• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
fel_tan

pintu langit di zhanjiajie china

11 posts in this topic

Pernah denger soal heaven door? Heaven door atau pintu langi ini terletak di kota Zhanjiajie provinsi Hunan di China.Jadi yang di sebut pintu langit ini tuh merupakan lubang raksasa di atas puncak pegunungan tianmen. Buat menuju ke sini bisa lewat kereta gantung yang menanjak sejauh 7.3 km selama kurang lebih setengah jam lamanya. Jadi pintu langi ini berupa lubang raksasa yang melonjong ke atas dengan tinggi 131.5 meter, leber 57 meter dan kedalaman 60 meter. Mulut pintu ini menembus puncak gunung. Kalo mau jalan kaki ke sini juga bisa kok, naik anak tangga yang jumlahnya puluhan ribu. Kalau naik mobil juga bisa tapi lewat di pinggiran tebing gitu, terus kalo musim dingin mobil gak boleh lewat soalnya bahaya.

mirip pintu beneran yaa

http://shoutmypost.com/wp-content/uploads/2012/06/534268_394401910612426_1595972920_n.jpg

Share this post


Link to post
Share on other sites

wah baru liat nih......kapan nih bisa ke sana.....tapi kalo ngitung jumlah anak tangganya lemes juga....takut lutut ngak kuat,gemeteran....

kalo gak kuat jalan bisa naik kereta gantung kok, satu kereta gantung nampung 20 orang, paling cuma setengah jam aja nyampe

wow..mirip pintu langit yg di film terbaru nya lee ming ho 'faith" ide nya ngambil dr sini kale ya ?? :D kereen..ntar kluar nya di "gangnam" korea lho...kl di film :P

gak tau deh saya belom nonton itu hehe

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren sekali.

kayaknya yang lebih menantang naik kereta gantungnya yah?

kita berada di ketinggian yang sanggat tinggi selama 30 menit.

hahahaha...

untuk yang tidak suka dengan ketinggian sepertinya tidak untuk di anjurkan yah?

lalu, begitu masuk ke gerbang itu, ada apa disananya?

Share this post


Link to post
Share on other sites

keren sekali.

kayaknya yang lebih menantang naik kereta gantungnya yah?

kita berada di ketinggian yang sanggat tinggi selama 30 menit.

hahahaha...

untuk yang tidak suka dengan ketinggian sepertinya tidak untuk di anjurkan yah?

lalu, begitu masuk ke gerbang itu, ada apa disananya?

kalau menurut saya lebih menantang jalan kakinya haha naik puluhan ribu anak tangga, jadi apa kakinya ntar

iya kalo takut ketinggian ya jangan

di sana ada pemandangannya wkwk orang-orang ke atas pengen liat pemandangannya

waw keren ya...lumayan naik tangga nya utk olahraga...dijamin 2 kali naik turun tangga lgsg six pack :P

kalo naiknya pakai perut baru sixpack, kalo pakai kaki yang ada kaki nya jadi besar ntar :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow.. cantik banget tempatnya.. saya belum pernah liat yang kaya begini.. benar-benar kaya lagunya Led Zeppelin.. Stairway to Heaven... tapi koq keliatannya itu panjang banget ya... kalau orang lagi jalan sampe ke tengah trus kecapean gimana urusannya tuh.. tau2 nanti bisa jalan tapi ga bs balik.

Share this post


Link to post
Share on other sites

wow.. cantik banget tempatnya.. saya belum pernah liat yang kaya begini.. benar-benar kaya lagunya Led Zeppelin.. Stairway to Heaven... tapi koq keliatannya itu panjang banget ya... kalau orang lagi jalan sampe ke tengah trus kecapean gimana urusannya tuh.. tau2 nanti bisa jalan tapi ga bs balik.

