Sign in to follow this  
ameryudha

London Eye

1 post in this topic

Agan pasti pernah liat bianglala di dufan kan? hehe. pasti seneng dong naek bianglala, kalo berdua sama pacar jadi romantis gimana gitu kan. London punya sejenis bianglala, namanya London Eye. Lokasinya ada di atas sungai yang membelah Kota London gan. Ada ga sih film yang pernah pake ini jadi lokasi syuting ? kali nanti james bond filmnya disini.

nih gan fotonya

London-days.-London-Eye-2.jpg

London Eye memiliki 32 kapsul yang dapat mengangkut hingga 16 orang per kapsul. Setiap kapsul memiliki waktu 30 menit sebelum sampai ke tempat semula. Jadi agan2 bakal di bawa naik selama 30 menit, dan ketika sampai di puncak kita bisa melihat Britania Raya dengan angle yang spektakuler. Kalo agan pergi sama pasangan agan bisa jadi ini moment paling edun deh gan. ane ngebayangin aja, andai ane ngelamar siapaaa gitu disini.

ini beberapa informasi penting buat yang mau kesini

Harga tiket masuk : 20 poundsterling ( sekitar Rp.250.000/orang)

Sistem Booking: Online dan on the spot( lebih baik prebook online biar agan ga usah ngantri)

Off peak : jam 12 sampe jam set 3 siang( selain itu biasanya penuh gan)

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By redocean
      Pernah punya mimpi jalan-jalan ke Eropa? Sudah terkabulkah mimpi itu? Eropa emang jadi magnet yang besar banget buat dikunjungi. Jalan-jalan ke Eropa kayak sebuah pencapaian tersendiri untuk mereka yang mengidolakan benua indah itu. Dengan banyaknya negara yang beragam suasana, budaya, dan keindahannya, Eropa nggak akan pernah habis untuk diimpi-impikan. 
      Sayangnya, ke Eropa nggak segampang ke negeri tetangga. Biaya perjalanan dengan pesawat yang mahal, biaya hidup yang mahal, dan juga visa yang lumayan susah jadi kendalanya. Nggak heran, banyak yang cari cara gratis seperti melalui beasiswa belajar ke Eropa atau melalui pekerjaan yang bisa membawa seseorang ke sana. Sebenarnya, kenapa sih pada pengen ke Eropa? Menurut saya, ini beberapa alasan yang membuat semua orang ingin terbang ke sana.
      1. Pengaruh Film dan Media
      Pertama, yang pastinya karena pengaruh film dan media massa yang mengangkat gambaran tentang Eropa. Dari sanalah dibangun sebuah image kecantikan Eropa dari berbagai sisi yang membuat kita tergiur untuk menginjakkan kaki di sana. Sering kita melihat lokasi syuting film di berbagai kota di negara-negara Eropa. Dari Inggris, Barcelona, Paris, dan lain sebagainya. Keindahan lokasi yang ditampilkan tentu akan membuat kita sangat ingin berkunjung ke sejumlah tempat di Eropa, bahkan semuanya.
      2. Nuansa historikal
      Dari media masaa juga kita pelajari bagaimana Eropa memiliki sejarah yang panjang dan memang sudah besar sejak dulu. Banyak tokoh-tokoh dunia yang berasal dari Eropa dan sejarahnya dikenal luas ke berbagai penjuru negara. Karena itulah, kita juga jadi termotivasi ingin melihat sendiri saksi bisu kisah-kisah besar, keren, mengharukan, menggugah itu. Cerita kebesaran kerajaan Roma hingga kisah cinta picisan Romeo dan Julietnya adalah secuil contoh daya tarik Eropa. Belum lagi kebesaran kerajaan Inggris dari mulai Elizabeth hingga Kate Middleton. Dan berbagai cerita lainnya.
      3. Arsitektur
      Arsitektur bangunan di Eropa nggak pernah gagal bikin saya terpesona. Klasik, vintage, tapi keren dan canggih. Banyak yang masih mempertahankan model-model kuno kayak gothic atau victorian style tapi tetep keren dengan kesan misterius antik. Selain itu, gaya yang lebih modern juga punya ciri khas dan selalu menarik perhatian. Buat saya, bangunan-bangunan bergaya Eropa emang selalu keren.

      4. Kota-kota besar
      Siapa yang nggak tahu Inggris? Paris? Roma? dan lain sebagainya. Kota-kota besar di dunia ada di Eropa. Seolah tak akan pernah habis ide perjalanan kita untuk menyusuri kota-kota besar di Eropa ini. Di sana, kita bisa menemukan suasana yang berbeda-beda sehingga tak akan membosankan. Tata kotanya juga keren-keren. Tentunya kita tahu gimana terkenalnya sungai kota yang bisa kita jelajahi di tengah kota kayak di Venice. Atau bunga-bunga yang hampir memenuhi semua sudut bangunan di Colmar. Kota besar tapi rapi, bersih, cantik, anggun, romantis. 
      5. Keindahan alam
      Ke desa-desanya atau pinggr kota, kita akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang sangat keren. Coba ingat-ingat sederet film yang berlatar pegunungan, pantai, salju di Eropa. Kita nggak akan berhenti berdecak kagum dan selalu ngiler untuk bisa datang ke sana, iya, kan?
      6. Orang-orang (bahasa dan budaya)
      Selain pemandangan alam dan kotanya, Eropa juga sangat menarik untuk dikunjungi karena orang-orangnya. Banyak kita mendengar cerita bagaimana budaya orang-orang yang tinggal di Eropa. Dari mulai keteraturannya, disiplinnya, dan lain sebagainya. Atau, bila kamu memang pecinta bahasa-bahasa di Eropa, di sini kamu bisa merasakan betapa indahnya bahasa di sana. Meski semua rata-rata bisa berbahasa Inggris, tapi berbeda-beda aksennya. Bahasa asli mereka juga bikin lidah kita geregetan karena enak didengar telinga.

