Sign in to follow this  
Followers 0
Skyfall

Jalan2 ke Pasar Apung di Bangkok

9 posts in this topic

Bukan hanya Banjarmasin di Indonesia yang punya pasar apung (ada yang pernah bahas di thread ini). Kota Bangkok di Thailand juga punya pasar apung. Tapi jalan2ers jangan tanya, siapa yang duluan punya pasar apung ini, karna saya pun tak tau jawabannya. Ada jalan2ers yang tau?

Pasar apung ini bernama Amphawa, berlokasi di downtown Provinsi Bangkok, distrik Thonburi. Dapat ditempuh dari pusat kota Bangkok selama 2jam perjalanan darat. Pasar ini mengapung di atas kanal (dalam bahasa local: Khlong) yang merupakan anak sungai Chao Praya.

201210-w-canal-cities-bangkok.jpg?1349453139

Sumber Gambar

Pasar apung Amphawa hanya buka pada sabtu sore dan minggu sore saja. Pedagang di sana biasanya mulai beraktifitas jam 3sore, dengan menggelar mulai dari seafood, jajanan pasar, pernak-pernik, hingga souvenir dengan harga yang miring. Walaupun begitu, kanal dan pasarnya terawat cukup bersih, karena warga Thailand lebih banyak mengunjungi pasar apung ini dibanding wisatawan mancanegara.

Menurut informasi, tidak mudah untuk menuju pasar ini, mengingat lokasinya yang berada di luar pusat Kota Bangkok. Silahkan pilih antara beberapa kali pindah bus atau sewa taksi dengan harga THB1200 (harga tahun 2011). Harap diingat, THB1=IDR315.

Jalan2ers sudah pernah ke pasar apung ini ataupun pasar apung yang lain di Thailand?

Sumber: mytravelnotes

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah, kirain cuma kita aja yang punya pasar apung.

hahahaha....

ternyata thailand juga punya.

bearti, thailand juga seperti kalimantan yah, menggunakan sarana sungai sebagai transportasi utama.

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah liat neh di drama korea Princess Hours pas si pangeran koreanya lagi berkunjung ke thailand ada adegan di pasar apung ini :D

Share this post


Link to post
Share on other sites

Wah, kirain cuma kita aja yang punya pasar apung.

hahahaha....

ternyata thailand juga punya.

bearti, thailand juga seperti kalimantan yah, menggunakan sarana sungai sebagai transportasi utama.

Kesannya boleh tradisional banget, tapi ternyata Thailand sama tradisionalnya dengan Indonesia kok mas, walopun Thailand itu adanya di luar negeri haha.

Yak bener, ada beberapa daerah di Thailand yang di dalam kotanya dilewati sungai besar ataupun kanal. Bahkan ada banyak canal tourism loh mas di Thailand, jadi semacam jalan2 di Thailand menyusuri sungai2 yang ada disana. Sayang sekali di Indonesia belum ada wisata kayak gini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

pernah liat neh di drama korea Princess Hours pas si pangeran koreanya lagi berkunjung ke thailand ada adegan di pasar apung ini :D

Buahahaha, mas nya nonton drama korea, hati2 mas kecantol cewek korea, rada susah tuh nemuin yang begituan di Indonesia. :D

Oh ya ada? Di season 1 apa season 2 nya mas? Ntar saya mau tanya adik saya yang juga demen nonton drama korea deh.

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 11/14/2012, 10:16:56, Skyfall said:

Bukan hanya Banjarmasin di Indonesia yang punya pasar apung (ada yang pernah bahas di thread ini). Kota Bangkok di Thailand juga punya pasar apung. Tapi jalan2ers jangan tanya, siapa yang duluan punya pasar apung ini, karna saya pun tak tau jawabannya. Ada jalan2ers yang tau?

 

Pasar apung ini bernama Amphawa, berlokasi di downtown Provinsi Bangkok, distrik Thonburi. Dapat ditempuh dari pusat kota Bangkok selama 2jam perjalanan darat. Pasar ini mengapung di atas kanal (dalam bahasa local: Khlong) yang merupakan anak sungai Chao Praya.

 

201210-w-canal-cities-bangkok.jpg?1349453139

Sumber Gambar

 

 

spertinya foto terlampir itu bukan pasar apung amphawa, tapi Damnoen Saduak Floating market CMIIW

Share this post


Link to post
Share on other sites
On 12/8/2015, 10:24:50, deffa said:

@brocoli

ayo mas di share cerita2 nya tulis aja ke forum Field Report jalan2 nya hehe :D 

tulisan ane ttg pasar apung belum selesai2 hehehe, keburu jalan jalan lagi terus... :senyum

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!


Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.


Sign In Now
Sign in to follow this  
Followers 0

  • Similar Content

    • By Ivan chen
      KRABI TOWN
       
      Akhirnya setelah berlayar sekitar 2 1/2 jam dari Phiphi Island, sampai lah kita di Krabi sekitar jam 17.20 dan keliatan masih terang benderang dan sedikit gerimis disini.

      Lumayan jauh juga nih jalan ke pintu keluarnya.....
      Dari harbour ke hotel kita naek taxi seharga 200 bath. Konter taxi ada dipintu keluar pelabuhan. Jarak pelabuhan ke kota Krabi paling 15 menit. Nama hotelnya agak unik yaitu Hotel Apo. Hotelnya berbentuk ruko di pinggir jalan gitu...( yang ada awning warna biru di depan pintu masuknya ). Urusan cek in jadi sedikit parno gara2 kemaren di Phiphi kena charge, maka pake strategi berpencar lagi. Yang masuk hotel istri  dan Alvin ( bersama 4 buah ransel tentunya ), saya dan Miko begitu turun taxi langsung kabur ke seberang jalan yang ada patung kepiting, icon dari Krabi Town ini.
      Untunglah urusan cek in lancar-lancar aja, seperti biasa pertanyaan standard recepcionistnya : berapa orang bu? Cukup senyum dan jawab dengan pede : berdua aja ( sambil nunjuk si Alvin ). Terserah lah mungkin recepcionistnya berpikir kok aneh berdua sama brondong....hahahhaa. Setelah itu, mereka di bawa ke ruko di seberang gedung ini ( jadi beda gedung ). Di pintu masuknya ada mesin kayak mesin absensi yang pake password gitu. Wahh gawat juga nih, saya dan Miko gimanaa masuknya? Tapi lebih mending lah, paling tidak kan kita bisa masuk tanpa harus lewatin recepcionist....walaupun teuteup sih ada kamera CCTV nya....*mulai parno lagi....hahahhaa
      Nahh begini deh kamarnya....luas juga kamarnya dan karena bangunan baru, yah masih kinclong lah..
      Langsung deh kasih nilai 8 di Agoda....hahaahaha...puas banget nginep di hotel ini karena harganya murah banget cuma Rp. 350.000.
      Setelah itu mereka langsung mandi, karena udah ga tahan tadi siang kan maen di air laut belom mandi yang bersih. Abis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku..., barulah mereka menyusul saya dan Miko di seberang hotel. Nah di jejeran hotel Apo itu, ada satu restaurant seafood yang rame banget. Namanya Poo Dam...ya udah langsung kesitu dan kita pesennya lumpia udang, cumi asam manis, ikan kerapu saus thailand, kangkung. Rasanya enak juga.... Total kerusakan 1055 bath.
      Saat kita makan malam ini, hujan turun dengan derasnya, ditambah angin kencang pula. Jadilah kita terjebak di resto ini sekitar 1 1/2 jam...Waduhhh, kejadian di Phiphi terulang lagi ...kita gak bisa kemana-mana deh. Tunggu in hujan gak reda-reda, bikin frustasi aja.  Padahal tadi menurut recepcionistnya, hari ini kan hari Sabtu ( malam Minggu ), dan seperti biasa di Krabi ini ada yang namanya weekend market yang letaknya dekat dari hotel. Karena penasaran seperti apa...dan memang dari kemaren kita juga belom sempat shopping ( kebanyakan maen melulu ), nahh langsung deh kita meluncur ke sana sambil berhujan-hujan ria.
      Yang pertama kita ketemukan adalah pasar tradisional dimana yang paling depan itu adalah tukang buah-buahan.
      Liat tumpukan duren langsung napsu , ga pake nawar langsung ambil aja karena udah ada harganya disitu. Harganya  murah benerrrr...sekitar Rp.70.000 untuk 2 bungkus....*kalap kepengen borong
      Padahal abis makan malam, tapi untuk sepotong dua potong duren mah masih masuk lahh. Langsung makan di tempat...padahal di belakangnya kita itu tukang ikan asin ( jadi makan duren dengan aroma ikan asin dehh...wkwkwkwk! ). Rasa durennya so pasti maknyusss ! Ini kepala dan baju kita udah basah semua tapi ketemu duren mah lupaa rasa dinginnya....hahaha
      Nah beginilah suasana weekend marketnya....sayang nih hujannya awet kayak pake formalin, gak reda-reda malah semakin deras, jadi sedikit mengganggu acara shopping kita. Kan jadi susah mau liat-liat dan jalan ke sana ke sininya....
      Yang berjualan makanan bertaburan di lapangan ini....sepertinya apapun ada