keren kan :) wah itu mah resiko, kalau gak berani atau tau gak kuat harusnya gak coba coba naik tangga, lagian kan ada kereta gantung jadi bisa naik kereta gantung aja :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Tripinto Tour
      Waktu liburan tak akan lengkap rasanya tanpa berkunjung ke tempat-tempat wisata. Nah, bagi Anda yang masih bingung akan menghabiskan waktu liburan Anda kemana, tidak ada salahnya Anda mencoba tempat wisata di Malang, karena di Malang sendiri memiliki destinasi wisata yang beragam pilihan, berikut ulasannya.
      Pantai Tiga Warna
      Pantai Tiga Warna ini masih jarang diekspos. Malang memiliki banyak sekali destinasi wisata pantai, nah pantai Tiga Warna ini adalah salah satunya. Lokasinya berada di kawasan hutan konservasi, dan untuk berkunjung ke sini Anda perlu melakukan reservasi terlebih dahulu, setidaknya seminggu sebelumnya, atau lebih baik satu bulan sebelumnya jika Anda berencana untuk menghabiskan akhir pekan di pantai ini guna memastikan tidak terlalu banyak pengunjung yang memadati area. Gradasi warna air laut dari biru ke hijau hingga putihnya pasirnya sangat mempesona. Terdapat konservasi Mangrove Clungup di tempat ini, yakni hutan bakau yang tepat ada di muaranya, di pertemuan antara laut dan sungainya
      Artikel Terkait
      Yuk Ketahui Beberapa Tips Wisata ke Bromo Malang Seperti Apa Saja Sih Objek Wisata Di Malang Rekreasi Di Malang Merupakan Pilihan Yang Tepat Saat Libur Panjang Gimana Sih Caranya Menuju Ke Batu Malang? Yuk Ketahui Rute Menuju Batu Malang Beberapa Tempat Wisata Favorit Di Malang Yang Belum Kamu Ketahui Kampung Warna Warni di Jodipan dan Tridi
      Wisata penuh warna yang bisa Anda nikmati di Malang adalah di Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kampung Warna Warni Jodipan itu terletak di Jalan Temenggungan Ledok, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur, yakni sekitar 400 meter di sebelah selatan Stasiun Kereta Api Malang Kota Baru. Anda dapat naik angkot dengan kode ABG/ABH, AGJ/AJH, AMG/AMH atau MT dari stasiun untuk menuju ke kampung warna warni ini. Dengan turun di dekat Jembatan Brantas di Jalan Gatot Subroto, lalu kampung Warna Warni Jodipan sudah dapat terlihat dari jembatan dan akan membutuhkan waktu sekitar 5 menit dengan berjalan kaki dari tempat tersebut lalu menuju ke kampung aneka warna Jodipan dan Tridi. Setiba di sana, Anda juga bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan kaca.
      Lembah Tumpang Resort
      Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya hidup di zaman kerajaan Sriwijaya ataupun Majapahit? Akankah Anda menjadi panglima besar perang atau hanya menjadi seorang prajurit biasa? Walau sekarang kita tidak mungkin bisa kembali ke zaman tersebut, kita dapat mendapatkan gambaran sekilas di Lembah Tumpang Resort.Lembah Tumpang Resort merupakan tempat wisata sekaligus resort yang mengangkat tema kerajaan Hindu Kuno. Anda dapat merasakan kemegahan dan elegansi zaman dahulu dari replika candi raksasa yang dikelilingi oleh danau, berbagai bangunan zaman purba serta arca tiruan yang mencapai 1800-an banyaknya! Spot-spot foto berbau Kerajaan Majapahit yang terdapat di sini akan membuat koleksi foto selfie Anda jauh berbeda dari yang lain! Jika Anda bukan pecinta foto, rasakan sensasi menjadi para adiwangsa dan putra putri raja dengan bermain di kolam yang dihiasi replikasi candi maupun ornamen kuno. Bagi yang ingin bermalam di kerajaan ini, Lembah Tumpang Resort juga menawarkan cottage dalam berbagai ukuran. Sekarang Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengenal sejarah kebanggaan negara sendiri!
      Fifteen Celcius Skylounge
      Sesuai namanya, restoran yang satu ini selalu menyambut tamunya dengan cuaca dingin sekitar 15 celcius pada siang hari karena letaknya berada di sekitar 1000 mdpl. Fifteen Celcius Skylounge merupakan restoran yang berada di rooftop Amarta Hills Hotel dan Resort sehingga menawarkan panorama permadani hijau dari berbagai sudut. Di daerah outdoor restaurant ini, pemandangan perkebunan hijau yang tertanam rapi di kaki bukit Panderman dan wajah lereng Gunung Arjuno dapat kamu nikmati. Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang tempat wisata di Malang yang seru dan penuh warna.
      Untuk informasi lainnya kunjungi website Kami di : https://www.tripinto.co.id
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By spiderkw
      Kemarin ane ke yogya cobain tempat yg orang orang rekomen. Ternyata asik gan. Ngurangin stres dah. Bikin ga mau pulang. Tapi apa daya isi dompet nyuruh pulang. Ini penampakannya gan
      https://www.youtube.com/watch?v=Ct1DVod-7lQ&list=PLsbimu5COJspNcUvtxmMn6nGwVPMfa8C-&index=7&t=0s
    • By bagus hadi
      METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah.
      Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang.
      “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin.
      Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya.
      Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run)   SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
    • By Disya
      Halo, saya Disya.
      Saya sudah menjadi anggota Jalan2 Inonesia di FB sejak tahun lalu dan membaca-baca share cerita perjalanan para anggota lain.
      Dan berhubung saya sedang mengerjakan skripsi, saya ingin minta tolong anda untuk membantu mengisi kuesioner skripsi pariwisata ini. Kuesioner ini ditujukan bagi wisatawan yang pernah beriwsata ke Luar negeri sebelumnya. Mohon dibantu untuk mengisi kuesioner ini dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
      di klik link dibawah ini.
      https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3HaVr12xb1H8JcCg0vgp_XOH0BrKyjIIg7a-FlCr811bEBg/viewform
       
      Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
    • By vie asano
      Tulisan kali ini terinspirasi dari thread yang dibuat momod Deffa yang berjudul Ask Maskapai Low Cost dari Tokyo Jepang ke Seoul Korea Selatan?. Sebetulnya pada thread tersebut mas Kyosash sudah memberi salah satu alternatif cara termurah untuk pergi ke Seoul. Namun saat mengulik lebih lanjut, ternyata pertanyaan sejenis cukup sering ditanyakan oleh wisatawan dari berbagai negara di banyak forum travelling. Setelah saya ingat-ingat, seorang rekan juga pernah bertanya hal yang sama beberapa waktu silam sehingga saya berkesimpulan cukup banyak juga yah wisatawan yang tertarik untuk melakukan kombo wisata ke Jepang dan Korea Selatan sekaligus.
      Nah, berhubung kemarin baru selesai menulis tentang aneka moda transportasi di Seoul dan lagi in the mood untuk menulis tentang transportasi, kali ini saya ingin berbagi beberapa hasil ulikan yang berkaitan dengan tema di atas, yaitu bagaimana caranya untuk pergi dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan?. Yang akan saya informasikan bukan hanya aneka low cost atau budget airline saja, namun beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk pergi ke dari Tokyo/Jepang ke Seoul/Korea Selatan. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang berminat untuk wisata ke dua negara tersebut yah.
      Cara pertama: Menggunakan penerbangan internasional
      Oke, sudah jadi rahasia umum jika salah satu cara termudah untuk pergi dari Jepang ke Korea Selatan adalah menggunakan pesawat terbang (ya masa mau berenang sih?). Tapi mungkin masih banyak yang bingung menentukan pilihan maskapai penerbangan, menentukan titik keberangkatan, maupun memperkirakan berapa biaya yang harus disiapkan, jadi saya akan fokus pada hal-hal tersebut.
      Dewasa ini, nggak sulit menemukan penerbangan yang menghubungkan kota-kota besar di Jepang dengan Korea Selatan. Dari Jepang, yang paling mudah adalah berangkat dari Tokyo (via Narita Airport) maupun dari Osaka (via Kansai International Airport). Jika kota tujuannya adalah Seoul, maka bandara tujuan yang terdekat dari Seoul adalah Incheon International Airport yang terdapat di Incheon dan Gimpo International Airport. Diperkirakan setiap harinya terdapat 49 penerbangan dari Tokyo ke Seoul, dengan perkiraan 218 penerbangan/minggunya.
      Lalu maskapai mana yang menjadi favorit untuk bepergian dari Tokyo/Jepang atau Osaka/Jepang ke Seoul/Korea Selatan atau Busan/Korea Selatan dan sebaliknya? Dan berapa perkiraan harga tiketnya? Berikut daftar beberapa list maskapai favorit yang bisa saya kumpulkan (note = untuk informasi harga, sebaiknya langsung cek ke link yang saya sertakan untuk mengetahui promo terkini karena harga dapat berubah sewaktu-waktu):
      Vanilla Air (klik disini), rate mulai dari ¥7500* untuk Tokyo (Narita) - Seoul (Incheon).
      Eastar Jet (klik disini), rate normal kira-kira ¥20000* untuk terbang dari Tokyo (Narita International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport). Namun kadang-kadang ada promo harga tiket hanya ¥4000* hingga ¥9000* untuk Tokyo-Seoul lho (syarat dan ketentuan berlaku), jadi rajin-rajin saja cek website resmi Eastar Jet untuk promo terbaru.
      Fly Peach (klik disini), rate termurah termurah yang diketahui mulai dari JPY6280*, berangkat dari Osaka (Kansai International Airport) ke Seoul (Incheon International Airport).
      Asiana Airlines (klik disini), termasuk salah satu penerbangan yang paling banyak direkomendasikan bagi yang ingin bepergian dari Tokyo ke Seoul. Rate-nya standarnya kira-kira ¥26690* untuk roundtrip Tokyo (Narita International Airport) - Seoul (Incheon International Airport).
      Itu hanya sebagian penerbangan antara Jepang-Korea yang bisa saya temukan, khusus untuk kategori budget airlines/low cost carrier. Jika masih kurang, dalam waktu dekat AirAsia Japan juga berencana membuka jalur penerbangan ke Seoul dan Busan lho, walau masih belum jelas kapan realisasinya. Untuk non-budget airlines, masih banyak maskapai lain yang bisa dipilih seperti Korean Air dan JAL.
      Cara kedua: Kombinasi antara kereta dan feri
      Cara populer kedua untuk mencapai Korea Selatan dari Jepang adalah menggunakan kombinasi jalur darat (via kereta) dan laut (feri express). Hanya saja, jika menggunakan feri, Anda tidak bisa langsung menuju ke Seoul karena semua feri merapat di Busan. Dari Busan, Anda tinggal naik kereta maupun bus untuk menuju ke kota tujuan selanjutnya (Seoul, Incheon, maupun kota lainnya).