      7. Makanan
      Lalu tentunya untuk pecinta kuliner. Eropa punya banyak sekali menu yang bisa dicicipi. Salah satu yang paling terkenal memang di Italia. Masakan Italia mungkin sudah akrab di lidah orang kita, tapi bagaimana sensasinya kalau makan langsung di sana ya?
      8. Fashion
      Eropa, seperti Paris dan Inggris menjadi pusatnya mode dunia. Brand-brand fashion dan kosmetik ternama lahir dari Eropa. Di sana juga dikenal murahnya (relatif). Nggak heran banyak banget yang ngeborong belanjaan sepulangnya dari Eropa. 
    • By Hasdevi Agrippina Dradjat
      “I'm so patriotic, I think every British kid should have a chance to grow up to be our head of state.” (Johann Hari)
       
      Inggris sudah lama terkenal sebagai salah satu negara yang paling diminati untuk dijadikan tujuan destinasi wisata. Begitu banyak wisatawan datang berkunjung ke Inggris untuk berbagai kepentingan, salah satunya wisata.
      Nah, sebelum kamu pergi mengunjungi Inggris, sebaiknya kamu mengetahui seluk beluk tentang visa Inggris. Visa Inggris sendiri sangat kamu butuhkan sebelum kamu memutuskan untuk mengunjungi Inggris.
      Inggris menerapkan kebijakan visa yang terpisah dari visa Schengen, yang merupakan kebijakan visa yang diterapkan oleh sebagian besar negara di Eropa. Inilah sebabnya, kamu perlu untuk melakukan aplikasi pengurusan visa yang berbeda dari visa Schengen jika kamu berminat untuk mengunjungi Inggris.
      Yang harus kamu ketahui adalah jika kamu mengurus visa United Kingdom, maka kamu juga memiliki kesempatan untuk berlibur di negara-negara Britania Raya lainnya yaitu Scotlandia, Irlandia Utara dan Wales.
      Nah, apakah kamu penasaran dan ingin segera mengetahui seluk beluk tentang visa Inggris? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dalam ini dia hal-hal yang sebaiknya kamu ketahui sebelum kamu melakukan aplikasi pengurusan visa Inggris.
       
      Cara Mengurus Visa Inggris

      VFS Global via https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/VFS_Global_Logo_Reverse.jpg
       
      Berbeda halnya dengan pengurusan visa lainnya yang mengharuskanmu untuk mengunjungi kedutaan besar tertentu, maka untuk pengurusan aplikasi visa Inggris, kamu dapat melakukannya di VFS Global.
      VFS Global sendiri merupakan mitra kerja dari United Kingdom Visas and Immigration yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Inggris untuk melayani aplikasi visa.
       
      1. Mengisi Aplikasi Permohonan Visa Secara Online

      Mengisi Aplikasi Permohonan Visa Secara Online via http://visa4uk.fco.gov.uk.
       
      Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengisi aplikasi permohonan visa secara online. Ya, kamu dapat melakukan pengisian aplikasi permohonan visa secara online di website .
      Proses pengisian aplikasi visa Inggris ini akan membutuhkan waktu selama sekitar 30 menit. Kamu dapat membuat akun terlebih dahulu di website tersebut. Kemudian, kamu dapat mencetaknya serta menambahkan tanda tangan di form aplikasi tersebut.
      Setelah itu, kamu akan mendapatkan email berisi GWF. Di dalam GWF tersebut, terdapat nomor untuk janji bertemu. Untuk masalah pembayaran, kamu dapat membayar biaya visa Inggris tersebut langsung di tempat dengan menggunakan uang tunai ketika melakukan janji untuk bertemu.
       
      2. Menghadiri Janji Temu dengan Dokumen Lengkap untuk Mendapatkan Visa Inggris

      Aplikasi GWF via https://www.vfsglobal.co.uk/indonesia
       
      Selanjutnya, setelah kamu mengisi aplikasi permohonan visa secara online, kamu dapat menghadiri janji temu sesuai dengan jam yang telah ditentukan.
      Kamu dapat mengakses https://www.vfsglobal.co.uk/indonesia dan memasukkan nomor GWF. Selanjutnya, kamu dapat memilih hari terbaik dari pilihan tiga hari yang disediakan oleh VFS Global. Setelah memilih hari, selanjutnya jam sudah akan ditentukan oleh pihak VFS Global.
      Pada waktu janji temu, kamu dapat menyerahkan formulir permohonan visa yang sudah ditandatangani. Selanjutnya kamu dapat menambahkan formulir permohonan visa tersebut dengan dokumen yang asli serta fotokopi.
      Jangan lupa untuk melampirkan pas foto sesuai dengan kriteria spesifik yang diminta oleh VFS Global. Pas foto tersebut setidaknya diambil sekitar 6 bulan terakhir.
      Kamu dapat mengurus aplikasi permohonan visa Inggrismu di VFS Global Jakarta atau Bali. Alamat VFS Global Jakarta adalah di Kuningan City Mall, 2nd Floor, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18 Setiabudi Kuningan.
      Sementara itu, alamat VFS Global Bali adalah di Benoa Square, 3rd Floor no. 7-9 3/A, Jl. Bypass I Gusti Ngurah Rai no. 21 A Kedonganan Kuta. Pilihlah VFS yang paling dekat dengan lokasi tempat tinggalmu agar tidak merepotkanmu ketika mengurus aplikasi permohonan visa.
       
      Dokumen yang Dibutuhkan

      Mempersiapkan Paspor via images.google.com
       
      Untuk mengurus aplikasi permohonan visa Inggris, dokumen yang dibutuhkan adalah paspor (dengan masa berlaku sekitar 6 bulan), pas foto dua lembar sesuai dengan spesifikasi, fotokopi Kartu Keluarga dan akte lahir, serta surat keterangan kerja.
      Selain itu, kamu dapat pula melampirkan surat undangan dari saudara atau teman di Inggris, rekening bank yang berisi transaksi selama 3 bulan terakhir serta referensi dari bank bahwa kamu merupakan nasabah bank tersebut.
       
      Reservasi Pesawat dan Hotel Sebagai Dokumen Pendukung
      Untuk mendukung proses pengajuan aplikasi visa Inggrismu, kamu dapat pula melampirkan dokumen berisi reservasi tiket pesawat pulang-pergi Indonesia-Inggris dan juga reservasi hotel. Dokumen pendukung ini sebaiknya masih dalam bentuk booking.
       
      Sebagai rekomendasi jika kamu ingin melakukan reservasi untuk hotel, kamu dapat melakukan reservasi di situs www.agoda.com. Situs ini menyediakan jasa untuk melakukan reservasi hotel di berbagai destinasi dan masih dalam bentuk reservasi.
      Jika kamu jeli, kamu juga dapat memilih untuk melakukan reservasi terhadap penginapan dengan gratis. Namun, kebijakan bebas biaya ini dikenakan hingga waktu tertentu sekitar beberapa hari sebelum waktu check-in-mu. Jangan lupa untuk memastikan kebijakan bebas biaya ini pada reservasi hotelmu di Inggris.
       
