deffa

Apply Visa Jepang Itu Mudah Kawan

63 posts in this topic

Hola Momod Here !!!

 

Cuma mau share sedikit pengalaman kemaren Apply Visa Jepang Kunjungan Sementara Dana Pribadi

untuk keberangkatan 19 - 23 november 2014 ini

Jadi singkat cerita saya mengikuti info yang di berikan oleh mas @kyosash di SINI

Dan memang pas loh info nya ini saya quotes dikit bagian yang perlu di perhatikan ya

 

passport1.jpg

Quote

Pengurusan Visa

 

Hari Senin Pagi sekitar jam 09.30 saya menuju ke Kedutaan Besar Jepang yang berada di Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta Pusat (10350)  Tel: +62-21-31924308, di dekat Grand Indonesia Mall & eX Plaza.

 

Jam Untuk Penyerahan Visa: 08:30-12:00(Senin-Jumat); (Sabtu dan Minggu Libur)

 

NOTE : disarankan datang untuk menyerahkan formulir jam 9 ke atas, dikarenakan para jasa/travel agent hanya diberikan waktu ½ jam saja mulai dari 08.30 – 09.00 pagi.

 

Begitu masuk ke dalam ruangan, saya langsung mengambil tiket antri, lalu melihat papan nomor antrian,

wah masih 25 orang lagi bakalan lama nih..,disini ada 3 counter untuk WNI  dan 1-2 counter untuk Warga  Jepang, tidak sampai 10 menit menunggu nomor antrian saya dipanggil, wah cepat juga ï¼¾ï¼¾

 

Saya menyerahkan formulir untuk kategori “Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri “

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [bisa download di webnya] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP
  4. Bukti pemesanan tiket PP
  5. Jadwal Perjalanan [bisa download di webnya ](semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  6. Fotokopi kartu keluarga, akta lahir (ini diperlukan karena saya hanya menyerahkan satu rekening saja untuk bertiga sebagai keluarga)
  7. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan (Berkas2 Hotel booking selama di Jepang)
  8. Fotokopi bukti keuangan, rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir

 

NOTE : sebisa mungkin waktu menyerahkan data dan formulir ini, sesuai dengan urutan-nya.

Untuk syarat lengkapnya bisa lihat disini

 

Contoh Itinerary yang saya lampirkan kemarin

sml_gallery_33_116_59285.jpg 

 

Setelah dicek berkas2nya oleh petugas lalu saya diberikan slip kertas untuk dibawa lagi 3 hari kemudian.

Hari Kamis siang saya pergi ke Kedutaan Besar Jepang untuk mengetahui hasilnya,

Jam Untuk Pengambilan Visa:13:30-15:00(Senin-Jumat); (Sabtu dan Minggu Libur)

 

Setelah masuk kedalam ruangan dan mengambil nomor antrian,  setelah menunggu 10 menit nomor antrian saya dipanggil, lalu saya memberikan slip kertas ke petugas, kemudian langsung diserahkan paspor beserta visa yang tertera didalam-nya. Lalu membayar @ Rp 350.000,- untuk visa-nya.

 

Jangka waktu masa berlaku Visa adalah 3 bulan, yang hanya bisa digunakan untuk 15 hari.

Kesimpulan saya untuk membuat Visa adalah cukup mudah dan tidak memakan banyak waktu.

 

 

Kalian tinggal ikutin aja cara di atas sangat lah gampang pengalaman saya kemaren apply visa, ketika datang dapat no antrean ke 55 sedangkan no yang sedang berlangsung no antrean 50. Hebat nya tidak sampai 10 menit saya sudah di panggil dan dalam hitungan menit saja semua sudah beres dan saya dikasih semacam struk untuk di bawa 3 hari kemudian untuk pembayaran Visa nya. Mudah dan tidak buang-buang waktu kan.

 

Terus saya coba bertanya untuk MINIMAL SALDO ke Jepang itu berapa ke Petugas nya dan dia jawab Minimal Saldo tidak berpengaruh, yang penting Cash Flow (pergerakan uang) yang terjadi pada Rekening tersebut selama 3 bulan terakhir. Beliau bercerita bahwa pernah ada yang apply visa dengan saldo cuma 1 juta dan dia lolos untuk Visa Jepang, karena Cash Flow nya bagus. Apalagi jika kalian seorang karyawan yang tiap bulan menerima gaji gak perlu khawatir dengan MINIMAL SALDO karena tidak terlalu berpengaruh. 

 

Beliau juga menjelaskan malah jika saldo kalian dengan rekening yang besar namun statik tanpa ada nya atau minim Cash Flow dalam 3 bulan terakhir itu tidak menjamin akan lolos, karena akan di anggap itu uang mengendap atau titipan dalam rekening.

 

Oiya terus perlu di perhatikan jika kalian membuat Visa untuk orang lain yang tidak ada Hubungan Keluarga misal nya Teman atau Pacar. Diwajibkan untuk membawa Catatan Koran Rekening Masing-Masing jadi tidak bisa menggunakan Satu rekening saja, kecuali jika hubungan keluarga bisa satu rekening dengan melampirkan Kartu Keluarga

 

Oiya berdasarkan ketentuan baru Visa Jepang turun harga dari 350 ribu menjadi 320 ribu per 1 April 2014

Mungkin ini karena Desember mulai Free Visa untuk WNI yang menggunakan E-Passport ya :D

visa.jpg

 

Sekian sedikit informasi tambahan tentang mudah nya Apply Visa Jepang semoga bisa membantu yang lain ya :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

amazing info'y mod.

Visa jepang enak setelah visa jadi baru membayar biaya visa, sedangkan visa korea harus bayar dimuka untuk visa'y.

Truz visa korea lumayan mahal untuk single entry 480rb euy. salah rute nie, harus'y cari tiket yang ke jepang aja karena ada aturan kalo dapet visa jepang bisa ke korea tanpa visa.

hiks...

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

ya bener enak nya visa jepang gtu kalo gak di approve gak usah bayar

iya pake visa jepang bisa masuk korea mon kan kamu yg kasih tau hehehe

iya justru itu mod, salah settingan dah saya.

hehehehe...

yakh nasi sudah terlanjur bubur, emang ngebet pengen k korea sich yakh.

baru ajuin visa ntar aja pas akhir tahun.

 

btw waktu ajuin visa udh ada booking hotel'y mod???

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa nambah pengetahuan sya ni om deffa dlm pengetahuan apply visa, tp apa setiap negara memberlakukan peraturan yg sama?? Sya pernah liat credit tittling dsalah satu tv swasta, bahwa jepang akan dibebas visa kan.. mklm om deffa, sya baru ke malaysia aj, itupun nyasar2 naik monorail sama subway lol

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

ya bener enak nya visa jepang gtu kalo gak di approve gak usah bayar

iya pake visa jepang bisa masuk korea mon kan kamu yg kasih tau hehehe

maksudnya visa jepang, bisa masuk ke korea tanpa visa korea itu gmn mod? apa maksudna setelah dr jepang kemudian ke korea dm satu waktu gt? :bingung

Share this post


Link to post
Share on other sites

@mone

waktu ajuin visa udah booking hotel seh

karena salah satu syarat di tulis di itinerary itu mon

owh soal'y kalo d pengajuan visa korea booking tiket dan booking hotel sudah tidak diperlukan lagi mod.

Share this post


Link to post
Share on other sites

@deffa saya juga mau apply buat akhir des ke jepang ama famili :D

 

tp saya ke daerah hokkaido sih, moga2 sempet cobain onsen deh eheheh

 

bener visa jepang lagi gampang banget, saya malah dapet multiple entry !! dulu somse bgt kedutaan kalo mau ke jepang, skrg gampang bgt haha

