barat. Objek wisata satu ini masih sangat terjaga keasriannya.  Sejuknya udara serta indahnya panorama alam Curug Bugbrug mampu membuat kamu betah berlama - lama di Curug tersebut.  Selain itu kamu bisa menyaksikan air terjun yang jatuh dari atas ke bawah membentuk sebuah kolam sedalam 3 meter. Tapi sangat disayangkan, kamu tidak bisa berenang di kolam tersebut, karena terdapat pusaran air di dalam kolamnya.   Tapi kamu tak usah kecewa, disini kamu dapat bersantai menikmati sepiring indomie dari atas saung sembari menikmati keindahan panorama alam Curug Bugbrug yang akan memanjakan mata kamu. .     Harga Tiket  : Rp.7.500 Lokasi          : Lihat Disini   7. Stone Garden
      Pemandangan Stone Garden Cipatat, Bandung   Stone Garden merupakan tempat wisata baru di Bandung yang selanjutnya wajib dikunjungi. Terletak di kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dari atas ketinggian 900 Mdpl kamu dapat menyaksikan hamparan hijau pepohonan yang sangat indah. Puncak bukit ini sendiri mempunyai taman batu. Taman ini menjadi incaran bagi para pengunjung yang ingin berfoto selfie.   Harga Tiket  : Rp.5000 Lokasi          : Lihat Disini  8. Tebing Keraton 
      Keindahan Panorama Alam Tebing Keraton Bandung   Bagi kalangan traveller tebing ini mungkin tempat yang wajib di kunjungi. Tebing keraton merupakan objek wisata alam yang baru dan cukup populer di Bandung. Berada di atas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Dari atas ketinggian kamu bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah, tampak keindahan kota Bandung begitu jelas dari atas ketinggian Tebing. Pastikan kamera kamu selalu siap karena tempat ini sangat cocok dijadikan objek foto dengan latar belakang pemandangan kota dan hamparan pepohonan nan hijau.   Harga Tiket  : Rp.11.000 Lokasi          : Lihat Disini  

      Baca Juga :8 objek wisata di lombok yang terkenal dan wajib dikunjungi

      Demikian ulasan seputar tempat wisata baru di Bandung.
    • By vie asano
      Beberapa waktu lalu, di newsfeed Facebook saya cukup ramai dengan artikel ini. Menurut saya, artikel tersebut sangat keren karena bertujuan untuk membuka wawasan mengapa kita nggak seharusnya minta oleh-oleh dari mereka yang akan pergi berwisata; sesuatu yang sangat lazim terjadi dalam budaya kita. Sebetulnya, sejak membaca tulisan tersebut saya kepingin banget menulis tips sejenis namun untuk versi dan sudut pandang yang berbeda, namun baru kali ini ada kesempatan untuk mewujudkan tulisan tersebut. Yang ingin saya bagikan adalah bagaimana caranya menghindari agar tidak dimintai oleh-oleh saat kita berwisata.
       
      Pergi jalan-jalan, itu menyenangkan. Bersenang-senang di tempat wisata, itu lebih menyenangkan lagi. Mungkin yang dapat sedikit mengganggu mood hepi-hepi saat berwisata adalah adanya rengekan permintaan oleh-oleh dari teman, saudara, maupun kerabat lainnya. Memang sih nggak ada salahnya kita memberikan buah tangan untuk berbagi kegembiraan pasca traveling. Tapi kalau yang minta oleh-oleh jumlahnya satu kampung, wah bisa-bisa anggaran wisata habis untuk oleh-oleh saja. Apalagi kalau ada yang titip macam-macam dan akhirnya bikin bagasi overload. Ujung-ujungnya, lagi-lagi anggaran wisata pun terkuras. Sedih kan?
       
      Nah, bagi yang ingin menghindari dititipi oleh-oleh saat jalan-jalan, simak beberapa tips berikut ini. Secara garis besar, saya bagi tips ini dalam 2 versi: versi halus dan versi hardcore. Mari mulai dari versi halus lebih dulu.
       
      1. Nggak Tega Nolak Kalau Dimintai Oleh-Oleh? Pergi Diam-Diam Saja!
       

      Jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, via gofeminin 
       
      Kadang kita nggak tega untuk menolak saat dititipi oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Mau bilang secara langsung, takut menyinggung perasaan orang lain maupun dianggap sombong. Jika kalian mengalami dilema seperti itu, solusi pertama yang bisa dicoba adalah: jangan bilang-bilang kalau mau pergi wisata, dan berangkatlah secara diam-diam. Teorinya, makin sedikit yang tahu kalian akan pergi wisata, maka makin kecil kemungkinan akan ditodong untuk memberikan oleh-oleh. Betul?
       