      Keputusan Visa Diterima atau Ditolak
      Untuk mendapatkan keputusan bahwa visamu diterima atau ditolak, kamu dapat menunggu selama sekitar 3 hingga 12 minggu setelah tanggal pengajuan permohonan. Selain itu, untuk mengetahui apakah visamu sedang diproses atau tidak, kamu dapat mengeceknya di website VFS Global.
      Jika aplikasi visamu telah selesai diproses, maka kamu akan diberi tahu oleh pihak VFS Global. Jika nanti ternyata aplikasi visamu ditolak, maka kamu akan mendapatkan email yang berisi alasan mengapa aplikasi visamu ditolak.
      Pada proses aplikasi pengurusan visa secara normal, biasanya akan memakan waktu sekitar 10 hari kerja. Namun, kamu juga memiliki alternative lain jika ingin aplikasi visa Inggrismu selesai lebih cepat lagi.
      Dengan jenis express, aplikasi visa Inggrismu akan selesai dalam jangka waktu 5 hari kerja. Tetapi biasanya, jika kamu memilih untuk menggunakan jenis express pada aplikasi pengurusan visamu, maka kamu akan mendapatkan harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan aplikasi pengurusan visa secara normal.
       
      Itulah dia pembahasan mengenai ini dia hal-hal yang sebaiknya kamu ketahui sebelum kamu melakukan aplikasi pengurusan visa Inggris. Semoga artikel ini dapat membantumu dalam mengetahui seluk beluk mengenai pengurusan visa Inggris dari mulai proses awal hingga akhirnya mendapatkan visa Inggris.
      Happy traveling!
    • By Donnie
      Saya berangkat ke London sekitar jam 2 siang..tidak seperti saat keberangkatan dari Jakarta menuju UK yang panting kerontang, perjalanan dari London ke Edinburgh bisa dibilang sangat santai. bahkan saya tidak membawa koper yang saya titipkan di loker stasiun dengan biaya 2 pound sehari. Saya hanya membawa backpack berisi peralatan mandi, pakaian dalam, dan baju ganti untuk dua hari.

      Masih ada waktu satu jam sebelum keberangkatan, saya makan siang dulu di KFC stasion Waverley. Lucu, KFC disana kentang gorengnya besar-besar, gak seperti di Indonesia yg fries KFCnya kurus-kurus. Kalo anda suka makan di resto TGI Friday, nah seukuran fries di TGI itulah fries KFC di Edinburgh. Waktunya tiba, kereta saya sudah datang. Tanpa kesulitan, saya langsung menemukan gerbong dan bangku saya sesuai tiket.

      London, Aku Datang!

      Kereta berjalan cepat, walau gak secepat Shinkansen at least jauh lebih cepat dibanding kereta Argo Parahyangan yang sering berhenti. Perbedaan lain adalah faktor kenyamanan. Hampir tidak ada suara berisik didalam gerbong, goncangan pun terasa minim. Nyaman sekali!

      Tak banyak penumpang yang berangkat bersama saya hari itu. Bahkan bangku sebelah saya kosong, membuat saya bebas bergerak
      Sementara, hmm..pemandangan diluar sungguh indah, padang rumput luas lengkap dengan biri-biri, lahan pertanian, rumah-rumah penduduk lokal yang khas, serta perbukitan hijau bergantian muncul dijendela.

      Saking asyik memandangi pemandangan sambil mendengarkan lagu via ipod, saya sampai gak sadar petugas pemeriksa karcis memcolek bahu saya..saya copot earphone dan dia berkata 'ticket please'..sambil saya serahkan tiket, saya ajak dia ngobrol. Dari obrolan itu saya tau perjalanan ini akan memakan waktu sekitar lima jam dan stasiun King's Cross yang menjadi tujuan saya adalah pemberhentian terakhir, jd saya gak perlu takut salah turun stasion.
      Tak lama setelah si kondektur berlalu, nongolah tukang jajanan dengan seragam khas mereka yg antik. Sebuah pretzel ukuran sedang dan 1 cup teh panas dengan irisan lemon menjadi pengganjal perut selama dikereta. 9 stasion saya lewati, setiap jelang merapat, petugas berjalan melintasi tiap gerbong memberi tahu penumpang untuk bersiap turun di stasion-stasion tujuan mereka. Kesembilan stasion itu adalah: Berwick, Newcastle, Grantham, Doncaster, Darlington, Durham, York, Newark, dan Peterborough.
      Di stasion King Cross, manusia dari penjuru Inggris berkumpul. Ada yang baru tiba, ada pula yang hendak berangkat. Berbeda dengan di Edinburgh dimana waktu terasa begitu lambat, di London suasana metropolis amat terasa. Semua orang tampak berjalan terburu-buru, hiruk pikuk, dan masing-masing terlihat sibuk sendiri. Saking padat dan sibuknya orang, saya yang sedang celingak celinguk mencari pintu keluar sampai beberapa kali ditabrak orang yang berjalan cepat. Tak ada kata maaf, mereka hanya melengos sambil terus berjalan cepat. Beda sekali dengan di Edinburgh, disana suasana kekeluargaan begitu terasa, bahkan bagi warga asing seperti saya.
      Tak berapa lama, Andre, kawan saya datang menjemput. Oya, Andre ini adalah seorang WNI, yang sudah lama menjadi permanent residence di Inggris. Kami adalah teman seangkatan waktu kuliah, satu fakultas tapi beda jurusan. Berhubung hari sudah menjelang malam, Andre mengajak saya makan malam disebuah resto chinese daerah chinatown, satu kali naik bis dari stasion King Cross.
       
       

      Sambil menunggu makanan datang, saya dan Andre ngobrol ngalor ngidul melepas kangen setelah 6 tahun lebih tidak berjumpa. Ternyata, setelah lulus dari kampus ia mengambil kursus IT ke Birmingham sampai kemudian mendapat pekerjaan sebagai sound engineer disebuah perusahaan produsen jingle iklan di London. Dari dia juga saya tahu saking mahalnya hidup di London (London termasuk salah satu kota paling mahal didunia) banyak pemilik rumah harus berbagi rumahnya dengan orang asing. Semacam indekost gitu, kita diberi satu ruangan atau kamar didalam rumah dan bebas menggunakan semua fasilitas yang ada dengan imbalan sejumlah uang yang disepakati sebelumnya. 'Lebih murah daripada patungan menyewa apartemen,' ujar Andre.
       

      rumah Andre
       
      Selesai makan, kami berjalan santai menuju kediamannya. Udara dingin sekitar 2 derajat celcius, area pedestrian yang sangat nyaman, serta obrolan tanpa putus dengan seorang kawan lama membuat waktu tempuh sekitar 40 menit terasa singkat. Tanpa terasa, kami sudah sampai dirumah tempat ia tinggal. Luas tanah tempat rumah itu berdiri terbilang kecil, kalau di Indonesia hampir menyerupai townhouse. Pemilik rumah belum pulang tampaknya, karena begitu kami masuk ruangan tampak gelap gulita. Setelah mandi, kami merencanakan perjalanan kami esok hari. Karena rencananya kami akan menggunakan subway sebagai sarana transportasi, sangat penting untuk membuat semacam itinerary tempat-tempat yang akan kami kunjungi sehingga bisa searah dan tidak berputar-putar dan membuang banyak waktu. Maklum, sebagai kota tua yang banyak memberi pengaruh pada dunia, London memiliki buanyak tempat yang menarik untuk dikunjungi turis. Kalau istilah si Andre, 'gak habis dijelajahin seminggu'.