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now


  • Similar Content

    • By anna22
       
      Beberapa minggu pulang dari Korea sekitar akhir November 2017, gw diultimatum sama ortu untuk tidak ke Jepang atau Korsel lagi. Lebih baik umroh atau ke negara lain. Padahal gw masih penasaran dengan musim semi di Jepang. Ya udahlah gw coba melancarkan taktik dengan mengajak ortu gw untuk jalan2 ke Jepang di musim semi 2018. Kebetulan gw agak lowong di akhir bulan April, begitu pula dengan Ibu yg sudah santai dengan pekerjaannya. Nemulah harga tiket JAL pp jakarta-narita Tokyo 5,3 jt. Menurut gw sih udah lumayan harganya, full service airlines sekaligus direct flight. Cuman memang jam keberangkatannya hanya dapat yang pagi. Ya udahlah yaaa....
      Di bulan Desember tiket pun terbeli. Setelah itu sambil menunggu urus visa (krn masih pake paspor biasa), gw pun mulai membuat itinerary dan setelah fix lanjut mencicil pesan penginapan. 
      Ortu gw bilang perjalanan ke Jepang ini inginnya sekali aja jadi gw puter otak gimana caranya bisa mendatangi tempat2 yang ok di jepang pada waktu yang tepat pula. Kebanyakan tempat2 yang didatangi berupa taman bunga dan tidak ketinggalan tentunya Tateyama Kurobe Alpine Route. 
      Oleh karena itu, pemilihan tanggal 18-27 April ini banyak dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rute Tateyama sudah dibuka, ada festival sakura besar di Hirosaki (pengen banget kesini dari dulu), taman bunga ashikaga dan hitachi seaside juga sedang mekar, dan belum dimulainya golden week. 
      Hmmm panjang yaaa cerita awal mulanya, boleh diskip kok hehe langsung baca yg di bawah ini saja ya ^^
      18 April
      Flight jam 6.15 pagi dari Soetta Terminal 2D. Sampai di Narita jam 4 sore. Cek Imigrasi aman dan lancar tanpa tanya jawab. Setelah itu, sambil ortu istirahat, solat dan bersih2, gw ngurus sim card khusus paket data internet yang sudah dipesan melalui Klook (8 hari 4G/3 GB = Rp. 280.000). Lanjut ke JR office untuk tuker voucher JR pass walaupun baru akan aktivasi di tanggal 20. (Voucher JR pass udah dibeli di Indonesia pesan di Bobobobo). Sekalian juga beli Tateyama Kurobe Alpine Ticket seharga 9000 yen. Setelah itu beli pasmo(seperti e-money utk naik kereta, bis, beli sesuatu di vending machine, bayar di minimart, atau bayar loker)buat ortu dan isi ulang pasmo gw yg lama. 
      Setelah urusan ini itu beres, sebelum ke Shinjuku Express Bus Terminal, kami makan terlebih dahulu di Tentei Tempura dan Soba (halal certified) di lantai 4 terminal 2. Setelah perut terisi, kami ke lantai bawah untuk naik kereta menuju Shinjuku. Sebenarnya banyak pilihan kereta, tapi gw milih yang murah walaupun lama toh gak ngejar waktu juga sih hehe
      Sekitar jam 8.30 malam, sampailah di Shinjuku setelah transfer dr Nippori. Tadinya pengen mampir ke Tokyo Metropolitan Government Building, tapi ortu masih jetlag kayaknya jadi lgsg aja menunggu di terminal. Nah gw kan gak betah ya anaknya, jadi pas ngelihat ada Don Quijito, setelah memastikan waktu dan tempat naik sleeper bus ke Osaka nanti, gw pun minta izin untuk jalan2 sebentar. Bapak gw akhirnya ikut. 
      Oiya kenapa kami lgsg ke Osaka, dan menggunakan bus malam??? Selain efektif dan efisien yaitu, juga memberikan pengalaman sleeper bus ke ortu. Ternyata mereka senang karena baru pertama kali naik bis seperti itu. 
      Tepat jam 23.30, bus pun datang yang ternyata gak penuh2 amat. Setiap 2 jam sekali, bus pasti akan berhenti di rest area sekitar 20 menit untuk mempersilahkan penumpang ke toilet.
      19 April
      Tepat jam 7 pagi, sampailah kami di Willer terminal Umeda Sky Building. Setelah cuci muka dan ke toilet, kami lanjut ke penginapan untuk titip koper. Dari Umeda Sky Building, jalan kaki ke Osaka Station. Disana saya sempat ke information center untuk membeli Osaka Amazing Pass 1 day yang akan digunakan seharian ini (2500 yen) baik untuk tiket masuk lokasi wisata maupun osaka subway.
      Pilihan penginapan adalah Osaka Guesthouse Nest (selain dekat JR station =teradacho st, ada pilihan kamar untuk 3-4 orang, harga sesuai kantong juga ). 

      Setelah titip koper, kami lanjut ke Osaka Castle. Sebelum naik ke atas Castle, kami makan bekal dulu di tempat duduk yg ada di halaman depan castle. Harga tiket masuk sudah tercover OAP juga ya...



      Perjalanan dilanjutkan ke Osakako Station  untuk menuju Tempozan Giant Ferris Wheel dan Santa Maria Cruise. Ini juga sama tercover OAP. 

      Menjelang sore, kami memutuskan ke Matsuri Halal Restaurant. Sebenarnya ingin ke tempat lain, tapi terlalu jauh sedangkan kami sudah lapar. Kalau menurut kami sih rasa dan harga kurang sepadan. Rasanya biasa saja kalau dibandingkan makanan halal di resto lain yaa tapi balik lagi tergantung selera loh


      Malamnya kami ke daerah Sinsekai untuk ke Tsutenkaku Tower. Sama ini juga tercover OAP. Tadinya mau lanjut ke Namba Dotonburi tapi ortu udah ga sanggup dan mengingat juga besok akan ke Kyoto pagi2 jadilah akhirnya kami pulang ke penginapan dan istirahat.
      20 April 
      Jam 7 pagi setelah sarapan perbekalan di penginapan, kami menuju Kyoto. Hari ini JR pass sudah mulai diaktifkan. Tujuan pertama di Kyoto adalah Bamboo Forest Arashiyama. Disini kami berhenti di Jr saga arashiyama st krn pakai kereta Jr. Sekitar jam 9 sudah sampai dan kebetulan belum terlalu ramai. 1,5 jam kemudian saat kami akan kembali ke station, tiba2 makin banyak orang dan terutama anak2 sekolah ternyata banyak yang sedang study tour. 

      Di Kyoto ada penyesalan saya yaitu membeli 1 day Kyoto Bus Pass karena kami tidak memaksimalkan penggunaannya. Apalagi harganya sudah naik yaitu 600 yen huhu. Kami hanya memakai sekitar 460 yen aja. 

      Perjalanan dilanjutkan ke Kinkakuji (kuil emas). Ini juga tempatnya ramai dikunjungi orang. Dan cuaca sangat bersahabat bahkan cenderung panas terik. Inginnya minum terus. Mengingat belum makan siang, gw pun mencari resto halal terdekat dan nemu Ayam-Ya yang dekat Karasuma. Ini sebuah keputusan tepat, selain enak harganya juga bersahabat dan yang serve itu 2 perempuan Indonesia jadi nyaman untuk nanya2 menu (berhubung ortu gw suka agak bingung milih menu makan). Ada tempat solatnya pula. 

      Setelah kenyang, kami menuju Fushimi Inari Shrine dengan menggunakan kereta JR juga. 


      Untuk masuk kesini gratis dan kalau sanggup bisa sampai ke atas. Tapiiii ya kami ga sanggup jadi hanya foto2 di dekat gerbang torii saja. Udah cukup puas lah. Sama disini juga ramai dengan turis. 
      Tadinya gw merencanakan ke Nishiki Market dan Gion. Tapi ortu sudah tidak sanggup dan lelah. Pada akhirnya gw putuskan kembali ke Osaka dengan mampir ke Dotonburi sebelum pulang ke penginapan. 
      21 April

      Pagi sekitar jam 7, kami check out karena harus pindah kota, yaitu ke Kanazawa. Tercover dengan JR pass naik Thunderbird sekitar 3 jam. Sesampainya di Kanazawa kira2 jam 12an, kami check in di Good Neighbors Hostel yang hanya sekitar 5-7 menit jalan kali dari JR kanazawa station. Selain dekat, disini juga ada kamar khusus ber-3 dengan shared bathroom dan toilet. Ternyata bisa lgsg check in. Setelah istirahat sebentar, jam 1 an, kami pergi ke Kenrokuen Garden. Oiya sebenarnya saya sempat merencanakan ke Shirakawa Go, tapi tampaknya akan sangat melelahkan apalagi besok kami akan berpergian seharian jadi harus menghemat tenaga. Ya sudah akhirnya jalan2 di sekitar Kanazawa dengan 1 day city bus pass (500 yen). 

      Kira2 2 jam kami berkeliling di dalam Kenrokuen Garden ini (tiket masuk 300 yen). Dan masih ada bunga sakura tipe Kikuzakura. Lumayaaan..disini sempet nyoba eskrim berlapis emas karena tahun lalu penasaran hehe mumpung ada yang bantuin ngabisin beli deh walaupun muahaaal hiks 
      Perjalanan lanjut ke Omicho Market. Makan siangnya Seafood dan Vegetable Tempura. Pulangnya beli strawberry yang segar dan manis. 
      Nah ortu udah nyerah nih dan pengen pulang aja istirahat sedangkan gw pengen banget ke 21st Contemporary art Museum (karena tahun lalu mau kesini tapi tutup). Ya udah akhirnya gw jalan sendiri. Tapi gw cuman lihat exhibition yang di luar aja termasuk kolam renang yg terkenal itu karena gratis (haha). Tadinya mau lanjut ke daerah Chaya District (samurai district) tapi entah kenapa rasanya cape banget dan super ngantuk, sehingga gw memutuskan pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. 