      2.  Hentikan Sementara Waktu Aktifitas Eksis di Media Sosial.
       

      Eksis di medsos, via wikimedia commons 
       
      Di era internet sekarang ini, rasanya nggak gaul kalau kita nggak check-in saat tengah berada di suatu tempat. Minimal, share foto-foto waktu traveling itu wajib hukumnya sebagai bukti absensi di sebuah lokasi wisata. Namun, ingat juga resiko dari eksis di medsos. Semakin banyak teman yang tahu, jangan bingung kalau tiba-tiba banyak yang nitip oleh-oleh ya. Upload foto di medsos bisa dilakukan saat kita pulang wisata kok, jadi untuk sementara tahan dulu keinginan untuk narsis dan eksis.
       
      3. Berhenti Menggunakan Telepon, Cek Email, dan Media Sosial
       
      Salah satu inti dari perjalanan wisata adalah untuk mengenal tempat baru dan menikmatinya semaksimal mungkin. Jika kalian terus menerus terhubung dengan telepon dan internet, jangan bingung jika kalian nggak bisa fokus dengan acara liburan dan malah disibukkan dengan meladeni permintaan oleh-oleh dari teman maupun kerabat. Bukan berarti kalian nggak boleh membawa handphone maupun terhubung dengan internet ya, hanya saja batasi intensitasnya seminimal mungkin.
       
      4. Negosiasi Itu Penting, Termasuk Negosiasi Soal Oleh-Oleh.
       
      Bagaimana jika teman terlanjur tahu kalian akan pergi berwisata? Jika kalian nggak cukup tega untuk betul-betul bilang say no to oleh-oleh padahal budget wisata terbatas, coba deh negosiasi dengan teman tersebut. Misalnya, kalian bersedia mencarikan barang yang diinginkan asalkan teman tersebut mau menitipkan sejumlah uang untuk membeli barang itu. Ingat, tetaplah jangan memaksakan diri ya! Jika waktu dan kondisi nggak memungkinkan, mau nggak mau kalian harus tega menolak permintaan tersebut. Namun, biasanya sih banyak yang langsung mundur teratur jika dimintai untuk menitipkan uang pembelian oleh-oleh, hehe.
       
      5. Berhenti Menanyakan Mau Oleh-Oleh Apa?
       
      Kadang, permintaan oleh-oleh yang nggak masuk akal dan jumlahnya berjibun disebabkan oleh blunder diri kita sendiri, yang biasanya diawali dari pertanyaan mau oleh-oleh apa kalau [isi dengan nama kalian] pergi ke [isi dengan nama tempat]? Jadi, salah satu tips untuk menghindari dititipi oleh-oleh adalah, dengan berhenti mengatakan kalimat tersebut.
       
      Dan ini versi hardcore-nya. Maksud dari hardcore ini adalah menolak dengan tegas maupun menyampaikan keberatan jika dititipi oleh-oleh, dan bukannya menghindar secara diam-diam seperti pada versi lunak.
       
      1.  Biasa Ngomong Blak-Blakan? Bisa Dong Bilang Tidak Untuk Permintaan Oleh-Oleh yang Nggak Masuk Akal.
       

      Say “no†untuk oleh-oleh yang aneh-aneh!, via flightsandfrustration 
       
      Kadang ada saja permintaan oleh-oleh yang membuat kita pusing untuk mencarinya. Bagi mereka yang nggak enak untuk menolak, bisa jadi akan mati-matian berusaha mencarikan oleh-oleh yang diinginkan oleh teman tersebut. Namun sebetulnya masalah bisa selesai jika kalian tegas menolak permintaan oleh-oleh yang nggak wajar. Asal dilakukan dengan bahasa yang tepat, nggak perlu khawatir akan menyinggung perasaan mereka kok.
       
      2. Kadang, Membatasi Jenis Oleh-Oleh yang Akan dibeli Jadi Solusi Enak Untuk Semua.
       

      Souvenir murah, via stuckattheairport 
       
      Untuk menghindari habisnya anggaran wisata untuk pembelian oleh-oleh dan juga untuk menghindari habisnya waktu untuk mencari request oleh-oleh, coba deh tegaskan jenis oleh-oleh apa yang HANYA akan kalian beli. Misalnya saja, kartu pos maupun gantungan kunci. Dengan menegaskan pilihan oleh-oleh yang akan kalian beli, kalian akan terhindar dari kewajiban menjadi tas untuk si anu, kaos untuk si itu, kue untuk si dia, dan lain sebagainya; yang akan membuat koper menggelembung dan overload. Jadi, teman maupun kerabat tetap akan mendapat oleh-oleh, hanya saja kalian yang menentukan sendiri jenis oleh-oleh tersebut.
       
