• agoda-hemat.png

Sign in to follow this  
vie asano

Tips & Trik Menjual Foto-Foto Traveling Karya Sendiri

6 posts in this topic

Thread ini secara nggak langsung merupakan kelajutan dari thread saya yang berjudul Cari Duit dari Traveling? Bisaaa.. Intip Tips-nya Disini!. Di thread tersebut, salah satu pointnya adalah kita bisa mendapat uang dari traveling dengan cara menjual foto-foto yang kita dapat saat berwisata. Nah, berhubung setiap perjalanan wisata hampir selalu identik aktifitas foto-foto, saya rasa pasti banyak yang tertarik untuk mencari tahu lebih detail tentang cara mendapatkan uang dari foto-foto traveling, sehingga aneka foto perjalanan kesini dan kesitu bisa lebih dari sekedar menghuni album foto di Facebook saja.

 

Berikut beberapa tips yang bisa dicontek bagi mereka yang ingin menambah “uang jajan†dari jualan foto traveling yang saya sarikan dari berbagai sumber.

 

Langkah pertama untuk mulai jualan foto traveling dan juga langkah yang paling dasar, adalah dengan membuat portfolio foto yang pernah kita ambil. Ada beberapa sub-cara yang bisa dipilih:

 

1.Dengan membuat portfolio online melalui berbagai situs album foto online seperti (contoh) Flickr. Tujuannya untuk mengorganisir foto-foto yang kita miliki, berbagi informasi dan mempromosikan karya yang pernah kita ambil, sekaligus menjadi galeri online saat kita menawarkan foto-foto kita.

 

2.Bergabung dalam berbagai berbagai komunitas foto maupun situs yang menawarkan jasa penyimpanan foto. Untuk langkah yang ini, sebaiknya survey dulu ke beberapa komunitas/situs online karena masing-masing situs memiliki aturan yang berbeda. Ada yang mengijinkan pengguna untuk melisensi fotonya, ada situs gratisan maupun berbayar (biasanya yang berbayar memiliki keuntungan lebih seperti bisa menyimpan foto dalam resolusi yang lebih tinggi, ada juga situs yang ‘menjual’ foto-foto kita dengan menerapkan sejumlah tarif jika pengguna lain ingin mencetak foto tersebut. Intinya sih cari situs mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kalian.

 

3.Untuk tampilan lebih profesional, bisa juga membuat website dengan domain nama sendiri/nama pilihan lainnya untuk menyimpan aneka foto kita. Kalian bisa mengatur sendiri, apakah website kalian hanya akan menjadi display saja, atau kalian sekaligus menjual aneka foto kalian.

 

Tips untuk bagian ini:

-Agar foto kalian lebih mudah dicari via search engine, lengkapi detail keterangan foto selengkap mungkin, mulai dari nama tempat, deskripsi foto, waktu pengambilan, dan sebagainya. Lebih baik dalam bahasa Inggris untuk memperluas pasar.

-Jangan takut jika foto kalian akan dicuri oleh orang lain! Daripada disembunyikan/di setting private dan akhirnya foto kalian hanya duduk manis dalam album tanpa ada yang melihat, ambil resiko foto akan dicuri orang dengan menampilkannya untuk umum. Untuk meminimalisir, kalian bisa menuliskan hak cipta maupun membuat watermark, atau men-share foto resolusi rendah, dan baru membuka watermark maupun memberikan foto resolusi tinggi setelah tercapai kesepakatan tertentu.

 

Langkah kedua, adalah dengan mencari tempat untuk memasarkan foto-foto kita. Berikut beberapa ide yang bisa dicontek:

 

1.Majalah dan koran

 

Banyak majalah, khususnya majalah traveling, memerlukan foto-foto bagus untuk ulasan tentang traveling. Mereka membutuhkan banyak foto baru untuk setiap edisinya. Begitu juga dengan koran, karena terkadang koran juga memuat ulasan tentang traveling. Alternatif lainnya, kalian bisa menghubungi pihak penerbit yang biasa menerbitkan buku-buku traveling.

 

Tips: Jika kalian masih amatir, jangan langsung menyasar majalah maupun penerbit besar. Mulailah dengan majalah/penerbit kecil terlebih dulu. Sebisa mungkin jangan hanya sebatas mengirim email saja. Buat janji temu dan siapkan portfolio kalian. Walau kalian sudah memiliki portfolio online, ada baiknya mencetak beberapa lembar karena tak ada yang mengalahkan sensasi saat melihat foto di atas selembar kertas.

 

2.Website

 

Berbagai website membutuhkan foto bagus untuk situs mereka, dan kebutuhannya bisa sangat beragam. Misalnya saja situs traveling maupun perusahaan tour dan travel, khususnya yang sudah punya nama, selalu membutuhkan foto traveling yang bagus dan unik untuk ditampilkan dalam situs mereka.

 

Tips: jangan terpaku pada situs lokal saja. Seorang teman pernah berkata jika dunia ini luas, dan kesempatan untuk menjual keahlian kita bisa datang dari mana saja, termasuk dari situs berbahasa asing.