      Kita  harus icipin nih segala jenis kue yang dijual disini..wkwkkwk...akhirnya beli beberapa rasa : strawbery, blueberry dan almond seharga 100 bath untuk 3 potong. Rasanya enak juga. 
      Pokoknya yang dijual disini rata-rata bisa bikin ileran karena eye catching....tapi kagak tau rasanya gimana, tidak semua dicoba sih.
      Ketemu lagi sama tempat jual roti seperti di Hatyai itu, kita beli lagi deh untuk sarapan besok. Terus tidak lupa juga beli mango sticky rice yang rasanya memang enak dan recommended. Untuk duku, rasanya kok asem ya? Perasaan buah-buahan di Thailand kualitasnya biasanya bagus-bagus tapi duku yang ini gak enak rasanya. Sambil berhujan-hujanan mah teteup aja semangat shopping tidak luntur. Kaosnya satu harga semua 100 bath, boleh di coba juga. Yaa dipilihhh...dipilihhh...dipilihhhh!
      Besok paginya, sehabis cek out dari hotel kita tunggu jemputan taxi yang kemaren anter kita dari harbour.  Kita nunggu sambil foto-foto di seberang hotel yang viewnya ke arah bukit-bukit batu kapur dan sungai.
      Nah disini ada patung burung elang atau rajawali gitu deh ( seperti di Langkawi yaa ?).
      Dan inilah icon kota Krabi. Mungkin dinamakan Krabi karena kota ini banyak kepitingnya kali yaa...( males baca asal nebak aja ).
      Sebenarnya bagus juga viewnya, sayang air sungainya berwarna coklat gitu, jadi kesannya kotor dan kurang menarik.
      Oh iya, kita tuh sewa taxi dengan tarif borongan 600 bath, dan tempat pertama yang kita minta anter adalah Wat Kaew Porawaram di Krabi Town dan selanjutnya ke wat tham suea dan bandara. Ternyata letaknya tidak jauh dari hotel kita itu, tidak sampai 5  menit udah sampe. Wahh dari luar terlihat kuilnya megah dan tampak berbeda dengan kuil-kuil umumnya di Thailand. Yang ini dominan warna putih....

      Yang kinclong patung naga di tangganya ini 
      Sawassdee kaa.....
      Kita kesini jam 8 an pagi, jadi tampak sepi  tidak ada seorang
      Bagus yah kuilnya seperti istana
      Setelah itu kita pergi ke Tiger Cave Temple ( Wat Tam Suea ) yang jaraknya sekitar 15 menit dari Krabi Town. Sopir menunggu di parkiran.
      Kita langsung menuju ke kuil di atas bukit ini dan harus menaiki 1237 anak tangga....Astagaaaa, bakalan disiksa lagi deh ini sih... Hmm...heran juga nih ketemunya tangga melulu dari kemaren. Emangnya kagak ada tempat wisata lain lagi yang kagak pake tangga? Ada sih, tapi waktu kita terbatas banget, soalnya abis ini udah mau ke airport....hiksss.    Huh hah...huh hah....yang kemaren ke phiphi view point aja pegelnya belom ilang, sekarang udah disiksa naekin tangga lagi...lebih banyak pula! Weleee...si supir taxi juga bisa nunggu kita sampe keringg dahh...hahahaha. Kita sih dikasih waktu 1 1/2 jam disini.....kita liat aja sanggup gak naek ke atas sana dengan waktu segitu lama.... Tiap berapa anak tangga ngaso....berenti dulu. Hadeuhh makkk! Kapan sampe ke atasnya ini tehh? Sengaja kita pagi hari udah sampe sini, supaya kagak panas dan belum banyak orang. Kebayang kan kalo naek tangga sempit gini terus harus papasan dengan banyak

      Dari ketinggian beberapa anak tangga, terlihat bangunan kuil di pelataran komplek kuil ini sedang dalam taraf pembangunan dan belum jadi seluruhnya. Sepertinya bakalan bagus nih kuilnya.

      Anak-anak udah pada nyerah, emaknya masih semangat 45 naek duluan....
      Tuhh si Alvin dan Miko ( baju kuning dan biru ), ketinggalan di bawah sana, mereka bilang mau ngaso dulu...dan akhirnya mereka gua tinggalin aja karena kalo berenti-berenti kelamaan keburu males naeknya. Lagipula seberangnya, sepanjang mata memandang tampak view ke arah bukit-bukit batu karang yang menjulang dengan pepohonan hijau dimana-mana.