      Kami pun tidur cepat karena besok pagi sekali harus berangkat. 
      22 April 

      Bertepatan dengan hari Minggu, jam 6 pagi kami sudah keluar penginapan. Oiya tiket kereta cepat ke Toyama sudah reserve seat sehari sebelumnya. Lamanya hanya sekitar 25 menit. Kenapa ke Toyama? Karena ini adalah salah satu titik awal perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau ga dari Toyama ya sebaliknya Nagano.
      Dari stasiun Toyama, kami menuju ke Dentetsu Toyama station yang hanya berjalan kaki ke gedung sebelah. Dari sini, tiket pass yang sudah dibeli sebelumnya diaktifkan (jadi nanti sampai Nagano station ga usah bayar apa2 lagi). Disini kami menukarkan voucher dan mendapatkan 1 pass yang tidak boleh hilang karena harus selalu ditunjukkan sebelum menaiki transportasi tertentu. 
      Ga usah bingung ketika disini ya karena mmg lagi dibuka rutenya jadi segala petunjuk jelas begitu pula dengan petugasnya helpful banget. Jadi gak akan mungkin kesasar heee
      Berikut gw kasih gambaran perjalanan ya ya: 
      Dentetsu Toyama-Tateyama (naik kereta lokal sekitar 1 jam, sebaiknya sih dapet duduk ya karena lumayan juga lama) 
      Tateyama-Bijodaira (Tateyama Cable Car). Gak lama sih ini. 
      Bijodaira-Murodo atau snow wall (Highland Bus) jadi di perjalanannya itu makin lama makin naik dan berkelak kelok, kanan kiri itu hutan dengan tumpukan salju. Lamanya naik bus ada 15 menit. Jujur gw agak mabok sih hahaha karena berkelok2nya agak esktrem dan busnya pelan.

      Begitu sampai di Murodo, kami berjalan kaki di sepanjang jalan dengan dinding salju yang saat itu paling tinggi 17 meter. Bisa juga jalan melalui jalanan berlapis salju (tapi karena gw masih trauma jatuh di tahun lalu, yg baca FR gw pada tau lah yaaa) gw pun memilih jalan di aspal heuheu. 


      Di tempat perberhentian Murodo itu ada 3 lantai, ada restoran, waiting room, jual oleh2, dan di lantai 3 paling atas ada observation desk yang ternyata menuju bukit gitu, jadi bisa main2 salju disini nih. Orang2 yg mau snow boarding juga lewat sini. Daan saat gw mau foto dengan hamparan salju, gw berpegangan erat ke tangan Bapak saking takutnya jatoh h
      Oiya jangan terlena main disini ya kawan, karena kita harus melanjutkan perjalanan. 
      Murodo-Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) ini menarik sih karena trolley bus ini melewati lorong yang panjang. Berhubung terminal Daikanbo ini kecil dan orangnya banyak, kami langsung ke Kurobedaira.
      Daikanbo-Kurobedaira (Tateyama Ropeway) ini kereta gantung cukup ngeri sih secara di bawahnya itu lembah/jurang.  Mana dipenuh2in gitu pas naik. Tapi untung tidak terlalu lama. Disini kami sempat ke observation deck untuk melihat pemandangan sekitar. 
      Kurobedaira-Kurobeko (Kurobe Cable car) nah dari sini jalan kaki melewati Kurobe Dam. Besar banget sih dan anginnya itu loh lumayan dingiin. Agak jalan kaki tapi diselingi foto2 juga. 

      Kurobe Dam - Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) disini terminal untuk naik bus menuju Nagano. Karena masih termasuk pass, kami naik Alpico Express Bus ke Nagano JR station. Sekitar 1 jam perjalanan. 

      Sampai di Nagano Station, kami kembali ke Kanazawa menggunakan shinkansen sekitar 1 jam perjalanan. 
      Fyi: Tateyama Kurobe Alpine ini cukup menguras tenaga. Ada tempat2 yang harus jalan dan menanjak. Bawa makanan atau cemilan karena restoran ramai. Untuk yang muslim bisa juga bawa bekal saja karena sulit mencari halal food disana.
      23 April

      Hari ini kami pindah kota lagi menuju Aomori. Aomori itu letaknya di utara Jepang dan termasuk Tohoku Region. Untuk ke Aomori, kami harus naik shinkansen, yaitu Kanazawa-Omiya. Omiya-Shin Aomori. Nah waktu transfer di Omiya ini mepet banget cuman 6 menit, mana ada drama salah platform lgi jadilah ketinggalan kereta. Akhirnya reserve seat lagi untuk keberangkatan kereta selanjutnya yaitu 1 jam kemudian. (Kalau jalan sama ortu, gw harus selalu reserve seat). Tapi jadinya duduk agak pisah2, ya sudahlah ga apa2 yg penting cepet nyampe. Total perjalanan sekitar 5 jam. 
      Jam 1an sampailah kami di Shin-Aomori. Berhubung kami menginap dekat Aomori Station, jadi kami naik kereta lokal sekitar 6 menit. Disini kami menginap 1 malam di Iroha Ryokan yang hanya sekitar 5 menit jalan kaki dr station. Berhubung Ryokan, ya ala2 penginapan khas Jepang yang beralaskan tatami. Meski kecil, Ryokan ini bersih dan cukup lengkap. Di dalam kamar sudah disediakan cemilan, teh, kopi,air panas,handuk, dan kimono untuk tidur. Overall, ortu gw seneng banget sih nginep disini hehehe karena berasa seperti di film2 Jepang, sayang cuman semalam. 
      Setelah check in dan solat, kami lgsg berangkat lagi menuju Hirosaki. Sebenarnya ada beberapa jenis kereta, salah satunya kereta dengan waktu tempuh cukup cepat yaitu 30 menit. Tapiii waktunya tidak pas sehingga kami naik kereta lokal sekitar 45 menit (Aomori-Hirosaki). 
      Sesampainya di Hirosaki st., mampir dulu ke Information Center untuk ambil peta Hirosaki Park. Berhubung sedang festival, ada bus lgsg menuju salah satu gate, harga tiketnya 100 yen. Perjalanan naik bus sekitar 10 menit. 

      Begitu sampai di Hirosaki Park, kami piknik dulu makan siang eh sore deng tepatnya di taman yang telah disediakan. Lalu dilanjutkan dengan berkeliling taman yang luas termasuk ke Hirosaki Castle. Untuk masuk kawasan castle ada tiket masuk yaitu 300 yen. 

      Tempatnya luas banget sih dan saran saya lebih baik dateng kesini dari siang menuju malam karena ada light up illumination menjelang malam dan juga ada pasar malam. Yang saya lihat sih kebanyakan turis lokal seperti anak2 sekolah. Turis asingnya agak jarang. Kalaupun ada kebanyakan dari China dan Korea. 


      Akhirnya sekitar jam 7 malam, kami kembali ke penginapan. Seruuu, kalau disuruh ngulang kesana lagi pas musim semi, gw mau2 aja sih hahahaha

      24 April
      Seperti biasa kami check out pagi karena hari ini akan ke Tokyo, yaitu kota terakhir. Selama 3 malam 4 hari kami akan di Tokyo. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam. Oiya di Aomori ini terkenal dengan buah Apelnya. Untuk oleh2 bisa beli jus apel atau makanan olahan dari Apel. Jus apelnya enaaaak banget sampe Ibu saya beli beberapa botol kecil sebagai oleh2 hahahahaha
      Di Tokyo kami menginap dengan airbnb di daerah Ryogoku. Ini juga cukup nyaman dan ok tempatnya. Hostnya cepat tanggap. Berhubung akan sampai jam 1 sedangkan waktu check ini baru jam 3, tadinya niat titip koper tapi wa si host, ternyata boleh check in lebih awal..yeaay. 
      Nah sebelum ke Ryogoku pasti transfer di Akihabara. Kebetulan ada Coco Curry Halal di dekat station ini. Yaa kami melipir dulu sekalian makan siang. Enaaaaknyaaa (sorry ya yg baca ini lagi puasa hehehe)
      Sorenya hanya gw dan Bapak yang jalan karena Ibu makin parah flu dan batuknya sehingga memutuskan istirahat aja di kamar. 
      Untuk menghabiskan waktu sore dan malam, gw ngajak Bapak ke Shibuya, Harajuku dan terakhir Odaiba. Oiya jalan sama ortu itu kudu sabar dan jangan bikin mereka kelaperan! 
      25 April
      Pas bangun pagi ini, seperti biasa gw cek accuweather dan ternyata hari itu akan hujan seharian. Agak bimbang sih pergi atau enggak ke Hitachi Seaside Park. Gw pun gambling dengan berpikir mungkin kalau udah agak siangan hujannya berhenti. Untuk kesini, naik kereta dari Ueno sekitar 1,5 jam berhenti di Katsuta Station. Lalu dilanjutkan naik bus sekitar 15 menit. Ternyata oh ternyata... selama disana masih hujan disertai angin. Mana gw ga pake jaket, jadi walaupun pake payung tetep basahlah baju, celana, sepatu. Mana ada acara pake kepisah pula dengan ortu 
      Jadi ceritanya untuk menuju miharashi hill yg terdapat hamparan bunga nemophila (baby blue eyes), ada 2 cara yaitu dengan cara berjalan kaki sekitar 15 menit atau naik shuttle bis tapi bayar 300 yen sekali jalan. Nah gw lebih milih jalan dengan alasan ingin lihat taman lainnya sedangkan ortu naik bus itu. Kami pun sepakat untuk bertemu di dekat toilet (sambil menunjukkan peta). 