 

3.Perusahaan periklanan

 

Perusahaan periklanan termasuk salah satu pasar yang mungkin akan membeli foto-foto wisata kita, karena iklan tak melulu apa yang ditayangkan di televisi maupun radio, namun juga berbentuk lain seperti iklan media cetak maupun billboard.

 

4.Stock agency

 

Jika masih bingung harus kemana memasarkan foto kita, coba pertimbangkan untuk menggunakan jasa stock agency. Stock agency (contohnya Getty, iStockPhoto, ShutterStock, dll) akan memasang foto kita dalam situsnya, dan jika ada orang maupun pihak lain yang berminat untuk membeli, maka fotografer akan mendapat komisi tertentu.

 

Tips: jangan hanya terpaku pada satu stock agency saja. Sebar karya kalian ke beberapa situs, kecuali jika salah satu stock agency yang kalian ikuti menerapkan sistem yang ekslusif (tidak mengijinkan satu foto dipublikasikan di beberapa situs web).

 

5.Mengkombinasikan keahlian memotret dan menulis

 

Menjual foto akan lebih mudah jika kalian juga memiliki kemampuan untuk menulis, karena pangsa pasarnya akan lebih luas. Kalian bisa menjual paket foto+tulisan ke berbagai majalah traveling (cetak maupun online).

 

Tips: tidak ada rumus pasti agar tulisan+foto bisa diterima di sebuah majalah, karena masing-masing majalah punya “penciuman†sendiri apakah tulisa+foto kalian cukup menarik atau tidak. Salah satu langkah yang bisa dicoba untuk memperbesar kemungkinan diterima adalah dengan mempelajari selera dari majalah yang akan diincar. Jika tak yakin dengan kemampuan menulis, selalu ada kok orang yang pandai menulis tapi kurang bisa memotret yang bisa dijadikan partner.

 

6.Menjual sendiri hasil fotografi kalian dalam bentuk produk

 

Jika kalian merasa memiliki bakat marketing dan jiwa pedagang yang kuat, disamping punya keahlian fotografi yang cukup, coba saja menjual aneka karya foto kalian dalam bentuk produk. Misalnya, foto-foto tersebut dicetak sebagai kartu pos dan dijual sebagai souvenir, atau dicetak dalam bentuk kartu ucapan, dan produk-produk fungsional lainnya (seperti tas, kaos, dan lain-lain).

 

Langkah ketiga, ini bisa kalian lakukan jika kalian sangat percaya diri dengan kualitas dan keahlian foto kalian, yaitu mencetak buku kumpulan foto hasil traveling. Ada 2 alternatif cara yang bisa dilakukan:

 

1.Mencari penerbit

 

Ini susah-susah gampang, karena presentase untuk diterima tergantung dari selera penerbit. Jika kalian merasa kesulitan untuk menembus penerbit, coba deh kontak jasa agensi naskah yang sekarang banyak bertebaran di Indonesia. Agensi naskah bisa membantu menyalurkan foto kalian pada penerbit yang kira-kira sesuai dengan komisi tertentu, maupun sebatas memberikan konsultasi seputar masalah penerbitan buku.

 

2.Menerbitkan sendiri

 

Ada banyak keuntungan jika menerbitkan buku sendiri. Yang paling utama adalah kebebasan untuk menentukan tema maupun desain foto kita. Namun tentu saja ada resikonya juga, seperti distribusi dan marketing jadi sepenuhnya tanggung jawab kita; dan biaya yang dibutuhkan untuk mencetak buku sendiri cukup besar.

 

Dari semua hal di atas, tips utama untuk bisa mendapatkan uang dari menjual foto kira-kira sebagai berikut:

-Agar hasil foto kalian layak jual, setidaknya kuasailah dasar-dasar untuk membuat foto yang baik. Sehingga, walau peralatan kalian kurang memadai, tetap bisa menghasilkan foto-foto yang baik dan layak jual.

-Jangan hanya terpaku pada pasar Indonesia saja. Dunia ini luas, dan konsumen bisa datang dari mana saja.

-Konsistensi dan persistensi merupakan kunci utama keberhasilan, termasuk saat menjual aneka foto kalian. Jangan patah semangat jika gagal menjual dalam 1-2 kali mencoba, karena siapa tahu pintu baru terbuka di kesempatan ketiga.

 

a-travel-book-about-nepal-1323891223.JPG

 

Contoh buku kumpulan foto traveling [foto: SUMBER]

 

Selamat mencoba!