      Walaupun berleleran keringet, narsis mah perlu dong..tuh udah mulai keliatan view ke arah jalan raya di belakang sana
      Astaga, kadang disini ketemu tangga yang kemiringannya bisa 45 derajat atau lebih nih....terjal banget dan banyak air tergenang pula bekas hujan semalam....tapi untung udaranya masih adem-adem disini.... Makin ke atas view nya makin bagus.....
      Nah di setiap level tertentu, dikasih petunjuk kita sudah berada di anak tangga ke berapa....dan pada akhirnya sampe jugaaa di anak tangga ke 1220 dan yang terakhir tulisannya kok 1260 yaa? Padahal tadi di bawah petunjuknya 1237? Ahh kagak sempet hitung dahh, yang penting sampe ke garis finish!....horeeee *langsung ngedeprok lemes
      Nahhh sampelah kita di top of  mountain.....dan terhamparlah pemandangan ke arah bawah....sayang pas nyampe sini cuacanya langsung mendung-mendung...jadi langitnya gak biru dehhh...hiks sayang banget! Di seberangnya, sepanjang mata memandang tampak view ke arah bukit-bukit batu karang yang menjulang dengan pepohonan hijau dimana-mana
      Sungguh menyejukkan mata dan segala kepenatan tadi saat menaiki ratusan anak tangga langsung hilang...
      Disini kita bisa lihat beberapa ornamen-ornamen agama Budha , salah satunya yang menarik adalah seperti ini :
      Dan tentunya ada patung-patung Budha dengan ukuran dari kecil , sedang, sampai besar...
      Yang ukuran giant juga ada..... Dan ternyata, anak-anak gua memang hebat. Mereka kuat juga nyusul naek sampe kesini....ck ck ck, walaupun sampai diatas sini minta cepet-cepet turun lagi karena haus...hahahhaa
      Terus ada bangunan tempat sembahyang yang adanya diujung gunung ini.....bagusss kan?
      Tidak lupa foto berempat dulu disini....ninggalin jejak kalo kita udah pernah kesini...
      Gak nyesel juga lah bercape-cape ria naek ke atas sini kalo ketemu pemandangannya kayak gini....eh tapi ati-ati di lantainya ini banyak banget bertebaran cacing, kaki gua aja sempet dirambatin cacing ( yang tadinya gua pikir semut merayap di kaki....iiiihhhhh jijay juga! )

      Lagi asik-asiknya foto, tau-tau turun hujan. Jiahhh, langsung bubar jalan dehh. Nahh, sekarang urusan turunnya nihh...memang sih kalo turun tangga itu lebih enteng, lebih cepet....tapi teuteup aja sihh kalo anak tangganya ratusan mah yahhh megap-megap dan berenti-berenti duluu juga...huhh hahhh...huhhh ...hahhh! Duhhh lemessss jugaa nih kaki sampe gemeteran.....Saat kita turun ini, mulailah berpapasan dengan banyak orang yang mau naek ke atas dan kita semangatin :"udah deket kok"....( padahal mah masih jauhhh bingittt! hahahahaa *tertawa iblis ! ). Total waktu naek ke atas adalah 45 menit, sementara turunnya sekitar 15 menit...weleee...jauh banget bedanya yaa   Setelah selamat turun sampe dibawah, barulah kita berkeliling di komplek temple ini....Ada bangunan pagoda yang didalamnya terdapat patung dewi Kwan Im Nah tadi kan kita dateng itu langsung naik ke kuil  yang di atas gunung, sekarang kita berada di halaman depan dekat pintu masuk...tentunya ada patung harimau sebagai icon dari Tiger Cave Temple...   Nah untung ada terjemahan bahasa Inggrisnya yaa, kalo gak repot juga nih baca bahasa Thai....( kalo hanacaraka sih gua pernah belajar tuh...tapi ini beda banget ...yah eyahh lahhh! ).
      Dan ini bangunan yang ada kuil tinggi sedang dibangun itu, jadi bawahnya sudah jadi dengan patung-patung naga berwarna hijau ini.... Dan di pintu masuknya, terdapat 2 buah patung harimau besar dengan warna kuning terang.... Nah tampak depannya seperti ini : Secara keseluruhan, tempat ini bagus juga untuk dikunjungi.....tapi harus siapin kaki untuk naek ke atas gunungnya yaa.... Setelah puas berfoto ria di Tiger Cave Temple, sekitar jam 11 an kita langsung di antar ke airport Krabi yang jaraknya sekitar 15 menit juga dari temple. Begitu sampe di airport kita langsung cari toilet untuk bersih-bersih dan ganti baju yang sudah basah dengan keringat. Udah bersih, baru dehh foto lagiii...hahahaha Dan karena udah waktunya makan siang, kita makan siang di kantin yang ada di airport Krabi ini. Makanannya lumayan enak-enak semua...Harganya rata-rata 140 bath, gak terlalu mahal juga Airport Krabi termasuk bagus lah....bangunannya sudah modern Penerbangan kita ke Bangkok sekitar jam 15.00, jadilah waktu menunggunya agak lama. Yang kecapean abis naek gunung sih langsung tidur pules gak pandang tempat lagi....hahahaha. Untung aja kita dapet tempat pojokan yang sepi ... Nah begitu mau boarding, kita pindah ke tempat tunggu dekat pintu masuk ke pesawat....rame banget ternyata disini, karena berbarengan ada beberapa penerbangan juga. Nahh dari ruang tunggu ini, kita bisa langsung bisa liat runway pesawat dan bisa tau kapan pesawatnya dateng....untunglah hari ini udaranya cerah, padahal tadi udah khawatir pesawat delay kalo hujan angin seperti tadi malam...  
       
    • By Santi Fitrianingsih
      Terpesona dengan Paviliun Emas di Bangkok
      Hi, Mpit lagi, viuuuh......Short escape in the middle of the tour……hahaha, abis bosen ikut tour.....eh nemu ini
      Tidak sengaja menemukan tempat ini.   Yup,  masih terletak satu area dengan Ananta Samakhom Throne Hall, Dusit Palace.
       Paviliun Borommangalanusarani, itulah namanya. Baguuuuus sekali, indah dan menakjubkan kalau menurut saya, satu lagi istilahnya instagramable, JJJJJ

      Sedikit cerita tentang pavilliun ini. Dikatakan sebagai Masterpiece of the Kingdom dan di buat oleh para pengrajin handal di Queen Sirikit Institute. Paviliun ini berdiri di tanah seluas kurang lebih 14 X 28 meter, dengan puncak tertingginya sekitar 25 meter, dan hampir semua di lapisi emas. Jadi gimana ngga eye catching….he…he…he, saya sampe bengong ngeliatnya. Jujur tadinya saya dan suami mau ke Vimanmek Mansion, dalam perjalanan kesana macet total dan tuk tuk yang kami naiki bilang, ga bisa ke Vimanmek, kalian kalo mau turun disini lalu jalan, ya sudah lah apa daya, tapi ternyata kita malah dapet ini, tanpa harus jalan jauh lagi, plus….terpukau…, secara Vinmanmek Mansionnya hari itu tutup JJJ
       Arti dari Borommangalanusarani Pavilion adalah sebuah pavilion dengan atap yang berpuncak puncak (khas banget kan dengan Thailand), yang dibangun untuk memperingati (beberapa) peristiwa yang mendatangkan hoki atau keberuntungan atau peristiwa yang bahagia. (tentu saja peristiwa-peristiwa kerajaan yah).
      Ada tujuh peristiwa tersebut yaitu : Perayaan ke-70 tahun di tahbiskannya raja Thailand ( 9  Juni 2016), peringatan ulang tahun Raja Thailand ke-90 (5 Desember 2017), peringatan ulang tahun Ratu Sirikit ke-84 (12 Agustus 2016), peringatan ulang tahun Pangeran Maha Vajiralongkorn ke-60 (28 juli 2012), peringatan ulang tahun Putri Maha Chakri Sirindhorn ke-5 ( 2 April 2015), peringatan ulang tahun Putri Chulabhorn Walailak (4 Juli 2017),  peringatan ulang tahun Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi ke-5 (5 April 2011). Wow, mantap yah, andai jadi anggota kerajaan,,,,xixixix
      Pembangunannya sendiri memakan waktu 847 hari, di mulai dari hari Valentine tahun 2014  (14 Februari 2014), dan baru selesai 9 Juni 2016. Jadi bangunan ini, saat saya kesana 15 Agustus 2016, masih gress,masih baru dan mencrang tentunya karena berwarna emas.
      Ada sepuluh gajah yang (seolah) memagari bangunan ini – Thailand sekaliiii - , ada pula empat  kolam kecil yang di dalamnya ada patung binatang yang berbeda beda, ada gajah, kuda, sapi dan singa) di setiap sudutnya. Melingkari bangunan pavilion ini, di pinggirnya,  adalah kolam kecil yg di tanami bunga lotus (pas saya kesana bunga lotusnya sedang blooming semua sayang ga kefoto L).