      Jadi Beatles di Abbey Road

      Esoknya, setelah sarapan kami bersiap jalan. Tujuan pertama kami adalah studio legendaris Abbey Road, yang ternyata terletak hanya beberapa blok dari tempat tinggal Andre. Setengah jam jalan kaki sudah terlihat penunjuk jalan bertuliskan Abbey Road-kearah kanan. Dari jauh samar-samar saya lihat sosok-sosok yang sepertinya saya kenal keluar dari studio tersebut, bergegas memasuki mobil dan pergi.
       


      Sampai didepan studio saya lihat banyak sekali coretan tangan penggemar Beatles dari seluruh dunia, bahkan ada yang menggambar wajah John Lennon berpose ala Che Guevara lengkap dengan baretnya. Eh, tunggu dulu, setelah saya cermati diantara coret2an itu ada nama2 para personel band Padi! Oh, ternyata wajah-wajah yang sekilas akrab tadi adalah band Padi dari Indonesia. Wah sial, tahu begitu saya bela2in lari tadi sebelum mereka naik mobil. Lumayan kan kalo bisa nebeng masuk dan berfoto dalam studio. Sukur2 diajak tour London ikut mobil mereka dgn gratis. Yah, bukan rejeki saya tapi at least saya masih bisa foto2 didepan pagar dan zebra cross didepannya.
       
         

      Gila emang Beatles, gara2 mereka jadiin cover album 'Abbey Road EP' tuh zebra cross jadi terkenal keseluruh dunia. Bersama beberapa turis Jepang, kami menyeberangi jalan tersebut dan dengan sigap Andre mengambil foto saya. Agak sulit memang kalo mengambil angle yang persis sama dengan album Beatles karena posisi jalan yang sudah berubah, apalagi arus lalu lintas disana juga lumayan padat, walau ada peraturan tidak tertulis semua mobil 'wajib' memberi kesempatan bagi turis yang sedang berfoto menyeberangi Abbey Road.
       
       
      Puas berfoto-foto, waktunya saya belanja merchandise di Beatles coffee shop dekat situ. Buat pecandu Beatles pasti senang mampir kesitu. Semua merchandise Beatles komplet plet dijual, tapi memang harganya lumayan bikin nyengir. Kaos, album2 Beatles dalam format CD, piringan hitam, buku-buku tentang Beatles, poster, mug, DVD film, DVD dokumenter, postcard. D, semua tersedia. Mengingat budget saya yang agak terbatas, saya hanya membeli 5 tempelan kulkas bergambar 5 cover album Beatles favorit saya (Please Please Me, A Hard Day's Night, Help!, Revolver, dan Let It Be) serta sebuah kaos, tak lupa saya dan Andre meluangkan waktu untuk ngopi sambil menyaksikan film-film Beatles disitu.
       
       

      Wembley Stadium

      Puas nongkrong di Abbey Road, kami melanjutkan petualangan ke stadion nasional kerajaan Inggris, Wembley. Perjalanan ke Wembley memakan waktunsekitar 45 menit menggunakan subway, dari stasiun St. John's Wood di Abbey Road ke stasion Wembley Park yang salah satu pintu keluarnya mengarah langsung ke stadion Wembley.
       
       

      Sedikit mengulas sejarah Wembley, dulunya stafion berkapasitas 90rb orang itu berbama British Empire Exhibition Stadium. Berdiri sejak 1923, dan sempat mengalami renovasi besar-besaran tahun 2000 lalu hingga dibuka kembali 2006.
       
       

      Selain pertandingan-pertandingan sepakbola, stadion Wembley juga sering menggelar pertunjukan musik. Beberapa nama beken yang pernah menggelar konser di Wembley antara lain: U2, Michael Jackson, The Rolling Stones, Queen, Oasis, Metallica serta masih banyak lagi.
       


      Sampai didalam, saya agak dilema juga. Sejam lagi jadwal tour keliling stadion dibuka, bisa masuk sampai kelapangan dan kamar ganti pemain segala. Tapi harganya lumayan juga, GBP 150! Dengan kurs sekitar Rp 18rb/1 GBP, berarti sekitar Rp 2.7juta/kepala. Wah, belum buat beli merchandisenya. Mesti milih salah satu nih, akhirnya sudahlah foto-foto dibagian luar stadion saja. Yang penting masih bisa beli merchandise di official storenya.
       


      Piccadily Circus

      Puas berkeliling Wembley, target bergeser ke Piccadilly Circus. Wow, kali ini kami menaiki subway yg bener-bener fully loaded, sampai harus berdiri berdesak-desakan dengan penumpang lain. Hmm, weekend saja penuh, bagaimana hari kerja ya? Tak lama, kami sampai di stasion Piccadily Park. Tak seperti stasion-stasion underground sebelumnya, stasion Piccadily ini gede dan rame banget! Mirip sekali suasananya dengan di King Cross. Sepanjang lorongnya dipenuhi poster pertunjukan theater dan iklan aneka produk.
       


      Oya buat yang belum tahu, Piccadily Circus adalah tempat semacam alun-alun kecil yang terkenal dengan deretan toko, kafe, bar, dan gedung-gedung yang beberapa diantaranya sudah berusia ratusan tahun! Buat kamu semua yang berkesempatan jalan ke London harus menyempatkan diri kemari. Banyak pilihan aktivitas yang biaa dilakukan disana, berfoto dengan latar belakang bangunan tua sekaligus hunting barang antik di London Avenue, sekedar bersantai di kafe dan bar yang banyak bertebaran disana. Buat kamu yang doyan nonton teater, jangan lewatkan menonton pertunjukan di Criterion Theatre. Gedung berkapasitas 600 tempat duduk itu sudah menjadi pusat kegiatan seni teater sejak 1874 dan termasuk gedung yang masuk salam daftar English heritage karena nilai seharah dan arsitekturalnya.

      Hatchard's Book Store

      Saya dan Andre berjalan santai sambil memasuki toko-toko yang kami anggap menarik. Mulai toko souvenir sampai toko adult shop yang menjual film dan pernak-pernik XXX. Satu toko yang membuat saya begitu terkesan adalah toko buku Hatchard's. Saya tertarik masuk situ, selain karena saya pecinta buku juga penasaran karena ada logo English heritage diatas toko tersebut. Setelah saya googling baru tahu kalau toko tersebut sudah ada sejak 1797 dan menjadi salah satu penyuplai tetap buku untuk perpustakaan kerajaan di Istana Buckingham!
       


