Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
  • agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
Donnie

Scotland-Menjelajah Edinburgh Dalam 1 Hari

Recommended Posts

Apa sih yang melintas dibenak anda saat mendengar kata 'Inggris?' Jawabannya bisa berbeda-beda tentunya bagi tiap orang. Namun, saya yakin jawaban mereka nggak akan jauh dari Beatles, sepakbola, dan Buckingham. Nah, kecintaan saya akan sepakbola Inggris dan The Beatles pulalah yang menumbuhkan minat untuk berbackpack ria ke negeri Ratu Elizabeth itu. Alhasil setelah merasa tabungan saya cukup, dan sedikit berjanji muluk kepada boss dikantor-demi ijin cuti-saya segera apply visa dan approved!

Saya sengaja mengatur keberangkatan saat musim gugur (berangkat bulan November), sebab kata orang-orang yang sering jalan ke Eropa, musim gugur dan musim semi adalah waktu tebaik untuk menikmati keindahan kota-kota disana. Pasalnya, saat musim panas (Juni-Juli) adalah peak season liburan disana, banyak warga lokal dan turis dari sesama negara Eropa menikmati liburan mereka, alhasil banyaknya manusia akan membuat perjalanan anda kurang nyaman. Sedangkan untuk mengadakan perjalanan saat musim dingin juga tidak direkomendasikan-kecuali anda memang berniat ketemu salju-karena suhu yang bisa mencapai minus 20 derajat celcius cukup potensial merubah perjalanan anda dari ceria menjadi nestapa. Lagian, kurang OK juga mengabadikan obyek-obyek wisata disana dalam keadaan tertutup salju kan?

Setelah 22 jam perjalanan udara yg bikin pegal, saya mendarat dengan mulus di bandara Heathrow, London. Karena home base saya selama di UK adalah Edinburgh, saya masih harus melakukan connection flight ke ibukota Skotlandia itu. Sempat terjadi insiden kecil terkait keberangkatan saya ke Edinburgh, pasalnya waktu keberangkatan saya ke Edinburgh dan pendaratan di London hanya berselisih setengah jam lebih dikit, sebabnya waktu tempuh Singapura-London yang terjadwal 20 jam molor menjadi 22 jam karena cuaca buruk. Keringat dingin mulai menjalari tubuh, pasalnya saya belum melewati desk imigrasi, pindah terminal ke penerbangan domestik, mencari gate keberangkatan sesuai tiket, plus tiba-tiba kebelet buang air kecil (hadeeehhh). Tapi dasar hoki, semua steps sampai naik ke pesawat ke Edinburgh saya lewati dengan mulus kecuali di desk imigrasi. Pasalnya, staf imigrasi sana (yang semuanya orang India) dengan santai-sambil ngobrol dengan sesamanya dan ketawa-ketiwi-menanyai saya dengan hal-hal yang menurut saya nggak penting banget, macam sudah pernah divaksin meningitis atau belum dan penyakit tropis yang pernah diderita, di Inggris mau ngapain aja.

 

post-23527-0-06222100-1408665489_thumb.j 

Perjalanan ke Edinburgh lewat udara memakan waktu sekitar satu jam. Karena perjalanan dilakukan pagi hari, disediakan breakfast kontinental berupa bacon, scrambled egg, tumis jamur truffle, dan sosis plus teh hangat. Baru selesai makan, pilot sudah berhalo-halo memberikan perintah untuk mengencangkan ikat pinggang, pesawat siap mendarat di bandara Edinburgh.


post-23527-0-76954800-1408665514_thumb.j  post-23527-0-58779700-1408665541_thumb.j