      Ada banyak layanan feri dari Jepang menuju Korea, namun setidaknya 2 layanan berikut disebut-sebut sebagai yang paling populer:
      1. JR Kyushu Jet Ferry Beetle. Beetle ini merupakan ferry tercepat menuju Busan. Dari titik keberangkatan di Fukuoka Port International Terminal, Hakata, hanya diperlukan waktu kutang lebih 2 jam 55 menit untuk mencapai Busan. Feri ini beroperasi 4-5 kali dalam sehari, dan perkiraan biayanya kurang lebih ¥13000* untuk sekali jalan (atau ¥24000* pulang-pergi). Jika berangkat dari Tokyo, wisatawan bisa naik kereta shinkansen untuk mencapai stasiun Hakata (±6 jam perjalanan). Info tentang JR Beetle bisa lihat disini.
      2. Kampu Ferry Service. Berbeda dengan JR Beetle yang merupakan feri express, layanan feri ini adalah feri tradisional. Waktu tempuhnya pun jauh lebih lama dibanding JR Beetle karena bisa menghabiskan hingga 14 jam perjalanan. Harga tiketnya bervariasi antara Â¥9000*-12000* tergantung jenis kelasnya. Feri ini berangkat dari Shimonoseki, dan dibutuhkan waktu kira-kira 6,5 jam untuk mencapai Stasiun Shimonoseki dari Tokyo (menggunakan shinkansen).
      Menggunakan kombinasi feri+kereta mungkin kurang populer bagi budget traveller. Selain karena mahal (karena harus keluar uang untuk shinkansen+feri+Korail untuk mencapai Seoul), juga karena waktu tempuhnya lebih lama dibanding naik pesawat. Namun cara ini bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang tertarik mencari pengalaman wisata yang lebih karena bisa merasakan kombinasi antara perjalanan darat dan laut. Oya, jika ingin lebih hemat, pertimbangkan untuk membeli JR Pass maupun KR Pass, sehingga biaya untuk naik shinkansen maupun Korail (shinkansen ala Korea) setidaknya sudah di cover oleh tiket terusan tersebut (jadi lebih hemat).
      Semoga informasinya bermanfaat.
      ***
      Udah sampai di Seoul dan bingung dengan moda transportasi disana? Baca ini yah:
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Subway Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Bus Guide (2-end)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (1)
      Never Lost in Seoul: Taxi Guide (2-end)
    • By Chans
      Share waktu jalan-jalan ke Pulau Hainan di China ya.. jadi sekarang lagi ada banyak tour-tour nawarin paket ke China, ada yang harganya lumayan murah (5jutaan) ini ke Hainan di China. Tempatnya lumayan bagus, banyak tempat-tempat yang instagrammable juga.
      Perjalanan dari Jakarta-ke bandara Haikou jam 7 malam, sampai di sana kira-kira 00.25 (waktu China yang lebih cepat 1 jam dari Jakarta), jadi perjalanan naik pesawat kira-kira 4 jam lebih. Langsung bermalam di hotel.
      Hari ke 2,  dapat makan sarapan dengan menu lumayan lengkap, ada nasi+lauk-lauknya, mie, bubur, roti dll, lalu naik bus menuju Sanya, agak lama naik bus dari Haikou ke Sanya,mungkin ditotal sekitar 5 jam-an (ada makan siang+stop buat ke toilet). Selama tour, tiap makan siang selalu dapat makan 9-10 macam menu Chinese Food.
      Di Sanya, pergi ke tempat namanya Deer Looking Back Sculpture, di sini bisa naik kereta kecil buat naik ke atas bukit dan bisa melihat pemandangan kota Sanya dari atas bukit. Dilanjutkan ke Dadong Sea dan mampir supermarket belanja makanan kecil. Di Hainan rata-rata yang dijual makanan olahan kelapa, mulai dari biskuit, permen, kopi.  Malamnya, optional tour bisa nonton show atau naik cruise, kita milih naik cruise 200 RMB ( 1RMB sekitar Rp.2.000,-). Di kapal nonton pertunjukkan tari-tarian, sulap, pertunjukkan topeng. Bisa juga naik ke atas dek buat foto-foto. 
      Hari ke 3, dibawa ke tempat yang menjual produk-produk bambu. Disini banyak produk yang menarik, seperti handuk yang bisa mengeringkan rambut sendiri (dibungkus pakai handuk 1 jam, rambut sudah kering), baju dalam yang bisa buat lampu nyala, tissue super bersih (bisa bersihin noda kecap dll sekali usap udah bersih) bisa dipakai 1 bulan jadi bisa dicuci dan dipakai lagi. Saya beli tissuenya, memang enak buat bersih-bersih, dll.
      Lalu mengunjungi tempat yang ada patung Dewi Kwan Im tertinggi di dunia, 108 meter, disini dapat makan makanan vege yang lumayan enak, tempat ini besar banget, cuma kita langsung dibawa ke tempat yang ada patung Dewi Kwan Im nya naik kereta kecil. Sorenya dibawa ke tempat yang jual Omega 3 Fish Oil. Pemandunya bisa berbahasa Indonesia, jadi penjelasan dalam bahasa Indonesia. Ada dijelasin seputar kesehatan juga, sepertinya bagus juga produk yang dijual, cuma harganya mahal dan bahannya terbuat dari hewan-hewan seperti anjing laut (tidak tega hehe).