      Di kiri atas adalah salah satu detail pavilion, bunga lotusnya nongol dikit, nah foto di sebelahnya itu mpit dan  bangunan yg abu-abu itu Ananta Samakhom Throne Hall, Dusit Palace.
      Yang menarik bagi saya, sebagian besar penjelasan ini di katakan oleh seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang memang sedang merayakan kelulusannya di area Ananta Samakhom Throne Hall ini. Dan setelah saya baca web nya www.artsofthekingdom.com, bener semua. JJJJJ
      Kadang saya berpikir, betapa baik dan bijaksananya raja dan ratu Thailand, sampai dibuatkan seperti ini oleh rakyatnya.
      Pecinta jalan2.com kalau pas ke Bangkok sempatkan ke sini yah, pavilion dengan detail nan cantik aduhai sampe melongo deh lihatnya. (atau gara-gara masih baru yah? Saya ke sana pertengahan agustus 2016)
       

      Foto narsis dulu yaaah
      fell free to ask,
      Mpit.
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
    • By Ivan chen

      Sebagai orang yang ngakunya antimainstream, tentunya jalan-jalannya juga gak boleh yang biasa-biasa aja dong yaa...  ada satu tempat yang rasanya banyak orang yang belum tau karena jarang tur kesini, yaitu The Sanctuary of The Truth , wahhh langsung saya masukin ke dalam first list must visit in Pattaya. 

      So, kalo orang pergi ke Pattaya tujuannya mau main air di laut, ke pantai, naek parasailing, naek banana boat, yahhh saya sih NO!  Kita lebih pilih naek songtew aja nihh.... Dari hotel Mercure cukup berjalan kaki ke jalan raya sekitar 100 meter, lalu tinggal nyetop songtew yang lewat. Kebetulan ada songtew yang kosong tidak ada penumpang lain, lalu kita nego sama supirnya untuk antar kita ke The Sanctuary of The Truth. Ternyata murah juga...cuma 100 bath ( Rp. 40.000 ), dibandingin suruh jalan kaki.
      Jalan di depan gerbang The Sanctuary of The Truth seperti perumahan gitu....letak bangunan ini di Naklua Road, Banglamung Pattaya.
      Nahh inilah gerbang masuknya. Di sebelah kanan itu tempat penjualan tiket masuk dan ada staff marketingnya juga yang ngasih kita sekilas informasi. Tiket masuknya 500 bath ( Rp.200.000 ) per orang.
      Memang sih kita udah tau harga tiketnya sebelom kesini, jadi udah gak kaget lagi dan udah berembug bahwa anak-anak gak usah beli tiket masuk, cukup nunggu di resto yang ada di dalam. Di dalam sini ada beberapa atraksi seperti terlihat di petanya, tetapi tujuan kita cuma mau foto2 di bangunan sanctuary nya aja, makanya cuma beli tiket masuk doang.
      Karena kita kesini masih pagi, belum banyak turis yang datang, jadi staff marketingnya pun sampe nganterin kita ke tempat pengecekan tiket dan ngasih tahu ke penjaganya bahwa kita cuma beli 2 tiket dewasa, sementara anak-anak cuma mau nunggu di restorannya aja...*tips hemat. Disini ada kuda-kuda yang keliatannya terawat dan bersih...

      Kalo kambing ini gak tau deh buat apa....yah mungkin buat pemanis aja, saking luas areanya. hihiihi...( yah masa buat disate sihh?! ) Jalan masuknya gak jauh kok...kita sih milih jalan kaki aja ( walopun udah mulai panas cuacanya ). Yah tapi kalo horang kaya  males jalan, tinggal bayar aja sekitar 800 bath ( Rp.320.000 ) udah include tiket masuk plus naek kereta kuda.
      Kayak gini dehh kereta kuda kencana nya....
      Tuhh mendingan jalan kaki kann....lebih sehat..( menghibur diri...hahaha ). bisa ketemu bunga-bungaaa....
      Yahh kalo kata papan petunjuknya  mah : kagak jauh lagi kokk! Ciayoo! ( bener kan terjemahannya?)
      Wohoooo! This is it! The Sanctuary of The Truth......

      View from where we stand.....
      Funtastic 4.... in yellow and blue theme....  foto bercerita lebih banyak daripada kata-kata....
      Nahh inilah restoran yang tadi gua sebut2 di awal, namanya Naklua Kitchen... Anak-anak kita  suruh tunggu disini aja, tinggal dikasih duit biar mereka bisa jajan. hehehe. Ini viewnya oke banget yaaa ke belakang sana... Nahh ini jalan masuk ke area bangunan sanctuary.... Yuk yak yuk....tu wa ga pat, masih sepi nih,semangat nurunin tangga...
      Disini kita dikasih helm proyek untuk melindungi kepala, ini udah prosedurnya kalo mau berkeliling di bangunan yang masih dalam taraf pengerjaan disana sini.
      Di sepanjang jalan masuknya udah mulai ketemu sama patung2 dari pahatan kayu.
      Wihhh.....tampak ujung bangunan sanctuary yang tingginya sekitar 105 meter menjulang tinggi
      Di depan nya terbentang danau buatan dengan perahu-perahu yang bisa disewa untuk berkeliling
      Hmm...sepasang kekasih lg makan dikapal. Sirik banget deh gua.

       Ini tampak bangunannya.. Hold my breath....no words can describe it...
      Keseluruhan bangunan ini terdiri dari ukiran kayu yang detil dan ngejelimet.... Penuh dengan simbol2 filosofi dunia di masa lalu, budaya dan filosofi negeri timur
      Pertama kali dimulai proyek pembangunannya pada tahun 1981, dan katanya diperkirakan selesai di tahun 2025 bahkan lebih.....mungkin bisa 2050..entah lah, tidak ada yang menjamin kapan selesainya.
      Bisa dibayangkan kalo semua pengerjaan ukiran kayunya ini dipahat dengan tangan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keseluruhan kuil.
      Di bagian depan menggambarkan bahwa wanita adalah makhluk yang diagungkan di tempat ini, yang melahirkan manusia ke bumi.
      Ditempatkan di puncak menara sebagai simbol perdamaian, orang pertama yang mengajarkan tentang moralitas kepada keturunannya.
      Wanita digambarkan sebagai laskar perkasa, pemuji, penari, penyeimbang kehidupan, sumber inspirasi dan pemberi kehidupan.
      All about the women....banggalah jadi seorang wanita. Jadi di tangga ini semuanya berderet patung-patung wanita ( gak termasuk yang di depan loh yaa..hihihi ).
      Di dalam ada salah satu ruangan yang disebut sebagai Parental Pure Love yang melambangkan moralitas dan pembentukan karakter manusia bermula dari keluarga, oleh orangtua ( ayah dan ibu ) kepada anak-anaknya.
      Dan inilah the creator dari the sanctuary ini yaitu seorang miliuner Lek Viriyahbhun yang saat ini sudah tiada dan pembangunannya sekarang ini diteruskan oleh keluarganya.
      Dan ini istri dari sang creator the sanctuary....
      Nah foto mereka tuh ada di ruangan Parental Pure Love ini....