      Dari luar, toko itu terlihat kecil dan (tentu saja) kuno. Dalamnya sebenarnya cukup luas, tapi karena disesaki rak-rak buku ukuran besar (bahkan tingginya sekitar 3x tinggi saya) jadi terkesan sempit. Apalagi jumlah buku yang didisplay juga banyak banget, saking banyaknya jadi terkesan agak berantakan karena beberapa terlihat ditumpuk begitu saja. Beda deh dengan di Gramedia hehehe.

      Buku-buku yang dijual disana benar-benar bikin ngiler saya. Buku-buku tentang sejarah, sastra, fiksi, art, arsitektur, wah komplet deh poloknya. Saya membeli 5 buah buku, yang pertama buku kumpulan foto on stage band favorit saya: Iron Maiden, katalog aneka pesawat ruang angkasa dalam film-film sci-fi, dan trilogi best Playboy's girls: Redheads-Brunettes-Blondies. Waduh, terpaksa gesek kartu kredit ini. Gak apa-apalah, gak sering-sering dan bisa dicicil hehehehehe.

      Selepas makan siang yang nikmat di resto makanan Singapore, saya dan Andre menghabiskan waktu dengan ngopi di salah satu kafe sampai kemudian pindah ke sebuah bar, menonton pertandingan sepakbola premiere league live di televisi layar lebar. Tanpa terasa, hari telah gelap..waktunya pulang until beristirahat, menyiapkn fisik untuk petualangan hari kedua besok.
       
      bersambung ke part 3..mhn maaf kalo foto2 diatas aagak bernuansa narsis
    • By Tira_dhis
      Yang Mulia Ratu Elizabeth II
       
      "My Lords and Members of the House of Commons"
       
      Sepenggal kata-kata di atas biasanya Yang Mulia Ratu Elizabeth II ucapkan ketika menghadiri acara Parlemen atau yang ada Lordsnya atau kalau di Indonesiakan MPR/DPR/DPDnya. Ya Kerajaan Inggris yang telah berdiri ribuan tahun telah 61 Tahun di Kepalai oleh Seorang Ratu kelahiran 1926 bernama Elizabeth Alexander Mary, Putri pertama dari Raja George VI dan Ratu Elizabeth Ibu Suri. Bila di runut dari kisah Keluarga Putri Elizabeth, sebenarnya Ia tidak akan menjadi Ratu. Mungkin akan namun kemungkinannya kecil.
       
       
      Yang Mulia Raja George V Beserta Yang Mulia Ratu Mary dan Yang Mulia Raja George VI Beserta Yang Mulia Ratu Elizabeth
       
      Karena ketika Raja George V, Suami dari Ratu Mary wafat, tahta Kerajaan Inggris otomatis di serahkan ke Putra Sulung Raja George V yaitu Pangeran Edward atau Edward Albert Christian George Andrew Patrick David yang saat itu masih lajang. Kemudian setelah naik tahta, Pangeran Edward bernama Raja Edward VIII. Karena Raja Edward VIII kurang begitu suka dengan tampuk kekuasaan Kerajaan dan apalagi Ia mencintai janda Amerika bernama Wallis Simpson dan ingin menikahinya, Ia kemudian melepaskan tahtanya ke adiknya yaitu Pangeran George atau Albert Frederick Arthur George Windsor.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth II dan Yang Mulia Pangeran Philip, Adipati dari Edinburgh
       
      Perlu di ketahui bahwa sebelum ada revisi di Kerajaan Inggris, calon pewaris tahta HARAM hukumnya menikahi JANDA. Maka dari itu ketika Raja Edward VIII memutuskan menikahi Wallis Simpson secara otomatis tampuk kekuasaannya berpindah kepada adiknya Pangeran George. Setelah naik tahta, Pangeran George bernama Raja George VI dengan beristerikan Ratu Elizabeth atau Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon. Ketika itu Pangeran George menikahi Elizabeth Bowes-Lyon pada 26 April 1923. Berselang 3 tahun lahirlah Putri Mahkota Elizabeth atau Elizabeth Alexander Mary. Lalu 4 tahun setelah kelahiran Putri Mahkota Elizabeth, lahirlah Putri kedua Raja George VI dan Ratu Elizabeth yaitu Putri Margaret atau Margaret Rose.
       
       
      Yang Mulia Putri Margaret, Countess dari Snowdon dan Yang Mulia Ratu Elizabeth II
       
      Raja George VI dan Ratu Elizabeth merupakan Kaisar dan Permaisuri India terakhir sampai merdekanya India di tahun 1947. Banyak hal yang Raja George VI dan Ratu Elizabeth alami selama memerintah. Mereka pernah merasakan hancurnya Istana Buckingham saat di bom oleh Jerman, Perang Dunia II dan lainnya. Walau banyak musibah yang menimpa kepemimpinan Bertie (nama kecil Raja George VI) namun di mata Hitler, Kerajaan Inggris memiliki kekuatan yang tidak tertandingi sampai Ia takut dengan satu sosok yaitu Ratu Elizabeth. Ratu Elizabeth mampu dengan cepat memulihkan kondisi fisik dan kejiwaan Rakyatnya. Maka dari itu, Inggris cepat bangkit dan memenangkan pertempuran di PD II.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth Ibu Suri dan Yang Mulia Raja George VI
       
      Kebangkitan Inggris harus di barengi dengan kesedihan mendalam ketika 10 tahun kemudian pada 1952, Raja George VI wafat dalam tidurnya beberapa hari setelah Putrinya, Elizabeth dan Suaminya Pangeran Philip, Adipati Edinburgh atau Pangeran Philip Mountbatten dari Yunani dan Denmark melakukan bulan madu setelah menikah ke Kenya. Maka pada hari itu tanggal 6 Februari 1952 secara resmi Putri Mahkota Elizabeth naik tahta menjadi Ratu dan Pangeran Philip menjadi pendamping Ratu atau Consort of The Queen. Ratu Elizabeth baru di ambil sumpahnya pada 2 Juni 1953 atau setahun setelah deklarasi Putri Mahkota Elizabeth menjadi Ratu.
       