Sialnya, saat saya menanti koper di belt conveyor, yang ditunggu tak kunjung tiba. Sampai koper terakhir diangkut si empunya, saya tak dapat menemukan koper saya. Segera saya melakukan pengaduan ke bagian lost and found maskapai yang saya gunakan. Cukup lega juga melihat atensi dan keramahan yang mereka tunjukkan. Setelah mencatat nama, nomor paspor, flight number, serta alamat hotel tempat saya menginap, mereka berjanji untuk segera menghubungi saya dan mengantar seluruh bawaan saya ke hotel-tanpa biaya tentunya-disertai permintaan maaf yang diucapkan berkali-kali. Sebenarnya, hal ini menjadi blessing in disguise juga buat saya, pasalnya saya menuju downtown Edinburgh dengan menggunakan shuttle bus tanpa harus repot bawa-bawa koper, cukup bawa backpack di punggung hehehehehe.

 

post-23527-0-12307100-1408665583_thumb.j  post-23527-0-16116400-1408665610_thumb.j

Setelah laporan dan menyelesaikan administrasi hotel-yang sebenarnya lebih cocok disebut losmen atau bahasa kerennya, bed and breakfast-saya langsung ngacir untuk segera menikmati keindahan pusat kota Edinburgh. Lagian, mau istirahat di hotel juga saya belum bisa, karena belum masuk waktu check in. Berbekal catatan yang sudah saya siapkan dari Jakarta, saya mulai berkelana menyusuri jalanan Edinburgh. Terus terang, saya sangat mengagumi kota ini, kontur geografisnya yang berbukit memberikan sentuhan alamiah yang khas. Orang-orangnya juga ramah dan helpful banget. Kalau anda menanyakan trayek bis, mereka akan dengan senang hati menjawab sampai detail sekali.

 

post-23527-0-22070500-1408665666_thumb.j

Arsitektur bangunan berusia ratusan tahun yang meruncing dibagian atap khas British dengan berbagai ukiran model jaman Rennaisance (bener gak ya, renaissance..mohon koreksi kalau salah) juga terlihat sangat keren bagi saya-terutama Edinburgh castle yang angkuh bertengger dipuncak tertinggi kota itu. Belum lagi patung-patung tokoh-tokoh mahsyur Skotlandia era rikiplik yang bertebaran dipusat kota. Termasuk patung pengarang yang terkenal dengan Sherlock Holmesnya, Sir Arthur Conan Doyle. Sayangnya, patung Sir Arthur yang saya lihat dari dalam bis dalam perjalanan dari airport tidak berhasil saya ajak foto sampai saya meninggalkan UK. Pasalnya saya tidak dapat menemukan jalan menuju lokasi patung tersebut. Pemberhentian terdekat dari patung tersebut berjarak kiura-kira satu kilometer dari lokasi. Jalanan yang ribet membuat saya susah mencapai patung Sir Arthur. Yah, mudah-mudahan saya diberi kesempatan kedua buat bertemu beliau, hiks.

 

post-23527-0-73318400-1408665636_thumb.j  post-23527-0-18569800-1408665713_thumb.j

Hebatnya, semua yang kuno-kuno itu terasimilasi dengan baik dengan infrastruktur serba hi-tech seperti halte bis dengan layar informasi yang menyajikan berbagai informasi mulai dari suhu udara, nomor bis beserta trayek yang dilewati, sampai berapa lama waktu tunggu bis yang akan kita naiki. Ruang pedestrian yang luas, standar negara-negara maju-juga menambah kenyamanan saya. Mungkin karena itu adalah perjalanan pertama saya ke Eropa, jadi saya begitu menikmati hal tersebut hehehehe. Oh ya, menurut literatur yang saya baca sebelum berangkat, kota tua

Edinburgh pada 1995 mendapat anugerah sebagai world heritage dari UNESCO (badan PBB bidang kebudayaan)-seperti candi Borobudur dan pulau Komodo di Indonesia. Selain itu, karena kecantikannya, di Eropa Edinburgh terkenal dengan julukan 'Athens of the north'.

