Sign in to follow this  
mariani

Bubur ayam Tangerang

7 posts in this topic

Ada yang unik nih bubur di Tangerang,saya jadi penggemar bubur ini belum lama sih,soalnya baru tau,jadi ceritanya karena macet jadi keliatan d tuh pedagang bubur.

Bubur ini ngak seperti bubur lain,kalao bubur kebanyakan pakai kuah kari ,tapi bubur ini cuma pakai yang pasti bubur putih,manisan lobak,ayam rebus dipotong kotak2,cakue dan yang unik pakai daun selada segar,plus emping, percaya ngak rasanya enak….

Buat yang belum pernah,layak di coba kok,cocok banget buat semua umur.

Ini fotonya….boleh moto sendiri.

post-73-0-62582600-1352509645_thumb.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah menggoda saya yang sedang lapar nih sist. tempatnya di daerah mana sist? harganya berapa?

ini tempatnya di daerah tangerang,tepatnya di perumahan villa tomang baru,harganya murah kok Rp.8 rb per porsi

Buka dan tutupnya jam berapa gan? tunjukin rutenya dong gan..

biasa sih dia hanya buka sore,tapi kemarin pas kesana udah buka dari jam 6 pagi,emang situ dari daerah mana,kalao daerah Tangerang saya bisa tunjukkin sih...

Ya aneh juga bubur pake daun selada ama manisan lobak .....terus sambelnya gmn mba enak juga.... :D

soal sambel jangan kuatir mantab,tapi tanpa sambel sudah sangat enak

polos banget yah..

tapi kayanya enak sih buat sarapan.. :lol:

jangan kuatir,dia sudah buka jam 6 pagi,cocok banget buat sarapan

Share this post


Link to post
Share on other sites

ini tempatnya di daerah tangerang,tepatnya di perumahan villa tomang baru,harganya murah kok Rp.8 rb per porsibiasa sih dia hanya buka sore,tapi kemarin pas kesana udah buka dari jam 6 pagi,emang situ dari daerah mana,kalao daerah Tangerang saya bisa tunjukkin sih...soal sambel jangan kuatir mantab,tapi tanpa sambel sudah sangat enakjangan kuatir,dia sudah buka jam 6 pagi,cocok banget buat sarapan

iyah kalo bubur sih enaknya baut sarapan..

makanannya ga terlalu berat..

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By baihaki1985
      Berbicara tentang kuliner tanah air, Indonesia memiliki ribuan menu masakan yang enak. Bahkan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencicipi semua masakan yang ada di Indonesia pun nampaknya tak bakal cukup. Hal ini karena masing-masing suku dan wilayah memiliki menu masakan khasnya sendiri-sendiri.
       
      Sebagai contoh gampangnya adalah soto yang beberapa waktu lalu telah saya tulis, linknya di sini. Di situ, bisa dilihat kalau soto sendiri memiliki perbedaan dari satu tempat dan tempat lain. Bahkan untuk suku yang sama, juga terdapat perbedaan. Ini hanya soto lho ya. Lalu bagaimana dengan menu masakan lain? Sepertinya tak akan jauh berbeda.
       
      Nah, dengan banyaknya menu masakan yang ada di Indonesia, tak heran kalau beberapa di antaranya sangat dikenal di kalangan internasional. Jangan salah, bukan hanya rendang yang kini banyak dikenal oleh masyarakat luas. Terdapat beberapa makanan lain yang ternyata juga menarik minat lidah-lidah orang luar negeri.
       
      Rendang
       
      Menu masakan Indonesia pertama yang namanya sudah menunia tentu saja adalah rendang. Siapa sih yang nggak suka rendang? Popularitas rendang di Indonesia sendiri sangat tinggi. Hal ini karena kiprah dari orang-orang Minang sendiri yang terkenal sebagai suku perantau. Dan bersama mereka, hadirkan rumah-rumah makan yang menawarkan masakan Padang.
       

      Rendang (Flickr/Alpha)
       
      Chef Ragil Imam Wibowo yang sering nongol di televisi dengan acara Makan Besar, memberikan pendapatnya kenapa rendang begitu diminati oleh masyarakat internasional. Dia mengatakan kalau rasa dari rendang tak begitu jauh berbeda kalau dibandingkan dengan masakan dari India ataupun Thailand. Sebagai contoh dia mengatakan kalau bumbu-bumbu yang ada di rendang tak begitu berbeda dengan bahan-bahan menu kari dari India.
       