      Wooowww.....yang ini ukirannya bener-bener detil, dari ujung atas sampe ke bawah, pegimana kagak lama yaa pembuatannya? Hanya bisa berdecak kagum.... Sebenernya ada beberapa staff disini yang menawarkan diri untuk menjadi guide buat kita berkeliling di kuil, Tapi kan...tapi kan...kita sibuk foto-foto, takut nanti gak konsen dia ngomong apa. Jadi kita tolak tawarannya itu dengan halus....dasar orangnya baik hati dan pantang menyerah, lalu dia menawarkan diri untuk fotoin kita berdua, yahhh kalo itu mah langsung okay aja lahh...hehehe....
      Kalo orang narsis dilepas disini yahh begini ini lah...sangat memaknai setiap detil sudut dari bangunan ini adalah sebagai sebuah mahakarya seni yang indah. Tsahhhh!
      The magnificence of Heaven Recreated on Earth..... Setiap sudutnya benar-benar mengandung filosofi spiritual dalam karya seni yang indah.....
      No caption needed..
      Just enjoy the wooden carve sculpture...everywhere around here    Kebayang dong gimana rasanya....ketika sesuatu yang cuma bisa kita liat di tivi, di majalah, di media sosial atau di website manapun, akhirnya hari ini bisa berdiri disini menyaksikan keindahan dari mahakarya seni itu dengan mata kepala sendiri....*speechless Secara garis besarnya, bangunan ini bukan sebuah candi atau kuil, tempat ini dibangun dengan tujuan sebagai tempat untuk menyelami dan memaknai kehidupan spiritual bahwa manusia berasal dari debu dan suatu saat akan kembali menyatu dengan alamnya.
      Berhubung kagak pake guide, jadi kita gak tau juga arti dari setiap simbol di tempat ini...
      Katanya perpaduan antara tokoh2 Hindu dan Budha gitu....
      Dan ini sepertinya yang disebut sebagai Four Face of Brahma

        Jalan masuk ke bangunan utamanya waktu itu diarahin kesini, lewatin tangga yang ada patung gajahnya
      Patung gajahnya dari dekat..... Bingung dah, mau pilih lewat kiri atau kanan.....hahaha, jadi galau. Padahal mah sama aja...
      Disini lebih jelas lagi ngeliat ukiran2 di seluruh bangunan the sanctuary....
      Ada cerita sejarahnya nih...silakan dizoom aja yaa....hahaha
      Begitu masuk kita bakal memasuki ruangan yang dibagi ke 4 bagian utama. Yang pertama ini melambangkan alam semesta yang mengandung 4 unsur utama yaitu Bumi, Air, Angin dan Api
      Disini ada patung Trimurti yang dalam kepercayaan Hindu adalah Shiva sebagai dewa bumi dan api, Wisnu sang Pemelihara sebagai dewa air dan Brahma sang Pencipta sebagai dewa langit,
      Ditengah-tengah ruangan adalah yang disebut The Center Hall....
      Tersedia bantal-bantal bulat untuk tempat berlutut disini...   Disini guide nya nawarin kita untuk memberikan bunga ke tempat persembahannya itu...dengan memberikan uang suka rela di kotak yang ada di samping.
      Nahh bunganya di taro di kotak putih itu tuh...
      Bunganya bunga anggrek , masih fresh semua...
      Ukiran di atasnya ini bagus banget....sebenernya ada artinya, tapi gua lupa nih apaa....( hadeuhh, guidenya ngomongnya kecepetan sihh....*turis koplak hahahha ).
      Maklum deh bahasa Inggris guide n kita beda2 pengertiannya, daripada salah menterjemahkan, yah lebih baik digoogling sajaaa yaaa.....ada websitenya kok...
      Pokoknya kita mah foto-foto aja dulu....masalah artinya apa, ini buat apa, tinggal pada googling aja dah yaa....

      Kalo gak salah ini lambang Brahma yang dihormati sebagai sang pencipta.
      Nahhh, di dalamnya sini juga pekerja2 pemahat patungnya bekerja terus supaya bangunan ini cepet selesai.
      Dan malahan kebanyakan pemahat kayunya adalah para pekerja wanita loh...Saat kita kesini mereka sedang beristirahat tuh diantara steger2 besi di atas sana....
      Saking detilnya, makanya pengerjaannya sangat lama...entah kapan selesainya nih...
      Mungkin satu patung aja bisa makan waktu beberapa hari....
      Dan menurut guidenya, kayunya ini asli dan tidak memerlukan finishing, jadi dibiarkan apa adanya, tidak dilapis cat ataupun furnish...
      Makanya warna kayunya pun bergradasi bermacam2 warna sesuai jenis kayunya...
      Kena efek cahaya lampu jadi bagus banget yaa...
      Nahhh, ini dia yang paling cetarrr : Ratu Sirikit KW 10....wkwkwkwk! Mau foto dengan kostum kayak gini bayar 100 bath.
      Hadeuhh, cape juga loh berkeliling disini. Duduk ngaso dulu ahh... Tips : kalo mau kesini lebih baik pagi2 atau sore hari sekalian, karena hawanya panas banget. Boleh aja duduk ngadem-ngadem disini, nunggu pangeran berkuda putih lewat.
       Tampak proses pengerjaan bagian luar dengan besi-besi steger disana sini....
      Gua suka banget sama patung-patung di setiap ujung atap bangunannya...
      Bener-bener bangunan dengan mahakarya seni yang luar biasa ....only in Pattaya...only one in the world...
      Oh iya, bangunan ini berdiri di tepi pantai loh....
      View dari pantai ke arah the sanctuary...so bisa kebayang kalo pas sunset pastinya lebih keren lagi
      Bangunan ini belum selesai aja udah ngabisin waktu kita hampir 2 jam disini. Apalagi kalo udah kelar yaa? Mau habisin waktu buat foto2nya berapa lama lagi? hahaha....

      Hmmm...masih harus nunggu sampe tahun 2050? Kita udah bawa tongkat dong kalo balik kesini...Wewww...Makanya harus foto yang banyak dimanapun dan kapan pun! Kita gak akan pernah tau apakah bisa balik lagi atau kagak...*tiba-tiba jadi melow.
      Ehh pas jalan mau pulang, tiba-tiba lihat si gajah lewat....Dari kemaren kan gua belom kesampean mau naek gajah. Katanya ke Thailand tuh belom sah kalo belom naek gajah...( ini mah kata kita lohh yaa....hahaha ). Kalo gak salah tiket masuk plus keliling naek gajah gitu sekitar 1000 bath deh...   Kita mah ambil yang paket hemat ajaa, naek gajah cuma buat foto disini doang bayar 250 bath ( Rp.100.000 ) plus dapet foto langsung jadi. Lumayan lahh buat kenang-kenangan.
      Hohoho, kesampean juga naek gajah....ahhh, tapi ada "pihak ketiga" nya nih...kurang asikk!..hahahha . itu si bapak nya meuni sadar kamera pisan euy! Bagaimana kalo dia turun dulu, trus gua foto berdua aja sama si istri, kan baru bagus yaa fotonya. Menurut ngana?

      Kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas, aku harus sanggup. Bila jatuh, gajah lain membantu, menghadapi situasi rela jadi tamengku. Jangan panggil aku : gajahhhh! ( Tulus mode on ).....Yahh memang kamu gajah kok, masa dipanggil kodok! 
      Ini kios untuk tebus foto2 yang diambil sama fotografer keliling, jadi ada beberapa foto kita ( dicetak dan dikasih pigura gitu ) karena tadi dia ngikutin kita selama di dalam bangunan sanctuary. Kalo mau nebus harganya 200 bath ( Rp. 80.000 ). Yah buat kenang2an kita beli aja deh...kasian juga. 
       So, semoga info foto-foto segambreng ini bermanfaat buat kalian yang mau kesini, Explore your destination world and be apart of the Amazing Thai's recreation treasure constructing. The only one life on Earth! 
    • By Ahook_
      Tanggal 23 Agustus 2016
       
      1 Baht = Rp 400,-
       
      Akhirnya benar- benar menginjakkan kaki juga di Koh Phangan, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dari Bangkok dan sempat berhenti sejenak di Surat Thani, bisa baca disini : Naik Kereta Sulap Ke Koh Phangan. 

      Sunset-ku dari Secret Beach , Koh Phangan, Thailand.
      Dan perlu kamu tahu, patut dicatat, karena ini penting. Jiahhh...!!! Buat kamu yang ingin melihat Fullmoon party di Koh Phangan, sebelum beli tiket, apapun itu jenis transportasinya, pastikan, hari yang akan kamu lalui disana adalah bertepatan dengan jadwal Fullmoon party-nya. Kalau tidak, ya sama seperti aku, Party yang tidak Fullmoon, hahaha... statement macam apa ini? #Piaakkkk....
       
      Serius, sepi. Bukan tidak ada pestanya, ada juga ( mungkin !!! ). Karena melewati satu malam di Koh Phangan saat itu, sama seperti saat aku melewati satu malam di Luang Prabang. ( Bisa baca disini ) Menyesal? Tentu tidak !! Karena aku sudah tahu, jadwalnya. Karena Fullmoon party-nya 5 hari sebelum aku kesana. So, tidak ada penyesalan sama sekali. Paling tidak, aku tahulah, Koh Phangan itu bentuknya seperti apa. Intinya, kalau kamu memang punya niat besar melewati malam di Koh Phangan dengan pesta besarnya, cari tahu jadwalnya. 

      Tiba di Koh Phangan sekitar jam 11 siang gitu. Karena sudah booked kamar, ya santai sahaja. Oh ya, kamar baru fixed saat menunggu kereta sulap di Bangkok. Nginap di First & Frang. Kalau berdasarkan petunjuk dari om Google, harusnya, letaknya tidak jauh dari dermaga, jalan kaki saja, paling 11 menit sudah sampai. Ternyata oh ternyata, dibawah siraman matahari yang sangat terik, perjalanan itu terasa sangat jauh dan melelahkan. Keknya, sekitar 30 menit dah... #Pehape...

      Noodle Soup
      Baru setengah perjalanan dan jam sudah menunjukkan tengah hari, saatnya isi perut. Berhenti di kedai "Noodle Soup", menariknya karena didepan spanduknya tertera angka 25 baht. Ouuu... murah... mampirlah. Makan siang itu, semangkuk bihun kuah babi sukses aku telan dengan sempurna.

       
      Belum puas, diajak si-teman untuk bersantap ice cream di The Fat Cat. Bagiku sih, lumayan mahal ya, 1 scoop 60 baht, aku makan 2 scoops jadinya 120 baht. Ya sudahlah, ice cream-nya juga enak. Nongkrong sejenak sambil menunggu waktu check in. Nuansa cafe-nya nyaman, tempat yang tepat untuk berteduh sejenak dari panasnya sang mentari. Owner-nya bule, ramah tamah banget.

      Ice cream di The Fat Cat
      Okey, sebelum lupa, menurutku, Surat Thani itu ibarat Mataram. Dari Surat Thani ke Donsak Pier terus nyebrang ke pulau- pulaunya. Begitu juga dari Mataram ke Pelabuhan Bangsal. Mereka ada 3 pulau yang berdekatan dan ramai turis, kita juga sama, punya 3 pulau yang wajib dikunjungi turis. Mereka ada Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao, kita ada Gili Manu, Gili Terawangan dan Gili Air. Jarak diantara ketiga pulau saling berdekatan. Gambarannya seperti ini, kehidupannya berhubungan langsung dengan air, permainannya di air dan wisatanya wisata air. Kalau tidak suka air, please, jangan ke sana. Hahahaha...
       
      Lanjut deh, rasanya sudah cukup nongkrongnya, saatnya check in. Ketika perjalanan kaki menuju ke hotel, ciee, kali ini nginap di hotel, hahaha...#naikkelas... ya karena berdua, harganya juga lumayanlah, masih diterima, seorang bayar Rp 125.000,-. Kan masih wajar... Iya tidak ??? Oh ya, saat itu, berdiri dipinggir jalan dong, cegat angkotanya Thai, Songthaew. Buset, yang jaraknya dalam kedipan mata saja sudah sampai ( maksudnya ribuan kali kedip ), pakai jalan lurus kedepan saja sudah sampai, dekat kali-pun itu, masak harus bayar 100 baht. Batalin... tidak sudi, tidak rela.

       
      Karena memang berniat untuk sewa motor buat keliling, ya tidak ada salahnya sewa langsung saja, daripada ke hotel jalan kaki, baru keluar jalan kaki lagi buat sewa motor. Sehari sewa motor 150 baht, batasannya sampai jam 12 malam saja. Diluar dari bensin, aku sempat isi 40 baht. Sewa motor, paspor ditahan.

      Sepanjang perjalanan...
      Karena Koh Phangan adalah pulau yang dikelilingi air, ya, mau apain lagi, kalau tidak main ke pantainya. Sewa motor adalah cara terbaik untuk explore pulaunya. Menurutku, jangan naik angkot, rada mahal. Kemudian, karena, kami hanya semalam doang, tibanya juga sudah siang, dan baru mulai keliling menjelang sore. Tidak banyak tempat yang kami datangi. Menyusuri pulau dari pesisir pantainya asik banget, pandanganmu akan berhadapan dengan laut, air dan sang mentari yang bersiap menyinari belahan bumi lainnya.

      View dari Beck Resort..
      Tujuannya mengejar sunset, kami sempat terhenti sejenak di Beck Resort karena hujan yang lewat sekilas. Terpaksa deh keluarkan beberapa puluh baht lagi hanya untuk tidak basah-basahan. Dari resort ini, sebenarnya untuk menikmati pantainya juga bisa. Aku sih kurang suka, lagian, aku kok yakin, untuk melihat disini, sunset -nya kok kurang bagus.

      Freeway Bar...
      Begitu terang dan hujan telah pergi, kami tancap gas lagi. Kami menemukan Freeway Bar, heem... lumayan. Berhenti dong, karena merasakan view-nya lumayan. Tidak perlu bayar, cukup parkirkan motor dilahan yang sudah ada.