      3. Last but Not Least, Tegas Sama Kuota Maksimum itu Hukumnya Wajib!
       

      Souvenir imut dari Jepang, via grrrltraveler 
       
      Maksud dari kuota maksimum disini adalah, batasi berapa batas maksimal oleh-oleh yang akan dibeli untuk si A dan si B, baik dari segi kuantitas maupun harga. Dan batasi juga kuota maksimum anggaran wisata untuk membeli oleh-oleh. Trik ini bertujuan untuk mengendalikan anggaran pengeluaran oleh-oleh, dan juga membatasi jumlah oleh-oleh yang akan dibeli. Setiap kali ada yang nitip oleh-oleh, jelaskan dulu masalah kuota maksimum ini sehingga mereka bisa memahami jika kita menolak permintaan oleh-oleh dari mereka.
       
      Kunci dari menyiasati kewajiban untuk memberikan oleh-oleh saat traveling adalah ketegasan, dan juga perasaan tega. Kalian mungkin juga akan menghadapi pandangan sinis dan anggapan jika kalian sombong maupun pelit karena nggak mau membelikan oleh-oleh. Karenanya, sebisa mungkin tetap gunakan bahasa yang enak dan mudah dipahami saat menjelaskan dengan baik tentang kondisi anggaran wisata maupun padatnya itinerary sehingga terpaksa menolak permintaan oleh-oleh. 
    • By vie asano
      Pada thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/15200-wah-ternyata-negara-negara-tujuan-wisata-populer-ini-tidak-familiar-dengan-bahasa-inggris/ saya sudah menulis tentang beberapa negara yang akan mengubah cara pandang kita terhadap bahasa Inggris. Ternyata, walau bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, dan bahkan tak sedikit orang yang pede mengatakan jika hanya diperlukan bahasa Inggris untuk bisa menaklukkan semua tempat di seluruh dunia, pada kenyataannya bahasa Inggris hanya digunakan oleh 1/3 penduduk di planet Bumi ini. Itu berarti mayoritas orang tidak terlalu familiar atau bahkan tidak mengenal bahasa Inggris. Bagi wisatawan yang hobi melancong ke berbagai tempat, fakta di atas juga berarti besar kemungkinan akan terkena kendala bahasa saat akan berwisata ke negara lain. Khususnya jika wisatawan tersebut hanya menguasai bahasa Inggris saja sebagai bahasa asingnya.
       
      Tenang, tak perlu jadi takut untuk pergi kemana-mana. Kendala bahasa saat pergi ke negara lain memanglah sesuatu yang sulit untuk dihindari. Namun, bukan berarti tak ada cara untuk mengatasi hal tersebut. Minimal untuk mengakali agar kita nggak kesulitan untuk bertanya arah saat tersesat, maupun saat meminta pertolongan. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi faktor kendala bahasa saat berwisata.
       
      1. Menguasai beberapa kata dasar dalam bahasa setempat
       
      Bagaimanapun, saat kita berwisata ke negara lain, salah satu cara jitu untuk mengatasi kendala bahasa tentu saja adalah dengan mempelajari bahasa nasional di negara tujuan. Jika akan pergi ke Jepang, ya belajarlah bahasa Jepang. Begitu juga jika ingin pergi ke Thailand, setidaknya usahakan untuk belajar bahasa Thailand. Namun, seandainya nggak sempat untuk mengambil kursus bahasa, atau waktu wisata terlalu singkat, setidaknya sempatkan diri untuk mencari tahu bahasa lokal dari kata-kata dasar yang mungkin saja akan kalian perlukan di tempat tujuan nanti. Berikut ini beberapa kata/kalimat sederhana yang bermanfaat untuk mengatasi kendala bahasa, silahkan dicari sendiri seperti apa bunyinya dalam bahasa negara tujuan wisata kalian.
       
      -Nama saya _____________________
      -Apa Anda dapat bicara dalam bahasa Inggris?
      -Terima kasih.
      -Tolong.
      -Maaf.
      -Maaf, saya perlu bantuan.
      -Tolong bicara pelan-pelan.
      -Dimana saya bisa menemukan bus/taksi?
      -Dimana saya bisa menemukan stasiun?
      -Dimana kantor polisi?
      -Berapa harganya?
      -Saya dari Indonesia.
      -Saya tersesat.
      -Saya lapar/tidak lapar.
      -Saya haus/tidak haus.
       