      Bakso
       
      Selain rendang, ada pula bakso yang namanya cukup banyak dikenal oleh masyarakat dunia. Makanan yang satu ini memang populer, terlebih pembuatannya pun tak serepot ketika bikin rendang. Popularitas bakso sebagai masakan tanah air ini semakin meroket setelah Presiden Amerika Serikat, Obama menyebutkan sebagai makanan yang enak.
       
      Pada saat kunjungannya ke Indonesia beberapa tahun lalu, Obama pun menyebutkan kalau bakso dan nasi goreng merupakan kuliner yang sangat disukainya pada saat menghabiskan masa kecil di Jakarta. Dan berkat ucapannya tersebut, kedua masakan tanah air ini pun menjadi lebih banyak dikenal oleh masyarakat dunia.
       
      Nasi goreng
       
      Bersama dengan bakso, nasi goreng merupakan masakan tanah air yang disukai oleh Presiden Obama. Menariknya, nasi goreng sendiri bukanlah menu asli kuliner tanah air. Menu masakan ini sudah terlebih dulu ada di negara CIna bahkan sejak 4000 tahun sebelum masehi. Kedatangannya ke Indonesia terjadi pada saat para perantau negeri Cina datang ke tanah air.
       

      Salah satu bentuk penyajian nasi goreng (Wikimedia Commons/Gunawan Kartrapranata)
       
      Popularitas nasi goreng tak hanya datang dari ucapan seorang Obama. Pada tahun 2011, media ternama Amerika, CNN menobatkan nasi goreng di posisi kedua dalam daftar 50 masakan terlezat dunia versi CNN Travel. Jadi, nggak salah dong kalau masakan yang di Indonesia dapat dijumpai dengan gampang ini menjadi terkenal ke seantero dunia?
       
      Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli
       
      Pada tahun 2013 lalu, Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli yang cabang utamanya berada di Kebayoran Baru, Jakarta, ditahbiskan sebagai pemenang Best Street Food Master in the World dalam World Street Congress. Soto ayam ini pun berhasil mengalahkan menu-menu makanan lainnya dari berbagai belahan dunia berkat keberadaan koyanya.
       
      Soto Pak Sadi Asli sendiri tak hanya ada di Jakarta. Total terdapat 15 outlet yang lokasinya tersebar di berbagai penjuru tanah air. Outlet-outlet tersebut dimiliki baik oleh sanak familik Pak Sadi ataupun rekan franchise-nya.
       
      Kemunculan nama soto ini pun membuktikan kalau tak hanya rendang yang rasanya bisa diterima oleh lidah orang negara lain. Soto Pak Sadi Asli yang notabene adalah jenis soto ayam, ternyata juga tak kalah jika dibandingkan dengan menu masakan lain.
       
      Sate Ayam Barokah Haji Basiri
       
      Nama sate ayam ini terkenal bersamaand engan Soto Pak Sadi Asli, yakni berkat ajang World Street Food Congress . Kuliner asal Madura ini pun menempati posisi keenam. Sebuah posisi yang menunjukkan bagaimana tingkat kelezatan menu masakan ini jika dibandingkan dengan kuliner lain. Di Jakarta sendiri, sate ayam ini bisa dijumpai di Jalan Sultan Iskandar Muda nomor 5. Katanya sih, resep rahasia di balik kelezatan sate ayam ini adalah terletak pada kacang yang digunakan. Pemilik warung makanan ini mengatakan kalau kacang yang mereka gunakan hanyalah kacang dari Tuban.
       
      Nasi Campur Ayam Kampung Khas Bali Made Weti
       
      Dari pulau Dewata, muncul kuliner Nasi Campur Ayam Kapung Khas Bali Made Weti. Di bali, warung makanan ini memang terkenal tak hanya di bibir masyarakat lokal, namun juga di kalangan para turis. Jadi, tak mengherankan kalau pada akhirnya menu masakan ini berhasil menduduki poisisi ke 11 dalam daftar 20 kuliner jalanan terlezat dalam World Street Congress tahun 2013 di Singapura.
       
      Rumah Makan Nasi Kapau
       
      Dan masih dari ajang yang sama, Nasi Kapau berhasil menduduki posisi ke 16 dalam daftar 20 makanan jalanan terlezat di dunia. Belum pernah merasakan nasi kapau sih, mungkin ada yang bisa lebih detail memberikan penjelasan. Namun kata teman yang asli Padang, nasi kapau memiliki pilihan lauk yang lebih banyak kalau dibandingkan dengan masakan padang. Bener nggak sih? 