       
      Yang Mulia Ratu Elizabeth Ibu Suri Pada Wafatnya Sang Suami Raja George VI dan Peti Jenazah Ratu Elizabeth Ibu Suri
       
      Putri Mahkota Elizabeth memilih nama Elizabeth II untuk kepemimpinannya. Mungkin Anda bertanya-tanya. Mengapa Pangeran Philip tidak menjadi Raja ? Yang Saya ketahui, Pangeran Philip masih ada keturunan Jerman dan Jerman memiliki cerita kelam bagi Rakyat Inggris. Untuk menghormati Rakyat, Ratu Elizabeth II tidak memaksakan kehendaknya untuk Pangeran Philip menjadi Raja. Ketika Putri Mahkota Elizabeth naik tahta dan menjadi Ratu Elizabeth II, maka Ibundanya di beri gelar Ratu Elizabeth Ibu Suri agar tidak rancu.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth II Beserta Yang Mulia Pangeran Philip, Adipati dari Edinburgh
       
      Ratu Elizabeth II di kenal sebagai Ratu terlama kedua setelah Ratu Victoria yang memerintah selama 63 Tahun. Bila Ratu Elizabeth II memerintah hingga 2016, maka Ia merupakan Ratu Inggris terlama di abad 21 dan Pemimpin Monarki kedua terlama setelah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand. Selain sebagai Ratu terlama kedua, Ratu Elizabeth II juga seorang Ratu pemberani. Hal ini di buktikan saat acara Parade Militer atau Trooping The Colour di mana ketika Ratu Elizabeth II menunggangi kudanya, di barisan Penonton beberapa meter dari Istana Buckingham mengeluarkan pistol dan menembakkan ke atas. Tanpa takut dan dengan tenang Ia terus berjalan dan mengelus-elus kudanya yang saat itu panik.
       

      Yang Mulia Raja George VI, Yang Mulia Ratu Elizabeth, Putri Mahkota Elizabeth dan Putri Margaret
       
      Selain itu, keberanian Ratu Elizabeth II yang kedua adalah ketika ada Seorang Pria berhasil masuk hingga Kamar Sang Ratu, Ratu Elizabeth II yang terbangun saat itu mengajak berbincang-bincang hingga 7 menit kemudian Polisi datang untuk menangkap sang Pria. Ratu Elizabeth II juga di kenal tegas sampai di usianya yang ke 87 tahun. Tebukti ketika perayaan Berlian Tahtanya atau Diamond Jubilee, Ia tetap mengutus Anak keempatnya Pangeran Edward dan mantunya Yang Mulia Sarah, Earl dan Countess of Wessex untuk mengunjungi Negara Gibraltar yang masih menjadi sengketa antara Kerajaan Inggris dan Kerajaan Spanyol. Buntut dari ketegasan Ratu Elizabeth II, Raja Juan Carlos I dan Ratu Sofia dari Spanyol menolak hadir di jamuan makan malam Perayaan Tahta Berlian Ratu Elizabeth II di Istana Windsor.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth II, Yang Mulia Raja Juan Carlos I dan Yang Mulia Ratu Sofia
       
      Padahal saat itu hampir seluruh Raja dan Ratu di Dunia ini menghadiri acara tersebut. Ketegasan Ratu Elizabeth II juga terjadi saat Argentina ingin kembali merebut Kepulauan Malvinas (nama yang Argentina berikan) atau Kepulauan Falkland (nama yang Kerajaan Inggris berikan). Dengan berani Ia mengutus Anak ketiganya Pangeran Andrew, Adipati dari York untuk beberapa minggu bekerja di sana. Dan itu memicu kemarahan Pemerintah Argentina.
       

      Yang Mulia Pangeran Andrew, Adipati dari York
       
      Ngomong-ngomong mengenai Janda khusus Kerajaan Inggris, sang Janda tidak akan menjadi Ratu. Saya beri contoh. Yang Mulia Putera Mahkota Pangeran Charles dulu menikah dengan Diana Spencer atau Diana Frances atau Lady Di. Kemudian setelah menikah Lady Di bergelar Yang Mulia Putri Mahkota Diana dari Wales, Adipati dari Rothesay, Adipati dari Cornwall, Countess dari Chester dan Baroness dari Renfrew. Mereka berdua kelak akan menjadi Raja dan Ratu Inggris setelah kemangkatan Ratu Elizabeth II. Namun apa daya, ternyata Mereka berpisah di tengah jalan. Walau begitu Lady Di tetap menyandang gelar yang telah Ratu Elizabeth II berikan.
       

      Yang Mulia Putri Diana dan Yang Mulia Pangeran Charles, Putra dan Putri Mahkota dari Wales
       
      Terlepas dari Beliau wafat di Paris, Perancis, Pangeran Charles kemudian menikahi kekasih gelap lamanya yang tidak lebih cantik dari Lady Di (buta kali ya si Charles), Seorang janda dari Parker Bowles. Nama aslinya adalah Camilla Rosemary Shand. Yang jadi pertanyaan, kenapa Ia tidak menyandang gelar Yang Mulia Putri Camilla ? Ya, walau Putri Diana telah bercerai dengan Pangeran Charles, Ratu Inggris setelah Ratu Elizabeth II tetaplah Putri Diana. Bukan Camilla yang oleh Ratu di beri gelar Adipati dari Cornwall dan Adipati dari Rothesay. Begitu pun misal Pangeran Charles masih lajang tidak ketemu Lady Di terus menikah dengan janda Camilla. Camilla tetap tidak menyandang gelar Putri.
       

      Yang Mulia Camilla, Adipati Wanita dari Cornwall
       
      Lain hal dengan Denmark dan Spanyol. Di Denmark, Pangeran Joachim (Adik Putra Mahkota Frederick) yang sempat jadi duda menikah dengan Marie Agathe Odile Cavallier Seorang gadis sih. Cuman Marie tetap mendapatkan gelar Putri dan berhak atas pewaris tahta. Namun ya urutannya jauh. Kalau di Inggris, walau masih Gadis atau apalah. Marie tidak akan mendapat gelar Putri di karenakan hukum yang berlaku. Kemudian Spanyol, Putra Mahkota Felipe menikahi Seorang Wartawati yang Seorang Janda. Biar janda, Letizia Ortiz tetap menjadi Putri Mahkota. Ya sekali lagi tergantung kebijakkan masing-masing Kerajaan sih.
       

      Yang Mulia Raja Juan Carlos I, Yang Mulia Ratu Sofia, Yang Mulia Putra Mahkota Felipe dan Yang Mulia Putri Mahkota Letizia dari Spanyol
       
      Ngomongin Kerajaan di Eropa, ada yang tahu kalau sebenernya Mereka bersaudara ? Misal, Ratu Elizabeth II masih Saudara jauh Suaminya Pangeran Philip, Adipati dari Edinburgh. Kemudian Ratu Elizabeth II masih Saudara jauh dengan Raja Juan Carlos I dan Pangeran Philipnya masih Saudaraan sama Ratu Sofia dari Spanyol ? Kemudian Ratu Elizabeth II masih Saudaraan jauh dengan Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia dan Pangeran Philip masih Saudaraan dengan Raja Constantine I dari Yunani. Dan tahukan Anda kalau sebenarnya Ratu Marie dari Yunani Adik dari Ratu Margrethe II dari Denmark dan Saudara jauh dari Pangeran Philip ?
       