      Freeway bar...
      Menariknya Freeway Bar, kamu bisa nikmati matahari terbenam. Ada pasir pantai yang muncul ditengah air pantainya. Adoh, ribet menjelaskannya, walaupun tidak begitu istimewa buat kamu, ya, lihat saja fotonya. Jalan kaki saja, tidak perlu sampai berenang untuk bisa sampai dihamparan sana seberang sana. Pasirnya masih basah, pertama, airnya baru surut, injakkan kaki masih bisa meninggalkan jejakmu. Amblas, keknya tidak deh. Tempat ini sepi sekali.

      Secret Beach...
      Ketika ditengah perjalanan, melihat adanya suatu keramaian. Okey, disinilah, akhirnya kami menghabiskan sisa waktu yang ada untuk menikmati indahnya sang mentari kembali ke peraduannya. Padat banget sih tidak, ramai juga tidak terlalu, paling tidak ada kehidupanlah. Secret Beach, hemm.. kira- kira kalau dengar namanya, rahasia apa yang ada didalamnya ya?

      Secret Beach..
      Berendam kece sambil menanti sunset bersama bule- bule itu. Ya, bule- bule, tidak ada Asian-nya sama sekali. Jadi serasa keren berdua saja.. hahahaha... Tidak terasa, sunset-nya berakhir. Ketika itu, sumpah, indah sekali... sungguh...

      Pantip Night Food Market
      Saatnya pulang. Saatnya bersantap malam. Makanan lokal yang murah meriah menjadi incaran. Berhenti di Pantip Night Food Market, lagi- lagi, isinya bule semua. Pilihan menunya lumayan banyak. Selain makanan Thai, mereka juga sajikan beberapa pilihan menu dari negara lainnya. Kenyang makan, mampir sejenak di pasar malam. Kalau disini, orang lokal semua. Ada jual makanan juga.

      Ayam goreng khas Thai, nasi campur dan tom yam gong...
      Tidak tahu mau ngapain, malam itu sepi abis. Sampai bingung mau ngapain dan mau nongkrong dimana. Keliling pakai motor tidak jelas. Sangking stressnya, hah stress?? Hehehe... hampir mau nongkrong dipinggiran jalan, ada koko Thai sedang nyanyi. Hanya ada beberapa orang Thai yang duduk mendengarkannya. 

      Pasar malam..
      Malam itu kami habiskan dengan bermain bilyar di Eco Bar ditengah kotanya. Daripada bengong tidak karuan, walaupun tidak ahli, tapi bisalah. Hahaha... Bar-nya hanya isi kami berdua. Kayak punya pribadi saja.

      Dari Secret Beach...
      Karena itu, sekali lagi, kalau memang punya rencana mau kesana, cek jadwal Fullmoon party-nya dulu. Hahaha...  Pulang ke hotel, istirahat, besok pagi- pagi harus bangun, menyambung kapal ferry untuk nyebrang ke Koh Samui... 
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    • By Ahook_
      Tanggal 21 Agustus 2016
       
      1 Baht = Rp 400,-
       
      Sempat bingung, mau kemana dari Bangkok? Dari yang ingin lanjut ke Chiangmai, terus berubah, ke Huahin, eh.. ada bom, ngefek gak ngefek sih, terus akhirnya ya sudahlah ke Koh Phangan / Koh Samui sahaja. Kebetulan, trip ke Bangkok ini, ada teman Couchsurfing yang sedang berada disini juga. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan bersama ke Koh Phangan.

      Loket umum
      Tetap, biar traveling terus, segala akses, akomodasi, makan dan penginapan serta penerbangan, harus yang paling murah, kalau bisa gratis. Kami ke Koh Phangan naik kereta api malam. Biar tidak habis waktu 12 jam perjalanan hanya didalam kereta saja, apalagi bisa hemat satu malam, tidak perlu nginap di hostel lagi. Baca disini, hostel murah tapi mewah di Bangkok.

      Loket khusus orang asing, maksudnya, officer-nya okey dalam komunikasi dengan orang asing.
      Jam 5 sore, kami ketemu di Bangkok Railway Station, kayak Gambir deh. Setelah ngobrol sama mbak- mbak yang jual tiket di loket khusus buat orang asing, kami putuskan jalur yang lebih murah. Dari Bangkok naik kereta malam jam 19.35, tiba di Surat Thani jam 7.10 pagi, Kita beli tiket terusan sampai pulaunya, so, begitu turun kereta, tinggal cari bus ( tunggu, semacam transit sekitar 1 jam –an ) yang bakal antar kami ke dermaga  penyebarangan untuk sambung naik kapal ke Koh Phangan-nya. Perjuanngan banget. Katanya butuh waktu 3 jam lagi buat bisa benar- benar tiba di Koh Phangan. #wekzzz…

      Bisa jajan makanan ringan sampai makanan berat...
      Kalau aku, dari hostel, aku naik BTS Phrompong station, bayar 15 Baht turun di Asok station ( hanya berselang 1 station saja ), sambung naik MRT, tiketnya, 28 Baht untuk sampai di Hualamphong station. Keluar pintu 2, langsung ketemu dengan station kereta api. 

      Ruang tunggu, full ac, bagian atas, bau tidak sedap, wakakaka... banyak backpacker yang pakai kereta ke berbagai jurusan.
      Tiket kereta sudah ditangan. Karena waktu boarding- nya masih lumayan lama, kami nyebrang, cari makan di kedai pinggir jalan. Masakan rumahan gitu, cici – cici Thailand yang jadi chef-nya. Ya, bukan tourist food sih. Ya, samalah, kayak masakan rumahan kita masing- masing. Buat boleh makan ini, bayar 50 Baht. Tempatnya, namanya juga sudah kedai, kayak kedai kopi. Jangan pikir ber- AC ya, terus ada nyamuknya. Hahaha.. pakai disebut lagi. Dalam station sih ada juga yang jual makanan, ada kantin juga. Ada juga semacam mart gitu jualan snack dan kawan- kawannya. Mau kencing, bayar 20 Baht. Tahan kencing sahaja teman, kencing di kereta, bayar 0 Baht... wakakakak...

      Sudah masuk kedalam bagian keretanya, tinggal cari nomor kereta dan nomor gerbong sesuai dengan tiket. Ada petugas yang siap membantu...
      30 menit sebelum kereta berangkat, kita boleh masuk. Carilah gerbong kereta sesuai dengan tiket, dan duduklah tempatmu sesuai dengan nomor yang tertera. Aku sih bilang ini kereta sulap. Iya, sulap. Jadi awalnya masih seperti biasa, duduk hadap- hadapan kek di kereta pada umumnya, sekitar 30 menit setelah kereta jalan, eh, ada tetangga, notabene orang Thai, sibuk beresin kursi, kayak sulap gitu, tetiba berubah jadi tempat tidur. Sedangkan tempat tidur bagian atas, awalnya masih seperti kabin pesawat, disihir sebentar, berubah jadi tempat tidur juga. 

      Kondisi tempat duduk dalam kereta, sleeper nd class sebelum disulap...
       
      Aku sih memang sudah baca review dari travelblogger sebelumnya yang sudah pernah punya pengalaman seperti ini, tapi mengalaminya sendiri jauh lebih seru dan mengesankan, jadi punya pengalaman lainnya lagi deh. 