      Ternyata halte shuttle bus itu beda dengan arah kedatangan gw dan ada 2 toilet. Jadilah gw mencari2 dan bahkan sempat balik lagi ke pintu masuk sambil menunggu. Akhirnya gw memutuskan naik shuttle bus karena kemungkinan mereka nunggu dekat situ. Eeeh bener aja pas gw nyampe, mereka lagi duduk sambil foto2. Sempet khawatir gmn kalau sampe hilang huaaaa Alhamdulillaaah

      Nah tadinya kan setelah dari Hitachi Seaside Park, kami akan ke Ashikaga Flower Park. Tapi karena basah dan kedinginan dan kayaknya sama aja bohong kalau cuacanya ga mendukung. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi sebelumnya pas di Ueno kami menyempatkan ke Ameyoko Market untuk beli cemilan dan makan malam. Sekalian pengen nyoba juga halal kebab dan ayam panggang. Herannya pas di Ueno, cuaca cerah dong. Kzl.

      Pesan moral: percayalah pada perkiraan cuaca di Jepang. Kalau memang hujan besar jangan memaksakan diri untuk berkegiatan di luar karena jadinya percuma kurang menikmati.
      26 April
      Di dalam itinerary yg gw buat, harusnya hari ini ke Kawaguchiko, tapi setelah berunding, kami memutuskan ke Ashikaga Flower Park apalagi hari ini diperkirakan cuaca cerah. 
      Ini keputusan yang sangat tepat karena ortu gw seneng banget ke taman bunga ini. Gw juga sih secara udah pernah ke Kawaguchiko, kalau kesini kan belum hehehe. 
      Untuk kesini jg sama, gw naik kereta dari Ueno ke Oyama lalu dilanjutkan dengan JR Ryomo Line menuju Ashikaga Flower Park Station. Tinggal jalan kaki 3 menit deh. Agak jauh sih ini dari tokyo, total 2 jam lah. 
      Enaknya dari pagi kesini jadi belum terlalu ramai, tapi sebenarnya bisa juga sore menjelang malam karena ada light up illumination. Harga tiket masuknya bervariasi tergantung banyaknya bunga yang sedang mekar. Saat itu harga tiketnya 1000 yen/orang. 

      Sebenarnya tempat ini lumayan luas dan banyak arena untuk duduk2 santai sambil makan siang. Ada juga restoran tapi karena kurang tahu ada halal atau tidak, kami sih bawa bekal. Seru juga makan bekal dengan pemandangan bunga warna warni. Wangi pula. Saking wanginya banyak lebah, tapi tenang aja mereka gak menyengat kok asal kita gak ganggu. 

      Bunga utama disini adalah Wisteria, ada warna putih, ungu, kuning, dan pink. Saat kami datang, yg sedang mekar adalah warna putih dan ungu. Ada 1 pohon wisteria yang paling tua dan besar loh. 

      Bagi pecinta bunga wajib sih kesini!!! Kebanyakan yang kesini orang tua, agak jarang lihat yang muda mudi hehehe. Jangan lupa mencicipi eskrim khas yg konon katanya terbuat dari bunga wisteria ungu. 

      Pulang dari sana, setelah mengantar Ibu ke apartemen, gw dan Bapak lgsg lanjut jalan lagi. Tujuannya sih belanja karena besok hari terakhir huhuhu. Sebelumnya sempat mampir ke Sensoji Temple dan Asakusa. 

      27 April
      Ini hari terakhir kami di Jepang. Meski penerbangan masih jam 6 sore, kami memutuskan hanya ke Tokyo Camii sekalian Bapak solat jumat disana. Jadilah kami leyeh2 dan baru check out jam 10. Sebelum ke Tokyo Camii, kami ke Nippori station untuk titip koper karena nantinya kami naik kereta dari Nippori untuk ke Narita. 

      Kami sampai di Tokyo Camii jam 11an dan ternyata waktu solat jumat baru mulai jam 12.45. Dan saat solat jumat tidak ada tempat menunggu untuk wanita. Alhasil saya dan Ibu kembali lagi ke Yoyogi-Uehara St untuk menunggu sambil makan bekal. Agak mepet sih pulangnya karena gw milih naik kereta biasa untuk ke Narita. Untungnya kami sudah web check in sehingga tinggal print boarding pass (secara mandiri) dan setelah itu drop bagasi. Cumaaan pas di imigrasi antriii daaaan gate kami jauuuh sekali, jadi gak sempet tuh yg namanya last minute shopping di airport. Kagak sempet, baru duduk 1 menit udah lgsg dipanggil boarding hahahaha
      Yuup sekian FR Jepang kali ini. Panjang yaaa moga2 ga pegel dan bosan bacanya hehehe. As usual kalau ada yang mau ditanyakan silahkan yaa komen atau dm juga boleh :)
       
      Apps berguna selama trip:
      -Japan Travel by Navitime. Selain menunjukkan waktu keberangkatan kereta dengan tepat, saat reserve seat shinkansen atau kereta express, bisa sambil menunjukkan ini ke petugas. Sayangnya harus ada konektivitas internet. Tapi kalau udah sebelumnya masuk ke pencarian akan tersimpan kok atau screenshoot aja.
      -Google Maps. Penting bagi yang suka nyasar dan pengen cari tempat tertentu. Akurat kok ini kalau di Jepang. 
      -google translate. Kalau mau nanya2 ke orang lokal. Atau menerjemahkan tulisan jepan.
      -Muslim Pro. Bagi yang muslim, untuk arah kiblat dan waktu solat. 
      -traveloka, booking.com, airbnb. Untuk pesan2 penginapan, tiket pesawat
      Website penting dan berguna:
      -www.japan-guide.com. Ini sih sumber no 1 bagi gw. 
      -www.halalmedia.jp. Untuk tahu resto halal dan tempat solat. 
      -forum jalan2. Ini juga penting karena banyak info keren dan menarik. 
      Note: foto2 disini diambil dengan kombinasi kamera hp dan kamera mirrorless

    • By ko Acong
      Bosan mengunjungi Jepang hanya Tokyo - Kyoto - Osaka? Perlu nih piknik dengan suasana berbeda 360 derajat. Cobalah destinasi anti mainstream yaitu Alpine Route memang biaya agak mahal sedikit, namun kita akan bahagia dengan pemandangan yang tiba2 berubah dari satu spot dan lainya dan disuguhi udara yang super bersih.
      Untuk menyusuri Alpine Route kita harus bayar terpisah dari tiket JR, mau itu JR Pass, JR West ataupun JR East yaitu harus bayar option tiket nya 9000 yen, lalu tinggal duduk manis. Atau mau eceran pun ada namun akanboros 3000 yen (total 12.000 yen ).
      Bagaimana cara ke Alpine Route?
      Ini adalah jalur saya yang pasti berbeda dengan pemegang JR Pass. Dari Shinjuku Tokyo, naik Highway Bus menuju Matsumoto seharga 4500 yen selama kurang lebih 3 jam waktu tempuhnya.
      Tak lupa saya tukarkan Tourist Pass Matsumoto - Takayama - Alpine,  beli di Travel Agent di Indonesia seharga 17.500 Yen. Dengan Rincian JR Pass mencakup: Shinan-omachi - Matsumoto - Kiso Fukushima - Ena - Nagoya - Gifu - Gero - Takayama - Hida - Toyama. 
      Saya tidak beli JR Pass karena akan lebih hemat sebesar Rp 1.2 jutaan dengan Tourist Pass ini,  karena tidak ke Osaka dan pulangnya Via Narita.
      Piknik seputaran Alpine - Takayama - Matsumoto bisa mengunjungi beberapa Prefektur. Yang saya kunjungi menggunakan JR campur dengan pilihan saya yaitu Tourist Pass, berlaku untuk 5 Hari seharga 17.500 yen.
      Berikut destinasi yang saya kunjungi.
      Matsumoto:
       Saya kunjungi Kastil Matsumoto, salah satu yang terkenal di Jepang. Jinjo (lupa namanya dengan warna yang dominan pink) Salah satu perguruan tinggi melegenda Kaichi School Museum Kami kochi  sungai yang jernih: http://www.kamikochi.or.jp/ Narai Juku / Kiso Valley:
      Desa kuno yang memegang peranan penting untuk jalur distribusi perdagangan  Tokyo ke Kyoto, dari hasil pegunungan Takayama dan desa seniman keramik, serta ada satu Obat dewanya yang sangat manjur sayang saya nggak bisa bacanya: https://www.japan-guide.com/e/e6080.html
      Hida:
      Sebuah kota kecil penghasil kayu paling berkualitas dengan ahli-ahli kayunya. Pemandangan sekeliling nya indah dengan dilintasi sungai besar berasal dari pegunungan di Takayama. Dan yang paling unik ada jalan yang berjejer, serta rumah-rumah kuno dengan ada selokan kecil yang isinya ribuan ikan koi besar-besar, ini untuk menandakan bahwa dampak Bom Atom jaman Hiroshima - Nagasaki telah clear. Daerah ini menjadi terkenal karena Ikan Koi tersebut.
      https://www.google.com/destination?dest_mid=/m/02jbp_#dest_mid=/m/02jbp_&tcfs=EhoaGAoKMjAxOC0wNi0wORIKMjAxOC0wNi0xMw
      https://www.infojepang.net/info-wisata-di-takayama/
      Gero Onsen
      http://video.metrotvnews.com/kokoronotomo/5b2E9mMN-jalan-jalan-di-gero-onsen-gassho-mura
      Kota wisata yang mempunyai sungai dan onsen umum, sayang saya datang nya kepagian, coba kalau nginap di Gero atau agak sore, tentu mataku berbinar-binar dengan onsen yang nyampur cewek cowok hihihih, jangan omes ya tradisi mandi bareng di onsen merupakan suatu kehormatan bagi tradisi lokal yang menjadikan kita termasuk satu keluarga besar saat itu.
      Semuanya berdekatan dengan Prefektur Gifu, hanya dengan 17.5000 Yen kita bisa mengunjungi tempat-tempat ini semua. Bisa dari Tokyo atau dari Osaka, tentunya berbeda-beda tipe JR Pass nya. Jika ingin nyaman beda sedikit pegang lah JR Pass.
      Perjalanan Ko Acong nano nano rasanya, kurang afdol jika tanpa kendala dan berbagai hambatan, secara “si bocah tua nakal“ (yang tidak bisa Bahasa Asing, Gaptek dan segala kekurangannya).
      Kendala pertama yang menghambat perjalanan saya selama 5 hari adalah teledor nya saya dikala menukar Tourist Pass tidak dibaca. Saya beli tiket terusan Tourist Pass Alpine - Takayama - Matsumoto sudah betul, namun petugas di JR Tokyo lalai salah menempelkan ke kartu yang JR West Pass. Nah, kendalanya pas mau digunakan ditolak oleh petugas di lapangan, satu petugas ke petugas lainya tetap ditolak, sampai lebih dari 5 orang. Waduh apa daya saya sekarang secara saya bawa uang benar-benar dibatasi mutlak hanya 20.000 yen untuk uang saku selama seminggu. 
      Begitu lunglai pas lirik ada Japan Tourist Information, nah saya coba deh kesana. "Please help me talk Bahasa?????" Bengong tuh semua. Aduh kumaha atuh ieu teh wot hepen cantik. Keluar deh seorang atasannya sambil bawa HP gede sebesar buku. Mulai dia taktik tuk eh keluar suara Indonesia "apa yang bisa kami bantu?"
      Saya jawab tapi tetap ngak nyambung pake input suaranya. Nah, disini bodoh tapi pandai (bawaan sejak lahir) nya si bocah tua nakal, secara saya pernah utak atik Translate Bahasa. Ku ketik juga via abjad dan BINGO nyambung deh walau lama mereka tetap sabar.
      Sudah tahu masalahnya, langsung bikin maklumat sakti untuk kepala stasiun. Bla bla bla mohon untuk membantu  Lao ye (bos tua). Hal ini yang salah adalah Pihak JR Tokyo dan ada Catatan Contact Person Pejabat JR Pusat.
      Walau udah beres, namun tetap ada saja tiap ganti prefektur kendala terjadi lagi. Saya keluarkan jurus nakal nya sampai kepala stasiun berkenan keluar kandang nya dengan gunakan Google translate, suara dikencangkan dan heboh kan hehehehe si bocah tua nakal punya mainan baru.