      Yang Mulia Pangeran Philip, Adipati dari Edinburgh dari Kerajaan Inggris, Yang Mulia Ratu Beatrix (Sekarang) Putri Beatrix dari Kerajaan Belanda, Yang Mulia Raja Harald V dan Yang Mulia Ratu Sonja dari Kerajaan Norwegia
       
      Kemudian tahukan Anda bahwa Raja Harald V dari Norwegia masih Saudaraan dengan yang Saya sebutkan di atas ? Menurut Saya itu sangat-sangat lucu. Tapi tahukah asal muasal Mereka bersaudara ? Anda tahu Ratu Victoria ? Yang sudah Saya ceritakan di atas-atas sana itu. Ratu terlama Kerajaan Inggris yang masa Pemerintahannya 63 Tahun. Yang Mulia Ratu Victorialah yang menyebabkan Mereka bersaudara. Ekspansi besar-besaran dan karena banyaknya Anak Ratu Victorialah penyebabnya. Ratu Victoria mempunyai 9 Anak. Dan di jaman Ratu Victoria, seluruh dataran Eropa di kuasai Inggris.
       

      Yang Mulia Ratu Victoria
       
      Biasa dong, mungkin kemudian ada salah satu Anaknya suka dengan Keluarga Kerajaan yang di tahan dan akhirnya menikah dan akhirnya ya itu deh Mereka saat ini bersaudara. Karena walau beda bahasa dan kebudayaan, Buyut Mereka (Ratu Elizabeth II, Raja Juan Carlos I, Ratu Sofia, Ratu Margrethe II, Ratu Marie, Pangeran Philip, Raja Harald V, Raja Carl XVI Gustaf dsb) tetap Ratu Victoria atau Alexandrina Victoria. Oke mungkin ada yang penasaran, kan Catherine Elizabeth Middleton atau Kate Middletonkan gak dapet gelar Putri malah Adipati. Nanti berarti gak jadi Ratu ?
       

      Dato' Mohd Najib bin Tun Razak, Yang Mulia Pangeran William - Adipati dari Cambridge, Yang Mulia Raja Yang di Pertuan Agong Abdul Halim Muadzam, Yang Mulia Raja Permaisuri Agong Tuanku Haminah Hamidun, Yang Mulia Catherine - Adipati Wanita dari Cambrige dan Datin Sri Rosmah Mansor
       
      Jawabannya, Kate Middleton akan menjadi Ratu. Karena apa ? Karena Ia Warga Inggris walau bukan Bangsawan dan karena bukan Bangsawan itu maka Ia tidak mendapat gelar Putri. Kalau Putri Dianakan walau Dia pernah jadi Baby Sitter tapi Dia Bangsawan dari kalangan Aristokrat terpandang Inggris. Maka Dia menyandang gelar Putri. Lain hal sama Sarah Ferguson. Dia bukan dari kalangan Bangsawan jadi cukup dapat gelar Adipati saja. Sampai saat ini, Kerajaan Inggris mempunyai 53 Negara Persemakmuran termasuk Britania Raya sendiri. Dan ada 15 Negara yang mutlak mengakui bahwa Kepala Negara Inggris yaitu Raja/Ratu Inggris yang sekarang adalah Ratu Elizabeth II adalah Kepala Negara Mereka.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth II, Yang Mulia Sultan Jenderal Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu'izzadin Wadaullah, Yang Mulia Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha dan Yang Mulia Pangeran Philip - Adipati dari Edinburgh
       
      Contohnya saja Australia, Kanada, Selandia Baru, Papua Nugini, Antigua & Barbuda, Jamaika, Tuvalu, Saint Lucia, Belize, Grenada, Bahama, Saint Vincent & Grenada, Barbados, Saint Christopher & Navis dan Kepulauan Solomon. Oh ya mengenai Malaysia, Brunei Darussalam dan Kerajaan-Kerajaan yang masuk Daerah Persemakmuran, Mereka (Kepala Negaranya) tetap tunduk dan patuh kepada Raja/Ratu Inggris (Ratu Elizabeth II). Kenapa ? Penjelasannya panjang, kalau Orang Kita dulu bilangnya Negara Boneka. Bayangin, Negara yang tidak lebih besar dari Indonesia mampu menghidupi 53 Negara termasuk Inggris sendiri.
       

      Yang Mulia Ratu Elizabeth II
       
      Gak percaya ? Coba buka-buka artikel tentang Persemakmuran Inggris. Inggris tetap membiayai India, Pakistan, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dll. Karena apa, setelah Mereka ( Negara Persemakmuran) menyetor dalam bentuk apapun. Setorannya oleh Inggris di putar ke Negara-Negara yang membutuhkan. Ya semacam Arisan gitu deh. Tahukah Kamu dulu Amerika Serikat, Palestina, Hongkong, Israel dan Indonesia pernah masuk Persemakmuran namun sekarang tidak lagi. Ya, Negeri Kita ini pernah jadi Negara Persemakmuran Inggris waktu Inggris masih menjajah Indonesia. Keuntungan menjadi Anggota Persemakmuran adalah misal, Orang Malaysia mau ke Inggris atau Australia atau India. Gak perlu urus Visa.
       

      Sheikh Hasina - Perdana Menteri Bangladesh, Yang Mulia Ratu Elizabeth II, Julia Eileen Gillard - Perdana Menteri Australia dan Kamla Persad Bissessar - Perdana Menteri Trinidad & Tobago
       
      Begitu pun sebaliknya. Selain itu juga kuota masuk Pekerjaan atau Universitas pun lebih banyak di banding non Persemakmuran. Setiap tahun anggota Persemakmuran atau Commonwealth Realm mengadakan Rapat di salah satu Negara anggota. Tahun lalu CHOGM atau Comonwealth Head of Goverment Meeting di laksanakan di Australia. Dan tahun ini akan di adakan di Sri Lanka. Dan ini pertama kalinya Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Adipati dari Edinburgh tidak bisa hadir karena faktor usia.
       
       
      *Bersambung......
       
      Makasih ya yang udah baca CC : Mas @deffa Mba @minigiant @kyosash
    • By ameryudha
      Liverpool merupakan salah satu kota wisata Di Inggris, jaman dahulu Liverpool terkenal akan kota pelabuhan, sekarang Liverpool menjadi kota ketiga yang paling banyak dikunjungi orang-orang yang berlibur ke Inggris. Selain itu juga, Liverpool terkenal karena klub sepakbola Liverpool FC dan Everton FC yang berasal dari kota ini. Liverpool juga merupakan kota yang menjadi Culture City pada tahun 2008. Maka tidak heran setiap tahun, banyak turis berdatangan ke Liverpool.