      Hari ke 4, mengunjungi suku minoritas Yetian Minority Nationality Village, dibawa ke tempat berjualan obat Bao Fu Ling yang bagus buat luka bakar (sambil denger penjelasan produk, kita duduk sambil pakai mesin pijat di kaki, enak dipijat hehe) dan sorenya ke Desa Bali. Di sini beberapa peserta tour sempat nari dulu sama penari-penari yang didatangkan dari Indonesia.
      Hari ke 5, menuju Haikou lagi naik kereta cepat. 45 menit sudah sampai di Haikou. Haikou cuacanya lumayan dingin, kalau di Sanya dan di hari ke-3 dan ke-4 cuaca panas terik, di Haikou lebih dingin (pakai jaket 1 saja sudah cukup, walau ada peserta tour yang gak pakai jaket juga). 
      Di Haikou, pergi ke Qilou Old Street, disini yang banyak dibeli adalah pie durian (made in Vietnam). Menurut saudara yang dikasih oleh-oleh ini memang enak katanya, pantas pada beli banyak-banyak, saya gak mencicipi karena gak doyan durian.  Dari sana dibawa ke Movie Town, disini sangat banyak spot buat foto-foto. Ada 2 pintu masuk tempat disini, 1942 street dan Nanyang street.
      Di 1942 street, tempatnya kayaksetting film dengan rumah-rumah jadul yang terbuat dari kayu, disini ada studio buat foto sama Chiang Kai Shek. 
      Di Nanyang Street, tempatnya kayak setting film dengan bangunan yang lebih modern dari yang di 1942 street. Tapi dua-duanya sama bagus. Disini bisa foto studio sama mei ni yang pakai baju Shanghai (mei ni bahasa mandarinnya cewek cantik, tapi semua cewek juga dipanggil mei ni di China gak hanya yang cantik-cantik aja), fotonya nanti dicetak dan bisa diambil (yang gratis dapat ukuran kecil, yang besar bayar 20 RMB). 
      Disini waktunya agak terbatas, setelah foto-foto studio dan belanja sebentar, lalu jalan-jalan sedikit tau-tau waktu sudah habis, sudah waktunya pergi TT lihat di web nya rupanya masih banyak tempat-tempat yang bagus. Link: http://www.movietownhaikou.com

      Setelah dari Movie Town, dibawa ke Mall yang besar, memang China itu negara besar, jadi mallnya pun besar banget. Setelah itu makan malam dan dibawa ke airport untuk perjalanan pulang. 
      Karena kurs RMB (China Yuan) yang masih terjangkau, rasanya belanja dan makan-makan disini gak terlalu mahal.
      Next jadi mau ke China lagi, ke kota yang lainnya (kalau bisa backpacker tanpa ikut tour biar lebih puas). 
      Sekian share saya, dikit aja karena gak pinter bercerita, ada beberapa hal yang juga udah lupa hehe.