 

post-23527-0-10877200-1408665762_thumb.j  post-23527-0-15958300-1408665784_thumb.j

Puas menikmati sekilas keindahan kota, perut saya mulai keroncongan. Astaga, jam sudah menunjukkan pukul 14.00 waktu setempat. Keasyikan jalan sampai lupa waktu, mungkin karena suhu udara yang dingin (berkisar 5 derajat) ditambah keindahan kota, saya jadi tidak terlalu merasakan capai dan lapar. Ngomong-ngomong, mau makan dimana ya? Sejauh mata memandang, ada dua tempat potensial buat backpacker cekak seperti saya. Pilihan pertama adalah Pizza Hut, bukan apa-apa, karena di etalasenya ada papan bertuliskan 'all you can eat and drink, for 2 pounds' hehehe. Satu lagi, buffet makanan Vietnam 'Happy Dragon' dengan budget 3 pounds. Timbang menimbang, pilihan saya jatuh pada Pizza Hut. Didalam, ternyata untuk pilihan menu 'all you can eat' cuma tersedia pizza vegetarian yang toppingnya cuma bawang bombay dan shallot (bawang merah bule yang besarnya sama dengan bawang bombay), rasanya..aduh, jauh dari enak, tapi berhubung lapar dan tekad untuk hanya berhemat demi aneka souvenir saya nikmati saja. Untuk pilihan minuman, tersedia orange dan apple juice, free flow. Momen makan siang itu juga saya manfaatkan untuk mengistirahatkan kaki dan menghangatkan diri, karena ruangan tersebut dilengkapi heater yang membuat nyaman.

 

post-23527-0-72339500-1408665804_thumb.j  post-23527-0-74491300-1408665826_thumb.j

Selepas makan siang, saya segera balik ke hotel untuk beristirahat. Bukan apa-apa, jam biologis dalam tubuh saya masih 'disetel' dalam zona waktu asia alias jet lag. Saya tidur sepanjang sore dan terbangun oleh telepon kamar yang berbunyi. Rupanya koper saya yang nyasar sudah diantar ke lobby. Waktu menunjukkan sekitar pukul delapan malam. Mungkin karena terbangun tiba-tiba, saya nggak bisa tidur lagi. seng punya iseng, saya keluyuran lagi. Kali ini sedikit nekat karena saya sembarang menaiki bis yang berhenti di halte dekat hotel. Turun pula disembarang tempat yang ternyata daerah pelabuhan, yang belakangan saya tahu dari sopir taksi daerah tersebut bernama Granton street. Suhu udara yang berada beberapa derajat dibawah titik nol tidak menghalangi sekelompok remaja yang asyik bermain bola, sesekali mulut mereka mengumpat dengan logat yang 'sangat british'. Ada coffee shop dekat situ, saya memesan coklat hangat dan roti bagel isi tuna. Rasanya? Nikmat luar biasa. Malam makin pekat, jalanan juga sudah sepi, saya berjalan menuju halte bis terdekat. Sial, nomor bis yang tadi saya naiki tidak lewat daerah sini. Terpaksa saya pulang ke hotel naik taksi. Ongkosnya cukuplah untuk membuat saya menggerutu hehehehe.


post-23527-0-94128500-1408665736_thumb.j  post-23527-0-76625900-1408665690_thumb.j



Esoknya, tempat pertama yang saya datangi adalah The Royal Mile. Sesuai namanya, The Royal Mile adalah jalan dipusat kota Edinburgh sepanjang satu mil (sekitar 1.65km) yang dipenuhi lapak-lapak dan toko penjual souvenir Scottish-yang sebagian besar dimiliki oleh orang-orang keturunan India-seperti kilt (rok Skotlandia), bagpipe (terompet khas mereka), boneka, miniatur bangunan, CD musik tradisional Skot, dan lain-lain. Uniknya, ada juga pengamen yang asyik memainkan bagpipe dengan menggunakan pakaian khas Skotlandia. Lagu-lagu yang dimainkan benar-benar menggugah semangat. Cocoklah dengan image orang-orang Skot sebagai bangsa pejuang, mengingatkan saya akan film 'Braveheart' yang dibintangi Mel Gibson.