       
      Liverpool juga merupakan tanah kelahiran Mersey Beat. Tidak tahu Mersey Beat ? aliran music cikal bakal Brit Pop, dimana pengusungnya adalah The Beatle. Di Liverpool ini, The Beatle bagaikan pahlawan karena rata-rata semua tempat wisata hingga tur berhubungan dengan The Beatle. Maka , bagi anda pecinta The Beatle pasti anda memiliki impian untuk bisa mengunjungi tempat ini.
       
      Visa
      Orang Indonesia yang akan berlibur ke Liverpool memerlukan Visa, anda dapat mengajukan ke kedutaan Inggris di Jakarta. Harganya adalah sekitar Rp. 1 juta per orang untuk 30 hari.
       
       
      Hotel
      Di Liverpool terdapat banyak hotel dan hostel. Selama anda memegang jaringan Youth Hostel Internasional, tentunya anda akan menemukan hostel-hostel dengan harga dibawah Rp. 400rb/ malam. Di Liverpool sendiri, yang banyak direkomendasikan adalah  Hostel Everton, selain itu anda juga bisa datang ke Internasional Inn. Kesemuanya harganya di bawah Rp. 500rb/ malam.
       
       
      Bila anda ingin menginap di hotel yang berbintang, coba buka http://hotels.jalan2.com untuk membandingkan harga hotel.  Karena search engine tersebut mengumpulkan data dari banyak hotel, maka semua promo hotel akan terlihat termasuk, bila satu web hotel sedang ada promo-promo.
       

       
       Transportasi ke Liverpool
      Menuju Liverpool tentu saja bisa anda lakukan dari Jakarta.  Harga tiket Jakarta-London   sekitar Rp. 5-Rp.12jt sekali pergi, dengan waktu penerbangan dari 17 jam hingga 25 jam ( Bila anda stop over di beberapa tempat lama, maka sampai ke Heathrow juga lama), buka Http://skyscanner.co.id untuk keterangan lebih lanjut mengenai waktu penerbangan dan harga penerbangan.  Selain ke London, anda juga bisa terbang dari Jakarta ke Leeds, namun dilihat dari sudut pandang biaya, tampaknya akan lebih mahal. Jadi saran bagi anda, silahkan mendarat langsung di London saja.
      Dari London ke Liverpool bisa ditempuh dengan beberapa cara, dengan kereta, bus, dan juga kendaraan pribadi. Untuk kereta, paling murah adalah bila anda membeli single ticket, buka return tiket. Harga tiketnya sekitar 25PS dengan waktu 2 jam 20 menit. Anda bisa pesan online untuk harga lebih murah.
       
      Bagi yang ingin agak murah , anda bisa pergi memakai bus. Harga yang ditawarkan adalah 39 PS untuk pulang pergi, atau anda bisa membeli tiket promo seharga 6,5 PS. Anda bisa membeli tiket bus secara online untuk Liverpool ini.  Perjalanan menggunakan bus memakan waktu sekitar 5 ½ jam. Bila anda ke Liverpool dari London memakai mobil pribadi, anda akan memerlukan waktu sekitar 4,5 jam. Tapi harga bensin di Inggris lebih dari $1 per liter jadi akan hitung-hitungan saja, lebih murah mana
       
      Kemana Saja di Liverpool ?
       

      Bagi anda yang baru pertama kali ke Liverpool, anda bisa berjalan-jalan menyusuri Liverpool dari gedung St George Hall. Dimana ketika anda keluar dari Liverpool Lime Street Station, anda akan menemukan  gedung berdesain arstektur neo klasik dengan pilar besar yang megah.  Nama lain gedung ini adalah Empire Theatre, dimana berdiri sejak tahun 1925, disini juga banyak acara diselenggarakan antara lain konser music dan opera.  Di gedung yang sama, anda akan menemukan Walker Art Gallery dimana anda bisa melihat koleksi seni seperti rangkaian kerajinan, lukisan, dan patung-patung indah. Anda bisa melihat patung dan lukisan dari  zaman medieval, renaissance, serta lukisan goresan Rembrandt, Rubens, Millais, Rossetti, Turner, Holman Hunt,  dan lain lukisan-seni modern/ kontemporer disni. Semua biaya nya adalah gratis, jadi anda bisa menghemat biaya bukan ?
       
      Museum lain yang layak dikunjungi dan gratis adalah World Museum Liverpool. Merupakan pilihan tepat bagi anda yang datang dengan budget minim karena selain gratis, anda bisa melihat beragam koleksi mengenai sejarah dunia. Disini adna akan menemukan pelajaran menarik mengenai kehidupan manusia, mengenai awal mula terciptanya kehidupan, fosil dan binatang, tanaman, bebatuan, dan juga banyak benda luar angkasa yang dipajang di museum ini.  
    • By asep2012
      Dikutip dari Smarter Traveler, berikut adalah beberapa kata yang mempunyai arti buruk bila digunakan di negara2 tertentu.
       
      1. Pants
      Pants mempunyai arti celana, tapi di negara tertentu khususnya Inggris, Pants dapat juga berarti Celana dalam, jadi lebih baik menggunakan Trousers
       
      2. Pissed
      Pissed bisa menunjukkan expresi marah, tapi di negara seperti Amerika atau Australia, ini juga dapat berarti mabuk
       
      3. Knob
      Di Amerika, Knob berarti gagang pintu, tapi di negara Inggris dan Australia, Knob itu mempunyai arti yang jorok. jadi sebaiknya berhati2 dalam menggunakannnya
       
      4. Pull
      Pull mempunyai arti tarik dalam arti sebenarnya, tapi di Inggris kata Pull juga dapat berarti tawaran untuk melakukan kegiatan Seks.
       
      5. Fanny
      Fanny dalam arti sebenarnya berarti tas pinggang, Tapi di negara Inggris dan Australia, ini bisa menjadi kata yang jorok yang berarti kemaluan wanita.
       
      6. Bugger
      Bugger mempunyai arti serangga, tapi bisa juga digunakan sebagai kata yang berarti pengganggu.
       

    • By alf
      The Dark Hedges adalah jalan setapak yang dikelilingi oleh banyak pohon Beech. Pohon-pohon di sana rata-rata berusia sekitar 300 tahun. Di sepanjang jalan Bregagh dekat desa Stranocum, Irlandia Utara ada sekitar 100 pohon yang berjajar di jalan tersebut. Pohon-pohon tersebut terlihat sangat melengkung. Tak jarang pengendara yang lewat di sekitar sana merasa risih dan takut saat melewati tempat itu. Takut pohonnya tiba-tiba tumbang. Tapi tempat ini sangat terkenal dikalangan fotografer. Pernah juga menjadi cover UK Landscape Photographer. Sayangnya sekarang banyak pembangunan di sana.