Share this post


Link to post
Share on other sites

@vie asano

iya seh memang sekarang jaman perpotoan lebih gampang 

bahkan seorang amatir juga udah bisa menghasilkan poto layaknya pro

 

tapi yang gue bingung untuk menentukan harga sebuah poto itu gimana ya mungkin bisa jadi bahan tuh hehe

karena ya sebagai amatir pasti bingung kalo mungkin ada yang nawar poto nya mau dijual berapa :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

@vie asano

iya seh memang sekarang jaman perpotoan lebih gampang 

bahkan seorang amatir juga udah bisa menghasilkan poto layaknya pro

 

tapi yang gue bingung untuk menentukan harga sebuah poto itu gimana ya mungkin bisa jadi bahan tuh hehe

karena ya sebagai amatir pasti bingung kalo mungkin ada yang nawar poto nya mau dijual berapa :D

 

Klo soal harga sih relatif mod, karena foto itu termasuk karya seni, dan karya seni tuh suka-suka si seniman aja mau kasih harga berapa, hehe.. Tapi utk perbandingan bisa lihat-lihat di stock agency foto (kayak Getty Images dsb). Biasanya disana suka ada contekan harganya. Yaaa, untuk amatir mungkin bisa mulai dengan harga di bawah itu, hehe.. :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By kuhimam
      Wisata Jatim Gunung Ijen untuk Anda Kunjungi! Selalu ada keindahan luar biasa yang ditawarkan oleh alam Indonesia, salah satunya adalah keberadaan Kawah Ijen. Kawah Ijen adalah tempat wisata alam di Pulau Jawa yang banyak dikunjungi orang.
      Kawah ijen
      Objek wisata ini adalah bagian dari Cagar Alam Wisata Ijen. Secara administratif, Kawah Ijen terletak di dua kabupaten, yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah Ijen berada di atas 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa. Kawah 20 km persegi dilengkapi dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter.
      Selain itu, kandungan asam dalam kawah nol dengan suhu mencapai 200 derajat Celcius, yang berarti bahwa udara kawah cukup untuk melelehkan pakaian dalam tubuh manusia dalam waktu singkat. Namun, tenang saja. Selama Anda masih dalam jarak yang aman, Kawah Ijen tidak berbahaya.
      Hanya saja, karena kandungan belerang yang sangat tinggi, Anda diharuskan memakai masker untuk kenyamanan saat ditanya. Suhu udara di sekitar tempat wisata ini bisa mencapai 2 derajat Celcius, jadi jangan lupa membawa pakaian hangat dan tebal. Disaat Berlibur angan lupa mainkan juga Pokerpelangi188qq ini.
      Di bagian barat kawah terdapat bendungan atau bendungan yang dibuat pada zaman Belanda untuk menghindari meluapnya kawah udara. Bendungan yang tidak berfungsi ini terbuat dari beton dan bisa menjadi tempat wisata alternatif di Kawah Ijen, tetapi jalan menuju ke sana sulit dilewati.
      Untuk dapat menikmati keindahan Kawah Ijen, Anda dapat berangkat dari Banyuwangi atau Bondowoso ke Paltuding, pos terakhir di tempat wisata ini. Dari Paltuding, Anda harus mendaki sekitar 2 jam untuk sampai ke puncak kaldera yang merupakan lokasi terdekat untuk menyaksikan Kawah Ijen.
      Sudahkah Anda Mengunjungi Wisata Jatim Kawah Ijen Ini?
      Dari sini, Anda bisa melihat lautan kawah hijau kehijauan yang langsung mengepul. Pemandangan yang menakjubkan. Jika Anda ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Kawah Ijen, Anda dapat mulai berangkat dari Paltuding sekitar jam 4 pagi dengan perkiraan hingga jam 6:00 pagi.
      Pada jam ini, Kawah Ijen berada dalam kondisi terbaiknya dan menghasilkan pemandangan paling indah. Bagaimana Anda bisa naik sepagi itu? Tenang, di sekitar pos Paltuding adalah penginapan sederhana yang dikelola oleh Dinas Kehutanan setempat. Menjelang fajar, Anda akan dibangunkan untuk bersiap bangun.
      Jika Anda tidak ingin bermalam di penginapan, Anda dapat memasang tenda untuk berkemah bersama teman-teman di pos ini. Jangan lupa untuk mengurus izin berkemah, ya. Sepanjang perjalanan hiking, Anda bisa menikmati pemandangan di sekitarnya yang tak kalah indah.
    • By Putra Buana Wira
      Pernah ngelirik satu iklan di Google tentang Airy Rooms, mengklaim bahwa mereka punya banyak promo. Tertarik sih, tapi aku ngga pernah percaya dengan promo-promo online yang too good to be true. Trik marketing kan sama aja. Mereka akan menaikkan harga sebelum akhirnya dipotong dengan “diskon”. Sama juga dengan e-commerce online; belum tentu harga yang diberikan adalah benar-benar harga “promo”.
       
      Suatu hari, aku pernah lagi butuh banget tiket pesawat untuk urusan kerjaan, kira-kira bulan Januari lalu. Sempat panik cari tiket pesawat karena harus ada di venue keesokan harinya dan sudah sore. Karena kantorku pakai sistem reimburse, aku juga harus mikir harga tiketnya karena saat itu adalah tanggal tua. Panik karena tiket pesawat di beberapa platform terkenal sudah hampir habis dan menyisakan tiket yang harganya berjuta-juta. Duh!
       
      Akhirnya melirik ke Airy. Bisa dibilang Airy ini adalah pendatang baru dalam hal per-tiket-an, kan? Sebelumnya, Airy lebih dikenal sebagai penyedia kamar hotel yang murahnya ngga masuk akal, menurutku. Hahahahaha. Jadi ngga pernah pesan di sana, takut zonk.
       