      Fr Alpine2018.docx













    • By vie asano
      Masih seputar kota tujuan yang bisa dijadikan alternatif side-trip saat sedang berwisata ke Tokyo. Sebelumnya, saya telah menulis tentang Yokohama dan Kawasaki, 2 kota terdekat dan juga paling mudah di akses dari Tokyo sehingga bisa dikunjungi pulang-pergi dalam waktu beberapa jam saja. Selain Yokohama dan Kawasaki, kota lainnya yang populer sebagai obyek wisata selingkuhan adalah Kamakura.
       
      Kamakura merupakan sebuah kota yang berada di Prefektur Kanagawa. Posisi tepatnya berada di sebelah selatan-barat daya prefektur Tokyo, kira-kira 50 kilometer dari Tokyo. Walau kota ini tak begitu besar, Kamakura termasuk salah satu kota tujuan wisata favorit di Jepang, lho. Hal tersebut karena selain Kyoto dan Nara, Kamakura merupakan salah satu kota terbaik untuk melakukan wisata sejarah karena banyaknya obyek wisata sejarah di kota ini. Menariknya, kota ini tak hanya memiliki aneka obyek bersejarah, namun juga menawarkan alternatif untuk melakukan wisata alam. Jadi jangan heran jika banyak juga wisatawan yang menjadikan Kamakura sebagai kota tujuan wisata utamanya, dan Tokyo justru menjadi kota tujuan tambahan.
       
      Seperti biasa, tulisan ini hanya akan memuat informasi global seputar Kamakura. Mengingat banyaknya obyek wisata menarik yang ada di Kamakura, rencananya saya akan mengangkat beberapa obyek wisata populer ke dalam tulisan terpisah. Selamat membaca..
       
      Sejarah singkat
      Jika melihat peta Jepang, Kamakura hanyalah merupakan sebuah kota kecil yang ada di tepi pantai. Namun beberapa ratus tahun lalu, tepatnya pada tahun 1192, Kamakura menjadi pusatnya kekuatan politik di Jepang. Adalah Minamoto Yoritomo (1147-1199), nama tokoh yang memulai era keshogunan di Kamakura. Pemerintahan di Kamakura berjalan selama beberapa ratus tahun sebelum akhirnya, pada abad ke-14, kedudukan Kamakura sebagai pusat pemerintahan mulai digantikan oleh Kyoto. Kamakura sempat dipertahankan menjadi pusat politik di wilayah Timur Jepang, namun lama kelamaan kedudukannya terus tergeser dan akhirnya Kamakura betul-betul turun tahta. Walau saat ini hanya berupa kota kecil, masih banyak sisa peninggalan masa lalu yang bisa ditemukan di Kamakura; membuatnya sering disebut sebagai “Kyoto-nya bagian Timur Jepang.
      (1), (2), (3), (4) Kamakura [foto: Sailko/wikimedia, Michaelvito/flickr, dbaron/flickr, TAKA@P.P.R.S/flickr]
      Yang menarik dari Kamakura
      Selain karena faktor waktu tempuh yang cukup singkat dari Tokyo, Kamakura menarik karena kota ini memiliki banyak sekali obyek wisata menarik. Namun secara garis besar, obyek-obyek wisata sejarah, budaya, dan alam merupakan obyek wisata favorit di Kamakura. Untuk wisata sejarah, Kamakura memiliki beberapa kuil maupun monumen populer. Salah satu monumen yang wajib dikunjungi di Kamakura adalah The Great Buddha of Kamakura, atau Kamakura Daibutsu. Patung perunggu Amida Buddha ini memiliki ketinggian 13,35 meter dan sudah dibangun sejak tahun 1252. Sedangkan untuk kuil, Kamakura memiliki banyak sekali kuil bersejarah. Beberapa yang populer dikunjungi antara lain: Tsurugaoka Hachimangu Shrine, kuil Shinto terpopuler di Kamakura; Hasedera Temple, salah satu kuil dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan ke arah laut; Zeniarai Benten, kuil tempat pengunjung mencuci uangnya; serta beberapa kuil yang berkaitan dengan aliran Nichiren (salah satu aliran Budha), kuil-kuil yang menjadi saksi sejarah di Kamakura, dan kuil-kuil yang termasuk dalam daftar Kamakura’s Great Zen Temple (Kamakura Gozan).
      (5) The Great Buddha of Kamakura [foto: Specialoperations/flickr], (6) Tsurugaoka Hachimangu [foto: Chris 73/wikimedia], (7) Hasedera Temple [foto: U-kane/wikimedia], (8) Zeniarai Benten [foto: Bernard Gagnon/wikimedia]
      Untuk wisata alam, Kamakura memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh Tokyo, yaitu pantai. Walau sama-sama berada di tepi laut, Tokyo hampir tidak memiliki pantai. Pantai paling populer di Tokyo terdapat di Kasai Rinkai Park, itupun merupakan pantai buatan untuk melindungi taman dari air laut. Kamakura memiliki 5 pantai yang populer dikunjungi saat musim panas. Selain pantai, Kamakura juga memiliki bukit dengan jalur-jalur hiking yang menarik. Tambahan informasi, dari Kamakura wisatawan juga bisa mengakses Enoshima, pulau wisata yang memiliki beraneka obyek wisata menarik: kuil-kuil, taman, gua, dan sebagainya. Untuk detail lebih lengkap mengenai obyek-obyek wisata menarik di Kamakura beserta rekomendasi waktu kunjungan terbaik, ikuti terus tulisan-tulisan selanjutnya ya..
      (9), (10), (11), (12) Pantai-pantai di Kamakura [foto: Urashimataro/wikimedia, TAKA@P.P.R.S/flickr, Michaelvito/flickr, Urashimataro/wikimedia]
      Rekomendasi
      Sebelum menjelajah Kamakura, mampirlah dulu ke Tourism Information Center yang berlokasi di East Exit di Stasiun JR Kamakura (buka setiap hari, pukul 09.15-16.30). Disini pengunjung dapat menyewa audio service dengan harga ¥500*/hari. Audio service tersebut akan aktif secara otomatis saat wisatawan berada di sekitar obyek wisata di Kamakura, dan akan memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris maupun Jepang mengenai obyek wisata tersebut. Jadi wisatawan tak perlu khawatir menjelajah Kamakura sekalipun tidak menggunakan pemandu wisata. Keuntungan lain jika mampir ke pusat informasi tersebut, wisatawan bisa memperoleh informasi mengenai aneka free pass yang berlaku di wilayah Kamakura (baik diskon tiket wisata maupun diskon transportasi).
      Aneka obyek wisata lain di Kamakura
      (13) Jochi-ji Temple [foto: Urashimataro/wikimedia], (14) Pemakaman di Jofuku-ji [foto: Tarourashima/wikimedia], (15) Kaizou-ji Temple [foto: Tarourashima/wikimedia], (16) Museum of Literature [foto: Wiiii/wikimedia]
      Akses dari Tokyo
      Di Kamakura, stasiun yang paling mudah di akses dari Tokyo ada 2: Stasiun Kamakura dan Stasiun Kita-Kamakura. Untuk mencapai kedua stasiun tersebut, rata-rata membutuhkan waktu kurang dari 1 jam saja (dari berbagai stasiun di Tokyo). Berikut adalah akses langsung maupun akses termudah dari Tokyo menuju kedua stasiun tersebut:
      Dari Stasiun Tokyo:
      -JR Yokosuka Line, ¥780*, 52-55 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥890*, 54-58 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Hanya berlaku untuk unreserved seat. Untuk green seat (=first class) harganya beda lagi.
      Dari Stasiun Shinagawa:
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 47 menit. Turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -JR Yokosuka Line, ¥690*, 46-50 menit. Turun di Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥890*, 46 menit. Turun di Stasiun Ofuna, transfer ke JR Yokosuka Line (3 menit), turun di Stasiun Kita-Kamakura atau Stasiun Kamakura.
      Dari Stasiun Shibuya:
      -JR Shonan-Shinjuku Line (via Tokaido Line), ¥780*, 35 menit. Turun di Stasiun Totsuka, transfer ke JR Yokosuka Line, 12 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura.
      -Tokyu Toyoko/Minatomirai Line, ¥260*, 32-40 menit (tergantung naik kereta express atau local). Turun di Stasiun Yokohama, transfer ke JR Yokosuka Line: ¥290*, 21 menit, turun di Stasiun Kita-Kamakura; atau ¥330*, 24 menit, turun di Stasiun Kamakura. Ini akses termurah menuju Kamakura.
      (17) & (18) Stasiun Kamakura [foto: Douglaspperkins/wikimedia, SElefant/wikimedia], (19) & (20) Stasiun Kita-Kamakura [foto: LERK/wikimedia, urashimataro/wikimedia]
      Untuk aneka rail passes di sekitar Kamakura dan Enoshima, lihat disini dan disini.
       