      Tambahan untuk wisatawan muslim.
      -Apakah ini mengandung alkohol?
      -Apakah ini mengandung daging babi?
      -Saya tidak bisa makan babi atau alkohol.
      -Dimana saya bisa menemukan restoran halal?
       
      Saran saya, jika tak pede untuk mengucapkan kata-kata di atas dalam bahasa lokal, teman-teman bisa mencoba mem-print kalimat-kalimat tersebut dan tunjukkan kalimat mana yang ingin kalian ucapkan pada lawan bicara saat memerlukan sesuatu.
       
      Alternatif lainnya, coba deh usahakan membeli buku percakapan untuk wisatawan dalam bahasa negara yang dituju (lebih baik lagi jika buku tersebut dilengkapi dengan huruf asli dari bahasa tersebut). Buku-buku seperti itu biasanya memiliki banyak contoh percakapan untuk berbagai situasi. Untuk keadaan darurat, teman-teman bisa mencari kalimat yang paling cocok dengan situasi yang dihadapi dan tinggal tunjukkan saja pada lawan bicara.
       
      2. Mengukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara
       
      Jika seandainya karena satu dan lain hal teman-teman tetap ingin menggunakan bahasa Inggris, minimal coba deh ukur kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara. Walau tidak semua orang dapat berbahasa Inggris, biasanya selalu saja ada satu atau dua orang yang mengerti beberapa patah kata dalam bahasa Inggris. Semakin nol kemampuan berbahasa Inggris lawan bicara, maka bicaralah dengan semakin lambat, jelas, dan gunakan kalimat yang pendek dan umum untuk dimengerti.
       
      Misalnya, alih-alih mengucapkan my bag is stolen and I need to find a police, akan lebih mudah dimengerti jika teman-teman mengatakan police saja. Dikombinasikan dengan bahasa tubuh, teman-teman bisa berharap lawan bicara akan mengerti maksud kalian.
       
      3. Jika sudah kepepet benar.
       
      Jangan ragu untuk menggunakan berbagai software penerjemah bahasa yang bisa diunduh di smartphone. Teman-teman bisa melihat daftar aplikasi apa saja yang dibutuhkan oleh wisatawan dalam thread ini: http://jalan2.com/forum/topic/14383-inilah-aneka-aplikasi-penting-untuk-traveler/
      Atau, kalian bisa masuk ke berbagai situs web populer yang berkaitan dengan traveling dan menanyakan hal-hal yang ingin kalian tanyakan di forum tersebut. Kalian bisa juga mencari member yang merupakan penduduk lokal di forum itu (tentunya lebih baik jika dia dapat berbahasa Inggris) yang dapat membantu masalah kalian (misalnya, seputar menanyakan restoran di suatu kota maupun menanyakan tentang petunjuk arah, sehingga meminimalkan potensi untuk bertanya pada random orang di jalanan).
       
      Oya, walau dari tadi saya mengemukakan aneka tips untuk mengatasi kendala bahasa bagi wisatawan yang hanya bermodalkan bahasa Inggris, bukan berarti saya mengatakan jika bahasa Inggris itu tidak penting ya. Walau pada kenyataannya 2/3 penduduk di Planet Bumi ini tidak terlalu familiar dengan bahasa Inggris, masih banyak kegunaan lain dari bahasa ini bagi wisatawan:
      -Bahasa Inggris rata-rata diterima di berbagai bandara, hotel, dan pusat informasi wisata.
      -Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh backpacker. Jadi, dengan menguasai bahasa Inggris, setiap kali kalian bepergian ke tempat lain, selalu ada kemungkinan menemukan wisatawan lain yang juga berbahasa Inggris.
      -Tambahan lainnya, mengenal bahasa Inggris akan membantu kita meminimalkan kemungkinan terkena masalah yang tidak diharapkan. Masih ingat dengan kasus wisatawan yang tertipu saat membeli produk elektronik di Lucky Square, Singapura?
       
      Jadi, tetaplah pede sekalipun kalian hanya menguasai bahasa Inggris ya!
       
      Lalu bagaimana jika bahasa Inggris kita pun pas-pasan, alias hanya bermodalkan bahasa Indonesia saja? Tak perlu kecil hati. Kalian tetap bisa berpetualang ke negara lain dengan bermodalkan bahasa yang paling alami, yaitu bahasa tubuh. Setiap kali kalian membutuhkan bantuan dari penduduk lokal, gunakan gesture tubuh yang sopan dan jangan sungkan untuk menunjuk maupun memperagakan maksud kalian. Jangan lupa juga untuk selalu berbekal buku notes dan pulpen. Siapa tahu akan kalian perlukan untuk menggambarkan maksud pertanyaan kalian.
       
      Semoga informasinya bermanfaat!
       
      ***