      Anyway, balik ke tiket pesawat. Akhirnya aku melirik ke Airy dan melihat daftar tiket pesawatnya dengan hopeless. Hasilnya? Yaa, bener. Akhirnya benar-benar terkejut.
       
      Kecewa kok ngga dari awal aku melihat list tiket dari Airy! Kan jadinya ngga perlu panik! Harga tiket yang sama, penerbangan yang sama, bisa lebih murah di Airy! Kebetulan lagi, mereka punya promo yang iseng aku coba dan ternyata BERHASIL! Asli, aku girang banget! Logikanya, kalau harga mereka udah lebih rendah dari yang lain, pun dikasih promo jadi lebih murah, berarti mereka diskonnya ngga tipu-tipu! Wah. Salut banget sama Airy!
      Setelah booking dan bayar, tiket pesawatnya agak delay. Kira-kira setengah jam. Lumayan deg-degan tuh. Tapi positive thinking aja, mungkin sistemnya yang lagi heavy load. Setelah setengah jam, e-ticket masuk ke email, langsung ploooong! Kerjaan aman, kantong pun aman. Hehehehe.
      Langsung aja nih penampakannya :

      Sembari tadi menunggu e-ticket, aku sempat browsing-browsing kamar Airy. Kepo juga setelah disodori tiket pesawat murah. Kok banyak review pengalaman menginap dari blogger-blogger yang bilang kamarnya bagus, memuaskan, dan lain-lain. Sepertinya lumayan nih untuk dicobain. Gimana-gimana, produk utamanya Airy Rooms kan kamar hotelnya ini. Bahkan ada beberapa hotel yang ada kolam renangnya! Bayangin, kamar hotel harga dua ratus ribuan, dapat fasilitas kolam renang! Wagelaseh!
       
      Buat yang lain, ngga usah mengulangi kepanikan yang aku alami kemarin, ya! Rugi waktu dan energi. Mending langsung cek harga di Airy. Udah jaminan paling murah dan banyak promo, terus Airy nggak mengecewakan pula. Tapi aku tetep nyesel sih, kenapa aku baru tau ada Airy sekarang-sekarang ini? Harusnya tau Airy dari dulu doong hiks.. Kan jadi bisa hemat dari dulu. Tapi yasudahlah, yang lalu biarlah berlalu, yang penting adalah melihat ke depan, semoga ke depannya harga Airy masih murah terus dan banyak promonya.
    • By Reiko Shiwatari
      Hi everybody! Apa kabar? Ini saya hadir kembali, setelah sekian lama hiatus dari forum 
      Sudah kemana saja nih? Terus bawa oleh2 apa? Hehehe...
      Saya mau sedikit share tentang oleh2/kenang2an/souvenier dari beberapa perjalanan saya. So, mungkin ada yg berminat mau coba atau sekedar nambah informasi 
      Ada yg sudah pernah dengar Penny Collector? Apa itu? Ternyata uang logam yg kita punya bisa dijadikan koleksi loh! (bukan koleksi uang kuno ya). Tidak semua negara tujuan wisata memiliki Penny Collector. Terus, apa kelebihan/keunikannya? Kalau teman2 itu suka koleksi mata uang berbagai  negara, baik itu uang logam ataupun uang kertas, koleksi ini pun tidak kalah menarik. Yang membuatnya sangat menarik (menurut saya) itu kita bikin sendiri! 
      Dari uang logam, contohnya US Penny & Quarter, yaitu 1 cent Dollar ($0.1) & 25 cent Dollar ($0.25) kita bisa membuatnya menjadi sebuah koin dengan desain gambar landmark/tempat wisata yang ada di daerah tersebut. Bagaimana membuatnya? Ada mesinnya yang pasti! Kita tinggal masukkan koin uang logamnya & jumlahnya tergantung berapa yang diperlukan, rata2 di USA itu sekitar $0.51, jadi sediakan uang logam 1 Penny & 2 Quarter. Kalau diminta $1.01 jadinya 1 Penny & 4 Quarter.
             
      Kita masukkan koinnya di slot yang disediakan & pilih gambar/desain yg kita mau. Yang membuat saya tertarik adalah, ada beberapa mesin yg automatic, jadi setelah memilih design, makan mesin akan langsung berputar sendiri & jadilah uang logam sesuai yg kita pilih. Tapi masih ada banyak mesin2 yang tidak automatic, jadi setelah kita pilih designnya dengan cara memutar stick yang ada. Lalu setelah kita pilih designnya, kita tekan masuk slotnya sampai koinnnya masuk ke dalam & slot kembali seperti semula. Terus kita putar lagi sticknya, kita putar terus menerus sampai terasa berat (ya, sampai pakai tenaga muternya)  sampai kita lihat ada koin yang keluar, dan..., TADAAA!! Jadilah koin untuk kita koleksi. 