      Trivia
      Familiar dengan nama shogun pertama di Kamakura, yaitu Minamoto Yoritomo? Beliau adalah kakak dari Minamoto Yoshitsune, jendral besar yang disebut-sebut sebagai pahlawan paling tragis se-Jepang karena dikhianati oleh Yoritomo yang selama ini didukungnya (menurut versi Heike Monogatari atau Tale of the Heike). Tokoh Yoshitsune ini cukup sering muncul dalam berbagai game dan manga, salah satunya adalah manga berjudul Shanao Yoshitsune. Tokoh Yoritomo juga cukup sering muncul dalam versi pop, antara lain dalam game Genpei Toumaden dan Sengoku Rance (bersama Yoshitsune). Yang penasaran dengan Yoritomo maupun klan Minamoto lainnya, silahkan mampir ke Kamakura..
      (21) Patung Minamoto Yoritomo [foto: wikimedia], (22) Akses ke makam Minamoto Yoritomo [foto: Tarourashima/wikimedia], (23) Makam Minamoto Yoritomo [foto: Chris 73/wikimedia], (24 Shirahata Jinja, tempat Yoritomo disemayamkan [foto: Urashimataro/wikimedia]
      * * *
      * Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
      ** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      * * *
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
    • By vie asano
      Prolog
      Kemarin-kemarin saya iseng melakukan sedikit riset. Kecil-kecilan saja, sebatas riset di forum Jalan2. Semua berawal dari rasa penasaran, dari sekian banyak kota yang ada di Jepang, kota mana yang paling menarik perhatian Jalan2ers untuk dikunjungi? Menariknya, dari beberapa Jalan2ers yang berencana untuk berwisata ke Jepang, kota Tokyo termasuk kota tujuan wisata yang laris manis masuk dalam itinerary.
      Tokyo memang menawarkan banyak pilihan tempat wisata, mulai dari wisata modern hingga wisata bertema masa lalu. Tapi sebetulnya masih ada daya tarik lain dari Tokyo lho, yaitu posisinya yang dikelilingi oleh beberapa kota maupun tempat wisata menarik lainnya. Kemudahan akses dari Tokyo membuat tempat-tempat tersebut mudah dikunjungi dengan waktu tempuh yang cukup singkat. Beberapa kota bahkan bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, sehingga bisa menjadi alternatif obyek wisata di sela-sela waktu wisata ke Tokyo.
      Bagi Jalan2ers yang akan berwisata ke Tokyo, atau setidaknya tertarik menjadikan Tokyo sebagai kota tujuan wisata jika suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk pergi ke Jepang, saya ingin berbagi informasi seputar kota-kota tujuan wisata sampingan yang letaknya tak begitu jauh dari Tokyo, atau memiliki waktu tempuh yang cukup singkat karena faktor kemudahan akses. Informasi ini akan saya tulis secara global saja, dan jika ada point yang betul-betul menarik, baru akan saya tulis secara terpisah. Harapannya, mudah-mudahan dapat menginspirasi Jalan2ers yang ingin mencari alternatif aktifitas wisata saat berada di Tokyo, maupun bagi yang sedang mempertimbangkan alternatif side trip dari Tokyo..
      Sekilas tentang Yokohama
      Bicara tentang kota tujuan wisata sampingan saat berada di Tokyo, nama Yokohama jelas berada di urutan teratas. Kota yang satu ini dikenal sebagai kota terbesar kedua di Jepang (posisi pertama dipegang oleh Tokyo dan posisi ketiga oleh Osaka) sekaligus menjadi ibu kota dari prefektur Kanagawa. Dulu saat Jepang masih tertutup dari pengaruh Barat (pada Periode Edo 1603-1867), pelabuhan di Yokohama termasuk salah satu yang pertama dibuka untuk asing. Kota yang semula hanyalah kota pelabuhan kecil pun akhirnya semakin berkembang, dan kini Yokohama dikenal sebagai salah satu kota besar di Jepang.
      (1) Yokohama [foto: Skyseeker/flickr], (2) & (3) Yokohama Bay Bridge [foto: Xiquinhosilva/flickr, skyseeker/flickr]
      Kenapa Yokohama?
      Alasan pertama kenapa harus mencoba pergi ke Yokohama, adalah karena lokasinya yang sangat dekat dari Tokyo. Yokohama dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kereta. Tak heran jika kota ini populer sebagai alternatif kota tujuan saat berwisata ke Tokyo karena dapat dikunjungi pulang-pergi dari Tokyo.
      Alasan kedua, karena kota ini juga memiliki banyak obyek wisata menarik. Sebagai kota terbesar kedua di Jepang, banyak sekali yang dapat dilihat di Yokohama. Salah satu yang paling populer adalah Yokohama Chinatown (Yokohama Chukagai), chinatown terbesar di Jepang. Selain chinatown, tempat populer lainnya untuk dikunjungi di Yokohama adalah Minato Mirai. Kawasan ini merupakan kawasan urban yang lokasinya tepat berada di tepi laut dan memiliki banyak atraksi menarik. Untuk Yokohama Chinatown dan Minato Mirai, jika sempat akan saya tulis terpisah ya..
      (4) Chinatown gate [foto: Focx photography/flickr]; (5), (6), (7) Minato Mirai [foto: Luke,ma/flickr, Zaimoku_woodpile/flickr, Xiquinhosilva/flickr]
      Masih banyak lho tempat menarik lain di Yokohama selain chinatown dan Minato Mirai. Sebagai kota pelabuhan, Yokohama memiliki obyek wisata menarik yang berhubungan dengan laut dan kehidupannya. Sebut saja Yamashita Park, taman yang lokasinya berada di sekitar Yokohama's Waterfront. Dari taman ini pengunjung bisa menikmati suasana di pelabuhan Yokohama. Dari Yamashita Park, pengunjung juga dapat mampir ke Osanbashi Pier, pelabuhan yang terletak di antara Minato Mirai dan Yamashita Park. Sedangkan jika ingin menikmati kehidupan laut, bisa mampir ke Hakkeijima Sea Paradise; taman hiburan yang memiliki berbagai fasilitas lengkap mulai dari akuarium hingga wahana permainan.
      (8) & (9) Osanbashi pier [foto: Skyseeker/flickr, Stefan/flickr]
      Sebagai kota dengan pelabuhan pertama yang dibuka untuk asing, Yokohama memiliki kawasan yang menjadi saksi pertemuan antara budaya asing dan budaya lokal Jepang. Kawasan Yamate salah satu contohnya. Disini banyak terdapat bangunan-bangunan bergaya Barat, pemakaman asing, sisa-sisa pemukiman ala Barat (yang telah dialihfungsikan menjadi museum dan sebagainya), dan banyak lagi. Masih banyak daya tarik lain dari Yokohama, seperti taman-taman, aneka museum, kebun binatang, dan lain sebagainya. Untuk museum, beberapa yang direkomendasikan adalah Cup Noodles Museum, Ramen Museum, dan NYK Maritime Museum. Intinya, tak perlu ragu untuk pergi ke Yokohama karena banyak hal menarik yang bisa ditemukan di kota pelabuhan ini..
      (10), (11), (12) Red Brick Warehouse/Akarenga [foto: Scarletgreen/flickr, skyseeker/flickr], (13) Taman di dekat Red Brick Warehouse [foto: Yoshikazu Takada/flickr]
      Akses di/menuju Yokohama (dari Tokyo)
      Tak jauh berbeda dengan Tokyo, moda transportasi utama di Yokohama adalah kereta api dan bus. Terdapat 2 stasiun utama di Yokohama, yaitu Stasiun Yokohama dan Stasiun Shin-Yokohama. Yokohama juga menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki dan akses untuk pejalan kaki di Yokohama cukup baik.
      Untuk akses menuju Yokohama, yang paling mudah tentu saja adalah menggunakan kereta api. Berikut beberapa cara untuk mengakses Yokohama dari stasiun-stasiun besar yang ada di Tokyo plus perkiraan waktu dan biaya transportasinya:
      Stasiun Shinagawa:
      -JR Tokaido Line, ¥280*, 20 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -JR Yokosuka Line, ¥280*, 20 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥280*, 30 menit. Turun di Stasiun Yokohama.
      -Keikyu Keihinkyuko Line, ¥290*, 20 menit. Jalur ini juga menghubungkan Stasiun Shinagawa dengan Bandara Haneda.
      Stasiun Tokyo:
      -JR Tokaido Line, ¥450*, 25 menit.
      -JR Yokosuka Line, ¥450*, 30 menit.
      -JR Keihin-Tohoku Line, ¥450*, 40 menit.
      -JR Tokaido Shinkansen, turun di Stasiun Shin-Yokohama. Harga tiketnya mulai dari ¥480* (belum termasuk biaya reservasi tempat duduk), dan waktu tempuhnya kurang lebih 18-20 menit.
      Stasiun Shibuya:
      -Toyoko Line, ¥260*, 25 menit, turun di Stasiun Yokohama. Merupakan akses termurah menuju Yokohama. Untuk akses cepat, pilih kereta jenis limited express maupun express (harga tiket sama dengan kereta lokal).
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥380*, 20 menit.
      Stasiun Shinjuku:
      -JR Shonan Shinjuku Line, ¥540*, 30 menit.
      * * *
      Tak sulit kan bepergian dari Tokyo ke Yokohama? Jadi bagi yang ingin mencari suasana lain selain Tokyo, silahkan berkunjung ke Yokohama. Untuk informasi side trip lainnya, tunggu tulisan berikutnya ya..
       