      Nah, setelah disulap, abang itu sedang menyulap tetangga...
      Suasana dalam gerbong kereta sih biasa saja, tempat duduknya juga standartlah, sudah pasti bukan kereta canggih nan baru, kalau reyok banget juga tidak. Tapi bersih dan ac-nya berfungsi, kami sih pilih sleeper seat yang second class. Masih ramai- ramai-an sama penumpang lainnya, lain lagi kalau kamu pakai ist class punya. Punya ruangan sendiri, atau kelas dibawah ini, hanya pakai kipas angin. Semua balik ke selera masing- masing dan budget yang tersedia. 

      Wastafel...
      Punya toilet yang bersih, ada wastafel gitu buat cuci tangan, cuci muka dan sebagainya. Terus, pas abang- abang keretanya selesai menyulap tempat duduk menjadi tempat tidur, masih dialasi kasur biar tidak keras dan dikasih sprei bok, dapat bantal yang disarungi juga, ada selimut. Semuanya baru dan bersih. 
       
       
      Pulang pergi dari Bangkok ke Surat Thani, keduanya dapat upper seat, pasti, harga lebih murah dibanding bagian bawah. Terasa banget, agak sempit, susah buat duduk kalau mau pakai laptop. Nyamannya hanya bisa buat tiduran saja. Begitu duduk langsung mentok sama langit- langit. Beda sama bagian bawah, lebih lega dan kamu bisa duduk sambal senderan. Bosan tidur ya, duduk. Terus, terasa banget, keretanya sedang berjalan buat aku yang tidur dibagian atas. Guncangannya itu loh, sampai terbawa kedalam mimpi, kayak sedang gempa… Halaah….
       
       
      Transit sejenak di Surat Thani, baik saat mau ke Koh Phangan maupun saat mau balik ke Bangkok. Kalau saat dari Bangkok dan tibanya di Surat Thani pagi sekitar jam 7.30 an, langsung cari operator busnya. Masih punya waktu tunggu 1 jam-an lagi sih. So, bisa santai sejenak di sekitaran station. Kantor operator Lamproyah juga berfungsi sebagai kedai makanan. Para turis diminta duduk didalam kedainya, ya, sekalian sarapan lah maksudnya. Aku ngerti nih, kenapa begitu turun dari kereta, tidak langsung berangkat saja tuh bus. Marketing cuy, daganglah… makan- makanlah diwarungnya. 
       
       
      Ngomong tentang Surat Thani, hemmm, kota kecil yang sepi sih. Kurang paham juga, jika memang ada yang netap disini sampai berhari- hari. Setahu aku sih, memang menjadi kota transit. Tidak sempat main ke pusat kotanya. Hanya disekitaran station saja buat cari makan. Buat yang butuh money changer ataupun atm / bank , tersedia di kota ini. 

      Welcome To Surat Thani
      Yang paling aku tidak pahami dari kota ini, kalau wifi, dapat gratis saudara- saudara di kedai makannya. Tapi kalau mau kencing, kudu bayar 10 Baht, mau charge hape bayar 20 Baht, charge lappie bayar 30 baht. Huhhhhh…. tidak masuk diakal sehat aku…

      Paling tidak masuk akal... #menurutku...
      Kemaren beli tiket terusan, biar tidak hebohlah nyari tiket pas sudah sampai di Surat Thani dan harus nego- nego sama cici - cici Thai. Tiket kereta Bangkok – Surat Thani, tiket van Surat Thani – Donsak Pier, tiket kapal Donsak Pier – Kho Phangan, pulangnya dari Kho Samui – Surat Thani – Bangkok, bayar 2.331 Baht ( pp ), ada 1 tiket beli sendiri dari Koh Phangan ke Koh Samui naik kapal 300 Baht. Pakai operator Lomprayah. Pelayanannya sih okey-lah. 

      Naik kapal ini Koh Phangan...
      Untuk kapalnya, termasuk kapal besar. Bisa ratusan orang juga. Ada 3 tingkat. Tidak mau panas- panasan ya dibawah saja, ada AC. Mau enjoy alam dan nikmati angin sepoi- sepoi, ya duduk diatas, terbuka. Didalam kapal, ada toilet, bersih- bersih kok. Seisi kapal pada bersih deh. Ada snack corner, bayar yeee… Tidak ada free wifi , mau colokan listrik sih ada, duduk barisan paling depan. 

      Kondisi dalam kapal...
      Kalaupun duduk dibagian bawah, tetap bisa menikmati indahnya perjalanan kok. Pilih tempat duduk yang dekat jendela. Itu sahaja, atau bosan, pilihan lainnya, tonton video player yang isinya yaa itu- itu saja, ngulang mulu dari start kapal jalan sampai kapal berhenti.  Banyak hal lain sih yang bisa kamu lakukan untuk mengusir waktu perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam itu, bawalah senjata masing- masing, bawa buku, dengarin musik, main handphone, atau kayak aku, menulis deh. 

      Kondisi di kapal , lantai 2 
       
      Karena sudah punya tiket return, so, dari Koh Samui, tinggal tunjukkin voucher yang dibeli dari Bangkok Railway Station, ditukar dengan tiket asli. Mulai dari Surat Thani ataupun mau balik dari Koh Phangan, dikasih stiker buat ditempel didada, sebagai penanda jurusan kamu ke mana. 

      Bersiap pulang ke Surat Thani...
      Kalau dari Surat Thani ke Donsak Pier naik van, beda lagi saat pulangnya, naik bus double decker. Perjalanan pulang dirasakan lebih lama. Diantar sampai didepan kantor operator Lamproyahnya, artinya, tinggal ngesotlah ke Surat Thani station. 

      Ruang tunggu di Surat Thani station.... Tidak ada ac...
      Langkah terakhir, menumpang kembali kereta sulap malam itu kembali ke Bangkok. Sama, upper seat yang bisa tiduran. Bedanya, perjalanan pulang, ac-nya kencang banget, dingin banget. Sudah pakai sweater, pakai kaos kaki, selimutan sampai kepala dibungkus rapat, masih saja dingin. 
       
      Sebagai informasi tambahan, jika beli tiket satuan :
       Tiket kereta Bangkok – Surat Thani = 698 Baht ( upper ) 728 Baht ( Lower )
       Tiket bus / van Surat Thani – Donsak Pier  = 500 Baht
       Tiket kapal dari Donsak Pier – Koh Phangan Pier = 400 Baht.
      Total jadinya = 1.598 Baht one way. Dihitung sih, masih lebih murah beli paket terusan. 
       
      Tungguin yaa, postingan selanjutnya serunya di Koh Phangan dan Koh Samui. 
       
      With Love,
       
      @ranselahok
      www.ranselahok.com
      ---semoga semua mahluk hidup bebahagia---
       
    • By Sahat
      Buat Bro bro and  sista yang tahun depan ada rencana backpackeran ke phuket Thailand, boleh lah gabung dengan saya atau saya yang gabung ke trip kalian jika waktu dan tanggalnya sesuai ya. Tiket sudah issued by AA dari Kuala Lumpur (LCCT) ke Phuket Fri 24 Feb 2017 Pukul 18.05  (6:05PM)  tiba di phuket  Fri 24 Feb 2017 pukul 18.30  (6:30PM). Balik dari Phuket ke Kuala Lumpur (LCCT) Mon 27 Feb 2017 pukul 21.40  (9:40PM) tiba di KL Tue 28 Feb 2017 Pukul 00.10 (12:10AM).
      Yang berminat join dan atau yang saya boleh join ke kalian atau mau sekedar tanya2  boleh contact saya Sahat di line: sahatzz, wa/telp: 081397839967