      Waktu saya ke Jepang beberapa tahun lalu, saya juga sempat membuat koin2 ini di beberapa tempat. Lumayan, buat kenang2an, jadi gak cuma gantungan kunci, magnet & kaos saja yg bisa dijadikan koleksi. Koin ini mempunyai suatu nilai tersendiri bagi saya (koinnya sih murah), yaitu bahwa  saya pernah menginjakkan kaki saya di tempat2 wisata tersebut, entah itu Disneyland, Universal Studio, Pantai, Gunung, Market, atau landmark2 lainnya. Saya pernah pergi kesana & membuat koin ini sendiri, gak sekedar nitip (bisa saja sih nitip, tapi bagi saya nilainya jadi berkurang karena bukan sayanya yg pergi). Saya pernah sih nitip sama teman, karena waktu saya pergi saya gak sempat bikin, ya dikasih memang tapi yg umum2 seperti nama Kota nya saja, karena teman saya bilang "Saya gak mau kasih, kamu aja yang pergi sendiri & bikin!" dan itulah yang memotivasi saya untuk travel & mengumpulkan 7 bola naga, eh maksudnya mengumpulkan koin2 tersebut. 
      Terus kumpulinnya pake apa? Taro dimana? Untuk pemula ya jangan lupa beli albumnya (jangan taro di celengan ya koinnya). Terus klo udah banyak nah kalian bisa kembangkan ide & kreatifitas kalian, bisa taro di bingkai etc. Ya, bisa kalian bikin sendiri yang bagus & berkesan.

        
      So, pesan saya, kalau mau travel ke luar negeri (di Indonesia belum ada soalnya), misal ke Jepang, kalian bisa tanya mbah Google, cari Penny Collection Locator. Pilih negaranya, pilih kota tujuan kalian & liat apa tempat yg mau kunjungin itu ada mesinnya ato gak (karena gak semua tempat ada). Biasanya mesinnya ada di gift shop, atau dekat ticket booth. And jangan lupa siapin uang receh, uang2 logam dari mata uang negara tersebut (saya pernah paksa Canada Dollar pake USD, jadi sih cuma ya gitu, MAKSA bgt mesinnya) 
      Ini sebagian koleksi2 saya, 
       


       
      Sekian,  info dari saya, semoga bermanfaat, happy travelling &  happy hunting  
       @deffa klo masih di Jepang, masih bisa cari koin ini (klo berminat)
       
    • By deffa
      Hola Deffa Here!
      Jadi, waktu saya dan istri babymoon ke Jepang bulan Februari lalu itu dalam kondisi cuaca yang musim dingin/salju. Nah, karena saya tidak punya Winter Coat dan kami akan menuju ke Shirakawago yang bersalju tebal, beli di Indonesia mahal dari 500 ribuan sampai jutaan, saya putuskan untuk beli di Kyoto saja, karena di Kyoto ada banyak Second Hand Stores yang bagus salah satu nya adalah Kyoto Recycling Kingdom.
      Untuk menuju ke toko nya kalian bisa menggunakan bus yang menuju ke Kyoto Gaidai-mae. Nah, karena kami dari Arashiyama, jadi menggunakan Bus no. 28 Arashiyama Station – Kyoto Gaidai-mae Bus Stop, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan (ikuti Google Map). Ini website Kyoto Recycling Kingdom nya KLIK.
      Sayang, saya tidak sempat untuk poto-poto ketika di toko nya, namun bisa saya ceritakan gedung nya 2 lantai, dimana Lantai 1 berupa barang Elektronik dan Otomotif dari Handphone, Komputer, Laptop, Perkakas Mobil, dll. Lalu, di lantai 2 khusus produk Fashion seperti Pakaian, Topi, Dompet dll. Yang semua ini barang bekas.
      Tapi jangan salah, Jepang terkenal sangat apik dengan barang, bahkan barang bekas nya pun masih bagus banget kondisi nya. Saya mendapatkan Winter Coat + Windshield seharga 500 yen saja, sedangkan istri beli juga Winter Coat seharga 1000 yen. Kondisi nya tentu saja super bagus. Ini poto-poto Winter Coat yang kami beli.


      Cocok banget nih, bagi kalian yang doyan belanja tapi budget cekak, barang second tapi berkualitas banget di Kyoto Recycling Kingdom ini. Tapi, kalau untuk elektronik lebih baik di Sofmap, Akihabara - Tokyo, lebih banyak pilihan dan lebih murah.
      Semoga berguna. :) 
       