      * Semua foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya.
      Baca juga:
      Side trip from Tokyo (1): Yokohama
      - Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?
      - Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama
      Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki
      - Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
      - Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail
      - Setengah hari di Kamakura, kemana saja?
      - Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan
      Side Trip from Tokyo (4): Enoshima
      - Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima
      Side trip from Tokyo (5): Narita
      - Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!
      Side trip from Tokyo (3): Kamakura
    • By deffa
      Hola Deffa Here !!!
      Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama.
      Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS

       
      Apa Itu Kansai Thru Pass ?
      Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut.
      Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co.
      Lebih gampang nya
      Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll
      Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini.
       
      Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ?
      Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co
      Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut :
      01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI
      02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co
      03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula.
      04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau
      05. Isi semua data diri dengan Lengkap
      06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang
      07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat.
       
      Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya
      Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang :
      Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya.
       
      Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass
      Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya.
      Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass :
      01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga
      02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari
      03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen
      04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas                 seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif
      05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini
      06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan             KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai
       
      Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ?
      Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya.
      Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung :
      One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat.
      Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun.
      Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara.
      Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway.
      Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
    • By vie asano
      Masih tentang aneka frequently asked question tentang Jepang. Pada tulisan bagian pertama,
      Saya sudah berbagi informasi tentang aneka hal mendasar yang biasa ditanyakan sebelum berwisata ke Jepang. Pada bagian kedua,
      Obyek Wisata
      T: Saya baru pertama kali pergi ke Jepang. Ada rekomendasi kemana saya harus pergi jika berwisata ke Jepang.
      J: Jika kalian termasuk first time traveler ke Jepang, disarankan untuk mencoba pergi ke Tokyo lebih dulu. Ibukota negara Jepang ini cocok untuk mengawali perkenalan kalian terhadap wisata Jepang. Di kota ini ada wisata sejarah, budaya, arsitektur modern, hingga aneka taman bermain. Sedangkan jika kalian lebih tertarik mencari sesuatu yang otentik dan tradisional, pergilah ke Kyoto maupun Nara. Kedua kota tua tersebut relatif asli dan menarik dikunjungi oleh mereka yang suka sejarah.
      ____________________ T: Selain Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kota mana saja yang jadi tujuan wisata terpopuler di Jepang?
      J: Untuk kota-kota wisata terpopuler di Jepang, silahkan baca ini:
       
      ___________________________________________________________
      T: Denger-denger Kyoto itu kota yang mahal? Apa benar wisata ke Kyoto lebih mahal dibanding Tokyo?
      J: Sepintas, Kyoto memang terasa lebih mahal dibanding Tokyo. Itu karena di kota ini mayoritas tempat wisatanya (seperti kuil dan istana) menerapkan tiket masuk. Namun bukan berarti kota ini nggak ramah bagi budget traveler, karena sebetulnya masih banyak wisata gratisan yang bisa ditemukan disini. Informasi lebih lengkap bisa baca
       
      Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Hokkaido itu dimana? Apa saja yang menarik disana?
      J: Hokkaido merupakan nama sebuah pulau sekaligus prefektur yang letaknya berada di sisi utara Jepang. Untuk informasi tentang Hokkaido dan aktifitas menarik yang bisa dilakukan disana, bisa baca
      dan
       
        _______________
      T: Saya berencana untuk wisata ke Tokyo, tapi inginnya sih sekaligus wisata ke kota lain. Kota mana saja yang bisa dijadikan side trip dari Tokyo?
      J: Ada beberapa kota yang posisinya tak begitu jauh dari Tokyo dan populer sebagai side trip yang bisa dikunjungi pulang pergi, mulai dari Yokohama, Kawasaki, Kamakura, Enoshima, Narita, Hakone, Nikko, hingga Kinugawa Onsen. Detail tentang masing-masing kota tersebut bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama,
      Side Trip from Tokyo (3): Kamakura,
      Side Trip from Tokyo (5): Narita,
      Another Trip from Tokyo (2): Nikko.
        T: Apa bedanya kuil Shinto dan kuil Budha? Mana yang lebih menarik untuk dikunjungi?
      J: Kuil Shinto merupakan kuil yang dibangun untuk melakukan kegiatan peribadatan ajaran Shinto yang merupakan kepercayaan asli penduduk Jepang, sementara kuil Budha jelas merupakan kuil untuk agama Budha. Namun pernah ada masa dimana kedua agama tersebut mengalami akulturasi dan akhirnya melahirkan arsitektur kuil yang memadukan kedua ajaran tersebut, sehingga tak heran jika kalian menemukan ada kuil Shinto yang juga memasang patung Budha, maupun melihat kuil Budha yang dilengkapi dengan patung dewa-dewa Shinto. Baik kuil Shinto maupun kuil Budha memiliki daya tarik yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.
      ___________________________________________________________
      T: Berapa harga rata-rata tiket masuk ke obyek wisata di Jepang?
      J: Tergantung jenis obyek wisatanya dan juga kotanya. Misalnya saja untuk kuil. Di Tokyo, rata-rata kuilnya bisa dimasuki secara cuma-cuma. Namun di Kyoto, rata-rata kuilnya menerapkan tiket masuk dengan harga antara 100-500 yen* (kecuali untuk Kokodera Temple yang tiket masuknya 3000 yen*). Sedangkan untuk taman bermain, bisa mulai dari 800 yen* hingga ribuan yen.
      ___________________________________________________________
      T: Apa di Jepang selalu turun salju saat musim dingin?
      J: Sayangnya tidak. Hanya daerah tertentu saja yang mengalami musim dingin bersalju, sementara daerah lainnya hanya merasakan udara dingin saja. Informasi lebih lengkap, bisa baca disini:
      Shirakawa-go di musim dingin. Foto:
      sumber ___________________________________________________________
      T: Saya penasaran dengan Gunung Fuji! Gimana caranya pergi kesana dari Tokyo?
      J: Saya pernah mengulas tentang Gunung Fuji dan juga area Fuji Five Lakes. Untuk lebih jelasnya, bisa baca disini:
       
       
       
       
      ___________________________________________________________
      T: Apa bedanya onsen dan sento? Jika saya ingin mencoba onsen, dimana onsen terbaik yang direkomendasikan?
      J: Secara mudah, sento merupakan pemandian umum yang sumber air panasnya menggunakan air yang dipanaskan; sementara onsen merupakan pemandian dengan air panas alami. Detail tentang sento bisa dibaca disini: Sento (Public Bath) di Tokyo part 1, Sento (Public Bath) di Tokyo part 2. Sedangkan jika ingin menikmati onsen di Jepang, silahkan mengintip dulu beberapa tulisan berikut ini:
       
       
       
      dan
      ___________________________________________________________
      Semoga informasinya bermanfaat!
      Baca seri lengkapnya:
    • By vie asano

      Sudah tahu kan kenapa harus mempertimbangkan untuk sekolah di Jepang? Sudah tahu juga beberapa skenario yang bisa dicoba agar bisa bersekolah di Jepang? Kalau belum, silahkan baca dulu tulisan sebelumnya (dengan cara klik link pada tulisan di atas). Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips dan trik seputar sekolah di Jepang, mulai dari memilih sekolah, hingga cara menghubungi calon pembimbing.
       