    • By infokuis
      Dear all,
       
      Sekedar berbagi info. Ada info kuis untuk jadi duta kuliner sedap utk daerahmu. Pemenang dari kuis ini akan mendapatkan uang tunai Rp1juta masing-masing utk 3 orang pemenang.
       
      l
    • By baehaki
      Kalo ngaku pecinta kuliner, dan tertantang untuk mencicipi kuliner Indonesia yang beragam penuh khazanah ini? Nah, daging se’i perlu dicobain. Apalagi kalau kita lagi berkunjung ke Kupang Nusa Tenggara Timur.
       

       

       

       
      Daging se’i sebenarnya adalah olahan daging yang diiris tipis dan memanjang, biasanya daging sapi atau daging sapi, yang diberi bumbu khas kemudian diasap. Tujuannya agar lebih gurih dan renyah serta agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tidak sembarang bagian daging yang bisa diolah. Hanya bagian daging yang sedikit lemaknya, yang bisa dipotong potong tipis memanjang dengan lebar sekita 2-3 cm.
       
      Berbeda dengan olahan  daging yang lain, daging se’i ini benar – benar diolah secara tradisional. Setelah dipotong tipis memanjang, daging diolah dnegna memberikan garam dan rempah – rempah sesuai dengan selera dan ciri khas sang juru masak. Setelah dilumuri bumbu, daging diasapkan menggunakan kayu Kosambi, sejenis pohon yang tumbuh di daerah kering.
       
      Beberapa daging se’i yang dijual di rumah makan biasanya ditutup dengan daun – daunan kosambi. Tentu saja, aroma rempah – rempah sangat terasa. Matangnya daging ini bukan karena pembakaran api, melainkan karena panasnya asap. Pengasapan ini dilakukan hingga daging kering. Jadi bisa dibayangkan, betapa gurihnya daging ini. Tentu saja, matangnya daging ini merata, hingga di dalam daging.
       
      Lebih nikmat daging se’i ini dihidangkan saat panas atau hangat.  Wih, harum gurihnya semerbak dengan warna daging merah kecoklatan bakal membuat kita terpancing untuk segera menyantapnya. Saat disantap hangat, wah daging yang renyah dibalut bumbu rempah yang sedap pasti menggugah selera makan kita. Pantas lah, makanan ini pernah lho jadi salah satu topik kuliner salah satu stasiun televisi Indonesia dengan host Bondan Winarno.
       
      Untuk menyantapnya, sebenarnya memang lebih enak kalau selagi panas. Selain aroma daging asap dan rempah yang gurih masih berasa, kalau sudah dingin, daging ini agak sedikit alot.
       
      Di Kupang sendiri karena mayoritas penduduk memeluk agama Kristen, daging se’i babi lebih populer dan banyak dijumpai di rumah makan di pinggir jalan. Mereka menjadikan daging se’i babi ini menjadi menu utama dalam berbagai perayaan, terutama perayaan agama.
       
      Namun tidak semua daging se’i berbahan baku babi. Di pasar atau pun di pusat oleh – oleh kota Kupang ini, banyak ditemukan daging se’i dari sapi. bahkan beberapa tempat juga menjual daging se’i dengan daging ayam atau daging ikan laut. Tentu, ada perlakuan berbeda antara masak daging babi, daging sapi, ayam maupun ikan laut.
       
      Pengolahan daging babi sedikit lebih rumit, karena benar – benar dipilih daging yang sedikit mengandung lemak, padahal yang kita tahu bahwa daging babi banyak mengandung lemak. Pemilihan daging yang sedikit lemak dikarenakan agar saat diasapkan tidak mengurangi khas gurihnya. Untuk daging ayam lebih jarang ditemui, karena selain tesktur daging yang sulit untuk dibuat memanjang, juga dirasa tidak serenyah dan segurih daging babi maupun sapi. Untuk ikan laut, yang dipilih adalah ikan yang punya tekstur tubuh panjang dan daging yang padat. Daging sapi menurut salah satu koki di Kupang merupakan daging yang paling mudah pengolahannya, meski lebih sulit ditemui di sana.
       
      Menurut masyarakat sekitar, menyantap daging se’i lebih enak kalau dimakan dengan jagung bose. Jagung bose semacam bubur jagung tua yang dimasak dengan kacang merah. Sebelum dimasak, bulir – bulir jagung yang sudah menua direndam terlebih dahulu dalam air kapur. Sehingga, akan dihasilkan jagung yang cukup padat, gurih dan mantap dirasa. Jagung bose ini dihidangkan sebagai pengganti nasi.