       
    • By vie asano
      Lanjut lagi soal aneka tips untuk muslim traveller yang akan pergi ke Korea Selatan. Bagi yang ingin kenalan dengan Islam di Korea Selatan dan Jepang, serta aneka Tips dan Info Penting untuk Muslim Traveller ke Korea Selatan, bisa langsung klik hyperlink-nya yah.
      Panduan mencari makanan halal di Korea Selatan
      Di antara berbagai tips untuk muslim traveller, saya rasa masalah mencari makanan halal termasuk salah satu yang paling ribet. Apalagi jika bepergian ke negara lain dimana Islam menjadi agama minoritas, dan lebih yahud lagi, negara tersebut memiliki huruf tradisional non-alphabetical yang membuat kita seolah-olah sedang melihat rangkaian bahasa sandi. Contohnya seperti Korea Selatan maupun Jepang. Saya pun pernah mengalami masalah yang sama saat berwisata ke Jepang 2 tahun lalu. Walau sudah berusaha menghindari produk makanan non-halal (yang paling mudah, cari yang nggak memasang kanji babi maupun alkohol), pada satu kesempatan tetap saja nggak sengaja memakan makanan instan yang ternyata mengandung perasa babi.
      Ada beberapa tips untuk mencari makanan halal saat berwisata ke Korea Selatan. Beberapa tips ini bisa diterapkan juga untuk negara lain seperti Jepang, Belanda, dan lainnya. Tips yang paling pertama, adalah dengan meminimalkan kemungkinan mengkonsumsi produk makanan non-halal. Caranya bagaimana?
      1.Mencari restoran/tempat makan yang memasang logo halal.
      Biasanya resto-restoran halal tersebut dikelola oleh muslim dari negara lain (seperti Pakistan dan Malaysia), atau minimal memiliki koki seorang muslim. Namun perlu diketahui dan diwaspadai, tidak semua restoran yang mengusung label halal ternyata betul-betul 100% halal. Misalnya saja, ada restoran yang tetap menjual minuman beralkohol namun menyediakan menu halal (biasanya alasannya agar bisnis bisa terus berjalan). Ada juga restoran yang menyediakan makanan halal dan non-halal sekaligus. Mengingat keterbatasan luas dapur (dan juga ketelitian dalam pencucian alat-alat), belum tentu makanan halal dan non-halal dimasak menggunakan alat yang berbeda. Di Jepang juga pernah dilaporkan ada restoran halal namun menampilkan hiburan non-halal seperti tari perut. Jadi intinya, memilih restoran berlabel halal menjadi salah satu solusi paling oke, namun tetap harus ekstra waspada terhadap konten lain di restoran tersebut.
      2.Mencari restoran vegetarian, minimal restoran yang vegetarian-friendly.
      Restoran vegetarian jelas hanya akan menyediakan menu-menu non-daging, dan jelas tidak akan menggunakan bumbu-bumbu berbahan dasar daging. Jadi restoran vegetarian relatif aman bagi muslim traveller. Namun jika tidak menemukan restoran vegetarian, minimal usahakan untuk mencari restoran yang vegetarian-friendly, yaitu resto biasa yang memiliki opsi menu vegetarian ataupun seafood.
      3.Makan di restoran seafood
      Bingung mencari restoran halal? Nggak ketemu sama restoran vegetarian maupun vegetarian-friendly? Ke resto seafood saja, karena seafood sudah pasti halal untuk di konsumsi.
      Begitu pendapat umum tentang seafood. Well, sebetulnya nggak sesederhana itu lho. Seafood-nya sih memang halal, tapi bumbu-bumbunya belum tentu lho, karena sudah jadi rahasia umum dalam masakan oriental pasti ada saja bumbu yang berasal dari sesuatu non-halal (seperti daging babi, darah, maupun alkohol). Berhubung nggak mungkin mewawancarai koki untuk bertanya tentang bumbu masakan setiap kali makan seafood, saya akan memberikan daftar menu seafood yang relatif aman (catat: relatif aman, bukan 100% aman yah) untuk dikonsumsi jika dilihat dari resepnya. Saya juga nggak menjamin menu-menu ini pasti halal, jadi feel free kalau mau kasih koreksi. Eh iya, daftarnya langsung dalam bentuk foto yah. Berikut foto-fotonya:
      Foto 01:
      (a.) Maeuntang (Spicy Fish Stew) [foto: Junho Jung/wikimedia], (b.) Sundubu Jjigae (Hot and Spicy Soft Tofu Stew) [foto: Avlxyz/wikimedia], (c.) Doenjang Jjigae (Vegetable and Seafood Stew) [foto: Koralex90/wikimedia], (d.) Saengseon Gui (Grilled Fish) [foto: Karendotcom127/wikimedia]
      Foto 02:
      (a.) Saengseon Jeon (Pan-fried Fish Fillets) [foto: å—å®®åšå£«/wikimedia], (b.) Tuna Kimbap (Tuna Roll Sushi) [foto: Jqn/wikimedia], (c.) Haemul Pajeon (Seafood Pancake) [foto: <==manji==>/wikimedia], (d.) Jjampong (Spicy Seafood Noodles) [foto: Alfpooh/wikimedia]
      Tambahan info, berikut beberapa menu lain (non-seafood) yang juga relatif aman untuk dikonsumsi:
      Foto 03:
      (a.) Bibimbap (mixed rice with vegetable and meat) [foto: Agnes Ly/wikimedia], (b.) Tteokbokki (rice cake) [foto: Adonis Chen/wikimedia], (c.) Kalguksu [foto: Jslander/wikimedia], (d.) Hobakjuk (Pumpkin Porridge) [foto: Nicole Cho/wikimedia]
      Itu sebagian menu yang bisa saya kumpulkan. Sebetulnya masih banyak sih, tapi sengaja nggak ditulis semuanya, soalnya tadi siang (waktu nulis ini) tiba-tiba jadi laparrrr (puasa, puasa..) haha..
      4.Makan di restoran fastfood
      Lho, kok resto fastfood? Bukannya menu daging di resto fastfood belum tentu halal? Maksudnya, belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Yaps, memang betul menu daging di resto fastfood belum tentu disembelih dengan cara yang halal. Namun resto fastfood juga nggak melulu berisi daging, kan? Ada kentang goreng, burger non-daging, salad, dan banyak lagi. Jadi jika ragu dengan dagingnya, bisa memesan menu non-daging.
      Bagi yang masih meragukan kehalalan makanan di tempat-tempat yang sudah saya singgung di atas (biasanya mempertanyakan apakah dagingnya disembelih dengan cara halal, apakah peralatan makannya betul-betul bebas dari bahan non-halal, dan sejenisnya), ada tips kedua yang bisa dicoba, yaitu dengan memasak sendiri makanan yang akan disantap. Untuk memastikan kehalalan makanan, bisa membeli bahan makanan di toko halal, yaitu toko yang hanya menjual produk mentah yang halal. Misalnya saja, mie instan, roti, daging, dan sebagainya. Memang sih lebih repot karena harus menyiapkan sendiri makanan Anda, namun soal kehalalannya insya Allah lebih terjamin. Jika Seoul jadi salah satu kota tujuan wisata selama di Korea Selatan, daerah Itaewon bisa dilirik karena di area tersebut banyak terdapat restoran halal dan beberapa toko bahan makanan halal.
      Trus gimana kalau nggak yakin sama restoran halal, nggak nemu resto vegetarian/vegetarian friendly, nggak suka seafood, dan nggak bisa nyiapin makanan halal sendiri? Ada tips terakhir. Bawa saja makanan halal dari Indonesia, seperti mie instan, roti, nasi instan, dan lain-lain. Tapiiiiiii saya pribadi berpendapat kalau travelling nggak melulu soal menikmati obyek wisata, namun juga menikmati budaya setempat yang berarti juga menikmati produk kulinernya. Demi pengalaman wisata yang lebih lengkap, menurut saya nggak masalah jika harus repot-repot sedikit menyeleksi makanan halal. Masa sudah jauh-jauh pergi ke Korea Selatan, eh ujung-ujungnya makan Ind*mie juga? Hehe..
      Sebagai penutup, beberapa daftar kuliner halal di Korea Selatan bisa dilihat disini. Untuk informasi lebih lengkap tentang panduan makanan halal di Korea Selatan, bisa lihat ini.
      Semoga infonya bermanfaat yah!
      ***
      * Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.
    • By Dian Anggaraini
      https://sheistraveller.com/2018/06/07/perjalanan-hongkong-ke-macau-full-one-day/
    • By vie asano
      Kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang tips berkemas untuk wisata keluarga.
      Tips berkemas secara umum, termasuk untuk orang tua
      - Berapa idealnya jumlah baju yang harus dibawa? Teorinya, siapkan 1 baju kasual/hari + 1 baju pergi/hari + 1 baju tidur/hari. Namun jika malas membawa banyak baju dan waktu pergi lebih dari 5 hari, bawalah baju untuk 2-3 hari saja. Resikonya, harus mau repot nyuci dan nyetrika di tengah waktu wisata. Saya pribadi sih lebih suka mengandalkan laundri kiloan yang bisa selesai dalam 1-2 hari. Cukup bayar sedikit, baju sudah bersih+wangi+rapi di setrika tanpa harus jadi Cinderella. Tips tambahan untuk poin ini: sebaiknya pilih baju yang berbahan cepat kering.
      - Untuk baju anak-anak, teori di atas belum tentu berlaku. Sebaiknya, perhatikan kebiasaan dari anak Anda karena tiap anak bisa berbeda-beda. Contohnya, anak sulung saya (usia hampir 5 tahun) dulu cukup sering masuk angin hingga muntah-muntah di waktu malam. Resikonya, saya harus bawa ekstra 1-2 potong baju tidur untuk cadangan (untuk baju harian tidak masalah). Saat usianya lebih dari 4 tahun, saya harus bawa ekstra celana (untuk jaga-jaga jika mengompol). Sedangkan si bungsu (4,5 bulan) termasuk jarang muntah di malam hari. Namun karena gampang berkeringat, baju harian dan baju perginya harus lebih banyak dari baju tidur.
      - Cek lagi itinerary wisata. Destinasi wisata menentukan item tambahan yang harus dibawa. Jika berencana pergi ke daerah pantai atau ada rencana berenang, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti baju renang, sun block, topi pantai, maupun kaca mata hitam. Sebaliknya, jika pergi ke gunung, bawalah jaket dan selimut ekstra.