      Tips memilih sekolah di Jepang
      1. Pertama dan yang paling utama, sama seperti halnya saat akan masuk perguruan tinggi di Indonesia, tentukan dulu mau memilih jurusan atau menekuni bidang apa. Masalah jurusan ini sangat penting lho. Salah seorang kenalan saya pernah mengalami krisis identitas jurusan. Karena kesulitan mencari jurusan yang sesuai kata hati, akibatnya dia mengambil kuliah di universitas antah berantah jurusan nomaden, alias setiap tahun pindah-pindah tempat kuliah dan berganti jurusan. Jadi sebelum mendaftar ke sebuah sekolah/kampus, pastikan dulu apa minat Anda. Seberapa besar minat Anda terhadap jurusan tersebut? Kan nggak lucu setelah jauh-jauh pergi ke Jepang akhirnya malah luntang lantung karena nggak cocok dengan jurusan yang dipilih.
       
      Itu untuk yang memilih kuliah S1. Bagi calon mahasiswa S2 maupun S3, tentukan dengan benar bidang apa yang ingin ditekuni. Pemilihan bidang ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk memilih pembimbing yang dapat membantu kita bersekolah di Jepang.
       
      2. Setelah menetapkan jurusan maupun bidang yang akan ditekuni, saatnya memilih universitas yang akan menjadi tempat untuk menimba ilmu. Agar bisa menimba ilmu secara maksimal, sebaiknya pilih tempat kuliah yang memiliki spesialisasi di bidang yang akan ditekuni maupun jurusan yang akan diambil. Misalnya saja, jika ingin mengambil jurusan teknologi, ya carilah universitas yang terkenal memiliki kurikulum bagus di bidang teknologi seperti Tokyo Institute of Technology maupun Universitas Tokyo. Begitu juga jika ingin menekuni bidang seni, bisa memilih spesialisasi seni tertentu (desain, musik, dan sebagainya).
       
      3. Biasanya, dilema lain yang muncul adalah pilih universitas negeri atau swasta ya? Di Jepang, kualitas antara universitas negeri maupun swasta sebetulnya sama saja. Perbedaan mencolok terletak pada masalah biaya. Jika biaya tidak jadi masalah, maka kampus negeri atau swasta akan sama saja. Namun jika mengincar potongan biaya pendidikan maupun kemudahan biaya lainnya, sebaiknya memilih universitas negeri.
       
      4. Tips lain untuk memilih universitas yang tepat, adalah pertimbangkan juga masalah kota tempat lokasi kampus tersebut berada. Kampus yang berada di kota besar (seperti Tokyo) tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, khususnya dalam masalah biaya hidup. Iklim di kota tersebut juga salah satu yang perlu diperhatikan. Saya telah menyinggung sekilas mengenai iklim di Jepang melalui tulisan ini. Daerah utara Jepang memiliki iklim yang relatif lebih dingin dibanding daerah selatan. Jadi jika kira-kira memiliki masalah dengan suhu yang terlalu dingin maupun terlalu hangat, sebaiknya carilah kampus di kota yang memiliki iklim yang paling ramah terhadap kondisi tubuh.
       
      Tips saat mencari dan menghubungi calon pembimbing
      1. Untuk cara mencari calon pembimbing, seperti sudah disinggung disini, cara termudah adalah dengan memanfaatkan koneksi. Minta saran dari siapa saja yang sudah pernah menempuh pendidikan di Jepang. Cara lainnya adalah dengan bertanya pada mbah google. Perhatikan korelasi antara bidang studi yang ingin ditekuni dengan bidang keahlian doktor maupun profesor yang akan jadi calon pembimbing. Kan aneh kalau mencari pembimbing yang ahli nuklir, padahal rencananya ingin menekuni bidang arsitektur.
       
      2. Selain harus jeli memilih pembimbing yang memiliki keahlian di bidang yang akan kita tekuni, salah satu pertimbangan lain dalam memilih pembimbing adalah track record-nya. Sudah jadi rahasia umum ada beberapa pembimbing yang hanya memanfaatkan mahasiswa untuk membantu penelitiannya dan tidak berkontribusi banyak dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, ada juga pembimbing yang kurang memahami cara membimbing mahasiswa asing (yang berarti harus berhadapan dengan perbedaan budaya, bahasa, dan sebagainya). Nah, salah satu indikator yang bisa digunakan untuk memilih pembimbing adalah track record-nya dengan mahasiswa asing. Seringkah pembimbing tersebut menerima mahasiswa asing? Banyakkah mahasiswa asing bimbingannya yang berhasil selepas lulus sekolah?
       
      3. Salah satu cara terbaik untuk mengontak calon pembimbing adalah melalui email. Tak apa jika tidak bisa berbahasa Jepang, karena email bisa dibuat dalam bahasa Inggris. Namun perlu diketahui juga tidak semua doktor/profesor di Jepang menguasai bahasa Inggris. Jadi jika kegiatan surat menyurat akan dilakukan dalam bahasa Inggris, carilah pembimbing yang memahami bahasa Inggris. Oya, jangan kaget juga jika tiba-tiba ditanya mengenai kemampuan berbahasa Jepang ya, karena beberapa pembimbing mensyaratkan kemampuan berbahasa Jepang (walau untuk level percakapan sehari-hari.
       
      4. Saat menghubungi calon pembimbing, jangan langsung mengharapkan balasan. Tunggulah 2-3 minggu (bisa juga hingga 4 minggu) karena seorang doktor/profesor pastilah memiliki jadwal yang padat. Tak ada salahnya mengirim email ke beberapa calon pembimbing dalam satu waktu, tentunya selama calon pembimbing tersebut memiliki kualifikasi di bidang yang akan ditekuni.
       
      5. Bagaimana jika ditolak oleh pembimbing? Tenang, dunia belum kiamat. Jangan dulu buru-buru ngambek dan batal kuliah di Jepang. Di Jepang ada ribuan doktor/profesor dan tak sedikit dari mereka yang membutuhkan mahasiswa asing. Jangan salah, bukan hanya mahasiswa asing yang perlu pembimbing lho. Doktor/profesor juga perlu mahasiswa asing agar bisa go internasional, dan universitas/kampus juga perlu mahasiswa asing untuk menaikkan ratingnya. Jadi jangan putus asa jika ditolak. Tetap ucapkan terima kasih karena telah merespon email Anda, dan tak ada salahnya meminta rekomendasi koleganya yang membutuhkan mahasiswa asing.
       
      6. Perhatikan tata bahasa yang digunakan saat menghubungi pembimbing. Orang Jepang mengutamakan sopan santun saat berinteraksi, jadi tata bahasa sangatlah penting.
       
      7. Untuk contoh email pada calon pembimbing, saya mengambil contoh sumber dari e-book yang ditulis oleh Sunu Wibirama (klik link untuk melihat e-book aslinya). Bagi yang nggak sempat buka-buka e-book nya, kurang lebih strukturnya sebagai berikut:
       
      - Subject: .. < nama kita > < nama universitas asal > - < nama beasiswa > < tahun ajaran > for .. < isi dengan Research Student/Master Degree/Doctoral Degree > in University < isi dengan nama universitas tujuan >. Merasa kepanjangan? Nggak apa-apa, karena ini untuk membedakan dengan email lainnya.
      - Salam pembuka: ucapkan salam dengan menyebut nama pembimbing.
      - Isi email: berisi perkenalan (menyebut nama, biodata singkat), penjelasan mengenai riset yang telah dikerjakan, permohonan untuk mengikuti riset yang sedang dilakukan oleh pembimbing.
      - Penutup: lampirkan beberapa dokumen pelengkap seperti bermacam sertifikat, dan surat rekomendasi (jika ada).
       
      8. Setelah dapat pembimbing, apa yang harus dilakukan? Jangan langsung pesta dan bersenang-senang ya. Tetap jalin kontak dengan beliau, jika perlu sesekali melalui telepon. Jangan lupa minta surat keterangan telah diterima oleh pembimbing yang bersangkutan. Tujuannya untuk memudahkan jika ingin mencari beasiswa.
       
      Lalu ada tips untuk mencari beasiswa ke Jepang nggak? Dan dimana cara mendapat informasi berbagai universitas di Jepang? Tunggu tulisan selanjutnya ya.
       
      Semoga bermanfaat.
      ***
      Baca seluruh seri tentang sekolah ke Jepang:
      Belajar ke Jepang? Ini Alasan yang Harus Dipertimbangkan
      Beberapa Skenario untuk Sekolah ke Jepang
      Kuliah ke Jepang? Ini Tips dan Trik-nya
      Mau Dapat Beasiswa ke Jepang? Begini Caranya.