Seharian dipusat kota Edinburgh saya habiskan dengan foto-foto. Maklumlah, namanya juga turis backpack yang berprinsip 'belanja minimal, foto maksimal' hehehehe. Puas foto-foto, saya beranjak menuju Waverley station-stasiun kereta-yang terletak tak jauh dari Princess street, jalan utama ditengah kota Edinburgh. Sebelumnya, saya sudah kontak dengan seorang kawan lama yang kini menetap di London. Ia berjanji untuk menemani saya city tour keliling London, namun karena kesibukannya hal tersebut baru bisa dilakukan saat weekend. Hal tersebut juga yang membuat saya memutuskan untuk menjadikan Edinburgh sebagai home base, karena kalau saya stay di London yang megapolitan tanpa ada guidenya saya pasti nyasar. Beda dengan Edinburgh yang mungil dan sepi, dimana kesana kemari bisa dilakukan dengan bis kota dan berjalan kaki. Biaya penginapan juga jauh lebih murah di Edinburgh. Tiket kereta sudah ditangan, ratusan foto sudah saya jepret, waktunya balik ke hotel dan beristirahat. Siap-siap untuk keberangkatan ke London esok hari.. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

@Donnie

wih mantap mas donnie

wah 5 derajat di edinburgh ya

saya waktu di bromo 7 derajat aja gak kuat heheheh

berarti total perjalanan dari jakarta ke edinburgh pas 24 jam lah ya heheh 1 hari penuh 

jadi Edinburgh ini bisa disebut Kota Tua nya Britania Raya ya mas ?

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah scotland saya jg belom pernah  :cintaindo

 

itu perginya musim fall / winter mas @Donnie ? suhunya berapa ya

 

saya kalo kayak korsel gak kuat lg dah hahaha... -15 to -20an Celcius kmrn hahaha...  :ngeri

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa @kyosash @Jalan2

ini tulisan lama kok dari blog saya pindahin kmari plus nambahin beberapa  foto hehehe..Scotland lebih nyaman sih memang dibanding England..kalo mau berpetualang ke GB disini aja poskonya, serba murah utk ukuran sana, aman, dan org2nya helpful bgt..ke england buat jalan2 aja jgn stay..mahal2 semua

@Nightrain Saya jalan sendiirian bro..motret nitip org lewat aja, baik2 org dsana gak kaya di England yg ketus dan banyak penjahatnya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Halo Mas @mone..utk viisa dulu (saya brgkt taun 2009) biayanya 1.2jt, kalo biaya total sekitar 5 hari akomodasi tiket, penginapan, makan, transport total sekitar 20jt-an..kalloksana saya sarankan homebasenya Scoland aja karenaperbandingan harga di Scotland dan England agak jomplang..di Scotland relatif lbh murah, Mas.. :)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Owh sekitar 20Jt yakh.,

smoga bisa k eropa setelah dari korea, pengen liat negara asal harry potter.

Terima kasih info'y mas.

:senyum

@deffa @kyosash @Jalan2

ini tulisan lama kok dari blog saya pindahin kmari plus nambahin beberapa  foto hehehe..Scotland lebih nyaman sih memang dibanding England..kalo mau berpetualang ke GB disini aja poskonya, serba murah utk ukuran sana, aman, dan org2nya helpful bgt..ke england buat jalan2 aja jgn stay..mahal2 semua

@Nightrain Saya jalan sendiirian bro..motret nitip org lewat aja, baik2 org dsana gak kaya di England yg ketus dan banyak penjahatnya :D

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

yoyo sama neh mon tahun depan mudah2an bisa ke europe neh

rajin nabung :D

saya tahun 2016/2017 aja dahh mod,.

kalo tahun depan terlalu cepat,.

hehehehe...

Share this post


Link to post
Share on other sites
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...