      - Pisahkan pakaian anak-anak dan pakaian orang tua agar lebih mudah diambil jika sewaktu-waktu harus ganti baju. Malas bawa banyak koper? Jika si kecil sudah berusia minimal sekolah dasar, tak masalah jika dia diminta untuk membawa tas punggungnya sendiri (bisa menggunakan tas sekolah).
      - Agar lebih hemat ruang, jelilah dalam menyusun barang dalam koper. Saya biasanya mengemas pakaian dalam bentuk gulungan kecil, dan biasanya ruang yang tersisa jauh lebih banyak dibanding menumpuk pakaian.
      - Sebaiknya, barang yang kira-kira akan sering digunakan (seperti peralatan elektronik, dompet, tisu, dan sebagainya) jangan ditempatkan dalam koper. Tempatkan dalam tas terpisah yang bisa ditenteng, sehingga mudah untuk diambil sewaktu-waktu.
      - Berencana untuk wisata selama beberapa hari ke kota lain, namun ada beberapa barang berukuran besar (seperti kereta dorong bayi) yang sulit dibawa di mobil atau kendaraan umum? Pertimbangkan untuk memaketkan barang-barang itu ke kota tujuan. Memang sih pasti ada ongkos ekstra yang harus dikeluarkan, tapi jauh lebih praktis dibanding membawa gunungan barang di atas mobil.
      - Ingat selalu bahwa keselamatan anak itu nomor 1. Jadi jika membawa balita bepergian, sebaiknya siapkan beberapa perlengkapan pengaman ekstra yang biasa ada di rumah, seperti penutup stop kontak dan pelindung ujung meja.
      Daftar perlengkapan P3K yang wajib dibawa jika wisata bersama anak-anak.
      - Plester. Ingat, anak-anak mudah terluka. Jadi sediakan selalu plester di tas yang terpisah dari koper.
      - Kompres instan dan obat demam untuk anak. Kita tak pernah tahu kapan bayi atau anak-anak akan terkena demam, kan?
      - Obat penahan rasa sakit.
      - Obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang sering dialami, seperti obat maag, obat sakit kepala, dan sebagainya.
      Daftar perlengkapan elektronik yang wajib disiapkan
      - Jika tetap harus bekerja selama liburan, jangan lupa membawa laptop dan charger-nya.
      - Handphone dan charger-nya.
      - Stop kontak multi.
      - Hairdryer ukuran travel (jaga-jaga jika hotel tidak memiliki hairdryer).
      - Kipas angin mini. Jangan salah, ini penting lho jika akan berwisata ke daerah yang cukup panas. Minimal bermanfaat saat mengalami perjalanan outdoor, terutama karena bayi dan anak-anak biasanya gampang merasa kegerahan.
      - Jika perlu, bawa juga aneka permainan elektronik. Namun sebaiknya gunakan hanya saat keadaan darurat saja (seperti saat anak merasa ekstra bosan), karena esensi dari wisata keluarga kan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bukannya malah sibuk dengan mainan masing-masing).
      Daftar toiletries yang wajib disiapkan (untuk dewasa). Untuk bayi dan anak-anak, silahkan susun daftar dari artikel sebelumnya.
      - Perlengkapan mandi: sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, sabun cuci muka. Semuanya dalam ukuran travel. Saran saya, jika memang hobi bepergian, sebaiknya siapkan satu kantong khusus untuk peralatan mandi ukuran travel. Jadi nggak perlu repot mengemas alat mandi saat akan bepergian.
      - Perlengkapan make up, mulai dari bedak hingga parfum.
      - Perawatan badan, seperti body lotion (ukuran kecil). Jika berencana pergi ke pantai (atau minimal akan berenang di tempat wisata), bawa juga krim setelah berjemur.
      Last but not least
      - Aneka dokumen penting yang berhubungan dengan perjalanan, seperti passport (jika pergi ke luar negeri), kartu identitas, bukti booking hotel, tiket, kartu kredit, kartu ATM, peta daerah setempat.
      - Daftar alamat hotel (terutama jika menginap lebih di 1 tempat). Sebaiknya dicatat dalam buku catatan, dan lengkapi dengan petunjuk arah. Oya, jangan lupa juga membuat copy informasi nomor kontak Anda untuk diselipkan di baju anak-anak setiap kali akan bepergian, untuk berjaga-jaga seandainya anak terpisah dari orang tua.
      - Laundry bag. Kalau nggak punya, kantong kresek juga cukup. Biasanya saya menyiapkan 2 jenis kantong plastik: untuk baju kotor, dan untuk sampah selama menginap di tempat wisata (jika menginap bukan di hotel dan tidak tersedia tempat sampah). Untuk jumlahnya, tergantung dari durasi waktu pergi itu sendiri.
      ***
      Kira-kira itulah barang-barang yang harus dibawa saat akan berwisata bersama keluarga. Saya sengaja tidak menulis tentang tips berkemas untuk remaja, karena remaja (seharusnya) sudah bisa berkemas sendiri. Remaja juga lebih fleksibel mengenai tempat wisata dan sudah tahu bagaimana cara terbaik untuk menghindari kebosanan saat di perjalanan.
      Jika ada yang ingin menambahkan, monggo tinggalkan jejak di bagian komentar. Semoga infonya bermanfaat.